Anda di halaman 1dari 11

PENGENDALIAN VEKTOR

PENYAKIT
A.M.FADHIL HAYAT

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 1
PENGERTIAN
 Vektor (vector): binatang/serangga yg dpt
menyebabkan penyakit dr org yg sakit ke org yg
tdk sakit
 Vector borne disease: penyakit2 yg dpt
ditularkan dg perantara vektor
 Pengendalian vektor: semua upaya yg dilakukan
utk menekan, mengurangi, atau menurunkan tk
populasi vektor sampai serendah2nya shg tdk
membahayakan kehidupan manusia

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 2
Vector-borne disease
 Penyakit yg ditularkan dg perantara
nyamuk (mosquitos-borne disease) >>
culex (filariasis), anopheles (malaria),
aedes (DBD, chikungunya)
 Penyakit yg ditularkan dg perantara lalat
(fly-borne disease) >> kolera, disentri,
tifus, relapsing fever
 Penyakit yg ditularkan dg perantara pinjal
tikus (flea-borne disease) >> pest
04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 3
 Penyakit yg ditularkan dg perantara
kutu/tungau (louse-borne disease) >>
scabies, toxoplasmosis, rickettsia
 Penyakit yg disebabkan oleh upas/bisa yg
dikeluarkan oleh arthropoda (venomouse
arthropods) >> kalajengking, lipan

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 4
Konsep dasar pengendalian
 Harus dapat menekan densitas vektor
 Tidak membahayakan manusia
 Tidak mengganggu keseimbangan
lingkungan

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 5
Tujuan pengendalian vektor
 Mencegah wabah penyakit yg tergolong
vector-borne disease >> memperkecil
risiko kontak antara manusia dg vektor
penyakit dan memperkecil sumber
penularan penyakit/reservoir
 Mencegah dimasukkannya vektor atau
penyakit yg baru ke suatu kawasan yg
bebas >> dilakukan dg pendekatan legal,
maupun dg aplikasi pestisida (spraying,
baiting, trapping)

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 6
Langkah mengatasi vektor
 Identifikasi penyebab masalah
 Identifikasi besarnya masalah
 Identifikasi cara pengendalian vektor
 Pilih cara pengendalian yg tepat
 Lakukan pengendalian vektor
 Lakukan penilaian hasil pengendalian
 Rencana tindak lanjut

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 7
Cara pengendalian vektor
 Usaha pencegahan (prevention) >>
mencegah kontak dg vektor >>
pemberantasan nyamuk, kelambu
 Usaha penekanan (suppression) >>
menekan populasi vektor shg tdk
membahayakan kehidupan manusia
 Usaha pembasmian (eradication) >>
menghilangkan vektor sampai habis

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 8
Metode pengendalian vektor
 Pengendalian scr alamiah (naturalistic
control) >> memanfaatkan kondisi alam
yg dpt mempengaruhi kehidupan vector
>> jangka waktu lama
 Pengendalian terapan (applied control) >>
memberikan perlindungan bagi kesehatan
manusia dr ggn vektor >> sementara

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 9
Pengendalian terapan
 Upaya peningkatan sanitasi ling
(environmental sanitation improvement)
 Pengendalian scr fisik-mekanik (physical-
mechanical control) >> modifikasi/
manipulasi lingk >> landfilling, draining

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 10
 Pengendalian scr biologis (biological
control) >> memanfaatkan musuh alamiah
atau pemangsa/predator, fertilisasi
 Pengendalian dg pendekatan per-UU
(legal control) >> karantina
 Pengendalian dg menggunakan bahan
kimia (chemical control)

04/29/09 fadhil.hayat71@gmail.com 11