Anda di halaman 1dari 13

AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No.

2, Juli 2016

PERJUANGAN K.H. ABDULLAH FAQIH DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK


PESANTREN MAMBAUS SHOLIHIN SUCI – MANYAR – GRESIK
TAHUN 1976 – 1997.

ULIL FADHILAH
Jurusan Pendidikan Sejarah
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum
Universitas Negeri Surabaya
Email : ulilfadhilah.sejarah11@gmail.com

SUMARNO,
Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum
Universitas Negeri Surabaya

ABSTRAK

K.H. Abdullah Faqih adalah pendiri, pemimpin dan pengasuh Pondok Pesantren Mambaus
Sholihin, yang beralamatkan di Desa Suci,Gg, KH Abdullah Faqih, Kecamatan Manyar, Kabupaten
Gresik. Ponpes ini Berdiri pada tahun 1976, KH Abdullah Faqih mampu membawa perubahan yang
sangat baik bagi masyarakat.Kondisi masyarakat Desa Suci sebelum berdirinya Pondok Pesantren,
banyak sekali perilaku masyarakat yang menyimpang dari ajaran agama Islam.Selain itu, Beliau juga
berjasa besar dalam mengembangkan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin.Pada awalnya, Pondok
Pesantren Mambaus sholihin adalah pondok pesantren yang hanya mengkaji kitab- kitab kuning saja.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1978, di bukalah pendidikan formal dengan membuka Madrasah
Ibtida’iyah dan pada tahun selanjutnya semakin berkembang menjadi beberapa lembaga pendidikan
hingga tahun 1997 ada beberapa tingkatan sekolah formal di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin.
Berdasarkan Latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut : 1) Bagaimana perjuangan K.H Abdullah Faqih dalam mengembangkan Pondok
Pesantren Mambaus Sholihin Tahun 1976-1997 2) Bagaimana perkembangan Pondok Pesantren
Mambaus Sholihin tahun 1976-1997 pada masa kepemimpinan K.H Abdullah Faqih. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi pertama: heuristik, heuristik yaitu mencari
sumber utama dan sumber pendukung, sumber utama dalam penelitian ini adalah dokumen dari
pondok pesantren mambaus sholihin, berupa bukukarangan KH Abdullah Faqih, buku-buku terbitan
pondok pesantren mambaus sholihin, wawancara dengan anggota keluarga. KH. Abdullah Faqih, dan
wawancara kepada guru yang mengajar di pondok pesantren mambaus sholihin sedangkan sumber
pendukung adalah wawancara dengan santri alumni pondok pesantren mambaus sholihin beserta buku-
buku baik dari perpustakaan IAIN, perpustakaan Unesa dan perpustakaan Al-Azhar menganti. Kedua
kritik, kritik yaitu menguji kredibilitas sumber menjadi fakta.ketiga interpretasi, interpretasi yaitu
menghubungkan antar fakta dan terakhir historiografi, historiografi yaitu menyajikan dalam bentuk
karya ilmiah.
Hasil Penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan yaitu, Berdirinya Pondok Pesantren Mambaus
Sholihin Suci awalnya bukanlah keinginan pribadi dari KH. Abdullah Faqih, karena beliau merasa belum
mampu untuk mengasuh pondok pesantren dengan alasan bahwa ilmu agama yang beliau miliki belum
cukup tetapi atas dorongan dan dukungan dari sahabat-sahabat beliau yaitu K.H. Asfihani Faqih dan
Syam Wongtani akhirnya Pada tahun 1976, K.H. Abdullah Faqih mau untuk menjadi pengasuh pondok
pesantren Mambaus Sholihin. Adapun dana yang beliau gunakan untuk mendirikan Pondok Pesantren
yaitu dari sahabat-sahabat beliau serta sumbangan dari salah satu warga Suci sendiri yang berupa
Sebuah tanah yang di wakafkan untuk K.H Abdullah Faqih yang akan dibangun Sebuah Mushollah pada
waktu itu. dan lambat laun semakin lama banyaknya volume santri yang berdatangan di musollah
284
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

tersebut,akhirnya K.H Abdullah Faqih berinisiatif untuk membangun sebuah Pondok di Desa Suci yang
santrinya berasal dari Luar Kota Gresik.
Pondok Pesantren Mambaus Sholihin yang beliau dirikan semakin lama semakin berkembang
pesat. Pendidikan Formal yang ada di pondok pesantren juga semakin berkembang dari tahun ke tahun.
Mulai dari pendidikan Madrasah hingga Perguruan Tinggi INKAFA. Model pembelajaran yang beliau
terapkan adalah model pembelajaran yang terdapat 3 ciri khas metode yaitu sorogan, wetonan, dan
Bandongan. Seiring berkembangnya waktu, pondok pesantren banyak mendatangkan guru baru lulusan
dari pondok gontor sehingga muncullah ide beliau untuk membuka metode pembelajaran modern yaitu
Pendidikan Klasikal, Sejak saat itulah Pondok pesantren Mambaus Sholihin berubah menjadi Pondok
Pesantren Modern tetapi tetap tidak meninggalkan Sistem Pendidikan Tradisionalnya.
Kata Kunci: KH.Abdullah Faqih, Pondok Pesantren Mambaus Sholihin

Abstrak
K.H. Abdullah Faqih is a founder, leader, and an administrator of Mambaus Sholihin Islamic Boarding
School located in Suci Village, K.H. Abdullah Faqih Avenue, Manyar District, Gresik Regency. This school was
established in 1976 and brought people into a better. The condition of the people before he built the school was bad
because people done activities that were not in Islamic tradition. That’s why he gave a hand to develop the school
into a better state. On the beginning of the foundation, the school was only designed to study about yellow books. As
the time goes, in 1978, he opened Madrasah Ibtidaiyah and then developed into several formal educations. As in
1997 there were several formal education in Mambaus Sholihin Islamic Boarding School.
Based on the background of the study, the research problem of the study were: 1) How is the struggle of
K.H. Abdullah Faqih to develop Mambaus Sholihin Islamic Boarding School in 1976-1997? 2) How is the
development of Mambaus Sholihin Islamic Boarding School during his reign? This study applied historical research
method included: heuristic, critics, interpretation and historiography. Heuristic means finding finding main sources
and sub-sources. The researcher read books published by K.H. Abdullah Faqih and Mambaus Sholihin Islamic
Boarding School, interviewed the family of K.H. Abdullah Faqih and teachers there while read books in UNESA,
UIN, and Al-Azhar’s library to find the supporting data. Critic means assessing the credibility of the sources and
the data to build a fact. Interpretation means correlating facts, and historiography means displaying data in the form
of scientific product.
From the result, it could be concluded that Mambaus Sholihin Islamic Boarding School was built originally
was not based on K.H. Abdullah Faqih’s wish because he felt not competent to develop an Islamic Boarding School.
With the support of his family and companion, he built Mambaus Sholihin Islamic Boarding School in 1976 with
the help of K.H. Asfihani Faqih and Syam Wongtani and became a founder of Mambaus Sholihin Islamic Boarding
School. He got the funds from the people and he was given a field from the wakaf to build a mosque, the first
building of Mambaus Sholihin Islamic Boarding School. Then he built the school to enlarge the building because the
students were growing since they came to study from outside Suci Village.
Mambaus Sholihin Islamic Boarding School then developed. Formal education in Mambaus Sholihin
Islamic Boarding School also developed year after year Three method of teaching he developed were: sorogan,
wetonan, and bandongan. As the time passes, Mambaus Sholihin Islamic Boarding School recruited teachers from
Gontor Islamic Boarding School then changed the learning method into classical method. Then, Mambaus Sholihin
Islamic Boarding School became modern but not forgetting its traditional education.
Keywords : K.H. Abdullah Faqih, Mambaus Sholihin Islamic Boarding School.
berdirinya beberapa Pondok Pesantren
termasyhur di Gresik 1.
PENDAHULUAN Seperti Pondok Pesantren Daruttaqwa,
Kota atau kabupaten Gresik terkenal Pondok Pesantren Qomaruddin, Pondok
dengan sebutan Kota Santri, hal itu Pesantren Miftahul Ulum, Pondok Pesantren
dikarenakan di Gresik terdapat dua orang Ihyaul Ulum, dan Pondok Pesantren Mambaus
penyebar agama Islam yang terkenal di Pulau
Jawa yaitu Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik
Ibrahim) dan Sunan Giri, dari kehadiran dua
Wali tersebut penyebaran agama Islam 1Syahfitri.2012. Pondok Pesantren Modern

bertambah pesat, hal ini dikuatkan dengan di Gresik. Veteran : Jawa Timur. Hlm. 1.
285
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

Sholihin, di mana Pondok Pesantren Mambaus dan perjalanan hidupnya 4 . Namun pengertian
sholihin ini yang akan paling luas di Indonesia, sebutan kyai
dimaksudkan untuk para pendiri dan pemimpin
pondok pesantren, yang sebagai muslim
terhormat telah membaktikan hidupnya untuk
Allah SWT serta menyebarluaskan dan
dikaji pada penelitian ini terutama tentang memperdalam ajaran-ajaran serta pandangan
Perjuangan K.H. Abdullah Faqih. Islam melalui pendidikan5.
Dalam sebuah pesantren, kyai Selain sebagai pemimpin dan pengasuh
merupakan faktor utama yang sering kali di pondok pesantren, kyai juga diakui sebagai
mendapatkan perhatian besar dari kalangan guru mengajar agama, kyai juga dianggap oleh
ilmuan, baik dari dalam negeri maupun dari santri-santri sebagai seorang bapak atau orang
luar negeri.kyai adalah salah satu unsur yang tuanya sendiri, sebagai seorang bapak yang luas
paling dominan dalam kehidupan pesantren. jangkauan pengaruhnya kepada semua santri,
Kemasyhuran, perkembangan dan menempatkan kyai sebagai seorang yang
kelangsungan kehidupan di pesantren banyak disegani, dihormati, dipatuhi dan menjadi
tergantung pada keahlian dan kedalaman ilmu, sumber petunjuk ilmu pengetahuan bagi santri 6.
kharisma dan wibawa serta ketrampilan kyai Sementara itu kyai menganggap santrinya
dalam mengelola pesantrennya.Hubungan kyai sebagai titipan tuhan yang senantiasa harus
dengan pondok pesantren terkait juga dengan dilindungi. Peranan kyai sebagai seorang guru
situasi sosial yang terjadi di masyarakat pada tentunya sebagai tempat bertanya, kemudian
saat itu2. peranannya sebagai seorang bapak, kyai
Setelah itu, muncul istilah kyai, Istilah merupakan tempat di mana santri mengadu,
kyai bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan terutama jika santri mempunyai masalah yang
dari bahasa Jawa. Kata kyai mempunyai makna tidak dapat dipecahkan sendiri7.
yang agung, keramat, dan dituahkan 3 . Selain Zamaksyari Dhofier, dalam
gelar kyai diberikan kepada seorang laki-laki penelitiannya menyatakan bahwa pondok
yang lanjut usia, arif, dan dihormati di Jawa. pesantren sebagai lembaga pendidikan
Gelar kyai diberikan oleh masyarakat kepada keagamaan, diakui memiliki pengaruh besar
seseorang yang mempunyai ilmu pengetahuan dalam mengembangkan dunia pendidikakan
mendalam tentang agama Islam dan memiliki dan keberadaannya sebagai lembaga
pondok pesantren, serta mengkaji kitab- kitab pendidikan dapat digunakan sebagai
kuning kepada santri yang belajar di pondok pemecahab berbagai masalah pendidikan yang
pesantren. Figur kyai dalam masyarakat terjadi. Menurut para ahli, pondok pesantren
sangatlah besar karena seorang kyai dinilai memiliki 5 komponen utama yang harusnya ada
memiliki kemampuan lebih di atas orang pada dalam sebuah pesantren : (1) Adanya Kyai
umumnya. sebagai guru dalam pembelajaran di Pondok (2)
Berdasarkan nilai- nilai agama, para adanya asrama/pondok sebagai tempat
pemuka agama atau yang dikenal dengan menginap santri (3) adanya masjid sebagai
sebutan kyai dan ulama memiliki kewibawaan tempat untuk belajar ilmu agama (4) adanya
sosial yang tinggi di kalangan masyarakat
pedesaan. Sebagai seorang yang memiliki
pengetahuan agama yang tinggi, maka seorang
kyai senantiasa taat dan patuh pada ajaran
agama yang tercermin dalam sikap perjuangan
4 Sukamto.1999. Kepemimpinan Kiai
2Mujamil Qomar, M.Ag. 2009. Pesantren dalam Pesantren. Jakarta : Pustaka. Hlm. 54
dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi 5Ibid. Hlm. 58

Institusi.Jakarta : Pustaka. Hlm. 70 6Yasmadi.2005. Modernisasi Pesantren


3 Zamakhsyari Dhofier.1982.Tradisi Kritik Nurcholish Madjid terhadap Pendidikan Islam
Pesantren Studitentang Pandangan Hidup Tradisional.Jakarta : Quantum Teaching . Hlm. 63
Kyai.Jakarta : LP3ES . Hlm 109 7Ibid. Hlm. 68

286
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

santri sebagai murid yang belajar agama (5) agama yang tercermin dalam sikap perjuangan
adanya pengajian kitab kuning8. dan perjalanan hidupnya.
Kyai dapat juga dikatakan sebagai Setelah itu, muncul istilah pondok,
tokoh nonformal yang tutur kata dan sebenarnya telah dikenal sejak jaman hindu
perilakunya akan dicontoh oleh komunitas budha yaitu sebagai tempat untuk menuntut
disekitarnya. Kyai berfungsi sebagai sosok ilmu agama budha. Namun setelah agama Islam
model atau contoh yang baik (Uswatun Hasanah) masuk ke indonesia, lembaga pendidikan ini
tidak hanya bagi santrinya tetapi juga bagi digunakan untuk menuntut ilmu agama Islam.
semua komunitas atau warga yang ada disekitar Keaslian maupun keunikan pondok pesantren
pondok pesantren9. tampak dalam pelestarian tradisi dan ritual
Menurut Hirokoshi, kyai adalah figure keagamaan yang senantiasa dipertahankan
yang berperan penting sebagai penyaring sebagai upaya melestarikan khasanah Islam
informasi dalam memacu perubahandi dalam warisan ulama di masa lalu13.
pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya 10. Menurut Sukamto, sebuah pondok pada
Seorang kyai yang ingin mengembangkan dasarnya merupakan sebuah asrama pendidikan
sebuah pondok pesantren biasanya pertama- Islam tradisional di mana para siswanya yaitu
tama akan mendirikan masjid dekat rumahnya, para santri tinggal bersama di bawah bimbingan
di mana masjid inilah yang akan menjadi seorang guru yang lebih dikenal dengan kyai.
tempat untuk mengajar santri-santrinya, dari Pondok atau asrama merupakan tempat yang
sinilah para santri mengenal tatacara kewajiban sudah disediakan untuk kegiatan bagi para
shalat lima waktu serta memperoleh santri.Adanya pondok ini banyak menunjang
pengetahuan ilmu agama dan kewajiban agama segala kegiatan yang ada. Hal ini didasarkan
yang lain didalam pondok11. jarak pondok dengan sarana pondok yang lain
Gelar kyai diberikan oleh masyarakat biasanya berdekatan sehingga memudahkan
kepada seseorang yang mempunyai ilmu untuk komunikasi antara kyai dan santri, dan
pengetahuan mendalam tentang agama islam antara satu santri dengan santri yang lain 14 .
dan memiliki pondok pesantren, serta mengkaji Dengan istilah pondok, maka dari sinilah timbul
kitab-kitab kuning kepada santri yang belajar di istilah pondok pesantren.
pondok pesantren. Figur kyai dalam masyarakat Umumnya, suatu pondok pesantren
sangatlah besar karena seorang kyai dinilai berawal dari adanya seorang kyai di suatu
memiliki kemampuan lebih diatas orang pada tempat, kemudian datang santri yang ingin
umumnya. Berdasarkan nilai-nilai agama, para belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari
pemuka agama atau yang di kenal dengan semakin banyak santri yang datang, timbullah
sebutan Kyai dan Ulama memiliki kewibawaan inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama.
sosial yang tinggi di kalangan masyarakat Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan
pedesaan 12 . Sebagai seorang yang memiliki bagaimana membangun pondoknya itu, namun
pengetahuan agama yang tinggi, maka seorang yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan
kyai senantiasa taat dan patuh pada ajaran ilmu agama supaya dapat dipahami dan
dimengerti oleh santri 15 . Kyai saat itu belum
memberikan perhatian terhadap tempat-tempat
8 Zamaksyari Dhofier. 1982. Tradisi yang didiami oleh para santri, yang umumnya
Pesantren studi tentang Pandangan hidup sangat kecil dan sederhana. Posisi kyai tidak
kyai.Jakarta : LP3ES. Hlm. 44 hanya sebagai sosok yang di agungkan oleh
9 M. Dian Nafi’. 2007. Praksis para santri, tetapi juga sangat mempengaruhi
Pembelajaran Pesantren .Jakarta : Pustaka. Hlm. masyarakat sekitarnya. Dalam prosesnya,
45 pengembangan ini bersamaan dimulainya
10 Hiroko Horikoshi. 2004. Kyai dan kegiatan kecil-kecilan hingga pengajian kitab-
perubahan Sosial .Jakarta : P3M. Hlm. 232 kitab kuning yang melibatkan santri dan
11Yasmadi.Op,cit. Hlm 71.
12Kuntowijoyo. 1999. Paradigma Islam, 13 Hiroko Horikoshi. Op.cit. Hlm. 240
interprestasi untuk aksi. Bandung : Mizan. Hlm. 14Sukamto.Op.cit.Hlm. 85
83 15Ibid . Hlm. 92

287
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

masyarakat pada umumnya serta lembaga yaitu buku Al Fikrah Sejarah singkat pondok
pesantren dalam pengembangan keilmuannya. pesantren mambaus sholihin, buku 9 Misteri
Seperti halnya KH. Abdullah Faqih, Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci-
beliau merupakan seorang pendiri dari pondok Manyar-Gresik. Buku ini terkait dengan judul
pesantren mambaus sholihin manyar suci- penelitian tentang perkembangan Pondok
gresik. Beliau tak kenal lelah dalam mencari PesantrenMambaus Sholihin. Selain itu, peneliti
ilmu agama.Sehingga ilmu agama beliau begitu juga menggunakan metode wawancara
besar. Setelah itu, abah beliau mempunyai terstruktur untuk mendapatkan informasi dari
inisiatif atau keinginan agar anak asuhnya informan yang berkompeten dalam menjelaskan
menjadi pendiri sebuah pondok pesantren. Hal Perjuangan K.H. Abdullah Faqih dalam
ini sesuai dengan Qiyasan santri: “Bapaknya mengembangkan Pondok pesantren Mambaus
Singa maka anak-anaknya pun singa”. Sholihin. Peneliti mengambil narasumber utama
Perjuangan KH. Abdullah Faqih dalam yaitu dari Anggota keluarga K.H. Abdullah
memajukan pondoknya tidak kenal lelah. Faqih beserta kerabat dekat beliau serta
Setahap demi setahap pembangunan pondok masyarakat/ santri alumni pondok pesantren
dilakukan, mulai dari komplek sampai mambaus sholihin. Penulis juga mencari
sekolahannya. Dengan relkasi yang cukup sumber-sumber yang dapat menambah referensi
banyak hingga beliau mampu membuat MBS tulisan mengenai Perjuangan K.H. Abdullah
(singkatan dari Mambaus Sholihin) lebih maju Faqih dalam mengembangkan pondok
dan berkembangbaik itu gedungnya maupun pesantren mambaus sholihin Suci – manyar -
kualitas sumber daya manusia di dalamnya. Gresik tahun 1976 – 1997 adalah Perpustakaan
Disamping beliau juga sudah memperdalam Unesa dan Perpustakaan IAIN dan
pendidikan agama Islam bersama abahnya Perpustakaan Al-Azhar Menganti dan Pondok
sewaktu masih di Pondok Pesantren Langitan. Pesantren Mambaus Sholihin Suci. Buku-buku
yang didapat kemudian dikaji dan dianalisis
METODE secara selektif dan relevan dengan
permasalahan.
Penelitian ini mengungkap mengenai 2. Kritik Sumber
Perjuangan K.H. Abdullah Faqih dalam Peneliti mencoba menguji beberapa
mengembangkan Pondok Pesantren Mambaus keabsahan dari wawancara dengan beberapa
Sholihin Suci Manyar-Gresik. Penulis juga akan informan baik dari anggota keluarga K.H.
membahas 1). Bagaimana Perjuangan K.H. Abdullah Faqih, para santri, para santri alumni
Abdullah Faqih dalam mengembangkan maupun keterangan dari warga desa suci yang
pondok pesantren Mambaus Sholihin pada tahu betul tentang Perjuangan K.H. Abdullah
tahun 1996-1997. 2). Bagaimana Perkembangan Faqih. Peneliti juga mengkritisi beberapa
Pondok Pesantren Mambaus Sholihin pada sumber primer (Buku terbitan pondok pesantren
masa kepemimpinan K.H. Abdullah Faqih. mambaus sholihin dan dokumentasi) dengan
Penulis menggunakan metode penelitian informasi yang telah didapat dari wawancara
sejarah, yang merupakan seperangkat prosedur dengan keluarga, para alumni pesantren dan
atau alat yang digunakan suatu fakta sejarah masyarakat suci. Peneliti juga mengkritisi
yang kredibel atau dapat dipercaya. Metode beberapa sumber sekunder (Buku-buku dan
sejarah juga dapat disebut dengan suatu proses penelitian sebelumnya tentang pondok).
menguji dan menganalisis secara kritis rekaman Sehingga diperoleh fakta yang kredibel.
dan peninggalan masa lampau. 3. Interpretasi ( Menganalisis Fakta )
1. Penelusuran Sumber ( Heuristik ) Pada tahap ini penulis melakukan
Heuristik yaitu pengumpulan data atau penafsiran terhadap data-data yang telah
sumber yang berupa dokumen atau surat kabar diperoleh kemudian disusun kembali sehingga
sejaman. Peneliti melakukan penggalian data mendapatkan sebuah fakta sejarah. Namun
dengan observasi langsung ke Pondok fakta-fakta yang diperoleh perlu di seleksi
Pesantren Mambaus sholihin, melakukan telaah terlebih dahulu karena tidak semua fakta yang
beberapa dokumen yang berupa buku-buku diperoleh dapat merekostruksi peristiwa sejarah
terbitan pondok pesantren mambaus sholihin itu sendiri. Interpretasi akan melahirkan sebuah
288
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

penafsiran baru tentang objek penelitian karena dan sudah berkeluarga dan menetap di
menghubungkan fakta-fakta secara kronologis, bandung17.
selanjutnya penulis menyusun antar fakta secara Kini tinggal Abdullah Faqih dan
sistematis. Hamim yang masih asyik dengan pelajaran
4. Historiografi agama, setelah belajar pada ayahanda, kini tiba
Pada tahap ini merupakan tahap akhir bagi saatnya Abdullah Faqih muda pergi mencari
penulis untuk menyajikan semua fakta dalam ilmu, pindah satu tempat ke tempat lain, guna
bentuk tulisan skripsi dengan judul Perjuangan mencari ilmu dan kalam hikmah. Beliau
K.H. Abdullah Faqih dalam Mengembangkan mondok selama 4 tahun yaitu di lasem. Meski
Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci – hanya 4 tahun, namun konsentrasi dan
Manyar – Gresik tahun 1976 – 1997 yang di usahanya dalam memperoleh ilmu sangat luar
susun secara logis, kronologis dan sistematis. biasa. Beliau sangat menjalani masa-masa di
sebagaimana dalam sistematika dibawah ini. medan ilmu dengan segala kekurangan dan
keprihatinan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Selama 4 tahun, Faqih muda telah
K.H. Abdullah Faqih adalah salah satu mengambil ilmu dari para guru yang utama,
Kyai yang berasal dari Desa Suci, Kecamatan mereka pakar keislaman. Selama di lasem beliau
Manyar, Kabupaten Gresik.Kyai yang akrab belajar kepada beberapa kyai, yaitu di
dipanggil Mbah Faqih ini dilahirkan di desa suci antaranya:K.H. Baidowi,K.H.Ma’shum,K.H.
tanggal 2 Mei 1932, tetapi setelah beberapa Faturrohman, K.H. Maftuhin,K.H. Mansur, dan
tahun beliau diajak ke desa widang, kabupaten K.H. Masduki.
tuban. Beliau lahir dari pasangan suami istri Dari keenam kyai tersebut, K.H.
yang bernama K.H. Rofi’i Zahid dan ibu Ma’shum merupakan tokoh penting dalam
HJ.Khodijah. Beliau bersaudarakan tiga yaitu pembentukan karakter beliau. Bahkan K.H.
Abdullah Faqih, Khozin dan Hamim16. Namun Ma’shum disebut-sebut satu dari tiga tokoh
semenjak kecil, beliau sudah belajar agama yang berpengaruh dalam penempaan beliau
kepada ayahnya yaitu K.H Rofi’i karena pada disamping K.H. Abdul Hadi Zahid dan Kyai
waktu itu ayah K.H. Abdullah Faqih merupakan Bisri18.
adik dari K.H. Abdul Hadi Zahid yaitu Ada kesamaan prinsip antara Kyai
pengasuh pondok langitan. Ketiga bersaudara Ma’shum dan Kyai Faqih.Pertama dari sisi
tersebut menjalani kehidupan kecil sebagaimana wirainya, Kyai Ma’shum dikenal sangat hati-
layaknya anak-anak, bermain bersama penuh hati dalam menerima rizqi, terutama yang
canda-tawa dan tangis di satu kesempatan. dikonsumsi. Sehari-hari beliau hanya makan
Bedanya ketiga tersebut berada dalam suasana lauk tempe dengan parutan kelapa, bahkan
yang kental nilai-nilai religiutas, ini terjadi tidak jarang belai makan nasi hangat saja,
lantara mereka berada dalam kepengasuhan bedanya Kyai Faqih sehari-hari makan nasi dan
kyai yang alim yaitu K.H Abdul Hadi Zahid. sambal korek. Kedua, masalah pakaian yang
Waktu terus berjalan, lambat laun watak sama, bahwa beliau tidak pernah memiliki
dan karakter ketiga bersaudara ini sudah sarung lebih dari tiga. Kalau beliau punya yang
mengalami perbedaan sedikit demi sedikit. baru, pasti yang lainnya diberikan pada orang
Abdullah Faqih dan Hamim mudah senang lain 19 . Kyai Faqih demikian juga, sampai
bergelut dengan kitab-kitab keagamaan, wafatnya beliau memiliki sarung tidak lebih
sementara khozin mudah suka bepergian. dari tiga, padahal jika menghitung hadiah dari
Bahkan diriwayatkan beliau melancong dalam tamu-tamu, beberapa saja jumlahnya. Beliau
waktu yang lama dan sempat di cari-cari
ayahanda K.H. Abdul Hadi Zahid. Setelah 17Wawancara dengan K.H. Masbuhin
ditemukan ternyata beliau berada diluar jawa Faqih selaku anak dari K.H. Abdullah Faqih.
28 Januari 2016
18Felani herma. 2015. 9 Misteri PP.

Mambaus Sholihin. Suci-Manyar-Gresik. Hlm. 24


16Buku singkat mengenai Biografi K.H. 19Wawancara dengan Ustadz Zaenal

Abdullah Faqih. Arifin. Gresik 29 januari 2016


289
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

menerima tetapi tidak pernah menyimpannya. menjelang beberapa tahun, tepatnya pada
Menerima dan langsung diberikan kepada yang tanggal 22 februari 1997 suasana duka
lain. menyelimuti pondok pesantren dan masyarakat
Selama mondok di Lasem, K.H. desa suci. Pengasuh Pondok Pesantren
Ma’shum memiliki perhatian lebih kepada Mambaus Sholihin wafat pada usia 68 tahun22.
Abdullah Faqih muda. Puncaknya beliau Keluarga tidak menyangka akan secepat itu,
dipinang menjadi menantu mendapatkan Nyai karena sehari sebelumnya Kyai Faqih
Hunainah. Nasab Nyai Hunainah adalah binti berkunjung ke rumah putra-putra dan
Bisyri bin Martosuro bin Sumijo20. Lambat laun mengumpulkan sanak kerabat dengan memberi
akhirnya beliau menikah. hadiah yang tidak kecil kepada semua putra,
Pada awal-awal pernikahan kehidupan cucu, dan abdi ndalem. Beliau juga
masih berat. Maklum ketika menikah beliau mengutarakan telah benar-benar sehat dan ingin
masih menjadi santri dan belum tentu memilki segera berziarah kepada Rosululloh
persediaan nafkah keluarga. Namun kondisi ini Muhammad SAW sosok mulia yang pernah
dijalani dengan tabah dan sabar. Waktu terus mendatangi beliau.K.H. Abdullah Faqih
berjalan sampai beliau mempunyai beberapa merupakan sosok yang di kagumi para santri
anak hingga mempunyai 12 anak, yang bernama dan telah pergi selama-lamanya. Meskipun
: Masbuhin, Sulha, Asfihani, Syaiful Hawa, demikian, K.H. Abddullah Faqih akan
Roudhoh, Moh Fahmi, Suwaifi, Zinuq, Falel, senantiasa ada di dalam hati para santri dan
Widad, Fitriyah dan Faizun. Barulahkini menjadi panutan para yang pernah belajar
kehidupan mulai merata. dengan beliau. sosok suri tauladan dan landasan
Berdasarkan hasil melalui wawancara perjuangan beliau sudah tidak ada. K.H.
penulis dengan Bapak Zainul Arifin, salah satu Abdullah Faqih di makamkan di desa suci, tepat
kerabat dari K.H. Abdullah Faqih yang sampai berdampingan dengan istri beliau yaitu Nyai
saat ini masih hidup mengatakan bahwa kyai Hunainah.
yang memiliki karisma tinggi ini merupakan
pendiri pondok pesantren mambaus sholihin, Perjuangan KH Abdullah Faqih dalam
yang dahulu dikenal dengan Pondok Pesantren mendirikan Pondok Pesantren Mambaus
At-Thoharoh. Keberadaanya sebagai sosok yang Sholihin.
sederhana, pandai dalam ilmu agama dan
memiliki karisma yang tinggi dan memiliki Pondok pesantren mambaus sholihin
kepribadian yang luhur untuk mengabdikan dirintis oleh Al Maghfurlah Al Mukarrom KH.
dirinya untuk pembelajaran di pondok, Abdullah Faqih Suci sekitar tahun 1976 yang
membawa pondok pesantren mambaus sholihin pada mulanya berupa surau kecil untuk mengaji
ini menjadi pondok besar dan terkenal di AI-Qur’an dan kitab kuning di lingkungan desa
Gresik21. suci23 dan sekitarnya.
K.H. Abdullah Faqih adalah salah Pada tahun 1976 Al Mukarram KH.
seorang yang membiasakan bersilaturahmi. Abdullah Faqih berjuang di tengah masyarakat,
Beliau nampaknya ingin mengamalkan apa namun beliau masih mempertimbangkan
yang diajarkan oleh Rosulullah bahwa orang kembali untuk mendirikan sebuah pesantren,
yang bersilaturahmi akan diperpanjang meskipun pada saat itu semangat beliau untuk
umurnya dan diperbanyak rizkinya. Beliau mendirikan pesantren sangat besar. Hal ini
sosok seorang yang selalu bersilaturahmi dari didasari oleh perasaan khawatir beliau akan
satu kyai ke kyai yang lain. timbulnya nafsu karena mendirikan pondok
Pada tanggal 23 juli 1994 Nyai harus benar-benar didasari oleh ketulusan hati
Hunainah wafat karena menderita sakit, beliau untuk Nasrul Ilmi (untuk menegakkan Agama
dimakamkan di desa Suci. Beliau wafat Allah), bukan atas dorongan nafsu, apalagi
mendahului K.H. Abdullah Faqih dan

20Ibid. 22Ibid.

21Ibid. 23 Wawancara dengan ustdaz Zainul


Arifin
290
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

punya keinginan mendapatkan santri yang tidak kenal orang tersebut”. KH. Abdul Hamid
banyak. berkata “ Endi saiki dhuwitendang ayo di
Berkat dorongan dari guru-guru beliau itung”.lalu KH. Asfihani mengambil uang
yaitu KH. Abdul Hadi Zahid, KH. Abdul Hamid tersebut dan dihitung sebanyak Rp.
Pasuruan, KH. Usman Al-Ishaqi, serta keinginan 750.000,yang pada akhirnya KH. Abdul Hamid
luhur beliau untuk Nasrul Ilmi, maka Pasuruan memberi isyarat, bahwa yang
didirikanlah sebuah pesantren yang kelak memberikan uang tersebut adalah Nabiyullah
bernama At-Thoharoh yang sekarang dikenal Khaidir AS (Abul Abbas Balya bin Malkan),
dengan nama Mambaus Sholihin. Adapun dana kemudian KH. Abdul Hamid Pasuruan berkata
pertama kali yang digunakan untuk pada KH. Asfihani “Nak, saiki muliyo. Dhuwit iki
membangun pondok adalah pemberian guru ke’no abahmu kongkon bangun Musholla”.
dan kerabat-kerabat beliau24, yaitu salah satunya Suatu kisah yang tak kalah menarik,
KH.Abdul Hadi Zahid. adalah saat Pondok induk dalam taraf
Sebelum pesantren mambaus sholihin penyelesaian pembangunan, Hadrotus Syaikh
didirikan, Al Mukarrom KH. Abdul Hadi Zahid KH Abdul Hamid Pasuruan datang dan
Langitan sempat mengunjungi lokasi yang akan memberi sebuah lampu Neon 40 Watt 220 Volt
digunakan untuk membangun pesantren. untuk penerangan pondok pesantren Mambaus
Setelah beliau mengelilingi tanah tersebut, Sholihin. Padahal saat itu listrik belum masuk
beliau berkata, “Yo wis tanah iki pancen cocok desa suci. Mengingat yang memberi termasuk
kanggo pondok, mulo ndang cepet dibangun”.("Ya kekasih Allah, maka pengasuh pesantren yakin
sudah, tanah ini memang cocok untuk dibangun bahwasannya ini merupakan sebuah isyarat
pondok pesantren, maka dari itu cepat akan hadirnya sesuatu. dan ternyata tidak
bangunlah"). Tidak lama kemudian beberapa berselang lama, tepatnya pada tahun 1977
Masyayikh dan Habaib juga berkunjung ke masuklah aliran listrik ke desa suci 25 . dan
lokasi tersebut. Diantara Habaib dan Masyayikh rupanya neon ini merupakan isyarah 26 akan
yang hadir yaitu KH. Abdul Hamid (Pasuruan), tujuan pondok pesantren Mambaus Sholihin.
KH. Usman Al-Ishaqi (Surabaya), Habib Al
Idrus dan Habib Macan dari Pasuruan. Perjuangan K.H. Abdullah Faqih dalam
Tepatnya pada tahun 1976, mulai Bidang Agama dan Masyarakat
perintisan pembangunan musollah pondok Dalam kehidupan manusia, Agama
pesantren Mambaus Sholihin.saat itu KH. merupakan Hal yang sangat vital. Manusia
Abdullah Faqih sedang menunaikan lbadah haji membutuhkan agama karena manusia lemah
yang pertama. Adapun yang menjadi modal memiliki banyak keterbatasan, manusia
awal pembangunan ini berasal dari materi yang mempunyai sosok yang kuat di atas segalanya
dititipkan kepada adik kandung beliau (KH. sebagai tempat untuk bersandar yaitu Tuhan.
Asfihani Faqih) yang nyantri di pondok Keterbatasan manusia mencapai semua aspek
pesantren Romo KH. Abdul Hamid Pasuruan. baik spritual, metafisik, sehingga manusia
Pada saat itu KH. Asfihani Faqih turun tergerak hatinya untuk mencari sumber yang di
dari tangga sehabis mengajar, tiba-tiba ada anggap akurat yaitu agama 27.
seseorang yang tidak dikenal memberikan Agama begitu penting bagi manusia, oleh
sekantong uang, kemudian beliau pergi dan karena itu sejak zaman Wali Songo berusaha
menghilang. Pada pagi harinya KH. Asfihani menyebarkan agama di jawa sebagai bentuk
dipanggil oleh KH. Abdul Hamid Pasuruan, dakwahnya untuk mengajak umat manusia agar
beliau berkata “Asfihani saya ini pernah berjanji ke jalan yang benar dan tidak menyimpang dari
untuk rnenyumbang pembangunan rumah santri norma yang berlaku. Kegiatan dakwah terus-
(jama’ah) tapi hari ini saya tidak punya uang, Yai
silihono dhuwit opo'o nak !”. kemudian KH. 25Ibid.
Asfihani menjawab "saya tadi malam habis 26 Merupakan istilah bahasa jawa yang
mengajar di beri orangsekantong uang, dan saya artinya isyarat
27TIM Dosen PAI Unesa. 2011. Perguruan
24 Buku sejarah singkat Biografi K.H. Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum.
Abdullah Faqih Surabaya : Unesa University Press
291
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

menerus dilakukan sehingga Wali Songo menjalin silaturahmi kegiatan Majlis Ta’lim ini
memiliki banyak pengikut dan dapat mengajak mengundang perhatian dari masyarakat
hampir sebagian masyarakat untuk masuk sehingga banya warga yang datang dengan
islam28. kesadaran diri hanya mengharap RidhoNya 31 .
Kyai adalah pemimpin non formal Setelah dilakukan selama bertahun-tahun,
sekaligus pemimpin spiritual. Posisinya sangat kesadaran umat manusian akan dakwah yang
dekat dengan masyarakat khususnya lapisan beliau lakukan, membuat pesantren semakin
bawah di Desa-desa. Sebagai seorang pemimpin berkembang sehingga banyak warga yang mulai
spiritual, Kyai sering kali dimintai pertolongan belajar di pondok.
untuk memberikan tausiyah dan siraman rohani
kepada masyarakat. Petuah-petuahnya akan
selalu di dengar, di ikuti dan di laksanakan oleh 2. Kegiatan Pengajian Rabu
para jamaahnya. kepercayaan masyarakat yang
tinggi terhadap Kyai diasanya di dukung oleh Selain menyelenggarakan Majlis Ta’lim
potensinya dalam memecahkan berbagai di Desa Suci, K.H. Abdullah Faqih juga yang
masalah sosial, kultural dan religius mempelopori untuk diadakan pengajian rabu,
menyebabkan posisi kyai sangat di hormati oleh hal ini dilakukan oleh para santri serta
masyarakat melebihi perhormatan mereka masyarakat sekitar suci, dengan tujuan untuk
kepada pejabat. Sebagai seorang Kyai yang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT juga
berpengaruh 29 . K.H. Abdullah Faqih juga kepada sesama muslim.
bertanggung jawab untuk memperbaiki agama Pada awal terbentuknya, pengajian ini
khususnya masyarakat suci. hanya di gelar untuk para santri serta
Berdasarkan penelitian yang dilakukan masyarakat suci di pondok pesantren Mambaus
penulis. Perjuangan K.H. Abdullah Faqih dalam Sholihin. Seiring berjalannya waktu, banyak
bidang keagamaan dan masyarakat besar sekali yang hadir untuk mengikuti pengajian
pengaruhnya sehingga sampai saat ini tersebut, bahkan tidak hanya warga suci yang
perjuangan beliau selama masih hidup hingga datang tetapi juga dari luar warga suci 32.
kini dapat dirasakan manfaatnya khususnya
masyarakat Desa Suci 30 dan sekitarnya. 3. Istighosah pada hari jumat.
Perjuangan K.H. Abdullah Faqih dalam bidang
Selain melaksanakan penggajian rabu,
agama dan masyarakat dapat dibedakan
Istighosah juga di lakukan oleh K.H. Abdullah
menjadi 3, yaitu :
Faqih, Istiqhosah dilakukan oleh para santri
serta anak remaja yang berada di desa suci
1. Kegiatan Majlis Ta’lim pada saat itu, kegiatan ini di lakukan dengan
tujuan guna untuk memperkenal ayat-ayat suci
Majlis Ta’lim merupakan suatu Alqur’an. Seiring berjalannya waktu, banyak
perkumpulan masyarakat untuk melakukan
pengajian.Tujuan Majlis Ta’lim ini biasanya Perkembangan Pondok Pesantren pada Masa
mengajak masyarakat untuk saling Kepemimpinan K.H. Abdullah Faqih
bersilaturahmi sesama manusia.K.H. Abdullah
Faqih adalah orang yang pertama kali memiliki Dalam perkembangannya, kejayaan
ide untuk mendirikan sebuah perkumpulan pondok pesantren dikaitkan dengan karisma
masyarakat dengan tujuan untuk pengajian dan kepemimpinan kiainya serta adanya dukungan-
dukungan besar dari para santri, kerabat serta
gurunya yang ada dilingkungan sekitar pondok
28 Prof. Dr. Mujamil Qomar. 2000. pesantren tersebut. Kyai tidak hanya
Pesantren (Dari Transformasi Metodologi menuju
Demokrasi Institusi. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Hlm. 38 31 Wawancara dengan K.H. Masbuhin
29Ibid. Hlm. 41 Faqih
30 Wawancara dengan Ustadz Zainul 32 Wawancara dengan ustadz Zainul
Arifin Arifin
292
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

dikategorikan sebagai pemuka agama atau ahli kharisma wibawa serta ketrampilan kyai dalam
agama, tetapi juga sebagai sebuah elite mengelola pondok pesantren tersebut.
pesantren33. Semisal KH. Abdullah Faqih yang Di dalam pondok pesantren, Kyai
merupakan seorang kyai yang telah lama memiliki berbagai peran, termasuk sebagai
mengasuh pondok pesantren mambaus sholihin ulama, pendidik dan pengasuh, penghubung
dari berdirinya pondok pesantren tersebut dalam masyarakat, pemimpin dan pengelola
hingga beliau meninggal dunia, dimana beliau pondok pesantren. Peran yang begitu kompleks
memiliki kekuasaan tinggi dalam tersebut menuntut Kyai untuk bisa
menyampaikan dan menyebarkan pengetahuan memposisikan diri dalam berbagai situasi yang
keagamaan serta mempunyai sebuah kompeten dijalani. Dengan demikian, maka dibutuhkan
dalam mewarnai corak dan sosok Kyai yang mempunyai kemampuan,
kepemimpinannya34. dedikasi dan komitmen yang tinggi untuk bisa
Proses pendidikan di pondok pesantren menjalankan peran-peran tersebut37.
dari masa ke masa senantiasa memperlihatkan KH Abdullah Faqih adalah Sosok beliau
peningkatan yang signifikan, sesuai dengan diakui sebagai orang yang mempunyai andil
kondisi serta perkembangan lingkungan besar dalam mengembangkan pondok
sekitarnya 35 . Bermula dari pendidikan yang pesantren Mambaus Sholihin. Beliau bisa
dilakukan di lingkungan rumah tangga dan dikatakan sebagai tonggak awal lahirnya
anak-anak sekitarnya kemudian meningkat ke pondok pesantren dan tokoh Ulama yang
surau atau musollah dan masjid. berpengaruh di desa Suci, Kecamatan Manyar,
Seiring dengan berjalannya waktu, Kabupaten Gresik. Beliau adalah salah - satu
proses pendidikan lebih di tingkatkan lagi ulama yang ada di desa Suci yang berusaha dan
dengan membangun sebuah asrama sebagai berjuang untuk dapat mengembangkan pondok
tempat tinggal santri yang menginap hingga pesantren Mambaus Sholihin. Dalam sebuah
timbullah istilah pondok. Pada masa bentuk sistem pengajarannya yang terus
sekarangpun, semakin berkembang seperti berkembang di pondok Suci tersebut.
halnya sekolah umum meskipun masih
mempertahankan ciri khasnya sebagai lembaga Perkembangan Model Pembelajaran di
pendidikan Islam tradisional. Pondok Pesantren Mambaus Sholihin
Perkembangan pesantren yang cukup
pesat tersebut juga tak lepas dari perjuangan Pondok pesantren Mambaus Sholihin
para pendirinya yaitu Kyai 36 . Kyai sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam yang
seseorang yang memiliki ilmu agama tinggi, memiliki ciri khas tersendiri dalam
dapat dengan mudah untuk mempelopori pembelajarannya. Pola pendidikan dan
pendirian, pertumbuhan, perkembangan, dan pengajaran di pondok pesantren sangat erat
kepengurusan sebuah pesantren. Keberhasilan kaitannya dengan tipologi di pondok pesantren.
sebuah pesantren banyak bergantung pada Setiap pondok pesantren memiliki ciri khas
keahlian, kemampuan, kedalaman ilmu, masing-masing. Berdasarkan pemikiran pondok
pesantren yang ada, maka ada beberapa model
33 Sukamto. 1999. Kepemimpinan Kiai pembelajaran yang dilakukan di pondok
dalam Pesantren.Jakarta : Pustaka. Hlm. 83 pesantren, yaitu sebagai berikut :
34 Wawancara dengan Bapak Zainul
1. Model Pembelajaran Tradisional
Arifin. 29 Januari 2016. Pukul 10.00
35 Ridwan Abdullah Sani. 2011.
Dalam buku yang di karang oleh
Pendidikan karakter di pesantren. Cetakan Ridwan Abdullah Sani dijelaskan bahwa metode
Pertama. Bandung : Cita Pustaka Media Perintis. tradisional adalah berangkat dari pola
Hlm:32 pembelajaran yang sangat sederhana, yang
36 Gelar yang diberikan oleh seorang
terdiri dari pola pengajaran Sorogan,
ahli agama islam yang memilki atau menjadi Bandongan, dan Weton.
pimpinan Pondok Pesantren dan mengajarkan
kitab agama klasik para santrinya. Zamakhsyari
Dhofier, Tradisi Pesantren. Hlm : 18 37 Ibid.
293
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

Pondok pesantren yang menggunakan 2. Model Pembelajaran Modern


model pembelajaran tradisional sering kali
dikenal sebagai pesantren salafiyah. Pola Dalam perkembangan pondok
pembelajaran yang dianggap masih pesantren mambaus sholihin tidak semata-
mempertahankan sistem pengajaran tradisional mata hanya menerapkan pola pembelajaran
dengan materi pengajaran berupa kitab-kitab yang bersifat tradisional saja, melainkan
klasik yang disebut kitab kuning38. melakukan serangkaian inovasi dalam
Dalam model pembelajaran tradisional, pengembangan suatu pendidikan. Metode
metode yang digunakan masih sangat pembelajaran yang bersifat modern tersebut
sederhana mulai dari wetonan, sorogan, adalah metode klasikal, kursus dan pelatihan.
bandongan dan halaqoh. Metode Wetonan atau Metode klasikal adalah pola penerapan
Bandongan adalah cara belajar secara pembelajaran dengan mendirikan Sekolah /
berkelompok yang diikuti oleh para santri dan Madrasah baik secara kelompok yang mengelola
biasanya Kyai dan para pembantunya pengajaran agama atau ilmu yang dimasukkan
menggunakan bahasa daerah setempat serta dalam kategori umum. Pendidikan dalam
menerjemahkan langsung kalimat dari yang sistem klasikal ini dibedakan atas tiga tingkatan.
telah di pelajari. Pola pengajaran yang ditempuh melalui
Istilah Sorogan, berasal dari kata sorog, kursus ini ditekankan pada pengembangan
yang berarti menyodorkan. Setiap para santri ketrampilan berbahasa inggris, berbahasa arab,
menyodorkan para kitabnya dihadapan Kyai ketrampilan tangan yang mengarah pada
dan pembantunya. Metode sorogan ini di terbinanya kemampuan psikomotorik.
anggap metode yang rumit karena memerlukan Pengajaran seperti mengarahkan pada
kesabaran, ketelatenan, kerajinan, serta terbentuknya santri yang memiliki sikap
kedisiplinan santri secara pribadi. sedangkan mandiri untuk menopang ilmu-ilmu agama
metode halaqoh adalah kegiatan diskusi untuk yang di pelajari di pondok pesantren40.
memahami isi kitab serta mempertanyakan Seperti halnya dengan pondok
kemungkinan benar salahnya isi kitab 39. pesantren Mambaus Sholihin. Dengan segala
Pondok pesantren Mambaus Sholihin keterbatasan, K.H. Abdullah Faqih terus
mulai dirintis pada tahun 1976. Adapun metode berusaha untuk dapat memenuhi harapan dan
pembelajaran yang di terapkan di pondok tuntutan masyarakat sesuai dengan kemampuan
pesantren Mambaus Sholihin adalah sebagai yang dimilikinya. Dengan mendatangkan guru-
berikut : guru dari luar kota seperti Tuban, yaitu Ustadz
dari pondok Gontor yang sudah lama
a. Wetonan, metode pembelajaran ini menggunakan sistem pembelajaran modern.
dilakukan oleh K.H. Abdullah Faqih dengan Akhirnya K.H. Abdullah Faqih juga terinspirasi
membacakan seluruh isi kitab dihadapan untuk menambah sistem pembelajaran yang
para santrinya dan langsung sama yaitu model pembelajaran modern. Selain
menerjemahkan isi kitab tersebut dengan itu, pondok pesantren juga membuka lembaga
menggunakan Bahasa Jawa. formal berupa Sekolah/Madrasah. Pendidikan
b. Sorogan, metode pembelajaran ini dilakukan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan
oleh para Santri secara individual secara berjenjang dan berkesinambungan
menghadap K.H. Abdullah Faqih dengan dengan memperhatikan tingkatan pendidikan,
membawa kitab kuning. Kemudian Kyai tingkatan kecerdasan anak, pengelompokkan
membacakan kitab beserta maknanya, santri kelas, serta penilaian angka prestasi secara
menyimak dan mengesahi dengan memberi berjalan dan sertifikat kelulusan41.
tanda baca pada kitabnya. Sistem pengajaran di pondok pesantren
Mambaus Sholihin ini menggunakan kelas-kelas
belajar baik dalam bentuk sekolah maupun
38Ridwan Abdullah.Op.cit. Hlm. 48
39Ahmad Mustofa Harun. 2009. 40 Ridwan Abdullah. Op.cit. Hlm. 52
Khazanah Intelektual Pesantren. Jakarta : CV 41 Wawancara dengan Ustadz Khotibul
Maloho Jaya abadi. Hlm :434 Umam
294
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

madrasah. Adapun kurikulum yang di pakai wakafan dari warga desa suci, uang, material,
adalah kurikulum sekolah yang berlaku dalam makanan dan lain-lain sehingga K.H. Abdullah
Departemen Agama. Kedudukan kyai adalah dapat membangun dan mengembangkan
sebagai koordinator pelaksana proses pondok pesantren Mambaus Sholihin. Hal itu
pembelajaran dan sebagai pengajar langsung di dapat dilihat dari tahun ke tahun proses
kelas. pembangunan baik pendidikan formal,
mendirikan pondok hingga dapat merenovasi
PENUTUP dan memperluasnya. Adapun model
A. Kesimpulan pembelajaran yang beliau terapkan adalah
K.H. Abdullah Faqih adalah pendiri, model pembelajaran yang terdapat 3 ciri khas
pengasuh, dan sekaligus pemimpin pondok metode yaitu sorogan, wetonan, dan
pesantren mambaus sholihin dari desa suci yang bandongan. Seiring berkembangnya waktu,
mampu membawa perubahan yang sangat baik pondok pesantren banyak mendatangkan guru
bagi masyarakat khususnya masyarakat suci baru lulusan dari pondok gontor sehingga
sendiri. Serta berdirinya Pondok Pesantren muncullah ide beliau untuk membuka metode
Mambaus Sholihin Desa Suci, Kecamatan pembelajaran modern yaitu pendidikan klasikal.
Manyar, Kabupaten Gresik ini awalnya Sejak saat itulah pondok pesantren mambaus
bukanlah keinginan pribadi dari KH. Abdullah sholihin berubah menjadi pondok pesantren
Faqih, karena beliau merasa belum mampu modern tetapi tetap tidak meninggalkan sistem
untuk mengasuh pondok pesantren dengan pendidikan tradisionalnya.
alasan bahwa ilmu agama yang beliau miliki B. Saran
belum cukup. Kepada para penerus K.H. Abdullah
Atas dorongan dan dukungan dari Faqih untuk menjadi pengasuh sekaligus
sahabat-sahabat beliau yaitu K.H. Asfihani pemimpin pondok pesantren mambaus sholihin
Faqih dan Syam Wongtani akhirnya pada tahun Suci- Manyar-Gresik kiranya dapat meneruskan
1976, K.H. Abdullah Faqih mau untuk menjadi Perjuangan serta Kepemimpinan beliau untuk
pengasuh pondok pesantren mambaus sholihin. lebih memajukan lagi pendidikan yang ada di
Adapun dana yang beliau gunakan untuk pondok khususnya pendidikan agama sehingga
mendirikan pondok pesantren yaitu dari pondok pesantren mambaus sholihin tetap Jaya,
sahabat-sahabat beliau serta sumbangan dari Maju dan Berkembang meskipun Kyai besarnya
salah satu warga suci sendiri yang berupa telah meninggal dunia.
sebuah tanah yang di wakafkan untuk K.H
Abdullah Faqih yang akan dibangun sebuah DAFTAR PUSTAKA
mushollah pada waktu itu dan lambat laun
semakin lama banyaknya volume santri yang Majalah:
berdatangan di musollah tersebut. Hingga Pustaka Assyifa, 2000. Edisi pertama terbitan
akhirnya K.H Abdullah Faqih berinisiatif untuk pondok pesantren mambaus sholihin suci
membangun sebuah pondok di desa suci yang manyar gresik.
santrinya berasal dari luar kota Gresik. Jurnal :
Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Hanik, Umi. 2005. ”Peran pengelola Pondok
yang beliau dirikan semakin lama semakin pesantren dalam memajukan sikap kebebasan
berkembang pesat. Hal ini disebabkan karena berpikir santri”. Jurnal Pendidikan. No.2 Jilid 14
faktor perjuangan beliau yang tak henti- dalam
hentinya bertirakat kepada Allah SWT. Selain http://ejurnal.veteranbantara.ac.id/index.php/
itu juga beliau selalu berbuat baik kepada semua pendidikan/article/view/72 (Diakses pada
orang tanpa pilih kasih dan beliau juga selalu tanggal 12 Januari 2016 pkl : 14.00 WIB).
mengajarkan kebenaran kepada semua orang
Al-Misbah.2011.”Kepemimpinan Spiritual
sehingga banyak orang yang menyukai sosok
Kharismatik (Telaah Kritis Terhadap
beliau. Hingga pada akhirnya banyak warga
Kepemimpinan K.H. Achmad Muzakki Syah
yang membantu dalam proses pembangunan
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodiri”. Jurnal
pondok, bantuan tersebut berupa : tanah

295
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 2, Juli 2016

FALASIFA. Vol. 2 No. 2 ( Diakses pada tanggal 2 Fadjan, Abdullah. 1991. Peradaban dan pendidikan
Januari 2016 pkl :19.00 WIB ) Islam. Jakarta: CV. Rajawali

Sumber Buku: Galba, Sindu . 1991. Pesantren sebagai Wadah


Komunikasi. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Yasmani. 2005. Modernisasi Pesantren (Kritik
Nurcholis Madjid terhadap pendidikan islam
Hasbullah.1996. Sejarah Pendidikan Islam di
tradisional. Jakarta : Penerbit Quantum teaching
Indonesia Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan
Perkembangan. Jakarta: PT Raja Grafindo
Khadijah Ummul Mu'minin Nazharat Fi isyraqi
Persada.
Fajril Islam. 1994. Khidmat Pondok Pesantren. Al
Haiah Al Mishriyah Press, karya Abdul Mun'im
Abdullah, Ridwan Sani. 2011. Pendidikan
Muhammad
Karakter di Pesantren. Bandung : Cita Pustaka
Media Perintis
Felani herma. 2015. 9 Misteri PP. Mambaus
Sholihin. Suci – Manyar – Gresik Internet :
https://pon-pes-Mambaus-
Sukamto, 1999. Kepemimpinan Kyai dalam sholihin.Blogspot.com/ diakses pada tanggal 6
pesantren. Jakarta : Pustaka LP3ES desember 2015

Dhofeir, Zamakhsyari. 1982. Tradisi Pesantren : https://pon-pes-Mambaus-


Studi tentang pandangan hidup kyai. Cetakan sholihin.Blogspot.com diakses pada tanggal 12
pertama. Jakarta : LP3ES januari 2016. http://santri-
indigo.blogspot.com/2011/11/pondok-
Hiroko Horikoshi. 2004. Kiai dan Perubahan pesantren-mambaus sholihin.html diakes pada
sosial. Jakarta : P3M tanggal 07 Januari 2016

Qadir Jaelani, Abdur. 1994. Peran ulama dan http://anismusthofa.blogspot.com/2014/07/pe


Santri. Surabaya : PT.Bina ilmu ran-kyai-pimpinan-pondok-di pesantren.html
diakses pada tanggal 07 Januari 2016.
Haidari, Amin. 2004. Masa depan Pesantren dalam
tantangan Modernitas dan kompleksitas Global.
Jakarta : IRD

Aly, Noer, Hery. MA. 2012. Kepemimpinan Kyai


dalam pendidikan. Malang : Kalimasahada Press

Muhaimin, Abdul.dkk. 2007. Praksis pembelajaran


Pesantren. Yogyakarta : PT. LKiS Pelangi Aksara

Qomar, Mujamil. 2000. Pesantren (Dari


Transformasi Metodologi menuju Demokrasi
Institusi. Jakarta : Penerbit Erlangga

Rifa’i, Mohammad. 2009. Wahid Hasyim Biografi


singkat 1914-1953. Yogyakarta : Penerbit Garasi

Arifin, imron. 1993. Kepemimpinan Kiai Kasus


Pondok Pesantren Tebuireng. Malang :
Kalimasahada Press

296