Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH

STRATEGI LOKASI

Dosen Pengampu :

Rio Marpaung, SE, MM

Disusun Oleh Kelompok 2:

Al Yanda Ramadhan ( 1902113376 )

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NEGERI RIAU


KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, penulis senantiasa mensyukuri atas segala
nikmat dan ridho-Nya, maka penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.Makalah
ini dibuat untuk melengkapi nilai tugas dari mata kuliah Manajemen Operasioal Lanjutan.

Pada kesempatan kali ini juga, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada
pihak-pihak yang telah banyak membantu dan berkontibusi dalam menyelasaikan makalah ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pengalaman dan ilmu yang dimiliki masih terbatas dan
terdapat banyak kekurangan, sehingga penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna.Namun
penulis tetap bersyukur karena dengan bimbingan dan bantuan semua pihak,maka makalah ini dapat
diselesaikan. Penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun guna mencapai hasil
yang lebih baik. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Pekanbaru,20 Maret 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 1
1.3 Tujuan...................................................................................................... 1
1.4 Manfaat ................................................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN

2.1 Identifikasi Lokasi................................................................................... 3

2.2 Metode Pemeringkatan Faktor ................................................................ 4

2.3 Analisis Titik Impas Lokasi..................................................................... 6

2.4 Strategi-Strategi Perencanaan Agregat.................................................... 7

2.5 Metode Pusat Gravitasi............................................................................ 10

2.6 Model Transportasi..................................................................................

BAB III : PENUTUP

3.1 Kesimpulan.............................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 14

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bagi semua perusahaan yang ada pasti menyadari bahwa kelangsungan hidup
perusahaan lebih penting daripada sekedar keuntungan yang besar.Untuk dapat terus
bertahan, perusahaan memerlukan keuntungan yang cukup untuk dapat menutupi
kegiatan operasinya.Dalam upaya untuk mendapatkan keuntungan tersebut,Perusahaan
harus memiliki produk yang dapat memenuhi kebutuhan,keinginan dan kepuasan
konsumen.

Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan,keinginan dan kepuasaan konsumen, masalah


yang akan dihadapi oleh perusahaan adalah lokasi atau tempat perusahaan itu berdiri
dan letak dari departemen-departemen yang dinaungi perusahaan tersebut.Lokasi
menjadi hal yang sangat penting, karena lokasi berdirinya perusahaan tersebut akan
mempengaruhi komponen internal,komponen eskternal,serta variabel-variabel penentu
lain bagi perusahaan seperti biaya dan mata uang.

Dengan memiliki lokasi atau tata letak yang tepat akan bermanfaat bagi perusahaan
seperti menciptakan efisiensi dan kelancaran aktivitas dari perusahaan, dengan begitu
beban atau biaya aliran material yang tidak diperlukan bisa diminimalisir.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana mengidentifikasi lokasi?


2. Bagaimana metode-metode perhitungan dalam menganalisis lokasi dan tata
letak?

1.2 Tujuan

1. Mengetahui cara mengidentifikasi lokasi


2. Mengetahui metode-metode perhitungan dalam menganalisis lokasi dan tata
letak
1.4 Manfaat
Makalah ini dibuat dengan tujuan menjelaskan secara lebih rinci dan detail mengenai
strategi lokasi dan metode-metode perhitungannya dalam menganalisis lokasi dan tata
letak untuk itu diharapkan makalah ini bisa menjadi refrensi atau pengetahuan baru
bagi para pembaca.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Mengidentifikasi Lokasi

Masalah lokasi sangat memengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan secara


keseluruhan. Misalnya biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk atau produk jadi
yang ke luar dari perusahaan, dapat mencapai seperempat dari harga jual produk. Selain itu
lokasi juga dapat memengaruhi biaya pajak, upah, biaya bahan baku, dan sewa.
Keputusan mengenai lokasi harus diambil perusahaan sesekali saja, biasanya karena
permintaan yang telah melebihi kapasitas pabrik yang ada atau karena perubahan
produktivitas tenaga kerja, perubahan nilait tukar, biaya-biaya, dan sikap masyarakat
setempat. Pilihan-pilihan dalam lokasi meliputi : Tidak pindah, tetapi memperluas fasilitas
yang ada; Mempertahankan lokasi sekarang dan menambahkan fasilitas lain di tempat lain
atau; Menutup fasilitas yang ada atau pindah ke lokasi lain. Keputusan lokasi bergantung
pada jenis bisnis. Untuk keputusan lokasi industry, strategi yang digunakan biasanya adalah
strategi untuk meminimalkan biaya, meski inovasi dan kreativitas juga penting. Untuk
bisnis eceran dan jasa profesi, strategi yang digunakan difokuskan pada memaksimalkan
pendapatan. Walaupun demikian, strategi
lokasi pemilihan gudang bisa ditentukan oleh biaya serta kecepatan pengiriman. Tujuan
strategi lokasi adalah memaksimalkan manfaat lokasi bagi perusahaan.
Lokasi dan Biaya – Karena lokasi memengaruhi biaya dan menentukan
penghasilan, lokasi sepenuhnya memiliki kekuatan untuk membuat atau menghancurkan
strategi bisnis perusahaan. Keputusan lokasi yang berdasarkan pada strategi biaya rendah
(low-cost) membutuhkan pertimbangan yang cermat. Ketika manajemen telah memutuskan
untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya yang menjadi tetap dan sulit
dikurangi. Oleh karena itu, kerja keras yang dilakukan manajemen untuk menetapkan lokasi
fasilitas yang optimal merupakan investasi yang baik.
Lokasi dan Inovasi – Saat kreativitas, inovasi, dan investasi litbang bersifat penting
bagi strategi operasi, fokus criteria lokasi dapat berubah, dari yang awalnya berfokus-pada-
biaya, menjadi berfokus-pada-inovasi Ada empat sifat yang memengaruhi inovasi dan daya
saing :
1. Adanya input berkualitas tinggu dan spesifik, seperti kemampuan ilmiah dan
teknik
2. Lingkungan yang kondusif bagi investasi dan persaingan lokal yang ketat
3. Tekanan dan wawasan yang didapat dari pasar lokal yg berpengalaman
4. Adanya industry lokal yang saling terhubung dan mendukung

2.1.1 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Lokasi

Menentukan lokasi operasional untuk perusahaan yang telah menempatkan usahanya


secara internasional adalah tidak sederhana. Keputusan lokasi sudah keluar melebihi batas
Negara, pada kenyataannya keputusan lokasi bagi perusahaan uyang beroperasi secara
global dimulai dari mempertimbangkan berbagai faktor untuk memilih Negara, dilanjutkan
untuk memilih wilayah sampai memilih tempat. Adapun berbagai faktor tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut :
Keputusan Pemilihan Lokasi Negara - Adapun faktor yang dipertimbangkan :

1. Resiko politik yang dihadapi, peraturan yang ada, sikap pemerintah, serta insentif
pemerintah.

1
2. Permasalahan budaya dan ekonomi , termasuk budaya korupsi
3. Lokasi pasar karena produk yang telah dibuat harus dapat diserap oleh pasar agar
keberlangsungan perusahaan dapat terjamin.

4. Ketersediaan tenaga kerja, upah buruh, produktifitas, karena unsure tenaga kerja adalah
sangat penting bagi perusahaan.
5. Ketersediaan pasokan, komunikasi dan energi, hal ini disebabkan ketergantungan
perusahaan pada hal-hal tersebut karena tanpa bahan baku, komunikasi maupun energi
maka perusahaan tidak dapat beropoperasi.
6. Resiko nilai tukar mata uang, karena mata uang dari suatu Negara yang sangat
fluktuatif akan berdampak sangat signifikan bagi kegiatan bisnis.
Keputusan Pemilihan Lokasi Daerah (Region) - Faktor yang dipertimbangkan diantaranya:
a. Keinginan perusahaan
b. Segi-segi yang menarik dari wilayah tersebut (budaya, pajak, iklim)
c. Ketersediaan tanaga kerja, upah serta sikap terhadap serikat kerja
d. Biaya dan ketersediaan pelayanan umum.
e. Peraturan mengenai lingkungan hidup.
f. Insentif dari pemerintah.
g. Kedekatan dengan bahan baku dan konsumen.
h. Biaya tanah dan pendirian bangunan.
Keputusan Lokasi untuk memilih tempat (site) - Adapun faktor pertimbangannya : a.
Ukuran dan biaya lokasi
b. Sistem transportasi udara, kereta, jalan bebas maupunb jalur laut.
c. Pembatasan daerah.
d. Kedekatan dengan jasa / pasokan yang dibutiuhkan.
e. Permasalahan dampak lingkungan.
Di samping globalisasi, sejumlah factor lain juga memengaruhi keputusan lokasi.
Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut :

2
2.1.1.1 Produktivitas Tenaga Kerja

Saat memutuskan sebuah lokasi,manajemen mungkin tergiur dengan tingkat upah


yang rendah pada suatu daerah. Dengan tingkat pendidikan yang rendah atau kebiasaan
kerja yang buruk, pekerja yang tidak terlatih mungkin bukan merupakan hal yang baik bagi
perusahaan walaupun upahnya rendah. Demikian pula pekerja yang tidak dapat atau tidak
konsisten dalam bekerja tidak memberikan kebaikan bagi organisasi walaupun upahnya
rendah.

2.1.1.2 Resiko Nilai Tukar dan Mata Uang

Walaupun tingkat upah buruh dan produktifitas dapat membuat sebuah negara
terlihat ekonomis, tingkat nilai tukar yang tidak menguntungkan dapat menghilangkan
penghematan yang telah dilakukan. Perusahaan terkadang dapat mengambil keuntungan dari
nilai tukar yang menguntungkan dengan memindahkan lokasi atau mengekspor produk
kenegara asing. Walau demikian ,nilai mata uang asing di hampir semua negara terus
berfluktuasi.

2.1.1.3 Biaya-biaya

Biaya lokasi dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu biaya nyata dan biaya tidak
nyata. Biaya nyata adalah biaya-biaya yang dapat di identifikasi langsung dan dihitung
cepat. Biaya nyata meliputi biaya layanan umum,tenaga kerja, bahan baku, pajak,
penyusutan, serta biaya lain yang dapat biaya lain yang dapat di identifikasi oleh
departemen akuntansi dan pihak manajemen. Sedangkan Biaya tidak nyata adalah biaya
yang meliputi pendidikan, fasilitas transportasi umum, sikap masyarakat terhadap industri
dan perusahaan , serta kualitas dan sikap calon pekerja. Biaya tidak nyata juga meliputi
variabel kualitas hidup seperti iklim dan kelompok olahraga yang dapat mempengaruhi
proses rekrutmen pekerja.

3
2.1.1.4 Resiko Politik Nilai dan Budaya

Risiko politik berhubungan dengan kemungkinan berfluktuasinya sikap pemerintah


nasional, negara bagian, dan lokal terhadap kepemilikan swasta dan intelektual, penetapan
zona, polusi, serta stabilitas ketenagakerjaan. Posisi pemerintah saat keputusan lokasi dibuat
mungkin tidak berlangsung lama. Walaupun demikian pihak manajemen mungkin
mendapati sikap ini dapat dipengaruhi oleh pola kepemimpinan mereka sendiri. Sikap
pekerja mungkin berbeda dari satu negara dengan negara lain, daerah dengan daerah lain.
Dilain pihak sikap ini dapat mempengaruhi keputusan perusahaan apakah akan memberikan
penawaran pada pekerja yang ada sekarang jika perusahaan pindah kelokasi baru.
Satu dari tantangan terbesar keputusan operasi global adalah berkompromi dengan
budaya negara lain. Perbedaan budaya bekerja dan pemasok dalam hal ketetapan waktu
membuat perbedaan besar dalam jadwal produksi dan pengiriman.

2.1.1.5 Kedekatan pada Pasar

Bagi sejumlah perusahaan, berada pada lokasi yang dekat dengan pelanggan adalah
sangat penting. Organisasi jasa seperti toko obat, restoran, kantor pos, atau pencukur rambut
mendapati bahwa kedekatan pada pasar merupakan aktor lokasi utama. Perusahaan
manufaktur mendapati berdekatan dengan pelanggan ketika biaya pengiriman barang jadi
mahal atau sulit (mungkin disebabkan produk yang dikirim banyak, berat, atau mudah
pecah) merupakan hal yang sangat berguna. Selain itu dengan produksi yang just in time
pemasok menginginkan lokasi yang dekat dengan pelanggan.

2.1.1.6 Kedekatan Pada Pemasok

Perusahaan menempatkan diri dekat dengan barang mentah dan pemasok karena (1)
barang –barang yang mudah busuk, (2) biaya transportasi, (3) jumlah produk yang sangat
banyak. Para penghasil roti, susu, sayur-sayuran dan makanan laut beku berhubungan
dengan barang mentah yang mudah busuk sehingga mereka kerap berlokasi dekat pemasok.

4
Perusahaan yang bergantung pada input yang berupa bahan mentah yang berat atau yang
berjumlah sama (seperti produsen baja yang menggunakan batu bara dan biji besi) harus
membayar biaya transportasi yang sangat mahal sehingga biaya transportasi menjadi faktor
utama
.

2.1.1.7 Kedekatan pada Pesaing

Mungkin terasa jika perusahaan-perusahaan juga senang berdekatan dengan para


pesaingnya. Kecenderungan yang disebut pengelompokan atau clustering yang sering terjadi
apabila sumber daya utama ditemukan di wilayah tersebut. Sumber daya ini meliputi sumber
daya alam, informasi, modal proyek, dan bakat.

2.2 Perencanaan Penjualan dan Operasi

Perencanaan Penjualan dan Operasi (S&OP) adalah proses perencanaan agregat yang
menentukan sumber daya kapasitas yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk memenuhi
permintaannya dalam jangka waktu menengah — 6 hingga 12 bulan ke depan dimasa
depan. Dalam jangka waktu ini, biasanya tidak layak untuk meningkatkan kapasitas
dengan membangun fasilitas baru atau membeli peralatan baru; namun, layak untuk
mempekerjakan atau memberhentikan pekerja, menambah atau kurangi minggu kerja,
tambahkan shift ekstra, subkontrakkan pekerjaan, gunakan lembur, atau tambah dan
habis tingkat persediaan.

Agregat istilah diguunakan karena rencana dikembangkan untuk lini produk atau
kelompok produk, daripada produk individual. Rencana operasi agregat dapat
menentukan berapa banyak sepeda harus diproduksi tetapi tidak akan
mengidentifikasinya berdasarkan warna, ukuran, ban, atau jenis rem. Sumber kapasitas
juga dinyatakan secara agregat, biasanya sebagai jam kerja atau mesin. Jam kerja tidak
akan ditentukan berdasarkan jenis pekerjaan, atau jam mesin berdasarkan jenis mesin.
Dan mereka mungkin hanya diberikan untuk proses kritis.

5
Untuk layanan, kapasitas seringkali dibatasi oleh ruang — jumlah kursi maskapai,
jumlah hotel kamar, jumlah tempat tidur di fasilitas pemasyarakatan. Waktu juga dapat
memengaruhi kapasitas. Jumlah pelanggan makan siang yang dapat disajikan di restoran
dibatasi oleh jumlah kursi, serta jumlah jam makan siang disajikan. Di beberapa sekolah
yang penuh sesak, makan siang dimulai pukul 10:00 pagi. yang seperti itu semua siswa
dapat dilayani pukul 2:00 P.M.

Produsen pulp, kertas, kayu, dan produk kayu lainnya memiliki perencanaan agregat
yang menarik masalah — mereka harus merencanakan sumber daya pohon yang
terbarukan. Perencanaan agregat dimulai dengan model simulasi matematis
pertumbuhan pohon yang menentukan aliran maksimum serat kayu yang berkelanjutan
dari setiap areal. Keputusan dibuat tentang pohon mana yang akan dipanen sekarang;
mana yang harus pergi sampai nanti; tempat menanam pohon baru; dan jenis, jumlah,
dan lokasi hutan kayu baru yang harus dibeli. Cakrawala perencanaan adalah waktu
biologis utama untuk menumbuhkan pohon — lebih dari 80 tahun!

Pada Gambar 14.l, rencana penjualan dan operasi harus mencerminkan kebijakan
perusahaan (seperti menghindari PHK, membatasi tingkat persediaan, dan
mempertahankan tingkat layanan pelanggan tertentu) dan tujuan strategis (seperti
menangkap bagian tertentu dari pasar atau mencapai level yang ditargetkan dari kualitas
atau keuntungan). Input lain termasuk kendala keuangan, perkiraan permintaan (dari
penjualan), dan kapasitas kendala (dari operasi).

6
Proses perencanaan penjualan dan operasi tidak berhenti di sini. Kedua rencana tersebut
harus direkonsiliasi. Biasanya ini melibatkan pembuatan rencana tahunan dan
memperbaruinya dengan rapat bulanan itu berujung pada persetujuan eksekutif dari
rencana akhir. Prosesnya digambarkan dalam Gambar 14.2. Karena berbagai faktor dan
sudut pandang yang dipertimbangkan, rencana penjualan dan operasi sering disebut
sebagai rencana permainan perusahaan untuk tahun mendatang, dan penyimpangan dari
rencana tersebut dilakukan dengan cermat dipantau. Pertemuan S&OP bulanan
merekonsiliasi perbedaan dalam penawaran, permintaan, dan rencana produk baru.

2.3 Sifat Perencanaan Agregat

Sifat Perencanaan Agregat Perencanaan agregat menurut istilah berarti


mengombinasikan sumber daya ke dalam jangka waktu keseluruhan. Dalam
perencanaan agregat, rencana produksi tidak menguraikan per produk tetapi
menyangkut berapa banyak produk yang akan dihasilkan tanpa mempermasalahkan
jenis dari produk tersebut. Sebagai contoh pada perusahaan pembuat mobil, hanya
memperhitungkan berapa banyak mobil yang akan dibuat, tetapi bukan berapa
banyak mobil dua pintu atau empat pintu atau berapa banyak mobil berwarna merah
atau biru.

7
2.4 Strategi-Strategi Perencanaan Agregat

 Strategi-strategi berikut melibatkan manipulasi persediaan, nilai produksi, tingkat


tenaga kerja, kapasitas, dan variabel lain yang dapat dikendalikan. Terdapat delapan
pilihan secara lebih terinci. Lima pilihan pertama disebut pilihan kapasitas (capacity
option) sebab pilihan ini tidak berusaha untuk mengubah permintaan tetapi untuk
menyerap fluktuasi dalam permintaan.  Tiga pilihan yang terakhir adalah pilihan
permintaan (demand option) dimana perusahaan berusaha untuk mengurangi
perubahan pola permintaan selama periode perencanaan yaitu sbb:

1.      Pilihan Kapasitas

Sebuah perusahaan dapat memilih pilihan kapasitas dasar (produksi) berikut:


a)      Mengubah tingkat persediaan
Para manajer dapat meningkatkan persediaan selama periode permintaan rendah
untuk memenuhi permintaan yang tinggi di masa mendatang. Jika strategi ini dipilih,
maka biaya-biaya yang berkaitan dengan penyimpanan, asuransi, penanganan,
keusangan, pencurian, dan modal yang diinvestasikan akan meningkat. (Biaya-biaya
ini pada umumnya berkisar 15% hingga 40% dari nilai sebuah barang setiap
tahunnya). Pada sisi lain, ketika perusahaan memasuki masa dimana permintaan
meningkat, maka kekurangan yang terjadi dapat mengakibatkan tidak terjadinya
penjualan yang disebabkan waktu tunggu yang lebih panjang dan pelayanan
pelanggan yang lebih buruk.

b)        Meragamkan jumlah tenaga kerja


Dilakukan dengan cara mengkaryakan atau memberhentikan. Salah satu cara untuk
memenuhi permintaan adalah dengan mengkaryakan atau memberhentikan para
pekerja produksi untuk menyesuaikan tingkat produksi. Bagaimanapun, sering
karyawan baru memerlukan pelatihan, dan produktivitas rata-rata menurun untuk
sementara karena mereka menjadi terbiasa. Pemberhentian atau PHK, tentu saja,

8
menurunkan moral semua pekerja dan dapat mendorong ke arah produktivitas yang
lebih rendah.
c)        Meragamkan tingkat produksi melalui lembur atau waktu kosong
Terkadang tenaga kerja dapat dijaga tetap konstan dengan meragamkan waktu kerja,
mengurangi banyaknya jam kerja ketika permintaan rendah dan menambah jam kerja
pada saat permintaan naik. Sekalipun begitu, ketika permintaan sedang tinggi,
terdapat keterbatasan seberapa banyak lembur yang dapat dilakukan. Upah lembur
membutuhkan lebih banyak uang, dan terlalu banyak lembur dapat membuat titik
produktivitas pekerja secara keseluruhan merosot. Lembur juga dapat menyiratkan
naiknya biaya overhead yang diperlukan untuk menjaga agar fasilitas dapat tetap
berjalan. Pada sisi lain, disaat permintaan menurun, perusahaan harus mengurangi
waktu kosong pekerja-yang biasanya merupakan proses yang sulit.

d)        Subkontrak


 Sebuah perusahaan dapat memperoleh kapasitas sementara dengan melakukan
subkontrak selama periode permintaan tinggi. Bagaimana pun, subkontrak, memiliki
beberapa kekurangan antara lain:
 Mahal;
 Membawa resiko dengan membuka pintu klien bagi pesaing;
Seringkali susah mendapatkan pemasok subkontrak yang sempurna, yang selalu
dapat mengirimkan produk bermutu tepat waktu.

e)        Penggunaan karyawan paruh waktu


Terutama di sector jasa, karyawan paruh waktu dapat mengisi kebutuhan tenaga
kerja tidak terampil. Praktik ini umum dilakukan di restoran, toko eceran, dan
supermarket.

2.      Pilihan Permintaan
Pilihan permintaan dasar adalah sebagai berikut:
a)      Mempengaruhi permintaan
Ketika permintaan rendah, sebuah perusahaan dapat mencoba untuk meningkatkan
permintaan melalui iklan, promosi, kewiraniagaan, dan diskon. Perusahaan

9
penerbangan dan hotel telah lama menawarkan diskon akhir pekan dan tarif musim
sepi; perusahaan telepon membebankan biaya yang lebih murah pada malam hari;
beberapa perguruan tinggi member diskon bagi warga senior; dan pendingin udara
dijual lebih murah pada waktu musim dingin. Bagaimana pun, bahkan iklan khusus,
promosi, penjualan, dan penetapan harga tidak selalu mampu menyeimbangkan
permintaan dengan kapasitas produksi.

b)        Tunggakan pesanan selama periode permintaan tinggi


Tunggakan pesanan adalah pesanan barang atau jasa yang diterima perusahaan tetapi
tidak mampu (secara sengaja atau kebetulan) untuk dipenuhi pada saat itu. Jika
pelanggan mau menunggu tanpa kehilangan kehendak baik mereka maupun
pesanannya, tunggakan pesanan adalah strategi yang mungkin dijalankan. Banyak
perusahaan menggunakan tunggakan pesanan, tetapi pendekatan ini sering
mengakibatkan hilangnya penjualan.

c)        Perpaduan produk dan jasa yang counterseasonal (dengan musim yang
berbeda)
Sebuah teknik pelancar masalah aktif yang secara luas digunakan para pengusaha
manufaktur adalah mengembangkan sebuah produk yang merupakan perpaduan dari
barang counterseasonal. Contohnya adalah perusahaan yang membuat pemanas dan
pendingin ruangan atau mesin pemotong rumput dan penyingkir salju.
Bagaimanapun, perusahaan yang menerapkan pendekatan ini mungkin mendapati
diri mereka terlibat dengan produk atau jasa di luar area keahlian atau target pasar
mereka.

3.      Pilihan Campuran
Walaupun setiap lima pilihan kapasitas dan tiga pilihan permintaan dapat
menghasilkan sebuah jadwal agregat yang efektif, beberapa kombinasi diantara
pilihan kapasitas dan pilihan permintaan mungkin akan lebih baik.  Kebanyakan
pengusaha manufaktur berasumsi bahwa penggunaan pilihan permintaan telah
diteliti secara menyeluruh oleh bagian pemasaran dan pilihan-pilihan yang layak itu
digabungkan dengan prediksi permintaan. Manajer operasi lalu membuat rencana

10
agregat berdasarkan pada prediksi itu. Bagaimanapun, dengan menggunakan lima
pilihan kapasitas dalam otoritasnya, manager operasi masih memiliki banyak
kemungkinan rencana. Rencana ini dapat terdiri dari :

a)      Strategi perburuan (chase strategy)


Sebuah strategi perburuan mencoba untuk mencapai tingkat output bagi setiap
periode yang memenuhi prediksi permintaan untuk periode tersebut. Strategi ini
dapat terpenuhi dengan berbagai jalan. Sebagai contoh, manager operasi dapat
memvariasikan tingkat tenaga kerja dengan merekrut atau menghentikan karyawan ,
atau dapat memvariasikan produksi dengan waktu lembur, waktu kosong, karyawan
paruh waktu, atau subkontrak.

b)        Strategi penjadwalan bertingkat (level-scheduling strategy)


  Sebuah rencana agregat di mana produksi harian tetap sama dari periode ke periode.
Perusahaan seperti Toyota dan Nissan mempertahankan tingkat produksi pada
tingkatan yang seragam dan mungkin membiarkan persediaan barang jadi naik atau
turun untuk menopang perbedaan permintaan dan produksi atau menemukan
pekerjaan alternatif bagi karyawan. Penjadwalan bertingkat akan bekerja dengan
baik ketika permintaan stabil.

2.5 Metode – Metode Perencanaan Agregat

Ada beberapa tehnik yang digunakan manajer operasi untuk mengembangkan rencana
agregat yang lebih bermanfaat dan lebih tepat, diantaranya :

a. Metode Pembuatan Grafis Dan Diagram

Pada dasarnya, rencana dengan grafis dan diagram ini menangani variable secara
perlahan agar perencana dapat membandingkan permintaan dengan kapasitas yang ada.

b. Pendekatan Matematis Dalam Perencanaan

Beberapa pendekatan matematis terhadap perencanaan agregat telah banyak


dikembangkan diantaranya:

11
1. Metode Transportasi Dalam Program Linear

Jika masalah perencanaan agregat dipandang sebagai masalah alokasi kapasitas operasi
untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan, maka rencana agregat dapat
dirumuskan dalam format program linear.

2. Linear Decision Rule

Merupakan model perencanaan agregat yang berupaya untuk mengoptimalkan tingkat


produksi dan tingkat jumlah tenaga kerja sepanjang periode tertentu.

3. Management Coefficient Model

Teknik ini menggunakan analisa regresi terhadap keputusan produksi yang diambil
manajer di masa lalu.

4. Simulasi

Pendekatan simulasi ini menggunakan prosedur pencarian kombinasi nilai yang


biayanya minimal untuk ukuran jumlah tenaga kerja dan tingkat produks

2.6 Perencanaan Agregat dalam Bidang Jasa

Perencanaan agregat dalam bidang jasa pada prinsipnya sama dengan perencanaan
agregat dalam bidang manufaktur, yaitu bertujuan untuk memperoleh suatu
pemecahan yang optimal dalam biaya atau keuntungan. Dibandingkan dengan
perusahaan manufaktur, strategi perencanaan agregat pada perusahaan jasa agak
lebih terbatas karena tidak mungkinnya dilakukan pengaturan persediaan sebagai
sumber kapasitas. Dalam perusahaan jasa, strategi yang dilakukan lebih sering ke
arah pengendalian perrnintaan atau pengendalian tenaga kerja. Pengendalian
permintaan dilakukan dengan promosi, kerja sama/subkontrak, atau pengaturan

12
harga (pricing), sedangkan pengendalian tenaga kerja dilakukan dalam bentuk
pengaturan jumlah karyawan atau jumlah jam kerja.

2.7 Manajemen Pendapatan


a. Definisi Manajemen Pendapatan

Manajemen pendapatan dapat diartikan sebagai sebuah strategi yang dinamis untuk
mengoptimalkan produk dan harga sehingga dapat memaksimalkan pendapatan dan
juga pertumbuhan perusahaan

b. Tujuan Manajemen Pendapatan

Tujuan utama manajemen pendapatan adalah memaksimalkan pendapatan dengan


menyesuaikan pola permintaan. Dengan begitu, perusahaan dapat menjual produk
yang tepat kepada pelanggan yang tepat pada waktu yang tepat dan harga yang tepat

c. Cara kerja manajemen pendapatan

Bisnis menghadapi permintaan yang berfluktuasi dan bervariasi. Permintaan naik


dan turun sesuai dengan faktor musiman seperti hari libur. Selain itu, volume
permintaan dan preferensi juga bervariasi dari waktu ke waktu. Misalnya, mereka
mungkin mentoleransi harga selama musim liburan tetapi tidak untuk lainnya.

Manajemen pendapatan mendalami pola semacam itu. Perusahaan mengembangkan


taktik dan strategi yang didorong oleh data. Dari eksplorasi data tersebut, mereka
kemudian memperkirakan aspek seperti jumlah pesanan, jumlah pembelian, dan
ketersediaan inventaris. Tujuannya adalah meramalkan permintaan secara lebih
presisi.

Kemudian, perusahaan mengembangkan respon untuk mengoptimasi permintaan


tersebut. Mereka menyesuaikan harga, diskon, margin keuntungan, dan paket
produk. 

13
Biasanya, area yang menjadi fokus manajemen pendapatan adalah:

1. Segmentasi dan peramalan permintaan


2. Pengembangan strategi penetapan harga yang tepat
3. Penyesuaian persediaan
4. Pengembangan strategi pemasaran yang fleksibel
5. Eksploitasi saluran pemasaran yang tersedia

14
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Perencanaan agregat adalah suatu hal yang sangat penting dalam proses produksi, yang
juga berkaitan dengan strategi operasi yang digunakan oleh perusahaan. Perusahaan
harus bijak dalam menerapkan perencanaan agregat ini, karena jika perhitungan yang
diterapkan dalam perencenaan agregat ini salah maka perusahaan akan merugi, hal ini
desebabkan kapasitas barang yang di produksi ternyata berlebih, hal itu biasanya
menyebabkan banyak biaya-biaya tambahan yang harus dikeluarkan perusahaan yang
seharusnya dapat dinetralisir tau dihindari sebelumnya.

15
DAFTAR PUSTAKA

Jay Heizer dan Barry Render, 2009, Operations Management, 9th ed, Pearson Int’l

Dwiningsih. 2008. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Gunawidya: Jakarta

https://www.pelajaran.co.id/2018/22/pengertian-ciri-sifat-fungsi-tujuan-dan-strategi-
perencanaan-agregat.html

16
A. Pentingnya Lokasi yang Strategi

Masalah lokasi sangat memengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan secara


keseluruhan. Misalnya biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk atau produk jadi
yang ke luar dari perusahaan, dapat mencapai seperempat dari harga jual produk. Selain
itu lokasi juga dapat memengaruhi biaya pajak, upah, biaya bahan baku, dan sewa.

Keputusan mengenai lokasi harus diambil perusahaan sesekali saja, biasanya karena
permintaan yang telah melebihi kapasitas pabrik yang ada atau karena perubahan
produktivitas tenaga kerja, perubahan nilait tukar, biaya-biaya, dan sikap masyarakat
setempat. Pilihan-pilihan dalam lokasi meliputi : Tidak pindah, tetapi memperluas
fasilitas yang ada; Mempertahankan lokasi sekarang dan menambahkan fasilitas lain di
tempat lain atau; Menutup fasilitas yang ada atau pindah ke lokasi lain.

Keputusan lokasi bergantung pada jenis bisnis. Untuk keputusan lokasi industry, strategi
yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya, meski inovasi dan
kreativitas juga penting. Untuk bisnis eceran dan jasa profesi, strategi yang digunakan
difokuskan pada memaksimalkan pendapatan. Walaupun demikian, strategi lokasi
pemilihan gudang bisa ditentukan oleh biaya serta kecepatan pengiriman. Tujuan
strategi lokasi adalah memaksimalkan manfaat lokasi bagi perusahaan.

Lokasi dan Biaya – Karena lokasi memengaruhi biaya dan menentukan penghasilan,
lokasi sepenuhnya memiliki kekuatan untuk membuat atau menghancurkan strategi
bisnis perusahaan. Keputusan lokasi yang berdasarkan pada strategi biaya rendah (low-
cost) membutuhkan pertimbangan yang cermat. Ketika manajemen telah memutuskan
untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya yang menjadi tetap dan sulit

17
dikurangi. Oleh karena itu, kerja keras yang dilakukan manajemen untuk menetapkan
lokasi fasilitas yang optimal merupakan investasi yang baik.

Lokasi dan Inovasi – Saat kreativitas, inovasi, dan investasi litbang bersifat penting bagi strategi
operasi, fokus criteria lokasi dapat berubah, dari yang awalnya berfokus-pada-biaya, menjadi
berfokus-pada-inovasi.

Ada empat sifat yang memengaruhi inovasi dan daya saing :

Adanya input berkualitas tinggu dan spesifik, seperti kemampuan ilmiah dan teknik

Lingkungan yang kondusif bagi investasi dan persaingan lokal yang ketat

Tekanan dan wawasan yang didapat dari pasar lokal yg berpengalaman

Adanya industri lokal yang saling terhubung dan mendukung

B. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Lokasi

Menentukan lokasi operasional untuk perusahaan yang telah menempatkan usahanya secara
internasional adalah tidak sederhana. Keputusan lokasi sudah keluar melebihi batas Negara, pada
kenyataannya keputusan lokasi bagi perusahaan uyang beroperasi secara global dimulai dari
mempertimbangkan berbagai faktor untuk memilih Negara, dilanjutkan untuk memilih wilayah sampai
memilih tempat. Adapun berbagai faktor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut  :

Keputusan Pemilihan Lokasi Negara  – Adapun faktor yang dipertimbangkan :

Resiko politik yang dihadapi, peraturan yang ada, sikap pemerintah, serta insentif pemerintah.

Permasalahan budaya dan ekonomi , termasuk budaya korupsi

Lokasi pasar karena produk yang telah dibuat harus dapat diserap oleh pasar agar keberlangsungan perusahaan
dapat terjamin.

Ketersediaan tenaga kerja, upah buruh, produktifitas, karena unsure tenaga kerja adalah sangat penting bagi
perusahaan.

Ketersediaan pasokan, komunikasi dan energi, hal ini disebabkan ketergantungan perusahaan pada hal-hal
tersebut karena tanpa bahan baku, komunikasi maupun energi maka perusahaan tidak dapat beropoperasi.

Resiko nilai tukar mata uang, karena mata uang dari suatu Negara yang sangat fluktuatif akan berdampak sangat
signifikan bagi kegiatan bisnis.

Keputusan Pemilihan Lokasi Daerah (Region) –  Faktor yang dipertimbangkan diantaranya:

Keinginan perusahaan

18
Segi-segi yang menarik dari wilayah tersebut (budaya, pajak, iklim)

Ketersediaan tanaga kerja, upah serta sikap terhadap serikat kerja

Biaya dan ketersediaan pelayanan umum.

Peraturan mengenai lingkungan hidup.

Insentif dari pemerintah.

Kedekatan dengan bahan baku dan konsumen.

Keputusan Lokasi untuk memilih tempat (site) – Adapun faktor pertimbangannya :

Ukuran dan biaya lokasi

Sistem transportasi udara, kereta, jalan bebas maupunb jalur laut.

Pembatasan daerah.

Kedekatan dengan jasa / pasokan yang dibutiuhkan.

Permasalahan dampak lingkungan.

Di samping globalisasi, sejumlah factor lain juga memengaruhi keputusan lokasi. Faktor-fakter
tersebut antara lain sebagai berikut :

1)    Produktivitas Tenaga Kerja

Saat memutuskan sebuah lokasi,manajemen mungkin tergiur dengan tingkat upah yang rendah pada
suatu daerah. Dengan tingkat pendidikan yang rendah atau kebiasaan kerja yang buruk, pekerja yang
tidak terlatih mungkin bukan merupakan hal yang baik bagi perusahaan walaupun upahnya rendah.
Demikian pula pekerja yang tidak dapat atau tidak konsisten dalam bekerja tidak memberikan
kebaikan bagi organisasi walaupun upahnya rendah.

2)    Risiko Nilai Tukar dan Mata Uang

Walaupun tingkat upah buruh dan produktifitas dapat membuat sebuah negara terlihat ekonomis,
tingkat nilai tukar yang tidak menguntungkan dapat menghilangkan penghematan yang telah
dilakukan. Perusahaan terkadang dapat mengambil keuntungan dari nilai tukar yang menguntungkan
dengan memindahkan lokasi atau mengekspor produk kenegara asing. Walau demikian ,nilai mata
uang asing  di hampir semua negara terus  berfluktuasi.

3)    Biaya-biaya

Biaya lokasi dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu biaya nyata dan biaya  tidak nyata. Biaya nyata
adalah biaya-biaya  yang dapat di identifikasi langsung dan dihitung cepat. Biaya nyata meliputi biaya
layanan umum,tenaga kerja, bahan baku, pajak, penyusutan, serta biaya lain yang dapat biaya lain
yang dapat di identifikasi oleh departemen akuntansi dan pihak manajemen. Sedangkan Biaya tidak
19
nyata adalah biaya yang meliputi pendidikan, fasilitas transportasi umum, sikap masyarakat terhadap
industri dan perusahaan , serta kualitas dan sikap calon pekerja. Biaya tidak nyata  juga meliputi
variabel kualitas hidup seperti iklim  dan kelompok olahraga yang dapat mempengaruhi proses
rekrutmen pekerja.

4)    Risiko Politik Nilai dan Budaya

Risiko politik berhubungan dengan kemungkinan berfluktuasinya sikap pemerintah nasional, negara
bagian, dan lokal terhadap kepemilikan swasta dan intelektual, penetapan zona, polusi, serta stabilitas
ketenagakerjaan. Posisi pemerintah saat keputusan lokasi dibuat mungkin tidak berlangsung lama.
Walaupun demikian pihak manajemen mungkin mendapati sikap ini dapat dipengaruhi oleh pola
kepemimpinan mereka sendiri. Sikap pekerja mungkin berbeda dari satu negara dengan negara lain,
daerah dengan daerah lain. Dilain pihak sikap ini dapat mempengaruhi keputusan perusahaan apakah
akan  memberikan penawaran pada pekerja yang ada sekarang jika perusahaan pindah kelokasi baru.

Satu dari tantangan terbesar keputusan operasi global adalah berkompromi dengan budaya negara
lain. Perbedaan budaya bekerja dan pemasok dalam hal ketetapan waktu membuat perbedaan besar
dalam jadwal produksi dan pengiriman.

5)    Kedekatan pada Pasar

Bagi sejumlah perusahaan, berada pada lokasi yang dekat dengan pelanggan adalah sangat penting.
Organisasi jasa seperti toko obat, restoran, kantor pos, atau pencukur rambut mendapati bahwa
kedekatan pada pasar merupakan aktor lokasi utama. Perusahaan manufaktur mendapati berdekatan
dengan pelanggan ketika biaya pengiriman barang jadi mahal atau sulit (mungkin disebabkan produk
yang dikirim banyak, berat, atau mudah pecah) merupakan hal yang sangat berguna. Selain itu
dengan produksi yang just in time pemasok menginginkan lokasi yang dekat dengan pelanggan.

6)    Kedekatan Pada Pemasok

Perusahaan menempatkan diri dekat dengan barang mentah dan pemasok karena (1) barang –barang
yang mudah busuk, (2)  biaya transportasi, (3) jumlah produk yang sangat banyak. Para penghasil
roti, susu, sayur-sayuran dan makanan laut beku berhubungan dengan barang mentah yang mudah
busuk sehingga mereka kerap berlokasi dekat pemasok. Perusahaan yang bergantung pada input yang
berupa bahan mentah yang berat atau yang berjumlah sama (seperti produsen baja yang
menggunakan batu bara dan biji besi) harus membayar biaya transportasi yang sangat mahal
sehingga biaya transportasi menjadi faktor utama.

7)    Kedekatan pada Pesaing

Mungkin terasa jika perusahaan-perusahaan juga senang berdekatan dengan para pesaingnya.
Kecenderungan yang disebut pengelompokan atau clustering yang sering terjadi apabila sumber daya

20
utama ditemukan di wilayah tersebut. Sumber daya ini meliputi sumber daya alam, informasi, modal
proyek, dan bakat.

C. Metode Evaluasi Alternatif Lokasi

Terdapat empat metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah lokasi: Metode Pemeringkatan
Faktor, Analisis Titik-Impas Lokasi, Metode Pusat-Gravitasi, dan Model Transportasi.

Bagian ini menjelaskan pendekatan-pendekatan ini.

1)    Metode Pemeringkatan Faktor

Terdapat banyak faktor, kualitatif maupun kuantitatif, yang harus dipertimbangkan dalam memilih
suatu lokasi. Beberapa dari faktor-faktor ini lebih penting dari yang lain, sehingga manajer dapat
menggunakan bobot untuk membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif. Metode
pemeringkatan faktor sering digunakan karena mencakup variasi faktor yang sangat luas, mulai dari
pendidikan, rekreasi sampai keahlian tenaga kerja. Metode pemeringkatan-faktor mempunyai enam
tahap:

Mengembangkan daftar faktor-faktor terkait

Menetapkan bobot pada setiap faktor untuk mencerminkan seberapa jauh faktor itu penting bagi pencapaian
tujuan perusahaan.

Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor (misalnya, 1 sampai 10 atau 1 sampai 100 point).

Meminta manajer menentukan skor setiap lokasi untuk setiap faktor, dengan menggunakan skala yang telah
dikembangkan pada tahap 3.

Mengalikan skor itu dengan bobot dari setiap faktor, dan menentukan jumlah total untuk setiap lokasi.

Membuat rekomendasi yang didasarkan pada skor laba maksimal, dengan juga mempertimbangkan hasil dari
pendekatan kuantitatif.

Jika sebuah keputusan bersifat sensitive terhadap perubahan-perubahan kecil, maka analisi lebih
lanjut mengenai pembobotan atau penilaiannya mungkin perlu dilakuka. sebagai alternative lain,
manajemen dapat menyimpulkan factor tidak nyata bukan merupakan criteria yang tepat sebagai
dasar pengambilan keputusan lokasi. oleh karena itu, manajer menempatkan bobot utama pada aspek
keputusan yang lebih kuantitatif.

2)    Analisis Titik Impas Lokasi

Merupakan penggunaan analisis biaya-volume produksi untuk analisis titikuntuk membuat suatu
perbandingan ekonomis terhadap alternatif-alternatif lokasi. Dengan mengidentifikasi biaya variabel
dan biaya tetap serta membuat grafik kedua biaya ini untuk setiap lokasi, kita dapat menentukan
alternatif mana yang biayanya paling rendah. Analisis titik-impas lokasi dapat dilakukan secara

21
matematik atau secara grafik. Pendekatan grafiknya mempunyai keuntungan dengan memberikan
kisaran jumlah setiap lokasi dapat dipilih.

Tiga tahap dalam analisis titik-impas adalah:

Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap lokasi.

Plot biaya untuk setiap lokasi, dengan biaya pada garis vertikal dan volume produksi tahunan pada garis
horisontal di grafik itu.

Pilih lokasi yang biaya totalnya paling rendah, untuk setiap volume produksi yang diinginkan.

22
 

3)    Metode Pusat Gravitasi

Merupakan teknik matematis dalam menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimisasi biaya
distribusi. Dalam menemukan lokasi yang terbaik untuk menjadi pusat distribusi, metode ini
memperhitungkan lokasi pasar, volume barang yang dikirim ke pasar itu, dan biaya pengangkutan.

Karena volume kendaraan kontainer yang dipindahkan setiap bulannya mempengaruhi biaya, jarak
bukan menjadi satu-satunya kriteria utama. Metode pusat gravitasi mengasumsikan bahwa biaya
secara langsung bersifat proporsional dengan jarak dan banyaknya barang yang diangkut. Lokasi yang
ideal adalah lokasi yang membuat jarak tertimbang antara gudang dan outlet pengecernya menjadi
minimal, jarak ini diberi bobot sesuai dengan banyaknya kontainer yang diangkut.

Langkah pertama dalam metode pusat gravitasi adalah menempatkan lokasi pada suatu system
koordinat. Titik asal system koordinat dan skala yang digunakan bersifat beruba-ubah selama jarak
relative (antarlokasi) dinyatakan secara tepat. hal ini mudah dilakukan dengan menempatkan titik-titik
pada peta biasa. Pusat gravitasi dapat ditentukan menggunakan persamaan sebagai berikut:

                        dimana: dix= koordinat –x lokasi i,

diy= koordinat –y lokasi i,

Qi = kuantitas barang yang dipindahkan ke atau dari lokasi i

Perhatikan bahwa Persamaan 1 dan 2 mengandung istilah Qi yang merupakan kuantitas barang
pasokan yang dipindahkan ke atau dari lokasi i.

Karena jumlah kontainer yang dikirim setiap bulan memengaruhi biaya, jarak tidak dapat dijadikan
satu-satunya kriteria utama. Metode pusat gravitasi mengansumsikan biaya secara langsung
berimbang pada jarak dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan
jarak berbobot antara gudang dan toko ecerannya, dimana pembobotan jarak dilakukan sesuai
dengan jumlah kontainer yang dikirim.

4)    Model Transportasi

23
Tujuan dari model transportasi adalah untuk menetapkan pola pengiriman terbaik dari beberapa titik
penawaran (pasokan/sumber) ke beberapa titik permintaan (tujuan) agar dapat meminimalkan
produksi total dan biaya transportasi. Setiap perusahaan dengan jaringan titik penawaran-permintaan
menghadapi masalah yang sama. Sebagai contoh, jaringan pasokan/penawaran Volkswagen yang
kompleks. VW Meksiko mengirimkan hasil rakitan ke Brasil, sementara VW Meksiko sendiri menerima
suku cadang dan hasil rakitan dari kantor pusatnya di Jerman.

24
Walapun teknik pemrograman linier dapat digunakan untuk menyelesaikan jenis masalah ini, telah
dikembangkan algoritma bertujuan khusus yang lebih efisien untuk aplikasi transportasi. Model
Transportasi memberikan solusi awal yang pantas, kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga
solusi optimal dicapai.

D. Strategi Lokasi pada Industri Jasa

Analisis lokasi disektor industri terfokus pada minimalisasi biaya, sementara fokus pada sektor jasa
ditujukan untuk memaksimalkan pendapatan. Hal ini disebabkan perusahaan manufaktur mendapati
biaya cenderung sangat berbeda diantar lokasi-lokasi yang berbeda, sementara perusahaan jasa
mendapati lokasi sering lebih berdampak terhadap pendapatan daripada biaya. Oleh karena itu, bagi
perusahaan jasa, lokasi yang spesifik kerap lebih mempengaruhi pendapatan daripada mempengaruhi
pendapatan dari pada mempengaruhi biaya.

Hal ini berarti fokus lokasi bagi perusahaan jasa seharusnya adalah pada penetapan volume bisnis dan
pendapatannya. Terdapat delapan komponen utama volume dan pendapatan perusahaan jasa.

1)      Daya beli di wilayah yang dapat menarik pelanggan

2)      Kesesuaian antara jasa dan citra perusahaan dengan demografi wilayah yang dapat menarik
pelanggan

3)      Persaingan diwilayah tersebut

4)      Kualitas persaingan

5)      Keunikan lokasi perusahaan dan pesaing

6)      Kualitas fisik fasilitas dan bisnis di sekitarnya

7)      Kebijakan operasional perusahaan

8)      Kualitas manajemen

Analisis yang realistis dari faktor-faktor diatas dapat memberikan gambaran yang layak mengenai
pendapatan yang diharapkan. Teknik-teknik yang digunakan dalam sektor jasa meliputi : analisis
korelasi, perhitungan lalu lintas, analisis demografis, analisis daya beli, metode pemeringkatan faktor,
metode pusat gravitasi, dan sistem informasi geografi.

Lokasi Organisasi Jasa/Eceran/Profersional Lokasi Perusahaan Manufaktur

Fokus pada Pendapatan Fokus pada Biaya

Volume/pendapatan Biaya Nyata

Lokasi yang menarik pelangan ; daya beli Biaya pengiriman bahan mentah

25
Persaingan ; iklan/penentuan harga. Biaya pengantaran barang jadi

Biaya energi dan layanan umum : tenaga


Kualitas Fisik
kerja;bahan mentah; pajak, dan lain-lain.

Parkir/akses;keamanan/penerangan;
Biaya tidak nyata dan akan segera terjadi
penampilan/citra.

Penentu Biaya Sikap terhadap serikat pekerja

Sewa. Kualitas hidup

Biaya pendidikan yang ditanggung oleh


Manajemen yang berkualitas
pemerintah negara bagian

Kualitas pemerintahan negara bagian dan


Kebijakan operasi (jam kerja, tingkat upah).
local

Model regresi untuk menetapkan kepentingan


Metode transportasi
beragam faktor yang ada

Teknik Teknik

Metode pemeringkatan factor Metode pemeringkatan faktor

Perhitungan lalu lintas Analisis titik impas lokasi

Analisis demografis lokasi yang menarik pelanggan Diagram titik persilangan

Analisis daya beli lokasi  

Sistem informasi geografis  

Asumsi Asumsi

Lokasi merupakan penentu utama pendapatan Lokasi penentu utama biaya

Sebagian besar biaya utama dapat


Permasalahan hubungan yang erat dengan pelanggan
diidentifikasikan secara eksplisit untuk
sangat penting
setiap lokasi

Hubungan rendah dengan pelanggan


Biaya cenderung konstan pada daerah tertentu. Oleh
memungkinkan perusahaan berfokus pad
karena, fungsi pendapatan sangat penting
biaya yang dapat diidentifikasi

  Biaya tidak nyata dapat di evaluasi

26
E. Sistem Informasi Geografis

Adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi
keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan
untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya
data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. SIG membantu perusahaan
membuat keputusan analitis yang berkaitan dengan lokasi.

Beberapa data geografis yang tersedia dalam SIG :

Data sensus menurut blok, bidang, kota, wilayah, kecamata, daerah metropolitan, Negara bagian, dan kodepos

Peta dari setiap gang, jalan raya, jembatan dan terowongan

Fasilitas umum seperti saluran air, listrik dan gas

Sunga, gunung, danau, dan lautan

Bandara, universtias, rumah sakit, dll

Penerapan SIG pada perusahaan penerbangan adalah untuk mengidentifikasi bandara yang paling
efektif untuk melakukan pelayanan darat seperti pengisian bahan bakar pesawat-makanan-jasa, juga
untuk membantu penjadwalan.

Penerapan SIG bagi developer gedung perkantoran komersial adalah untuk memilih kota-kota tempat
mereka akan membangun di masa depan. SIG digunakan untuk menganalisis factor-faktor yang
memengaruhi keputusan lokasi yang mencakup lima elemen untuk setiap kota : daerah pemukiman,
toko eceran, pusat kebudayaan dan hiburan, tindak kriminal, serta pilihan trasportasi.

Daftar Pustaka

Heizer, Jay dan Render, Barry. 2006. Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat

27
28