Anda di halaman 1dari 3

Satuan Acara Penyuluhan

Pokok bahasan : Stunting Sub pokok bahasan : Stunting Pada Anak Sasaran : Masyarakat Hari / tanggal :
Selasa, 17 April 2018  Tempat : Radio Pukul : 10.30 –  selesai Penyuluh : Perawat dan Nutrisionis PKM
Babatan a. Tujuan : -  Tujuan umum : memberi pengetahuan tentang stunting pada anak dan cara
mencegahnya. - Tujuan khusus : a. Menjelaskan tentang pengertian Stunting b. Mengerti penyebab
Stunting c. Mengerti tentang ciri anak dengan Stunting d. Mengerti pengaruh stunting pada anak e.
Mengerti pencegahan stunting pada anak f. Mengerti penanggulangan stunting pada anak b. Materi
(terlampir) c. Media Siaran Radio d. Metode -Ceramah -Diskusi -Tanya jawab e. Kegiatan penyuluhan no
waktu Kegiatan penyuluhan Respon peserta 1 5menit 08.00- 1.Pembukaan - Salam -Menjawab salam f.
Evaluasi 1. Menjelaskan tentang pengertian Stunting 2. Mengerti penyebab Stunting 3. Mengerti tentang
ciri anak dengan Stunting 4. Mengerti pengaruh stunting pada anak 5. Mengerti pencegahan stunting
pada anak 6. Mengerti penanggulangan stunting pada anak 08.05 - Perkenalan tim penyuluhn
-Memperhatikan dengan seksama 2 35 menit 08.05- 08.40 2.Penyampaian materi oleh penyuluh
-metode ceramah -materi meliputi : a. Menjelaskan tentang pengertian Stunting b. Mengerti penyebab
Stunting c. Mengerti tentang ciri anak dengan Stunting d. Mengerti pengaruh stunting pada anak e.
Mengerti pencegahan stunting pada anak f. Mengerti penanggulangan stunting pada anak Audience
mendengarkan 3 20 menit 08.40- 09.00 3. Penutupan - Sesi tanya jawab - Menjawab pertanyaan  yang
diberikan oleh penyiar STUNTING 1. Pengertian stunting Stunting adalah keadaan dimana tinggi badan
berdasarkan umur rendah, atau keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak
–   anak lain seusianya (MCN, 2009). Stunted ditandai dengan terlambatnya pertumbuhan anak yang
mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tinggi badan yang normal dan sehat sesuai usia anak.
Stunted merupakan kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan dimasa lalu dan digunakan
sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak. 2. Penyebab Stunting Pada Anak Menurut
beberapa penelitian, kejadian stunted pada anak merupakan suatu proses kumulatif yang terjadi sejak
kehamilan, masa kanak-kanak dan sepanjang siklus kehidupan. Pada masa ini merupakan proses
terjadinya stunted pada anak dan peluang peningkatan stunted terjadi dalam 2 tahun pertama
kehidupan. a. Faktor gizi ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan penyebab tidaklangsung yang
memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dengan gizi kurang
akan menyebabkan janin mengalami intrauterine growth retardation (IUGR), sehingga bayi akan lahir
dengan kurang gizi, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. b. Anak-anak yang
mengalami hambatan dalam pertumbuhan disebabkan kurangnya asupan makanan yang memadai dan
penyakit infeksi yang berulang, dan meningkatnya kebutuhan metabolic serta mengurangi nafsu makan,
sehingga meningkatnya kekurangan gizi pada anak. Keadaan ini semakin mempersulit untuk mengatasi
gangguan pertumbuhan yang akhirnya berpeluang terjadinya stunted c. banyak kebiasaan buruk dan
persepsi salah yang masih dilakukan oleh masyarakat di lingkungannya. "Antara lain tak memberikan ASI
eksklusif pada bayinya. d. Menurut UNICEF, penyebab utama gizi buruk dan stunting adalah kemiskinan.
e. Anak stunting juga dikaitkan dengan budaya dan pengetahuan masyarakat akan gizi. Namun kedua
faktor ini masih belum menjadi faktor penyebab utama kemiskinan. f. Pemenuhan gizi yang kurang pada
masyarakat dengan kemiskinan merupakan salah satu biang kerok munculnya anak stunting. Karena
pola makan sering kali seiring dengan kondisi kesejahteraan. Konsumsi ikan laut masyarakat masih
rendah, padahal protein dan omega yang dikandung sangat bermanfaat bagi anak. Sangat ironis
memang, karena Indonesia merupakan negara bahari. 3. CIRI-CIRI STUNTING PADA ANAK a. Anak yang
stunted, pada usia 8-10 tahun lebih terkekang/tertekan (lebih pendiam, tidak banyak melakukan eye-
contact) dibandingkan dengan anak non-stunted jika ditempatkan dalam situasi penuh tekanan. b. Anak
dengan kekurangan protein dan energi kronis (stunting) menampilkan performa yang buruk pada tes
perhatian dan memori belajar, tetapi masih baik dalam koordinasi dan kecepatan gerak. c. Pertumbuhan
melambat, batas bawah kecepatan tumbuh adalah 5cm/tahun decimal d. Tanda tanda pubertas
terlambat (payudara, menarche, rambut pubis, rambut ketiak, panjangnya testis dan volume testis e.
Wajah tampak lebih muda dari umurnya f. Pertumbuhan gigi yang terlambat 4. PEMERIKSAAN DAN
DIAGNOSIS Riwayat Antenatal, Natal dan Postnatal, adanya keterlambatan pertumbuhan dan masurasi
dalam keluarga (pendek, menarche), penyakit infeksi kongential, KMK (kecil masa kehamilan), penyakit
kronis pada organ-organ (saluran cerna, kaardiovaskular, organ pernafasan dan ginjal) 5. PENGARUH
STUNTING PADA ANAK Menurut laporan UNICEF (1998) beberapa fakta terkait stunted dan
pengaruhnya adalah sebagai berikut: a. Anak-anak yang mengalami stunted lebih awal yaitu sebelum
usia enam bulan, akan mengalami stunted lebih berat menjelang usia dua tahun. Stunted yang parah
pada anakanak akan terjadi deficit jangka panjang dalam perkembangan fisik dan mental sehingga tidak
mampu untuk belajar secara optimal di sekolah, dibandingkan anakanak dengan tinggi badan normal.
Anak-anak dengan stunted cenderung lebih lama masuk sekolah dan lebih sering absen dari sekolah
dibandingkan anak-anak dengan status gizi baik. Hal ini memberikan konsekuensi terhadap kesuksesan
anak dalam kehidupannya dimasa yang akan datang. b. Stunted akan sangat mempengaruhi kesehatan
dan perkembanangan anak. Faktor dasar yang menyebabkan stunted dapat mengganggu pertumbuhan
dan perkembangan intelektual. Penyebab dari stunted adalah bayi berat lahir rendah, ASI yang tidak
memadai, makanan tambahan yang tidak sesuai, diare berulang, dan infeksi pernapasan. Berdasarkan
penelitian sebagian besar anak-anak dengan stunted mengkonsumsi makanan yang berada di bawah
ketentuan rekomendasi kadar gizi, berasal dari keluarga miskin dengan jumlah keluarga banyak,
bertempat tinggal di wilayah pinggiran kota dan komunitas pedesaan. c. Pengaruh gizi pada anak usia
dini yang mengalami stunted dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kognitif  yang
kurang. Anak stunted pada usia lima tahun cenderung menetapsepanjang hidup, kegagalan
pertumbuhan anak usia dini berlanjut pada masa remaja dan kemudian tumbuh menjadi wanita dewasa
yang stunted dan mempengaruhi secara langsung pada kesehatan dan produktivitas, sehingga
meningkatkan peluang melahirkan anak dengan BBLR. Stunted terutama berbahaya pada perempuan,
karena lebih cenderung menghambat dalam proses pertumbuhan dan berisiko lebih besar meninggal
saat melahirkan. 6. PENCEGAHAN a. Pemberian ASI secara baik dan tepat disertai dengan pengawasan
berat badan secara teratur dan terus menerus b. Menghindari pemberian makanan buatan kepada anak
untuk mengganti ASI sepanjang ibu masih mampu menghasilkan ASI, terutama pada usia dibawah
empat bulan c. Meningkatkan pendapatan keluarga yang dapat dilakukan dengan upaya
mengikutsertakan para anggota keluarga yang sudah cukup umur untuk bekerja dengan diimbangi
dengan penggunaan uang yang terarah dan efisien. Cara lain yang dapat ditempuh ialah pemberdayaan
melalui peningkatan keterampilan dan kewirausahaan d. Meningkatkan intensitas komunikasi informasi
edukasi (KIE) kepada masyarakaat, terutama para ibu mengenai pentingnya konsumsi zat besi yang
diatur sesuai kebutuhan. Hal ini dapat dikoordinasikan dengan kegiatan posyandu. 7. Penanggulangan a.
Periode yang paling kritis dalam penanggulangan stunting dimulai sejak janin dalam kandungan sampai
anak berusia 2 tahun yang disebut dengan periode emas (seribu hari pertama kehidupan). Oleh karena
itu perbaikan gizi diprioritaskan pada usia seribu hari pertama kehidupan yaitu 270 hari selama
kehamilannya dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkannya. b. Secara langsung
masalah gizi disebabkan oleh rendahnya asupan gizi dan masalah kesehatan. Selain itu asupan gizi dan
masalah kesehatan merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Adapun pengaruh tidak langsung
adalah ketersediaan makanan, pola asuh dan ketersediaan air minum (bersih), sanitasi dan pelayanan
kesehatan. Seluruh faktor penyebab ini dipengaruhi oleh beberapa akar masalah  yaitu kelembagaan,
politik dan ideologi, kebijakan ekonomi, dan sumberdaya, lingkungan, teknologi, serta kependudukan. c.
Berdasarkan faktor penyebab masalah gizi tersebut, maka perbaikan gizi dilakukan dengan dua
pendekatan yaitu secara langsung (kegiatan spesifik) dan secara tidak langsung (kegiatan sensitif).
Kegiatan spesifik umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan seperti PMT ibu hamil KEK, pemberian
tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan, imunisasi TT, pemberian vitamin A pada ibu nifas. Untuk
bayi dan balita dimulai dengan inisiasi menyusu dini (IMD), ASI eksklusif, pemberian vitamin A,
pemantauan pertumbuhan, imunisasi dasar, pemberian MP-ASI. Sedangkan kegiatan yang sensitif
melibatkan sektor terkait seperti penanggulangan kemiskinan, penyediaan pangan, penyediaan
lapangan kerja, perbaikan infrastruktur (perbaikan jalan, pasar), dll d. Kegiatan perbaikan gizi
dimaksudkan untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Menurut penelitian yang dilakukan oleh
Multicentre Growth Reference Study (MGRS)  Tahun 2005 yang kemudian menjadi dasar standar
pertumbuhan internasional, pertumbuhan anak sangat ditentukan oleh kondisi sosial ekonomi, riwayat
kesehatan, pemberian ASI dan MP-ASI. Untuk mencapai pertumbuhan optimal maka seorang anak perlu
mendapat asupan gizi yang baik dan diikuti oleh dukungan kesehatan lingkungan. e. Penanggulangan
stunting yang paling efektif dilakukan pada seribu hari pertama kehidupan, meliputi : 1) Pada ibu hamil 
Memperbaiki gizi dan kesehatan Ibu hamil merupakan cara terbaik dalam mengatasi stunting. Ibu hamil
perlu mendapat makanan yang baik, sehingga apabila ibu hamil dalam keadaan sangat kurus atau telah
mengalami Kurang Energi Kronis (KEK), maka perlu diberikan makanan tambahan kepada ibu hamil
tersebut.  Setiap ibu hamil perlu mendapat tablet tambah darah, minimal 90 tablet selama kehamilan.
 Kesehatan ibu harus tetap dijaga agar ibu tidak mengalami sakit 2) Pada saat bayi lahir  Persalinan
ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu bayi lahir melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). 
Bayi sampai dengan usia 6 bulan diberi Air Susu Ibu (ASI) saja (ASI Eksklusif) 3) Bayi berusia 6 bulan
sampai dengan 2 tahun  Mulai usia 6 bulan, selain ASI bayi diberi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
Pemberian ASI terus dilakukan sampai bayi berumur 2 tahun atau lebih. Bayi dan anak memperoleh
kapsul vitamin A, taburia, imunisasi dasar lengkap.  Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus
diupayakan oleh setiap rumah tangga. Dengan kata lain stunting dapat diketahui bila seorang balita
sudah ditimbang berat badannya dan diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan
standar, dan hasilnya berada dibawah normal. Jadi secara fisik balita akan lebih pendek dibandingkan
balita seumurnya.