Anda di halaman 1dari 2

EKSTRAPIRAMIDAL SYNDROME

sindrom ekstrapiramidal (EPS) mengacu pada suatu kelompok atau reaksi yang
ditimbulkan oleh penggunaan jangka pendek atau panjang dari medikasi antipsikotik. Istilah ini
mungkin dibuat karena banyak gejala bermanifestasikan sebagai gerakan otot skelet, spasme atau
rigitas, tetapi gejala-gejala itu di luar kendali traktus kortikospinal (piramidal).
Obat antispikosis dengan efek samping gejala ekstrapiramidalnya sebagai berikut :
Antipsikosis Dosis (mg/hr) Gej. ekstrapiramidal
Chlorpromazine 150-1600 ++
Thioridazine 100-900 +
Perphenazine 8-48 +++
trifluoperazine 5-60 +++
Fluphenazine 5-60 +++
Haloperidol 2-100 ++++
Pimozide 2-6 ++
Clozapine 25-100 -
Zotepine 75-100 +
Sulpride 200-1600 +
Risperidon 2-9 +
Quetapine 50-400 +
Olanzapine 10-20 +
Aripiprazole 10-20 +

Gejala ekstrapiramidal sering dibagi dalam beberapa kategori yaitu reaksi distonia akut,
tardive diskinesia, akatisia, dan parkinsonism (Sindrom Parkinson).
 Reaksi Distonia Akut (Acute Dystonia Reaction)
Keadaan ini merupakan spasme atau kontraksi involunter, akut dari satu atau lebih
kelompok otot skelet yang lazimnya timbul dalam beberapa menit. Kelompok otot yang
paling sering terlibat adalah otot wajah, leher, lidah atau otot ekstraokuler, bermanifestasi
sebagai tortikolis, disastria bicara, krisis okulogirik dan sikap badan yang tidak biasa.
 Tardive Diskinesia
Sindrom yang terjadi lambat dalam bentuk gerakan koreoatetoid abnormal,
gerakan otot abnormal, involunter, menghentak, balistik, atau seperti tik.

 Akatisia
Terdiri dari perasaan dalam yang gelisah, gugup atau suatu keinginan untuk tetap
bergerak.
 Sindrom Parkinson
a. Akinesia : yang meliputi wajah topeng, kejedaan dari gerakan spontan, penurunan
ayunan lengan pada saat berjalan, penurunan kedipan, dan penurunan mengunyah
yang dapat menimbulkan pengeluaran air liur.

b. Tremor : khususnya saat istirahat, secara klasik dari tipe penggulung pil. Tremor
dapat mengenai bibir dan otot-otot perioral.

c. Kekakuan otot/rigiditas : merupakan gangguan pada tonus otot, yaitu derajat


ketegangan yang ada pada otot. Gangguan tonus otot dapat menyebabkan
hipertonia.