Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1

“PERBANDINGAN ANTARA SENYAWA ION DENGAN SENYAWA KOVALEN”


Disusun untuk memenuhi Tugas Laporan Praktikum mata kuliah Praktikum Kimia
Ogranik I dengan dosen pengampu Suleman Duengo , S.Pd ,M.S

Disusun Oleh :
Kelompok : 3
Moh Musli Malajai (Ketua) : 441420025
Jalesman Panjaitan (Anggota 1) : 441420023
Putri Regina Puana (Anggota 2) : 441420019
Siti Fadilah Muhtar Amu (Anggota 3): 441420021
Prodi : Pendidikan Kimia (A)
Angkatan : 2020

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2021
A. JUDUL
Perbandingan antara senyawa ion dengan senyawa kovalen
B. TUJUAN
1. Mengenal perbedaan antara senyawa ion dengan senyawa kovalen
2. Mempelajari bagaimana jenis ikatan dan struktur molekul mempengaruhi sifat
senyawa
3. Membandingkan sifat fisik dan kimia beberapa isomer
4. Mengenal senyawa organik
C. PERTANYAAN PRAPRAKTEK
1. Mengapa air disebut molekul polar? Jelaskan sifat dwi kutub nya berdasarkan
bentuk molekul.
2. Sebutkan beberapa perbedaan senyawa ionic dengan senyawa kovalen !
3. Gambarkan sturktur isomer dari senyawa dengan rumus molekul C 3 H 6 Cl2,
gambarkan setiap ikatan dengan tanda garis. Apakah setiap isomer mempunyai
jumlah ikatan yang sama? Berapa jumlahnya?
4. Kelompokkan senyawa berikut manakah yang memiliki ikatan ion dan mana yang
ikatan kovalen : MgCl 2, C 4 H 10, CO 2, LiO, C 3 H 8, PCl3, HCl.
5. Prediksi senyawa pada nomor 4, mana yang menunjukkan titik leleh tertinggi dan
yang terendah.
6. Gambarkan rumus struktur ikatan garis dari butana dan siklobutana
Jawab :
1. Molekul H 2 O disebut molekul polar karena memiliki muatan positif di satu sisi
dan muatan negatif di sisi lain. Dwipol tersebut tidak saling meniadakan sehingga
menghasilkan dipol bersih. Jika momen dwipol ikatan molekul tidak saling
meniadakan, molekulnya bersifat polar. molekul air (H2O) mengandung dua
ikatan O−H polar dalam suatu geometri tekuk (nonlinear). Momen dipol ikatan
tidak meniadakan, sehingga molekul tersebut membentuk dwipol dengan kutub
negatif pada oksigen dan kutub positif di antara dua atom hidrogen. Pada gambar
setiap ikatan bergabung dengan atom O pusat dengan muatan negatif ke atom H
dengan muatan positif. Momen dwi ini didapatkan dengan berlandaskan jumlah
vector dari momen ikatan H-O dan momen PEB. Atom O lebih elektronegatif
daripada atom H sehingga arah momen ikatan O-H akan mengarah ke atom O.
Sedangkan untuk arah momen pasangan electron lepas mengarah dari atom O
menuju ke pasangan electron lepas. Momen ikatan momen H 2 O dapat dilihat
pada gambar di bawah ini.

H H

2. Tabel Perbedaan Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen


Senyawa ion Senyawa kovalen
Titik leleh rendah Titik leleh tinggi
Larut dalam air (hanya sebagian yang Larut dalam pelarut non polar (hanya
larut dalam pelarut non polar sebagian yang larut dalam air)
Pada suhu kamar berupa padatan Pada suhu kamar berupa gas atau cairan
Menghantar arus listrik Hanya sebagian yang dapat menghantar
arus listrik
Dapat terbakar dan tidak berbau Dapat terbakar dan berbau

3.
CH2 CH3 Cl
Cl

Cl CH CH3 C

Cl
CH3
1,1-dikloropropana 2,2 -dikloropropana
Cl CH2 CH2
CH3 CH
CH2 Cl
H2C
Cl
Cl
1,2-dikloropropana 1,3-dikloropropana

Setiap isomer tidak mempunyai ikatan yang sama dan C3H6Cl2 mempunyai
4 isomer.

4. Senyawa ionik : MgCl2, LiO


Senyawa kovalen : PCl3, C4H10, C3H8, HCl, CO2

5. Prediksi senyawa pada nomor 4 yang menunjukkan titik leleh tertinggi dan yang
terendah :
- MgCl2 = 741°C
- C4H10 = -138°C
- CO2 = -57°C
- LiO = 180,54°C
- C3H8 = -188°C
- PCl3 = -93°C
- HCl = -27,32°C
Titik leleh tertinggi : MgCl2
Titik leleh terendah : C3H8

6. Rumus Struktur Ikatan Garis

CH3
H2C CH2
H2C CH2

H2C CH2
CH3
butana siklobutana

D. LANDASAN TEORI
Kebanyakan senyawa organik memiliki senyawa kovalen, senyawa
anorganik, terutama garam, diikat oleh ikatan ion. Walaupun ada senyawa
anorganik yang berikatan kovalen seperti H2O, HCl, B2H6, SO2, NH3, dan PCl3,
ikatan kovalen adalah ciri khas senyawaan karbon. Selain karbon, masih ada
beberapa unsur (silikon, boron, dan belerang) yang diketahui berikatan kovalen
dengan sesamanya untuk membentuk rantai pendek atau cincin, tetapi karbon
jauh lebih mudah melakukan hal ini. Kemampuan karbon berikatan dengan
atom karbon lain membentuk rantai yang tak berhingga menyebabkan sangat
beragamnya senyawaan organik. Umumnya perbedaan yang dapat diamati
antara senyawa organik dan anorganik disebabkan oleh sifat ikatan kovalen
padakarbon.

Perbedaan antara senyawa kovalen dan senyawa ion


Perbedaan sifat fisik yang paling menonjol diantara senyawa kovalen dan
senyawa ion biasanya ialah titik leleh, kelarutan, dan penghantaran listrik.
Ketiga perbedaan ini antara lain disebabkan oleh kekuatan ion yang lebih besar
daripada ikatan kovalen. Perbedaan titik leleh antara senyawa kovalen da ion
disebabkan karena ikatan antara partikel-partikelnya. Perbandingan beberapa
sifat senyawaan kovalen dan ion disajikan dalam Tabel 1

Tabel 1. perbandingan senyawa kovalen dan senyawa ion


Senyawa kovalen Senyawa ion
a. Kebanyakan menunjukkan titik a. Kebanyakkan menunjukkan titik leleh
leleh rendah (biasanya 3500C). tinggi (>350 0C, sering sampai 10000C).
b. Umumnya cairan atau gas pada b. Semuanya adalah padatan pada suhu
suhu kamar. kamar.
c. Umumnya larut dalam pelarut c. Umumnya larut air dan menghantarlistrik.
non- polar. d. Beberapa larut dalam pelarutnon-polar.
d. Sangat sedikit yang larut air
atau menghantar listrik. e. Hampir tidakterbakar,
e. Umumnyaterbakar. f. Hanya sedikit yangberbau.
f. Banyak yangberbau.

Kekuatan ikatan di antara partikel menyebabkan perbedaan titik leleh


senyawa kovalen dan senyawa ion. Gaya tarik Van Deer Waals yang ada
diantara molekul dalam senyawa kovalen jauh lebih lemah dibanding dalam
ikatan senyawa. Karena itu, hanya sedikit energi (satu kalor atau lebih rendah)
yang diperlukan oleh molekul dari senyawa kovalen untuk merusak keadaan
padatnya yang teratur dan berubah menjadi keadaan cair yang lebih acak.
Dengan kata lain senyawa kovalen meleleh pada suhu yang lebih rendah
dibanding garam. Hal yang sama berlaku untuk titik didih. Hampir semua
senyawa kovalen mendidih pada suhu yang lebih rendah dibanding senyawa ion.
Polimer berbobot molekul tinggi (plastic, protein, pati dll.) yang mengandung
banyak ikatan kovalen, tentunya memiliki titik didih yang amat tinggi, tetapi
kebanyakan terurai menjadi molekul yang lebih kecil jauh sebelum titik
didihtercapai.
SENYAWA KOVALEN SENYAWA ION
MOLEKUL MOLEKUL ION ION

ikatan lemah ikatan kuat


Gambar 1. kekuatan ikatan relatif di antara partikel dalam senyawa kovalen
dan dan senyawa ion

Umumnya, senyawa ion larut dalam air karena molekul air yang polar
membentuk ikatan nisbi polar dengan ion. Disini oksigen yang negatif dari
molekul air berikatan dengan kation (M+) dan sisi hidrogen yang positif
berikatan dengan anion (X-), sebagaimana dalam gambar berikut.

Jika jumlah ikatan antara molekul air dan sebuah anion meningkat, ikatan
diantara ion meningkat, ikatan diantara ion dan ion-ion di sebelahnya dalam
struktur kristal melemah dan akhirnya ion yang terdehidrasi dibebaskan kedalam
larutan. Senyawaan kovalen larut dalam pelarut non polar (misalnya karbon
tetraklorida, kloroform, heksana, dan hidrokarbon lainnya, serta eter), tetapi
tidak dalam air, kecuali molekulnya mampu berikatan hidrogen dengan air.
Senyawa organik yang mengandung oksigen dan (senyawa nitrogen seperti
amina dan amida yang bobot molekulnya rendah) dengan empat karbon atau
kurang, biasanya larut dalam air karena adanya ikatan hidrogen yang
diilustrasikan sebagai berikut:
H

H H O H O

H O
CH2 O H O H3C C CH3
H3C O H
Metil alkohol Formaldehida Aseton

Rantai dan cincin dari atom Karbon


Unsur karbon sangat unik karena dapat berikatan dengan sesamanya
membentuk senyawaan rantai dan cincin yang mantap, n-heksana, C6H12 dan
sikloheksana, C6H12, adalah contoh molekul rantai dan cincin dengan 6
karbon.

Rantai yang lebih panjang didapati pada dekana, C 10 H 22, minyak


mineral (campuran hidrokarbon dengan molekul lebih besar dari C 20 H 42),
bahkan sampai n-hektana, C 100 H 202.
Isomer
Isomer adalah molekul-molekul yang mempunyai rumus molekul yang
sama tetapi strukturnya berbeda (atau susunan atomnya dalam molekul
berbeda). Keisomeran biasanya lazim dijumpai diantara senyawaan karbon,
tetapi jarang ditemui dalam senyawaan kovalen lainnya dan senyawaan ion.
Isomer-isomer biasanya berbeda sifat fisik dan kimianya, seperti yang anda
amati pada percobaan ini.
O-(ortho) diklorobenzena dan p-(para)-diklorobenzena, C 6 H 4 Cl 2,
adalah sepasang isomer. n-butil alkohol, t-butil alkohol dan dietil eter
semuanya adalah isomer dengan rumus molekul C 4 H 10O, karena n-butil dan t-
butil alkohol adalah anggota dari keluarga alkohol (dicirikan oleh gugus OH)
kebanyakan sifatnya serupa. Tetapi dietil eter adalah anggota dari keluarga eter,
yang dikenali melalui oksigen yang terikat pada dua gugus karbon, dan sifatnya
amat berbeda. Anda akan menguji sifat ketiga senyawa tersebut dalam
percobaanini(Duengo, Suleman S, Pd M, 2021).

E. Alat dan Bahan


a. Alat
No Nama Alat Gambar Kegunaan
1. Pembakar Spritus - Membakar zat atau
memanaskan larutan
- Sebagai strelisasi suatu proses.

2. Tabung Kapiler - Alas tabung kapiler untuk


pengaturan panas makhluk hidup
- Alas tabung kapiler digunakan
terutama dalam pendinginan radiasi
3. Pipa Kapiler - Menurunkan tekanan
- Dapat merubah bentuk wujud gas
menjadi bentuk cairan
- Mengatur cairan pada refrigerant
yang asalnya dari pipa kondensor
- Untuk menentukan titik lebur pada
suatu zat
- Menentukan titik leleh suatu zat
- Mengubah panas
- Untuk menghisap gas dari
evaporator
4. Kaca Arloji - Sebagai penutup gelas kimia ketika
tengah proses pemanasan sampel
(penguapan)
- sebagai tempat untuk
mengeringkan padatan dalam
desikator
- sebagai tempat benda yang tengah
berada dalam proses pengamatan
- sebagai tempat untuk menyimpan
bahan yang akan ditimbang.
5. Spatula - untuk mengambil obyek yang telah
diiris untuk sediaan mikroskop
- untuk mengaduk dalam pembuatan
larutan kecuali larutan asam

6. Mel-Temp - untuk mengukur atau menentukan


titik lebur atau titik didih suatu zat.
- untuk mengidentifikasi dan
memeriksa kemurnian zat
7. Termometer sebagai pengukur suhu
b. Bahan
No Nama Bahan Rumus Molekul Keterangan
1. Naftalena C10H8 Berbentuk padatan berwarna
putih
2. p- C6H4Cl2 Padatan tak berwarna ini
dichlorobenzene memiliki bau yang menyengat
3. n-heksana CH3(CH2)4CH3) sebagai pelarut organik
yang inert.
4. Alkohol C2H5OH sejenis cairan yang mudah
menguap, mudah terbakar, tak
berwarna,
5. Sodium chloride NaCl Jika terbentuk dari asam kuat
dan basa lemah, maka garam
akan bersifat asam. dan
sebaliknya, jika terbentuk dari
asam lemah dan basa kuat, maka
garam akan bersifat basa
Bila terbentuk dari asam kuat
dan basa kuat, maka garam akan
bersifat netral, misalnya garam
dapur (NaCl). Memiliki pH 7
6. Magnesium MgSO4 senyawa kimia garam anorganik 
terdapat dalam bentuk mineral
sulfate
7. Mercury Hg sebagai raksa dan sebelumnya
dinamai hidrargyrum
8. Air H2O -air tidk memiliki bau
-tidak berwarna
9. o-diklorobenzena C₆H₄Cl₂ mengalami dua kali substitusi
pada atom hidrogen yang terikat
pada atom karbon dalam rantai
siklik benzene
10. n-butil alkohol C₄H₁₀O satu dari kelompok "alkohol
fusel", yang memiliki lebih dari
dua atom karbon dan mudah
larut dalam air.
11. Logam natrium Na2CO3 Semua bentuk berwarna putih,
garam yang larut dalam air yang
menghasilkan larutan agak basa
dalam air.
12. Isopropil alcohol C3H8O Senyawa kimia yang tidak
berwarna dan mudah terbakar
dengan bau yang menyengat.
13.  T-butil alkohol C₄H₁₀O cairan tak berwarna yang
disimpan dalam tangki silinder
vertikal yang dikondisikan pada
suhu 30oC dan tekanan 1 atm
14. D-diklorobenzena C₆H₄Cl₂  senyawa yang berupa kristal
putih yg sering dipakai dalam
pengawetan herbarium .
15. Sikloheksana C6H12 sebagai pelarut nonpolar pada
industri kimia
16.  Karbon CCl4 digunakan dalam sintesis kimia
tetraklorida organic
17. Isopropil alkohol (CH3)2CHOH senyawa tak berwarna, mudah
terbakar dengan bau menyengat.
18. Kalium iodide KI Sebagai obat-onbatan hal ini
digunakan pada penyakit
hipertiroidisme, dalam radiasi
darurat, dan untuk melindungi
kelenjar tiroid ketika beberapa
jenis radiofarmaka digunakan
19. Diethyl ether (C2H5)2O Sebagai eter dan etoksi etana,
adalah cairan mudah terbakar
yang jernih, tak berwarna, dan
bertitik didih rendah serta
berbau khas.

F. Prosedur Kerja
1. Perbandingan Titik Leleh
a) Senyawa Kovalen
 Naftalena
Panaskan dan tarik hingga menjadi dua bagian

Tabung Kapiler
Panaskan salah sau ujung hingga tertutup

Tabung Kapiler
Tuangkan keatas kaca arloji

Naftalena
Ketukkan ujung terbuka pipa kapiler pada naftalena

Jatuhkan kedalm sebuah tabung sempit

Tabung Kapiler
Ulangi hingga naftalena terkemas rapih
Nyalakan insrtumen

MEL-TEMP

Dengan pinset, masukkan pipa kapiler kedalam celah

Putar pengatur panas ke kanan

MEL-TEMP
Perhatikan termometer dan wujud daru naftalena

Hasil

 p-Diklorobenzena
Panaskan dan tarik hingga menjadi dua bagian

Tabung Kapiler
Panaskan salah sau ujung hingga tertutup

Tabung Kapiler
Tuangkan keatas kaca arloji

p-Diklorobenzena
Ketukkan ujung terbuka pipa kapiler pada naftalena

Jatuhkan kedalam sebuah tabung sempit

Tabung Kapiler

Ulangi hingga p-Diklorobenzena terkemas rapih

Nyalakan insrtumen

MEL-TEMP
Dengan pinset, masukkan pipa kapiler kedalam celah
Putar pengatur panas ke kanan
MEL-TEMP

Perhatikan termometer dan wujud dari p-Diklorobenzena

Hasil
b). Senyawa ion
kita tidak mungkin menentukan titik leleh senyawa ion dengan
rangkaian alat kita, karena titik leleh air jauh berada di bawah titik
lelehnya. Karena itu kita menggunakan buku acuan untuk mendapatkan
data titik leleh senyawa ion yang penting : NaCl (garam dapur), dan
magnesium sulfat (MgSO4), (MgSO4.7H2O adalah garam epsom).
Kemudian kami mencatat titik lelehnya
2. Perbandingan Kelarutan

Enam buah tabung


reaksi
Dimasukkan 1 ml air.

Diimasukkan senyawa MgSO4, p-


diklorobenzena, naftalena, NaCl, dan
KI, kira-kira 0,5 g.

Diimasukkan senyawa isopropil


alkohol 15 tetes.

Digoyang/diguncang dan diamati

Hasil

3. Rantai Dan Cincin Dari Atom Karbon

n-heksana, siklo
heksana dan minyak
tanah

Dibandingakan sifat fisisnya

Dibandingkan kekentalannya dengan


meneteskan senyawa tadi dengan pipet
tetes

Hasil
4. Isomer
o-diklorobenzena
dan p-
diklorobenzena

Dibandingkan dan dicatat baunya

n-butil alcohol dan t-butil alkohol

Dibandingkan sifat kimianya

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi

Dimasukkan sepotong kecil logam Na

Dicatat laju pembentukannya

Tuangkan alcohol dan logam natrium


tersebut kedalam gelas piala lain

Dietil eter dan alkohol

Dicatat baunya

Hasil

G. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Hasil Pengamatan
1.1 Perbandingan Titik Leleh

a) Senyawa Kovalen

No Senyawa Kovalen Mulai Setengah Meleleh


. Meleleh, Meleleh, Sempurna,
℃ ℃ ℃
1. Naftalen (C10H8) 71 75 80
2. p-diklorobenzena 44 49 53
(C6H4Cl)

b) Senyawa Ion
No Senyawa Kovalen Titik Leleh, ℃
.
1. NaCl 801-804℃
2. KI 681℃
3. MgSO4 1.124℃

1.2 Perbandingan Kelarutan

NO. Senyawa Air CCl4 Partikel dalam larutan:


(Larut/Tak Larut) (Larut/Tak Larut) ion/molekul
1. NaCl Larut Tak Larut Ion
2. KI Larut Tak Larut Ion
3. MgSO4 Larut Tak Larut Ion
4. p-diklorobenzena Tidak Larut Larut Molekul
5. Isopropil alcohol Larut Larut Ion

1.3 Rantai Dan Cincin Dari Atom Karbo

NO Sifat n-heksana sikloheksana


.
1. Bau(identik) Tidak terlalu kuat, Hampir tidak
mirip seperti berbau atau jauh
minyak tanah lebih lemah dari n-
heksana
2. Penampilan (wujud fisik, warna) Cairan tak Cairan bening
berwarna

1.4 Isomer

NO Sifat p-diklorobenzena p-diklorobenzena


.
1. Bau(identik?) Ciri khas Bau yang agak kuat
2. Penampilan Cair, tidak berwarna, Padatan, tidak
(wujud fisik, kuning muda berwarna
warna)
NO. Sifat o-diklorobenzena p-diklorobenzena
1. Bau(identik?) Memiliki bau khusus Memiliki bau
seperti kapur barus
2. Penampilan (wujud Tidak Larut pada Larut dalam air
fisik, warna) tetesan ke-12
3. kecepatan reaksi Saat bereaksi dengan Saat bereaksi
dengan Na Na menghasilkan dengan Na
gelembung yang menghasilkan
sedikit gelembung yang
banyak
4. Persamaan reaksi

NO. Sifat n-atau t- Dietil eter


butil alkohol
1. Bau(identik?) Memiliki bau Memiliki bau khas
seperti kapur
barus
2. Penampilan (wujud Larut dalam ait Larut dalam air
fisik, warna)
3. kecepatan reaksi Menghasilkan Tidak
dengan Na gelembung yang menghasilkan
banyak gelembung
4. Reaksi

2. Pembahasan
2.1 Perbandingan Titik Leleh
a) Senyawa Kovalen
Dari hasil pengamatan perbandingan titik leleh senyawa kovalen,tercatat
suhu tepat saat naftalena mulai meleleh saat suhu 71oc dan suhu tepat saat
meluruh naftalena meleleh saat suhu 80℃, namun dengan literatur titik
lelehnya hamper sama yaitu 79-81℃. Adapun untuk p-diklorobenzena titik
lelehnya menurut literatur yaitu 52-54 ℃, sedangkan untuk p-
diklorobenzena mulai meleleh saat suhu 44oc dan suhu tepat saat meluruh
naftalena meleleh saat suhu 53℃ .
Kemiripan perbandingan titik leleh hasil percobaan dengan literatur titik
leleh didukung oleh ketepatan penelitian yang dilakukan saat percobaan
(IPB Kimia Organik, 2021a). Perbedaan dari titik leleh antara kedua zat
disebabkan oleh banyaknya atom karbon dari naftalena lebih banyak dari
atom karbon p-diklorobenzena, sehingga titik leleh naftalena lebih besar.
a) Senyawa Ion
Data yang di dapat dari literatur tentang titik leleh senyawa ion adalah
sebagai berikut:
- NaCl mencair pada kisaran suhu 8010c sampai 8040c
- KI meleleh padasuhu 681oc
- MgSO4 meleleh pada suhu 11240c
Titik leleh senyawa ion jauh lebih tinggi jika di bandingkan dengan
senyawa kovalen. Hal ini disebabkan oleh ikatan antara ion-ion dengan gaya
elektrostatis sangat kuat dengan susunan kristal yang tertentu dan teratur.

2.2 Perbandingan Kelarutan


Pertama, memasukkan masing-masing senyawa isopropyl alkohol, p-
diklorobenzena,NaCl, KI dan MgSO4 kedalam masing-masing tabung
reaksi.pada percobaan ini dilakukan untuk membandingkan kelarutan antara air
dan CCl4 yang digunakan sebagai pelarut(IPB Kimia Organik, 2021c, 2021b).
 Pelarut air

NO. Senyawa Air


(Larut/Tak Larut)
1. NaCl Larut
2. KI Larut
3. MgSO4 Larut
4. p-diklorobenzena Tidak Larut
5. Isopropil alcohol Larut
Kemudian tiap tabung dimasukkan lagi senyawa dan ditambahkan karbon tetra
klorida dan diperoleh data kelarutan senyawa tersebut dalam karbon tetraklorida.

 Pelarut karbon tetraklorida

NO. Senyawa CCl4


(Larut/Tak Larut)
1. NaCl Tak Larut
2. KI Tak Larut
3. MgSO4 Tak Larut
4. p-diklorobenzena Larut
5. Isopropil alcohol Larut

Suatu zat hanya dapat larut jika senyawa dan zat pelarut sama-sama
bersifat polar atau nonpolar. Suatu senyawa dikatakan polar jika momen
dipolnya tidak sama dengan nol. Zat terlarut polar hanya bisa larut dalam larutan
yang juga bersifat polar, begitu juga sebaliknya. Umumnya senyawa ion bersifat
polar dan senyawa kovalen bersifat nonpolar. Walaupun begitu,tidak semua
senyawa kovalen bersifat nonpolar,ada beberapa senyawa kovalen yang bersifat
polar sehingga mudah larut dalam pelarut polar. Dengan ini dapat
disimpulkan,larut atau tidaknya suatu senyawa tergantung pada sifat dari
senyawa yang akan dilarutkan dengan sifat pelarutnya.dari percobaan ini air
adalah bersifat polar dan CCl4 bersifat nonpolar(Pauzi, 2012).

Senyawa ion : KI, NaCl, MgSO4

Senyawa kovalen : p-diklorobenzena,Isopropil alcohol

2.3 Rantai Dan Cincin Dari Atom Karbon


Dalam percobaan ini digunakan senyawa karbon,n-heksana dan
sikloheksana kedua senyawa ini memiliki struktur rantai cincin :

(n-heksana) (sikloheksana)

n-heksana merupakan golongan senyawa hirokarbon alifatik yaitu


golongan hidrokarbon rantai terbuka dan pada sikloheksana merupakan
golongan alisiklik, yaitu gabungan dari alifatik dan siklik. Sehingga itu dari
keduanya terdapat persamaan dan perbedaan dari segi sifat fisika maupun
kimia. Pada percobaan ini ternyata diperoleh hasil bahwa dari keduanya
mempunyai persamaan dari segi sifatnya yaitu bau dan wujud fisiknya (IPB
Kimia Organik, 2021d). Keduanya wujudnya cair dan bening dan dari
keduanya pula menimbulkan aroma yang sama yaitu menyengat, akan tetapi
jika dicium secara seksama sikloheksana lebih menyengat daripada n-
heksana. Hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur dari keduanya
(Anggraeni, 2014).

2.4 Isomer
Pada percobaan ini kita membandingkan antara n-butil alkohol dan t-
butil alkohol dan juga antara n-butil alakohol/t-butil alkohol dengan eter.
Alkohol memiliki ikatan hidrogen sangat lemah (kira-kira 5 kkal/mol, atau 20
kJ/mol) bila dibandingkan dengan ikatan kovalen antara atom didalam
molekul. Tetapi ikatan hidrogen lebih kuat daripada sebagian besar gaya tarik
antar molekul lainnya. Ikatan dalam alkohol dan eter memiliki ikatan yang
mirip dengan air. Pada sifat fisis senyawanya(o-diklorobenzena, n-butil
alkohol, t-butil alkohol)menurut pengamatan yang kami lakukan dari ketiga
senyawa itu warnanya sama-sama bening,namun menurut bau n-butil alkohol
baunya lebih menyengat daripada o-diklorobenzena dan t-butil alkohol. Pada
sifat kelarutan senyawa yang digunakan pada percobaan ini melihat
kejenuhann-butil alkohol tidak keruh hingga 15 tetes sedangkan t-butil
alkohol keruh pada tetes ke 10 dan terakhir sifat kimia. Pada pengamatan ini
mencium adakah bau dan dicoba beberapakecepatan terbakarnya. Senyawa
ini sangat menyengat dan kecepatan terbakar sama-sama cepat terbakar
dengan waktu 1 detik (IPB Kimia Organik, 2021f, 2021e).

H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa senyawa
ion memiliki sifat yakni titik leleh tinggi, pada umumnya larut dalam pelarut polar
dan tidak larut dalam perlarut non polar serta sebagian menghantarkan listrik.
Sedangkan senyawa kovalen memiliki sifat yakni titik leleh rendah, larut dalam
pelarukit non polar dan sedikit larut dalam air serta sedikit menghaantarkan listrik.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni. (2014). Laporan Praktikum Kimia Dasar “ Perbandingan Senyawa
Kovalen dan Ion.” http://laporanpraktikumkuliah.blogspot.com/2014/04/laporan-
praktikum-kimia-dasar_16.html
Duengo, Suleman S, Pd M, S. (2021). PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I.
IPB Kimia Organik. (2021a). KOD3 LAB 01 A Penetapan Titik Leleh Naftalena dan p-
Diklorobenzena. www.youtube.com. https://www.youtube.com/watch?
v=__5lnYo0iWw
IPB Kimia Organik. (2021b). KOD3 LAB 01 B Perbandingan Kelarutan Senyawa Ionik
dan Kovalen dalam Air. www.youtube.com. https://www.youtube.com/watch?
v=VdmWbRCGfns
IPB Kimia Organik. (2021c). KOD3 LAB 01 B Perbandingan Kelarutan Senyawa Ionik
dan Kovalen dalam CCl4. www.youtube.com. https://www.youtube.com/watch?
v=r5vdVYG3Plo
IPB Kimia Organik. (2021d). KOD3 LAB 01 C Rantai dan Cincin dari Atom Karbon.
www.youtube.com. https://www.youtube.com/watch?v=NI06JWok-2k
IPB Kimia Organik. (2021e). KOD3 LAB 01 D Kelarutan t-butil alkohol, n-butil
alkohol, dan dietil eter dalam air. www.youtube.com.
https://www.youtube.com/watch?v=mIXSa--N8lQ
IPB Kimia Organik. (2021f). KOD3 LAB 01 D Reaksi Alkohol dan Eter dengan Logam
Natrium. www.youtube.com. https://www.youtube.com/watch?v=xMXi37ZJfEk
Pauzi, R. Y. (2012). Universitas Muhammadiyah Sukabumi. 50, 2–6.
JURNAL PRAKTIKUM
Nama : 1. Ketua : Musli Malajai (441420025)
2. Anggota 1 : Jalesman Panjaitan (441420023)
3. Anggota 2 : Putri Regina Puana (441420019)
4. Angggota 3 :Siti Fadilah Muhtar Amu (441420021)
Kelompok :3
Tanggal : Selasa, 16 Maret 2021
Paraf Dosen : ………………….
Nilai : .........
Percobaan 1. BANGUN MOLEKUL, PERBANDINGAN SENYAWA KOVALEN
DAN SENYAWA ION
1. PERBANDINGAN TITIKLELEH

a. Senyawa kovalen
Titik Leleh, °C
Pengamatan Buku acuan
Contoh
1. Naftalena 71-80℃ 79-81 ℃
2. p-diklorobenzena 44-53℃ 52.54℃

1. Bandingkan titik leleh naftalena dan p-diklorobenzena, mana yang paling tinggi,
mengapa?
Jawab: Titik leleh yang paling tinggi yaitu naftalena. Perbedaan dari titik leleh
antara kedua zat disebabkan oleh banyaknya atom karbon dari naftalena lebih
banyak dari atom karbon p-diklorobenzena, sehingga titik leleh naftalena lebih
besar.
2. Apakah kegunaan dari kedua senyawai tu?
Jawab: Naftalena digunakan sebagai bahan baku kamper, sebagai reaksi
intermediet dari berbagai reaksi kimia industri, seperti reaksi sulfonasi,
polimerisasi, dan neutralisasi.p-diklobenzenaIni paling banyak digunakan sebagai
desinfektan, pestisida, dan deodoran (yg ada pada parfum/pewangi), paling sering
juga ada di kapur barus di mana ia adalah pengganti naphthalene yang lebih
tradisional karena nafthalene lebih mudah terbakar yang lebih besar (meskipun
kedua bahan kimia memiliki peringkat NFPA yang sama: 704). Ini juga
digunakan sebagai prekursor dalam produksi poli polimer yang cukup kuat secara
kimia maupun termal.

b. Senyawa Ion
Titik leleh :
 NaCl = 801℃
 KI = 681℃
 MgSO4 = 1.124℃
3. Mengapa titik leleh senyawa ion jauh lebih tinggi dibanding senyawa kovalen?
Jawab: Senyawa kovalen maupun senyawa ionik, ikatan antaratom sangat kuat,
tetapi pada senyawa kovalen gaya tarik antar molekulnya lemah. Sedangkan pada
senyawa ionik gaya tarik antar ionnya sangat kuat. Oleh sebab itu, untuk
mengalahkan gaya tarik antar ion pada senyawa ionik diperlukan energi yang
lebih besar dibanding mengalahkan gaya tarik antarmolekul pada senyawa
kovalen. Hal inilah yang menyebabkan senyawa ionik memiliki titik leleh dan
titik didih relatif lebih besar dibanding senyawa-senyawa kovalen. Namun
khusus untuk intan, walaupun memiliki ikatan kavalen tetapi ikatan yang dimiliki
sangat kuat sehingga titik leleh dan titik didihnya sangat tinggi bahkan lebih
tinggi senyawa ionic
4. Uraikan kegunaan penting dari KI dan MgSO4. 7H2O
Jawab: Kalium Iodida termasuk sebagai senyawa kimia suplemen makanan
maupun obat-obatan yang digunakan pada penderita penyakit hipertiroidisme.
Obat ini untuk melindungi kelenjar tiroid pada saat berbagai jenis radiofarmaka
digunakan. Untuk saat ini potassium iodide digunakan dalam mengobati
sporotrikosis maupun fikomikosis pada bagian kulit. Jenis suplemen ini juga
dapat digunakan bagi diri seseorang yang mempunyai asupan iodin rendah di
dalam makanan.
Kegunaan magnesium sulfat secara medis yaitu garam epsom dipakai sebagai
garam mandi. Sulfat disediakan sebagai sediaan gel untuk aplikasi topikal dalam
mengobati rasa sakit dan nyeri. Magnesium sulfat oral biasa dipakai sebagai
laksatif air asin atau purgatif osmotik. Magnesium sulfat juga merupakan sediaan
utama magnesium intravena (melalui urat nadi).
Mandi di dalam larutan 1% garam Epsom ialah cara yang aman dan sangat
mudah untuk meningkatkan sulfat dan kadar magnesium di dalam tubuh.
Khasiat untuk penggunaan internal diantaranya ialah:
 Terapi menggantian untuk hipomagnesemia.
 Magnesium sulfat ialah lini pertama agen antiaritmik untuk torsades de
pointes dalam serangan jantung menurut ECC 2005 dan untuk mengelola
aritmia diinduksi-quinidine.
 Sebagai bronkodilator setelah zat-zat beta-agonist dan antikolinergis telah
dicoba, contohnya pada eksaserbasi asma yang sudah parah. Studi yang
dilakukan telah mengungkapkan bahwasanya magnesium sulfat bisa
dinebulisasi untuk mengurangi gejala asma akut. Hal ini diberikan melalui
rute intravena untuk pengelolaan serangan asma berat.
 Magnesium sulfat juga sering digunakan untuk mengobati eklamsia pada
wanita hamil.
 Magnesium sulfat juga bisa menunda persalinan dengan cara menghambat
kontraksi otot uterus dalam kasus persalinan prematur, untuk menunda
kelahiran prematur. tetapi, meta–analisis telah gagal untuk mendukungnya
sebagai tokolitik. Dan yang dipakai untuk waktu yang lama (lebih dari 5
sampai dengan 7 hari) bisa mengakibatkan masalah kesehatan bagi bayi.

2. PERBANDINGAN KELARUTAN

Air CCl4 Partikel dalam larutan:


Senyawa (larut/tak larut) (larut/tak larut) ion/molekul
1. NaCl Larut Tak larut ion
2. KI Larut Tak larut ion
1. MgSO4 Larut Tak larut ion
4. p-diklorobenzena Tidak larut Larut molekul
5. Isopropil alkohol Larut Larut ion
Catatlah kelarutan senyawa (larutsempurna, sebagian, atautaklarut). Dan
untuksenyawa yang larutdantaklarutsebagain, partikelapa yang ada dalam larutan.
1. Apakah ada senyawa ion yang larut dalam CCl4?
Jawab: Tidak ada
2. Apakah ada senyawa kovalen yang larut dalam air? Jelaskan jawaban anda
berdasarkan keadaan ikatannya.
Jawab: Ada, yaitu isopropil alcohol. Isopropil alkohol memiliki gugus –OH yang
bersifat hidrofilik yang akan menarik molekul-molekul air, sehingga mampu
melarutkan molekul air yang bersifat polar. Selain itu isopropil alkohol juga
memiliki gugus alkil –CH 2. Gugus alkil –CH 2 pada isopropil alkohol merupakan
gugus alkil yang memiliki rantai karbon yang pendek, sehingga tingkat
kepolarannya sangat tinggi.
3. Uraikan peranan air dalam melarutkan satu senyawa ion !
Jawab: Air merupakan senyawa polar karena memiliki momen dipol dimana
atom oksigen memiliki kecenderungan bermuatan negatif, sedangkan atom
hidrogen memiliki kecenderungan bermuatan positif. Karena sifat inilah air bisa
bekerja sebagai pelarut.Sebagai contoh, pada garam dapur (NaCl) air melarutkan
dengan cara melemahkan interaksi elektrostatik di antara ion-ionnya (Na+ dan
Cl-) sehingga mencegah terbentuknya ikatan ion untuk membentuk kristal garam
NaCl. Proses tersebut air lakukan dengan cara menghidrasi dan menstabilkan ion-
ion pada garam.
Ion positif (dalam hal ini Na+) akan tertarik ke atom oksigen pada air yang
cenderung bermuatan negatif sehingga molekul air akan mengelilingi ion
tersebut. Molekul air ini akan menarik molekul air lainnya dan ikatan hidrogen
akan terbentuk diantara molekul-molekul air tersebut. Hasilnya akan terbentuk
kumpulan air yang mengelilingi ion. Dengan kata lain, ion-ion tersebut dihidrasi
oleh air. Begitu pula yang terjadi dengan ion negatif (Cl-), hanya saja ion negatif
akan tertarik ke atom hidrogen pada air yang cenderung bermuatan positif.
4. RANTAI DAN CINCIN DARI ATOM KARBON
Sifat n-heksana Sikloheksan
1. Bau(identik?) Tidak terlalu kuat, mirip Hampir tidak berbau
seperti minyak tanah atau jauh lebih lemah
dari n-heksana
2. Penampilan (wujud Cairan tak berwarna Cairan bening
fisik,warna)
3. Struktur molekul

1. Gambarlah struktur molekul n-heksana


Jawab:

2. Gambarlah salah satu komponen minyak mineral


Jawab:
Sruktur naftalena (salah satu komponen minyak mineral)
3. Bagaimana hubungan kekentalan dengan panjang rantai?
Jawab : Semakin panjang rantai karbon maka akan lebih banyak pula
ikatan hidrogendan ikatan Van der Waals yang membuat senyawa atau
larutan semakin kental. Hal ini menyebabkan fluiditasnya juga berkurang.
Heksana diproduksi oleh kilang-kilang minyak mentah. Komposisi
dari fraksi yang mengandung heksana amat bergantung kepada sumber minyak,
maupun keadaan kilang. Produk industri biasanya memiliki 50%-berat isomer
rantai lurus,

4. ISOMER
Sifat o-diklorobenzena p-diklorobenzena
1. Bau(identik?) Ciri khas Bau yang agak kuat
2. Penampilan (wujudfisik, Cair, tidak berwarna, kuning Padatan, tak berwarna
warna) muda
3. Struktur molekul

Sifat n-butil alcohol t-butil alcohol


1. Bau (identik? Memiliki bau khusus Memiliki bau seperti kapur
barus
2. Kelarutan dalam air Tidak Larut pada tetesan ke- Larut dalam air
(15 tetes) 12
3. Struktur molekul
4. kecepatan reaksi dengan Na Saat bereaksi dengan Na Saat bereaksi dengan Na
menghasilkan gelembung menghasilkan gelembung yang
yang sedikit banyak
5. Persamaan reaksi H O CH3 CH3

H2 H2 H2 H2 H
O H3C C C C H + H20
CH3 C OH H3C C + H20
CH3 C C C OH

CH3 CH3
H

Sifat n-atau t-butil alcohol Dietil eter


1. Bau Memiliki bau seperti kapur barus Memiliki bau khas
(Identik)
2. Kelarutan Larut dalam air Larut dalam air
dalam air
(15 tetes)
3. Struktur
molekul

4. Kecepatan Menghasilkan gelembung yang Tidak menghasilkan gelembung


Reaksi banyak
dengan Na
5. Persamaan CH3 CH3

Reaksi H H2SO4 CH3CH2OH


CH3 C

CH3
OH H3C C

CH3
+ H20
CH3CH2OH CH3CH2OSO3H CH3CH2OCH2CH3
Gorontalo,..............................................2021
Dosen, Praktikan,
........................... ..............................
NIM.