Anda di halaman 1dari 14

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/316780579

Analisa Teknis Jaringan Pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) (Studi
Kasus : SPAM Puhu Desa Puhu Kecamatan Payangan) Kata Kunci: Tekanan air,
Kuat tekan pipa (working pressure),...

Preprint · April 2012


DOI: 10.13140/RG.2.2.21626.24003

CITATIONS READS

0 5,269

2 authors, including:

Putu Doddy Heka Ardana


Universitas Ngurah Rai
19 PUBLICATIONS   1 CITATION   

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Putu Doddy Heka Ardana on 09 May 2017.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Analisa Teknis Jaringan Pipa
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Puhu
(Studi Kasus: SPAM Puhu Desa Puhu Kecamatan Payangan)

Oleh:
Putu Doddy Heka Ardana1, I Wayan Suastika2

ABSTRAK

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Puhu, memiliki arti penting dalam pelayanan pemenuhan
kebutuhan air minum penduduk di wilayah Desa Puhu dan Desa Bukian, Kecamatan Payangan.
Tingginya tingkat kehilangan air menyebabkan rendahnya kualitas dan cakupan pelayanan serta tidak
meningkatnya efesiensi dalam pengelolaannya.
Untuk itu dilakukan analisa teknik terhadap jaringan pipa SPAM Puhu. Analisa teknik dengan
pemodelan jaringan pipa menggunakan program Epanet, dimana simulasi dilakukan dengan metode uji-
banding antara kondisi jaringan pipa “Normal” dan kondisi jaringan pipa “Bocor”. Hasil simulasi tersebut
dibuatkan grafik Hidraulic Grade Line (HGL), dan dianalisis dengan membandingkan data tekanan
analisa dengan manometer. Perbedaan kedua garis HGL tersebut diidentifikasi sebagai ruas (trace)
jaringan pipa berpotensi mengalami kebocoran. Hasil analasia dideteksi ruas jaringan pipa yang potensi
mengalami kebocoran pada jaringan pipa Sektor Timur; L23, L24, L26, L27, L28 sebesar 1,33 Lt/dt (66,16%)
dari besaran suplai 2,01 Lt/dt, dan Sektor Barat; L46, L47, L48, L49, L50 sebesar 1,83 Lt/dt (78,90%) dari
besaran suplai 2,32 Lt/dt. Faktor utama penyebabnya adalah tekanan dihilir jaringan pipa melebihi
tekanan kerja pipa (working pressure). Maka direncanakan peredaman tekanan dengan penempatan Bak
Pelepas Tekanan di kedua sektor.

Kata Kunci: Tekanan air, Kuat tekan pipa (working pressure), Hidraulic Grade Line, Peredaman
tekanan.

1
Pengajar pada PS Teknik Sipil UNR
2
Alumni PS Teknik Sipil UNR

1
1. PENDAHULUAN distribusi (branch and loop sistem) untuk
menyalurkan air ke pelanggan. Sistem yang
1.1 Latar Belakang
digunakan gravitasi atau pemompaan.
Salah satu isu strategis dan
permasalahan dari pelayanan air minum saat 2.2 Produksi dan Konsumsi Air
ini adalah tingginya tingkat kehilangan air Kapasitas produksi (supply) adalah
pada sistem perpipaan 10% s/d 50%. Hal ini kemapuan sumber air untuk menghasilkan
menyebabkan rendahnya kualitas pelayanan air minum yang dipengaruhi oleh jam
dan in-efesiensi dalam operasionalnya. operasi dan kapasitas pompa.
SPAM Puhu awalnya merupakan
Konsumsi atau kebutuhan air
bantuan Departemen PU Bidang Cipta
penduduk (demand) pada suatu daerah
Karya pada tahun 1992 yang pengelolaannya
tidaklah konstan dan akan selalu mengalami
diserahkan kepada PDAM Kabupaten
fluktuasi. Kebutuhan air penduduk
Gianyar. Merupakan sistem penyediaan air
dikelompokkan menjadi dua; kebutuhan air
minum komunal terdiri atas sistem transmisi
rata-rata (liter/hr/jw) dan kebutuhan jam
pemompaan, distribusi gravitasi dan
puncak (KJP) dengan nilai koefisien 1,70 s/d
reservoir. Laporan teknik PDAM Cabang
2,0 x kebutuhan air rata-rata penduduk.
Payangan menunjukkan tingkat kehilangan
air mencapai 78,90% dari total suplai 4,85 2.3 Kehilangan Air
L/dt. Kehilangan air juga disebut Non
Kehilangan air fisik berupa pipa bocor Revanue Water (NRW) adalah perbedaan
penanggulangannya cukup sulit dan antara volume air yang didistribusikan
membutuhkan biaya besar. Diperlukan dengan volume air yang dikonsumsi yang
perencanaan dan kerangka utama tercatat dikalikan 100%.
(backbone) sebagai basis data dalam usaha
pendeteksian kebocoran pipa dan 2.4 Hidraulika Pada Sistem Pipa
pencegahannya. Untuk itu perlu dilakukan a. Kekekalan Massa (Kontinyuitas)
evaluasi terhadap jaringan pipa SPAM Puhu Aliran air dalam pipa terjadi karena
Payangan dengan harapan dapat diketahui adanya perbedaan tinggi tekanan di kedua
penyebab kebocoran dan pencegahannya. tempat, karena adanya perbedaan elevasi
1.2 Permasalahan dan Tujuan Peneltian muka air atau karena digunakan pompa.
Aliran air dalam jaringan pipa memiliki
Untuk itu perlu adanya rancangan bentuk energi kinetik (flow), energi tekanan
gradiend hidrolis jaringan pipa sebagai data (pressure) dan energi potensial (heigh).
dalam pendeteksian kehilangan air fisik dan
penanggulangannya. Maka dapat ditarik Prinsip kekekalan massa
suatu permasalahan yakni apakah penyebab (kontinyuitas) adalah jumlah air yang masuk
terjadinyan kehilangan air yang cukup tinggi dalam suatu sistem pemipaan adalah sama
pada SPAM Puhu. dengan jumlah air yang keluar. Air yang
Tujuan penelitian untuk mengetahui mengalir sepanjang pipa dengan luas
ruas jaringan pipa yang mengalami penampang A m2 dan kecepatan v m/dt
kebocoran dan bermanfaat dalam usaha memiliki debit yang sama pada setiap
penurunanan kehilangan air pada jaringan penampangnya.
pipa. Q1 = Q2 + Q3
A1 V1 = (A2 V2) + (A3 V3) ........ (2.1)
2. KAJIAN PUSTAKA
2.1 Sistem Penyediaan Air Minum
Sistem Penyediaan Air Minum
(SPAM) merupakan satu kesatuan sistem
fisik (teknik) dan non fisik dari prasaran dan
sarana air minum. SPAM sederhana meliputi
sistem sumber air berupa bak penangkap air
(broncaptering), sistem transmisi untuk Gambar 2.1 Pipa Cabang
mengalirkan air dari sumber ke bak
penampungan (reservoir), dan sistem

2
b. Kekekalan Energi Tabel 2.2
Koefisien Kekasaran Dinding Pipa
Sesuai prinsip Bernoulli, tinggi tenaga
Hazen-Williams Darcy-Weisbach ε Mannings's n
total disetiap titik (node) pada saluran pipa Mate rial
( Unitless ) (feet x 10 -3 ) (Unitless)
adalah dari tinggi elevasi (h), tinggi tekanan Cast Iron 130 - 140 0.85 0.012 - 0.015

(P) dan tinggi kecepatan (v). Garis tenaga Concrete or


Concrete Lined
120 - 140 1.0 - 10 0.012 - 0.017

selalu menurun secara teratur ke arah aliran Galvanized Iron 120 0.5 0.015 - 0.017
Plastic 140 - 150 0.005 0.011 - 0.015
yang digambarkan diatas tampang Steel 140 - 150 0.15 0.015 - 0.017
memanjang pipa (ground level) seperti pada Vitrified Clay 110 0.013 - 0.015
Sumber : Epanet 2 User Manual, 2009
gambar berikut ini.
Kehilangan tenaga minor adalah
kehilangan tekanan pada acessories seperti
pada sambungan (reduser) peralatan pipa
lainnya (bend, tee, dan valve).

Tabel 2.5
Koefisien (K) Kehilangan Minor
Fitting Loss Coefficient
Globe valve, fully open 10.0
Ganbar 2.2 Garis Tenaga dan Tekanan Angle valve, fully open 5.0
Swing check valve, fully open 2.5
c. Kehilangan Energi (Head Loss) Gate valve, fully open 0.2
Short-radius elbow ( 90°) 0.9
Kehilangan energi (head loss) pada Medium-radius elbow ( 60°) 0.8
Long-radius elbow ( 15°) 0.6
aliran didalam pipa tersebut terdiri dari 45 degree elbow 0.4
kehilangan mayor akibat kekasaran dinding Closed return bend 2.2
Standar tee - flow through run 0.6
pipa dan kehilangan minor akibat perubahan Standar tee - through branch 1.8
bentuk pipa. Square entrance (Lubang Masuk) 0.5
Kehilangan tenaga mayor secara Exit (keluar) 1.0
Sumber : Epanet User Manual, 2000
matematis menggunakan persamaan seperti
pada tabel berikut ini:
d. Tekanan (Pressure)
Tabel 2.1 Tekanan adalah perbedaan atau selisih
Persamaan Kehilangan Tenaga Mayor tekanan antara zat cair itu sendiri dengan
Formulas Resistance Coefficient Flow Exsponen tekanan udara luar, yang secara internasional
(A) (B) disepakati sebesar 1 atmosfir atau 1 kg/cm2.
-1.852 -4.871
Hazen-Williams 4.727 C d L 1.852 Tekanan air dalam pipa ada dua yaitu;
-5
Darci-Weisbach 0.0252 f (ε, d, q) d L
2 -5.33
2 tekanan dinamis (dinamic pressure) adalah
Chezy-Manning 4.66 n d L 2
tekanan pada lapisan bidang dalam kedaan
Keterangan: C = Koefisien kekasaran Hanzen-Williams
zat cair mengalir, dan tekanan statis (static
ε = Koefisen kekasaran Darcy-Weisbach
f = fricssion faktor (depeden on ε, d, and q) pressure) adalah tekanan dalam keadaan zat
n = Koefisien kekasaran Manning cair tidak bergerak.
d = Diameter pipa (ft, mm)
L = Panjang pipa (ft, mm)
Tekanan air maksimum pada jaringan
q = Flow rates (cfs, lps) pipa distribusi umumnya dibatasi 60 meter
Sumber: Epanet 2 User Manual, 2000 kolom air dan tekanan minimum 0,6 meter
kolom air.
Kekasaran dinding pipa merupakan
bilangan relatif terhadap diameter (dalam) 2.5 Pompa Dalam Jaringan Pipa
pipa, semakin besar diameter pipa semakin Pompa air dapat meningkatkan energi
pipa tersebut tampak relatif halus dan air dengan memberikan energi pada air
koefisien kehilangan energi akibat gesekan melewati baling-baling pompa (impeller).
juga berkurang. Koefisien kekasaran dinding Jika pompa menaikkan zat cair dari sumber
pipa sesuai tabel berikut ini. air ke reservoir dengan selisih elevasi muka
air sebesar Hs, maka daya yang digunakan
oleh pompa untuk menaikkan zat cair
setinggi Hs adalah sama dengan tinggi Hs

3
ditambah dengan kehilangan tenaga selama 3. METODE PENELITIAN
pengaliran dalam pipa tersebut. Kehilangan Pengumpulan data dilakukan melalui
tenaga adalah ekivalen dengan penambahan survey ke daerah pelayanan SPAM Puhu
tinggi elevasi, sehingga efeknya sama dan kantor PDAM Cabang Payangan. Secara
dengan jika pompa menaikkan zat cair umum data dikelompokkan atas 2 bagian
setinggi H = Hs + ∑hf utama yaitu data primer dan data sekunder.
Data primer merupakan hasil
pengamatan langsung ke lokasi dengan
melakukan pengukuran elevasi
(menggunakan GPS), panjang pipa, tapping
pelanggan dan debit. Data sekunder berupa;
jumlah penduduk, konsumsi pelanggan,
produksi tahunan, biaya dan pendapatan.
Data tersebut disusun dan diolah
sesuai kebutuhan serta di masukan kedalam
Gambar 2.3 Pipa Dengan Pompa input editor program Epanet untuk
Pasangan antara pompa dengan motor dilakukan beberapa simulasi. Data output
penggeraknya biasanya sudah diuji di pabrik berupa hidrolis pipa selanjutnya dianalisis.
dan dibuat kurva kinerjanya (Performance
Curves) yang merupakan pasangan satu 4. PENGOLAHAN DATA
kesatuan kinerja pompa. 4.1 Jumlah Penduduk dan Cakupan
Pelayanan
2.6 Kebocoran Pada Jaringan Pipa Jumlah penduduk daerah palayanan
Kehilangan air di daerah distribusi SPAM Puhu sebanyak 8.458 Jiwa dan 1.631
(jika debit ke hilir tetap) dipengaruhi oleh Kepala Keluarga (KK), terdiri atas 2 desa
debit bocor dan jarak antara reservoir dan 11 banjar. Jumlah penduduk tersebut
dengan titik bocor. Debit kebocoran terlayani akses air minum PDAM sebanyak
dipengaruhi oleh besar dan kecilnya lubang 1.136 Jiwa dimana cakupan pelayanannya
kebocoran serta sisa tekanan dilokasi 14,12% dengan rasio 1 KK berpenduduk 5
tersebut. jiwa. Adapun data jumlah penduduk dan
prosentase pelayanan air minum sesuai tabel
berikut ini.
Tabel 4.1
Penduduk dan Cakupan Pelayanan
Jumlah Pe nd Te rlayani
%
No Dae rah Pe layanan PDAM
(Jiwa) (KK) Pe layn
(Jiwa)
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
I Sektor Timur (I)
1.1 Br. Carik, Puhu 588 103 126 21.36
1.2 Br. Kebek, Puhu 628 100 19 3.00
Gambar 2.4 Skema jaringan dengan 1.3 Br. Puhu, Puhu 576 105 44 7.62
1.4 Br. Subilang, Bukian 566 199 60 10.55
kebocoran di hilir 1.5 Br. Lebah A, Bukian 1.040 209 119 11.48
1.6 Br. Lebah B, Bukian 510 114 183 35.96
Semakin “dekat” lokasi kebocoran 1.7 Br. Tiyingan, Bukian 295 51 93 31.37
dengan reservoir, sehingga semakin dekat Jumlah dan Re rata I 4.203 881 643 17.34
pipa yang dilalui oleh aliran sebelum terjadi II Sektor Barat (I)
2.1 Br. Penginyahan, Puhu 1.080 181 274 25.41
kebocoran, maka efek akibat kebocoran 2.2 Br. Selasih, Puhu 1.037 161 6 0.62
semakin kecil. Tetapi semakin “jauh” lokasi 2.3 Br. Ponggang, Puhu 714 128 39 5.47
kebocoran dari reservoir (atau semakin 2.4 Br. Semaon, Puhu 1.424 280 173 12.14
Jumlah dan Re rata II 4.255 750 493 10.91
mendekati daerah distribusi) semakin besar Total dan Re rata ( I + II ) 8.458 1.631 1136 14.12
pengaruh kebocoran tersebut dalam Keterangan :
penurunan sisa tekanan di daerah distribusi (5) = (3) / (4)
(6) = (5) x Jumlah pelanggan
(Triatmaja, 2009). (7) = (6) / (3)
Sumber: Kantor Desa Puhu dan Desa Buk ian, 2009

4
4.2 Kapasitas Produksi (Supply) Tabel 4.3
Kapasitas produksi SPAM Puhu Kebutuhan Air Minum Penduduk
sebesar 4,85 Lt/dt dimana jumlah produksi Pend Kebutuhan Air (L/dt)
No Daerah Pelayanan
air dalam sebulan mancapai 12.603 m3 (Jiwa) Rerata Hr max
dengan Jam Operasional Pompa (JOP) (1) (2) (3) (4) (5)
sebulan rata-rata 716 jam. I SEKTOR TIMUR (I)
1.1 Br. Carik, Puhu 588 0.4116 0.4733
1.2 Br. Kebek, Puhu 628 0.2512 0.2889
Tabel 4.2 1.3 Br. Puhu, Puhu 576 1.1520 1.3248
Kapasitas Produksi 1.4 Br. Subilang, Bukian 566 0.5660 0.6509
Bulan Kapsitas JOP Produksi 1.5 Br. Lebah A, Bukian 1.040 1.0400 1.1960
No 3 1.6 Br. Lebah B, Bukian 510 0.4080 0.4692
(2009-2010) (Lt/dt) (Jam) (m )
(1) (2) (4) (3) (5) 1.7 Br. Titingan, Bukian 295 0.4720 0.5428
1 Juli 5,13 695 13.299 Jumlah I 4.203 4.3008 4.9459
2 Agustus 4,99 720 13.370 II SEKTOR BARAT (II)
3 September 4,96 723 12.844 1.1 Br. Penginyahan, Puhu 1.080 1.0000 1.1500
4 Oktober 4,66 707 12.478 1.2 Br. Selasih, Puhu 1.037 0.7259 0.8348
5 Nopember 4,90 728 12.708 1.3 Br. Ponggang, Puhu 714 0.3570 0.4106
6 Desember 4,74 710 12.708 1.4 Br. Semaon, Puhu 1.424 1.1392 1.3101
7 Januari 3,97 722 10.643
Jumlah II 4.255 3.2221 3.7054
8 Pebruari 5,44 743 13.172
Jumlah ( I+ II ) 8.458 7.5229 8.6513
9 Maret 4,46 668 11.939
10 April 4,55 726 11.781 Keterangan :
11 Mei 4,86 715 13.015 (5) = (Lt/hr/jw ) x (3)
12 Juni 5,12 732 13.273 (6) = (5) x (1,15 / 100)
Jumlah 57,79 8.589 151.230 Sumber: Hasil pengolahan data
Re rata 4,85 716 12.603
Sumber: Laporan Produk si PDAM Cabang Payangan

4.4 Jaringan Perpipaan


Produksi air tersebut dibagi dua
menurut zona (sektor) pelayanan. Suplai Jaringan pipa SPAM Puhu
pelayanan daerah Sektor Timur (I) sebesar dikelompokkan menjadi 3, pipa transmisi
2,70 Lt/dt (55,60 %) dan suplai daerah (pompa), pipa distribusi Sektor Timur
pelayanan Sektor Barat (II) sebesar 2,15 (gravitasi) dan pipa distribusi Sektor Barat
Lt/dt (44,32 %). (gabungan).

a. Jaringan Pipa Transmisi


4.3 Konsumsi Pelanggan dan Kebutuhan
Panjang total jaringan 1.321 m,
Air Minum Pendududk (Demand)
menggunakan pipa GWI  102 mm L 700
Jumlah pelanggan 223 SR, dengan m dan pipa PVC  102 mm L 621 m.
konsumsi air rata-rata pelanggan SPAM Sistem transmisi memiliki selisih elevasi 96
Puhu sebesar 2.900 m3/bulan atau 1,11 Lt/dt. m dari stasiun pompa ke reservoir.
Kebutuhan air rerata per pelanggan adalah
13m3/SR, dimana kebutuhan air penduduk b. Jaringan Pipa Distribusi Sektor Barat
dapat diproyeksikan sebesar 0,0010
Lt/dt/jiwa atau 100 liter/jiwa/hari. Jaringan pipa distribusi Sektor Timur
(I) berawal dari tapping pipa transmisi ke
pipa distribusi Tee Flange Ø 102 mm x Ø 76
mm (N2) sampai ke hilir daerah pelayanan
Br. Tiyingan Desa Bukian, dengan total
panjang pipa 8.303 meter dan 154 tapping
pelanggan. Jaringan dilengkapi 10 buah
katup dan 7 buah manometer.

5
Tabel 4.4 Tabel 4.5
Data Jaringan Pipa Distribusi S. Timur Data Jaringan Pipa Distribusi S. Barat
Titik / ID Dia. Bahan Mano Se lisih Panjang Tapping Titik/ ID Dia. Bahan Mano Se lisih Panjang Tapping
Katup Katup
Node Pipa Pipa Pipa me ter Ele vasi Pipa Pe lang. Node Pipa Pipa Pipa meter Ele vas i Pipa Pelang.
(N) (mm) (V) (P) (m) (m) (SR) (mm) (m) (m) (SR)
N2 P1 R1
1) 6) 1)
N5 L4 76 PVC V1 37 950 21 N40 L29 102 PVC 0 60 0
1) 5) 1)
N7 L5 76 PVC V2 -10 284 3 N41 L30 102 PVC 11 227 0
3) 4) 1)
N9 L6 51 PVC V3 9 401 0 N46 L31 102 PVC 9 241 0
1) 2) 4)
N10 L7 76 PVC 10 360 3 N43 L32 51 PVC V12 10 401 0
2) 7) 2)
N11 L8 75 PVC P2 11 58 2 N44 L33 51 PVC 3 135 1
1) 5) 2)
N13 L9 51 PVC V4 0 176 0 N45 L34 51 PVC P10 7 150 6
1) 2)
N14 L10 51 PVC 29 900 0 N43 L35 51 PVC 0 192 2
1) 7) 1)
N15 L11 51 PVC P3 3 347 0 N47 L36 102 PVC 4 124 3
1) 1) 5)
N16 L12 51 PVC P4 17 533 10 N49 L37 102 PVC V13 17 401 0
2) 2) 5)
N17 L13 51 PVC 1 197 1 N51 L38 76 PVC V14 -1 437 0
1) 5) 2) 7)
N19 L14 51 PVC V5 P5 20 661 10 N52 L39 76 PVC P11 15 585 15
2) 3) 4)
N20 L15 25 PVC 0 149 5 N54 L40 76 PVC V15 32 2.200 1
1) 5) 1)
N22 L16 102 PVC V6 1 358 0 N55 L41 102 PVC P12 2 85 0
1) 1)
N23 L17 51 PVC 8 110 0 N56 L42 102 PVC 5 141 2
2) 2) 7)
N24 L18 25 PVC P6 -10 100 3 N57 L43 51 PVC P13 4 400 5
2) 1) 6)
N25 L19 51 PVC -9 254 0 N59 L44 102 PVC V16 P14 34 1.000 5
2) 1)
N26 L20 51 PVC 10 288 5 N60 L45 102 PVC 5 159 6
2) 5) 1) 6)
N28 L21 51 PVC V7 P7 9 235 11 N62 L46 102 PVC V17 P15 16 510 2
2) 1) 5)
N29 L22 38 PVC -3 200 5 N64 L47 102 PVC V18 16 663 6
1) 6)
N30 L23
1)
102 PVC 11 324 19 N66 L48 102 PVC V19 26 227 2
1) 5)
N31 L24
1)
102 PVC 6 309 0 N68 L49 102 PVC V20 14 707 19
1) 6)
N33 L25
1)
102 PVC V8
5)
P8 -8 78 17 N70 L50 102 PVC V21 24 995 18
N34 L26
1)
102 PVC 13 359 15 Jumlah 10 6 183 10.040 93
N36 1)
102 PVC 5)
8 221 7 Keterangan:
L27 V9
1) 6) 1) Pipa utama 4) Katup ditutup 7) Portable manomtr
N38 L28 102 PVC V10 P9 20 551 17
2) Pipa cabang 5) Katup dibuka penuh
Jumlah 10 9 156 8403 154 3) Pipa non ops 6) Katup diatur
Keterangan:
Sumber: hasil survey
1) Pipa utama 4) Katup ditutup 7) Portable manomtr
2) Pipa cabang 5) Katup dibuka penuh
3) Pipa non ops 6) Katup diatur
Sumber: hasil survey 5. ANALISA DAN PEMBAHASAN
5.1 Tingkat Pelayanan
c. Jaringan Pipa Distribusi Sektor Barat Cakupan pelayanan SPAM Puhu
sangat rendah hanya 14,12% atau 1.136 jiwa
Jaringan pipa distribusi Sektor Barat
(223 SR) terlayani dari dari 8.458 jiwa
(II) membentang dari reservoir distribusi
penduduk. Kebutuhan air pelanggan (Qd1)
sampai ke ujung Selatan pipa daerah
1,12 Lt/dt dan kebutuhan total penduduk
pelayanan Br. Subilang Desa Puhu dengan
(Qd2) adalah 5,10 Lt/dt, terdapat defisit air
panjang pipa keseluruhannya 6.150 meter.
sebesar -3,99 Lt/dt. Dengan besaran sistem
Jaringan pipa ini memiliki diameter pipa
4,85 Lt/dt maka defisit suplai sebesar 0,25
bervariasi, dari PVC  102 mm sampai
Lt/dt. Tekanan air daerah pelayanan
dengan PVC  51 mm dengan susunan memenuhi syarat pelayanan, tetapi tidak
diameter pipa teratur. Selisih elevasi memenuhi syarat teknik yaitu tekanan air
pelayanan dari hulu (R1) ke hilir ujung pipa melebihi tekanan kerja pipa.
pelayanan (N71) sebesar 183 meter. Adapun
data hasil pengukuran jaringan pipa
transmisi Sektor Barat (II) selengkapnya
sesuai tabel berikut ini.

6
Tabel 5.1 hLm1 = Control Valve (K) : 2,5 x 1 = 2,5 m
Kualitas Pelayanan hLm2 = Flow Meter (K) : 2,4 x 1 = 2,4 m
Kuantitas Tekanan Air Max hLm3 = Bend 90° (K) : 0,9 x 3 = 2,7 m
No Daerah Pelayanan +/- Q
Qd1
(Lt/dt)
Qd2
(Lt/dt) (Lt/dt)
PT
(Bar)
PM
(Bar)
Ket hLm = 7,6 m
A Pelayanan Sektor Timur (I)
1 Br. Carik, Ds. Puhu 0.0725 0.4116 -0.3391 0.5 0.1 =
Dimana :
2 Br. Kebek, Ds. Puhu 0.0058 0.2512 -0.2454 6.1 5.1 = HP = HS + hLf + hLm
3 Br. Puhu, Ds. Puhu 0.0791 1.1520 -1.0729 6.4 5.3 =
4 Br. Subilang, Ds. Bukian 0.1061 0.5660 -0.4599 11.1 4.1 >
HP = 96 + 6,31 + 7,6
5 Br. Lebah A, Ds. Bukian 0.1157 1.0400 -0.9243 14.1 4.4 > HP = 109,91 m = 110 m
6 Br. Lebah B, Ds. Bukian 0.1678 0.4080 -0.2402 15.1 6.7 >
7 Br. Tiyingan, Desa Bukian 0.1289 0.4720 -0.3431 18.2 6.1 >
Jumlah 0.6759 4.3008 -3.6249
Maka untuk mengalirkan air sebesar
B Pelayanan Sektor Barat (II) 4,5 Lt/dt pada jaringan pipa transmisi
8 Br. Penginyahan, Ds. Puhu 0.2890 1.0000 -0.7110 2.9 2.8 =
dibutuhkan head sebesar 110 m. Dengan
9 Br. Selasih, Ds. Puhu 0.0035 0.7259 -0.7224 5.7 5.4 =
10 Br. Ponggang, Ds. Puhu 0.0170 0.3570 -0.3400 8.4 3.5 > menggunakan kurva performa pompa SP 16,
11 Br. Semaon, Ds. Puhu 0.1335 1.1392 -1.0057 18.5 4.2 > tipe pompa yang sesuai adalah SP 16-16 /
Jumlah 0.4430 0.8055 -2.78
Jumlah Total (A+B) 1.1189 5.1063 -3.99
7,5 kW. Tipe pompa ini mampu
Sumber: hasil analisa mengalirkan debit optimum 4,8 Lt/dt pada
ketinggian (H) maksimum 160 m. Jadi
5.2 Kinerja Pompa dan Pipa Transmisi pompa SPAM Puhu yang digunakan saat
Untuk mengetahui tingkat kinerja saat ini sudah memenuhi syarat teknik.
pompa existing SPAM Puhu, perlu diketahu
kebutuhan head sistem. Kebutuhan head 5.3 Hidrolis Jaringan Pipa
dihitung sebagai berikut.
Pemodelan jaringan dengan program
Menentukan head pompa Epanet dilakukan pada kondisi jaringan pipa
Diketahui : “normal” dan “bocor” dikedua sektor.
HS = 96 m
L1 = 700 m, D1 = 0,102 m, Chw 110 5.3.1 JaringanCHW =Pipa
110, Distribusi
CV = 1Sektor
bh.
L2 = 561 m, D2 = 0,102 m, Chw 130 Timur (I)
CHW = 130, FM = 1 bh. Pada kondisi jaringan pipa “normal”,
L3 = 60 m, D3 = 0,102 m, Chw 130 CHW = 130,Qs sebesar
dimana 3 bh.dan Qd sebesar
1,16=Lt/dt
Bend 90°
Qp = 4,5 Lt/dt (16,2 m3/jam). 0,6850 Lt/dt. Tekanan air pada jaringan pipa
distribusi Sektor Timur (I) dihilir pelayanan
Kehilangan energi mayor pada pipa L1 (N38) mencapai 16,4 bar dan dihulu
A = ¼ π d2 pelayanan (N2) hanya 0,4 bar. Awal tekanan
= ¼*3,14*0,1022 yang tidak memenuhi syarat pada titik N16
= 0,008171 pipa L12 sebesar 11,1 bar. Tekanan air
, / mutlak (P9) dihilir pelayanan (N38) 3,3 bar,
V = = = 0,55 m/dtk maka terdapat penurunan tekanan sebesar
,
1,85 L 13,1 bar atau 79,87 % dari tekanan teoritis.
π V 1,85
hf1 = 4(0.2785) 1.17 CHW
Hasil simulasi selengkapnya sesuai tabel 5.2.
D
Besarnya perbedaan tekanan teoritis
1,85 1,85
3,14 700 0,55 (PT) dengan tekanan mutlak (PM), maka
hf1 = x x trial-error kebocoran dilakukan dari hilir ke
4(0.2785) 0,069 110
hulu pipa. Simulasi jaringan pipa “bocor”
hf1 = 6,8075 x 10116,63 x 0,0000554791 Sektor Timur (I) dihitung dari prosentase x
hf1 = 3,82 m debit kebutuhan (Qd) 0,6850 Lt/dt, maka
Kehilangan energi mayor pada pipa L2 dan estimasi debit kebocoran (Qb) pipa Sektor
L3 sesuai persamaan diatas Timur sebesar 1,3325 Lt/dt. Hasil simulasi
hf2 = 2,25 m ini menunjukkan kecocokan dengan tekanan
hasil monitoring. Adapun hasil simulasinya
hf3 = 0,24 m
sesuai tabel 5.3.
hLf = 3,82 + 2,25 + 0,24 = 6,31 m
Kehilangan energi minor pada pipa L1, L2
dan L3

7
Hasil simulasi pipa “bocor” jam puncak
Tabel 5.2 Tekanan Air Pada Jaringan Pipa (06.00), pipa di hulu menunjukkan debit (Q)
“Normal” Sektor Timur (I) 2,16 Lt/dt, kecepatan (V) 0,26 m/dt, dan
Demand (Lt/dt) Pressure (Bar) tekanan (P1) 0,2 bar, jadi selisih tekananan
Mano Estimasi Demand Bocor Base
Node Pipa Valve
(N) (L) (V)
meter
Tapping
(SR)
Bocor
(Q d) (Q b) Demand 06.00
Jam (Wita)
11.00 17.00 23.00
antara PT dan PM di hulu jaringan pipa P1
(P M) (%)
(Q d+b) PT PM PT PM PT PM PT PM sebesar 0,1 bar. Tekanan di ujung jaringan
1)
N2 P1 0 0 0,4 0,1 0,4 0,1 0,4 0,2 0,4 0,1
N4
L2
L4
2) 6)
V1 P1 21 0 0,1050 0,0000 0,1050 0,4 0,1 0,4 0,1 0,4 0,2 0,5 0,1
pipa N38 sebesar 3,8 bar dan tekanan
N7 L5
2) 6)
V2 3 0 0,0150 0,0000 0,0150 4,9 5,1 5,0 5,2 manometer 3,3 bar, jadi selisih tekananan
3)+4) 5)
N9 5,8 6,0 5,9 6,1
N10
L6
L7
2)
V3 0
3
0
0 0,0150 0,0000 0,0150 5,9 6,1 5,9 6,1
antara PT dan PM di hilir pipa P9 sebesar 0,5
N11 L8
3)
P2 2 0 0,0100 0,0000 0,0100 6,1 5,0 6,3 5,2 6,1 5,2 6,2 5,3 bar, selisih dengan tekanan pipa “normal”
2) 6)
N13 5,8 6,0 6,2 6,1
L9
N14 L102)
V4 0
0
0
0 8,1 8,7 8,3 9,1
sebesar 12,6 bar. Maka estimasi simulasi
N15 L112) P3 0 0 8,2 2,3 8,9 3,8 8,5 3,4 9,4 4,4 kebocoran pipa pada jam puncak di titik N38,
2)
N16 L12 P4 0,0500 0,0000 0,0500 9,6 1,9 10,5 3,9 9,9 3,2 11,1 4,2
N17 L133) 6)
V5 P5
10
1
0
0 0,0050 0,0000 0,0050 9,7 1,6 10,6 4,0 10,0 3,3 11,2 4,4
N36, N34 dan N31 menunjukkan tekanan
N19 L142) 6)
V6 10 0 0,0500 0,0000 0,0500 11,4 12,5 11,7 13,2 jaringan pipa PT dan PM hampir sama dan
N20 L152) 0,0250 0,0000 0,0250 11,4 12,6 11,7 13,2
N22 L163)
5
0
0
0 11,5 12,6 11,8 13,3
simulasi sukses. Untuk lebih jelasnya
N23 L173) 0 0 11,3 12,4 11,9 13,1 tekanan pipa “bocor” pada jam puncak hasil
N24 L183) P6 0,0150 0,0000 0,0150 11,3 1,30 12,4 1,9 11,6 3,2 13,1 4,3
N25 L193)
3
0
0
0 11,5 12,5 11,7 13,2
simulasi Epanet sesuai gambar grafik
N26 L203) 5 0 0,0250 0,0000 0,0250 12,4 13,5 12,7 14,2 Hidraulic Grade Line (HGL) berikut ini.
N28 L213) 6)
V7 P7 11 0 0,0550 0,0000 0,0550 13,3 3,9 14,4 6,2 13,6 5,5 15,1 6,7
3)
N29 L22 5 0 0,0250 0,0000 0,0250 13,0 14,1 13,3 14,8
N30 L232) 19 0 0,0950 0,0000 0,0950 12,5 13,6 12,8 14,3
N31 L242) 6)
V8 0 0 13,1 14,2 13,4 14,9
N33 L252) P8 0 0 12,3 2,4 13,4 4,8 12,6 4,1 14,1 5,2
N34 L262) V96) 15 0 0,0750 0,0000 0,0750 13,6 14,7 14,7 15,4
N36 L272) V106) 7 0 0,0350 0,0000 0,0350 14,4 15,5 15,0 16,2
N38 L282) V115) P9 17 0 0,0850 0,0000 0,0850 16,4 3,3 17,5 5,7 16,7 6,6 18,2 7,7
Jumlah 9 137 0 0,6850 0,0000 0,6850
Keterangan: 0,0050 Lt/dt/SR
1) Pipa transmisi/distribusi 4) Pipa ditutup karena tidak ada pelanggan 7) Katup diatur
2) Pipa utama distribusi 5) Katup ditutup 8) Portable manometer
3) Pipa cabang distribusi 6) Katup dibuka

Sumber: Hasil simulasi Epanet 2

Tabel 5.3 Tekanan Air Pada Jaringan Pipa


“Bocor” Sektor Timur (I)
Manom Estimasi
Demand (Lt/dt) Pressure (Bar)
Gambar 5.1 Grafik Hidraulic Grade Line
Node Valve Tapping Base Jam (Wita)
(N)
Pipa (L)
(V)
eter
(SR)
Bocor Demand Bocor
Demand 06.00 11.00 17.00 23.00
Jaringan Pipa Sektor Timur (I) Pada Jam Puncak
(P M) (%) (Q d) (Q b)
(Q d+b) PT PM PT PM PT PM PT PM
1)
N2
N4
L2
2) 6)
P1 0 0
0,1050 0,0000 0,1050
0,2
3,2
0,1 0,3
3,3
0,1 0,3
3,4
0,2 0,3
3,5
0,1
Pada simulasi jam malam minimum
L4 V1 21 0
N7 L5
2)
V2
6)
3 0 0,0150 0,0000 0,0150 4,0 4,2 4,3 4,4 (23.00), pipa jaringan Sektor Timur di hulu
3)+4) 5)
N9
N10
L6
L7
2)
V3 0
3
0
0 0,0150 0,0000 0,0150
4,9
4,8
5,1
5,0
4,8
5,1
5,4
5,2
menunjukkan debit (Q) 2,72 Lt/dt, kecepatan
N11 L8
3)
P2 2 0 0,0100 0,0000 0,0100 5,0 5,0 5,2 5,2 5,3 5,2 5,4 5,3 (V) 0,33 m/dt, dan tekanan P1 adalah 0,3 bar
2) 6)
N13
N14
L9
L10
2)
V4 0
0
0
0
4,1
3,4
5,1
4,2
5,2
4,8
5,4
4,9
dan tekanan manometer 0,2 bar. Jadi selisih
N15 L11
2)
P3 0 0 2,3 2,3 3,3 3,8 4,1 3,4 4,2 4,4 tekanan teoritis (PT) pada hulu pipa N2
2)
N16 P4 10 0 0,0500 0,0000 0,0500 1,9 1,9 3,1 3,9 4,2 3,2 4,3 4,2
N17
L12
L13
3)
V5
6)
1 0 0,0050 0,0000 0,0050 2,0 3,2 4,3 4,4
dengan tekananan mutlak (PM) sebesar 1
N19 L14
2)
V6
6)
P5 10 0 0,0500 0,0000 0,0500 1,6 1,6 3,0 4,0 4,5 3,3 4,5 4,4 bar. Tekanan teoritis P9 di hilir pipa N38
2)
N20 5 0 0,0250 0,0000 0,0250 1,6 3,0 4,5 4,5
N22
L15
L16
3)
0 0 1,7 3,1 4,6 4,6
sebesar 6,7 bar dan tekanan mutlaknya 7,7
N23 L17
3)
0 0 1,5 2,9 4,4 4,4 bar, terdapat selisih hanya 1 bar. Maka
3)
N24 L18 P6 3 0 0,0150 0,0000 0,0150 1,5 1,30 2,9 1,9 4,4 3,2 4,4 4,3
N25 L19
3)
0 0 1,6 3,0 4,5 4,5
simulasi estimasi kebocoran pipa pada jam
N26 L20
3)

3) 6)
5 0 0,0250 0,0000 0,0250 2,5 4,0 5,5 5,5 malam minimum di titik N38, N36, N34 dan
N28 L21 V7 P7 11 0 0,0550 0,0000 0,0550 3,8 3,9 5,3 6,2 6,8 5,5 6,8 6,7
N29 L22
3)
5 0 0,0250 0,0000 0,0250 3,5 5,0 6,5 6,5
N31 menunjukkan tekanan PT dan PM hampir
N30 L23
2)

2) 6)
19 50 0,0950 0,1425 0,2375 2,6 4,0 5,6 5,6 sama, dan simulasi sukses.
N31 L24 V8 0 0 0,0000 0,0500 0,0500 3,2 4,6 6,2 6,1
N33 L25
2)
P8 0 0 2,4 2,4 3,8 4,8 5,4 4,1 5,3 5,2
Pada jam malam minimum
N34 L26
2)

2)
V9
6)

6)
15 250 0,0750 0,2625 0,3375 3,7 5,1 6,7 6,6 semestinya tekanan mutlak (PM) pada titik
N36 L27 V10 7 950 0,0350 0,3675 0,4025 3,0 4,4 5,9 5,9
N38 L28
2)
V11
5)
P9 17 500 0,0850 0,5100 0,5950 3,8 3,3 5,2 5,7 6,7 6,6 6,7 7,7
N38 menunjukkan tekanan statik (static
Jumlah
Keterangan:
9 137 0
0,0050 Lt/dt/SR
0,6850 1,3325 2,0175 pressure), penurunan tekanan akibat adanya
1) Pipa transmisi/distribusi 4) Pipa ditutup karena tidak ada pelanggan 7) Katup diatur pipa bocor. Untuk lebih jelasnya tekanan
2) Pipa utama distribusi 5) Katup ditutup 8) Portable manometer
3) Pipa cabang distribusi 6) Katup dibuka pipa “bocor” pada jam malam minimum
Sumber: Hasil simulasi Epanet 2
hasil simulasi Epanet sesuai gambar grafik
Hidraulic Grade Line (HGL) berikut ini.

8
Besarnya perbedaan tekanan teoritis
Gambar 5.2 Grafik Hidraulic Grade Line (PT) dengan tekanan mutlak (PM), maka
Jaringan Pipa Sektor Timur (I) Pada Jam trial-error kebocoran dilakukan dari hilir ke
Malam Minimum hulu pipa. Simulasi jaringan pipa “bocor”
Sektor Barat (II) dihitung dari prosentase x
5.3.2 Jaringan Pipa Distribusi Sektor debit kebutuhan (Qd), maka estimasi debit
Barat (II) kebocoran (Qb) pipa Sektor Barat (II)
Pada kondisi jaringan pipa “normal”, sebesar 1,8300 Lt/dt.
dimana besaran suplai Qs sebesar 3,71 Lt/dt Hasil simulasi ini menunjukkan
dan Qd sebesar 0,4950 Lt/dt. Tekanan air kesamaan dengan tekanan manometer hasil
pada jaringan pipa distribusi Sektor Barat monitoring. Adapun hasil simulasinya
(II) dihilir pelayanan (N70) mencapai 18,5 sesuai tabel 5.5.
bar dan dihulu pelayanan (N40) hanya 0,17
bar. Awal tekanan yang tidak memenuhi Tabel 5.5 Tekanan Air Pada Jaringan Pipa
syarat pada titik N26 pipa L46 sebesar 10,5 “Normal” Sektor Barat (II)
bar. Tekanan air mutlak (P17) dihilir Mano Estimasi
Demand (Lt/dt) Pressure (Bar)
Jam (Wita)
Node Pipa Valve Tapping Base
pelayanan (N70) 4,2 bar, maka terdapat (N) (L) (V)
meter
(P M)
(SR)
Bocor Demand Bocor
(%) (Q d) (Q b)
Demand 06.00 11.00 17.00 23.00

penurunan tekanan sebesar 14,3 bar atau 1)


(Q td) PT PM PT PM PT PM PT PM

N3 L2 6 0 0,0300 0,0000 0,0300 0,1 0,1 0,3 0,2


77,29 % dari tekanan teoritis. Hasil N40 L292) 0,1 0,1 0,3 0,0
simulasi jaringan pipa “normal” N41 L302) 1,1 0,1 0,1 0,1
N46 L312)
selengkapnya sesuai tabel 5.4. N43 L323) V125)
1,1
2,4
2,0
2,4
2,0
0,2
1,9
2,0
N44 L333) 1 0 0,0050 0,0000 0,0050 2,4 2,4 0,2 2,3
N45 L343) P10 6 0 0,0300 0,0000 0,0300 2,8 2,7 2,8 2,7 2,8 2,8 2,7 2,7
Tabel 5.4 Tekanan Air Pada Jaringan Pipa N43 L353) 2 0 0,0100 0,0000 0,0100 2,0 2,0 2,0 1,9

“Normal” Sektor Barat (II) N47 L362) 3 0 0,0150 0,0000 0,0150 2,4 2,5 2,5 2,4
Demand (Lt/dt) Pressure (Bar) N49 L372) V136) 4,1 4,1 4,1 4,0
Mano Estimasi
Node Pipa Valve meter Tapping Base Jam (Wita) N51 L383) V146) 4,0 4,0 4,0 3,9
Bocor Demand Bocor
(N) (L) (V) (SR) Demand 06.00 11.00 17.00 23.00
(P M) (%) (Q d) (Q b) N52 L393) P11
8)
16 0 0,0800 0,0000 0,0800 5,5 5,4 5,5 5,50 5,5 5,50 5,4 5,4
(Q td) PT PM PT PM PT PM PT PM
1)
N54 L403) V155) 8,7 8,7 8,7 8,6
N3 L2 6 0 0,0300 0,0000 0,0300 0,1 0,1 0,1 0,1
2) N55 L412) P12 4,3 4,3 4,3 4,20 4,3 4,30 4,2 4,2
N40 L29 0 0 0,1 0,1 0,1 0,1
N41 2)
1,2 1,2 1,2 1,2 N56 L422) 2 0 0,0100 0,0000 0,0100 4,7 4,8 4,8 4,7
L30 0 0
N46 L31
2)
0 0 2,1 2,1 2,1 2,1 N57 L433) P13
8)
5 0 0,0250 0,0000 0,0250 5,1 5,1 5,2 5,1 5,2 5,2 5,1 5,1
3) 5)
N43 L32 V12 0 0 2,2 2,2 2,2 2,2 N59 L442) V167) P14 5 0 0,0250 0,0000 0,0250 3,5 3,4 3,5 3,5 3,5 3,5 3,5 3,5
3)
N44 L33 1 0 0,0050 0,0000 0,0050 2,5 2,5 2,5 2,5 N60 L452) 6 0 0,0300 0,0000 0,0300 4,0 4,0 4,0 3,9
3)
N45 L34 P10 6 0 0,0300 0,0000 0,0300 2,9 2,7 2,9 2,7 2,9 2,8 2,9 2,7
N62 L462) V177) P15 2 1000 0,0100 0,1100 0,1200 1,7 1,6 1,7 1,6 1,7 1,7 1,6 1,6
3)
N43 L35 2 0 0,0100 0,0000 0,0100 2,2 2,2 2,2 2,1
2)
N64 L472) V186) 6 500 0,0300 0,1800 0,2100 3,2 3,2 3,3 3,2
N47 L36 3 0 0,0150 0,0000 0,0150 2,6 2,6 2,6 2,6
2) 6) N66 L482) V197) P16 2 1000 0,0100 0,1100 0,1200 2,5 2,5 2,6 3,0 2,6 2,6 2,5 2,5
N49 L37 V13 0 0 4,3 4,3 4,3 4,3
N51 L38
3) 6)
V14 0 0 4,2 4,2 4,2 4,2 N68 L492) V206) 19 600 0,0950 0,6650 0,7600 3,9 3,9 4,0 3,9
N52 L39
3) 8)
P11 16 0 0,0800 0,0000 0,0800 5,7 5,4 5,7 5,50 5,7 5,50 5,7 5,4 N70 L502) V217) P17 18 750 0,0900 0,7650 0,8550 4,20 4,2 4,3 4,2 4,4 4,4 4,2 4,2
3) 5)
N54 L40 V15 0 0 8,9 8,9 8,9 8,9 Jumlah 10 8 99 0,4950 1,8300 2,3250
2)
N55 L41 P12 0 0 4,5 4,3 4,5 4,20 4,5 4,30 4,5 4,2 Keterangan : 0,0050 Lt/dt/SR
2)
N56 L42 2 0 0,0100 0,0000 0,0100 5,0 5,0 5,0 5,0 1) Pipa transmisi/distribusi 4) Pipa ditutup karena tidak ada pelanggan 7) Katup diatur
3) 8)
N57 L43 P13 5 0 0,0250 0,0000 0,0250 5,4 5,1 5,4 5,1 5,4 5,2 5,4 5,1 2) Pipa utama distribusi 5) Katup ditutup 8) Portable manometer
2) 7) 3) Pipa cabang distribusi 6) Katup dibuka
N59 L44 V16 P14 5 0 0,0250 0,0000 0,0250 8,4 3,4 8,4 3,5 8,4 3,5 8,4 3,5
2)
N60 L45 6 0 0,0300 0,0000 0,0300 8,9 8,9 8,9 8,9 Sumber: hasil simulasi Epanet 2
2) 7)
N62 L46 V17 P15 2 0 0,0100 0,0000 0,0100 10,5 1,6 10,5 1,6 10,5 1,7 10,5 1,6
N64 L47
2) 6)
V18 6 0 0,0300 0,0000 0,0300 12,1 12,1 12,1 12,1 Hasil simulasi jam puncak (06.00)
2) 7)
N66
N68
L48
L49
2)
V19
6)
V20
P16 2
19
0
0
0,0100 0,0000 0,0100
0,0950 0,0000 0,0950 16,1
14,7 2,5 14,7
16,1
3,0 14,7 2,6 14,7 2,5
16,1 16,1
pada hulu jaringan pipa L29 menunjukkan
N70 2)
L50 V21
7)
P17 18 0 0,0900 0,0000 0,0900 18,5 4,2 18,5 4,2 18,5 4,4 18,5 4,2 debit (Q) 2,17 Lt/dt, kecepatan (V) 0,27
Jumlah 8 99 0,4950 0,0000 0,4950
Keterangan : 0,0050 Lt/dt/SR m/dt, dan tekanan P10 adalah 2,8 bar dan
1) Pipa transmisi/distribusi 4) Pipa ditutup karena tidak ada pelanggan 7) Katup diatur
2) Pipa utama distribusi 5) Katup ditutup 8) Portable manometer tekanan mutlak 2,7 bar. Maka selisih
3) Pipa cabang distribusi 6) Katup dibuka penuh
Sumber: hasil simulasi Epanet 2
tekanan antara PT dan PM sebesar 0,1 bar.
Tekanan di hilir pipa N70 sebesar 4,2 bar

9
dan tekanan mutaknya 4,2 bar, jadi tidak
ada selisih tekananan antara PT dan PM di
hilir pipa L50.

Maka simulasi estimasi kebocoran


pada jam puncak di titik N70, N68, N66, N62
dan N60 sebesar 1,8300 Lt/dt, dimana hasil
simulasi menunjukkan tekanan jaringan
pipa PT dan PM hampir sama dan simulasi
simula
sukses. Untuk lebih jelasnya sesuai gambar Gambar 5.4 Grafik Hidraulic Grade Line
grafik Hidraulic Grade Line (HGL) berikut Jaringan Pipa Sektor Barat (II) Pada Jam
ini. Malam Minimum

5.4 Kehilangan Air Pada Jaringan


Pipa Distribusi
Dari hasil analisi
analisis dan simulasi
Epanet tersebut diatas menunjukkan
besaran sistem sebesar 4,87 Lt/dt pada
kondisi pipa “Normal” dan 4,95 Lt/dt
kondisi pipa “Bocor”. Dimana kebutuhan
air pelanggan sebesar 1,18 Lt/dt dan
kebutuhan air + kebocoran pipa menjadi
sebesar 4,34 Lt/dt.
t/dt. Maka kebocoran air fisik
Gambar 5.3 Grafik Hidraulic Grade Line (physical losess)) pada jaringan pipa
Jaringan Pipa Sektor Barat (II) Pada Jam distribusi sebesar 3,77 Lt/dt. Kehilangan air
Puncak hasil simulasi Epanet menunjukkan
kesamaan dengan data kapasitas produksi
Hasil simulasi jam malam minimum (Supply),
), maka hasil simulasi pipa “Bocor”
(23.00) pada hulu jaringan pipa L29 Sektor telah mendekati sesuai kondisi sistem
Barat menunjukkan debit (Q Q) 2,77 Lt/dt, jaringan di lapangan.
kecepatan (V)) 0,34 m/dt, dan tekanan P10
adalah 2,7 bar dan tekanan mutlak 2,7 bar. Tabel 5.6 Kehingan Air Hasil Simulasi
Maka tidak ada selisih tekanan antara PT Program Epanet
dan PM. Tekanan P17 di hilir pipa N70 Supply (Lt/dt) Demand (Lt/dt) Kehilangan Air
Daerah Layanan
sebesar 4,2 bar dan tekanan mutaknya 4,2 SPAM Puhu Pipa Pipa Pipa Pipa
(Lt/dt) %
bar, jadi tidak ada selisih tekananan antara Normal Bocor Normal Bocor
PT dan PM di hilir pipa L50. Sektor Timur (I) 1,16 2,78 0,6850 2,0175 2,10 75,36
Maka simulasi estimasi kebocoran Sektor Barat (II) 3,71 2,17 0,4950 2,3250 1,68 77,19
pada jam puncak di titik N70, N68, N66, N62 Jumlah 4,87 4,95 1,1800 4,3425 3,77 76,16
dan N60 dimana hasil simulasi menunjukkan Sumber: Hasil analisis
tekanan jaringan pipa PT dan PM hampir
sama dan simulasi sukses. 5.5 Kuat Tekan Pipa Menahan Tekanan
Pada jam malam minimum Air (Working
Working Pressure
Pressure)
semestinya tekanan mutlak (P ( M) pada titik Tingginya tekanan pada jaringan pipa
N70 menunjukkan tekanan statik (static( karena kontur daerah pelayanan ((ground
pressure),
), penurunan tekanan akibat adanya level)) dari hulu ke hilir jaringan pipa
pipa bocor. Untuk lebih jelasnya tekanan terdapat selisih elevasi setinggi 183 m tanpa
pipa “bocor” Sektor Barat pada jam malam dilengkapi dengan Bak Pelepas Tekanan
minimum sesuai gambar grafik Hidraulic (BPT). Besarnya selisih elevasi merupakan
Grade Line (HGL) berikut ini. head atau pressure yang tersed tersedia untuk
pengaliran air pada sistem gravitasi.

10
5.6 Peredaman Tekanan Air
Tekanan yang melebihi tekanan kerja
pipa harus diturunkan (diredam), dengan
caraPSpemasangan Bak Pelepas Tekanan
(BPT-1) pada titik N16 pada jaringan pipa
Sektor Timur (I) dan dan BPT-2 pada titik
N62 pada jaringan pipa Sektor Barat (II).
Rancangan BPT dibuat ½ dari ukuran
reservoir existing. Volume yang
direncanakan sebesar 22,50 m3 dengan
ukuran P : 3m x L : 3m x T : 2,7m, dimana
berfungsi selain sebagai Bak Pelepas
Tekanan juga berfungsi sebagai reservoir
penyeimbang. Hasil simulasi rancangan
penempatan BPT menunjukkan tekanan
Gambar 5.5 Kontur Daerah Pelayanan maksimum di hilir jaringan pipa Sektor
SPAM Puhu Timur sebesar 7,5 bar dan tekanan
(Sumber: hasil sumulasi Epanet) maksimum pada jaringan pipa Sektor Barat
sebesar 8,4 bar. Adapun grafik Hidraulic
Sesuai pembahasan sebelumnya, Grade Line jaringan SPAM Puhu Sektor
hasil simulasi jaringan pipa “normal” Timur dan Sektor Barat setelah pemasangan
Sektor Timur menunjukkan tekanan air BPT sesuai gambar berikut ini.
maksimum (static pressure) mencapai 18,2
bar, dan pada jaringan pipa Sektor Barat
mencapai 18,5 bar. Tekanan ini melebihi
dari kemapuan kuat tekanan pipa existing
(PP) sebesar 10 bar. Jaringan pipa yang
menerima tekanan melebihi tekanan kerja
pipa (working pressure) merupakan salah
satu penyebab utama pipa pecah. Adapun
tekanan air yang tidak memenuhi siarat
teknik seperti pada tabel berikut ini. Gambar 5.6 Grafik HGL Pipa Sektor
Timur Setelah Pemasangan BPT
Tabel 5.8 Data Tekanan Air Melebihi (Sumber: hasil sumulasi Epanet)
Tekanan Kerja Pipa
Jaringan Pipa Distribusi Max. Pressure
Node Valve Tap.
No Panjang Dia Jenis (Bar) Ket.
(N) ID (V) (SR)
(L) (mm) Pipa PT PP +/-
A. Sektor Timur
(I)1 N16 L12 197 51 S.12,5 1 11,2 10 1,20 Inspeksi
2 N19 L14 661 51 S.12,5 V6 10 13,2 10 3,20 Ganti
3 N20 L15 149 25 S.10 5 13,2 10 3,20 Inspeksi
4 N22 L16 358 102 S.12,5 0 13,3 10 3,30 Inspeksi
5 N23 L17 110 51 S.12,5 0 13,1 10 3,10 Inspeksi
6 N24 L18 100 25 S.10 3 13,1 10 3,10 Inspeksi
7 N25 L19 254 51 S.12,5 0 13,2 10 3,20 Inspeksi
8 N26 L20 288 51 S.12,5 5 14,2 10 4,20 Inspeksi
9 N28 L21 235 51 S.12,5 V7 11 15,1 10 5,10 Inspeksi
10
11
N29
N30
L22
L23
200
324
38
102
S.12,5
S.12,5
5
19
14,8
14,3
10
10
4,80
4,30
Inspeksi
Inspeksi
Gambar 5.7 Grafik HGL Pipa Sektor
12 N31 L24 309 102 S.12,5 V8 0 14,9 10 4,90 Inspeksi Barat Setelah Pemasangan BPT
13
14
N33
N34
L25
L26
78
359
102
102
S.12,5
S.12,5 V9
0
15
14,1
15,4
10
10
4,10
5,40
Inspeksi
Inspeksi
(Sumber: hasil sumulasi Epanet)
15 N36 L27 221 102 S.12,5 V10 7 16,2 10 6,20 Inspeksi
16 N38
Jumlah
L28 551
4197
102 S.12,5 V11
6
17
97
18,2 10 8,20 Ganti
Jadi sesuai gambar 5.6 dan gambar
B. Sektor Barat 5.7 grafik Hidraulic Grade Line
(II)

2
1 N62
N64
L46
L47
510
663
102
102
S.12,5
S.12,5
V17
V18
2
6
10,5
12,1
10
10
0,50
2,10
Inspeksi
Inspeksi
menunjukkan tekanan air pada jaringan
3 N66 L48 227 102 S.12,5 V19 2 14,7 10 4,70 Inspeksi dikedua sektor setelah pemasangan BPT
4 N68 L49 707 102 S.12,5 V20 19 16,1 10 6,10 Inspeksi
5 N70 L50 995 102 S.12,5 V21 18 18,5 10 8,50 Ganti
dibawah tekanan kerja pipa dan secara
Jumlah 3102 5 47 teknik telah memenuhi syarat.
Sumber: Hasil simulasi Epanet dan analisis

11
5.7 Fluktuasi Muka Air Reservoir besaran suplai 2,32 Lt/dt. Kebocoran pada
Fluktuasi muka air reservoir adalah pipa tersebut disebabkan tekanan air yang
untuk mengetahui
engetahui kemampuan tampungan melebihi tekanan kerjaa pipa ((working
reservoir, terutama pada jam malam pressure)) akibat kontur daerah pelayanan,
minimum. Perhitungan menggunakan debit dimana pencegahannya dengan memasang
suplai, debit konsumsi air pelanggan, dan Bak Pelepas Tekanan (BPT) diantara hulu
debit kebocoran. Debit yang masuk ke dan hilir jaringan pipa distribusi serta
reservoir (QS) sebesar 185,76 m3 atau rata- melakukan inspeksi pipa (lokalisir
rata 7,76 m3/Jam. Debit kebutuhan kebocoran dengan metode gali gali-urug)
“normal” (QD1) 58,40 m3/hari dan debit sepanjang 1.200 meter dan rehabilitasi pipa
kebutuhan ditambah pipa “bocor” (Q ( D2) Ø 4” sepanjang 1.212 meter.
sebesar 2,325 Lt/dt atau 200,88 m3/hari.
Maka dapat dibuatkan grafik fluktuasi 6.2 Saran
muka air reservoir dalam sehari sesuai
perhitungan matetamis sesuai gambar Berdasarkan hasil penelitian ini, ddiharapkan
berikut ini. seluruh komponen pengelolaan SPAM
Puhu untuk melakukan program penurunan
kehilangan air dengan bantuan
instrumentasi tekanan air (Analisa HGL)HGL),
inspeksi jaringan pipa didaerah hilir
pelayanan dan pembuatan Bak Pelepas
Tekanan (BPT).

Daftar Pustaka

Anonim, 2005. Peraturan Pemerintah


Gambar 5.8 Grafik Fluktuasi Muka Air
Republik Indonesia Nomor 16
Reservoir
Tahun 2005 Tentang
Sumber: hasil perhitungan matematis)
(Sumber: matematis
Pengembangan Sistem
Minum, Jakarta.
Penyediaan Air Minum
Volume reservoir SPAM Puhu
sebesar 40,38 m3, sesuai grafik diatas debit
Anonim, 2006. Peraturan Menteri
produksi QS membutuhkan volume
Pekerjaan Umum Nomor
reservoir 34,83 m3, debit kebutuhan
20/PRT/M/2006 Tentang
“normal” QD1 10,95 m3, dan debit
Kebijakan Dan Strategi Nasional
kebutuhan “bocor” QD2 37,67 m3. Maka
Pengembangan Sistem
volume reservoir SPAM Puhu saat ini
Penyediaan Air Minum (KSNP
(KSNP-
mencukupi dan tidak terjadi over-flow.
SPAM),, Departemen Pekerjaan
Dilihat dari sistem keseimbangan
Umum, Jakarta.
pengaliran (balancing flow),), reservoir ini
tergolong reservoir distribusi
Anonim, 2009. Pedoman Operasi Dan
penampungan. Pemeliharaan Unit Distribusi
Distribusi,
BPP-SPAM,M, Kementrian
6. Kesimpulan dan Saran Pekerjaan Umum
Umum, Jakarta.
6.1 Kesimpulan Anonim, 2009. Pedoman Operasi Dan
Dari analisa dan pembahasan dapat Pemeliharaan Unit Produksi
Produksi,
disimpulkan sebagai bahwa dengan d
BPP-SPAM,
SPAM, Kementrian
menggunakan metode Hidraulic Grade
Pekerjaan Umum
Umum, Jakarta.
Line (HGL) dideteksi kehilangan air pada
hilir jaringan pipa SPAM Puhu L23, L24, L26,
Anonim, 2002. Pedoman/Petunjuk Teknik
L27, L28 (Sektor Timur) sebesar
sebes 1,33 Lt/dt
dan Manual Air Minum
(66,16%) dari besaran suplai 2,01 Lt/dt, dan
Perkotaan Bagian 66, Departemen
L46, L47, L48, L49, L50 (Sektor Barat) sebesar
Pemukiman Dan Prasarana
1,83 Lt/dt sebesar 1,83 Lt/dt (78,87%) dari

12
Wilayah Kementrian Pekerjaan Radianta Triatmaja, 2009. Hidraulika
Umum, Jakarta. Sistem Jaringan Perpipaan Air
Minum, Beta Offset, Jakarta.
Anonim, 2002. Pelatihan Pengelolaan Air
Minum Program Pasca Sarjana Riduwan, 2008. Methodologi Penelitian,
Jurusan Teknik Lingkungan, Alfa Beta, Bandung.
Institut Teknologi Sepuluh
Nopember, Surabaya. Sri Widharto. 2008. Buku Pedoman Ahli
Pemasangan Pipa, Pradnya
Anonim, 2003. Pelatiham Perpipaan Paramita, Jakarta.
Transmisi dan Distribusi, Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Pegawai
Balai Pelatihan Air Bersih dan
PLP Departemen Permukiman dan
Prasarana Wilayah – Kementrian
PU, Surabaya.

Anonim, 2008. NRW Tinggi, Pemborosan


Luar Biasa, Dalam Majalah Air
Minum Edisi 158, Jakarta.

Anonim, 1997. Pervormance Curves And


Tehnical Data Submersible
Pumps, Submersible Motors,
Accessories, Jakarta, PT. Pompa
Grundfos Indonesia.

Budi Sutjahyo, 2006. Perkara Kehilangan


Air, Dalam Majalah Air Minum
Edisi 129, Jakarta.

Bambang Triatmojo, 1993. Hidraulika II,


Beta Offset , Jakarta.

Cahyana, Gede H. 2006. Distribusi,


“Pembuluh Darah” PDAM,
Dalam Majalah Air Minum Edisi
125, Jakarta.

Cahyana, Gede H. 2010. Sistem Transmisi,


Dalam Majalah Air Minum Edisi
178, Jakarta.

Lowis A. Rosman, 2000. Epanet 2 User


Manual, Water Suply and Water
Resources Division National Risk
Management Research
Laboratory, Cincinati, OH 45268
USA

Raswari, 1986. Teknologi dan


Perencanaan Sistem Perpipaan,
Universitas Indonesia – Press,
Jakarta.

13

View publication stats