Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI PERBANKAN & LPD

“Akuntansi Kredit yang Diberikan”

OLEH :

NI PUTU IKA WAHYUDIANA PUTRI 1807531127 / 05

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

AKUNTANSI

2020
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................................... i

BAB I PEMBAHASAN ......................................................................................................... 1

1.1 Pengertian Kredit .................................................................................................... 1

1.2 Jenis-Jenis Kredit Yang Diberikan.......................................................................... 1

1.3 Pembungaan Kredit ................................................................................................. 2

1.4 Akuntansi Perkreditan ............................................................................................ 4

1.5 Perlakuan Akuntansi Kredit Bunga ........................................................................ 5

1.6 Kredit Sindikasi (Pembiayaan Bersama)................................................................. 5

1.7 Rekstrukturisasi Kredit ........................................................................................... 5

1.8 Perlakuan Akuntansi Restruturisasi Kredit ............................................................ 5

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................. 6

i
BAB I
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Kredit
Kredit yang diberikan oleh bank dapat didefinisikan sebagai penyediaan uang atau tagihan
yang dapat dipersamakan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara
bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak meminjam untuk melunasi hutangnya setelah
jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keuntungan. Bank
dapat memberikan kredit kalau memiliki dana yang sama dengan itu, bank terlibat kesepakatan
dengan calon debitur baik volume, tingkat bunga, jangka waktu maupun agunan. Bagi bank
persetujuan kredit merupakan komitmen yang tak bias dibatalkan begitu juga bagi debitur.
Disamping itu setelah kredit dikucurkan bank selalu harus memantau kualitas kredit. Semakin
lama jangka waktu kredit umumnya semakin besar risikonya.

1.2 Jenis-Jenis Kredit Yang Diberikan


a) Jenis Kredit Menurut Bentuk
1) Kredit Rekekning Koran, debitur diberi hak menarik dana dari rekening korannya
sampai dengan sebesar plafond yang ditetapkan Bank. Pelunasan pokok kredit
dilaksanakan pada saat jatuh tempo, dengan bunga kredit secara umum dihitung secara
harian berdasarkan outstanding credit atau dengan nilai rata-rata baki debet setiap
bulannya.
2) Installment Loan, kredit yang angsuran pokok bunganya dilakuakan secara teratur
menurut jadwal waktu yang telah disepakati antara bank dan debitur, dengan nilai
konstan selama berlangsungnya masa kredit tersebut.
b) Kredit Menurut Jangka Waktu
1) Kredit Jangka Pendek, kredit berjangka waktu kurang atau maksimum setahun.
2) Kredit Jangka Menengah, kredit yang berjangka waktu antara 1 sampai dengan 3
tahun,
3) Kredit jangka panjang, kredit yang berjangka waktu lebih dari 3 tahun.
c) Jenis Kredit Menurut Kegunaannya
1) Kredit Modal Kerja, kredit yang diberikan dengan tujuan untuk membiayai modal
kerja usaha,
2) Kredit Investasi, kredit yang diberikan untuk membiayai investasi suatu usaha.

1
3) Kredit Konsumsi, kredit yang diberikan untuk keperluan konsumsi. Kredit ini sering
disebut juga personal loan.

1.3 Pembungaan Kredit


a) Effective Rate atau Pembayaran Anuitas
Sistem pembayaran anuitas yang dilakukan pada setiap selang waktu yang teratur
dalam jumlah yang sama atau tetap disebut anuitas. Dengan metode ini nominal angsuran
bunga untuk setiap periode atau bulan akan menurun, sedangkan angsuran pokok akan
meningkat. Angsuran pokok dan bunga bila dijumlah setiap periode adalah sama besarnya.
Hal ini bisa digambarkan sebagai :

1) Anuitas Pembayaran pada setiap akhir periode angsuran (Postnumerando)


Kredit dengan angsuran pos numerando umumnya untuk kredit tunai, maksudnya
kredit yang direalisasi dalam bentuk uang. Contohnya kredit modal kerja, kredit
investasi dan kredit pegawai. Anuitas diperhitungkan dengan rumus :
Mx i
A=
1 − (1 + 𝑖) 𝑛

Keterangan :
A = Anuitas
M = Nilai kredit
i = tingkat suku bunga
n = Jangka waktu kredit
2) Angsuran Kredit diterima untuk setiap awal bulan (Prenumerando)
Bank juga memberikan kredit non tunai seperti kredit pemilihan rumah, kredit
mobil. Kredit semacam ini dibank maupun lembaga pembiayaan lainnya akan
menggunakan bunga efektif dengan angsuran prenumerando (awal bulan). Untuk
menentukan angsuran per bulan bila kredit diangsur setiap awal bulan akan
menggunakan rumus :
2
M
A=
[1 − 1 + 𝑖) −𝑛+1 ]
(
+1
𝑖

Keterangan :
A = Anuitas
M = Nilai Kredit
i = Tingkat suku bunga
n = Jangka waktu kredit
b) Sliding Rate
Angsuran pokok diperhitungkan tetap atau sama setiap angsuran. Sedangkan bunga
yang diperhitungkan menurun sejalan berkurangnya sisa kredit dengan demikian total
angsuran pokok dan bunga adalah semakin menurun selama periode angsuran. Rumus
untuk menghitung pokok angsuran adalah :
𝑴
𝒂=
𝒏

Keterangan :
a = angsuran pokok
M = Plafon kredit
n = Periode Kredit
Untuk menentukan angsuran bunga bisa digunakan perhitungan sebagai berikut

c) Flat rate
Perhitungan bunga dengan flat rate didasarkan pada hitungan bunga secara prorate
sesuai dengan jangka waktu kredit dan nominan kredit. Dengan demikin untuk menentukan
angsuran pokok dan bunga sangat sederhana. Praktik di bank bila menggunakan flat rate
umumnya akan menentukan tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan

3
menggunakan effective rate atau sliding rate, karena bila menentukan tingkat suku bunga
yang sama seperti pada sliding atau effective rate maka total angsuran menjadi sangat
mahal. Rumus untuk menentukan angsuran pokok dan bunga adalah :

Keterangan :

M = plafon kredit

i = tingkat suku bunga

t = jangka waktu kredit

N = jumlah bulan angsuran selama masa kredit

Untuk konversi bunga flat ke bunga efektif bisa menggunakan rumus :


𝟐𝒏𝒊
𝐓𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐁𝐮𝐧𝐠𝐚 𝐄𝐟𝐞𝐤𝐭𝐢𝐟 =
𝒏+𝟏

Keterangan :
n = periode angsuran
i = tingkat bunga flat

1.4 Akuntansi Perkreditan


Komitment kredit merupakan transaksi off balanced. Pada saat komitment kredit dipenuhi
atau bank melakukan pengucuran kredit (dropping) dana, maka komitment benar-benar telah
efektif. Dengan demikian seluruh rekening komitment kredit dimaksud harus dihapus atau di
kreditkan sebesar nilai yang di realisasikan. Saat realisasi kredit, bank akan memungut beban
terhadap debitur (pendapatan bagi bank) yang berasal dari biaya provisi, biaya administrasi,
biaya taksasi jaminan, biaya asuransi, dan sebagainya. Akuntansi untuk debitur meliputi
beberapa prosedur pencatatan, yaitu persetujuan dan pemberian pagu kredit, penarikan cek
oleh nasabah debitur, pembebanan bunga debitur kepada nasabah debitur, pelunasan pokok
debitur, wanprestasi pembayaran bunga oleh nasabah debitur, dan penilaian debitur pada

4
neraca. Khusus untuk pencatatan bunga debitur dapat dilakukan baik secara cash basis maupun
accrual basis.

1.5 Perlakuan Akuntansi Kredit Bunga


Perlakuan akuntansi bunga kredit tergantung kualitas kredit, bila kredit lancar bank dapat
menerapkan accrual basic, artinya bank dapat mencatat pendapatan bunga pada saat pelaporan.
Bunga yg belum jatuh tempo dicatat sbg piutang bunga. Namun bagi kredit yg bermasalah
(DPK, kurang lancar, diragukan, macet), maka pendapatan bunga diperlakukan sebagai cash
basic. Dengan demikian pendapatan bunga yg belum dibayar debitur, dicatat dlm rekening
administratif (kontijensi tagihan).

1.6 Kredit Sindikasi (Pembiayaan Bersama)


Pembiayaan bersama merupakan wewenang kantor pusat selaku unit usaha yang
melakukan pembiayaan proyek tertentu. Hubungan kerja sama yang horizontal ini ditunjukka n
melalui penyertaan pembiayaan tiap-tiap bank pada proyek tersebut. Contohnya pada
konsorsium, co-financing, dan kredit sindikasi. Secara umum kredit sindikasi memiliki ciri-
ciri, melibatkan lebih dari satu lembaga keuangan atau bank, mempunyai syarat-syarat dan
ketentuan yang sama bagi masing-masing peserta, hanya ada satu dokumentasi kredit yang
menjadi pegangan bagi bank peserta, kerja sama ini diadministrasikan oleh satu agen yang
sama bagi semua bank peserta.

1.7 Rekstrukturisasi Kredit


Restrukturisasi kredit memungkinkan usaha debitur terus berjalan dan dana perbankan bisa
diselamatkan. Restrukturisasi kredit merupakan upaya yang dilakukan bank dalam kegiatan
usaha perkreditan agar supaya debitur dapat memenuhi kewajibannya yang dapat dilakukan
antara lain melalui penurunan suku bunga, pengurangan tunggakan bunga kredit, pengurangan
pokok kredit, dan lain-lain. Namun tidak semua debitur yang bermaslah dapat direstrukturisasi
kreditnya. Bank harus melihat prospek usaha debitur. Bank dapat melakukan restrukturisasi
kredit bila debitur memiliki prospek baik dan telah atau diperkirakan akan mengalami kesulitan
pembayaran pokok dan bunga kredit.

1.8 Perlakuan Akuntansi Restruturisasi Kredit


Perlakuan akuntansi restrukturasi kredit pada prinsipnya dilaksanakan sesuai dengan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 54 tentang Akuntansi Hutang Bermasalah.

5
DAFTAR PUSTAKA
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318570/pendidikan/bab-10-akuntansi-kredit-yang-
diberikan.pdf
http://wwwjotang.blogspot.com/2018/02/akuntansi-perbankan-bab-kredit-yang.html
https://www.academia.edu/11488675/AKUNTANSI_KREDIT_YANG_DIBERIKAN