Anda di halaman 1dari 3

ABORTUS IMINENS

No. :
Dokumen
No. Revisi :
SOP Tanggal :
Terbit
Halaman :
UPT Acu Suhendar, SKM, MM
NIP.19660909 198902 1 001
PUSKESMAS
SINGAJAYA

1. Abortus Imminens adalah perdarahan bercak hingga sedang


yang terjadi pada usia kehamilan kurangdari 20 minggu yang
menunjukkan ancaman terhadap kelangsungan suatu
kehamilan dimana serviks masih tertutup dan tinggi fundus
1 Pengertian uteri sesuai dengan usia kehamilan.
2. Asuhan Kebidanan pada abortus imminensa dalam asuhan
kebidanan yang diberikan secara menyeluruh kepada ibu
hamildengan abortus imminens

Mempertahankan kehamilan dan mencegah terjadinya abortus


2 Tujuan
insipien.
SK Kepala UPT Puskesmas Singajaya No tentang Pelayanan
3 Kebijakan
Klinis
PERMENKES nomor 5 tahun 2014 tentang panduan praktek klinis
4 Referensi
untuk dokter umum
5 Prosedur 1. Petugas memberikan informasi kepada ibu tentang tindakan
atau pemeriksaan yang akan dilakukan.
2. Petugas mencuci tangan secara efektif.
3. Petugas melakukan anamnesa atau pengkajian data subjektif
secara lengkap, yang meliputi :
a. Identitas klien
b. Alasan kunjungan dan keluhan utama
c. Riwayat kesehatan yang lalu, sekarang dan riwayat
kesehatan keluarga.
d. Riwayat Obstetri :riwayat kehamilan, persalinan,nifas yang
lalu dan riwayat kehamilan sekarang.
4. Petugas melakukan pemeriksaan umum meliputi
a. Keadaan umum.
b. kesadaran.
c. Mengukur tanda vital : tekanan darah, nadi, suhu,
pernapasan
d. Berat badan
e. Tinggi Badan
f. LILA
5. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, meliputi :
a. Rambut : kebersihan,mudahrontok/tidak.
b. Mata edema , konjungtiva merah muda / pucat, sclera
ikterik /tidak pandangan kabur / tidak.
c. Hidung : polip, edema mukosa, secret.
d. Mulut : gigi ( kebersihan, caries ), stomatitis, gingivitis,
lidah, tonsil/faring.
e. Telinga: simetris/tidak, serumen, tanda-tanda infeksi
termasuk pengeluaran secret
f. Leher : pembesaran kelenjar limfe, pembesaran kelenjar
tyroid, pembesaran vena jugularis.
g. Dada dan mamae sesak nafas, retraksi otot pernafasan,
pembesaran kelenjar limfe di ketiak, benjolan pada
mamae, nyeri tekan.
h. Abdomen luka bekas operasi, pembesaran hepar, limpa,
nyeri daerah ginjal.
i. Ekstremitas
a) Atas oedema, sianosis dibawah kuku, bekas –
bekas suntikan jarum.
b) Bawah oedem, varises, sianosis dibawah kuku,
human sign.
j. Genetalia eksterna dananus ada tidak nya lecet,
memardanlesi lain ( herpes kondiloma/kutil) pada kulit
genetalia, edema vulva, abses kelenjar bartolini dan
skene, anus hemoroid.
6. Petugas melakukan pemeriksaan obs tetrick meliputi
a. Inspeksi
a)Muka : cloasma gravidarum
b)Mammae tegang ,hiper pigmentasi areola papilla
menonjol/datar/masuk.
c) Abdomen :membesar sesuai umur kehamilan / tidak,
melintang/memanjang, linea nigra, linea alba,
striaelivida, striaealbicans.
d)Genetalia :pengeluaran pervaginam, catat
karakteristiknya (warna,bau)
b. Palpasi
a) Leopold I – IV
b) TFU
c. Pemeriksaan Dalam : vulva/uretra , porsio, pembukaan.
d. Perkusi : reflekpatela
7. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang jika diperlukan
meliputi pemeriksaan USG dan laboratorium.
8. Petugas melakukan identifikasi terhadap diagnosa yang
benar berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan.

Langkah-
6
langkah
7 Bagan Alir
Hal-hal yang
8 perlu -
diperhatikan
1. Pemeriksaan KIA
9 Unit terkait 2. Pelayanan PONED

Dokumen 1. Rekam Medik Pasien


10
terkait 2. Buku Register Pasien
TANGGAL
YANG DI
NO ISI PERUBAHAN MULAI
UBAH
DIBERLAKUKAN
11