Anda di halaman 1dari 11

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/339230257

Pengambilan Keputusan Klasik vs Perilaku

Article · February 2020

CITATIONS READS

0 3,936

4 authors, including:

Feri Widyantoko Sigit Prasetyo


Bogor Agricultural University Bogor Agricultural University
2 PUBLICATIONS   0 CITATIONS    3 PUBLICATIONS   0 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Siti Rosidah
Bogor Agricultural University
5 PUBLICATIONS   0 CITATIONS   

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Sigit Prasetyo on 13 February 2020.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLASIK DAN PERILAKU


(Tinjauan Teoritis dan Praktik)

Oleh :
Feri Widyantoko, Nita Amelia, Sigit Prasetyo, Siti Rosidah*)
*)
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Pendahuluan mengambil keputusan dapat menyebabkan


Terry dalam Arun Kumar & situasi yang tidak kondusif di antara
Rachana Sharma (2000) mengemukakan karyawan, dan mengganggu keseluruhan
bahwa pengambilan keputusan dapat produksi dan efisiensi staf. Sebaliknya,
didefinisikan sebagai proses memilih seorang manajer yang memiliki
tindakan yang tepat dan efektif dari dua kemampuan untuk bertindak cepat dalam
atau lebih alternatif untuk tujuan mencapai situasi apapun akan dipandang lebih
hasil yang diinginkan. D.E. Mcfarland menguntungkan bagi lingkungan. Seorang
mendefinisikan keputusan sebagai tindakan manajer harus membuat keputusan
pilihan diantara sejumlah alternatif dimana berdasarkan fakta yang disajikan dan
pemimpin menyimpulkan tentang apa yang penilaian yang cepat dan profesional. Oleh
harus dilakukan pada suatu kondisi tertentu. karena itu, meningkatkan efektivitas dalam
Pengambilan keputusan menurut Cole pengambilan keputusan adalah bagian yang
(2004) adalah proses mengidentifikasi penting. Diperlukan keputusan baik untuk
masalah, mengevaluasi alternatif, dan mengatasi masalah maupun untuk
memilih satu alternatif." Selama seluruh mengambil keuntungan maksimum dari
proses, orang membuat pilihan terbaik dari peluang yang tersedia. Keputusan yang
beberapa opsi berdasarkan situasi saat ini. tepat dapat mengurangi kompleksitas,
Pengambilan keputusan mengacu ketidakpastian, dan keragaman dalam
pada membuat pilihan di antara tindakan lingkungan organisasi.
alternatif termasuk didalamnya adalah Keputusan yang efektif melibatkan
keputusan untuk tidak bertindak. dua aspek penting yaitu tujuan yang
Pengambilan keputusan adalah inti dari dimaksudkan, dan situasi lingkungan
manajemen. Drucker (2004) menjelaskan tempat pengambilan keputusan. Keputusan
bahwa apapun yang dilakukan seorang terbaik dan benar dapat menjadi tidak
manajer, dilakukan dengan mengambil efektif jika aspek-aspek ini diabaikan
keputusan. Semua hal yang berkaitan karena dalam pengambilan keputusan ada
dengan perencanaan, pengorganisasian, begitu banyak rantai reaksi di dalam dan
pengarahan, koordinasi, dan kontrol luar yang tidak dapat dihindari. Jika
diselesaikan oleh para manajer melalui prinsip-prinsip tertentu diikuti untuk
keputusan dan dijalankan oleh berbagai pengambilan keputusan maka hasil negatif
elemen pendukung perusahaan. Berbagai yang tidak diharapkan sebagian besar dapat
tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, dan diatasi. Adapun prinsip pengambilan
desain organisasi semuanya harus keputusan menurut Arun Kumar &
diputuskan untuk mengatur kinerja sebuah Rachana Sharma (2000) dapat dilihat pada
organisasi. gambar dibawah ini.
Irlandia & Miller (2004) dan Nutt
(2002) menyebutkan bahwa setengah dari
keputusan yang dibuat oleh manajer dalam
organisasi menghasilkan keputusan yang
gagal. Kegagalan seorang manajer untuk

1
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

Pengambilan Keputusan Klasik


Huczynski & Buchanan (2001)
mengungkapkan pendekatan tradisional
untuk memahami pengambilan keputusan
setiap orang didasarkan pada teori
pengambilan keputusan klasik atau model
ekonomi rasional. Pandangan pengambilan
Gambar 1. Prinsip Pengambilan Keputusan (Arun keputusan klasik selalu mengintegrasikan
Kumar & Rachana Sharma, 2000) konsep rasionalitas dan keputusan rasional
dalam seluruh prosesnya. Tujuan utama
Panpatte, Suraj & V.D. Takale dari teori keputusan klasik adalah untuk
(2019) menggambarkan proses mengkarakterisasi prosedur yang dapat
pengambilan keputusan yang meliputi 7 diterima secara matematis. Dalam
proses yang meliputi identifikasi masalah, menyusun notasi matematis, teori
pengumpulan informasi yang relevan, keputusan klasik banyak menggunakan
identifikasi alternatif, menyusun solusi prosedur dari teori Bayes. (N. J. Smelser P,
alternatif, implementasi keputusan, B. Baltes. 2001). Proses pengambilan
membangun kontrol dan sistem evaluasi. keputusan yang rasional sering disarankan
pada saat keputusan harus dibuat seperti
ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 2. Proses pengambilan keputusan


(Panpatte, Suraj & V.D. Takale, 2019)

Usman (2013:440) menjelaskan ada


12 model pengambilan keputusan, antara
lain: (1) Model Mintzberg, Drucker, dan
Simon, (2) Model rasional, (3) model
klasik, (4) model perilaku, (5) model
Vroom dan Yetton, (6) model Carnegie, (7)
model gaya kepemimpinan Chung dan
Megginson, (8) model berdasarkan
manfaat, (9) model berdasarkan masalah,
(10) model berdasarkan lapangan, (11)
model pohon masalah, (12) model strategis Gambar 3. Model Keputusan Klasik (Heracleous,
Hunger dan Wheelen. Dalam kajian ini, 1994)
kami akan membahas tentang pengambilan
keputusan model klasik dan model Proses model pengambilan
perilaku. keputusan klasik dimulai dengan tahapan

2
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

mengidentifikasi situasi keputusan. Setelah Lee et, al. (1999) menganggap


pembuat keputusan melakukan identifikasi bahwa teori keputusan klasik memandang
tentang masalah atau peluang, maka pembuat keputusan bertindak dalam
dilakukan pengembangkan tujuan dan berbagai kondisi yang penuh kepastian.
kriteria. Pengambil keputusan menentukan Huczynski (2001) mengasumsikan bahwa
kriteria untuk memilih di antara alternatif pembuat keputusan bertindak objektif,
untuk mengatasinya. Para pengambil memiliki informasi lengkap dan
keputusan perlu menentukan hasil yang mempertimbangkan semua alternatif yang
ingin dicapai. mungkin dan konsekuensinya sebelum
Setelah tujuan dan kriteria telah memilih solusi optimal. Berdasarkan
ditetapkan, maka tahap selanjutnya dalam paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa
model pengambilan keputusan klasik teori pengambilan keputusan klasik
adalah menghasilkan alternatif. Pengambil diturunkan dari beberapa asumsi. Namun,
keputusan harus mempertimbangkan semua asumsi itu bukan kenyataan dalam
alternatif yang berhasil didasarkan pada era informasi modern ini. Herbert (1981)
pengalaman di masa lalu. Jika situasi saat setuju bahwa proses ini dilandasi oleh
ini serupa, solusi masa lalu dapat digunakan asumsi dan karakteristik tertentu, yang
secara efektif. Tetapi jika situasinya tidak dalam praktiknya sangat tidak realistis dan
sama, kita harus menghasilkan alternatif secara luas diperdebatkan di antara bidang
baru. manajerial.
Langkah keempat dalam proses ini Di bidang manajerial, cara membuat
adalah menganalisis alternatif yang keputusan yang cocok sangat penting.
dihasilkan. Untuk memulainya diperlukan Keputusan strategis dan operasional yang
penentuan alternatif mana yang akan salah dapat melemahkan daya saing
menghasilkan hasil yang dapat diterima. perusahaan bahkan menuju ke arah
Pengambil keputusan dapat menghilangkan pengembangan yang salah. Robbins (2003),
alternatif yang tidak mungkin atau menganggap bahwa model pengambilan
mencapai hasil yang minimal. Pengambil keputusan klasik tidak dapat sepenuhnya
keputusan juga perlu memeriksa kelayakan mewakili bagaimana orang membuat
alternatif yang tersisa. keputusan dalam organisasi, karena orang
Memilih alternatif terjadi secara tidak tahu seberapa akurat data digunakan
alami dari hasil analisis. Model untuk membuat keputusan, seberapa dapat
pengambilan keputusan klasik berpendapat diandalkan estimasi dari probabilitas dan
bahwa manajer akan memilih alternatif seberapa bermanfaat data terkait dengan
yang memaksimalkan hasil yang kondisi tersebut.
diinginkan. Setelah hal tersebut, maka Selain semua alasan di atas, terdapat
perlu dilakukan implementasi keputusan bukti lain untuk menantang asumsi klasik.
yang telah ditetapkan. Dalam model Model pengambilan keputusan klasik tidak
pengambilan keputusan klasik, memberikan penjelasan yang akurat
implementasi keputusan yang efektif tentang bagaimana orang biasanya
memiliki berbagai komponen. membuat keputusan. Secara umum,
Langkah terakhir dalam model Robbins (2003) merangkum semua asumsi
klasik adalah melibatkan pemantauan dan model pengambilan keputusan klasik yang
evaluasi atas hasil keputusan. Untuk diilustrasikan dalam gambar dibawah ini.
melakukan ini, harus dilakukan
pengumpulan informasi dan
membandingkannya dengan tujuan dan
standar yang telah dibuat. Dalam
melakukan evaluasi, informasi yang benar
harus dapat teridentifikasi dengan baik.

3
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

beberapa kasus. Erdogan & Uludag (2014)


mengungkapkan bahwa seorang auditor
dalam pengambilan keputusan tidak
mungkin menggunakan pendekatan klasik
karena terdapat beberapa penilaian.
Penilaian ini penting karena didasarkan
pada kebenaran dan logis serta
meningkatkan kesadaran auditor tentang
pengambilan keputusan yang bersifat
efisien dan efektif dalam suatu proses audit.
Oleh karena itu, pendekatan bayesian dapat
dipergunakan oleh seorang auditor.

Pengambilan Keputusan Perilaku


Gambar 4. Model Pengambilan Keputusan Klasik Teori pengambilan keputusan
(Robbins, 2003) perilaku disebut juga Administrative man
theory. Mullaly (2014) mendefinisikan
Robbins (2003) menganggap bahwa pengambilan keputusan perilaku sebagai
semua asumsi ini bersifat subyektif dan pemahaman terhadap pengaruh
tidak dapat mewakili kondisi nyata dalam seseorang/pemimpin dalam membuat suatu
praktiknya. Cole (2004) juga setuju dengan pilihan. Dalam teori keputusan perilaku
semua asumsi ini dimana tindakan disebutkan bahwa pengambilan keputusan
subyektif akan menjadi benar apabila adalah konteks khusus yang sangat
seluruh orang di dunia dalam kondisi tergantung pada faktor-faktor seperti
sempurna. Selain itu, model ini sepenuhnya kompleksitas keputusan, sifat dan struktur
bergantung pada keakuratan data yang informasi, keahlian pembuat keputusan,
digunakan dan harus memerlukan input jumlah waktu yang tersedia dan insentif
kualitatif untuk mendapatkan gambaran untuk pemrosesan informasi dengan cermat
secara lengkap. (Beach dan Mitchell 1978).
Keuntungan dari model klasik Simons dalam Jesper (1994)
adalah menunjukkan pendekatan rasional menyangkal teori model pengambilan
yang dapat diterapkan pada bisnis untuk keputusan manusia yang klasik, ideal, dan
mencapai keputusan dalam organisasi (Li, rasional. Menurut Simon, model rasional
2008). Dengan demikian, pengambilan tidak ada dalam kenyataan, dan sangat
keputusan klasik memiliki permasalahan mudah untuk dikritik. Tidak seorang pun
yang jelas, tujuan yang jelas, orang yang (individu atau organisasi) dapat memenuhi
terlibat menyetujui kriteria dan bobot, seluruh persyaratan dari model klasik
semua alternatif diketahui, semua dalam proses pengambilan keputusan.
konsekuensi dapat diantisipasi dengan baik, Dalam dalam pengambilan keputusan,
serta pengambilan keputusan yang bersifat seorang manajer menghadapi tiga kondisi
rasional. yaitu (1) informasi tidak sempurna dan
Tek Tai (2008) memberikan tidak lengkap; (2) rasionalitas yang terikat
berbagai pertimbangan dalam (bounded rasionality); dan (3) cepat puas
mengimplementasikan model pengambilan (satisfice).
keputusan klasik dalam dunia medis. Simons dalam Marume et, al.
Seorang dokter dengan alasan tugas dapat (2016) memandang pengambilan
bersikeras mengambil keputusan untuk keputusan sebagai pilihan rasional yang
menentang suatu aborsi karena hidup harus optimal antara tindakan alternatif. Menurut
dihormati. Namun demikian, pendekatan Simon, pengambilan keputusan meliputi
klasik tidak dapat diimplementasikan pada seluruh organisasi, yaitu keputusan dibuat

4
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

di semua tingkatan organisasi. Oleh karena Herbert A. Simon menyebut fase


itu, Simon memandang organisasi sebagai pertama proses pengambilan keputusan
struktur pengambil keputusan. Simon sebagai kegiatan intelijen yang meliputi
menyamakan administrasi dengan kesempatan untuk membuat keputusan.
pengambilan keputusan karena setiap aspek Menurutnya, para eksekutif menghabiskan
administrasi berputar pada kegiatan sebagian besar waktu mereka untuk
pengambilan keputusan. Dia mengamati meneliti lingkungan ekonomi, teknis,
bahwa pengambilan keputusan adalah politik dan sosial untuk mengidentifikasi
kegiatan yang mencakup semua termasuk kondisi yang memerlukan tindakan baru.
fungsi administrasi. Fase kedua, disebut aktivitas desain,
Seckler-Hudson dalam Marume et, terdiri dari pengembangan dan analisis
al. (2016) mengidentifikasi dua belas faktor untuk menemukan tindakan alternatif yang
yang dipertimbangkan dalam pengambilan mungkin dilakukan. Simon percaya bahwa
keputusan yaitu : (1) Batasan hukum; (2) eksekutif baik secara individu maupun
Anggaran; (3) adat istiadat; (4) Fakta; (5) berkelompok menghabiskan sebagian kecil
Sejarah; (6) Moral internal; (7) antisipasi dari waktu mereka, untuk menemukan,
masa depan; (8) Atasan; (9) Kelompok merancang dan mengembangkan tindakan
penekan; (10) Staf; (11) Sifat dari program; yang mungkin dilakukan untuk menangani
dan (12) Bawahan. Selain itu Menurut situasi di mana keputusan diperlukan.
Herbert A. Simon mengungkapkan bahwa Simon menyebut fase terakhir
setiap keputusan didasarkan pada dua dalam pengambilan keputusan sebagai
premis; yaitu (a) premis faktual dan (b) kegiatan pilihan, yang melibatkan
premis nilai. pemilihan tindakan tertentu dari alternatif
Dalam konsep Herbert A. Simon, yang diberikan. Dia berpendapat bahwa
fakta merupakan pernyataan realitas. para eksekutif menghabiskan sebagian
Premis faktual dapat dibuktikan dengan kecil dari waktu mereka untuk memilih
cara diamati dan diukur, dapat diuji secara diantara tindakan alternatif yang sudah
empiris untuk mengetahui validitasnya. dikembangkan dan dianalisis didasarkan
Adapun nilai merupakan preferensi. Premis pada konsekuensi dan masalah yang telah
nilai tidak dapat diuji secara empiris, diidentifikasi.
namun validitasinya dapat dinyatakan
secara subyektif. Premis nilai berkaitan • Collect
dengan pilihan tindakan, sedangkan premis Intelligence
information
about issue
faktual berkaitan dengan pilihan sarana from the
environtment
tindakan. Simon berpendapat bahwa,
sejauh keputusan mengarah pada tujuan • Decide on the
criteria by
akhir, maka dapat disebut sebagai Design which to make
the decision
keputusan bernilai, yaitu komponen nilai
yang mendominasi. Sejauh keputusan • Apply the
criteria to
tersebut melibatkan implementasi tujuan, Choice
settle on one
out of many
maka dapat disebut sebagai penilaian alternative
solution
faktual yang merupakan dominasi dari
komponen faktual.
Gambar 5. H. A. Simon’s stages of decision-
Menurut Simon, dalam making
pengambilan keputusan terdiri dari tiga
tahapan utama yaitu kegiatan intelijen Herbert A. Simon menyimpulkan
(intelligence activity), kegiatan desain bahwa secara umum aktivitas intelijen
(design activities), dan kegiatan pilihan mendahului desain dan aktivitas desain
(choice activity). mendahului pilihan. Namun demikian,
siklus tahapan ini nyatanya jauh lebih

5
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

kompleks dalam setiap urutanya. Setiap berulang dan rutin sehingga menghasilkan
tahapan dalam membuat keputusan prosedur yang pasti untuk menanganinya.
merupakan suatu proses yang kompleks. Keputusan tidak diprogram adalah
Misalnya, fase desain mungkin keputusan baru, tidak terstruktur, dan
memerlukan aktivitas intelijen baru. Pada konsekuensial. Tidak ada metode cut and
setiap tingkat tahapan menghasilkan sub- dried untuk menangani masalah karena
masalah. Pada akhirnya terdapat beberapa belum pernah muncul sebelumnya. Karena
tahapan yaitu kecerdasan, desain, dan sifat dan strukturnya yang sulit dipahami,
pilihan, dan seterusnya. Namun demikian, kompleks atau karena sangat penting maka
tiga tahapan besar tersebut yang jelas perlu mendapatkan perlakukan yang
terlihat ketika proses keputusan organisasi dirancang secara khusus.
telah ditetapkan. H. A. Simon telah mengidentifikasi
H. A. Simon mengklasifikasikan teknik tradisional maupun modern untuk
keputusan menjadi terprogram dan tidak pengambilan keputusan terprogram dan
terprogram. Keputusan terprogram yaitu tidak terprogram seperti Tabel 1.
sejauh keputusan tersebut terjadi secara

Tabel 1. Teknik pengambilan keputusan terprogram dan tidak terprogram


Tipe Keputusan Teknik Tradisional Teknik Modern
Keputusan Terprogram  Berdasarkan Kebiasaan  Penelitian operasi yang
 Rutin, keputusan berulang  Rutinitas tokoh meliputi model analisis
 Organisasi mengembangkan proses  Struktur organisasi terdiri dari matematik dan simulasi
khusus untuk menanganinya harapan bersama dan sistem komputer
tujuan didefinisikan dengan  Pemrosesan data elektronik
baik melalui saluran
informasi
Keputusan Tidak Terprogram  Intuisi penilaian dan  Pemecahan masalah dengan
 Sesekali, tidak terstruktur, keputusan kreativitas teknik heuristic yang
berdasar kebijakan  Aturan praktis diterapkan pada pengambilan
 Proses pemecahan masalah secara  Seleksi dan pelatihan bagi keputusan pelatihan sumber
umum para eksekutif daya manusia dan
membangun program
komputer secara heuristik

Untuk memahami lebih lanjut elemen spesifik harus dipahami secara


tentang pengambilan keputusan model analitis dalam suatu keputusan adalah:
Simon, maka perlu dijelaskan tentang a) Rasional obyektif jika dalam
model rasional terikat (H. A. Simon’s kenyataannya perilaku yang benar
bounded rationally model). dilakukan untuk memaksimalkan nilai
Herbert A. Simon membahas aspek yang diberikan dalam situasi tertentu.
rasionalitas dalam proses pengambilan b) Rasional subyektif jika mampu
keputusan secara komprehensif. Model memaksimalkan pencapaian relatif
pengambilan keputusan rasionalnya juga berdasarkan pengetahuan subjek yang
dikenal sebagai model perilaku alternatif sebenarnya.
karena mengusulkan model alternatif c) Secara kesadaran rasional dimana untuk
sebagai alternatif yang lebih realistis mencapai sarana penyesuaian tujuan
daripada model rasionalitas ekonomi adalah proses yang disadari.
klasik. Simon memandang rasionalitas d) Rasional yang disengaja hingga taraf
sebagai pemilihan perilaku alternatif yang bahwa sarana penyesuaian untuk
disukai di mana konsekuensi perilaku dapat mencapai tujuan telah dilakukan secara
dievaluasi. Ia juga membedakan berbagai sengaja oleh individu/organisasi.
jenis rasionalitas. Menurutnya, enam

6
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

e) Secara rasional organisasi jika  Informasi tidak sempurna (tidak


berorientasi pada tujuan organisasi. memadai) serta kapasitas terbatas untuk
f) Secara rasional pribadi jika ia memproses (menganalisis) informasi
berorientasi pada tujuan individu. yang tersedia.
 Keterbatasan waktu dan biaya
Herbert A. Simon percaya bahwa  Kekuatan lingkungan atau faktor
rasionalitas penuh adalah hal yang mustahil eksternal.
dalam perilaku administratif. Karena itu,  Alternatif tidak selalu dapat diukur
memaksimalkan keputusan juga seperti yang diinginkan.
merupakan hal yang tidak mungkin. Simon  Pembuat keputusan mungkin tidak
telah mengamati bahwa perilaku manusia menyadari semua alternatif yang
dalam lingkungan organisasi ditandai oleh mungkin tersedia dan konsekuensinya.
rasionalitas terikat yang mengarah pada  Faktor-faktor pribadi pembuat
pemilihan keputusan yang bersifat keputusan seperti gagasan, kebiasaan,
memuaskan dibandingkan dengan pilihan dan sebagainya yang terbentuk
memaksimalkan keputusan. sebelumnya.
Memuaskan keputusan menyiratkan  Faktor organisasi seperti prosedur,
bahwa pembuat keputusan memilih aturan, saluran komunikasi, dan
alternatif yang memuaskan atau cukup sebagainya.
baik. Adapun Rasionalitas terikat
merupakan sejumlah faktor yang mengarah Model rasionalitas pengambilan
pada keputusan yang memuaskan, antara keputusan H. A. Simon dapat diilustrasikan
lain: sebagai berikut:
 Sifat tujuan organisasi yang dinamis
(bukan statis).

Gambar 6. Model keputusan rasional terikat Herbert A. Simon’s

Mengingat berbagai keterbatasan yang mengambil keputusan memaksimalkan.


ada, H. A. Simon mengusulkan model of Menurutnya, the administrative man: (1)
administrative man yang bertentangan dalam memilih berbagai alternatif yang
dengan model of economic man yang tersedia, cobalah untuk memilih keputusan

7
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

yang bersifat memuaskan atau cukup baik; alternatif lebih besar dari pada perilaku
(2) mengakui bahwa dunia yang dirasakan memilih, dan ada ketidakpastian yang
adalah model dunia nyata yang dapat sangat besar mengenai kemungkinan
disederhanakan; (3) dapat membuat pilihan konsekuensi dari masing-masing alternatif
tanpa terlebih dahulu menentukan semua ini. Pembuat keputusan biasanya adalah
alternatif yang ada jika pada kenyataannya elit, namun, relatif ahli di bidangnya, dan
akan memuaskan dan bukan
insentif untuk pertimbangan yang cermat
memaksimalkan; (4) mampu membuat
dalam proses penilaian dan pilihan biasanya
keputusan dengan aturan praktis sederhana.
Dengan demikian, the administrative man cukup kuat.
H. A. Simon berbeda dari model of Pengambilan Keputusan Klasik vs
economic man yang cenderung Perilaku
memaksimalkan hasil, yang telah Model keputusan rasional adalah
dikembangkan oleh para ahli teori ekonomi upaya pertama untuk mengetahui proses
klasik. pengambilan keputusan. Hal ini dianggap
Moogan Et, al (1999) melakukan oleh beberapa orang sebagai pendekatan
penelitian tentang pengambilan keputusan klasik untuk memahami proses
perilaku yang digunakan oleh kandidat pengambilan keputusan. Model
yang berharap untuk masuk ke Pendidikan pengambilan keputusan klasik memberikan
Tinggi. Hasil menunjukkan bahwa pelamar berbagai langkah dalam proses
mengikuti tahapan berurutan dari pengambilan keputusan. Beberapa syarat
'pengenalan masalah' untuk 'evaluasi dari model keputusan klasik adalah
alternatif' menggunakan orang tua 'serta masalahnya dan tujuan telah jelas, orang
layanan guru di seluruh, meskipun yang terlibat menyetujui kriteria dan bobot,
tampaknya ada kesenjangan dalam semua alternatif diketahui, semua
kebutuhan informasi siswa potensial, yang konsekuensi dapat diantisipasi,
banyak universitas adalah saat ini tidak pengambilan keputusan bersifat rasional.
memuaskan. Dalam keputusan klasik, para
Teori keputusan perilaku di atas pelaku yang terlibat tidak bias dalam
juga diterapkan oleh Lau dan Levy (1998) mengenali masalah dan mampu memproses
dalam bidang politik untuk meneliti semua informasi yang relevan. Mereka
perilaku memilih kandidat politik dan mampu mengantisipasi berbagai
hubungan internasional. Tentunya dua hal konsekuensi keputusan saat ini dan di masa
ini memiliki fokus yang berbeda. Dalam depan. Mereka juga mencari semua
memilih kandidat, perilaku menjadi sorotan alternatif yang memaksimalkan hasil yang
dalam hubungannnya dengan teori diinginkan.
keputusan perilaku. Hal yang terpenting Pengambilan keputusan
dalam keputusan memilih dalam bidang administratif /model administrasi atau juga
politik ini yaitu bagaimana masalah dikenal sebagai teori perilaku, yang
terdefinisi dengan baik. Artinya sebelum diusulkan oleh Herbert A. Simon dan
memilih harus menentukan alternatif disempurnakan oleh Richard Cyert dan
pilihan (kandidat), jelas, dan jumlahnya James March, adalah untuk menjelaskan
terbatas. Masyarakat sangat bervariasi perilaku pengambilan keputusan individu
dalam keahlian politik mereka. Dengan dan organisasi. Menurut Simon, setiap
demikian kemampuan mereka untuk orang hanya membawa pandangan terikat
memproses informasi politik pun berbeda. dan menyederhanakan masalah yang
Keputusan memilih di atas, dalam dihadapi karena alasan tertentu, yaitu (a)
hal ini tindakan alternatif tidak ditentukan mereka tidak memiliki informasi lengkap
sebelumnya tetapi harus diidentifikasi dan tentang masalah; (b) mereka tidak memiliki
dibangun oleh pembuat keputusan. Jumlah pengetahuan tentang semua solusi alternatif

8
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

yang mungkin untuk masalah dan hari ini lebih baik daripada keputusan
konsekuensinya, (c) mereka tidak memiliki sempurna di masa depan.
kemampuan untuk memproses informasi
lingkungan dan teknis yang kompetitif; (d) Simpulan
mereka tidak memiliki waktu dan sumber Teori pengambilan keputusan
daya yang memadai untuk melakukan klasik dalam berbagai literatur merupakan
pencarian lengkap untuk solusi alternatif suatu pengambilan keputusan yang
untuk masalah tersebut. didasarkan pada kondisi kepastian yang
Dengan demikian, keterbatasan dihadapi oleh para pengambil keputusan
manusia dan organisasi menjadikan hal baik kepastian yang terjadi pada lingkungan
yang mustahil untuk membuat keputusan internal maupun eksternal. Keputusan
rasional yang sempurna. Selalu ada batasan diambil berdasarkan pada perhitungan yang
untuk rasionalitas dalam organisasi. Tabel optimum yang didasarkan pada tujuan
di bawah ini menjelaskan perbedaan antara organisasi. Adapun teori pengambilan
dua teori tersebut. keputusan perilaku merupakan suatu
pengambilan keputusan yang didasarkan
Tabel 2. Perbedaan Pengambilan Keputusan Model pada pencapaian kepuasan yang terlibat
Klasik dan Perilaku didalamnya. Aspek lingkungan internal
Model Model Perilaku
Rasional/Klasik
dan eksternal harus diperhatikan dengan
Rasionalitas sempurna Rasionalitas terikat baik dalam model keputusan perilaku.
Infromasi masalah, Infromasi masalah, Teori keputusan klasik
konsekuensi, dan hasil konsekuensi, dan hasil membutuhkan informasi yang mendetail
yang akan dicapai telah yang akan dicapai tidak serta keakuratan yang tinggi. Pada
diketahui diketahui pelaksanaannya, pengambilan keputusan
Bersifat normatif Bersifat deskriptif
Terdapat sejumlah Mencari alternatif yang
klasik dapat diimplementasikan pada
alternatif yang lengkap layak dari beberapa informasi situasi dan kondisi yang bersifat
alternatif yang tersedia kuantitatif. Hasil dari keputusan klasik
Keputusan yang Keputusan yang dipilih dapat mengukur capaian yang akan
optimal berdasarkan kepuasan dihasilkan dimasa mendatang. Adapun teori
Lebih menitikberatkan Lebih menitikberatkan
keputusan perilaku dapat mengadopsi
nilai ekonomi dan pada aspek perilaku.
variabel yang bersifat Proses pengambilan berbagai informasi baik yang bersifat
kuantitatif. keputusan didasarkan kuantitatif maupun kualitatif dengan hasil
pada masukan baik keputusan yang memuaskan semua pihak
variabel kuantitatif yang terlibat didalamnya.
maupun kualitatif
Pada saat ini, kajian keseimbangan
antara penggunaan teori keputusan klasik
Turpin dan Marais (2004) telah dan perilaku menjadi hal yang menarik.
melakukan penelitian untuk mengetahui Bagaimana seorang pimpinan mampu
model pengambilan keputusan yang memberikan suatu keputusan yang optimal
diambil oleh 6 manajer senior. Hasilnya, bagi organisasi namun mampu memberikan
model pengambilan keputusan klasik hanya kepuasan bagi seluruh pemangku
didukung oleh satu orang manajer senior. kepentingan yang akan terlibat didalamnya
Menurutnya, penggunaan argumen rasional akibat dari/konsekuensi keputusan yang
dan mengasumsikan bahwa orang yang dihasilkan. Pertimbangan-pertimbangan
berakal juga akan rasional dalam pemikiran aspek lingkungan eksternal bagaimanapun
mereka. Adapun model pengambilan harus diperhatikan seperti kasus yang
keputusan perilaku didukung oleh 3 orang. dialami oleh Tek Tai MC (2008) sehingga
Dalam konsep memuaskan dalam kepemimpinan yang berkualitas menjadi
pengemabilan keputusan perilaku, dapat prasyarat mutlak dalam pengambilan
diketahui bahwa keputusan mereka 60% keputusan tanpa memperdulikan model

9
Paper Work-Managerial Decision Making-February 2020

pengambilan keputusan yang akan Li, Bin. 2008. The Classical Model of
digunakan. Decision Making Has Been
Accepted as not providing an
Daftar Pustaka Accurate Account of How People
Beach, Lee Roy. Terence R. Mitchell. Typically Make Decisions.
1978. A Contingency Model for the International Journal of Business
Selection of Decision Strategies. and Management
Academy of Management Review Lee, D.; Philip, Newman and Robert, Price.
Vol. 3, No. 3 1999. Decision Making in
Cole, G. A. 2004. Management Theory and Organizations. Financial Times.
Practice 6th ed., London: Thomson Prentice Hall
Drucker, Peter F. 2004. What Makes an Marume S. B. M, D. Ndudzo, S. Chikasha.
Effective Executive. Harvard 2016. Decision-Making.
Business Review, Vol. 82, No. 6 International Journal of Business
Erdogana Nurten, Sezen Uludag. 2014. and Management Invention Volume
Comparison of Analysis Performed 5 Issue 8
by Classical Approach and Moogan, Yvonne J. Steve Baron. Kim
Bayesian Approach in Auditors’ Harris. 1999. Decision‐Making
Decision-Making Process. 10th Behaviour of Potential Higher
International Strategic Management Education Students. Society for
Conference. Anadolu University. Research into Higher Education.
Turkey Mullaly, M., 2014. The role of agency in
Heracleous. L.T. 1994. Management project initiation decisions.
Development Review, Vol.7. No. 4. International Journal Managing
MBC University Press Project Business
Herbert. T.T. 1981. Dimensions of N. J. Smelser P, B. Baltes. 2001.
Organizational Behaviour; 2nd ed., International Encyclopedia of
London; New York: Macmillan: Social & Behavioral Sciences 1st
Collier Macmillan Edition. Pergamon
Huczynski, A & David Buchanan. 2001. Nutt, P. C. (2002). Why decisions fail. San
Organizational Behaviour: An Francisco: Berrett-Koehler.
Introductory Text. 4th ed., Financial Panpatte, Suraj & V.D. Takale. 2019. To
Times, Prentice Hall Study the Decision Making Process
Ireland, R. D., & Miller, C. C. (2004). in an Organization for its
Decision making and firm Effectiveness. The International
success. Academy of Management Journal of Business Management
Executive and Technology, Volume 3 Issue 1
Jesper, Simonsen. 1994. Administrative Robbins, S. P. 2003. Management 7th ed.
Behavior, How organizations can N.J.: Prentice-Hall
be understood in terms of decision Tek Tai, MC. 2008. An Examination of
processes. Computer Science, Decision-making: The Classical
Roskilde University. Models, Checklists and Asian
Kumar, Arun. Rachana Sharma. 2000. Approaches. Tzu Chi Medical
Principles of Business management. Journal, Volume 20, Issue 4
Atlantic Publisher Turpin SM, MA Marais. 2004. Decision
Lau, R.R. dan Levy, J.S. 1998. Making: Theory and Practice.
Contributions of Behavioural Orion Journal Volume 20 (2)
Decision Theory to Research in Usman, Husaini. 2014. Manajemen Teori,
Political Science. Jurnal Applied Praktik dan Riset Pendidikan Edisi
Psychology. 1 (47) 4. Jakarta: Bumi Aksara.

10

View publication stats