Anda di halaman 1dari 8

Soal:

1. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang tujuan, peran dan manfaat supervisi pendidikan dalam
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia!

2. Jelaskan perbedaan peran pengawas dan kepala sekolah sebagai supervisor!

3. Persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor di dalam menjalankan tugasnya, baik
sebagai kepala sekolah maupun seorang pengawas!

4. Sebutkan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor!

5. Mengapa supervisi pendidikan di Indonesia tidak memberikan dampak yang signifikan untuk
meningkatkan profesional guru sebagai profesi?

Jawaban:

1. Pengertian, tujuan, peran dan ruang lingkup dari supervisi pendidikan.

a. Pengertian supervisi pendidikan

1) Segi etimologi

Dari segi etimologi, supervisi diambil dari kata:

(a) super artinya mempunyai kelebihan tertentu seperti kelebihan dalam kedudukan, pangkat dan
kualitas.

(b) visi artinya melihat atau mengawasi.

2) Segi terminologi

Sedangkan dalam arti terminologi, ada beberapa definisi yang akhirnya dari beberapa definisi itu dapat
disimpulkan bahwa supervisi pendidikan adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk
membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaannya secara aktif.
b. Tujuan supervisi pendidikan

1) Tujuan Umum

Tujuan supervisi sejalan dengan tujuan pendidikan, baik tujuan umum maupun tujuan pendidikan
nasional. Dengan demikian, seorang supervisor memang harus seorang yang banyak pengetahuan dan
pengalamannya dari orang yang disupervisinya, karena tujuan pendidikan di sekolah juga menyangkut
tujuan pendidikan secara umum.

Seorang supervisor tidak bekerja dalam kekosongan, ia harus selalu jeli melihat jauh ke depan terhadap
apa saja yang dilakukannya. Guru adalah ujung tombak sekolah dalam melaksanakan misinya dimana
bila tombaknya bengkok tentu tujuan pendidikan akan meleset dari yang telah ditetapkan.

2) Tujuan Khusus (operasional)

a) Membantu guru agar lebih mengerti/menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah dalam usaha
mencapai tujuan pendidikan itu.

b) Membantu guru agar mereka lebih menyadari dan mengertikebutuhan dan masalah-masalah yang
dihadapi siswanya.

c) Membantu guru mengadakan diagnosa secara kritis, dankesulitan-kesulitan mengajar dan


belajar murid serta menolong mereka merencanakan perbaikan

d) Memperbesar kasadaran guru terhadap tata kerja yang demokratis dan kooperatif serta
memperbesar kesediaan untuk tolong menolong

e) Membantu guru meningkatkan kemampuan penampilannya dimuka kelas

f) Membantu guru untuk lebih memanfaatkan pengalaman- pengalamannya sendiri

g) Memperkenalkan guru atau karyawan baru kepada situasidan kondisi sekolah dan profesinya

h) Menghindarkan guru dari segala tuntutan yang di luar batas kemampuan dan kewenangannya,
baik tuntutan dari dalammaupun dari luar sekolah

i) Membantu guru dalam menggunakan alat-alat pelajaran modern.

j) Membantu guru dalam menilai kemajuan secara tepat


k) Membantu guru memanfaatkan sumber-sumber belajar dan pengalaman belajar murid

c. Ruang lingkup supervisi pendidikan

Sarwoto (1985: 104) menjelaskan bahwa secara teoritis yang menjadi objek supervisi ada dua aspek,
yaitu:

a) Aspek manusia

Seperti sikap terhadap tugas, disiplin kerja, moral kerja, kejujuran, ketaatan terhadap peraturan
organisasi, kerajinan, kecakapan kerja, kemampuan dalam bekerja sama, watak;

b) Aspek kegiatan

Seperti cara bekerja kerja (cara mengajar), metoda pendekatan terhadap siswa, efisiensi kerja, dan hasil
kerja.

2. Perbedaan peran pengawas dengan kepala sekolah sebagai supervisor, yaitu:

a) Peran pengawas

Kewajiban pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas adalah:

(1) Menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksakan evaluasi hasil
pelaksanaan program pengawasan dan membimbing dan melatih profesional guru;

(2) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan
sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

(3) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama dan etika; dan

(4) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa


Tugas pengawas pada pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan meliputi:

(1) penyusunan program pengawasan,

(2) pelaksanaan pembinaan,

(3) pemantauan pelaksanaan delapan standar pendidikan,

(4) penilaian,

(5) pembimbingan dan pelatihan professional Guru,

(6) evaluasi pelaksanaan program pengawasan, dan

(7) tugas kepengawasan di daerah khusus.

Kompetensi pengawas dalam program evaluasi dasar sekolah tahun 2012 adalah:

(1) pembimbingan mengenai konsep evaluasi dasar sekolah

(2) pembimbingan manual penjaminan mutu,

(3) pembimbingan pengenalan dan cara mengisi instrumen evaluasi dasar sekolah

(4) pembimbingan mengenai desain profil,

(5) pembimbingan mengenai penyusunan rancangan kegiatan sekolah,

(6) Memverifikasi instrumen

(7) dan pembimbingan mengenai cara mengupload instrumen secara online

b) Kepala sekolah sebagai supervisor

Kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa ia harus meneliti, mencari dan menentukan syarat-
syarat mana saja yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya.

Kepala sekolah harus dapat meneliti syarat-syarat mana yang telah ada dan tercukupi, dan mana yang
belum ada atau kurang secara maksimal.

3. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor di dalam menjalankan tugasnya, baik
sebagai kepala sekolah maupun seorang pengawas, adalah:
Meneliti keadaan, diantaranya:

(a) Bagaimana keadaan gedung sekolah? Sudah baik dan memenuhi syarat atau sudah rusak?
Bagaimana usaha perbaikannya?

(b) Apakah perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran memenuhi persyaratan filosofis, psikologis
dan didaktis? Jika belum apa kurangnya? Bagaimana usaha mencukupinya?

(c) Bagaimana keadaan gurunya, terlalu banyak wanitanya/ terlalu banyak guru honorer dari pada guru
tetap? apakah kemungkinan usaha untuk menjaga keadaan sebaik-baiknya?

(d) Bagaimana hasil pelajaran dan pendidikan anak-anak? Terlihatlah adanya kemajuan/perbaikan dari
tiap tiga bulan atau dari tiap semester dari tahun ke tahun?

(e) Bagaiman sikap dan perasaan tanggung jawab guru-guru dalam berpartisipasi terhadap pembinaan
dan kemajuan sekolah? Adakah sikap dan sifat kepemimpinan sekolah yang kurang sesuai
mempengaruhi kehidupan sekolah pada umumnya?

4. Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor, yaitu:

(a) hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif.

(b) harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap dan mungkin prasangka guru-guru/pegawai
sekolah

(c) harus didasarkan atas hubungan profesional, bukan atas dasar hubungan pribadi.

(d) Supervisi tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil dan tidak boleh lekas merasa kecewa.

(e) Supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter).

(f) Supervisi tidak boleh bersifat mencari kesalahan dan kekurangan.

(g) Supervisi harus didasarkan pada keadaan yang riil dan sebenarnya.

(h) Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya.

(i) Supervisi hendaknya juga bersifat preventif, korektif dan kooperatif.

5. Supervisi pendidikan di Indonesia tidak memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan
profesional guru sebagai profesi, karena tidak menampakan sisi profesionalisme kerja yang baik, yang
seharusnya Sebagai supervisor harus menunjukan karakteristik professional sebagai berikut:
a) Menerangkan topik yang diajarkan dengan baik

Membantu guru mengadakan diagnosa secara kritis, dan kesulitan-kesulitan mengajar dan belajar murid
serta menolong mereka merencanakan perbaikan

Tujuan ini akan terwujud terutama apabila guru telah menemukan pokok persoalan, apakah itu datang
dari dirinya sendiri atau dari murid, dan bila guru sudah menemukan pokok persoalannya ia harus dapat
secara tepat merencanakan perbaikan pengajaran (remedial teaching).

b) Menerangkan dengan jelas dan logis

Kenyataan di lapangan, adalah masih banyaknya guru yang terpaku pada tugas rutin, yaitu mengajar dari
jam ke jam dan dari kelaske kelas lain, tanpa sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari
tujuan yang besar, di mana mata pelajaran hanya sebagai alat.

Banyak guru yang hanya mengutamakan menyelesaikan tugas dengan tujuan-tujuan jangka pendek,
padahal jauh di depannya ada tujuan yang lebih utama, yaitu pencapaian tujuan pendidikan. Misalnya,
apakah guru tahu apa tujuan pengajaran tata bahasa bagi hidup anak?

c) Menyampaikan materi dengan sistematis

Penampilan mengajar memang tidak semata ditentukan oleh penguasaan bahan, tapi apabila guru
sudah menguasai bahan adalah modal yang pertama, namun tak sedikit guru yang mempunyai modal
tapi tak dapat mengembangkannya, karena ia tidak tahu bagaimana cara membelanjakannya, apalagi
ada guru yang terlalu berlebihan dalam menyampaikan materi (bahan), ia justru tenggelam dalam
materi. Guru yang seperti ini sering tampak kacau di muka kelas, karena ia asyik dengan dirinya sendiri,
sedangkan murid tak tahu apa yang harus diperhatikan dan dipelajari.

d) Mempunyai kemampuan ekspresi diri

Membantu guru untuk lebih memanfaatkan ekspresi diri/pengalaman-pengalamannya sendiri.

Pengalaman adalah guru yang paling berharga, dan akan menjadi suatu hal yang amat berharga apabila
guru disadarkan dengan pengalamannya sendiri memberikan petunjuk yang amat bijaksana dalam
memecahkan persoalan pengajaran di kelas, apalagi guru yang telah lama mengajar, pasti mempunyai
segudang pengalaman yang dapat dipilihnya untuk menghadapi persoalan yang baru. Misalnya, guru
yang berpengalaman menghadapi siswa yang nakal, akan lunak bagi menghadapi siswa yang nakal,
karena ia (guru) sudah mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak yang nakal tersebut
(dalam mencari pemecahan masalah).

e) Mempunyai kemampuan membangkitkan motivasi belajar siswa

Membantu guru agar mereka lebih menyadari dan mengerti kebutuhan dan masalah-masalah yang
dihadapi siswanya.

Sistem klasikal memang mempunyai kelemahan, namun itu bukanlah hambatan atau alasan guru tidak
bisa berbuat banyak bagi siswanya. Misalnya, menyamaratakan kemampuan siswa di satu kelas,
mengabaikan hambatan-hambatan yang bersifat pribadi.

Anak pada usia sekolah, terutama di Indonesia banyak menghadapi masalah, baik yang bersumber dari
dirinya maupun dari keluarga dan lingkungannya, karena itu mereka perlu diperhatikan secara khusus,
sebab kalau tidak demikian guru akan menganggap siswa bodoh, padahal bukan itu masalahnya

f) Mempunyai kemampuan membuat rencana program pembelajaran (RPP)

Artinya guru harus dapat melakukan pengukuran yang tepat, sehingga ia dapat meningkatkan kemajuan
program pembelajaran. Karena dengan mengetahui hal itu guru dapat menilai dirinya sendiri, dan akan
dapat memberikan nilai objektif kepada murid, dengan demikian kemajuan pembelajaran dapat dicapai
dengan efektif dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA

Adnan Sandy Setiawan (200); “Manajemen Perguruan Tinggi Di Tengah Perekonomian Pasar dan
Pendidikan Yang Demokratis “, “INDONews (s)”.

Ani M. Hasan (2003); “Pengembangan Profesional Guru di Abad Pengetahuan”, Pendidikan Network :
24 Maret 2006

Aqib, Zainal & Elham Rohmanto. (2007). “Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah”.
Bandung: CV . Yrama Widya.

Bafadal, Ibrahim. (1992). “Supervisi Pengajaran”. Jakarta: Bumi AksaraBurhanuddin, dkk.

Burhanuddin, H. dkk (ed.). (2003). “Supervisi Pendidikan dan Pengajaran: Konsep, Pendekatan,dan
Penerapan Pembinaan Profesional”. Malang: Rosindo. Edisi Revisi.

Ekosusilo, Madyo. (1998). Supervisi Pengajaran dalam Latar Budaya Jawa. Sukoharjo: Univet Bantara
Press.

Daryanto, (2010); Administrasi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta

Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (1998); Total Quality Management (TQM), Andi Offset : Yogyakarta

Frietz R Tambunan (2004); “Mega Tragedi Pendidikan Nasional”, Kompas : 16 Juni 2004

Hadari Nawawi (2005); “Manajemen Strategik”. Gadjah Mada Pers : Yogyakarta

Jurnal Tenaga Kependidikan Volume 3, No. 1, April 2008. “Peran dan Fungsi Pengawas Sekolah/
Madrasah”

Purwanto Ngalim (2005), “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

Thomas B. Santoso (2001), “ Manajemen Sekolah di Masa Kini (1)”, Pendidikan Network : 24 Maret 2006

Anda mungkin juga menyukai