Anda di halaman 1dari 11

Anda dapat turut memberikan suara untuk

[Sembunyikan]
menentukan lisensi hak cipta baru bagi proyek- [Bantulah kami
proyek Wikimedia (pemungutan suara berakhir menerjemahkan!]
pada 30 April 2009). Berikan suara sekarang!

Penyakit kulit
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari


Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi
artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Kulit dan apendicesnya merupakan struktur kompleks yang membentuk


jaringan tubuh yang kuat dan keras. Fungsinya dapat dipengaruhi oleh
kerusakan terhadap struktur demikia juga oleh penyakit. Karena terdapat
banyak penyakit yang mempengaruhi kulit maka hanya yang paling sering
ditemukan saja yang akan dibahas di sini.

Kulit terdiri dari 2 lapisan


epidermis atau lapisan luar, dan dermis atau kulit sebenarnya. Terdapat
juga apendices pada kulit yang termasuk rambut dan kuku.
Daftar isi
[sembunyikan]

• 1 Epidermis
• 2 Dermis
• 3 Hipodermis
• 4 Kelenjar Keringat
• 5 Appendises
• 6 Sidik Jari
• 7 Kulit Neonatus
• 8 Terminologi Pada Kondisi Dermatologis

o 8.1 Lesi Primer

[sunting] Epidermis
Epidermis terdiri dari sel epitel yang mengalami keratinisasi yang mengandung
bahan lemak yang menjadikan kulit kedap air. Sel superfisial dari stratum ini
secara kostan dilepaskan dan diganti. Sel lain mengandung cairan berminyak.
Lapisan ketiga tediri dari sel-sel yang mengandung granula yang mampu
merefraksi cahaya dan membantu memberikan warna putih pada kulit. Lapisan
keempat mengandung sel yang memproduksi melamin, suatu bahan yang
bertindak sebagai perlindungan terhadap pengaruh sinar UV. Epidermis tidak
mengandung pembuluh darah, tetapi limfe bersirkulasi dalam ruang
interselular.

[sunting] Dermis

Dermis terdiri dari jaringan fibrosa yang lebih padat pada bagian superficial
dibandingkan bagian dalamnya. Dapat diidentifikasi 2 lapisan : yang pertama
mengandung akhiran saraf sensorik, pembuluh darah dan limfatika ; yang
kedua mengandung serat kolagen, serat elastik, glandula sebasea, glandula
sudorifera, folikel rambut dan muskulus arrektor pilli.

[sunting] Hipodermis

Ini merupakan zona transisional diantara kulit dan jaringan adiposa di


bawahnya. Mengandung sel lemak demikian juga jaringan ikat putih dan
kuning, kumparan dari sejumlah glandula sebasea dan radiks dari sejumlah
rambut.

Pemberian zat makanan dermis atau porium tergantung pada vena dan
limfatika. Baik saraf bermielin maupun tidak bermielin ditemukan dalam kulit
yang berisi organ akhir dan banyak serat saraf. Organ ini memberikan respon
sensasi panas, dingin, nyeri, gatal, dan raba ringan.

[sunting] Kelenjar Keringat

Kelenjar keringat terdiri dari glomerolus atau bagian sekresi dan duktus. Secara
relatif terdapat catu darah yang kaya dan menskresi keringat yang agak keruh,
hampir tidak berbau, hampir mengandung 99% air, dan sejumlah kecil
khlorida, urea, amonium, asam urat dan kreatinin. Berbagai tipe kelenjar
keringat ditemukan pada area seperti genetalia, anus, aksila dan puting susu
dan masing-masing juga mempunyai bau yang khas.

[sunting] Appendises
Appendises termasuk rambut dan kuku. Rambut berasal epitel dan terbentuk
dari sel tanduk yang mengalami modifikasi yang timbul dalam struktur yang
kompleks, yaitu folikel yang terletak dalam lapisan dermis yang lebih dalam.
Pada saat rambut melintasi lapisan permukaan dari dermis maka rambut
dilapisi oleh sebum yang merupakan eksresi dari glandula kecil yang terletak
berdekatan dengan batang rambut. Fungsinya adalah melumasi kulit dan
menjaga kulit tetap lentur, bertindak sebagai penolak air dan melindungi kulit
dari udara yang kering.

Kuku terdiri dari sel tanduk yang mengalami modifikasi yang bersatu dengan
kuat. Pada bagian proksimal kuku terbentuk dalam matriks kulit. Dasar kuku
terdiri dari sel prickle yang mengalami modifikasi pada mana kuku melekat
dengan kuat.

Kuku sebagian memperoleh warna dari darah dan sebagian dari pigmen dalam
epidermis terutama melanin. Sebagai penitup bagian luar maka kulit
mempunyai banyak fungsi yang tidak saja besifat protektif, tetepi juga
termasuk yang berikut :

1. Bertindak sebagai barier terhadap infeksi asal berada dalam keadaan


utuh, tetapi dapat juda dirusak oleh mikroorganisme dengan aksi dari
asam lemak rantai panjang yang ditemukan dalam kulit. Invasi bakteri
dapat juga terhalang oleh keasaman kulit.
2. Ketahanan jaringan yang kuat melindungi jaringan di bawahnya.
3. Kulit bertindak sebagai insulator (hipoderm) dan membantu mengatur
suhu tubuh. Pengendalian suhu tubuh juga merupakan fungsi dari
glandula sudorifera dan pembuluh darah. Ketika hari panas, glandula
menskresi keringat, dan penguapannya menyebabkan pendinginan ;
pembuluh darah berdilatasi untuk memungkinkan keluarnya panas
tubuh dengan meningkatkan aliran darah dekat dengan permukaan
tubuh. Ketika hari dingin, pembuluh darah berkonstriksi, menurunkan
aliran darah dan dengan demikian menurunkan kehilangan panas.
4. Karena mengandung akhiran saraf sensorik, sensasi dari kulit
memainkan peranan penting dalam mempertahankan kesehatan.
5. Sampai tingkat tertentu, kulit bertindak sebagai organ ekskresi untuk
mengeluarkan produk sampah tubuh. Karena itu memainkan peranan
dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.
6. Dalam kondisi yang sesuai, kulit mencatu vitamin D tubuh. Vitamin ini
terbentuk dengan aksi fotokimia dari sinar UV pada sterol yang diduga
diekskresikan dalam sebum.

[sunting] Sidik Jari


Sidik jari sudah terbentuk pada bulan ketiga kehidupan intra uterin dan ini
mempunyai aplikasi penting dalam genetika dan kedokteran. Masing-masing
individu mempunyai pola sidik jari tersendiri dan fakta ini digunakan sebagai
cara identifikasi polisi dan di RS tertentu. Ditemukan bahwa pada sejumlah
cacat genetika terdapat sidik jari atau sidik kaki abnormal. Misalnya pada
sindroma down (mongolisme), sidik jari yang beransa lebih sering dari
biasanya, dan pada sindroma turner terdapat lebih banyak ridge dibandingkan
keadaan normal.

[sunting] Kulit Neonatus

Kulit pada bayi neonatus ditutupi oleh bahan berminyak, yaitu verniks kaseosa
yang memperbesar mantel pelindung normal yang ditemukan pada kulit orang
dewasa. Bahan ini dihasilkan oleh hormon sek maternal yang merangsang
sekresi dari glandula kulit bayi. Pengaruh dari hormon ini berlangsung selama
beberapa bulan setelah lahir, tetapi glandula kulit bayi sendiri secara relatif
tetap inaktif hingga pubertas. Verniks harus dibiarkan lepas atau diangkat
secara perlahan-lahan. Jika kulit bersih dari verniks, maka bayi dapat
dimandikan dengan menggunakan sabun dan dikeringkandengan lembut.
Pengeringan selanjutnya dapat ditingkatkan dengan menggunakan bedak
talkum halus. Beberapa bayi dilahirkan dengan kulit kering. Hal ini tampaknya
merupakan keadaan yang diwariskan, dimana terdapat kelebihan lapisan tanduk
dan seringkali lebih sedikit dan kelenjar keringat yang kurang aktif
dibandingkan kulit normal.

[sunting] Terminologi Pada Kondisi


Dermatologis
Banyak bentuk berbeda dari lesi diuraikan dalam status dermatologis yang
menentukan penyakit spesifik. Hal ini dapat dibagi dalam bentuk yang tidak
merusak kulit (lesi primer) dan mereka yang merusak kulit (lesi sekunder).

[sunting] Lesi Primer

Makula
Hal ini merupakan perubahan dalam warna kulit. Mereka bervariasi dalam
ukuran dan bentuk, dan tampak sebagai pewarnaan pada kulit. Makula dibentuk
dari :

1. Deposit pigmen dalam kulit, misalnya frekles.


2. Keluarnya darah kedalam kulit, misalnya petekie.
3. Dilatasi permanen dari pembuluh kapiler, misalnya nevi.
4. Dilatasi sementara dari pembuluh darah kapiler, misalnya eritema.

Papula

Terdapat elevasi yang dapat diraba dari kulit yang bervariasi diameternya dari
sekitar 1-5 mm. Permukaan dapat tajam, bulat atau datar. Mereka terletak
superficial dan dibentuk dari proliferasi sel atau eksudasi cairan ke dalam kulit.

Nodul

Ini serupa dengan papula tetapi terletak lebih dalam. Mereka bervariasi dalam
ukuran dan biasanya lebih besar dibandingkan papula. Contoh daro nodul
subkutan adalah nodul rematisme akut.

Vesikel

Vesikel merupakan lepuh kecil yang dibentuk dengan akumulasi cairan dalam
epidermis ; mereka biasanya diisi dengan cairan serosa dan ditemukan pada
anak-anak yang menderita eksema.

Bula Atau Pustula

Bula merupakan vesikel besar yang mengandung serum, pus atau darah.
Mereka ditemukan misalnya pada pemfigus neonatorum.

Gelegata

Gelegata merupakan elevasi sementara kulit yang disebabkan oleh edema


dermis dan dilatasi kapiler sekitarnya. Biasanya berkaitan dengan respon alergi
terhadap bahan asing.
Lesi Sekunder

Skuama

Skuama merupakan lapisan tanduk dari epidermis mati yang menumpuk pada
kulit yang dapat berkembang sebagai akibat perubahan inflamasi. Keadaan ini
ditemukan pada psoariasis.

Krusta

Ini terbentuk dari serum, darah atau nanah yang mengering pada kulit. Masing-
masing dapat dikenal dengan warna berikut : merah kehitaman (krusta darah),
kuning kehitaman (krusta nanah), berwarna madu (krusta serum).

Fisura

Ini merupakan retakan kecil yang meluas melalui epidermis dan memaparkan
dermis. Mereka dapat terjadi pada kulit kering dan pada inflamasi kronik.

Ulkus

Ulkus merupakan lesi yang terbentuk oleh kerusakan lokal dari seluruh
epidermis dan sebagian atau seluruh korium di bawahnya.

PENYAKIT KULIT

EKSEMA INFANTIL dan MASA KANAK-KANAK

Eksema merupakan istilah yang menguraikan setiap dematosis inflamatoar


yang khas dengan adanya eritema, papula, vesikula, cairan, krusta dan skuama
pada berbagai fase resolusi. Keadaan ini melibatkan epidermis dan lapisan
vaskuler kulit.
Inflamasi disebabkan oleh beberapa iritan dalam tubuh yang menimbulkan
erupsi. Ini berasal dari kapiler. Kasus yang ringan hanya terdapat eritema dan
skuama tetepi seringkali terdapat vesikula dan keadaan basah (weeping wells).

Tampaknya terdapat faktor herediter yang kuat dan kondisi ini kambuh
sepanjang hidup. Keadaan ini juga diduga merupakan penyakit alergi. (Suatu
alergi didefinisikan sebagai perubahan reaksi jaringan pada individu tertentu
pada paparan terhadap bahan yang dalam jumlah yang sama, tidak
menimbulkan apa-apa pada yang lain). Mekanisme yang terlibat diduga adalah
sebagai berikut :

• Terdapat pembebasan histamin, suatu bahan yang kuat yang


menyebabkan kontraksi otot polos, dilatasi kapiler dan penurunan
tekanan darah
• Pembebasan bahan lain, misalnya, asetil kolin
• Reaksi antara alergen dan suatu antibodi

Eksema jarang timbul sebelum bulan kehidupan kedua dan ketiga dan sebagian
kasus hilang secara spontan pada ulang tahun kedua dan ketiga. Lebih sering
terjadi pada bayi yang diberi makanan buatan dibanding pada bayi yang diberi
ASI.

Gambaran Klinik

Lesi kulit pada awalnya tampak pada pipi, dahi dan kulit kepala, tetapi juga
ditemukan pada permukaan fleksor dari lengan dan tungkai. Pada akhirnya
mereka menyebar pada seluruh permukaan kulit. Hal ini sangat gatal dan
sebagian besar perubahan kulit timbul akibat menggaruk, menggosok dan
ekskoriasi.

Impetigo

Impetigo merupakan infeksi stafilokokus, mulai sebagai lepuh kecil yang


mengering dengan cepat untuk membentuk suatu skab dengan sebaran tepi
yang mertah basah. Pada neonatus ditemukan sebagai pemfigus neonatorum
yang nyata bulosa. Pemfigus neonatorum merupakan penyakit yang harus
dilaporkan di Inggris.
PSORIASIS

Diagnosis dengan inspeksi tidak sukar. Keadaan ini merupakan penyakit


fungsional yang cenderung diwariskan.

Gambaran Klinik

Masing-masing lesi berbatas jelas. Berwarna merah salmon dipengaruhi oleh


tumpukan sisik keperakan. Terutama mengenai siku-siku, lutut dan kulit
kepala, tetapi dapat terjadi dimanapun. Kondisi ini dapat dicetuskan oleh
infeksi seperti tonsilitis ; stres emosi tampaknya juga terdari sebagai faktor
predisposisi.

SCABIES

Scabies disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Betina yang hamil bersarang
dalam lapisan tanduk dari epidermis. Di sini ia bertelur beberapa butir setiap
hari yang menetas mengeluarkan banyak pinjal muda yang makan dalam
orifisium dari glandula skretoris.

Sarang tampak sebagai garis putih dengan tepi yang tidak teratur, pada akhir
sarang ini terdapat tempat pinjal. Sarang ditemukan pada lipatan, antara jari-
jari, pada genitalia dan pada muka bayi.

Kondisi ini ditularkan oleh kontak yang intim dan cenderung mengenai seluruh
keluarga.

Gambaran Klinik

Gatal merupakan tanda utama dan pada pemeriksaan gambaran di atas akan
ditemukan. Garukan menyebabkan pendarahan dan infeksi tumpang tindih
dengan penyakit ini.

AKNE

Akne merupakan penyakit dari folikel sebasea yaitu folikel yang mempunyai
glandula sebasea yang banyak dan tidak mempunyai bulu. Arpertura dari
glandula sebasea terblokir oleh sumbat tanduk (blackheads) dan terdapat
retensi dari sebum yang diubah oleh organisme yang menimbulkan inflamasi
pada jaringan sekitarnya. Keadaan ini menimbulkan pembentukan pustul dan
abses yang menyebabkan parut. Kondisi ini mempengaruhi remaja muda
sehingga menyebabkan perasaan malu dan tidak senang.

KELAINAN KONGENITAL

Bayi lahir dengan kelainan struktural. Beberapa dapat nyata sejak lahir yang
lain timbul segera setelah lahir. Baik lapisan epidermal dan dermal dapat
terkena.

Kelainannya lapisan epidermal termasuk papilomata, lesi makuler berpigmen


dan ini dapat berkaitan dengan moles atau naevi berambut yang berpigmen
secara luas. Pada dermis dapat ditemukan fibromata, neuromata dan lipomata.
Walaupun demikian, nevi vaskuler lebih sering ditemukan dan ini termasuk :

1. Spider naevus. Ini merupakan dilatasi dari arteriole kecil dan


percabangan kapilernya. Seringkali hilang secara spontan dengan
diatermi atau fenol ; fenol diberikan dengan alat yang runcing.
2. Noda Port-wine. Ini merupakan makula berwarna merah tua atau ungu.
Merupakan dilatasi difus dari semua kapiler normal pada jaringan yang
terkena. Dapat juga melibatkan organ dibawahnya, seperti mata dan
otak. Tidak ada pengobatan untuk hal ini, tapi dapat digunakan
penutupan secara kosmetik.
3. Hemangioma strawberi. Lesi ini sering ditemukan saat lahir. Tampak
sebagai nodul seperti karet, merah dengan permukaan yang kasar.
Melibatkan unsur kapiler maupun vena. Hemangioma strawberi
biasanya hilang sendiri, meninggalkan kulit yang kendor dan jarang
sekali diperlukan terapi.

DAFTAR PUSTAKA

Sacharin, R.M. (1986) Principles of Paediatric Nursing. London:Churchill


Livingstone.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_kulit"


Kategori: Artikel yang perlu dirapikan

Tampilan

• Halaman
• Pembicaraan
• Sunting
• ↑
• Versi terdahulu

Peralatan pribadi

• Masuk log / buat akun

Navigasi

• Halaman Utama
• Perubahan terbaru
• Peristiwa terkini
• Halaman sembarang

Pencarian

Tuju ke Cari

Komunitas

• Warung Kopi
• Portal komunitas
• Bantuan

wikipedia

• Perihal Wikipedia
• Pancapilar
• Kebijakan
• Menyumbang

Kotak peralatan

• Pranala balik
• Perubahan terkait
• Halaman istimewa
• Versi cetak
• Pranala permanen
• Kutip artikel ini

• Halaman ini terakhir diubah pada 15:30, 9 Desember 2007.


• Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation,
Inc.
• Kebijakan privasi
• Perihal Wikipedia
• Penyangkalan