Anda di halaman 1dari 1

NOTULENSI MAKTUL

PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH


Per tanggal 2/3/2021
1. Saya Bambang ristanto nim 291 ijin bertanya. Pada slide 17 ada komposisi
sumber APBD, ada Pendapatan Asli daerah, dana perimbangan dan
pendapatan lain yang sah. Nah menurut kelompok kalian , dari 3 komposisi
tersebut suatu daerah bisa dikatakan lebih maju atau lebih otonom itu
apabila prosentase pendapatan daerah terbesar tuh dari sumber yang
mana? Berikan alasan!

2. Ramudya Khoirunnisa' (40011419650307) izin bertanya. Pada slide ke 4 tadi


kan dijelaskan tentang sluitpost. Apa dampak dari sistem sluitpost sistem
perpajakan pada masa itu?

3. Ellamanda Romantika (344) izin bertanya, siapa saja yang berhak


melakukan pengawasan dalam kegiatan pengelolaan keuangan daerah? 
jawab
4. Nur Atika Naresa P (315) Pada slide 11 sudah dijelaskan bahwa
penyelenggaraan keuangan daerah diatur untuk menyelenggarakan
otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawa, diperlukan
kewenangan dan kemampuan menggali sumber keuangan sendiri, nah
bagaimana cara yang dilakukan untuk menggali sumber keuangan sendiri
tersebut?
Jawab setiap daerah dituntut untuk mengembangkan potensinya. Potensi
tersbut dikembangkan melalui pendanaan Berasal dari sumber pendapatan
daerah dari pemerintah daerah sendiri.
5. Nur Rahima Fitri (337) pajak kan ada banyak macemnya, kek ada pajak
pusat sm pajak daerah. nah, bagaimana bisa muncul jenis pajak atau
pungutan yang beragam, padahal subjek atau pelakunya hanya satu saja
(Orang Pribadi atau Badan)? Kenapa tidak diterapkan pengenaan satu jenis
pajak saja karena pada akhirnya bermuara pada subjek pajak atau
pembayar pajak itu juga ? Misal cukup diterapkan dengan pajak
penghasilan saja karena sumber yang dikenai pajak berupa penghasilan
(gaji, honor, laba atau sejenisnya) berasal dari subjek atau pembayar yang
sama meskipun digunakan untuk berbagai kepentingan atau kebutuhan
yang berbeda-beda (makan di restoran, beli barang atau aset, dan lain-lain).

6. Nadya Fahriza Febriana ( 309 ) untuk pajak daerah dan pajak tahunan
maupun masa kan berbeda, untuk sistem perhitungannya apakah sama
atau wajib pajak menghitung sendiri atau bagaimana? selain itu, untuk
pajak reklame, apakah ada ketentuan jenis reklame seperti apa yang
dikenai pajak maupun tidak dikenai pajak. Terimakasih

7. Eko Harsono S(338) pada slide 17 telah di jelaskan sedikit mengenai


apbd,apa yang menyebabkan perubahan anggaran apbd pada daerah di
setiap tahunnya dan apa yang terjadi ketika derah tersebut mengalami
surplus keuangan?

8. Ida Novisah (286) Di slide berapa gitu ada pajak hiburan dan pajak restoran,
nah misalnya di tempat karoke di dalamnya terdapat juga tempat penjualan
makanan seperti restoran gitu. Apakah kita sebagai konsumen akan
mebayar pajak keduanya atau hanya salah satunya saja?

9. Alvina Nanda Hapsari (300) pada slide ke 4 dijelaskan bahwa setelah resesi
dikeluarkan beberapa ordinasi pajak, salah satunya ada pajak vorponding
indonesia dan ordonasi vorponding, lalu apakah perbedaan pajak
vorponding indonesia dan ordonasi vorponding tersebut?