Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN HOME CARE PADA Nn.

DENGAN POST APPENDICTOMY

OLEH : KELOMPOK 1

1. Dewa Ayu Riska Imaniawati (17091110054)

2. Ni Luh Putu Yunita Krisna Yanti (17091110063)

3. Ni Putu Nita Ardani (18101110002)

4. Ni Putu Ayu Dina Febriani (18101110003)

5. Ni Putu Eka Cintya Dewi (18101110006)

6. Ni Putu Mei Sanjiwani (18101110008)

7. Ni Putu Mirah Nariyani (18101110010)

8. Ni Komang Raka Dewi (18101110013)

9. Ni Putu Sekarinda Aulia Pradnya Dewi (18101110014)

10. Ni Made Witari (18101110017)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

2021
ASUHAN KEPERAWATAN HOME CARE PADA Nn. R

DENGAN POST APPENDICTOMY

A. Pengkajian
I. Identitas
a. Pasien
Nama : Nn.R
Umur : 18 Th
Pendidikan : SMA
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan :-
Alamat : Kediri, Tabanan
Tgl. MRS : 28 Februari 2021
Status Perkawinan : Belum menikah
Tgl. Pengkajian : 28 Februari 2021
Agama : Hindu
Sumber Informasi : Keluarga dan klien

b. Penanggung Jawab
Nama : Tn. K
Umur : 48 th
Pendidikan : Tamat SMA
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Kediri, Tabanan
Status perkawinan : Menikah
Agama : Hindu
Hubungan dengan pasien : Orang tua pasien
II. Status kesehatan
a. Status kesehatan saat ini
 Keluhan Utama :
Klien mengatakan nyeri di daerah bekas luka operasi.
 Alasan masuk rumah sakit dan perjalanan penyakit saat ini:
Klien mengeluh nyeri hilang timbul sejak 2 hari sebelum MRS, nyeri
dirasakan di daerah perut kanan bagian bawah. Nyeri dirasakan
semakin hebat bila bergerak dan tertekan. Klien dibawa ke BRSU
Tabanan tanggal 28 Februari 2021 pukul 10.00 wita. Setelah
dilakukan pemeriksaan fisik maupun laboratorium klien di diagnosa
appendicitis. Klien di berikan obat penghilang rasa nyeri dan antibiotic
dan klien dilakukan tindakan operasi pukul 21.00 wita. Klien dirawat
selama 3 hari di BRSU Tabanan dan di rujuk rawat jalan dan kontrol
luka operasi seminggu 2 kali. Karena keluarga sibuk maka keluarga
menelpon perawat home care untuk merawat luka operasi klien.
 Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
Klien mengatakan untuk mengatasi nyeri yang dirasakan klien
berbaring dan minum air putih. Oleh keluarga klien diajak berobat ke
BRSU Tabanan
 Status kesehatan masa lalu
Klien mengatakan tidak pernah mengalami sakit seperti ini
sebelumnya.
 Penyakit yang pernah dialami
Klien mengatakan tidak mempunyai penyakit serius.
 Pernah dirawat
Klien mengatakan tidak pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya.
 Alergi obat dan makanan
Klien mengatakan tidak memiliki alergi terhadap obat atau makanan.
 Kebiasaan (merokok , kopi , alcohol dll)
Klien mengatakan tidak memiliki kebiasaan merokok, minum kopi
atau alcohol.
 Riwayat penyakit keluarga
Klien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit keluarga seperti:
diabetes mellitus,hipertensi, jantung, stroke dan gangguan jiwa.
Genogram

Keterangan :

: Laki-laki

: Perempuan
: Meninggal

: Pasien

: Tinggal Serumah

: Hubungan Dekat.

Jelaskan: Pasien adalah anak ke Pertama dari dua bersaudara. Usia pasien 18 tahun, Pasien
memiliki seorang adik laki-laki dan pasien tinggal bersama kedua orang tuanya.

b. Diagnose medis :.
Post appendiktomy
III. Pola kebutuhan dasar
a. Pola nafas :.
Klien mengatakan tidak merasa sesak napas, frekuensi pernapasan 20 x/mnt,
tidak ada retraksi dada dan tidak menggunakan alat bantu nafas.
b. Pola nutrisi (makan dan minum) :
Klien mengatakan makan 3x sehari,(pagi, siang, malam). Klien makan habis
setengah porsi dengan komposisi nasi, lauk, sayur, dan buah. Klien
mengatakan tidak mengalami mual, muntah.
Klien mengatakan minum 4-5 gelas dalam sehari (1200ml).
c. Pola eliminasi :
 Buang air besar :
Klien mengatakan BAB tidak mengalami gangguan. Klien mengatakan
BAB teratur setiap hari dengan konsistensi lembek, warna kekuningan,
tidak ada darah.
 Buang air kecil
Klien mengatakan BAK 4-5 kali sehari dengan volume 1200-1500ml.
Dengan karakteristik urin warna kuning pekat, dan berbau amoniak.
d. Pola aktivitas dan latihan

Kemampuan klien 0 1 2 3 4

Mobilitas di tempat √
tidur
Berpindah √

Ambulasi / ROM √

Keterangan :
0: mandiri , 1: alat bantu , 2: dibantu orang lain , 3: dibantu orang lain dan alat
4: tergantung total
Klien mengatakan bisa melakukan aktivitas secara mandiri dengan hati-hati.
e. Pola tidur dan istirahat :
Klien mengatakan tidak mengalami gangguan pola tidur, Klien tidur pada
malam hari pukul 23.00 dan bangun pukul 07.00 wita. Klien tidur selama 8
jam. Perasaan saat bangun tidur baik
f. Pola berpakaian :
Klien mengatakan bisa menggunakan pakaian sendiri. Klien mengganti
pakaian 2x sehari.
g. Pola rasa nyaman :
Klien mengeluh nyeri didaerah perut bagian bawah (pada luka operasi). Nyeri
dirasakan bertambah saat digerakkan atau ditekan dan berkurang setelah
diberi obat dan istirahat. Nyeri dirasakan seperti ditusuk –tusuk dengan skala
nyeri 5 dari 0-10 dari skala nyeri yang diberikan.
h. Pola kebersihan diri :
Klien mengatakan biasanya mandi 2x sehari, dengan di lap dibantu oleh
keluarga.
i. Pola rasa aman :
Klien merasa aman dirawat dirumah, karena banyak keluarga yang
memperhatikan dan menjaganya.
j. Pola komunikasi atau hubungan dengan orang lain :
Klien dalam berkomunikasi lancar, kontak mata baik, komunikasi 2 arah baik,
pada saat berkomunikasi dengan perawat maupun keluarga juga baik.
k. Pola beribadah :
Klien beragama hindu, klien biasanya sembahyang setiap sore hari di merajan.
Klien mengatakan mempunyai keyakinan untuk sembuh.
l. Pola produktivitas :
Klien mengatakan biasanya hanya sekolah. Klien belum memiliki penghasilan
sendiri.
m. Pola rekreasi :
Klien mengatakan jika tidak sakit, klien biasanya berekreasi bersama keluarga
di hari libur sekolah.
n. Kebutuhan belajar :
Klien ingin mengetahui tentang cara mengatasi nyeri dan cara perawatan luka
operasinya.

IV. Pemeriksaan Fisik :


a. Keadaan umum : compos mentis,
GCS= E4V5M6
b. Tanda – tanda vital :
TD : 130/90mmhg
Nadi : 84 x/mnt
RR : 20 x/mnt
Suhu : 37oc
c. Keadaan fisik :
1. Kepala dan leher :
Bentuk kepala simetris, rambut lurus, hitam dan panjang, kulit kepala
bersih, tidak ada ketombe, tidak ada nyeri tekan, dan tidak ada luka.
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe, pembesaran vena jugularis
(-), parotis (-), gondok (-).
2. Dada
 Paru – paru :
Bentuk dada simetris, tidak tampak adanya retraksi otot dada, nyeri
dada (-), suara paru vesikuler, whezinng (-), ronchi (-).
 Jantung :
Suara jantung normal (S1,S2 tunggal ).
3. Payudara dan ketiak :
Payudara simetris, tidak ada benjolan
Ketiak : bersih, benjolan (-), tdak ada pembesaran kelenjar limfe..
4. Abdomen :
Luka operasi tampak bersih, pus (-), bau (-), perdarahan (-), kemerahan (-).
Abses (-), panjang luka jaritan 6cm.
5. Genetalia :
Tidak ada keluhan. Keputihan (-).
6. Integument :
Bersih, warna sawo matang (-), luka (-), tidak ada hiperpigmentasi.
7. Ekstremitas
 Atas :
Edema (-), warna sawo matang, tangan kanan dan kiri simetris,
kekakuan otot (-), kekuatan otot 5.
 Bawah :
Kaki kanan dan kiri simetris, tidak tampak luka, edema (-),
kekakuan otot (-), kekuatan otot 5.

8. Pemeriksaan neurologis : Tidak ada kelainan.


V. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan

WBC 4,4 4,0-10,00 103uL

RBC 4,51 4,50-5,50 103uL

PLT 221 150-450 103uL

2. Pemeriksaan USG, Rontgen

VI. Program Terapi

Terapi Dosis Rute Fungsi


Infuse RL 20 tpm IV Penambah cairan dan elektrolit
tubuh untuk mengembalikan
keseimbangannya

Metronidazole 3x500 gr Oral Obat antibiotic untuk mengobati


penyakit yang disebabkan oleh
infeksi bakteri

Cefotaxim 2x1 gr Oral Antibiotic yang digunakan untuk


mengobati sejumlah infeksi bakteri

Ranitidine 2x25 mg Oral Obat golongan antagonis H2, untuk


menurunkan produksi asam
lambung

Norages 3x100 gr Oral Untuk mengatasi rasa nyeri dan rasa


sakit dari derajat yang sedang
hingga berat.

Inadryl syr 3x1 sdt Oral Untuk mengobati batuk-batuk


karena alergi
VII. ANALISA DATA

TANGGAL DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM

28 februari Ds : pasien mengatakan Post apendictomy Nyeri akut


2021 nyeri di luka bekas
jahitan
Do : pasien tampak proses inflamsi
meringis

nyeri pada daerah


bekas jahitan

nyeri akut

29 februari Ds : pasien mengatakan Apendisitis Resiko infeksi


2021 takut dengan luka post
apendictomy jika infeksi
Pembedahan
Do : pasien tampak
merenggut
TD : 130/90 mmHg Resiko infeksi
RR : 20x/menit
Nadi : 84x/menit
S : 37 C

30 februari Ds : pasien mengatakan Pembedahan Gangguan


2021 nyeri pada luka post integritas
oprasi Luka insisi pada kulit/jaringan
Do : abdomen kuadran
- Post oprasi bawah
apendictomy Terputusnya
- Terdapat luka kontinuitas jaringan
insisi di kuadran
kanan bawah
- Luka terbalut Gangguan integritas
kassa kulit/jaringan

VIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencendera fisiologi (inflamasi
appendicitis)
2. Resiko infeksi berhubungan dengan efek prosedur invansif
3. Gangguan integritas kulit/jaringan berhubungan dengan luka insisi post
operasi apendictomy
IX. RENCANA KEPERAWATAN

No Hari/tgl Diagnosa Tujuan dan Intervensi ttd


kriteria hasil

1. Kamis, 4 Nyeri akut Setelah dilakukan SIKI : Manajemen


maret berhubungan asuhan keperawatan Nyeri
2021 dengan agen selama 1 x 3 jam,
Observasi
pencedera fisiologi diharapkan tingkat
1 Identifikasi
(inflamasi nyeri pasien dapat
lokasi ,
appendicitis) menurun dengan
karakteristik, durasi,
kriteria hasil :
frekuensi, kulaitas
nyeri, skala nyeri,
intensitas nyeri
SLKI : Tingkat
Nyeri
2 Identifikasi respon
1. Keluhan nyeri non verbal.
nyeri
menurun. 3 Identivikasi factor
2. Meringis yang memperberat
menurun dan memperingan
3. Sikap nyeri. Terapeutik
protektif
menurun. 4 Kontrol
4. Gelisah lingkungan yang
menurun memperberat rasa
nyeri. Edukasi

5 Jelaskan strategi
meredakan nyeri

6 Ajarkan teknik
non farmakologis
. untuk mengurangi
rasa nyeri

7 Kolaborasi
pemberian analgetik
jika perlu
2. Kamis, 4 Resiko Setelah dilakukan SIKI : Pencegahan
maret infeksi asuhan keperawatan infeksi
2021 berhubung selama 1 x 3 jam,
observasi
an dengan diharapkan tingkat
efek infeksi menurun 1 monitor
prosedur dengan kriteria tanda dan
invansif hasil : gejala
infeksi local
SLKI : Tingkat
dan sistemik.
infeksi
2 Berikan
1. Nyeri perawatan
menurun. kulit pada
2. Demam, area edema
kemerahan,
nyeri, 3 Pertahankan
bengkak, teknik
menurun
3. Kadar sel aseptic pada
darah putih klien
meningkat beresiko
tinggi.
4 Jelaskan
tanda dan
gejala
infeksi.
3. Kamis, 4 Kerusakan Setelah dilakukan SIKI : perawatan
maret jaringan asuhan keperawatan integritas kulit
2021 berhubung selama 1 x 3 jam,
an dengan diharapkan integritas
luka insisi jaringan dan kulit 1. Identifikasi
post pasien meningkat penyebab
operasi dengan kriteria gangguan
apendicto hasil : integritas kulit
my 2. Ubah posisi tiap
SLKI : integritas
2 jam jika tirah
kulit dan jaringan
baring
1. Kerusakan 3. Gunakan
jaringan produk
menurun berbahan
2. Pigmentasi ringan/alami
abnormal
dan hipoalergik
menurun
pada kulit
3. Pertumbuhan
sensitive
rambut
4. Hindari produk
membaik
berbahan dasar
alcohol pada
kulit kering
5. Anjurkan
minum air yang
cukup

X . IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

NO Hari/ No Implementasi Respon TTD


tanggal dx

1 Kamis, 4 1 - Mengidentifikasi lokasi , S : Pasien mengatakan


maret karakteristik, durasi, bahwa rasanya
2021 frekuensi, kulaitas nyeri, nyerinya sudah mulai
skala nyeri, intensitas nyeri berkurang.
O:
- Pasien tampak
tenang
- Pasien tampak
1 tidak gelisah
- Mengontrol lingkungan S : Pasien mengatakan
yang memperberat rasa merasa nyaman
nyeri. O : Pasien tampak
2 berbaring di bed

- Memberikan perawatan
S : Pasien mengatakan
kulit pada area edema
sudah berikan kompres
pada area yang edema
O:
- Pasien tampak
3 tenang
- Pasien tampak
berbaring di
bed
- Mengubah posisi tiap 2
S : Pasien mengatakan
jam jika tirah baring
merasa nyaman dengan
2 Jumat, 5 3 posisinya saat ini
maret O : pasien tampak
2021 beristirahat

S : Pasien mengatakan
2 minumnya cukup
- Menganjurkan minum air
O : pasien tampak lebih
yang cukup
membaik

S : pasien mengatakan
1 dirinya paham terhadap
apa yang telah
dijelaskan oleh perawat
O : pasien tampak
- Menjelaskan tanda dan
tenang
gejala infeksi.
3 1
Sabtu, 6 S : Pasien mengatakan
maret rasa nyerinya
2021 berkurang
O : pasien tampak
2 tenang

- Identivikasi factor yang


S : pasien mengatakan
memperberat dan
paham terhadap yang
memperingan nyeri.
telah dijelaskan oleh
perawat.
O : pasien tampak
tenang
S : pasien mengatakan
- Menjelaskan strategi sudah bisa berbaring
meredakan nyeri kanan kiri secara
perlahan dan dibantu
oleh keluarga
O:
- pasien tampak
tidak kesakitan
- Mengubah posisi tiap 2 - pasien tampak
jam jika tirah baring tenang

XI. EVALUASI KEPERAWATAN

NO Hari/ Diagnosa Evaluasi TTD


tanggal

1 Kamis, Nyeri akut berhubungan dengan S : pasien mengatakan bahwa rasa


4 maret agen pencedera fisiologi nyerinya sudah berkurang
2021 (inflamasi appendicitis) O:
- pasien tampak tenang
- Pasien tampak tidak
kesakitan
A:-
P : masalah teratasi

2 Jumat, 5 Resiko infeksi berhubungan S : pasien mengatakan bahwa


maret dengan efek prosedur invansif keadaan dirinya sudah merasa
2021 membaik
O : pasien tampak membaik
A:-
P : masalah teratasi

3 Sabtu, 6 Gangguan integritas S : pasien mengatakan bahwa


maret kulit/jaringan berhubungan dirinya lebih membaik
2021 dengan luka insisi post operasi O : pasien tampak tenang
apendictomy A: -
P : masalah teratasi