Anda di halaman 1dari 3

Ibu Sari bekerja sebagai kasir di toko bahan makanan di daerah pinggir perkotaan.

Ibu Sari
mulai mengalami gejala batuk ringan dan anosmia pada tanggal 5 Januari 2021 dan
memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas kemudian mendapatkan pemeriksaan
swab. Ibu Sari mendapatkan hasil pemeriksaan swab empat hari kemudian dengan hasil
positif. Sebelumnya, ditemukan satu kasus positif (Ibu Niken) di toko tempat ibu Sari bekerja.
Ibu Sari berada di shift yang berbeda dengan ibu Niken, namun mereka sempat bertemu dan
mengobrol ketika makan siang pada tanggal 1 Januari 2021. Pada saat itu, di ruangan
tersebut juga terdapat Ibu Ita, Bapak Budi yang juga ikut makan bersama, dan Isti yang
sedang beristirahat dan duduk di lokasi yang agak berjauhan dengan menggunakan masker.
Pada tanggal 2 Januari 2021, ibu Sari bekerja seperti biasa melayani pembeli di kasir, dan
makan siang bersama Ibu Ita dan Ibu Dira. Di tempat bekerja, ibu Sari selalu menggunakan
masker ketika bekerja dan sering mencuci tangan. Setelah pulang bekerja, ibu Sari juga
selalu mandi terlebih dahulu sebelum melakukan kontak dengan keluarga. Ibu Sari juga
mendengar informasi bahwa Bapak Budi mengalami demam sehingga tidak masuk kerja pada
tanggal 4 Januari 2021 Informasi : Ibu Sari (40 th) tinggal serumah dengan suami, Bapak Tio
(45 th) yang memiliki asma dan saat ini tidak bekerja, 2 orang anak usia 3 th dan 10 th, serta
Ibu Asri (65 th). Rumah Ibu Sari memiliki 3 ruang kamar tidur dan 1 kamar mandi. Pada
tanggal 31 Desember 2020, Ibu Sari dan keluarga merayakan tahun baru bersama di rumah
dengan keluarga adiknya yang tinggal di kecamatan yang berbeda.

Pertanyaan :

1. Apakah ibu Sari memerlukan perawatan di RS untuk perawatan COVID-19? Jelaskan


alasan!
Jawaban : tidak harus, karena masih ringan. Isolasi bias di fasilitas lain.
2. Apakah ibu Sari dapat melakukan isolasi mandiri di rumah? Jelaskan alasan!
Jawaban : tidak boleh, karena ada suaminya yang komorbid dan ada lansia, ditambah
kamar mandi Cuma ada 1
3. Siapa saja yang termasuk kontak erat ibu Niken? Bagaimana tata laksana untuk
kontak erat tersebut?
4. Siapa saja yang termasuk kontak erat ibu Sari? Bagaimana tata laksana untuk kontak
erat tersebut? Keluarga 1 rumah. Pembeli yang kontak tanggal 3-4. Kalau keluarga yg
tahun baruan bareng gak masuk.
5. Bagaimanakah cara Anda untuk mendapatkan data kontak erat dari Ibu Sari dengan
semaksimal mungkin?
- Wawancara kontak erat via telp atau WA. Kalau gak mau, datengin ke rumah
- Identifikasi pembeli yang mungkin kontak sama Ibu Sari
- Interaksi yang memungkinkan dalam aktivitas sehari-hari (belanja sayur, dll.)
6. Bantuan apa saja yang dapat diberikan untuk Ibu Sari agar dapat melakukan isolasi
dengan baik?
- Perlu memastikan cara isolasi mandiri, kalua belum ngerti petugas kesehatan
kasih konseling ke bu sari plus keluarga
- Kalau di PKM ada layanan konseling, bisa minta ibu sari konseling
- Logistic dan psikologis
Bapak Anton (45 th) bekerja di bagian produksi sebuah pabrik konveksi. Kamis sore lalu
bapak Anton berniat melakukan perjalanan ke luar kota dan melakukan pemeriksaan rapid
antigen sebagai syarat perjalanan. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, Bapak Anton
dinyatakan positif sehingga tidak dapat melakukan perjalanan dan dirujuk ke puskesmas
terdekat untuk melakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan
adanya gejala ataupun tanda bahaya sehingga Bapak Anton diminta untuk melakukan isolasi
mandiri selama minimal 10 hari dan akan dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan swab 2
hari kemudian. Setelah beberapa kali undangan untuk melakukan swab ke Puskesmas tidak
dihadiri oleh Bapak Anton, petugas Puskesmas pada hari Senin (11 November) melakukan
kunjungan ke rumah Bapak Anton, dan ditemui oleh istrinya. Bu Anton menyampaikan bahwa
Bapak Anton sedang bekerja dan baru pulang di sore hari. Di rumah tersebut Bapak Anton
tinggal bersama Ibu Anton (45 th) dan tiga anak yaitu Andika (17 th), Bunga (12 th) dan Cindy
(10 th). Ibu Anton merasa Bapak Anton sehat-sehat saja dan selama ini tidur di kamar yang
sama.

Ibu Anton : Ibu Anton merupakan pedagang sayur di pasar pagi. Stan ibu Anton bersebelahan
dengan ibu Neneng dan ibu Siti dengan jarak sekitar 1 meter. Pada tanggal 5 November ibu
Anton sempat mengalami sesak dan demam tetapi tidak berobat karena sudah merasa sehat
keesokan harinya. Ibu Anton tidak nyaman menggunakan masker karena kebisingan di pasar
membuat sulit berkomunikasi jika menggunakan masker. Ibu Anton diperiksa dengan rapid
test antibody pada tanggal 12 November dengan hasil reaktif dan dilanjut swab bersama
dengan Bapak Anton pada 13 November. Pada tanggal 16 November hasil swab keluar
dengan hasil positif untuk keduanya. Ibu Anton memiliki penyakit hipertensi.

Andika: Andika seorang pelajar yang saat ini melakukan pembelajaran daring. Andika biasa
berkumpul dengan teman sebayanya di sebuah warung kopi bersama Fitra, Garry dan
Hangga. Hasil pemeriksaan rapid antibody Andika non reaktif.

Bunga dan Cindy : Bunga seorang pelajar yang saat ini melakukan pembelajaran daring.
Bunga dan Cindy lebih suka menghabiskan waktu di rumah dan bermain game di gadget.
Sesekali Bunga dan Cindy bermain ke tetangga sebelah bersama Lita yang merupakan anak
ibu Kusni. Hasil pemeriksaan rapid antibody Bunga dan Cindy non reaktif.

1. Apakah Bapak dan Ibu Anton dapat melakukan isolasi mandiri di rumah?
Bisa. Karena tidak ada gejala. Mesti dicek lagi di rumah, apakah kriteria kelayakan
isolasi mandiri bisa dipenuhi. Kalau Ibu Anton karena ada komorbid, bisa disarankan
untuk gak isolasi mandiri di rumah / harus di fasilitas khusus.
2. Berdasarkan narasi siapa saja yang termasuk kontak erat Bapak Anton? Bagaimana
tata laksana untuk kontak erat tersebut?
Jawaban : Ibu Anton, Anak-anak, Pekerja yang kontak di pabrik. Tata laksana 
lakukan tracing dengan rekan kerja, lalu anak-anaknya di karantina di kamar terpisah
14 hari sejak kontak terakhir dengan pasien. Ibu Anton harus isolasi di fasilitas. Kalau
anak-anaknya bergejala bisa di PCR, atau kalau jatah tes PCR banyak bisa disaranin
anak-anak buat PCR.
3. Berdasarkan narasi siapa saja yang termasuk kontak erat Ibu Anton? Bagaimana tata
laksana untuk kontak erat tersebut?
4. Jika Ibu Kusni menuntut keluarganya untuk dilakukan pemeriksaan rapid antibody ke
Puskesmas, apakah tindakan tersebut tepat?
Jawaban : kalau anaknya PCR terus positif, baru di tes. Tapi kalau gak, sebenernya
gabisa langsung minta tes. Kalau masih cemas, cukup karantina 14 hari.
5. Pada kasus tersebut, siapakah yang kemungkinan lebih dulu terinfeksi COVID-19?
Jawaban :
Ibu Anton, karena bergejala duluan walaupun gak berobat. Infeksinya Ibu Anton bisa
jadi 5 hari sebelum keluar gejala di tanggal 5 Nov.
6. Bagaimanakah cara Anda untuk menggali data kontak erat dari Bapak Anton dengan
semaksimal mungkin?
- Tanya aktivitas yang memungkinkan kontak dengan orang lain (di tempat makan,
tempat kerja, tetangga, warung, dll.)
- Tanya ketemu siapa aja
- Kalau perusahaannya agak tertutup, 1) bisa kerja sama dengan satgas atau lintas
sector lainnya kaya RT, RW, Lurah, Babinsa, Babinkamtibnas