Anda di halaman 1dari 3

Esai tentang buku “Harimau-harimau”

Saya ingin mengomentari buku yang bernama “Harimau! Harimau!”. Karya itu
ditulis oleh sastrawan Mochtar Lubis yang terkenal sebagai wartawan dan
sastrawan yang berbakat. Novel ini mendapat banyak umpan balik yang baik dan
berhasil mendapatkan beberapa hadiah dalam berbagai penghargaan yang
penting. Itu sebabnya buku itu dianggap sebagai buku penulisan sastra terbaik
tahun 1975. Pada umumnya dalam buku itu Mochtar Lubis menyentuhi tema
penebusan dosa, perubahan perilaku manusia dalam kondisi ekstrim, kecintaan

Novel karya itu menceritakan kisah 7 orang pencari damar yaitu Pak Haji, Wak
Katok, Sutan, Talib, Sanip, Buyung, Pak Balam yang diserang oleh seekor harimau
di hutan. Mereka semua adalah orang yang sangat dihormati orang kampung.
Pada suatu hari mereka semua pergi ke hutan untuk memburu kancil dan seperti
biasanya mereka menginap di pondok Wak Hitam yang waktu itu sakit demam.
Wak Hitam merupakan dukun tua yang mempunyai banyak ilmu hitam. Dalam
desa ada banyak kepercayaan luar biasa tentang ilmu gaibnya misalnya bahwa di
pondoknya dia memelihara harimau suliman. Sesudah mereka memutuskan
untuk pulang kampung mereka diteror oleh harimau di hutan. Satu per satu
pendamar tewas dari serangan harimau itu. Akhirnya hanya tiga dari mereka
selamat yaitu Wak Katok, Buyung dan Sanip. Tak ada orang yang tahu apakah
harimau itu dikirimkan oleh Wak Hitam atau oleh Tuhan atau harimau itu
merupakan harimau biasa saja.

Adapun tentang hal penebusan dosa dalam karya itu, ini jelas sekali bahwa semua
pendemar itu memiliki dosa sendiri yang menurut kata sekarat Pak Balam harus
terungkap supaya tak terserang oleh harimau. Misalnya Sutan memerkosa gadis
yang berumur 13 tahun. Wak Katok dan Buyung berhubungan badan dengan
istrinya Wak Hitam yaitu Siti Rubiyah dan seterusnya. Hampir semua dari mereka
takut mengakui dosanya dan bahkan lebih baik mati tetapi tak menceritakan
dosanya. Contohnya adalah Wak Katok yang berpikir tentang pembunuhan
teman-teman supaya mereka tak mengetahui dosanya dan tak merasa kecewa
pada pemimpinnya.

Dari topik itu berikut tema yang lain yang tak kurang menarik yaitu perubahan
perilaku manusia dalam kondisi estrim. Penulis berhasil menggambarkan dua sisi
kepribadian dari semua tokoh buku Mula-mula Mochtar Lubis menceritakan sifat
tokoh utama yang baik dan positif dan seiring dengan perkembangan cerita
pembaca belajar tentang dosanya dan sifat yang negatif dan mengakutkan.
Secara kasar, pertama penulis membuat penulis mencintai tokoh utama novel
untuk sifat dan perbuatan baik mereka, dan kemudian penulis memberi
pengetahuan tentang dosa besar tokoh itu sehingga pembaca memiliki pilihan
bagaimana memperlakukan tokoh novel.
Hal yang menarik hati saya mengenai novel itu adalah kekuatan rasa takut dalam
diri manusia yang mampu melebihi daya manusia akan kekuatan itu sendiri.
Setelah kekuatan rasa takut menguasai, maka seorang manusia akan lepas dari
jati dirinya.

«Harimau! Harimau!» jelas sekali ditulis untuk mengkritik perilaku zalim manusia.
Dalam cerita ketujuh orang ini sebenarnya hidup dengan memakai 'topeng' untuk
menutup dosa yang mereka pernah buat, dan juga menutup aib masing-masing.
Kemunculan sosok harimau hanya sebagai representasi hukuman bagi kelompok
itu.

Menurutku ada yang menarik dari pemilihan judul novel ini. Soal kenapa
"harimau" ditulis dengan dua seruan, bukan satu. Sebab dalam novelnya,
pembaca diberi pengertian bahwa ada dua harimau berbahaya di sana. Harimau
yang menyerang Pak Balam dan pendamar yang lain dan 'harimau' dalam diri
mereka sendiri.

Kesimpulannya, saya sangat suka buku itu, terutama kemampuan untuk menjaga
pembaca dalam ketegangan psikologis sepanjang seluruh cerita.