Anda di halaman 1dari 10

STASE KEPERAWATAN GAWAT DARURAT DAN KRITIS

LAPORAN PENDAHULUAN

CVD HEMORAGIK

Di Susun Oleh

Hanis Ricaldo (202016007)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN Sint Carolus

PROGRAM STUDI PROFESI KEPERAWATAN

JAKARTA 2020
STROKE HEMORAGIK
I. DEFINISI
Stroke adalah kondisi medis mengancam jiwa, yang terjadi ketika suplai darah ke
otak terganggu atau berkurang sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen
dan nutrisi (sel-sel otak mulai mati dalam beberapa menit) (Mayo Clinic, 2020)
Stroke biasa juga dikenal dengan cerebrovascular accident/ CVA atau brain attack. Stroke
terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh
gumpalan atau rupture; ketika itu terjadi, bagian otak tidak bisa mendapatkan darah (dan
oksigen) yang dibutuhkannya, sehingga otak dan sel-sel otak mati (ASA, 2020)
Stroke hemoragik terjadi karena pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah di
dalam otak. Stroke hemoragik dapat dibagi menjadi perdarahan intraserebral (ICH)
dan perdarahan subaraknoid (SAH). ICH terjadi saat pendarahan di parenkim otak,
sedangkan SAH terjadi akibat pendarahan di dalam ruang subaraknoid. Stroke hemoragik
memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Diagnosis dan pengobatan
dini penting dilakukan mengingat perluasan perdarahan yang cepat sehingga
menyebabkan penurunan kesadaran dan disfungsi neurologis secara tiba-tiba
(Unnithan; Parth Mehta, 2020).

II. ANATOMI DAN FISIOLOGI (Waugh & Grant, 2017)


A. Anatomi
KENAPA BISA TERJADI CVD HEMORAGIC ???

B. Fisiologi
Otak Anda mengendalikan semua fungsi tubuh Anda. Otak merupakan pusat dari
keseluruhan tubuh Anda. Jika otak Anda sehat, maka akan mendorong kesehatan tubuh
serta menunjang kesehatan mental Anda. Sebaliknya, apabila otak Anda terganggu,
maka kesehatan tubuh dan mental Anda bisa ikut terganggu. Seandainya jantung atau
paru-paru Anda berhenti bekerja selama beberapa menit, Anda masih bisa bertahan
hidup. Namun jika otak Anda berhenti bekerja selama satu detik saja, maka tubuh Anda
mati. Itulah mengapa otak disebut sebagai organ yang paling penting dari seluruh organ
di tubuh manusia. Selain paling penting, otak juga merupakan organ yang paling rumit.
Membahas tentang anatomi dan fungsi otak secara detail bisa memakan waktu berhari-
hari. Oleh karena itu disini kita akan membahas anatomi dan fungsi otak secara garis
besarnya saja sekedar membuat Anda paham bagian-bagian dan fungsi otak Anda
sendiri.
Seperti terlihat pada gambar di atas, otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
Cerebrum (Otak Besar)
Cerebellum (Otak Kecil)
Brainstem (Batang Otak)
Limbic System (Sistem Limbik)
1. Cerebrum
Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan
nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan
bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat
manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran,
perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ
Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini. Cerebrum secara terbagi menjadi
4 (empat) bagian yang disebut Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut
gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus
tersebut masing-masing adalah: Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus Occipital
dan Lobus Temporal.
a. Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari
Otak Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat
alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah,
memberi penilaian, kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku
seksual dan kemampuan bahasa secara umum.
b. Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor
perasaan seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.
c. Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan
kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam
bentuk suara.
d. Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan
rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan
interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.
Apabila diuraikan lebih detail, setiap lobus masih bisa dibagi menjadi
beberapa area yang punya fungsi masing-masing, seperti terlihat pada
gambar di bawah ini. Selain dibagi menjadi 4 lobus, cerebrum (otak
besar) juga bisa dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan
dan belahan otak kiri. Kedua belahan itu terhubung oleh kabel-kabel
saraf di bagian bawahnya. Secara umum, belahan otak kanan mengontrol
sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh. Otak
kanan terlibat dalam kreativitas dan kemampuan artistik. Sedangkan
otak kiri untuk logika dan berpikir rasional. Mengenai fungsi Otak
Kanan dan Otak Kiri sudah kami bahas pada halaman tersendiri.

2. Cerebellum
Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan
ujung leher bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak,
diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan,
koordinasi otot dan gerakan tubuh. Otak Kecil juga menyimpan dan
melaksanakan serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan
mengendarai mobil, gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan
sebagainya. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan
pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi,
misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam
mulutnya atau tidak mampu mengancingkan baju.
3. Brainstem (Batang Otak)
dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang.
Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut
jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan
sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat
datangnya bahaya. Batang otak dijumpai juga pada hewan seperti kadal dan
buaya. Oleh karena itu, batang otak sering juga disebut dengan otak reptil. Otak
reptil mengatur “perasaan teritorial” sebagai insting primitif. Contohnya anda
akan merasa tidak nyaman atau terancam ketika orang yang tidak Anda kenal
terlalu dekat dengan anda.
Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:
a. Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah
bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan
Otak Kecil. Otak tengah berfungsi dalam hal mengontrol respon
penglihatan, gerakan mata, pembesaran pupil mata, mengatur gerakan
tubuh dan pendengaran. 
b. Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah
kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla
mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah,
pernafasan, dan pencernaan.
c. Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak
bersama dengan formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita
terjaga atau tertidur.
Catatan: Kelompok tertentu mengklaim bahwa Otak Tengah
berhubungan dengan kemampuan supranatural seperti melihat dengan
mata tertutup. Klaim ini ditentang oleh para ilmuwan dan para dokter
saraf karena tidak terbukti dan tidak ada dasar ilmiahnya.
4. Limbic System (Sistem Limbik) Sistem limbik terletak di bagian tengah otak,
membungkus batang otak ibarat kerah baju. Limbik berasal dari bahasa latin
yang berarti kerah. Bagian otak ini sama dimiliki juga oleh hewan mamalia
sehingga sering disebut dengan otak mamalia. Komponen limbik antara lain
hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks limbik. Sistem
limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon,
memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa
senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang. Bagian terpenting dari
Limbik Sistem adalah Hipotalamus yang salah satu fungsinya adalah bagian
memutuskan mana yang perlu mendapat perhatian dan mana yang tidak.
Misalnya Anda lebih memperhatikan anak Anda sendiri dibanding dengan anak
orang yang tidak Anda kenal. Mengapa? Karena Anda punya hubungan
emosional yang kuat dengan anak Anda. Begitu juga, ketika Anda membenci
seseorang, Anda malah sering memperhatikan atau mengingatkan. Hal ini
terjadi karena Anda punya hubungan emosional dengan orang yang Anda benci.
Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera.
Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi atau tempat bersemayamnya rasa
cinta dan kejujuran. Carl Gustav Jung  menyebutnya sebagai "Alam Bawah
Sadar" atau ketidaksadaran kolektif, yang diwujudkan dalam perilaku baik
seperti menolong orang dan perilaku tulus lainnya. LeDoux mengistilahkan
sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua nafsu manusia, tempat
bermuaranya cinta, penghargaan dan kejujuran.

Peredaran Darah Otak


Otak memerima 15% curah jantung, yaitu sekitar 750 ml/ menit.
a. Peredaran darah arteri
Darah di suplai oleh 2 pasang arteri, yaitu arteri vertebralis dan arteri karotis
interna, yang bercabang dan beranatomosis menjadi circulus willisi.
b. Peredaran darah vena
Aliran darah vena dari otak terutama ke dalam sinus-sinus duramater. Sinus-sinus
ini tidak mempunyai katup dan sebagian besar berbentuk triangular.
Sistem Saraf Perifer
Sistem saraf perifer/ tepi terdiri dari:
 Saraf Spinal: terdapat 31 pasang saraf spinal (8 servikal, 12 torasik, 5 lumbal, 5
sakral dan 1 koksigis).
 Saraf Kranial: terdapat 12 pasang saraf
I.Olfaktorius (sensoris) VII.Fasial (campuran)
II.Optikus (sensoris) VIII.Vestibulokoklear (sensoris)
III.Okulomotorik (motorik) IX.Glosofaringeal (campuran)
IV.Troklear (motorik) IX.Vagus (campuran)
V.Trigeminus (campuran) XI.Aksesorius (motorik)
VI.Abdusens (motorik) XII.Hipoglosal (motorik)
 Sistem Saraf Otonom
Simpatis (keluar dari torakolumbar): menyiapkan tubuh untuk mengatasi situasi
yang penuh stres dan menyenangkan. Stimulasi simpatis menggerakkan tubuh
untuk fight (melawan) atau flight (menghindar).
Parasimpatis (keluar dari kraniosakral): memiliki kecendrungan untuk
memperlambat proses tubuh, kecuali pencernaan dan absorpsi makanan serta
fungsi sistem genitourinarius.

III. PATOFLOWDIAGRAM (tulis tangan)

IV. DIAGNOSIS KEPERAWATAN (PPNI, 2016)


Standar diagnosis keperawatan yang dapat diangkat:
1. Pola nafas tidak efektif
2. Penurunan kapasitas adaptif intrakranial
3. Gangguan mobilitas fisik
4. Risiko aspirasi
5. Risiko perfusi serebral tidak efektif
6. Risiko jatuh

V. DISCHARGE PLANNING
1. Edukasi pengertian, penyebab, faktor risiko dan penatalaksanaan stroke hemoragik.
2. Edukasi komplikasi dan gangguan neurologis yang mungkin terjadi.
3. Edukasi perawatan selama di RS dan setelah kembali ke rumah.
4. Edukasi pentingnya pengobatan dan kontrol tempat waktu.
5. Edukasi segera datang ke layanan kesehatan terdekat bila serangan berulang.
DAFTAR PUSTAKA

American Stroke Association. (2020). About Stroke. Dallas: USA.


https://www.stroke.org/en/about-stroke
Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2014). Brunner & Suddarth’s Text Book of Medical-Surgical
Nursing (13th ed.). Wolters Kluwer Health.
Hueter, S. E., McCance, K. L., Brashers, V. L., & Rote, N. S. (2019). Buku Ajar Patofisiologi
(6th ed.). Elsevier.
Mayo Clinic. (2020). Stroke: Symptoms & Cause. https://www.mayoclinic.org/diseases-
conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113
PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnosis.
Jakarta : DPP PPNI
Unnithan, A., &  Mehta, P. (2020). Hemorrhagic Stroke. StatPearls [Internet].
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559173/
Waugh, A., & Grant, A. (2017). Dasar- Dasar Anatomi dan Fisiologi Ross dan Wilson. 12th.
Ed.: Nurrachman, A. Singapore: Elsevier