Anda di halaman 1dari 6

IDENTIFIKASI MORFEM

Benedictus Bima Ananta W, Rebecca Ayu Ciptaningtyas, Agnes Kusmawati, Sisilia Nini
Hurint

Abstrak

Morfem adalah satuan bentuk terkecil yang dapat membedakan makna atau mempunyai makna.
Untuk menetapkan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan di dasarkan pada kriteria bentuk
dan makna itu. Ada beberapa pedoman untuk menentukan morfem dan bukan morfem yang
diperoleh dari beberapa sumber, yaitu buku, jurnal, dan internet antara lain (1) dua bentuk
yang sama atau lebih dan memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem, (2) dua
bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang
berbeda, (3) dua buah bentuk yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama merupakan dua
morfem yang berbeda, (4) bentuk-bentuk yang mirip tetapi maknanya sama adalah sebuah
morfem yang sama asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis, (5) bentuk yang
hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem, (6) bentuk yang
muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar memiliiki makna yang sama adalah juga
merupakan morfem yang sama, (7) bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa
yang lebih besar (klausa, kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi adalah juga
merupakan morfem yang sama.
Kata kunci : satuan bentuk terkecil, mempunyai makna, pedoman membedakan morfem atau
bukan.
PENDAHULUAN

Morfem merupakan satuan bentuk terkecil yang dapat membedakan makna dan mempunyai
makna. Terkadang seseorang merasa kesulitan untuk membedakan sebuah morfem atau bukan
morfem. Selain itu, beberapa orang juga masih merasa kesulitan menentukan contoh dari
morfem. Dalam artikel jurnal ini akan dipaparkan beberapa pedoman yang digunakan untuk
menentukan morfem atau bukan morfem. Dengan adanya beberapa pedoman yang akan
dipaparkan, diharapkan mampu untuk membantu mempermudah mengidentifikasi morfem atau
bukan.
PEMBAHASAN

A. Pengertian Morfem

Morfem ialah satuan bentuk terkecil yang dapat membedakan makna atau mempunyai
makna. Untuk membuktikan morfem sebagai pembeda makna dapat kita lakukan dengan
menghubungkan morfem itu dengan kata yang mempunyai makna atau arti leksikal. Jika
penghubungan itu menghasilkan makna baru berarti unsur yang digabungkan dengan kata dasar
itu adalah morfem. Contoh : Morfem-an, -di, me-, ter-, -lah. Jika digabungkan dengan kata
makan, dapat membentuk kata-kata baru : makanan, dimakan, memakan, termakan, makanlah,
kata-kata itu mempunyai makna baru dan berbeda dengan kata makan.

B. Identifikasi Morfem

Untuk menetapkan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan di dasarkan pada kriteria
bentuk dan makna itu. Berikut beberapa pedoman untuk menentukan morfem dan bukan morfem
:

1. Dua bentuk yang sama atau lebih dan memiliki makna yang sama merupakan sebuah
morfem. Misalnya kata , bulan dan tusuk pada kalimat :
- Bulan depan dia akan pergi ke London
- Sudah dua bulan dia belum bayar UKT
- Bulan Januari lamanya 31 hari
- Ibu membeli tusuk konde
- Adik memesan 10 tusuk sate
2. Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua
morfem yang berbeda. Contohnya kata hak, bisa, dan matahari pada kalimat :
- Ia juga punya hak untuk tinggal di sini
- Ia tidak terbiasa memakai sepatu hak tinggi
- Ia juga bisa menari.
- Bisa ular kobra sangat mematikan.
- Setiap akhir bulan ada diskon di Matahari Mall
- Sinar matahari membantu proses fotosintesis
3. Dua buah bentuk yang berbeda, tetapi memiliki makna yang sama merupakan dua
morfem yang berbeda. Contohnya kata murid dan siswa pada kalimat :
- Siswa SMA Budi Jaya melaksanakan studytour.
- Murid-murid berseragam pramuka.
4. Bentuk-bentuk yang mirip tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama
asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis.
- Melihat
- Membina
- Mendengar
- Menyusul
- Mengambil
- Mengecat
- Menulis
- Membaca
- Mengajak
- Merebus
5. Bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah
morfem. Contohnya :
- bentuk bugar pada segar bugar
- bentuk mayur pada sayur mayur
- bentuk kuyup pada basah kuyup
- bentuk pauk pada lauk pauk
- bentuk kerontang pada kering kerontang
- bentuk renta pada tua renta
6. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar memiliiki makna
yang sama adalah juga merupakan morfem yang sama. Contohnya bentuk tulis dan
baca pada kata-kata berikut :
- membaca - Menanam
- pembaca - Menanamkan
- pembacaan - Menanami
- bacaan - Ditanam
- terbaca - Ditanami
- keterbacaan - Ditanamkan

7. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa yang lebih besar (klausa,
kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi adalah juga merupakan morfem
yang sama. Contohnya kata kepala pada kalimat :
- Rhoma Irama si raja dangdut sedang melakukan konser di Surabaya
- Raja hutan sedang memburu mangsanya di hutan
- Raja dari kerajaan majapahit sedang mengadakan sayembara
- Buah apel merupakan oleh-oleh khas Malang
- Aisyah memiliki buah hati bernama Santi
- Risky membawa buah tangan dari kota Madura

KESIMPULAN

Dari artikel jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa mengidentifikasi morfem atau bukan memiliki
beberapa hal yang dijadikan pedoman dan perlu diperhatikan. Pedoman tersebut antara lain, dua bentuk
yang sama atau lebih dan memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem, dua bentuk
yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda,
dua buah bentuk yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama merupakan dua morfem yang
berbeda, bentuk-bentuk yang mirip tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama asal
perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis, bentuk yang hanya muncul dengan
pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem, bentuk yang muncul berulang-ulang pada
satuan yang lebih besar memiliiki makna yang sama adalah juga merupakan morfem yang sama,
bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa yang lebih besar (klausa, kalimat)
apabila maknanya berbeda secara polisemi adalah juga merupakan morfem yang sama.

DAFTAR PUSTAKA

Marsono.2011.Morfologi Bahasa Indonesia dan Nusantara (Morfologi Tujuh Bahasa Anggota


Rumpun Austronesia dalam Perbandingan).Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Chaer, Abdul.2008.Morfologi Bahasa Indonesia(pendekatan proses).Jakarta:PT.RINEKA
CIPTA.

Identifikasi Morfem

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Untuk Memperoleh Nilai Pada Mata Kuliah Morfologi

Dosen Pengampu : Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum

Oleh:

1. Benedictus Bima Ananta Wibawa (151224019)

2. Rebecca Ayu Ciptaningtyas (151224021)

3. Agnes Kusmawati (151224022)

4. Sisilia Nini Hurint (151224031)

Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Unversitas Sanata Dharma


2016