Anda di halaman 1dari 17

DOTA Makalah

2021 Disjaya Innovative Product (DIP)

PROTEKSI SOLENOID
KUBIKEL LBS MOTORIZE 20 KV

Dibuat Oleh:
Wily Adde Fitria Kenaka - 91161227ZY
Muhammad Arsyad - 90171369ZY
Taufiq Nurrohman - 9620382ZY

PT PLN (Persero)
UNIT INDUK DISTRIBUSI JAKARTA RAYA
UNIT PELAKSANA PENGATUR DISTRIBUSI
PERNYATAAN ORIGINALITAS

Yang bertanda tangan di bawah ini:


1. Nama : Wily Adde Fitria Kenaka
NIP : 91161227ZY
Jabatan :

2. Nama : Muhammad Arsyad


NIP : 90171369ZY
Jabatan :

3. Nama : Taufiq Nurrohman


NIP : 9620382ZY
Jabatan : AE SCADA dan Telekomunikasi

Dengan ini menyatakan bahwa Karya Inovasi kami yang berjudul “Proteksi Solenoid
Kubikel LBS Motorize 20 kV”, adalah merupakan karya invosi baru/pengembangan karya
inovasi yang original dan belum pernah dibuat sebelumnya baik di unit kami maupum di unit-
unit PLN dan anak Perusahaan PLN.
Apabila dikemudian hari ada tuntutan/klaim mengenai karya inovasi yang dibuat maka
kami siap mempertanggungjawabkan segala konsekuensinya.
Demikian Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Jakarta, 1 Maret 2021

Ketua Tim, Anggota 1, Anggota 2,

Wily Adde Fitria Kenaka Muhammad Arsyad Taufiq Nurrohman

I
ABSTRAK
Kubikel berfungsi sebagai pembagi, pemutus, penghubung, dan pengaman sistem
penyaluran tenaga listrik tegangan menengah, Sistem kendali listrik saat ini menggunakan
kubikel motorieze sebagai actuator. Kubikel motorize sendiri menggunakan solenoid sebagai
penggerak utamanya. Dalam beberapa kasus solenoid tidak tidak dapat melakukan eksekusi
atau mendorong gear penggerak sehingga memicu kerusakan solenoid itu sendiri.
Kerusakan ini disebabnya arus yang terlalu besar yang membebani solenoid saat bekerja
terlalu lama. Namun dengan menambahkan mcb sebagai pelindung solenoid dari arus yang
terlalu besar dapat menghindari kerusakan soleoid, sehingga menghemat biaya saat
perbaikan kubikel dilakukan.

Kata Kunci: SCADA, Kubikel LBS Motorize, Solenoid, MCB.

II
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, atas karunia dan nikmat-Nya kami dapat mewujudkan ide
dan karya inovasi yang insya Allah bermanfaat bagi Perusahaan tercinta PT. PLN (Persero)
pada umumnya, dan Unit Pengatur dan Pelaksana Distribusi (UP2D) Jakarta pada
khususnya. Karya inovasi ini kami beri nama:
“PROTEKSI SOLENOID KUBIKEL LBS MOTORIZE 20 kV”
Dalam proses pembuatan karya inovasi ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan
bimbingan banyak pihak. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada:
1. Orang tua kami yang selalu mendokan kami setiap hari dan selalu men-support
setiap saat.
2. Bapak Lugito Nurwahono, Selaku Manajer Unit Pelaksana dan Pengatur Distribusi
PT. PLN (Persero) Unit Induk Jakarta Raya
3. Bapak Anggoro Primadianto, Selaku Manajer Fasop Unit Pelaksana dan Pengatur
Distribusi PT. PLN (Persero) Unit Induk Jakarta Raya
4. Rekan-rekan UP2D Tercinta yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.
Semoga apa yang kami lakukan untuk Karya Inovasi ini bermanfaat untuk semua pihak
dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan PLN. Segala kritik dan saran sangat penulis
harapkan untuk penyempurnaan Karya Inovasi ini.

Jakarta, 1 Maret 2021

Ketua Tim,

Wily Adde Fitria Kenaka

III
DAFTAR ISI

PERNYATAAN ORIGINALITAS...............................................................................................i
ABSTRAK................................................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR............................................................................................................... iii
DAFTAR ISI............................................................................................................................ iv
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................................v
DAFTAR TABEL..................................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................7
1.1 Latar Belakang..........................................................................................................7
1.2 Maksud dan Tujuan Inovasi......................................................................................8
1.3 Ruang Lingkup..........................................................................................................8
1.4 Metodologi................................................................................................................8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................................9
2.1. Sistem SCADA......................................................................................................... 9
2.2. RTU (Remote Terminal Unit)....................................................................................9
2.3. Peripheral............................................................................................................... 10
2.4. Kubikel LBS Motorize 20 kV....................................................................................11
BAB III POTENSI manfaat karya inovasi...............................................................................13
3.1. Manfaat Finansial....................................................................................................13
3.2. Manfaat Non-Financial............................................................................................13
3.3. Manfaat Terhadap KPI............................................................................................13
3.4. Analisa Resiko........................................................................................................13
BAB IV tahap pelaksanaan...................................................................................................14
4.1. Perencanaan Sistem...............................................................................................14
BAB V BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.............................................................................16
5.1. Anggaran Biaya......................................................................................................16
5.2. Jadwal Kegiatan.....................................................................................................16

IV
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Konsep Proteksi Solenoid....................................................................................14
Gambar 2 Flowchart System.................................................................................................15

V
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Anggaran Perkiraan Biaya.......................................................................................16
Tabel 2 Rencana Jadawal Kegiatan......................................................................................16

VI
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang ketenagalistrikan baik dari
mulai mengoperasikan pembangkit listrik sampai dengan melakukan transmisi kepada
masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, PT. PLN (Persero) dituntut untuk dapat
memberikan pelayanan terbaik dalam bidang ketenagalistrikan. Pelayanan tersebut adalah
menyediakan listrik secara berkelanjutan. Dalam menjaga konsistensi pelayanan kepada
pelanggan, PLN memiliki 4 poin penting sebagaimana yang diutarakan oleh Direktur Utama,
yaitu Good Corporate Governance (GCG), Pelayanan Prima, bekerja penuh tanggung jawab
dan kinerja keuangan yang sehat.
Kebutuhan enegri listrik dewasa ini terus meningkat, hal ini sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang makin tinggi, sehingga keamanan dari kinerja
alat penghubung mutlak diperlukan untuk mendukung suplay tegangan listrik. Kubikel LBS
merupakan perangkat atau peralatan listrik yang berfungsi sebagai pengendali, penghubung,
pemutus dan pelindung serta membagi sistem tenaga listrik dari sumber tenaga listrik.
Kubikel biasanya terpasang pada gardu distribusi atau gardu hubung pada pusat penyaluran
sistem tenaga lsitrik ke pusat beban. Kapasitas yang akan digunakan pada Kubikel LBS
20kV ini adalah sebesar 20kV.
PT. PLN (Persero) UP2D Jakarta menerapkan sistem SCADA (Supervisory Control
and Data Aquisition) pada jaringan distribusi tenaga listrik yang berfungsi untuk memantau,
mengendalikan, mengkonfigurasi dan mencatat kerja sistem secara realtime (setiap saat).
Dalam hal pengendalian atau remote control (RC), Kubikel LBS 20kV tipe Motorize
(selanjutnya akan disebut Kubikel LBS Motorize 20kV) merupakan salah satu alat yang akan
menjadi objek untuk menerima perintah kerja dari sistem SCADA yang sudah dibangun di
gardu RC. Salah satu material atau komponen pada Kubikel LBS 20kV yang akan bekerja
ketika Kubikel mendapat perintah RC adalah Solenoid/Tripping Coil.
Solenoid pada Kubikel LBS 20kV berperan penting untuk mendorong pergerakan
mekanik LBS merubah sakelar beban menjadi terbuka atau tertutup. Permasalahan yang
muncul adalah ketika mekanik LBS macet sehingga sulit untuk didorong oleh solenoid, atau
solenoidnya sendiri mengalami korosi yang menghambat pergerakan batang coil, maka
beban arus pada solenoid akan meningkat yang mana jika aliran tegangan kerja solenoid
tidak segera diputus maka akan membuat solenoid dan relay bantu di perangkat SCADA
mengalami kerusakan. Disisi lain, eksekusi RC pun akan mengalami kegagalan sehingga
menjadikan proses distribusi jaringan listrik ke pelanggan menjadi terganggu. Kerugian

7
lainnya adalah petugas PLN musti melakukan pergantian solenoid yang lama dengan yang
baru yang otomatis menjadi pengeluaran keuangan yang seharusnya bisa diminimalisir.
Untuk itu tim kami membuat inovasi berupa proteksi beban lebih solenoid yang diharapkan
bisa memberikan keefektifan dan efisiensi.

1.2 Maksud dan Tujuan Inovasi

Maksud dan tujuan dari karya inovasi ini adalah:


1. Karya inovasi ini dibuat untuk memberikan proteksi terhadap beban lebih solenoid
Kubikel LBS Motorize 20kV.
2. Karya Inovasi ini dibuat berdasarkan asas keefektifan dan efisiensi.
3. Karya inovasi ini dibuat untuk mendukung peningkatan kualitas SAIDI/SAIFI.

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup pembahasan dari tulisan karya inovasi ini adalah:


1. Solenoid yang dibahas adalah yang terdapat pada Kubikel LBS Motorize 20kV.
2. Penambahan alat proteksi pada solenoid Kubikel eksisting.
3. Implementasi dan nilai lebih.

1.4 Metodologi

Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah :


1. Desain Proteksi Selenoid Kubikel LBS 20kV.
2. Perolehan data kerusakan solenoid.
3. Pembuatan logic sistem.
4. Kajian terhadap hasil pengujian.

8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sistem SCADA

Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) berarti sistem pengolahan
data terintegrasi (terpusat) yang berfungsi mensupervisi, mengendalikan dan mendapatkan
data secara realtime. Sistem SCADA dipakai oleh PLN Distribusi Jakarta Raya (dalam hal ini
Area Pengatur Distribusi) sebagai penyedia dan pengatur jaringan listrik tegangan menengah
(JTM) 20 kV di wilayah Jakarta Raya. Sistem SCADA digunakan sebagai operasi realtime
yang dilakukan terus-menerus. Dalam pengoperasiannya sistem ini mencakup operasi
Telemetring (pengukuran jarak jauh), Telecontrol (komando jarak jauh), dan Telesignal
(pensignalan jarak jauh).
1. Fungsi Telecontrol
Fungsinya yaitu melakukan atau mengoperasikan ON/OFF suatu peralatan yang
sudah terintegrasi ke sistem SCADA di gardu/lapangan secara remote dari control
center. Jadi tele kontrol hanya dilakukan dari sisi control center atau sebagai
inputnya.
2. Fungsi Telesignal
Fungsinya yaitu dapat mengetahui atau memonitor segala indikasi peralatan yang
sudah teritegrasi ke sistem SCADA di gardu/lapangan secara remote, jadi telesignal
adalah segala status/indikasi yang ada di gardu baik yang tetap ataupun jika terjadi
perubahan akan secara cepat atau real time diketahui oleh dispathcer, dan sebagai
inputnya adalah peralatan yang ada di gardu/lapangan.
3. Fungsi Telemetering
Fungsinya yaitu dapat mengetahui atau membaca semua pengukuran yang sudah
teritegrasi ke sistem SCADA di gardu/lapangan secara remote, jadi telemetering
adalah pembacaan parameter pengukuran, dan sebagai inputnya adalah peralatan
metering yang ada di gardu/lapangan.
Peralatan utama sistem SCADA meliputi:
1. Remote Terminal Unit (RTU)
2. Media Telekomunikasi
3. Master Station

2.2. RTU (Remote Terminal Unit)

RTU adalah suatu peralatan yang terpasang pada gardu dimana di dalamnya terdapat
prosessor yang berfungsi sebagai pengambil data baik status maupun data pengukuran
secara scanning/polling. Serta fungsi lainnya adalah melaksanakan perintah dari master

9
station yaitu seperti buka/tutup CB, melaporkan realisasi apa yang diperintahkan master
station lengkap dengan keadaan RTU secara realtime. Fungsi utama RTU adalah sebagai
berikut:
1. Komunikasi dengan master station
2. Mengolah input/output
3. Local data logging
4. Manajemen database

2.3. Peripheral

Peripheral adalah peralatan penunjang dari suatu sistem. Dalam hal ini adalah sistem
SCADA agar sistem beroperasi sesuai dengan fungsinya. Peripheral ditempatkan pada
gardu induk, gardu distribusi dan gardu hubung.
1. Peripheral pada Gardu Induk
a. Intelligent Electronic Device (IED), merupakan peralatan elektronik berbasis
mikroprosesor yang memiliki fungsi tertentu untuk melakukan Telecontrol,
Telemetering, Telesignaling, proteksi, dan meter energi.
b. Input/Output Eksternal, merupakan input/output tambahan dengan Card Digital
Input (DI) maupun Digital Output (DO) yang lebih banyak karena IED hanya
memiliki sedikit card.
c. Converter, digunakan untuk menurunkan tegangan 48 VDC ke 24 VDC.
d. Power Supply 48 V / 25 A, digunakan untuk mengubah arus listrik bolak -balik
(AC) menjadi arus searah (DC) yang berfungsi untuk suplai DC dan mengisi
baterai agar kapasitasnya tetap terjaga penuh.
e. Baterai, digunakan sebagai sumber cadangan power supply apabila sumber AC
terganggu.
f. Interface, digunakan sebagai antarmuka dari sistem yang dikontrol dengan
pengontrol.
g. Motor Breaker 110 V, merupakan alat pemutus rel pada kubikel dan atau
penggerak sakelar pemutus tenaga (PMT) secara otomatis.
2. Peripheral pada Gardu Hubung
a. Power Supply 48 V / 25 A, digunakan untuk mengubah arus listrik bolak-balik
(AC) menjadi arus searah (DC) yang berfungsi untuk suplai DC dan mengisi
baterai agar kapasitasnya tetap terjaga penuh.
b. Baterai, digunakan sebagai sumber cadangan power supply apabila sumber AC
terganggu.
c. Interface, digunakan sebagai antarmuka dari sistem yang dikontrol dengan
pengontrol.
10
d. Motorized 48 V, merupakan alat pemutus rel pada kubikel dan atau penggerak
sakelar pemutus tenaga (PMT) secara otomatis.
e. Current Transformer (CT), digunakan untuk mengubah besarnya arus listrik dari
besar menjadi kecil gunanya untuk pengukuran dan proteksi. Dalam hal ini CT
yang digunakan mempunyai rasio kecil yang merupakan media pendukung HFD
3. Peripheral pada Gardu Distribusi
a. Power Supply 48 V / 10 A, digunakan untuk mengubah arus listrik bolak-balik
(AC) menjadi arus searah (DC) yang berfungsi untuk suplai DC dan mengisi
baterai agar kapasitasnya tetap terjaga penuh.
b. Baterai, digunakan sebagai sumber cadangan power supply apabila sumber AC
terganggu.
c. Interface, digunakan sebagai antarmuka dari sistem yang dikontrol dengan
pengontrol.
d. Motorized 48 V, merupakan alat pemutus rel pada kubikel dan atau penggerak
sakelar pemutus tenaga (PMT) secara otomatis.
e. Current Transformer (CT), digunakan untuk mengubah besarnya arus listrik dari
besar menjadi kecil gunanya untuk pengukuran dan proteksi. Dalam hal ini CT
yang digunakan mempunyai rasio kecil yang merupakan media pendukung HFD.
f. Homopolar Fault Detector (HFD), digunakan untuk mendeteksi gangguan tanah
dan mengetahui daerah yang mengalami gangguan arus lebih.

Converter, digunakan untuk menurunkan tegangan 48 VDC ke 12 VDC.

2.4. Kubikel LBS Motorize 20 kV

Kubikel LBS Motorize 20 kV adalah seperangkat peralatan listrik yang dipasang pada
gardu distribusi yang berfungsi untuk membuka atau menutup aliran listrik dalam keadaan
berbeban atau tidak, dapat digerakkan otomatis via remote control SCADA. Kubikel LBS
(Load Break Switch) terdiri dari
1. Satu set busbar tiga fase 400 A atau 630 A.
2. Sebuah sakelar beban tiga kutub jenis udara, SF6 atau hampa udara dengan operasi
secara manual.
a. Arus pengenal 400 A
b. Kapasitas penyambung (puncak) 31,5 kA (making capacity)
c. Kapasitas pemutusan beban aktif (pf ; 0,7) 400 A
d. Arus pemutusan pengisian beban 25 A

11
e. Sakelar beban harus dapat dipasang mekanis kontrol elektris (electric
control mechanism) tanpa modifikasi yang besar terhadap sakelar
tersebut.
f. Kapasitas ketahanan arus hubung singkat (1 detik) ;  12,5 kA
3. Sebuah sakelar pembumian 3 kutub dengan pengoperasian secara manual
4. Tiga buah gawai kontrol tegangan
5. Sistem interlok
6. Busbar pembumian
7. Harus ada ruang yang cukup dan penunjang kabel bagian bawah kubikel
untuk melakukan pemasangan terminasi kabel berisolasi padat, penghantar
dari bahan aluminium yang dipilin denganluas penampang sampai dengan
240 mm2
8. Satu set lengkap terminal kabel (jika diperlukan)

12
BAB III
POTENSI MANFAAT KARYA INOVASI

3.1. Manfaat Finansial

Harga solenoid/tripping coil 48 VDC di pasaran kisaran diangka Rp1.000.000,- hingga


Rp1.500.000,-. Jika terjadi kerusakan pada 100 solenoid otomatis itu akan menyebabkan
terjadinya pengeluaran sebanyak Rp100.000.000,- untuk mengganti semua solenoid
tersebut, yang seharuskan bisa kita hindari jikalau proteksi solenoidnya tersedia.

3.2. Manfaat Non-Financial

Menghemat waktu pemeliharaan korektif gagal RC di sisi kubikel karena tidak perlu
melakukan proses pergantian solenoid, apalagi jika stock solenoid habis dan perlu
pembelian ulang.

3.3. Manfaat Terhadap KPI

Mengurangi durasi perbaikan gagal RC di sisi Kubikel.

3.4. Analisa Resiko

13
BAB IV
TAHAP PELAKSANAAN

4.1. Perencanaan Sistem

Sistem Proteksi Solenoid Kubikel LBS Motorize 20kV ini adalah sistem yang dirancang untuk
melakukan pengamanan terhadap solenoid ketika terjadi kemacetan pada mekanik LBS atau
pada batang coil solenoid yang akan menyebabkan meningkatnya beban arus solenoid
sehingga berpotensi mengalami kerusakan solenoid. Adapun peralatan yang dibutuhkan
untuk sistem ini adalah:
1. MCB DC 2A
Miniature circuit breaker berfungsi sebagai pelindung rangkaian listrik solenoid dari
arus berlebih. MCB akan menswitch atau memutus rangkaian listrik ketika arus yang
melewati rangkaian solenoid melampaui nilai atau batas yang sudah ditetapkan.
Perangkat dapat dihidupkan atau dimatikan secara manual sama seperti sakelar
normal bila di perlukan.

2. Solenoid 48 VDC
Solenoid berperan untuk mendorong pergerakan mekanik LBS merubah sakelar
beban menjadi terbuka atau tertutup.

3. Power Supply 48 VDC


Power Supply 48 VDC sebagai sumber tegangan bagi solenoid

Gambar 1 Konsep Proteksi Solenoid

14
Gambar 2 Flowchart System

Prinsip kerjanya adalah ketika solenoid menerima orderan RC dari perangkat SCADA
maka solenoid akan bekerja dengan cara mendorong mekanik LBS menggunakan batang
coil solenoid. Jika berhasil maka posisi sakelar LBS akan berubah, namu jika gagal
melakukan dorongan dan arus beban solenoid menjadi semakin besar maka MCB akan trip
ketika sudah menyentuh ambang batas arus MCB, sehingga solenoid tidak hangus dan tidak
mengalami kerusakan.

15
BAB V
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
5.1. Anggaran Biaya
Tabel 1 Anggaran Perkiraan Biaya

No. Uraian Volume Satua Harga Satuan Harga Jumlah


n
1. MCB DC 1 buah Rp 300.000,- Rp 600.000,-
2. Kabel 3 m Rp 9.000,- Rp 27.000,-
3. Schoen Jarum 2,5mm 6 buah Rp 1000,- Rp 6000,-
4.

5.2. Jadwal Kegiatan


Tabel 2 Rencana Jadawal Kegiatan.

Bobo Bulan 1 Bulan 2


No Pekerjaan
t 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Planning 10%
2. Instalasi perangkat pada Kubikel 30%
3. Pengujian Sistem 30%
4. Evaluasi Sistem 20%
Perbaikan Sistem (bila
5. 10%
diperlukan)

16