Anda di halaman 1dari 12

FO-UGM-BI-07-

No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

PROPOSAL PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM POIN 2


ACARA 2.1.1
Perhitungan Jumlah Gelembung Udara pada Laju
Fotosintesis Tanaman Hydrilla verticillata

Disusun oleh:

Nama : Muhamad Bahrul Hikam

NIM : 20/462727/PT/08644

Golongan/Lab : Senin Genap/BAB

Asisten : Eria Rosanti Nugrahening Hastami

LABORATORIUM BIOLOGI UMUM


FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2020

I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

Pada tahun 1799, seorang dokter berkebangsaan Inggris bernama Jan


Ingenhousz berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan
oksigen (O2). la melakukan percobaan dengan tumbuhan air Hydrilla
verticillata di bawah corong kaca bening terbalik yang dimasukkan ke dalam
gelas kimia berisi air. Jika Hydrilla verticillata terkena cahaya matahari,
maka akan timbul gelembung-gelembung gas yang akhirnya mengumpul di
dasar tabung reaksi. Ternyata gas tersebut adalah oksigen. Beliau juga
membuktikan bahwa cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis dan
hanya tumbuhan hijau yang dapat melepaskan oksigen (Irsyadi 2011)

Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan dan ganggang hijau


yang bersifat autotrof. Artinya, keduanya mampu menangkap energi
matahari untuk menyintesis molekul-molekul organik kaya energi dari
prekursor anorganik H2O dan CO2. Sementara itu, hewan dan manusia
tergolong heterotrof, yaitu memerlukan suplai senyawa-senyawa organik
dari lingkungan (tumbuhan) karena hewan dan manusia tidak dapat
menyintesis karbohidrat. Karena itu, hewan dan manusia sangat bergantung
pada organisme autotrof (Irsyadi 2011)

Alasan dilakukannya praktikum perhitungan gelembung udara yang


dihasilkan oleh tanaman air Hidrilla Verticillata ini adalah: Pertama,
praktikum membangkitkan motivasi belajar mahasiswa. Kedua, praktikum
mengembangkan ketrampilan dasar melakukan eksperimen. Ketiga,
praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Keempat, praktikum
menunjang materi pelajaran. Selain itu praktikum dalam perkuliahan biologi
dapat membentuk ilustrasi bagi konsep dan prinsip biologi. Dari kegiatan-
kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang
pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan. Pentingnya melakukan
praktikum ini adalah untuk mengetahui secara jelas bahwa tumbuhan benar-
benar melakukan fotosintesis, yang menghasilkan oksigen serta pengaruh
dari larutan NaHCO3 yang mempengaruhi laju fotosintesis pada tanaman.

b. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengukur laju fotosintesis,
dengan menghitung jumlah gelembung udara yang dihasilkan tanaman air
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

Hydrilla verticillata dalam satuan watu serta mengamati pengaruh NaHCO3


pada laju fotosintesisnya.

II. METODE PRAKTIKUM


a. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini diantaranya adalah
tanaman Hydrilla verticillata sebagai bahan utama, kemuadian air sebagai
media fotosintesis tanaman, dan juga larutan NaHCO3 untuk mempercepat
laju fotosintesis pada tanaman Hidrilla Verticillata. Kemudian alat yang
digunakan dalam praktikum ini yaitu gelas beker sebagai wadah dari
tanaman Hydrilla verticillata, corong untuk memfokuskan hasil fotosintesis,
tabung reaksi agar hasil fotosintesis tidak keluar bebas, pipet tetes untuk
menambahkan larutan NaHCO3 dan stopwatch dari hand phone untuk
menghitung interval waktu yang telah ditentukan.

b. Cara Kerja

Langkah pertama dari acara praktikum ini yaitu dua buah tangkai
tanaman Hydrilla verticillata dimasukkan kedalam corong, dimana posisi
pangkal bagian batang tanaman menghadap keatas. Selanjutnya corong yang
telah diisi oleh tanaman dimasukkan kedalam gelas beker. Kemudian corong
ditutup dengan tabung reaksi. Selanjutnya gelas beker diisi air sebanyak 800
mL. Yang perlu dicatat adalah tidak boleh ada gelembung pada tabung reaksi
karena akan menghasilkan jumlah gelembung yang berbeda dengan hitungan
aslinya.
Pada praktikum ini digunakan empat gelas beker. Dua gelas beker untuk
perlakuan gelap yang diletakkan dibawah meja dan dua gelas beker untuk
perlakuan terang yang diletakkan di dekat jendela yang terkena sinar
matahari. Selanjutnya dari masing-masing perlakuan gelap dan perlakuan
terang diambil 1 gelas beker yang kemudian dihitung jumlah gelembung
masing-masing perlakuan pada interval waktu 3 menit, 6 menit, dan 9 menit
menggunakan stop watch di hand phone.
Sedangkan 2 gelas beker pada perlakuan gelap dan perlakuan terang
lainnya dihitung jumlah gelembung udaranya pada interval waktu yang sama
yaitu 3 menit, 6 menit, dan 9 menit. Namun sebelumnya masing-masing
perlakuan gelap dan perllakuan terang sudah diberi 2 tetes larutan NaCO3.
Selanjutnya gelembung dihitung dan dimasukkan kedalam data percobaan.

III. DATA EKSPERIMEN


FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

Grafik Perlakuan dalam Ruangan dan Grafik Perlakuan di


Luar Ruangan

Dibawah ini adalah percobaan pengamatan laju fotosintesis


Hidrilla Verticillata dengan NaHCO3 dan tanpa NaHCO3 pada
perlakuan di dalam ruangan.
1.1 Tabel Uji Laju Fotosintesis Hidrilla Verticillata di Luar Ruangan

Perlakuan Ulangan Tanpa NaHCO3 NaHCO3


3 mnt 6 mnt 9 mnt 3 mnt 6 mnt 9 mnt
Dalam Ruangan 1 1 gel 4 gel 4 gel 3 gel 5 gel 8 gel
2 2 gel 5 gel 8 gel 5 gel 10 gel 14 gel
Rata-rata 2,5 4,5 6 4 7,5 11

GRAFIK UJI LAJU FOTOSINTESIS HIDRILLA VERTICILLATA DALAM


RUANGAN
16

14

12

10

0
Menit 3 Menit 6 Menit 9

1 Tanpa NaHCO3 1 NaHCO3 2 Tanpa NaHCO3 2 NaHCO3

Dari tabel dan grafik diatas dapat kita lihat bahwa jumlah gelembung dari
fotosintesis tanaman Hidrilla Verticillata dalam ruangan yang diberi larutan
NaHCO3 menghasilkan gelembung yang lebih banyak dibandingkan
perlakuan tanpa larutan NaHCO3.
Dibawah ini adalah tabel dan grafik pengamatan laju fotosintesis tanaman
Hidrilla Verticilata diluar ruangan sehingga terkena cahaya matahari secara
langsung dengan membandingkan dua perlakuan dengan NaHCO3 dan tanpa
NaHCO3.
1.2 Tabel Uji Laju Fotosintesis Hidrilla Verticillata di Luar Ruangan
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

Perlakuan Jumlah Gelembung


Ulangan 1 0 100 140
Tanpa NaHCO3 Ulangan 2 0 175 508
Rerata 0 137,5 324
Ulangan 1 0 127 292
NaHCO3 Ulangan 2 8 628 1.428
Rerata 4 377,5 860
Waktu (detik) 3 6 9

GRAFIK UJI LAJU FOTOSINTESIS HIDRILLA VERTICILLATA


DALAM RUANGAN
2500

2000

1500

1000

500

0
Menit 3 Menit 6 Menit 9

1 Tanpa NaHCO3 1 NaHCO3 2 Tanpa NaHCO3 2 NaHCO3

Dari tabel dan grafik di atas dapat kita ketahui bahwa jumlah gelembung
yang dihasilkan oleh perlakuan tanaman Hidrilla Verticillata yang diberi
larutan NaHCO3 menghasilkan gelembung yang lebih banyak dibandingkan
perlakuan tanpa NaHCO3. Hasil dari perlakuan yang diberi larutan
NaHCO3 mengasilkan gelembung yang sangat banyak, bahkan di menit
yang ke-9 jumlahnya mencapai ribuan.

IV. PEMBAHASAN
NaHCO3 atau Natrium Bikarbonat atau baking powder memiliki
peranan dalam proses fotosintesis sebagai katalisator. Jadi NaHCO3 ini bisa
mempercepat laju fotosintesis. Pada percobaan ingenhousz yang
menggunakan baking powder akan menghasilkan gelembung oksigen lebih
banyak. Jika kita mencampurkan NaHCO3 ke dalam air (H2O) pada
percobaan ingenhousz, maka akan terjadi reaksi kimia seperti berikut:
NaHCO3 + H2O –> NaOH + CO2 + H2O
Bisa dilihat bahwa NaHCO3 yang dicampurkan ke dalam air akan
menghasilkan CO2 (karbondioksida). CO2 sendiri merupakan bahan baku
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

dari fotosintesis. Jumlah CO2 semakin banyak di dalam air, sehingga hasil
fotosintesis (O2) pun akan semakin banyak pula. NaOH yang bereaksi
dengan H2O akan menyebabkan suhu lingkungan meningkat (terjadi reaksi
eksoterm), sehingga mempercepat laju fotosintesis. Semakin lama waktu
yang diberikan maka jumlah gelembung yang dihasilkan akan semakin
banyak pula karena klorofil akan terus bekerja menghasilkan O2 yang
semakin banyak terlebih lagi apabila ditambah dengan NaHCO3 maka laju
fotosintesisnya akan lebih cepat (Ardiansyah 2012)
Hasil praktikum tanaman Hidrilla Verticillata dalam ruangan dengan
perlakuan ditambah NaHCO3 menghasilkan gelembung dengan rata-rata
yang lebih banyak dibandingkan perlakuan tanpa NaHCO3. Hal ini juga
terjadi pada perlakuan tanaman Hidrilla Verticillata diluar ruangan dengan
perlakuan ditambahkan NaHCO3 menghasilkan rerata gelembung yang
sangat banyak dibandingkan perlakuan tanaman tanpa larutan NaHCO3.
Bahkan di menit ke-9 jumlahnya mencapai ribuan gelembung. Hal Ini
menunjukkan bahwa peran cahaya matahari dan juga NaaHCO3 sangan
berpengaruh dalam proses fotosintesis ini. Fotosintesis dipengaruhi oleh
beberapa faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-faktor yang
mempengaruhi fotosintesis adalah sebagai berikut (Wawang, 2013).
- Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di uadara, maka laju fotosintesis
akan semakin meningkat.
- Klorofil, semakin banyak jumlah klorofil dalam daun maka proses
fotosintesis akan berlangsung lebih cepat. Pembentukan klorofil
memerlukan cahaya matahari.
- Cahaya, intensitas cahaya yang cukup diperlukan agar fotosintesis
berlangsung dengan efisien.
- Air, ketersediaan air mempengaruhi laju fotosintesis karena air
merupakan bahan baku dalam proses ini.
- Suhu, umumnya semakin tinggi suhunya, laju fotosintesis akan
meningkat demikian juga dengan sebaliknya. Namun bila suhu terlalu
tinggi, fotosintesis akan berhenti karena enzim-enzim yang berperan
dalam proses fotosintesi akan rusak. Oleh karena itu tumbuhan
menghendaki suhu optimum (tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi) agar
fotosintesis berjalan secara efisien (Wawang, 2013).

V. DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2011), Sistem Respirasi Tumbuhan, tersedia :


http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0
075%20Bio%202-8b.htm, diakses : tanggal 1 November 2020.
Sulaksono, T. P. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis.
Diakses dari http://digilib.unila.ac.id/4607/ [1 November 2020]
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

Frankel, J. R., Wallen N. E. & Hyun, H. H. (2012). Photosintesis Plan and


Respiration : McGraw-Hill.
Folashade, A. & Akinbobola, A. O. (2009).
Gazmararian, J.A., Curran , J .W., Parker, R.M., Bernhardt, J.M. &
DeBuono, B.A. (2005). Eksperion Science Bio: An
American Journal,28 (3), hlm. 317-322.

VI. LAMPIRAN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM


ACARA 2.1.1
Menghitung Jumlah Gelembung Udara yang dihasilkan pada
Laju Fotosintesis Potongan Tanaman Hydrilla verticillata
dengan dan Tanpa Larutan NaHCO3
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

Disusun oleh:

Nama : Muhamad Bahrul Hikam

NIM : 20/462727/PT/08644

Golongan/Lab : Senin Genap/BAB

Asisten : Eria Rosanti Nugrahening Hastami

LABORATORIUM BIOLOGI UMUM


FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2020
ACARA 2.1.1
Menghitung Jumlah Gelembung Udara yang dihasilkan pada
Laju Fotosintesis Potongan Tanaman Hydrilla verticillata
dengan dan Tanpa Larutan NaHCO3

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

B. Tujuan
II. TINJAUAN PUSTAKA
III. METODE
A. Alat dan Bahan
B. Cara Kerja
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B. Pembahasan
V. KESIMPULAN
VI. DAFTAR PUSTAKA
VII. LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Pada tahun 1799, seorang dokter berkebangsaan Inggris bernama Jan
Ingenhousz berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan
oksigen (O2). la melakukan percobaan dengan tumbuhan air Hydrilla
verticillata di bawah corong kaca bening terbalik yang dimasukkan ke dalam
gelas kimia berisi air. Jika Hydrilla verticillata terkena cahaya matahari,
maka akan timbul gelembung-gelembung gas yang akhirnya mengumpul di
dasar tabung reaksi. Ternyata gas tersebut adalah oksigen. Beliau juga
membuktikan bahwa cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis dan
hanya tumbuhan hijau yang dapat melepaskan oksigen.
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan dan ganggang hijau


yang bersifat autotrof. Artinya, keduanya mampu menangkap energi
matahari untuk menyintesis molekul-molekul organik kaya energi dari
prekursor anorganik H2O dan CO2. Sementara itu, hewan dan manusia
tergolong heterotrof, yaitu memerlukan suplai senyawa-senyawa organik
dari lingkungan (tumbuhan) karena hewan dan manusia tidak dapat
menyintesis karbohidrat. Karena itu, hewan dan manusia sangat bergantung
pada organisme autotrof.

Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel


plastida yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Sel yang
mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman, yaitu sel-sel
jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga karang (spons). Di dalam
kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membran tilakoid. Klorofil
dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. Klorofil a merupakan
pigmen hijau rumput (grass green pigment) yang mampu menyerap cahaya
merah dan biru-keunguan. Klorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap
fotosintesis yang akan dijelaskan pada bagian berikutnya. Klorofil b
merupakan pigmen hijau kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan
merah kejinggaan. Klorofil b banyak terdapat pada tumbuhan, ganggang
hijau, dan beberapa bakteri autotrof.

b. Tujuan
1. Praktikum ini bertujuan untuk mengukur laju fotosintesis dengan
menghitung jumlah gelembung udara yangdibentuk per satuan waktu oleh
tanaman air Hydrilla verticillata.
2. Selain itu, praktikum ini juga bertujuan untuk melihat hasil fotosintesis
dengan mengamati simpanan amilum dalam daun.

II. METODE
a. Alat dan Bahan
1. Tabung reaksi 5. Potongan tanaman Hydrilla verticillata
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

2. Gelas piala ukuran 200 mL 6. Larutan NaHCO3


3. Corong gelas 7. Air.
4. Pipet tetes

b. Cara Kerja

1. Gelas piala diisi dengan air secukupnya.


2. Potongan Hydrilla verticillata dimasukkan ke dalam gelas piala.
3. Corong gelas dimasukkan ke dalam gelas piala dengan posisi terbalik.
4. Potongan Hydrilla verticillata diatur sedemikian rupa sehingga ujung
potongan berada didalam corong dan menghadap ke atas (lihat gambar).
5. Potongan Hydrilla verticillata disinari dengan lampu dan tunggu sampai
terbentuk gelembung udara yang keluar dari ujung potongan.
6. Jumlah gelembung dihitung per satuan waktu dan ulangi penghitungan
sampai 3X.
7. Sumber cahaya dijauhkan dari gelas piala dan hitung jumlah gelembung
per satuan waktu, penghitungan diulangi sampai 3 X. Apakah jumlah
gelembung berkurang? kalau berkurang, apa alasannya ?
8.Ulangi langkah no. 7, tetapi dekatkan sumber cahaya kepada gelas
piala,apa yang terjadi ?
9.Teteskan larutan NaHCO3ke dalam air dan tunggu selama 5 menit
10. Kemudian, jumlah gelembung yang dihasilkan per satuan waktu
dihitung kembali. Apakah jumlah gelembung bertambah ? Bila
bertambah,apa alasannya?

III. DAFTAR PUSTAKA


Soemarto, dkk. 1979. Pedoman Praktikum Biologi Umum. Djambatan Sri
Sabani. Jakarta Anatomi dan Fisiologi Makhluk Hidup. Malang: MSREP-
SKA. Syamsuri. 2003. Biologi Jilid 2B untuk SMA Kelas IX Semester 2.
Jakarta : Erlangga
Yuliani, dkk. 2012. Penuntun Praktikum Biologi Umum.
Rachmadiarti, Fida, dkk. 2013. Biologi Umum. Surabaya
FO-UGM-BI-07-
No. Dokumen
BORANG 13
Berlaku sejak 03 Maret 2008
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Revisi 00
LABORATORIUM BIOLOGI UMUM Halaman

Anda mungkin juga menyukai