Anda di halaman 1dari 6

I.

1 Definisi Ekonometri
Istilah ekonometri pertama kali diperkenalkan pada Tahun 1926 oleh Ragnar Frisch, Ragnar
Frisch adalah pakar ekonomi dan statistic bangsa Norwegia (Sumodiningrat, 2010).
Ekonometrik mula-mula digunakan dalam model Biometrik, yaitu suatu bidang ilmu biologi
yang menggunakan metode-metode statistik.
Intriligator, Bodkin, dan Hsiao (1996), ekonometri adalah cabang ilmu ekonomi berkaitan
dengan estimasi empiris hubungan-hubungan ekonomi. Kata metrik dalam ekonometrik
berarti ukuran, dan ekonometri berarti berkaitan dengan pengukuran hubungan-hubungan
ekonomi. Definisi ini menunjukkan ekonometri adalah bagian dari ilmu ekonomi. Bagian
dari ilmu ekonomi, ekonometrik digunakan untuk mengembangkan ilmu ekonomi.
Ekonometri bagian dari ilmu ekonomi digunakan untuk mengestimasi parameter ekonomi
secara empiris. Ruang lingkup ekonometrika jauh lebih luas, sebagaimana dilukiskan oleh
pakar ekonomi dalam Gujarati (2004):
Ekonometrika, hasil dari pandangan tertentu tentang peran ekonomi, terdiri dari penerapan
statistik matematika dan data ekonomi untuk memberikan dukungan empiris terhadap model
yang dibangun oleh matematika ekonomi serta mendapatkan hasil-hasil numeric (Gerhard,
1968). Ekonometri dapat didefinisikan sebagai analisis kuantitatif dari fenomena ekonomi
yang sebenarnya didasarkan pada perkembangan teori dan observasi, terkait dengan metode
inferensi yang tepat (Samuelson, Koopmans, and Stone, 1954).
Ekonometrika dapat didefinisikan sebagai ilmu sosial dimana perangkat teori ekonomi,
matematika, dan statistik inferensi yang diterapkan pada analisis fenomena ekonomi (Arthur,
1964). Ekonometrika berkaitan dengan penentuan empiris hukum ekonomi (Gujarati, 2004).)
Ekonometri merupakan ilmu yang mengkombinasikan teori ekonomi, matematika, dan
statistik yang membuat hukum-hukum ekonomi menjadi nyata. Statistik Ekonomi berkaitan
dengan statistik deskriptif, termasuk mengembangkan dan menyempurnakan data ekonomi
seperti perhitungan pendapatan nasional dan angka indeks, sedangkan ekonometrika
menggunakan data ini untuk memperkirakan hubungan ekonomi kuantitatif dan untuk
menguji hipotesis.
Meskipun definisi ini berorientasi pada ekonomi, pendekatan ekonometrik tidak hanya
terbatas untuk ilmu ekonomi. Ekonometri dapat juga diterapkan pada disiplin ilmu lain,
seperti ilmu pertanian dan ilmu sosialnya (ilmu sejarah, ilmu politik, sosiologi, dan psikologi).
Salah satu penggunaan ekonometrika dalam ilmu pertanian, yaitu digunakan untuk
memprediksi produksi usahatani yang berhubungan dengan penggunaan input produksi.

20
1.2. Tujuan Ekonometrika
Secara garis besar tujuan ekonometri adalah membantu dalam:
(1). Membuktikan atau menguji validitas teori-teori ekonomi (Verifikasi). Pengujian
dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh teori ekonomi dapat menjelaskan perilaku
dari satuan-satuan ekonomi. Pengujian meliputi pola perilaku, arah dan kekuatan
hubungan dari konsep-konsep ekonomi. Pola menunjukkan apakah linier atau nonlinier,
arah menunjukkan apakah hubungannya positif atau negatif dan kekuatan hubungan
menunjukkan apakah elastis atau tidak elastis.
(2). Menghasilkan taksiran-taksiran koefisien hubungan ekonomi yang dapat digunakan
untuk evaluasi kebijakan (Penaksiran). Misalnya taksiran elastisitas, biaya marjinal,
koefisien teknis produksi, dan koefisien multiplier. Koefisien tersebut dapat dapat
digunakan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi.
(3). Membuat prakiraan-prakiraan nilai besaran-besaran ekonomi di masa yang akan datang
(Peramalan). Peramalan sangat penting untuk perencanaan pembangunan ekonomi di
negara-negara sedang berkembang. Peramalan juga digunakan di negara maju, yaitu
untuk mengatur aktivitas ekonomi.

1.3. Metodologi Ekonometrika


Berdasarkan hubungan-hubungan pada teori ekonomi, prosedur atau tahapan ekonometri
meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pernyataan teori
b. Spesifikasi model matematika dari teori
c. Spesifikasi model statistik atau ekonometrik
d. Mendapatkan data
e. Estimasi parameter dari model ekonometrik
f. Pengujian hipotesis
g Peramalan atau prediksi.
h. Menggunakan model untuk kontrol atau tujuan kebijakan.

a) Pernyataan teori
Langkah ini diambil contoh dari teori Keynes (John Maynard Keynes, 1936 dalam Gujarati,
2004) menyatakan bahwa manusia secara rata-rata akan meningkatkan konsumsi mereka pada
saat pendapatannya meningkat, tetapi tidak lebih besar dari peningkatan dalam pendapatan
mereka. Keynes mendalilkan bahwa kecenderungan mengkonsumsi marjinal (tambahan

20
konsumsi sebagai akibat adanya tambahan pendapatan) atau Marginal Propensity to Consume
(MPC), tingkat perubahan konsumsi untuk setiap unit perubahan dalam pendapatan antara 0
dan 1. Pengujian teori ini, ahli ekonometrika akan melakukan langkah berikutnya.

b) Spesifikasi model matematika dari teori


Meskipun Keynes mendalilkan hubungan positif antara konsumsi dan pendapatan, dia tidak
menentukan bentuk yang tepat dari hubungan fungsional antara keduanya. Untuk
kesederhanaan, seorang ekonom matematika mungkin menyarankan bentuk fungsi konsumsi
Keynes:
Y = β1 + β2X 0 < β2 <1 (1.1)
dimana :
Y = pengeluaran konsumsi,
X = pendapatan,
β1 dan β2, = parameter model,
β1 = intersep atau konstanta
β2 = koefisien kemiringan untuk mengukur MPC

c) Spesifikasi model statistik atau ekonometrik


Model (1.1) adalah model matematis, model ini menggambarkan ada hubungan yang pasti
(deterministik) antara konsumsi dan pendapatan. Tetapi dalam kenyataan hubungan ini tidak
pasti (stokastik), jumlah konsumsi tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan, namun
dipengaruhi juga oleh besarnya keluarga, umur anggota keluarga, agama keluarga, budaya
keluarga dan sabagainya.
Hubungan tidak pasti antara konsumsi dan pendapatan, ahli ekonometrik akan memodifikasi
fungsi konsumsi deterministik (1.1) menjadi:
Y = β1 + β2X + u (1.2)
di mana u, yang dikenal sebagai gangguan (disturbance), atau kesalahan (error) adalah suatu
variabel acak (stochastic) variabel yang memiliki sifat probabilistik. Istilah gangguan u
mewakili semua faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi tetapi tidak diperhitungkan
secara eksplisit. Persamaan (1.2) adalah contoh dari model ekonometrik. Lebih teknis, itu
adalah contoh dari model regresi linear, yang merupakan perhatian utama dari buku ini.

d) Mendapatkan data

20
Untuk memperkirakan model ekonometrik diberikan dalam (1.2), yaitu, untuk mendapatkan
nilai-nilai numerik dari β1 dan β2, diperlu data. Point ini diberikan contoh data pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1. Data Pengeluaran Konsumsi (Y) dan Produk Domestik Bruto (X) Tahun 2004 -
2018 dalam Miliar Rupiah
Tahun Y X
2004 30.815.000 46.203.000
2005 32.406.000 48.037.000
2006 34.076.000 51.401.000
2007 35.665.000 53.235.000
2008 37.087.000 54.877.000
2009 38.223.000 56.495.000
2010 39.727.000 58.652.000
2011 40.646.000 60.620.000
2012 41.322.000 61.363.000
2013 41.058.000 60.794.000
2014 42.198.000 62.444.000
2015 43.436.000 63.896.000
2016 44.860.000 66.107.000
2017 45.953.000 67.421.000
2018 47.141.000 69.284.000
Data Hipotetik

20
e) Estimasi parameter dari model ekonometrik
Setelah data dimiliki, tugas selanjutnya adalah untuk memperkirakan parameter dari fungsi
konsumsi. Perkiraan numerik dari parameter memberikan konten empiris untuk fungsi
konsumsi. Mekanisme sebenarnya dalam memperkirakan parameter akan dibahas dalam Bab
2. Untuk saat ini, perlu diketahui bahwa teknik analisis regresi adalah alat utama yang
digunakan untuk memperoleh perkiraan. Dengan menggunakan teknik ini dan data yang
digunakan dalam Tabel 1.1, kita memperoleh perkiraan β1 dan β2, yaitu, -1.840.779,95 dan
0,706, dengan demikian, fungsi konsumsi diperkirakan adalah:
Y = -1.840.779,95 + 0,706X (1.3)

f) Pengujian hipotesis
Dengan asumsi bahwa model dipasang adalah pendekatan yang cukup baik dalam realita, kita
harus mengembangkan kriteria yang cocok untuk mengetahui apakah perkiraan yang
diperoleh dalam (1.3 ) sesuai dengan harapan teori yang sedang diuji. Dalil Keynes, MPC
positif tetapi kurang dari 1 . Data Tabel 1.1 menemukan MPC sekitar 0,706 berarti
mendukung hipotesis Keynes bahwa MPC kurang dari 1.

g) Peramalan atau prediksi


Jika model yang dipilih tidak membantah hipotesis atau teori yang sedang dipertimbangkan,
kita dapat menggunakannya untuk memprediksi nilai masa depan dari variabel dependen (Y)
berdasarkan nilai masa depan yang diketahui atau diharapkan dari variabel penjelas atau
prediktor (X). Sebagai ilustrasi, misalkan diprediksi nilai PDB untuk tahun 2015 adalah
7.269.800.000.000 rupiah, angka PDB ini dimasukan dalam (1.3), akan diperoleh :

Y2015 = -1.840.779,95 + 0,706 (7.269.800.000.000)


= 5.132.476.959.220 (1.4)

h) Menggunakan model untuk kontrol atau tujuan kebijakan


Ada penggunaan lain dari estimasi Model (1.3). Seperti yang ditunjukkan dalam teori
ekonomi makro, pengganda konsumsi (consumption multiplier) M yang didefinisikan sebagai
:

(1.5)

20
Jika MPC = 0,706, maka M = 3,4, berarti kenaikan ( penurunan) dari rupiah dalam investasi
akan menyebabkan lebih dari tiga kali lipat peningkatan ( penurunan) pendapatan. Perkiraan
ini diambil dari MPC pada (1.3) . Dengan demikian, perkiraan kuantitatif MPC memberikan
informasi berharga untuk tujuan kebijakan. Mengetahui MPC, seseorang dapat memprediksi
masa depan dari pendapatan, pengeluaran konsumsi dan pekerjaan setelah perubahan dalam
kebijakan fiskal pemerintah.

20