Anda di halaman 1dari 9

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Fitratul Hamdi

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 022132034

Tanggal Lahir : 30/01/1998

Kode/Nama Mata Kuliah : ISIP4130/Pengantar Ilmu Hukum/PTHI

Kode/Nama Program Studi : 50/Ilmu Administrasi Negara-S1

Kode/Nama UPBJJ : 49/Banjarmasin

Hari/Tanggal UAS THE : Sabtu, 12 Desember 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
SURAT PERNYATAAN
MAHASISWA
KEJUJURAN AKADEMIK

Yang bertanda tangan di


bawah ini:

Nama Mahasiswa : Fitratul Hamdi

NIM : 022132034

Kode/Nama Mata Kuliah : ISIP4130/Pengantar Ilmu Hukum/PTHI

Fakultas : Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Program Studi : 50/Ilmu Administrasi Negara-S1

UPBJJ-UT : 49/Banjarmasin

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal
ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik
yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Andhika, 12 Desember 2020


Yang Membuat Pernyataan

FITRATUL HAMDI
1. Ruang lingkup PIH sangat luas, oleh karena itu pengkaijian terhadap hukum dalam berbagai
aspeknya perlu di pelajari secara interdisipliner, Universal dan Fenomenal. Maksud dari

interdisipliner adalah karena yang ingin dipelajari dalam hukum itu sangat luas, maka agar
hasilnya

baik membutuhkan bantuan dari disiplin ilmu yang lain. Ilmu Hukum menurut sebagian sarjana,

adalah sebagai ilmu pengetahuan, sedangkan sebagian sarjana yang lain, mengatakan bahwa
hukum

itu bukan termasuk ilmu.

Pertanyaan dan jawaban :

a. Bagaimana kedudukan Ilmu Hukum terhadap disiplin ilmu lainnya?


Kedudukan ilmu hukum terhadap disiplin ilmu lainnya berbeda karena bersifat yuridis dan
legalitas.

Ilmu Hukum Memandang Administrasi Negara Sebagai aparatur pelaksana (penyelenggara)


serta

aktivitas pelaksanan/penyelenggaraan UU (hukum). Bila Ilmu Administrasi negara memandang

Peraturan Perundang-undangan dianggap sebagai sumber hukum, sebagai manifestasi dari


hukum,

sebagai produk hukum atau disingkat sebagai hukum. Dalam mempelajari HAM dari sudut ilmu

hukum maka sudut pandang administrasi yang dibahas bersifat yuridis dan legalitas, yaitu:
1. administrasi sebagai aparatur pelaksana atau penyelenggara UU (hukum) serta
2. administrasi sebagai tata penyelenggaraan sesuatu karya yang berdasarkan atas hukum
negara.

b. Bagaimana pendapat saudara tentang sebagian ahli yang mengatakan hukum bukan termasuk
ilmu?
Ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang

disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk

menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan). Sistem adalah seperangkat unsur


yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.
Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu

pengetahuan dan lain sebagainya); cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan
suatu

kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Hukum termasuk dalam ilmu karena disusun
menurut sistem dan metode. Hukum pada awalnya orang-orang umum mulai mempelajari
hukum

secara metodis dan sistematis.


2. Dasar peraturan hukum adalah norma-norma sosial, dan norma -norma sosial akan berubah
menjadi

norma hukum apabila setiap pelanggaran atas norma sosial tersebut secara regular diberi sanksi
fisik
berdasarkan keputusan pemegang otoritas yang secara sosial diberi wewenang khusus untuk

menjatuhkan sanksi tersebut. Hukum atau norma hukum yang baik adalah hukum yang sesuai
dengan

hukum yang hidup (living law) dalam masyarakat.

Pertanyaan dan jawaban :

a. Bagaimana proses sebuah norma-norma sosial menjadi norma hukum di dalam suatu masyarakat?
Terbentuknya norma hukum berasal dari norma-norma sosial tersebut dan ada yang karena
kebutuhan hidup manusia yang memerlukan aturan-aturan hukum.
Proses berubahnya norma sosial menjadi norma hukum dimulai dengan diperlukannya sebuah
pedoman untuk tercapainya tujuan hidup bersama. Dalam konteks diri manusia sebagai makhluk
sosial, maka tujuan hidup bersama yang ingin dicapai adalah kedamaian dan keteraturan hidup
antar
manusia. Untuk mencapai tujuan bersama itu dibutuhkan suatu pedoman yang mengatur
bagaimana
manusia dapat berperilaku pantas dan semestinya dalam masyarakat.

b. Apakah perbedaan antara norma sosial dengan norma hukum.


Norma hukum memiliki aturan pasti sedangkan norma sosial tidak tertulis atau secara lisan.
Norma hukum diciptakan oleh para pekerja di pemerintahan atau penguasa sedangkan norma
sosial
adalah peraturan yang disepakati dalam masyarakat. Sangsi dari norma hukum bersifat berat
sedangkan norma sosial akan lebih ringan

c. Bagaimana penerapan di masyarakat khususnya masyarakat di Indonesia terhadap hukum yang


hidup ( living law) ?
Istilah The Living Law berarti hukum yang hidup ditengah masyarakat, dalam hal ini yaitu Hukum

Adat, Hukum Islam dan Hukum Barat. Khususnya di indonesia yang mayoritas penduduknya

beragama islam sehingga Hukum Islam merupakan salah satu dari The Living Law di Indonesia.
Semua hukum yang telah disusun dengan teratur oleh para ahli fiqih dalam pendapat-pendapat

fiqihnya mengenai persoalan dimasa mereka atau yang mereka perkirakan akan terjadi kemudian

dengan mengambil dalil-dalilnya yang langsung dari Al-Quran dan hadis atau sumber
pengambilan

hukum yang lain seperti qiyas, istihsan, istihsab dll. contoh: mulai berkembangnya bank berbasis
Syariah di Indonesia
3. Hukum berdasarkan bentuknya dapat dibagi dua yaitu hukum yang tertulis (statute law, written

law,scriptum ), dan hukum yang tidak tertulis (un-statutery, un-written law), yaitu hukum yang

masih hidup dalam keyakinan dan kenyataan dalam masyarakat , dianut dan ditaati oleh
masyarakat

yang bersangkutan dan salah satunya adalah kebiasaan tidak tertulis yang karena dianggap patut
lalu

diulang dan diikuti sehingga selanjutnya dianggap sebagai norma hukum dalam masyarakat yang
Bersangkutan.

Pertanyaan dan jawaban :

a. Bagaimana sebuah kebiasaan yang tidak tertulis yang kemudian dapat menjadi sebuah norma

hukum yang tidak tertulis ?


Dasar kehidupan yang merupakan pengembangan kebiasaan dimasyarakatkan menjadi landasan
hubungan sesama anggota masyarakat yang memiliki nilai-nilai adat, kebudayaan dan kebenaran
yang bersifat prinsipil berfungsi sebagai pedoman dalam tata pergaulan masyarakat.
Kecenderungan-
kecenderungan tersebut menjadi norma hukum tidak tertulis bersifat umum dengan segala
Keterbatasan “yang tidak boleh tidak harus ada”.

b. Bagaimana penerapan sebuah kebiasaan yang tidak tertulis ini yang kemudian menjadi sebuah

norma hukum yang tidak tertulis dalam sistem peradilan di Indonesia ?


Sebagai negara hukum, Indonesia menghormati kesatuan masyarakat hukum adat
beserta hak-hak tradisional. kebiasaan yang tidak tertulis ini yang kemudian menjadi sebuah

norma hukum yang tidak tertulis dalam sistem peradilan di Indonesia harus memenuhi syarat
sebagai berikut:
a. Sepanjang masih hidup;
b. Sesuai dengan perkembangan masyarakat;
c. Sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia;
d. Diatur dalam Undang-Undang.
4.

Anda mungkin juga menyukai