Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS

PSIKOTIK AKUT

TALIB
I. RIWAYAT PSIKIATRI

A. Identitas Pasien

Nama : Tn. H
Usia : 43 tahun
Alamat : Neglasari
Pendidikan terakhir : SMP
Pekerjaan : Pedagang
Status marital : Menikah
Agama : Islam
Suku : Sunda
Tanggal Pemeriksaan : 28 Januari 2021

B. Keluhan Utama

Mengamuk

C. Riwayat Penyakit Sekarang

Sejak kurang lebih 3 hari yang lalu pasien mengamuk. Marah marah

kepada keluarga dan orang lain. Kejadian diduga karena pendapatan pasien

yang menurun dan ditipu oleh aplikasi online yang menjanjikan uang hadiah.

Pasien terlihat gelisah, mondar mandir di rumahnya, tidak bisa tidur

dan tidak mau makan1. Pasien sering meludahi orang lain yang lewat di

dekat pasien. Pasien juga sempat mengancam akan memukul orang lain.

Pasien juga merusak barang barang di rumah. Kadang pasien juga terlihat

sedih sampai menangis saat sendirian.

Ketika diajak bicara pasien tidak nyambung dan sulit dimengerti 2.

Kadang pasien juga berbicara sendiri sambil marah marah. Pasien

mengatakan mendengar suara yang menjelek jelekan dirinya karena

tidak pandai dalam berdagang3.


*Catatan simptomatologi

1. Agitasi :  perasaan marah dan gelisah yang dipicu oleh suatu kondisi atau

bahkan atau tanpa pemicu sama sekali.

2. Assosiasi longgar : suatu gangguan progresi pikir dimana pikiran berpindah

dari satu subjek satu ke lainnya tanpa kejadian yang berhubungan

3. Halusinasi dengar : presepsi palsu akan bunyi

D. Riwayat Penyakit Dahulu

1. Riwayat Gangguan Mental dan Emosi

Riwayat gangguan mental dan emosi sebelumnya disangkal

2. Riwayat Gangguan Psikosomatik

Riwayat gangguan psikosomatik sebelumnya disangkal

3. Riwayat Kondisi Medik

- Riwayat tekanan darah tinggi disangkal


- Riwayat kencing manis disangkal

4. Riwayat Trauma Kepala

Riwayat trauma kepala disangkal.

5. Riwayat Gangguan Neurologis

Riwayat stroke sebelumnya disangkal

6. Riwayat Penyalahgunaan Alkohol dan Zat Psikoaktif Lain

Riwayat penyalahgunaan alkohol dan zat psikoaktif lain disangkal

E. Riwayat Keluarga

Riwayat penderita gangguan jiwa di keluarga disangkal

F. Riwayat Kehidupan Pribadi

1. Masa Prenatal dan Perinatal

Masa prenatal dan perinatal pasien normal sesuai usianya.


1. Masa Kanak-kanak Awal (sampai dengan usia 3 tahun)

Masa kanak-kanak awal perkembangan normal sesuai usianya.

2. Masa Kanak-kanak Pertengahan (usia 3 sampai 11 tahun)

Masa kanak-kanak awal pertengahan normal sesuai usianya.

3. Masa Kanak-kanak Akhir (prapubertas hingga remaja)

Masa remaja pasien normal sesuai usianya

4. Masa Dewasa

Pasien bukan termasuk pribadi yang emosional dan lekas marah. Pasien jarang
menceritakan masalah pribadinya. Pasien menikah dengan wanita pilihannya dan
dikarunuai 2 orang anak yang sehat. Pasien berdagang makanan berkeliling terutama di
sekitar kampungnya.
I. PEMERIKSAAN STATUS PSIKIATRIK

Pemeriksaan status psikiatrik dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2020

A. Penampilan

1. Identifikasi pribadi

Roman muka tampak hostile, kontak ada, rapport inadekuat, sikap

terhadap pemeriksa iritabel, dekorum cukup.

2. Perilaku dan aktivitas psikomotor

Saat diperikas Pasien terfiksasi karena agresif dan impulsif

3. Gambaran umum

Pasien seorang laki-laki, berperawakan sedang, tampak sesuai usia, kulit

kuning langsat, rambut pendek, tampak cukup bersih

B. Bicara

Menjawab pertanyaan dengan spontan, kecepatan bicara normal, irrelevan,

intonasi tinggi , artikulasi dan verbalisasi jelas.

G. Emosi

1. Mood : disforik

2. Afek : luas dan serasi

H. Pikiran dan Persepsi

1. Bentuk Pikiran : tidak realistik

2. Isi Pikiran : tidak ditemukan waham

3. Proses Pikiran : assosiasi longgar

4. Gangguan Persepsi : halusinasi dengar

I. Sensorium dan Kognisi

1. Kesadaran : Compos Mentis

2. Orientasi
a. Waktu : baik

b. Tempat : baik

c. Orang : baik

3. Konsentrasi dan perhatian : distraktibilitas

4. Memori

a. Jangka pendek : baik


b. Jangka panjang (baru) : baik
c. Jangka panjang (Remote) : baik

G. Wawasan terhadap penyakit


Tilikan derajat 1 : penyangkalan total atas penyakitnya

H. Defense Mechanism
Denial

II. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH

LANJUT Pemeriksaan fisik tanggal 19 Oktober

2020.

Keadaan umum : sakit ringan

Kesadaran : sadar, kontak adekuat

Tekanan darah : 124/82

Nadi : 94 kali/ menit

Respirasi : 22 kali / menit

Suhu : 36,2o Celcius

Skala nyeri : Visual Analogue Scale = 0 (tidak ada nyeri)


Pemeriksaan Fisik

- Kepala : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, mukosa bibir dan

lidah basah, pernafasan cuping hidung (-), pupil bulat isokor +/+ 3 mm,

refleks cahaya +/+, facial kesan asimetri

- Leher : JVP 5 + 2 cmH2O, KGB tidak teraba membesar, retraksi -/-

- Thorax : Bentuk dan pergerakan simetris kanan dan kiri

- Cor : S1S2 tunggal, reguler. Bunyi jantung tambahan tidak ada

- Pulmo : Suara nafas vesiculer, vesicular breathing sound kanan = kiri,

ronkhi tidak ada, wheezing tidak ada

- Abdomen : datar, lembut, hepar dan lien tidak teraba, bising usus (+) normal

- Ekstremitas : akral hangat, edema pitting -/-

- Refleks Fisiologis : normal +/+ Refleks Patologis : tidak ada

Pemeriksaan Laboratorium

Hb : 13,5 sgot : 24

Ht : 41 sgpt : 28

Leukosit : 7800 ur : 18

Trombosit : 224.000 cr :1,2


GDS : 125
III. DIAGNOSIS MULTI AKSIAL

Aksis I : Gangguan psikotik polimorfik akut (F23.0)

Aksis II : Belum ada diagnosis

Aksis III : Belum ada diagnosis

Aksis IV : Masalah ekonomi

Aksis V : GAF Scale saat ini 60-51 (gejala sedang (moderate), disabilitas
sedang)
IV. PROGNOSIS

Quo ad vitam : ad bonam

Quo ad sanationam : ad dubia

V. TATALAKSANA

1. Non Farmakologis

 Hospitalisasi

 Psikoterapi suportif individu

2. Farmakologis :

- Haloperidol 2x5mg

- Lorazepam 1x2mg
TINJAUAN PUSTAKA
Psikotik akut

DEFINISI

Gangguan Psikotik Akut adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan
individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku
kacau/aneh dengat onset kejadian yang cepat (2 minggu atau kurang)

ETIOLOGI

Pasien dengan gangguan psikotik singkat yang pernah memiliki gangguan kepribadian
mungkin memiliki kerentanan biologis atau psikologis ke arah perkembangan gejala psikotik.
Secara psikodinamika terdapat mekanisme menghadapi (coping mechanism) yang tidak
adekuat dan kemungkinan adanya tujuan sekunder pada pasien dengan gejala psikotik. Teori
psikodinamika yang lainnya adalah bahwa gejala psikotik adaalh suatu pertahanan terhadap
fantasi yang dilarang, pemenuhan harapan yang tidak tercapai, atau suatu pelepasan dari situasi
psikosial tertentu.

Pedoman diagnosa

Menurut PPDGJ III


(a) Onset yang akut (dalam masa 2 minggu atau kurang)
(b) Adanya sindrom yang khas; (berupa polimorfik atau skizofrenia-like)
(c) Adanya stres akut yang terkait.
- Tidak memenuhi kriteria episode manik atau episode depresi
- Tidak ada sebab kelainan organik

Subtipe
1. Gangguan psikotik polimorfik akut
a. Onset harus akut (dari suatu keadaan nonpsikotik sampai keadaan psikotik yang jelas
dalam kurun waktu 2 minggu atau kurang.
b. Harus ada beberapa jenis halusinasi atau waham, yang berubah dalam jenis &
intensitasnya dari hari ke hari atau dalam hari yang sama.
c. Harus ada keadaan emosional yang sama beraneka ragamnya.
d. Walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam, tidak satupun dari gejala itu ada
secara cukup konsisten dapat memenuhi kriteria skizofrenia (F20.-) atau episode
manik (F30.-) atau episode depresif (F32.-).
2. Gangguan psikotik polimorfik akut dengan gejala skizofrenia
- Memenuhi kriteria a, b, c diatas yang khas untuk psikotik polimorfik akut (F23.0)
- Disertai gejala-gejala yang memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia (F20.-) yang
harus sudah ada untuk sebagian besar waktu sejak munculnya gambaran klinis
psikotik itu secara jelas
- Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk lebih dari 1 bulan maka
diagnosis harus diubah menjadi skizofrenia (F20.-).
3. Gangguan psikotik lir-skizofrenia
a. Onset gejala psikotik harus akut (2 minggu atau kurang, dari suatu keadaan
nonpsikotik menjadi keadaan yang psikotik)
b. Gejala-gejala yang memenuhi kriteria untuk skizofrenia (F20.-) harus sudah ada
untuk sebagian besar waktu sejak berkembangnya gambaran klinis yang jelas
psikotik.
c. Kriteria untuk psikosis polimorfik akut tidak terpenuhi
d. Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk lebih dari 1 bulan maka diagnosis
harus diubah menjadi skizofrenia (F20.-).
4. Gangguan psikotik akut lainnya dengan predominan waham
a. Onset dari gejala harus akut (2 minggu atau kurang dari keadaan nonpsikotik sampai
jelas psikotik)
b. Waham dan halusinasi harus sudah ada dalam sebagian besar waktu sejak
berkembangnya keadaan psikotik yang jelas
c. Baik kriteria skizofrenia (F20.0) maupun untuk gangguan psikotik polimorfik akut
(F23.-) tidak terpenuhi.
d. Kalau waham-waham menetap untuk lebih dari 3 bulan lamanya, maka diagnosis harus
diubah menjadi Gangguan Waham Menetap (F22.-). Apabila hanya halusinasi yang
menetap untuk lebih dari 3 bulan lamanya, maka diagnosis harus diubah menjadi
Gangguan Psikotik Nonorganik Lainnya (F28)
5. Gangguan psikotik akut dan sementara lainnya
6. Gangguan psikotik akut dan sementara YTT
Menurut DSM V
a. Ada satu (atau lebih) gejala berikut :
- Waham
- Halusinasi
- Bicara terdisorganisasi (misal; sering menyimpang atau inkoherensi).
- Prilaku terdisorganisasi jelas atau kaktatonik.
b. Lama suatu epiode gangguan adalah sekurangnya 1 hari tetapi kurang dari 1 bulan,
akhirnya kembali penuh kepada tingkat fungsi pramorbit.
c. Gangguan tidak lebih baik diterangkan oleh suatu gangguanmood dengan ciri psikotik,
gangguan skizoafektif atau skizofrenia dan bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat
(misalnya, obat yang disalahgunakan, suatu medikasi) atau kondisi medis umum.

PEMBAHASAN KASUS

Diagnosa

Pasien di diagnosa gangguan psikotik polimorfik akut karena keluhan dan gejala pasien
memenuhi kategori pedoman diagnostik dalam PPDGJ III

(d) Onset yang akut (dalam masa 2 minggu atau kurang)


(e) Adanya sindrom yang khas; (berupa polimorfik atau skizofrenia-like)
(f) Adanya stres akut yang terkait.
- Tidak memenuhi kriteria episode manik atau episode depresi
- Tidak ada sebab kelainan organik

Pada pasien ditemukan

7. Onset yang akut (3 hari SMRS)


8. Sindrom yang khas (polimorfik). Yaitu pada pasien ditemukan keadaan emosional
yang beraneka ragam (agresif dan menangis).

9. Adanya stess akut pada pasien (ditipu uang hadiah aplikasi online)

10. Adanya gejala psikotik yang dibuktikan dengan halusinasi dengar

11. Tidak ditemukan sebab organik akibat kondisi medis tertentu

Atas dasar temuan gejala tersebut pasien sudah memenuhi kriteria diagnosa gangguan
psikotik polimorfik akut

TATALAKSANA

1. Non farmakologi

Hospitalisasi

Dilakukan hospitalisasi pada pasien diperlukan untuk pemeriksaan dan perlindungan


pasien. Pemeriksaan pasien membutuhkan monitoring ketat terhadap gejala dan
pemeriksaan tingkat bahaya pasien terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Di samping
itu, lingkugan rumah sakit yang tenang dan terstruktur dapat membantu pasien
memproleh kembali rasa realitasnya. Sambil klinisi menunggu lingkungan dan obat
menunjukan efek.

Psikoterapi suportif individu

Psikoterapi dilakukan kepada pasien setelah perbaikan gejala lewat obat untuk
memberikan pengetahuan pasien tentang informasi mengenai penyakit yang dideritanya.
Mengatasi stresor pencetus episode pskiotik dan mengembalikan harga diri dan
kepercayaan diri pasien

2. Farmakologi

Haloperidol 2x5 mg

Pemberian anti psikotik merupakan pilihan terapi utama pada gangguan psikotik akut.
Pemberian anti psikotik diberikan untuk mengatasi gejala positif (halusinasi). Haloperidol
selaku anti psikotik generasi pertama atau tipikal dipilih karena;
1. Lebih baik mengatasi gejala positif dari pasien (halusinasi) dan karena pasien tidak
memiliki gejala negatif pasien.

2. Memiliki potensi lebih kuat untuk memnbantu mengatasi agitasi

Lorazepam 1x2mg

Pemberian obat Lorazepam diharapkan dapat memberikan efek anti ansietas, relaxan, dan
sedasi untuk membatu keluhan agitasi.