Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD

RUANG LINGKUP AKUNTANSI PERBANKAN DAN LAPORAN KEUANGAN


BANK

OLEH :

NI PUTU IKA WAHYUDIANA PUTRI 1807531127 (05)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2020
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI................................................................................................................... i

BAB I PEMBAHASAN ................................................................................................. 1

1.1 Ruang Lingkup Akuntansi Perbankan......................................................... 1

1.2 Laporan Keuangan Bank ............................................................................. 3

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 6

i
BAB I

PEMBAHASAN

1.1 RUANG LINGKUP AKUNTANSI PERBANKAN


A. Pengertian Akuntansi Perbankan
Akuntansi Perbankan merupakan salah satu proses akuntansi bank yang
meliputi pencatatan, pengklarifikasian, penilaian dan penafsiran data keuangan bank
yang dilakukan secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan pihak yang
berkepentingan baik intern ataupun ekstern. Laporan keuangan bank dalam akuntansi
perbankan pun harus sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterima
secara luas atau teknik pembukuan, posting dan pencatatan semua transaksi yang
dilakukan dalam kegiatan operasional suatu Bank.
B. Pedoman Sistem Akuntansi Perbankan
Berkaitan dengan dilaksanakan penyempurnaan oleh Ikatan Akuntan Indonesi
tentang beberapa Standar Akuntansi Keuangan yang sekarang berlaku, maka
Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang adalah penjabaran dari PSAK
yang berkaitan pada industri perbankan juga harus disesuaikan, penyesuaiannya
termasuk dengan penerbitan PSAK NO. 50 (revisi 2006) tentang Instrumen
Keuangan, Penyajian dan Pengungkapan, dan juga PSAK No. 55 (revisi 2006)
tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran yang berlaku dari Januari
2010.
C. Tujuan Akuntansi Perbankan
Tujuan dari penyusunan Pedoman Akuntansi Perbankan antara lain :
1) Membantu pengguna dalam menyusun laporan keuangan agar sesuai dengan
tujuannya yaitu untuk pengambilan keputusan investasi san kredit, menilai
prospek arus kas, memberikan informasi atas sumber daya ekonomi.
2) Menciptakan keseragaman dalam penerapan perlakuan akuntansi dan penyajian
laporan keuangan.
3) Menjadi acuan minimum yang harus dipenuhi oleh perbankan dalam menyusun
laporan keuangan.

1
D. Ruang Lingkup Penerapan Akuntansi Perbankan
Akuntansi perbankan disusun dan diberlakukan bagi perbankan Indonesia
termasuk bank pengkreditan rakyat dan lembaga/badan lain yang menjalankan satu
atau lebih kegiatan perbankan. Disamping itu, perlakuan akuntansi untuk lembaga
atau perusahaan lain yang melakukan sebagian kegiatan perbankan juga harus
mengacu pada pernyataan akuntansi ini.
E. Persamaan Dasar Akuntansi Perbankan
Persamaan dasar akuntansi dibangun pemahamaan antara hak dan kewajiban.
Hak merupakan kekayaan/aktiva/asset, hak tersebut ada karena telah timbul
kewajiban. Konsep akuntansi menghendaki keseimbangan antara hak dan
kewajiban.oleh karena itu, setiap pertambahan kewajiban bank harus diikuti
peningkatan hak atau asset. Secara umum persamaannya adalah :

Hak = Kewajiban

Aktiva = Pasiva

Kewajiban bank terdiri atas kewajiban terhadap pihak eksternal (kreditor/pemberi


dana/deposan) dan kewajiban terhadap pihak internal (pemilik modal). Dengan
demikian persaman dapat diperluas menjadi :

Aktiva = Hutang + Modal

Bila bank melakukan aktivitas maka akan memperoleh pedapatan dan mengeluarkan
biaya. Selisih pendapatan dengan biaya merupakan laba bank yang menjadi
komponen modal bank. Untuk itu persamaanya menjadi :

Aktiva = Hutang + Modal + Pendapatan – Biaya


Atau
Aktiva + Biaya = Hutang + Modal + Pendapatan

2
F. Sistematika Rekening Bank
Sistematika rekening bank disusun dengan menggunakan digit tertentu. Pada
digit pertama berisi rubric rekening, digit kedua berupan identifikasi jenis valuta,
digit ketiga berisi kelompok rekening group,digit keempat berisi kelompok rekening
subgroup dan digit kelima dan seterusnya berisi berupa rincian atau rekening
individual. Pengelompokan rekening selanjutnya didasarkan pada sifat dan fungsi
rekening. Pengelompoka ini dimaksud agar dapat menggambarkan posisi aktiva,
kewajiban, modal, pendapatan, beban, komitmen, dan kontijensi.
1.2 LAPORAN KEUANGAN BANK
A. Pengertian Laporan Keuangan Bank
Pengertian Laporan Keuangan Bank adalah laporan keuangan yang disusun
sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap pihak-pihak yang
berkepentingan dengan kinerja keuangan bank yang dicapai selama periode tertentu.
B. Format Laporan Keuangan Bank
1) Format Neraca
 Penempatan Pada Bank Indonesia
Penempatan pada Bank Indonesia disajikan secara terperinci yang
bertujuan untuk memberikan informasi posisi giro BI dan SBI yang
dimiliki bank yang bersangkutan sebagai sumber likuiditas.
 Giro
Giro pada bank lain dan penempatan pada bank lain disajikan dalam mata
uang asing dan rupiah secara terpisah. Tujuannya adalah memudahkan
user untuk mendeteksi Net Open Position (NOP).
 Surat Berharga dan Obligasi
Surat berharga pada bank lain dan obligasi pemerintah disajikan menurut
durasi waktu kepemilikannya. Ini penting untuk mendeteksi jumlah yang
difokuskan untuk mencari pendapatan dan jumlah yang menjadi sumber
likuiditas melalui perdagangan obligasi. Surat berharga juga disajikan
secara terpisah menurut valuta asing dan rupiah agar mudah dideteksi net
open position.

3
 Kredit
Kredit yang diberikan disajikan secara terpisah menurut terkait dan tidak
terkait dengan bank. Tujuannya untuk pengawasan kinerja bank.
 Pos Deposito
Pos deposito berjangka disajikan dengan memisahkan antara deposito
untuk pihak-pihak terkait dengan bank dan pihak lainnya. Pemisahan ini
bertujuan untuk mendeteksi apakah terjadi penghimpunan dana yang
berasal dari kelompok perusahaan sendiri.
 Penyisihan Penghapusan Aktiva
Penyajian penyisihan penghapusan aktiva produktif yang terpisah
menurut jenis aktiva produktif. Pemisahan ini bertujuan untuk mendeteksi
kualitas aktiva produktif dari masing-masing jenis aktiva produktif.
2) Format Laporan Laba Rugi
Format laporan laba rugi biasanya menggunakan bentuk multiple step atau
berjenjang. Jumlah pendapatan bunga bersih akan mengindikasikan tingkat
spread yang terjadi di bank yang bersangkutan. Laba bersih harus menghitung
laba kotornya terlebih dahulu, baru kemudian memperhitungkan laba bersih
dengan menghitung pendapatan dan biaya di luar bunga. Dengan
memperhitungkan pendapatan dan beban operasional maka selanjutnya dapat
ditentukan pendapatan operasional bank. Penyajian biaya operasional dan beban
operasional secara berjenjang akan memudahkan user dalam menentukan rasio
biaya operasional terhadap pendapatan operasional.
3) Format Laporan Komitmen dan Kontinjensi
Laporan ini dikenal juga dengan rekening administratif. Laporan ini disajikan
secara terpisah antara komitmen dengan kontinjensi yang dirinci menurut tagihan
dan kewajiban secara urut dengan memperhatikan kemungkinan pengaruhnya
terhadap neraca. Hal tersebut mempermudah deteksi transaksi off balanced dan
posisinya.
C. Jenis Laporan Keuangan Bank
1) Laporan Keuangan Bulanan

4
Laporan keuangan bank bulanan adalah laporan keuangan bank secara individu
yang merupakan gabungan antara kantor pusat bank dengan seluruh kantor bank
yang disajikan satu periode pada setiap akhir bulan dari Januari hingga bulan
Desember.
2) Laporan Keuangan Triwulanan
Laporan keuangan triwulanan adalah laporan keuangan bank yang disajikan dua
periode sekaligus yaitu, posisi tanggal laporan dan posisi sebelumnya baik untuk
bank yang bersangkutan maupun laporan konsolidasinya. Laporan keuangan bank
triwulanan yang wajib disajikan adalah laporan keuangan untuk posisi akhir
Maret, Juni, September, dan Desember. Agar laporan keuangan bank dapat
diperbandingkan, maka perlu ditetapkan bentuk dan cakupan penyajian yang
didasarkan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang relevan
untuk industri perbankan. Kemudian juga Pedoman Akuntansi Perbankan
Indonesia serta ketentuan dan pedoman yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
3) Laporan Keuangan Tahunan
Laporan keuangan bank tahunan adalah laporan keuangan bank tahunan untuk
memberikan informasi berkala mengenai kondisi bank secara menyeluruh,
termasuk perkembangan usaha dan kinerja bank. Seluruh informasi tersebut
diharapkan dapat meningkatkan transparansi kondisi keuangan bank kepada
publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan. Selain
disampaikan kepada pemegang saham dan Bank Indonesia, laporan tahunan bank
wajib pula disampaikan kepada lembaga lain yang berkepentingan terhadap
perkembangan usaha bank, seperti :
 Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
 Lembaga pemeringkat di Indonesia
 Asosiasi perbankan di Indonesia
 Institut Bankir Indonesia
 Lembaga penelitian di bidang ekonomi dan keuangan

5
DAFTAR PUSTAKA

Wadio. 2020. “Mengenal laporan Keuangan Bank: Pengertian, Jenis, Format, Dan Contoh”,
https://manajemenkeuangan.net/laporan-keuangan-bank/, diakses pada 27 September 2020.

Adnyani, Ari. 2017. “Ruang Lingkup Akuntansi Perbankan”,


https://www.scribd.com/document/360918348/RUANG-LINGKUP-AKUNTANSI-
PERBANKAN, diakses pada 27 September 2020.

Sarjana Ekonomi. 2020. “Akuntansi Perbankan”, https://sarjanaekonomi.co.id/akuntans i-


perbankan/, diakses pada 27 September 2020.

Seputar Pengetahuan. 2017. “Pengertian Akuntansi Perbankan Pedoman Sistem, Dasar,


Metode, Penerapan, Tujuan & Persamaannya”,
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/09/pengertian-akuntansi-perbankan-pedoman-
sistem-dasar-dasar-metode-penerapan-tujuan-persamaan.html, diakses pada 26 September
2020.