Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Peluang dan perencanaan adalah dua hal yang saling berkaitan ,dimana ketika suatu peluang
muncul maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan sebab perencanaan
adalah hal yang paling mendasar dalam membangun sebuah bisnis.Namun hal tersebut tidaklah
mudah ,bisa kita lihat sekarang ini banyak sekali perusahaan yang mengalami kegagalan karena
kesalahan dalam membuka peluang dan juga kesalahan dalam pembuatan perencanaan yang tidak
mengarah pada tujuan.

B. Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud peluang?

2. Apa saja sumber-sumber potensial peluang?

3. Bagaimana cara mengamati pintu peluang dan apa saja kenda-kendalanya?

C. Tujuan

Agar para pembaca dapat mengetahui dan lebih memahami tentang pengertian serta pentingnya
peluang dan perencanaan bisnis dalam dunia usaha.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Peluang & Usaha

Peluang adalah harapan terjadinya suatu kejadian yang dikuantitatifkan dan Usaha memiliki pengertian
berbagai daya untuk mendapatkan apa yang diinginkan .Sehingga secara terminologis pengertian
peluang usaha adalah kesempatan yang dapat dimanfaatkan seseorang untuk mendapatkan apa yang
diinginkannya (keuntungan-kekayaan-uang)dengan memanfaatkan berbagai faktor baik internal
maupun eksternal. Faktor internal bersumber dari diri sendiri dan faktor eksternal adalah segala sesuatu
yang berasal dari luar diri kita sebagai individu. Jadi, Peluang Usaha adalah kesempatan atau waktu yang
dimanfaatkan wirausahawan untuk mengambil keuntungan.

B. Sumber dan Unsur-Unsur Peluang Usaha Baru

Sumber Peluang Usaha bisa berasal dari beberapa macam sumber, diantaranya :

1. Peluang yang berasal dari diri sendiri

Peluang ini memiliki potensi yang cukup besar dalam menuju kekuksesan, hal ini disebabkan
karena peluang tersebut tumbuh secara tidak langsung dari jiwa seseorang itu sendiri.

Ada beberapa kategori peluang usaha yang berasal dari diri sendiri adalah sebagai berikut:

a. Berasal dari sebuah hobi.Setiap seseorang pasti memiliki sebuah hobi tertentu yang bisa dijadikan
Sumber Peluang Usaha. Salah satu contohnya yaitu seseorang yang hobi dalam menjahit bisa mangambil
peluang usaha sebagai Penjahit, seseorang yang gemar memasak bisa mengambil peluang usaha
membuka warung makan dan masih banyak lagi hobi lainnya yang bisa dijadikan peluang usaha.

b. Berasal dari sebuah keahlian yang dimiliki. Keahlian yang dimiliki seseorang dapat dijadikan sebuah
modal utama dalam mengembangkan usahanya. Contohnya seseorang yang ahli dalam memperbaiki tv
yang rusak, seseorang yang ahli dalam membuat alat-alat rumah tangga bisa mengambil peluang usaha
mebel dan sebagainya.

c. Berasal dari pengetahuan-pengetahuan yang dipelajari. Dari beberapa kategori peluang usaha ini,
pengetahuan merupakan hal yang paling potensial dalam menemukan peluang usaha apa yang harus
diambil. Karena seseorang tersebut sudah mencari tahu terlebih dahulu dan mempelajari serta
memahami bidang usaha yang hendak di tekuninya.

2. Peluang yang berasal dari lingkungan.

Peluang ini biasanya timbul dari lingkungan yang ada di sekitar mereka. Seperti salah satu
contoh peluang usaha seorang mahasiswa yang menjual pulsa elektik dan sebagainya.

3. Peluang yang berasal dari beberapa perubahan yang terjadi.

Ini merupakan salah satu sumber peluang usaha yang sangat besar. Karena peluang ini muncul
disebabkan karena terjadinya sebuah perubahan seperti perubahan gaya hidup, perubahan peraturan
pemerintah, perubahan musim, perubahan pola makan dan perubahan-perubahan lainnya.

4. Peluang yang berasal dari seorang konsumen.

Konsumen merupakan salah satu objek yang sangat diperlukan dalam menentukan peluang
usaha yang hendak ditekuni. Karena dari suara konsumenlah seseorang bisa mengetahui peluang usaha
apa saja yang saat ini sedang dibutuhkan dan perlu dikembangkan.

5. Peluang yang berasal dari gagasan (ide) orang lain.

Peluang usaha ini bersifat orisinil yang bisa memunculkan sebuah gagasan peluang usaha yang
baru.

6. Peluang yang berasal dari beberapa informasi yang didapat.

Peluang ini lebih mengarah pada pengumpulan beberapa informasi yang dibutuhkan yang
perlu menghubungkan sebuah pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki seseorang untuk
mewujudkannya. Akan tetapi, peluang tersebut tidak akan bermanfaat jika seseorang tersebut tidak
memiliki kemampuan dalam menghubungkan pengalaman dan pengetahuan tersebut.

Sebelum memulai sebuah usaha, seorang wirausahaan harus lah memperhatikan beberapa hal. Hal-hal
tersebut diantaranya adalah:

1. Lihat karakter usaha Anda dan apakah sudah sesuaikan dengan karakter pribadi Anda.Anda perlu
mengenali karakter bidang usaha Anda. Tujuannya adalah untuk melihat apakah karakter dasar Anda
sesuai dengan karakter usaha Anda.
2. Lihat apakah Anda menyukai usaha tersebut.Merupakan syarat mutlak bahwa seseorang harus
menyukai usaha yang akan digelutinya. Kenyataan menunjukkan bahwa rasa suka pada usaha akan
membuat seseorang lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam menjalankannya sehingga nantinya
akan membuahkan hasil yang baik. Disini, memulai usaha dari hobi bisa menjadi pertimbangan Anda.
Karena hobi biasanya merupakan suatu hal yang disukai, maka hobi bisa berpotensi menjadi usaha yang
berhasil. Tentunya dengan berbagai tambahan analisa lainnya.

3. Lihat apakah Anda mampu menjalankan usaha tersebut.

Sangat penting bagi kita untuk mengukur kemampuan diri dengan tujuan untuk melihat apakah kita
mampu menjalankan usaha tersebut. Kita bisa mengukur kemampuan kita dengan mengadakan
beberapa analisa atau riset sederhana mengenai usaha tersebut, kemudian hasilnya dibandingkan
dengan kemampuan kita.

Selain dari Unsur unsur diatas terdapat pula beberapa unsur dalam peluang usaha baru yaitu :

1. Kebutuhan akan sumber penemuan

Sebelum memulai sebuah usaha, ada baiknya kita melakukan pengamatan tentang kebutuhan
pasar terhadap produk yang akan kita geluti. Pengamatan ini sangat berguna bagi panjang atau tidaknya
umur usaha yang akan digeluti.

2. Membuat inovasi baru

Hal yang sangat dan selalu perlu dilakukan oleh seorang wirausaha adalah melakukan inovasi
yang dapat dilakukan untuk sebuah produk yang akan dijalani.

3. Sesuai keahlian

Usaha yang dilakukan berdasarkan keahlian yang dimiliki hasilnya akan lebih memuaskan
seorang usahawan.

4. Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar

Menyesuaikan kondisi usaha yang akan dijalani dengan kebutuhan sekitar akan berpengaruh
pada permintaan pasar, khususnya pasar-pasar terdekat yang mudah digapai.

5. Memanfaatkan koneksi dan relasi


Koneksi dan relasi yang kita miliki juga sangat berguna, baik dalam hal promosi maupun
pengembangan usaha.

6. Mengamati kecenderungan-kecenderungan

Melakukan pengamatan terhadap kecenderungan-kecenderungan yang terjadi pada pasar


juga akan sangat membantu untuk memperbaiki kegiatan usaha yang baru saja dimulai.

7. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada

Pengamatan terhadap produk atau jasa juga adalah hal terpenting yang harus dilakukan oleh
usahawan agar kekurangan pada produk atau jasa yang dihasilkan dapat diperbaiki. Sehingga hasil yang
memuaskan dapat dihasilkan.

8. Pemanfaat produk dari perusahaan lain

Memanfaatkan produk dari perusahaan lain juga dapat dilakukan untuk menjadi bahan
pembantu dalam produk atau jasa yang dihasilkan.

9. Usaha Warisan

Sebuah usaha juga dapat merupakan sebuah usaha yang dilakukan secara turun temurun.

10. Ikut-ikutan

Sebuah usaha yang ditekuni oleh seorang usahawan juga dapat merupakan joinan bersama
partner. Atau usaha yang diajak oleh partner lainnya untuk menekuninya bersama-sama.

11. Coba-coba

Usaha juga dapat ditemui dengan coba-coba pada mulanya.

C. Masalah dalam Peluang Usaha Baru & Solusi yang bisa diterapkan

Masalah peluang usaha baru yang sering ditemukan antara lain :

a. Kurangnya obyektivitas

b. Kurangnya kedekatan dengan pasar

c. Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai


d. Diabaikannya kebutuhan finansial

e. Kurangnya diferensiasi produk

f. Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai

Selain masalah masalah diatas terdapat pula beberapa masalah dalam memulai usaha baru yang
biasanya menjadi bahan pertimbangan calon wirausahawan :

a. Modal.

Biasanya orang yang hendak mulai usaha selalu mengkambinghitamkan modal. “Modalnya dari mana?”
Padahal, ada banyak cara mendapatkan modal. Dan lagi modal itu tidak melulu soal uang, modal itu juga
bisa berupa ide, berupa tenaga, dan lainnya.

Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain :

1) Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah
dengan baik)

2) Kurangnya pengalaman bisnis

3) Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa
mesin)

4) Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi

5) Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha

b. Menunda mulai bisnis

Sering kan anda dengar “Wah usaha itu seperti yang sudah saya pikirkan satu tahun lalu. Tapi
sayangnya saya tak segera mengeksekusinya.”

c. Sepi pelanggan

Saat bisnis sudah mulai, pembeli atau pelanggan tidak kunjung datang. Ini merupakan masalah
bisnis yang serius yang kerap dialami pebisnis pemula.

d. Kesulitan meningkatkan penjualan


Mungkin bisnis bisa berjalan, tapi untuk meningkatkannya kesulitan. Sulit untuk memperluas
jaringan, sulit untuk meningkatkan penjualan, sulit untuk menembus pasar baru.

e. Gagal melakukan marketing yang jitu

Sudah mencoba beriklan dan melakukan pemasaran, namun hasilnya tidak sesuai harapan.
Berarti ada masalah pada cara marketing yang dilakukan.

Solusinya yaitu:

1) Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagiproduk atau jasa.

2) Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki.

3) Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses

4) Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi.

5) Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa.

6) Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu yang membedakannya dari
pesaing.

7) Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merekdagang dan merek jasa.