Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan teknologi di berbagai bidang telah memberikan banyak

dampak bagi kehidupan manusia, selain dampak positif, kemajuan teknologi

juga telah menyebabkan peningkatan masalah kesehatan yang berdampak

pada status kesehatan masyarakat. Hal ini mendorong peningkatan

kebutuhan akan pelayanan kesehatan, yang salah satunya adalah pelayanan

keperawatan. Keperawatan merupakan bagian dari system pelayanan

kesehatan yang berhubungan dengan manusia, dan memberikan pelayanan

komprehensif terhadap seluruh aspek kehidupan yaitu bio-psiko-sosial dan

spiritual.

Pelayanan keperawatan merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang

unik dan berbeda dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter

ataupun profesi lain. Filosofi dari keperawatan adalah humanism, holism,

dan care (Nursalam, 2014). Keperawatan merupakan profesi yang

mengedepankan sikap “care”, atau kepedulian, dan kasih sayang terhadap

pasien. Keperawatan mengedepankan pemahaman mengenai perilaku dan

responden manusia terhadap masalah kesehatan, bagaimana berespon

terhadap orang lain, serta memahami kekurangan dan kelebihan pasien

(Potter & Perry, 2015). Beberapa tokoh keperawatan seperti Watson,

1
2

Leininger dan Banner menempatkan caring sebagai dasar dan sentral dalam

praktek keperawatan (Kozier, 2014).

Caring merupakan bentuk kepedulian perawat terhadap pasien, caring

juga dapat didefinisikan sebagai memberikan perhatian atau penghargaan

terhadap manusia, yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya (Nursalam,

2014). Watson mendefinisikan Caring sebagai jenis hubungan dan transaksi

yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan

dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi

kesanggupan pasien untuk sembuh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

caring adalah suatu bentuk dukungan emosional dalam memberikan asuhan

keperawatan kepada klien dan keluarga yang merupakan komitmen moral

untuk melindungi, meningkatkan martabat manusia, dan merupakan esensi

dari perawat yang membedakan keperawatan dengan profesi lain.

Caring memberikan kemampuan pada perawat untuk memahami dan

menolong pasien. Seorang perawat harus memiliki kesadaran tentang

asuhan keperawatan, dalam memberikan bantuan bagi klien dalam mencapai

atau mempertahankan kesehatan atau mencapai kematian dengan damai.

Perilaku caring perawat adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan

seorang tenaga perawat dalam merawat pasien dan keluarga dengan

memberikan dorongan positif, dukungan dan peningkatan pelayanan

perawat (Pryzby, 2014). Perilaku yang ditampilkan oleh pemeliharaan

kesehatan, memberi dorongan, empati, minat, cinta, percaya, melindungi,

kehadiran, mendukung, member sentuhan dan siap membantu serta


3

mengunjungi pasien (Watson, 2014). Perilaku seperti itu akan mendorong

klien dalam perubahan aspek fisik, psikologis, spiritual dan social kearah

yang lebih baik.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 9 Desember 2019,

dengan melakukan wawancara kepada pasien yang sedang menjalani

perawatan di RS. Sakinah Mojokerto, dari 6 orang pasien 2 diantaranya

mengatakan bahwa perawat bersikap ramah, selalu tersenyum kepada pasien

maupun keluarga, dan menanyakan keadaan pasien saat operan jaga

berlangsung, sedangkan 4 orang lainnya mengeluh perawatan tidak cepat

dan cekatan dalam menanggapi keluhan yang dirasakan pasien ataupun

dalam melakukan tindakan.

Dampak perilaku caring bagi pasien adalah meningkatkan hubungan

salingpercaya, meningkatkan penyembuhan fisik, keamanan, memiliki

banyak energy, biaya perawat lebih rendah, serta menimbulkan perasaan

lebih nyaman (Watson, 2014). Semakin baik caring perawat akan

meningkatkan proporsi kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan.

Izumi (2014) menyebutkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan

ditentukan oleh empat domain, yaitu :kompetensi, caring, profesionalisme,

dan demeanor (cara bertindak). Kepuasan pasien terhadap pelayanan

keperawatan merupakan indicator penting dari kualitas pelayanan Rumah

Sakit (RS), karena sebagian besar pelayanan yang ada di rumah sakit

dibrikan oleh perawat (Wolf & Miller, 2014).


4

Pelayanan keperawatan saat ini belum optimal dan masih kurang

memuaskan salah satu penyebabnya karena kurangnya perilaku caring

perawat. Hal ini dapat diketahui dari penelitian-penelitian yang dilakukan di

beberapa rumah sakit antara lain oleh Rayahu (2015) dalam penelitiannya

tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap caring perawat yang

dipersepsikan perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUP Persahabatan

Jakarta, menemukan bahwa 18 (51,4%) perawat bersikap caring dan 17

(48,5%) perawat bersikap kurang caring. Hal ini merupakan masalah

potensial yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan karena

perawat yang kurang caring mempunyai prosentase yang relative besar.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Muartiningtiasdkk (2014), di RSUD Dr.

H. Soewondo Kendal didapatkan 29,6% perawatkurangcaring terhadap

pasien.

Perawat yang baik dari segi mutu dan kualitas diharapkan mampu

memberikan kinerja terbaiknya dalam memberikan asuhan keperawatan,

agar nantinya dalam proses asuhan keperawatan dapat berjalan dengan baik

dan tidak terjadi kesalahan dalam pemberian praktik keperawatan. Proses

keperawatan yang baik dan berkualitas akan memberikan dampak bagi

proses kesembuhan pasien, maka perawat pelaksana harus bekerja dengan

baik sesuai dengan Standar Asuhan Keperawatan (SAK), tugas dan

tanggung jawabnya. Perawat harus dapat melayani klien dengan sepenuh

hati dan memerlukan kemampuan untuk memperhatikan orang lain,


5

keterampilan intelektual, tehnik dan interpersonal yang tercermin dalam

perilaku caring (Komariah, 2014).

Seorang perawat adalah profesi yang diharapkan selalu care (peduli)

terhadap pasiennya (pasien yang tidak hanya sebagai objek, tapi juga subjek

yang ikut menentukan keputusan akan pengobatan atau terapi atau

perawatan terhadap dirinya dan terlibat secara aktif). Seorang perawat

memandang seorang pasien secara holistic atau menyeluruh. Perawat tidak

memandang pasien hanya sebagai individu yang sedang sakit secara fisik

atau bio, tetapi juga memperhatikan kondisi mental atau psikis atau

kejiwaan, sosial, spiritual, dan kultural. Perawat memberikan asuhan

keperawatan, seorang perawat harus mengkaji aspek yang holistic tersebut

(bio, psiko, sosio, spiritual, dan kultural) (Fauzan, 2016).

Kinerja yang baik dengan perilaku caring yang baik sangat

dibutuhkan oleh perawat. Karena perawat pelaksana selalu bertemu dan

berhubungan dengan pasien dan keluargapasien. Proses keperawatan akan

berjalan ketika perawat dalam memberikan ashan keperawatn selalu

memberikan kinerja yang sesuai dan perilaku caring walaupun dengan latar

belakang yang berbeda.

Dari uraian diatas dan belum adanya penelitian tentang perilaku

caring perawat membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

tentang perilaku caring, dengan tujuan untuk melihat sejauh mana perilaku

caring perawat khususnya di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto,

berdasarkan penilaian pasien sebagai penerima perilaku caring perawat.


6

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka pokok masalah yang

diteliti adalah sejauh mana perilaku caring oleh perawat di RSI Sakinah

Mojokerto,

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana

perilaku caring perawat terhadap pasien di RSI Sakinah Mojokerto.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi gambaran perilaku caring perawat terhadap pasien

di RSI Sakinah Mojokerto.

2. Mengidentifikasi proporsi perilaku caring yang dilakukan perawat

terhadap pasien di RSI Sakinah Mojokerto.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini antara lain :

1.4.1 Keperawatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang

perilaku caring yang dilakukan oleh perawat terhadap pasien dan

mengetahui sejauh mana caring dilakukan oleh perawat dalam

melaksanakan asuhan keperawatan terhadap pasien. Informasi ini dapat

digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi perawat untuk


7

menerapkan perilaku caring dalam melakukan asuhan keperawatan

terhadap pasien.

1.4.2 Peneliti

Penelitian ini dapat memberikan pengalaman dalam melakukan riset

keperawatan dan menambah pengetahuan tentang perilaku caring perawat

terhadap pasien.

1.4.3 Aplikasi Pelayanan di Rumah Sakit

Penelitian ini akan menambah informasi bagi rumah sakit yang dapat

dijadikan bahan bacaan dan acuan untuk melakukan dan mengembangkan

penelitian selanjutnya. Penelitian ini juga dapat memberikan gambaran

mengenai penilaian pasien yang dirawat di pelayanan terhadap perilaku

caring perawat, sehingga dapat disusun strategi untuk meningkatkan

kualitas pelayanan keperawatan di RSI Sakinah Mojokerto.

Anda mungkin juga menyukai