Anda di halaman 1dari 3

SOP Hyperemesis Gravidarum

No. :
Dokumen
No. Revisi :
SOP Tanggal :
Terbit
Halaman :
UPT Acu Suhendar, SKM, MM
PUSKESMAS NIP.19660909 198902 1 001
SINGAJAYA

1. Pengertian Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang


berkelebihan di saat kehamilan yang menyebabkan dehidrasi,
defesiensi nutrisi, penurunan berat badan dan mengganggu
aktifitas sehari – hari
2. Tujuan a. Mengurangi rasa mual dan muntah
b. Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit
c. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan
BB ibu
3. Kebijakan Bidan, Perawat
4. Referensi Prawirohardjo S,Wiknjosastro. Ilmu Kebidanan. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
5. Prosedur Persiapan alat :
 Infus set
 Cairan infus Dextrose 5 % atau sesuai instruksi Dokter.
 Kapas alkohol, spuit 5 cc, 2,5 cc, bethadine cair, plester,
dll
 Nierbeken
 Tissue makan / Tissue Rol dalam tempatnya
Persiapan penolong :
1. Memberikan penerangan tindakan apa yang akan
dilakukan pada pasien tentang kehamilannya, agar
perasaan pasien tenang
2. Cara bekerja septik aseptik
6. Langkah-langkah Penatalaksanaan :
1. Menjelaskan pada pasien bahwa kehamilan dan
persalinan merupakan proses fisiologis
2. Menjelaskan pada pasien bahwa mual dan muntah
adalah gejala yang normal terjadi pada kehamilan muda,
dan akan menghilang setelah usia kehamilan 4 bulan.
3. Anjurkan untuk makan dalam jumlah yang sedikit tapi
dengan frekuensi yang lebih sering. Waktu bangun pagi
jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan
untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.
4. Hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak, dan
makanan atau minuman sebaiknya disajikan dalam
keadaan panas atau sangat dingin.
5. Makan makanan yang banyak mengandung gula
dianjurkan untuk menghindari kekurangan karbohidrat
6. Defekasi yang teratur.
7. Pada pasien dengan muntah-muntah sering, pasien
dipuasakan dalam 24 jam, kemudian di infus dextrose,
5% RL 2:1pada kolf I/IV diisi neurobion 5000 ui. Dan
vitamin C 200 mg IV, kebutuhan cairan ± 3000 cc dalam
24 jam ( sebelumnya dalam pemberian obat-obatan
kolaborasi dulu dengan Dokter yang merawat.
8. Intake dan output di catat tiap aplusan
9. Pemeriksaan laboratorium DL leucosit, LED, urine aceton,
trombosit
10. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital tiap
aplusan
11. Pemberian obat-obatan anti muntah
12. Setelah pasien puasa 24 jam, boleh diberikan teh, biscuit
bertahap setiap 3 jam, diet bubur tak merangsang, buah
manis.
13. Bila pasien tidak muntah, jumlah dan macam makanan
dapat di tambah.
14. Jika kebutuhan cairan terpenuhi infus boleh di uf atau jika
kebutuhan cairan belum terpenuhi infus di teruskan
(sebelumnya kolaborasi dengan Dokter yang merawat)

Yang perlu diperhatikan :


1. Jika pasien tidak dapat turun dari tempat tidur pasien
dapat di mandikan, mobilisasi bertahap.
2. Kebersihan pasien dan lingkungan di jaga kebersihannya
3. Membantu memenuhi segala kebutuhan pasien.
Jika setelah perawatan & pengobatan baik, muntah berkurang
atau pasien tidak muntah lagi pasien dapat dipulangkan,
sebelumnya kolaborasi dengan Dokter yang merawat
7. Diargam Alir -
8. Hal-hal yang Perlu
-
diperhatikan
9. Unit terkait Pemeriksaan KIA, Kamar Bersalin
10. Dokumen Terkait
11. TANGGAL
YANG DI
NO ISI PERUBAHAN MULAI
UBAH
DIBERLAKUKAN
Unit : …………………………………………………………………...
Nama Petugas : ……………………………………………………………………
Tanggal Pelaksanaan : ……………………………………………………………………
No Langkah Kegiatan Ya Tidak TB
1
2
3
4
5
6
7
8
Jumlah
Compliance rate (CR) : …………….
Cibaliung, / /2016
Observer tindakan

………………………………
NIP: ……………….................