Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN

PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN DENSITAS ZAT PADAT DAN CAIR

Di Susun Oleh :

NAMA : M. BIMO YUDHANTO


KELAS : 2020/2021
HARI / TANGGAL PERCOBAAN : KAMIS / 17 OKTOBER 2020
KELOMPOK : 3
NAMA INSTRUKTUR/DOSEN : ELIS DIANA ULFA, S.Pd., M.Si

PROGRAM STUDI PETRO DAN OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA KAMPUS PASER
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
A. Tujuan Percobaan
Untuk menentukan densitas dan berat jenis zat padat dan zat cair

B. Dasar Teori
1. Densitas atau Kerapatan
Densitas atau kerapatan (𝜌) adalah turunan besaran yang menyangkut suatu
massa dan volume. Batasannya adalah massa per satuan volume yang tergantung pada
temperatur dan tekanan tertentu, Satuan densitas yang dinyatakan dalam sistem cgs,
yaitu gram per cm3 (g/cm3) dan sistem SI, yaitu Kg/m3
massa gram
ρ= = =M L−3
volume c m3

Sifat suatu zat ada yang tergantung dengan jumlah zat (sifat ekstensif) dan tidak
tergantung dengan jumlah zat (sifat intensif). Massa dan volume suatu zat termasuk
sifat ekstensif. Kerapatan (densitas) merupakan perbandingan antara massa dan volume
sehingga memiliki sifat intensif.
Densitas suatu zat dapat ditentukan menggunakan berbagai tipe piknometer,
neraca Mohr-Westphal, hidrometer dan alat-alat lain:
1) Metode Piknometer
Prinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan ruang,
yaitu ditempati cairan ini sehingga dibutuhkan wadah untuk menimbang yang
dinamakan piknometer. Ketentuan metode piknometer akan bertambah hingga
mencapai optimum terletak pada isi ruang sekitar 30 mL, bagian tutup mempunyai
lubang berbentuk saluran kecil. Pengukuran harus dilakukan pada suhu tetap.
Volume zat cair selalu sama dengan volume piknometer.
2) Metode Aerometer
Penentuan kerapatan dengan metode aerometer berskala (timbangan enam sumbu)
didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas tercelup yang sepihak
diberati dan pada kedua ujung ditutup dengan pelelehan.
3) Metode neraca hidrostatik
Metode ini didasarkan hukum Archimedes yaitu suatu benda yang dicelupkan
kedalam cairan yang terdesak.
4) Metode neraca Mohr – West Phol
Benda dari kaca dibenamkan tergantung pada balok timbangan yang ditoleh menjadi
10 bagian sama dan disetimbangkan dengan bobot larutan.
2. Penentuan densitas dengan Piknometer
Densitas suatu zat didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan ruang
yang ditempati cairan tersebut. Untuk itu dibutuhkan wadah untuk menimbang yang
dinamakan piknometer. Ketentuan metode piknometer akan bertambah hingga
mencapai optimum yang terletak pada isi ruang sekitar 30 mL, bagian tutup mempunyai
lubang berbentuk saluran kecil. Pengukuran harus dilakukan pada suhu tetap. Volume
zat cair selalu sama dengan volume piknometer.
Densitas zat padat dapat dihitung dengan cara mengukur secara langsung
menggunakan piknometer (dengan menimbang) dan volume zat (ditetukan dengan
pikometer). Volume zat padat yang tidak beraturan dapat ditentukan secara tidak
langsung menggunakan zat cair yang densitasnya, yaitu massa berbanding volume.

massa zat cair dalam piknometer


Densitas zat cair=
volume piknometer

1) Massa zat cair dalam piknometer = (massa piknometer + massa zat cair) – massa
piknometer kosong
2) Volume piknometer = (massa piknometer + massa aquadest) – massa piknometer
kosong
Penentuan densitas zat padat yang mempunyai bentuk tidak beraturan dapat
ditentukan secara tidak langsung menggunakan zat cair yang telah diketahui
densitasnya. Volume zat padat = volume piknometer – volume zat cair. Densitas zat
padat dengan bentuk yang tidak beraturan adalah:
Densitas zat padat = massa zat dalam piknometer
= (volume piknometer – volume zat cair)
Densitas sutau zat atau bahan (padat, cair dan gas) dipengaruhi oleh beberapa
faktor, yaitu:
1) Temperatur atau suhu, apabila suhu bertambah tinggi benda dapat menguap, dan
suhu rendah benda dapat membeku sehingga sulit mengetahui densitasnya karena
volumenya tidak stabil. Pengaruh temperatur dan komposisi zat terhadap densitas
dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Densitas aquadest
℃ Density (g/cm3)
15 0,999099
16 0,998943
17 0,998775
18 0,998595
19 0,998405
20 0,998204

Etanol adalah cairan tidak berwarna yang menguap dengan aroma yang khas.
Etanol juga sering disebut etil alkohol, alkohol murni, alcohol absolute. Etanol
memiliki massa molekul C2H5OH. Etanol hanya digunakan sebagai pelarut bahan
kimia. Densitas etanol dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Densitas etanol
% Density
(g/cm3)
10oC 15oC 20oC
5 0,99008 0,99032 0,998187
10 0,98393 0,98304 0,98187
15 0,97800 0,97669 0,97514
20 0,97252 0,997068 0,96864
25 0,95977 0,96168 0,96168

2) Komposisi zat, dapat dinyatakan dalam % massa atau % volume dengan rumus :
massa zat
% massa= ×100 %
massa campuran
volume zat
% volume= × 100 %
volume campuran
Pada penentuan densitas, komposisi zat sangat berpengaruh pada hasil yang akan
diperoleh sehingga harus mengetahui massa suatu zat dan volume zat yang
digunakan untuk menghitung densitas dari zat tersebut
3) Massa benda, apabila massa benda besar kemungkinan massa jenisnya atau
densitasnya juga besar.
4) Volume benda, apabila volume benda besar massa jenisnya akan berpengaruh dan
massa benda juga akan berpengaruh pada ukuran partikel dan kekentalannya.
5) Kondisi alat (piknometer), sebelum digunakan sebaiknya piknometer dalam
kondisi bersih dan kering.

C. Alat dan Bahan


1. Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah:
1) Piknometer
2) Pipet volum 10 mL
3) Pipet tetes
4) Termometer
5) Neraca digital
6) Gelas kimia 50 mL, 250 mL
2. Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:
1) Etanol
2) Aquadest
3) Pasir kuarsa

D. Prosedur Kerja
1. Menentukan volume piknometer
1) Ditimbang piknometer kosong yang kering dan bersih (a garam)
2) Diisi piknometer dengan aquadest bertemperatur 18°C yang telah diketahui
berat jenisnya (dapat dilihat pada tabel)
3) Ditimbang piknometer yang berisi aquadest tepat pada temperatur 20°C (b
gram)
4) Dihitung berat aquadest pada temperatur (b – a) gram
5) Dihitung volume aquadest
b−a
Volume piknometer=
densitas air pada suhu 20 ℃

2. Penentuan densitas zat cair (etanol) dengan piknometer


1) Ditimbang piknometer kosong yang kering dan bersih yang telah ditentukan
volumenya (c gram)
2) Diisi piknometer dengan zat cair pada suhu 18°C
3) Ditimbang piknometer yang berisi zat cair pada temperatur 20°C (d gram)
4) Dihitung berat zat cair (d – c gram)
5) Dihitung berat zat cara cair pada suhu 20°C
d −c
Densitas zat cair=
volume piknometer

3. Penentuan densitas padatan (pasir kuarsa) dengan piknometer


1) Ditimbang piknometer kosong yang kering dan bersih yang telah
ditentukan volumenya (e gram)
2) Diisi setengah dari piknometer dengan zat padat (pasir kuarsa)
3) Ditimbang piknometer yang berisi zat padat (f gram)
4) Ditambahkan zat cair (aquades) pada temperatur 18°C yang telah
diketahui densitanya ke dalam piknometer yang berisi zat padat tersebut.
5) Ditimbang piknometer yang berisi padatan dan aquadest tepat pada
temperatur 20°C (g gram)
6) Dihitung berat jenis zat padat Massa zat cair = (g – f) gram
7) Massa zat padat = (f – e) gram
massa zat padat
Densitas zat padat =
massa zat padat massa zat cair

densitasair pada suhu 20° C densitas air pada suhu 20 ° C

Diagram Alir
1. Menentukan volume piknometer

ditimbang massa
piknometer (a)

+ aquadest 18°C, ditimbang saat suhu 20°C (b)

Volume Piknometer
2. Penentuan densitas zat cair (etanol) dengan piknometer

ditimbang massa
piknometer (c)

+ etanol 18°C, ditimbang saat suhu 20°C (d)

ρ etanol

3. Penentuan densitas pasir kuarsa dengan piknometer

Ditimbang massa
piknometer (e)

+ pasir kuarsa ½ piknometer (f)


+ aquadest 18C, ditimbang saat suhu 20C

ρ Pasir kuarsa

E. Data Pengamatan
Tabel 3. Menentukan volume piknometer
Penentuan Bahan (Aquadest)

Massa piknometer kosong (gram) (a) 15,0926


Massa piknometer + aquadest (gram) (b) 25,2237
Massa aquadest (gram) (b-a) 10,1311
Volume piknometer (mL) 10,1493
Tabel 4. Penentuan densitas zat cair (etanol) pada suhu 20°C
Bahan
Penentuan
Etanol 10% Etanol 25%
Massa piknometer kosong (gram) (c) 15,1055 15,1009
Massa piknometer + etanol (gram) (d) 25,0610 24,8863
Massa etanol (gram) (d-c) 9,9555 9,7854
Volume piknometer (mL) 10,1493 10,1493
Densitas etanol (gram/mL) 0,9809 0,9641

Tabel 5. Penentuan densitas zat padat (pasir kuarsa) pada suhu 20°C
Penentuan Bahan pasir kuarsa
Massa piknometer kosong (gram) (e) 15,0938
Massa piknometer + pasir kuarsa (gram) (f) 25,2688
Massa piknometer + pasir kuarsa + aquadest (gram)
30,2468
(g)
Massa aquadest (gram) (g-f) 4,978
Massa pasir kuarsa (gram) (f-e) 10,175
Densitas pasir kuarsa (gram/mL) 6,8222

Perhitungan
1. Perhitungan volume piknometer
b−a 10,1311 g
V Piknometer= = =10,1493mL
ρ air 20 ° C 0,998204 g/mL

2. Perhitungan densitas etanol 10% dan 25%


d−c 9,9555 g
ρ etanol 10 %= = =0,9809 g /mL
V piknometer 10,1493 mL
d−c 9,7854 g
ρ etanol 25 %= = =0,9641 g /mL
V piknometer 10,1493 mL

3. Perhitungan densitas pasir kuarsa


f −e 10,175 g
ρ pasir kuarsa= = =1,954 g/mL
f −e g−f 5,206 mL

ρair 20° C ρ air 20 ° C

F. Pembahasan
Densitas adalah nilai yang menyatakan perbandingan massa zat per satuan
volume, praktikum ini dilakukan untuk mengetahui nilai densitas dari etanol (zat cair)
dan pasir kuarsa (zat padat). Alat yang digunakan untuk mendapat nilai densitas pada
praktikum kali ini adalah piknometer.
Untuk mengetahui densitas berbagai macam zat menggunakan piknometer perlu
diketahui terlebih dahulu volume piknometer secara akurat menggunakan densitas air
pada suhu 20°C didapat volume piknometer adalah 10,1493 mL.
Densitas zat etanol 10% pada suhu 20°C adalah 0,9809 g/mL sedangkan
densitas etanol 25% pada suhu 20°C adalah 0,9641 g/mL, dari data tersebut diketahui
bahwa Pada penentuan densitas zat cair, komposisi zat sangat berpengaruh pada hasil
yang akan diperoleh sehingga harus mengetahui massa suatu zat dan volume zat yang
digunakan untuk menghitung densitas dari zat tersebut
Selain konsentrasi tekanan dan temperatur juga mempengaruhi nilai densitas
suatu zat (Oxotoby, 2012). Ketika suatu zat dipanaskan, maka jumlah materi yang
terkumpul per satuan volume menjadi lebih kecil, sehinga biasanya densitas juga ikut
berkurang sedikit seiring bertambahnya temperatur (Brady, 2011). Sehingga pada
praktikum ini haraus dilakukan dengan hati-hati saat mengukur suhu zat cair yang
digunakan.
Pada praktikum ini juga melakukan penentuan densitas zat padat berupa pasir
kuarsa. Densitas pasir kuarsa dapat dihitung dengan cara mengukur secara langsung
menggunakan piknometer (dengan menimbang) dan volume zat (ditetukan dengan
pikometer). Volume pasir kuarsa yang tidak beraturan dapat ditentukan secara tidak
langsung menggunakan zat cair yang densitasnya. Pada praktikum ini menggunakan zat
cair berupa aquades yang ditentukan suhunya 20oC. Densitas pasir kuarsa yaitu massa
berbanding volume. Pada praktikum diperoleh densitas pasir kuarsa adalah 1,954 g/mL.

G. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dan pembahasn di atas dapat
disimpulkan bahwa densitas pasir kuarsa adalah 1,954 g/mL, densitas etanol 10% pada
suhu 20°C adalah 0,9809 g/mL, dan densitas etanil 25% pada suhu 20°C adalah
0,9641 g/mL.

H. Referensi
Jesperson, Brady. 2011. Chemistry: The Molecular Nature of Matter 6th. John Wiley &
Sons.
Oxotoby, dkk.,. 2012. Principles of Modern Chemistry. Belmont: Brooks/Cole

Anda mungkin juga menyukai