Anda di halaman 1dari 276

CERITA FANTASI

KELAS : VII-1
KELOMPOK : 2
1. MORA MANUSIA PETIR

Di sebuah desa tinggalah seorang anak yang bernama Mora. Mora mempunyai
kekuatan petir yang sangat dasyat, ia tinggal bersama pamannya.
Suatu hari di desa terjadi peristiwa pencarian. Mora pun datang melawan pencuri
dengan kekuatan petirnya. Dan sekarang dia dipangil dengan nama “Mora Manusia
Petir” dan ia pun jadi pahlawan di desa hutan itu, setiap ada kejahatan ia pun datang ke
desa yang terjadi kajahatan ia pun menyelamatkan desa itu.
Dan suatu hari ia menemukan lawan yang sangat kuat yang bernama Siluman
ular ia adalah seorang nenek-nenek tua bangka yang mempunyai kekuatan api.
Mora pun datang melawan siluman ular itu. Mora dan siluman ular itu pun
terhempas di batang pohon.
Dan Mora pun bangkit dan menyerang siluman ular itu dengan kekuatan
petirnya tetapi, tidak mengenai tubuh siluman ular itu dan siluman ular itu melilit Mora
dengan kuat. Mora pun jatuh pingsan.
Dan ia dibangunkan dengan warga sekitar dan ia pun terbangun dengan penuh
kesal dan ia mengatakan dalam hatinya “Awas siluman ular itu akan ku bunuh, dan
walaupun pergi pulang ke rumahnya.
Dan Mora kembali ke hutan itu lagi Mora pun bertarung dengan siluman ular itu
dengan mati-matian dan Mora pun tidak dan akhirnya Mora pun mati.
Dan siluman ular itu berhasil menguasai dunia dan desa-desa sekitar pun
terbakar sebab ulah siluman ular itu dan siluman ular itu menjadi sangat kuat dan hebat.
Saat itu datanglah dewa yang bernama “Dewa Wisnu” dewa Wisnu pun datang
kepada Mora untuk menyampaikan bahwa desanya sudah dikuasai oleh siluman ular itu.
Dan dewa itu menurunkan kekuatan petir kepada Mora, Mora pun menjadi
sangat kuat dan mora pun kembali menjadi “Manusia Petir”.
Dan Mora hidup kembali, Mora pun kembali melawan siluman ular itu dan
siluman ular itu pun kelelahan melawan Mora dan Mora pun menyerang siluman
ularnya degan habis-habisan dan saat itu ular pun mati. Dan desa itu disebut dengan
nama desa API dan PETIR.

Karya: Didha
2. PEMUDA SAKTI

Di sebuah kampung Batu Karang yaitu tempatnya di dekat kota hiduplah


keluarga bahagia. Sang anak bernama Fikri sang anak bernama Ali sang ibu bernama
Fitri. Fikri mempunyai bibi bernama Siti dan kakek bernama Raden. Fikri mempunyai
sikap baik serta keluarganya begitu kakeknya juga orang yang baik tetapi bibinya
mempunyai sifat yang jahat.
Pada suatu malam Fikri pulang dari Mushala Fikri dihalang oleh lima preman
yang mempunyai kekuatan sakti. Lalu mereka bertarung dengan kekuatan masing-
masing sang preman menggunakan kekuatan sakti sedangkan Fikri menggunakan
kekuatan semampunya, pada malam itu Fikri pun kalah dari pertarungan dan akhirnya
ditolong kakeknya, preman itu pun kalah dengan kekuatan kakeknya Fikri.
Sesaat sampai di rumah kakeknya Fikri, Fikri minta ajari jurus-jurus itu awalnya
kakeknya melarang karena cobaannya berat dan banyak syaratnya tetapi Fikri memaksa
dan memohon kepada kakeknya dan akhirnya kakeknya pun mau mengajari Fikri jurus-
jurus silat itu dan kakeknya mengatakan, “Syaratnya temukan 10 lembar daun muda
pohon cendana dan darah harimau putih yang masih bayi lalu kau merebus daun muda
pohon cendana yang sudah kau keringkan di dalam ruang tertutup setelah itu kau
minum lalu Fikri berkata “Baiklah kek akan ku penuhi”. Setelah itu Fikri pun pergi ke
hutan untuk mencari syarat tersebut dengan berbekal sebuah kris peninggalan.
Setelah lama di perjalanan menuju hutan Fikri pun menemukan suatu pohon
cedana besar yang di kelilingi beribu-ribu harimau putih Fikri pun terkejut saat melihat
harimau tersebut dan ia pergi ke suatu tempat untuk berdoa kepada Allag dan berzikir
memohon kekuatan kepada Allah selama satu bulan.
Satu bulan pun berlalu Fikri pun mencoba kembali ke satu pohon cendana yang
di kelilingi harimau putih tiba-tiba sewaktu di perjalanan kris Fikri pun bergetar dan
terbang sambil mengatakan “Wahai ahli waris kau gunakanlah saat bertempur”. Lalu
Fikri berkata “Insyallah akan kulakukan”. Waktu sampai di sana Fikri mendapatkan
sebuah mukjizat dari Allah yang berupa sedikit kekuatan untuk bertarung. Lalu Fikri
pun bertarung habis-habisan melawan harimau putih itu sambil berkata “Allahu
Akbar...Allahu Akbar” hingga bisa mengalahkan pasukan harimau putih tetapi tinggal
seekor harimau yang belum dibunuh sambil ketakutan harimau itu berkata “Apa maumu
anak muda tolong jangan habisi dan bunuh aku katakanlah apa maumu”. Lalu Fikri
menjawab “Aku tidak minta apa-apa darimu aku hanya ingin 10 lembar daun muda
cendana dan sedikit darahmu”. “Baiklah” jawabanmu setelah mendapatkan syarat
tersebut Fikri dan pulang ke rumah kakeknya.
Di tengah jalan Fikri teringat pada ucapan kris itu lalu ia memberitahukan
kakeknya.
Fikri pun sampai di rumah kakeknya sampai menegeluh apa yang terjadi saat di
perjalanan tetapi kakeknya Fikri berkata “Tidak apa-apa maksudnya kris itu waktu
kamu dalam kesulitan baru digunakan”. Setelah kakek Fikri mengatakan kata tersebut
lalu kakek Fikri merebus daun pohon cendana dengan darah bayi harimau putri yang
akan diminum Fikri. Setelah matang rebusan itu diminum Fikri tak lama badan Fikri
menjdi kekar dan kuat lalu kakek Fikri memberi sebuah yang akan dipelajari kita pun
berisi jurus-jurus awal setelah Fikri mempelajari hingga cermat dan sudah paham Fikri
pun dikasih kita pun membelah diri menjadi tiga begitu selanjutnya.
Setelah beberapa bulan Fikri pun mempelajari dengan baik Fikri pun sudah
menjadi orang sakti sehingga bisa mengalahkan bibinya Fikri pun sudah bisa menjadi
guru silat dan mengajari sampai anak yang ingin diajari silat.
Pada esok hari Fikri melihat ibu dan ayahnya disakiti oleh orang jahat dan Fikri
pun menghajari orang tersebut sampai tidak berani menyakini ibunya dan ayahnya
karena Fikri adalah anak yang berbakti pada kedua orang tuanya serta ayahnya.
Beberapa hari kemudian sewaktu Fikri mengajar silat Fikri tanpa sengaja membuat anak
orang terluka pada saat Fikri mengajarkan tarung.
Fikri sudah tidak ada yang ingin berguru padanya. Padahal Fikri tanpa sengajah
membuat melipatinya terluka.
Pada suatu hari Fikri pun berguru sendiri dan mengajari diri sendiri karna sudah
tidak ada murid lagi.
Keesoka harinya ada 5 orang anak yang masih percaya dengan ajaran Fikri, jadi
Fikri pun mau nengajari 5 orang tersebut. keesokan anak itu semakin lama semakin
hebat jadi semua anak itu tertarik sehingga perguruan Fikri kembali lagi seperti sebelum
Firkri pun bersyukur pada yang Maha Kuasa karena masih memberi kepercayaan
kepadanya. Fikri berjanji akan mengajari muridnya tanpa paksa dan biasanya mungkin
semakin hari murid Fikri semakin banyak sehingga semua anak di kampung/di desanya
menjadi hebat dan biasanya membela dirinya dari mara dan bahaya.

Karya: Gilang
3. SEORANG PAHLAWAN DESA

Hiduplah seorang anak yang baik hati yang bernama Dani. Dani adalah seorang
anak yang suka menolong semua orang yang sedang mengalami kesusahan meskipun ia
tidak mempunyai ayah dan ibu ia tetap menolong semua orang. Dani adalah seorang
pemuda yang baik hati yang berasal dari desa Siliwangi.
Dani menyelamatkan banyak orang yang berada di desa Siliwangi. Dani sangat
senang sudah menyelamatkan banyak orang karena sifatnya yang baik. Dani disebut
seorang pahlawan desa yang baik.
Beberapa hari kemudian ada beberappa pasukan-pasukan penjahat yang sedang
ke desa Siliwangi mereka ingin menghancurkan desa tersebut. keesokan harinya
beberapa pasukan-pasukan penjahat itu kembali lagi ke desa Siliwangi mereka
berusaha bagaimana caranya bisa menghancurkan desa Siliwangi itu. Tetapi, hal itu
tidak terjadi Dani seorang pahlawan desa itu telah menyelamatkan desa tersebut tetapi
pasukan –pasukan terus ingin berusaha untuk menghancurkan desa Siliwangi pasukan
penjahat itu ingin menguasai desa tersebut. dengan ulahnya yang jahat pasukan penjahat
itu tidak berhasil untuk menguasai desa Siliwangi tersebut. Dani terus berhati-hati
karena pasukan penjahat itu akan kembali lagi ke desa tersebut. Dani yakin pasukan
penjahat itu tidak akan bisa menghancurkan desa tersebut.
Beberapa hari kemudian pasukan penjahat itu kembali lagi ke desa Siliwangi.
Mereka ingin menyerang Dani yang telah mengganggu urusan mereka. Mereka
menyerang dan dengan kekuatan mereka tetapi dani terus bertahan walau menghadapi
masalah ini.
Pasukan penjahat itu mulai menyerang Dani tetapi Dani tidak bisa bertahan lagi.
Dani menyerang pasukan-pasukan penjahat dengan kakuatannya tiba-tiba Dani
mengeluarkan kekuatan yang sangat-sangat besar. Pasukan penjahat itu telah
menyerahkan diri kepada Dani karena mengakui semua kesalahan mereka.
Dan keluarga Siliwangi sangat kagum kepada Dani yang telah menyelamatkan
mereka semua. Keesokan harinya warga desa Siliwangi ingin memberikan sesuatu
kepada Dani yaitu penghargaan yang sangat istimewa tetapi, penghargaan tersebut telah
diambil oleh seorang anak yang bernama Ardi. Ardi adalah seorang anak yang berasal
dari desa Wilingi. Ia tidak mempunyai orang tua seperti Dani. Ardi ingin menjadi
seorang pahlawan desa seperti Dani tetapi hal tersebut tidak terjadi. Tetapi Ardi tidak
mempunyai tempat tinggal dan Dani menawarkan tepat tinggal kepada Ardi agar untuk
tinggal bersama Dani. Ardi merasa bersalah karena telah mengambil penghargaan yang
sangat istimewa itu tetapi Dani memaafkan Ardi.
Dani dan Ardi akhirnya tinggal berdua di desa Siliwangi mereka berpikir akan
pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Dani dan Ardi pergi ke kota mereka berjumpa
dengan seorang yang kaya raya yang bernama Dari, Dani dan Ardi dari menerimanya
akhirnya mereka berdua mendapatkan pekerjaan.
Beberapa bulan kemudian Dani dan Dari menjadi pasangan yang bahagia
mereka hidup berbahagia bersama Ardi.
Keesokan harinya Ddani mengajak Dari untuk kembali ke desa Siliwangi
bersama Ardi dan akhirnya mereka tinggal di desa tersebut bersama Ardi.
Walaupun Dani sudah dewasa dia tetap baik kepada warga desa Siliwangi,
warga desa tersebut masih menganggap Dani sebagai seorang Pahlawan Desa, Dari
seorang istri Dari sangat bangga kepada suaminya Dani. Dani menceritakan tentang
hidup yang dia alami, Dari sangat bangga dengan keberanian Dani sebagai seorang
Pahlawan Desa.
Selesai dari itu Dani seorang Pahlawan Desa itu ingin tinggal bersama Dani dan
Dani di desa Siliwangi dengan bahagia. Dani sangat bangga sudah menyelamatkan
warga desa Siliwangi oleh karena itu, Dani seorang Pahlawan Desa ingin tinggal
bersama lagi dengan warga desa Siliwangi. Akhirnya mereka bertiga hidup bahagia
selalu.

Karya: Bella
4. TIGA EKOR NAGA SAKTI

Di sebuah hutan hiduplah tiga ekor naga sakti. Masing-masing empunyai nama
yaitu: Derangon, Angon, dan Gonar.
Dari salah satu ekor naga mempunyai kekuatan api, Rangon mempunyai
kekuatan petir, Gonar mempunyai kekuatan petir, Gonar mempunyai kekuatan air,
mereka bertiga adalah naga yang baik.
Pada hari itu warga desa kehabisan air. Mereka sudah menyelusuri ke semua
sungai, tetapi tidak ada juga air di mana-mana. Tetapi hanya ada satu cara, mereka
semua pergi ke gua Dongga untuk mendapatkan air.
“Hai teman-teman ternyata di gua Dongga ini sangat banyak sekali air. Ambil
semua air itu biar kita tidak kehausan lagi”. “Baik kami semua akan mengambil air itu”.
“cepat ambil nanti sudah habis, iya cepat air ini akan segera habis. Seluruh
warga pun sudah mendapatkan air mereka senang mendapatkan air.
Warga pun pulang ke rumah mereka tidak lama kemudian keluarlah tiga ekor
naga, mereka melihat warga desa mendapatkan air. “Baiklah kita kembali lagi ke tempat
kita”.
Tiga minggu kemudian air sungai, sumur pun kemabali lagi warga pun tidak
mengambil jauh-jauh lagi karena di sungai sudah ada air.
Para naga pun pergi melihat bagaimana dengan rakyatnya, para naga melihat
rakyatnya mengambil air-air di sungai”oooh... jadi sungai sudah kembali lagi.
Para naga kembali ke gua Dongga dengan hati yang sangat senang dan mereka
semua pun sudah sampai ke rumah mereka.
Pada waktu itu naga api dan naga petir dan naga air mengeluarkan kekuatan
mereka dengan sangat kuat. Mereka menggabungkan kekuatan mereka. Tiba-tiba ada
seekor dinasaurus yang keluar dari hutan dan menghancurkan perdesaan. Warga desa
berlari keluar dri rumah mereka, karena monster itu ada melukai warga.
Naga api yang berlatih tubuhnya pun pergi menjemput naga air dan naga petir.
Mereka segera menuju ke pedesaan untuk melihat desa itu ternyata ada dinasaurus yang
menghancurkan pedesaan.
Para naga sangat marah. Naga-naga bertanya pada dinasaurus, “kenapa kalian
menghancurkan desa ini?”
“karena kami tidak mau di hutan saja. Sebaiknya kalian kemali. Kalian tidak
mau karena aku mau di sini saja tidak lama kemudian naga air diserang oleh dinasaurus
itu.
Para naga sangat marah karena temannya diserang oleh dinasaurus. Naga api,
naga petir, dan naga air mengeluarkan kekutan mereka.
Naga api mengeluarkan api dari ekornya, naga petir mengeluarkan petir yang
sangat panas ke arah dinasaurus dan tiba-tiba saja naga air pun menyerang kekuatan air
yang tidak sengaja dikeluarkannya.

Para dinasaurus itu sudah kalah dan mereka sudah menyelamatkan desa mereka.
Para rakyat desa berterima kasih kepada Derangoni, Ragon, dan Gonar.

Karya: Putra
5. RARAT SI KUCING PENJAHIT

Di sebuah rumah tua di pinggir kota, hiduplah seorang tukang sepatu yang
sangat tua. Ia memelihara kucing jantan yang diberi Rarat. Bulunya hitam legam dengan
ekor yang pendek Rarat selau duduk di samping, pak tua, memperhatikan beliau
bekerja. Dari membuat pola, memotong bahan, hingga menjahit sepatu.
Pagi itu pak tua yang Rarat ditunggu belum datang juga. Rarat melihat
tumpukan sepatu yang baru setengah jadi di meja kerja pak tua. Tiba- tiba pintu terbuka
dan pak tua pun masuk sambil terbatuk –batuk wajahnya pucat dari jalannya
sempoyongan. Setelah mengelus bulu Rarat untuk menyapa pak tua kembali bekerja
lagi.
Tak lama kemudian, pintu ada yang mengetuk, dengan pelan pak tua membuka
pintu.
“Pak, sepatunya bisa selesai kapan? Bapak sudah mundur 3 kali dari perjanjian”,
kata tamu itu dengan suara tinggi.
“Maaf pak, akan saya selesaikan segera, besok bisa bapak ambil”. Kata pak tua
sambil terbatuk-batuk.
“Baik! Saya harap besok sudah jadi. Bila belum juga, saya minta uang saya
dikembalikan!” Kata tamu itu berlalu tanpa pamit.
Pak tua kembali bekerja sambil terbatuk-batuk dari sesuai meneka keringatnya.
Rarat mengawasinya. Dia sungguh berharap dapat membantu pak tua bekerja.
Tiba-tiba “Brukkkk!” pak tua terjatuh dari kursinya. Rarat mendekatinya. Pak
tua tampak seperti sedang tertidur. Lama pak tua terbaring di lantai dan tak kunjung
juga bangun. Rarat menatapnya sedih. Dia menatap dua pasang kalinnya, berhadap
dapat membantu pak tua. Tanpa terasa air mata Rarat meneteskan air mata dan
membasahi kaki depannya.
Dari kaki depannya muncul seberkas cahaya yang berpendar-pendar. Tiba-tiba
jari-jarinya memanjang dan terasa tidak kaku. Rarat menggerakannya dan jari-jari
kakinya dapat menarik baju pak tau.
Segera Rarat mengambil jarum dan benang sepatu, dia menjahit sepatu yang tadi
dikerjakan pak tua. Dengan cepat sepatu itu selesai. Dan Rarat mengambil sepatu
lainnya. Tanpa terasa Rarat telah menyelesaikan 10 sepatu dengan cepat.
Kemudian Rarat mengambil kertas dan sepatu. Dia menulis sesuatu dan
mengantar kertas itu ke rumah sebelah. Tetangga yang melihat tulisan itu segera berlari
ke rumah pak tua.
“Tolong-tlong pak tua pingsan, tetapi tetangga itu orang-orang berdatangan dan
menolong pak tua”.
Lima hari kemudian pak tua kembali ke rumahnya. Pak tua heran, rumahnya
sangat rapi dan sepatu-sepatunya telah selesai Rarat menyusunnya. Rarat mendekati
hati pak tua dan mengrong pelan seperti senang melihat pak tua telah kembali.

Karya: Agung
6. KEKUATAN KEPALA JAMUR

Di pagi hari yang cerah bernama Jamur sedang berjalan di hutan di kaypali
prajuritnya. Mereka berjalan ke arah desa-desa itu sangat baik hati penduduknya baik
hati.
Seluruh pasukan jamur meninggalkan mereka. Jamur pun meninggalkan
istananya karna ada yang memanggil sang raja jamur. Raja jamur melihat pasukan lebah
menyerang jamur. Jamur pun memanggil lebah kalau berani lebah aku jamur pun teriak
kepada lebah-lebah.
Lebah pun mendatangi jamur, lebah mengajak perang di perbukitan. Jamur
menerima perang itu. Jamur bilang kalau kalian kalah kalian pergi dari sini. Kalau
kalian menang kami menjadi budak kata sebelah setuju. Mereka pun berperang di atas
perbukitan jamur berteriak “Serang” lebah itu mengeluarkan sengatan.
Jamur pun tak merasa apapun jamur pun mengeluarkan kekuatan kepalanya
yang keras seperti batu. Para jamur pun menang. Para lebah itu pun pergi dari hutan
meninggalkan istana lebah gak terlalu lama lebah menyerang istana jamur dengan cara
unik jamur pun merasa marah kepada lebah jamur memanggil lebah. Para lebah
mengapa kalian menghancurkan istana kami.
Karna kami dendam kalian. Kalian masih ingat yang kalian menghina kami,
kamu diusir dari istana kami, kami membuat rumah kami masing-masing di hutan
pertengahan.
Jamur pun memaafkan lebah. “Jamur, maafkan kami, kami merusak istanamu,
Jamur “gak papa” lebah kami sudah memaafkanmu tapi kami merusakan semuanya
hukumlah kami. Lebah pun meminta hukumnya yang sangat berat.
“Mengapa kalian tunduk kepada rakyatku sudah.
“Maafkan kami lebah tapi kami merasa bersalah”.
“Aku tidak mau menghukum kalian baru lebah kalian itu sudah menjadi
rakyatku sendiri”.
“Lebah pun merasa senang” lebah meminta sebuah rumah di desa.
“Yaudah kalau kalian mau rumah di perkampungan ada sebuah rumah kosong di
sana mereka membawa barang-barang mereka. Lebah menangis lebah pun
berterima kasih.
Sang raja Jamur melihat desa-desa yang baik dan sopan santun para lebah pun
bertunduk di depan raja jamur.
Jamur pun bertanya “Apakah kalian betah di sini?”
“Tiba-tiba datanglah sebuah raja lebah menghacurkan perdesaan jamur. Raja
jamur pun tak terima rakyat banyak yang mati karena ulah raja lebah. Jamur mencuri
kerajaan mereka, mereka menemukan kerajaan lebah itu sebenarnya rakyat mereka baik
tetapi raja mereka membakar desa.
Para lebah itu pun pergi mencuri rumah jamur dengan lebah akhirnya mereka
bertarung di kerajaan lebah kerajaan lebah itupun hancur para lebah terus semua karna
itu kalian jangan mengenakan aku “Merasa sedih pedesaanku” kau sabar pedesaanmu
dibakar disiksa.
“Apa salah mereka lebah mereka tak ada kesalahan rumah mereka kalian bakar
barang-barangnya.
“Kalian hancurkan raja lebah meminta maaf kepada jamur yang kuat dan
pemberani.

Karya: Abi
7. DINASAURUS PENYELAMAT DESA

Di suatu hutan ada sebuah telur yang berada di dekat perdesaan. Pada waktu itu
ibu Susi mencari kayu bakar di hutan untuk kebutuhan hidupnya, dan tiba-tiba saja bu
Susi menemukan sebuah telur, yang hampir sangat besar dan ia membawa telur tersebut.
Tiga minggu kemudian telur itu menetas ibu Susi melihatnya ternyata telur
tersebut adalah telur dinasaurus.
Dinasaurus itu semakin besar. Para warga desa heran kenapa ada seekor
dinasaurus di desa ini dan ibu Susi bertanya kepada warga sebenarnya aku menemukan
telur dinasaurus ini di hutan.
Dan satu tahun kemudian ada seekor singa yang sedang mencari makanannya.
Warga desa mencari air di hutan tepatnya di tengah-tengah hutan. Tiba-tiba saja
warga desa melihat ada seekor singa yang kelaparan.
Warga desa pun mulai ketakutan mereka kembali ke rumah mereka agar tidak
dimakan oleh singa yang kelaparan itu dan ibu Susi bertanya kepada warga.
“Kenapa kalian tidak jadi mengambil air di hutan?” warga dsa menjawab
“Karena ada seekor singa yang sangat ganas”. Dinasaurus mulai lari ke hutan untuk
mencari sinag tersebut tiba-tiba saja singa pun datang menghampiri dinasaurus.
Dinasaurus berkata “Singa kenapa engkau ada di hutan ini?” Singa pun
menjawab “Karena aku sedang kelaparan”.
Dinasaurus menyuruh singa untuk meninggalkan hutan ini singa tersebut tidak
mau meninggalkan hutan. Dan singa menyerang dinasaurus tersebut dan dinasaurus
menyibakan ekornya kepada sinag dan akhirnya singa pun tidak akan pernah lagi datang
ke hutan ini.
Warga desa samgat kepada dinasaurus itu yang sudah menyelamatkan mereka.
Satu minggu keudian ada seekor ular anak konda yang keluar dari sungai untuk
menghancurkan perdesaan ular tersebut tidak mengetahui ada seekor dinasaurus
tersebut. ular tersebut menghancurkan desa dan dinasaurus menyerang ular tersebut
digigit tubuh ular.
Dan akhirnya ular pun menjawab dinasaurus, dinasaurus pun kalah tiba-tiba ibu
dinasaurus datang menghampiri dinasaurus tersebut. ibu dinasurus bertanya pada
anaknya.
“Anakku kenapa engkau aku diserang oleh seekor ular yang besar. Ibu
dinasaurus pun marah dan ibu dinasaurus menyerang ular tersebut. ular tersebut pun
mati. Anak dinasaurus pun bertanya kepada dinasaurus itu yang sangat besar kenapa
kamu memanggil aku sebagai anakmu.
Ibu Susi menjawab.
“Dinasaurus itulah ibumu”. Ibu dinasaurus pun berterima kasih kepada ibu Susi.

Karya: Aulia

CERITA FANTASI
KELAS : VII-1
KELOMPOK : 3
8. DEWI BULAN

Ada seorang anak yang bernama Bulan Jelita. Bulan Jelita adalah anak dari
sepasang petani miskin yang tinggal di Pedesaan. Karena sangat miskin tidak ada yang
peduli dengan keluarganya. Bulan Jelita memiliki penyakit kulit yang aneh di wajahnya
sehingga menyebabkan kulitnya menghitam dan kusam. Jika tidak mengenalnya
sebelumnya, orang-orang akan mengira ia adalah monster atau jelmaan hewan yang
sangat buruk rupa.
Masyarakat di desa itu sangat takut terhadap Bulan Jelita. Dan karena selain
wajahnya yang suram juga takut tertular penyakit Bulan Jelita. Warga desa selalu
mencibir dan mencemooh Bulan Jelita karena wajahnya yang tampak menyeramkan,
untuk menutupi wajahnya ketika hendak keluar rumah. Bulan Jelita selalu menutup
wajahnya agar penduduk desa tidak jijik ketika berpapasan dengannya.
Di suatu malam, Bulan Jelita bermimpi bertemu dengan seorang pangeran
tampan dan sangat ramah. Setelah mimpi tersebut, Bulan Jelita selalu memikirkan
wajah tampan dan tingkah laku pangeran sehingga Bulan Jelita mengharapkan
kehadiran pangeran tersebut di dunia nyata keinginan yang kuat itu membuat Bulan
Jelita selalu memimpikan pangeran setiap malamnya.
Suatu hari Bulan Jelita menceritakan mimpinya kepada sang ibu dan
mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan sang pangeran tampan. Sang ibu
yang merasa anaknya yang tidak pantas untuk bertemu pangeran lantas berujar.
“Sudahlah Bulan anakku, kau tidak pantas bertemu pangeran. Lupakan saja mimpimu
itu. Itu tidak akan menjadi kenyataan dan jangan pernah bercerita kepada tetangga. Ibu
sungguh tidak ingin perasaanmu anakku. Ibu hanya tidak ingin anak gadis ibu satu-
satunya kecewa dan menjadi bahan olok-olokan tetangga”. Lanjut sang ibu sembari
mengusap kepala Bulan. Bulan pun sebenarnya menyadari bahwa mimpi tersebut terlalu
mustahil dan tinggi untuk bisa terwujud apalagi melihat raut wajah Bulan Jelita, tentu
saja pangeran akan takut melihatnya.
Malam berikutnya, Bulan Jelita termenung dan melamun terhadap langit yang
ditaburi bintang berkilau yang menggelilingi bulan sebagai sumber cahaya keemasan
yang sangat indah dan mempesona. Sungguh pemandangan yang sangat cantik, andai
aku secantik bulan.
Konon katanya Dewi Bulan adalah dewi yang memiliki panas cantik dan
rupawan kecantikannyalah yang membuat bulan terus bersinar. Setiap orang
mengharapkan anak perempuan memiliki kecantikan dan keanggunan seperti Dewi
Bulan. Tidak terkecuali dengan orang tua Bulan Jelita sehingga ketika Bulan Jelita lahir,
orang tuanya memberi nama yang sama dengan Dewi Bulan.
Selain cantik, Dewi Bulan merupakan dewi yang penyayang. Dia sering kali
turun dan berkunjung ke bumi membantu manusia yang sedang mendapat masalah dan
mengalami kesulitan hidup. Bulan Jelita sangat ingin bertemu dengan Dewi Bulan dan
meminta agar wajahnya dapat secantik wajah Dewi Bulan atau wajahnya bisa cantik
kembali seperti dahulu.
Bulan Jelita kemudian menyadari bahwa Dewi Bulan hanyalah sebuah cerita
dongeng yang sering diceritakan orang tua kepada anak perempuannyakan, secantik
wajah Dewi Bulan kelak dengan perasaan bersedih, Bulan Jelita kemudian mengubur
harapannya untuk bertemu Dewi Bulan, apalagi memiliki wajah cantik seperti Dewi
bulan.
Sebenarnya Bulan Jelita adalah gadis desa yang memiliki hati lembut penyabar,
baik hati, dan senang membantu orang lain. Akan tetapi warga desa tidak ingin
pekerjaanya dibantu Bulan Jelita karena takut tertular penyakit yang diderita Bulan
Jelita. Di suatu sore, Bulan Jelita meminta oleh ibunya untuk menjenguk nenek tua yang
merupakan salah satu tetangganya di desa tersebut.
Setelah menjenguk dan mengantar makanan sembari membantu dan merawat
nenek tua. Tak terasa hari semakin gelap dan sudah larut malam, ketika hendak pulang
Bulan Jelita sangat kebingungan karena di luar sangat gelap dan tidak ada obor
penerangan. Beberapa saat kemudian ribuan kunang-kunang muncul entah dari mana
dan memancarkan cahaya terang yang bersinar di sekitar Bulan Jelita.
Kunang-kunang tersebut seolah menuntun dan menerangi Bulan Jelita untuk
pulang. Setelah berjalan cukup jauh, akan tetapi rumah yang dituju tidak kunjung
sampai. “Sepertinya ini bukan arah menuju rumahku?” Gumam Bulan Jelita. Ribuan
kunang-kunang tersebut ternyata menuntun Bulan Jelita masuk ke dalam hutan yang
sangat lebat dan gelap gulita.
Bulan Jelita yang tampak panik kemudian mulai mencemaskan keadaan.
“Jangan cemas Bulan Jelita, kami tidak akan menyakitimu, kami menuntunmu
menyembuhkan penyakit dan mengembalikan wajah seperti sedia kala”. Ujar salah satu
kunang-kunang. Dengan perasaan cemas dan kini bercampur heran, lantas Bulan Jelita
bertanya kepada kunang-kunang.
“Siapa tau kalian ini yang akan membuat wajahku kembali cantik?”
“Kami adalah utusan Dewi Bulan. Kami diminta untuk membawamu ke sini
karena kau gadis baik hati.”
Bulan Jelita kemudain menunggu, di tepi danau di tengah hutan dengan perasaan tidak
karuan, kawatir, takut, dan heran. Kunang-kunang yang tadinya penerang Bulan Jelita
satu demi satu terbang ke langit dan menghilng.
Keadaan sekita kembali menjadi gelap gulita sehingga tidak satu pun benda
dapat dilihat oleh Bulan Jelita. Bayangan bulan pada danau tersebut kemudian perlahan
berubah menjadi sesosok wanita dengan paras cantik dan anggun mengenakan jubah
berwarna emas.
Dengan perasaan cemas dan takut, Bulan Jelita bertanya. “Si...Siapakah engkau
wahai wanita cantik?
“Aku adalah Dewi Bulan yang akan membantumu menyembuhkan penyakit
yang menutupi kecantikan wajahm”. Jawab Dewi Bulan.
Mendengar jawaban Dewi Bulan. Bulan Jelita kemuudian merasa sangat senang
luar biasa karena akhirnya bertemu dan meminta Dewi Bulan membantunya.
Kau adalah gadis yang baik dan penyabar Bulan Jelita, aku telah mendapatkan
dan melewati banyak sekali ujian hidup dan aku mampu melewatinya tanpa putus asa
dan tetap bersemangat. Bahkan kau tidak pernah membalas kejahatan orang lain
kepadamu.
Dewi Bulan kemudian memberikan Bulan Jelita air suci yang mampu
mengembalikan wajah cantik Bulan Jelita. Bulan Jelita kemudian menerima air di dalam
sebuah kendil kecil yang diberikan Dewi Bulan.
“Basuhlah wajahmu dengan air ini maka wajahmu akan kembali cantik”.
Perintah Dewi Bulan.
Bulan Jelita kemudian segera membasuh wajahnya dan seketika ia tidak
sadarkan diri. Setelah sadar. Ia mendapati dirinya terbaring di atas ranjang di dalam
kamarnya. Betapa terkejutnya Bulan Jelita ketika menyaksikan wajahnya di depan
cermin sampai ia tidak menyadari bahwa yang berada di depan cermin adalah dirinya.
Wajah cantik, lembut, dan bersinar bagai cahaya bulan.
Sang ibu yang melihat wajah Bulan Jelita lantas terkejut dan tidak percaya
bahwa yang berada di hadapannya adalah putrinya kini. Bulan Jelita menjadi gadis
paling cantik di desanya semua orang mengagumi kecantikan Bulan Jelita hingga
akhirnya pangeran yang ada di dalam mimpi Bulan Jelita mendengar kabar bahwa ada
seorang gadis desa memiliki wajah jelita dan baik hati.
Pangeran kemudian mendatangi Bulan Jelita karena ia mengetahui lebih dalam
tentang gadis itu karena kecantikan dan kebaikan Bulan Jelita, akhirnya pangeran jatuh
cinta dan memilih untuk menikahi Bulan Jelita. Pangeran dan Bulan Jelita hidup
bahagia bersama dan melahirkan putra-putri yang cantik dan tampan. Anak laki-laki itu
bernama Faris dan anak perempuan itu bernama Fitri. Meski demikian, Bulan Jelita
tetap rendah hati dan tidak berbangga diri.

Karya: Devi Alfira Julianty


9. PELUKAN TERAKHIR UNTUK IBU

Di tepi sungai yang agak luas terdapat anak pohon apel dan ibu pohon apel anak
pohon bernama Trei, berkelamin lelaki dan ibu pohon bernama Treina. Trei ingin sekali
memeluk ibunya. Lalu menciumnya, tapi...Trei tidak bisa...karna apa? Teman-teman
pasti taulah.....
Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan beserta ayahnya berjalan melewati
Trei, dan ibu Trei. Anak itu bertanya pada ayahnya. ‘Yah, bolehkah aku memetik satu
apel?”
“Tentu saja boleh!” Jawab ayahnya. Lalu anak perempuan itu memetik 1 buah
apel dari daun Trei.
Setelah mengambilnya, anak perempuan itu memakan buah apel yang diambil
“hmm...enak banget! Aku jadi ingin semuanya!” seru anak perempuan itu “Ayah!
Bolehkah aku membawa pohon apel kecil ini ke dalam taman rumah kita?” Tanya anak
perempuan itu.
“Hmm... Ayah agak ragu sih untuk menjawabnya..., tapi ayah bolehkan saja deh!
Nanti ayah panggilkan tukang taman untuk menjabut pohon apel kecil ini! Kamu tenang
saja ya, Rara! Besok ayah panggilkan!” Ayah anak perempuan itu menuruti permintaan
anaknya.
“Makasih ya, Ayah!” seru anak perempuan itu, yang ternyata bernama Rara.
Ayahnya hanya trsenyum manis mereka pun pulang.
Trei kaget mendengar obor anak perempuan itu terhadap ayahnya, “Ibu ...
bagaimana ini? Besok aku akan dipindahkan ke tempat lain... Jadinya, aku tidak bisa
bertemu lagi dong... huhuhu......” Tangis Trei.
“Tenang saja Trei .... kalau kamu dipindahkan. Pasti Allah akan
mempertemukan kita lagi di surga... hibur ibu Trei “Terima kasih ya ibu...” kata Trei
esoknya...
Rara ayahnya dan tukang taman siap siap mencabut Trei
“Tukang taman... Ayo cepat cabut pohon apel kecil ini!, dan masukkan ke dalam
mobil pickup ya...” pinta ayah Rara.
“Siap Pak!” Seru tukang taman. Tukang taman pun mencabut Trei.” Dadah,
ibu... Pamit Trei.
“Dadah Trei...” Kata ibu Trei
Di rumah Rara.....
“Ayo cepat yah! Taman pohonnya di taman belakang!” pinta Rara.
“Oke, Ra!” Seru ayah Rara sambil mengacungkan jempol.
Setelah Trei sudah di tanam di taman belakang rumah Rara. Trei hanya bisa
menangis tersedi-sedu tanpa dilihat oleh Rara. Rara hanya tersenyum-senyum melihat
trei ditanam di rumahnya,
Setelah bertahun-tahun lamanya akhirnya Rara sudah bertumbuh dewasa dan
Trei?, yaa sama seperti Rara. Trei sudah dewasa. Sayangnya ayahnya Rara sudah lebih
dulu meninggal “Ya Allah... pertemukanlah aku kepada ibu di surga nanti.” Do’a Trei
saat dewasa. Kini Trei dan Rara sudah beranjak ke masa tua. Rara sudah memiliki cucu.
Senang sekali bila menjadi Rara.
“Ya Allah... pertemukanlah aku kepada ibu di surga nanti...” doa’a Trei saat tua.
Sekarang Trei sudah mengganggu rumah Rara dan tibalah saatnya Trei di
tebang...Srek! Srek! Srek! Srek! Suara gergaji memotong Trei dan Trei mati!
“Ibu...! Seru Trei sambil berjalan menemui ibunya dan memeluknya memang
Trei dan ibunya berada di... ya! Betul! Berada di surga! Trei dan ibunya memiliki
tangan dan kaki! Wah menyenangkan.... “Trei... Ibu senang sekali kamu beada di sini...”
Seru ibu Trei lalu Trei mencium pipi ibunya seraya berkata “Aku juga senang bu... aku
sayang ibu...”
10. WIZ DAN BELIMBING AJAIB

Wiz sang kurcaci penggali sumur dengan memiliki sebatang pohon belimbing
ajaib di rumahnya. Di tengah hutan Morin, buahnya berwarna-warni sesuai warna
cabangnya. Pohon belimbing ini merupakan pohon ajaib di kalangan para kurcaci di
Morin. Pohonnya bercabang lima seperti jari tangan dengan warna yang berbeda-beda.
Yang setiap warna memiliki khasiatnya sendiri. Buah merah cabang ibu jari
yang berkhasiatnya dapat menyembuhkan penyakit asma, buah hijau cabang telunjuk
berkhasiat menyembuhkan sakit perut, buah kuning cabang jari tengah berkhasiat dapat
menyembuhkan penyakit mata. Buah putih cabang jari manis berkhasiat mempercantik
wajah.
Seperti bentuk jari manis yang anggun belimbing putih sering di pesan kurcaci
wanita untuk mempercantik wajah dan tubuh, supaya tetap segar dan penuh pesona, nah
buah biru cabang kelingking kecil agak dan agak rapuh, buah biru berkhasiat dapat
menyembuhkan penyakit lupa. Semua kurcaci yang pelupa di hutan Morin langsung
pulih ingatannya ketika memakan belimbing biru. Pokoknya nyos deh khasiatnya.
Suatu hari Wiz pergi menggali sumur di desa sebelah hutan Morin. Tiba-tiba
matanya terkena pecahan batu galian, wah bahaya kalau tidak cepat ditangani. Wiz lalu
mengambil belimbing kuning dari dalam tasnya, kemudian dimakannya. Ajaib, seketika
itu juga sakit mata Wiz kembali putih. Ketika hari mulai sore, Wiz pulang ke hutan.
Di tengah perjalanan Wiz bertemu seorang ibu tua yang sakit asma, Wiz jatuh
kasihan, kemudian ia mengambil belimbing merah dari tasnya dan diberikan kepada ibu
tua tersebut. Setelah ibu tua memakannya. Seketika itu juga sembuhlah penyakit
asmanya. Ibu tua lalu mengucapkan terima kasih kepada Wiz. Wiz melanjutkan
perjalanan pulangnya, kembali Wiz bertemu dengan kakak beradik yang tengah duduk
di atas batu pinggir sungai . “Aduh sakit perutku kak!” kata anak laki-laki sambil
meringis kesakitan memegang perutnya.
“Sakit sekali ya dek?? Tanya kakak Dewinya yang buruk rupa, iya kak aku
sudah tidak tahan lagi. ‘Ucap anak lelaki menahan sakit, Wiz yang mendengar
percakapan tersebut bertanya. ‘Ada yang dapat saya bantu?” oh iya pak kurcaci, adikku
butuh pertolongan. Ia sakit perut, mungkin terlalu banyak makan jambu air., “Sang
kakak memberitaukan Wiz. Wiz mengambil belimbing hijau dari tasnya dan
memberikan ke anak lelaki itu.
“Nah makan ini!!” kata Wiz sambil menyerahkan belimbing tersebut. Wiz
menatap kakak Dewi buruk rupa kemudian menjadi iba, Wiz lalu mengambil belimbing
putih dan memberikan kepada sang kakak. “Saya tidak sakit pak kurcaci”. Kata sang
kakak Dewi. “Kamu juga boleh memakannya, nanti kamu akan tahu khasiatnya!!”
Jawab Wiz akhirnya kedua kakak beradik itu sembuh.

Karya: Rena
11. PERI BULAN

Wulan adalah seorang gadis desa yang miskin wajahnya agak suram, sebab ia
menderita penyakit kulit di wajahnya. Orang-orang desa sering takut jika berpapasan
dengannya. wulan akhirnya selalu menggunakan cadar.
Pada suatu malam, Wulan bermimpi bertemu dengan pangeran Rangga. Putra
raja itu terkenal dengan keramahannya dan ketampanannya. Wulan ingin berkenalan
dengannya. ia pun sering memimpikan pangeran Rangga.
“Sudahlah, Wulan! Buang jauh-jauh mimpimu itu! Kata ibu Wulan. Kamu boleh
menyukai siapa saja, tapi ibu tidak ingin akhirnya kamu kecewa”.
“Sebenarnya Wulan sadar bu mimpi Wulan ini terlalu tinggi”. Orang desa aja
takut melihat Wulan. Apalagi nanti pangeran Rangga pasti lebih takut dari warga yang
melihat wulan begini.
Pada suatu malam, Wulan melihat pemandangan alam yang sangat indah. Bulan
bersinar terang di langit. Cahaya lembut keemasan. Di sekitarnya, tampak bintang-
bintang yang berkelap-kelip malam itu begitu cerah.
“Sungguh cantik!” Kata Wulan. Matanya takjub ke arah bulan.
Tiba-tiba saja Wulan teringat pada sebuah dongeng tentang Dewi Wulan. Dewi
itu tinggal di bulan. Ia sangat cantik dan baik hati. Ia sering turun ke bumi untuk
menolong orang-orang yang kesusahan di desa Wulan setiap ibu yang ingin mempunyai
anak perempuan selalu berharap akhirnya seperti Dewi Bulan.
Dulu ketika Wulan masih kecil, wajahnya pun secantik Dewi Bulan, menurut
ibu Wulan.
“Aku ingin memohon kepada Dewi Bulan agar aku bisa secantik lagi seperti
dulu, tapi mana mungkin!” Kata Wulan. Wulan segera putus asa. Setelah puas menatap
bulan, Wulan menutup rapat jendela kamarnya. Ia beranjak untuk tidur dengan hati
sedih.
Wulan adalah gadis yang baik. Hatinya lembut dan suka menolong orang lain.
Suatu sore, Wulan bersiap-siap mengantarkan makanan untuk seorang nenek yang
sedang sakit. Meski rumah nenek itu cukup jauh Wulan rela menjenguknya.
Sepulang dari rumah si nenek, Wulan kemalaman di tengah perjalanan. Ia
bingung karena keadaan jalan begitu gelap. Entah dari mana asalnya tiba-tiba, muncul
ratusan kunang-kunang. Cahaya dari tubuh mereka sangat terang.
“Terima kasih kunang-kunang kalaian telah menerangi jalanku”. Wulan sangat
lega. Ia berjalan dan terus berjalan namun meski sudah cukup jauh berjalan Wulan tidak
sampai di rumahnya wulan tidak jugaa menemukan rumahnya.
“Kurasa aku sudah tersesat”. Wulan sangat panik. Ternyata para kunang-kunang
telah mengarahkan masuk ke dalam hutan.
“Jangan takut Wulan!” kami membawamu ke sini agar wajahmu bisa
disembuhkan”. Kata kunang-kunang.
“Kau! Kau bisa bicara?” Wulan sangat panik menatap kunang-kunang yang
sangat besar. Kami adalah utusan Dewi Bulan. Wulan akhirnya tiba di tepi danau. Para
kunang-kunang berterbangan menuju langit. Begitu kunang-kunang menghilang
perlahan-lahan awan hitam di langit menyibak. Keluarlah sinar bulan purnama yang
terang benderang.
‘Si...Sipa kau?” Wulan terkejut.
“Akulah Dewi Bulan aku datang untuk menyembuhkan wajahmu”. Tutur Dewi
Bulan lembut.
“Selama ini kau telah mendapat. Karena kebaikan hatimu, kau berhak menerima
air kecantikan dariku. Usaplah wajahmu dengan air ini!” Lanjut Dewi Bulan
memberikan sebotol air.
Dengan tangan gemetar Wulan menerimanya perlahan-lahan. Dewi Bulan
masuk ke dalam bayangan-bayangan bulan dipermukaan air dabau kemudian dia
menghilang.
Wulan segera membasuh wajahnya dengan air pemberian Dewi Bulan. Malam
itu Wulan tertidur di tepi danau.
Akan tetapi, sungguh ajaib! Esok harinya ia telah berada di kamarnya sendiri
lagi. Ketika bercermin, ia sangat gembira melihat wajahnya.

Karya: Vanya Zaskia Bilbina


12. KUDA LIAR

Di sebuah hutan tinggalah sebuah kuda liar. Dia selalu mencari makan di hutan
tersebut.
Suatu hari kuda liar itu mau minum di sebuah sungai tersebut tempatnya para
buaya. Buaya tersebut ingin memakan kuda liar yang ada di tepi sungai.
Pada suatu saat kuda liar minum datanglah buaya secara tiba-tiba dan kuda liar
tersebut pun kaget dan buaya tersebut ingin menggigit kuda liar tersebut tetapi kuda
tersebut dapat melarikan diri dari buaya tersebut dan ia berlari sangat kencang sekali
dan berhenti di suatu pohon manggis. Dia pun kelelahan dan kelaparan di sebuah pohon
besar dan ia memakan buah manggis tersebut. tak lama kemudian datang seekor singa
yang ingin menerkamnya dan ia melarikan diri dari singa tersebut.
Dia pun berlari sangat kencang dan berheni di sebuah gua dan dia bersembunyi
di dalam gua tersebut. ternyata di dalam gua tersebut ada seekor ular sawah yang
kelaparan. Dan ular tersebut membelit kuda liar itu dan tak beberapa lama datanglah
sekor harimau dan ia pun ingin memakan kuda liar itu tetapi ular tersebut tidak mau
berbagi. Harimau marah dan ular tersebut digigit dan mereka bertengkar. Kuda liar itu
berhasil melarikan diri.
Di sebuah perjalanan bertemu dengan singa yang ingin memakannya. Kuda liar
pun melarikan diri dari singa tersebut dan berjumpa dengan landak, kawan kuda liat
tersebut. landak berkata “Kenapa kamu berlari sangat kencang?” Kuda liar berkata
“Aku sedang dikejar sama singa, ular, dan harimau. Tolong aku dan bawalah aku ke
tempat yang aman dan si landak pun mengajak kuda liar ke tempat yang aman. Landak
mengenali teman-temannya yang baru. Teman-teman baru landak adalah kancil, gajah,
rusa, kelinci, monyet. Si kuda liar berkata, pantas saja kamu tidak pernah terlihat lagi di
sekitar tempat tinggalku. Ternyata kamu sudah pindah ke tempat yang jauh dari
binatang buas itu. Kuda luar tersebut bergabung dengan teman-teman landak lalu ia
bermain dengan teman landak itu.
Di suatu hari datanglah seorang pemburu dengan membawa anjing
peliharaannya itu. Dia menangkap hewan yang ada di hutan tersebut dan tak beberapa
lama pemburu itu menangkap ular dan singa. Ular dan sinag tersebut meminta tolong
kepada kuda liar. Kuda liar itu tidak mau menolong. Kuda merasa kasihan kepada kedua
hewan itu, tetapi dia memberi syarat kepada ular dan singa itu, “Kamu jangan pernah
memakan binatang yang ada di hutan ini”. Ular dan singa berkata “Baiklah aku mau
memenuhi syaratmu dan aku akan menjadi sahabatmu dan kuda liar itu menyeruduk
pemburu dari belakang. Pemburu itu terjatuh seketikanya terlempar jauh dan singa itu
menggigit tangan pemburu. Ular itu membelit baddan pemburuh itu. Akhirnya pemburu
itu mati dan mereka saling membantu. Akhirnya kuda liar itu berteman dengan singa
ular itu selamanya.

Karya: Muhammad Iqbal


13. REGON MANUSIA KURCACI YANG BAIK

Di sebuah hutan larangan hiduplah kurcaci yang berdampingan satu sama lain.
Hiduplah kurcaci yang baik bernama “Regon” dan Regon pun mempunyai musuh yang
jahat bernama “Bogot”. Bogot mempunyai kekuatan yang dipergunakan untuk berbuat
kejahatan,
Pada suatu hari ia melakuakan perbuatan jahatnya untuk bersenang-senang. Pada
saat itu desa pun terbakar sangat dasyat. Regon memadamkan dengan kekuatannya dan
api pun terpadamkan.
Keesokan harinya Bogot bertemu dengan penjahat yang bernama “Drot’. Drot
mempunyai kekuatan dasyat dan ia pun tidak terkalahkan.
Pada saat itulah Bogot mengajak dan untuk menguasai dunia. Dan Drot pun
berkata “Ya sudah mari kita menguasai dunia”, lalu mereka pergi untuk membakar
hutan tersebut.
Di situlah mereka membakar hutan tersebut dengan sangat dasyat. Api pun
menyala-nyala dan Regon pun datang untuk melawan Bogot dan Drot. Regon, Bogot,
dan Drot pun terhempas ke batang pohon. Regon pun bangkit untuk menyerang Bogot
dan Drot, tatapi tidak mengenai tuuh mereka. Bogot dan Drot pun menyerang ke tubuh
Regon. Regon pun pingsan. Ia dibangunkan oleh kurcaci lain dan ia pun terbangun
dengan penuh kesal dan ia meyatakn hatinya “Awas Bogot dan Drot akan kubunuh
mereka” dan ia pun pergi pulang ke rumahnya.
Regon kembali ke hutan itu lagi, lalu Regon bertemu dengan Bogot dan Drot.
Regon pun bertarung dengan Bogot dan Drot dengan mati-matian dan akhirnya Regon
tidak selamat dan akhirnya Regon pun mati.
Bogot dan Drot pun berhasil menguasai dunia dan desa-desa sekitar pun terbakar
sebab ulah Bogot dan Drot. Mereka pun menjadi sangat kuat dan hebat.
Saat itulah datanglah dewa yang bernama “Dewa Reto”. Dewa Reto pun datang
kepada Regon untuk menyampaikan di desanya sudah dikuasai Bogot dan Drot.
Dewa Reto itu menurunkan kepada Regon kekuatannya lagi. Regon pun menjadi
kuat dan hebat lagi dan Mora hidup kembali.
Mora pun kembali melawan Bogot dan Drot. Bogot dan Drot pun kelelahan
melawan Regon. Regon pun menyerang mereka dengan habis-habisan dan akhirnya
mereka pun mati.
Desa itu pun menjadi damai kembali dan desa itu disebut dengan desa kurcaci.

Karya: Al Raffa Cris Fazira

14. SAHABAT BEDA DUNIA

Clara, Fanny, dan Kalista adalah 3 sahabat yang sangat akrab. Sejak masih kecil
mereka sudah bersahabat.
Suatu hari Clara dan Khalista menerima kabar buruk.
Yaitu karena Fanny mengalami kecelakaan mobil, tetapi mereka belum siap
ditinggal oleh Fanny.
Saat di sekolah, tak sengaja Clara melihat ada Fanny duduk di bangku paling
pojok.
“Fa... Fanny?”
Kata Clara sambil terkejut.
“Clara, ada apa? Fannykan sudah tiada”.
Kata kalista.
“Itu ada Fanny...” (Tunjuk Clara).
“Hah, mana sih...?”
“Oh itu!”
Ya sudah nanti waktu istirahat kita hampiri dia istirahat.....
“Fanny, kaukah itu?” (Tanya Kalista tanpa rasa takut).
“Ia, apa kabar kalian?” (Tanyanya).
(Dengan suara halus, lembut, dan agak ada sedikit lebih seram).
Wajah Fanny mulai pucat, dan rambutnya diurai.
“Baik, kenapa kalian masih di dunia ini?”
“Pergilah!” (Ucap Kalista)
“Hei, aku ini sahabat kalian...”
“Aku ini masih ingin bersenang-senang bersama kalian”.
Jawab Fanny lalu berdiri. Kakinya tak menapak tanah.
Sekarang Clara dan Kalista masih bisa melihat Fanny.
Mereka tertawa bersama, mengobrol, jalan bersama, dan lain-lain.
“Hmm, Fanny... Pergilah, kami sudah ikhlas” (Clara sedih).
Dan Fanny pun tersenyum.
“Baik, ingat persahabatan kita ya! Aku akan selalu hadir di dalam mimpi
kalian”.
(Fanny pun menghilang).
“Hiks...Hiks
(Isak Clara dan kalista).

“Sahabat adalah seseorang yang selalu hadir menemani di saat apapun...


Bahkan ketika ia sudah tidak ada lagi di dunia ini”.

Karya: Novita Virani

CERITA FANTASI
KELAS : VII-1
KELOMPOK : 6
15. MANUSIA SERIGALA

Di suatu kampus terdapat suatu kelas yang bernama kelas biologi di kelas itu
terdapat murid sejumlah 17 murid di antaranya ada yang bernama Dhika, Mawar, Risky,
dan Jakky pada saat itu ada pemilihan ketua OSIS dan semua kelas mengikutinya. Dan
pada saat itu ada beberapa perlombaan tak lam kemudian akhirnya pemenangnya adalah
Dhika, Dhika yang terpilih menjadi ketua OSIS dengan wakil Rizky dan dua harinya
terdapat 2 murid baru yang bernama Bara dan Tam mereka berdua mendapatkan kelas
yang sama yaitu kelas biologi. Hari demi hari berjalan mulailah ada konflik antara
Dhika, Risky, dan Jakky melawan Bara dan Tama di situ mereka mempermasalhkan
tentang OSIS karena Bara dan Tama mau merebut jabatan tersebut dari mereka dan
mulailah perdebatan “Kamilah yang lebih berhak atas jabatan itu”. Kata Bar dengan
marah. “Bukan kalian tapi kami” Sahut Dhika dengan kesal dan hari dmei hari berjalan
sementara, konflik itu belum selesai dan akhirnya Bara dan Tama meminta pemilihan
OSIS secara ulang kepada guru dan akhirnya guru pun menuruti permintaan mereka.
Karena mereka adalah murid kesayangan. Pada besok harinya pemilihan pun
diulang dan lomba-lomba pun dilakukan ulang selesai itu akhirnya yang menjadi ketua
OSIS adalah teman mereka sendiri tapi guru itu tidak engijikannya karena
keputusansudah diambil secara bersama-sama. Dan mereka berdua akhirnya mau
menerima keputusan tersebut. setelah beberapa hari kemudian guru-guru pun
mengadakan lomba yang diadakan karena itu adalah ulang tahun kampus tersebut.
Mulailah guru-guru menentukan kelompok-kelompoknya, setelah guru-guru
menentukan kelompok-kelompoknya, setelah guru-guru berulang dan akhirnya
mendapat satu keputusan yaitu kelompok pertama yang terdiri dari Dhika, Mawar,
Rizky, dan Jakky dan kelompok kedua adalah Bara dan Tama dan kelompok yang
lainnya jadi tugas dari lomba ini adalah mencari dan meracik tumbuh-tumbuhan yang
mengandung obat dan mereka semua diminta untuk berkemah di hutan selama 7 hari.
Pada keesokan harinya mereka pun langsung berangkat ke hutan yang sangat jauh dari
kampus, perjalanan tersebut menghabiskan waktu selama 2 sampai 3 jam. Setelah
perjalanan yang lama mereka pun sampai dengan menggunakan tiga bis sekolah.
Mereka pun langsung pergi ke tenpat yang sudah diarahkan oleh guru-guru mereka. Dan
guru pun langsung membagi tugas. Kelimpok 1 akan mencari di sebelah kanan hutan
sedangkan kelompok 2 di arahkan di sisi sebelah kiri hutan dan kelompok lainnya di
arahkan di sisi lainnya. Mereka akan mencari kayu bakar selama 4 jam, dan akhirnya
semua sudah selesai dan berkumpul lagi di tempat yang diarahkan “Pencarian kali ini
kita tutup karena hari sudah gelap” Ujar bapak kepala sekolah. Dan pencarian
berikutnya kita lakukan besok kata guru-guru.
Semua murid kembali ke masing-masing tendanya pada saat malam hari Tama
memiliki siasat bersama Bara untuk mencelakakan Dhika karena mereka masih iri
dengan jabatan yang dimilikinya akhirnya Tama mengajak Dhika untuk pergi ke dekat
jurang untuk mencari sebuah tanaman yang memiliki khasiat yang paling kuat untuk
menyembuhkan luka dan saat itu Tama sudah siap mendorong Dhika dan dia
bersembunyi di balik semak-semak. Akhirnya pada saat itu Tama dan Dhika sudah
sampai dan mereka bercakap-cakap tiba-tiba Tama langsung mendorong Dhika dari
belakang dengan keras sehingga Dhika jatuh ke dalam jurang setelah mereka dorong
Dhika mereka langsung balik ke tenda masing-masing tapi mereka tidak mengetahui
apakah Dhika sudah benar-benar celaka atau tidak.
Dhika pun memegang ranting yang cukup keras dan kuat untuk meraih batu-
batuan di atasnya dan dia pun dia pun melihat ada sebuah gua yang cukup besar dan
Dhika pun langsung masuk dan tidur di dalam gua. Rupanya Tama dan Bara merupakan
apa yang sudah terjadi. Pada keesokan harinya pencarian kedua pun dilakukan yang
dimulai dari pukul 6 pagi sampai pukul 6 sore. Rizky dan Jakky sadar bahwa ketidak
adanya Dhika di sana mereka pun langsung menghampiri Mawar dan Bara dan mereka
bertanya “Di mana Dhika”, tanya Rizky dan Jakky. Mawar menjawab “Aku tidak tahu”
coba tanyakan kepada Bara “Aku juga tidak tahu” Sahut Bara dengan gugup di sana
mulai ada kecurigaan dari Rizky dan Jakky kepada Tama dan Bara pencarian tanaman
pun masih berlangsung 12 jam pun ditutup, hari keempat sampai ke enam pun berjalan
lancar dan Dhika pun msih berada dalam gua. Sehingga pada saat hari ke tujuh Rizky
dan Jakky megusulkan untuk mencari keberadaan Dhika dan semua pun langsung
mencarinya Mawar pun menemukan adanya jejak kaki yang mengarah ke jurang dan dia
memberitahukan hal itu kepada semuanya akhirnya Rizky pun mendekat dan dia
melihat ada gigitan di leher Dhika. Rizky tidak yakin bahwa itu adalah gigitan binatang.
“Mungkin itu hanya terkena batu”. Di dalam pikiran Rizky. Tanpa pikir panjang Rizky
pun langsung mengangkat Dhika ke atas menggunakan tali yang sudah diikat karena
situasi yang tersadar dan semuanya senang kecuali Tama dan Bara yang sangat kesal
karena tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.
Hari selanjutnya guru-guru menanyakan apa saja yang sudah didapatkan dan apa
fungsinya dimulai dari kelompok pertama, Dhika mendapatkan daun bakung fungsinya
untuk dapat menyembuhkan luka yang kedua adalah daun bayam duri, daun bayam duri
adalah tanaman yang khasiatnya dapat menyembuhkan radang saluran pernapasan.
Yang didapatkan oleh Rizky adalah daun cincau, daun cincau adalah dapat
menyembuhkan penyakit radang lambung, tifus dan demam. Sementara mawar
mendapatkan daun cimplukan, daun ini dapat menyembuhkan penyakit tenggorokan dan
bisul. Dan kelompok lainnya pun menjelaskan satu persatu kepada guru, sesudah selesai
menjelaskan mereka pun langsung pulang kembali ke kampus. Sesampainya di sekolah
mereka langsung meracik tanaman tersebut untuk dijadikan obat, satu persatu kelompok
menuju lab kampus dan melakukan peracikan. Setelah 2 jam berlalu obat-obat dari
tanaman tersebut disimpan , perlombaan pun dihentikan dan pemenangnya adalah
kelompok 1 yang terdiri dari Dhika, Rizky, Mawar, dan Jakky karena mereka yang
memiliki tanaman yang bagus selesai perlombaan tubuh Dhika tidak bisa dikendali dan
Dhika pun memutuskan untuk pulang.
Dhika pun merasa bingung ia pun meminta Rizky dan Jakky untuk
menemaninya ke dokter, setelah diperiksa dokter, dokter pun memberitahukan kepada
Dhika bahwa ada yang aneh di dalam tubuhnya setelah ke dokter mereka pun langsung
menuju ke rumah Dhika, Dhika pun terlihat lemas dan pucat. Karena itu temannya
Dhika pun menghawatirkannya. Setelah sampai di rumah Dhika, Dhika pun langsung
beristirahat sampai malam hari, teman-temannya pun lansung pulang ke rumahnya
masing-masing. Keesokan harinya Dhika merasakan tubuhnya sudah sehat dan segar,
dia pun langsung mandi dan sarapan. Sesudah siap-siap Dhika pun berangkat ke sekolah
menaiki motornya. Sesudah perjalanan 15 menit dia sampai di sekolah, dan melakukan
perjalanan seperti biasa sesudah di sekolah Rizky pun bertanya “Sudah sehat Dhik”
“Alhamdulillah” sahut Dhika. Setelah jam pulang sekolah dia pun langsung menuju ke
rumah untuk beristirahat tapi, Dhika tau kalau dia bukan manusia lagi dia adalah
manusia binatang. Karena penasaran Dhika pun pergi ke gua itu sendiri, suddah
menempuh perjalanan yang cukup lama Dhika pun sampai di gua. Dan Dhika pun
langsung masuk ke dalam gua, tiba-tiba terdengar suara yang aneh. Dhika pun terus
mencarinya di mana suaa itu berasal dan Dhika melihat ada seekor serigala di balik batu
terbesar yang ada di dalam gua. Dhika sadar bahwa sekarang dia sudah berubah menjadi
manusia serigala bukan manusia normal lagi dan Dhika pun langsung pulang ke rumah.
Dhika pun merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan dia melamun
sendirian di kamarnya dan tiba-tiba suara pintu terdengar tok...tok...tok...”Dhika pun
langsung membuka pintu. Ternyata yang ada adalah Rizky dan Jacky “Kenapa kalian di
sini” tanya Dhika “Kami hanya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja” Sahut
Jacky. “Sebenarnya kami sudah tahu semuanya tentang dirimu Dhik” Ujar Rizky.
Mereka bertiga segera mencari obat yang bisa mengeluarkan serigala yang ada di dalam
tubuhnya Dhika karena Dhika adalah manusia serigala bukan manusia normal lagi, dia
memiliki kekuatan yang spesial seperti dia bisa berlari kencang, memanjat pohon, dan
kekuatannya bertambah. Dengan memiliki kekuatan tersebut dia bisa dengan mudah
mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, mereka pun langsung menuju tempat yang
ditujuu menggunakan kekuatan Dhika. 15 menit berlalu mereka pun sampai di sebuah
gunung yang cukup tinggi, di sana mereka langsung mencari apa yang dibutuhkannya.
Pencarian pun berlangsung sekitar 5 menit dengan kekuatan yang dimiliki Dhika merasa
dengan mudah menemukan apa yang dibutuhkan karena Dhika memiliki kekuatan untuk
mengetahui sekeliling dengan cara mencium baunya.
Selesai pencarian mereka pun mencari obat tersebut untuk kesembuhan Dhika,
untungnya Rizky dan Jacky mengetahui bagaimana cara membuat obat yang benar.
Pekerjaan pun dimulai Rizky dan Jacky pun membagi tugas pembagian tugas pun
selesai mulailah mereka membuat obatnya sementara itu Dhika beristirahat di kasurnya.
2 jam berlalu akhirnya pekerjaan itu selesai, obat sudah dibuat Rizky dan Jacky
langsung membangunkan Dhika yang tertidur lelap. Setelah bangun Dhika pun diminta
Jacky untuk meminum ramuan yang mereka buat, setelah meminumnya perut Dhika
pun mulai merasakan efeknya pada saat itu Dhika langsung muntah. Kembali Dhika
tertidur karena dari efek obat tersebut, setelah lumayan lama tertidur akhirnya Dhika
bangun kembali dan untuk memastikan ke dokter, setelah ke dokter hasilnya masih tetap
sama serigala yang ada di tubuhnya masih ada. Dhika sempat bingung tak lama keudian
Rizky dan Jacky masuk ke dalam ruang pemeriksaan tersebut dan mengajak Dhika
untuk pulang. Sesampainya di rumah Dhika pun berkata “Dhik aku mengeluarkan
serigala yang ada di dalam tubuh seseorang” “Bagaimana” sahut Dhika “Kamu harus
diberi gen manusia yang lebih kuat daripada serigala yang ada di dalam tubuhmu” Ujar
Rizky.
Tapi resikonya sangat besar kalau kamu berhasil kamu akan berubah menjadi
manusia yang normal tapi kalau tidak kamu akan mati, ujar Rizky. Dhika pun
menganggukan kepalanya dan dia mau menerima resiko tersebut. kembali Rizky dan
Jacky membantu Dhika untuk mencari gen dari manusia yang cukup banyak. Pencarian
berlangsung selama 2 hari dan mereka mendapatkannya, mereka langsung menuju
dokter dengan membawa gen manusia tersebut.
Sesampainya di dokter gen tersebut di masukan ke dalam tubuh Dhika. Dhika
yang merasakan rasa sakit yang amat besar pun menahan rasa sakitnya. Tidak lama
kemudian tubuh Dhika merasa lemas, rasa takut muncul dari perasaan Rizky dan Jacky.
Mereka terus berdoa agar Dhika masih hidup, 30 menit kemudian Dhika pingsan tidak
ada tanda-tanda bahwa Dhika masih hidup. Tiba-tiba suara pintu terdengar
“Tok...tok...tok” Rizky membuka pintu tersebut ternyata mereka adalah teman-teman
Dhika di antaranya adalah Mawar mereka membantu memberikan doa agar Dhika
masih selamat. Dari tangan Dhika mulai bergerak, mata mulai terbuka dan Dhika masih
hidup dilihat Dhika di sana ada Tama. Dan Dhika pun langsung menghampiri Tama
dan bertanya “Apa yang kamu lakukan di sini” Tanya Dhika. Tama pun langsung pergi
dan tidak menjawab pertanyaan Dhika, Dhika bertanya kepada Rizky apa yang
dilakukan Tama di sini dan Rizky menjawab hal itu, Tama yang membantumu untuk
menjadi manusia normal lagi.” Mendengar hal itu Dhika langsung mencari Tama dan
mengucapkan terima kasih. tama pun tersenyum dan dia berkata “Kau adalah adikku
Dhik, kita dilahirkan dari orang tua yang sama dan aku tertinggal di rumah pada saat
terjadi” Ujar Tama. Dhika pun langsung memeluk Tama yang ternyata adalah saudara
kandungnya. Setelah kejadian ini sekolah kembali lagi dan tidak ada pertengkaran
tentang konflik.
Karya: Zanna Kharisma

16. 4 SAHABAT DAN KURCACI

Hari saat mereka libur panjang. Mereka bertiga berencana untuk berlibur
bersama. “Enaknya kita libur di mana?” Di hutan sebelah rumah Siska usul Sasa.
“Tapikan banyak binatang buas aku takut” Nessa memang anak yang penakut “Gak
kak, di sana aman tapi di hutan dekat rumah itu ada kurcaci loh baik” ihh aku takut kata
Nessa itukan mitos mereka bertiga dekat rumah siska.
Setelah mendirikan tenda dan menggelar tikar ketiga sahabat itu duduk di atas
tikar mereka pun menikmati udara yang segar dan dingin “Wah sejuk banget ya” Sasa
membentangkan tangannya sambil menghirup udara segar. “Iya ini hutannya belum
tercemar polusi dan masih sejuk”. Siska memberitahu saudara kami, tetapi pino tidak
ingin mereka pulang karena pino masih mau bersenang-senang dengan mereka.
Kata Nessa, Sisca kami harus pulang karena orang tua kami telah menunggu
kami di rumah kami janji akan sering ke hutan ini kami pun ingin di sini saja tetapi
kami tidak bisa yaudah kalau begitu kami pulang dulu da...da...da jaga diri kamu baik-
baik karena di hutan ini sangat seram.
Keesokan harinya mereka bertiga pergi pagi-pagi untuk bertemu dengan pino si
kurcaci mereka pergi tanpa pamitan oleh kedua orang tua mereka.
Setelah mereka sudah sampai di hutan kurcaci “Pino...Pino” Panggil mereka
bertiga tanpa ada jawaban dari Pino si kurcaci mereka bertiga memikirkan kalau Pino
hilang diculik tapi ternyata Pino diculik oleh pemburu.
Malam hari pun tiba mereka bertiga memikirkan Pino “Kalau terjadi apa-apa
dengan Pino gimana” kata Sisca mereka tidak bisa tidur karena memikirkan Pino.
Keesokan harinya mereka pergi ke hutan untuk mencari Pino, ternyata mereka
mendengar sesuatu mereka pun mendengar suara itu smabil berjalan ternyata suara itu
ada di sisi sebelah kanan ternyata itu suara Pino jadi Pino diselamatkan oleh mereka
bertiga makasih ya karena kasihan sudah menyelamatkan saya iya sama-sama.
Keesokan harinya mereka pergi menemui Pino telah beberapa lama hujan deras
angin pun kencang lalu ada beberapa pohon. Pohon yang tumbang.
Setelah itu pohon yang tumbang tadi menimpah Pino dan akhirnya Pino telah
tiada mereka bertiga menjerit “Pinoooo” mereka menangis kehilangan Pino karena itu
adalah sahabat satu-satunya yang paling baik “Sudahlah ini nasib kita” Pino sudah tiada
tidak usah dipikirkan lagi” Sahut Sisca dengan sedih sekarang mereka tinggal bertiga
tetapi mereka masih ingat pada Pino si kurcaci inilah 4 sahabat dan kurcaci.

Karya: Susilawati

17. PETUALANGAN
BERSAMA

Pada suatu hari, aku sedang berkumpul dengan sahabat-sahabatku yang bernama
Kyocera dan Jayant di suatu tempat. Karena 1 bulan lagi kita akan berlibur maka kita
akan merencanakan liburan bersama yaitu dengan berpetualangan menuju Gua Putih
yang berlokasi di pegunungan. Di sana kita akan membuat sebuah alat komunikasi yang
sangat unik.

1 Bulan Kemudian

Pagi hari yang cerah aku akan bersiap-siap untuk berpetualang bersama
sahabatku kedua orang tuaku sudah mengizinkanku. Pukul 08.00 aku akan berangkat
bersama sahabat-sahabatku. Tiba-tiba Jayant dan Kyocera menghampiriku, dia sudah
siap dengan satu tas besar dan isinya pun sudh penuh dengan makanan dan pakaian
untuk ganti nanti. Aku segera memakai sepatu lalu berangkat.
Perjalanan pun sudah dimulai, aku, Jayant, dan Cera menuju ke Stasiun
Heguderu. Kereta berangkat dan kita pun tertidur pulas, tiba-tiba sudah sampai di
daerah pegunungan. Kami terkejut karena sangat cepat sekali perjalanan ini.
Sampai di sana kami segera mendaki bukit yang bernama “BUKIT SALIO”
bukit ini sangat seram dan banyak binatang buas. Aku, Jayant, dan Cera berjalan hati-
hati, tiba-tiba ada seekor buaya yang ingin menghampiri Cera, semua panik dan bingung
bagaimana cara menyelamatkan Cera... buaya itu semakin dekat ke tubuh Cera, tak lama
kemudian munculah seorang kakek tua yang berdiri di depan Cera dan menghentikan
lajunya buaya itu, walaupun tubuh Cera sudah terluka sedikit di bagian kakinya. Kami
diajakn untuk ke rumah kakek itu.
Tidak kusangka rumah kakek itu dekat dengan Gua Putih. Kami pun sudah
tidak sabar lagi untuk berpetualang masuk ke Gua Putih. Sayang sekali Cera tidak bisa
ikut karena kakinya terluka akibat diserang buaya tadi kami pun hanya pergi berdua saat
sampai di Gua Putih kami bertemu dengan seekor ular yang besar kami pun lari masuk
ke lebih dalam gua itu. Kami tersesat dan tidak tau apa yang harus kami lakukan. Tiba-
tiba terdengar suara langkah kaki yang menyeramkan ternyata itu hanya kakek, kami
pun selamat, dan kami pulang ke rumah.
Hari pun sudah gelap, kami tidak sempat untuk pulang jadi kami menginap di
rumah kakek. Keesokan harinya kami langsung berkemas untuk pulang ke rumah. Saat
kami menuju ke stasiun kereta ada harimau yang menghalangi kami. Awalnya kami
takut untuk mendekat harimau pun hanya bertiduran di situ. Cera pun berkata:
sepertinya harimau itu butuh pertolongan, kami pun mendekati harimau itu kami
melihat sekeliling badan harimau itu ternyata ada serpihan kayu di kaki harimau itu.
Harimau itu pun senang sekali. Tiba-tiba harimau itu mengeluarkan sayap dari
punggungnya dan harimau itu menundukan badannya, harimau itu mengajak kami
terbang, harimau itu mengajak kami pulang . sesampainya kami di rumah harimau itu
pun berterimah kasih kepada kami. Da hariau iu menghilang secara tiba-tiba, kami
sangat senang bisa pulang dengan aman dan selamat.
Kami pun pulang ke rumah masing-masing. Saya pun masuk ke rumah, saya
masuk ke kamar dan saya melihat sesuatu yang berwarna emas berkilau saya
mendekatinya dan saya mengebalikannya, ternyata itu hanya jam. Jam itu pun saya
ambil. Keesokan harinya saya pergi ke taman untuk bermain bersama-sama.
Sesampainya di taman aku, Jayant, dan Kyocera bermain-main. Sesudah kami bermain.
Kami berduduk-duduk terlebih dahulu tiba-tiba jam saya membawa saya dan teman-
teman saya ke dunia perperangan tiba-tiba peluru berapi menuju kencang ke Jayant,
Jayant langsung terkejut dan menghindari peluru itu tadi. Kami pun lari ketakutan, dan
kami berhenti di semak-semak. Tiba-tiba di semak belakang Cera, bergoyang-goyang
Cera pun langsung berpindah tempat, dan keluarlah seekor naga kecil yang terluka kami
pun langsung mendekatinya dan mengobatinya kami pun mencari cara agar bisa
kembali ke zaman kami, tiba-tiba naga kecil yang kami obati tadi mengeluarkan
semburan api ke arah semak-semak, semak-semak tempat persembunyian kami pun
hangus. Seseorang yang gagah pun menghampiri kami, dan saat ada bola api yang
besar, seorang yang gagah itu pun memberi kami kekuatan api setelah kami diberi
kekuatan api kami ikut menyerang, dan akhirnya kami pun menang. Tiba-tiba jam saya
membawa saya dan teman-teman saya ke zaman dinosaurus kami pun ketakutan saat
kami sedang berada di zaman dinosaurus. Tiba-tiba dinosaurus terbang mengejar kami
dan kami pun berpencar dan kami semua bisa lepas dari incaran dinosaurus terbang
tersebut tak lepas dari masalah kami pun tersesat karena pecairan itu tadi saya pun
mencari teman-teman saya, akhirnya kami bertiga berjumpa lagi kami saling berpelukan
hari pun sudah mulai gelap kami tidak tahu harus bagaimana tiba-tiba ada sebuah telur
besar kami pun mendekatinya tiba-tiba telur itu menetas, kami semua terkejut dan
munculah bayi T-rex dar dalam telur itu awalnya kami tidak tahu kalau itu adalah bayi
T-Rex, bayi itu pun kami ambil dan kami rawat dia, dan ibu dari bayi T-Rex itu datang
dan langsung mengejar kami, karena yang kami pegang adalah anaknya kami pun terus
berlari dan kami bersembunyi di balik pohon besar yang aman. Jam itu pun membawa
kami ke kutub utara kami pun sangat kedinginan di sana tiba-tiba ada baju dan jaket
hangat di samping kami, baju dan jacket hangat itu tadi pun langsung kami pakai, kami
pun bersenang-senang di atas es, seketika jam saya pun membawa kami pulang ke
rumah kami sangat bersyukur bisa pulang ke rumah. Tanpa kusadari bayi T-rex itu
mengikuti kami bayi T-rex itu terbawa oleh baju Cera kami pun mengurusnya bayi T-
rex itu pun sudah semakin besar, tiba-tiba jam itu pun membawa kami ke zaman
Dinosaurus kami pun mengembalikan bayi T-rex itu tadi dan seketika jam itu pun
membawa kami pulang dengan aman dan selamat.

Karya: Tegar Febriyansyah


18. SHAFIRA DAN KELINCI AJAIB

Shafira, seorang gadis kecil cantik, ia tinggal bersama ibu tirinya. Ibu kandung
Shafira sudah meninggal dunia saat melahirkan Shafira. Selain cantik, Shafira juga
ramah dan baik hati sehingga warga terpencil tersebut memberikan julukan Putri
Rembulan. Shafira menilai julukan tersebut sangat berlebihan, sehingga Shafira tetap
rendah hati dan tidak sombong.
Setelah Shafira berusia 9 tahun, ayah Shafira meninggal dunia karena sakit,
sekarang Shafira tinggal bertiga bersama ibu tirinya dan kakak tirinya, yang selalu iri
dan syirik dengan kecantikannya Shafira.
Suatu hari, Shafira di suruh ibu tirinya untuk memetik sayuran dan buah-buahan
di kebun seberang sungai. Saat itu aliran sungai sangat deras. Shafira kesulitan untuk
menyebrangi sungai tersebut. Namun, harus tetap dilakukan karena jika tidak dilakukan
ibu tiri Shafira akan marah. Dengan hati-hati, Shafira menyebrangi sungai dan akhirnya
berhasil. Buah dan sayuran pun bisa dibawa pulang dengan selamat. Dan sesampainya
di rumah, Shafira harus memasak sayuran tersebut.
Setiap hari Shafira selalu melakukan rutinitas seperti ibu, memetik buah dan
sayuran serta memasak untuk ibu tiri dan saudara tiri. Namun, Shafira tetap
menjalaninya dengan senang hati. Dan suatu hari, karena Shafira pusing dan harus dan
harus menyebrangi arus sungai yang deras, akhirnya Shafira terjatuh dan terbawa arus
sungai. Wajahnya penuh luka karena benturan batu sungai dan ranting pohon yang
terbawa arus. Di antara sadar dan tidak sadar. Shafira merasa ada seekor kelinci besar
yang menggendongnya.
Kelinci tersebut dengan mudah mengangkat tubuhnya Shafira ke tepi sungai,
kemudian mengobatinya dan memberinya makan lalu, lalu seekor kelinci besar tersebut
hilang dari pandangannya Shafira, saat Shafira sadar sepenuhnya ia sangat kaget, saat
dilihat keranjangnya sudah penuh dengan sayuran dan buah-buahan. Tanpa berpikir
panjang akhirnya Shafira pun bergegas membawa pulang-pulang keranjang tersebut
supaya tidak dimarahi oleh ibu tirinya.
Sesampainya di rumah, Shafira langsung memasak dan menghidangkan
makanan tersebut kepada ibu tiri dan saudara tirinya. Kemudian, Shafira pergi ke kamar
untuk mengaca karena wajahnya terasa perih. Dan betapa kagetnya Shafira setelah
melihat wajahnya dari cermin. Banyak luka lecet dan lebam. Lalu, Shafira pun
menangis.
Tiba-tiba dari balik cermin tersebut muncul kelinci besar yang tadi menolongnya
di sungai. Shafira kaget saat kelinci tersebut berbicara kepadanya.
Jangan bersedih Shafira, kamu tidak akan bertolak karena wajahnya yang seperti
itu mereka akan tetap menerimamu karena kebaikanmu kata kelinci tersebut perlahan-
lahan lenyap akan pandangan Shafira. Shafirapun sangat takut dan kaget.
Shafira, mukamu yang jelek itu akan membuat warga kampung yang dulu
memujamu dan sekarang akan menghinamu. Mereka akan membencimu!” kata ibu tiri
Shafira setelah melihat wajah Shafira yang tidak secantik dulu lagi.
Shafira bersedih, karena setiap hari menerima penghinaan dari ibu tiri dan
saudara tirinya. Semakin hari semakin menindas Shafira untuk dijadikan pembantu
tanpa dibayar akhirnya Shafira tidak kuat lagi, dan memutuskan untuk tinggal di hutan
tepi sungai membuat rumah dari jerami dan menghidupi diri dari hasil hutan maupun
sungai. Setelah tiga hari di dalam hutan, akhirnya kelinci besar tersebut datang kembali
menemui Shafira.
Shhafira, aku akan mengkuatkan rumah yang sederhana dan nyaman untukmu.
Supaya kamu tidak terkena panas maupun hujan. Kata kelinci besar tersebut sambil
memutar-mutar kedua tangannya tepat ke atas dada.
Beberapa detik kemudian, rumah kecil yang sangat sederhana dan nyaman pun
sudah berdiri kokoh di belakang Shafira takjub dan hampir tidak percaya.
Terima kasih kelinci besar, kata Shafira dengan mulut yang bergetar.
Sekarang, makanlah buah semangka yang sudah tersaji di meja makan dalam
rumah barumu. Setelah kamu memakannya, wajahmu akan sembuh dan canti kembali”
Lanjut sang kelinci.
Baiklah! Tapi siapa kamu sebenarnya?” tanya Shafira memberanikan diri.
Aku adalah sahabatmu yang akan selalu menolongmu Shafira, tetaplah kamu
tinggal di sini, nanti akan banyak warga yang bermukim di sini sehingga kamu tidak
akan merasa kesepian” kata kelinci tersebut.
Baikla, aku akan masuk memakan buah semangka yang kamu maksud tersebut,
kata Shafira yang berlangsung lari bergegas ke dalam rumah baru yang disebut secara
ajaib oleh kelinci.
Dengan sedikit rasa takut dan khawatir, akhirnya Shafira memakan buah
semangka tersebut dengan perlahan-lahan sehingga habis. Dan seketika itu juga wajah
Shafira wajah Shafira mengeluarkan cahaya yang sangat terang, dan sekejab wajahnya
menjadi kembali cantik, Shafira pun hidup bahagia.

Karya: Jelita Kirani

19. ROBOT WORS

Aku hidup di tahun 2170 karena teknologi semakin canggih kami manusia yang
hidup di zaman ini menggunakan robot untuk melakukan pekerjaan, misalnya
membersihkan rumah, memasak dan mengurus anak-anak dan menjaga keamanan kota
setiap bulan kami mengadakan lomba peraturan robot, kami akan mengadu kekuatan
robot yang kami miliki. Jika robot sudah hancur atau tidak dapat digunakan untuk
bertarung lagi maka robot itu dianggap kalah.
Tetapi, bagiku pertandingan yang diadakan setiap bulan itu tidak terlalu penting
aku hanya tertarik pada turnamen besar yang diadakan setiap satu tahun sekali,
turnamen terbesar itu adalah TURNAMEN ROBOT WORS tujuanku mengikuti
turnamen itu adalah untuk mengalahkan sang juara bertahan selama lima tahun, dia
adalah Bot Master.
Selama ini tidak ada yang tahu siapa Bot Master sebenarnya jadi pada turnamen
tahun ini dia berjanji jika ada yang bisa mengalahkannya dia akan memberi tahu siapa
sebenarnya.

1 Bulan Sebelum Pertandingan

“Akhirnya selesai juga”


“Oh selamat pagi Nes”
“Oh selamat pagi Mira”
“Apa kau sudah menyelesaikannya”
“Hah menyelesaikan apa...?”
“Bukankah kau sedang membuat robot...?”
“oh ya aku baru saja menyelesaikannya”
“Siapa namanya?”
“Hmm... bagaimana kalau namanya X-Zero...?”
“Nama yang bagus”
“Oh terima kasih Mira”

“Baiklah mulai besok kau harus berlatih Ales. Meskipun kau selalu menemukan
pertandingan yang diadakan setiap satu bulan sekali tetapi levelnya pasti sangat
berbeda.

“Baiklah aku akan berlatih dengan serius dan memenangkan pertandingan itu”.

Keesokan harinya Ales berlatih dengan sangat keras, dia berlatih setiap hari dari
pagi sampai sore. Dia ingin sekali mengikuti turnamen itu tetapi sebelumnya dia harus
lolos babak qualitikusi pasti tidaklah mudah untuk lolos ke turnamen robot wars, maka
dan itu Ales selalu berlatih dengan serius tanpa terasa hari sudah berlalu dan besok
adalah babak qualifikasi turnamen robot wars.
“Ales besok adalah hari besarmu kau harus menang di babak qualifikasi untuk
mengikuti turnamen robot wars.”
“Tentu saja aku sudah berlatih dengan keras untuk mengikuti turnamen ini aku
akan menunjukan hasil latihanku selama ini jadi do’akan aku ya Mira.
Akhirnya tiba waktunya babak qualifikasi.
“Selamat datang di babak qualifikasi turnamen robot wars. Bagi para peserta
harap masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti babak qualifikasi juri mempersilakan
peserta untuk memasuki ruangan.

Di dalam ruangan

“Hai apa kau juga ikut babak qualifikasi?”


“Tiba-tiba salah satu peserta bertanya kepada Ales.”
“Ya...ya” Ales sangat terkejut.
“Ayolah tidak usah gugup seperti itu”
“Oh ya aku lupa memberi tahu namaku Lester aku berada di grub C senang bertemu
denganmu, lester memperkenakan dirinya kepada Ales.
“N namaku Ales a... aku berada di grop B”.
“Senan b... bertemu denganmu juga” Ales menjawab dengan nada yang terputus-putus.”
“Kau terlihat sangat gugup
Baiklah aku pergi dulu
Kita akan bertemu lagi di turnamen robot wars.

Jadi jangan kalah ya Ales.


“Ya aku pasti akan menenangkan babak qualifikasi ini dan lolos ke turnamen iyu.

“Ales sangat percaya diri”

Babak qualifikasi sudah dimulai pertandingan pertama dimulai dari group A.


Daus melawan Ales dengan sangat mudah. Dan peserta yang lolos adalah Daus dan
Frost dari group A Ales dan Ren dari group C lalu Kevin dan Chaster dari group D.

“Baiklah peserta yang lolos ke turnamen robot wars sudah ditentukan kalian akan
menjadi satu tim untuk sementara sampai tersisa 4 pemain.

“Juri memberitahukan peraturannya kepada seluruh peserta.”

“Kelihatannya lawan terberat kita ada di group C ya?”

“Ren memulai percakapan denganku.”

“Ya kau benar tetapi kita tidak boleh memandang lemah pemain yang 1.
“Tentu saja”

Sebentar lagi, turnamen robot wars para penonton sudah tidak sabar dan memulai
memadati stadion dan beberapa menit kemudian.

“Turnamen robot wars secara resmi dibuka”


“Juri meresmikan pembukaan turnamen robot wars”
“Hore...!!! Horee...!!!

“Para penonton bersorak”

“Pertandingan pertama dari group B Ales dan Ren melawan Kevin dan Chester dan
group D akan dimudahi para peserta harap menuju ke area.”

“Di dalam ruang khusus pemain.”

“Sepertinya kita beruntung ya karena di pertandingan pertama kita tidak bertemu denga
Bot Master.
“Ucap Ren”
“Kau benar Ren kita harus bertujuan untuk memenangkan pertandingan pertama kita.”
“Tentu saja saya cepat kita sudah ditunggu.”

Para pemain sudah di arenamu pertandingan “Di sebelah kanan saya Kevin dan
Chester dengan robotnya Robo dan Lesser melawan Ares dan Ren dengan robotnya X-
Zero dan Faur Arm segera dimulai.

“Hore... hore...!!!

Pertarungan pun dimulai mereka bertarung dengan sengit semuanya


mengeluarkan kemampuan terbaik mereka kemudian Lesser menyerang Four arm
dengan tembakan Lessernya tetapi, Four arm berhasil menghindari serangan tersebut
Lasser pun terus menembak dan akhirnya Lesser berhasil mengenal salah satu Four arm
sekaligus mematahkannya pada saat itu X-Zera menyerang Lesser dari belakang tetapi
serangannya brhasil ditahan oleh Robo.

Kemudian Robo dan Leser menyerang X-Zero bersama-sama akan tetapi X-Zero
langsung mengeluarkan salah satu pedangnya dan menahan serangan dari keduanya X-
Zero pun langsung menyerang balik dan menjatuhkan Robo milik Kevin dan kali ini X-
Zero menggunakan perisai milik Robo dan kemudaian.

“Ren lakukan sekarang”


“Ya berpisahlah”

Kemudian Ren mengarahkan robot ke belakang Robo dan Lesser. Lalu Four arm
menangkap Robo dan Lesser kemudian melemparkannya ke udara.

“Ales giliranmu”

“Baiklah ayo kita lakukan X-Zero.

X-Zero pun berhasil memotong keduanya selaligus menghadiri pertandingan pertama


keudian juri mengumumkan pemenangnya kepada penonton.

Karya: Surya Hidayah


20. DIKEJAR PETIR

Roman sebuah pintu yang dipenuhi dengan telur rayap matanya memandangi
sekeliling, mencari-cari sesuatu yang aneh di rumah tua misterius ini suasana malam
terasa menyeramkan ketika segerombolan menyapa Roman yang sedang berdiri
menunggu pintu itu dibuka. Tidak terpancar rona ketakutan di wajah Roman sekalian
banyak suara aneh dan benda dan bergelantungan di teras bergoyang-goyang sendiri tak
kunjung juga dibuka pintu itu, Roman dengan dibanjiri emosi mendobrak pintunya dan
seketika juga terkejut.
“Saat datang dikediaman Gabriel si pria sial, anak muda!” kursi goyang dan
seekor kucing hitam pemandangan seram membaluti si kakek tua itu ia hanya cekikan
seraya mengelus-elus dagu kucing kesayangan itu dipangkuannya belum ada yang bisa
dilontarkan dari mulut Roman yang sedang terpaku melihat kakek tua tersebut walau
hanya bermandikan cahaya remang dari sebuah lilin putih Roman mencoba berani
mendekati kakek tersebut meski dengan langkah terlatih.
“Anda tuan Moluska”
“Gabriel Moluska itu namaku”
“Anda menunggu kehadiran saya”
“Tidak jua aku sedang menunggu petir yang akan menyambarku”
Glaar!! Lagi-lagi suara gemuru mengagetkan Roman sekaligus membuui suasana di
rumah itu menjadi menyeramkan, tidak-tidak ini bukan cerita horor ataupun hantu
hanya perasaan Roman yang sungguh penasaran tentang si pria tua yang bernama
Moluska pergi nak atau kau ingin melihat seseorang Gabriel disambar petir sialah
Roman menelan ludah ia melangkah maju mencoba semakin mendekati Gabriel ia
mengeluarkan tangan kanannya untuk mengajak Gabriel berjabat tangan Gabriel
tersenyum ia pun menjabat tangan Roman.

“Roman stitlah, penulis”


“Khu...hu...ho penulis itu pekerjaan atau hobi saya sangat suka cerpen anda saya ingin
tahu dari mana anda dapat inspirasi seperti itu?? “Petir” Gabriel mendengak ke atas ia
melihat sekumpulan awan hitam dari lubang yang menghiasi atapnya.
Hanya itu gerakannya, entah apa yang membuatnya tak kunjung bangkit dari
kursi goyangnya itu roman menganggukan kepalanya dan berjalan meninggalkan
Gabriel ia menyelusuri setiap sudut ruangan dengan ditemani sebuah pemantik di
bukanya satu persatu pintu yang menutupi setiap ruang. Banyak tikus, kecoa, dan sarang
laba-laba mendiami setiap ruangan tak ada suatu yang membangkitkan bulu kuduk
Roman, hanya serangkaian gambaran tentang rumah yang tak perina.
Diperhatikan oleh pemiliknya bahkan bangkai-bangkai ikan juga menghadiri
ruangan dapur Gabriel tentu saja itu membuat Roman mengangkat kera baju ntuk
mencium aroma busuk.
Kupikir kau lebih menjadi detektif anak muda itu hanya cita-cita saya yang
menjadi sumpah ujar Rohman sambari menutup pintu dapur sampah tertentu mampu
didaur ulang. Nak, Gabriel menyeruput cokelat panas yang sebelumnya berdiri tegar, di
atas meja kecil yang bersebelahan dengan kursi goyangnya.
Sampah saya organik kek, bagaimana cara mendaur ulangnya lagi-lagi Gabriel
tertawa mendengar jawaban Rohman Gabriel foto hitam putih di lembaran foto itu ke
arah Roman tanpa erpikir panjang Roman pun memengutnya dan menghibaskan debu
dari foto itu.

Anda terinspirasi dari foto ini yang pinggir kanan itu adalah aku, selebihnya itulah
keluargaku. Tentara anda tentara dulu aku disebut Jendral Anger
Anger berarti kokoh Anger adalah anda
Kau cerdas, sudah kubilang. Kau tak pantas jadi penulis.

Tapi itu Cuma namakan Gabriel tertawa kecil ia mengingat sarung yang menutupi
bagian bawah tubuhnya dengan erat.

Sepertinya Gabriel ingin beranjak dari kursi goyangnya namun kakinya tak
mampu digerakan bisa kau bantu aku berdiri. Saya tak berpikir anda lumpuh karena
tersambar petir.
Sudahlah, cepat bantu aku Roman menelan ludahnya keringat penasaran mulai
mengalir melewati permukaan wajah dan tubuhnya kakinya pun bergetar ketika ingin
melangkah kemudian dibantunya Gabriel berdiri dan ia seakan mau muntah mencium
aroma tubuh kakek tua itu aroma tidak mandi selama bertahun-tahun.

“Kapan anda terakhir mandi?”


“12 Agustus 1980”
“Aku ingat itu tanggal Anger disambar petir untuk kedua kalinya”
Aku mata Roman langsung mendelik kaget.

Karya: Rendi Irawan

CERITA FANTASI
KELAS : VII-2
KELOMPOK : 1

1. RISKA DAN PENSIL AJAIB

Suatu ketika Riska diperintahkan ibunya untuk menyapu rumah, Riska pun
menyapu rumahnya dengan bersih ketika ia menyapu pada sebuah sudut rumah ia
melihat ada pensil cantik tergeletak di situ lalu ia mengambilnya dengan hati yang
sangat senang dan gembira.
Selesai menyapu rumah ia kembali melihat pensil itu tiba-tiba pensil itu
bergerak sendiri lalu Riska kaget diuncalkanlah pensil tersebut ke lantai.
“Lalu pensil itu berbicara, ha Riska aku adalah pensil ajaib yang bisa berbuat
apapun. Kata pensil”
“Riska sambil hatinya yang berdetak kencang ia bertanya pada pensil ajaib itu,
wahai pensil ajaib apakah kau benar mempunyai kekuatan apapun itu. Sahut Riskha”
“ia aku punya kekuatan ajaib apakah kau tak percaya akan kulihatkan
kekuatanku ini lalu ia menggambar-gambar di dinding sendiri, dan ia juga bisa
membersihkan rumah dan mengepel juga” Jawab pensil.

“Apakah kau mau menjadi sahabatku Riska?”


“Ya... aku mau menjadi sahabatmu, aku akan memberimu nama Cika apakah
kau mau? Tanya Riska dengan hati gembira san senang sekali” sejak itulah mereka
selalu bermain-main bersama-sama.

Ke esokan harinya Riska mau pergi ke sekolah ia pergi ke sekolah dengan


ibunya dengan mengendarai sepeda motornya.

“Riska... sudah siap apa belum? Ibunya bertanya.

“Ya... bu Riska sudah siap, ia pun tidak melupakan untuk membawa pensil
ajaibnya yang diberi namanya Cika. Ibu dan Riska pun menuju sekolah sesampai di
sekolah ia pun duduk di tempat duduknya, guru pun datang.

“Pagi anak-anak? Kata bu guru”

“Pagi bu...! anak-anak murid menjawab”

“Kita sekarang belajar pelajaran IPA (ilmu pengetahuan alam) Riska pun
mengambil bukunya ternyata buku PR IPAnya tertinggal di rumahnya ia pun terus
mencarinya dengan rasa panik dan gelisah ia teringat tentang Cika yang katanya bisa
melakukan apapun, ia pun langsung meminta tolong kepada Cika untuk mengambilkan
buku yang tertinggal dan seketika dan tiba-tiba buku itu ada di dalam tasnya.
“Terima kasih ya Cika...? Riska berkata”

“Ya... sama-sama Ris lain kali kalau kamu membutuhkan apapun itu minta
tolong saja kepadaku ya” Cika berkata.

Selesai pelajaran IPA tibalah pelajaran SBK (seni budaya dan keterampilan)
Riska pun sangat senang karena ia dapat menggunakan pensil ajaibnya.

“Anak-anak kita sekarang akan menggambar pemandangan alam atau


pegunungan ya...?” Pak guru berkata.

“Ya pak...? anak muridnya menjawab.

Lalu Riska mengeluarkan buku gambar dan pensil ajaibnya (Cika) dan peralatan
lainnya Riska pun meminta tolong untuk menggambarkan sebuah pemandangan alam
yang cantik.

“Cika saya mau menggambar pemandangan alam apakah boleh aku meminta
gambarkanmu...? Tanya Riska.
“Ya... akan kugambarkan Ris” Jawab Cika.

Cika pun menggambarkan pemandangan alam yang cantik, ia bergerak-gerak


sendiri dan Riska hanya sekedar memgang pensilnya sesudah Cika siap
menggambarnya Riska pun mengecatnya dengan bagus dan teratur.

“Terima kasih ya... Cik...? Kata Riska.


“Ya sama-sama Ris?

Riska pun mengumpulkannya pada pak gurunya pak guru mengagumi gambar
Riska dan memberi Riska nilai yang tinggi. Riska pun sangat senang berkat Cika ia
mendapatkan nilai tinggi dari pak gurunya. Pulang pun tiba Riska menunggu ibunya di
depan pintu gerbang sekolahnya Riska, Riska pun naik ke motornya sesampai di rumah,
Riska langsung mengganti pakaiannya ia langsung menemui Cika dan bermain-main
dengan riang gembira hampr saja ia melupakan PR matematikanya yang belum selesai
ia langsung mengerjakannya dengan benar. Selesai mengerjakan Prnya ia mengerjakan
tugas rumahnya yaitu menyapu rumah dan mencuci piring. Selesai menyuci piringnya
badan Riska terasa sangat pegal dan capek karena habis bermain-main dengan Cika dan
mengerjakan PR MM Riska pun meminta tolong Cika untuk menyapu rumah.
“Cika apakah saya boleh minta bantuanmu untuk menyapu rumah sepertinya
badan saya capek sekali karena tadi habis bermain-main dengan Cia dam mengerjakan
PR tapi... tidak merepotkanmu kan Cik karena sepertinya dari tadi aku sudah meminta
tolong sama kamu Cik? Tanya Riska.
“Tidak Ris akukan pensil ajaib aku tak aku tidak merasa capek atau lelah sedikit
pun, oh.. ya aku hampir lupa aku datang padamu memang untuk membantumu setiap
hari karena kamu anak yang baik dan pintar jadi kamu tak perlu merasa merepotkan
diriku akan kubersihkan rumahmu kamu duduk saja ya...?” Jawab Cika.
Iya Cik... terima kasih ya kamu datang padaku karena akamu sudah menolongku
sejak pertama berjumpa aku sangat sayang dan suka padamu Cika? Jawab Riska.
Cika pun menggerak-gerakan sapu untuk menyapu rumah dan pelnya juga
dengan kekuatan ajaibnya sapu pun mulai menyapu-nyapu rumah dan pelnya pun juga
mengepel rumahnya, tiba-tiba iibu datang, ibu terkejut melihat sapu bisa gerak sendiri
dan pel pun begitu juga, Riska melihat ibu dengan rasa kaget, Riska pun menghampiri
ibunya dan berkata “Jangan kagrt bu... yang melakukan ini semua adalah temanku bu...
temanku adalah sebuah pensil, pensil itu ajaib bisa melakukan apapun ia kutemukan
pada saat menyapu rumah yang kuberi nama Cika ia sering sekali membantuku dalam
melakukan sesuatu apapun itu yang saya tidak bisa, Cika sangat baik padaku bu... aku
sangat sayang padanya apakah ibu mau ibu mau kuperkenalkan dengannya bu...?”

“Ya... ibu mau bertemu dengan temanmu si pensil ajaib itu (Cika) Riska pun
memanggil Cika untuk memperkenalkan ibunya.
“Cika... Cik... ke sinilah saya mau memperkenalkan ibu saya denganmu. Cika
pun mendatangi Riska.

“Ya... Ris ada apa? Jawab Cika.

“ Ini saya ingin memperkenalkan ibu saya padamu ini adalah ibu saya, saya
sangat menyayanginya.”

“Oh ini ibu kamu Ris, hai ibu Riska saya adalah pensil ajaib, yang berteman
dengan Riska.”

“Ya saya tau tentang kamu, Riska sudah menceritakannya semua tentang kamu
nama kamu Cika kan?”

“Ya nama saya Cika yang memberi nama saya adalah Riska waktu pertama kali
kami bersahabat dan saya sangat menyukai Riska karna sifatnya yang baik dan rajin.”

Sejak itulah Cika akrab dengan keluarga Riska

Karya: Amelia Syafitri

2. MANUSIA HALILINTAR

Febri adalah anak sulung dari orang tuanya. Ia terlahir dengan keluarga miskin.
Dam ia mempunyai adik yang bernama Hafiz. Tempat tinggal Febri adalah tempat yang
sering dipakai untuk tauran. Febri anak yang baik dan adiknya juga sangat baik tetapi
sayang sekali adiknya tidak sekolah karena orang tuanya tidak mempunyai uang.
Pada suatu hari terjadi hujan disertai dengan petir dan ternyata tidak diketahui
adiknya Febri masih di luar. Febri langsung menolong adiknya, lalu ternyata Febri
tersamber petir. Febri terjatuh dan pingsan, lalu hafiz adiknya menangis karena melihat
kakaknya Febri tersamber petir. adiknya langsung membawa pulan Febri ke rumah.
Waktu tiba di rumah Febri terbangun dari pingsannya. Hafiz pun lansung merasa senang
karena kakaknya terbangun dari pingsannya, Febri langsung masuk ke kamarnya untuk
beristirahat.
Febri pun terkejut waktu ia terbangun dari tidurnya tanganya tiba-tiba dialiri
dengan petir. Tangannya Febri pun mengeluarkan petir tidak sengaja. Febri merasa
bingung ketika tangannya mengeluarkan petir. Febri belum mengetahui bahwa dirinya
manusia halilinar. Setelah kejadian keesokaan harinya terjadi hujan disertai petir lagi,
ternyata Febri belum pulang dan ia masih di perjalanan. Hafiz pun merasa kawatir
ketika kakaknya belum sampai di rumah. Ketika di perjalanan Febri melihat ada
seseorang yang sedang dijahati dan tidak sengaja tangan Febri mengeluarkan petir lagi.
Sudah dua kali tangan Febri mengeluarkan petir. Dia pun sudah mengetahui bahwa
dirinya manusia halilintar. Daia pun segera membuat baju yang cocok untuk dipakai.
Beberapa minggu kemudian dia pun sudah siap membuat baju manusia
halilintar, dan dia pun segera memakai baju itu ketika ada orang yanag meminta tolong
atau dijahati oleh orang jahat dia pun segera menolongnya. Febri pun mendapatkan
pujian dari orang yang telah ditolong oleh Febri, Febri adalah pahlawan bagi semua
orang.
Ketika diperjalanan Febri diserang oleh orang jahat yang iri kepada Febri. Febri
pun terluka karena terkena serangan tadi. Mereka pun bertarung dan ternyata Febri
kalah oleh orang jahat tadi. Beberapa hari kemudian Febri diserang kembali oleh orang
yang sama seperti orang yang menyerang Febri waktu hari itu. Sudah dua kali Febri
diserang oleh orang jahat Febri pun segera menantang agar bertarung di luar kampung.
Beberapa hari kemudian dia bertarun lagi di luar kampung agar tidak ada orang
yang terluka. Ketika di peperangan orang jahat itu kalah dan hancur berkeping-keping.
Dan tidak ada lagi orang yang menjahati warga.
Manusia halilintar masuk ke anggota hero. Hero adalah kumpulan para
pahlawan yang hebat dan suka menolong. Awalnya Febri terkejut karena dia dimasukan
ke dalam anggota hero. “Apakah kamu mau jadi anggota hero”, manusia halilintar pun
berkata, “Iya aku mau masuk ke dalam anggota hero.” Akhirnya manusia halilintar atau
Febri bergabung ke dalam anggota hero.
Ketika ada orang yang sangat butuh bantuan para anggota hero pun segera
menolongnya. Tiba-tiba ada orang jahat dengan kekuasaan kegelapan dan penjahat itu
bernama Lutfi. Lutfi adalah penjahat yang sangat berbahaya seluruh pasukan atau
anggota hero harus berhati-hati. “He kenapa kamu ke kampung ini”. Kata anggota hero,
“Aku datang ke sini hanya untuk mengalahkan kalian semua”, “ayo kita bertarung di
luar kampung”, kata Febri Lutfi pun menjawab dengan perkataan” iya ayo kita
bertarung di luar aku sudah tidak sabar mengalahkan kalian semua, ha, ha, ha, ha...
Ketika sudah di luar kampung mereka pun segera bertarung dengan berahti-hati
karena musuh mereka bukan sembarangan. Mereka pun segera bertarung ketika di
perperangan para pasukan hero sudah lemah dan tidak bisa melakukan...
Ketika sudah di luar kampung mereka pun segera bertarung dengan berahti-hati
karena musuh mereka bukan sembarangan. Mereka pun segera bertarung ketika di
perperangan para pasukan hero sudah lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa mereka
pun kalah dengan Lutfi.
Setelah sampai di markas pasukan hero mereka pun memikirkan bagaimana
caranya mengalahkan Luthi yang sangat kuat. Mereka pun memikirkan keras. Mereka
pun mendapatkan caranya untuk dapat mengalahkan Lutfi seorang penjahat yang sangat
kuat.
Beberapa hari kemudian Lutfi seorang penjahat yang sangat kuat datang lagi ke
kampung, para pasukan hero pun langsung datang, mereka pun segera bertarung di
kampung ketika di tengah peperangan Lutfi penjahat itu sudah mulai lemas dan tidak
bisa melakukan apa-apa para pasukan hero pun melakukan cara mereka pun segera
melakukan dan akhirnya Lutfi pun kalah dan hancur berkeping-keping dan tidak ada
lagi orang jahat seperti Lutfi lagi sekarang warga di kampung pun hidup dengan tenang.

Karya: Aditya Ramadhan

3. MINA DAN KAKEK

Mina adalah seorang gadis yang tinggal bersama ibu tiri dan adiknya. Mina kini
sudah lulus SMP. Namun, tidak dilanjutkan karena ibunya tidak mampu untuk
membiayainya. Mina bekerja di sebuah rumah yang cukup besar di desa itu, untuk
membantu ibu dan adiknya yang masih sekolah dasar. Hal ini Mina lakukan, karena
ayahnya sudah lama meninggal.
Suatu hari Mina pergi untuk bekerja, ketika di perjalanan ia melihat seorang
kakek. Kakek yang terjatuh ke dalam sebuah sumur tua yang tidak terpakai. Kakek-
kakek itu berteriak meminta tolong. Lalu Mina bergegas menolongnya. Mina langsung
menarik kakek itu ke atas kakek-kakek itu sangat gembira dan mengucapkan terima
kasih lalu kakek itu bertanya “Siapa nama kamu nak?” “Mina kek” Jawab Mina.
“Kenapa kamu ada di sini. Bukankah jam segini saatnya untuk sekolah? Apa kamu tidak
sekolah?” tanya kakek beruntun. Tidak kek, ibuku tidak sanggup lagi biayai dan ayahku
sudah lama meninggal. Kemudian mina diberi tiga butir jagung mas oleh si kakek
tersebut. Kata si kakek bahwa jagung mas ini bisa mengabulkan segala permintaannya.
Kamu hanya tinggal melemparkannya, maka keinginan kamu akan terkabulkan.
Kakek tersebut memberikannya kepada Mina sebagai tanda terima kasih kepada
Mina sebagai tanda terima kasih kepada Mina yang telah menolongnya setelah kakek itu
memberikan tiga butir biji emas tiba-tiba kakek itu langsung menghilang entah ke mana.
Hal ini membuat Mina takut dan sangat kaget, tapi anehnya lagi meski kakek itu telah
menghilang tiga biji emasnya masih berada di tangan Mina.
Dengan perasaan yang masih takut Mina berlari menuju rumahnya ketika sampai
di rumahnya Mina menceritakan semua yang terjadi kepada ibunya. Kemudian ibunya
menyuruh untuk mencoba melakukan sesuatu yang kakek itu suruh. Lalu Mina yang
melakukannya, Mina meminta rumah yang mewah dan harta yang banyak. Biji jagung
emas itu pun dilemparnya dan jreng-jreng jadilah rumah yang besar dan mewah dan
terdapat uang yang sangat banyak. Mina dan ibunya terkejut lalu ibunya berkata
“Mungkin ini rezeki kita nak dan kamu sekarang bisa sekolah lagi.” “Lalu bagaimana
ini dengan dua butir lagi bu?” tanya Mina. Ibunya menyuruh untuk menyimpan biji
jagung emas yang tersisa tersebut.
Tok-tok Assalamualaikum, tiba-tiba ada orang yang datang ke rumah baru Mina.
Ketika dibuka ternyata yang datang itu adalah adiknya, “Adiknya begitu heran” ibu,
kakak ini rumah siapa?” kemudian Mina dan ibunya enceritakan keajaiban tersebut
kepada adiknya. Mereka bertiga sangat bahagia. Dan mulai saat itu banyak warga yang
datang dan menanyakan tentang kejadian ini. Lalu Mina menceritakan semuanya.
Alhamdulillah semua warga menerimanya. Meski sudah menjadi orang kaya Mina dan
keluarganya tidaklah menjadi orang yang sombong. Mina dan keluarga sangat baik dan
dermawan menolong siapa saja yang meminta bantuannya. Mina pun hidup dengan
bahagia.
Ketika malam hari tiba, Mina dan adiknya tidur di kamar sendiri. Mina tidur di
kamar depan di atas dan adiknya tidur di kamar dekat bawah tangga. Ketika Mina tidur
sendiri Mina mendengar suara aneh di dekat jendelanya itu. Ia pun ketakutan dan tidak
tau harus berbuat apa. Tiba-tiba Mina melihat ke luar jendelanya itu dia melihat angin
bertiup sangat kencang ia pun meminta ibunya untuk tidur bersama dia.

“Tolong-tolong bu aku sangat ketakutan bu!!!”

Tidak beberapa lama kemudian akhirnya Mina sangat menyesal karena Mina
tidak mendengar nasehat kakek itu. Lalu ibu bertanya kepada Mina “Kamu tidak apa-
apakan Mina?” Mina pun menjawab “Tidak bu hanya terkejut” ketika Mina melihat
jagung mas itu berbicara.
Dan Mina pun setiap hari dia berbicara dengan jagung mas itu di atas rumahnya.
Ibunya berkata “Ketika Mina terkejut melihat jagung mas itu berbicara “Mina kamu
jangan terlalu memikirkan kejadian tadi itu!!! Iya bu sekali lagi akau minta maaf karena
tidak mendengar nasehat kakek dan ibu tadi.
Tiba-tiba saja ketika Mina sedang berbicara dengan jagung itu tiba-tiba jagung
itu menghilang dengan tiba-tiba mina pun akan mengingat pesan dari jagung mas itu.
Jadi, Mina akan mendengar nasehat dari kakek itu dan pesan jagung mas itu.
Walaupun Mina orang kaya tapi dia hidup dengan dermawan. Pada hari itu ada
yang datang ke rumah Mina. Lalu Mina membuka pintu dan dia melihat ada nenek-
nenek mau meminta sedekah kepada Mina.

‘Cu... apakah kamu mau memberi sedekah kepada nenek. Nenek sudah beberapa
hari ini nenek belum ada makan nasi.”

Ketika nenek itu masuk ke dalam rumah Mina tiba-tiba nenek itu terkejut
melihat rumah Mina sebesar ini.

“Wah!!! Luar biasa, rumahmu besar sekali nak!!!”


“Yah nek ini hanya sedikit rezeki buat keluarga kami nek. Kami bersyukur
mendapat banyak harta dan tempat tinggal kami ini.”
Nenek itu berkata kepada Mina “Bagaimana cara kamu mendapatkan harta dan
rumah sebesar ini.”
Mina menjawab “Saya diberi jagung mas oleh kakek-kakek tua itu semalam.”
“Di mana kamu diberinya?”
“Saya diberi di kampung sebelah karena waktu itu teman saya sekolah saya tidak
sekolah. Saya membantu ibu saya menjual kue-kue kering. Pada saat itu saya bersabar
dan memberi rezeki kepada orang susah.”
“Mina bertanya kepada nenek”
“Mengapa nenek bertanya kepada saya tentang soal tadi.” Karena nenek ini
hanya hidup dengan sebatang kara. Saya tidak punya apa-apa.
“Keluarga nenek di mana?”
“Keluarga nenek meninggalkan nenek saat nenek jatuh kesusahan.”
“Ehmm” bagaimana kalau nenek tinggal di rumah saya ini.”
“Nenek itu menjawab dengan senang hati”. Oohh nak kamu sangat baik sekali
tapi nenek sangat merepotkan kamu loh nak.
“Tidak apa-apa nek” saya akan dapat rezeki dari Allah jadi kita membagi
hartanya bersama-sama.”
‘Kamu tinggal di rumah ini dengan siapa?”
“Saya tinggal di rumah ini bersama ibu, kakak, dan abang saya.”
“Loh, ayah kamu pergi ke mana?”
“Merantau.”
“Bukan nek ayah saya sudah lama meninggal ketika saya masih SD.”
“Maafkan nenek ya nak.” Nenek tidak bermaksud menyakiti hati kamu yang
lembut dan baik ini nak.
“Tidak apa-apa nek kurasa ini sudah takdir saya tidak mempunyai seorang
ayah.”
“Jadi. Pada saat itu Mina tinggal bersama ibu, kakak, abang, dan nenek itu.
Mereka hidup sederhana dan bahagia.
“Awalnya Mina terkejut melihat jagung mas itu berbicara tapi ternyata jagung
mas itu hanya memberi nasehat kepada Mina.

Akhirnya nenek itu bergabung dan berkeluarga dengan Mina dan keluarganya
yang baik dan ramah.

Karya: Angelica Try Amanda

4.
MANUSIA BUNGLON

Al-Is seorang profesor muda yang terkenal, dia selalu bekerja di


laboratoriumnya sampai lupa waktu. Saat ini dia sedang meneliti seekor Bunglon.
Bunglon adalah hewan yang dapat berubah-ubah warna. Pada saat profesor Al-Is
meneliti bunglon tersebut. tanpa sengaja bunglon tersebut menggigit profesor Al-Is.
Bunglon menggigit profesor Al-Is kabur ntah ke mana.
Keesokan harinya profesor Al-Is merasakan sedikit keanehan pada dirinya. Lalu
pada saat dia ingin pergi bekerja dia melewati pintu kamarnya yang berwarna coklat,
tangannya pun menyentuh pintu tersebut dan berubah warna menjadi coklat. Profesor
Al-Is pun terkejut atas kejadian tersebut. tetapi ia tak menghiraukannya keanehan terjadi
pada dirinya.
Beberapa hari kemudian pun terkejut keanehan lagi lidahnya semakin panjang
kejadian tersebut membuatnya menyadari gigitan bunglon itu membuatnya berubah
menjadi manusia bunglon. Awalnya profesor Al-Is merasa shock dengan kejadian yang
menimpahnya. Dia terus meneliti perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya.
Banyak kekuatan supranatural yang muncul pada dirinya yang tidak dimiliki oleh
manusia normal. Pada umumnya kejadian tersebut tidak membuatnya sedih berlebihan,
tetapi dia berpikir untuk menggunakan-menggunakan kekuatan-kekuatan yang
dimilikinya untuk membantu orang lain. Profesor Al-Is sangat menyukai superhero.
Jadi, ia mempersiapkan costum yang cocok untuknya.
Di lain tempat profesor Adit yang tidak lain adalah sahabat profesor Al-Is
mengundan 5 orang menteri untuk bekerjasama. Tetapi 5 orang menteri tersebut
menolak. Profesor Adit mulai marah memperintahkan para-para penjahat tersebut
menculik ke 5 menteri tersebut. profesor Al-Is pun menyelamatkan 5 orang menteri
tersebut.
Para penjahat mengetahui bahwa tahanannya dibebaskan oleh profesor Al-Is.
Mereka pun marah dan menyerang profesor Al-Is. Pada saat terjatuh dia berkata “Andai
aku bisa terbang.” Kemudian dia terjatuh. Dia pun bingung atas tindakan tidak sengaja
menyelamatkan 5 orang menteri.
Keesokan hariya waktu malam tiba. Tiba-tiba profesor Al-Is ada di dekat rumah
profesor Adit dan dia melihat ada seseorang perempuan berada di depan rumah tersebut.
perempuan itu mencari profesor Adit, lalu dia mengetok pintu tersebut, tetapi yang
keluar dari rumah tersebut bukan profesor Adit melainkan para penjahat-penjahat
tersebut pun mulai menyerang perempuan itu.
Profesor Al-Is yang melihat kejadian tersebut pun menghampiri penjahat-pejahat
tersebut untuk menolong perempuan itu. Profesor Al-Is pun berhasil menyelamatkan
perempuan tersebut dan mengalahkan para penjahat.

Perempuan tersebut pun mengucapkan “Terima kasih.” Dan bertanya “Siapa


kamu?”
Profesor Al-Is pun menyadari bahwa dia adalah seorang manusia bunglon, lalu
dia pun menjawab “Aku adalah manusia bunglon!” kemudian pergi.
Setelah profesor Al-Is sampai di rumah dia menemui temannya yang bernama
Devlin yang seorang profesor juga. Profesor Al-Is menceritakan semua kejadin yang
dialaminya.
Devlin pun berkata “Ia akan berubah menjadi bunglon selamanya.” Profesor Al-
Is pun tidak ingin berubah mejadi bunglon dan ia ingin kembali menjadi manusia
normal seutuhnya.
Profesor Devlin pun berjanji kepada Profesor Al-Is bahwa dia kan mencari
penawar untuk dirinya dan akan sampai mati. Profesor Al-Is merasa senang dan dia
berniat dalam hati. “Sebelum dirinya menjadi ia akan melindungi dan menolong orang
yang butuh pertolongan.” Dan dia menamai dirinya sendiri “Manusia Bunglon.”
Lama kelamaan ProfesorAl-Is pun mulai menikmati menjadi manusia bunglon
dan disebut super hero di kotanya. Para penduduk pun mulai senang atas kehadiran
manusia bunglon. Manusia bunglon pun merasa sanagt senang dirinya sangat
dibutuhkan dan digemari di kota itu oleh para penduduk. Para penduduk kota sangat
senang manusia bunglon karena seperti anggota Hero yang menyelamatkan kota itu.
Para anggota Hero pun mulai mengetahui bahwa ada superhero baru yang
bernama “Manusia Bunglon.” Hero ingin manausia bunglon bergabung. Ke dalam
anggota Hero. Ketua Hero pun memberi tugas kepada manusia laba-laba untur
menawarkan manusia bunglon masuk ke anggota Hero. Manuisa laba-laba pun berkata
“Ia akan membawa manusia bunglon masuk le dalam anggota Hero.”
Pada saat manusia bunglon menyelamatkan seseorang di kota. tiba-tiba manusia
laba-laba pun datang menghampirinya sambil berkata “Apakah kamu mau bergabung
menjadi anggota Hero.”
Awalnya dia terkejut dan bingung atas tawaran manusia laba-laba. Setelah
memikirkannya dia pun menyetujuinya “Ya, saya mau bergabuung ke dalam anggota
Hero.” Itulah yang dilakukan kepada manusia laba-laba.” Akhirnya manusia bunglon
pun bergabung ke dalam anggota Hero dan menyelamatkan banyak orang bersama
anggota Hero yang lainnya.

Karya: Ahmad Al-Isdulmazid

5. SAHABAT CERMIN

Pada suatu pagi hari Akila berangkat ke sekolah di antari oleh ibunya. Tiba ke
sekolah Naila termenung di bangkunya keadaan sekolah masih sepi. Akila di kelas
sendirian, Akila termenung dan berhayal bahwa akan punya sahabat-sahabat setia yang
tidak akan meninggalkan dirinya sendiri. Tidak ada yang ingin bertemn dengannya,
semua orang membencinya, padahal akau tidak pernah berbuat jahat kepada mereka
Namaku Naila Akila, orang tuaku memanggilku Akila. Tapi teman-temanku
memanggilku Naila. Panggilan yang sangat tidak kusukai. Aku lebih suka dipanggil
Akila tetapi yang memanggilku Akila hanya ibuku.
Pada suatu hari aku akan membeli sebuah kaca cermin untuk hiasan di kamar
baruku. Aku membelinya di toko sebelah yaitu tokonya pak Tono. Di sana terdapat
banyak model cermin besar yang dikelilingi likisan yang sangat indah, dan aku tanya
kepada penjualnya berapa harganya ternyata harga cermin itu Rp895.000,- karena
tertarik, aku segera membelinya tanpa pikir panjang kata penjaga di sana, cermin itu
akan diantar jam 11.
“Tiiiin!!! Tiiiin!!! Tiiin! Klakson mobil terdengar untuk mengantar cermin itu
pun tiba. Akila segera berlari untuk membuka pintunya. Akila berkata “Silakan masuk
pak, kamar saya ada di sana.”

Tak lama kemudian cerin itu sudah dipasang oleh pengantar cermin itu, dan juga
sudah pulang, Akila yang sendirian di kamarnya, ia lagi asik menatapi cermin itu “Akila
berkata, indah sekali cermin ini.”
Tiba-tiba akila berteriak “a, a, a, a,...” a, a, a, a.” Akila sanat ketakutan, karena
ada bayangan seseorang di cermin, tetapi bayangan itu tidak bayangan diriku. Bayangan
itu adalah bayangan gadis yang usianya seperti usia Akila “a, a, a, a,” Akila kembali
teriak, ia berteriak kali ini karena bayangan itu bersuara kecil.

Lalu Akila pun membalas suara itu. “Siapa kau?”


Hai Akila, jangan takut padaku.
Namaku Dila, kau bisa memanggilku Lala.
Aku tidak akan menyakitimu.
Aku di sini ingin menjadi sahabatmu.”
Jelas bayangan itu yang ternyata bayangan Lala.
Oh, mmm.... kalau begitu maafkan aku ya Lala.
“Tentu.” Jawab Lala.
“Oh, ya bagaimana kau bisa ada di cermin itu Lala?”
Tanya Lala,” aku bisa ada di cermin ini karena kejadian 5 tahun yang lalu, saat
itu aku masih berumur 8 tahun. Waktu itu aku menemukan cermin ini, dan memencet
tombol yang terdapat di belakang cermin itu. Lalu aku tersedot masuk ke dalam cermin
itu, lalu cermin itu ditenukan oleh seseorang, kemudian cermin ini dijual di toko.

Jelas Akila ceritanya sangat panjang.


Akila yang mendengarnya hanya diam dan hanya mendengarkannya saja.

“Oh gitu”
“Lala, kau mau mandi sahabatku?” Tanya Akila.
“Aku sangat mau” Jawab Lala?
“Tapi kau hanya bisa menjadi sahabat cerminku.”
Tidak apa-apa kok. Begitu saja aku sudah senang” Jawab Akila. Lalu mereka
asyik mengobrol berdua.

Kini Akila sudah mempunyai sahabat meskipun ia tahu bahwa sahabatnya itu
hanya di cermin. Lala pun setia menjadi sahabat cermin seperti apa yang diinginkan
Akila. Akila pun tak perlu mempunyai sahabat lagi. Paginya lala sudah lebih dari cukup.
Dan tak ada yang bisa menggantikan Lala di hati Akila. Setiap hari Akila berharap Lala
menjadi manusia utuh dan tidak lagi menjadi sahabat cermin tetapi entah kapan itu
semua terjadi.

Karya: Anggita Ex Nanda

6. ABDIL DAN POHON PENGETAHUAN

Hiduplah seorang anak yang rajin belajar, Abdil namanya. Usianya 7 tahun.
Sehari-hari ia berladang, juga mencari kayu bakar di hutan, hidupnya sebatang kara
Abdil amat rajin membaca semua buku habis dilahapnya.
Suatu hari ia tersesat di hutan. Hari sudah gelap. Akhirnya Abdil memutuskan
untuk bermalam di hutan. Ia bersandar di pohon dan jatuh tidur. Dalam tidurnya, samar-
samar Abdil mendengar suara yang memanggilnya. Mula-mula ia berpikir itu hanya
mimpi. Namun di saat ia terbangun suara itu masih memanggilnya “Anak muda,
bangunlah!” Siapakah engkau? Mengapa kau ada di sini?” Abdil amat bingung dari
mana suara itu berasal? Ia mencoba melihat sekeliling ‘Aku di sini.” Aku pohon yang
kau sandari! Ujar suara itu lagi. Seketika Abdil menengok. Alangkah terkeutnya ia!
Pohon yang disandarinya memiliki wajah di batangnya “Jangan takut! Aku bukanlah
makhluk jahat. “Aku tersesat terpaksa aku bermalam di sini” Jawab Abdil dengan takut-
takut. “Nak apakah kau tertarik pada ilmu pengetahuan?” apa kau bisa menyebutkan
kegunaan bagimu?” tanya pohon itu. Aku ingin menambah ilmuku tapi aku tak tahu
bagaimana caranya” Dengarah nak, aku adalah pohon pengetahuan banyak orang
mencariku. Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul harus akan pengetahuan
yang dapat menemukanku. Kau telah lolos dari persyaratan itu. Aku akan mengajarimu
berbagai pengetahuan. Bersediahkah kau?” tanya si pohon lagi. Mendengar hal itu
sangat girang.
Sejak hari itu Abdil belajar pada pohon pengetahuan. Hari-hari berlalu dengan
cepat. Abdil tumbuh enjadi pemuda yang tampan pengetahuannya amat luas.
Suatu hari pohon itu berkata “Abdil kini pergilah mengembara carilah
pengalaman yang banyak. Gunakanlah pengetahuan yang kamu miliki untuk
membantumu jika ada kesulitan kau boleh datang padaku “Abdil pun mengembara ke
desa-desa ia memakai pengetahuannya untuk membantu orang. Memperbaiki irigasi,
mengajar anak-anak membaca dan menulis. Akhirnya Abdil tiba di ibu kota. Di sana ia
mengikuti ujian negara. Abdil berhasil lulus dengan peringkat terbaik sepanjang abad.
Raja amat kagum akan kepintarannya. Namun ada pejabat lama iri terhadapnya pejabat
monda ini tidak senang Abdil mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat
supaya Abdil tampak bodoh dihadapan raja. “Tuan, Abdil hari ini hamba ingin
mengajukan pertanyaan. Anda harus dapat menjawabnya sekarang juga. Di hadapan
baginda.” Kata pejabat Monda. “Silahkan tuan Monda hamba mendengarkan” Jawab
Abdil. “Berapakah ukuran tinggi tubuhku?” tanyanya. “Kalau hamba tak salah, tinggi
badan anda sama panjangnya dengan ujung jari anda yang kanan dan ujung jari anda
yang kiri. Bila dirintangkan jawab Abdil tersenyum. Pejabat dan raja tidak percaya.
Mereka menyuruh seseorang mengukurnya ternyata jawaban Abdil benar. Raja kagum
di buatnya. Pejabat Monda sangat kesal tetapi ia belum menyerah “Tuan Abdil buatlah
api tanpa menggunakan pemantik api.” Dengan tenang Abdil mengeluarkan kaca
cembung lalu mengumpulkan setumpuk daun kering, ia membuat api, menggunakan
kaca yang dipantul-pantulkan ke sinar matahari. Tak lama daun kering terbakar api.
Raja semakin kagum. Sementara itu pejabat Monda semakin kesal.
Luar biasa! Baiklah aku punya satu pertanyaan untukmu. Aku pernah
mendengar tentang pohon pengetahuan. Jika pengetahuanmu luas kau pasti tahu di
mana letak pohon itu. Bawalah aku ke sana” Ujar raja. Abidl ragu setelah berpikir
sejenak, “Hamba tahu baginda tapi tidak boleh sembarangan orang boleh menemuinya.
Sebenarnya pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengatakan baginda.
Setelah bertemu dengannya berjanjilah baginda takkan memberi tahukan pada siapa
pun.” Ujar Abdil serius. Raja menyanggupi. Setelah menempuh perjalanan yang jauh,
sampailah mereka di tujuan “Salam baginda ada keperluan apa hingga baginda
menemui hamba?” sapa pohon dengan tenang. Aku ingin menjadi muridu juga. Aku
ingin menjadi raja yang bijaksana, kata raja kepada pohon pengetahuan. “Anda sudah
cukup bijaksana’ Dengarlah suara hati rakyat pahamilah perasaan mereka lakukan yang
terbaik untuk rakyat anda. Janganlah mudah berprasangka. Selebihnya muridku akan
membantu. Waktuku sudah hampir habis. Sayang sekali pertemuan kita begitu singkat.
Ujar pohon seolah tahu ajalnya sudah dekat tiba-tiba Monda menyeruak bersama
sejumlah pasukan. “Kau harus ajarkan aku!” Teriaknya pada pohon penegetahuan
“Tidak bisa kau tidak punya hati yang bersih” jawaban pohon itu membuat Monda
marah. Ia memerintahkan pasukannya untuk membakar pohon pengetahuan.
Raja dan Abdil berusaha menghalangi tetapi mereka kewalahan. Walau berhasil
menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman
mereka tiba-tiba tewas tersambar petir sebelum meninggal pohon pengetahuan
memberikan sebuah buku dengan buku itu Abdil semakin bijaksana bertahun-tahun
kemudian raja mengangkatnya menjadi raja baru.
Waktu Abdil diangkat menjadi raja rakyat pun menjadi sejahtera kepadanya
Abdil pun menerima, dan ia senang karena ia diangkat menjadi raja dan ia akan
mengurus rakyat dengan benar dan tidak pernah mengeluh, karena ia memiliki
pengetahuan yang luas.

Karya: Apriliani Safitri

7. JAM AJAIB

Besok adalah hari ulang tahuku yang ke 10 tak sabar rasanya menunggu hadiah
dari ayah dan ibu. Aku pernah bilang kalau aku ingin piano aku ingin belajar piano.
Asiknya kalau aku punya piano! Aku juga pernah bilang pada ibuku kalau aku
ingin punya sepeda. Enaknya kalau bisa berangkat dan pulang sekolah naik sepeda
dengan teman-teman. Jadi.... kira-kira ayah dan ibu bukan memberikan piano atau
sepeda ya? Aku jadi penasaran.
Tiba-tiba aku melihat bingkisan kecil di meja beljarku. Namaku tertera di
atasnya. Hadiah dari sapa ya? Dengan hati-hati membuka bingkisan itu. Wow sebuah
jam kecil bagus sekali! Ada catatan kecil di dalamnya.
Selamat ulang tahun Rea, aku hanya bisa memberimu jam mungil inisebagai
kado ulang tahunmu jam ini adalah jam ajaib.
Putarlah hari tanggal dan jam tertentu lalu kupencet tombol ON di belakang jam
ini. Maka kamu bisa melihat permukaan jam ini kejadian yang terjadi padamu di saat
itu. Untuk menghentikannya pencel tombol OFF tapi hati-hati ya jam ajaib ini hanya
bisa digunakan tiga kali.
Aneh tak ada nama pemberiannya. Wah jangan-jangan ini hanya kerjaan
saudaraku yang iseng! Jam itu memang bagus. Warnanya warna biru muda warna
kesukaanku. Aku iseng kuputar tanggal 10 November 2003 jam 8 pagi. Lalu kutekan
tombol ON.
Tiba-tiba angka-angka dibagian depan jam itu menghilang dan berganti dengan
gambar... oh, itu gambarku! Aku memakai seragam sekolah di antara teman-temanku.
Ah, aku ingat waktu itu kami sedang upacara bendera memperingati hari pahlawan.
Hihihi..... karena bosan tampak aku main tendang-tendangan. Dora yang berdiri di
sampingku. Ku tekan tombol OFF. Gambarku menghilang dan jam itu kembali terlihat
seperti jam biasa.
Jadi jam itu benar-benar ajaib! Aku terpanah memandangnya. Ah, kini aku tak
peduli siapa yang memberikan jam ini padaku aku penasaran.
Apa jam ini bisa kugunakan untuk melihat masa depan? Akan jadi apa aku 15
tahun nanti?
Segera kuputar jam itu. Pelan-pelan terlihat gambarku yang sedang membaca
koran. Hei, namaku tertera di koran itu. Wah aku ternyata menulis cerita anak-anak
yang berjual jam ajaib, astaga, aku bisa melihat masa depan.
Aha! Aku ingin tahu juga besok aku akan dapat kado apa saja ya?untuk ketiga
kalinya kuputar jam ajaib itu. Aku bisa melihat jam baruku yang sedang membuka
sebuah bungkusan. Ternyata isinya sebuah boneka kodok yang lucu dari kak Dea
kakakku. Aku juga bis melihat kado dari teman-temanku. Kebanyakan alat-alat tulis.
Eeh namun hadiah dari ayah dan ibu belum terlihat.
Kuputar jam itu sehingga menunjukan pukul 9 malam di hari ulang tahunku.
Kini di permukaan jam itu nampak ayah dan kak Dea sedang mengotong sebuah kardus
besar... oh, tiba-tiba gambar pada jam itu menjadi kabur. Kuusap permukaannya lalu
guncang-guncang namun angka-angkanya malah muncul kembali padahal aku belum
menekan tombol OFF.
Jam ajaib itu rusak astaga! Aku menepuk dahiku. Aku baru ingat kalau aku
sudah tiga kali menggunakan jam itu! Oh, aku terlalu bersemangat jadi kurang hati-hati
padahal tadi aku hampir tahu hadiah dari ayah dan ibu. Aduh terpaksa aku harus sabar
menunggu sampai besok.
Keesokan harinya. “Selamat ulang tahun!” ciuman kak Dea membanggakanku.
Hmm...tapi hari itu aku tidak bersemangat membuka hadiah dari kak Dea dan
teman-temanku. Isinya sama persis dengan yang kulihat di jam ajaib kemarin jam itu
memang benar-benar ajaib.
Ayah dan ibu juga memberi ciuman selamat ualang tahun padaku. Namun
mereka belum memberi hadiah sampai malam tiba. Aku menunggu dengan gelisah. Ah,
jangan-jangan... ayah dan ibu memang tidak memberi kado.
“Rea...” ibu mengguncang bahuku pelan. Oh, rupanya aku tertidur di depan
televisi. Aku membuka dan melihat ayah dan kak Dea sedang menggotong sebuah
kardus besar.
“Hei itukan persis dengan yang aku lihat di jam ajaib kemarin pekikku dalam
hati.
Wah sebentar lagi aku akan tahu kelanjutan cerita yang terpotong kemarin. Aku
jadi bersemangat kembali.
“Bukalah Rea” perintah ayah sambil tersenyum aku cepat-cepat menyobek
kertas pembungkusnya dengan tidak sabar astaga!
“Terima kasih ayah! Terima kasih ibu” teriakku lalu memeluk dan mencium
ayah dan ibu.
“komputer itu untuk kamu dan kak Dea kalian harus menggunakannya bersama-
sama ya!” pesan ayah.
Aku menggangguk gembira. Sudah lama aku dan kak Dea ingin ounyakomputer
sekarang keinginan kami terwujud.
Makanya aku termenung di depan jam ajaibku. Sekarang jam itu sudah tidak
ajaib lagi. Ah, mungkin itu memang lebih baik. Bukankah lebih asik jika kita tidak tahu.
Apa yang terjadi esok hari? Kita bisa menebak-nebak merasa penasaran dan terpekik
kaget! Ya pasti kita pun akan belajar untuk lebih bersabar. Yakan aku sekarang jadi
penasaran lagi. Apa yah hadiah untukku tahun depan? Mungkin sebuah piano, sepeda
atau jam ajaib. Hihihi....

Karya: Amaldi Syahputra


CERITA FANTASI
KELAS : VII-2
KELOMPOK : 2

8. NAOMI

“Naomi... habiskan dulu sarapanmu...” Terdengar teriakan mami dari ruang


makan, saat dilihatnya nasi uduk di piring Naomi masih tersisa banyak.
“Naomi udah kenyang, mam...” balas Naomi dari ruang tamu sambil
mengenakan sepatu sekolahnya.
“Tapi nasi uduk kamu belum habis nih. Ayo, habiskan dulu!” teriak mami lagi.
“Naomi udah telat nih, mam. Pergi dulu, ya. Assalamu’alaikum... dengan
setengah berlari, Naomi bergegas menuju ke mobil. Di dalam mobil telah menunggu
pak Aji, sopir pribadi keluarganya.
“Sarapannya nggak habis lagi ya, Non?” Sambut pak Aji saat Naomi sudah
duduk di dalam mobil.
“Ah, pak Aji usil dah,” Ujar Naomi sambil cemberut. Tak dihiraukan pertanyaan
sopirnya itu.
Pak Aji hanya tersenyum mendengarnya. Segera, ia pun menstater mobil dan
perlahan meninggalkan rumah majikannya menuju sekolah Naomi.
Di tengah perjalanan, terjadi obrolan ringan antara pak Aji dan Naomi. Maaf,
non Nomi. Bukan maksud bapak ikut campur, tapi bapak kasihan aja pada nasinya.
Naomi tampak binung. Kemudian bertanya, “Kok kasihan pada nasinya, pak?
“Iya dong, Non. Nasi jugakan bisa nangis.”
“Nangis?” Ulang Naomi tak percaya.
“Eh, masa non Naomi nggak tau sih? Pak Aji semakin semakin semangat saja
menanggapi rasa penasaran putri semata wayang majikannya itu.
Naomi menggeleng. Baru kali ini dia mendengar cerita tentang nasi menangis.
Dia jadi penasaran.
“Pak Aji cerita dong ke Naomi, kenapa nasi itu bisa nangis?” desak Naomi ke
Pak Aji. Namun sayang, gerbang sekolah Naomi keburu terlihat. Dan itu artinya, Naomi
harus turun dari mobil. “Ceritanya sepulang Naomi sekolah aja ya, pak.” Teriak Naomi
sambil berlari saat dilihatnya gerbang sekolah nyaris ditutup oleh satpam sekolah. Pak
Aji hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Naomi itu.

-***-

Saat istirahat sekolah. Naomi dan Sarah sabatnya, bergegas menuju kantin
sekolah. Sesampai mereka di kantin, tempat duduk yang tersisa hanya di tengah-tengah
ruangan. Terpaksa Naomi dan Sarah duduk di situ. Segera, Naomi memesan nasi goreng
sea food dan milk shake cokelat kesukaannya. Sedang Sarah memilih bakso dan es teh
manis.
Setelah pesanan datang, mereka pun terlihat asyik dengan menu makan siang
masing-masing. Naomi si penggemar sea food tampak menikmati nasi goreng
pesanannya. Demikian pula halnya Sarah. Mulutnya pegap-pegap karena sambal yang
dimasukan ke dalam mangkokya terlalu banyak.
Namun sayang, baru beberapa suap Naomi menikmati nasi gorengnya, ia telah
meletakan kembali sendok dan garpu di atas piringnya. Sarah hanya menatapnya
kasihan.
“Kenapa, mi? Udak kenyang?”
Naomi mengangguk.
“Hmm... kebiasaan Naomi deh,” Sahut Sarah datar. Dia tak asing lagi dengan
kebiasaan sahabatnya itu. Kemudian lanjutnya, “Eh mi, aku nggak? Nasi itu bisa nangis
loh, kalau kamu gituin terus,” Sarah pura-pura asyik dengan baksonya, tapi matanya
melirik tajam ke arah sahabatnya itu. Dan Naomi, saat mendengar nasi menangis
langsung melotot.
Apa? Nasi menangis? Bercanda kamu Sar!” Hari ini sudah dua orang yang
bicara padanya tentang nasi menangis.
“Buat apa juga aku bohong ke kamu, Mi? Lihat aja nanti kalo nggak percaya.”
Deg! jantung Naomi berhenti sejenak. Dia bener-bener kaget mendengar
ancaman Sarah tadi.
“Huhuhu... kenapa kau begitu kejam, manusia? Apa salahku padamu hingga kau
tega membuang-buangku? Tak sadarkah kau, bagaimana susahnya petani menanamku?
Sedangkan kau, seenak aja membuangku? Menghambur-hamburkanku? Dasar manusia
tak tahu terima kasih!”
Naomi tersentak. Badannya gemetar. Itu... itu suara siapa? Dari mana asalnya?
Naomi memandang ke sekeliling. Namun tak dijumpai siapa pun.
“Hai manusia! Lihat sekelilingmu! Masih banyak orang yang membutuhkanku.
Kalau memang kau tak suka denganku, jangan perlakukan aku seperti ini! Aku sedih,
aku terluka, kau jahat! Hiks hiks...
“Tidak... stop, stop! Mami... Naomi takuttt... Naomi menjerit-menjerit tak
karuan. Kepalanya menggeleng-geleng dengan kuat, kedua telinganya ditutup rapat.
Matanya terpejam. Naomi benar-benar ketakutan.
“kenapa kau takut padaku, hai manusia mubadzir?
“Kau... kau siapa? Tampakan wujudmu padaku!” Naomi kembali menjerit
kepalanya berputar-putar mencari sumber suara.
“Hihihi...
Kali ini terdengar suara tertawa cekikikan. Naomi semakin ketakutan.
“Aku ada di depanmu, manusia lihatlah!”
Naomi kaget sekali. Jantungnya hampir copot. Dia benar-benar tak percaya
dengan penglihatannya sendiri. Mimpikah dirinya? Ditepuk-tepuknya kedua pipinya,
berharap ini hanya mimpi. Tapi benarkah?
Kau tidak sedang bermimpi, hai manusia ini nyata. Akulah nasi yang selama ini
kau buang dan hambur-hamburkan.
“Jadi... jadi benar cerita tentang nasi menangis itu? Mami, tolong mami!” Si...
maafkan aku ya, nasi. Sungguh, aku tak tahu kau akan mendatangiku seperti ini. Aku...
aku menyesal sekali. Aku... aku takan mengulangi perbuatan ini. Tolong, maafkan aku!
Terbata-bata Naomi meminta maaf kepada si nasi. Tetapi tak semudah itu bagi nasi.
“Aku tak percaya kau akan melaksanakan janjimu itu.”
“sungguh, nasi! Percayalah! Padaku! Aku benar-benar akan melaksanakan
janjiku padamu.
“Oke. Akan kupegang janjimu itu. Ingat, kalau sampai kau melanggarnya,
lihatlah azab tuhanmu yang akan datang padamu, hai manusia sombong!”
Naomi kini yang meraung-raung. Dia amat ketakutan. Dia takut diazab. Dia
benar-benar menyesal. Dalam hatiya tertanamsebuah janji. Kalau ia takan membuang
dan menghambur-hamburkan nasi lagi.
Karya: Desti Setiawati

9. LUBANG AWAN HITAM

Di sebuah desa, ada anak bernama Farel dia tinggal bersama ibunya, sedangkan
ayahnya sudah meninggal dunia saat Farel berumur 11 tahun. Di desa tersebut
memenuhi kebutuhan hidup dengan berkebun menanami sayur-sayuran agar bisa dijual
ke pasar. Setiap hari minggu Farel membantu ibunya berkebun karena Farel masih
sekolah, jadi Farel tidak bisa membantu ibunya setiap hari.
Pada saat hujan deras dan angin yang bertiup sangat kencang mengakibatkan
pohon-pohon dan atap-atap rumah rusak. Saat Farel melihat ke arah jendela dia merasa
takut karena ada angin yang membentuk lubang awan berwarna hitam seperti tornado
yang hebat. Karena melihat dari jendela kurang jelas Farel memberanikan diri untuk
keluar ke halaman, tiba-tiba lubang awan yang berputar itu menarik tubuhnya ke dalam
pusaran tersebut.
Saat pusaran angin itu berhenti dan Farel pingsan karena terlempar dari lubang
angin tersebut. setelah beberapa lama akhirnya Farel tersadar, Farel bingung karena dia
berada di sebuah hutan yang sangat rimbun. Di dalam hutan tersebut banyak binatang
dan tumbuh-tumbuhan yang langkah. Ada satu rumah yng dihuni seorang nenek.

Farel : “Halo apakah ada orang di sini, saya igin bertanya?”


Nenek : “Iya, kenapa kamu bisa ada di sini nak?”
Farel : “Saya terbawa lubang awan hitam yang menarik saya. Apakah nenek tau
apakah itu lubang awalnya benar-benar hitam.”
Nenek : “Silakan duduk, beberapa tahun yang lalu ada seorang anak bernama Aji. Dia
anak yang baik. Aji senang menolong orang yang kesusahan dan dia sangat
pintar dia dapat membuat pusaran angin berwarna hitam membentuk lubang
awan yang bisa membawa ke masa lalu atau dunia lain. Saat dia mencoba
pusaran angin tersebut. dia terbawa ke dunia lain. Untung saja dia mempunyai
alat untuk bisa kembali lagi ke dunianya lagi.”
Farel : “Ooo, jadi bagaimana saya bisa pulang kembali ke dunia saya nek?”
Nenek : “Kau harus menemui anak itu ke rumahnya.”
Farel : “Bagaimana saya bisa menemui dia. Saya saja tidak tau rumahnya di mana!”
Nenek : “Rumahnya berada di arah Selatan”

Akhirnya Farel pergi ke rumah Aji dan menemuinya. Ternyata dia tinggal hanya
sendiri Farel bertanya kepadanya bagaimana caranya bisa kembali ke dunianya lagi.

Farel : “Permisi!”
Aji : “Siapa kamu?”
Farel : “Perkenalkan saya Farel.” Saya ingin bertanya bagaimana caranya kembali ke
dunia saya. Saya terbawa lubang awan hitammu. Tolong saya, saya mohon.”
Aji : “Baiklah saya akan memberitahumu bagaimana caranya bisa kembali
ketempat asalmu.”
Farel : “Terima kasih.”

Lalu mereka berdua pergi ke hutan. Mereka berdua pergi ke hutan. Mereka
berjalan ke arah pohon yang sanga besar di bawah pohon terdapat lubang. Aji menyuruh
Farel agar melompat ke lubang itu. Akhirnya Farel mengikuti apa yang disuruh Aji agar
dia bisa kembali ke dunianya. Setelah Farel lompat ke lubang tersebut tiba-tiba Farel
sudah kembali ke rumahnya. Setelah kejadian tersebut Farel tidak ingin kembali lagi ke
dunia itu lagi.
Karya: Dini Utami

10. SAFIRA DAN KELINCI AJAIB

Safira adalah seorang gadil kecil cantik dan anak yatim piatu yang tinggal
bersama ibu tirinya. Ibu kandung Safira sudah meninggal dunia saat melahirkan Safira
kemudian, ayahnya menikah lagi dengan tujuan supaya Safira ada yang merawatnya dan
mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Selain cantik, safira juga ramah dan baik hati sehingga warga desa memberi
julukan yaitu Putri Rembulan kepada Safira. Safira melihat julukan tersebut sangat
berlebihan sehingga ia tidak rendah hati dan sombong.
Suatu hari Safira diperintahkan oleh ibu tirinya untuk memetik sayuran dan
buah-buahan di kebun seberang sugai di sungai itu aliran airnya sangat deras. Safira
kesulitan untuk menyebrangi sungai tersebut, tetapi jika tidak membawa buah-buahan
dan sayuran pulang ibu tirinya pasti akan marah. Dengan hati-hati Safira pun berhasil
melewati sungai tersebut. buah dan sayuran pun bisa dibawahnya pulang dengan
selamat. Dan sesampainya di rumah Safira harus memasak sayuran untuk ibu tiri dan
kakak tirinya serta menghidangkan buah-buahan yang telah dikupas.
Setiap harinya Safira selalu melakukan pekerjaan seperti memetik buah dan
sayuran serta memasak untuk ibu tiri dan kakak tirinya. Tetapi Safira tetap mejalaninya
dengan senang hati.
Suatu hari karena Safira merasakan kepalanya yang pusing dan harus
menyebrangi arus air sungai yang deras, akhirnya Safira pingsan dan terbawa arus air
sungai, wajahnya penuh luka karena terkena benturan batu sungai dan ranting pohon
yang terbawa arus air sungai. Saat ia setengah sadar, ia merasakan seekor kelinci yang
menolongnya. Kelinci tersebut dengan mudah mengangkat tubuh Safira. Kemudian saat
Safira sadar sepenuhnya kelinci raksasa tersebut langsung menghilang dari pandangan
Safira. Akhirnya Safira pun langsung pulang dengan membawa keranjang tersebut,
supaya tidak oleh ibu tirinya.
Sesampainya ia di rumah, Safira langsung memasak sayuran untuk ibu tirinya
dan kakak tirinya. Saat Safira selesai memasak Safira menghidangkan makanan untuk
diberi kepada ibu tiri dan kakak tirinya. Kemudian Safira langsung ke kamarnya untuk
mengaca karena mukanya terasa perih. Dan betapa kagetnya Safira setelah wajahnya
dari cermin banyak luka lebam dan lecet di wajahnya. Lalu Safira pun menangis dan
tiba-tiba muncul ke linci besar yang menolongnya tadi di cermin.
“Mengapa kamu bersedih apakah kamu malu dengan wajahmu itu? Kamu gak
usah malu karena ada aku di sini serta mereka akan tetap menerimamu dengan
kebaikanmu bukan kecantikanmu,” bicara kelinci raksasa dengan lemah lembut.
Kemudian kelinci raksasa itu selesai berbicara, tiba-tiba kelinci raksasa itu langsung
hilang dari cermin.
Safira, mukamu yang jelek itu akan membuat warga kampung menghinamu
bukan memujimu. Mereka pasti akan membencimu!” kata ibu tiri Safira setelah melihat
wajah Safira yang tidak cantik lagi. Safira sedih karena setiap hari ia menerima
penghinaan dari ibu tiri dan kakak tirinya. Semakin hari mereka semakin menjadi-jadi
karena Safira selalu dihina dan dijadikan pembantu tanpa bayaran.
Akhirnya Safira tidak tahan lagi dengan penghinaan dari kakak dan ibu tirinya
itu, da ia memutuskan untuk tinggal di hutan tepi sungai. Ia membuat rumah dari
jeramidan menghidupi diri dari hasil hutan, misalnya memetik buah.
Beberapa hari kemudian, kelinci besar itu datang kembali menenui Safira dan
berkata “Aku akan membuatkan rumah yang sederhana dan nyaman untukmu agar
kamu tidak kepanasan dan kehujanan.” Tanpa menunda waktu, rumah kecil yang
nyaman dan berdiri tegak itu berdiri di depan mata Safira. Safira tidak percaya kalau
kelinci bisa berbicara sekaligus bisa mendengarkan kekuatan, seakan-akan ia berada di
dunia dongeng.
“Terimaksih kelinci besar”, kata Safira dengan mulut gemetera “iya sekarang
makanlah buah semangka itu agar mukamu sembuh dan cantik seperti dulu.” Kata
kelinci “ Baiklah aku akan masuk memakan buah semangka yang kamu suruh tadi.”
Kata Safira.
Ia merasa takut dan kawatir. Akhirnya Safira memakan buah demi sedikit hingga
habis. Dan setelah Safira mengeluarkan cahaya dan dalam sekejab wajahnya menjadi
cantik kembali.

Karya: Riandi Putri Fadila

11. KEKUATAN TIGA BIDADARI

Ada tiga bidadari yang tinggal di khayangan ketiga bidadari itu bernama Priska,
Putri, dan Celsi ketiga bidadari itu mempunyai kekuatan yang berbeda-beda.
Celsi mempunyai kekuatan ajaib yaitu mengubah benda menjadi apa saja. Priska
mempunyai kekuatan gas tidur, Priska bisa membuat orang tertidur tetapi gas tidur itu
tidak lama. Dan putri memiliki kekuatan ajaib yaitu dia memiliki tngkat ajaib. Ketiga
bidadari itu bisa menyerap energi, dan kekuatan orang. Suatu ketika bidadari it bosan di
khayangan. Mereka ingin jalan-jalan ke bumi. Lalu mereka pergi ke bumi. Ketika
mereka sampai Celsi terpisah dengan Priska dan Putri.
Ketika Celsi mencari Priska dan Putri tanpa sengaja Celsi bertemu dengan Tito.
Tito adalah keturunan raja yang sangat jahat. Tito berniat untuk menangkap Cellsi. Celsi
terus berusaha melawan Tito dengan kekuatannya Celsi. Tetapi Tito tidak sendiri Tito
memiliki banyak anak buah yang tidak sedikit jumlahnya. Dan Celsi diikat oleh mereka
dengan tali ajaib. Celsi terus berusaha untuk membuka ikatan itu tetapi Celsi tidak bisa,
Celsi kehabisan tenaga.
Priska dan Putri menyadari terpisah oleh Celsi. Priska dan Putri terus mencari
Celsi dan akhirnya ketemu tetapi ada yang menjaga Celsi yaitu penjaga yang sangat
banyak Priska dan Putri sangat bingung, dan Priska menyemprotkan gas tidur itu kepada
penjaga.
Para penjaga itu pun tertidur lelap. Priska dan Putri segera membuka ikatan itu
mereka menyatukan kekuatan mereka. Dengan kekuatan mereka ikatan itupun akhirnya
terbuak.
Ketika ketiga bidadari itu ingin pulang ke khayangan para penjaga itu sudah
bangun para penjaga itu menyerang ketiga bidadari itu. Pada saat itu mereka kehabisan
tenaga mereka mau menyerap energi para penjaga itu.
Para penjaga itu terus menyerang. Ketiga bidadari itu berlindung karena mereka
sedang mengumpulkan energi dan tenaga mereka. Pada saat energi kekuatan mereka
sudah kembali mereka membalas serangan dari para penjaga itu dan para penjaga itu
memanggil Tito.
Tito pun datang dan melawan ketiga bidadari itu. Bidadari itu dikepung oleh
Tito dan anak buahnya.

Tito : “Kalian bertiga tidak akan bisa melawanku dan anak buahku. Kalian bertiga
akan menjadi anak buahku.”
Priska : “Tidak!! Kami lebih kuat darimu tak akan menyerah.”
Tito : “Sudah jangan banyak bicara kalian sudah kami kepung jadi sekarang kalian
menyerah saja!!!”
Celsi : “Kami tidak selemah yang kamu bayangkan Tito.”

Dan Tito menangkap ketiga bidadari itu ketiga bidadari itu kehabisan tenaga
kekuatan karna Tito dan mereka pingsan Tito mengambil kesempatan dan mengikat
ketiga bidadari itu dengan tali ajaib.
Sesaat mereka sudah bangun mereka terus berusaha melepas ikatan itu tali itu
sangat kuat tali itu bisa menyerab energi mereka.
Mereka sangat sedih dan menangis pada saat itu mereka sangat berusaha untuk
membuka tali itu mereka menyatuan kekuatan mereka, tetapi tidak berpengaruh. Tali itu
sangat kuat. Karena bidadari itu kehabisan tenaga dan energi. Maka tidak bisa
membukanya. Yang mengikat tali itu adalah Tito. Tito sangat jahat. Bidadari itu sangat
sedih mereka terus berusaha.

Bidadari : “Tito!! Lepaskan ikatanmu itu Tito.”


Tito : “Tak akan!!!”
Bidadari : “Apa yang kamu inginkan dari kami?”
Tito : “Kami akan menjadikan kalian budak!”
Ketiga bidadri itu mengumpulkan tenaga-tenaga dengan keras akhirnya ikatan
itu terbuka dan mereka terus melawan anak buah Tito dengan kekuatanya. Akhirnya
para bidadari itu pun menang dan mereka pun pulang ke tempat tinggal mereka yaitu di
khayangan.

Celsi : “Akhirnya kita bisa pulang.”


Putri : “Ini semua karna kekuatan kita!”
Priska : “Karna kekuatan kita. Kita bisa mengalahkan Tito yang sangat jahat itu.”

Mereka pulang dan bergembira dan tidak akan ke tempat Tito berada lagi.

Karya: Cindy Juwi Hijjah

12. ITIK AJAIB

Di tepi desa dekat sungai, hiduplah keluarga yang terdiri dari dua orang anak
perempuan dan ibunya yang janda. Ayahnya sudah lama meninggal dan sakit-sakitan.
Kedua anak tersebut bernama Ninda dan Andini. Keduanya memiliki sifat yang sangat
bertolak belakang. Andini yang merupakan anak tertua memiliki sifat sombong dan
keras kepala serta lalu membangkang perintah orang tuanya.
Sedangkan Ninda merupakan Adik Andini yang memiliki sifat ramah, sabar,
lemah lembut, dan selalu menaati orang tua. Sepulang sekolah, Ninda selalu membantu
ibunya merapikan dagangan ibunya setelah pulang dari pasar. Ninda juga sangat rajin
membantu segala kerjaan rumah. Ninda kasihan kepada ibunya yang telah lelah bekerja
dan harus melakukan segala pekerjaan rumah yang berat.
Sedangkan Andini, kakaknya sangat sombong dan pemalas. Sepulang sekolah,
Andini langsung bermain dengan teman-temannya ia tidak mau membantu ibunya
apalagi membantu pekerjaab runah. Pakaiannya pun dicucikan oleh Ninda. Andini
hanya pulang ke rumah ketika lapar dan meminta uang sam ibunya. Meski demikian,
Ninda tidak pernah mengeluh akan sifat kakaknya itu.
Pada suatu hari minggu, Ninda diminta oleh ibunya untuk mencari itik di dekat
rumahnya untuk lauk siang. Ninda uang kala itu berangkat sediri kemudian mulai
mencari itik di dekat rumah dengan peralatan seadanya, tak lama kemudian jebakan
Ninda ditarik oleh itik. Ninda terkejut karena itik yang didapatkan besar dan berwarna
putih.
Ninda akhirnya memutuskan untuk membawanya tersebut dan menceritakan
betapa indahnya itik tersebut kepada ibunya. Ninda berencana untuk tidak memasak itik
tersebut dan memeliharanya dengan besar. Ibu Ninda kemudian menyetujui permintaan
anaknya untuk memelihara itik yang ditangkapnya. Ninda meletakan itik pada kandang
kemudian pergi mencari makanan yang lainnya.
Setelah pulang Ninda terkejut karena di sekitar bawah kandang diletakan bulu-
bulu yang terkelupas dari tubuh itik. Ninda kemudian memberi tahukan ibunya lalu
berencana menjual bulu itik tersebut. ternayata memang benar, bulu tersebut adalah
bulu dan dapat dijual. Akhirya Ninda dan ibunya menjual bulu itik tersebut dan uangnya
dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Itik tersebut mengeluarkan bulu putih selama seminggu sekali tanpa
sepengetahuan Andini, Andini yang mulai curiga karena rumahnya selalu terisi
makanan enak dan barang batu. Akhirnya “Dari mana kalian semua mendapatkan ini
semua” “Semua adalah rezeki Tuhan” Jawab ibunya. Sang ibu lalu berpesan agar
Andini tidak membuang atau menyakiti peliharaan Ninda.
Pada suatu hari, Ninda ibunya belum pulang dari pasar, sedangkan Andini sudah
merasa sangat lapar karena baru pulang bermain melihat tudung makanan serta bakul
nasi yang kosong, Andini merasa kesal dan marah. Ia mencari-cari makanan sambil
membanting barang di dapur. Akhirnya melihat itik peliharaan Ninda di dalam kandang
d dekat dapur.
Andini yang sedang kelaparan dan kesal karena ibunya dan adik-adiknya tidak
menyiapkan makanan langsung mengambil itik tanpa mempedulikan pesan dari sang
ibu untuk tidak menyakiti itik tersebut. Andini kemudian memotong itik dan
menggorengnya lalu dimanakah itik ajaib yang telah memberikan kesejahteraan kepada
keluarga tersebut.
Setelah sepulang dari pasar. Ninda dan ibunya sangat terkejut melihat dapur
yang berantakan serta tulang-menulang berantakan di meja makan. Ninda kemudian
melihat di kandang itik di letakan. Ternyata itik tersebuh sudah tidak ada Ninda
kemudian menyadari tulang-berulang di atas meja makan merupakan tulang dari itik
kesayangannya Ninda telah dimakan oleh sang kakak. Ninda kemudian menangis dan
mengubur sisa tulang dari itik tersebut setelah Andini pulang ibunya langsung
menanyakan perihal itik milik adinya dengan santai Andini menjawabnya ‘Sudah
kumasak karena aku lapar dan kalian tidak memasakan untukku hari ini. Menenarkan
keangkuhan anaknya, ibunya merasa sedih dan terpukul karena sifat anak sulungnya itu.
kini itik yang telah memberikan kesejahteraan pada keluarga tersebut telah
hilang. Andini semakin kesal setiap harinya karena harus kembali hidup serba pas-pasan
dan makan seadanya. Seandinya saja dia bisa menuggu sebentar saja dan mendengar
pesan ibunya pastilah keluarga mereka akan tetap sejahtera.

Karya: Arjun Ferdiansyah

13. TIGA IKAN

Pada suatu hari terdapat tiga ekor ikan yang hidup di sebuah kolam yang sangat
kecil. Pada sore hari beberapa nelayan melewati kolam tersebut dan melihat ikan-ikan
tersebut “Kolam itu penuh dengan ikan” mereka para nelayan berbicara satu sama lain
dengan bergembira. “Kitakan belum pernah menjaring di sini sebelumnya.” Salah satu
nelayan berbicara. “Kita harus datang lagi besok pagi dengan jaring-jaring kita dan
menangkap ikan-ikan ini.” Salah satu nelayan berbicara dengan temannya. Kemudian
nelayan tersebut pergi ke rumahnya masing-masing, telah sampai rumah nelayan itu
terus membenari jaring-jaring untuk besok pagi menjaring.
Ketika ikan yang paling tua mendengar ini dia gelisah. Dia pun memanggil
kedua ikan tersebut dengan berkata “Apakah kamu merdengar apa yang dibicarakan
nelayan itu tadi? Kita harus meninggalkan kolam ini sekarang kalau tidak nelayan itu
akan kembali lagi besok pagi dan mengambil kita semua” Ikan paling tua berbicara.
Salah satu ikan setuju “Kamu benar” dia salah satu ikan yang berbicara. “Kita harus
meninggalkannya sekarang.”
Tetapi ikan yang paling muda tidak setuju “Kamu cemas tanpa alasan, saya tidak
akan meninggalkan kolam ini.” Kata ikan yang paling muda. “Kita sudah cukup lama
tinggal di sini, karena itu saya tidak akan meninggalkan kolam ini. Kolam ini sudah
banyak keberuntungan saya ada di sini.” Kata ikan yang paling muda “Yaudah kalau
begitu saya akan pergi dari sini” kata ikan yang paling tua.
Dan ikan tertua pun meninggalkan kolam itu dan pada pagi hari ikan tertua pun
menampak nelayan itu menangkap ikan-ikan tersebut dan ikan yang paling muda pun
tertangkap dan ikan-ikan yang meloloskan diri pun selamat pergi ke tengah laut.
CERITA FANTASI
KELAS : VII-2
KELOMPOK : 3

14. MANUSIA KELELAWAR

Di suatu kota, ada profesor yang sangat terkenal namanya profesor Daiger.
Profesor Daiger selalu berada di dalam rauangan laboratoriumnya. Sehingga ia lupa
waktu. Profesor Daiger sedang meneliti seekor kelelawar.
Ia ingin membuat kelelawar itu bisa berbicara sama seperti manusia, dan
profesor Daiger pun mulai mengerjakan peelitiannya itu dan penelitiannya pun sudah
berhasil. Profesor Daiger pun merasa bangga dengan hasil penelitiannya itu.
Dan ia memberitahukan kepada warga sekitar akan hasil penelitiannya itu.
Namun manusia kelelawar itu berperilaku jahat dan kota pun diserang oleh manusia
kelelawar dan warga pun ketakutan warga kini sedang bersembunyi di tempat
persembunyian profesor Daiger.
Profesor Daiger memerintahkan kepada warga agar untuk tetap tenang dan
jangan panik. Profesor Daiger pun membuat ramuan untuk menidurkan para manusia
kelelawar yang sedang berkeliaran di kota.
Setelah ramuan selesai dibuat, profesor Daiger pun mencari perhatian kepada
manusia kelelawar dan manusia kelelawar pun mendekati profesor Daiger.
Para manusia kelelawar ciptaan profesor Daiger ingin memakan profesor Daiger.
Namun profesor Daiger tidak takut kepada manusia kelelawar itu karena profesor
Daiger sudah mempunyai senjata untuk menidurkan para manusia kelelawar itu.
Ketika manusia kelelawar itu ingin memakan profesor Daiger. Profesor Daiger
langsung menyemprotkan ramuannya dan semua manusia kelelawar itu tertidur pulas.
Dan profesor Daiger memberi ramuan penenang kepada manusia-manusia kelelawar itu.
Warga pun keluar dari tempat persembunyiannya dan warga pun senang bisa
bebas dari manusia kelelawar yang ganas itu. Ketika manusia kelelawar itu terbangun
dari tidurnya, warga merasa terkejut dan ketakutan.
Ternyata manusia kelelawar itu sudah menjadi baik dan memperbaiki kerusakan
yang mereka buat. Warga merasa senang dan begitu juga profesor Daiger. Para warga
berterima kasih kepada profesor Daiger. Dan warga juga memuji hasil ciptaan profesor
Daiger.
Dan profesor Daiger pun merasa berterima kasih kepada warga. Manusia
kelelawar ciptaan profesor kini sedang menjaga kota agar aman dari penjahat.
Ketika semua warga kota tertidur, tiba-tiba ada yang berteriak meminta tolong,
“Tolong..., tolong” ternyata warga kota yang berteriak meminta tolong. Warga kota
tersebut langsung berlari menuju ke ruang laboratoriuumnya profesor Daiger.
Lalu profesor Daiger langsung membangunkan para manusia kelelawarnya
dengan menggunakan remot controlnya. Ternayat yang mengganggu warga kota adalah
manusia ular ciptaan profesor Tritan.
Profesor Tritan adalah addik kandung profesor Daiger. Dulu profesor Daiger dan
profesor Tritan ditinggal pergi oleh orang tuanya saat berumur 2 tahun. Mereka dirawat
oleh kakek dan neneknya.
Pada saat profesor Tritan berusia 10 tahun. Profesor Tritan langsung menghilang
entah di mana perginya. Kakek, nenek, dan profesor Daiger mencari profesor Tritan ke
mana-mana namun belum juga bertemu.
Sampai profesor Daiger sudah dewasa. Pada saat inilah mereka bisa bertemu
kembali. Namun profesor Tritan tidak mengenal kakak kandungnya sendiri, malah
profesor Tritan membuat keributan, menghancurkan kota, warga-warga ketakutan dan
harus bersembunyi di mana, sedangkan tempat persembunyian profesor Daiger hancur
lebur diserang oleh manusia ular ciptaan Profesor Tritan.
Dan akhirnya manusia kelelawar ciptaan profesor Daiger marah langsung
menyerang manusia ular ciptaan profesor Tritan dan akhirnya semua manusia ciptaan
kedua profesor tersebut saling menyerang dan terjadi keributan dan akhirnya manusia
kelelawar dan manusia ular mati semua.
Profesor Tritan menyadari bahwa persaudaraan itu lebih penting dari pada
perkelahian antar saudara. Keduanya langsung saling bermaaf-maafan, saling
memaafkan dan akhirnya mereka tersatu lagi.

Karya: Devlin Rizky Syahputra

15. PIUS SI IKAN PAUS

Di suatu desa bernama desa Sukaragam hidupah seorang pemuda tampan yang
hanya mempunyai seorang ibu. Pemuda itu bernama Pius. Mereka tinggal diujung jalan
sukaragam di dekat laut. Pius itu adalah siluman ikan paus yang menyelinap ke desa itu
untuk mencari ibunya.
Pada saat itu ibu Pius ikut para nelayan ke laut untuk mencari ikan tetapi
sayangnya kapal yang ditumpanginya terbalik dan ibu Pius tertinggal di desa
Sukaragam. Pius sangat mengkawatirkan ibunya, Pius selalu mencari ibunya ke mana-
mana. Bahkan tidak ketemu juga. Pius telah mendengar kabar bahwa ada seorang
nelayan terjatuh di desa Sukaragam. Lalu Pius mencari ibunya di situ dan akhirnya pius
kembali bertemu dengan ibunya. Pius mengajak ibunya pulang, tetapi ibunya tidak mau.
Akhirnya mereka tinggal di desa itu.
Pada suatu hari Pius sedang berjalan-jalan di tepi laut. Pada saat itu ada seorang
nelayan yang ingin mencari ikan di laut. Nelayan itu bernama pak Kardi pun bertanya
“Hai anak muda, siapakah namamu??”, Mengapa engkau di sini??” namaku Pius pak”,
aku ingin melihat-lihat laut sekitar,” jawab Pius.
Tiba-tiba ibunya Pius datang sambil menjerit-jerit nama Pius. “Pius, Pius,”
ibunya pun menuju ke arah Pius dan saat itu pakaian ibunya sangat jelek. Pak Kardi
bertanya “Siapakah wanita tua ini wahai pemuda tampan??”, “Dia adalah ibuku!!”
jawab Pius. Terkejut pak Kardi dan bertanya “Apa!!! Ibumu??” apakah kau bercanda??
Kata nelayan itu. “Iya ini adalah ibuku!” jangan meremehkan ibuku!! Dia segalanya
bagiku. Sekali lagi kau menghina ibuku akan kulenyapkan engkau!!! Jawab Pius sambil
menekan nelayan itu. Nak, naaak ada-ada saja kau ini. Ibumu sangat jelek sedangkan
engkau sangat tampan. Jangan-jangan engkau bukanlah anak ibu ini, kata pak Kardi.
Cukup pak!! Kau sudah menyakiti hati ibuku dan hatiku. Lihat apa yang akan terjadi
pada dirimu nanti!! Jawab Pius.
Pak Kardi itu pun pergi menuju ke kapal untuk mencari ikan. Ibu, ibu pulang
saja, aku ingin di sini. Baiklah nak, jawab ibu. Ibunya pun pulang. Pius segera ke laut
dan menjadi seekor paus yang sangat besar. Dia pun mengejar kapal milik nelayan tadi.
Di tengah-tengah perjalanan ombak mulai tinggi dan kapal itu terombang-ambing
hingga membuat beberapa orang jatuh dari kapal dan salah satunya adalah bapak yang
mengejek Pius tadi.
Pius langsung menenggelamkan pak Kardi di dasar laut yang jauh. Tiba-tiba
Pius mendengar suara ibunya. Pius langsung ke tepi laut menemani ibunya. Ibunya
berteriak-teriak nama Pius. Pius pun datang pada ibunya dan berkata-kata sudah
kutenggelamkan bapak yang menghina ibu tadi. Ibu tak perlu sedih lagi. Bagaimana
dengan keluarganya anakku?? Biarkan saja bu, itulah akibat telah menghina ibuku.
Baiklah, nak ayo kita pulang!! Pius dan ibunya pulang.
Beberapa hari kemudian, warga mulai menyadari bahwa beberapa orang telah
menghilang. Warga mencari orang-orang yang telah hilang di dekat pantai, tetapi tidak
ketemu juga. Para nelayan lain mencari nelayan yang hilang tetapi idak satupun
ditemukan.
Seorang anak berkata: “Pak beberapa hari yang lalu aku melihat di laut ada
seekor ikan paus yang besar mendekati kapal para nelayan-nelayan itu tapi aku tidak
tahu apakah ikan paus itu menelan nelayan-nelayan itu ataukah tidak Pius pun berkata
“Nelayan-nelayan itu sudah kutenggelamkan!” Apa!! Mana mungkin engkau
menenggelamkan nelayan itu. Sedangkan kau hanyalah manusia biasa. Kalian telah
salah menilai aku, aku adalah seekor ikan paus. “Dia telah mengejek ibuku, maka aku
telah mlenyapkannya.” Kata paus. Terkejut seluruh warga mendengar kata Pius. “Siapa
yang telah kau lenyapkan??” tanya salah satu warga. “Aku telah melenyapkan pak
Kardi.”
Dia harus pergi dari sini, sebelum banyak korban yang kau lenyapkan!!” kata
keluarga pak Kardi. “Tidak akan kulenyapkan jika dia tidak berbuat salah padaku dan
ibuku!! Kata Pius.
“Baiklah kau kami izinkan tinggal di sini asal kau kembalikan warga itu.
“Baiklah.” Kata Pius. Ikut aku ke laut. Warga pun mengikuti Pius menyelam ke dasar
laut dan membawa pak Kardi. Pak Kardi telah meninggal dunia.
Akhirnya Pius berjanji tidaka akan melenyapkan warga asalkan warga itu tidak
menghina ibunya. Dan Pius pun diusir dari desa itu dan Pius pun berjanji ingin menjadi
ikan paus yang baik.

Karya: Imelda Kartika

16. BUNGA AJAIB

Dahulu kala hiduplah seorang pria yang bernama Budi Ahsan. Dia tersesat di
hutan dan tidak tau arah jalan pulang. Sementara itu Budi membuat tenda yang ia bawa
dan mencari kayu bakar untuk dijadikan api unggun. Dia tinggal sendirian di hutan dan
tidak ada seorang pun yang menemani.
Keesokan harinya ia mencari bantuan untuk ia pulang ke tempat asalnya dia
berjalan menelusurihutan sendirian. Tidak beberapa kemudian ia menemukan bunga
melati dan dia ia memetiknya. Tiba-tiba saja bunga itu berbicara ia kaget dan hampir
tidak percaya bahwa bunga melati itu bisa berbicara. Dan bunga itu bertanya “apakah
kau membutuhkan bantuan agar kau bisa pulang ke tempat asalmu?” dan si Budi
menjawab “Ya, bunga melati aku ingin pulang dan aku tidak mau terjebak di hutan
selamanya.”
Akhirnya bunga melati itu menjawab “baiklah aku akan membantumu untuk
pulang ke tempat asalmu.” Dan si Budi berterima kasih kepada bunga melati itu.
“Terima kasih bunga karena engkau membantuku untuk mencari jalan keluar untuk aku
pulang.” Bunga melati itu menjawab “Sama-sama temanku tapi engkau harus pulang ke
tendamu karena hari semakin gelap.” Budi menjawab “Baiklah aku akan pulang ke
tendaku.”
Keesokan harinya ia terbangun dari tidurnya dan ia terkejut tiba-tiba saja ia
sudah di kamarnya. Budi berbicara dalam hati “Benar kata bunga melati itu sekarang
aku sudah pulang ke rumahku.”
Akhirnya dia tidak akan pernah melupakan jasa bunga melati itu. Berkata dia
Budi bisa pulang ke tempat asalnya. Dan dia sempat berpikir bahwa bunga melati itu
benar-benar ajaib.
Beberapa menit kemudian, Budi pun membersihkan diri karena pada saat di
hutan dia tidak mandi dan pada saat dia siap membersihkan badan ia pun pergi ke
kamarnya. Tiba-tiba saja ia terkejut bahwa di tempat tidurnya ada bunga melati yang ia
temukan pada saat di hutan dan akhirnya dia bertanya “Bunga, mengapa engkau berada
di kamarku?”, bunga itu menjawab ‘Aku cuma mau memastikan kalau kamu dalam
keadaan baik-baik saja” dan Budi menjawab dengan penuh rasa heran “Mengapa
engkau mengkawatirkan aku bunga melati?” bunga ini menjawab “Karena aku ingin
melindungimu.” “Kenapa” Budi terkejut. Bunga itu menjawab karena ada seorang yang
ingin menyakitimu!”
Akhirnya, budi menjawab “Sudahlah bunga kamu tidak usah mengkawatirkan
aku dan aku ingin menjaga diriku sendiri bunga. “Akhirnya bunga itu pun menghilang
dengan tiba-tiba. Budi pun beristirahat untuk menghilangkan rasa lelahnya.
Ketika malam hari tiba, tiba-tiba ada seorang yang berada di dekat jendela
kamarnya ia pun ketakutan dan tidak tau harus berbuat apa. Tiba-tiba angin bertiup
sangat kencang ia pun meminta tolong kepada bunga melati itu.
“Tolong-tolong bunga melati datanglah aku sangat ketakutan dan aku akan
berjanji akan mendengarkan nasihatmu, bunga,” tidak beberapa kemudian bunga melati
itu datang, akhirnya, Budi pun merasa lebih baik karena bunga itu sudah datang.
Dan tiba-tiba saja bunga melati itu berubah menjadi manusia. Ia sangat-sangat
terkejut melihat bunga melati itu berubah menjadi manusia. Akhirnya bunga itu
melawan sosok yang wujudnya pun seperti manusia yang sangat jahat.
Tidak beberapa kemudian akhirnya manusia jahat itu kalah dan musnah dan
menjadi abu karena yang melawan bunga melati itu adalah manusia vampir. Setelah
selesai pertarungan Budi pun menghampiri bunga melati itu. “Bunga aku sangat
menyesal karena tidak mendengarkan nasihatmu.” Bunga itu menjawab “Tidak apa-apa
yang pentiing kamu sekarang dalam keadaan baik-baik saja.” Terima kasih bunga
karena engkau sudah memaafanku. Dan aku sempat berpikir bahwa engkau tidak akan
datang menolongmu.” Siapa bilang aku tidak akan datang menolongmu?” kata bunga
melati itu.
Dan Budi menjawab “Sekali lagi aku minta maaf dan berterima kasih atas
bantuanmu bunga.” Sama-sama Budi, tapi engkau harus beristirahat dan tidak usah
memikirkan kejadian yang tadi ya...” iya bunga sekali lagi aku inta maaf ya... bunga aku
sangat menyesal.”
Tiba-tiba saja bunga melati itu menghilang dan Budi pun akan mengingat pesan
dan jasa yang sudah diberikan kepadanya.

Karya: Dini Cahyaningtias

17. MANUSIA SERIGALA

Di sebuah kota kecil, tingalah seorang anak yang bernama Galng, Galang tinggal
bersama ibu dan ayahnya, dan Galang adalah siswa kelas enam SD.
Pagi hari Galang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dan dia berpamitan dulu
kepada ibunya.
“Bu, Galang berangkat ke sekolah dulu ya.” Kata Galang sambil bersalaman
sama ibunya.
“Iya nak, hati-hati ya” kata ibu Galang sambil tersenyum.
Galang pun mengambil tasnya lalu pergi lewat pintu depan.
Galang berjalan ke arah perempatan dan dia melihat teman-temannya sudah
menunggunya.
“Hai teman-teman, sudah lama menunggunya?” kata Galang meyapa teman-
temannya.
“Tidak juga sih” kata salah satu temanya Galang.
“Ayo kita berangkat” kata Galang.
“Ayo” kata teman Galang
Galang bersama teman-temannya pun pergi ke sekolah bersama-sama,
sesampainya di sekolah Galang dan teman-temannya melakukan pekerjaan mereka yaitu
menyapu lantai kelas. Setelah menyapu kelas mereka pergi ke kantin untuk membeli
sarapan. Sehabis sarapan Galang dan teman-temannya kembali ke kelas.
Bel berbunyi, Galang, teman-temannya, dan seluruh siswa masuk ke kelas
beberapa saat kemudian pak guru masuk ke kelas. Pak guru menyampaikan bahwa
besok seluruh kelas enam A dan kelas enam B akan camping, semua anak-anak senang
dan mereka bersorak-sorak.
Bel pulang akhirnya berbunyi semua murid termasuk Galang dan teman-
temannya mengambil tasnya dan ketua kelas menyiapkan seluruh murid setelah itu
semua murid pulang.
Galang dan teman-temannya pulang bersama dan saat di perempatan mereka
berpisah.
“Teman-teman nanti kita kupul di sini ya.” Kata Galang
“Okay” kata teman-teman Galang.
Sesampainya di rumah Galang langsung ganti baju dan dia makan nasi. Setelah
selesai dia berpamitan kepada ibunya.
“Bu, Galang pergi main dulu ya” kata Galang sambil bersalaman.
“Iya, jangan pulang terlalu sore” Kata ibu Galang.
“Iya, bu” kata Galang
Lalu Galang pergi ke perempatan dan dia melihat temannya belum berdatangan,
masih dua orang.
“Mana yang lainnya” tanya Galang.
“Blom datang” kata teman Galang
“ooo” kata Galang
Lalu dua orang teman Galang datang.
“Kok terlambat sih” kata Galang
“Iya tadi kami di suruh beli” kata teman Galang
“ooo” kata Galang
“Ayo pergi” kata Galang
Lalu semuanya pergi ke lapangan sepak bola. Mereka melihat pertandingan
sepak bola antar klub dragon vs klub singa.
Setelah lama mereka menonton bola, sore hari pun datang Galang dan teman-
temannya pulang ke rumah. Sesampainya mereka di perempatan mereka pun berpisah.
“Daaa, jumpa besok ya di lapangan sekolah” kata Galang.
“Okay” kata semua teman-teman galang.
Sesampainya Galang langsung mandi lalu ia ganti baju dan ia makan malam.
Pagi hari tiba, Galang bersiap-siap untuk camping. Galang membawa tenda,
bekal, dan minuman untuk waktu tiga hari. Setelah selesai Galang berpamitan kepada
ibunya.
“Bu, Galang pergi camping dulu ya” Kata Galang.
“Iya, hati-hati ya di sana” kata ibu Galang.
“Iya, bu” kata Galang.
Galang lalu pergi ke perempatan menyusul teman-temannya, setelah itu mereka
pergi ke lapangan sekolah bersama-sama. Sesampainya di sekolah Galang lapangannya,
Galang langsung baris untuk menentukan bis yang akan di naiki. Setelah berbaris
galang sudah tau bis mana yang akan dia naiki.
Lalu mereka berangkat menuju tempat camping. Di sepanjang perjalanan Galang
dan semua murid bernyanyi-nyany, setelah lama mereka diperjalanan akhirnya mereka
sudah sampai di tempat campingnya.
Bu guru dan pak guru mengatur semua muridnya untuk memasang tenda.
“Anak-anak pasang tenda di tempat yang sudah di atur ya”. Kata bu guru
menyampaikan kata-kata kepada galang dan semua murid.
Galang langsung memasang tendanya. Setelah sore hari Galang dan teman-
temanya disuruh bu guru untuk mencari kayu bakar. Galang dan teman-temannya
mencari kayu bakar.
“Teman-teman, kita mencar aja biar dapat kayu bakar banyak” kata salah satu
teman Galang.
“Okay, tapi nanti kita kumpul lagi di sini ya” kata Galang
Galang dan teman-temannya berpencar Galang sudah dapat banyak kayu bakar,
tetapi Galang tersesat dan dia tidak membawa kompasnya. Tiba-tiba Galang mendengar
suaru serigala, Galang ketakutan dan dia berjalan mundur dia tidak tahu kalau di
belakangnya ada jurang.
Tiba-tiba Galang terjatuh masuk ke jurang dan kepala Galang terbentur dan dia
tidak sadarkan diri. Tiga jam kemudian sadarkan diri dan dia mendengar suara serigala,
semakin lama suaranya semakin terdengar kencang. Dan serigala itu muncul dihadapan
Galang tiba-tiba Galang digigit oleh serigala.
Galang pun pingsan lagi sesaat dia terbangun saat dia ingin melihat tiba-tiba
badannya spontan badannya seperti bisa meloncat tinggi, setelah itu Galang kembali ke
tempat kemah dan dia melihat tempat itu sudah tidak ada.
Galang mengingat jalan yang dia telusuri saat dia berada di jalanan. Dan dia
sudah ingat lalu dia berlari kencang. Pagi hari pun tiba dia langsung berlari terus
kembali ke rumahnya. Sesampainya di depan rumah Galang langsung masuk ke dalam
rumah.
Setelah masuk Galang merasa kelaparan dan dia membuka kulkasnya dia
melihat ada daging mentah dan dia memakannya. Lama kelamaan Galang sudah sadar
bahwa dia sekarang telah menjadi manusia serigala.
Pada waktu bulan purnama tiba tubuh Galang menjadi serigala, muncul bulu-
bulu di sepanjang tangan Galang dan muncul gigi panjang dan tajam Galang langsung
pergi keluar supaya ayah dan ibunya tidak mengetahui bahwa dia sekarang telah
menjadi serigala.
Galang pergi ke suatu tempat yang sepi yang tidak ada orangnya. Galang
mencari ayam dan dia memakannya hidup-hidup. Setelah bulan purnama selesai Galang
pulang ke rumah.
Dan saat itulah Galang selamanya menjadi manusia serigala.

Karya: Indri Nur Mutiara

18. NELAYAN SERAKAH

Di sebuah Kalimantan Barat terdapat sungai yang lebar dan panjang. Sungai ini
terkenal di seluruh Indonesia. Namanya sungai kapusa. Sungai kapuas ini banyak
cabangnya. Cabang-cabangnya berupa sungai. Sungai yang kecil dan jumlahnya
banyak. Salah satu cabangnya adalah sungai kawat. Mengapa dinamakan sungai kawat!!
Sungai kawat terletak di kota Sintang, Kalimantan Barat. Ketika kota Sintang
baru didirikan oleh Djubair hiduplah seorang nelayan sungai dengan istri dan anak-
anaknya. Mereka tinggal tidak jauh dari sungai kawat itu.
Kedua nelayan itu tergolong miskin. Setiap hari sang ayah hanya
menggantungkan hidupnya dari menangkap ikan. Kadang-kadang mujur, tetapi ada
kalanya sehari penuh ia tidak mendapatkan seekor ikan pun.
Pada suatu hari, nelayan itu pergi memancing. Ia membawa dua buah pancing.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kemungkinan jika pancingnya putus ia dapat
menggunakan pancingnya yang sebuah lagi.
Ia mendayung perahunya masuk ke sungai kawat (saat itu belum ada namanya)
setelah pancing itu diberi umpan. Pancing itu diulurkannya ke air dan ia menunggu
pancingnya ditarik oleh ikan. Matahari telah tinggi, namun tidak seekor pn yang
mendekati pancingnya si nelayan, apalagi untuk memakan umpannya. Akan tetapi,
nelayan itu tidak lekas putus asa. Telah beberapa kali ini ia berpindah ke sungai itu
tetapi keadaanya sama saja. Nelayan itu telah bertekad bahwa jika ia pulang ke
rumahnya ia harus membawa ikan untuk anak dan istrinya walaupun hanya seekor.
Ketika matahari mulai condong ke ufuk Barat ia mendayung perahunya lebih ke
Hulu sungai dengan harapan di sana ad ikan yang akan lebih menarik pancingnya. Di
sebelah teluk kecil yang banyak batunya, nelayan itu berhenti. Tanah di sekitar tempat
itu berlumut dan tumbuhi kayu-kayu yang besar. “Mungkin di sini banyak ikannya”
Pikir nelayan itu.
Ia mulai mengganti umpan pancingnya dengan umpan yang baru. Kemudian
pancing itu diulurkan ke dalam air, setelah begitu lama ia menunggu, tidak ada tanda-
tanda pancingnya akan dikasih oleh ikan. Ketika matahari hampir terbenam dan nelayan
itu akan pulang tiba-tiba pancingnya ditarik dengan begitu keras dari dalam air. Nelayan
itu mengangkat ke atas “Ah besar sekali ikan ini,” pikir nelayan itu.
Ikan itu menyakut di pancing dan menarik tali pancing itu ke sela-sela batu yang
ada di tepi sungai. Tali pancing terus terus diulur lebih panjang oleh si nelayan agar
pancing tidak putus. Ketika tarikan dari dalam air mulai melemah, nelayan itu menarik
kembali tali pancingnya ke atas. Pada saat si nelayan sedang menarik pancingnya tali
pancing itu ditarik kembali dari dalam air mengarah ke tengah sungai. Dengan cepat
nelayan itu mengeluarkan pancingnya kembali agar tidak putus. Ketika itu hari mulai
semakin gelap. Tambahan lagi daun-daun yang rimbun menambah kegelapan di tempat
itu. Nyamuk-nyamuk yang mengerubungi si nelayan tidak dihasilkannya. Pikirannya
hanya setuju pada ikan yang diperolehnya.
Pada saat tarikan dari air ke tengah sungai, perahu nelayan itu ikut ketarik ke
tengah sungai. Teluk ikan itu cukup dalam. Warna airnya tampak kehitam-hitaman
karena hari telah gelap.
Akhirnya tarikan dari alam air mulai melemah. Si nelayan mulai menarik
kembali tali pancingnya ke atas. Akan tetapi ikan itu belum tampak. Nelayan itu lebih
berhati-hati agar ikannya tidak lepas.
Ketika seluruh tali pancingnya telah terangkat, tidak seekor pun tampak yang
menyangkut pada pancingnya adalah ujung tali kawat.
“Wah, ikannya lepas” pikir si nelayan itu. Tangannya menjangkau ujung kawat
dalam yang menyangkut pancingnya. Ia mengganti ujung kawat dalam keremangan
malam. Tampak olehnya kawat itu berwarna kekuning-kuningan. Setelah diketahui
bahwa kawat itu adalah kawat emas, ia mulai menariknya.
Satu depa, dua depa, ia merasa belum cukup juga, padahal kalau dia mau
bersyukur dengan satu, dua depa saja hidupnya akan berkecukupan, tidak akan
menderita kemiskinan. Namun sifat seraka telah merasuki dirinya. Dia ingin menjadi
orang kaya di kampungnya, maka ia ingin mendapatkan kawat emas itu sebanyak-
banyaknya, ia terus menarik dan menarik kawat emas itu dari dalam sungai, meskipun
sudah lama ia menariknya kawat itu belum juga habis.
Ah panjang sekali, aku akan menjadi orang yang paling kaya di seluruh dunia.
Pikir si nelayan. Ia terus menarik kawaat itu tanpa menghiraukan hari semakin gelap.
Sesampainya penuh dengan gulungan kawat emas. Ia terus menarik dan menarik kawat
emas yang tidak ada habisnya itu.
Dari dalam air terdengar suara. “Sudaaaaaahh, sudahlah potong saja kawatnya.
Namun si nelayan tidak menghiraukan suatu itu, ia terus menarik dan menarik
kawat itu karena ia ingin cepat menjadi orang kaya. Terdengar lagi suara dari dalam air
memperingatkan untuk kedua kalinya, “Potooong potoong sajaaaa!”

Berhentiiiii.....1! Jangan diteruskan.

Akan tetapi nelayan itu tetap tidak peduli, nelayan itu sudah terlalu penuh
dengan kawat emas maka air mulai masuk ke dalam kapal si nelayan.
Si nelayan yang telah menjadi rakus tetap belum berhenti menarik kawat.
Sementara perlahan-lahan air terus merambat ke dalam perahu. Nelayan itu baru sadar
setelah air benar-benar telah memenuhi perahunya. Namun terlambat seketika itu juga
perahu itu tenggelam bersama si nelayan ke dasar laut.
Nelayan itu tidak pernah timbul, ia mati di dasar sungai akibat keserakahannya
yang berlebihan. Itulah sebabnya sungai itu dinamakan sungai kawat.

19. LEGENDA DEWI BULAN


Bulan Jelita adalah anak dsri seorang petani miskin yang tinggal di pedesaan.
Karena sangat miskin tidak ada yang peduli dengan keluarganya. Bulan Jelita memiliki
penyakit kulit yang aneh di wajahnya sehingga menyebabkan kulitnya menghitam dan
kusam. Jika tidak mengenalnya sebelumnya orang-orang akan mengira ia adalah
monster atau jelmaan hewan yang buruk rupa.
Masyarakat di desa itu sangat takut menghadapi Bulan Jelita dan karena selain
wajahnya yang seram juga takut tertular penyakit Bulan Jelita warga desa selalu
mencibir dan mencemoh Bulan karena wajahnya, ketika hendak keluar rumah, Bulan
Jelita selalu menutup wajahnya agar penduduk desa tidak jijk ketika berpapasan
denganya.
Di suatu malam, Bulan Jelita bermimpi bertemu dengan seseorang pangeran
tampan dan sangat ramah. Setelah mimpi tersebut. Bulan Jelita selalu memikirkan
wajah tampan dan tingkah laku pangeran. Sehingga Bulan Jelita sangat mengharapkan
kehadiran pangeran tersebut di dunia nyata. Keinginannya yang kuat itu membuat Bulan
Jelita selalu memimpikan pangeran setiap malamnya.
Suatu hari, Bulan Jelita menceritakan mimpinya kepada sang ibu dan
mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan sang pangeran tampan. Sang ibu
yang merasa anaknya tidak pantas untuk bertemu pangeran lantas berujur “Sudahlah
Bulan anakku, kau tidak pantas bertemu pangeran. Lupakan saja mimpimu itu. Itu tidak
akan menjadi kenyataan dan jangan pernah bercerita kepada tetangga.”
CERITA FANTASI
KELAS : VII-2
KELOMPOK : 4

20. KSATRIA DESA


Pada suatu malam di desa Jangkar Karang lahirlah seorang anak laki-laki. Amak
itu lahir secara tidak normal karena hanya mata kanannya saja yang terbuka. Mata
kirinya tidak bisa dibuka sama sekali. Ibunya sangat terkejut melihat kondisi anaknya
yang lahir. Kemudian sang ayah mengangkat anaknya lalu berkata “Akan kunamakan
anak ini, Kekasih”.
Dan 10 tahun kemudian Kekasih tunbuh seperti anak-anak lainnya, hanya saja
dia tidak suka bermain bersama teman-temannya, dan lebih suka mengurung diri di
rumah. Ia tidak mau keluar rumah karena teman-temannya tidak mau bermain
dengannya. karena selalu mengacaukan permainan. Alasan mereka tidak ingin bermain
dengannya karena beberapa bulan yang lalu Kekasih bersama teman-temannya bermain
bola di lapangan. Tiba-tiba wajah kekasih tertendang bola sampai-sampai mata kirinya
terluka. Tapi anehnya mata kiri Kekasih berwarna biru mencolok. Teman-temanya pun
ketakutan dan lari menjauhi Kekasih. Kekasih pulang ke rumah. Ibu Kekasih terkejut,
melihat mata kekasih yang berwarna biru cerah itu. Sejak kejadian itu, mata kiri
Kekasih selalu ditutup oleh ikat kepala.
Sekarang umur Kekasih sudah 17 tahun. Tetapi, ia tidak pernah pergi ke luar
desa dan ia hanya kerja membantu orang tuannya. Selalu saat Kekasih pergi
menangkap ikan di sungai dekat pasar. Lalu ia mendengar keributan akibat anak-anak
buah dari ketua penjahat yang bernama Gordon. Anak buah Gordon memang sering
berada di pasar untuk mencari mangsa. Kali ini yang menjadi korban adalah nenek
penjual sembako. Kekasih merasa kasihan terhadap nenek tua itu lalu ia
menghampirinya. Anak buah Gordon mengambil uang dari nenek tua itu lalu hendak
pergi. Sementara pada pedagang lainnya hanya bisa diam seperti patung.
Ketika penjahat itu ingin pergi, Kekasih berkata pada mereka, “Kalian tidak bisa
berbuat semena-mena kepasda warga di sini”. Para penjahat itu menoleh ke belakang.
“Siapa yang berani berkata seperti itu”. Kata penjahat itu dengan wajah marah. “Aku di
sini yang bicara”. Kata Kekasih sambil menantangnya. Tanpa berpikir lagi penjahat
mengambil goloknya dan hendak menyerang Kekasih.
Kekasih membuka mata kirinya. Penjahat itu terkejut dan terdiam sejenak.
Tanpa sadar Kekasih melompat dan meyerang penjahat itu sampai-sampai pejahat itu
terpental jauh. Kemudian Kekasih terkejut sekaligus kagum atas apa yang telah dia
lakukan. “wahh... apakah ini kekuatanku”. Rasa kagum Kekasih. Penjahat itu semakin
marah dan memanggil kawannya. Akhirnya terjadi pertempuran antara Kekasih dan
kawan penjahat. Kekasih memancing kawanan penajahat itu ke tempat yang sepi agar
tidak ada berusakan akibat pertempuran mereka. Kawanan penjahat itu mengikuti
Kekasih ke lapangan bola kaki.
Pertempuran hebat pun terjadi antara Kekasih dan kawanan Penjahat itu.
Kekasih mengangkat tangannya. Lalu menyerap kekuatan dari atas langit. Mata kiri
Kekasih berubah warna menjadi warna Merah dan seketika itu banyak petir yang keluar
dari tubuh Kekasih. Dan menyambar para penjahat itu sehingga hangus terbakar.
Namun masih ada satu penjahat yang masih hidup dan kabur.
Kemudian penjahat itu nelaporkan kejadian tadi kepada ketuannya yaitu Gardon.
Penjahat itu menceritakan semua kejadian tadi pada Gardon. “Apa...? semua anak
buahku dikalahkan oleh seorang anak desa... kurang ajar”.marah Gardon sambil
membanting minumannya. Gardon pun membawa senjata paungkasnnya yaitu kapak
raksasa. Gardon pun mendatangi Kekasi di lapangan bola kaki. “Beraninya kau
menghabisi anak buahku”. Kata Gardon sambil marah. “Aku menghabisi anak buahmu
karena mereka telah berbuat semena-mena terhadap para pedagang di pasar”. Kata
Kekasih menjelaskan.
Peretempuran satu lawan satu pun terjadi antara Gardon dan Kekasih. Mereka
pun saling bertarung dan adu kekuatan. Kekasih pun mengeluarkan jurus
pamungkasnya dan mengalahkan Gardon. Gardon pun tidak terima atas kekalahannya
dan memanggil ilmu-ilmu hitam. Ilmu hitam itu memasuki tubuh Gardon dan Gardon
mulai menjadi besar seperti raksasa. Tetapi Kekasih tidak takut sama sekali dan sekejap
menutup matanya dan menyerap energi-energi alam. Lalu ia menghentakan kakinya ke
tanah dan tiba-tiba Kekasih melayang di udara. Kekasih mengankat tangan kanannya
dan digenggamanya mulai muncul pedang sakti. Lalu dengan kecepatan kilat Kekasih
menembus tubuh Gardon dengan pedang sakti itu. Kemudian Gardon hancur menjadi
abu.
Kekasih merasa tenang dan menutup kembali mata kirinya. Peduduk desa mulai
berdatangan akibat suara berisik dari pertempuran mereka. Kemudian warga memberi
gelar ksatria kepada Kekasih. Kekasih pun digotong dan di bawa keliling desa.

*--Selesai--*

Karya: Febri Kurniawan


1. RAJA DARI NEGERI DELIMA

Di dataran tinggi berdiri sebuah negeri yang memiliki kekuatan militer yang
hebat. Orang-orang di sana masing-masing mempunyai satu roh pelindung. Setiap roh
sama-sama berusaha agar majikan mereka tidak dilukai. Karena itulah, semakin kuat
majikan mereka mengarahkan, semkin kuat juga roh pelindung yang mereka miliki.
Pemilik roh terkuat tidak lain adalah Raja Siwang. Dia raja yang berambisi besar,
banyak negeri yang dijajahnya.
Musim dingin mendominasikan negeri Delima, hampir sebagian besar dalam
setahun, wilayah tertutup dengan salju. Di tengah kondisi negeri yang suram. Raja
Siwang mengambil banyak gadis-gadis muda untuk dijadikan selir dan gundik.
Kemudian melahirkan anak laki-laki dengan begitu calon penerus tahta terjamin, tidak
perduli pada permaisuri dan putri sendiri. Permaisuri kabur bersam putrinya karna terus-
menerus ditindas oleh suaminya.
Akhirnya setelah beberapa hari, permaisuri kelelahan, ketika dilihatnya putrinya
menangis, dia merasa bersalah, selama ini ia tidak perduli kepada putrinya. Ketika
diselimuti keputusasaan dia tidak sengaja bertemu dengan naga putih yang kelaparan.
Naga putih itu merupakan roh yang telah ditinggal mati oleh pemiliknya. Namun,
walaupun makhluk itu kelaparan ia tidak berani menyerang permaisuri yang mempunyai
roh suci. Sesaat kemudian, terbesit dalam benakny sebuah cara untuk membalaskan rasa
sakit hatinya selama ini.
‘Naga putih, aku adalah permaisuri sah dari raja Siwang penguasa neger
Delima” katanya sambil memegang erat tangan mungil putrinya.
“Apa keinginanmu, wahai permaisuri negeri Delima?” tanya sang naga.
“Aku akan menolongmu, jadikanlah aku santapanmu, dengan memakanku, kau
juga akan mendapatkan kekuatan dari roh pelindungku” kata permaisuri.
“Penawaran yang menarik...” gumam naga putih
“Lalu apa yang kau inginkan dariku?” tanpa sadar air mata permaisuri metes.
Dengan yakin ia berkata.
“Jagalah putriku dan melaluinya, balaskan dendamku pada raja Siwang” Naga
putih tidak langsung menjawab, sejenak dia memandang putri kecil yang ada di
samping ibunya. Anak itu masih polos, namun tatapan matanya sangat kuat, setara yang
dimiliki kaisar.
Sedangkan di istana para selir saling bertikai mengenai putra siapa yang kelak
akan menjadi pewaris takhta, mereka saling menjatuhkan satu sama lain, salah seorang
selir kemudian membuat guna-guna untuk raja, dia ceroboh sehingga yang terjadi justru
malah petaka. Raja Siwang kerasukan roh pelindungnya sendiri sehingga lepas kontrol,
dia membunuh semua selir dan anak-anaknya yang masih kecil.
Rakya negeri Delima pun dicekam ketakutan, raja Siwang berubah menjadi
kanibal. Prajurit juga telah dia bunuh dan dijadikan santapan.
Beberapa hari kemudian, hadirlah seorang gadis kecil berpenampilan lusuh
bermantelkan sobekan kain yang penuh noda darah menyerobos masuk ke dalam istana,
mayat yang belum disingkirkan sangat menyengat, onggokan daging itu membusuk,
gadis itu tidak takut karena ia telah melihat pemandangan seperti itu sebelumnya
tubuhnya yang pasrah dicabik-cabik oleh taring naga putih ketika menyadari kehadiran
orang lain dalam mahligainya. Raja Siwang menoleh didapatinya gadis kecil itu sedang
menatapnya dengan mata yang sangat tajam, tidak disangka, dia ingat siapa anak yang
berdiri dihadapannya.
“Ravia...” ucapnya pelan, tidak ada bedanya dengan bisikan.
“Ayah...” Panggil Ravia berat.
“Ravia akan... menuruti keinginan ibu... ayah... harus mati” di saat itu jugalah
nampak wujud naga putih di belakang Ravia raja Siwang tewas seketika, jeritan raja
Siwang melengking di kesunyian malam akibat jantungnya robek karna dicabik-cabik
oleh taring naga putih.
“Ravia, yang akan... menduduki takhta negeri ini” ujar Ravia.
“Jagalah negeri ini nak, buat negeri ini aman dan damai dari segala hal-hal yang
buruk, dan jika kau membutuhkan bantuan panggilah naga putih ini, ia akan segera
menolongmu “ Kata permaisuri yang kemudian hilang meninggalkan Ravia dan naga
putih”. Dan akhirnya Ravia yang menjadi penerus takta ayahnya semua rakyat hidup
dengan tenang dan damai.

Karya: Intan Nur’aini


2. BUKU KOSONG

Ketika libur sekolah telah berakhir ada seorang anak kelas VII-2 sedang
berangkat sekolah yang pada waktu itu sedang turun hujan. Sebut saja dia Sinoni. Di
saat Sinoni hampir sampai di sekolahnya tiba-tiba ada petir yang menyambar kotak
kardus bekas, lalu ia penasaran dengan kotak kardus yang disambar petir itu, dan
kemudian menemukan sebuah buku kosong polos yang ntah kenapa tidak basah saat
terkena hujan.
“Wah! Rezeki ini dapat buku tulis, kosong lagi pas lagi aku baru masuk sekolah.
Lumayan juga dapat buku tambahan baru. Sinoni berkata pada dirinya sendiri.
Menjelang ulangan kenaikan kelas, Sinoni mengalami bencana rumahnya habis
terbakar. “Maafkan ibu ya nak” ibunya Sinoni berkata dan memeluk Sinoni karena
menyesal telah ceroboh dalam menggunakan kompor gas. “Tidak papa buk” kata
Sinoni sambil menangis. “Ibu dan bapak baik-baik sajakan?” tanya Noni ke orang
tuanya “Ibu dan bapak baik-baik saja nak” Jawab bapaknya Sinoni. Keesokan harinya
Sinoni kembali ke rumahnya yang hangus terbakar untuk mencari apakah ada sesuatu
yang bisa diselamatkan. Dan akhirnya Sinoni menemukan buku polos kosong yang
ditemukan waktu ia sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah waktu hari itu. “Inikah
buku yang aku temui di dalam kardus yang tersambar petir.” Gumam Sinoni pada
dirinya sendiri. Lalu Sinoni pulang ke rumah nenek dan kakeknya yang tidak jauh dari
rumahnya. Lalu ia menceritakan hal tersebut ke kakeknya. Kemudian Sinoni pergi ke
kamarnya dan mulai penasaran kenapa buku tersebut bisa selamat tanpa ada kertas yang
koyak dan terbakar padahal semua telah hangus. Dan benar saja di halaman pertama
buku tersebut ada daftar pelajaran yang berupa catatan lengkap yang sama persis dengan
buku catatan Sinoni terbakar.
Waktu demi waktu berlalu dan sampai pada hari Sinoni akan menghadapi
ulangan umum kenaikan kelas. “Semoga aku bisa berhasil mengisi semua soal yang ada
di kertas ulangan tersebut.” Doa Sinoni sebelum ulangan dimulai. Sinoni bersyukur
karena telah menyelesaikan ulangan selama satu minggu tersebut. Tiba saatnya di mana
Sinoni akan mengambil rapor belajarnya selama satu tahun ini. Ketika nama Sinoni
dipanggil buat maju ke depan ia dengan gugup karena baru saja Sinoni terkena bencana
yang membuatnya kehilangan buku catatannya yang merupakan bahan untuk
dipelajarinya. Dengan merasa bingung dengan hasil ulangannya, Sinoni membuka
rapornya tersebut dengan perlahan-lahan.
Akhirnya Sinoni berhasil naik kelas dengan mendapatkan juara 3 dengan wajah
senang dan gembira Sinoni pun pulang ke rumahnya dengan menunjukan hasil rapor ke
orangtuanya.
Sinoni lalu kembali ke kamarnya dan membuka buku kosong yang ajaib itu.
Semua catatan tersebut seperti baru kembali tanpa adanya coret-coretan atau tulisan
yang pernah ia lihat. Seketika saat itu Sinoni sadar bahwa itu adalah buku kosong ajaib.
Karya: Maharani

3. BARANG ANTIK

Ini tentang tiga orang anak perempuan yang selalu main bersama. Mereka tidak
pernah pisah mereka bernama Nabila, Nisa, Wilda.
Pada suatu hari mereka pergi ke toko barang antik. Ketika mereka di sana
mereka melihat banyak barang antik yang sangat agus dan nampak sangat tua.
Mereka mengelilingi toko itu bersama-sama. Ketika mereka sudah agak lam di
toko itu, mereka duduk dan memakan roti yang dibawa oleh Nabila. Setelah selesi
mereka berkeliling lagi di toko antik itu, tiba nisa memegang sebuah senjata perang
Belanda yaitu senjata api. Tidak tahu entah kenapa tiba-tiba ada banyak kabut putih
tebal mengelilingi memenuhi semua ruangan di toko itu. Tiba-tiba mereka menghilang.
Mereka terkeut, mereka seakan-akan ada di zaman Belanda.
Mereka melihat banyak tenda-tenda Belanda, tetapi tidak ada orang, dan hanya
ada mereka saja. Mereka tidur-tidur di tenda itu, tidak beberapa lama tiba-tiba ada
pasukan Belanda datang ke tenda mereka. Mereka terkejut langsung ditangkap oleh
Belanda dan dikurung oleh Belanda, mereka hanya bisa menangis.
Mereka bertiga sudah satu hari dikurung di penjara besi lalu Wilda berkata
“Bagaimana ini ibuku pasti mencariku. Ia, ibuku pasti kawatir dengan aku.” Nisa
menjawab “Iya aku pasti dicari juga” Nabila berkata “Entah apa kita datang ke toko itu,
ternyata toko itu menyimpan barang-barang yang bisa membuat mala petaka.”
Tiba-tiba ketika mereka tidur, ada seorang gadis cantik datang menghampiri
mereka. Lalu membuka pintu penjara itu, dan menyuruh mereka keluar lalu ia
menyuruh mereka mengikutinya, ia masuk ke dalam hutan, mereka terus berjalan
mengikuti gadis itu.
Sudah agak lama mereka berjalan tapi belum juga sampai, mereka tidak tahu
akan dibawa ke mana. Lalu nisa bertanya “Kita akan ke mana, aku sudah lelah dari tadi
berjalan terus.” Lalu gadis itu berhenti dan menunjukan senjata api yang sama seperti
yang dipegang oleh Nisa. Lalu gadis itu menyuruh mereka memegang senjata itu.
Tiba-tiba kabut putih tebal datang menyelimuti mereka. Tidak beberapa lama
mereka ada di toko itu. Lalu mereka melihat jam dan ternyata masih jam 04.00 WIB.
Padahal mereka sudah hilang di zaman Belanda selama berhari-hari. Dan mereka
pulang. Sejak hari itu mereka bertiga tidak datang ke toko antik itu.

Karya: Nabila Khairunnisah


4. MESIN WAKTU

Di tahun 2081, di mana dunia sudah dikuasai oleh teknologi yang canggih, ada 3
sahabat bernama Febri, Adit, dan Ferdi. Mereka bertiga tinggal di kota Medan, mereka
bersekolah di SMPN 1 Pegajahan, jika pulang mereka selalu bersama.
Keesokan harinya, mereka ke sekolah bersama, setelah mereka sampai, mereka
melihat hal yang semenakjubkan yaitu mereka melihat pameran. Setelah pulang sekolah
mereka menaiki kereta melayang, saat kereta itu berangkat, kereta itu tidak terkendali
dan kereta itu keluar dari jalur kereta itu pun jatuh bersama penumpang lainnya, dan ada
yang tewas. Febri, Adit, dan Ferdi berjalan ke hutan yang lebat.
Sudah tiga hari mereka berada di hutan yang sangat lebat, setelah itu mereka
melihat gua yang besar, mereka pun masuk ke dalam gua tersebut. setelah mereka
masuk mereka melihat sebuah celah. Mereka berusaha untuk membuka celah itu dan
akhirnya mereka berhasil membuka celah tersebut, mereka masuk dan mereka melihat
sebuah mesin, tetapi mesin itu rusak. Mereka pun berusaha untuk memperbaiki mesin
tersebut. mereka senang bisa memperbaiki mesin itu.

Febri berkata : “Akhirnya kita bisa memperbaiki mesin ini!”


Adit berkata : “Tapi ini mesin apa?”
Ferdi berkata : “Kita akan memberi nama mesin ini dengan nama mesin waktu.”

Setelah mereka memberi nama mesiin itu mereka langsung mencobanya, dan
ternyata masuk ke dimensi lain mereka sangat keheranan, kenapa mereka ada di mesin
lain. Mereka langsung memperbaiki mesin itu, pada saat mereka memperbaiki mesin
itu, secara tiba-tiba ada yang menyetuh bahu Adit. Adit pun terkejut ternyata yang
memegang pundak Adit adalah seorang gadis. Gadis itu bernama Indah, ia amat cantik
dan ahli mekanik.

Indah : “Hai”
Adit : “Kamu siapa?”
Febri : “Apakah kamu tinggal di dimensi ini?”
Indah : “Namaku Indah aku tinggal di dimensi ini.”
Febri : “Apakah kamu seorang mekanik?”
Indah : “Benar aku seorang mekanik, ini mesin apa?”
Adit : “Ini adalah mesin waktu.”

Setelah mereka asik mengobrol mereka langsung memeriksa mesin itu, Ferdi
heran kenapa mereka ada di dimensi yang lain, setelah Adit periksa ternyata ada bagian
yang kurang yaitu alat pengontrol mesin.
Adit bertanya : “Apakah kamu mempunyai bagian dari mesin ini, yaitu
pengontrol mesin?”
Indah menjawab : “Aku tidak mempunyai bagian itu.”
Ferdi berkata : “Bagaimana kalau kita mencari bagian yang hilang itu.”
Febri menjawab : “Itu adalah ide yang cemerlang.”

Setelah mereka mencari bagian yang hilang itu, ternyata tidak ada yang
mempunyai bagian mesin itu. Mereka pun terpaksa harus mencari di dimensi yang lain.

Febri berkata : “Apa kita harus pergi ke dimensi yang lain.”


Ferdi berkata : “Tidak apa, semoga kita berhasil ke dimensi yang lain.”
Indah berkata : “Itu berarti kalian harus meninggalkan dimensi ini?”
Adit menjawab : “Iya, kami harus meninggalkan dimensi ini, kalau begitu sampai
jumpa Indah.”
Indah menjawab : “Sampai jumpa!!!”

Pada saat di salam perjalanan, ada beberapa bagian mesin yang rusak, setelah
mereka sampai. Mereka membagi tugas. Tugas Adit mencari pengontrol mesin, tugas
Ferdi mencari makanan dan tugas Febri memperbaiki mesin. Saat hari hampir gelap
mereka berkumpul di mesin waktu, beruntungnya mereka, Adit mendapatkan alat
pengontrol mesin. Ferdi mendapatkan beberapa buah dari hutan dan Febri berhasil
memperbaiki mesin. Mereka pun berhasil kembali ke dimensi mereka, mereka pun
kembali ke rumah mereka masing-masing dan mereka lapor ke polisi bahwa mereka
korban dari kereta melayang yang jatuh. Adit memberi tahu di mana letak jatuhnya
kereta melayang itu, dan kereta melayang yang jatuh itu akhirnya ditemukan oleh polisi.
Polisi pun memberi imbalan kepada tiga sahabat itu.

Karya: Hafiz Mahdi Aulia


5. IKAN MAS AJAIB

Pada suatu hari hiduplah seorang suami istri yang bernama Pak Toni dan Ibu
Mala. Mereka hidup sederhana. Mereka mempunyai rumah kecil yang satu-satunya.
Mereka mencari makan pun susah. Jadi Pak Toni setiap pagi dan sore memancing ikan
di sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Keesoan harinya Pak Toni memancing. Sesampinya ia di sana Pak Toni pun
tidak mendapatkan ikan apa pun, lalu Pak Toni pun pulang. Sesampai tiba di rumah
mereka tidak makan. Ibu Mala pun memarahi Pak Toni.
Pagi hari Pak Toni memancing ikan sesampainya di sana ia lalu duduk dan
memancing tiba-tiba pancing itu bergerak lalu Pak Toni segera mengangkat pancingnya.
Pak Toni segera meletakan ikan itu di tong. Pak Toni pun pulang sambil membawa ikan
di tengah jalan ikan itu berkata tolong-tolong. “Siapa yang berbicara itu kata Pak Toni,”
di sini aku ada di tong. Hanya ada ikan apa kamu berbicara kata Pak Toni. “Jawab ikan
itu iya aku ikan mas ajaib tolong lepaskan aku dari sini.”
“Jika kamu mau melepaskan aku dari sini aku akan kabulkan apa yang kamu
mau kata si ikan.” Pak Toni bingung, tetapi Pak Toni harus melepaskannya. Pak Toni
pun berkata baiklah saya akan melepaskanmu. Setelah Pak Toni melepaskan ikan itu
Pak Toni pulang dan menceritakan kepada ibu Mala sang istrinya. “Seharusnya kamu
minta rumah yang besar kata Ibu Mala. Tetapi Pak Toni tidak mau. Lalu Pak Toni pergi
ke sungai dan memanggilnya ikan emas ajaib lalu ikan mas itu muncul “Ada apa kamu
ingin sesuatu?” kata ikan. “Iya istriku mau meminta rumah besar.” Kata Pak Toni.
Ambilah satu sisikku ini lalu kamu tarukan di rumah Pak Toni yang kecil pasti nanti
jadi yang besar. Lalu Pak Toni mengambil satu sisik ikan mas ajaib. Ibu Mala pun
senang karena rumahnya sudah menjadi yang besar.
Keesokan harinya Pak Toni pergi ke sungai Pak Toni pun melihat air yang di
sungai ternyata air yang disungai berubah warna menjadi warna biru. Lalu Pak Toni
memanggil ikan mas ajaib dan ikan itu pun muncul, kata ikan iya kamu ingin sesuatu
lagi dari aku, ada yang bisa aku bantu. Lalu Pak Toni berkata ia istriku meminta ia
menjadikan penguasa yang tidak diketahui seluruh orang. Itu sudah kukabulkan tetapi
tidak ada satu orang pun yang tahu itulah dia tidak diketahui seluruh orang, kata ikan
tolong kembalikan istrimu ini. Kata Pak Toni baiklah aku akan mengembalikan istriku.
Pulanglah pak, istrimu sudah ada di sana kata ikan. Pak Toni pun tiba sesampainya di
rumah ia melihat istrinya yang sedang mengetahui suaminya, Pak Toni pun memeluk
istrinya yaitu Ibu Mala.
CERITA FANTASI
KELAS : VII-2
KELOMPOK : 5
6. PERTEMPURAN BESAR

Pertempuran segera dimulai, para pasukan anakonda bersiap-siap untuk seger ke


hutan untuk memperebutkan wilayah kekuasaan melawan buaya. Para buaya sudah
bersiap-siap untuk menghajar para anakonda begitu pun sebaliknya anakonda tidak akan
memberikan kesempatan buaya untuk menghajar habis-habisan mereka.
Anakonda pun tiba di hutan dengan garangnya para buaya bersiap-siap. Salah
satu kapten anakonda yang bernama Tord segera memberi aba-aba begitu pun kapten
buaya yang bernama Wukong. “Serang” teriak Tord. Para buaya menggunakan
kekuatan ekornya yang sangat keras dan mata mereka yang dapat mengeluarkan laser.
Kapten anakonda yaitu tord segera membagi kelompok yaitu kelompok 1
dipimpin oleh paglima wanita yaitu Moco. Dan kelompok 2 dipimpin oleh Hayako.
Kelompok 3 dipimpin oleh Gord setelah itu mereka berpencar untuk mengepung para
buaya yang ganas itu.
Panglima buaya Lesley berkata “kita tidaj boleh dikalahkan oleh para anakonda
itu” ujar Lesley salah satu anakonda melempar granat kepada kapten buaya dari
kantong yang dimilikinya dan saat itu kapten buaya hampir mati “Kapten buaya sudah
kubunuh.”
Ucap anakonda tidak lama kemudian buaya bangkit dari asap yang dihasilkan
oleh granat “aku tidak akan mudah terbunuh” Ucap Wukung sang kapten buaya dengan
sombongnya.
Para buaya menyiapkan anak panah yang akan meledak jika tepat sasaran
dengan sigap Gord dan yang lainya langsung memasang bom ice dan berkata bom ice
ini tidak akan bertahan lama, ujar Moco.
Mereka mengibaskan ekornya dan tanpa disadari keluarlah halilintar yang
menyambar para buaya, wukung setengah mampus untuk buaya mempertahankan.
Dengan sigap Wukung mengeluarakan semua pasukan dan kekuatannya untuk
mengakhiri pertempuran. Dengan cara mengeluarkan laser x yang ada di matanya
akhirnya pasukan anakonda banyak yang bermatian dan Tord kapaten anakonda segera
mengarahkan anggotanya dengan mengeluarkan bom ice dan granat
Alhasil kapten buaya marah besar dan pasukannya pun disuruh mundur. Mundur
kalian biara aku saja “Ucap Wukung” benarkah tuan ucap dengan lembut salah satu
pasukan buaya, ya silahkan ujar Wukung.
Sang buaya berhasil membunuh para pasukan anakonda sehingga hanya tersisa
10 pasukan lagi karena pasukan lain terkena hepasan ekor buaya.
Panglima anakonda “Kita harus berani melawan dia walaupun tubuhnya lebih
besar dari kita” Ujar Hayako.
Akhirnya terjadi pertempuran segitiga antara kedua ketua yaitu Tord dan
Wukung. Mereka berkelahi menunjukan kekuatan mereka masing-masing akhirnya
mereka pun berhenti karena kelelahan dan Wukung kapten buaya bertobat “aku lelah
bagaimana jika kita berdamai” ucap Wukung.
Dan Tord berkata “Jika kita berdamai siapapun yang akan menguasai hutan ini.”
Ucap Tord. Tidak lama kemudian tanah berguncang dengan keras. Dan akhirnya para
panglima anakonda mati ditelan bumi dan kapten anakonda dan buaya masih segit.
Mereka naik ke ats bubiz.
Mereka bertengakar dan anakonda pun mengeluarkan aliran halilintar dan
ekornya dan sekejap keluar cahaya dan mereka berdua tewas karna halilintaryang
dihasilkan dari ekor anakonda.

Karya: Ridza Adiansyah


7. INDAH SI ANAK BUNGA AJAIB

Di tengah-tengah hutan yang lebat terdapat sebuah istana yang sangat


mengerikan dan istana itu dikelilingi oleh hutan yang lebat dan mengerikan. Di istana
itu terdapatlah penyihir yang kejam dan jahat.
Tetapi penyihir itu sangat sedih karena sudah lama dia tidak mempunyai seorang
keturunan. Jika dia sudah mempunyai keturunan dia bisa meneruskan kekuatannya.
Pada suatu hari penyihir itu membulatkan niatnya untuk menculik anak ratu dan
raja. Dan raja kagetkan dengan kabar baik bahwa ratu sedang hamil. Raja pun
tersenyum bahagia mendengar kabar itu.
Sayangnya kebahagian itu tidak bertahan lama karena ratu jatuh sakit. Rja resah
dan sambil berkata dalam hati “Jika ini terus begini aku akan kehilangan bayi itu.”
Raja meerintahkan kepada panglimanya agar memanggil tabit. Tabit itu
mengatakan bahwa hanya ada satu cara agar sang ratu bisa sembuh ada sebuah bunga
yang sangat langkah sekali. Bunga ini terdapat di hutan yang sangat lebat dan bertepatan
dengan istana si tukang sihir itu.
Raja pun bersama panglimanya segera mencari bunga yang langkah itu. Selama
beberapa hari mereka tidak juga menemukan bunga itu. Tetapi raja berusaha sekuat
tenaga agar bisa menyembuhkan ratu dan beserta calon anaknya.
Akhirnya raja menemukan bunga itu. Dan raja segera kembali menuju istana.
Ratu dan tabit pun gembira dengan kedatangan dan panglima. Raja segera memberi
bunga itu kepada sang ratu.
Hari berganti hari ratu pun mulai sembuh dan berat badannya semakin
bertambah. Dan ratu pun melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik jelita dan
rambutnya seakan-akan menerangi seluruh istana.
Raja menamai putrinya adalah Indah. Saat raja dan ratu tidur. Ratu mendengar
suara tangisan indah dan ratu dan raja segera pergi ke kamar Indah. Saat pintunya
dibuka ada seorang sihir yang sedang menggendong Indah dan sihir itu pun membawa
kabur Indah dengan terbang dengan sekejap. Akhirnya seluruh panglima pulang dan
tidak membawa hasil apapun. Raja pun kecewa bahwa anak satu-satunya yang dia
miliki hilang. Setiap tahun raja dan ratu memperingati ulang tahun anaknya dengan
menerangi danau dengan lampion.
Indah dibesarkan dengan ahli sihir itu, ahli sihir itu sangat menyayangi Indah.
Dan ahli sihir itu sudah menganggap Indah seperti anak sendiri.
Saat Indah menginjak umur yang ke 17 tahun Indah ingin sekali melihat
lampion-lampion yang terbang di langit.
Saat ultah Indah yang ke 17 tahun dan Indah menggambar di dindingnya. Indah
sedang melihat lampion-lampion itu dengan seorang laki-laki.
Saat indah bilang ke ibunya “Bu apakah aku boleh keluar aku ingin mersakan
bagaimana udara yang segar di sana dan pasti lampion itu sangat indah bu.” Ibu itu tidak
menginjinkan Indah untuk keluar karna ahli sihir itu tidak mau Indah mengetahui bahwa
dia bukan ibunya dan dia hanya menjelma menjadi ibu-ibu. Indah memohon agar
dirinya diijinkan oleh ibunya. Tetapi ibunya tidak mengijinkannya.
Saat ibunya encari buah di hutan ada seorang laki-laki yang datang. Indah sangat
resah apakah orang itu bernat jahat kepada Indah ternyata orang yang dimaksud Indah
adalah seorang laki-laki yang sangat tampan laki-laki itu pingsan karena benturan batu
yang terjatuh di kepalanya. Laki-laki itu membawa sebuah tas yang isinya adalah
mahkota. Dan Indah mencoba memakai mahkota itu dan Indah terbayang dengan wajah
ibu dan ayahnya yang sebenarnya.
Dan laki-laki itu bangun dan menghampiri Indah. Siapakah namamu tanya laki-
laki itu kepada Indah. Namaku adalah Indah. Siapakah namamu tanya Indah kepada
lelaki itu. Namaku adalah Antonio sebut saja Antonio.
Indah menceritkan kepada Antonio bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya
yang ke 17 tahun. Dan dia ingin melihat lampion. Dan Antonio mengabulkan dengan
syarat tasnyaharus dikembalikan.
Saat Indah melangkah menuju tempat itu Indah senang sekali bisa merasakan
udara yang sejuk ini. Saat diperjalanan ada seseorang yang berusaha untuk menyakiti
Antonio. Tetapi Indah tidak tinggal diam Indah terus melawannya. Saat Antonio
melawan penjahat itu tangan Antonio terluka terkena pedang.
Dan Indah menyembuhkannya dengan rambutnya yang panjang ia selimuti di
bagian yang terkena luka dan Indah menyanyi lalu muncul keajaiban rambut Indah yang
snagat panjang berkilau seperti berlian.
Dan sampailah mereka di danau itu. Mereka menaiki perahu kecil dan mereka
menunggu. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya lampion itu ada. Indah sangat
senang sekali dapat melihat lampion itu.
Saat pagi hari mereka berjalan-jalan mengelilingi istana raja dan ratu. Indah
tidak sengaja menemukan lukisan yang bergambar raja dan ratu dan anaknya.
Saat Indah ke istana Indah sadar bahwa raja dan ratu itu adalah ayah dan ibunya
sesungguhnya. Dan raja berterima kasih karna Antonio sudah mempersatukan raja, ratu,
dan anaknya dan mereka hidup bahagia selamanya.

Karya: Dina Aulia


8. PETUALANGAN SERU LANGIT

Sebut saja namanya langit. Langit ialah seorang pemuda yan cerdas, rajin, dan
mempunyai pikiran yang sangat luas. Ia tidak henti-hentinya membuat teknologi
canggih dan bisa membuat orang lain menjadi kagum akan hasilnya tersebut. ia selalu
bekerja keras untuk dapat menciptakan teknologi-teknologi yang lebih canggih daripada
sebelum-sebelumnya.
Ketika Langit sedang membersihkan kamar kakeknya tak sengaja ia menemukan
satu kotak yang di dalamnya ada sebuah kertas dan terdapat juga tulisan. Isi dari tulisan
tersebut adalah “Buatlah teknologi menggabungkan beberapa dunia. Seperti, dunia luar
angkasa dan lain-lain. Jika anda dapat menciptakan teknologi tersebut, percayalah anda
akan mendapatkan petualangan yang seru nan aneh. Dan sekaligus anda akan
mendapatkan hadiah yang indah atau pun sebaliknya.”
“Ahh aneh-aneh saja. Mana mungkin ada yang bisa seperti itu.” Langit berucap
dalam hati, seakan-akan percaya.
Dan keesokan harinya Langit pun mulai merasa penasaran. Untuk
menghilangkan rasa penasarannya tersebut Langit pun mulai mengembangkan ide-ide
kreatifnya. Dan mulai mengerjakan (membuat) teknologi tersebut seperti yang ditulis di
kertas yang ditemukannya kemarin.
Hingga suatu hari Langit pun akhirnya dapat juga menyelesaikan teknologi
ciptaannya yang sudah lama ia kerjakan. Dari ide-ide kreatifnya. Ciptaannya tersebut
sengaja dibuat untuk menghilangkan rasa penasarannya akan dunia yang berbeda dan
beberapa hal aneh dan seru akan terjadi seperti yang dituliskan di kertas yang
ditemukannya waktu itu.
Sebelum Langit mencoba teknologi tersebut, ia terlebih dahulu mengecek
(meneliti) adakah yang salah dari teknologi tersebut atau tidak setelah Langit mengecek
teknologi tersebut, ternyata ada yang salah dari teknologi itu. Sembari langit bersiap...
tak lama kemudian pun akhirnya Langit mencoba teknologi yang baru ia selesaikan.
“Waww.” Ketegangan pun mulai dirasakannya, lima detik kemudian Langit pun
terlempar di depan 2 rumah aneh yang bergaya kerucut. Ketika aku memandangi kedua
rumah tersebut. ternyata kedua rumah tersebut memiliki model dan rancangan yang
sama. Hanya satu hal yang dapat membedakan kedua rumah tersebut, yaitu warna
pintunya. Dan aku melihat, sekelilingku seperti aku di luar.
Dan tak lama kemudian aku dikejutkan dengan hadirnya alien di depanku. Alien
tersebut agak mirip dengan manusia. Ia berkedip-kedip seolah-olah memamerkan
matanya yang agak hijau muda kebiruan. Aku tahu sekali bahwa dia bukan manusia
sepertiku.
Tiba-tiba seorang alien yang berukuran lebih besar datang. Alien itu beda sekali
dengan alien yang ada. Bentuk perutnya buncit, bibirnya berwarna merah terang dan
agak lebar, matanya merah. Dan alien itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya berwarna
merah terang di telapak tangannya yang membuat alien kecil yang kutemukan tadi
semua kepanasan.
Langit pun merasa takut, cemas, dan di kepalaku muncul barbagai pertanyaan
dan kemungkinan yang semakin membuatku pusing. Tak tau lagi apa yang harus
kuperbuat. Sedangkan semua alien itu memanggilku dengan yang agak sedikit
menyeramkan.
Lalu alien yang bertubuh besar tadi pun berjalan ke arahku. Dengan langkahan
kakinya yang begitu tepat. Kekuatanku pun mulai memuncak dan jantungku berdetak
kencang. Sehingga aku pun hanya bisa terdiam tegak dengan wajah cems. Dengan
cepatnya ia melangkah, tak kusadari alien tersebut sudah berada di hadapanku. Lalu tak
tahu kenapa alien yang bertubuh besr itu memberikanku sebuah emas dan berlian dari
tangannya itu.
Dan aku pun terkejut dengan keadaanya itu. Lalu kau pun bertanya kepada alien
itu dengan muka pucat. “Mengapa engkau memberikanku emas dan berlian ini?”
padahal aku tidak ada berbuat (membantu) mu sama sekali...” dan alien itu menjawab
dengan suaranya yanga agak keras...” tidak apa-apa, ambilah semua itu, emas dan
berlian itu sengaja kuberikan kepadamu. Karena, engkau sudah bekerja keras untuk
susah payah kemari... dan inilah hadiah untukmu karena itu semua.”
Mendengar perkataan itu, semua ketakutan dan kecemasan yang ada di diri
langit pun hilang. Dan ia merasa bersyukur dan berterima kasih kepada alien itu dan tak
lupa juga ia bersyukur kepada Tuhan... dan pun segera mengambil emas dan berlian.
Emas dan berlian tersebut dengan gembiranya.
Tak lama kemudian ada lubang besar di tasku yang menarikku dengan begitu
cepat... dan tak sadar aku terlepar kembali di dekat teknologiku dengan emas dan
berlian tadi. Setelah itu aku pun seakan-akan tidak percaya dengan peristiwa yang
menimpahku tadi. Dan aku pun akan merahasiakan semua peristiwaku tadi.

Karya: Nabila Nasya Azhara


9. TERKUTUKLAH

Pada zaman dahulu hiduplah dua orang putri yang bernama Astrid dan Anisa
mereka berdua memiliki sifat yang sangat berbeda, Putri Astrid memilik sifat sombong,
pemalas, jail, dan sebagainya. Sedangkan Putri Anisa memiliki sifat lemah lembut, baik
hati, ramah, dan sebagainya. Mereka berdua memiliki ibu yang bernama Ratu Anika.
Ratu Anika memiliki kekuatan gaib yang bisa mengubah dan menuntut siapapun
menjadi apapun.
Pada suatu hari Ratu Anika menyuruh Putri Astrid dan Putri Anisa untuk
membersihkan kamar mereka masing-masing. Ratu Anika mengatakan siapa yang siapa
yang kamarnya lebih bersih akan diberi sebagian hartanya dan yang kamarnya kurang
bersih akan dikutuk menjadi seekor rusa. Ternyata mereka menyetujuinya mereka hanya
diberi waktu 10 menit.
Mereka berdua pun mulai mengerjakan perintah ibunya. Setelah mereka berdua
selesai mereka berdua selesai, astrid pergi ke kamar Anisa ternyata kamar Anisa lebih
bersih dan rapi dibandingkan kamarnya sendiri. Dengan kejahilannya, Putri Astrid
mengotori lagi kamar Anisa. Ia berpikir ia akan mendapat sebagian harta ibunya
ternyata dari kejauhan Ratu Anika mengawasi mereka berdua Putri Anisa tak punya
waktu banyak untuk membersihkan kamarnya waktu tinggal 1 menit lagi. Putri Anisa
pun [asrah dengan keadaannya.
Ternyata yang dikutuk adalah Putri Astrid. Putri Astrid pun terheran-heran dia
bertanya-tanya kenapa aku yang dikutuk bu, kan kamarku lebih bersih dibandingkan
kamarnya Anisa “Ibunya menjawab” Iya ibu tahu kamu yang sudah mengotori
kamarnya Anisa “Astrid berkata dengan gugup” tapi... tapi... tapi... ibunya menyela
“Sudah stop jangan banyak alasan. Sekarang kamu ibu kutuk.” Dengan seketika sihir
Ratu Anita menyala dan berubahlah Putri Astrid menjadi rusa.
Putri Astrid pun menyesal atas perbuatannya, ia memohon-mohon kepada
ibunya sang Ratu Anita. Tetapi Ratu Anita menolah permohonannya, ibunya
mengatakan “Jika kamu ingin kembali seperti semula kamu harus mematuhi segala
perintah Anisa “Astrid berkata dengan gugup” tapi... tapi... tapi... bu...” ibunya mengela
“Sudah stop, jika ingin kembali kamu harus mematuhi apa yang ibu katakan. Dan
jangan ngebantah perintah Anisa” Astrid menjawab dengan penuh penyesalan “Baik
bu...”
Selang beberapa hari kemudian ternyata Ratu Anita terserang penyakit yang
sangat langkah, penyakit itu hanya bisa disembuhkan dengan cara mencium bunga yang
sangat langkah yang berada di sebuah hutan yang sangat seram dan sangat menakutkan.
Dengan rasa kasihan terhadap ibunya, Putri Anisa menyuruh Putri Astrid untuk mencari
bunganya tersebut. Ratu Anik berpesan “Jika kamu tidak bisa membawa pulang dalam
waktu hari kamu tidak bisa selamat” Putri Anisa memberi sekantung plastik berwarna
hita kepada Putri Astrid, tanpa basa-basi akhirnya Putri Astrid pun pergi.
Di tengah perjalanan ia bertemu sang pemburu, ia sangat kaget dan i
kebingungan entah apa yang ia akan lakukan dan ia teringat bahwa adiknya Putri Anisa
memberikan sekantung plastik berwarna hitam, lalu ia mengeluarkan satu keping biji
dan ia melemparkan ke pemburu itu entah apa yang terjadi oleh pemburu itu, lalu ia
meninggalkan pemburunya.
Saat sedang asyik berjalan ia membuka plastik itu ia penasaran apa isi plastik itu
dan ternyata isinya adalah bijidan biji itu dapat menyelamatkan di perjalanan.
Sesampainya ia di sana ia menemukan bunga itu, tetapi bunga itu dikelilingi beribu-ribu
lebah. Ia tak tahu apa yang akan ia perbuat jika ia menggunakan biji yang terakhir itu ia
tidak akan bisa selamat kembali ia berpikir lenih keras, lalu ia melihat sekelilingnya dan
ia menemukan satu bunga indah untuk memancing lebah itu agar lebah itu pergi dari
bunga yang langkah dan akhirnya lebah itu menikmati bunga yang indah itu dan ia
segera mengambil bunga langkah itu.
Lalu ia mencium dan ia sekejab mata berubah menjadi seperti semula, dan ia
harus kembali ke isntanya untuk memberikan bunga itu kepada ibunya, tetapi ia
bingung bagaimana caranya ia kembali ke istananya lalu ia teringat bahwa masih
mempunyai biji itu, ia menggunakan biji itu dan seketika ia kembali ke istananya, ia
pergi ke kamar ibunya ternyata ibunya sudah sekarat dan ia cepat-cepat memberikan
bunga itu kepada ibunya, ia sangat kuatir terhadap ibunya ia menanis, meyesal atas
perbuatannya.
Dan seketika ibunya bersinar, melayang ke udara seakan-akan hidup kembali
dan akhirnya ibunya hidup kembali ia meminta maaf kepada ibunya apa yang ia perbuat
selama ini akhirnya ibunya memaafkannya.

Karya: Nabila Mumtaza


10. WIZ SANG KURCACI

Wiz sang kurcaci penggali sumur dengan memiliki sebatang pohon belimbing
ajaib di rumahnya di tengah hutan Morin, buahnya berwarna-warni sesuai warna
cabangnya, pohon belimbing ini merupakan pohon ajaib di kalangan para kurcaci di
hutan Morin. Pohonya bercabang lima seperti jari tangan warna yang berbeda-beda.
Yang setiap warna memiliki kesannya sendiri. Buah cabang ibu jari yang
berhasiat dapat menyembuhkan penyakit asma. Buah hijau cabang telunjuk berkasiat
dapat menyembuhkan sakit perut, buah kuning cabang jari tengah berkasiat dapat
menyembuhkan penyakit mata. Buah putih cabang jari manis.
Seperti bentuk jari manis yang anggun, belimbing putih sering dipesan kacau
wanita untuk mempercanrik wajah dan diuabah supaya tetap segar dan penuh pesona.
Nah buah biru kapten belimbing kecil dan anggun, buah itu berkasiat untuk
menyembuhkan penyakit lupa, semua kurcaci yang pelupa di hutan Morin langsung
puluih ingatannya dia nanam belimbing biru pohonnya dan kasiatnya.
Suatu hari, Wiz pergi menggali sumur di desa sebelah hutan Morin, tiba-tiba
matanya terkena galian batu, wah bahaya kalau tidak cepat ditangani. Wiz selalu
mengambil belimbing kuning dari dalam tasnya, kemudian di matanya ajaib, seketika
itu juga sakit mata Wiz kembali pulih. Ketika hari mulai sore, Wiz pun kembali ke
hutan,
Sesampainya di hutan ternyata temannya kurcaci lain terkena penyakit asma,
Wiz langsung mengambil buah cabang ibu dan minta untuk temannya itu untuk
memakannya seketika itu pula asma temannya hilang wah kata Wiz, melihat sambil
terkejut.
Keesokan harinya Wiz ingin pergi belanja tiba-tiba ia melihat nenek tua yang
sudah keriput kulitnya, Wiz merasa kasihan, lalu Wiz mengambil buah belimbing putih
cabang jari manis dan menyuruh nenek itu untuk memakannya, seketika itu pun wajah
nenek itu menjadi cantik kembalidan nenek itu merasa seperti muda lagi dan nenek itu
berterima kasih kepada Wiz dan memberikan 3 permintaan.
Permintaan pertama digunakan untuk orang tua miskin tidak mempunyai apa-
apa lalu secara tiba-tiba rumah orang miskin itu menjadi berlapis emas orang miskin itu
menjadi sangat senang karena diberi permintaan pertama yang diberi oleh Wiz.
Karena pohon belimbing yang digunakan untuk segala macam keperluan
ternyata pohon belimbing itu menjadi layu. Dan Wiz menggunakan permintaan
keduanya untuk menyuburkan pohon belimbing itu. Setelah keesokan harinya dilihat
pohon belimbing itu berubah mejadi subur dan buahnya menjadi sangat banyak setiap
kurcaci di desanya mengambil secara gratis.
Dan permintaan ketiganya digunakan untuk desa mereka yaitu untuk membuat
jembatan untuk menyeberangi sungai. Jembatan tersebut sudah lama sekali telah
dibenari. Dan tiba-tiba dan tiba-tiba berubah menjadi sebuah jembatan yang sangat
besar tidak ada goyangan lagi sedikit pun.
Saat dia mau pergi belanja dia melihat pohon yang sangat besar pohon berbentuk
seperti manusia yang mau memakan. Pohon tersebut ternyata gaib. Kurcaci lain tidak
dapat melihat pohon tersebut karna di tengah hutan Morin. Wiz pun ketakutan dia
berlari menuju jalan pulang tetapi dia kebingungan mencari jalan keluar “Sepertinya
akau tersesat di sini” ucap Wiz.
Lalu datang seorang nenek tua itu berbicara “kamu pasti ingin kembali pulang”
“iya nek” jawab Wiz sambil ketakutan “bagaimana caranya nek” “kamu harus
mengambil daun yang ada di batang pohon itu” “batang pohon yang mana nek” “batang
pohon yang kamu dahului tadi.”
Akhirnya Wiz memberanikan diri dan memutuskan untuk pergi mengambil daun
itu. Sesampainya di sana ada ular yang keluar dari dalam pohon itu. Ular itu seperti
siluman. Ular itu berwarna hitam garis-garis merah di atas ular tersebut ada mahkota
yang sangat cantik.
Ular tersebut mencoba melawan Wiz. Tetapi tidak bisa melawan karena ular
tersebut tidak mempunyai tenaga karena tidak makan hampir satu abad. Wiz pun hanya
sekali pukul saja ular itu sudah mati.
Saat itu juag Wiz mencari daun tersebut tetapi tidak menemukannya. “tetapi
tidak ada daun di pohon itu,” lalu Wiz paham daun tersebut ada di di mahkota ular
tersebut. lalu Wiz mengambil mahkota itu dan tiba-tiba mahkota tersebut menjadi daun
yang berubah menjadi berwarna emas kemerah-merahan.
Lalu dia kembali ke tempat nenek tua itu dan bertanya “Bagaimana caranya aku
pulang, daun itu sudah kudapatkan” nenek itu pun menjawab “Kamu harus memakan
daun itu” tiba-tiba nenek itu menghilang dan Wiz pun memakan daun itu, secara tiba-
tiba dan Wiz berada di depan rumahnya dan dia bisa bekerja kembali seperti biasa.
Begitulah cerita Wiz sang kurcaci semoga yang membaca kisah ini bisa
merasakan bagaimana cerita ini dibuat oleh tangan-tangan yang berimajinasi yaitu saya
sendiri M. Lutfi Fadil.

Karya: Muhammad Lutfi


11. KOMODO VS ULAR

Malam telah tiba pertempuran segera dimulai pasukan komodo akan bersiap-
siap pergi ke gedung Markanoda untuk menguasai wilayah kekuasaan melawan ular.
Para ular sudah bersiap-siap untuk tempur para komodo, sebaliknya komodo tidak akan
ngasih kesempatan pada ular untuk menghancurkan (Mengahabisi para komodo).
Komodo pun tiba di gedung Markanoda dengan pasukannya, para ular pun
bersiap-siap dan tim komodo mempunyai bos yang bernama Hercurt dan ular
mempunyai bos yang bernama Maxcim.
Setibanya pasukan komodo dan ular di gedung Markanoda mereka pun langsung
bertengkar “Serang” kata komodo tadi yang sedang emosi melihat pasukan ular.
Pasukan ular pun menyerbu pasukan komodo.
Kapten komodo yaitu dipimpin oleh Zero dan tim ular memanggil kapten ular
tersebut panglima yang bernama Laura. Mereka pun duel kapten dari komodo dan
kapten dari ular.
Panglima komodo Zero berkata “kita tidak boleh kalah melawan tim ular kita
harus kuat menghadapi mereka.” Para pasukan komodo pun telah meghadapi tim ular,
para pasukan komodo pun lemah karena hari semakin gelap bulan pun tertutup dengan
awan hitam, pasukan komodo semkain lemah kapten ular yang bernama Laura pun
berkata sombong “Wahai pasukan komodo kenapa kau sangat lemah menghadapi
pasukan” kata kapten ular tersebut. dan kapten komodo yang bernama Zero berkata
“sombong sekali kau dan pasukanmu aku tau pasukanmu kuat-kuat besar-besar tapi kau
sudah sombong awas kau ya aku akan membalasmu suatu saat nanti.”
Kedua pasukan tersebut pun bertengkar telah bubar. Pasukan komodo tersebut
mengakui bahwa pasukannya kalah melawan pasukan ular.
Kapten komodo Zero “Kita tidak boleh berkata sombong dan jangan hanya
bertahan saja. Jika kita tetap bertahan seperti ini kita akan kalah terusa menghadapi
pasukan ular. Pasuan komodo tidak akan menyerah menghadapi pasukan ular tersebut.
pertengkaran tersebut tetap berlanjut untuk pertempuran pasukan komodo dan pasukan
ular.
Kedua hari kemudian pasukan komodo pun berjalan lagi ke gedung Maikanoda.
Para tim komodo ingin dapat menguasai wilayah gedung Maikanoda. Pasukan ular pun
juga ingin menguasai gedung Maiknoda. Tetapi mereka harus bertempur terlabih dahulu
supaya bisa memdapatkan wilayah tersebut pasukan ular pun berjalan menuju gedung
Maikanoda untuk merebutkan gedung Maikanoda.
Setibanya pasukan ular dan pasukan komodo pun bertemu di gedung Maikanoda
mereka pun masih ingin bertempur lagi kapten dari komodo bernama Zero pun emosi
melihat kesombongan dari kapten ular yang bernama Laura. Mereka berdua salin
bertatapan dengan keemosian kapten komodo tersebut.
Bos komodo pun membisiki kaptennya dengan berkata “Sabar bos kita tidak
boleh sombong seperti mereka pasukan ular itu emang sombong bos bisa kita melawan
dengan sabar bos.” Pasukan ular pun berkata sombong lagi kepada pasukan komodo
kata kapten ular panglima Laura berkata “Hey para komodo yang sangat lemah bagus
kalian nyerah aja menghadapi tim kami daripada kalian kalah terus bagus serahka saja
tuh wilayah gedung Maikanoda kepada kami.
Pasukan komodo sangat emosi dibilang kayak gitutim komodo pun tidak bisa
menahan kesabaran dengan perkataan panglima ular perkataan. Perkataan panglima ular
ingin mendapatkan wilayah gedung Maikanoda. Kapten Zero tidak sabar ingin
bertempur ingin mmbuktikan siapa pemenangnya. Kata kapten komodo tersebut dengan
kerasnya dia ngomong “Hey, para ular ini kita akan buktikan siapa yang menang
dipertempuran kedua kalinya.” Kata kapten ular pun berkata “Oke kita buktikan siapa
yang menang kali ini, serang.........” teriakan terhadap kapten Zero dengan emosinya
saat itu pertempuran mereka pada malam hari pun bulan terang dan awan hitam pun
tidak ada pasukan komodo pun semakin kuat, terjaidlah kekalahan pada pasukan ular.
Perkataan dari kapten komodo “Woy pasukan ular makanya jangan sombong dulu kau
sama pasukanku kali ini tuh kekalahanmu...” Tim pasukan komodo pun senang karena
bisa mengalahkan pasukan ular. Pasukan komodo pun akhirnya yang mendapatkan
wilayah gedung Maikanoda.

Karya: Rizky Dahrmawan


CERITA FANTASI
KELAS : VII-2
KELOMPOK : 6
12. KEMENANGAN PENJAGA GALAXSI

Galaksi bima sakti terdapat rasi bintang yang memiliki kekuatan luar biasa, hal
itu menjadi incaran para alien jahat untuk menghancurkannya, mereka takut kekuatan
rasi bintang dapat memusnakan para alien.
Di Galaxsi bima sakti, Bima, Koga, dan Hiro sudah mempersiapkan seluruh
pasukannya yaitu pasukan penjaga Galaxsi untuk berperang melawan alien jahat dan
seluruh pasukannya. Semua pasukan penjaga galaxsi sudah dikerahkan untuk galaxsi
tercinta yaitu Galaxsi bima sakti.
Mereka berjuang hingga titik darah penghabisan demi melindungi Galaxsi
mereka. Pasukan penjaga Galaxsi sudah siap untuk perang, mereka memakai strategi
yang diberikan Hiro, Bima, dan Koga, apa bila strategi ini gagal mereka akan memakai
recana lain.
Saat yang ditunggu pun tiba, pasukan alien yang keluar dari ufuk Timur tak
terhitung jumlahnya. Pasukan alien ini dipimpin oleh jebderal Sandi dan mereka mulai
menginjak Galaxsi bima sakti, Bima dan pasukannya sudah siap jika para alien itu
menyerang.
Tiba-tiba jenderal Sandi dari pihak alien berkata dengan lantang “Serangg...!”
teriak jendera Sandi dan seluruh alien. Bima, Koga, dan Hiro menyuruh pasukannya
untuk menyerang balik. Pasukan alien yang ada di barisan depan mulai menyerang, dan
mengepung pasukan Bima.
Hiro meleset secepat kilat, dan menyerang Alien yang mengepung, dengan
senjata pedangnya. Hiro menyerang hingga terus menerus tetapi tidak ada guna, mereka
tidak ada habisnya Hiro pun kewalahan dan mundur.
“Ha...ha...ha...!” Jenderal Sandi dari pihak alien tertawa. “Bagaimana sudah
lelah, kalau sudah lelah mundur saja biar kami dengan mudah menghancurkan Galaxsi
bima sakti, untuk mengambil rasi bintang. Itu kata Jenderal Sandi.
“Enak saja kami tidak akan menyerah tanpa perlawan yang ketat. Kami akan
mengalahkan kalian dan kami akan melawan kalian hingga titik darah penghabisan
kalau ingin menghancurkan Galaxsi kami langkahi mayat kami.
Pasukan alien sangat marah dan mereka menyerang tidak memberi ampun,
pasukan penjaga Galaxsi pun menyerang juga dengan kekuatan laser hingga para alien
itu kalah, banyak dari pasukan alien itu kalah, banyak dari pasukan alien yang gugur
terkena laser.
Jenderal itu mengeluarkan senjata andalan mereka pesawat ufo, pesawat ufo pun
menyerang, dan pasukan Galaxsi banyak yang menghancurkan pesawat ufo lainnya, lain
tersisa dihancurkan Bima, Koga, dan Hiro dengan kekuatan mereka.
Jenderal alien itu mengeluarkan pesawat ufo yang lebih besar untuk menyerang
pasukan panjang Galaxsi, banyak yang terkena serangan dari pihak penjaga Galaxsi
merasa tidak terima Hiro dan Koga berusaha untuk menghancurkan pesawat ufo tetapi
malah mereka yang terkena serangan.
Hiro dan Koga terluka, Bima bingung apa yang harus dilakukan. Tiba-tiba Koga
dan Hiro yang terluka sembuh karena Bima merasa yakin mereka akan menyerah kalah.
Hiro dan Koga yang terluka menjadi sembuh karna perbuatan tiga bintang.
“Bintang-bintang itu berkata kami akan membantumu.” Bagaimana caranya kata
Hiro dan Koga? Kami akan meminjamkan kekuatan kepada kalian jawab bintang.
Bintang-bintang itu bersatu dengan Bima, Hiro, dan Koga.
Hiro memiliki kekuatan es, Koga memiliki kekuatan api, sementara itu Bima
memiliki kekuatan petir kuning mereka bekerja sama dan sama-sama menghancurkan
pesawat-pesawat ufo itu, sampai tidak memberi ampun.
Jenderal alien memanggil pasukan terbaik alien semua pasukan terbaik sudah
dikerahkan untuk melawan Hiro, Bima, dan Koga. Karena jenderal Sandi cemas dia
ingin memikirkan rencana baru, jenderal Sandi tinggal mempunyai raja alien yaitu
Wisnu dan jet ufo di kerajaan alien.
Semua pasukan alien sudah dikalahkan dengan Koga, Hiro, dan Bima serta
pesawat ufonya hingga hancur. Dengan beraturan dari bintang-bintang dan pasukan
penjaga Galaxsi, tidak mungkin bisa mereka mengalahkan pasukan alien itu tanpa
bantuan kalian.
Melihat pasukan kalah dan pasukan pesawat ufo yang hancur jenderal Sandi
merasa tidak percaya bahwa pasukan penjaga sebanyak itu bisa kalah dengan penjaga
Galaxsi yang tidak seimbang dengan pasukan alien.
Jenderal Sandi berkata ini belum berakhir aku akan kembali dengan senjata dan
pasukan lainnya. Aku akan mengalahkan kalian, dan aku akan menghancurkan Galaxsi
bima sakti, sambil menjauh.
Jenderal Sandi pulang ke kerajaan alien dan berkata maafkan aku tuan aku gagal
melakukan perintahmu “Bagaimananya kamu ini, kamu memalukan bangsa alien,
karena kita kalah. Baiklah kalau begitu aku yang akan turun tangan.
Berapa tahun kemudian dengan strategi yang lebih matang, untuk dapat
mengalahkan pasukan penjaga Galaxsi ini, setelah strategi matang, benar-benar matang.
Kita akan membalaskan kekalahan kita secara tidak sengaja mereka tidak terima atas
kekalahan, mereka akan membalaskan kekalahan kita.
Sesampainya di Galaxsi mereka langsung menyerang dengan jet ufo yaitu
senjata andalan mereka yang baru. Para pasukan penjaga Galaxsi semuanya kalah
terkena serangan jet ufo. Bima, Hiro, dan Koga hanya mereka yang tersisa, mereka
menyerang balik tetapi usaha mereka gagal dan mereka malah terluka.
Serangan tanpa ampun pun menyerang mereka bertiga “Jenderal Sandi dan raja
alien Wisnu tertawa ha...ha...ha... bagaimana kalian rasakan, bagaimana rasanya,
mereka bertiga terluka parah, namun para bintang-bintang itu kembali dan menyatukan
dirinya kembali.
“Saatnya” kata tiga bintang yang bersatu dengan Hiro, Koga, dan Bima. Mereka
membentuk rasi bintang segitiga dan mengeluarkan cahaya bersinar yang membakar jet
ufo, Jenderal Sandi dan raja Wisnu pun hangus terbakar.
Kita jangan berkata sombong karna sombong membawa kita hanya menambah
masalah yang lebih sulit kata pepatah berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang ke
tepian. Sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Karya: Risky Aldo Firansyah


13. JATMIKO MANUSIA PERKASA

Lahirlah seorang bayi laki-laki yang diberi nama Jatmiko. Anak itu amat
dicintai, maka ia menetapkan untuk menjadikannya makhluk yang sempurna, sehingga
ketika bayi itu masih berada dalam buaian, ia mengutus dua ular raksasa agar
membelitnya sampai mati.
Jatmiko kecil bangkit dan menghadapi mereka dengan berani, ia mencekik
kedua ular itu hingga binasa. Jatmiko begitu kuat dan sayangnya dia agaka angkuh serta
mudah marah, sehingga tak henti-hentinya menggunakan kelemahan Jatmiko untuk
membangkitkan kemarahannya.
Pada suatu hari, terjadilah suatu peristiwa yang sangat menyedihkan. Ketika
Jatmiko melemparkan kecapi kepadanya gurunya, naas kecapi itu mengenai kepala sang
guru hingga tewas. Jatmiko kemudian dibuang dari istana dan dapat dipercayakan.
Tetpai ketika melihat ular, Jatmiko kecil bangkit dan menghadapi mereka
dengan berani, ia mencekik kedua ular itu hingga binasa.
Jatmiko bukannya menyesal dengan hukuman yang diterimanya, ia justru
merasa bahagia. Ia belajar berburu, memanah, dan tidak takut terhadap kegelapan
malam, dingin yang mencekam, maupun binatang buas.
Dalam petualangannya, pada suatu hari Jatmiko bertemu dengan dua orang gadis
di suatu persimpangan jalan. Rupanya kedua gadis itu memang sedang menantikan
dirinya.
“Jatmiko kau adalah sang sukacita. Datanglah dan berjalanlah di jalanku yang
terbuat dari rumput lembut dan aneka bunga yang ada di ujungnya ada kekayaan dan
kebahagiaan.” Kata salah satu dari mereka dengan tersenyum gadis yang lebih muda
dan cantik dari satunya.
“Jatmiko aku adalah seorang keutamaan.” Kata gadis yang sudah tak muda, tak
cantik pula. “Datanglah dan berjalanlah di jalanku yang terbuat dari batu dan kerikil
tajam, pada ujungnya ada kemurnian yang tidak akan pudar.” Gadis itu berkata tanpa
senyum di bibirnya.
“Aku ikut denganmu,” sahut Jatmiko.

Sungguh amat sulit jalan Jatmiko menuju kemuliaan. Di saat sedang marah,
mata Jatmiko berkilat-kilat membara. Sehingga pada suatu ketika Jatmiko sampai hati
membunuh istrinya, dan kedua anaknya. Setelah kemarahannya mereka, Jatmiko
menjadi menyesal dan sedih sekali, ia menangis sepanjang hari. Tetapi para dewa sangat
marah karena itu Jatmiko mohon pengampunan atas kejahatan yang telah dilakukannya.
Jatmiko kemudian pergi ke Delphi. Di sana ia bertemu dengan seorang imam
wanita, namanya pitia, yang artinya sang kepercayaan. Imam wnaita itu dapat
meramalkan masa yang akan datang.
“Jatmiko, pergilah ke kota Tiryn. Abdikanlah dirimu kepada raja Eurytheus,
pamanmu yang akan meletakan di atas pundakmu dua belas penderitaan dan kesusahan.
Kalau mendapat pengampunan dari pura.” Kata Pitia
Atas petunjuk Pitia, Jatmiko kemudian berangkat dan memulai perjalanannya.
Ketika memasuki istana Tiryn, raja Eurytheus pemalu dan penakut menjadi ketakutan
melihat kedatangan Jatmiko.

“Aku datang untuk mengabdikan diri kepadamu.” Ujar Jatmiko menenangkan


raja Eurytheus.
“Jika demikian, pergilah ke hutan Numea. Di hutan itu ada singa yang
menghabiskan domba-domba dan mencabik-cabik para penggembala. Bunuhlah singa
itu dan bawalah kulitnya kepadaku.” Perintah raja Eurytheus dengan maksud
menjauhkan Jatmiko sedapat mungkin agar jangan sampai datang lagi.
“Perintahmu akan kulaksanakan.” Jawab.

Kemudian pergilah Jatmiko menuju hutan Numea. Seorang penduduk daerah itu
berkata kepadanya.
“Tidak tahukah kau bahwa singa itu tidak dapat dilukai, karena kulitnya keras
seperti besi baja?”
“Aku takut akan hal itu.” Jawab Jatmiko

Jatmiko kemudian masuk ke dalam hutan. Ketika melihat singa itu segera ia
bersiap menghadapinya. Melihat ada mangsa, singa itu melompat menghadang Jatmiko.
Dengan cepat Jatmiko menyerang dan menghantamnya dengan tangan kosong, lalu
dengan cepat pula ia mencekik singa itu hingga menemui ajalnya.
Setelah membunuh dan menggeluti singa itu, Jatmiko membawa kulitna kepada
raja Eurytheus.
Karya: Wisnu Tri Atmaja

14. BETAMASYA KE BULAN

Erdiano hidup di dalam sebuah laboratorium. Setiap hari dia berbincang-bincang


dengan merpati. Merpati memberitahukannya bahwa ada sebuah tempat yang sangat
indah di bumi.

“Aku tidak bisa pergi dari laboratorium ini. Ayahku tak mengizinkan” keluh
Beronto.
“itu bukan masalah. Kita ke bulan cuma sebentar kita akan kembali sebelum
ayahmu sadar bahwa kau sudah pergi,” desak merpati.
“Bagaimana caranya?” Erdianto masih ragu.
“Mudah, kau ambil itu! Bubuk pembesar badan. Kau taburkan pada tubuhku,
setelah itu baru kau bisa menaikiku. Dan kita pergi ke bulan.”

Erdianto mengambil bubuk di meja kerja ayahnya. Dia taburkan ke badan


merpati-merpati membesarkan seperti garuda.
Sayapnya menjadi sekuat baja. Lalu Erdiano naik ke punggung merpati.
Di bawah para pengawal meduasa merpati raksasa menyusup. Maka mereka
menembak merpati dan Erdino dengan senapan merikam tembakan itu tidak mempan.
Erdino dan merpati sampai ke bulan.
Di bulan mereka mendarat di sebuah danau berwarna jingga. Di danau terdapat
ikan yang menari-nari. Ikan itu memiliki sayapnya yang mereka menggunakan untuk
terbang di atas air. Matahari dan bulan tampak kebiruan karena terpantul bumi.
Erdiano sangat menikmati pemandangan di bulan. Saat itu bulan sedang
berbentuk sabit. Erdiano langsung berseluncur di bulan itu dan berlarian bersama
pelangi.
Ia berenang-renang bersama para awan dan menari-nari bersama para bintang.
Pada saat ia sedang asik bermain dengan para bintang, tiba-tiba ia mendengar suara
yang sangat kecang. Suara itu berasal di tempat mereka mendarat. Erdiano dan merpati
segera menghampirinya. Mereka terkejut ternyata ada seekor gurita luar angkasa yang
terjatuh dari ufonya.
Awalnya sang gurita malu dan takut kepada Erdino dan merpati, tetapi Erdino
membujuknya dengan perlahan. Akhirnya sang gurita luluh terhadap Erdiano. Mereka
berkenalan Erdiano yang memulai
“Hai nama saya Erdiano. Kamu siapa dan dari mana.” Sang gurita menjawab
“Nama saya ara, hai juga, aku berasal dari planet Yupiter.”
“Mengapa kamu bisa terjebak di sini?”
“Aku ingin ikut saudara-saudaraku ke planet uranus, tetapi ufoku rusak dan jatuh
ke bulan! Sekarang aku harus tinggal di sini sampai ufoku selesai diperbaiki dan
menunggu saudaraku pulang kembali!”
“Kalau kamu mau kita bersahabatan dan bermain bersama, apa kamu mau?”
Sang gurita sangat senang dan terbang kegirangan. “Ya, aku mau menjadi
sahabatmu!”
Setelah itu mereka bermain bersama mereka menyaksikan pertunjukan tari ikan.
Berenang bersama para awan, menari bersama para bintang, berseluncur di atas pelangi.
Dan menjahui pak matahari yang sedang tidur.
Mereka sangat senang dan menikmati kejadian tersebut hingga merpati teringat
bahwa mereka harus kembali ke bumi sang merpati mengatakan
“Erdiano kita harus kembali ke bemi sebelum ayahmu mengetahui kita pergi!”
“Oh, iya merpati, ya sudah ayok kita pulang”
Mereka berpamitan dengan Ara sang gurita luar angkasa.
Perpisahan ini sangat mengharukan dan penuh dengan air mata. Baru kali ini
Ara merasakan persahabatan yang kuat antara manusia dan hewan luar angkasa sekuat
dan sesedih ini. Bahkan mereka tak sanggup untuk berpisah, tetapi ia harus kembali
secepatnya ke bumi. “Baiklah, Erdiano kita memang harus berpisah, jika kau
merindukanku. Setiap malam bulan sabit, akan banyak bintang bertaburan di angkasa.
Tataplah bintang-bintang itu. Karena salah satu wujud bintang itu ada wujud aku!”
“Baiklah Ara, aku tidak akan melupakan ini semua!” “Terima kasih ya Erdiano, kamu
sudah mau menemaniku bermain di sini, tetapi setelah itu aku akan sendiri di sini!”
Mereka berpelukan dengan butiran air mata sang merpati tak kuas, tetapi mereka
harus tetap kembali ke bumi. Erdiano menaiki merpati, dan melambai ke arah bulan.
Semuanya kembali seperti semula. Sang merpati kembali ke ukuran semulanya
dan bertengger di dahan depan jendelanya. Ia mengucapkan terima kasih dan tersenyum
ke arah merpati dengan rasa penuh haru dan bahagia, dan pada setiap malam ia menatap
bintang-bintang di langit, sembari mengingat kenangan manis ia bersama si Ara di
bulan.

Karya: Setara
15. KAPTEN 12

Hari sudah malam dan mereka semua terlelap dalam bis. Aldo bermimpi, dia
bermimpi dengan bertemu Amalia.
“Aldo , berhati-hatilah sesuatu di depan sana lebih berbahaya dari sebelumnya.”
Ucap Amalia.
Tiba-tiba Aldo terbangun, dan mendapati Cinta tidur bersandar di bahunya, dan
perlahan Cinta juga terbangun.
“Ada apa?” tanya Cina.
“Dia bilang kita akan menghadapi sesuatu yang lebih berbahaya” Jawab Aldo.
Aldo dan Cinta kembali tidur esok paginya, bis sudah sampai di perkotaan dan
merka semua turun pukul 06.24 wib.
“Ayo turun, kita sudah sampai” Ucap Aldo.
Mereka semua lalu turun secara bergantian dan terkejut saat melihat bangunan-
bangunan di sekitar agak rusak dan terdapat banyak tubuh monster bergeletak.
“Astaga, ini benar-benar perang” Ucap Aulia.
“Kemana semua orang?” tanya Devlin.
“Entahlah” jawab Aldo.
Lalu mereka berjalan menelusuri jalanan dan perkotaan “Tempat ini benar-benar
sepi” ucap mereka terus berjalan, sepanjang perjalanan mereka melihat tubuh-tubuh
monster yang sudah mati.
“Tidak kusangka kini manusia benar-benar kelewatan” Ucap Sandi.
“Selamat datang di era modern” ucap Aldo
Tiba-tiba muncul suara tembakan yang asalnya tidak jauh dari tempat mereka.
“Dor...dor...dor”
“Suara apa itu?” tanya Aulia.
“Ikut aku” ajak Aldo.
Aldo dan yang lain pergi ke arah asal suara tembakan itu. Begtu mereka sampai,
mereka melihat 2 tentara wanita dan pria sedang menembak Dodo yang berlari ke
arahnya tiba-tiba Sandi berlari ke arah wanita tersebut dan menghilang “Mana Sandi?”
tanya Aldo saat jarak Dodo dan wanita itu tersisa 3 meter, Sandi muncul dan langsung
memegang pundak kedua tentara itu, setelah itu Sandi dan kedua tentara itu menghilang.
“teleportasi” ucap Aldo
Sandi dan wanita itu muncul di hadapan Aldo. Sedangkan Dodo tadi menabrak
sebuah tiang listrik.
“Kalian tidak apa?” tanya Sandi.
“Ya” jawab mereka berdua
“Blar aku urus anjing itu” ucap Maharani.
Maharani mengeluarkan pulpen berwarna putih dan langsung menekannya.
Seketika pulpen itu berubah menjadi petir sama seperti milik Faresyah. “Kembalilah ke
markas” ucap Maharani. Maharani mengarahkan petirnya ke Orthus dan “Zrrrttttt” petir
itu menyambar Orthus dan seketika Orthus berubah menjadi abu, dan petir Maharani
kembali menjadi pulpen.
“Siapa kalian” tanya Intan.
“Aku Dimas dan dia Erna” jawab tentara pria.
“Dan kalian siapa kalian?” tanya Erna.
Mereka tidak ada yang mejawab, lalu Aldo melangkah maju.
“Kami adalah kapten 12” jawab Aldo.
“Kau aku mengenalmu, kapten menugaskan kamu untuk mencari tahu
keberadaanmu” ucap Dimas.
“Untuk apa?” tanya Aldo.
“Dia berpikir mungkin kau bisa mengkhiri perang ini” Jawab Erna.
“Di mana orang lain?” tanya Cinta.
“Mereka berada di pengungsian militer, tenpat aman untuk saat ini.” Jawab
Dimas.
“Kami harpa kalian ikut dengan kami.” Ucap ERNA.
“Tujuan kami kemari memang untuk mengakhiri perang ini. Bagaimana teman-
teman?” tanya Aldo.
“Kita ikut mereka jawab Maharani.
“Oke, kami ikut kalian” ucap Aldo.
“Baiklah, jarak markas kami hanya 3 km dari sini” Ucap Erna.
Erna dan Dimas lalu melangkah pergi Aldo dan yang lain mengikuti dari
belakang.
“Tunggu kita berjalan kaki?” tanya Michel.
“Ya, kendaraan kami dihancurkan oleh Orthus si anjing nakal itu” jawab Erna.
“Sandi apakah kau bisa melakukan Teleportasi ke markas mereka” tanya Aldo.
“Ya, jika aku pernah melihatnya, jika tidak, aku tidak bisa melakukannya” jawab
Sandi.
“Apa boleh buat kita berjalan kaki” Ucap Aldo.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka berjalan kaki.
“Sebenarnya aku ingin melihat kota yang rapi tapi sekarang semua berubah”
Ucap Cinta.
“Percayalah, keadaan kota sebelum perang ini sama saja” Ucap Aldo.
“Benarkah?” tanya Cinta.
“Ya bahkan aku tidak terlalu suka tinggal di kota ini, udara di sini tercemar tidak
seperti di perkemahan, udara di sana sangat sejuk” Jawab Aldo.
“Ya, sepertinya kau benar, udara di sini sedikit berbeda” Ucap Cinta.
“Setelah perang ini berakhir , kita akan hidup seperti sebelumnya, hidup dengan
tenang” Ucap Aldo dan Cinta.
Sudah1 km mereka berjalan, dan tersisa 2 km lagi untuk sampai di markas
militer.
Setelah beberapa jam, kemudian mereka sudah sampai di sana.
“Nah, kita sudah sampai!” Ucap Dimas.
“Di mana teman-teman kami?” tanya Aldo.
“Tenang saja teman-teman kalian sudah berada di tempat aman dan sekarang
kalian harus bertemu dengan kapten kami.” Jawab Erna.
“Baiklah, di mana kapten kalian?” tanya Aldo dan Cinta.
“Ayo ikut kami” Jawab Dimas dan Erna.
“Aku ikut” Ucap Maharani
Mereka segera pergi untuk menemui kapten.
“Permisi kapten” Ucap Erna.
“Lapor, kapten kami sudah menemukan orang yang kapten maksud.” Ucap
Dimas.
“Benarkah, suruh mereka cepat masuk” seru kapten.
“Permisi kapten!” ucap mereka bertiga.
“Iya! Apa benar kalian bertiga adalah orang yang saya maksud” Tanya kapten.
“Mungkin benar kapten” Jawab Cinta.
Tiba-tiba HP kapten berdering bahwa pasukan Belanda menelpon kapten.
Kapten mendapat informasi dari pasukan Belanda bahwa perang akan dimulai pukul
01.00 malam, dan lokasi perang berada di lapangan Tartarus.
Perang pun tiba semua tentara-tentara menyiapkan senjata-senjata untuk
menyerang pasukan Belanda. Aldo, Cinta, Maharani, dan Sandy sedang bersiap-siap
dan melakukan Teleportasi untuk pergi ke lapangan Tartarus.
Akhirnya mereka berhasil megakhiri perang ini.berkat karena kita mengakhiri
perang ini Aldo pun diangkat menjadi kapten 12. Kota-kota kembali tenang dan udara
tidak tercemar lagi, dan mereka berempat dan pasukan tentara-tentara yang lain kembali
ke markas militer untuk menemui teman-teman yang lain.

Karya: Cinta Fitri Nasution


16. PERTARUNGAN HARIMAU MELAWAN MACAN

Semua pasukan harimau sudah siap hari itu. Harimau membagi tugas kepada
panglima dan pasukannya. Titik-titik yang sudah ditentukan harimau dan seluruh
binatang lainnya sudah berkumpul di Hutan Muara dengan keyakinan di dalam hati
untuk memperebutkan milik mereka. Hari itu sejarah besar di Hutan Muara akan
terpikir di hati seluruh binatang. Pasukan harimau berjuang sampai mati-matian untuk
memperebutkan kemenangan.
Saat hari itu pun tiba. Mulai terlihat bayangan-bayangan muara dan pasukannya
yang hendak keluar dari hutan. Jumlah pasukan macan lumayan banyak. Harimau dan
pasukannya memberi aba-aba supaya tidak panik.
Pasukan macan mulai berlari ke hutan Muara. Macan dan pasukannya tubuhnya
sangat besar. Sedangkan harimau tubuhnya tidak terlalu besar. Macan dan pasukannya
penuh dengan angkara murka dan kesombongan. Pasukan harimau tidak menyadari
bahaya yang terjadi. Semua pasukan harimau mulai panik. Harimau pun memberi aba-
aba kepada pasukannya agar tidak panik. Harimau pun berbicara.

Serang...! teriakan harimau sambung menyambung dengan seluruh pasukan.

Pasukan harimau dan binatang yang ada di hutan segera mengepung para macan
dan pasukannya dengan melemparkan anak panah yang berapi.
Pasukan macan mulai kaget melihat loncatan anak panah yang berapi panas.
Cukup banyak pasukan macan mulai jatuh terkena anak panah yang berapi panas.
Namun harimau langsung mengatur kembali para pasukannya pada posisi siap
menyerang. Dengan senjata api yang panas. Para harimau pun banyak yang terkena bola
pai panas. Harimau dan pasukanya menyerang dengan memakai senjata panah yang
berapi. Ternyata lemparan anak panah harimau tidak berarti bagi mereka, karena tidak
ada satupun yang terkena anak panah.
Macan pun berbicara....Hei.... tak ada gunanya kalian melemparkan anak panah
sama kami.
Seru harimau dan pasukannya sorot mata merah penuh amarah.

Para harimau tidak putus asa. Namun pasukan macan dan jumlah dua kali lipat
bahkan lebih dari pasukannya. Harimau mulai berjalan maju seolah-olah hendak
menerkam para macan yang mengepung. Macan yang pantang nyerah juga tidak takut
dengan gertakan para macan.
Pasukan harimau pun sangat marah karena pasukan harimau banyak yang mati.
Harimau dan pasukannya terus menyerang para macan dengan cara melempar anak
panah berapi dan bola api yang sangat panas. Para macan pun mulai kepanasan terkena
anak panah dan bola api yang sangat panas.
Pasukan macan mulai berkurang dengan inilah para pasukan harimau mulai
menyerang pasukan macan secara bertubi-tubi dengan melemparkan bola api itu.
Kepungan api anak panah semakin luas. Namun para macan pun masih
menyerang dengan sama kuat. Tetapi harimau dan pasukannya pun tidak berputus asa
walaupun para macan masih belum kalah.
Namun harimau dan pasukannya pun mengeluarkan senjata baru mereka yang
disimpan di dalam tanah. Mereka pun mengambilnya segera. Senjata yang diambil
mereka adalah senjata kris biru yang sangat sakti. Sesudah diambil mereka terus
menyerang.
Para macan pun kaget melihat senjata baru mereka. Para macan pun mengambil
senjata baru mereka yang disimpan di peti dan ditimbun di bawah tanah. Mereka pun
terus mengambilnya. Senjata baru mereka adalah pedang merah yang sakti. Sesudah
diambil mereka pun siap-siap untuk menyerang. Mereka pun menyerang terus dengan
cara bertubi-tubi.
Senjata kris biru punya harimau sangat sakti sekali para macan sampai tidak
berdaya terkena kris biru itu. Pasukan harimau pun tidak mengasih ampun para macan
yang sombong dan licik itu.
Akhirnya pun para macan kalah terkena serangan kris biru punya harimau.
Harimau dan pasukannya pun berteriak gembira akhirnya bsa mengalahkan macan yang
licik itu.
Para harimau dan pasukannya terus memanjat gunung yang ada di hutan itu
sambil membawa bendera kemenangan. Bendera itu pun ditancapkan di gunung.
Sesudah ditancapkan mereka pun hormat pada bendera tersebut.

Karya: Sandi Anandi


17. BALAS BUDI SINGA DAN RAJA

Di suatu kampung hiduplah pemuda miskin dan sebatang kara. Ia tidak memiliki
harta benda kecuali gubuk yang sudah rapuh peninggalan orang tuanya. Untuk
menghidupi dirinya, pemuda tersebut selalu mencari kayu batang di hutan lalu ia
menjual atau menukarnya dengan kebutuhan pokok lainnya. Meski hidup serba
kekurangan, namun pemuda tersebut sangat baik hati dan penyabar.
Ketika suatu hari pemuda tersebut sedang mencari kayu bakar, terdengar di balik
semak-semak suara raungan singa yang merintis karena sebuah serpihan kayu menusuk
punggung singa. Dengan rasa takut si pemuda yang merasa perihatin dan iba kemudian
menghampiri sembari mencoba menenangkan singa.
“Tenanglah wahai raja hutan, aku tidak akan menyakitimu atau memburuhmu,
aku akan membantumu melepaskan duri di punggungmu.” Mendengar ucapan permuda
tersebut, singa itu terdiam seolah mempersilahkan pemuda itu untuk menolongnya. Tak
lama kemudian duri di punggung singa kemudian berlari karena takut dimangsa.
Ketika hendak kembali ke tempat mencari kayu bakar, ia tidak sengaja
menabrak kereta kencana milik raja yang sedang lewat sehingga kereta tersebut terbalik,
meski telah bersimpuh dan meminta maaf, raja kemudian meminta pengawalnya untuk
menangkpnya dan memenjarakan pemuda tersebut. setelah beberapa hari di penjara
pemuda tersebut akhirnya dijatuhkan hukuman mati.
Pada malam hari di masukanlah pemuda itu ke dalam ruangan gelap yang berisi
binatang buas. Dengan perasaan sedih dan pasrah, ia merelakan dirinya menjadi
santapan binatang buas, akan tetapi alangkah terkejutnya pemuda itu ketika binatang
yang ada di dalam ruangan tersebut tidak menyentuhnya sama sekali. Setelah beranjak
siang baru ia mulai bisa melihat binatang apa yang ada di dalam ruangan.
Binatang buas tersebut adalah singa yang ia selamatkan beberapa hari lali.
Pemuda tersebut lantas bertanya “Kenapa kau tidak mematuhi rajamu untuk
memangsaku wahai singa?” singa tersebut kemudian menjawab “Mana mungkin aku
menyakiti orang yang berjasa menolongku dan menyelamatkanku.”
Keesokan harinya raja melihat pemuda itu masih baik-baik saja tidak ada luka
maupun goresan yang ada di tubuhnya sang raja pun bertanya kepada sang singa
“Kenapa kau tidak mau memangsanya wahai sang singa?” kata sang raja. “Karena dia
adalah orang yang telah menyelamatkanku saat aku terkena serpihan kayu di hutan”
jawab sang singa. “Apakah itu benar, tanya sang raja kepada pemuda tersebut. “Iya itu
benar.” Jawab sang pemuda.
Keesokan hariya sang raja meminta pegawainya untuk membebaskan sng
pemuda itu. “Kenapa aku dibebaskan?” tanya sang pemuda. “Karna aku diperintahkan
sang raja untuk membebaskanmu,” jawab si pegawai.
Pada malam hari sang raja mengundang pemuda tersebut untuk makan malam di
istana. Sembari berbincang-bincang sang raja pun melontarkan pertanyaan kepada
pemuda tersebut. “Apakah kamu mau menjadi pegawai di istana ini.” “Haaa jadi
pegawai.” Jawab pemuda itu dengan terkejut. “Saya tunggu jawaban kamu besok,” kata
sang raja.
Pada pagi hari sang pemuda itu datang ke istana sang raja. “Saya siap menjadi
pegawai raja di istana ini.” Kata pemuda tersebut. “Oke mulai saat ini kamu adalah
pegawai saya.” Kata sang raja pun memanggil sang singa. “Wahai sang singa apakah
pemuda ini pantas menjadi pengawasku.” Kata sang raja. “Ya, dia sangat pantas. Pantas
menjadi pegawaimu karna apa, karena ia sangat berani dan juga baik.” Jawab sang
singa.
Pada keesokan harinya pemuda itu pun sudah menjadi pengawal sang raja.
“Terima kasih raja karena kau sudah menjadikan aku sebagai pegawai mu,” kata
pemuda tersebut.

Karya: Nur Fahra Amalia


18. TANGISAN SEBUTIR NASI

“Nashwa... habiskan dulu sarapanmu...”


Terdengar teriakan ibu dari ruang makan, saat dilihatnya nasi uduk di piring
Nashwa masih banyak.
“Nashwa sudah kenyang, bu...!” balas Nashwa dari ruang tamu sambil
mengenakan sepatu sekolahnya.
“Tapi nasi uduk kamu belum habis, nih. Ayo, habiskan dulu!” Teriak ibu lagi.
“Nashwa sudah telat nih, bu. Pergi dulu ya, bu. Assalamu’alaikum.” Dengan
setengah berlari, Nashwa segera bergegas menuju ke mobil. Di dalam mobil telah
menunggu pak Aji, sopir pribadi keluarganya.
“Sarapannya nggak habis lagi ya, Non?” Sambut pak Aji saat Naomi sudah
duduk di dalam mobil.
“Ih, pak Aji usil deh,” Ujar Nashwa sambil cemberut. Tak dihiraukan pertanyaan
sopirnya itu.
Pak Aji hanya tersenyum mendengarnya. Segera, ia pun menstater mobil dan
perlahan meninggalkan rumah majikannya menuju sekolah Nashwa.
Di tengah perjalanan, terjadi obrolan ringan antara pak Aji dan Nashwa. Maaf,
non Nashwa. Bukan maksud bapak ikut campur, tapi bapak kasihan aja pada nasinya.
Nashwa tampak binung. Kemudian bertanya, “Kok kasihan pada nasinya, pak?
“Iya dong, Non. Nasi jugakan bisa nangis.”
“Nangis?” Ulang Nashwa tak percaya.
“Eh, masa non Nashwa nggak tau sih? Pak Aji semakin semangat saja
menanggapi rasa penasaran putri semata wayang majikannya itu.
Nashwa menggeleng. Baru kali ini dia mendengar cerita tentang nasi menangis.
Nashwa jadi penasaran.
“Pak Aji cerita dong ke Nashwa, kenapa nasi itu bisa nangis?” desak Nashwa ke
Pak Aji. Namun sayang, gerbang sekolah Nashwa keburu terlihat. Dan itu artinya,
Nashwa harus turun dari mobil. “Ceritanya sepulang Nashwa sekolah aja ya, pak.”
Teriak Nashwa sambil berlari saat dilihatnya gerbang sekolah nyaris ditutup oleh
satpam sekolahnya. Pak Aji hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Nashwa itu.

-***-

Saat istirahat sekolah. Nashwa dan Charisa sahabatnya, bergegas menuju kantin
sekolah. Sesampai mereka di kantin, tempat duduk yang tersisa hanya di tengah-tengah
ruangan. Terpaksa Nashwa dan Charisa duduk di situ. Segera, Nashwa memesan nasi
goreng sea food dan milk shake cokelat kesukaannya. Sedang Charisa memilih bakso
dan es teh manis.
Setelah pesanan datang, mereka pun terlihat asyik dengan menu makan siang
masing-masing. Nashwa si penggemar sea food tampak menikmati nasi goreng
pesanannya. Demikian pula halnya Charisa. Mulutnya pegap-pegap karena sambal yang
dimasukan ke dalam mangkokya terlalu banyak.
Namun sayang, baru beberapa suap Nashwa menikmati nasi gorengnya, ia telah
meletakan kembali sendok dan garpu di atas piringnya. Charisa hanya menatapnya
kasihan.
“Kenapa, Wa? Udak kenyang?”
Nashwa mengangguk.
“Hmm... kebiasaan Nashwa deh,” Sahut Charisa datar. Dia tak asing lagi dengan
kebiasaan sahabatnya itu. Kemudian lanjutnya, “Eh Wa, aku nggak? Nasi itu bisa
nangis loh, kalau kamu gituin terus,” Charisa pura-pura asyik dengan baksonya, tapi
matanya melirik tajam ke arah sahabatnya itu. Dan Nashwa, saat mendengar nasi
menangis langsung melotot.
Apa? Nasi menangis? Bercanda kamu Char!” Hari ini sudah dua orang yang
bicara padanya tentang nasi menangis.
“Buat apa juga aku bohong ke kamu, Wa? Lihat aja nanti kalo gak percaya.”
Deg! jantung Nashwa berhenti sejenak. Dia bener-bener kaget mendengar
ancaman Charisa tadi.
“Huhuhu... kenapa kau begitu kejam, manusia? Apa salahku padamu hingga kau
tega membuang-buangku? Tak sadarkah kau, bagaimana susahnya petani menanamku?
Sedangkan kau, seenak aja membuangku? Menghambur-hamburkanku? Dasar manusia
tak tahu terima kasih!”
Nashwa tersentak. Badannya gemetar. Itu... itu suara siapa? Dari mana asalnya?
Nashwa memandang ke sekeliling. Namun tak dijumpai siapa pun.
“Hai manusia! Lihat sekelilingmu! Masih banyak orang yang membutuhkanku.
Kalau memang kau tak suka denganku, jangan perlakukan aku seperti ini! Aku sedih,
aku terluka, kau jahat! Hiks hiks...
“Tidak... stop, stop! ibu... Nashwa takuttt... Nashwa menjerit-menjerit tak
karuan. Kepalanya menggeleng-geleng dengan kuat, kedua telinganya ditutup rapat.
Matanya terpejam. Nashwa benar-benar ketakutan.
“kenapa kau takut padaku, hai manusia mubadzir?
“Kau... kau siapa? Tampakan wujudmu padaku!” Nashwa kembali menjerit
kepalanya berputar-putar mencari sumber suara.
“Hihihi...
Kali ini terdengar suara tertawa cekikikan. Nashwa semakin ketakutan.
“Aku ada di depanmu, manusia lihatlah!”
Nashwa kaget sekali. Jantungnya hampir copot. Dia benar-benar tak percaya
dengan penglihatannya sendiri. Mimpikah dirinya? Ditepuk-tepuknya kedua pipinya,
berharap ini hanya mimpi. Tapi benarkah?
Kau tidak sedang bermimpi, hai manusia ini nyata. Akulah nasi yang selama ini
kau buang dan hambur-hamburkan.
“Ma...maafkan aku ya, nasi. Sungguh, aku tak tahu kau akan mendatangiku
seperti ini. Aku... aku menyesal sekali. Aku... aku tak akan mengulangi perbuatanku ini.
Tolong, maafkan aku! Terbata-bata Nashwa meminta maaf kepada si nasi. Tetapi tak
semudah itu bagi nasi.
“Aku tak percaya kau akan melaksanakan janjimu itu.”
“sungguh, nasi! Percayalah! Padaku! Aku benar-benar akan melaksanakan
janjiku padamu.
“Oke. Akan kupegang janjimu itu. Ingat, kalau sampai kau melanggarnya, lihat
azab tuhanmu yang akan datang padamu, hai manusia sombong!”
Nashwa kini yang meraung-raung. Dia amat ketakutan. Dia takut diazab. Dia
benar-benar menyesal. Dalam hatiya tertanam sebuah janji. Kalau ia takan membuang
dan menghambur-hamburkan nasi lagi.

Karya: Rizky Aulia


CERITA FANTASI
KELAS : VII-3
KELOMPOK : 1
19. RUMAH ANGKER

Hening malam itu, begitu mencengangkan. Nama saya Rasya yang sering pulang
malam lewat di depan rumah yang sunyi, suasana begitu misterius. Rumah itu begitu
berkesan bagi pemiliknya. Dulu pemilik rumah itu meninggalkan akibat ulah para
pemburuh bayaran. Putri mereka yang cantik membuat nafsu sang ayang menggerutu ke
uluh hati. Kejadian itu terjadi saat sang istri tidak di rumah. Ibu dari gadis cantik itu
bernama Ranty.
“Ras bisa tolong ayah nggak, tolong ambil kan minum ayah di ruang tengah?”
modus dari pikiran ayahnya. Ranty patuh dan mengerjakan pa yang diperintahka
ayahnya.
“Ini yah, minumnya digin. Apa mau dibuatin yang baru?”sambil menaruh
minuman itu di meja.
“Gak Ran, terima kasih.” Ran tolong tutup pintu itu, lalu duduk di samping
ayah, ayah mau bicara sama kamu Ran.” Tanpa bicara apa pun ia menuruti perkataan
ayahnya, lalu ia mendekat, dan duduk di dekat ayahnya. Kelakuan itu pun dilakukan
dengan memaksa anaknya, kemudian setelah bercerai dengan sang suami dan membawa
Ranty bersamanya.
Ranty menangis sambil berkata “Mengapa ayah tega?” tanpa menjawab, ibu
Ranty kemudian mencari orang untuk membunuh mantan suaminya. Malam itu begitu
sunyi. Pak Imron tertidur dengan pulas, begitu mudah para pembunuh itu masuk , dan
langsung masuk ke kamar Pak Imron, tanpa berpikir panjang tusukan pisau itu tepat di
bagian hati berulang-ulang.
Pak Imran berteriak, berulang kali tusukan itu mengenai bagian perut. Darah
yang membekas di kamar itu begitu jelas di atas sebuah kasur, sampai tidak ada yang
berani masuk untuk membersihkannya, karena suara jeritan dan bagian tubuh Pak Imran
yang mengenaskan sering terdengar dan terlihat oleh para tetangga di sekitar rumah itu
sambil meminta tolong.
Beberapa tahun setelah kejadian itu. Ibu gadis cantik itu tertangkap dengan para
pembunuh yang dia bayar, tetapi arwah Pak Imran selalu bergentayangan. Entah apa
yang dia minta sampai dia tidak bisa tenang tetap menjadi hantu yang sering
menampakan dirinya setiap pukul 12.00 WIB malam. Sama seperti kejadian itu
berlangsung ditambah bertahun-tahun setelah kejadian itu, rumah itu tak pernah
ditempati, setiap ada yang menempati, pasti mereka terusik dengan kejadian itu.
Pada malam hari Ranty pergi melewati rumah itu. Ia melihat hantu Pak Imran
yang sedang menakutinya. Bajunya penuh dengan darah. Rasya sangat takut dan ia
pingsan. Ia tidak mau melewati rumah itu lagi. Para tetangga pun tidak ada yang
melewati depan rumah itu lagi, karena tetangga sangat ketakutan.
Seminggu kemudian, pada pagi hari hujan sangat lebat sampai malam hari petir
pun menyabar ke suatu pohon. Hantu Pak Imran menakuti semua warga, sebenarnya
hantu Pak Imran menakuti warga karena ia mau membalas dendam ke mantan istrinya.
Tetapi mantan istrinya sedang dipenjara bersama para pembunuh yang dibayar istrinya.
Beberapa bulan kemudian di depan rumah angker itu diuatlah sebuah rumah
yang besar dan tingkat. Beberapa bulan, rumah itu sudah jadi dan ditempati oleh
pemiliknya. Rumah itu sangat besar sekali, sedang yang menempatinya hanya dua
orang. Pemilik rumah itu Pak Aji dan Bu Lusi. Pada malam hari, sangat sunyi sekali
bahkan tidak ada orang yang lewat satu pun. Tiba-tiba terdengar suara jeritan. Suara
mendengar suara jeritan yang berasal dari rumah Pak Aji. Warga pun menyelidikinya.
Rupanya memang benar, suara jeritan itu berasal dari rumah Pak Aji, warga mengetok
pitunya. “Tok...tok...tok...” tidak ada yang membuka pintunya. Warga memdobrak
pintunya lalu terbuka. Semua warga segera masuk, salah satu warga melihat Bu Lusi
pingsan, sedangkan Pak Aji tertidur dengan pulas. “Bu Lusi, bangun...bangun...bu!”
Warga membangunkan Bu Lusi. Bu Lusi bangun, lalu menceritakan yang dialami Bu
Lusi tadi. Bu Lusi melihat hantu Pak Imron dan warga pun menceritakan kejadian yang
dialami Pak Imron.
Setelah kejadian itu hantu Pak Imron pun tidak bergentayangan lagi. Semua
warga tenang hidupnya pun aman dan bahagia.

Karya: Rasya Oktaviana Nasution


20. SI KEBAL

Ada sebuah desa di Melati II. Pada suatu malam lahirlah seorang bayi rahim
seorang kaya raya. Hidupnya dan tidak ada yang tahu bahwa dia sedang hamil. Ketika
hujan datang lahir snag bayi. Hujan sangat lebat dan petir menyambar rumah kaya raya
itu. Ibunya meninggal dunia dan anaknya yang lahir diselamatkan oleh nenek tua dan
dibawa sang bayi tersebut.
Bayi itu diberi nama Dani Kebal untuk mengenal peristiwa petir yang
menyambar rumahnya. Ia tumbuh sebagai bayi yang kebal dan suka mengganggu
temannya. Tubuh besar membuat temannya takut dan ia memiliki kelebihan kebal
terhadap petir karena kejahatannya warga desa tidak suka termasuk Pak RT. Warga
yang sangat membenci Dani Kebal karena anaknya menjadi korban kejahatan Dani
Kebal, Pak RT bersama para warga mengadakan rapat untuk membahas Dani Kebal,
mereka sepakat untuk mengusir Dani Kebal. Apa kejahatan tidak dapat dikendalikan
lagi.
Pada suatu malam sabtu hujan petir kembali. Hujan yang sangat lebat. Para desa
ketakutan rumah mereka akan tersambar petir, petir ternyata menyambar rumah warga,
yang terkena rumah Pak RT, tapi anak lagi tidur dan dia tidak tau bahwa rumahnya
disambar petir dan anaknya tidak selamat, yang salah adalah Dani Kebal.
Beberapa tahun kemudian, ia di sekolahkan oleh nenek tua itu dan sampai tamat
sekolah. Sudah tamat sekolah ia bekerja sebagai bos di kantor Pak Anton dan Pak Anton
memiliki anak yang sangat cantik yang bernama Beby dan dia berjanji ketemuan di
Cafe yang indah. Dani Kebal dijodohkan oleh anak Pak Anton. Beby menerimanya
tetapi Dani Kebal belum menjawabnya. Dani Kebal tidak ada perasaan sama sekali
kepada Beby. Dani Kebal ingin membahagiakan si nenek. Pak Anton tidak bisa berbuat
apa pun, karena si nenek sudah menjadi orang tua. Dani Kebal tetap mau berjalan
dengan si Beby karena dia itu anak bos. Dani Kebal sebenarnay mempunyai pasangan
yang bernamaYola. Dani dilarang oleh Yola untuk tidak usah dekat-dekat oleh Beby.
Tetapi Dani hanya bisa apa karena kalau aku memiliki kamu, aku akan kehilangan
pekerjaanku. Yola kamu jangan slah sangka dulu aku beritahu kamu supaya hubungan
kita baik, karena aku pun sudah memiliki nenek yang aku sayang terutama nenek yang
sudah menjaga aku dari kecil sampai sekarang. Tapi kalau aku dulu aku gak punya apa-
apa, kamu mau sama aku coba, kita gak usah bertengkar lagi, udah kamu pulang ayo
aku antar pulang.
Keesokan harinya, Dani Kebal masuk kantor tiba-tiba ia dipanggil sama Beby.
“Dani aku ingin makan bersamamu.” Kata Beby.
“Tapi aku tidak bisa karena ada meeting, maafkan aku ya.” Kata Dani Kebal.
“Kamu nggak marahkan Beby. Beby aku akan temani kamu makan tapi kamu
tunggu aku siap meeting.” Kata Dani.
“Ya sudah Dan.” Jawab Beby.
Tiba-tiba sma masuk Yola ingin beli tas bersama Dani Kebal, sangat pusing
sekali lebih baik kita bertiga bertemu di Cafe. Tiba waktu bertemu mereka sampai dan
mereka saling tidak suka. Dan Yola dulu yang pergi. Jadi Dani apa ini maksudnya. Dulu
waktu kami SMA kami sahabatan dan dia mengambil apa yang aku punya. Asal kamu
tahu, aku pikir aku sudah ada jawaban aku siap dijodohkan sama kamau itu baik dan
mau ketemu nenek, karena nenek aku bisa ketemu kamu.

Karya: Sanita Sona


21. SUMUR MISTERIUS

Sabtu yang cerah Talita, Ranty, dan Rasya pergi berkemah ke hutan. Mereka
merupakan siswa pilihan oleh guru untuk mengamat hutan. Ketika mereka sampai di
hutan mereka membuat tenda dan beristirahat sebentar.
Keesokan harinya mereka berjalan-jalan. Di tengah jalan Ranty kehausan tetapi
mereka lupa membawa minum. Mereka berjalan beberapa meter. Lalu mereka melihat
ada sumur tua. Mereka mendekati sumur itu, seperti ada yang menarik mereka ke dalam
sumur.
Mereka membuka mata, tempat itu seperti neraka lalu mereka mendengar suara
orang minta tolong. Lalu mereka menemukan suara itu. Rasya melihat ada nenek tua.
“Nek kenapa nenek bisa ada di sini?” Radya bertanya. Nenek itu berbalik dan
dia tertawa Ha...Ha...Ha...Ha...
Tiba-tiba nenek itu menekan tombol di sebelah kiri badannya dan keluarlah
sayap yang mengepak-ngepak.
Dan nenek itu terbang dengan membawa Talita.
“Tolong...tolong. Tolong aku teman-teman.” Jerit Talita. Setelah mereka terbang
beberapa jauh dan sesampainya mereka, Talita dikurung. Di situ juga ada anak
perempuan yang terkurung bersama Talita yang bernama Nona.
“kenapa nenek mengurungku. Emangnya aku salah apa nek. Nenek tadi minta
tolong aku dan teman-temanku ingin menolong nenek.” Tanya Talita.
“Aku membutuhkan sepasang anak untuk kujadikan makananku.” Jawab nenek
sambil tertawa.
Nona dan Talita ketakutan. Mereka berdua tidak tahu harus berbuat apa. Ketika
nenek itu sedang beristirahat, mereka berdua berhasil melarikan diri dan kembali ke
tempat mereka dan bertemu dengan Rasya dan Ranty kembali.
“Kamu tidak kenapa-kenapakan?” Tanya Rasya.
“Aku tidak apa-apa.” Jawan Talita.
Ketika mereka ingin pergi, tiba-tiba mereka ditangkap oleh genderuwo. Mereka
dibawa ke dalam sebuah rumah dan mereka diikat. Mereka teriak minta tolong. Tetapi
tidak ada yang mendengar. Lalu mereka melihat sekeliling dan ada banyak sekali setan,
ada poncong, genderuwo, kuntilanak, dan banyak lagi.
“Aku sangat takut, apa yang harus kita lakukan?” Tanya Rasya.
Tiba-tiba pintu itu terbuka dan seorang genderuwo masuk ke dalam rumah itu.
“Hey anak-anak siap-siaplah kalian menjadi santapanku. “Ha...Ha...Ha..Ha...”
tanya si gederuwo sambil tertawa.
Talita terus berdoa dan mencari ide untuk menyelamatkan dia dan kawan-
kawanya. Tiba-tiba ada Dewi Kabut yang membisiki telinga Talita.
“Kamu jangan panik anak gadis” bisik Dewi Kabut.
“Jadi aku harus ngapain?” tanya Talita kepada Dewi Kabut.
“Kamu cukup berpikir dengan jernih jangan gegabah dan panik. Cukup tenang
pasti ada jalan keluarnya.” Bisik Dewi Kabut. Dewi Kabut itu langsung menghilang.
Talita pun melakukan apa yang dikatakan oleh Dewi Kabut. Setelah berpikir ia
punya rencana, dia pun berteriak.
“Hey, para setan kami sudah tidak sabar menjadi santapanmu.” Tanya Talita.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Rasya, Ranty, dan Nona.
“Lihat saja!! Jawab Talita.
“Siapa yang berteriak itu?” dengan wajah kesal si pocong bertanya.
“Aku” jawab Talita.
“Hey bocah kamu sudah bosan untuk hidup.” Tanya si pocong lagi.
“Iya aku sudah bosan untuk hidup.” Jawab Talita.
“Kalua begitu bawa saja kami keluar dan masukan kami lalu makan kami.” Kata
Talita.
Mereka dibawa keluar oleh genderuwo. Setelah keluar dan mereka akan
dimasak.
“Ya Tuhan jika kami harus mati di sini tidak apa-apa Tuhan dan jika kami tidak
harus mati di sini tolong selamatkan kami Tuhan.” Talita berdoa.
Tiba-tiba setelah Talita selesai berdoa semua setan-setan yang ada di situ hangus
menjadi abu, dan mereka terlepas dari ikatannya.
“Aku senang sekaki.” Kata Talita.
“Kita bisa terlepas dari setan-setan itu!! Tanya Talita.
“Iya betul Talita.” Jawab Rasya dan Ranty bersamaan dan mereka kembali ke
tenda.
“Apakah kejadian itu tadi benar apa mimpi?” tanya Ranty.
“Itu pasti mimpi” jawab Rasya. Lalu mereka melihat Nona di samping Talita.
“Kejadian itu benar.” Jawab Nona.
Kita harus ambil hikmah dari kejadian itu.
“Betul sekali.” Jawab Talita.
Karya: Talita Stefani Siregar

22. RARA DAN KUCING AJAIB

Pada suatu hari, tinggalah sesorang gadis desa yang sangat cantik, Rara
namanya. Dia berusia 18 tahun. Setiap hari ia selalu pergi ke sawah dan ia juga mencari
kayu bakar di hutan. Dan hidup bersama kakek neneknya. Ibu dan ayahnya sudah
meninggal karena kecelakaan. Ia sangat rajin, ia sering membantu kakek dan neneknya.
Rara sangat rindu dengan ibu dan ayahnya.
Suatu hari ia pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar ke hutan untuk mencari
kayu bakar di hutan. Ia tersesat tidak tau arah jalan pulang. Tanpa Rara sadari hari pun
sudah mulai gelap. Akhirnya Rara pun memutuskan untuk bermalam di hutan. Rara
duduk bersandar di bawah pohon yang besar dn Rara pun tertidur terlelap di bawah
pohon besar itu.
Pada saat Rara tidur, Rara mendengar ada suara yang memanggilnya. Rara
berpikir itu hanyalah mimpi. Namun tidak. Rara terbangun dalam tidurnya. Rara masih
mendengar suara yang memanggilnya itu.
“Hai anak gadis! Siapa engkau?” kenapa kamu bisa ada di sini?” Rara sangat
bingung. Ia berpikir dari manakah suara itu berasal? Rara berpikir lalu ia melihat
sekeliling di manakah asal suara itu? Rara melihat sekeliling di sekitarnya. Hai aku ada
di sini aku adalah kucing ajaib yang bisa bicara yang ada di hadapanmu. Suara itu terus
menerus ada... Rara melihat ke depan, Rara sangat terkejut dia terkejut bahwa kucing
yang ada di hadapnnya adalah seekor kucing yang bisa berbicara.
“Hai anak gadis jangan takut aku ini bukan makhluk jahat, perkenalkan namaku
Jero aku adalah kucing ajaib. Sekarang silakan perkenalkan nama kamu siapa kata Jero.
“Hai Jero namaku Rara aku tinggal di sebuah gubuk bersama kakek nenekku
yang berada di dekak sawah aku mencari kayu bakar, tetapi aku tersesat dan aku
terpakaa bermalam di sini.” Jawab Rara dengan perasaan yang masih takut.
“Rara, apakah aku boleh membantumu mencari kayu bakar dan
mengantarkanmu pulang?” kata Jero.
“Boleh-boleh saja, kalau kamu tidak keberatan, ayo bantu aku untuk mencari
kayu bakar.”
Setelah kayu bakar terkumpul cukup banyak lalu berkata “Jero aku sangat
lapar!” kata gadis desa itu.
“Rara mau apa?” jawab kucin ajaib.
“ aku sangat lapar aku ingin makan.” Kata si gadis desa.
“Baiklah jika itu maumu, akan kukabulkan permintaanmu.” Jawab si kucing
ajaib dan tiba-tiba ada sinar yang begitu memancar, lalu ada banyak makanan dan
minuman.
“Wah banyak sekali makanan dan minuman itu. Terima asih Jero.” Kata si gadis
desa itu.
“Sama-sama silakan dinikmati.” Jawab si kucing ajaib.
Setelah selesai makan Rara pun berkata kepada si kucing ajaib.
“Jero aku berpikir kalau kakek dan nenekku sedang kawatir.” Kata Rara
“Baiklah aku akan mengantarkanmu pulang.” Jawab si kucing ajaib.
Sesampainya Rara di rumah. Ia melihat bahwa neneknya menangis.
“Nek! Kenapa nenek menangis?” Tanya Rara.
“Kakekmu berbaring sakit di tempat tidur, kakekmu terus menerus memanggil
namamu Rara.” Jawab si nenek, lalu Rara berlari ke kamar kakeknya ia melihat
kakeknya yang hanya bisa berbaring sakit di tempat tidur, lalu Rara menangis sambil
memanggil nama kakeknya.
“Kenapa kamu menangis cucuku kakek tidak apa-apa, karena kecapekan saja.”
Kata si kakek sambil sekali-kali terbatuk-batuk.
“Kek aku akan membawakan obat untuk kakek.” Kata Rara.
“Cepat pulang ya Rara kakek akan menunggumu.” Jawab si kakek. Rara pun
mengangguk. Lalu Rara berlari ke hutan mencari keberadaan kucing ajaib itu. Rara
terus berjalan ke sana ke mari mencari kucing itu namun, ia tidak menemukannya, lalu
Rara duduk di sebelah pohong besar. Dan ternyata kucing itu ada di sebelah pohon
besar itu juga.
“Rara kenapa kamu ke sini?” kata kucing ajaib.
“Jero kakekku berbaring sakit di tempat tidur.”
“Aku ke sini untuk mencarimu aku ingin mencari obat untuk kakekku.” Jawab si
Rara sambil tergesa-gesa.
“Baiklah akan kuberitahu obatnya.” Kata si Jero lalu kucing itu memberikan dua
helai daun kepada Rara.
“Untuk apa daun ini?” kata Rara.
“Daun ini bisa menyebuhkan kakekmu Rara.” Jawab kucing.
“Lalu bagaimana cara menggunakannya?” Tanya Rara.
“Kanu cukup merebus daun itu.” Jawab Jero.
Lalu Rara pilang ke rumah. Rara merebus daun tersebut. lalu Rara memberikan
kepada kakeknya. Lalu rebusan daun tersebut diminumkan kepada kakeknya. Seketika
kakek pun menjadi sehat kembali.
“Terima kasih cucuku.” Kata si kakek.
“Sama-sama kakek” Jawab Rara.
Keesokan harinya Rara pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Lalu Rara
bertemu dengan kucing ajaib.
“Terima kasih kucing ajaib karnamu kakekku sudah sembuh.”
“Syukurlah kalau kakekmu sudah sembuh.” Jawab si kucing ajaib itu.
“Aku tidak akan melupakan kebaikanmu Jero. Terima kasih buat semuanya.

Karya: Hafiz Enda Mulia

SEKOLAH ANGKER

Namaku Cintia, aku bersekolah di salah satu sekolah menengah pertama negeri
yang ada di Bengabing. Semenjak aku masuk sekolah itu aku tidak tahu letak dan
gudang sekolahnya karena pendaftaran sekolah hanya dari online dan aku baru tahu
gudang sekolah pas hari pertama MOS (Masa Orientasi Siswa) saat MOS aku ditemani
oleh ibuku, sebelum kegiatan MOS dimulai aku dan ibuku sejenak berkeliling-keliling
gudang dan kelas yang kelihatannya agak sedikit aneh karena gudang sekolah baruku ini
kurang terawat.
Tujuan pertama yang ingin aku lihat adalah kantin, yaap dugaanku ternayata
benar bahwa kantinnya sedikit lusuh dan hanya ada 3 tempat jajanan.
“Oke kantinnya sudah kita lihat. Sekarang tujuan selanjutnya ke mana ya?”
tanyaku kepada ibuku.
“Kita ke toilet saja dek, mungkin toiletnya tidak terlalu jauh sepertinya.” Kata
ibu.
“Ya mungkin ibu ada benarnya juga mungkin toiletnya tidak jauh dari sini.”
Ucapkan dalam hati.
“Kak toilet di mana ya?” aku bertanya kepada kakak kelas yang ada di sekitar
kantin.
“Kamu lurus aja nanti belok kanan lalu ada tulisan toilet sebelah kanan.” Jawab
kakak kelas yang aku tidak tau namanya.
“Oh makasih ya kak.” Jawabku. kemudian aku dan ibuku memulai menelusuri
toilet itu, mengikuti arahan kakak kelas tadi. Setelah sampai di toilet aku sedikit
bingung karena tolilet ini sangat berbeda dengan toilet SD ku dulu, tapi aku tetap
merasa sanggup untuk sekolah di sini.
Setelah beberapa bulan aku sekolah di sini, mulai beredaran berita tetang
sekolah ini, salah satunya adalah berita tetntang sekolah ini yang dulunya bekas rumah
sakit Belanda selain itu ada juga berita kalau ruang kelasku ini banyak hantu-hantu
Belanda gitu.
Awalnya aku memang tidak percaya tetang kabar yang beredar itu tapi setelah 2
tahun berjalan aku sekolah di SMP itu aku mulai percaya tentang berita yang sudah
beredar itu. Faktanya waktu teman sekolahku ada yang mengikuti kegiatan pelantikan
prmuka yang mengharuskan anggota pramuka kemah di sekolah selama satu malam,
selama satu malam itu dia merasakan banyak keanehan di sekolah. Semua keanehan itu
dia ceritakan kepadaku, mulai dari pintu kelas yang terbuka sendiri pada malam hari
sampai dia melihat suatu penampakan di perpustakaan sekolah.
Pada hari senin aku dan teman-temanku ingin melaksanakan upacara bendera.
“Ayo Nin kita baris.” Kata Cintia.
“Ayo Cin.” Jawab si Nina.
Beberapa menit kemudian selesailah upacara bendera aku dan Nina ingin masuk
ke kelas tiba-tiba terdengar suara orang minta tolong.
“Tooo...Loooo...ng.” Teriak suara misterius itu.
“Eh cintia kau dengar gak ada suara minta tolong?” Tanya Nina.
“Iya aku dengar.” Jawab Cintia.
“Sepertinya suaranya berasal dari gudang itu.” Kata Nina.
“Mari kita ke sana.” Ucap Cintia.
“Mari.’ Kata Nina.
Sesampainya di gudang tidak ada suara apapun.
“Loh kok gak ada suara minta tolong, ke mana suara itu?” Tanya Cintia.
“Iya ke mana suara itu kok gak ada.” Jawab Nina.
“Sudah ayo kita balik aja ke kelas.” Ajak si Nina.
“Ayok.” Jawab Cintia. Sampailah mereka berdua di kelas tiba-tiba Cintia
pingsan. Nina dan teman-temannya pun bergegas membangunkan Cintia, tiba-tiba
Cintia bangun dengan keadaan kerasukan arwah hantu Belanda.
“Apa yang kamu inginkan, kenapa kamu merasuki tubuh temanku?” Tanya Nina
setan Belanda itu pun hanya berdiam. Teman-teman Nina pun segera memanggil guru
agama untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Guru agama pun datang.
“Apa yang kamu inginkan kenapa kau merasuki tubuh anak ini, apakah dia
memiliki kesalahan denganmu, keluarlah kau dari tubuhnya, kasihan anak ini, ia masih
kecil?” Tanya guru agama.
“Aku ingin minta tolong kepadamu.” Jawab hantu itu.
“Apa yang bisa kulakukan?” Tanya guru agama.
“Tolong jangan kuburkan jasadku di balik semak-semak itu.” Jawab setan itu.
“Kenapa jasadmu tidak dari tahun yang lalu, dikuburkan .” tanya guru agama.
“Karna jasadku yang ditembak dan ditaruk di belakang semak-semak.” Jawab
hantu itu.
“Baiklah saya akan membantumu, tapi tolong keluarlah dari tubuh anak ini!”
kata guru agama.
Beberapa detik kemudian keluarlah setan Belanda itu dari tubuh Cintia. Cintia
pun sadar. Seminggu kemudian jasad itu ditemukan dan dikuburkan oleh warga, dari
saat itu sekolah itu pun menjadi tidak angker lagi murid-murid di sekolah itu menjadi
damai dan tetram. Dari hal itu murid- murid mendapat hikmah di balik kejadian itu.

Karya: Cinthya Bella

KESURUPAN

Di sebuah desa ada sebuah pohon yang sangat besar. Pada beberapa tahun ada
seorang gadis bernama Rara, dia melihat ada orang di attas pohon itu dia pun memanjat
setelah sampai di atas orang tersebut tidak ada. Tiba-tiba Rara didorong dan terjatuh.
Ada satu warga yang melihat Rara terjatuh dan warga itu bernama Sehat. Sehat pun
memanggil warga yang lainnya. Rara pun segera dibawa ke Puskesmas dan beberapa
menit Rara pun sadar, tangannya patah dan Rara pun menangis.
Pada beberapa tahun kemudian ada yang membuat rumah di dekat pohon itu.
Pada beberapa bulan rumah itu pun selesai dan ditempati oleh Ranty dan seorang
adeknya bernama Raffasya. Pada beberapa minggu Ranty mendengar tangisan dari
pohon itu. Ranty pun melihat kepohon tapi tidak ada satu pun orang.
Pada beberapa bulan Raffasya mendengar dan melihat ke pohon itu. Dan
Raffasya melihat ke atas pohon tetapi tidak ada orang dia pun kembali ke rumah dan dia
pun memanggil kakaknya dan kakaknya pun mendatangi dia.
“Apa yang terjadi dek?” Tanya kakaknya sambil memegang adeknya. Adiknya
pun berkata
“Kak tadi ada yang nangis tapi tidak ada orang di pohon itu.” Jawab Raffasya
sambil menangis.
Kakaknya pun berkata.
“Udah dek kalau ada suara jangan dilihat nanti kita bilang sama Pak RT ya
dek?” tanya Ranty. Pak RT itu bernama Hafiz.
Pada keesokan harinya Ranty dan Raffasya pun pergi ke tempat Pak RT. Ranty
pun bertanya pada Pak RT.
“Assalamualikum, Pak kenapa ya saya dan adik saya selalu mendengar
tangisan?” Tanya Ranty.
“Saya tidak tahu.” Jawab Pak RT.
“Kenapa bapak tidak tahu?” Tanya Ranty.
“Saya memang tidak tahu.” Jawab Pak RT.
“Ya sudah pak kami pamit dulu ya Assalamualikum pak.” Jawab Ranty sambil
bersalaman kepad Pak RT.
“Walaikumsalam.” Jawab Pak RT.
Pada keesokan harinya Ranty pun mendengar tangisan. Ranty pun pingsan dan
Sehat melihat Ranty Sehat pun memanggil warga yang lainnya dan memanggil Pak RT,
Ranty pun sadar tetapi dia kerasukan dan Pak RT pun memanggil pak dukun yang
bernama Dirly. Dirly pun datang untuk menyembuhkan Ranty. Dirly pun berbicara.
“Kenapa kamu merasuki Ranty?” tanya Dirly kepada setan itu.
“Iya aku tidak mau kalau ada yang menggangguu.” Jawab setan itu.
“Siapa yang mengganggu kamu?” Tanya Dirly kepada setan itu.
“Saya tidak tahu tetapi saya tidak mau ada yang membuat rumah di situ.” Jawab
setan itu.
“Apa salahnya kalau membuat rumah di situ?” Tanya Dirly.
“Saya merasa tertanggu.” Jawab setan itu.
“Kami tidak akan mengganggumu lagi, tetapi biarlah Ranty dan adiknya tinggal
di rumah ini dan pergilah kamu dari tubuhnya.” Tanya Dirly kepada setan itu.
“Saya akan keluar dari tubuh ini, tetapi kalian harus janji tidak akan
mengganggu lagi.” Jawab setan itu. Setan itu pun keluar dari tubuhnya Ranty, Ranty
pun sadar. Pak RT berkata
“Kalau kamu mau, membuat pengajian saja.” Tanya Pak RT.
Pada beberapa hari mereka melakukan pengajian dan warga pun berdatangan
dan tertawa-tawa. Hidup mereka damai karena tidak ada yang mengganggu mereka.

Karya: Ranty Putiah Lubis


HUTAN ANGKER

Pada suatu hari Andika, Noni, Alfin, dan Nona akan pergi ke hutan, untuk
berkemah di sana. Andika sudah sampai di sekolah dan teman-temannya Andika pun
menunggunya sudah lama.
“Lama sekali kau Andika?” Tanya Nona.
“Maaf ya semuanya, teman-teman.” Jawab Andika. Mereka segera berangkat
berjalan kaki, dan tempatnya tidak terlalu jauh dari sekolah mereka. Andika dan teman-
temannya berjalan-jalan sambil menghirup udara segar di pagi hari. Andika berjalan
paling depan dan mengatur semuanya di perjalanan, dan perjalanan hampir sudah
sampai dan mereka pun sudah capek dan mereka pun sampai di tempat tujuan mereka.
Mereka beristirahat dulu. Setelah itu Andika memberi tugas yang diberikan oleh bapak
guru.
Dan Dani memasang tenda untuk beristirahat dan tidur, Arfin mencari kayu
bakar untuk membuat api. Arif mengambil air di sungai bersih untuk dimasak lalu
diminum. Nona menyiapkan makanan dan memasak untuk persiapan makan malam.
Hari sudah larut malam dan mereka pun makan bersama-sama.
Setelah selesai makan mereka segera tidur. Andika, Arfin, dan Arif tidur di
tenda satu. Nona dan Nani tidur di tenda dua. Dan mereka tidur dengan nyenyak. Pada
pukul 12.00 Wib malam, Andika ketakutan, dan Andika membanguni Arfin dan Arif
untuk mengecek keadaan di luar, di luar ternyata tidak ada apa-apa, mereka pun masuk
ke dalam tenda tiba-tiba terdengar suara yang aneh.
“Aaaaaaaaaaaa”
Ternyata suara itu suaranya Nona dan Nani.
“Ada sesosok bayangan-bayangan yang mengikuti kami.” Kata Nona dan Nani.
Dan tiba-tiba muncul sesosok hantu yang mengerikan. Mereka ketakutan dan segera
masuk ke dalam tenda masing-masing yang sudah dibagi. Hantu itu terus menakuti
mereka, mereka tidak bisa tidur dan mereka berdoa lalu tidur.
Hari sudah menjelang pagi mereka bangun dan membereskan semuanya. Andika
sedang melamun.
“Kenapa kamu Andika?” Tanya Nona.
“Aku sedang memikirkan kejadian tadi malam.” Jawab Andika.
“Sudah jangan dipikirkan lagi Andika.” Kata Nona.
“Ya sudah, semuanya sudah beres ayo kita pulang.” Kata Arfin.
Mereka pulang dengan berjalan kaki dan mereka sampai.
“Yuk singgah dulu kita di warung untuk sarapan?” Tanya Nona.
“Ya udah.” Jawab Nani dan teman-temannya. Dan mereka pun makan di warun
tersebut.
Setelah selesai makan mereka segera pulang, dan mukanya Andika pucat.
“Kenapa kamu Andika muka kamu sangat pucat sekali?” Tanya Arif.
“Tidak apa-apa Arif.” Jawab Andika
Dan mereka sudah sampai rumahnya masing-masing.
Keesokan harinya Andika pergi sekolah dan Andika sampai di sekolah. Andika
mukanya pucat lagi seperti kemarin. Andika pun melamun.
“Kenapa kamu Andika?” Tanya Arfin dan teman-temannya.
“Senang kalian berkemah di hutan?” Tanya teman satu kelasnya.
“Tidak.” Jawab Andika.
“Kenapa tidak?” tanya temannya lagi dan Nona menceritakan tentang berkemah
di hutan, begini loh ceritanya teman-teman.
“Tadi malam sesudah kami siap makan kami tidur pada pukul 12.00 Wib malam
Andika terbangun tiba-tiba Andika melihat ada bayangan yang menyeramkan.”
Begitulah ceritanya teman-teman.

Karya: Sehat Junian Tegar


RUMAH HANTU

Pada suatu hari ada rumah yang sangat indah dan banyak penghuninya. Pada
saat itu datanglah Doni bersama ayah dan ibunya. Mereka menempati rumah tersebut.
malam pun tiba Doni tidur dan Doni dihantui. Doni pun terbangun dan Doni berteriak
sangat keras sehingga membangunkan ayah dan ibunya.
“Ada apa Doni?” Tanya ayah dan ibu.
“Aku dihantui dengan arwah penasaran yah bu, aku sangat takut.” Jawab Doni.
“Apa ada hantu di rumah ini?’ Tanya ayah dan ibunya Doni.
“Coba kita periksa dulu yah?” Tanya ibu kepada Doni.
“Benar juga bu.” Jawab ayah.
Malam pun tiba mereka tidur Ayah Doni mencoba memancing hantu untuk
keluar, di tengah malam Doni pun tidur dan Doni tidur di kamarnya dan disaat itu,
berapa menit kemudian terdengar suara dari atap rumah mereka, mereka pun segera
melihat. Ayah pun melihat ada sesuatu.
“Apa itu bu di atas?” Tanya ayah.
“Wah itu adalah penghuni rumah ini.” Jawab ibu. Hantu itu mencari tumbal,
siapa pun yang menempati rumah itu akan dijadikan tumbal.
Mereka segera meninggalkan rumah itu dan bergegas menuju mobil dan mereka
segera pulang ke kampung halaman mereka. Semakin lama mereka membangun rumah
di desa yang bernama desa Cempaka. Mereka hidup damai dan tenteram di Desa
Cempaka, dan saat itu mereka tidak pernah dihantui lagi.
Suatu hari mereka kembali ke rumah lama mereka untuk mengambil barang-
barang yang tertinggal. Di rumah itu tampak seram dan mereka mulai masuk. Semua
berantakan dan dibersihkan agar rapi. Sesudah dibersihkan tempat itu tiba-tiba
mendengar suara dari kamar mandi. Mereka pun mengeceknya sesudah dicek tidak ada
apa-apa. Tiba-tiba pintu tertutup sendiri mereka pun terkunci. Setelah itu mereka
menelpon ibu Ayahnya untuk mengirim bantuan. Bantuan pun segera datang. Mereka
pun ditemukan mereka pun segera pulang ke rumah mereka.
“Ada apa kalian ke ruah itu lagi?” Orang tua mereka bertanya.
“Kami ingin mengambil barang yang tertinggal.” Jawab ayah.
“Ya sudah kalau begitu biarkan barang-barang itu di sana.” Kata orangtua
mereka.
Dan mereka tidak kembali ke rumah itu lagi. Mereka hidup damai dan tentram di
rumah baru mereka.

Karya: M. Dirly Refansyah


CERITA FANTASI
KELAS : VII-3
KELOMPOK : 2

KISAH SEBUAH DEBU

Angin meniup debu-debu yang tergeletak di jalanan. Debu-debu pun


berterbangan dan melayang-layang di udara, dan berhenti pada sebuah daun muda reni.
Setiap kali debu terbang pasti selalu saja berhenti di daun reni. Debu itu bernama Dina.
Pada suatu hari Dina san debu sedang melayang-layang terbang ke daun reni
mereka berbicara tentang suatu masalah. “Hey Reni!” Dina san debu menyapa Reni.
“Owh ya apa Dina?” Aku mau bercerita tentang angin, dia selalu mengejekku bahwa
aku debu yang tidak berguna dan aku hanya polusi kota ini saja!” kata Dina sang debu
degan rasa sakit hati kepada Reni sang daun muda. “Jahat sekali sang angin kepadamu.
Dia telah menghinamu sekejam itu. Awas saja nanti jika aku bertemu dengannya, aku
akan memarahinya.” Kata Reni dengan sangat marah.

2 Hari Kemudian
Sudah 2 hari angin tak pernah datang lagi. Saat itu Reni sedang melihat-lihat
suasana kota, tibalah sebuah angin yang sedang berjalan-jalan dan Reni menegurnya.
“Hey Angin, kenapa kamu menghina-hina Dina sang debu itu, bahwa dia hanya polusi
kota ini!” Reni berkata sangat marah kepada angin. Aku bukan menghinanya tapi
memang kenyataannya, bahwa Dina hanya polusi udara di kota ini saja! Jawab Angin
dengan sombongnya.
“Walaupun dia hanya polusi udara bagi kota Dina pun sangat penting bagi kami.
Jika asal debu dari tanah atau pasir maka jika tidak ada tanah maka tidak akan ada debu.
Aku saja sangat memerlukan tanah jika tidak ada tanah aku pun tidak bakal hidup!”
Seru Reni kepada san Angin.
Keesokan harinya debu bertemu dengan Reni. “Hey Reni apakah kamu sudah
berkata pada sang Angin?” Dina bertanya kepada Reni. “Iya aku sudah berbicara
kepadanya, tetapi saat aku menasihatinya dia terus pergi tanpa sekecap kata pun!” Reni
menjawabnya. Sang debu pun pergi mencari sang Angin.
Sudah lama sekali debu mencari Angin tetapi Angin tidak pernah datang lagi.
Sang debu pun mulai kawatir. Dina takut jika Angin tidak ingin berteman lagi
dengannya. dina pun tidak putus asa untuk mencari sang Angin, Dina terus mencarinya.
Akhirnya Dina pun bertemu dengan sang Angin. “Hey angin aku ingin meminta maaf
kepadamu karena kata-kata Reni sangat kasar.” Dina meminta maaf kepada Angin.
Angin malah pergi begitu saja.
Hari berikutnya debu dan Reni sedang bermain-main di atas daun muda Reni,
tiba-tiba sang angin datang menghampiri mereka, tetapi Angin datang dengan kekuatan
angin topannya yang sangat dasyat. Reni dan Dina pun terhempas kian ke sana dan ke
mari tetapi sang dewi angin pernah berkata kepada mereka bahwa mereka mempunyai
kekuatan untuk bertahan. Dengan kekuatan tersebut mereka tidak akan terhempas,
akhirnya Reni dan Dina menggunakan kekuatan mereka masing-masing.
Pada saat itu keluarlah cahaya yang sangat terang seperti sinar aurora berwarna
hijau kebiru-biruan. Reni dan Dina pun menjadi seperti batu yang diam di tempatnya.
Mereka mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing. Setelah beberapa lama
kemudian angin topan pun pergi. Suasana kota pun menjadi berantakan seperti tak
berpenghuni. Pada saat itu Reni da Dina pergi. Untuk mencari angin dan akhirnya
ketemu juga, mereka menjelaskan masalahnya.

Karya: Dinda Agustina


POHON JENGKOL YANG ANGKER

Suasana subhu itu sangat dingin. Orang-orang masih belum terbangun dari
tidurnya. Nadia dan ibunya ingin membeli sayuran di kedai. Mereka melewati pohon
jengkol yang angker. Banyak orang yang mengatakan bahwa pohon jengkol itu angker.
Dan banyak orang yang mati di situ dan ada juga yang bunuh diri di situ.
Nadia melihat sosok wanita yang cantik bergantung di pohon jengkol tersebut,
sosok wanita itu mempunyai rambut yang panjang sekali, ia menyisir rambutnya sambil
menggendong anaknya. Saat sosok wanita itu membalikan matanya, ternyata sosok
wanita itu adalah kuntilanak. Nadia pun ketakutan dan menutup matanya.
Saat itu ibunya Nadia bertanya “Kamu kenapa dek kok tutup mata?” lalu Nadia
berkata “Ayo buk kita cepat kita ngebut bawa keretanya.” Lalu saat sudah sampai di
kedai, lalu ibu Nadia bertanya dengan perasaan penasaran karena Nadia tadi meminta
ibu untuk cepat-cepat. Lalu ibunya berkata “kamu kenapa tadi kok mintak ibu suruh
cepat bawa keretanya?” lalu Nadia menceritakan semuanya kepada ibunya. Bu, aku tadi
melihat sosok wanita cantik berambut panjang dan sambil menggendong anak, dia
bergantung di pohon jengkol itu.” Sahut Nadia.
Lalu setelah membeli sayuran kami langsung pulang lewat pohon jengkol tadi.
Saat melewati pohon jengkol itu Nadia langsung membaca ayat kursi dan surah ayat
pendek Al-Qur’an. Setelah melihat pohon itu ternyata sosok wanita itu sudah
menghilang.
Seminggu dan kejadian tersebut orang yang mempunyai pohon itu ingin
menebang pohon jengkol itu tetapi saat ditebang ada semacam darah yang ada di pohon
itu. Saat ditebang hantu yang menempati pohon itu marah.
Di dekat pohon jengkol terdapat tobong/bakaran batu, karena penghuni pohon
jengkol itu marah. Jadi, tobong itu bangkrut dan tidak ada yang mau lagi kerja di tobong
itu. Barang-barang mesin itu semua rusak dan banyak yang kecelakaan. Setelah dua hari
pohon jengkol ditebang ternyata sudah tumbuh lagi, keempat harinya itu ternyata
buahnya sudah ada. Orang yang mempunyai pohon tersebut sangat heran dan terasa
kebingungan saat melihat pohon jengkol itu setelah dua hari ditebang sudah tumbuh lagi
dan setelah empat hari pohon itu sudah berbuah. Orang tersebut yang mempunyai pohon
itu berniat lagi untuk menebang pohon itu.
Saat keesokan harinya orang yang mempunyai pohon tersebut memanggil orang
untuk menebang pohon tersebut, setelah ingin ditebang pohon itu seolah-olah jatuh ke
bawah. Tetapi orang yang menebang pohon itu, setelah pulang dari menebang pohon
jengkol tersebut sakit.
Dua hari kemudian orang yang menebang pohon tersebut terkena sakit parah.
Orang yang sakit tersebut menghubungi orang yang mempunyai pohon jengkol tersebut.
“Halo...buk ini saya yang menebang pohon jengkol yang ibu suruh kemarin.” Kata
orang tersebut. “Oh iya saya tahu, kamu ada apa kok menghubungi saya?” Sahut orang
yang mempunyai pohon jengkol tersebut. “Saya sakit parah setelah saya menebang
pohon jengkol itu.” Kata orang yang menebang pohon jengkol itu. “Waduh... kok bisa
jadi begitu yah.” Sahut orang yang mempunyai pohon jengkol tersebut. “Saya tidak tahu
bu.” Kata orang yang menebang pohon jengkol itu. “Oh yaudah nanti biar saya yang
biayain pengobatan kamu.” Kata orang yang mempunyai pohon tersebut. “Terima kasih
yah bu.’ Sahut orang yang menebang pohon jengkol tersebut.
Orang yang mempunyai pohon jengkol itu heran menapa bisa menjadi begitu.
Lalu orang yang mempunyai pohon itu berniat lagi untuk memanggil mbah dukun.
Tetapi setelah mbah dukun datang dan mengatasi pohon itu ternyata tidak berhasil juga.
Lalu orang yang mempunyai pohon jengkol tersebut merasa capek untuk
mengurusi pohon jengkol itu, karena duitnya terkuras hanya untuk pohon jengkol itu
saja. Setelah orang yang mempunyai pohon itu berniat untuk memanggil Pak Ustad
untuk mengatasi pohon jengkol itu.
Setelah berapa menit Pak Ustad datang dan membacakan sedikit ayat kursi dan
ayat-ayat pendek Al-Qur’an dan membaca doa. Setelah itu, hantu yang menempati
pohon jengkol itu kepanasan lalu pergi menghilang dan tidak kembal lagi.
Karya: Nadia Safira

BUAYA BERTELUR EMAS

Senin pagi Talita, Citra, Inggrit, dan gurunya berencana pergi ke hutan, untuk
meneliti buaya yang terletak di dekat perkampungan nenek Sarmini. Ketika mereka
sampai di hutan Talita, Citra, Inggrit bergegas menuju hutan yang akan diteliti.
Di hutan mereka berpencar untuk menemukan danau yang terkenal banyak
buayanya. Sambil meneliti hutan, Citra pun mendengar suara Inggrit minta tolong yang
berasal dari arah utaranya. Lalu Citra pun berlari, ternyata Inggrit dikelilingi buaya yang
sangat mengerikan. Talita juga mendengar suara Inggrit dan Citra minta tolong seperti
menjerit katakutan. Lalu talita pun bergegas pergi ke arah suara Citra dan Inggrit
bersuara sambil mencari kayu, dan melihat bahwa Inggrit di kelilingi buaya yang
mengerikan
Ketika Talita berusaha mencari kayu Talita melihat ada telur berwarna emas di
rumput yang semak belukar. “Sepertinya ini telur emas” kata Talita sambil
memperatikan telur tersebut, dan Talita berlari untuk menyelamatkan Citra dan Inggrit.
Talita pun sampai, dan mengusir buaya tersebut, buaya pun menuju ke arah Inggrit dan
hampir menggigit Inggrit, untung saja Citra dan Talita memukul badan si buaya sampai
pergi kocar-kacir.
Hari pun mulai sore, mereka bergegas pulang untuk beristirahat. Semalam telah
berlalu Citra, Inggrit, Talita akan berangkat ke hutan untuk melanjutkan penelitian.
Mereka pun tidak pencar lagi, karena mereka tinggal meneliti telur yang bertelur emas
tersebut, pergi ke arah telur yang berwarna emas itu. Ternyata buaya tersebut
mengeluarkan telur emas lagi, sebanyak 3 telur. Talita pun memanggil Citra dan Inggrit,
dan memberitahu bahwa buaya tersebut mengeluarkan telur emas, dan Talita mencari
telur yang sebelumnya dilihat.
Hari mulai sore mereka pun pulang, di perjalanan mereka meliat bahwa ada telur
berwarna emas lagi di rumput yang semak belukar. Talita berkata, “Apakah ini telur
dari buaya tersebut.” dan beberapa menit Talita memperhatikan telur, lalu tiba-tiba telur
tersebut menetas dan mereka melihat bahwa di dalamnya ada buaya kecil yang hampir
sama seperti anak biawak.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang, di perjalanan mereka
bertemu dengan warga kampung yang dekat dengan nenek Sarmini. Talita bertanya
“Pak apakah di hutan ini ada buaya yang bertelur emas.” Kata Talita sambil bertanya.
“Ya nak di hutan ini memang ada bauaya seperti itu.” Jawab warga kampung sambil
berseru. Sesudah itu mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang, sambil melihat
sekitar hutan untuk menambah penelitian, sesudah sampai di rumah, mereka makan dan
cepat-cepat tidur, supaya besok cepat untuk meneliti keterakhir kalinya.
Keesokan hari mereka pergi melanjutkan penelitian dan merea tinggal meneliti
sekitar hutan, jam 08.00 Wib mereka pulang ke rumah nenek Sarmini dan bergegas
mandi untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, karena penelitian mereka sudah
selesai jam 10:00 mereka sudah dijemput bus sekolah mereka. Nenek Sarmini pun
bersedih karena di rumahnya sepi.
Di perjalanan mereka merasa sedih, karena mereka meninggalkan nek Sarmini.
Tetapi mereka tetap bersyukur diberi kesempatan dan tempat tinggal, mereka pun
mengajak bu guru gar pergi bertamasya ke pantai yang terkenal indah. Kebetulan
mereka melewatinya dan Citra setuju karena ada pamannya di sana. Tetapi bu guru
masih berpikir dan berkata “Ya sudahlah tetapi jangan lama-lama ya nanti kita
kelamaan sampai rumah kita masing-masing. Dan Citra pun sangat gembira.
Citra, Talita, Iggrit, dan bu guru bergegas cari mengambil tiket dan mereka
berbaris. Saat Citra mengambil tiket masuk pantai ia melihat ternyata itu pamannya.
Citra pun sangat gembira dan berkata “Ini pamankan?” lalu jawab pamannya “Iya nak
ini paman” dan mereka pun saling berpelukan. Citra juga mengenalkan Talita, Inggrit,
dan bu guru.
Hari sudah mulai siang mereka juga bergegas mandi dan ganti baju. Sesudah
siap mereka bersalaman kepada paman dari Citra dan mereka diberi buah tangan. Citra
diberi titip salam untuk orang tuanya. Sesudah itu mereka berangkat untuk pulang.
Karya: Lawfrina

POHON BERINGIN YANG TUA

Suasana waktu itu sangat merindingkan. Rina dan adiknya sedang pergi ke
warung membeli makanan dan obat nyamuk. Adiknya yang bernama Dina melihat
sosok laki-laki berpakaian hitam. Dina menyuruh kakaknya untuk cepat pulang.
Dina menyatakan pada kakaknya, kalau tadi ia melihat sosok laki-laki di pohon
beringin yang tua sambil memanjat pohon tua itu. Lalu Rina berkata “Itu tadi dek hanya
orang yang mau mengambil daun pohon beringin itu dek.” Sambil tertawa. Lalu Dina
berkata “Bukan kok tadi aku melihatnya muka laki-laki itu polos tidak ada mata,
hidung, mulut, dan telinga.” Sambil menangis dan ketakutan. Rina pun berpikir sambil
berbicara di dalam hati “Apa betul Dina melihatnya.” Kata Rina sambil ketakutan.
2 hari dari kejadian itu rumah yang dekat pohon itu pindah karena ia selalu
ditakuti oleh hantu itu. Lalu, warung yang dekat pohon beringan meminta orang untuk
menolongnya karena selalu mengganggunya.
Lalu, yang mempunyai warung itu menolongnya tetapi setelah dipotong. Pohon
itu dalam 5 menit tumbuh kembali. Semua orang terkejut melihatnya karena pohon itu
tumbuh kembali.
Setelah kejadian itu warga desa meminta kalau pohon itu harus ditebang, karena
mengganggu warga sekitar.
Sewaktu pohon itu ditebang pohon itu menghilang. Pohon itu pindah ke arah kiri
warga desa kaget menghilangnya karena hantu pohon jati itu marah. Lalu, sewaktu
ditebang pohon itu pindah ke sebelah kanan. Warga terkejut karena pohon itu pindah
entah ke mana-mana.
Lalu, warga meminta ustad untuk membaca ayat-ayat pendek untuk dibacakan
agar hantu yang menempati itu pergi. Tetapi tidak bisa ustad malah terlempar jauh
karena hantu itu marah.
Ustad jatuh sakit karena ustad terlempar jauh dari pohon itu.
2 minggu dari kejadian tersebut Pak Ustad meninggal karena sakit parah. Warga
pun meminta tolong untuk membaca ayat-ayat pendek untuk menghilangkan hantu itu
tetapi tidak ada satu pun yang mau.
Tetapi saat kejadian itu, pohon beringin itu tumbuh semakin banyak. Banyak
orang yang sakit karena membaca ayat-ayat itu untuk membacakan di pohon beringin
itu.
Pohon beringin itu selalu menghilang terkadang pun berpindah tempat. Lalu,
orang tinggal di pohon itu berusaha agar pohon itu tidak mengganggu lagi.
Tiba-tiba ada seorang ustad datang dan membaca sebuah Al-Qur’an untuk
dibacakannya. Lalu, ada yang membawa pemotong seperti gergaji agar bisa dipotong.
Tiba-tiba pohon itu dipotong habis. Lalu Pak Ustad mengusir hantu itu entah ke mana.
Warga bersyukur karena tidak ada lagi pohon beringin itu, karena tidak ada yang
mengganggu warga lagi.

Karya: Dewi Ayu Sukma Ningsih


PENSIL AJAIB

Keesokan harinya si Dede pergi sekolah. Ia berjalan kaki bersama temannya, ia


selalu berjalan kaki dipaling belakang karena, ia tidak mau jalan bersama temannya.
Pada saat di tengah perjalanan Dede melihat pensil tergeletak di jalan. Dede
mengambil pensilnya karena, pensil itu tidak ada yang punya.
Saat di sekolah bu guru menyuruh muridnya untuk menggambar. Dede memakai
pensil itu untuk menggambar pada saat Dede menggambar sebuah danau, tiba-tiba
danau itu keluar dari buku gambar si Dede. Dede terkejut dan Dede terjatuh dari kursi
hingga tak sadarkan diri.
Tiba-tiba saat Dede sadar Sinta menanya “Dede, Dede kamu tadi kenapa kok
bisa pingsan begini sih?” Kata Sinta sambil ketakutan. Lalu Dede mejawab semua
kepada Sinta, Sinta pun berpikir “Apa itu betul yang dijawab oleh Dede ya?”
Pada saat Dede sampai di rumah Dede bersama temannya mencoba untuk
menggambar sebuah bunga untuk dicobanya. Tapi pada saat digambar ikan dan
menggelempar-lempar seperti ikan yang ditangkap lalu jatuh ke tanah.
Lalu, buna yang digambar layu karena tidak ada air. Lalu, Dede dan teman-
temannya memasukan bunga dan ikannya ke dalam bak air. Tetapi, saat bunga dan ikan
itu dimasukan di air ikan dan bunganya hilang. Entah ke mana. Dede baru sadar kalau
pensil itu ternyata ajaib. Lalu, Dede membuat banyak gambar lalu disiram gambarnya
hingga hilang. Pada saat di sekolah pensil itu berubah warna emas-keemasan.
Dan pada saat Dede mengambil pensil di dalam kotak pensil. Pensil itu tertiggal
di dalam laci kamarnya. Dede takut karena hari ini ibu Dede akan membersihkan rumah
dan kamar Dede.
Pada saat Dede sampai di rumah, ibu Dede bertanya “Dede pensil apa ini kok
cantik sekali?” kata ibu sambil tersenyum. Dede pun menjawab “Bu itu pensil Dede,
Dede menemukannya di jalan.” Kata Dede sambil senyum.
Tetapi pada saat Dede sekolah pensil itu tidak dimasukan di dalam kotak pensil
Dede. Dede hanya memasukkannya di dalam tas buku. Sehingga pensil itu patah karena
didudukinya.
Pensil itu patah sehingga tidak bisa digambar dan muncul kembali. Dede
menangis karena pensil patah dan tidak bisa digambar kembali.

Karya: Deri Sanjaya

SEBUAH PASAR MALAM YANG ANGKER

Malam minggu yang cerah. Gilang, Deri, dan Wawan pergi ke sebuah pasar
malam yang angker. Ketika Gilang, Deri, dan Wawan menuju ke rumah angker, tiba-
tiba Wawan menghilang dan meminta tolong. Saat itu pun Gilang dan Deri merasa
ketakutan. Saat Gilang dan Deri memasuki ruangan itu tiba-tiba suara tangisan anak
kecil. Gilang dan deri mendekati anak itu dan menanyakan.
“Mengapa adik menangis dan adik ke sini sama siapa?” kata Deri.
Anak itu pun menjawab “Saya kebingungan karena ibu saya dan saya terpisah.”
Gilang menanyakan jalan keluar “Adek tau jalan keluar di sini.”
Adik itu pun menjawab. “Saya tau” adaik itu pun mengajak kami keluar. Saat
keluar ada suara Wawan yang meminta tolong dan adik itu menghilang.
Saat Gilang dan Deri memasuki kamar yang kedua tiba-tiba Wawan terikat tali.
Kami terkejut kenapa Wawan bisa terikat tali Gilang dan deri pun berlari untuk
melepaskan tali tersebut. sesudah melepas tali tiba-tiba pintu kamar terkunci dan ada
seorang kakek-kakek yang membawa cangkul.
Kakek itu pun menanyakan Gilang, Deri, dan Wawan mengapa kalian berada di
sini. Kalau kalian bisa menjawab kalian bisa keluar dari kamar ini.
Gilang pun menjawab. “Saya ke sini untuk melihat pasar malam yang angker.”
Deri pun menjawab. “Saya ke sini untuk menakluki pasar malam yang angker.”
Wawan pun menjawab. “Saya ke sini hanya untuk bermain-main saja.”
Belum cukup kalian harus menambah jawaban lagi dengan benar untuk dapat
dikembalikan ke tempat semula. Kakek itu semakin mendekat. Ketiga anak itu berpikir
keras untuk mengungkapkan hal terbaik.
Dan tiba-tiba ada seorang ustad datang untuk memusnakan kakek itu. Setelah
memusnakan kakek itu. Ustad itu membawa kami keluar. Ustad itu berkata “Jangan
diulang lagi untuk memasuki pasar malam yang angker itu.”
Setelah kejadian itu Gilang, Deri, dan Wawan tidak pernah lagi memasuki ke
pasar malam yang angker.

Karya: Gilang Bagus Sajiwo

SEPATU AJAIB

Pada hari senin Wisnu hendak bermain bola di lapangan dengan teman Wisnu
dan Wisnu menendang bola sehingga bolanya ke tempat pembuangan sampah. Dan
kami mencari bola yang ditendang oleh Wisnu dan kami menemukannya. Tetapi
bolanya keangkut oleh mobil sampah dan kami mengejar-ngejar mobil itu sampai dapat.
Sehingga teman-teman Wisnu kelelahan untuk mengejar mobil, dan teman Wisnu
beristirahat di pepohonan yang rindang. Dan Wisnu pun mengejar mobil itu sendirian,
beberapa menit kemudian mobil itu sudah tidak ada lagi dan bolanya pun hilang.
Dan Wisnu menemukan sepatu yang berada di tempat pembuangan sampah dan
Wisnu cepat-cepat mengambil sepatu itu, dan sepatu itu Wisnu membawa pulang. Dan
Wisnu pakai sepatu itu. Dan saat dipakai tiba-tiba Wisnu bisa terbang, dan Wisnu
ketakutan. Karena Wisnu tidak tahu sepatu apa dan Wisnu meminta bantuan kepada
adiknya yang bernama Andre.
“Andre itu sepatu apa Andre?” Kata Wisnu.
“Kak, itu sepatu ajaib kak.” Kata Andre.
“Kakak harus tenang untuk bisa mengendalikan sepatu itu dan kakak harus
fokus dan tenangkan pikiran kakak.” Kata Andre.
Dan akhirnya Wisnu bisa mengandalkan sepatu ajaib itu, tetapi untuk
mengandalkan lari secepatnya Wisnu kesusahan dan tiba-tiba ada suara ibu-ibu yang
meminta. Tolong...tolong...tolong...tolong ddan Wisnu cepat-cepat menolong ibu. Ibu
yang meminta tolong dan ternyata ibu-ibu itu dirampok oleh seorang laki-laki yang
jahat.
Dan akhirnya Wisnu pun mengeluarkan jurus sepatu ajaib itu dan akhirnya
perampok itu meminta ampun kepada Wisnu. Dan dia tidak ingin mengulangi perbuatan
itu lagi kata perampok dan akhirnya Wisnu kembali untuk mempelajari lari cepatnya.
Dan beberapa jam kemudian Wisnu telah mengendalikan sepatu ajaib.
Tiba-tiba Wisnu kaget dan ternyata ada seseorang profesor yang ingin
mengambil sepatu itu tetapi Wisnu tidak mau dan profesor mengeluarkan semua alat
untuk merebut sepatu ajaib itu. Dan Wisnu meminta bantuan kepada adiknya yang
bernama Andre dan Wisnu membuat ide untuk bisa mengendalikan sepatu ajaib itu dan
adiknya setuju dengan ide dari kakaknya itu.
Dan profesor menunjukan semua alat yang sangat berbahaya kepada Wisnu dan
Wisnu kepanikan dengan alat yang ditunjukan oleh profesor tetapi adiknya telah
mengasihtahu untuk tidak takut/panik dengan semua alat yang dimiliki profesor.
Dan akhirnya Wisnu dan Andre berkelahi untuk mengalahkan profesor dan
Andre sudah siap untuk melawan profesor dan Wisnu sudah siap untuk mengeluarkan
ide-ide yang sangat bagus memberi aba-aba 3, 2, 1...? Serang kata Wisnu dan
pertempuran itu mengakibatkan rumah-rumah ambruk dan pepohonan tumbang yang
ada di sekitar pertempuran. Dan mereka bertarung titik darah penghabisan untuk
mengalahkan profesor dan akhirnya profesor meninggal karena jurus sepatu ajaib
Wisnu. Dan tidak ada orang yang mengganggu sepatu itu?
Karya: M. Wishnu Adynata
CERITA FANTASI
KELAS : VII-3
KELOMPOK : 3

DANAU KERAMAT

Di sebuah pulau keramat terdapat danau Misterius yang berada jauh dari
keramaian orang-orang. Shima yang suka menjelajahi alam terbuka, dia mendatangi
Pulau Keramat. Dia bersama kembaranya yang bernama Sinta. Di suatu malam mereka
membawa tenda kemah, mereka membuat tenda kemah di tengah-tengah hutan.
Pada saat mencari kayu bakar di malam hari, Shima menemukan danau misterius
yang ditumbuhi pohon beringin di tengah-tengah danau.
“Lebih baik kita kembali ke tenda kemah saja Shima” Kata Sinta dengan penuh
ketakutan. Sinta yang penakut langsung ingin kembali ke tenda kemah. Pada saat
membalikan badan Sinta melihat perempuan berambut pirang dan memakai gaun putih
yang indah, wanita tersebut sangat cantik, wanita cantik itu bernama Lawfrina “Cepat
Shima kita harus pergi dari sini.” Kata Sinta sambil ketakutan, namun Shima tidak
peduli dia melihat dan memperhatikan wanita tersebut, yang memandang mereka
berdua.
Wanita tersebut memiliki ilmu sihir yang sangat mengerikan “Ayo ikut aku
menaiki kapal itu Sin.” Ujar Shima ingin tahu apa yang ada di danau tersebut. “Aku tak
ingin ikut denganmu.” Jawab Sinta dengan ketakutan, tetapi Shima menarik tangan
Sinta dan langsung menaiki kapal tersebut, mereka berdua mengelilingi danau tersebut,
dan berhenti di bawah pohon beringin tersebut. ntah apa yang terjadi, tiba-tiba mereka
berada di alam sihir, mereka memasuki alam yang berbeda.
Kapal mereka berdua ditahan di bawah pohon danau misterius yang dangkal
tersebut. Namun tiba-tiba datang seorang laki-laki yang bernama Donni yang
mengingatkan mereka agar segera mengumpat, kerena wanita yang bernama Lawfrina
menyerang mereka dengan ilmu sihirnya.
Sinta dibuat melayang dengan tongkatnya lelaki tersebut ingin menolong Sinta
yang terjebak di atas pohon, dan Shima menyerang dengan panahnya. Wanita tersebut
dijuluki “Setan Sihir Hitam” sementara itu Sinta yang meminta tolong kepada Shima.
Shima berusaha melepaskan Sinta dari ilmu sihir hitam tersebut, tapi wanita terebut
tetap menyerang Shima dan Donni sementara Sinta berteriak “Turunkan aku , Shima
tolong, aku takut” kata Sinta meminta tolong “Tenanglah Sinta kami tenagaku Sinta.”
Ujar Shima sambil memanah tongkat penyihir tersebut.
“Dasar manusia penyihir turunkan Sinta dari perangkapmu!” Kata Donni sambil
merasa kesal. Tetapi wanita tersebut menyerang Donni sambil tertawa “Ha...ha...ha...”
Tak akan kuturunkan kalian ha...ha...ha... kata si penyihir “Shima tolong kami” Kata
Sinta dan Donni sambil ketakutan. “Sabar aku akan terus berusaha” ujar Shima sambil
menahan tongkat tersebut.Shima menahan tongkat tersebut dan lewat, sekali lagi Shima
mencoba akhirnya pun tak kena juga Shima pun mencoba untuk memanah tongkat
penyihir tersebut dan tongkat tersebut terjatuh dari genggaman si penyihir. Penyihir
tersebut langsung kepanasan karena tongkatnya jatuh ke dalam danau tersebut. seketika
penyihir tersebut menghiang mereka pun kembali ke tenda kemag mereka.
Besok harinya mereka bergegas segera pulang ke rumah “Dari penjelajahan
semalam aku ingin membuat buku cerita atau pengalaman tentang danau misterius Sin”
kata Shima sambil melamun “Aku tak ingin ikut denganmu lagi dan tak ingin pergi ke
danau misterius tersebut Shima , aku takut terjadi lagi.” Ujar Shinta “Kau tak perlu takut
kan ada aku yang selalu ada untukmu Sin” Kata Shima dengan penuh kasih sayang.
Sambil memeluk Sinta.
Karya: Aulia Ananta

RUMAH KUNO

Minggu pagi yang cerah Cici, Titi, Diza, dan Selvi. Mereka merupakan siswa
pilihan dari sebuah SMA yang sedang melakukan tugas pengamatan tentang rumah
kuno. Sebenarnya merek tidak ingin pergi ke sana, karena terpaksa atas perintah kakak
pembina untuk melakukan perlombaan pengamatan rumah kuno tersebut mereka
diwajibkan ke sana. Jika tida mereka tidak akan mendapat nilai dan akan dikeluarkan
dari tim pramuka tersebut.
Jam 08.30 Wib mereka segera bergegas menyusun pakaian, perataran yang
mereka perlukan. Mereka menunggu di rumah “Diza”. Setelah berkumpul akhirnya bus
yang mereka tumpangi datang mereka segera masuk ke dalam bus dan segera pergi.
Setelah dua ja, peralanan akhirnya mereka pun sampai ke tujuan. Kemudian mereka
turun dn mencari gelang tangan yang diberikan kakak pembinanya.
“Weee... aku pernah dengar cerita tentang rumah kuno ini, tapi entah nyata entah
mitos soalnya setahun yang lalu ada kakak universitas umum untuk melaksanakan
tugas, yah seperti kitalah we... tapi masyarakat daerah ini pun bilang bahwa ada dari
salah satu penduduk yang melihat sosok hitam di rumah ini. Tapi saya tidak percaya
soalnya rumahnya bagus kok dan bersih, tetapi banyak peninggalan-peninggalan yang
masih tergantung di rumah ini seperti kris, pedang-pedang pusaka.”
Keesokan harinya mereka mengunjungi rumah kuno tersebut , tiba-tiba “Kok
ada yang aneh ya....” akhirnya Selvi pun bergegas memasuki kamar tersebut. “Eeeh...
kok ada bayangan hitam sedang lewat, lah aku kok jadi merinding yah, aku mending
keluar dari kamar inilah, tapi perasaanku kok gak enak yah.” Kata Selvi. Mereka pun
berkumpul di ruang tamu, mereka saling bercerita tentang kejadian yang mereka alami
hari ini. Setelah mereka bercerita. “Wee... waktunya jam makan siang nih, aku akan
segera masak mie goreng dan jus tomat. Setelah masak mereka menyusun alat makan
dan minum. “Eh Cici ambil tuh mie gorengnya yang di piring merah!!! Yang di piring
merah, iyaloh Cici, tapi ini cacing apa. Iya juznya pun darah selvi. Tadi yang akan bikin
Cuma mie goreng sama juz tomat, kok jadi cacing sama darah??” kata Selvi.
Dan akhirnya mereka tahan di rumah ini yang sangat menyeramkan. Mereka
menelepon kakak pembina bahwasannya kami tidak tahan di rumah ini. Tetapi kakak
pembina tidak mengijinkan “Kak kami ingin cepat kembali ke rumah soalnya rumah ini
terlalu seram dan banyak penghuni yang mengganggu kammi, seperti makhluk-makhluk
gaib.” Kata mereka.
Tetapi kakak pembina tidak mengijinkan mereka pulang, setelah itu hari pun
semakin gelap, mereka masih ada di rumah kuno tersebut, mereka sangat ketakutan.
“Weee... aku sangat takut.” Kata Titi sambil ketakutan. “Udah Titi jangan takut kan ada
kami di sini.” Kata Selvi. Malam pun tiba mereka pun masih menjelajahi rumah kuno
tersebut.
“Weee... sepertinya aku melihat sosok bayangan putih berambut panjang. Lalu
sosok berambut panjang tersebut memandangku dengan penuh kemarahan” kata Diza.
“Apa iya Diza” kata Cici. “Iya loh Cici” kata Diza. “Saya tidak percaya apa yang kamu
bilang tadi Diza” Kata Selvi. “Ya sudahlah kalau kamu tidak percaya” Kata Diza.
“Kalau begitu bagaimana kalau kita berpencar aja kan biar lebih cepat selsesai tugas
kita.” Kata Selvi. Mereka pun berpencar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Kata Selvi “Diza kamu coba periksa ada yang aneh gak di kamr tengah, dan kamu Titi
ikut Diza untuk ada yang aneh nggak di kamar tersebut, saya dan Cici akan memeriksa
kamar depan tersebut.” mereka pun berpencar sesuai dengan yang dikatakan Selvi.
Diza pun memeriksa kamar tengah tersebut. “Titi itu apa yang duduk di kursi
itu, kan ada wanita yang memakai baju putih.” Kata Diza, “Yang mana tapi tidak ada
orang di kursi itu.” Kata Diza. “Ituloh yang duduk di kursi itu, masa kamu tidak
nampak.” Kata Diza. “Tidak ada loh Diza.” Kata Titi. “Ya sudahlah kalau kamu tidak
nampak.” Kata Diza. “udalah Diza ayo kita keluar dari kamar ini kamar ini sangat
menyeramkan sekali.” Kata Titi. Mereka pun keluar dari kamar tersebut. lalu Selvi dan
Cici memeriksa ruang tamu tersebut. kata Cici “Kok aku merasa merinding ya Sel”
Udah gak usah merinding gak ada apa-apa kok.” Kata Selvi. Kata Cici “Lebih baik kita
keluar dari sini”. “ya sudahlah ayo kita keluar dari ruang tamu,” Selvi dan Cici pun
keluar dari ruang tamu. Jadi mereka berkumpul di ruang TV. Mereka menceritakan apa
yang terjadi pada mereka. “Lebih baik kita keluar aja dari sini.” Kata Cici. “Tapi nanti
kita kena marah sama kakak pembina,”Kata Selvi. Akhirnya mereka tidak tahan lagi
tinggal di rumah kuno tersebut.
Akhirnya kakak pembina datang ke rumah tersebut “Eh... ternyata itu hanya
bohongan doang, karna kakak ingin menguji kemampuan kalian.” Kata kakak pembina.
“Ih kakak ini, kak kami ketakutan di sini. Rupanya hanya bohongan doang.” Kata
mereka akhirnya satu minggu kemudian tugas yang diberikan oleh kakak pembina telah
selesai dengan hasil yang baik dan bagus dan, kami pulang ke rumah masing-masing
dengan hati gembira.

Karya: Artika Amelia

SUFJA DAN 2 SAHABAT CACS DAN JEM, DAN ORANG ANEH YANG
BERNAMA BUNGA

Namaku adalah Sufja dan dua sahabatku bernama Cacs dan Jem, kami bertiga
sering membuang sampah sembarangan tanpa tahu akibat selanjutnya. Pada suatu hari,
kami berjalan melewati sebuah sungai yang sering lewati saat pulang sekolah, kami
sama sekali tidak menyadari bahwa sungai yang tadinya bersih tiba-tiba menjadi kotor.
Tiba-tiba saja Cacs dan Jem melihat gelombang yang sangat kencang, cahaya
yang ada di depan singai itu, tampak penasaran akhirnya mereka bertiga memasuki
tanpa pikir panjang. Alangkah kagetnya mereka bertiga melihat sebuah kota penuh
plastik sampah, air keruh, dan bau di mana-mana, orang kekeringan, juga rumah-rumah
yang kumuh berjajar. Sangking bingungnya mereka kira ini mimpi, lalu munculah sosok
aneh lalu makhluk aneh itu berkata “Selamat datang di tahun 2117.” Hah? Mereka
bertiga kaget. “Mengapa semuanya bisa seperti ini?” Tanya Sufja. “Itu karena manusia
yang tak bertanggung jawab.” Sambil menangis makhluk aneh itu berkata. “Lalu
bagaimana cara keluar.” Tanya mereka.
Akhirnya makhluk aneh itu berbicara bahwa kami harus berjanji dengan tulus
bahwa akan menjaga lingkungan. Dengan sepakat, kami setuju dengan akhirnya mereka
muncul di sebuah sungai yang tadi mereka kunjungi seolah tidak terjadi apa-apa.
Akhirnya mereka bernapas legah dan menyadari kesalahnnya. Lalu mereka sadar
mereka pun pergi lagi ke gelombang dan mereka pun terkaget si Sufja dan Cacs dan 2
sahabat dan ada orang asing bernama Bunga dan yang bernama Bunga itu sudah tahu.
Bunga itu baik dan 2 sahabat memberitahukan sama Sufja dan Cacs Bunga itu baik dan
mereka kerja sama untuk memperbaiki semua permasalahan dan mereka pergi ke
gelombang yang sangat kencang dan mereka membersihkan sampah yang mereka si
Sufja dan besih dan gelombang itu tampak bersih.
Lalu Sufja dan dua sahabat dan Cacs orang asing bernama Bunga, dan mereka
pun tenang dan Sufja dan Cacs dan Bunga, pun pergi ke sungai itu pun cahaya yang
sejuk dan Sufja dan 2 sahabat dan Cacs mereka bingung di mana Sufja dan sahabat pun
bingung dan Cacs pun bingung di mana Bunga? Lalu mereka pergi ke sungai dan
mereka pun terkaget. Sufja dan 2 sahabat dan Cacs syukur di situ Bunga dan Bunga pun
tenang di sungai di tepi sungai dan Sufja dan dua sahabat dan Cacs mereka memanggil
Bunga eli kata Sufja dan Bunga pun terkaget Eli sini kita mari kita sejukan hati kita dan
kita sadar dan tenang kita dan kita pun selamat.
Suatu hari Sufja dan 2 sahabat dan Cacs dan Bunga pergi ke sebuah sungai dan
mereka melihat sebuah cahaya yang bersinar di depan sungai itu, tampak penasaran
akhirnya Sufja pergi memasuki tanpa pikir panjang. Alangkah kagetnya mereka berlima
terkaget melihat sampah air keruh dan bau-baunya di mana-mana dan mereka
membersihkan semua yang kotor, dan mereka legah dan mereka duduk dan tenang dan
Bunga tidak tahan mau membuang air kecil dan Bunga bingung waktu siap buang air
kecil dan Bunga bingung di mana aku tolong, tolong saya saya tidak tahu di mana saya
dan Sufja dan 2 sahabat dan Cacs dan makhluk aneh yang baik, mereka terkaget kata
Sufja kok lama Bunga dan tadi pergi membuang air kecil dan mereka mencari Bunga.
Bunga, Bunga di mana kamu. Bunga terjatuh di tanah longsor dan mereka sudah malam
mereka pulang dan mereka bingung Cacs pun bingung gak bisa tidur.
Dan Cacs pun pergi sudah jam 6 dan Cacs pun memanggil Bunga, Bunga di
mana Bunga...? Sufja dan 2 sahabat pun bangun dan mereka pun bingung lagi di mana
Cacs dan mereka pun mencari Cacs dan mereka di tepi jalan hutan dan mereka pun
jumpa Cacs, dan Sufja Eli dari mana kau dan ngapai kau ke tepi hutan dan mereka pun
terkaget kota Sufja dan 2 sahabat, dan mereka pun mencari dan mereka tempur mencari
Bunga dan mereka melihat sesuatu di tanah longsor dan mereka turun dan Cacs pun
melihat kaki dan Cacs pun membuka dan Cacs pun kaget dan kaget dan Cacs
memanggil 2 sahabat dan orang aneh baik, dan mereka pun pergi ke tanah longsor dan
Sufja pun kaget dan mereka membawa ke dokter dan orang itu pun sampek dan mereka
tenang dan dokter pun berkata yang bernama Bunga saudaranya ya, berkata dokter
Bunga sakit tidak apa-apa pingsan dan legah dan mereka membawa Bunga ke rumah
dan mereka sampek, berkata Sufja Bunga kamu dari mana aja dan Bunga pun berkata
saya tadi membuang air kecil dan saya bingung di mana kau dan saya tidak melihat ada
batu dan saya terjatuh ke tanah longsor dan saya pingsan dan tidak apa-apa.
Setelah sudah sembuh Bunga dan mereka pergi ke tepi sungai yang indah dan
mereka pun perg untuk menenangkan pikiran dan mereka pun tenang dan sabar baik-
baik dan mereka pulang dan mereka pun menemukan sebuah cahaya dan mereka pun
pergi ke cahaya tidak tanpa pikiran orang itu pun masuk dan mereka melihat ada sesuatu
dan mereka pergi dan melihat sesuatu dan mereka mengambil dan itu adalah sebuah
cahaya yang bersinar dan mereka tetap melihat dan kemudian cahaya tadi tidak bersinar
lagi dan malam dan mereka pulang dan pergi melihat dan dilihat Cuma anduk dan
mereka terus untuk pulang dan mereka sudah sampek ke dalam rumah dan mereka tidur
dan mereka ada yang sentuh yang hilang antara mereka dan mereka dan hilang surya
dan bangun mereka di mana surya kata Cacs dan mereka mencari Surya di tepi hutan
dan si 2 sahabat melihat saya daan 2 sahabat memanggil Surya Eli kenapa kamu di tepi
hutan kata si 2 sahabat dan Surya pun berkata ini aku mencari makan kita dan sampek di
rumah orang itu legah dan tenang capek dan mereka sudah dibersihkan Surya yang
kotor dan mereka selamat.

Karya: Bunga Citra Lestri Pandiangan

ANAK POCONG

Saya adalah seorang anak gelandangan umur saya masih 14 tahun. Nama saya
Andre, itu adalah nama yang diberikan pengasuh saya dulu, sekarang saya hanya
sebatang kara. Saya selalu berkelana menyelusuri kota, desa, dan hutannya.
Banyak hal aneh terjadi kepadaku di saat aku berkelana hal-hal tang tidak dapat
diterima akal sehat dan banyak juga dan banyak juga orang-orang jahat yang ingin
menghabisiku tetapi aku masih selamat.
Suatu hari aku mengalami hal yang sangat aneh pada diriku, di saat aku tidur di
bawah pohon besar tiba-tiba aku terbangun karena kau mendengar suara ledakan
berulang kali, aku penasaran dan aku mengikuti suara itu, sesampainya di sana aku
terkejut sekali aku melihat pertarungan antara pocong dan genderuwo pertarungan
mereka sangat luar biasa hingga pohon-pohon di sekeliling mereka terbakar habis.
Aku terus memperhatikan mereka sehingga tubuhku selalu gemetar dan
merinding tetapi entah kenapa aku tidak merasa takut dan sangat menikmati pertarungan
pocong dan genderuwo ini. Tetapi aku melihat pocong terpojok dan sepertinya akan
kalah, tiba-tiba pocong melihat ke arahku dengan tubuh yang luka-luka dan kain yang
sobek-sobek itu terbang ke arahku dan masuk ke dalam tubuhku seketika aku merasa
panas dan tubuhku menjadi sangat ringan. Sepertinya aku akan memiliki kekuatan
super.
Aku tidak menyangka pocong akan mengambil ahli tubuhku untuk melawan
genderuwo. Aku melawannya dan pocong tidak berhasil mengambil ahli tubuhku dan ia
terjebak dalam tubuhku dan aku berhasil berkomunikasi dengan pocong karena tubuh
kami sudah menyatu dan dia meminta bantuanku untuk mengalahkan genderuwo, dan
pocong akan memberikan kekuatannya padaku.
Pocong berkata padaku “Hai manusia jika manusia dan pocong bersatu kekuatan
kita tidak akan terkalah melebihi para hantu-hantu yang lain walaupun bertarung dengan
manusia.”
“Biaklah aku akan membantumu untuk mengalahkan genderuwo.” Jawab si
Andre.
Tiba-tiba gederuwo menyerang memukul dengan sekuat aku pun terhempas dan
terluka, tiba-tiba lukaku langsung sembuh. Aku heran ternyata aku benar-benar menjadi
manusia super. Genderuwo bwrlari dan menyerangku kembali dengan pukulannya,
tetapi aku dapat menangkisnya dengan satu tangan dan aku memukulnya kembali dia
terhempas, aku mengejar dan memukulnya berkali-kali hingga ia tidak berkutik dan aku
menghabisinya dengan pukulan api level 2 milik si Ocong (pocong). Akhirnya
genderuwo mati dan menjadi abu.
Perjalananku ternyata tak berakhir di situ saja. Sekarang aku memanggil si
pocong dengan sebutan Ocong karena kami semakin akrab. Kami bercerita tentang
banyak hal dan ia bercerita tentang kerajaan hantu jahat yang ingin menghancurkan dan
menyesatkan manusia, ternyata dulu si Ocong adalah panglima di kerajaan itu ia
berkhianat karena tidakk berpendapat dengan kerajaan hantu itu.
Akhirnya aku bertujuan untuk menghancurkan kerajaan hantu jahat aku meminta
batuan kepada Ocong untuk membantu, awalnya Ocong menolak karena kekuatan
mereka terlalu besar, tapi aku mendesaknya untuk membantu akhirnya dia menerimanya
dengan syarat aku harus berlatih menguasai dan memaksimalkan kekuatan kami yeng
tersembunyi pocong berkata “Wahai Andre sebenarnay di dalam diri kami para pocong
memiliki kekuatan yang sangat yang tersegel dan tidak ada yang berhasil mengeluarkan
kekuatan itu sampai saat ini, aku ingin kamu berlatih dan mengeluarkan kekuatan kita
yang tersembunyi karena hanya dengan manusia dan pocong bersatu kekuatan itu
mungkin akan bangkit.”
Akhirnya aku mencoba berlatih sendiri tetapi aku hanya berhasil menambah
kekuatan sedikit saja. Lalu Ocong menyarankanku untuk mencari Kyai di sebuah
gunung yang tinggi lalu aku langsung mencari ke seluruh gunung yang tinggi, sudah 15
gunung yang aku lalui tetapi aku belum menemukannya, lalu aku beristirahat di sebuah
batu dan tiba-tiba. Aku bermimpi seseorang yang sudah tua menemuiku dia memakai
baju putih bersih dan bercahaya dia berkata “Hai cucuku kenapa kamu ke mari di sini
sangat berbahaya banyak arwah-arwah jahat yang sangat haus darah ayo ikut denganku
aku berada di gunung ke 17 tetapi kamu harus berhati-hati karena jalan menuju ke sana
sangat berbahaya.”
Aku langsung melanjutkan perjalanan menuju ke gunug itu. Tetapi aku dihadang
oleh sekelompok manusia mereka ada 7 orang tiba-tiba pocong berkata kepadaku “Hati-
hati Andre itu bukan manusia biasa mereka seperti kita aku bisa melihat itu adalah
gabungan manusia dan kuntilanak.”
Andre berkata “Apakah mereka lebih hebat dari kita.” Lalu pocong menjawab.
“Tidak juga, gabungan pocong dan manusia lebih hebat jika berhasil membuka
kekuatan yang tersembunyi.”
“Baiklah apakah kita bisa mengalahkannya dengan kekuatan kita saat ini?”
Tanya si Andre.
“Kita coba saja. Tetapi berhati-hatilah dengan pria yang memakai baju merah itu
sepertinya dia hampir menguasai kekuatannya.” Jawab di pocong.
Tiba-tiba tiga orang langsung menyerang kami, mereka mempunyai cakar yang
sangat panjang dan mengeluarkan asap seperti sangat panas aku berhasil menghindari
serangan mereka bertiga sepertinya aku lebih cepat dari pada mereka, tetapi mereka
harus menyerang hingga pohon-pohon terbebas dan terbakar, sepertinya cakar mereka
benar-benar sangat panas aku terkepung karena mereka menyerang berenanm dengan
membabi buta serangan mereka mengenai tubuhku dan tubuhku terluka akan tetapi aku
mempunyai penyembuhan luar biasa, tiba-tiba energi yang besar keluar dari tubuhku
energi itu meledak-ledak hingga menyerupai api membara orang itu langsung hangus
terbakar dan tidak bisa bangkit lagi, aku langsung menyerang pria berbaju merah
dengan pukulan api level 2 ku tepat mengenai wajahnya dia terpental tetapi ternyata dia
bangkit dan tertawa dia berkata “Hanya segitu kemampuanmu.”
Tubuhku mulai bergetar ia mulai menunjukan kekuatannya ternyata Ocong
mengenali kekuatan itu ternayata ia adalah slaah satu panglima terkuat di kerajaan hantu
jahat ia mengeluarkan cambuk neraka. Cambuk itu dikeluarkan dari mulutnya sekeliling
langsung terbakar sangking panasnya cambuk itu tanah-tanah langsung mengering dan
pohon-pohon langsung menjadi abu.
Dia langsung menyambukan cambuk itu ke arah kami. Pocong menyarankan aku
membaca ayat suci Al-Qur’an tetapi aku hanya bisa membaca bismillah dan Allahu
akbar aku membaca itu dengan keyakinan penuh karena cambuk itu langsung ke arahku
sebelah cambuk itu mengenaiku aku tidak merasakan apa-apa panglima hantu itu pun
heran dan terkejut padahal itu adalah kekuatan yang mempunyai level yang sangat luar
biasa bahkan kami belum mencapai level itu, karena kejadian itu panglima itu jadi takut
dan bertanya kepada kami “Mengapa ini bisa terjadi.”
Singkat cerita aku menjawab dia panglima itu meminta maaf dan ingin bertobat
dan dia ingin membantu kami untuk menghancurkan kerajaan hantu jahat, singkat cerita
kami sudah sampai gunung 17 dan berlatih di sana dengan kyai dan ustad-ustad ternyata
di sanalah sebuah pesantren tersembunyi yang dihuni arwah-arwah dan ustad-ustad
yang memiliki ilmu luar biasa. Singkat cerita aku berhasil menggabungkan kekuatanku
dengan si Ocong dan setelah beberapa saat banyak kupelajari tentang ilmu-ilmu agama.
Singkat cerita, kami dan panglima serta kyai dan ustad-ustad itu bergabung
menyerang kerajaan hantu jahat, satu persatu hantu-hantu jahat berhasil kami lahkan,
bahkan para panglima-panglima di kerajaan hantu jahat tidak berkutik kepada kami
sampai tiba aku dan si Ocong bertemu raja penguasa hantu jahat dia adalah seorang
kumpulan 10 jin jahat di dalam tubuh manusia.
Kami bertarung dengan dia habis-habisan kekuatannya sangat besar sehingga
serangan pukulan api level 9 bisa bisa ditangkis walaupun memberikan efek yang sangat
besar kepada raja. Tiba-tiba saja ustad dan kyai membantu kami dan kami menyerang
secara bersamaan dengan kekuatan penuh hingga tubuh sang raja meledak dan menjadi
asap. Akhirnya kami dan Ocong berhasil mengalahkan hantu-hantu jahat dan
menyelamatkan umat manusia.

Karya: Andre Rodix Fahlevi

NENEK ULI

80 tahun yang lalu tinggalah seorang nenek tua bernama Uli. Nenek Uli berumur
75 tahun tidak lama kemudian Nenek Uli digrebek oleh Pak Dimas, Pak Gilang, Pak
Danu, Pak Andre, dan Pak Dirli, mereka menggrebek NeneK Uli karena Nenek Uli,
katanya melakukan persugian datanglah seorang gadis bernama Amelodi apa meyakini
bahwa Nenek Uli tidak melakukan persugian, datang Pak Gilang. Berkata hai anak
gadis, jangan ikut campur, kamukan warga baru jadi kamu tidak tahu apa-apa. Datang
anak gadis itu berkata janganlah kalian main hakim sendiri, datang Pak Doni ya sudah
kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi, rumah nenek tua itu sudah bagus. Amelodi pun
mengajak polisi agar menyelidiki apa benar nenek Uli sudah mati. Ternyata ditemukan
sebuah abu. Ternyata abu itu abu nenek tua itu. Jadi benar nenek tua itu benar mati.
Beberapa hari anak gadis datag ke rumah Nenek Uli. Anak gadis itu merasa bulu
kuduknya sudah berdiri semua. Karena ada bangku 90 yang dan ada barang-barang
jatuh dan anak gadis itu berteriak. Datang pria bernama Daffa dan Daffa pun mendengar
teriakan dari rumah angker, datang Pak Dony hai anak lajang janganlah kamu masuk ke
dalam rumah itu, datang anak lajang itu berkata kenapa saya tidak boleh masuk ke
rumah itu. Datang Pak Deni rumah sudah beberapa hari ini. Oh iya pak kenapa rumah
itu dibilang rumah angker? Dulu rumah itu ditempati sama nenek bernama Uli rumah
itu kapan hanya ditempati sama nenek.
Kenapa rumah itu dibilang angker? Dulu nenek-nenek itu melakukan persugian
jadi nenek tua itu kami ikat disebuah dinding dan rumahnya kami bakar begitulah nak
ceritanya. Tapikan pak kasihan dengan gadis yang masuk ke dalam rumah itu. Pasti dia
ketakutan, saya akan menyelamatkannya. Jangan nak, kata Pak Doni. Kenapa sya tidak
boleh menyelamatkan gadis itu. Bukan begitu nak mungkin yang berteriak itu bukan
manusia, mungkin yang berteriak penghuni rumah itu nak, kata Pak Doni. Datang anak
lajang itu. Pak kalau iman kita kuat kita tidaka akan takut kalau begitu. Terserahmulah
nak. Akhirnya anak lajang itu yang bernama Daffa masuk ke dalam rumah itu Daffa
terkejut karena betul apa yang Daffa kawatirkan. Daffa itu benar ada sebuah gadis yang
tergeletak.
Dan Daffa langsung menggendong wanita tersebut. keluar dari rumah itu dan
Daffa pun langsung membawa wanita itu ke Puskesmas terdekat. Dan akhirnya anak
gadis itu sadar dan dia agak lupa apa yang terjadi padanya mungkin gadis itu tidak
diganggu dengan siluman apa pun itu hanya anak itu takut karena ada bangku yang
bergoyang dan ada panci yang jatuh dan anak gadis itu berterima kasih dengan orang
yang menyelamatkannya itu. Orang yang bernama Daffa dan gadis itu nekat lagi mau
masuk ke dalam rumah itu tetapi dia tidak sendirian dan dia mengajak Daffa. Sudah
sampai di rumh itu anak gadis itu meriding tetapi dia tidak takut karena ada Daffa di
sampingnya, dan Daffa pun keluar dari rumah tersebut tidak lama kemudian Daffa dan
Amel melakukan pengajian di rumah tersebut.
Dan orang yang di sekitarnya merasa nyaman karena tidak ada yang perlu
ditakuti dan nenek itu pergi ke asalnya dan desa itu pun tidak takut kalau mau belanja
lewat rumah itu dan tidak perlu melewati jalan yang jauh. Sudah beberapa bulan
merekanya Idul Fitri dan di hari bahagia itu mereka tidak lupa dengan nenek itu dan
mereka jara setiap hari raya. Bukan itu saja mereka jara ke makam nenek itu setiap
minggunya mereka juga jara dan dengan ini nenek itu tidak mengganggu warga lagi.
Begitulah ceritanya sekian cerita saya sampaikan wasalamu’alaikum waramahtullahi
wabarakatu.

Karya: Amelodi

POHON BERINGIN

Ada 3 sahabat bernama Danu, Wisnu, Andre mereka sudah bersahabat dari SD
dan sekarang sudah SMA. Mereka sekarang sudah menyelesaikan tugas sekolah
mereka. Di hutan mereka berkemah untuk menyelesaikan tugasnya yaitu menyelidiki
danau yang ada di hutan.
Ketika Andre ingin mencari kayu bakar untuk memasak dia menemukan sesuatu
di balik semak-semak. Ketika dia mau mendekati semak tersebut. wisnu memanggilnya
seketika makhluk itu pun hilang.
Keesokan harinya, Danu dan 2 sahabatnya pergi untuk menjelajahi hutan. Wisnu
menemukan pohon beringin di tengah-tengah pulau dan Wisnu memberi tahukan
kepada Danu dan Andre. Andre dan Danu melihat pohon itu.
“Katanya pohon beringin itu angker.” Kata Andre dari mana kamu tahu Ndre,
dari orang-orang. “Coba kita jelajahi pohon itu.” Kata Danu “Yuk” kata Andre. Kami
pun menyelidiki ponon itu. Beberapa hari kemudian kami sudah sampai di pohon itu.
Tetapi Danu menghilang dan kami kepanikan karena kami kehilangan Danu, kami pun
mencari sekeliling pohon beringin ternyata Danu tidak ada.
Tiba-tiba Danu marah kepada kami. “Danu kamu kenapa Danu.” Kata Wisnu.
“Kayaknya Danu kesurupan.” Kata Andre. Lalu Danu masuk ke tengah pulau dan kami
mengikuti Danu dari belakang. Lalu kami masuk ke tengah pulau. Tiba-tiba tempatnya
berbeda dan kami menemukan kakek-kakek tua.
“Nak kalian sedang apa.” Kata kakek tua. “Ini tempatnya sangat berbahaya.”
Kata kakek tua. “Kek kami mencari teman kami yang bernama Danu.” Kata Andre.
“Tadi kakek melihat anak menuju gua.” “Guanya di mana kek?” Tanya Wisnu.
Mengarah ke arah sana. “Ooh makasih ya kek.” Kata Wisnu. Kami pun pergi mencari
Danu. Lalu kami menemukan sosok wanita yang berambut panjang ternyata kuntilanak.
Kami pun ketakutan dan berlari. Kemudian kami bersembunyi di balik batu besar.
Karena takut dengan kuntilanak. “Wisnu kuntilanaknya sudah tidak ada lagi.” Kata
Andre. Kami pun kembali ke tempat tadi dan kami menemukan Danu di semak-semak
ternyata Danu pingsan.
Dan kami cepat-cepat membanguni Danu dan akhirnya Danu sadar. “Aku di
mana ini.” Kata Danu. “Kita di tengah pulau Danu.” Kata Wisnu. “Bagaimana kita
keluar dari pulau ini.” Kata Andre. “Aku tidak tahu Ndre, kita kembali aja ke tempat
yang tadi.” Kata Danu. “Tumben pinter.” Kata Andre. “Yuk kembali.” Dan akhirnya
kami kembali. Beberapa hari kemudian, kami sudah kembali ke sekolah kami.

Karya: Arilsyah Danu

DEDE SI MANUSIA KARET

Namaku Dede umurku 12 tahun aku tinggal di sebuah hutan karet di tengah-
tengah antara bukit dan gunung berapi. Kebiasaanku selalu mengunyah getah karet yang
keluar dai pohon karet yang keluar dari pohon karet di dekat rumahku. Tanpa kusadari
kebiasaanku itu telah mengubah sel-sel yang ada di dalam tubuhku sehingga struktur
tubuhku berbeda dengan manusia lain badanku lentur dan bisa molor ke sana ke mari.
Pagi itu aku sedang berjalan-jalan ke sebuah desa tanpa kusadari tasku jatuh ke
sebuah jurang aku bingung bagaimana cara mengambilnya. Akhirnya aku menggunakan
kekuatan super karetku. Tanganku kujulurkan hingga 10 meter untuk mengambil tas
tersebut keanehan pada tubuhku ternyata bisa kumanfaatkan untuk mengerjakan suatu
hal.
Aku melanjutkan perjalananku dan sampailah ke kota yang sangat ramai
penduduknya. Aku disambut oleh penduduk yang ada di kota ini. Aku bertanya
“Apakah penduduk-penduduk di sini ada yang sangat ramah?” Ada. Siapakah itu? Mari
kita ke sana. Lalu saya diberi tahu bahwa ada penduduk yang sangat ramah di kota ini.
Baru sampailah saya ke tempat penduduk yang sangat ramah itu. Saya sangat senang
karena berjumpa penduduk itu. Saya disambut sangat ramah sekali.
Setelah saya bertemu dengan penduduk yang sangat ramah itu saya berpamitan
dengan penduduk yang ramah itu. Lalu saya berjalan ke sebuah hutan. Sebuah hutan itu
tampak banyak sekali pohon karet. Lalu saya merasa lapar. Saya melihat pohon karet
yang banyak karetnya. Lalu saya melanjutkan perjalanan saya. Saya menemukan rumah
yang sangat kotor. Lalu saya memasuki rumah itu. Saya melihat ada seorang kakek
yang sedang duduk di tempat duduknya setiap malam, kakek itu selalu kegelapan. Lalu
saya membantu kakek itu mencari kayu bakar di hutan. Sampailah saya di hutan, saya
melihat kayu yang sangat besar. Lalu saya berpikir bagaimana aku mengambil kayu
yang sangat besar itu. Oh iya aku lupa, aku kan manusia karet. Lalu akan mengangkat
kayu ini dan aku akan membawanya ke tempat kakek itu.
Sesampainya saya di rumah kakek itu. Saya menaruh kayu di belakang rumah
kakek itu. Kakek itu berkata terima kasih ya nak karna telah membantu kakek. Nak
kamu kok bisa mengangkat kayu sebesar ini? Apa kamu mempunyai kekuatan? Tanya
kakek itu.
Iya kek saya mempunyai kekuatan karet. Sebenarnya kek saya adalah manusia
karet. Saya berbeda dengan manusia-manusia lain. Dulu saya dihina dengan teman-
teman saya. Teman-teman saya menghina saya dengan ucapan yang sedih di hati.
Saya selalu sadar walaupun saya dihina oleh teman-teman. Saya, kata Dede.
Banyak orang yang bilang bahwa saya adalah manusia yang aneh, kata Dede. Makanya
itu saya pergi dari kampung Durian Runtuh.” Kata Dede. Oh begitu rupanya nak
ceritanya, makanya itu kamu pergi ke hutan ini. Kata kakek tersebut. Iya kek kata Dede.
Nak bagaimana kamu bisa mendapatkan kekuatan ini nak? Tanya kakek. Saya tidak
tahu kek. Saya memang dri kecil memang sudah begini kata Dede. Oh iya nak, kata
kakek itu. Nak sekarang kamu tinggal di mana? Kata kakek. Saya tidak tahu kek. Kata
Dede. Nak apakah kamu mau tinggal bersama kakek? Tawar kakek itu. Mau kek, kata
Dede. Kakek pun di sini tinggal sendirian. Kata si kakek. Mereka pun tinggal bersama
dengan hati yang gembira.
Karya: Dede Herlino

MANUSIA ELEKTRON

Ada seorang profesor ia berinisiatif membuat manusia elektron untuk membantu


manusia. Profesor itu bernama Saitama. Namun Profesor itu salah menjadikan robot
buatannya. Robot yang dia buat menjadi manusia elektron yang jahat. Robot yang
dibuat Profesor Saitama bukan robot yang baik, namun sebaliknya. Robot yang dibuat
Profesor Saitama menjadi robot yang sangat jahat.
Maka Profesor Saitama sangat menyesal. Manusia elektron selalu membuat
ulah sampai-sampai beberapa manusia meninggal gara-gara manusia elektron. Kekuatan
yang diberikan Profesor Saitama sangat dasyat. Lalu Profesor Saitama mencari bantuan
untuk menghilangkan/memusnakan manusia elektron itu.
Ada seorang Profesor yang memabantu Profesor Saitama untuk memusnakan
manusia elektron tersebut. segala cara dilakukan Profesor Dede dan Profesor Saitama
agar dapat memusnakan robot tersebut. namun segala cara yang dibuat kedua Profesor
tersebut selalu digagalkan oleh manusia elektron tersebut. manusia elektron itu terus
menerus berbuat jahat.
Tiba-tiba disadari manusia elektron, ada sebuah robot yang ahli melawan
manusia seperti elektron. Manusia elektron tersebut terkejut dengan kedatangan seorang
ahli melawan robot itu. Ahli melawan robot itu bernama “Genos.” Siapa kamu dan
datang dari mana kamu datang? Manusia elektron bertanya! Aku adalah robot yang
diutus oleh seseorang untuk membinasakan/memusnahkanmu. Kata Genos. Manusia
elektron tercengang-cengang! Namun manusia elektron itu tak merasa ketakutan
dengan kedatangan Genos. Manusia elektron terus saja mengganggu orang-orang yang
berada di sekelilingnya.
Genos pun bertanya! Mengapa kau menggaggu manusia-manusia biasa itu? Apa
urusannya dengan kau. Manusia elektron pun membalas perkataan Genos. Tanpa pikir
panjang manusia elektron pun menyerang Genos. Genos pun kaget. Karena kekuatan
manusia elektron tersebut sangat kuat, Genos pun kewalahan melawan serangan
manuisa elektron tersebut. Genos pun berusaha semampunya untuk melawan manusia
elektron tersebut. manusia elektron terus-menerus menyerang Genos dengan bertubi-
tubi. Genos pun berusaha untuk menyerang manusia elektron tersebut. namun segala
cara yang dilakukan Genos selalu gagal. Genos pun berusaha untuk kabur dari
pertarungan tersebut. namun manusia elektron tersebut selalu tahu gerak-gerik Genos.
Manusia elektron tersebut selalu berteleportasi ke tempat Genos berada. Genos pun
mencari kelemahan dari manusia elektron itu. Namun nampaknya manusia elektron
tersebut tidak memiliki kelemahan pada tubuhnya. Kekuatanmu dasyat! Teriak Genos
yang kualahan menangkis serangan manusia elektron itu. Akhirnya Genos pun
mendapat celah untuk menghajar manusia elektron tersebut. Genos pun menghajar
dengan jurus-jurusnya dan kekuatannya. Namun serangan Genos nampak sia-sia.
Serangan yang diberikan kepada manusia elektron tersebut tampak percuma. Manusia
elektron tidak merasakan apapun Genos pun kualahan. Tanpa pikir panjang Genos pun
mengeluarkan kekuatan yang dia miliki Genos mengeluarkan bola api yang sangat besar
dan panas. Genos pun menyerang manusia elektron itu dengan bola api itu. Namun
karena kekuatan yang diberikan Profesor Saitama sangat besar, manusia elektron pun
berteleportasi ke atas gedung. Pikir Genos manusia elektron itu musna, namun tanpa
disadari oleh Genos manusia elektron itu mengeluarkan jurus andalanya itu. Jurus
andalannya itu. Jurus andalan manusia elektron itu diberi nama “Bintang Jatuh.”
Akhirnya manusia elektron itu menyerang dengan meteor itu. Rasakan ini teriak
manusia elektron. Genos melihat ke arah gedung. Betapa kagetnya Genos melihat
kekuatan manusia elektron itu. Sangking kagetnya Genos, Genos tidak bisa berbuat apa-
apa. Akhirnya Genos pun terkena bintang jatuh. Yang dikeluarkan oleh manusia
elektron itu. Kekuatan manusia elektron itu sangat kuat, hingga menghancurkan semua
kota yang ada di sana. Genos pun hancur berkeping-keping. Manusia elektron pun
tertawa ria dengan kemenangannya.
Beberapa kota pun hancur koraban-korban berjatuhan tidak ada seorang pun
yang berada di kota itu selamat kecuali manusia elektron itu. Tanpa disadari kedua
Profesor itu tidak tahu kalau kota yang ada telah hancur menjadi tanah yang rata. itu
tidak tahu kalau kota yang ada telah hancur menjadi tanah yang rata. Karena
laboratorium Profesor Dede sangat jauh dari kota. mereka berdua tidak tahu kapan
hancurnya kota tersebut.
Profesor Dede memutuskan untuk ke kota. karena kota sangat jauh dari
laboratorium Profesor Dede, akhirnya Profesor Saitama pun memutuskan untuk
menggunakan alat teleportasi untuk ke kota. sesampainya Profesor Saitama kaget dan
tercengang-cengang. Profesor Saitama memutuskan untuk kembali ke laboratorium
Profesor Dede. Sesampainya Profesor Saitama ke laboratorium Profesor Dede. Profesor
Saitama langsung menarik tangan si Profesor Dede itu untuk ikut dia ke kota.
sesampainya mereka berdua ke kota. betapa kagetnya Profesor Dede dengan kehancuran
kota. Mereka berdua memutuskan untuk mencari sebab hancurnya kota. tiab-tiba
Profesor Saitama melihat manusia elektron itu sedang menginjak-injak sebuah kepingan
besi. Profesor Saitama memanggil Profesor Dede untuk melihat manusia elektron itu.
Apa yang sedang dilakkukan manusia elektron itu? Tanya kedua Profesor itu. Tiba-tiba
manusia elektron itu pergi entah ke mana. Kedua Profesor itu memutuskan untuk
melihat apa yang dilakukan manusia elektron itu tadi. Betapa kagetnya Profesor Dede.
Ternyata yang diinjak-injak adalah bangkai robot Genos. Tiba-tiba Profesor Saitama
melihat sebuah cahaya berbentuk bulat. Tanpa pikir panjang Profesor Saitama pun
mengambil bola cahaya itu. Lalu menunjukannya ke Profesor Dede. Profesor Dede pun
melihat benda itu. Lalu benda itu dimasukan di tas Profesor Dede. Tidak lama kemudian
mereka kembali ke laboratorium. Sesampainya mereka di laboratorium mereka
melanjutkan untuk mebuat sejata yang dapat memusnakan manusia elektron. Akhirnya
mereka berhasil membuat senjata untuk menghancurkan manusia elektron itu. Mereka
pun kembali ke kota. sesampainya mereka di kota, merek berdua melihat manusia
elektron. Tanpa berpikir panjang kedua Profesor itu pun menambahkan cahaya yang
mereka dapatkan dari bangkai robot Genos. Betapa kagetnya manusia eletron itu.
Ternyata senjata yang mereka buat berhasil memusnakan manusia elektron elektron itu.
Betapa senangnya mereka berdua, akhirnya Profesor Saitama pun merasa lega dengan
keberhasilannya. Profesor Saitama pun berterima ksih kepada Profesor Dede. Mereka
pun berjabatan tangan dan berpelukan.
Karya: Muhaimin Kurniawan Lubis
CERITA FANTASI
KELAS : VII-3
KELOMPOK : 4
SI PEMBURU YANG BERHASIL

Di sebuah desa hidup seorang anak bernam Wira, ia hidup bersama paman yang
bernama Titan, ia tinggal bersama paman karena kedua orang tuanya telah meninggal
dunia sejak ia masih kecil dan ia sangat suka memburu.
Suatu hari Wira mengajak Paman Titan memburu Paman Titan pun sama ingin
mengajak Wira memburu jadi pada saat itu mereka berdua pun pergi ke hutan dengan
membawa tombak dan panah.
Sesampainay di hutan mereka melihat sesosok harimau berkepala buaya mereka
berdua terkejut karena harimau kepalanya buaya lalu mereka didekati oleh hewan itudan
tiba-tiba mereka berdua telah ada di alam yang menyeramkan.
Lalu mereka tiba-tiba melihat hewan-hewan aneh ada hewan yang berkepala dua
mereka terkejut karena mereka heran kenapa mereka berdua ada di alam yang seram itu
lalu datang seorang yang misterius ia tiba-tiba mendatangi Wira dan Paman Titan
dengan muka yang seram Paman Titan dan Wira semakin takut semakin dekat orang
misterius itu Paman Titan dan Wira semakin mundur mereka berpikir orang misterius
itu akan melukai mereka ternyata mereka hanya berhayal karena hutan yang asli agak
menyeramkan Wira berkata “Paman kenapa kita tadi ada di hutan yang menyeramkan”
“Paman Titan Wira kamu tidak perlu takut karena tadi kita berdua hanya berhayal
karena hutan yang Sali agak menyeramkan.”

Lalu mereka berdua pulang ke rumah karna hasil buruannya hari itu tidak
berhasil.

Pada suatu hari Paman Titan mengajak kembali Wira untuk memburu
sesampainya di hutan mereka langsung mempersiapkan alat untuk memburu karena
mereka berdua tampak seekor rusa yang besar lalu paman mengangkat tombak dan
diarahkan ke rusa besar itu Wira pun mengambil panah dan menyiapkan anak panah dan
di arahkan juga ke arah rusa tersebut.
Lalu mereka bareng-bareng melepaskan tombak dan anak panah mereka berdua
berhasil karena tombak dan anak panah tepat mengenai tubuh rusa tersebut lalu mereka
berdua sambil berlari Wira berkata “Paman kita berhasil mengenai badan rusa itu, lalu
paman dan Wira langsung membawa rusa besar itu ke rumah.
Kemudian Wira mengajak paman lagi berburu di hutan itu paman pun setuju
karena hari itu mereka sudah mendapatkan rusa yang besar.
Sesampainya di hutan mereka lagi-lagi tampak seekor anak rusa dan induknya
lalu mereka bergegas mempersiapkan segala peralatan untuk memburu paman
mempersiapkan tombak dan mengarahkan ke induk rusa tersebut Wira pun bergegas
mempersiapkan panah dan anak panah. Lalu mengarahkan ke anak rusa. Lalu, mereka
bareng-bareng melemparkan anak panah dan tombak tersebut. lagi-lagi keduanya tepat
pada sasaran. Lalu, mereka lari untuk membawa rusa tersebut Wira membawa anak rusa
dan paman membawa induk rusa. Lagi-lagi mereka berhasil membawa rusa.
Dan mereka setiap har selalu berhasil memburu tidak terasa Wira sudah semakin
dewasa. Wira semakin dewasa badannya semakin kekar. Lalu ia berangkat lagi
memburu. Sekarang ia memburu sendiri karena Paman Titan sudah semakin tua ia
langsung bersalaman dengan Paman Titan lalu ia bergegas pergi ke hutan lagi-lagi ia
mendapat hasil buruan yang banyak jadi karena itu judul cerita ini si pemburu yang
berhasil karena Wira dan paman Titan selalu berhasil karena Wira dan Paman Titan
selalu berhasil memburu dan mendapatkan buruannya.

Karya: Donny Antonio


IKAN MAS AJAIB

“Pada suatu hari hidupalah seorang suami istri yang bernam Tono dan Pipit.
Mereka hidup sederhana, mereka mempunyai rumah kecil. Mereka kekurangan
makanan. Jadi Pak Tono setiap hari memancing di sungai untuk mencari ikan.
“Dan memancing, jika Pak Tono tidak membawa ikan makan Pak Tono dan
istrinya tidak makan dan Pak Tono akan dimarahi oleh istrinya Pipit. Keesokan harinya
Pak Tono, memancing sesampainya di sana lalu ia duduk dan memancing tiba-tiba
pancingnya bergerak lalu Pak Tono segera mengangkat pancingnya, Pak Tono segera
meletakan ikan itu di ember. Pak Tono pulang sambil membawa ikan mas, di tengah
jalan ikan berkata “Tolong-toong” Pak Tono pun berhenti berjalan. Kayaknya ada yang
minta tolong kata Pak Tono, jawab ikan mas “Aku di sini di ember.” Pak bertanya “Apa
kamu yang berbicara.” Ikan Mas menjawab “Aku ikan mas ajaib tolong lepaskan aku
dari sini.”
“Jika kamu melapaskan aku akan kabulkan apa yang kamu kata silahkan Pak
Tono bingung. Tetapi Pak Tono harus melepaskannya Pak Tono berkata. “Baiklah aku
akan melepaskannya.” Setelah Pak Tono melepaskan ikan mas itu Pak Tono pulang dan
menceritakannya kepada istrinya “Seharusnya kamu minta rumah yag besar.” Kata
istrinya tetapi tetapi Pak Tono tidak mau Ibu Pipit marah karena Pak Tono tidak mau.
Lalu Pak Tono pergi ke sungai dan memanggilnya ikan mas ajaib ikan mas itu muncul
ada apa kamu ingin sesuatu kata ikan. Iya istriku memita ikan besar kata Pak Tono.
Pulanglah aku akan mengabulkan Pak Tono pulang. Berlari sambil berteriak istriku ia
masuk ke dalam rumah itu ia melihat istrinya yang duduk. Istrinya meminta ia menjadi
ratu. Dan mempunyai istana. Pak Ton pun kembali ke sungai. Ia melihat airnya menjadi
hijau. Pak Tono memanggil ikan mas ajaib ikan mas itu muncul. Ada apa kamu ingin
sesuatu kata si ikan iya istriku meminta ia menjadi ratu dan mempunya istana kata Pak
Tono. Pulanglah aku akan mengabulkan. Pak Tono pun pulang sambil berteriak istriku.
Ia melihat ke dalam istana. Istrinya sedang duduk dan di sampingnya ada
pengawalnya. Wah kau sudah menjadi ratu. Kata Pak Tono iya aku mau lebih dari ini.
Aku mau menjadi penguasa yang tidak diketahui seluruh orang. Pak Tono kembali ke
sungai Pak Tono melihat sungai itu menjadi hitam. Pak Tono memanggil ikan mas ajaib
ada apa kamu ingin sesuatu. Kata ikan mas istriku ingin menjadi penguasa yang tidak
diketahui seluruh orang kata Pak Tono pulanglah aku akan mengabulkannya Pak Tono
pun pulang ia masuk ke dalam istananya. Tetapi istrinya tidak ada di istana Pak Tono.
Pak Tono mencari di istana ke mana-mana tetapi tidak ada. Pak Tono kembali ke
sungai Pak Tono melihatnya airnya menjadi biru Pak Tono memanggil ikan mas ikan
itu muncul iya kamu ingin sesuatu lagi kataknlah istriku meminta menjadi penguasa
yang tidak diketahui seluruh orang kata Pak Tono, itu sudah kukabulkan. Tetapi tidak
ada satu pun orang yang tau. Itulah dia tidak diketahui seluruh orang kata ikan. Tolong
kembalikan istriku kata Pak Tono. Baiklah aku akan mengebalikan istrimu pulanglah
istrimu sudah ada di sana kata ikan. Pak Tono pulang melihat istrinya berdiri di halaman
yang sedang mengetahui suaminya Pak Tono memeluk istrinya.
Dan suaminya melihat rumah yang kecil yang sangat indah. Mereka pun tidak
akan kelaparan lagi mereka hidup bahagia.

Karya: Uci Mei Kensi


JAGUNG EMAS ELISA

Di sebuah gubuk tua, tinggalah seorang gadis bernama Elisa bersama ibu dan
adiknya. Ayahnya telah meninggal sehingga tulang punggung keluarga hanyalah
ibunya. Elisa harus putus sekolah karena ibunya Elisa sudah tidak sanggup membiayai
sekoah Elisa. Untuk membantu ibunya Elisa bekerja pada tetangganya yang memiliki
rumah besar, pada suatu pagi ketika hendaka bekerja Elisa melihat kakek tua.
Kakek tua itu tampaknya sangat lelah dan tersungkur di jalan. Kakek itu lalu
meminta tolong dan Elisa segera membantu tersebut, Elisa kemudian mengobati luka
kakek sembari berbincang. Kakek menanyaan tetang hidup Elisa dan Elisa
menceritakan semuanya. Setelah cukup beristirahat Elisa menawarkan untuk mengantar
si kakek akan tetapi kakek tua itu menolak dan memberikan sepotong kain.
Di dalam sepotong kain yang diberikan kakek tua, terdapat tiga butir jagung
berwarna emas kakek tua berpesan “Bahwa jagung ini adalah jagung ajaib. Jika ditanam
dengan ikhlas dan sabar maka akan membawa hasil yang memuaskan.” Elisa berterima
kasih dan melanjutkan perjalanan untuk bekerja, setelah pulang, Elisa menceritakan
kejadian dan jagung emas kepada sang ibu.
Sang ibu meminta Elisa untuk menanam jagung tersebut di belakang rumah.
Setiap pagi Elisa menyiram jagung dan siangnya Ibu Elisa merawat jagung tersebut
tumbuh. Betapa terkejutnya Elisa ketika hendak memasak jagung tapi seluruh biji
jagung tersebut dari emas. Elisa kemudian menceritakan kepada sang ibu keduanya
berencana menjual jagung emas itu.
Dan Ibunya Elisa menjualnya dan mendapat uang yang banyak. Dan Ibunya
Elisa membawa uang satu kantung dan ketika Ibunya Elisa sampai di rumah Elisa
menyabut sang ibu lalu kata Elisa “Ibu kita akan membeli apa?” Ibu Elisa menjawab
“Elisa kita akan beli rumah dan ternak dan sedekah.” Dan ibunya membeli dan Elisa
ibunya. Sekarang hidup dengan nyaman.
Walaupun Elisa dan ibunya hidup dengan nyaman Elisa dan ibunya sedekah
kepada tetangganya dan orang miskin yang susah dan memberikan donasi kepada anak-
anak sekolah dan kepada sekolah.
Elisa sekarang sudah bisa sekolah dan ibunya merasa senang Ibu Elisa merasa
senang karena kakek itu membantu keluarga Elisa dan Ibu Elisa bersyukur atas yang
diberikan bantuan dari kakek ajaib itu sekarang keluarga Elisa hidup dengan nyaman
dan sejahtera.
Elisa gadis yang baik walaupun dia jadi orang kaya tapi ia tidak pernah sombong
kepad orang karrena kakek tua ajaib Elisa dan adiknya dan ibunya hidup bahagia Elisa
merasa berutag budi kepada kakek tua ajaib itu.
Elisa selalu membagi biji jagung itu yang tidak mampu yaitu pengemis,
tetangga, dan anak yatim piatu lalu kata Adik Elisa “Kenapa kak kita harus membagi
biji emas itu yang bukan keluarga dan saudara.” Lalu Elisa menjawab “Sayang yang
kita punya adalah punya Tuhan ini hanya dititipkan hanya sementara,” “Ooo makasih
kak sudah memberitahukan.”
Jagung emas tersebut selalu berubah satu dalam seminggu sehingga keluarga
Elisa kini hidup sejahtera setelah merasa serba cukup hasil panen jagung lainnya
kemudian dia bagikan biji jagung tersebut kepada tetangga dan orang miskin agar bisa
menikmati haisl jagung tersebut meski sudah merasa cukup namun Elisa masih selalu
baik hati dan senang membantu sesama.

Karya: Mischelina
HUTAN YANG ANGKER

“Pada pagi yang cerah ada anak bernama Wira, Donny, Dimas, dan Roy mereka
pergi ke hutan untuk petualang di sana mereka berjalan ke hutan tiba-tiba mereka
bertemu sama kakek tua dibilang “Hai anak-anak muda jangan petualang di hutan ini
karena hutan ini sangat angker.”
“Sampai di sana mereka bertemu rumah yang kosong mereka di sana beristirahat
sebentar tiba-tiba mereka berteu seorang anak kecil dia menangis dan meminta tolong
dia kejar seorang hantu.”
“Tiba-tiba mereka mendengar suara hantu kuntilanak akhirnya merek berari-lari
dan membawa anak kecil itu sampai di tengah hutan mereka memasang tenda dan
istirahat tidur siang di hutan.”
“Pada sore hari mereka bangun dan mandi-mandi di sungai dan mencari makan
untuk anak kecil itu pada malam hari mereka tidur tiba-tiba anak kecil itu hilang entah
ke mana perginya.”
“Mereka mencari ke mana-mana tetapi tidak ketemu tiba-tiba kakek tua itu
datang tiba-tiba kakek tua itu bilang “Hai anak-anak muda anak kecil itu adalah hantu
tuyul.”
“Mereka bilang iya kakek kami akan waspada di hutan ini kek kami pergi dulu
ya kakek kami mau ke tenda kami pergi dulu ya kek.
“Assalamualaikum kek kata kakek itu Walaikumsalam nak” Kami mau pergi
dulu ya kakek tiba-tiba bertemu ular. Ular itu aneh sekali karena bisa berbicara.
“Kata ular” tolong...tolong...tolong badanku sakit sekali tolong aku nak bawa
aku ke tenda kalian karena mau diburu oleh manusia haaa!
“Kata mereka” baiklah kami akan bawa kamu ke tenda kami ya. Kamu sudah
makan ular kata ular. Belum aku mau mencari makan tapi aku dikejar oleh manusia.
“Sakit ya badanmu ular kata ular iya sakit sekali badanku karena kau ditembak
oleh manusia itu kata mereka kasihan sekali kamu ular.”
“Kamu tinggaldi tenda kami aja tidur sama kami besok pagi kita pagi-pagi
mencari makan untuk kamu kata ular “Terima kasih ya sudah menolong aku.”
“Tiba-tiba mereka mendengar suara manusia untuk menangkap ular itu. Tiba-
tiba ular itu ditangkap mereka mengejar manusia itu.”
“Tiba-tiba kakek itu datang kata kakek tua itu dia bilang “Hai anak muda ular itu
dibawa ke sebuah desa yaitu benama desa adalah Kampun Jawara baiklah kek kami
akan ke sana sama teman-temanku. Ya kek.”
“Tempatnya di sebelah mana kek, kata kakek kamu dari sini lurus aja nanti
belok kanan dari kamu lurus aja kamu bertemu rumah kosong mereka di situ
tempatnya.”
“Mereka sampai di sana jalannya pelan-pelan takutnya nanti ketauan sama
mereka. Dan mereka berhasil membawa ular itu ular itu berterima kasih pada mereka.”
“Mereka pergi ke tenda mereka tiba-tiba mereka dijegat oleh pemburu manusia
itu ular itu menangis dan meminta tolong lagi mereka mengejar lagi.”
“Tiba-tiba mereka meminta tolong kepada kakek tua. Mereka bilang kek tolong
kami keluarkan ular itu diburu lagi oleh manusia itu lagi kata kakek itu iya kakek tolong
tapi berhati-hatilah hutan itu sangat angker nak.”
“Iya kek kami akan berhati-hati lagi kek kami pergi ke tenda kami. Ya kek.
Kami mau pulang ke kampung kami kek kami akan beres-beres dan akan segera pulang
kek. Kami pulang dulu ya kek. Pada pagi hari Wira, Donny, Dimas, dan Roy segera
pulang ke kampung tiba-tiba mereka berjalan ular itu mengikuti Donny. Dan Donny
membawa pulang ke rumahnya.”
“Tiba sampai di kampung Banten mereka bertemu sama kakek tua. Kata kakek
tua itu ini bukan kampung nak ini kan kamu. Kami kek tapi ini bukan kampung kalian
ini semua gara-gara ular ini.”
“Nak ular ini sebenarnay penyihir tiba-tiba mereka terkejut dan melemparkan
ular itu jauh-jauh dari sini tiba-tiba kakek tua itu mempunyai sihir akan menyihir
kampung mereka menjadi semula nak kata Donny “Benar kek.”
“Kata kakek” “Iya nak” nanti kakek akan menjadi semua kampung kalian nanti
ikut kakek ngomong kata Donny iya kek kami akan mengikutinya.”
“Ikuti mantranya “sim salabim ada kadabara” ini baru kampung kalian.

Karya: Rani Marcela


BALAS BUDI SINGA

Di sebuah desa, hiduplah pemuda miskin dan sebatang kara. Dia tidak
mempunyai harta kecuali gubuk yang telah Rapuh peninggalan orang tuanya. Untuk
menghidupi dirinya pemuda tersebut selalu mencari kayu bakar di hutan lalu dijualnya
atau ditukarkannya dengan kebutuhan pokok lainnya.
Walaupun hidup serba kekurangan tetapi pemuda tersebut sangat baik hati dan
penyabar. Ketika suatu hari pemuda tersebut telah mencari kayu bakar, terdengar di
balik semak-semak suara raungan singa yang sedang kesakitan. Dengan perasaan
cemas, dihampirinya singa tersebut yang sedang merintih dikarenakan ada serpihan
kayu.
Menusuk bagian punggung singa dipenuhi rasa takut si pemuda yang merasa
perihatin dan tiba kemudian menghampiri sembari mencoba menenangkan singa
“Tenanglah wahai raja hutan aku tidak akan menyakitimu atau memburuu aku akan
membantumu melepaskan duri di punggungmu.
“Mendengar ucapan pemuda tersebut singa itu kemudian duri di pungggung
singa berhasil dicabut pemuda itu kemudian berlari menjauh dari singa tersebut karena
takut dimangsa pada saat akan kembali ke tempat mencari kayu bakar ia tidak sengaja
menabrak kereta kencana milik raja yang sedang lewat sehingga kereta tersebut terbalik.
Walau sudah berlutut serta meminta maaf, raja tetap perintah pegawalnya untuk
menangkap dan memenjarakan si pemuda malang tersebut akhirnya dijatuhkannya
hukuman mati pada malam hari di masukanlah pemuda itu ke dalam ruangan gelap yang
berisi binatang buas.
Dengan perasaan sedih dengan pasrah ia meletakan dirinya menjadi santapan
binatang buas namun begitu kagetnya pemuda tersebut tidak menyentuhnya sama sekali
setelah masuk siang baru ia bisa melihat binatang apa yang ada di dalam ruangan.
Hewan yang sangat buas tersebut adalah singa yang baru ia selamatkan beberapa
hari yang lalu singa tersebut ternyata peliharaan kesayangan milik raja pemuda itu lalu
bertanya “Mengapa kau tidak menjalankan perintah raja untuk memangsaku wahai
singa?” singa tersebut kemudian menjawab “Mana mungkin aku menyakiti orang yang
berjasa menolong dan menyelamatkanku.”
Pemuda itu menjawab “Hai singa mengapa kamu tidak memangsaku.” Jawab
singa “Ia karena kamu sudah menolongku pada saat itu.”
Lalu sang raja pun melihat sang pemuda itu sang raja pun berkata “Hai singa
mengapa kamu tidak memangsa sang pemuda itu” sang singa pun berkata “Wahai sang
raja aku tidak mau memangsa sang pemuda karena dia sudah menolongku dari kayu.”
Wahai sang raja aku tidak mau jadi peliharaanmu sang raja. Sang raj pun berkata
“Kalau kamu tidak mau menjadi peliharaanku kamu pergilah dengan sang pemuda itu.”
Sang raja pun berkata “Ya sudahlah kalau begitu kalian singa tidak mau
peliharaanku ya sudah aku akan membeli peliharaan” Sang singa pun berkata “Ya sudah
kalau sang raja mau membeli peliharaan lain aku akan ikut pemuda itu.”

Karya: M. Dimas Febian


ULAR KEPALA TIGA

Pada suatu hari ada seorang pemburu yang bernama Doni dan temannya yang
bernama Dimas dia akan pergi ke hutan untuk berburu hewan-hewan. Dia mencari
senjata untuk berburu hewan-hewan itu.
Pada saat itu mereka sudah sampai di hutan di tempatnya sangat banyak hewan-
hewan yang ada di hutan itu. Mereka mulai menyiapkan senjata yang akan digunakan
oleh pemburu dan temanya.
“Dooorr... Dooorr” teman aku telah mendapatkan hewan buruan kita kata sang
pemburu hewan apa itu. Itu pemburu kata si temannya hewan burung merpati teman.
Pemburu, pemburu kita akan memangsa hewan apalagi pemburu kata si
temannya iya kita akan berburu hewan apa lagi teman kita akan berburu hewan
cendrawasih.
Saat mereka berjalan ada seekor ular berkepala tiga (3) pemburu ada ular di
depan situ kata si temannya iya teman harus kita apakah itu ular supaya kita dapat
memburu hewab kita.
Pemburu ular itu kita tembak aja agar kita bisa berburu burung cendrawasih itu
baiklah teman kata si pemburu dan pemburu itu mengambil tembak yang ada di tasnya.
“Dorr teman kita bungkus aa ular itu agar kita jual sama penjual ular itu ya
teman kata si pemburu bagus kita cepat ya teman agar kita cepat berburu burung itu
baliklah yuk teman.
Pada saat diperjalanan mereka menjumpai hewan-hewan itu tetapi burung
cendrawasih tidak ada di hutan itu mereka terus mencari burung itu.
Mereka menjumpai badak berkepala manusia mereka terjatuh pada saat mereka
menjumpai badak kepala manusia mereka sangat heran karena mereka baru pertama kali
ini melihat badak kepala manusia.
Dan mereka berjalan terus mereka menjumpai lembu kepala manusia mereka
terkejut terheran mereka berdua terkejut.
Lalu mereka terus berjalan sepanjan jalan sang pemburu itu bertanya teman
kenapa kita tidak pulang saja ini hari mulai gelap kata si pemburu.
Baiklah teman kita pulang saja sebelum kita pulang kita jual hewan buruan kita
dulu ya teman. Baiklah pemburu kita bergerak hari sudah mulai gelap.

Karya: Roy Syazani

RUMAH YANG ANGKER

Pada suatu hari ada hiduplah seorang anak bernama Donny, Dimas, dan Roy
pada saat malam mereka melewati rumah angker itu tiba-tiba mereka mendengar suara
kuntilanak tiba-tiba mereka masuk ke rumah angker itu dengan beraninya.
Mereka melihat nyanyian kuntilanak menggendong anaknya bunyi nina bobo oh
nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk itu suara kuntilanak mentidurkan anaknya
tiba-tiba mereka mendengar suara ngesot yaitu suster ngesot.
Mereka mendengar suara tuyul tiba-tiba Doni kehilangan uang 50.000 di
kantung celananya yang mengambil adalah tuyul tiba-tiba mereka mendengar loncat-
loncat di rumah angker itu yaitu hantu pocong.
Di dalam rumah hantu ada kursi, televisi, meja tiba-tiba mereka mendengar kursi
goyang sendiri ada yang mendudukinya mereka mendengar nyanyian di kursi itu yaitu
ada anak bernama boneka anabel.
Tiba-tiba si Dimas kebelet buang air besar. Tiba-tiba air sumur hidup sendiri dan
ada yang menutup pintu kamar mandinya nyanyi-nyanyi yaitu yang mandi kuntilanak
dan anaknya.
Kuntilanak itu mandi di kamar mandi di sumur itu sumur itu sangat angker di
situ sering kejadian di kamar mandi itu bunyi oleh setan kuntilanak itu sangat seram
sekali wajahnya.
Sangat seram sekali wajahnya sangat seram wajahnya ancur-ancur wajahnya
darah-darah sangat seram sekali tiba-tiba ada suara meloncat-loncat yaitu pocong
wajahnya sangat seram sekali.
Tiba-tiba ada suara kuntilanak menyanyi-nyanyi nina bobo oh nina bobo
kuntilanaknya menggenong anaknya untuk supaya anaknya tidur dia nyanyi-nyanyi nina
bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk.
Tiba-tiba si Roy mendengar menggeret-geret kursi si Roy sangat ketakutan si
Roy teriak-teriak Dimas, Doni tolong-tolong aku Dimas dan Doni aku sangat ketakutan
sekali.
Wajahnya sangat seram sekali dan darah-darah dan ancur-ancur sampai Roy
ketakutan san si Dimas menolong-nolong Dimas menolong Roy si Roy minta terima
kasih.
Jawab Dimas sama-sam Roy dan tidak apa-apa sih kalau kita menolong orang
itukan bagus si Roy kita harus baik sama manusia kita harus tolong-menolong orang
lain.
Tiba-tiba si Dimas mendengar suara ngesot-ngesot di semen si Dimas sampai
ketakutan sekali si Dimas menapak suster ngesot itu wajahnya sangat seram sekali
sampai Dimas ketakutan.
Tiba-tiba ada suara kuntilanak menyanyikan anaknya nina bobo oh nina bobo
kalau tidak bobo digigit nyamuk oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk si
Dimas sampai ketakutan sekali.
Tiba-tiba si Dimas, Doni dan Roy kehilangan uang Rp100 untuk uang Roy
sangat menyesal sekali kehilangan Rp100 Dini, Dimas, dan Roy sangat ketakutan.
Dimas, Doni, dan Roy mendengar suara orang menyanyi-nyanyikan nina bobo
oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk kuntilanak menggendong anaknya yang
sangat seram.
Sekali itu ada suara-suara loncat-loncat itu adalah pocong. Doni, Dimas, dan
Roy mereka bertiga sangat ketakutan sekali, mereka lari-larian mereka sangat ketakutan
sekali mereka lari pulang sesampai di rumah masing-masing pulang dengan selamat.

Tamat

Karya: Ema Uli Nanda


HARIMAU BERKEPALA MANUSIA

Di suatu desa ada seorang anak bernama Donny ketika ayahnya pergi memburu.
Donny ingi ikut ayah untuk menemaninya. Ayahnya pun mengizinkan mereka pun pergi
ke hutan untuk mencari hewan yang mau ditangkap. Donny melihat seekor rusa. Donny
pun memanggil ayahnya.
Dengan suara yang pelan tetapi ayahnya tidak mendengarnya. Donny pun
menjumpai ayahnya, ketika sampai di samping ayahnya. Donny pun memberi tahukan
kepada ayahnya. “Ayah si sana ada seekor rusa yang sangat besar” kata Donny mana
nak kata ayahnya Donny.
Donny pun mengajak ayahnya untuk melihat rusa yang dilihatnya lalu ayahnya
menginjak kayu yang sudah raouh kemudian kayu itu pun patah dan rusanya kabur
karena terkejut.
Donny dan ayahnya pergi lagi mencari. Donny pun melihat lagi seekor rusa pun
Donny pun meminjam panah dan anak panah untuk memanah seekor rusa itu Donny
pun berhasil meminjam panah beserta anak panahnya Donny pun menembak rusa itu
Donny pun berhasil mengenai seekor rusa itu Donny mengajak ayahnya pergi kembali
ke rumah untuk beristirahat.
Keesokan harinya ayahnya Donny meninggal dunia Donny pun menjadi anak
yatim piatu, Donny pun memburu seorang diri Donny pergi mencari hewan yang mau
dibawanya pulang Donny mendapatkan anakan rusa yang sangat kecil Donny pun
pulang untuk memasak anakan rusa itu.
Keesokan harinya lagi Donny pergi memburu lagi dengan sendiri orang lagi
Donny pun pergi berjalan-jalan untuk mencari hewan yang mau ditangkapnya Denny
pun belum menemukan hewan yang mau dibawanya pulang. Donny mendengar suara
injakan hewan Donny pun pergi menjumpai hewan. Ketika Donny menjumpai hewan
itu yang dipenasari Donny. Ketika Donny melihat ternyata hewan yang dipenasarinya
rupanya hewan buas yaitu harimau dan ia pun segera siap-siap membuat jerajan supaya
bisa menangkap harimau itu ketika Donny membuat sebuah lobang Donny pun
memancing harimau itu dengan sebuah daging ketika harimau itu mendatangi daging itu
harimau itu terjatuh ke dalam lobang Donny bersiap-siap.
Untuk membawa harimau itu pulang Donny pun bersiap-siap untuk membunuh
harimau itu untuk dibawa pulang ia pun menembak harimau itu dengan anak panah
tetapi dia ragu-ragu untuk menembak harimau itu tetapi dia percayai Donny pun
menmbak harimau itu dengan anak panah berkali-kali harimau itu pun akhirnya mati
Donny pun mengambil harimau itu harimau itu pun dibawa Donny pulang ke rumahnya
untuk di masak dan dimakannya keesokan harinya Donny pergi lagi ke hutan untuk
memburu hewan lagi ketika Donny mencari ke hutan Donny mencari terus tetapi tidak
menemukan binatang yang mau di bawa pulang Donny pun kecapekan.
Donny pun mencari sampai malam. Di malam hari Donny mendengar suara
injakan hewan Donny mencari hewan yang didengarnya. Ternyata hewan yang
didengarnya itu adalah harimau berkepala macan Donny pun terkejut ternyata hewan
yang dilihatnya hewan yang aneh Donny pun membuat jerazan yaitu lobang dan tali
memancing dengan daging.
Donny pun pergi bersembunyi di tempat yang sama serupa Donny tidak
diterkam oleh harimau berkepala macan harimau berkepala macan itu pun mulai
mendekati jerazan si Donny ketika mulai mendekati jerazan Donny akhirnya harimau
berkepala macan itu pun terkena jerazan kepalanya lengket di tali harimau berkepala
macan itu ternyata tidak mati Donny membawa harimau berkepala macan itu pulang
tetapi hari sudah malam Donny pun memanggang harimau itu di hutan karena hari
sudah malam akhirnya Donny tertidur di hutan.
Pagi hari Donny terbangun dari tidurnya untuk mencari hewan yang mau
diburuhny Donny berjalan-jalan terus mencari hewan untuk dibawa Donny melihat ada
seekor harimau Donny pun mengejarnya ketika Donny mengejar ternyata harimau itu
aneh badan sama kakinya harimau tetapi kepalanya buaya ternyata hewan itu adalah
harimau berkepala buaya Donny pun terkejut Donny penasaran ketika Donny memburu
malam banyak sekali hewan yang aneh.
Lalu Donny membuat jeratan yang sangat mengerikan sehingga membuat
harimau berkepala buay itu langsung mati dan Donny memancing dengan daging yang
hasil pemburuannya malam itu kemudian harimau berkepala buaya itu mendekati
daging yang dibuat Donny ketika harimau berkepala buaya itu terjatuh di lobang yang
isinya tombak yang sangat tajam harimau berkepala buaya itu akhirnya langsung mati
Donny pun membawa pulang dengan cara ditarik-tarik.

Karya: Wiraja Estomini Pasaribu


CERITA FANTASI
KELAS : VII-3
KELOMPOK : 5
RUMAH KOSONG YANG ANGKER

Di sebuah desa tinggalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan 2
orang anaknya bernama Dito dan Dini. Mereka menempati rumah kosong tersebut.
Setelah beberapa hari mereka menempati rumah kosong tersebut Dito dan Dini
bermain di halaman depan rumah. Tiba-tiba terdengar suara tangisan di dalam rumah
tersebut. herannya hanya Dita yang mendengar suara tangisan, sedangkan Dini tidak
mendengar suara tangisan tersebut.
Dito berbicara kepada Dini, “Dini kamu tidak mendengar suara tangisan di
dalam rumah.” Tanya Dito kepada Dini.
Dini menjawab, “Tidak kak dari tadi aku tidak ada mendengar suara tangisan.
Jawab Dini kepada kakaknya Dito.
Dito bericara “Loh kenapa hanya kakak yang mendnegar, coba kakak lihat dulu
ke dalam ya.” Dito berbicara kepada Dini.
Dini menjawab. “Ya kak.”
Dito lekas ke dalam, dan Dito tidak melihat seseorang pun yang menangis, Dito
bertanya kepada ibunya.
Dito, “Bu...bu...bu...”
Ibu, “Ada apa Dito?”
Dito, “Ibu tidak mendengar suara tangisan?”

Pada keesokan harinya ibu bertanya kepada Pak Kepala Desa.


Ibu bertanya, “Pak Kepala Desa kenapa rumah saya sangat angker?”
Pak Kepala Desa menjawab, “Sebelum ibu menempati rumah kosong tersebut
ada seorang keluarga yang terdiri dari 3 orang. Pada suatu hari keluarga mereka baik-
baik saja tidak ada yang sakit. Pada malam hari keluarga mereka kena guna-guna dari
kiriman orang. Orang yang syirik pada keluarga mereka. Keesokan paginya warga
memanggil Pak Ustad agar bisa menghilangkan ilmu guna-guna tersebut dengan
membaca ayat-ayat suci. Setelah beberapa hari kemudian keluarga mereka pun sehat
atas berkat doa-doa dari ustad dan warga. Keesokan harinya, pada malam hari keluarga
mereka kerampokan dan mereka pun dibunuh, dan dikuburkan di kampung dekat ditu
juga.
Ibu, “Oh ya ampun tak kusadari bahwa rumah yang saya tinggali adalah rumah
bekas pembunuhan. Pantas di rumah saya sering ada teriakan yang aneh.”
Pak Kepala Desa, “Lebih baik rumah ibu kita adakan pengajian agar rumah ibu
ada aura-aura mistis lagi, apakah ibu setuju?”
Ibu, “Ya pak saya setuju.”

Ibu pun pulang ke ruma dan mengadakan pengajian. Setelah beberapa hari
kemudian semakin banyak anak-anak yang mengaji di tempat itu. Ayah sangat bahagia
dengan seorang istri yang sangat perhatian kepada keluarganya.
Pada pagi hari Dito dan Dini berangkat pergi sekolah dengan mengendarai
sepeda. Dito sekarang menduduki bangku kelas 5, sedangkan Dini menduduki bangku
kelas 3. Setiap hari mereka selalu pergi ke sekolah tepat waktu dan tidak pernah
terlambat. Mereka adalah anak yang disiplin. Jika sudah bel pulang mereka pun
langsung pulang ke rumah. Setelah mereka sampai di rumah mereka lekas salim kepada
ayah dan ibu. Setelah selesai shalat isya mereka belajar dengan tekun. Dan kalau sudah
siap belajar mereka lekas tidur.
Ayah dan ibu selalu mendidik anak-anaknya yang benar agar mereka bisa
menjadi anak-anak yang berguna di suatu saat nanti.

Karya: Citra Sartika


CITRA

Di sebuah rumah dekat sungai hiduplah sepasang suami istri yang memiliki satu
anak bernama Citra. Beberapa tahun kemudian, sang istri meninggal dunia karena sakit
dan sang ayah yang seorang pedagang kaya selalu bekerja keluar kota Citra biasanya
akan sendiri di rumah menunggu ayahnya pulang. Citra adalah anak yang baik dan
terbiasa membantu orang tuanya.
Melihat Citra selalu sendiri dan kawatir terjadi apa-apa bila meninggalkannya
terus menerus. Akhirnya sang ayah memilih menikah lagi dengan perempuan bernama
Chelsi Tremaine dan Ranti Tremaine. Ayahnya berharap wanita itu bisa mengasihi dan
merawa Citra ketika ia meninggalkan Citra keluar kota.
Namun sayangnya, ibu dan kedua kakak tirinya ternayata memiliki sifat yang
sangat terbalik dengan harapan ayah Citra pergi dan berpura-pura baik hati ketika ayah
Citra pulang. Mereka mengancam Citra, jika Citra melaporkan pada ayahnya, maka
mereka tak segan-segan membunuhnya.
Citra yang penurut setiap harinya terpaksa melayani segala kebutuhan ibu tirinya
dan kakak tirinya mulai dari mempersiapkan makanan, merapikan rumah, mencuci
pakaian, menyuci piring, hingga merawat kebun. Citra berusaha nikmati setiap waktu
dalam hidupnya. Setelah membersihkan kebun biasanya Citra akan ditemani dengan
kupu-kupu.
Setiapa kali mencuci pakaian di luar atau memasak Citra akan ditemani burung-
burung yang berkicau seolah menyanyikan lagu indah. Citra tumbuh menjadi gadis
lebut, baik hati, cantik dan penyayang terhadap binatang. Di suatu hari, Citra mendapat
kabar bahwa ayah tercintanya meninggal ketika perjalanan keluar kota. Betapa sedihnya
Citra kalau itu harus kehilangan ayahnya.
Selain telah kehilangan satu-satunya orang yang akan menyayanginya. Citra
juga mendapat perlakuan yang lebih buruk karena ibu tirinya dan ke 2 kakak tirinya
semakin semena-mena kepadanya terlebih lagi harta beserta rumah jatuh ke tangan ibu
tirinya. Citra seolah diperlukan bukan sebagai anak tiri lagi melainkan sebagai orang
pemantu di rumahnya senidri.
Pada suatu hari. Tersebar berita undangan kepada seluruh masyarakat bahwa
raja akan menyelenggarakan pesta dansa sekaligus sebagai momen untuk memilih putra
mahkota seorang permaisuri. Nantinya pilihan terbaik tersebut akan dipersunting lalu
dijadikan istri oleh sang pangern Toni. Semau rakyat merasa gembira dan
mempersiapkan gaun terbaik serta berdandan secantik mungkin.
Citra ingin sekali menghadiri pesta tersebut dan meminta izin kepada sang ibu
tiri “Ibu, bolehkah aku menghadiri pesta tersebut?” dengan nada sedikit membentuk
sang ibu berkata. “Tentu saja tidak boleh, pekerjaanmu sangat banyak, kau tidak boleh
meninggalkan rumah sebelum semua pekerjaanmu selesai.” Jawab ibu tirinya yang
menandakan tidak setujunya. “Lagi pula kau tidak memiliki gaun cantik Citra, mana
mungkin pangeran dan raja mengijikanmu masuk ke dalam istana. Istana hanya untuk
orang-orang yang cantik, wangi, dengan pakaian yang indah.” Lanjut Dewi.
“Bermimpilah sebelum bisa masuk ke pentas dansa Citra. Kau sama sekali tidak pantas
bergabung bersama para bangsawan di sana Ranty.” “Tapi jika pekerjaan rumah aku
selesikan lebih dini, apakah aku bisa mengikuti pesta dansa itu ibu?” sungguh Citra.
Sang ibu tiri kemudian berpikir sejenak dan memanfaatkan kesanggupan Citra
mengerjakan segala pekerjaan rumahnya dalam waktu sehari tersebut. Chelsi Termane
lalu memberikan daftar pekerjaan yang harus dilakukan Citra sendiri lagi.
Citra mulai mengerjakan pekerjaannya rumah sementara ibu tirinya dan ke 2
kakak tirinya sibuk mempersiapkan diri untuk pesta nanti malam. Melihat beberapa
pekerjaan Citra mulai selesai, menjelang sore ke 2 kakak tirinya meminta Citra untuk
membantu mereka berdandan dengan alasan agar lebih lambat dalam mengerjakan
pekerjaan rumahnya.
Benar saja hari mulai malam dan ibu serta ke 2 kakak tiri Citra sudah bersiap-
siap untuk berangkat ke pesta. “Apakah aku sudah boleh berdandan.” Ibu, segala
pekerjaanku telah selesai.” Tanya Citra. Tentu sekarang biji kedelai yang tercampur
kerikil. Ternyata ketika Citra sibuk ibu mencampurkan kedelai dengan kerikil.
Dan datang seorang putri untuk membantu Citra dan peri itu berkata. Kalau mau
ke pesta dansa itu kamu harus mencari 6 tikus dan Citra mencarinya. Beberapa jam
kemudian ia mendapatkan 6 tikus itu. Lalu putri itu memberkan gaun dan Citra mulai
berdandan yang cantik untuk datang ke pesta itu.
Sang putri berkata. Kalau kamu pulang pesta dansa itu jangan sampai jam 12.00
dan kamu akan kehilangan gaun itu. Dan dia pergi dan ditemani oleh seekor burung dan
tidak lama kemudian mereka sampai di pesta dansa itu.
Tak lama kemudian ia berdansa dan burung itu menunggu di luar dan Pangeran
Toni memandan Citra dengan mesra lalu Pangeran Toni mendatangi Citra untuk
berdansa dengan Pangeran Toni. Dan Pangeran toni sudah dapat sang putri itu. Dan
memberikan mahkota kepada Citra.

Karya: Tri Budi Siregar

KAMPUNG PATUNG

Hercules adalah anak yang bandel ketika ibunya menyuruhnya dia tidak mau.
Dia tidak mau bekerja dia hanya mau bermalas-malasan Ibunya Hercules selalu
dipanggil ke sekolah karena Hercules selalu buat masalah/ulah di sekolah.
Suatu hari ada murid baru. Murid baru ini sangat cantik dia bernama Ariel. Ariel
sangat cantik ia pindahan dari kota Surabaya ke kota Jakarta. Semua pria di sekolah itu
suka dengan Ariel, Hercules pun suka dengan Ariel tapi Ariel tidak suka dengan
Hercules karena Hercules sangat bandel. Sehingga Ariel tidak suka padanya, Ariel suka
dengan Sumidang. Sumidang adalah anak yang tampan, baik, sopan, dan rajin sehingga
Ariel suka dengan Sumidang.
Hercules cemburu dengan Sumidang karena Ariel suka dengan Sumidang. Suatu
hari Hercules mengungkapkan perasaannya kepada Ariel tetapi Ariel tidak mau
menerima cintanya Hercules satu minggu kemudian Sumidang juga menyukai Ariel,
sehingga Sumidang juga mengungkapkan perasaan kepada Ariel. Ariel menerima cinta
Sumidang dan mereka kemudian berpacaran. Hercules sakit hati karena cintanya ditolak
Ariel, tetapi Ariel menerima cintanya Sumidang.
Hercules sakit hati ia pergi dari rumahnya dan pergi ke bukit. Di bukit ada gua
yang menurut warga banyak penghuninya yaitu makhluk gaib.
Hercules bertapa tujuh hari di gua ia meminta agar ia diberikan kekuatan.
Hercules di bukit diberi kekuatan oleh makhluk gaib setelah Hercules selesai bertapa ia
pilang dan ia bertemu dengan Ariel dan Sumidang. Ia meminta agar Ariel putus dengan
Sumidang tetapi Ariel tidak mau. Hercules mengungkapkan perasaannya kembali.
Tetapi Ariel tidak mau menerima cintanya. Hercules mengancam Ariel jika ia tidak mau
ia akan membuat Sumidang menjadi patung. Ariel tidak percaya ia pikir Hercules hanya
bermain-main ia tetap tidak mau tiba-tiba Hercules menjulurkan jarinya kepada
Sumidang tiba-tiba Sumidang menjadi patung.
Ariel terkejut dan ia menangis ia marah dengan Hercules tetapi Hercules tidak
tau bahwa Ariel adalah anak dukun dan Ariel berkata kau akan menjadi patung dan
Sumidang akan menjadi manusia karena kau berkata curang dalam mengejar cinta.
Setelah beberapa hari kemudian setelah kejadian itu ada 2 orang murid baru.
Citra dan Rasya dari Ibu Sinta, sekaligus murid pindahan dari Bali. Citra adalah gadis
yang baik, sopan, dan tidak pemarah, sedangkan Rasya adalah anak yang cantik dan
baik tetapi dia tidak mau bekerja ia sangat malas.
Rasya adalah anak kesayangan ibunya, sedangkan Citra adalah anak kesayangan
ayahnya. Ketika pertama masuk sekolah ada lelaki yang bernama Andika yang sagat
ganteng. Ia melihat Citra ia suka dengannya. Rasya suka dengan Andika tetapi, Andika
tidak suka dengannya, karena sikapnya yang malas.
Suatu hari ketika Citra sedang jalan-jalan, Andika lewat sedang bersepeda ia
turun dari sepedanya dan menghampiri dirinya. Disitu ada Rasya ia cemburu dan ia
mengadukan kepada ibunya.
Setelah kejadian itu Sumidang menjadi berubah dulunya ia baik sekarang ia
menjadi pemarah ia suka dengan Citra. Tetapi Citra lebih suka dengan Andika.
Sumidang dan Rara berkelompok untuk memisahkan Citra dan Andika. Karena
rencana pertama mereka dan rencana ke 2 gagal total. Rara mengguna-guna kakaknya
sendiri sehingga kakaknya mati. Ia baru sadar bahwa kakaknya baik kepada dirinya ia
mengingat masa kecilnya waktu di Bali, Sumidang marah karena cewek yang
disukainya mati.
Sumidang ingat bahwa ia masih mempunyai kekuatan yang diberi makhluk
ghaib ia mengutuk Rara, dan Rara menjadi patung sambil menangis. Atas perbuatan
yang merugikan kakaknya dan dirinya sendiri, ayah dan ibunya menangis karena
kehilangan ke 2 putrinya.
Ibunya dan ayah mereka melihat kejadian itu mereka sangat sedih. Karena sifat
cemburu Rara, Citra menjadi mati karena guna-guna adiknya sendiri.

Karya: Inggrid Ardela


POHON YANG ANGKER

Diki, Momo, dan Niki mereka adalah anak ibu janda mereka bertiga 1 saudara.
Diki ia bersifat jahil, Momo ia anak yang pendiam dan Niki adalah anak yang
dermawan. Diki selalu bermalas-malaas disaat ibunya menyuruhnya. Momo selalu diam
di saat guru menanyainya. Ia tidak punya teman di sekolah, dan Niki selalu mau disuruh
ibunya selalu mau bersedekah.
Pada suatu hari mereka disuruh ibu guru mempelajari tentang mereka tertarik
dengan pohon itu, dan hari sudah malam, mereka harus berkemah dekat pohon itu.
Suatu malam Momo terasa ingin keluar sendiri dengan rasa takutnya. Ia tidak sengaja
memijak dan merasa tidak enak. “He... jangan kau rusak rumahku.” Kata penunggu
pohon. Momo lari dengan bulu kuduk beridiri. “Diki... Diki... Diki.” Teriak Momo, Diki
dan Niki mencari suara itu dan ternyata Momo sudah tergelatak di tengah jalan. Momo
sangat takut makanya dia tersesat.
Pagi hari sesuai dengan apa yang mereka bilang mereka akan kembali meneliti
pohon itu. Ternyata mereka baru tahu bahwa pohon itu ad penghuninya, setelah bapak-
bapak yang mengatakannya. “Anak-anak kenappa kalian di sini.” Kata bapak pencari
kayu. “Kayu petugas penelitian pohon pak.” Kata Niki dengan suara takut. “Nak asal
kalian tahu, pohon ini adalah pohon yang sangat angker kalian akan jadi korban.” Kata
Pak pencari kayu dengan membisik-bisik membicarakan.
“Kor... ban... apa... pa... k.” Kata si Diki dengan badan gemetar. “Korban tumbal
dari penghuni pohon ini.” Kata pak pencari kayu. “Yudahlah bapak mau pulang dulu.”
kata bapak pencari kayu.
“Maksud bapak itu tadi apa ya.” Kata Nila.
“Alah paling bapak itu cuma mau nakut-nakutin aja.” Kata Diki dengan suara
lantang.
“Ayo mulai kita teliti.” Kata Diki dengan sauara ria.
“Ayo.” Kata Momo dan Niki dengan suara serentak mereka mulai teliti pohon
itu.
Beberapa jam kemudian mereka sudah tau, apa itu pohon. Mereka semua pulang
ke rumah. Suatu pagi mereka pergi ke sekolah bersama. Di sekolah teman mereka
menceritakan tentang pohon yang diteliti mereka harta temannya itu bernama kaka.
Kakak menceritkan bahwa pohon yang mereka teliti itu angker. Ada penghuninya yng
menginginkan sebuah sebuah anak si Koko menceritakan dari awal sampai akhir.
Suatu hari Popo dan Jiki dia anak Pak Jono mereka daru dulu suka sekali pohon
yang diteliti. Pohon itu dulu tidak angker, tetapi semenjak Pak Joko meninggal dunia.
Pohon itu menjadi angker. Dan semenjak itu, Jiki dan Popo hidup berdua mereka selalu
dibuli teman-temannya karna tidak mempunyai ayah. Pak Joko di sana tidak tenang
karna anaknya di dunia menderita. Pak Joko menempati pohon yang mereka sukai
karena pohon itu satu-satunya cara menghubungkannya dengan anaknya. Beberapa
tahun Pak Joko mengambil anaknya dan anaknya juga meninggal dunia mereka
menempati pohon tersebut dendam mereka belum terbalaskan terhadap teman-temannya
Jiki dan Popo.
“Makanya itu kalian jangan berani-berani mendekati pohon kata mamakku
mereka tidak akan pulang setelah dendam mereka terbalas.” Begitu ceritanya. Kata
Koko menceritakan dengan sangat serius. “ih jadi takut nih.” Menjawab Niki.
Besok mereka naik-naikan jadi Ibu/Bapak mereka disuruh ke sekolah untuk
mengambil rapot. Esok harinya mereka mengajak ibu janda ke sekolah untuk
mengambil rapot Diki, Mono, Niki mereka naik kelas VII mereka menempati kelas
Popo dan Jiki mereka agak sedikit takut dengan kelas tersebut, tapi mau tidak mau
mereka harus menempatinya. Sepulang sekolah mereka berhenti karena Pak Kepala
Desa ingin menebang pohon itu.
“Pak jangan ditebang” Kata Diki.
“Kenapa” Jawab Pak Kades.
Ibu Diki, Momo, Niki datang
“Udah kamu jangan ikut campur, ayo kita pulang.”
Ibu menyuruh Diki, Momo, dan Niki pulang ke rumah.
“Bu kenapa Bapak Kepala Desa itu jadi ingin menebang pohon.” Bertanya Diki.
“Nak... mereka menebang pohon itu untuk perwisataan karena pohon itu sangat
besar jadi merusak pemandangan jika tidak ditebang.” Ibu menjelaskan Bu Dila
menjawab.
“Uda kamu jangan ikut campur. Itu urusan mereka.” Ibu berkata sambil marah.
“Ya bu.” Suara serentak Diki, Momo, dan Niki.

Keeokan hari teman-teman Popo dan Jiki meninggal satu persatu Dila, Momo,
dan Niki kaget melihat setelah pulang sekolah Diki, Momo, dan Niki menceritakan
kejadian pohon itu. Ibu Diki, Momo, dan Niki kaget mendengarnya. Semenjak itu
mereka legah karena dendam keluarga Popo sudah terbalas. Akhirnya, pohon itu bisa
ditebang dan tempat itu jadi persatuan malam yaitu pasar malam. Diki, Momo, dan Niki
dan ibunya. Mereka sangat senang sekali datang ke pasar malam itu.

Karya: Celsy Laura

BUNGA MAWAR YANG BERACUN

Pada suatu hari Dimas bertemu dengan Doni bertemu juga dengan Wisnu dan
Dimas pergi ke taman bunga di situ banyak sekali yang sangat cantik dan warna bunga
tersebut sangat indah. Setelah mereka melihat bunga itu Doni dan Wisnu dan Dimas
membeli bunga mawar dan kaktus setelah itu mereka pulang dari taman bunga Dimas
melihat tiba-tiba bunga mawar tersebut seperti melayang karna ada yang mengangkat
bunga mawar tersebut! Dimas pergi ke toilet dan bersama Wisnu Dimas ketakutan ada
yang menyentuh rambutnya Dimas menjerit-jerit tolong... tolong... kamu kenapa
Dimas? Aku ketakutan Wisnu dan di situ juga ada terdengar suara Doni buang air kecil!
Doni aja berani mas. Setelah Dimas buang air kecil lagi Dimas melihat hantu itu yang
lagi buang air kecil Dimas? Hantu itu meniru suara Dimas Dimas... Dimas... Siapa itu
saya adalah kamu dan saya mirip kamu Dimas... Dimas? Hihihi jangan sampai aku
memanggil ustad saya tidak rupanya hantu itu bernama sunderbolong perutnya bolong
berdarah. Darah yang berceceran sangat ngeri yang sangat mengerikan sekali dan di situ
mereka Wisnu dan Doni kesurupan karena hantu itu merasuki Wisnu dan Doni! Dimas
memanggil ustad dan ustad tersebut mengusir hantu itu Wisnu dan Doni sadar karena
tadi kesurupan dan Doni dan Wisnu bertemu dengan orang tuanya masing-masing kamu
kenapa Pak Doni tadi kesurupan karena hantu itu Doni di situ sakit demam sekalidan
Doni tidak sekolah Doni masuk rumah sakit.
Dimas dan Wisnu memanggil teman-temannya sekelas dan guru-guru selamat
pagi bu. Pak kami di sini mewakili anak-anak murid saya mereka kenapa bu dan mereka
yang hari itu kesurupan karna hantu itu pas Dimas dan Doni dan Wisnu membeli bunga
mawar itu bu rupanya bunga mawar tersebut angker sekali mereka membeli bunga
mawar itu harganya 20.000 rupiah 3 biji bunga itu menyebabkan kesurupan dan Dimas
mengambil gelas dan berisi air minum dan gelas tersebut pecah? Tes... tes... tes kenapa
Don Dimas tadi dokter Dimas mengambil gelas dan gelas itu pecah dan Dimas
tangannya berdarah-darah Dimas berkata aduh... aduh... aduh sakit sekali dokter
sudahlah Dimas yang penting kamu berdoa aja mas pasti itu sembuh mas akan
disebuhkan Maha Esa.
Dimas beberapa minggu Dimas akhirnya sembuh karena berdoa Dimas merasa
sangat menyesal dan Dimas berkata kenapa Dimas? Dimas memiliki kenapa ya mak
Dimas bisa kesurupan karena hantu itu. Yang penting kamu berdoa aja nak! Makasih ya
mak Doni. Ya sama-sama mak Dimas, dan Doni, dan Wisnu ketika di situ kami bertiga
kenapa kesurupan nak enggak tau mak yang penting kamu tinggal berdoa aja nak minta
pertolongan pada Tuhan.
Setelah itu Dimas pergi ke rumah Doni? Tok... tok... tok... DOni, Doni? Ada apa
mas? Don kita ada PR IPA Don? Ada mas ini saya baru aja ngerjakan tugas setelah
Dimas melihat buku IPA Doni ada hantu princes mirip sunderbolong yang berdarah-
darah. Kamu kena mas enggak tahu Don kamu kok keringatan dingin Dimas iya dan
karna baru tadi melihat di buku kamu Don hantu yang kemarin dia lagi buang air kecil
Don. Don kita kapan-kapan jalan-jalan ke hutan aja ya Don.
Ah, ah, ah, ah kamu Dimas sangat lucu sekali karna cerita itu setelah 1 menit
Wisnu Doni kita ada PR Don ada Wisnu kalian kenapa tertawa kalian cerita tentang apa
Don yang sangat lucu sekali ah, ah, ah lucu sekali tentang itu setelah jam 2 orang tuanya
Doni pulang dari pajak, Dimas, dan Wisnu makan buah-buahan yang dibeli oleh orang
tua Doni.

Karya: Ryan Aditiya


SEKOLAH YANG ANGKER

Danu, Andre, Iwan, Nanta, dan Celsi adalah siswa/siswi SMP Negeri 1
Pegajahan sekolah mereka dulu bekas penjajahan Belanda hingga suatu hari Celsi ke
toilet tiba-tiba Celsi mendegar suara di toilet Celsi ketakutan dan lari Celsi bercerita
pada temannya Nanta. Nanta tidak percaya apa yang dikatakan Celsi dan Celsi pun
mengajak Nanta. Pas mereka sampai toilet, Celsi dan Nanta pun mendengar suara
tangisan di dalam toilet.
Sepertinya Nanta tidak percaya mereka berdua pun membuka pintu toilet tiba-
tiba mereka kaget mereka melihat hantu wanita Belanda mereka berdua lari-lari dan
mereka berdua berjumpa Danu, Andre, dan Iwan. Dan mereka berdua pun bercerita
pada Andre, ternyata yang dibilan Celsi itu. Ternyata memang benar dan Nanta pun
bercerita pada Andre dan Andre berkata pada Danu rupanya Danu tidak percaya dan
Andre membawa Danu ke belakang sekolah sampai di belakang sekolah Danu dan
Andre pun melihat kuburan dan di belakang sekolah itu ada pohon jati dan mereka
melihat kuntilanak. Bergantungan di pohon jati itu.
Ketika mereka mendapat les tambahan. Sore itu ketika mereka les, Nanta dan
Celsi melihat wanita berpayung merah. Wanita itu berjalan sampai di belakang sekolah
itu Nanta dan Celsi pun mengikuti wanita berpayung merah itu sampai di belakang
sekolah Nanta dan Celsi pun ingat apa yang dibilang Andre dan Danu tadi dan Celsi pun
bilang pada Nanta. Nanta tadi di belakang sekolah katanya si Andre ada kuburan Nanta
dan Celsi pun terkejut mereka melihat wanita berpayung merah itu tiba-tiba wanita
berpayung merah itu menghilang dan Nanta dan Celsi ketakutan. Akhirnya pun Celsi
dan Nanta pun mereka pun sangking ketakutan dan mereka mereka berdua mendekati
pohon jati tiba-tiba Nanta dan Celsi pun memutar pohon jati itu Nanta dan Celsi pun
memutar sampai 5 pusingan dan Celsi pun ketakutan akhirnya Nanta dan Celsi balik ke
kelas mereka sampai di Kelas Nanta dan Celsi pun tangannya bergetar dan Danu
melihat tangannya Nanta dan Celsi bergetar Danu bertanya pada Nanta. Pada Nanta
“Nanta tangan kalian kok bergetar?” “Iya Danu rupanya yang dibilang Andre itu benar
di belakang sekolah ada pohon jati dan di belakang Celsi dan Nanta nampak wanita
berpayung merah dan Nanta pun bilang pada Andre, Andre rupanya yang kamu bilang
itu benar dan Andre pun bilang pada Celsi, Celsi yang kubilang di sekolah itu benarkan
ia Andre dan Celsi dan Nanta pun akhirnya yang dikatakan Andre dan Akhirnya mereka
pulang bersama-sama.
Sampai di rumah Nanta ditanya oleh mamanya Nanta bagaimana lesmu nak.
Mak rupanya kawanku Andre bilang di belakang sekolahku ada pohon jati mak aku
tidak percaya mak tadi mak Nanta dan kawan Nanta namanya Celsi mak nampak wanita
berpayung merah dan Nanta dan kawan Nanta mengikuti sampai di belakang kelas mak
rupanya mak wanita berpayung merah itu menghilang mak Nanta dan Celsi pun ingat
apa yang dibilang Andre di belakang sekolah ada pohon jati dan ada kuburan mak kan
sekolah Nanta dulu bekas penjajahan Belanda dan akhirnya pun mamakny pun percaya
dan Nanta dan Celsi pun akhirnya percaya.
Karya: Nanda Syaputra
POHON KERAMAT

Pada suatu hari yang cerah ada seorang yang bernama Rani, Celsi, dan Uci, tiga
orang itu bersaudara dekat, dan tiga orang itu disuruh ibu guru/bapak guru akan
mempelajari tertang perpohonan, dan mereka mencari pohon-pohonan. Dan Rani
melihat ada pohon itu setelah itu Rani memijak pohon itu Rani tak sengaja dan Rani
berteriak tolong... tolong... tolong dan Celsi datang dan Celsi menjawab tadi kau kok
berteriak-teriak dan sekarang kau membaca doa setelah itu Uci menulis pohon-pohonan,
dan Uci dan Rani meminta maaf kepada pohon itu. Uci dan Rani menanam pohon itu
dan akan dirawat betul-betul. Dan menjagai pohon tersebut. Pohon itu yang bernama
pohon keramat.
Pada sore hari Uci menyiram pohon itu dan Uci menanam pohon itu. Setelah
beberapa minggu pohon keramat itu dan warga bertanya Uci kenapa di depan rumah
Uci banyak pohon keramat dan sebelah rumah Uci, Rani kesurupan karna pohon
keramat itu. Setelah pagi hati pohon keramat itu akan ditebangi tinggal satu lagi, Uci
memelihara ayam sebanyak 3 ekor, ayam tersebut mati karna pohon keramat itu, mati 2
tinggal 1 dan berkembang biak dan Uci merawat ayam itu dan pohon keramat itu
ditebang dan Uci memberi pohon jeruk dan setelah beberapa minggu pohon jeruk
berbuah dan Uci mengambil buah jeruk di pohon itu dan Uci memakan buah Uci sakit
perut dan Uci membagi Rami, dan Celsi akan juga sakit perut.
Setelah itu Rani, Celsi, dan Uci masuk rumah sakit setelah beberapa minggu
Rani, Celsi, dan Uci dirawat sama dokter setelah beberapa minggu mereka sembuh dan
tidak sakit dan mereka terus berdoa kepada Maha Kuasa dan mereka berhati-hati pada
pohon itu. Dan pohon itu segera dibakar di dalam pohon keramat itu ada seseorang yang
meminta tolong...tolong...tolong. Saya meminta maaf dan pohon keramat itu segera
ditebang dan warga segera menebangnya. Rani, Celsi, dan Uci akan dinampai kepada
pohon keramat itu dan pohon keramat itu ditebang sampai warga-warga itu pohon
keramat itu yang sangat seram. Uci, Rani, dan Celsi akan ketakutan, sebelum menebang
pohon keramat itu warga akan membaca doa terlebih dahulu. Supaya tidak ketakutan.
Sesudah malam hari Rani, Celsi, dan Uci akan dimimpi kepada pohon keramat
itu dan mereka terkejut dan Rani melihat pohon keramat itu akan tumbuh lagi dan Rani
terkejut, dan Rani melihat pohon keramat itu akan tumbuh lagi dan Rani terkejut dan
Rani meminta tolong kepada Celsi “Ran lebih baik kau baca doa.” Ya Cel terima kasih
ya dan Uci melihat ada pohon keramat lagi di samping rumah dan Uci terjut dan Uci
memanggil Celsi. “Uci lebih baik kau membaca doa saja. Semoga tidak ditakuti kepada
pohon keramat itu. Dan pohon keramat itu ditebang karna di dalam pohon itu banyak
sekali hantu-hantu, dan begitulah dan Uci berkata selamat tinggal. Pohon keramat, Uci
di situ menajis-najis karena pohon itu ditebang sudahlah Celsi berkata kamu jangan
menangis karena pohon keramat itu sangat berbahaya bagi kita semua yah Uci? Kita
besok akan beli pohon kaktus yah Uci tapi-tapi ah, ah, ah, ah aku sangat sedih karena
pohon keramat itu ditebangi sudahlah Uci yang penting kamu lupakan aja dan juga
kamu harus berdoa aja ya Uci kita akan membeli bunga kaktus yah Uci, terima kasih
yah Celsi, Rani sama-sama teman iya kawan-kawan, Uci boleh mengajak kawan-kawan
boleh yang kemarin pas, belum ditebang pohon keramat itu di dalam ada seseorang dia
minta tolong... tolong... tolong dan ia, mendengar suara itu, jelas sekali Uci akan
ketakutan melihat hantu yang ada di dalam pohon, keramat itu dan setelah beberapa
orang tuanya Uci datang tumben kalian rame-rame iya mak kalian lagi ngapain tentang
pohon keramat mak oh...oh...oh.. mamak baru tu bagaimana cerita pertama Cel dan
Dani pada pagi hari Uci medapatkan pohon keramat yang sangat kecil sekali dan Uci
wah... wah... wah... Cantik sekali pohon keramat ini yah Rani iya Uci dan Uci
menanamnya di belakang rumah Uci dan warga membilang Uci nak, yang penting
pohon ini, ditebang yah nak. Nak Uci tidak mau. Uci tidak mau sekali dan Uci
menangis. Nangis karena pohon itu mau ditebang setelah sudah ditebang Uci sangat
merasa sedih karena pohon keramat itu.
Setelah beberapa hari bunga kaktus yang dibeli Uci 3 pot 30.000 Uci bunga
kamu mulai besar ya Uci iya Rani, ya Celsi saya dan Rani boleh minta bunga kaktus ya
Uci kan ada 3 pot, yaudah tinggal ambil aja kawan-kawan makasih ya Uci sama-sama.
Uci akan merawat bunga kaktus itu akan disiram pagi sore dan seterusnya,
beberapa bulan, bunga kaktus itu berbuah, wah indah sekali bunga kaktus saya bu. Ibu...
bu... bu... lihat ibu indah sekalikan bu iya nak ayok kita juali buahnya nak
ayok...yok...yok tapi mak biar ada uang kita yah mak yaudah mak terima kasih Uci.
Dan buah yang jual Uci 150.000,00 rupiah dan Celsi dan Rani berbuah, banyak
sekali buahnya dan mereka teman-temannya Uci datang untuk, makan buah kaktus wah,
banyak sekali teman-teman buah kaktus itu yah teman-teman terimah kasih banyak ya
teman-teman.

Karya: Dewi Fadila

CERITA FANTASI
KELAS : VII-4
KELOMPOK : 1

TOPENG AJAIB

Di suatu dea bernama Desa Sukadamai terdapat seorang anak yang bernama
Ardi ia tinggal bersama kedua orang tuanya, Ardi anak yang baik. Ia mempunyai teman
yang bernama Handi, mereka sangat akrab. Setiap hari mereka selalu bermain bersama.
Pada minggu pagi Ardi dan Handi sedang bermian-main di lapangan dekat
rumah Ardi. Hendi dan Ardi bermain bola, mereka bermain dengan teman-temannya
yaitu Qori, Nono, Erza, dan Bagas. Ardi menjadi jaga gawang. Tim Ardi adalah Handi
dan Qori. Gool... teriak Erza. Tim Erza mencetak gol lalu Ardi pun mengambil bola
yang ditendang Erza tadi. Bola tersebut melambung jauh ke semak-semak. Tiba-tiba ada
cahaya yang menyilaukan Ardi pun kaget. Ardi pun menghampirin cahaya tersebut.
Rupanya ada sebuah topeng. Ardi pun mengambil topeng tersebut “Handi... Qori...
Nono... Erza...” Teriak Ardi. Handi, Qori, Nono, dan Erza pun datang menghampiri
Ardi “Ada apa Ardi?” Tanya Qori “Lihatlah! Aku menemukan topeng.” Jawab Ardi.
“Wah topeng apaan ini?” Tamya Nono. “Saya pun tidak tau.” Jawab Ardi. “Di mana
kamu menemukan topeng ini Ardi?” tanya Erza. “Aku menemukan topeng ini di semak-
semak.” Jawab Ardi.
Tiba-tiba topeng itu bercahaya dan terbang di depan mereka. Mereka pun kaget.
“Wah ajaib sekali.” Kata Ardi. Lalu topeng itu berkata “Wahai tuan baruku gunakanlah
aku untuk menegakan kebenaran dan menghapuskan kejahatan!” kata topeng. “Baiklah
topeng ajaib aku akan menggunakanmu untuk menegakan kebenaran dan
menghapuskan kejahatan.” Jawab Ardi. “Wahai Ardi jika kau memakai aku engkau
akan mempunyai kekuatan berlari kencang dan kamu juga bisa terbang.” Kata topeng.
Setelah mereka telah bermain mereka pulang ke rumah masing-masing. Ardi
pulang dengan membawa topeng ajaib.
Keesokan harinya mereka pulang sekolah lalu Ardi mendengar suara minta
tolong “Tolooooong” teriak seseorang. “Handi ada yang minta tolong.” Kata Ardi
kepada Handi “Ya kamu benar aku juga mendengar sebaiknya kamu menolong orang
itu dengan menggunakan topeng ajaib” Kata Handi kepada Ardi. Lalu Ardi dan Handi
pergi ke tempat yang sunyi. Ardi pun langsung memakai topeng tersebut dn tiba-tiba
Ardi berubah menjadi manusia super. “Wah aku keren ya memakai topeng ini Handi.”
Kata Ardi kepada Handi. “Wah iya kamu benar tapi sebaiknya kamu langsung
menolong orang itu sebelum orang itu celaka.” Jawab Handi. “Kamu tunggu di sini dulu
ya Handi!” kata Ardi kepada Handi. “Baiklah.” Jawab Handi kepada Ardi.
“Tolooong!” Tolooong!” suaranya semakin keras kata Ardi. Tiba-tiba ia melihat
ada ibu. Ibu yang dirampok oleh dua orang preman. “Kembalikan dompet ibu itu!” Kata
Ardi si manusia super itu kepada perampok “Siapa kamu? Jangan ikut campur.” Jawab
perampok itu, “Aku adalah manusia super yang akan memberantas manusia jahat seperti
kalian.” Kata Ardi “Jangan sok jagoan kamu!” kata perampok itu menyerang Ardi si
manusia super dan mereka berkelahi. Dengan kekuatan super Ardi perampok itu dapat
dikalahkan dengan mudah. Tidak lama kemudian polisi pun datang menangkap
perampok itu dan berterimakasih kepada manusia super itu. Ardi si manusia super pun
langsung mengembalikan dompet milik ibu yang dirampok tadi. “Terima kasih.” kata
ibu itu. Ardi si manusia super langsung pergi meninggalkan mereka dan kembali ke
tempat Handi. Ardi pun segera membuka topeng tersebut lalu Handi bertanya
“Bagaimana?” “Sudah beres.” Jawab Ardi. “Mari kita pulang aku sudah lapar.” Kata
Ardi “Oke” kata Handi mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Sore hari Ardi dan teman-temannya bermain bola di lapangan dekat rumah Ardi.
Tiba-tiba mereka melihat kumpulan asap tebal “Wah apa itu?” Tanya Nono “Sepertinya
ada kebakaran.” Jawab Bagas “Ardi kamukan mempunyai topeng ajaib sebaiknya
menolong mereka menggunakan topeng itu.” Kata Erza. Ardi pun langsung
bersembunyi memakai topeng dan ia berubah menjadi manusia super dan langsung
berlari cepat menolong kebakaran itu. Ardi si manusia super itu menggunakan
kekuatannya untuk menurunkan hujan. Hujan pun turun, dia menggunakan kekuatannya
untuk mengeluarkan air dari tangannya api pun padam dan semua warga gembira hujan
pun berhenti. Ardi si manusia super pun langsung pergi meninggalkan warga dan
menghampiri teman-temannya lalu ia membuka topengnya. “Bagaimana?” tanya Bagas
kepada Ardi. “Beres apinya sudah padam.” Kata si Ardi kepada Bagas “Ayo kita
lanjutkan permainan kita lagi.” Kata Sinono kepada mereka “Ayo” teriak mereka.
Mereka pun melanjutkan permainan mereka tadi.
Keesokan harinya sepulang sekolah Ardi disuruh ibunya untuk membeli gula di
warung. Saat Ardi di perjalanan Ardi melihat manusia robot yang mengganggu warga
desa suka damai. Ardi bersembunyi dan memakai topeng ajaib lalu Ardi langsung
menolong warga desa Sukadamai “Siapa kamu mengapa kamu mengganggu warga
Desa Sukadamai?” Kata Ardi. Si manusia super “Aku adalah manusia robot dari planet
jupiter aku datang ke bumi ingin mencari topeng ajaib aku sudah menemukan cincin
dan kalung ajaib sekarang aku ingin mencari topeng ajaib agar aku dapat menguasai
bumi.” Jawab manusia robot. “Dan kamu siapa? Yang berani ikut campur urusanku.”
Tanya manusia robot. Aku adalah manusia super yang akan menegakan kebenaran dan
membasmi kejahatan.” Jawab Ardi si manusia super. “Dari mana kamu mendapatkan
kekuatan, apakah topeng ajaib yang memberikannya.” Tanya manusia robot. “Kamu tak
perlu perlu tau dari mana aku mendapatkan kekuatan ini.” Jawab Ardi si manusia super.
Mereka pun beradu kekuatan dan akhirnya manusia kekautan kalah lalu ia melarikan
diri. Ardi si manusia super mengejarnya tetapi kehilangan jejak. Ardi si manusia super
pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dan bersembunyi berubah menjadi
manusia biasa. Ardi pun langsung pergi ke warung untuk membeli gula setelah membeli
gula Ardi pun pergi ke rumah Handi dan menceritakan bahwa ada manusia robot
“Handi...” teriak Ardi meninggalkan Handi di depan rumahnya Handi pun keluar
membuka pintunya “Ada apa Ardi?” tanya Handi kepada Ardi. “Aku hanya ingin
main.” “Oh” Jawab Handi “Begini tadi aku ingin pergi ke warung dan aku bertemu
dengan manusia robot.” Kata Ardi. “Wah apa betul.” Jawab Handi “Ya betul” Kata
Ardi.
“Manusia robot itu sedang mencari topeng ajaib yang ada padaku.” Kata Ardi.
“Wah bahaya itu. Kalau dia datang ke sini bagaimana?” Jawab Handi kepada Ardi.
“Kamu tak perlu cemas akukan mempunyai kekuatan super dari topeng ajaib.” Kata si
Ardi kepada Handi. “Benar juga kamu. Aku tak perlu takut karena aku mempunyai
teman super.” Jawab Handi kepada Ardi.
Keesokan harinya setelah selesai bermain Ardi dan Handi pulang bersama saat
di perjalanan mereka melihat manusia robot “Apa itu?” Tanya Handi “Sepertinya itu
manusia robot yang semalam mengganggu warga.” Jawab Ardi. “Oh jadi itu manusia
robot yang kamu ceritkan .” Kata Handi. “Ardi sebaiknya kamu bantu orang yang ada di
sana.” Kata Handi. “Baiklah aku akan menolong orang itu.” Jawab Ardi. Ardi pun
segera sembunyi dan memakai topeng ajaib lalu Ardi si manusia super menghampiri
Handi “Kamu tunggu di sini dulu ya.” Kata Ardi si manusia super “Oke” Jawab Handi.
Ardi manusia super pun lari dengan cepat dan menemui manusia robot. “Iya aku
kembali lagi untuk menolong warga.” Jawab si manusia super. “Oh jangan banyak
omong.” Kata manusia robot dengan marah dan langsung menyerang, mereka pun
berkelahi akhirnya manusia robot itu terjatuh.
“Jangan” Teriak manusia robot “Jangan habisin aku.” Kata manusia robot Ardi
pun membantu manusia robot itu untuk berdiri “Ada apa manusia robot? Tanya Ardi si
manusia super. Manusia robot pun membuka kalung dan cincin ajaib dan memegang
tangan si manusia super “Apaan ini?” Tanya manusia super. “Ini adalah kalung ajaib
dan cicin ajaib kuberikan kepadamu untuk membela kebenaran dan aku minta
kepadamu untuk memanggil aku paman! Apakah kau yang menggunakan topeng ajaib
itu?” Kata manusia robot. “Iya Paman, aku memakai topeng ajaib itu.” Jawab manusia
super. “Maafkan saya telah mengganggu makhluk bumi kata manusia robot.” Tak papa,
tapi sekarang paman mau tinggal di mana?” tanya manusia super. “Entah” Jawab paman
robot Ardi pun membuka jawab paman robot. Ardi pun membuka topeng ajaib dan
mengajak paman robot tinggal bersamanya. Sebelum pulang Ardi dan paman robot
ketemu dan Handi memperkenalkannya lalu mereka pulang.
Sesampainya di rumah. Ardi memberitahukan kepada orang tuanya bahwa ia
membawa seorang “Ayah... ibu...” teriak Ardi “Ada apa nak?” kata ibu “Ibu yah aku
ingin memperkenalkan ayah dan ibu dengan paman robot. Paman robot dahulu tinggal
di planet Jupiter tapi sekarang ia ingin tinggal di bumi bersama kita apakah ayah dan ibu
mengizinkan? Tanya Ardi “Iya nak boleh” jawab ibu. “Bagaimana dengan ayah” tanya
Ardi kepada ayah “Terima kasih ayah ibu.” Kata Ardi. Ardi dan paman robot pun
menjadi pembela kebenaran dan menghapuskan kejahatan. Akhirnya Ardi dan paman
robot hidup bahagia.

Karya: Diva Agustina

KALUNG SAKTI CIKA

Cika adalah seorang Dinasaurus berjenis brontosaurus perempuan. Dia anak


yatim piatu karna ayah dan ibunya telah meninggal dunia di medan perang. Pada hari
ini/saat ini ia tinggal bersama kakek, neneknya di gua. Ia sangat bahagia karena ia
memiliki banyak teman. Teman-temannya sangat baik terhadap ia namun Cika tidak
membeda-bedakan teman.
Di pagi hari, Cika, Nino, Dino, dan Sela mereka pergi menemui nenek dan
kakek Cika di sungai, kakek dan neneknya sedang mencari buah-buahn di tepi sungai.
“Hai nenek, kakek.” Kata Cika dan teman-temannya.
“Hai anak-anak.” Sahut Nenek.
“Kalian dari mana.” Kata kakek.
“Kami sehabis di rumah.” Kata Cika.
“Nek, kamai boleh membantu!” Kata Sela.
“Ya sudah ayo bantu nenek dan kakek.” Kata kakek.
“Ayo” kata anak-anak.
Cika dan Sela ikut bersama kakek sedangkan Nino dan Dino ikut bersama
nenek.
Cika, Sela, dan Kakek mulai mencari buah-buahan di tengah hutan. Di tengah
perjalanan tiba-tiba akan melihat sesuatu yang bersinar ia pun terkejut.
“Hah... ada apa itu? Kata Cika, kakek, dan Sela pun ikut terkejut “Apa-apa
Dika.” Kata kakek dan Sela pohon keruing kuningan itu.” Kata Cika sambil heran. “Ayo
kita lihat anak-anak.” Kata Kakak. “a...a...a..yok kek.” Kata Cika dan Sela sambil
ketakutan. Mereka pun mulai mendekatinya, sambil perlahan kakek membukak semak-
semak tersebut “Ooo... ternyata kalung!” Ujar kakek lega. Ini untuk Cika.” Ujar kakek.
“Terima kasih kek!” kata Cika. “Ya... sama-sama.” Ujar kakek. Mereka pun kerjakan
kembali menuju tempat asal mereka di tepi sungai.
Sesampainya mereka di tepi sungai. Cika pun menghampiri neneknya. “Nenek!”
Teriak Cika. “Ya Cika, Sela kenapa, kenapa wajah kalian sepertinya bahagia.” Tanya
nenek. “Nek... tadi Cika, Sela, dan kakek menemukan kalung nek di bawah pohon
krewing tua nek!” Kata Cika dengan bahagia. “Wah... boleh nenek lihat-lihat?” Tanya
nenek. “Boleh nek! Sebentar yan nek.” Kata Cika. “Ya nenek tunggu kok.” Sahut
nenek. “Nah! Ini nek kalungnya.” Kata Cika saat nenek pegang kata nenek. Nenek
terdiam hening sejak melihat kalung itu. “Ini seperti jawab nenek.... Jawab nenek
“Seperti apa nek?” tanya Cika dan kakek.” Ini seperti kalung sakti peninggalan ibu
kamu yang telah hilang selama 10 tahun lalu. Tapi kenapa kalung ini masih utuh ya?”
sahut nenek dengan bingung. “Mungkin kalung ini sudah diberikan kepada kita namun
telah diambil oleh penjajah pada saat itu. Kitakan pernah kemalingan dahulu.” Jawab
kakek “Ya mungkin begitulah kek.” Sahut nek “Ini kalungnya utnuk kamu Cika anggap
saja ia berikan yang kamu temukan. Beri nenenk “Oh terima kasih nek, kek” jawab Cika
“Ya sama-sama.” Ujar kakek dan nenek. “Mari kita kembali ke gua.” Kata nenek dan
kakek. “Ayo...!” kata anak-anak. Mereka pun kembali ke gua.
Sesampainya mereka di gua mereka pun menyusun buah-buahan mereka di
dapur. “Nak sudah sampai kota nenek. “Nenek mau menyusun buahnya dulu ya.” Kata
nenek “Nek! Cika dan Sela boleh ikut bantu! Tanya Cika dengan semanat, iay boleh ayo
kita ikut kota nenek. ‘tidak nek... Dino dan Nino di sini aja mau bantu-bantu kakae.”
Jawab Dino. “Ooo... ya sudah.” Kata nek.
Dino, Nino, dan kakek meminta izin kepada nenek karena mereka ingin mencari
kayu. “Nek, kakek sama Dino dan nino ingin mencari kayu tambahan.” Izin kakek ya
sudah sana pergi. Cika dan Sela tak ingin ikut? Tanya nenek. “Tidak, kami menemani
nenek aja. Biar Nino dan Dino saja yang pergi” Jawab Sela. “Ya sudah kakek dan Dino
pergi dulu ya.” Pamit kakek. “Ya hati-hati ya kek. Jaga Nino dan Dino.” Pesan nenek
“Ya!” Jawab kakak.
Di tengah perjalan kakek, Nino, dan Dino mendengar suara komplotan T-Rek
yang ingin menyeeran dinosaurus yang lain. kakek, Dino, dan Nino ketakutan “Ayo
Nino dan Dino kita panggil komplotan Dinosaurus yang lain.
Dino, Nino, dan Kakek pun kembali ke gua untuk memanggil nenek. Sela dan
Cika “Nenek, Cika, dan Sela” Panggil kakek. “Ada apa kek.” Tanya nenek dengan
kawatir. “Di...di...di... sana ada komplotan T-REK yang ingin menterang kita.” Jawab
Nino dengan gugup. “Hah... ada apa mereka ke sini lagi. Mereka telah membunuh ibu
dan ayah Cika.” Tanya nenek dengan penuh amarah. “Mungkin mereka belum puas apa
yang telah mereka perbuat di 10 tahun yang lalu.” Kata nenek. “Ya... mungkin begitu.”
Jawab kakek.
Wajah Cika mulai memerah karena dia dendam kepada T-REX yang telah
membunuh ayah dan ibunya. “Aku harus ke sana.” Jawab Cika.
“Jangan Cika terlalu berbahaya bagimu.” Kata Sela dengan kawatir.
“Iya Cika jangan pergi ke sana terlalu bahaya bagimu nenek tidak ingin
kehilangan dirimu karena kau peninggalan ibumu.” Jawab nenek dengan kawatir. “Iya
Cika dengar kata nenekmu dan teman-temanmu mereka sangat sayang kepadamu
termasuk kakek juga kami diamanahkan untuk menjaga dan merawatmu.”
“Maaf nek, kek tapi aku harus ke sana, bukannya aku mau melawan/tidak
menurut sama kakek dan nenek tapi ayah dan ibuku butuh kedilan.” Jawab Cika “Oh...
baiklah tapi kami harus ikut denganmu kakek dan nenek ingin memanggil dinosaurus
yang lebih dulu ya jawab nenek.
“Baik nek, kek biar Cika, Sela, Nini, dan Dino pergi ke sana ya nek, kek.” Pamit
Cika.
“Ya hati-hati ya.” Pesan kakak
“Ya kek nek.” Jawab Dino.
Mereka pun pergi menuju tempat yang telah diberi tahu oleh kakek, Nino, dan
Dino pun menujukan di mana keberadaan komplotan T-REX itu.
Sesampainya mereka di sana mereka melihat T-REX berteriak.
“Hei... kalian semua keluar!” Kata salah satu anggota T-REX.
“Hei siapa yang telah membunuh ayah dan ibuku 10 tahun yang lalu?” Tanya
Cika penuh amarah.
“He...he...he akulah yang membunuh ayah dan ibumu 10 tahun yang lalu.”
Jawab ketua T-REX.
“Lalu mau apa kalian semua ke mari.” Tanya Cika dengan marah.
“Dan kami belum puas apa yang pernah kami perbuat 10 tahun yang lalu.” Salah
salah satu anggota.
“Hmm... lebih baik kalian pergi dari sini.” Jawab para T-REX.
Tiba-tiba kakek dan nenek pun menghampiri Cika, Dino, Sela, dan Nino dengan
membawa segerombolan dinosaurus yang lain.
“Wah nenek, kakek untung datang cepat dengan membawa dinosaurus yang
lain.” Kata Cika dengan bahagia.
“Hei dinosaurus bejat. Aku masih ingat terhadap kalian semua aku hafal pada
raut wajah kalian! Ujar kakek dengan penuh amarah.
“Hah... sudahlah banyak omong. Teman-teman sekarang kita serang...” kata T-
REX
“Serang!” jawab komplotan Brontosaurus.
Mereka pun saling menyakiti satu sama lain Cika melawan T-REX yang telah
memmbunuh ayah dan ibu Cika.
“kau... kau... kau yang telah membunuh ibuku dan sekarang ibu dan ayahku
butuh keadilan!” kata Cika penuh amarah.
Cika pun melawan T-REX itu.
“Aduh...!” kata Cika sambil terjatuh.” “Cika ada apa nak?” tanya kakek dengan
kawatir.
“Cika.. gunakan kalung sakti itu.” Kata nenek. “Apa kalung sakti?” tanya Cika
dengan heran. “Ooo... Cika kalung yang tadi kamu temukan.” Jawab Dino.
“Benarkah itu nek?” tanya Cika “Ya Cika segera gunakan itu.” Jawab nenek.
“Semua bronto dan yang lain kita mundur perlahan-lahan saja.” Kata Cika.
“Jadi kita mengalah!” tanya salah satu brontosaurus.
“Tidak aku akan melakukan sesuatu.” Kata Cika.
“Oooh... baiklah.” Kata ketua.
“Ayo semua kita mundur.” Kata ketua.
Mereka semua pun mundur dengan perlahan. Cika pun mulai menggosok-gosok
kalung itu menghentakan kakinya.
Dan semua T-REX- T-REX itu pun terhempas dan entah menghilang ke mana.
“Berkat kalung ini kita bisa mengalahkan semua T-REX- T-REX itu. Dan ibu
ayahku pun sudah merasa adil.” Kata Cika.
“Ya pasti ayah dan ibumu sekarang bahagia.” Sambut kakek.
“Ya sudahlah mari kita kembali di sini pun sudah tidak ada manfaatnya lagi.”
Jawab nenek.
“Ya mari.” Sahut Nino, Dino, dan Sela.
Akhirnya pun mereka sudah tidak ada lagi diganggu oleh T-REX- T-REX jahat
itu.
Karya: Deccy Risma Melati
BERKEMAH

Di suatu desa hiduplah seorang anak yang bernama Anisa dia adalah seorang
anak yang baik kata orang-orang di sekitar desa Anisa, Anisa menpunyai dua teman
yang bernama Achika dan Jenisa.
Pada llibur sekolah tiba, Anisa dan teman-temannyaingin pergi kemah di sebuah
hutan yang katanya orang-orang di sekitar sana sangat menyeramkan, lalu Anisa dan
teman-temannya pun penasaran untuk pergi ke sebuah hutan itu.
Lalu Anisa dan temannya pun pulang ke rumah untuk meminta izin kepada
orang tua mereka di tengah perjalanan pulang ke rumah mereka membicarakan untuk di
mana titik berkumpul mereka. Lalu Anisa pun bertanya kepada teman-temannya.
“Bagi kalian di manakah titik berkumpul kita?” tanya si Anisa kepada teman-
temannya.
“Bagaiman kita berkumpul di jalan menuju hutan itu!” jawab si Jenisa.
“Di sanakan udaranya sejuk!” Jawab si Jenisa lagi.
“Benar juga ya kamu Jenisa!” Jawab si Anisa.
“Iyalah, namanya Jenisa gitu loh!” jawab si Jenisa dengan suara seperti orang
yang lebay.
Anisa heran kenapa Achika diam saja dari tadi. Anisa pun menanyakan kepada
jenisa untuk tau mengapa Achika diam saja ari tadi.
“Achika mengapa kamu diam saja sejak kami bicara tadi?” tanya si Jenisa
kepada Achika.
“a...a...a.. aku enggak apa-apa kok!” tanya Anisa.
“Iya aku benar aku enggak apa-apa kok!” jawab si Achika dengan agak
tergesah-gesah.
“Oh ya sudah kalau begitu.” Jawab Jenisa kepada Achika.
“Yuk kita jalan lagi?” jawab Anisa.
‘Yuk lets go!” Jawab Jenisa.

Setelah sampai di rumah mereka masing-masing meminta izin kepada orang tua
mereka Anisa dan Jenisa diberi izin kepada orang tua mereka kecuali Achika yang tidak
diberi izin kepada orang tuanya tau bahwa hutan itu menyeramkan dan jika ada
seseorang yang pergi ke hutan itu maka ia tidak bisa kembali lagi.
Setelah mereka diberi izin kepada orang tua mereka Anisa dan Jenisa pun
menyiapkan barang-barang mereka, Anisa pergi ke titik berkumpul mereka yang sudah
ditentukan, lalu Anisa pun pergi, setelah sampai di titik berkumpul mereka, Anisa
melihat Jenisa sudah ada di sana dan Anisa pun mendatangi Jenisa.
Dan Anisa pun berkata kepada Jenisa.
“Kamu kok cepat kali sampai di sini?” Tanya Anisa.
“Iya aku sudah mau pergi camping, soalnyakan kegemaranku camping!” Jawab
si Jenisa.
“Oh.... ya sudah kalau begitu!” Jawab si Anisa.
“Ngomong-omong si Achika mana ya, dari tadi kok belum sampai?” Tanya
Anisa kepada Jenisa.
“Iya... ya ke mana dia!” Jawab si Jenisa dengan heran.
“Apa jangan-jangan Achika tidak diizinkan kepada ibunya?” Tanya si Jenisa.
“Benar juga kamu ya, kan Achika anak kesayangan ibunya.” Jawab si Jenisa.
Saat mereka berbicara tentang Achika, Achika pun datang dan berkata.
“Hai Anisa dan Jenisa!” sahut Achika.
“Hah... itu Achika?” sahut Anisa kepada Jenisa.
“Oh iya itukan Achika!” jawab Jenisa.
“Hai Achika juga. Achika kamu kok lama sekali datang ke sini?” Tanya si Anisa
kepada Achika.
“Iya... aku tadi tidak diberi izin sama ibuku.” Jawab Achika.
“Jadi, kenapa kamu bisa pergi ke sini?” Tanya Jenisa.
“Iya aku bisa pergi ke sini, karna ayahku tadi baru pulang kerja jadi aku
meminta izin kepada ayahku.” Jawab Achika.
“Lalu...!” Jenisa pun bertanya lagi pada Achika.
“Lalu aku diizinkan deh untuk pergi camping!” jawab Achika.
“Oooh... ya sudah ayo kita pergi?” sahut si Anisa kepada Jenisa dan Achika.
Di saat mereka memasuki hutan itu Achika merasa aneh karen hutan itu tidak
seperti hutan-hutan lain, tetapi Achika tidak berbicara pada Anisa dan Jenisa lalu
Achika pun berjalan, dan Jenisa menemukan sebuah tempat untuk dan mereka membuat
tenda untuk tidur mereka, setelah mereka selesai membuat tenda mereka mencari kayu,
bakar untuk memasak, dan mereka pun mencari kayu bakar, di saat mereka mencari
kayu bakar, Jenisa melihat sepasang cincin yang berwarna biru dan hijau dan Jenisa pun
mengembalikannya dan meletakannya di kantung bajunya, Achika dan Anisa tidak tahu
bahwa Jenisa menemukan sepasang cincin, setelah mendapatkan kayu bakar yang cukup
banyak mereka pun pulang ke tenda. Dan Jenisa masuk ke tenda untuk meletakan cincin
itu di tasnya Jenisa, di saat Jenisa meletakan cincin itu di tasnya Jenisa dan Achika pun
merasa heran mengapa Jenisa diam-diam dan Achika bertanya kepada Jenisa karna
Chika ingin tau sedang apa Jenisa di tenda.
“Hei... Jenisa kamu sedang ngapaon?” tanya si Achika.
Jenisa pun kaget melihat Achika ada di situ.
“a..a...aku gak sedang ngapa-ngapain kok!” jawab Jenisa dengan agak tergesa-
gesa.
“Kamu yang benar saja Jenisa aku tadi melihat kamu sedang mau meletakan
sebuah barang di tasmu?” Tanya Achika.
“Bener aku tidak ngapa-ngapain loh!” jawab Jenisa.
“Heleh... nanti kamu bohong, kalau kamu bohong Tuhan marah loh!” Sahut
Achika.
“Bener... aku tidak bohong loh!” Jawab Jenisa.
“Mana buktinya kalau kamu tidak bohong?” Sahut Achika.
“Em... e...e.. tas ini buktinya!” Jawab Jenisa.
“Eeleeh... sini tasnya biar aku periksa!” Sahut Achika.
“Ya sudah periksa tinggal periksa aja kok!” jawab Jenisa.
“Oh ya sudah biar kuperikasa tasnya!” jawab Achika.
Di saat Achika membuka tas Jenisa ternyata tidak ada barang-barang di tasnya
Jenisa.
“Ada memangnya barang yang aku masuki?” Tanya Jenisa.
“E...E..Enggak ada, maaf ya kalau aku sudah menuduh kamu Jenisa maaf ya?’
Sahut Achika.
“Tuh makanya jadi orang tuh jangan suka menuduh!” jawab Jenisa.
“Iya... maaf ya?” Sahut Achika.
Di saat Achika sedang berada di tenda, Anisa memanggil Achika untuk keluar.
Dan Anisa pun berkata.
“Achika ayo keluar!” sahut Anisa kepada Achika.
“Iya Anisa tunggu sebentar!” Sahut Achika.
“Oh ya sudah, cepat tapi ya!” jawab Anisa.
“Iya.” Sahut Achika.
Di saat Achika keluar dari tenda Jenisa mengeluarkan cincin itu dan Jenisa pun
berkata.
“Uuuh untung saja cincinya aku letakan di belakang tas.” Sahut Jenisa.
Di saat malam hari tiba mereka pun makan, setelah makan mereka pun tidur, di
saat Jenisa mau tidur Jenisa melihat dari tenda ada sebuah raksasa duduk di bawah
pohon yang paling besar di hutan itu dan Jenisa pun kaget dan langsung tertidur dan
Jenisa tidak bebicara kepada Anisa dan Achika. Jika Jenisa melihat sebuah raksasa
duduk di bawah pohon besar itu.
Pagi hari pun tiba Achika dan Anisa pun bangun, dan Anisa pun membanguni
Jenisa dan Jenisa pun terbangun, mereka pun makan, setelah makan mereka mencari
kayu bakar dan di saat di perjalanan Jenisa menceritakan kepada Anisa dan Achika
bahwa Jenisa melihat sebuah raksasa di bawah pohon besar itu. Anisa pun tidak percaya
bahwa ada raksasa di bawah pohon besar itu, dan Anisa pun berkata kepada Jenisa betul
atau tidak dan Anisa pun berkata.
“Jenisa apakah benar ada rakasasa di bawah pohon besar itu?” Tanya Anisa
kepada Jenisa.
“Benar aku tidak bohong aku melihat dengan mata kepalaku sendiri.” Jawab
Jenisa kepada Anisa.
“Sudahlah dari pada Anisa tidak percaya nanti malam kita lihat sendiri.” Sahut
Achika.
“Bener juga kamu ya.” Jawab Anisa.
“Iya” Sahut Jenisa.
Malam hari pun tiba, Anisa dan teman-temannya makan dan selesai makan, di
saat mereka mau tidur mereka kaget bahwa benar apa yang dikatakan oleh Jenisa bahwa
ada raksasa, dan raksasa itu pun berkata.
“Di antara kalian ada yang mengambil sepasang cincinku?” tanya raksasa.
Jenisa tergesa-gesa sehabis raksasa itu menanyakan sepasang cincin itu Anisa
melihat Jenisa tergesa-gesa dan Anisa pun langsung bertanya kepada Jenisa.
“Jenisa mengapa kamu tergesa-gesa ?” tanya Anisa.
“E...E... aku tidak apa-apa kok.” Jawab Jenisa.
“Apa jangan-jangan kamu yang mengambil cincin raksasa itu?” tanya Achika.
“E...E...iya...?” Jawab Jenisa.
“Kamu harus mengembalikan cincin itu kepada raksasa itu!” Sahut Anisa.
“Ta... ta...tapi aku sangat menyukai cincin ini loh Anisa.” Jawab Jenisa.
“Suka atau menyukai kau harus mengembalikan cincin itu sekarang.” Sahut
Anisa lagi.
“Ya akan kukembalikan cincin raksasa itu!” Sahut Jenisa.
“Hah... ya sudah kembalikan sekarang juga!” Sahut Anis.
“Iya-iya, wahai raksasa inikah cincin yang kamu maksud?” tanya Jenisa.
“iya...iya itu cincin yang aku maksud.” Jawab raksasa.
“Dan adda satu syarat yang harus kalian lakukan.”
Dan Anisa ingin tahu apa satu syarat yang harus diketahui.
“Wahai raksasa apakah syarat yang harus kami ketahui?” Tanya Anisa.
“Syarat yang harus kalian ketahui adalah kalian harus pergi dari hutan ini!”
Jawab raksasa.
Anisa pun bertanya mengapa Anisa dan teman-temanny harus pergi dari hutan
itu.
“Wahai raksasa mengapa kami harus pergi dari hutan ini?’ Tanya Anisa kepada
raksasa.
“Ya karna diri kalian akan terancam jika ada di hutan ini.” Jawab raksasa.
Akhirnya Anisa, Jenisa, Achika pun pulang dari hutan itu.

Karya: Siti Nur Zahra

TOPENG DAN PENSIL AJAIB

Di sebuah desa hiduplah seekor kera lemah. Kera itu sering dijuluki si lemah
oleh karena itu mulai sekarang ia tidak ingin keluar dari rumahnya. Kera itu bernama
Topang.
Di pagi hari, hari minggu ia disuruh ibunya untuk mencari buah-buahan bersama
ayahnya. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan teman-temannya. Namun ia tidak
kenal sesama jenisnya. Oleh karena itu ayahnya memperkenalkan ia dengan teman-
temanya.
“Topang ini teman barumu ayo berkenalan.” Kata ayah.
“Hai, nama aku Topang.” Kata Topang.
“Hai juga, nama aku Pino, dan ini teman-teman aku namanya Ito, Didit, dan
Dodo. Ito adalah adikku Didit dan Dodo adalah saudara kembar.” Kata Pino.
“Hai kata Didit dan Dodo.”
“Hai lagi.” Kata Ito. “Kamu mau ke mana?” Tanya Pino.
“Aku dan ayahku ingin mencari buah-buahan di dekat danau.” Jawab Topang.
“Bolehkah kami ikut mencari buah-buahan bersamamu Topang?” Tanya Didit
dan Dodo.
“Boleh saja tapi aku izin dulu ya sama ayahku.” Jawab Topang.
“Yah, bolehkah mereka ikut mencari buah-buahan bersama kita ayah?” Tanya
Topang.
“Hmm..... Yah sudah boleh saja.” Jawab ayah.
“Yehh...” Kata Topang.
“Teman-teman kalian boleh ikut mencari buah-buahan di dekat danau.” Kata
Topang.
“Ya sudah sekarang kita pergi.” Kata ayah.
“Kalian sudah izinkan bersama ayah dan ibu kalian.” Tanya Topang.
“Yah kami sudah izin dengan ayah dan ibu kami.”
Mereka pun pergi mencari buah-buahan di dekat danau. Sesampainya mereka di
sana mereka pun mulai mencari buah-buahan.
“Didit, Dodo, dan Ito pergi mencari di tepi danau sebelah pohon keruing tua itu.
Biar Topang dan Ito ikut bersama ayah mencari di dekat hutan.” Kata ayah.
Mereka semua pun mulai mencari buah-buahan.
“Ito kamu manjat dong di pohon pisang itu mengambil buah yang sudah matang
itu.” Kata Didit.
“Baiklah akan kupanjat.” Kata Ito.
Ito pun memanjat sambil memainkan atraksinya gaya-gayanya. “Hati-hati awas
jatuh.” Kata Dodo.
“Iya” aku akan hati-hati.
“Ini buahnya awas kalian tertimpah buahnya.” Kata Ito.
“Iya cepat jatuhkan buahnya.” Kata Didit.
Mereka pun mencari buah yang lain, sedangkan ayah Topang dan Pino pergi ke
hutan kuno dan seram.
“Ayah hutannya serram sekali Topang takut.” Kata Topang.
“Ia om Pino takut hutan ini kuno dan seram.” Jawab Pino.
“Sudah tidak papa kan ada ayah kalian tidak perlu takut.” Jawab ayah.
“Ayah... ayah... lihat itu ada burung yang terjatuh dari atas sangkar ayo kita
tolon yah.” Seru Topang.
Topang pun mengambi burung itu dan mengembalikannya ke sangkar. “Ayah
aku ingin mengembalikan burung ini ke atas tetapi aku tidak pandai memanjat. Kenapa
aku tidak bisa memanjat kan aku kera.” Kata Topang sambil menangis.
“Sudah Topang janganlah sedih mari ayah bantu kamu memanjat.” Kata ayah.
Ayah pun menggendong topang agar Topang bisa meraih sangkar itu. “Terus
ayah jinjit lagi biar Topang bisa meraih sangkar burung itu.” Ujar Topang.
Topang pun akhirnya bisa mencapai sangkar burung itu. “Sudah ayah sudah aku
letakan. Hah... apa itu. Tunggu ya ayah tahan sebentar aku akan mengambil sesuatu di
dekat sangkar burung itu. Ooh... ternyata pensil ajaib.” Kata Topang.
Topang turun dari pundak ayahnya sambil berkata “Yah lihat Topang
menemukan pensil ajaib.
“Nih yah pensil ajaibnya.” Kata Topang.
“O...o..o.. nih untukmu Topang.” Kata ayah.
Mereka pun kembali ke dekat danau dengan membawa hasil carian mereka.
Sesampainya mereka di sana mereka melihat Ito, Didit, dan Dodo sudah di sana.
“Hai! Ito, Didit, Dodo.’ Seru Topang.
“Hai” jawab Ito.
“Ito, Didit, Dodo, tadi aku menemukan pensil ajaib di dekat sangkar burung
yang telah aku selamatkan.”
“Hmm..aa..” Renung Ito.
“Ada apa Ito kamu kok termenung.” Tanya Topang.
“Aku Cuma mau lihat pensil ajaib itu.” Jawab Ito.
“O...o..o... bilang dong kalau kamu mau minjam pensil ajaib ini.” Jawab
Topang.
“Nih.... kamu mau pegangkan” tanya Topang.
“Apakah aku boleh meminjam pensil ajaib ini?” tanya Ito dengan gugup.
“Iya boleh.” Tanya Topang.
Topang pun meminjamkan pensil ajaib yang ia temukan itu dengan Ito.
“Wahh... bagus sekali pensil ini, tapi salahnya bukan aku pemiliknya.” Seru Ito
dengan penuh bahagia.
“Kamu boleh kok pinjam pensil ini denganku, katakan saja bila kalian ingin
meminjam.” Kata Topang.
“Oke terima kasih ya Topang.” Kata teman-teman.
“Yah. Oke” Jawab Topang.
Pada suatu hari saat Ito, Pino, Didit, dan Dodo ingin ke rumah Topang dengan
alasan inign meminjam pensil ajaib.
“Permisi...permisi...” Teriak Dodo.
“Ya... siapa?” Tanya Topang dari dalam.
“Ini kami Dodo, Didit, Pino, Ito.” Jawab Dodo.
“Ooo...sebentar yaa...” Jawab Topang.
“Yaaa...” kata Ito.
Setelah beberapa menit Topang pun keluar dari rumahnya.
“Pasti kalian ingin meminjam pensil ajaib itukan?” Tanya Topang.
“Iya...” Jawab Didit.
“Sebentar ya... aku mau ambil kertas gambar dulu ya...” Kata Topang.
Topang pun mengambil kertas gambar kosong untuk teman-temanya.
“Ini kertas gambarnya.” Kata Topang. “Aku gambar dulu ya teman-teman ya.”
Kata Topang.
“Ya...” Jawab teman.
Topang pun menggambar di kertas dahulu. Ia menggambar seekor kucing dan
tiba-tiba kucing itu keluar dari kertas itu.
“Wah kucingnya keluar dari kertas ini. Berarti pensil ini pensil ajaib dong.” Kata
Topang.
“Ooo... ia ini pensil ajaib yang hilang 5 bulan lalu.” Kata Didit.
“Dan aku akan menggunakan pensil ini dan menjaga pensil ini dengan baik.”
Kata Topang.
Dan akhirnya mereka pun bersenang-senang dengan pensil itu.

Karya: Neysa Adinda

KEKUATAN KELINCI

Seluruh pasukan kelici sudah siap saat itu. Kelinci membagi tugas kepada
seluruh kelinci lain di garis yang sudah ditentukan. Seluruh binatang tampak gagah
dengan yakinan di dalam hati mempertahankan milik mereka.
Hari itu sejarah besar akan terukir di hati seluruh binatang, mereka akan
berjuang untuk membela wilayah mereka saat yang mereka tunggu pun tiba. Mulai
terlihat bayagan harimau-harimau itu yang hendak keluar dari kabut.
Jumlah harimau itu sangat banyak kelinci dan seluruh kelinci memberi isyarat
untuk tidak panik. Seluruh harimau mulai menginjak wilayah mereka susul-menyusul
bagai air.
Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata yang tajam. Raut wajah mereka
penuh dengan angkara mereka dan kesomnongan, disertai lolongan panjang. Saling
berahuan di bawah air terjun.
Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah menegpung semua binatang tetap
tenag menunggu aba-aba dari kelinci itu.
Seranggg...! teriak kelinci sambung-menyambung dengan seluruh binatang.
Pasukan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para kelinci dengan
lemparan bola api. Pasukan kelinci sempat kaget, tak percaya.
Banyak korban yang jatuh di pihak harimau karena lemparan bola api. Namun
pemimpin pasukan tiap kelompok harimau langsung mengatur kembali anak buahnya.
Pada posisi siap menyerang.
Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang
kepanasan sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka mereka
meniup bola api yang terbang.
“Hai tidak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami, satu harimau
dengan sorot mata merah penuh amarah.
Binatang-binatang tidak putus asa. Namun pasukan harimaua adalah jumlah dua
kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang mulai bergerak maju. Seolah hendak
melawan binatang-binatan yang mebgepung.
Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takutt dengan gertakan
pada harimau, “Gunakan kekuatanmu kelinci.”
Harimau sempat bingung, karena banyak bola api yang padam.
Harimau segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada
seluruh pasukan.
Tiba-tiba harimau, pemimpin perang seluruh binatang segera meleset menyeret
ekor harimau mengeluarkan api besar. Harimau mengibaskan api pada ekornya yang
keras.
Membentuk lingkaran sesuci. Tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para
tikus.
Lalu, ia melompat kilat dan mengapung ke dalam air panas. Kepungan air
semakin luas. Harimau-harimau tak berdaya menghadapi kekuatan kelinci.
Teriak panik dan kesakitan terdengar dari harimau-harimau yang terbakar.
Kelinci tidak memberi ampun kepada para harimau licik itu.
Dan mereka tidak akan memberi ampun, karena para harimau-harimau itu sudah
memasuki wilayah si kelinci tersebut.
Karena harimau-harimau itu sudah memasuki wilayah kelinci itu, maka dari itu
si kelinci marah dan pertarungan akan mulai lagi.
Para kelinci menyiapkan untuk bisa menghabiskan harimau itu dan tidak akan
lagi masuk ke dalam wilayah itu.
Pertempuran pun dimulai binatang-binatang tersebut menunggu aba-aba dari
kelinci.
Serbu...! teriakan kelinci menyambung-nyambung dan pertempuran dimulai
seketika ekor harimau mengeluarkan percikan api yang sangat keras.
Dan air tersebut akan disemprotkan ke muka seluruh kelinci tersebut agar
harimau pikir mereka akan kalah.
Dan akan menguasai wilayah kelinci dengan kelicikan yang sudah harimau buat
dan mereka menguasai wilayah kelinci.
Tiba-tiba ada sekelompok hewan buas yang tidak keliatan tubuhnya dengan
kabut yang sangat tebal.
Akhirnya hewan yang tidak terlihat kabut itu adalah sekelompok serigala dan
ingin juga menguasai wilayah si kelinci.
“Eh... kelinci kutantang kau untuk bertarung dan taruannya adalah siapa yang
kalah dia keluar dari wilayah ini kalau dia menang dia akan menguasai wilayah ini.
Si serigala menantang si kelinci itu agar ia bisa menguasai wilayah itu.
Si kelinci berkata “Ku terima tantanganmu serigala, kau akan kalah dan keluar
dari sini kalian tidak bisa menguasai wilayah kami.”
Selesai pertarungan kelinci segera menuju ke atas bukit bergabung dengan
seluruh serigala Cika, Tanita, dan Mora memandang dengan haru dan tersenyum
mengisyaratkan hormat dan bahagia.

Karya: Sintia Dewi


CERITA FANTASI
KELAS : VII-4
KELOMPOK : 2

RIO DAN RENO

Di sebuah kampung tinggalah seorang yang bernama Rio dan Reno mereka
berteman, mereka mencari buah-buahan di hutan mereka makan, Rio mempunyai sifat
jahat dan Reno mempunyai sifat baik.
Malam pun tiba Rio dan Reno pun pulang dengan membawa buah-buahan, lalu
buah-buahan itu ada yang busuk dan Rio menyalahkan Rio, dan Reno tidak bersalah.
Rio dan Reno mempunyai kekuatan yang dasyat, mereka pun bertengkar di hutan Rio
menembakan kekuatan api, dan Rino menembakan kekuatan air, dan Rio merasakan ia
akan kalah, tetapi Rio tidak mau kalah dan Reno mau meminta maaf lalu Rio tidak
memaafkan Reno.
Rio menyerang Rino dengan menghilang dan Reni pun mencari Rio, ternayata
Rio di belakang Reno dan Rio menyerang dengan kekuatan api. Dan Reno terkena
serangan dan munculah bola-bola api yang berterbangan lalu bola-bola pai itu
menyerang Reno tetapi Reno masih sempat menyerang bola-bola api itu dengan
kekuatan air.
Dan Reno pun marah atas perbuatan Rio kepada Reno. Reno pun langsung
menyerang Rio dengan ilmu dalam seperti naga air.

Ia...ia...ia...ia!

Lalu Rio pun terkejut dengan kekuatan naga air Rio pun terkena serangan naga
air itu. Dan Rio pun terjatuh Rio menyerang lagi dengan kekuatan air dan Rio tidak mau
kalah Rio pun bangkit lalu Rio menyerang Reno dengan kekuatan api mereka berdua
terjatuh.
Reno berkata “apakah kamu mau meminta maaf? Rio berkata tidak mau aku
tidak mau meminta maaf kepadamu.
Reno berkata ya sudahlah!!!
Dan pagi pun tiba mereka berdua masih saja bertempur di hutan tanpa makan.
Rio menghilang untuk mencari makan. Dan Reno menari Rio, Reno sudah keliling-
keliling hutan mencari Rio tapi tidak dapat, Rio mendapatkan makanan, makanan itu
beriisi buah-buahan lalu Rio pun memakan buah-buahan itu. Dan Rio pun merasa
kenyang. Lalu Rio pun kembali untuk bertenkar lagi kepada Rino. Rino pun kembali ke
hutan tadi. Mereka berdua pun jumpa dan Rino pun tekejut sebab Rio tiba-tiba muncul.
Lalu Rio berbicara “Kamu berani bertempur lagi apa gak.” Rino pun menjawab
“Tidak aku tidak mau bertempur lagi. Lebih baik kita damai saja.” Kata Reno. Rino pun
menjawab “Tidak aku tidak mau damai.”
Rio berkata “Ya sudahlah kamu kan tidak mau.”
Lalu mereka pun bertempur dan ada seorang kakek itu mempunyai tongkat sakti,
lalu mereka berdua pun terkejut melihat kakek itu memegang tongkat. Kakek itu berkata
“Ngapai kalian ke sini.” Rio pun menjawab “kami lagi bertempur kek.”
Kakek itu berkata “Lebih baik kalian damai saja, Rio pun menjawab dan Rino
pun mau menjawab pun susah, Rio menjawab sudah diam saja kau kakek tua gak usah
banyak bicara kau. Kakek itu pun sakit hati dan bersedih dengan meteskan air mata ,
Rino pun memujuk kakek itu, kek tidak usah direnungkan, “Iya cuk.” Kata kakek itu.
Lalu kakek itu pun hilang. Rasa sedihnya dan kakek itu pun menyerang Rio dengan
kekuatan petir, lalu Rio pun terkena serangan kakek itu, lalu kakek itu berkata, kau
jangan melawan kepada orang tua. Rio pun berkata “Ha, ha, ha, ha, aku pun tidak mau
mendengar nasihat kakek.
Lalu Rio pun menyerang dengan kekuatan api, dan hampir mengenai kakek itu.
Lalu Rino pun melindungi kakek itu dengan kekuatan naga air.
Dan kakek ibu berkata “Terima kasih ya cuk.” “Iya kek.” Kata Rino.
Dan kakek itu menyerang Rio dengan kekuatan memendungkan cahaya dan petir
pun menyambar karena Rio.
Kakek dan Rino menyerang lagi Rio dengan bersamaan dan Rio pun terjatuh
lagi.
Kakek dan Reno berusaha untuk memaafkan Rio tetapi Rio tidak mau meminta
maaf dan Rio bangkit langsung menyerang Rio dan kakek itu. Kakek itu masih sempat
menghilang dan Reno mengelak lalu serangan Rio pun terkena pohon, lalu pohon itu
terbakar, lalu kakek itu muncul di belakang Rio dan kakek itu pun terkejut dengan
pohon itu terbakar, dan Rio menyiramnya dengan kekuatan air, dan padamlah api itu.

Kakek itu berkata “Alhamdulillah.”

Semua ini gara-gara kau kakek itu menyalahkan Rio. Hahahaha kau itu hanya
kakek tua yang bisa jalan dan makan, kakek itu pun merasa marah kepada Rio dan Reno
berkata sudah sabar saja kek, tidak aku harus balas dendam kepada anak biadab. Dan
kakek itu menyerang Rio dengan ilmu dalam yaitu petirnya bergambar naga. Rio pun
terkejut dan Rio menyerang dengan kekuatan bola-bola api dari luar angkasa seperti
meteor, dan kekuatan bola-bola api itu disambar oleh petir kakek itu, dan bola-bola api
itu mengarah ke arah Rio.
Rio langsung luka parah sebab terkena serangan dari kakek itu.
Kakek itu berkata “Kau jangan main-main kau.”
Rio menjawab iya kek aku minta maaf ya kek, dan Reno aku minta maaf juga
Reno dan kakek itu menjawab “iya” dan kakek berkata kau janga melawan orang tua
lagi “Iya kek” kata Rio.
Rio mengakui semua kesalahannya. Sebenarnya, hari itu pas kita mencari buah-
buahan, makanya buah itu busuk aku memetikk yang busuk dan aku meletakan di
tempatnya.
“Oooooooo” Kata Reno.
“Oooooooo! Ya sudahlah kalah Rio sudah mengakui kesalahannya kata kakek
itu.
Rio berminta maaf kepada Reno dan kakek itu, Rio pun menangis dan Reno
berkata “Kenapa kau menangis”
“Iya karna aku sedih sudah melakukan perbuatanku, Rino tolong maafin aku
ya.” Kata Rio. “Iya” kata Reno.
Kakek itu berkata ‘Ya sudahlah kalau kalian sudah baikan.
Kakek pun menghilang dan Reno mencari kakek itu. Rupanya kakek itu sudah
pulang.
Rio dan Reno pun kembali ke rumah untuk makan dengan membawa kayu bakar
dan buah-buahan yang busuk sudah dibuan.

Karya: Riski Hidiansyah

BUDI DAN DANA

Di sebuah desa tinggalah sseorang yang bernama Budi dan kawannya yang
bernama Dana. Suatu hari Budi dan Dana bertemu. Budi dan Dan mencari kayu di
hutan. Budi dan Dana menemuan seorang wanita yang sangat cantik sekali. Wanita itu
mempunyai kekuatan yang sangat sakti.
Budi dan Dana pun mengikuti wanita cantik yang mempunyai kekuatan yang
snagat sampai sakti. Tiba-tiba wanita cantik itu menghilang dengan keuatan sendiri.
Budi dan Dana pun melihat desa-desa menjadi hancur, Budi dan Dana pun mencari tahu
siapa yang membuat desa-desa hancur.
Budi dan Dana mencari wanita yang sangat sakti yang bernama Putri, Budi dan
Dana menemukan wanita itu lagi. Budi dan Dana pun mengikuti wanita cantik itu lagi!
Dan wanita itu mendengar ada yang mengikutinya dari belakang lalu wanita itu
menghikang dengan kekuatan saktinya. Budi dan Dana pun kehilangan wanita cantik itu
lagi.
Pada malam hari itu Budi melihat wanita cantik itu di depannya, lalu Budi pun
mau menangkap wanita cantik itu, tiba-tiba Budi pun terkena kekuatan wanita cantik
itu. Lalu wanita cantik itu menghilang dan meninggalkan Budi sendiri. Budi pun
kembali ke desa dan mengobati luka-luka yang parah sekali.
Pada siang hari Dana pun pergi ke rumah Budi. Lalu Dana melihat luka Budi
yang sangat parah sekali lalu Dana menjaga Budi sampai sembuh. Akhirnya, luka yang
di tangan Budi pun sembuh, karena Dana menjaga Budi sampai sembuh. Lalu Dana dan
Budi pun keluar sebentar untuk menengok-nengok ada wanita itu tidak.
Pada hari itu pun wanita itu masuk ke dalam desa warga itu. Lalu Budi dan Dana
pun datang ke desa warga itu. Lalu wanita cantik itu melihat ke arah Budi dan Dana,
wanita cantik itu pun menghilang dengan kekuatannya lalu Budi dan Dana pun mencari
wanita cantik itu dari dalam hutan.
Lalu Buid dan Dana pun melihat wanita cantik itu sedang berlatih untuk
kekuatannya, supaya lebih sakti. Budi da Dana pun berdiam-diam untuk menangkap
wanita cantik itu, tetapi Budi dan dana tidak dapat menangkap wanita cantik itu. Karena
wanita cantik itu menghilang dengan kekuatanya sendiri.
Lalu Budi dan Dana pun kembali ke desa. Setelah kembali di desa Budi dan
Dana melihat warga desa pada berlarian karena desanya hancur lagi. Budi dan Dana
keliling desa untuk menengok siapa yang membuat desa warga hancur.
Lalu Budi dan Dana tidak menemukan seorang pun yang ada di desa, lalu Budi
dan Dana kembali ke desa warga. Budi dan Dana pun pulang ke rumahnya masing-
masing. Pada siang hari Budi dan Dana bertemu, Budi dan Dana pun masuk lagi di
dalam hutan. Untuk mencari wanita itu.
Akhirnya Budi dan Dana bisa menangkap wanita cantik itu dan dibawanya ia ke
desa warga, lalu wanita itu dipaksa untuk meminta maaf kepada warga desa, lalu warga
desa marah dan wanita itu mau dikurung di dalam besi yang sakti.
Dan wanita cantik itu menghancurkan besi sakti itu akhirnya terbuka. Lalu Budi
teringat pada saat itu, lalu Budi dan Dana pergi untuk mencari seseorang yang bisa
mengasih kekuatan, lalu Budi dan Dana berjumpa dengan kakek-kakek, kakek itu
bertanya kalian ingin kekuatan, Budi dan Dana pun mwnjawab mau kek.
Lalu Budi dan Dana dikasih kekuatan oleh kakek. Kakek itu yang sangat sakti,
Budi dikasih kekuatan petir, dan Dana dikasih kekuatan api. Lalu Budi dan Dana
kembali di desa, setelah kembali di desa Budi pun mau membalaskan dendam sama
wanita itu, Budi pun mencari wanita itu sendirian.
Dan Dana pun mau menghentikan Budi tetapi Budi tidak bisa dihentikan, Budi
pun mencari wanita itu. Akhirnya Budi pun ketemu dengan wanita cantik itu, Budi pun
membalaskan dendam, dan terjadi keributan. Budi pun terkena kekuatan wanita itu dan
wanita itu terkena kekuatan Budi.
Dana pun memisahkan kedua orang itu dan akhirnya bisa dihentikan dan dana
menyuruh Budi dan wanita itu berminta maaf. Budi Dana dan wanita itu menjadi
bersahabatan selama-lamanya.

Karya: Erick Suganda

KEVIN SI MANUSIA BOLA API


Di desa kecil ada seorang anak laki-laki yang bernama Kevin. Kevin memiliki
kekuatan bola api yang sangat kuat. Di saat malam hari Kevin berubah menjadi manusia
bola api “dam mm” aku adalah manusia yang mempunyai kekuatan. Kevin keluar dari
desa dan ada anak kecil yang memiliki manusia bola api kenyataan itu adalah Kevin.
Kevin mendatangi ank kecil itu dan Kevin berkata “Nama saya adalah Zaki lalu
Zaki terheran. Kevin mengajak berteman sama Zaki.
Kevin mengajari Zaki untuk selalu saja menyerang orang lain. Pada malam hari
ada orang berjalan di pinggir sungai, dan Kevin mendatangi orang itu “Srangggg...!”
orang itu terjatuh dan berkata “Aduhh! Sakit.” Kevin langsung pergi meninggalkan
orang yang diserangnya.
Kevin pulang ke rumahnya di saat malam hari, lalu ia tertidur lelap. Pagi pun
tiba Kevin berubah menjadi manusia lagi. Kevin pun pergi mandi dan berpakaian mau
berangkat ke sekolah.
Teman-teman Kevin bercerita “Teman-teman semalam ada yang diserang sama
manusia bola api.” Kevin mendatangi temannya ada apa teman-teman semalam ada
yang diserang Kevin! Kevin melamun dan dia pun berpikir “Apa aku yang
menyerangnya semalam ya!” teman-teman Kevin memanggil Kevin... Kevin! Kamu
kenapa?” Kevin kaget aku enggak papa!
Bel berbunyi tringggg...! Kevin dan teman-temannya masuk ke dalam kelas. Ibu
guru pun masuk ke dalam kelas dan mengucapkan “Assalmualaikum.” Anak murid itu
pun menjawab “Walaikumsalam Wr.Wb. Bu” anak-anak apakah kita ada PR semalam?”
“Ada bu!” Kevin kaget dan menanya sesama temannya.” Teman apakah semalam ada
PR” teman Kevin menjawab “Ada!” Kevin belum siap mengerjakan Prnya. Karena
semalam ia berubah menjadi manusia bola api! Jadi Kevin pun tidak sempat untuk
mengerjakannya, bel pun berbunyi lagi “Tringg...!!! Kevin dan teman-temannya semua
pulang ke rumah masing-masing.
Dan sudah sampai di rumah Kevin masuk ke dalam kamar dan berpikir “Apakah
aku terlalu jahat ya! Menjadi manusia bola api! Aku tidak mau menyakiti orang terus
menerus. Kevin melepaskan dirinya yang menjadi manusia bola api itu
Dan Kevin pun semua pekerjaan yang di suruh di sekolah pun sudah sering siap
dan dia mencari orang yang dia serang semalam dan meminta maaf akhirnya semua
tidak ada yang tersakiti.

Karya: Adelta Fransiska

RAJA KEMBAR
Rio dan Reo sudah siap untuk bertempur hari itu. Rio dan Reo adalah kembar
yang mempunyai kekuatan super. Reo membagi tugas kepada pasukannya. Bahwa
mereka sudah siap untuk.
Mereka akan melawan kerajaan dayak sakti. Nama raja dayak sakti adalah
Deporo Agung. Setelah mereka sampai di kerajaan dayak sakti. “Pasukan lihat ke depan
kita musuh-musuh sudah berada jelas lipat sasaran kata Reo. Pasukan ingatlah kita
harus selesai perang sampai matahari tenggelam kata Rio.
Pasukan dayak sakti menyerang menggunakan batu-batu besar dibalas dengan
pasukan Reo dan Rio menggunakan anak panah yang sangat tajam. Sehingga satu
persatu pasukan dayak sakti mati.
Melihat dari sorot mata raja Daporo Agung ada kemarahan yang begitu besar.
Tiba-tiba raja Daporo Agung melempar bola api. Rio tidak tahu bahwa ada bola api
yang datang ke arahnya.
Tussss, aaaak terjatuhlah Rio. Reo sangat marah kepada raja Daporo. Karena
Rio sudah tidak bisa ikut bertempur lagi. Tiba-tiba “Gerrrrekkk Reo menjadi raksasa
yang menakutkan” Aku akan membalas perbuatanmu kepada kakakku, raja daporo
agung. “Wesssss Reo menyemburkan api dari mulutnya. Ampun Reo ampun raja
Deporo mohon ampun. Waaah. “Tunggu Reo jangan kita lanjutkan saja lain hari.
“baiklah” aku sudah tidak sanggup lagi.
Tiba-tiba Rio dan Reo dan pasukannya pergi menghilang. “Rio bangun. Rio
bangun.” Kata Reo. Aku akan menyembuhkannya. Bruuuu tiba-tiba ada cahaya yang
menyilaukan mata Reo. Ternyata luka bakar di tubuh Rio itu hilang dan Rio sudah sehat
seperti biasanya.
Pagi hari yang cerah Rio dan Reo mendapat undangan pertempuran dari
kerajaan dayak sakti. Pertempuran itu akan dilaksanakan esok hari. Rio apakah kau
menyetujui strategi kita. Ya Rio aku setuju.
Mereka pun pergi ke kerajaan dayak sakti untuk bertempur ke-2 kalinya. Mereka
pun sudah berhadapan dengan lautan. “Serangggggg....bruuuuuu. Reo menyemburkan
api dari mulutnya kepada pasukan dayak sakti.
“Angin topan datanglah.” Kata Rio. Angin itu datang dari arah berlawanan
pasukan dayak sakti sudah hampir habis hanya tinggal sebagian saja.
Sekali lagi hembusan pasti musnah kata Reo. Ya Reo sekali lagi hembusan pasti
musnah. Tetapi Reo baik kita lakukan dengan cara yang sederhana saja. Baiklah Rio.
Pasukan dayak sakti terus melempari mereka dengan batu-batu yang besar.
Tussss Rio menyemburkan api dari mulutnya pasukan dayak sakti pun hangus terseret
air banjir yang dihembuskan Rio dari mulutnya.
Kerajaan dayak sakti hanya tersisa raja deporo agung. Raja daporo agung
menghadap ke Rio dan Reo, raja kembar mohon ampun saya, saya ingin minta maaf
dengan raja kembar. Apakah raja kembar ingin memaafkan saya. Iya kami akan
memaafkanmu. Terima kasih raja kembar. Sama-sama.
Rio dan Reo disebut menjadi raja kembar saat mereka menang pertempuran dan
mereka hidup bahagia tidak ada pertempuran lagi.
Karya: Nazwa Aulia Zakila

PUTRI CEMPAKA
DAN
IKAN MAS
Di sebuah desa yang bernama Desa Mekar, tinggalah seorang gadis yang cantik
jelita yang bernama Cempaka ia tinggal bersama neneknya ia juga mempunyai sahabat
yang sangat baik bernama Melati.
Pada siang hari Cempaka disuruh oleh neneknya untuk mencari kayu bakar di
hutan. Lalu ia pergi bersama Melati ke hutan.
Sesampainya mereka di hutan mereka langsung mencari kayu bakar sesudahnya
mereka mencari kayu bakar mereka istirahat dan makan yang dibawakan oleh nenek
Cempaka dan lalu pulang dengan membawa kayu bakar di tengah perjalanan mereka
tersesat dan mereka sampai di sungai mereka mendengar teriakan.
“Tolong...tolong...tolong...tolong.” Mereka melihat sekeliling tetapi tidak ada
orang terdengar lagi suara teriakan “Tolong...tolong...tolong...tolong saya berada di
bawah kalian.”
Dan mereka melihat ke bawah yang mereka lihat adalah ikan emas yang terjepit
di batu. “Tolong selamatkan saya.” Kata ikan emas. Mereka pun terkejut saat melihat
ikan emas itu bicara.
Mereka pun langsung menyelamatkan ikan mas itu “Terima kasih sudah
menyelamatkan saya.” Kata ikan emas. Mereka pun heran dan sangat terkejut saat
melihat ikan emas bicara dan berkata.
“Kamu ikan kok bicara.” Cempaka.
“Ia saya pangeran yang dikutuk.” Jawab ikan emas.
“Bisakah kalian membawa saya.” Tanya ikan emas.
“Ia boleh tapi gimana kami membawa kamu.” Tanyak Melati dan Cempaka.
“Ambilah akuarium yang ada di belakang kalian.” Suruh ikan emas.
Melati pun langsung mengambil akuarium yang ada di belakang mereka pun
melanjutkan perjalanan pulang bersama ikan emas.
Sesampainya mereka di rumah terlihat nenek Cempaka sangat sedih dan bingung
Cempaka pun menghampiri nenek dan berkata
“Nenek cemas dan kawatir kamu ke mana saja kok jam segini baru pulang?”
tanya nenek.
“Aku tadi tersesat nek.” Jawab Cempaka.
“Ha tapi kamu tidak apa-apakan.” Tanya nenek.
“Tidak apa-apa nek aku tadi selamatkan oleh ikan emas nek.” Jawab Cempaka
sambil menunjukan ikan emas.
“Iya sudah sana mandi.” Suruh nenek.
“Baiklah nek.” Jawab Cempaka.
Keesokan harinya Cempaka dan Melati pergi ke hutan untuk mencari buah-
buahan dan membawa ikan mas sesampainya mereka di hutan mereka pun langsung
memanjat pohon apel tetapi sayangnya Cempaka memijak ranting yang lapuk sehingg
Cempaka terjatuh dan kaki Cempaka terluka dan ikan emas pun berubah menjadi
manusia dan mengobati kaki Cempaka yang luka dalam sekejab pun kaki Cempaka
langsung baik hari pun mulai gelap dan mereka pun pulang.
Di tengah perjalanan mereka pun bertemu dengan harimau dan harimau itu pun
ingin menyerang pangeran. Dan pangeran pun menyuruh Cempaka dan Melati untuk
bersembunyi .
Pertengkaran hebat pun terjadi ternyata harimau tersebut musuh berbuyutan
pangeran. Pangeran pun terkejut dan berkata. “Ha ngapain kamu di sini” tanyak
pangeran dengan perasaan sangat marah.
“Iya aku sengaja untuk mencari kamu dan ingin menghabisimu.” Jawab
harimau.
“Tunggu apa lagi mari sini kita bertarung.” Tanyak pangeran.
Mereka pun langsung bertengkar sementara Cempaka dan Melati bersembunyi.
Harimau pun kalah dan berkata “Pertarungan ini belum selesai.” Dengan sangat
marah harimau pun pergi. Pangeran pun memanggil Cempaka dan Melati untuk kelaur
dari persembunyiannya.
“Cempaka melati sudahlah harimau itu sudah tidak ada.” Panggil pangeran.
Cempaka dan Melati pun keluar dari persembunyian lalu mereka pun
melanjutkan perjalanan pulang tanpa mereka sadari harimau itu mengikuti mereka
sampai ke rumah.
Keesokan pagi dilihat oleh Cempaka ikan emas sudah tidak ada lagi ia bingung
dan bertanya pada Melati.
“Melati kamu melihat ikan emas.” Tanya Cempaka.
“Tidak aku tidak tau ikan emas itu di mana.” Jawab Melati
“Tolong aku untuk mencari ikan emas.” Tanya Cempaka.
“Ya sudah mari kita cari ke hutan.” Jawab Melati.
Mereka pun pergi ke hutan untuk mencari ikan emas dan mereka melihat ikan
emas itu berubah menjadi manusia dan bertarung dengan yang semalam.
Harimau itu pun kalah dan meminta maaf kepada pangeran. Langsung Cempaka
dan Melati pun menyamperi pangeran tersebut dan berkata.
“Kamu tidak apa-apakan.” Tanya Cempaka.
“Iya aku tidak apa-apa.” Jawab Pangeran.
“Ya sudah kalau tidak apa-apa mari kita pulang.” Tanya Melati.
Mereka pun pulang sesampainya mereka di rumah pangeran pun melamar
Cempaka.
“Apakah kamu mau menjadi istriku.” Tanya pangeran.
“Iya saya mau menjadi istrimu.” Jawab Cempaka.
Dan akhirnya mereka pun hidup bahagia sampai akhirnya memiliki 7 orang anak
dan 3 orang cucu.

Karya: Fika Auliya


SELENDANG PUTIH MAYANG
Di suatu desa yang bernama Desa Tari tinggalah gadis cantik yang bernama
Dewi Mayang. Ia sering dipanggil dengan sebutan Mayang. Mayang adalah seorang
penari cantik dan ia handal menarikan tarian Jawanya. Ia memiliki 2 orang teman yang
bernama Raden Mas dan Putri Anggrek. Raden Mas sangat suka dengan Dewi Mayang
karna kebaikannya dan kecantikannya, tetapi tidak dengan Putri Anggrek ia mala sangat
membenci dan iri terhadap Dewi Mayang.
Pada suatu hari terdapat seorang keluarga yang mengadakan pesta yang
mengundang para penari-penari cantik dan handal dalam tarian Jawa atau tari lenong
termayung mayang tetapi tidak dengan Putri Anggrek ia tidak diundang karna ia kurang
handal dalam menarikan tarian Jawanya ia mengetahui bahwa ia tidak dapat diundang
ke dalam pesta ia semakin iri dengan Dewi Mayang pada saat itu pula Putri Anggrek
datang ke pesta walaupun ia tidak diundang. Ia hanya ingin merusak penampilan Dewi
Mayang saatnya pun tiba.
Dewi Mayang mulai bersiap-siap untuk menari dengan memakai gaun putih
yang indah dan terdapat sanggul sasak di rambutnya. Pada saat itu Putri Anggrek pun iri
dengki dengan kecantikan Dewi Mayang karna semakin irinya Putri Anngrek menyobek
gaun Dewi Mayang secara perlahan menggunakan gunting. Pada saat Dewi Mayang
bersiap-bersiap untuk tampil. Malah gaun yang digunakannya itu sobek ia terkejut.
“aaaa....” jerit Dewi Mayang.
“Mengapa gaunku sobek.” Sedih mulai menangis.
“Bagaimana caranya tampil jika gaunku sobek.” Kata tangis Dewi Mayang.
Dan datanglah seorang pemandu acara
“Eh! Mayang cepat sana tampil pesta segera dimulai tuh.” Kata pemandu.
“Iya pak!” jawab mayang.
Dan Mayang pergi ke sungai untuk menangkap dirinya saat tiba di sungai ia
melihat seekor ikan mas yang terjepit di bebatuan. Mayang pun segera menolongnya!
Saat selesai menolongnya Mayang langsung melepaskannya tetapi ikan tersebut
tidak pergi. Ternyata ikan itu bisa berbicara dan bertanya kepada Mayang.
“Mengapa kamu bersedih?” tanya ikan mas.
“Haaa.... mengapa kamu bisa bicara.” Mayang terkejut.
“Sudah tidak perlu panik, karna aku adalah seorang pengeran yang terkutuk.”
Jawab ikan mas.
“Iya! Aku menangis karna gaunku yang indah sobek.” Jawab Mayang.
“Saya tau siapa yang menyobek gaunmu!” jawab ikan mas.
“Haaa... kamu tau dari mana?” tanya Mayang.
“Sayakan pangeran sakti.” Kata ikan mas.
“Siapakah yang menyobek gaunku pangeran?” tanya Mayang lagi.
“Yang telah menyobek gaunmu adalah sahabatmu sendiri! Yaitu Putri Anggrrek
ia sangat benci kepadamu karna kecantikanmu.” Jawab ikan mas.
“Tidak kusangka sahabatku rela merusak kebahagiaan sahabatnya sendiri.” Kata
Mayang.
“Ya sudah tidak perlu sedih, aku akan menggantinya dengan selendang putih.”
Kata ikan mas.
“Sekarang tutup mata kamu.” Perintah ikan mas.
“Baiklah.” Jawab Mayang.
Saat Mayang menutup matanya sang ikan memberikan selendang putih yang
cantik.
“Sekarang buka mata kamu! Dan pakailah selendang ini.” Kata ikan mas.
“Baiklah.” Jawab Mayang.
Dan cepat kamu pergi ke pesta sekarang karna pesta akan segera dimulai.”
Perintah ikan mas.
Baiklah akan kulaksanakan.” Jawab ikan mas.
Sesampainya di pesta Mayang mulai menari tarian Jawanya.
Selesai pesta Mayang menemui Putri Anggrek dan bertanya.
“Hai! Putri Anggrek mengapa engkau merobek gaunku?” Kata Mayang.
“hahaha... iya memang aku yang merobeknya.” Jawab Anggrek.
“Mengapa kau lakukan itu.” Teriak Mayang.
“Karna kau iri denganmu.” Jawab Anggrek dengan dengki.
“Kau memang jahat.” Teriak Mayang marah.
“Kalau gitu ayo kita bertarung.” Kata Mayang.
“Ayo siapa takut.” Jawab Anggrek.
Saat itu mereka bertarung di tengah hutan yang gelap. Saat bertarung Mayang
tidak memiliki kekuatan karna ia tidak seorang Putri. Dan Putri Anggrek memiliki
kekuatan yang cukup hebat karena ia Putri Kerajaan Pojor karna Mayang tidak memiliki
kekuatan ia kalah tetapi ia ridak putus asa ia hanya bisa melawan apa yang bisa Mayang
terus berlari ke pinggiran sungai dan bertemu dengan ikan mas itu lagi.
“Mengapa kamu terluka?” Tanya ikan mas.
“Saya terluka karna bertarung dengan Putri Anggrek.” Jawab Mayang.
“Kalau begitu kamu akan kuberi lagi selendang putih yang sangat sakti.” Seru
ikan mas ya sudah aku akan memenuhi syaratmu asalkan engkau mau memberikan
selendangnya.” Jawab Mayang.
“Syaratnya kamu harus memetik sisik di ekorku.” Kata ikan mas.
“Baiklah.” Jawab Mayang.
Sriiiing..... sang ikan berubah menjadi pangeran tampan!
“Haaaa... Anggrek menemukanku.” Teriak Mayang terkejut.
“Aku akan membantumu untuk melawan Anggrek.” Jawab pangeran.
“Sekarang pakai selendangnya!” Perintah pangeran.
“Baiklah” jawab Mayang.
Mayang memakai selendang tersebut dengan mengkibaskannya untuk melawan
Anggrek dan terjadi angin puting beliung yang kencang dan pangeran membantu
dengan mengeluarkan jurus api semburannya.
“aaaaaa.. panas” Teriak Anggrek.
“Saya menyerah.” Teriak Anggrek kepanasan dan tiba-tiba Anggrek lenyap dari
dunia.
“Haa... ke mana perginya Anggrek.” Teriak Mayang terkejut.
“Tidak perlu risau ia sudah menghilang untuk selama-lamanya.” Jawab
Pangeran.
“Terima kasih pangeran karna sudah mau membantuku.” Kata Mayang.
“Dengan hanya berterima kasih tidak cukup.” Jawab pangeran.
“Mengapa? Dan apalagi yang harus dilakukan.” Kata Mayang.
“Kamu harus menikah dengan aku.” Jawab pangeran.
“Baiklah aku akan menjadi istrimu.’ Jawab Mayang.
Dan pada akhirnay mereka hidup aman dan damai sampai mereka memiliki 7
orang anak dan 3 orang cucu.

Karya: Nidya Tri Azzura


CERITA FANTASI
KELAS : VII-4
KELOMPOK : 3
HARIMAU BERKEPALA ULAR

Di sebuah desa hiduplah seorang anak yang bernama Adrian, ia tinggal bersama
kedua orang tuanya. Yang bernama Andri dan Dian. Andrian ingin memburu di hutan,
tetapi ia tidak mempunyai teman. Ia mencari teman untuk memburu di hutan, ternyata ia
menemui Akbar memburu di hutan. Mereka membuat tombak dan panah dari kayu yang
kuat. Selesai membuat tombak dan panah mereka pergi ke hutan.
Pada saat itu Adrian dan Akbar pergi ke hutan mereka mencari buruan mereka,
mereka tidak menemui apa pun, sewaktu sampai di seberang sungai. Mereka menemui
harimau berkepala ular. Mereka memanah dari kejauhan, ternyata meleset. Sewaktu itu
harimau berkepala ular itu mengejar Adrian dan Akbar. Mereka bersembunyi di semak-
semak. Sewaktu mereka mengintip dari semak-semak, ternyata harimau berkepala ulalr
itu bisa bicara, ia berkata, aku akan mencari mereka...! Adrian dan Akbar terkejut,
mereka akan memburu hewan tersebut mereka mencari-cari ke mana-mana sampai
harus menemui hewan tersebut. malam pun tiba mereka beristirahat mereka mencari
kelinci, sewaktu mereka mencari kelinci, mereka terdengar suara minta tolong mereka
mencari suara tersebut. dan ternyata bapak kelinci yang dimangsa oleh harimau
berkepala ular tersebut. jadi mereka lari pergi jauh, karena masih malam. Jadi mereka
beristirahat. Kata Akbar. Adrian kita minta tolong kepada kera sakti.
Waktu pun pagi mereka mencari kera sakti di Gunung Siamang. Mereka mencari
ke mana-mana. Sampai harus menemui kera sakti. Sewaktu mereka mencari kera sakti,
mereka dilewati banyak rintangan. Rintangan pertama mereka harus melewati jembatan
gantung yang terbuat dari kayu lapuk. Mereka berjalan dengan perlahan-lahan supaya
jangan sampai jatuh, dan ternyata mereka berhasil melewatinya.
Rintangan kedua mereka harus melewati batu-batu rakasasa. Mereka berusaha
sekuat mungkin, dan ternyata mereka berhasil juga. Rintangan ketiga mereka harus
memanah burung gagak. Mereka harus memanah ribuan gagak. Supaya mereka bisa
menemui kera sakti. Mereka lelah, mereka hampir kalah. Ternyata datang Tupai Sakti.
Mereka diberi kekuatan sakti untuk mengalahkan burung gagak. Ternyata mereka
mengalahkan burung gagak tersebut.
Sampai di Gunung Siamang mereka melanjutkan perjalanan mereka. Mereka
lelah, mereka mencari burung untuk bisa dimakan. Mereka menemui rusa. Mereka
memanah rusa tersebut. mereka memakan rusa tersebut dengan dibakar. Sewaktu
mereka makan mereka terdengar suara orang yang bicara, ia berkata hati-hati kalian saat
menempuh perjalanan...? mereka terkejut saat mendengar suara tersebut. mereka
langsung melanjutkan perjalanan.
Sewaktu mereka melanjutkan perjalanan mereka menemui dua orang. Mereka
minta tolong kepada kami. Mereka berkata, tolong kami...! sewaktu mereka mengikuti
kedua orang itu mereka berjumpa dengan desa. Desa tersebut mengalami kekeringan
air. Jadi Akbar akan mencoba kekuatan yang diberi seekor tupai sakti tadi. Akbar
mencoba dengan sekuat tenaga ternyata keluar air.
Orang desa berterima kasih kepada Akbar karena telah menyelesaikan masalah
kekeringan di desa. Mereka sangat berterima kasih kali. Jadi orang desa senang karena
sudah ada air.
Mereka berjalan lagi. Mereka mencari tempat untuk beristirahat, mereka
beristirahat di bawah pohon yang besar. Waktu pun malam mereka beristirahat karena
mereka sempat lelah mereka tertidur sangat nyenyak.
Keesokan harinya mereka melanjutkan paerjalanan. Sesudah sampai di tempat
kera sakti mereka meminta tolong agar bisa mengalahkan harimau berkepala ular
tersebut. ternyata kata kera, mereka harus menginap di sini 2 minggu agar mendapatkan
ilmu dari kera sakti. Sesudah sampai mereka latihan silat berhari-hari supaya menjadi
kuat dan hebat. Mereka pun tumbuh menjadi besar. Bertambah lama mereka menjadi
kuat dan sakti. Mereka jadi berani untuk mengalahkan harimau berkepala ular tersebut.
setelah 2 minggu mereka diberi kekuatan untuk mengalahkan harimau berkepala ular
itu...! mereka berjanji akan mengalahkan harimau berkepala ular tersebut. mereka akan
membalaskan kematian dari hewan-hewan di hutan tersebut. mereka pun pulang dari
Gunung Siamang tersebut.
Sesudah sampai di hutan mereka mencari hewan tersebut. sampai harus
menemui harimau berkepala ular tersebut. waktu pun sudah malam mereka beristirahat
dulu untuk memulihkan kekuatan tersebut.
Keesokan harinya mereka sudah bertambah kuat mereka mencari ke mana-mana.
Merka pergi ke sungai untuk minum dan mencari ikan untuk di makan. Mereka mencari
ikan dengan tombak. Mereka mendapatkan ikan cukup banyak. Sesudah mencari ikan,
mereka mencari kayu bakar untuk membakar ikan untuk dimakan. Sesudah makan
mereka melanjutkan latihan lagi untuk menambah kekuatan dan kemampuan. Sesudah
latihan mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari harimau berkepala ular tersebut.
Sewaktu mencari harimau berkepala ular, mereka berjumpa dengan burung sakti
yang ingin memberitahukan jalan untuk menangkap dan mebunuh harimau berkepala
ular tersebut. karena telah mencelakakan hewan hutan dan memakan hewan hutan.
Mereka akan membalaskan dendam hewan hutan.
Sewaktu mencari hewan tersebut. ia berjumpa dengan Adrian dan Akbar. Dan
mereka pun bertarung dengan jantan. Hewan tersebut lemah, ia lari lagi.
Adrian dan Akbar mengejar hewan tersebut dan ternyata lolos lagi. Mereka pun
melanjutkan perjalanan untuk mencari harimau berkepala ular tersebut. sesudah sampai
di desa mereka istirahat dulu.
Sesudah istirahat mereka pun melanjutkan perjalanan. Mereka mencari ke mana-
mana. Akhirnya pun mereka berjumpa lagi kepada hewan tersebut. Adrian dan Akbar
semakin lemah jadi mereka menggunakan kekuatan yang diberikan oleh kera saakti.
Mereka pun menjadi kuat kembali.
Jadi Adrian dan Akbar menggunakan panah untuk mengalahkan harimau
berkepala ular. Sesaat hewan tersebut lengah merekan pun mengeluarkan ajian untuk
mengurung harimau berkepala ular tersebut.
Dan menguburkan hewan tersebut supaya tidak ada hewan tersiksa lagi. Dan itu
membuat hutan damai dan aman.
Adrian dan Akbar pulang ke desa mereka sangat senang karena lelah
mengalahkan harimau berkepala ular tersebut. dan mereka disebut hewan hutan adalah
pemburu yang berhasil mengalahkan harimau berkepala ular tersebut. dan itu adalah
Adrian dan Akbar penyelamat hutan.

....... TAMAT.......

Karya: Dirza Juliansyah


BADAK BERKEPALA DOMBA

Di sebuah kampung hidup seorang anak yang bernama Akbar. Ia tinggal


bersama pamannya yang bernama Viki. Akbar ingin memburu di hutan, tatapi ia tidak
mempunyai teman. Ia mencari untuk memburuh di hutan. Ternyata ia menemukan
hewan yang bernama Dirza. Ia mau menemani Akbar memburu di hutan. Mereka
membuat tombak dan panah. Mereka membuat tombak dari bambu. Dan panah dari
kayu yang kuat. Selesai membuat tombak dan panah mereka pergi ke hutan.
Pada saat itu Akbar dan Dirza pergi ke hutan mereka mencari buruan mereka.
Mereka tidak menemui apa pun, sewaktu sampai di seberang sungai. Mereka menemui
badak berkepala domba. Mereka memanah dari kejauhan ternyata meleset. Sewaktu itu
badak berkepala domba itu mengejar Akbar dan Dirza. Mereka bersembunyi di semak-
semak itu mereka mengintip dari semak-semak ternyata badak berkepala domba itu bisa
berbicara, ia berkata aku akan memburuh hewan tersebut mereka mencari-cari ke mana-
mana sampai harus menemui hewan tersebut. malam pub tiba mereka beristirahat,
mereka mencari rusa, sewaktu itu mereka mencari rusa, mereka terdengar suara
tersebut. Dan ternyata bapak rusa yang dimangsa oleh badak berkepala domba. jadi
mereka lari pergi jauh, karena masih malam. Jadi mereka beristirahat. Kata Akbar. Kita
minta tolong kepada kelinci.
Waktu pun pagi mereka mencari kelinci di Gunung. Mereka mencari ke mana-
mana. Sampai harus menemui kelinci. Sewaktu mereka mencari kelinci, mereka
dilewati banyak rintangan. Rintangan pertama mereka harus melewati sungai yang
dalam dan banyak buaya mereka berenang dengan perlahan supaya jangan terdengar
buaya dan mereka berhasil melewatinya. Rintangan kedua mereka harus melewati
jembatan gantung yang di bawahnya banyak pohon ternyata mereka berhasil
melewatinya. Rintangan ketiga mereka harus memanah burung merpati. Mereka harus
memanah ribuan merpati. Supaya mereka bisa menemui kelinci. Mereka lelah, mereka
hampir kalah. Ternyata datang kambing Sakti. Mereka diberi kekuatan sakti untuk
mengalahkan burung merpati tersebut. Ternyata mereka mengalahkan burung merpati
tersebut.
Sampai di Gunung mereka melanjutkan perjalanan mereka. Mereka lelah,
mereka mencari burung untuk bisa dimakan. Mereka menemui domba. Mereka
memanah domba tersebut. mereka memakan domba tersebut dengan dibakar. Sewaktu
mereka makan mereka terdengar suara orang yang bicara, ia berkata hati-hati kalian saat
menempuh perjalanan...? mereka terkejut saat mendengar suara tersebut. mereka
langsung melanjutkan perjalanan.
Sewaktu mereka melanjutkan perjalanan mereka menemui dua orang. Mereka
minta tolong kepada Akbar dan Dirza. Mereka berkata, tolong kami...? sewaktu mereka
mengikuti kedua orang itu mereka berjumpa dengan desa. Desa tersebut mengalami
kekeringan air. Jadi akan mencoba kekuatan yang diberi seekor kelinci. Jadi Dirza
mencoba dengan sekuat tenaga ternyata keluar air.
Orang desa berterima kasih kepada Dirza karena telah menyelesaikan
kekeringan di desa. Mereka sangat berterima kasih kali. Jadi orang desa senang karena
sudah ada air.
Mereka berjalan lagi. Mereka mencari tempat untuk beristirahat, mereka
beristirahat di bawah pohon yang besar. Waktu pun malam mereka beristirahat karena
mereka sempat lelah mereka tertidur sangat nyenyak. Pagi pun tiba, Akbar merasa lapar
dia pun mencari hewat buat dimakan. Di tengah jalan jumpalah orang desa, orang desa
pun berkataka kamu mau ke mana kata si pemburu mau mencari makanan orang desa,
pun mengajak pemburu itu ke rumahnya buat mengasih makanan. Setelah pemburu itu
menerima makanan dari orang desa pemburu itu kembali ke tempat istirahatnya.
Setelah mereka beristirahat mereka pun melanjutkan perjalanannya, dan kami
menabrak badak berkepala domba dan kami pingsan, dan ada seorang kakek tua yang
bernama Viky. Kakek Viky sedang menolong Akbar dan Dirza. Kakek itu menceritakan
tentang badak berkepala domba. Keesokan harinya mereka melanjutkan paerjalanan.
Sesudah sampai di tempat badak berkepala ular mereka meminta tolong agar bisa
mengalahkan kera sakti. Ternyata kata kera. mereka harus menginap di sini 2 minggu
agar mendapatkan ilmu badak berkepala ular. Sesudah sampai mereka latihan silat
berhari-hari supaya menjadi kuat dan hebat. Mereka pun tumbuh menjadi besar.
Bertambah lama mereka menjadi kuat dan sakti. Mereka jadi berani untuk mengalahkan
kera sakti tersebut tersebut. sesudah 2 minggu mereka diberi kekuatan untuk
mengalahkan kera sakti badak berkepala ular itu...! mereka berjanji akan mengalahkan
kera sakti tersebut. Mereka akan membalaskan kematian dari hewan-hewan di hutan
tersebut. mereka pun pulang dari Gunung Dinyi Blocong tersebut.
Sesuatu sampai di hutan mereka mencari hewan tersebut. sampai harus menemui
kera sakti tersebut. waktu pun sudah malam mereka beristirahat dulu untuk memulihkan
kekuatan tersebut. Keesokan harinya mereka sudah bertambah kuat mereka mencari ke
mana-mana. Merka pergi ke sungai untuk menghilangkan kuman di tubuh dan mencari
ikan untuk di makan. Mereka mencari ikan dengan tombak. Mereka mendapatkan ikan
cukup banyak. Sesudah mencari ikan, mereka mencari kayu bakar untuk membakar ikan
untuk dimakan. Sesudah makan mereka melanjutkan latihan lagi untuk menambah
kekuatan dan kemampuan. Sesudah latihan mereka melanjutkan perjalanan untuk
mencari kera sakti. Sewaktu mencari kera sakti, mereka berjumpa dengan kelinci sakti
yang ingin memberitahukan jalan untuk menangkap dan mebunuh kera sakti karena
telah mencelakakan hewan-hewan dan memakan hewan di hutan. Mereka akan
membalaskan dendam.
Sewaktu mencari hewan tersebut. ia berjumpa dengan Rendi dan Abin. Dan
mereka pun bertarung dengan jantan. Hewan tersebut lemah, ia pun lari.
Rendi dan Abin mengejar hewan tersebut dan ternyata lolos lagi. Mereka pun
melanjutkan perjalanan untuk mencari kera sakti tersebut. sesudah sampai di desa
mereka istirahat dulu.
Sesudah istirahat mereka pun melanjutkan perjalanan. Mereka mencari ke mana-
mana. Akhirnya pun mereka berjumpa lagi kepada hewan tersebut. Rendi dan Abin
semakin lemah jadi mereka menggunakan kekuatan yang diberikan oleh badak
berkepala ular. Mereka pun menjadi kuat kembali.
Jadi Rendi dan Abin menggunakan panah untuk mengalahkan kera sakti. Sesaat
hewan tersebut lengah merekan pun mengeluarkan jian untuk mengurung kera sakti
tersebut.
Dan menguburkan hewan tersebut supaya tidak ada hewan tersiksa lagi. Dan itu
membuat hutan damai dan aman.
Rendi dan Abin pulang ke desa mereka sangat senang karena telah mengalahkan
kera sakti tersebut. dan mereka disambut hewan hutan adalah pemburu yang berhasil
mengalahkan kera sakti tersebut. dan itu adalah Rendi dan Abin penyelamat hutan.

Karya: Reza Egy Syahputra


BURUNG BERKEPALA ULAR

Di sebuah desa hidup seorang anak yang bernama Agus, ia tinggal bersama
kakek dan neneknya yang bernama Erik dan Mia. Agus ingin memburu di hutan, tetapi
ia tidak mempunyai teman. Ia mencari teman untuk memburu di hutan, ternyata ia
menemui teman yabg bernama Rendi. Ia mau menemani Agus memburu di hutan.
Mereka membuat tombak dari bambu. Mereka pergi ke hutan.
Pada saat itu Agus dan Rendi pergi ke hutan mereka mencari buruan mereka,
mereka tidak menemui apa pun, sewaktu sampai di seberang sungai. Mereka menemui
burung berkepala ular. Mereka menombak dari kejauhan, ternyata meleset. Sewaktu itu
burung berkepala ular itu mengejar Agus dan Rendi. Mereka bersembunyi di semak-
semak. Sewaktu mereka mengintip dari semak-semak, ternyata burung berkepala ulalr
itu bisa bicara, ia berkata, aku akan mencari mereka...! Agus dan Rendi terkejut, mereka
akan memburu hewan tersebut mereka mencari-cari ke mana-mana sampai harus
menemukan hewan tersebut. malam pun tiba mereka beristirahat mereka mencari
kelinci, sewaktu mereka mencari suara tersebut dan ternyata bapak kelinci yang
dimangsa oleh burung berkepala ular tersebut. jadi mereka lari pergi jauh, karena masih
malam. Jadi mereka beristirahat. Kata Rendi. Agus kita minta tolong kepada badak
sakti.
Waktu pun pagi mereka mencari badak sakti di Gunung Nyiblorong. Mereka
harus menginap di hutan 2 minggu agar mendapatkan ilmu badak sakti sesudah sampai
mereka latihan karate tumbuh menjadi orang dewasa bertambahnya usia mereka
semakin kuat. Mereka jadi berani untuk mengalahkan burung berkepala ular.
Sesudah sampai di hutan mereka mencari hewan tersebut. sampai harus
menemui burung berkepala ular tersebut. waktu pun sudah malam mereka beristirahat
dulu untuk memulihkan kekuatan tersebut.
Keesokan harinya mereka sudah bertambah kuat mereka mencari ke mana-mana.
Merka pergi ke sungai untuk minum dan mencari ikan untuk di makan. Mereka mencari
ikan dengan tombak. Mereka mendapatkan ikan cukup banyak. Sesudah mencari ikan,
mereka mencari kayu bakar, mereka pun sudah mendapatkan kayu bakar cukup banyak.
Mereka pun membakar ikan cariannya untuk di makan. Sesudah makan mereka
melanjutkan latihan lagi untuk menambah kekuatan dan kemampuan. Sesudah latihan
mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari burung berkepala ular.
Sewaktu mencari burung berkepala ular, mereka berjumpa dengan seekor ular
sakti yang ingin memakan mereka-mereka bekerja sama untuk membunuh ular sakti itu.
Mereka pun menombak dan melemparkan tombak ke arah ular sakti itu tetapi ular sakti
itu sangat kuat panah dan tombak mereka tidak melukai ular sakti itu mereka tidak
melukai ular sakti itu mereka mencari cara untuk membantu ular sakti Agus memancing
agar mengikutinya. Rendi memegang tombak dan melemparkan tombak itu ke kepala
ular itu dan ular itupun mirip . Agus dan Rendi beristirahat untuk memulihkan kekuatan
mereka. Selesai beristirahat mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari burung
berkepala ular itu, sesudah mereka sampai di desa mereka tidak dan berlatih karate.
Jadi Agus dan Rendi menggunakan panah untuk mengalahkan burung berkepala
ular. Sesaat hewan tersebut lengah merekan pun mengeluarkan ajian untuk mengurung
harimau berkepala ular tersebut.
Dan menguburkan hewan tersebut supaya tidak ada hewan tersiksa lagi. Dan itu
membuat hutan damai dan aman.
Agus dan Rendi pulang ke desa mereka sangat senang karena telah mengalahkan
burung berkepala ular tersebut. dan mereka disebut hewan hutan adalah pemburu yang
kuat dan hebat mengalahkan burung berkepala ular tersebut. dan itu adalah Agus dan
Rendi penyelamat hutan.

Karya: Adrian Maulana


KUDA BERKEPALA MANUSIA

Di sebuah desa hiduplah seorang anak yang bernama Abin. ia tinggal bersama
nenek dan kekenya. Yang bernama Risky dan Suci. Abin ingin memburu di hutan,
tetapi ia tidak mempunyai teman untuk berburu.
Ternyata dia menemui teman yang bernama Chandra. Dan Chandra pun mau
menemani Abin untuk berburu. Dan mereka membuat senjata panah yang terbuat dari
bambu yang runcing. Selesai membuat panah tersebut mereka pergi ke hutan.
Pada saat itu Abin dan Chandra pergi ke hutan mereka mencari buruan mereka.
Dan mereka pun lelah tidak ada satu pun hewan yang muncul. Sampai di seberang
sungai. Mereka menemui kuda berkepala manusia. Dan mereka pun memanah dari
kejauhan, ternyata panahnya meleset.
Dan pada waktu itu kuda berkepala manusia itu mengejar-ngejar Abin dan
Chandra. Kuda berkepala manusia ternyata bisa ngomong, Kuda berkepala manusia
berkata, aku akan terus mencari mereka. Kuda berkepala manusia pun berjalan mencari
mereka yaitu Abin dan Chandra. Di tengah perjalanan, Kuda berkepala manusia
ternyata menemui Abin dan Chandra.
Chandra dan Abin ketakutan melihat Kuda berkepala manusia. Abin dan
Chandra pun berlari, dan mereka pun terjatuh karena ditabrak Kuda berkepala manusia.
Setelah mereka terjatuh, dan kaki Abin keseleo.
Dan mereka pun beristirahat di bawah pohon yang sangat besar. Dan kuda
berkepala manusia, terus mencari mereka yaitu Abin dan Chandra.
Pagi pun tiba Abin sudah sehat kembali. Dan mereka melanjutkan perjalanan
mereka. Chandra berkata “Kita meminta bantuan kepada serigala sakti.” Dan mereka
pergi ke Gunung Serigala. Sewaktu mereka mau ke Gunung Serigala. Mereka dilewati
banyak rintangan.
Rintangan pertama mereka melewati angin yang kencang. Mereka berlindung di
bawah pohon besar. Angin pun sudah berhenti. Mereka keluar dari pohon besar
tersebut. ternyata anginnya sudah berhenti. Mereka melanjutkan perjalanan rintangan
kedua.
Mereka garus memanah para burung elang. Ribuan elang mereka memanahnya
dan ternyata mereka bisa melewtinya.
Rintangan ketiga, mereka harus melewati para batu raksasa. Mereka berlari
sangat kencang dengan sekuat tenagan. Dan ternyata mereka bisa melewatinya.
Dan akhirnya Abin dan Chandra bisa melewati semua rintangan. Mereka pun
melanjutkan perjalanan. Mereka sangat lapar. Mereka mencari buruan dan mereka
menemui dua kelinci. Abin memanah kelici tersebut. Chandra mencari kayu untuk
dibakar. Chandra menemui kayu yang banyak mereka bikin api, dan kelinci tadi yang
dipanah Abin. Kelinci tersebut dibakar, dan dimakan.
Waktu pun malam mereka mencari tempat untuk beristirahat dan mereka
menemui pohon besar. Mereka beristirahat dulu karena mereka sangat lelah.
Pagi pun tiba mereka melanjutkan perjalanan dan mereka sampai di Gunung
Serigala. Mereka minta tolong kepada serigala sakti tersebut.
Serigala sakti berkata kalian harus menginap dua minggu dulu...! mereka berkata
iya baik kami akan menginap di sini sampai dua minggu ...! dan mereka latihan silat
untuk bisa mengalahkan kuda berkepala manusia.
Mereka latihan silat berhari-hari supaya menjadi kuat dan hebat. Mereka pun
tumbuh menjadi besar. Bertambah lama mereka menjadi kuat dan sakti. Mereka jadi
berani untuk mengalahkan kuda berkepala manusia tersebut. Sesudah 2 minggu mereka
diberi kekuatan untuk mengalahkan kuda berkepala manusia. Serigala sakti berkata.
Kalahkan kuda berkepala manusia itu....!
Mereka berjanji akan mengalahkan kuda berkepala manusia tersebut. Mereka
akan membalaskan kematian dari hewan-hewan di hutan tersebut. Mereka pun pulang
dari Gunung Serigala Sakti tersebut.
Sesudah sampai di hutan mereka mencari hewan tersebut. sampai harus
menemui kuda berkepala manusia tersebut. Waktu pun sudah malam mereka
beristirahat dulu untuk memulihkan kekuatan tersebut.
Keesokan harinya mereka sudah bertambah kuat mereka mencari ke mana-mana.
Merka pergi ke sungai untuk minum dan mencari ikan untuk di makan. Mereka mencari
ikan dengan kayu tajam. Mereka mendapatkan ikan cukup banyak. Sesudah mencari
ikan, mereka mencari kayu bakar untuk membakar ikan untuk dimakan. Sesudah makan
mereka melanjutkan latihan lagi untuk menambah kekuatan dan kemampuan. Sesudah
latihan mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari kuda berkepala manusia tersebut.
Sewaktu mencari kuda berkepala manusia, mereka berjumpa dengan burung
sakti yang ingin memberitahukan jalan untuk menangkap dan mebunuh kuda berkepala
manusia tersebut. karena telah mencelakakan hewan hutan dan memakan hewan hutan.
Mereka akan membalaskan dendam hewan hutan.
Sewaktu mencari hewan tersebut. ia berjumpa dengan Abin dan Chandra. Dan
mereka pun bertarung dengan jantan. Hewan tersebut lemah, ia lari lagi.
Abin dan Chandra mengejar hewan tersebut dan ternyata lolos lagi. Mereka pun
melanjutkan perjalanan untuk mencari kuda berkepala mansia tersebut. sesudah sampai
di desa mereka istirahat dulu.
Sesudah istirahat mereka pun melanjutkan perjalanan. Mereka mencari ke mana-
mana. Akhirnya pun mereka berjumpa lagi kepada hewan tersebut. Abin dan Chandra
semakin lemah jadi mereka menggunakan kekuatan yang diberikan oleh serigala sakti.
Mereka pun menjadi kuat kembali.
Jadi Abin dan Chandra menggunakan panah untuk mengalahkan kuda berkepala
manusia. Sesaat hewan tersebut lengah merekan pun mengeluarkan ajian untuk
mengurung kuda berkepala manusia tersebut.
Dan menguburkan hewan tersebut supaya tidak ada hewan yang tersiksa lagi.
Dan itu membuat hutan damai dan aman.
Abin dan Chandra pulang ke desa mereka sangat senang karena Telah
mengalahkan kuda berkepala manusia tersebut. dan mereka disebut hewan hutan adalah
pemburu yang berhasil mengalahkan kuda berkepala manusia tersebut. dan itu adalah
Abin dan Chandra penyelamat hutan. Semua oran senang, hutan pun menjadi aman dan
damai.

Karya: Wisnu Farel. P


SINGA BERKEPALA BURUNG

Sebut saja namanya Wunu. Ia tinggal bersama pamannya yang bernam Reza.
Wunu ingin memburu di hutan. Tetapi ia tidak mempunyai teman. Ia pergi untuk
mencari teman untuk menemani ia sedang berburu di hutan. Ternyata ia menemui
seorang lelaki yang bernama Erik. Ia mau menemani Wunu berburu di hutan. Mereka
membuat tombak dan panah, mereka membuat tombak dari bambu, dan panah dari
sebuah kayu yang sangat kuat. Mereka selesai membuat tombak dan panah. Setelah
membuat itu. Mereka pergi ke hutan.
Suatu hari Wunu dan Erik pergi ke hutan mereka mencri buruan mereka. Mereka
tidak menemui apapun. Sewaktu sampai di seberang sungai mereka menemui singa
berkepala burung mereka memanah dari kejauhan ternyata meleset. Setelah itu singa
berkepala burung mengejar Wunu dan Erik, mereka pun berlari-lari dan bersembunyi di
semak-semak. Mereka mengintip dari semak-semak. Ternyata singa berkepala burung
itu pun bisa berbicara ia berkata, aku akan menangkap mereka...! Wunu dan Erik
terkejut, mereka akan berburu hewan tersebut. mereka mencari-cari ke mana saja pun
tidak ketemu.
Malam pun tiba mereka beristirahat di bawah pohon. Tiba-tiba ia menemukan
seekor kelinci lalu kami memanah kelinci itu. Namun mereka mendengar suara minta
tolong. Mereka mencari suara tersebut. Dan ternyata ibu kelinci telah dimangsa oleh
singa berkepala burung tersebut. Jadi mereka lari pergi jauh, karena masih marah jadi
mereka beristirahat. Kata Erik “Wunu kita minta tolong kepada kera sakti.”
Pagi pun tiba mereka mencari kera sakti di Gunung Morek. Mereka mencari ke
mana-mana sampai harus menemukan kera sakti. Sewaktu mereka mencari kera sakti.
Mereka diawali banyak rintangan.
Rintangan pertama mereka harus melawan raksasa hijau. Mereka pun bertarung
bersama raksasa hijau itu dan ternyata raksasa hijau itu sudah kalah mereka pun berhasil
melewatinya.
Rintangan kedua mereka harus mendapatkan seekor kelinci. Supaya mereka bisa
melewati rintangan ini mereka pergi ke hutan di perjalanan kami melihat seekor kelinci
yang sedang memakan wortel mereka pun memanah, mereka pun mendapatkan kelinci
tersebut ternyata mereka berhasil juga.
Rintangan ketiga mereka memanah burung gagak mereka harus mematikan
gagak dengan panahnya. Supaya mereka bisa menemui kera sakti, mereka sangat lelah,
mereka hampir kalah, ternyata datang seekor tupai sakti mereka diberi kekuatan oleh
tupai sakti untuk mengalahkan burung gagak tersebut.
Sampai di Gunung Morek mereka melanjutkan perjalanan mereka. Mereka
sangat lelah. Mereka mencari sebuah untuk bisa dimakan mereka memakan buah
tersebut, dengan dibakar, sewaktu mereka makan mereka terdengar suara orang yang
sedang berbicara. Ia berkata hati-hati kalian saat menempuh perjalanan...! mereka
terkejut saat mendengar suara tersebut mereka langsung melanjutkan perjalanan.
Sewaktu mereka melanjutkan perjalanan mereka menemui dua orang mereka
minta tolong kepada kami mereka berkata, tolong kami... kami kelaparan dan kehausan.
Kata Wunu “Kenapa kalian bisa begini desa kami kekeringan air.” Erik pun
mengeluarkan kekuatannya untuk penduduk desa yang diberi oleh tupai sakti. Erik
mencoba dengan sekuat tenaganya akhirnya keluar air juga.
Orang desa berterima kasih kepada Wunu dan Erik warga desa pun sangat
senang karena desa mereka sudah aman karena air desa sudah banyak.
Mereka berjalan lagi, mereka mencari tempat untuk beristirahat, mereka
beristirahat di bawah pohon yang sangat besar, waktu pun malam mereka sangat lelah
mereka pun tertidur sangat nyenyak.
Keesokan harinya mereka pun terbangun mereka melanjutkan perjalanan, sudah
sampai di tempat tinggal kera sakti mereka meminta tolong agar bisa mengalahkan
singa berkepala burung tersebut. kata kera. Kalian harus menginap di sini 2 minggu agar
mendapatkan ilmu dari kera sakti. Sesudah sampai dilatih oleh tupai sakti berhari-hari
supaya menjadi kuat an hebat mereka pun tumbuh menjadi besar beberapa lama mereka
menjadi sangat kuat mereka pun berani menghadapi singa berkepala burung itu sudah
dua minggu mereka mencari singa kepala burung itu tetapi tidak ketemu.
Kera sakti berkata kalahkan singa berkepala burung itu... mereka berjanji akan
mengalahkan singa berkepala burung mereka akan membacahkan yang telah singa
berkepala burung berbuat kepada hewan yang matian mereka pun pulang dari gunung
orek tersebut di tenagh perjalanan pulang.
Mereka bertemu singa berkepala burung mereka langsung mengerang singa
berkepala burung ini mereka pun mengeluarkan kekuatan yang diberi oleh kera sakti,
tapi mereka sangat kuat ternyata singa berkepala burung ini sudah kalah Wisnu dan Erik
pun berhasil mengalahkannya.
Wisnu dan Erik berterima kasih kepada kera sakti karena sudah mengasih
kekuatan yang diberi oleh kera sakti, setelah itu mereka pulang ke rumah pamannya.

Karya: Akbar Firmansyah


POHON BERBICARA

Di sebuah desa hiduplah seorang anak yang bernama Agus. Dia tinggal bersama
neneknya yang bernama Fiza. Dia ingin berjalan-jalan di sebuah hutan yang bernama
hutan angker. Di sana ia melihat banyak pohon yang sangat besar dan berdaun lebat. Ia
berjalan melihat atas tiba-tiba ia terjatuh dan berguling-guling sampai di sebuah pohon
besar yang aneh. Ia merasa sangat aneh saat melihat pohon itu.
Pada saat itu Agus tidak tahu jalan pulang ke desanya. Ia terdiam di bawah
pohon itu. Hari pun berganti malam. Ia pun sangat takut dan sangat lapar dan haus, tiba-
tiba ia melihat seekor harimau besar yang sangat lapar. Harimau itu melihat Agus yang
sedang ketakutan saat melihat harimau itu Agus pun berlari menghindari terkaman
harimau itu, harimau terus mengejar sampai ia mendapatkan mangsanya. Agus terus
berlari dan sampailah di sebuah gua yang sangat besar. Harimau kehilangan mangsanya
dan ia kembali ke hutan untuk mencari mangsanya yang lain. Agus melihat sebatang
pohon besar. Ia pun beristirahat di bawah pohon itu. Tiba-tiba pohon itu berbicara.
Agus berkata “Siapa itu” Agus pun sangat heran saat mendengar suara.
Pohon itu menjatuhkan sebiji buah. Agus mendengar ada yang jatuh dari atas.
Ternyata sebiji buah. Ia mengambil buah itu lalu memakannya. Dengan asik Agus
memakan bauh itu. Tiba-tiba ia mendengar suara dari belakang pohon.
Pohon itu berkata “Jangan taku anak muda. Apakah kamu tersesat?” Jawab
pohon itu.
Agus pun menjawab dengan ramah “Aku tersesat di hutan ini dan tak tahu jalan
pulang. Maka aku ingin beristirahat di batang pohon ajaib itu, tentu saja kamu boleh
beristirahat di batangku.
Pagi pun tiba agar terbangun mendengar burung berkicau di luar gua. Agus pun
kelaur dari gua itu untuk air dan ikan di sungai. Ia berjalan di tengah-tengah hutan untuk
mencari kayu untuk dibuat tombak. Tombak itu pun jadi dia berjalan menjadi menuju ke
sungai. Sesampainya di sungai ia minum dan mencari ikan. Ia mencari menggunakan
tombak yang yang dia buat sendiri. Agus melemparkan tombaknya ke arah ikan. Agus
mendapatkan ikan ikan cukup besar. Agus membawa ikan ke gua untuk dibakar, Agus
mencari kayu bakar di hutan, ia mendapatkan kayu cukup banyak.
Agus pun kembali ke gua dan mendapatkan kayu besar cukup banyak, dia
membersihkan ikan dan mencucinya. Agus membuat tapi dari kayu yang dia cari tadi, ia
membakar ikan sampai matang.
Lalu Agus memakan ikan hasil yang dia mencari tadi pagi. Selesai makan ia
beristirahat untuk memulihkan tenaganya.
Agus pun bangun untuk melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke desa.
Sesampainya di tengah-tengah hutan. Agus melihat seekor ular yang sangat besar. Agus
berkata “Untung saja aku membawa tombak yang aku buat tadi...!” dengan sigap Agus
ingin membunuh ular tersebut, tetapi sayang tombak itu meleset, Agus pun ketahuan.
Lalu ular itu mengejar Agus. Agus pun tertangkap ular raksasa itu. Tiba-tiba Agus
merasakan ada yang aneh dari dalam tubuhnya.
Agus menjadi kuat dan tak terkalahkan. Tetapi ular itu melilit Agus sangat kuat.
Sampai Agus tidak bisa bernapas. Dengan sekuat tenaga Agus bisa melepaskan lilitan
ular tersebut. ular tersebut dibunuh dengan cara memukul dan merobek mulut ular
tersebut.
Malam pun tiba Agus terus berjalan untuk mencari jalan pulang ke desanya.
Sesampainya di tenga-tengah hutan dia melihat sekumpulan orang yang sedang tertidur
pulas. Agus pun meminta tolong kepada sekumpulan orang, orang itu pun mau
menolongnya kembali ke desanya. Agus berkata “Terima kassih sudah menolongku
kembali ke desa.”
Sesudah berjalan menyelusuri hutan Agus melihat cahaya dari sebuah desa.
Ternyata itu desa yang dicari Agus selama ini. Agus pun berterima kasih telah
menolongnya kembali ke desanya. Agus berlari menuju desanya. Neneknya sudah
mencari dia dan warga juga. Sesampainya di desa Agus melihat neneknya yang sedang
mencari dia. Agus memanggil neneknya dengan sekuat mungkin, neneknya mendengar
suara Agus. Agus pun langsung memeluk neneknya dan kembali di desanya sendiri.
Jadi Agus dan neneknya hidup tenang dan bahagia.

..... TAMAT.....

Karya: Vicky Ramadhana


CERITA FANTASI
KELAS : VII-4
KELOMPOK : 4
RAJA OMAS DAN BIDADARI

Pada suatu hari ada seorang raja yang mempunyai enam orang istri. Meskipun
raja itu sudah beristri enam orang. Tak seorang pun dari keenam istrinya itu yang
mempunyai anak. Oleh karena itu kawin pulalah raja itu dengan istri yang ke tujuh.
Kurang lebih satu tahun kemudian, istrinya yang ke tujuh itu melahirkan seorang anak
laki-laki. Anak itu diberi nama si Raja Omas.
Sejak dikaruniai anak itu. Raja dan istrinya yang ke tujuh mereka sangat
gembira. Sebaliknya enam orang istri sang raja yang tidak mempunyai anak itu merasa
sangat iri melihat kelahiran si Raja Omas. Oleh karena pada suatu malam mereka
curilah si Raja Omas dan mereka masukan ke dalam sebuah labu besar yang sudah
dikosongkan isinya kemudian itu mereka hanyutkan ke aliran sungai.
Keesokan harinya, seorang perempuan tua yang sedang menangkap ikan di
sungai melihat labu besar itu hanyut terapung-apung karea tertarik melihatnya si
perempuan tua mengambil labu itudan dibawanya pulang ke rumah. Perempuan itu
sangat gembira ketika dia menemukan seorang bayi di dalam labu besar itu. Seumur
hidupnya sampai suaminya mati, dia tidak pernah mendapatkan anak. Oleh karena itu,
dipeliharanyalah si Raja Omas dengan penuh kasih sayang bagaikan memelihara anak
kandungnya sendiri.
Setelah tumbuh menjadi seorang pemuda. Si Raja Omas bekerja meyadap aren
untuk diambil niranya. Nira itu dijadikan tuak dan dijualnya di kedai yang didirikannya
dekat rumahnya. Tuak yang dijual si raja sangat istimewa rasanya sehingga terkenal
sehingga terkenal ke mana-mana. Dari berbagai tempat orang ramai berdatangan untuk
minum tuak di kedai si Raja Omas. Orang makin ramai datang minum tuak di kedai si
Raja Omas stelah tersiar cerita bahwa si Raja Omas mempunyai sebuah gong kecil yang
disebut mongmongan. Kalau mongmongan itu dibunyikan, suaranya berkata-kata
seperti manusia dan menyebutkan bahwa yang punya mongmongan itu bernama si Raja
Omas prnjual tuak yang istimewa.
Sang raja, ayah si Raja Omas sudah lama sakit-sakit. Suatu ketika dia mendapat
kabar bahwa di satu kampung ada seseorang yang menjual tuak yang sangat istimewa
rasanya. Sang raja menyuruh seseorang untuk segera pergi membelinya. Ketika sang
raja minum tuak, penyakitnya segera sembuh. Oleh karena itu, pergilah sang raja
menemui penjual tuak itu.
Ketika raja sampai di kedai si Raja Omas kebetulan si Raja Omas membunyikan
mongmongannya untuk menghibur orang-orang yang sedang minum tuak di kedainya
itu. Seperti biasanya, mongmongan itu mengeluarkan bunyi yang menyerupai orang
yang berkata-kata bunyinya “Lihatlah sang raja sudah datang untuk minum tuak si Raja
Omas.”
Mendengar suara mongmongan itu. Tahulah sang raja bahwa pemuda yang
menjual tuak itu adalah anaknya, si raja perasaanya sangat gembira sang raja
mengatakan kepada si Raja Omas bahwa dia adalah putranya. Untuk mengetahui apakah
perkataan raja itu benar atau tidak. Si Raja Omas mengajak raja itu menemui perempuan
tua yang dianggapnya sebagai ibu kandungnya selama ini.
Ketika mereka sudah bertemu, diceritakan oleh perempuan tua kepada si Raja
Omas dia dahulu menemukan si Raja Omas di dalam sebuah labu besar di sungai.
Setelah mendengar cerita perempuan tua itu, yakinlah si Raja Omas bahwa dia memang
betul putra raja itu.
Untuk membalas jasa perempua itu sang raja mengijinkan si Raja Omas untuk
tetap tinggal bersama perempuan itu. Sampai tiba waktunya si Raja Omas dinobatkan
menjadi raja untuk menggantikannya.
Pada suatu hari, perempuan tua itu menyuruh si Raja Omas pergi mandi ke
sebuah telaga di tengah hutan. Ketiak si Raja Omas sampai ke dekat telaga itu. Tampak
olehnya tujuh orang gadis yang sangat cantik sedang mandi. Pakain mereka terletak di
atas semak-semak yang tumbuh di tepi telaga dengan sembunyi-sembunyi, si Raja
Omas mengambil salah satu dari pakaian itu dengan menyembunyikannya.
Ketujuh gadis cantik itu adalah putri dewa yang turun dari kayangan untuk
mandi di bumi. Selesai mandi di bumi mereka mengenakan pakaiannya masing-masing
dan terbang kembali ke kayangan. Namun, salah seorang dari mereka yaitu yang
bungsu, tak bisa terbang kembali ke kayangan. Karena pakaiannya sudah diambil dan
disembunyikan si Raja Omas. Akhirya, si Raja Omas kawin dengan putri bungsu dewa
itu.
Meskipun sudah menjadi istri si Raja Omas putri dewa itu tak henti-henti
mencari pakaiannya yang disembunyikan si Raja Omas agar dia bisa kembali
kekayangan setahun kemudian lahirlah anak mereka menurut pikiran si Raja Omas
karena mereka sudah punya anak istrinya tidak akan mau lagi kembali ke kayangan oleh
karena itu dia tidak akan lagi mengawasi istrinya itu. Dengan demikian, istrinya
mendapat peluang yag lebih banyak untuk mencari pakaiannya yang disembunyikan si
Raja Omas.
Pada suatu hari istrinya berhasil si Raja Omas menemukan pakaiannya yang
sudah lama disembuntyikan suaminya pakaian itu segera dikenakannya dan kemudian
dia buru mengambil anak mereka yang sedang tidur di ayunan akan tetapi si Raja Omas
cepat-cepat mengambil anak itu dan berusaha menangkap istrinya dengan cekatan
istrinya mengelak dan terbang berputar-putar di atas rumah melihat istrinya berbuat
demikian si Raja Omas mengambil ramuan yang tidak enak baunya dan menggunakan
ramuan itu untuk mengotori wajah anaknya. Si Raja Omas berbuat demikian agar
istrinya tidak berani mengambil anak itu istrinya sangat benci kepada ramuan yang tak
enak baunya.
Tak lama kemudian terbanglah istri Raja Omas ke angkasa namun kedua orang
tuanya tidak megijinkan dia masuk ke kayangan karena dia sudah terlalu lama tinggal di
dunia oleh karena itu menjelmalah istri Raja Omas itu menjadi saringon yaitu anginnya
berderu-deru menerbangkan hujan yang lebat.
Sejak saat itu kalau kaum ibu di Simalungun mendengar saringon mereka segera
melumuri wajah bayi atau anak mereka yang masih kecil dengan ramuan yang tidak
enak baunya. Mereka meniru perbuatan si Raja Omas menyelamatkan anaknya dari
putri kayangan yang telah menjelma menjadi saringon.

Karya: Agus
CHANDRA SI MANUSIA KARET

Chandra, aku tinggal di sebuah perkebunan karet yang sangat luas di sebuah
desa yang jauh dari keramaia. Aku terlahir sedikit berbeda dengan teman-temanku ini
dikarenakan kelainan gen yang dialami orang tuaku karena kebiasasaannya mengunyah
karet ketika bekerja.
Aku terlahir dengan kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Tanganku bisa
memanjang badanku bisa molor sampai puluhan meter kelebihan itu membuat orang-
orang memanggilku dengan sebutan Chandra si manusia karet. Aku bersyukur dengan
kelebihan yang aku punya, karena aku bisa membantu orang lain dengan kelebihan yang
aku miliki.
Hari itu aku dan temanku Risky berangkat ke sekolah bersama, tetapi di tengah
jalan kami dihadang dengan hewan buas yang hendak memangsa kami. Hewan buas itu
mencoba menerkam kami tapi hewan buas itu gagal menerkam kami, karena aku
mengeluarkan kekuatanku untuk memajat pohon itu. Dan Riski berlari ke rumah orang
meminta “tolong” kepada orang yang berada jauh dirinya tetapi orang itu tidak berani
karena takut dimangsa oleh hewan-hewan buas tersebut orang itu berusaha mengusir
hewn itu dari jauh dan melempar hewan itu dengan kayu tetapi usaha untuk mengusir
hewan-hewan buas itu sia-sia, kemudian aku mengamuk dan mengeluarkan jurua
andalanku dan menolong Risky dengan kekuatanku. Setelah itu aku dan Risky berjalan
lagi menuju ke sekolah aku dan Riski bermain-main bola, lonceng berbunyi aku masuk
ke kelas, setelah pulang menuju ke rumah di pertengahan jalan aku dan Riski berjumpa
lagi hewan buas itu.
Hewan buas itu menerkam kami lagi tetapi hewan buas itu gagal lagi untuk
menerkam kami lagi, aku mengeluarkan kekuatanku dan hewan buas itu pergi.
Setelah sampai di rumahku istirahat sebentar, di rumah banyak hewan buas yang
mengelilingin aku mengintip dari jendela rumah.
Akhirnya hewan-hewan buas itu pun pergi karena takut akan kekuatan karet
yang aku miliki.
Malam pun tiba Rizky pun tidur, kemudian terdengar suara hewan buas yang
mengaungi aku temen.
Karya: Chandra Febrian Syahputra

KUDA BERKULIT HARIMAU

Seekor kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan
yang lebat. Kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu. Dia tampak
gembira karena tidak ada petani gandum yang menjaga ladangnya. Ketika dia menuju
hutan lebat di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu, itu seperti harimau gumam kuda
itu. Kuda itu lalu mendekati dan ternyata memang benar apa yang dilihatnya adalah
kulit harimau yang tak sengaja ditinggalkan oleh para pemburu. Kuda itu mencoba
memakai kulit harimau itu, wah kebetulan sekali kulit harimau ini sangat pas di
tubuhku. Apa yang akan kulakukan dengannya dan terlintaslah dibenak kuda itu untuk
menakuti binatang hutan yang melewati dirinya. Aku harus segera bersembunyi tempat
itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan. Di mana ya tanya kuda dalam hati
sambil mencari tempat yang cocok. Akhirnya dia menemukan semak-semak yang cukup
gelap untuk bersembunyi lalu masuk ke dalamnya dengan meggunakan kulit harimau.
Tak lama kemudian beberapa domba gunung berjalan ke arahnya. Kuda itu
menggumam bahwa domba itu cocok dijadika saran empuk kejahilanya.
Ketika kuda itu melewatinya kuda itu meloncat ke arah mereka, Sehingga sontak
domba-domba itu kalang kabut melarikan diri. Mereka takut dengan kulit harimau yang
dikenakan kuda itu.
Tolong ada harimau lari cepat lari teriak salah satu domba. Kuda itu tertawa
terbahak-bahak melihat domba-domba itu pontang-panting. Di dalam semak-semak dia
menunggu hewan lain datang melewati semak-semak itu. Ah... ada tapir menuju ke mari
tapi lambat betul geraknya, biarlah aku jadi bisa lebih lama bersiap-siap melompat, kata
kuda itu dalam hati. Tibalah saat kuda itu meloncat ke arah tapir itu, ia terkejut dan
tunggang langgang menjauhi kuda yang memakai kulit harimau itu, kuda itu kembali
ke semak-semak sambil bersorak penuh kemenangan di dalam hatinya kali ini kuda itu
menunggu lebih lama dari biasanya, tetapi hal itu tidak membuatnya bosan.
Tiba-tiba seekor kucing hutan berlari sambil membawa seekor tikus dari
mulutnya. Kucing itu tidak melewati semak-semak kucing hutan itu duduk menyantap
tikus yang ia tangkap di dekkat pohon besar-besar ah ternyata kucing itu tidak melewati
semak-semak ini, biarlah aku membuatnya kaget di sana berjalan. Niat hati mendekati
kucing hutan, saat jaraknya sudah semakin dekat dengan kucing hutan, kuda itu
mangaum seperti halnya seekor harimau, tetapi rupanya dia tidak sadar bahwa bukannya
mengaum dia malah meringkik.
Mendengar suara itu kucing hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor
kuda berkulit harimau. Kucing hutan itu siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia
malah terbahak-bahak sembari berkata saat aku melihatmu memakai kulit harimau itu,
aku pasti akan lari ketakutan tapi rupanya suaramu itu ringkikan kuda. Jadi aku tidak
takut ha...ha...ha... kucing hutan tidak akan bisa berubah jadi auman kuda berkulit
harimau itu melabangkan bahwa sepandai-pandainya berpura-pura suatu saat akan
terbongkar juga kepura-puraan itu. Kejujuran merupakan sikap yang paling indah. Kuda
berkulit harimau iti memakan harimau dan mencari gandum dan memakannya sampai
habis, dia pun kekenyangan dan dia berlari di hutan cemara dan dia bersembunyi di sana
dan harimau itu menggerakan dan terus berlari-lari. Harimau itu berlari mengejarnya
dan akhirnya dapat juga.

Karya: Daffa
TIKUS DAN HARIMAU

Ada seekor harimau yang hidup di sebuah hutan yang luas sekali. Dan ada
banyak jenis hewan yang hidup di hutan ini. Seperti gajah, singa, kucing, dan beruang.
Harimau ini adalah raja semua hewan, ia kuat dan memiliki suara yang keras. Ketika
meraung, maka akan didengar oleh semua hewan yang ada di hutan lalu mereka semua
takut dan gemetar.
Di hutan ini terdapat sekelompok tikus yang hidup di lubang-lubang yang
mereka buat. Tikus-tikus ini tidak mengetahui sedikit pun mengenai harimau si raja
hutan itu.
Pada suuatu hari. Tikus-tikus keluar dari lubang-lubang persembunyiannya dan
mulai bermain lompa-lompatan. Mereka berlompat-lompat dan bermain.
Kemudian ada tikus-tikus di antara tikus-tikus itu yang melompat terlalu keras
sehingga tak diduga mengenai wajah harimau. Si raja hutan yang sedang tidur. Harimau
itu langsung terbangun fari tidurnya karena kaget ia pun marah.”Kurang ajar siapa yang
berani mengganggu waktu istirahatku”.
Ia lalu membuka mulutnya dan meraung dengan suara yang sangat keras. Semua
tikus itu pun lari bersembunyi ke lubangnya masing – masing. Sedang tikus yang jatuh
ke wajah harimau bernasib sial si harimau menerkamnya..
Kemudian diangkatnya tikus itu dari tanah dan ia hanya bisa berteriak “cit...
cit...” harimau itu lalu berkata kepada tikus itu. “Eh! Kesini kamu, bagaimana kamu
berani – beraninya berjalan di muka ku dan membangunkan ku dari tidur, hei makhluk
kecil lemah? Kamu harus di bunuh” tikus itu menjerit dan ia pun gemetaran.
Tikus itu lalu memelas. “Aku mohon, aku mohon... jangan bunuh aku. Bisa saja
aku akan bermanfaat buat mu di kemudian hari “Harimau itu pun tertawa berkata.
“Kamu sesuatu yang hina dan kecil dapat bermanfaat untukku. Sedang aku adalah raja
hutan ini dan semua hewan di hutan ini tunduk padaku? Kamu sesuatu yang kecil tidak
pantas dibunuh. Sesuatu aib bagi seekor raja hutan seperti ku membunuh seekor tikus
miskin seperti mu.
Kemudian harimau itu meninggalkan tikus itu dan memanfaatkannya. Lalu
harimau itu melemparkannya jauh – jauh. Si tikus berlari dan ia mengatakan “Terima
kasih, terima kasih”.
Harimau itu tak menghiraukan itu lagi, ia segera berlalu dari harapan tikus.
Tikus itu lalu kembali berkumpul dengan kawan – kawannya dan menceritakannya apa
yang terjadi kepada dirinya.
Tikus itu berkata pada mereka. “Harimau itu memaafkan dan mengampuniku.
Aku harus membalas kebaikannya itu”. Pada suatu hari hariamau itu sedang berjalan di
hutan. Ia menemukan sepotong daging yang besar disebuah jaring lalu ia menerkamnya
dan ingin cepat – cepat memakannya ia lalu menarik sepotong daging itu dan menarik
lagi setiap kali ia menarik daging itu jaring itu menempel ditubuhnya sampai semua
tubuhnya terliit dengan jaring itu. Harimau berusaha melepaskan diri namun tidak
berhasil. Ia lau berteriak dan datanglah istrinya harimau betina, anak – anak, dan kawan
– kawannya, mereka menemuka harimau sedang berada disebuah jaring. Lali istrinya
maju dan berusaha memotong jaring itu dengan taringnya namun tetap tidak berhasil.
Kemudian anak –anaknnya yang masih kecil maju dan berusaha memotong jaring itu
namun mereka tidak berhasil juga. Dan majulah harimau yang lain dan berusaha
memotong jaring itu tapi tidak berhasil juga.
Pada suatu hari harimau si raja hutan ini terus meraung. Sang tikus yang pernah
jatuh kewajah harimau dan diberi ampun itu mendengar suara harimau ini. Lalu ia
keluar dari lubang dan berlari menuju tempat raungan harimau itu.
Ketika ia melihat dan mendapati harimau itu terperangkap di dalam jaring. Tikus
itu berkata pada harimau. “Jangan khawatir hai raja hutan aku akan datang
melepaskanmu.
Anak harimau, harimau, dan harimau betina itu melihat keheranan. Istri harimau
itu berkata. “Kalau kita saja yang besar – besar yang kuat saja tidak mampu
melepaskannya. Lalu apakah kamum mampu tikus kecil yang hina? Tikus itu menjawab
“Biarkan aku berusaha dulu “. I pun mulai menggigiti tali – tali jaring itu dengan
giginya yang tajam lalu ia memotong satu tali, dua tali, tiga tali hingga terlepaskan satu
kaki terlepas, tikus terus menggigiti sampai akhirnya harimau bebas.
Semua harimau yang ada disitu ikut berteriak kegirangan berikut anak –
anaknya. Semua harimau itu berucap terima kasih kepada tikus atas bantuan yang telah
diberikannya.

Kemudian harimau itu berkata kepada tikus. “ Sungguh aku tidak perna
menduga kalau kamu akan melepaskanku dari kematian. Seperti yang kamu lakukan
sekarang ini.

Karya: Ahmad Yunus Ibrahim


PEMBUNUH IBLIS SHIDO

Disebuah wilayah kerajaan hiduplah seorang raja dan ratu, raja itu
bernama Daigo Sijantar dan ratunya bernama Sania Siparah. Raja Daigo memiliki
musuh yang mempunyai wilayah kerajaan – kerajaan musuh bersebelahan dengan
kerajaan Daigo Sijantar sehingga dibuat perbatasan. Musuhnya itu bernama raja
Siratnaji. Raja Siratnaji sangat kejam dan serakah. Raja Siratnaji sangat menginginkan
wilayah raja Daigo. Raja Daigo sangat menyayangi wilayah dan desanya itu sehingga
raja Daigo memusuhi raja Siratnaji yang ingin mengambil wilayahnya.
Suatu hari desa dan wilayah sekitar kerajaan Daigo terkena wabah penyakit
karena wabah penyakit itu penduduk desa menjadi sakit dan tanaman pun menjadi layu.
Raja Daigo sangat kesulitan mencari cara untuk menghilangkan wabah penyakit itu
tetapi usahanya vgagal semua. Raja Daigo mulai putus asa saat itu. Pengawalnya
memberi informasi bahwa di perbukitan ada 12 patung iblis yang dapat mengabulkan
permintaan apapun. Raja Daigo yang mendengar informasi itu segera pergi ke
perbukitan untuk meminta agar wilayah desa dan kerajaannya subur kembali dan wabah
penyakitnya hilang dari wilayah kerajaan itu.
Sesampainya di perbukitan raja Daigo menyuruh kudanya untuk menunggu
sebentar. Setelah sampai di tempat patung ke 12 iblis itu raja Daigo meminta ke 12 iblis
itu agar mngabulkan permintaannya untuk menghilangkan wabah penyakit itu dan
membuat tanah wilayahnya subur, ke 12 iblis itu setuju akan mengabulkan
permintaannya dengan satu syarat yaitu memberikan apa yang dimilikinya agar
diserahkan kepada ke 12 iblis tersebut. Selain itu raja Daigo kembali ke kerajaannya
untuk melihat putranya yang akan .lahir.
Sesampainya di kerajaan raja Daigo melihat ada petir yang menyambar tempat
ratu melahirkan. Raja yang melihat petir itu segera pergi ke ruangan tempat ratu
melahirkan. Saat itu ratu Sania terlihat senang. Tapi raja tidak senang karena bayi
mereka tidak memiliki telinga, mata, kulit dan indra lainnya. Layaknya manusia karena
itu raja Daigo sangat membenci bayi itu dan menyuruh pembantu kerajaan agar bayi itu
di hanyutkan di sungai. Ratu memohon agar bayi itu tinggal dikerajaan itu dengan
menangis tetapi raja tidak mendengarkan perkataannya. Raja Daigo sudah tahu bahwa
tubuh bayinya telah diambil ke 12 iblis tersebut. Kmudian pembantunya langsung
menghanyutkan bayi itu cengan perahu ke sungai.
Disebuah hutan tinggal si pengerajin kayu. Pengrajin itu sering memanggilnya
dengan sebutan Dokter Pengerajin karena ia sering membantu orang yang kehilangan
bagian tubuhnya karena melawan iblis dengan menggantinya dengan bagian tubuh
kayu.
Suatu hari ia pergi ke desa melewati sungai untuk membeli peralatan memahat
kayu karena peralatannya yang lama sudah rusak. Dalam perjalanan ia mendengar suara
bayi menangis setelah mendengarnya dan mengikuti suara itu hingga ke sungai ternyata
di situ ada perahu yang berisi seorang bayi yang tidak memiliki tubuh sama sekali,
karena dia tidak memiliki bayi dia pun mengasuh bayi laki – laki itu dan memberinya
tubuh kayu yang dipahat sesudah 5 tahun dan diberi nama Shido.
15 tahun kemudian Shido sudah tumbuh dewasa, ayah tirinya Shido menyuru
Shido berkelana ke desa dan membunuh iblis agar Shido mendapat tubuhnya kembali
ddari iblis. Ayah Shido sudah tahu bahwa tubuh Shido diambil oleh iblis karena itu ayah
Shido menyuru ia untuk berkelana. Bagi ayah tirinya Shido bahwa Shido sangat penting
baginya karena ia khawatir Shido pun diberikan ayahnya jimat keluarga kandungnya.
Shido pun pergi berkelana dalam perjalanan ia bertemu dengan Dian anak laki – laki
yatim piatu yang hendak dipukuli tapi Shido datang dan mengusir pencuri itu, Dian pun
berterima kasih kepada Shido dan memohon kepada Shido agar dia bisa ikut. Ttapi
karena Shido tidak memiliki alat pendengaran kembali Shido pun tidak
menghiraukannya setelah itu Shido pun melanjutkan perjalanannya dengan diikuti oleh
Dian. Saat bersama ayah tirinya saat itu Shido belajar memakai pedang untuk
membunuh monster iblis yang diajarkan oleh ayahnya.
Walaupun Shido tidak memiliki mata tetapi dia memiliki mata batin, saat itu
Shido melihat monster yang sedang memakan bangkai binatang. Dari kejauhan Shido
pun segera ke tempat monster itu berada. Shido menyerang monster itu dukuan dan
memotong kepalanya hingga putus dari badannya. Dian yang saat itu mengikuti Shido
berkelan sangat kagum karena Shido membunuh monster dengan sekali tebas. Tapi tiba
– tiba tubuh kayu Shido lepas dan muncul tubuh aslinya kembali. Setelah itu Shido dan
Dian melanjutkan perjalanan ke desa yang ada iblisnya. Shido pun membunuh iblis ke
setiap desa dan membantu orang – orang desa memperbaiki kerusakan yang telah
diperbuat oleh iblis. Satu – persatu iblis setiap desa telah dibunuh dan dimusnakan oleh
Shido. Shido pun mendapatkan kembali kakinya, telinganya, hidung dan tulangnya
kembali dari iblis yang sudah dibunuhnya yang tersisa hanyalah bagian mata, dan kedua
lengan saja. Sejak saat itu Shido dijiluki pembunuh iblis. Dan akhirnya rumor itu
beredar kemana – mana. Akhirnya Shido dan Dian pun terkenal sampai ke kerajaan
Daigo dan Siratnaji. Saat itu juga wilayah kerajaan Daigo sedang terkena wabah karena
ke 11 iblis itu telah dibunuh oleh Shido dan hanya yang tersisa 1 iblis yaitu Gurita /
Kraken yang hidup di laut.
Shodo dan Dian membuat jebakan agar iblis itu naik ke darat dengan cara
membuat kapal untuk umpan dan mengikatkan kapal itu agar bisa ditarik kejebakan
yang ia buat. Keesokan harinya Shido sudah mempersiapkan jebakannya dan
memanggil warga desa untuk menarik umpan nanti benar saja iblis Gurita itu muncul
dari laut dan mengikuti kapal itu hingga ke sungai. Saat itu juga Shido sudah bendungan
yang menahan aliran sungai dan yang menuju ke laut juga karena air sungainya sat
akhirnya monster Gurita nampak di darat. Setelah itu Shido pun mencopot tangan
kayunya yang dalam lengan berisi pedang dan membunuh monster itu warga desa dan
Dian pun berteriak kegirangan dan berterima kasih kepada Shido karena ke 12 iblis
tersebut telah terbunuh. Akhirnya wilayah kerajaan Daigo kembali subur. Raja melihat
itu merasa bahagia dan Daigo pun berterima kasih kepada Shido. Saat melihat jimat
yang ada di leher Shido, raja Daigo tahu itu adalah anaknya dan segera memeluk
anaknya itu dan meminta maaf dan menceritakannya bagaimana Shido bisa
diterlantarkan. Shido pun memaafkan ayahnya. Karena itu raja Daigo membawa
anaknya dan Dian di kerajaannya. Ratu sangat bahagia bahwa anaknya Shido yang dulu
diterlantarkan sudah tiba kembali kekerajaan. Akhirnya Shido dan Dian hidup bahagia
bersama ayah dan ibunya Shido.

Karya : Abin
TINJU SUPER RENDI

Panggil saja aku Rendi. Aku anak kelas 1 SMP yang bertubuh gempal. Hobiku
makan, aku bisa menghabiskan 3 piring nasi setiap hari aku makan. Aku memiliki
lengan dan kepala yang sangat besar. Hobiku makan sejak aku masih kecil membulu
aku memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki orang lain, yaitu tinju super Rendi.
Kekuatan ini kumiliki karena keseringanku makan sayur genjer masakan ibuku.
Ternya genjer memberikan kekuatan super itu.
Suatu ketika di saat aku berburu bersama eman – teman di sebuah hutan, kami
dihadang oleh raksasa yang jahat aku melawan raksasa. Aku sejak kecil memiliki
kekuatan yang tidak dimiliki orang lain.
Hobiku makan . Aku bisa menghabiskan 2 piring nasi setiap hari. Maka aku
punya kekuatan yang bisa menolong orang lain. Aku punya kekuatan untuk melawan
raksasa itu. Raksasa itu sangat jahat tiba – tiba dia jadi baik
Aku punya kekuatan sejak kecil, sejak kecil aku selalu dilatih sama orang ibuku.
Ibu sangat sayang ibu baik aku dikasihi sama ibuku, ibuku sangat baik.
Jalan –jalan ke hutan ada suara anak – anak minta tolong, aku menolong anak
kecil itu. Anak kecil itu berterima kasih lalu berjalan – jalan ketemu raksasa jahat,
aku melawan raksasa jahat itu lagi sampai musnah.

Karya : Rendi Ramadhani


CERITA FANTASI
KELAS : VII-4
KELOMPOK : 5
MANUSIA SERIGALA

Disebuah kota kecil tinggalah seorang anak yang bernama Dino, Dino tinggal
bersama ayah dan ibunya. Dan Dino seorang siswa kwlas VI SD.
Pada pagi hari Dino ingin berangkat ke sekolah dan dia berpamitan kepada
ibunya, “Bu Dino berangkat ke sekolah dulu ya” pamit Dino kepada ibunya. “Ia nak”
jawab Dino. Dino pun langsung mengambil tasnya.
Sesampainya di srkolah Dino langsung masuk ke dalam kelasnya dan dia lupa
kalau hari ini ia bertugas untuk membersihkan kelas dan temannya pun
mengingatkannya, dan dia langsung mengambil sapu untuk membersihkan kelas Dino
pun menyusul teman – temannya.
“Hai teman –teman” Sapa Dino. “Hai juga” jawab salah satu temannya. “Tadi
aku habis membersihkan kelas” jawab Dino Bel sekolah pun berbunyi, Dino dan teman
– temannya masuk ke dalam kelasnya, lalu pak guru datang sambil mengucapkan
“Selamat pagi anak – anak” kata pak guru sambil berjalan dan ingin duduk “Pagi pak”
jawab semua murid dengan serentak. “Hadir semua “ tanya pak guru. “Hadir Pak”
jawab semua murid. “Oke bagus “ kata pak guru “Ada tugas kita pagi ini “ tanya pak
guru. “Ada pak” jawab seluruh murid. “Oke keluarkan tugasnya “ kata pak guru. “Baik
Pak” jawab murid.
Pak guru pun keliling untuk melihat tugas murid – muridnya dan pak guru
berhenti dimejanya Arif. “Mana tugasmu Arif “ tanya pak guru kepada Arif. “Belum
siap pak” Jawab Arif. “Kenapa kamu belum siap” tanya pak guru. “Lupa pak” kata Arif.
“Keluar kamu” kata pak guru. “Ia pak “ kata Arif. “Untuk yang di dalam kelas silahkan
dikumpul tugasnya “, kata pak guru.
Kemudian loncengpun berbunyi waktunya istirahat dan anak – nak pun langsung
keluar kelas termasuk Dino dan teman – temannya pergi ke kantin untuk membeli
makanan. Sesampainya di kantin Dino memesan makanan dan minuman Dino memesan
nasi dan es teh. Setelah di kantin Dino dan teman – temannya langsung jalan menuju ke
kelasnya. Sesampainya di kelas mereka duduk bersama teman lainnya.
Sesampainya di rumah Dino langsung masuk ke kamar untuk mengganti baju,
selesai mengganti baju, Dino langsung menghampiri ibunya. “Ibu “ kata Dino. “Ia nak,
ada apa “ kata ibu. “Ayah sudah pulang bu “ kata Dino “Belum Nak” kata ibu. “Kira –
kira jam berapa ayah pulang bu” kata Dino. “paling sebentar lagi “ kata ibu. “ooooo...”
kata Dino.
Setelah agak lama menunggu akhirnya telekson mobil ayah pun berbunyi “tin,
tin, tin... “ “Yah” kata Dino sambil salam tangan ayah. “Ia Din ada apa” kata ayah. “Gak
papa yah cuman kangen aja” kata Dino.
Akhirnya pun malam tiba. Dino dan keluarganya pun masuk ke dalam rumah.
Setelah masuk ke dalam rumah Dino kelaparan lalu dia menuju ke dapur untuk
mengambil makanan sesudah mengambil makanan Dino pun kembali keruang tamu,
setibanya di ruang tamu pun menyalakan televisi, setelah lama menonton televisi cukup
lama Dino pun akhirnya ngantuk ia pun menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
Pagi pun tiba Dino langsung ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi Dino
pun memakai seragam dia bersiap – siap untuk berangkat ke sekolah. Ia pun pamit
kepada ibunya. “Bu Dino berangkat dulu ya” kata Dino. “Ia nak hati – hati ya” kata ibu.
“Ia bu” jawab Dino.
Setelah sampai ke sekolah Dino dan teman – temannya pun menuju ke kantin
untuk sarapan. Selesai sarapan Dino dan teman –temannya menuju ke kelas, mereka
duduk – duduk sekian lama duduk akhirnya bel masuk pun berbunyi. Dino dan teman –
temannya tak lama kemudian pak guru pun masuk ke kelas untuk memberi yahukan
bahwa besok akan berkemah.
Keesok harinya mereka pun berangkat berkemah naik bus. Di dalam bus mereka
bernyanyi sambil tersenyum. Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai ditempat
tujuan “Ayo nak pasang tenda kalian” kata pak guru. “Ia pak” jawab anak – anak.
Mlam pun tiba Dino dan teman – temannya disuruh mencari kayu bakar. Mereka
pun berpencar untuk mencari kayu bakar, dan tiba – tiba Dino tersesat dan ia berteriak
“Tolong..., tolong..., tolong... “ teriak Dino tidak ada satu orang pun mendengarkannya
tiba – tiba ada serigala menghampirinya dan badan Dino langsung gemetar dan tiba –
tiba serigala itu lompat dan menggigit leher Dino tak ada orang yang tahu bahwa Dino
sekarang telah menjadi manusia serigala.

Karya : Devi Tasya Arianti


PUTRI CINDAI

Disebuah kerajaan tinggalah keluarga yang dihargai oleh masyarakat sekitar,


putri Cindai adalah putri yang sangat cantik disekitar kampung – kampung ini adalah
Banjar Negeri di sana sagat menghargai putri raja. Putri rja bernama Cindai ia tidak
pernah sombong dan tidak judas. Ia sering sekali berteman dengan gadis – gadis
berada didekat kerajaan.
Pada sore hari putri Cindai pergi dengan pengawalnya. Ia pergi kesebuah hutan
yang sangat lebat dan seram. Disana ia memerintahkan bahwa ia mau sendirian.
Kemudiian ia berkata “Aku ingin kalian semua pergi dari sini, aku mau sendirian”.
Setelah ditinggal oleh seluruh pengawal ia berjalan sendirian ke tengah hutan yang
semakin gelap.
Telah di tengah hutan ia tersesat dan tidak dapat keluar dari hutan tersebut dalam
perjalanan ia berjumpa ular yang sangat besar dan ular itu berubah wujud menjadi
mausia dan ia berteriak “Tolong..., tolong..., tolong...! kemudian datanglah seorang
pangeran yang sangat tampan berkata “ada apa putri ada yang bisa saya bantu ?” “ia
saya butuh bantuan anda karena saya dikejar ular yang wujudnya berubah menjadi
manusia “kata si putri Cindai. “Baiklah kalau begitu mana ular yang berubah
wujudnya berubah menjadi manusia itu” kata pangeran. “Di sana ular yang berubah
wujud menjadi manusia” kata putri.
Kemudian pengeran bertanya “siapa nama mu?” “Nama ku Cindai, dan kamu
siapa?” tanya Cindai. Nama ku pangeran Maja dan aku anak dari kerajaan sebelah
kerajaan rumah mua “ jawab pangeran yang sudah menolong. “Bolehkah aku
mengantar kamu pulang” tanya pangeran. “Ia boleh karena aku dari tadi tersesat “
jawab putri Cindai.
Tibalah di rumah ayah si Cindai sangat marah karena pangeran anak dari raja
Salman karena ia sudah salah satu musuh yang paling dibenci oleh ayah Cindai. Ia
buruh – buruh diusir oleh pengawal karena tidak mau melihat si wajah anak Salman
itu.”Pergi kamu dan tidak usah datang ke sini lagi “ kata ayah Cindai. “Baiklah kalau
raja menyuruhku pergi aku kan pergi dan tidak akan kembali lagi”, jawab pangeran.
Pangeran telah sampai di rumah ayahnya berkata “dari mana saja kok sampai malam
begini” tanya ayah. “Ia karena aku ingin memburuh di hutan ayah” jawab pangeran ia
pun masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Pada hari minggu Cindai berjalan – jalan di taman dekat dengan rumah
pangeran. Tak sengaja pula Pangeran dan Cindai berjumpa dan mereka merahasiakan
perjumpaannya dengan ayahnya masing – masing telah lama di taman mereka berdua
pun pulang ke rumah masing – masing ayah Cindai bertanya “Dari mana saja nak,
dari tadi ayah tidak nampak “ “dari taman yah” jawab Cindai “Cindai ke sana
sendirian kan nak” tanya ayah. “Ia yah” jawab Cindai. Cindai pun masuk ke dalam
kamar beristirahat.
Malam pun tiba, Cindai mau ke rumah panran tapi Cindai takut dimarahi ayah
cindai, jadi pun Cindai mencari akal untuk menjumpai pangeran untuk memberi
makanan yang disiapkan oleh Cindai dari tadi. Cindai pun mendapatkan akal untuk
bisa keluar dari rumahnya. “Yah Cindai mau ke rumah teman Cindai yah” tanya
Cindai pada ayahnya. “Rumah teman yang dimana nak” kata ayah. “Di sebelah hutan
sana yah, ayah mengizinkan” tanya Cindai “tetapi harus dikawak ya nak” jawab ayah
Cindai. “ayah Cindai mau sendirian aja ayah tolong lah ayah” tanya Cindai. “ia ayah
mengizinkan tetapi Cindai harus hati – hati “ jawab ayah Cindai.
Di tengah perjalanan Cindai merasa ada yang aneh terasa ada orang yang
mengikutinya. Setelah Cindai melihat ke belakang rupanya Cindai diikuti oleh
raksasa bermata seribu yang sangat besar dan sangat seram. Cindai pun lari ketakutan
kaena raksasa juga mengejar Cindai dan akhirnya Cindai pun bertemu dengan
pangeran dan pangeran melawan raksasa bermata seribu itu dan akhirnya raksasa pun
kalah dan ia langsung lari ketakutan dan melarikan diri. Pangeran bertanya “kamu
kejar – kejar oleh raksasa bernmat seribu itu” jawab putri Cindai. “kamu maum ke
rumah ku untuk apa” tanya pangeran. “aku mau memberi makanan ini” jawab Cindai.
Kurasa Cindai dikejar – kejar untuk mengambil makanan ini “ kata pangeran. ‘Betul
juga pangeran” kata putri Cindai.
Akhirnya mereka pun memakan makanan yang dimasakan oleh Cindai. Setelah
makan mereka berdua pun pulang karena sudah larut malam. Setelah sampai dirumah
ayah pangeran bertanya “dari mana kamu kok tidak pamit sama ayah” tanya ayah
pangeran. “dari taman ayah di rumah suntuk tadi pun pangeran cari ayah entah
dimana jadi tidak pamit” jawab pangeran. Pangeran pun masuk ke dalam kamar
untuk beristirahat.
Ayah pangeran pun bingung terasa kayaknya mereka berjumpa. Jadi ayah ayah
pangeran adan ayah Cindai pun berjumpa untuk berbicara tentang anak – anaknya
ayah mereka berdua telah berjumpa akhirnya mau lagi bertanya - tanyaan dan
mereka berdua membicarakan pernikahan anak – anaknya. Setelah mereka selesai
membicarakan pernikahan mereka pulang masing – masing.
Setelah sampainya di rumah ayah Cindai ditanya oleh Cindai “dari mana Yah
kok ayah tidak memberi tahu ayah pergi kesana” tanya Cindai “ayah habis berjumpa
denga ayah pangeran untuk persiapan pernikahan kamu dengan pangeran “ jawab
ayah cindai “apa ayah” ayah tidak salah tapi ayah lagi musuhan denga ayah
pangeran’ tanya Cindai. Ia ayah tidak salah” jawab ayah Cindai. Akhirnya Cindai pun
setuju untuk menikah dengan pangeran.
Ayah pangeran pun sudah memberi tahu kepada pangeran dan pangeran pun
setuju. Pernikahan akan dilaksanakan. Setelah beberapa hari mreka pun akhirnya
mereka berdua pun menikah dan tinggal berdua dan tidak mau merepotkan orang
tuanya. Mereka pun hidup bahagia dan mereka memiliki dua orang anak yang
bernama Putra dan Putri. Mereka sangat bahagia.

Karya : Titik Puspita


POHON MANGGA AJA

Disebuah desa yang terpencil hiduplah seorang nenek tua yang bernama nenek
Habidah. Nenek itu tinggal dengan cucunya yang bernama Rio. Nenek itu dan
cucunya tinggal di gubuk yang sangat tua. Gubuk itu sangat kecil dan tidak patas lagi
untuk ditempati nenek Habidah dan cucunya. Si Rio ini tinggal dengan nenek habidah
karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia ketika ia masih kecil.
Dan didekat gubuk itulah tumbuh pohon mangga di samping gubuk itu dengan
berkata kepada cucunya “ternyata di samping gubuk ku ini ada pohon mangga, nenek
itu berkat kepada Rio. Siapa yang menanam pohon mangga ini. Mengapa tiba – tiba
pohon mangga yang besar ada di samping” tanya nenek Habidah kepada cucunya.
Dan si Rio menjawab dengan berkata “Rio tidak tahu siapa yang menanam pohon
mangga ini nek, kurasa mangga ini tumbuh sendiri dan tidak ada yang menanam
pohon mangga ini nek” jawab Rio.

Suatu hari nenek Habidah keluar untuk mencari kayu bakar untuk masak, kalau
nenek Habidah tidak mencari kayu bakar nenek Habidah akan memasak dengan apa,
karena nenek Habidah tidak punya kompor. Nenek Habidah hanya bisa mencari kayu
bakar dan nenek Habidah keluar untuk mencari makanan untu nenek itu makan dan
cucunya makan. Kalau nenek Habidah dan cucunya tidak makan, nenek Habidah dan
cucunya akan sakit walaupun nenek Habidah hanya makan denga singkong, tetapi
nenek Habidah dan cucunya tetap bersyukur kepada Tuhan karena nenek Habidah
dan cucunya bisa makan walaupun dengan singkong mereka tetap semangat dan
mereka tak perna lelah untuk bersyukur kepada Tuhan.
Dan si Rio ini di rumah sendirian si Rio itu masih tidur dan dia tidak tahu bahwa
nenek Habidah keluar jadi ketika dia bangun berteriak mencari nenek Habidah dari
dapur keruang depan sampai dia mencari nenek Habidah keluar gubuk.
Ketika Rio keluar dari gubuk Rio melihat pohon mangga itu. Si Rio kaget kalau
pohon mangga itu bisa ngomong. Pohon mangga berkata kepada Rio “bahwa aku
adalah jelmaan.
Aku tumbuh sendiri dan tidak ada yang menanam aku, tanya pohon mangga
kepada Rio. Terus si Rio menjawab “ooo aku adalah Rio aku tinggal di gubuk tua itu.
Aku tinggal dengan nenek ku nama nenek ku adalah Habidah. Kedua orang tua ku
telah meninggal dunia ketika aku masih kecil, dari kecil aku dirawat oleh nenek ku.
Saya sangat sayang sekali dengan nenek ku, jawab Rio kepada pohon mangga.
“Aku di sini untuk menolong kamu dan nenek mu, kamu boleh meminta apa pun
kepada aku. Aku bisa mengabulkan permintaan kamu. “jawab pohon mangga kepada
si Rio terus Rio menjawab “saya mau minta permintaan yaitu permintaan saya saya
ingin gubuk tua itu diganti dengan rumah yang sangat cantik, saya ingin
membahagiakan nenek ku” tanya si Rio kepada pohon mangga. Terus si pohon
mangga menjawab “oke aku bisa mengabulkan permintaan kamu, kamu boleh tutup
mata tunggu aku bilang buka , buka ya” terus si Rio menjawab “oke” terus si pohon
mangga berkata “kamu boleh buka mata mu” terus si Rio membuka matanya si Rio
berkata terima kasih pohon mangga kamu memang yang terbaik aku bersyukur
kepada Tuhan karena kamu bisa menolong aku.
Nenek Habidah kaget, bahwa gubuknya itu bisa berubah menjadi rumah yang
sangat cantik. Terus nenek Habidah berkata kepada Rio “siapa yang mengubah gubuk
rumah kita menjadi rumah yang sangat cantik” tanya nenek Habidah kepada Rio.
Terus Rio menjawab pohon mangga yang sudah menolong kita nek. Nenek Habidah
mendekati pohon mangga itu dengan berkata kepada pohon mangga “terima kasih
pohon mangga kamu sudah mengubah gubukku menjadi rumah yang sangat cantik
“terus si pohon mangga menjawab “sama – sama “. Terus si nenek Habidah dan
cucunya hidup dengan bahagia.

Karya : Zaskia Mia Ramadhani


RESENGGAN MILIK REGO

Disebuah desa tinggalah seorang pemuda yang bernama Rego. Dan Rego
memiliki seorang teman yang bernama Pono. Rego adalah seorang petani sayur yang
memiliki sifat baik dan sopan tetapi tidak dengan Pono yang memiliki sifat pemarah,
iri, dan dengki.
Pada suatu hari Rego bertani kebunnya Rego bertanam sayuran yang segar. Dan
Pono pun menanam sayuran yang segar juga. Suatu hari disaat Rego dan pono ingin
bertanam sayuran mereka berbincang dahulu tentang sayuran:
Hai pono ... kata Rego
Hai juga Rogo ... kata pono
Kamu mau keman No??? ... Kata Rego
Aku mau berladang Go !!! ... kat Pono
Ooo ... kita bareng yuk ? ... kata Rego
Ayuk ... kata Pono
Dan lama kemudian mereka pun sampai di ladang mereka masing – masing.
Pono terkejut melihat sayurannya pada busuk dan mati. Dan dia iri denga Rego
karena syuran Rego segar – segar dan ditulah kebencian tumbuh yang mengelilingi
tubuh atau pikiran negatif Pono ke Rego.
Dan sangking dengki lihat si Rego Pono pun mengambil racun tanaman untuk
meracun tanamannya si Rego. Dan si Pono pun selesai meracun kebun Rego. Keesok
harinya Rego pun keladang untuk melihat sayuran. Sesampainya di ladang Rego
terkejut melihat sayuran yang semalam segar menjadi busuk. Ternyata ada petani
yang melihat kelakuan Pono. Petani itu memberitahukan bahwa sahabatnya sendiri
yang membuat sayurannya seperti itu.
Rego – Rego panggil petani
Ia paman ada apa?? Tanya Rego
Semalam sore paman melihat Pono mengasih racun ke tanaman kamu .... kata
petani
Ha ??? ... Rego terkejut
Apa ian paman Pono begitu ?? tanya Rego
Ia Pono dengan kamu karena tanaman kamu segar – segar dan sehat – sehat kata
petani.
Ooo ... makasih paman atas infonya. Kata Rego ia sama – sama kata Paman.
Rego pun datamg kerumah si Pono
Pon ... Pon, Pon... kata Rego
Ia ada apa Go ... kata pono
Mereka pun bicara panjang lebar diluar rumah.
Dan Rego emosi dengan kelakuan Pono sahabatnya sendiri. Dan mereka pun
bertengkar dengan kekuatan / kekuasaan kata Pono besok kamu jumpai saya diladang
Dan disaat Rego jalan pulang ada kakek – kakek yang hampir ketabrak mobil truk.
Rego pun menyelamatkan kakek itu. Terima kasih ya cuk ... kata kakek itu. Ia kek
sama – sama ... kata Rego. Dan kakek itu mengasih kantong hitam ke Rego untuk di
bawa pulang dan disimpan pesan kakek itu. Kalau ada masalah buka bungkusan itu
dan tunjukkan kepada orang yang suka ganggu kamu dan keris itu akan
mengeluarkan cahyanya.
Disaat Rego dan Pono jumpaan di ladang Rego membawa bungkusan yang
berisi keris atau yang dikasih kakek – kakek. Ternyata keris itu rasenggan untuk
Rego mereka pun bertarung dan Rego mengeluarkan kris / resenggana yang dikasih
kakek itu. Ternyata si Pono kalah dengan resenggan yang dimiliki Rego.
Kekuatan itu memiliki pancaran / cahaya yang mengeluarkan angin topan atau
badai yang menghancurkan rumah warga yang ada disekitarnya untuk menakuti si
Pono si Pono pun ketakutan. Dan maminta maaf kepada si Rego atas kesalahan yang
dibuatnya. Rego pun memaafkan Pono. Mereka pun hidup damai dan tentram.

Karya : Suci Az - Zahra


PERI MANUSIA API

Nama ku Peri umurku 12 tahun. Aku tinggal disebuah desa yang jauh
kedalaman. Aku terlahir sangat berbeda dengan anak – nak yang pada umumnya.
Disaat aku marah tubuhku akan mengeluarkan api, terkadang aku merasa sedih
karena kelainan pada hidupku tetapi juga merasa senang sebab kelebihan ini dapat
kugunakan orang lain.
Hari itu aku sedang berjalan – jalan dengan teman ku tiba – tiba sebuah pesawat
aneh muncul dan menculik dua orang temanku yang bernam Riski dan Erick aku
mengejar pesawat aneh itu aku menggunakan kekuaan apiku untuk menolong
temanku berada di pesawat aneh itu pun terjatuh di hutan. Erik Riski aku tidak ada
apa – apa. Syukurlah kalau begitu. Kita jalan – jalan lagi dan tinggalkan pesawat
aneh itu. Itu tadi pesawat apa ya? Paling pesawat aneh. Hari sudah sore dan gelap ,
udah yuk kita pulang sudah gelap ini.
Keesok harinya ada manusia besi yang jahat kami lalu aku semburkan kekuatan
api ku. Seketika manusia besi itu meleleh dengan kekuatan api mu Fer sudah yuk kita
ke hutan dipertengah perjalanan ada seorang wanita yang sedang menangis karena
ada alien yang kemarin menculik temanku. Alien itu mau menembak leser kearah
wanita itu. Hey berhenti jangan kau bunuhnya kalau kau membunhnya aku akan
menyemburkan api yang sangat panas alien itu menjawab dengsn mengucapkan hey
jangan ikut campur anak kecil kalau kau menghalangi ku kau akan ku tembak dengan
leserku ini. Alien ini pun menembak mereka berempat. Feri pun mengeluarkan api
yang dimiliki Feri alien itu kalah dengan kekuatan api yang dimiliki Feri. Alien itu
ternakar dan hangus karena kekuatan api yang panas. Kau enggak apa – apa ? ia aku
tiak apa – apa. Nama kamu siapa? Nama ku adalah putri, kau timggal dimana? Aku
tinggal di seberang sungai Musi.
Ternyata gadis itu punya kekuatan air yang sngat dahsyat, aku mempunyai
kekuatan api yang dahsyat. Pada suatu hari ada kebakaran hutan Feri, Riski, dan erik
mencari Putri yang memiliki kekuatan air, yuk kita jemput Putri. Putri oh Putri kami
minta tolong dengan kekuatan airmu itu. Apa yang terjadi? Hutan kami kebakaran.
Oh ia cepat. Kita padam kan api itu. Putri pun mengeluarkan kekuatan air tersebut.
Setelah selesai memadamkan api tiba – tiba ada monster bermata satu yang sangat
jahat dan mempunyai kekuatan itu bukan untuk merusak tapi untuk membantu orang
yang sedang butuh pertolongan. Ia aku sombong mempunyai kekuatan sakti ha ha ha
rasain anak keci....l !!! Putri ayo kita serang bersama. Yaaak!!! Monter bermata satu
itu pun menyerang dengan kekuatan penuh. Feri dan Putri pun menyerang dengan
kekuatan penuh. Monster itu semaki lemah.
Feri dan Putri terus menyerang monster itu kalah dan meledak seperti gunung
api meletus. Hore kita menang monster itu meledak seperti gunung meletus. Ayo kita
pulang tapi fer kawani aku pulang rumahku jauh aku tidak berani. Ya udah, saat
ditengah perjalanan aman setelah mereka menyebrang tiba – tiba ada ular berkepala 3
ada yang memiliki kekuata api, petir, air, dari mulutnya dia mau menyerang kita,
kayaknya dia mau menyerang kita dengan kekuatan kepala tiganya. Ayo Putri kita
serang bersama mu, ayo kita serang titik kelemahannya. Lihatlah ada berlian tetapi
terus dihalang dengan kekuatan dari kepala ular tersebut. Ular itu semaki marah terus
menyerang dengan dahsyat. Ular kepala 3 itu pun berhenti tetapi mau menyerang
Putri, tapi Putri pingsan Feri melindunginya dengan tubuhnya. Feri pun kesakitan
Feri pun sangat marah sampai mengeluarkan kekuatan api yang lebih dahsyat dari
kekuatan sebelumnya. Api itu berwarna hitam dan dhsyat. Feri pun menyerang ular
kepala 3 itu tiba – tiba ular kepala 3 itu pun melemah dan hancur. Setelah melawan
ular kepala 3 itu Feri membangunkan Putri yang pingsan gara – gara melawan ular
kepala 3 itu. Feri pun mengendong Putri ke rumah Putri Sesampainya di Rumah putri
orang tua Putri Berterima kasih karena telah melindungi Putri. Terima kasih ya nak,
telah menjaga anakku yang bernama putri.

Karya : Muhammad
Feryansyah
DANI MANUSIA BATU

Disebuah kampung tinggalah seorang anak laki – laki yang bernama Dani dan
temannya yang bernama Feri. Dani suka bermain ke hutan dan temannya Feri bersifat
baik dan Dani bersifat jahat.
Setelah itu Feri dan Dani pun bertengkar gara – gara Dani membuat masalah dan
Feri marah. Feri dan Dani pun tidak berteman lagi, gara – gara Dani yang membuat
masalah.
Pada siang hari Feri dan Dani pun bertemu dan terjadilah keributan di kampung.
Warga pun mau memisahkan Feri dan Dani tetapi gagal dan warga desa terkena
kekuatan Dani yang mempunyai kekuatan batu, dan Feri pun mempunyai kekuatan
api. Dan Dani pun terkena kekuatan api, dan Feri pun terkena kekuatan batu yang
dimiliki oleh Dani.
Setelah itu Feri dan Dani pun pulang ke rumahnya masing – masing dan
mengobati luka – luka yang parah sekali.
Pada malam hari Dani keluar dari rumahnya dan Dani pergim ke hutan untuk
mencari kekuatan , setelah itu Dani tidak menemukan kekuatan dan Dani pulang ke
rumahnya. Dan diperjalanan mau ke rumah Dani pun bertemu Feri dan terjadilah
keributan di hutan yang luas.

Karya : Muhammad Dani


Syahputra
CERITA FANTASI
KELAS : VII-4
KELOMPOK : 6
PUTRI BINTANG

Sebut saja namanya Tolen. Seoranf pemuda dari desa Hulu yang hidupnya
sangat susah ia menginginkan hidup yang layak namun belum kesampaian.
Pagi itu Tolen berputus asa, karena mencari pekerjaan kemana – mana tidak ada.
Tolen sangat sedih, dan akhirnya pergi kesebuah hutan terlarang. Yang di dalammnya
terdapat sungai dengan air yang sangat jernih dan bersih. Merenung sendirian,
kemudian matanya tertuju pada sebuah gus di tepi sungai. Ia merasa heran dengan sinar
terang yang muncul dari dalam gua tersebut. Betapa terkejutnya ketika ia melihat
seorang wanita cantik mengenakan pakaian kerajaan dalam keadaan pingsan. Kemudian
ia membantu wanita tersebut dan membawanya pulang ke desanya.
Setelah sampai di rumahnya wanita cantik itu sadar dari pingsannya. Ia
menanyakan dimana ia saat ini berada. Nama saya Putri Bintang kata wanita cantik itu.
“Darimana asalmu?” tanya Tolen. “Saya berasal dari kerajaan Bintang, saya tersesat di
hutan ini” , kata Putri Bintang. “Mengapa Putri bisa berada di dalam gua itu?” tanya
Tolen. Saya dikutuk, kekuatan saya habis dan saya tidak bisa kembali ke istana,
begitulah ceritanya jawab Putri.
“Mengapa kamu bermurung hati?” Tanya putri Bintang. “Saya sedang berputus
asa, saya tiak punya pekerjaan, hidup saya miskin” jawab Tolen. “Putri bisa membantu
kamu menjadi kaya bila kamu menginginkannya” kata putri Bintang.
“Benarkah itu?” tanya Tolen dan bersemangat.
“Ia tapi ada syaratnya!” kata putri Bintang.
Apakah syarat itu putri Bintang?” tanya Tolen.
“kamu harus bertapa di bukit Benawa dan tidak boleh makan atau pun minum
selama 3 hari 3 malam” kata putri Bintang. “Apakah kamu sanggup?” tanya putri
Bintang.
“Ia aku sanggup putri asal aku bisa menjadi kaya raya” kata Tolen. Baiklah nanti
malam kau harus berangkat dan harus sampai sebelum matahari muncul.” Kata putri
bintang. Hari itu Tolen segera berangkat menuju bukin Benawa. ‘Akhirnya aku sampai
juga sepertinya disini tempat yang nyaman untuk betapa. “Aku ingin beristirahat di
bawah pohon jati itu. “ssss....hah ada ular, “seketika itu Tolen langsung lari terbirit –
birit. “Tunggu jangan takut aku adalah seekor ular penunggu bukit ini aku akan
mengabuli permintaan kamu. Aku adalah jelmaan seorang putri namaku Nagin.
“Benarkah kamu ingin menjadi orang yang kaya.? Tanya ular tersebut.
“Ia itu memang keinginanku.”jawab Tolen. “Boleh tetapi ada syaratnya, kau
harus menjadi budakku selama turunan, apa kau sanggup, “tanya ular itu. “sanggup asal
kau menuruti kemauanku, “kata Tolen. Baiklah kau sekarang sudah menjadi budakku .
Aku akan mengabulkan permintaanmu. Terima kasih hamba akan menuruti kemauan
tuan putri, “kata Tolen.
“Baiklah kau sekarang sudah menjadi budakku aku akan mengabulkan
permintaanmu. “terima kasih hamba akan menuruti perintah tuan putri , kata Tolen.
“Baiklah kau boleh kembali ke desamu, kata siluman ular itu. Tolen pun bergegas
pulang. Ditengah perjalanan . “Aduh .... lapar sekali perutku, tenggorokan kering sekali.
Tidak ada makanan di daerah hutan ini. “wah ada pisang di depan sana. Tapi nanti ada
yang punya, tapi siapa yang punya pohon pisang ditengah hutan terlarang ini. Ah anbil
saja deh, lapar sekali perutku. Kemudian munculah seekor monyet. “Hei mau kau
apakan makananku? Aku pemilik hutan disana itu. “Hah, ternyata kau monyet, kata
Tolen. “Saya Momon bukan monyet”. “Oh ia – ia Momon monyet yang rakus. “apa?
dasar pencuri kembalikan pisang itu dasar pencuri.” Lapar sekali perutku bolehkah saya
makan sebiji saja. Bolehkah?” Baiklah karena aku aku kasihan padamu, aku
perbolehkan kau makan pisang itu hingga perutmu kenyang.
Terima kasih Momon sahabatku, kata Tolen.” Hah, sahabat, tanya Momon, ia
sahabat. Terima kasih karena sudah membantuku. Jawab Tolen. “Bagaimana apakah
perutmu sudah kenyang? Tanya Momon. “Ia sudah terima kasih sobat. Aku pergi dulu.
Selamat tinggal Momon, kata tolen. Tak lama kemudian sampailah Tolen ke desa
aslanya. “Akhirnya sampai desa juga. Rindu sekali dengan desa kebanggaanku. “Hai
Nero apa kabar kucing kesayangan.
“Aku baik – baik saja Tolen” kata Nero.
“Dimana majikanmu Nero , aku ingin bertemu.
“Baiklah tunggu disini sebentar akan aku panggilkan tuanku.” Kata Nero.
“Ada apa Nero.”kata selamet sang majikan.
“Di luar ada Tolen ingin bertemu dengan tuanku. “kata Nero.
“Dari mana saja kamu Tolen. “kata Selamet.
“Aku dari sebuah hutan terlarang. “jawab Tolen. “Buat apa kau kesana tolen?
“tanya Selamet. “Aku bertapa di gunung Benawa. “jawab Tolen.
‘Hah betapa? Buat apa’ tanya Selamet. “Ya agar aku bisa kaya raya. ‘jawab
Tolen. Banyak rintangan telah ku lewati tinggal menunggu hasilnya,”
“Ia sudah aku permisi pulang dulu.”kata Tolen.
‘Baiklah jawab Selamet. Sesampainya di rumah.
‘Assalamu’alaikum putri. “Kata Tolen
“Wa’alaikum salam kamu sudah kembali.
“Sudah aku dapatkan semuanya, aku akan menikahimu Putri Bintang. “kata
tolen.
“baiklah Ku minta satu syarat lagi. “jawab Putri Bintang.
“Hah syarat lagi.”tanya Tolen. “Apa itu Putri cantik.
“Kamu harus membawa ku ke tengah hutan tepat pada tengah bulan purnama.
Wujud ku akan berubah menjadi sebuah bintang yang bersinar terang dan akan menuju
ke langit.”
“Ketika bulan purnama tiba Tolen segera membawa putri Bintang ke tengah
hutan. Tiba – tiba aduh.... lemah sekali tubuhku! teriak puri Bintang sambil kesakitan.
“Ada apa Putri , mengapa kelihatannya badanmu pucat sekali. Kekuatan ku
melemah aku tidak bisa merubah wujudku.
“Baik Putri aku akan menjaga mu sampai kau sekesai bertapa dan kekuatanmu
kembali seperti semula istriku. Tak lama kemudian.
“Kekuatanku sudah kembali seperti, aku akan kembali ke asalku. Aku akan
pulang ke istana Bintang untuk selamanya.
“Apa yang kau lakukan Putri, teriak tolen.
“Lalu bagaimana nasibku? Tanya Tolen.
“Putri berkata “Akan ku titipkan seekor kucing yang akan menjagamu , ia akan
menolongmu, kucing itu akan membawa keberkahan bagimu. Anggap saja kucing itu
adalah diriku. “bila kau merindukan aku pada saat malam hari kau akan melihatku
bersinar di atas sanaakulah putri Bintang. “mengapa kau pergi secepat ini. “kata Tolen.
“Kekuatanku sudah kembali dan kutukanku sudah lepas, aku harus kembali ke
asalku. Akhirnyapun Putri merubah wujudnya menjadi bintang dan terbang menuju
angkasa. Tolen sangat bersedih, harus berpisah dengan wanita yang ia sayangi. Tetapi
dia sadar dua kehidupan yang berbeda alam tidak akan bisa dipersatukan.
Sekian.

Penulis: Aulia Putri Azwa


Raksasa Berwarna Merah

Disebuah desa ada anak yang bernama Purba. Ia berkemah di hutan. Purba
melihat raksasa yang berwarna merah di pohon kerving. Purba sangat takut teman –
teman Purba mencari kayu bakar. Purba bersama satu temannya yang baik
mengawani Purba di hutan.
“kawannya Purba melihat monyet yang bergantung – gantung di pohon yang
sangat banyak yang berkeliaran di hutan. Monyetnya mengeluarkan suara yang begitu
kuat dan kencang.
“Tiba – tiba datang raksasa berwarna merah yang sangat seram menghampiri
Purba dan temannya. Purba pun ketakutan tetapi denga berani dia menghadapi
raksasa tersebut. Purba terkejut dan akhirnya ia berlari terbirit – birit, sang raksasa
pun mengejar Purba dan teman – temannya. Purba terjatuh dan kakinya terkilir sang
raksasa menangkap Purba.
“Raksasa berkata akan kujadikan kau makanan siangku” Perba ketakutan ia
berkata, “jangan kau makan aku, aku mohon kata Purba sambil ketakutan.” Purba pun
dibawa sang raksasa ke sebuah guayang sangat gelap. Didalam gua tersebut sudah
tersedia air panas yang mendidih. Tiba – tiba terdengar suara pijakan kaki , ternyata
teman Purba yang mengendap – ngendap untuk masuk ke dalam gua tersebut.
Kemudian teman Purba menyelamatkan Purba dan akhirnya mereka lari terbirit –
birit. Sang raksasa tidak menyadari bahwa Purba sudah lepas dari cengkramannya.
“Kemana makan siangku, kemana dia pergi, “teriak raksasa. Kemudian
sampailah mereka disebuah sungai