Anda di halaman 1dari 7

Nama : Elisabet Siregar

NIM : 023001801106
Tugas Audit Chapter 23

23-1 jelaskan hubungan antara penilaian awal risiko pengendalian, pengujian pengendalian dan
pengujian substantif atas transaksi untuk penerimaan kas, serta pengujian atas rincian saldo kas.

Jawab.

Pengujian yang tepat untuk saldo akhir dalam akun kas sangat bergantung pada penilaian awal atas risiko
pengendalian, pengujian pengendalian, dan pengujian substantif atas transaksi untuk penerimaan kas.
Pengendalian perusahaan atas penerimaan kas membantu auditor dalam menentukan bahwa kas yang
diterima segera disetorkan, penerimaan dicatat dengan benar, bahwa akun pelanggan segera diperbarui,
dan bahwa penghentian kas pada akhir tahun adalah tepat. Jika hasil evaluasi pengendalian intern,
pengujian pengendalian, dan pengujian substantif atas transaksi sudah memadai, maka tepat untuk
mengurangi pengujian rincian saldo kas, terutama untuk pengujian rinci rekonsiliasi bank. Di sisi lain,
jika pengujian menunjukkan bahwa kontrol klien tidak memadai, pengujian akhir tahun yang ekstensif
mungkin diperlukan.

23-3 apa yang dimaksud dengan akun bank imprest untuk operasi cabang? Jelaskan tujuan penggunaan
jenis akun bank tersebut.

Jawab.
Rekening bank imprest untuk operasi cabang adalah rekening di mana saldo tetap dipertahankan. Setelah
pegawai cabang yang tidak berwenang menggunakan dana tersebut untuk pencairan yang benar, mereka
membuat akuntansi ke kantor pusat. Setelah pengeluaran disetujui oleh kantor pusat, pembayaran kembali
dilakukan ke rekening cabang dari rekening umum kantor pusat untuk total pengeluaran kas.
Tujuan penggunaan jenis akun ini adalah untuk memberikan kendali atas penerimaan kas dan pengeluaran
kas dengan mencegah operator cabang mencairkan penerimaan kasnya secara langsung, dan dengan
memberikan peninjauan dan persetujuan atas pengeluaran kas sebelum tersedia lebih banyak kas.
23-5 Evaluasilah keefektifan dan sebutkan kekurangan dari penyiapan rekonsiliasi bank oleh kontroler
dengan cara yang diuraikan dalam pernyataan berikut: “Ketika saya merekonsiliasi rekening bank, hal
pertama yang saya lakukan adalah, meyortir cek sesuai dengan urutan nomor dan menemukan nomor
mana yang hilang. Kemudian saya menentukan jumlah cek yang belum dikliring dengan merujuk pada
jurnal pengeluaran kas. Jika rekening bank sama pada saat tersebut, saya selesai dengan rekonsiliasi. Jika
tidak, saya mencari setoran dalam perjalanan, cek dari daftar cek yang beredar awal yang masih belum
dikliring, iten yang direkonsiliasi lainnya, dan kesalahan bank hingga sama. Di sebagian besar kejadian,
saya dapat melakukan rekonsiliasi dalam waktu 20 menit.”

Jawab.

Pendekatan pengendalian adalah untuk melakukan rekonsiliasi hingga saldo disetujui. Kelemahan dari
pendekatan ini adalah bahwa itu tidak termasuk review dari item yang berjalan melalui akun dan
pemrosesan items yang tidak tepat. Barang – barang seperti cek dibayarkan kepada pihak – pihak yang
tidak tepat, penerbitan Kembali cek yang belum dibayar kepada pihak – pihak yang tidak tepat, dan
pemberian dana tidak akan ditemukan dengan pendekatan pengontrol. Prosedur pengontrol harus
mencakup hal – hal sebagai berikut :

1. Pemeriksaan semua cek kliring dengan pernyataan ( termasuk yang ada dalam daftar periksa
bulan sebelumnya yang beredar ) dan perbandingan penerimaan pembayaran dan jumlah dengan
jurnal pembayaran kas.
2. Cek penerimaan kas untuk menentukan bahwa mereka disetor dalam jumlah waktu yang wajar.
3. Menindaklanjuti cek lama yang beredar sehingga mereka dapat diakui sebagai pendapatan setela
ditentukan bahwa mereka tidak akan diuangkan, dan tidak mempunyai kewajiban.

23-7 Evaluasi kebutuhan mengikuti praktik yang digambarkan oleh auditor: “Dalam mengkonfirmasi
rekening bank, saya sangat memperhatikan respons dari setiap bank tempat klien melakukan bisnis
selama 2 tahun terakhir, walaupun rekening itu mungkin ditutup pada tanggal neraca”.

Jawab.
ini merupakan prosedur audit yang baik yang berusaha untuk mengetahui apakah ada akun yang
seharusnya telah ditutup masih digunakan, seperti oleh karyawan perusahaan untuk menyetor pengiriman
uang pelanggan. Prosedur ini juga dapat menemukan kewajiban yang tidak dicatat dan bergantung.
23-9 Mengapa biasanya auditor kurang menaruh perhatian pada pisah batas penerimaan kas klien
ketimbang pisah batas untuk penjualan? Jelaskan prosedur yang terlibat dalam menguji pisah batas untuk
penerimaan kas.

Jawab.
Pisah Batas Penerimaan Kas Dalam Audit, biasanya penentuan batas penerimaan kas di anggap tidak
terlalu penting dibandingkan pisah batas untuk penjualan, retur dan cadangan penjualan. Hal ini
disebabkan karena penentuan pisah batas penerimaan kas yang kurang tepat hanya akan mempengaruhi
saldo kas dan piutang dagang bukan laba. Jika salah saji tersebut material, maka hal tersebut dapat
mempengaruhi penyajian wajar atas akun – akun ini, terutama ketika jumlah kas kecil atau besaldo
negative. Prosedur pengujian pisah batas ini terjadi pada akhir tahun yang sangat penting bagi penyajian
yang tepat pada tanggal neraca. Pengujian ini berkaitan era dengan pernyataan keberadaan atau
keterjadian dan pernyataan kelengkapan.
Pengujian ini dirancang auditor untuk mengetahui bahwa pengeluaran kas dilakukan pada periode yang
tepat. Bukti tersebut dapat diperoleh melalui observasi dan penelaahan atas dokumentasi internal,
pengujian ini berguna untuk mengetahu berapa jumlah kas yang harus tercatat ddidalam neraca pada akhir
tahun. Oleh karena itu, pengujian ini semestinya dilakukan pada tanggal neraca.
Selain itu, auditor dapat memeriksa cek yang dikeluarkan pada akhir tahun dan mengusutnya ke
pencatatan akuntansinya, hal ini untuk menilai ketetapan pisah batas pengeluaran kas. Pengujian ini
menghasilkan bukti yang berkaitan dengan pernyataan kelengkapan dan pernyataan keberadaan atas
keterjadian.

23-11 Bedakan antara lapping dan kitting. Gambarkan prosedur audit yang dapat digunakan untuk
mengungkapkan masing-masing.

Jawab.

 Lapping : penundaan pencatatan penerimaan kas dari debitur tertentu dan memasukkan uang yang
diterimanya untuk dirinya sendiri. Penerimaan kas berikutnya digunakan untuk menutupi
kecurangan dengan mengkredit akun piutang debitur pertama. Hal ini dapat terjadi jika
penyimpan kas merangkap fungsi sebagai pencatat transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kas.
Prosedur Audit : Membandingkan nama, jumlah dan tanggal yang ditunjukkan dalam nota
pembayaran dengan jumlah penerimaan kas dan Salinan slip setoran.
 Kitting : Mentransfer uang dari satu bank ke bank lain dan mencatat transaksi secara tidak tepat.
Prosedur Audit : Dengan mencatat semua transfer bank yang dilakukan beberapa hari sebelum
dan sesudah tanggal neraca dan menelusuri masing – masing ke catatan akuntansi untuk di catat
dengan semestinya.

23-13 Mengapa terdapat penekanan yang lebih besar pada pendeteksian kecurangan dalam pengujian
atas rincian saldo kas ketimbang untuk akun neraca lainnya? Berikan dua contoh spesifik yang
menunjukkan bagaimana penekanan ini mempengaruhi akumulasi bukti dalam mengaudit kas akhir
tahun.

Jawab.

Mengapa pengujian rinci saldo kas lebih diutaman karena dalam audit pada kas, auditor harus
membedakan antara verifikasi rekonsiliasi saldo laporan bank oleh klien dengan saldo baru bener dan
verifikasi bahwa pencatatan kas dalam buku besar memfokuskan dengan benar seluruh transaksi kas yang
terjadi pada tahun yang bersangkutan.
Contoh : Setiap salah saji berikut ini menghasilkan kesalahan dalam pembayaran atau menyebabkan
kesalahan dalam penerimaan kas.

23-15 Bagaimana rekonsiliasi bank perusahaan akan merefleksikan setoran secara elektronik atas kas
yang diterima oleh bank dari agen kartu kredit yang melakukan pembayaran atas nama pelanggan yang
membeli produk dari situs Web online perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan perusahaan.

Jawab.

Pertanyaan ini sangat berkaitan dengan situasi dimana bank perusahaan menerima setoran tunai
elektronik dari agen katu kredit yang melakukan pembayaran atas nama pelanggan yang membeli produk
dari situs Web Online perusahaan, tetapi belum di catat dalam perusahaan.

23-17 Bagaimana auditor akan menguji tujuan audit nilai realisasi untuk instrumen keuangan yang
diklasifikasikan sebagai estimasi nilai wajar tingkat 3?

Jawab:

 Tujuan audit adalah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai
 Estimasi akuntansi termasuk estimasi akuntansi dengan nilai wajar dalam laporan keuangan.
 Estimasi yang berkaitan dengan estimasi akuntansi dalam laporan keuangan sudah cukup sesuai
dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.

23-19 Pertanyaan berikut berkaitan dengan pengungkapan kecurangan dalam mengaudit kas akhir
tahun. Pilihlah jawaban yang paling tepat.

a. Auditor harus mengendalikan dan memveridikasi semua asset likuid secara simultan untuk
mencegah
1) Pengeluaran yang tidak dicatat.
2) Konversi asset untuk menutupi kekurangan.
3) Pengeluaran yang tidak diotorisasi.
4) Penggelapan.
b. Mana dari hal berikut ini yang merupakan tenik audit yang lebih baik untuk mendeteksi kiting?
1) Mereview komposisi skip setoran otentik.
2) Mereview laporan bank selanjutnya dan cek yang dibatalkan yang diterima langsung dari
bank.
3) Menyiapkan rekonsiliasi bank akhir tahun.
4) Menyiapkan skedul transfer bank dari pembukuan klien.
c. Mana dari transfer kas berikut yang menghasilkan salah saji kas per 31 Desember 2013?

SKEDUL TRANSFER BANK


Pengeluaran Penerimaan
Dicatat di Dibayar oleh Dicatat di Diterima
Transfer
Pembukuan Bank Pembukuan oleh bank
1 31/12/13 4/1/2014 31/12/13 31/12/13
2 4/1/2014 5/1/2014 31/12/13 4/1/2014
3 31/12/13 5/1/2014 31/12/13 4/1/2014
4 4/1/2014 11/1/2014 4/1/2014 4/1/2014

Jawab:

a) ( 4 ) Penggelapan
b) ( 4 ) Menyiapkan schedule transfer bank dari pembukuan klien.
c) 4/1/2014 ( Dicatat di Pembukuan )
5/1/2014 ( Dibayar oleh Bank )
31/12/2013 ( Dicatat oleh Pembukuan )
4/1/2014 ( Diterima oleh Bank )

CASE
23-25 Anda sedang melakukan audit tahun pertama untuk Sherman Scholl District dan telah diberi
tanggung jawab melakukan bukti kas empat kolom untuk bulan Oktober 2013. Anda memperoleh
informasi berikut:

1. Saldo per Pembukaan 30 September $ 10,725


31 Oktober
5,836
2. Saldo per Bank 30 September
6,915
31 Oktober
8,276
3. Cek yang Beredar 30 September
1,811
31 Oktober
2,615
4. Penerimaan kas bulan Oktober Per Bank 28,
792
Per Pembukuan
20,271
5. Setoran dalam Perjalanan 30 September
5,621
31 Oktober
996
6. Bunga atas pinjaman bank untuk bulan Oktober , yang dibebankan oleh bank tetapi belum dicatat,
sebesar $ 596
7. Hasil dari wesel Jones Company ditagih oleh bank pada 28 Oktober tapi belum dimasukkan dalam
pembukuan:
Pokok $ 2,900
Bunga 396
$ 3,296
8. Pada 26 Oktober, cek sebesar $ 1,144 dari Billings Company dibebankan ke akun Sherman School
Direct oleh bank secara tidak sengaja.
9. Cek yang ditolak tidak dicatat dalam pembukuan kecuali jika secara permanen gagal kliring oleh bank.
Bank memperlakukan sebagai pengeluaran ketika cek itu ditolak dan disimpan ketika cek itu di setor
uang. Cek yang di tolak berjumlah $ 1,335 pada bulan Oktober $ 600 disetor ulang pada Oktober dan $
735 pada bulan November.
Diminta :
a. Siapkan bukti kas empat kolom untuk bulan 31 Oktober. Bukti kas tersebut harus menunjukkan kas
sebelum dan sesudah penyesuaian.
Cash Disbursement 30/09/2011
Cash Receipt 31/10/2011
$28,79
Balance per bank $6,915 2 $27,341 $8,276
Deposit in Transit
30/09/2011 5,621 -5,621
31/10/2011 996 996
Oustanding Check
-
30/09/2011 -1,811 1,811
2,61
31/10/2011 5 -2,615
Bank Error - check charged to wong -1,14
account 4 1,144
NSF- Checks -600 -1,335 735
$25,75
Balance per bank – adjustment $10,725 $23,567 6 $8,536
$25,61
Balance per books – Unadjusted $10,725 $20,271 0 $5,836

Adustment to be made
Interest charged 596 -596
Note Proced 3,296 3,296
$26,20 $8,53
Balance per Books - Adjusted $10,725 $ 23, 567 6 6
b. Jurnal Penyesuaian

Cash In Bank $ 3,296


Notes Receivable $ 2,900
Interest Income 396

Interest Expense $ 596


Cash In Bank $ 596

The record adjustment resulting from Oktober 2013 Reconciliation of bank account.