Anda di halaman 1dari 6

Nama : Rahmanda Junitarahayu

Kelas : X-IPS 1
No : 31
10 Ragam Batik, Beserta Keterangan Filosofinya
1. Batik Parang Kusumo. (Solo)

 
Kota Solo memiliki banyak motif batik kalsik, salah satunya motif Parang Kusumo. Batik Parang
Kusumo memiliki ragam hias utama menyerupai sebuah ombak lautan. Ombak yang senantiasa
menghantam tebing dan karang tanpa kenal lelah.
Sesuai dengan analogi tersebut, Parang Kusumo memiliki makna bahwa sebuah kehidupan harus
dilandasi oleh perjuangan dan usaha. Perjuangan nyata guna dalam rangka untuk mencapai
keharuman lahir dan batin. Bagi orang Jawa, keharuman yang dimaksud keharuman pribadinya
tanpa meninggalkan norma yang berlaku dan sopan santun.

2. Batik Mega Mendung. (Cirebon)

Mega Mendung merupakan salah satu jenis motif batik yang populer di daerah Cirebon. Motif
batik dengan pola-pola awan ini menyimpan mana dan filosofi yang mendalam. Pesan nilai
kesabaran terselip di balik motif ini. Dalam motif Mega Mendung harus terdapat tujuh gradasi
warna yang menjadi pelapis.
Mega Mendung terdiri dari kata Mega yang berarti langit atau awan, serta Mendung atau langit
yang meredup biasanya ada di saat akan turun hujan. Gradasi yang ada di motif Mega Mendung
tersebut sesuai dengan tujuh lapisan yang ada di langit. Istilah mendung diartikan dalam
kehidupan manusia sebagai sifat yang sabar, tidak mudah marah.

3. Batik Sidomukti. (Solo dan Yogyakarta)

Batik Sidomukti merupakan salah satu jenis batik keraton Solo, Jawa Tengah. Batik ini biasanya
terbuat dari zat pewarna soga alam. Warna soga atau cokelat pada kain sidomukti merupakan
warna batik klasik dengan motif yang asli dan kuno. Batik Sidomukti sendiri memiliki filosofi
sesuai namanya. Sidomukti berasal dari kata "sido" yang berarti jadi atau menjadi atau terus
menerus sedangkan "mukti" yang berarti mulia dan sejahtera.
Biasanya jenis batik Sidomukti yang memiliki nama lain kain sawitan atau sepasang ini
digunakan untuk upacara pernikahan adat Jawa, seperti siraman, ijab dan panggih. Ornamen
pada batik Sidomukti bergambar kupu-kupu, meru atau gunung, bangunan berbentuk tahta dan
juga ornamen bunga.
4. Batik Tujuh Rupa. (Pekalongan)

Pekalongan merupakan salah satu daerah yang terkenal di Indonesia sebagai daerah pengrajin
batik dan pusat batik. Berbagai motif batik yang elegan banyak dihasilkan di kota Pekalongan.
Batik Pekalongan merupakan Batik Pesisir yang paling kaya akan warna.
Ciri khas batik Pekalongan yakni didominasi dengan motif tumbuh-tumbuhan dan hewan. Selain
memiliki motif bunga yang cerah, ciri lain dari batik Pekalongan ini juga memiliki motif garis
dan juga titik pada setiap hasil kerajiann batik tersebut. Batik Pekalongan menggambarkan ciri
kehidupan masyarakat pesisir yang mudah beradaptasi pengaruh budaya luar. 
Secara filosofi, para pengrajin batik Pekalongan telah menempatkan hiasan keramik Tiongkok
sebagai akulturasi ikatan kebudayaan leluhur yang dalam lukisannya memiliki kefasihan dan
kelembutan. Pemilihan ragam hias jenis tumbuhan yang sebagian besar menjadi objek utama dan
banyak terdapat pada lukisan keramik Tiongkok.
5. Batik Lasem. (Rembang)

Batik Lasem berasal dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Lasem juga diyakini
sebagai daerah yang pertama kali menerima kedatangan warga Tionghoa di Nusantara pada
zaman Laksamana Cheng Ho.
Batik ini berbeda dari motif daerah pesisir lainnya. Motif ini memiliki warna yang mencolok.
Selain itu juga memiliki gaya perpaduan yang selaras antara gaya China dengan Jawa. Batik ini
merupakan perpaduan dan hasil akulturasi dua budaya. Batik Lasem cenderung didominasi
dengan warna merah yang kental dengan nuansa China.
6. Batik Singa Barong. (Cirebon)

Batik Singa Barong dari Cirebon memiliki makna berdasarkan nama dan sejarahnya, singa
barong merupakan sejenis binatang mitologis atau ajaib. Karena dalam budaya Jawa maupun
Bali kata “barong” memiliki arti ajaib. Filosofi dari batik Singa Barong Cirebon sebagai wujud
simbol-simbol yang bersifat spirititual.
Sebagian besar tokoh di Keraton Kasepuhan lebih memaknai garuda yang bersayap seperti burak
atau bauraq sebagai lambang agama Islam, sedangkan gajah sebagai lambang agama Hindu, dan
naga sebagai lambang agama Budha (atau budaya Cina), dan yang terakhir adalah singa sebagai
lambang agama Protestan (atau budaya Eropa Barat).
7. Batik Sekar Jagad. (Solo dan Yogyakarta)

Batik Sekar Jagad ini merupakan salah satu batik pedalaman yang berasal dari Solo dan
Yogyakarta. Sesuai dengan namanya, Sekar Jagad memiliki arti keindahan yang mampu
membuat siapa saja yang melihatnya terpesona.
"Kar" dalam Bahasa Belanda berarti peta dan "Jagad" dalam Bahasa Jawa berarti dunia, sehingga
motif ini melambangkan keberagaman baik di dalam Indonesia maupun di seluruh dunia. Ada
yang menyebut bahwa motif Sekar Jagad sebagai peta dunia karena bentuk motifnya menyerupai
pulau-pulau.
8. Batik Pring Sedapur. (Magetan)

i
Batik Pring Sedapur Magetan merupakan pilihan batik dengan motif sederhana dan simpel.
Gambarnya disominasi tanaman pring atau bambu dengan paduan hiasan burung. Meskipun
begitu, batik Pring Sedapur sarat akan makna filosofis. Motif batik ini didominasi oleh gambar-
gambar tanaman bambu yang mengandung arti hidup rukun dan tentram.
9. Batik Sidoluhur. (Solo)

 
View Image

foto: Instagram/@galerybatikpitu
Motif Sidoluhur umumnya dipakai oleh pengantin wanita pada saat malam pengantin. Secara
harfiah, sido dalam bahasa Jawa memiliki arti jadi atau menjadi. Sedangkan luhur artinya
terhormat dan bermartabat. Sehingga, menurut filosofinya, batik Sidoluhur ini menjadi salah satu
bentuk doa sang pemakai agar selalu sehat jasmani rohani, serta menjadi orang yang terhormat
dan bermartabat.
10. Batik Priyangan. (Tasikmalaya)

 
View Image

foto: Instagram/@grosirbatiktasik
Batik Priyangan Tasikmalaya terkenal dengan ciri khasnya yang memiliki corak yang rapat, rapi,
dan berkelas. Dominasi motif rumput dan tumbuh-tumbuhan menjadi identitas utama batik
Priyangan. Secara garis besar batik Tasikmalaya memiliki motif batik yang cenderung
memberikan kesan semangat kesederhanaan, terbuka, dan pluralis juga memperlihatkan kesan
imut selaras dengan citra umum wanita sunda.
11. Batik Kawung.

Jenis batik di Indonesia selanjutnya yakni batik kawung yang memiliki motif tua dan berasal dari
tanah Jawa. Bentuknya seperti kolang-kaling disusun pada empat sudut persegi.
Menurut penelitian motif ini sudah ada sejak abad ke-9 dulu. Konon berkembang pad zaman
Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Filosofinya sendiri diantaranya adalah pengendalian diri
yang sempurna, hati yang bersih tanpa adanya keinginan untuk ria.
12. Batik Tambal. (Yogyakarta)

Motif Batik tambal, sesuai dengan namanya, motif ini mempunyai arti menambal sesuatu atau
memperbaiki sesuatu yang telah rusak. Pada zaman dahulu, orang- orang percaya bahwa kain ini
bisa membantu menyembuhkan orang yang sakit. Caranya juga sangat mudah yaitu dengan
menyelimuti orang sakit tersebut dengan menggunakan kain motif tambal ini.

Anda mungkin juga menyukai