Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD

AKUNTANSI KLIRING DAN GIRO

OLEH :

NI PUTU IKA WAHYUDIANA PUTRI 1807531127 (05)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2020
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI................................................................................................................... i

BAB I PEMBAHASAN ................................................................................................. 1

1.1 Akuntansi Unit Teller......................................................................................... 1

1.2 Akuntansi Unit Giro ........................................................................................... 2

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 6

i
BAB I

PEMBAHASAN

1.1 AKUNTANSI UNIT TELLER


A. Pengertian Teller
Teller merupakan karyawan atau petugas bank yang bertanggungjawab
terhadap lalu lintas uang tunai. Teller juga dapat diartiakan sebagai kuasa kas terbatas,
karena dalam jumlah uang tertentu teller dapat melakukan transakasi secara langsung.
Maksud dan tujuan dari adanya seorang teller yakni terbentuknya suatu hubungan
pelayanan yang langsung, cepat, dan aman antara petugas bank dengan para
nasabahnya.
B. Jenis Teller
1) Corporate Teller, merupakan teller yang hanya melaksanakan pembayaran
kepada dan menerima setoran dari nasabah perusahaan.
2) Individual Account Teller, merupakan teller yang hanya melaksanakan
pembayaran kepada dan menerima setoran dari nasabah perorangan.
3) Non Cash Teller, merupakan teller yang hanya melaksanakan penerimaan
setoran nontunai.
4) Foreign Exchange Teller, merupakan teller yang hanya melaksanakan
pembayaran dan menerima setoran tunai valuta asing.
5) Local Currency Teller, merupakan teller yang melaksanakan pembayaran dan
penerimaan setoran tunai dalam mata uang negara setempat.
6) Express Teller, merupakan teller yang hanya melaksanakan pembayaran tunai di
bawah nilai nominal tertentu. Dalam hal ini rekening giro nasabah secara otomatis
dianggap cukup untuk meliput cek yang bersangkutan.
7) Mixed Transaction Teller, merupakan teller yang melaksanakan segala macam
jenis transaksi.
8) Special Teller, merupakan teller yang hanya melaksanakan pembayaran dan
penerimaan setoran dengan nilai nominal yang sangat besar.
C. Kegiatan Teller

1
1) Memeriksa identitas nasabah (petugas counter)
2) Meneliti keabsahan tanda tangan dan warkat (petugas specimen)
3) Mengesahkan tanda terima setoran dalam batas wewenangnya (pejabat kas)
4) Membayar dan menerima uang tunas (kasir)
D. Contoh Akuntansi untuk Teller
1) Transaksi saat pembukaan cabang
Bank Bunga melakukan setoran modal awal sebesar Rp 2.000.000.000. Jurnal
transaksinya :
Kas (D) Rp 2.000.000.000
Modal Bank (K) Rp 2.000.000.000
2) Transaksi harian dan unit teller (setoran tunai nasabah)
 Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening giro
secara tunai Rp 3.000.000. Jurnal transaksinya :
Kas (D) Rp 3.000.000

Rekening Giro (K) Rp 3.000.000

 Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening


tabungan secara tunai Rp 20.000.000. Jurnal transaksinya :

Kas (D) Rp 20.000.000

Rekening tabungan nasabah (K) Rp 20.000.000

1.2 AKUNTANSI UNIT GIRO


A. Pengertian Giro
Pengertian simpanan giro atau yang lebih populer disebut rekening giro
menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November
1998 adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan
menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah lainnya atau dengan cara pemindah
bukuan. Sedangkan pengertian simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh
masyarakat kepada bank dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito,
tabungan atau yang dapat dipersamakan dengan itu.

2
Giro merupakan simpanan masyarakat pada bank yang penarikannya dapat
dilakukan dengan menggunakan cek, surat perintah bayar yang lain, bilyet giro, atau
surat pemindahbukuan yang lain.
B. Jenis Giro
1) Giro Swasta, giro yang dimiliki oleh perseorangan, kelompok, instansi swasta,
yayasan social dan Badan Non Pemerintahan lainnya.
2) Giro Pemerintah, giro yang dimiliki oleh instansi pemerintah misalnya giro
kelurahan, giro departemen, giro dinas perpajakan, dsb.
C. Mutasi Pada Rekening Giro
1) Mutasi Debet, adalah mutasi yang mengakibatkan terjadi penurunan saldo
rekening nasabah yang disebabkan karena adanya penarikan dana, misalnya
penarikan tunai dengan menggunakan cek, pembebanan biaya administrasi
bulanan, pembebanan buku cek/BG.
2) Mutasi Kredit, adalah mutasi yang mengakibatkan terjadi penambahan jumlah
saldo nasabah yang disebabkan karena adanya setoran dana. Misalnya setoran
kliring, setoran tunai dan pemberian jasa giro.
D. Akuntansi untuk Transaksi Giro
Apabila seorang nasabah membuka rekening giro, maka nasabah akan
dikenakan biaya buku cek dan BG, pembukuan rekening giro dapat dilakukan dengan
cara tunai, setor kliring atau transfer dan amanat (RAK). Untuk pencatatan taransaksi
secara tunai dilakukan oleh petugas teller, sementra yang lainnya dilakukan oleh
petugas giro. Untuk lebih jelas pencatatan transaksi ke dalam jurnal dapat dilihat
sebagai berikut :
1) Transaksi pembukaan rekening giro dan penyetoran :
 Setoran Tunai
Tn. Toni adalah calon nasabah Bank Mandiri ingin membuka rekening
giro pada Cabang Denpasar dengan melakukan setoran tunai sebagai
setoran awal rekening gironya sebesar Rp 100.000.000 dan biaya
administrasi untuk buku cek sebesar Rp 50.000. Berikut adalah jurnalnya
:

3
Kas (D) Rp. 100.050.000
Giro Tn. Toni (K) Rp 100.000.000
Persediaan buku cek (K) 50.000
 Melalui Over Booking
Seorang nasabah ingin menbuka rekening giro sebesar Rp. 50.000.000
dana tersebut berasal dari tabungannya pada Bank Asia. Jurnal
transaksinya :
Rekening Tabungan Nasabah (D) Rp. 50.000.000
Rekening Giro Nasabah (K) Rp. 50.000.000
a) Pembukaan Rekening Giro Melalui Penyetoran Kliring
Seorang nasabah giro Bank Asia menyerahkan BG Bank Surabaya
sebesar Rp 20.000.000 untuk disetor kerekening gironya. Hasil kliring
berhasil. Jurnal transaksinya :
BI- Giro (D) Rp 20.000.000
Rekening Giro Nasabah (K) Rp 20.000.000
b) Pembukaan Rekening Giro melalui Rekening Antar Kantor
(RAK)
Seorang nasabah hendak membuka rekening giro pada Bank Asia
cabang Bali sebesar Rp. 200.000.000 dana tersebut diterima dari Bank
Asia Cabang Jakarta. Jurnal transaksinya :
Rekening Antar Kantor (RAK) (D) Rp. 200.000.000
Rekening Giro nasabah (K) Rp 200.000.000
2) Penarikan Rekening Giro
 Penarikan Rekening Giro Melalui Over Booking
Nasabah Giro atas nama Tn. Budi melakukan penarikan cek dengan No.
Cek 11.222.34 sebesar Rp. 80.000.000 dana tersebut disetor ke tabungan
anaknya pada bank yang sama. Jurnal Transaksinya :
Rekening Giro Nasabah (D) Rp 80.000.000
Rekening Tabungan Nasabah (K) Rp 80.000.000
 Penarikan giro melalui RAK

4
Seorang nasabah Asia cabang Gianyar melakukan penarikan dananya
dengan menerbitkan cek Rp 200.000.000 di Cabang Surabaya. Jurnal
Transaksinya :
RAK (D) Rp 200.000.000
Kas (K) Rp 200.000.000
3) Pencadangan Jasa Giro
Pada setiap akhir bulan melakukan pencadangan jasa giro nasabah. Hal ini
dilakukan untuk memperkirakan hasil usaha yang akan diterima pada akhir bulan
atau akhir tahun. Bank Asia melakukan pencadangan jasa Giro nasabah untuk
periode September 2018 sebesar Rp 2.000.500.000. Jurnal Transaksinya :
BBL – Jasa Giro (D) Rp 2.000.500.000
KS Jasa Giro (K) Rp 2.000.500.000
4) Riversing Jasa Giro Nasabah
Setiap pencadangan jasa giro yang dilakukan bank pada akhir bulan, maka setiap
awal bulan harus dinihilkan kembali. Hal ini karena pada setiap awal bulan
pembayaran jasa giro nasabah dilakukan secara riil. Bank Asia melakukan
riversing jasa giro nasabah pada awal bulan (tanggal 1 Februari 2017) sebesar Rp
500.000.000. Jurnal transaksinya :
KS Jasa Giro (D) Rp. 500.000.000
BBL Jasa Giro (K) Rp 500.000.000
5) Pembebanan Administrasi Bulanan
Setiap nasabah giro akan dikenakan biaya bulanan berupa biaya administrasi
bulanan. Setiap Bank dalam membebani biaya bulanan berbeda satu dengan yang
lain. Ada yang Rp 30.000 ada juga yang mencapai Rp 50.000. Seorang nasabah
giro Bank Asia dikenakan biaya administrasi Rp 40.000 untuk bulan Agustus
2019. Jurnal Transaksinya :
Rekening Giro Nasabah (D) Rp 40.000
POL Administrasi Giro (K) Rp 40.000

5
DAFTAR PUSTAKA

https://dokumen.tips/documents/akuntansi-unit-teller-dan-giro.html

Dimarcia, Floriani Ria. 2014. “Akuntansi Unit Teller Dan Giro”,


https://www.scribd.com/doc/240005603/Akuntansi-Unit-Teller-DAN-GIRO, diakses pada
28 September 2020.

Muthalib, Moch. Gunawan. 2012. “Akuntansi Unit Teller”,


http://unit3ekis.blogspot.com/2012/03/akuntansi-unit-teller_25.html, diakses pada 28
September 2020.