Anda di halaman 1dari 9

JURNAL KEBIJAKAN KESEHATAN INDONESIA : JKKI

VOLUME 08 No. 03 September • 2019 Halaman 127-135

Artikel Penelitian

ANALISIS IMPLEMENTASI INTEGRASI JAMSOSKES SUMATERA


SELATAN SEMESTA KE PROGRAM JAMINAN KESEHATAN
NASIONAL DI KOTA PALEMBANG DARI SISI STAKEHOLDER
AN ANALYSIS OF INTEGRATION IMPLEMENTATION OF JAMSOSKES SUMATERA SELATAN
SEMESTA INTO THE NATIONAL HEALTH INSURANCE PROGRAM IN THE CITY OF
PALEMBANG FROM STAKEHOLDER

Melisa Yuni Nirmalasari1, Dian Safriantini2


1
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan
2
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan
ABSTRAK
Latar Belakang: Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, Pemerintah daerah yang menjalankan Jaminan
Kesehatan Daerah wajib untuk mengintegrasikannya ke Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang diselenggarakan
oleh BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Kesehatan). Begitu pula dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
menghentikan Program Jamsoskes Sumatera Selatan Semesta mulai tanggal 1 Januari 2019 dengan mengeluarkan Surat
Edaran Nomor 057/DINKES/SE/2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi Jamsoskes Sumatera
Selatan Semesta ke Program JKN di Kota Palembang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi lapangan. Informan berjumlah 7 orang yang dipilih dengan
teknik purposive, yang dilakukan di Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, dan Puskesmas. Hasil Penelitian:
Komunikasi (Transmisi, Kejelasan dan Konsistensi) dalam pelaksanaan integrasi Jamsoskes Sumsel Semesta dilakukan
cukup baik karena setiap dinas terkait telah menindaklanjuti surat edaran tersebut dan menyebarkan informasinya secara
jelas dan konsisten ke unit pelaksana dibawahnya. Sumber daya, masih terdapat hambatan berupa dana dan keterbatasan
data penduduk miskin. Disposisi, semua pihak yang terlibat dalam integrasi mendukung pengintegrasian ini. Struktur Birokrasi,
belum terdapat Standard Operational Procedure (SOP) pada beberapa instansi terkait untuk melaksanakan integrasi.
Penyebaran tanggung jawab dilakukan dengan cara rapat koordinasi pemangku kepentingan. Kesimpulan:Pelaksanaan
integrasi masih mengalami hambatan berupa keterbatasan dana untuk mengcover masyarakat yang belum mendapat
jaminan kesehatan dan data penduduk miskin yang belum diverifikasi dan divalidasi sehingga sebaiknya Dinas Sosial perlu
melakukan perbaikan data masyarakat secara langsung dengan melakukan pendataan masyarakat miskin di Kota Palembang.

Kata kunci :Integrasi;Jamsoskes; Jaminan Kesehatan Nasional

ABSTRACT
Backgound: Based on Presidential Regulation No. 82 of 2018, regional governments that carry out the Regional Health Insurance
are obliged to integrate it into JKN (National Health Insurance) Program held by the BPJS (Health Insurance Organizing
Agency). Similarly, the Government of South Sumatra Province has suspended the Jamsoskes Sumatera Selatan Semesta
Program commercing January 1, 2019 by issuing Circular Letter Number 057/DINKES/SE/2018. This study aimed to analyze
the integration implementation of Jamsoskes Sumatera Selatan Semesta into the JKN Program in Palembang City. Method: This
study used qualitative approach through in-depth interviews, literature review and field observations. There were 7 informants
selected by purposive technique carry out at the Public Health Office, BPJS Health, Social Service, and Puskesmas (Community
Health Center). Result: Communication (Transmission, Clarity and Consistency) in implementing the were carried out quite well
because each relevant agency had followed up the Circular Letter and disseminated the information clearly and consinstently to
the implementing unit underneath it. Resource, there were still obstacles in the form of funds and limited data poor. Disposition,
all parties involved in the integration supported this integration. Bureaucratic Structure, there was no Standard Operational
Procedure (SOP) at several relevant agencies to carry out the integration. Distribution of responsibilities was carried out by
means of stakeholder coordination meetings. Conclusion: The integration still faces obstacles in the form of limited funds to cover
people who have not received health insurance and poor popilation data that has not been verified and validated so that the
social service needs to directly improve the community data by conducting data collection on poor people in the Palembang city.

Keywords: Integration, Jamsoskes, Nasional Health Insurance

PENDAHULUAN suatu jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi


Setiap orang berhak atas jaminan sosial untuk masyarakat Indonesia dengan mengembangkan
dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). SJSN
layak dan meningkatkan martabatnya menuju dijalankan berasaskan kemanusiaan, asas manfaat,
terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, dan asas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia yang
adil, dan makmur. Untuk itu, pemerintah memberikan bertujuan untuk memberikan jaminan kebutuhan

Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, Vol. 08, No. 03 September 2019 • 127
Melisa Yuni Nirmalasari: Analisis Implementasi Integrasi Jamsoskes

dasar hidup yang layak baik untuk peserta maupun orang yang tidak perduli dengan koordinasi sehingga
anggota keluarga yang telah membayar iuran(1). strategi implementasi tidak dapat tersampaikan
Cakupan masyarakat miskin di Sumatera dengan baik. Pada aspek sumber daya anggraran
Selatan yang mendapatkan pelayanan kesehatan kurang mencukupi untuk kebutuhan kabupaten/kota
secara komprehensif telah mencapai 100%. Hal yang belum terintegrasi. Hal ini menjadi masalah
ini dikarenakan adanya program Jamkesmas dari utama dalam implementasian pengintegrasian
Kementerian Kesehatan bagi masyarakat miskin. Jamkesda ke JKN. Pada aspek Disposisi, sikap
Namun, program Jamkesmas memiliki kuota yang dimiliki oleh seluruh pihak yang terlibat dalam
tertentu sehingga tidak semua masyarakat miskin integrasi Jamkesda ke JKN sudah baik dan semua
di Sumatera Selatan bisa memanfaatkan program pihak medukung pengintegrasian Jamkesda ke JKN
ini. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah ini. Pada aspek struktur birokrasi belum terdapat SOP
Sumatera Selatan membuat suatu program Jaminan untuk melaksanakan pengintegrasian Jamkesda ke
Kesehatan Daerah (Jamkesda) berupa Jaminan JKN(5).
Sosial Kesehatan Sumatera Selatan Semesta yang Menurut beberapa penelitian yang dilakukan
diperuntukan untuk masyarakat miskin yang tidak sebelumnya bahwa ada beberapa kendala
memiliki asuransi kesehatan lain dan tidak terdaftar yang dialami oleh stakeholder yang berkaitan
sebagai penerima Jamkesmas (2). dengan integrasi Jamkesda ke Program JKN
Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) diantaranya kendala pada manajemen kepesertaan,
merupakan merupakan upaya pemerintah daerah keterbatasan sumber daya baik sumberdaya
dalam menjamin kebutuhan masyarakat akan manusia dan anggaran, teknis verifikasi dan
kesehatan terutama bagi masyarakat miskin. validasi masyarakat miskin serta sistem BPJS
Terdapat dua hal yang melatarbelakangi pemerintah yang masih baru. Adanya landasan hukum dan
daerah mengembangkan jaminan kesehatan pedoman pelaksanaan integrasi akan mengurangi
daerah, diantaranya pertama karena adanya permasalahan dilapangan (6).
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Dengan adanya Surat Edaran Gubernur
Pemerintah Daerah memberikan kesempatan bagi Sumatera Selatan nomor 057/SE/DINKES/2018
pemerintah daerahnya untuk mengembangan mengenai penghentian masa berlaku program
jaminan sosial termasuk jaminan kesehatan. Jamsoskes Sumsel Semesta, maka akan
Kemudian didukung pula dengan adanya keputusan menimbulkan suatu perubahan kebijakan dengan
Mahkamah Konstitusi Nomor 007/PUU-III/2005 cara pengintegrasian Jamsoskes ke JKN. Dengan
yang memberikan ijin kepada pemerintah daerah adanya perubahan kebijakan tersebut, akan
untuk membentuk lembaga sendiri dalam mengelola menimbulkan permasalahan seperti bagaimana
program jaminan kesehatan di daerahnya masing- sistem pembayaran kesehatan pada proses
masing. Kedua, adalah kepentingan politik kepala pengintegrasian, kesiapan dari pelaksana lapangan
daerah juga menjadi salah satu faktor pengembangan dalam hal ini Dinas Kota Palembang dan salah satu
jaminan kesehatan daerah (3). puskesmas yang ada di Kota Palembang dalam
Pemerintah daerah yang menyelenggarakan melaksanakan pengintegrasian dan memberikan
jaminan kesehatan daerah wajib edukasi kepada peserta Jamsoskes yang ingin
mengintegrasikannya kedalam program jaminan mendapatkan pelayanan kesehatan, dan bagaimana
kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS cara pemerintah Sumatera Selatan dalam hal ini
Kesehatan(4). Artinya dengan dikeluarkannya Dinas Kesehatan menyalurkan informasi mengenai
Perpres tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera penghentian Jamsoskes Sumsel Semesta dan
Selatan wajib mengintegrasikan Jamsoskes pengintegrasian Jamsoskes Sumsel Semesta ke
Sumatera Selatan Semesta ke Program Jaminan Program JKN.
Kesehatan Nasional melalui Surat Edaran Gubernur Adapun tujuan umum dalam penelitian ini adalah
Sumatera Selatan nomor 057/SE/DINKES/2018 yang Menganalisis Implementasi Integrasi Jamsoskes
menyatakan bahwa program Jamsoskes Sumsel Sumatera Selatan Semesta ke Program JKN di
Semesta telah dihentikan. Dengan diberlakukannya Kota Palembang. Dan tujuan khusus dari penelitian
surat edaran tersebut, per tanggal 1 Januari 2019 ini adalah Menganalisis aspek komunikasi,
seluruh daerah di Provinsi Sumatera Selatan wajib sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi yang
mengintegrasikan Jamsoskes Sumsel Semesta mempengaruhi implementasi integrasi Jamsoskes
ke Program JKN dan menghentikan Program Sumsel Semesta ke Program JKN di Kota
Jamsoskes untuk pelayanan kesehatannya. Palembang.
Implemantasi Jamkesda ke JKN di Provinsi Jawa
Tengah belum memiliki indikator untuk mengukur METODE PENELITIAN
keberhasilan sehingga keberhasilan masih bersifat Jenis penelitian ini menggunakan rancangan
subyektif. Pada aspek komunikasi, masih banyak penelitian deskriptif dengan menggunakan

128 • Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, Vol. 08, No. 03 September 2019
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI

pendekatan kualitatif. Penentuan informan yang Jaminan Kesehatan dan sebagai langkah untuk
akan diwawancarai dilakukan dengan teknik mendukung program pemerintah pusat dalam
purposive yaitu pemilihan yang diambil secara mencapai target Universal Health Coverage (UHC)
sengaja untuk memperoleh informan yang Tahun 2019.Proses integrasi Jamkesda Gembira
terlibat langsung dalam implementasi integrasi ke JKN di Kabupaten Bombana merupakan
Jamsoskes Sumsel Semesta ke Program JKN. proses penyatuan program antara pemerintah
Lokasi penelitian dilakukan di Kota Palembang pusat dengan pemerintah daerah dalam
dengan Subjek Penelitian Kabid Pelayanan mendukung program pemerintah pusat dalam
kesehatan dan Kasi Rujukan dan Jaminan Dinas mencapai Universal Health Coverage (UHC)
Kesehatan Kota Palembang, penanggung Jawab (7). Implementasi integrasi Jaminan Kesehatan
Bagian Registrasi Pendaftaran Pasien dan Daerah (Jamkesda) ke Program Jaminan
Penanggung Jawab JKN Puskesmas Plaju, Kasi Kesehatan Nasional (JKN) di Kecamatan Sukorejo
Kesejahteraan Sosial Dinsos Kota Palembang, Kota Blitar didasarkan pada tuntutan undang-
Penanggung Jawab JKN Dinas Kesehatan undang JKN yang mengharuskan pemerintah
Provinsi Sumatera Selatan, dan Staff Humas BPJS daerah mengintegrasikannya ke Program JKN(8).
Kantor Cabang Palembang. Variabel penelitian
ini adalah Komunikasi (Tansmisi, Kejelasan dan Kejelasan
Konsistensi), Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Berdasarkan hasil wawancara mendalam
Birokrasi. yang dilakukan kepada informan, sebagian besar
informan merasa jelas dengan informasi dalam
HASIL DAN PEMBAHASAN surat edaran yang telah dikeluarkan. Berikut
Komunikasi merupakan kutipan wawancara dibawah ini:
Transmisi “...Surat edaran itu sudah jelas dan saya juga
Berdasarkan hasil wawancara mendalam sudah paham...’ (I3)
yang dilakukan seluruh informan mengetahui “...Isinya sudah jelas ya dan sudah saya pahami
penghentian Program Jamsoskes Sumsel juga...’ (I4)
Semesta dari Surat Edaran Gubernur No. 57/ “...kalo isi surat edaran ini sudah jelas sih mba...’
SE/DINKES/2018 yang kemudian ditindaklanjuti (I6)
oleh dinas terkait sampai kepada puskesmas. Maksud dari dikeluarkannya Surat Edaran
Informasi dari Pemerintah Pusat disalurkan hingga Gubernur Nomor 057/SE/DINKES/2018 adalah
Puskesmas sebagai Unit terbawah. Berikut hasil untuk melakukan penghentian Program Jamsoskes
kutipan wawancara mendalam dibawah ini: dan mengintegrasikannya ke Program JKN.
“... kalo kami langsung ke kabupaten kota masing- Informasi yang diperoleh diperoleh oleh instansi
masing ya...’ “...langsung ke bupati atau walikota
kita juga langsung kepengelolah JKN masing-
terkait sudah cukup jelas dan dipahami oleh para
masing di Dinas Kesehatannya...’ (I1) pelaksana kebijakan integrasi Jamsoskes ke
Program JKN. Komunikasi dalam pelaksanaan
“...surat edaran dari Dinkes kota akan diturunkan
ke puskesmas dan rumah sakit..’ “...dari walikota
Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Jepara
juga mengeluarkan surat edaran yang diberikan ke berjalan cukup baik dalam memberikan pelayanan
Dinkes Kota...” (I5) bagi masyarakat miskin di Jepara sehingga
“...jadi surat dari dinkes masuk ke TU kan baru
pelaksanaan Jamkesda di Jepara dapat berjalan
masuk ke kito pelaksananyo...’ (I6) dengan baik pula (9).
Konsistensi
Berdasarkan hasil wawancara mendalam yang
dilakukan, sebagian informan merasa informasi
mengenai penghentian Penghentian Jamsoskes
masih tetap sama sejak pertama dikeluarkan dan
belum ada perubahan. Berikut merupakan kutipan
hasil wawancara mendalam:
“...sampai sekarang masih seperti itu belum ada
perubahan kebijakan mengenai integrasi ini...’ (I3)
“...tidak ada perubahan surat edaran itu...’ (I5)
“...kalau perintahnya tidak ada yang berubah..’ (I7)
Gambar 1. Alur Transmisi Informasi Penghentian Program
Jamsoskes
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
Surat Edaran Gubernur Nomor 057/SE/ sebagian besar para pelaksana kebijakan
DINKES/2018 merupakan tindak lanjut dari integrasi Jamsoske ke Program JKN mengaku
Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 Tentang informasi yang diberikan konsisten artinya tidak

Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI , Vol. 07, No. 03 September 2019 • 129
Melisa Yuni Nirmalasari: Analisis Implementasi Integrasi Jamsoskes

berubah-ubah sejak awal dikeluarkan Surat baik (11).Berdasarkan hasil penelitian yang
Edaran Gubernur Nomor 057/SE/DINKES/2018. dilakukan, sebagian instansi yang terlibat dalam
Namun beberapa pelaksana kebijakan integrasi proses pengintegrasian Jamsoske ke Program
ini mengaku ada perubahan informasi mengenai JKN memiliki staff khusus yang menangani
dana transisi yang awalnya dana transisi bagi integrasi ini dan jumlah serta kompetensi yang
masyarakat yang mengakses pelayanan gawat dibutuhkan cukup untuk melakukan pelaksanaan
darurat yang belum terdaftar sebagai peserta dan pelayanan.
BPJS Kesehatan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Keberhasilan pelaksanaan program Jaminan
Sumatera Selatan. Namun pada akhir tahun 2018 Kesehatan Nasional dipengaruhi oleh berbagai
tepatnya Tanggal 31 Desember 2018 Pemerintah sumberdaya yang terlibat dalam pelaksanaan
Provinsi Sumatera Selatan merubah informasi dana program, salah satunya adalah Sumber Daya
transisi bahwa yang akan membiayai masyarakat Manusia (SDM). Untuk pelaksanaan tatakelola
yang mengakses pelayanan gawat darurat namun peserta Jamkesda dapat berjalan lancar karena
belum terdaftar dalam kepesertaan JKN akan pembiayaan dan SDM dipegang oleh Pemerintah
dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten/Kota masing- Daerah (10).
masing sehingga dana transisi dari Pemerintah
Provinsi Sumatera Selatan akan dialihkan untuk Informasi (Anggaran)
membayar iuran pada penambahan kuota Berdasarkan hasil wawancara mendalam yang
kepesertaan Penerima Bantuan Iuran. Komunikasi dilakukan Besaran dana yang dikeluarkan tiap
antar organisasi terkait dalam tatakelola peserta tahunnya berbeda tegantung dari jumlah peserta
Jaminan Kesehatan di Jawa Timur menunjukan PBI pada saat itu.Berikut merupakan kutipan hasil
adanya komunikasi yang baik, namun masih wawancara mendalam:
terdapat instansi yang kurang memberikan respon “...tahun 2019 ini kita anggarkan 17 Miliar dan
yang cepat terhadap pengelolaan peserta JKN akan dilakukan penambahan jika pesertanya
bertambah..’ (I4)
di Jawa Timur sesuai dengan fungsinya masing-
masing (10). “...setiap tahunnya berbeda sesuai dengan jumlah
peserta yang terdaftar..’ (I5)
Sumber Daya Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan
Staff Pengajuan klaim dilakukan oleh BPJS kepada
Berdasarkan hasil wawancara mendalam yang Dinas Kesehatan Kota Palembang dengan
dilakukan, sebagian instansi yang terlibat dalam besaran 23.000 per orang per bulan. Kemudian
integrasi Jamsoskes ke program JKN memiliki BPJS akan membayarkan ke puskesmas dengan
staff yang secara khusus menangani perihal sistem kapitasi dan ke rumah sakit dengan sistem
integrasi ini. Diantaranya PJ JKN pada Dinas INA CBG’S:
Kesehatan Provinsi Sumatera Selatam, staff
pada Seksi Kesejahteran Sosial Dinas Sosial
Kota Palembang dan staff pada Seksi Rujukan
dan Jaminan Dinas Kesehatan Kota Palembang.
Jumlah dan kompetensi yang dimilikipun cukup
dan sesuai.Berikut merupakan kutipan hasil
wawancara medalam:
“...kalo disini ya ada dulunya pengelolah Jamsoskes
sekarang JKN saya turun untuk persiapan itu
ya...’“...saya rasa cukup ya...’“...sesuai...’ (I1)
“...seksi ini memang khusus mengurusi bagian Gambar 2. Alur Pendanaan Pesserta PBI APBD Kota Palem-
JKN-KIS...’“...jumlah staff kami cukup ada sekitar bang
10 orang ditambah saya 11 orangan tapi masih
kurang tenaga IT...’ “...Staff yang ada saat ini sudah Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
dirasa berkompeten...’ (I3) sumber utama pembiayaan iuran bagi peserta
Penerima Bantuan Iuran di Kota Palembang
“...di Dinkes seksi rujukan dan jaminan inilah yang
ngurusin perihal integrasi...’“...saya rasa cukup ya, adalah APBN, APBD Provinsi Sumatera Selatan
ada sekitar 18an orang yang ada di seksi ini..’“... dan APBD Kota Palembang. Adapun sumber
sudah sesuai kompetensinya...’ (I5) pembiayaan pendukung lainnya adalah pajak
Sumber daya memiliki mempunyai peranan rokok dan dana CSR dari perusahaan-perusahaan.
yang penting dalam pelaksanaan suatu kebijakan. Jumlah dana yang dianggarka setiap tahunnya
Jumlah staff yang kurang memadai dan kurangnya berbeda-beda sesuai dengan jumlah peserta PBI
kempetensi yang dimiliki akan membuat ditahun yang dianggarkan. Besaran biaya yang
implementasi kebijakan tidak berjalan dengan dianggarkan pemerintah adalah 23.000 per orang

130 • Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, Vol. 08, No. 03 September 2019
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI

per bulan dikali dengan jumlah peserta PBI yang BPJS sebagai badan penyelenggara jaminan
ditanggung pemerintah. kesehatan tidak memiliki data kepesertaan PBI
Jumlah dana yang dipersiapkan oleh Pemerintah untuk masyarakat miskin. BPJS Kesehatan hanya
Daerah untuk program kesehatan bagi masyarakat mengolah data berdasarkan data calon peserta
miskin di Kabupaten Jepara berbeda-beda tiap PBI yang dikirimkan oleh Dinas Sosial sehingga
tahunnya. Sedangkan kecukupan anggaran untuk proses verifikasi yang dilakukan oleh BPJS
mendukung program Jamkesda terjadi selama 3 bukan merupakan proses untuk memverifikasi
tahun terakhir mulai dari tahun 2014, 2015, 2016 masyarakat miskin namun untuk memverifikasi
(9). peserta belum terdaftar sebagai peserja JKN
Proses pembayaran dilakukan oleh Dinas sebelumnya. Pihak BPJS belum memiliki yang
Kesehatan Kota Palembang yang dibayarkan akurat dan valid mengenai jumlah penduduk miskin
ke BPJS Kesehatan sesuai jumlah peserta yang sehingga BPJS tidak bisa melakukan verifikasi
ditanggung, yang kemudian BPJS Kesehatan akan masyarakat yang berhak menerima bantuan iuran
membayarkan tagihan ke puskesmas yang ada di dengan kategori miskin atau tidak mampu (13).
Kota Palembang menggunakan sistem kapitasi Dari penelitian yang dilakukan, peserta mandiri
dan membayar tagihan ke Rumah Sakit yang yang masuk dalam kategori pekerja bujan penerima
bekerja sama sesuai dengan sistem INA CBG’s. upah banyak menunggak. Sehingga peserta
Pendanaan peserta PBI di Kota Palembang tersebut mendaftar melalui jalur PBI. Pemerintah
juga dibantu oleh Pemerintah Provinsi dengan Kota Palembang memperbolehkan peserta
mekanisme dana sharing. mandiri yang menunggak ini untuk melakukan
Dana kapitasi dibayarkan oleh pihak BPJS pendaftaran sebagai peserta PBI dengan syarat
Kesehatan langsung melalui rekening FKTP yang peserta tersebut harus menyelesaikan sengketa
merupakan bagian dari rekening BUD. Untuk tunggakan iurannya. Dengan adanya peraturan
dana non kapitasi dibayarkan langsung oleh Bupati Bintan mengenai berobat gratis, banyak
BPJS Kesehatan ke rekening JKN FKTP yang peserta JKN mandiri banyak yang menunggak
selanjutnya dana yang telah diterima disetorkan kewajiban dalam membayar premi. Hal ini
ke kas daerah dan dimanfaatkan kembali oleh oleh menyebabkan sasaran Penerima bantuan Iuran
FKTP. Dana non kapitasi yang dapat dimanfaatkan tidak tepat (14).
tersebut dimanfaatkan dengan pengusulan dalam
bentuk program dan kegiatan pada RKA-DPA Hambatan
SKPD Dinas Kesehatan (12). Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan,
yang menjadi hambatan dari pelaksanaan integrasi
Informasi (Kepesertaan) Jamsoskes ke Program JKN adalah ketersediaan
Berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dana untuk membiayai peserta PBI pada saat itu
dilakukan,proses pendaftaran kepesertaan PBI dan data penduduk miskin di Kota Palembang
dilakukan di Dinas Sosial Kota Palembang yang yang belum terverifikasi dan tervalidasi oleh
mengacu kepada Peraturan Menteri Sosial No. 5 Dinas Sosial. Berikut merupakan kutipan hasil
Tahun 2016 bahwa yang berwenang melakukan wawancara:
verifikasi dan validitas data kepesertaan adalah “...menerima data dari lurah verifikasi dan validitas
Dinas Sosial. Untuk melakukan pendaftaran dapat itu ada di lurahnya, jadi data yang dikirim itu kami
dilakukan melalui kelurahan ataupun langsung langsung olah saja disini jadi kami hanya percaya
datang ke Dinas Sosial Kota Palembang dengan saja..’ (I3)
membawa persyaratan seperti fotocopy KK, KTP “...hambatannya dana sama data kepesertaan itu
dan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan susah...” (I5)
atau dari RT setempat bagi yang melakukan Hambatan dominan yang dialami Pemerintah
pendaftaran di kelurahan. Berikut merupakan Kota Palembang adalah keterbatasan biaya atau
kutipan hasil wawancara mendalam: kemampuan perekonomian daerah dan data
“...prosesnya itu ada di dinsos mereka yang masyarakat yang tidak valid. Salah satu hambatan
melakukan verval data sesuai dengan peraturan data mesyarakat yang tidak valid diungkapkan
Menteri sosial nomor 5 tahun 2016 untuk yang oleh Dinas Sosial bahwa Dinas Sosial hanya
PBI...’ (I1)
melakukan penginputan data tanpa melakukan
“...data dari Dinas Sosial itulah data yang akan verifikasi dan validasi ulang. Verifikasi dan validasi
dimigrasikan kedata kepesertaan BPJS Kesehatan
apabila kartu berhasil, maka akan dicetak...’ (I2)
dilakukan pada tingkat kelurahan yang didasarkan
pada rasa kepercayaan pihak Dinas Sosial
“...dari kelurahan mereka meminta surat keterangan terhadap kelurahan. Hambatan yang dihadapi
tidak mampu dari RT, fotocopy KK sama KTP...’ (I3)
pemerintah dalam melakukan integrasi Jamkesda
Menurut hasil penelitian yang dilakukan, ke JKN adalah manajemen kepesertaan yang

Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI , Vol. 07, No. 03 September 2019 • 131
Melisa Yuni Nirmalasari: Analisis Implementasi Integrasi Jamsoskes

kurang baik, keterbatasan anggaran, dan teknis Jamsoskes.


verifikasi dan validitas masyarakat miskin (6).
Pembiayaan merupakan salah satu masalah Wewenang
yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Palembang Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan,
mengingat jumlah peserta Penerima Bantuan integrasi Jamsoskes ke Program JKN melibatkan
Iuran terus bertambah setiap harinya dan jumlah banyak pihak diantaranya pihak yang terlibat secara
anggaran tidak mencukupi seluruh peserta PBI teknis dalam integrasi Jamsoskes ke Program
yang baru mendaftar, sehingga Pemerintah Kota JKN sepertiDinas Kesehatan yang berwenang
Palembang terpaksa membayar biaya tagihan dalam memfasilitasi penyediaan anggaran iuran
rumah sakit diakhir tahun yang dimasukkan peserta PBI dan layanan kesehatan, Dinas
kedapam APBD Perubahan. Program National Sosial berwenang dalam menyediakan data
Health Insurance yang ditujukan untuk penduduk yang telah terverifikasi dan tervalidasi
memudahkan akses kesehatan masyarakat miskin melalui kelurahan dan berwenang mengirimkan
mengalami tantangan pada pembiayaannya (15). data ke BPJS Kesehatan, dan BPJS Kesehatan
berwenang sebagai badan penyelenggara, dan
Strategi Puskesmas Menghadapi Pasien yang Belum puskesmas sebagai penjembatan informasi
Memiliki Kartu JKN-KIS kepada masyarakat.Berikut merupakan kutipan
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, hasil wawancara:
puskesmas plaju akan memberikan rekomendasi “...Dinas Sosial sebagai penyedia data masyarakat
bagi masyarakat tidak mampu yang belum memiliki miskin, Dinas Kesehatan Kota Palembang
kartu JKN-KIS dengan untuk pendaftaran secara sebagai pemegang dana bagi peserta PBI dan
umum atau melakukan pengajuan kepesertaan ke melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan
pemerintah kota bertugas mengawasi pelaksanaan
Dinas Sosial Kota Palembang. Berikut merupakan pengintegrasian..’ (I4)
kutipan hasil wawancara:
“...sebagai penjebatan informasi dari dinkes
“...palingan kami kasih tau di Palembang dak biso
mengenai penghentian Jamsoskes terus caro-caro
lagi bu pake Jamsoskes terus kami menyarankan
daftarnyo kemano nah paling itu sih tugas kami..’
untuk daftar secara umum, atau ibu daftar ke BPJS.
(I6)
Kalo ado yang dak mampu kami sarankan untuk ke
Dinas Sosial tadi..’ (I6) “...Dinas Kesehatan bertugas penyiapan untuk
pelayanan fasilita kesehatan itu sendiri dan Dinas
“...jadi cak tadi mba kalo di puskes nih pasien yang
Sosial terkait verval terkait data kepesertaan dan
dak punyo kartu JKN kami sarankan untuk daftar
bpjs terkait untuk mereka bagaimana berkoordinasi
secara umum...’“...bagi yang dak mampu kami
dan memastikan peserta untuk mengakses
sarankan untuk mengurus ke Dinas Sosial dulu...’
pelayanannya...’ (I1)
(I7)
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Kewenangan dapat mempengaruhi kekuatan
Puskesmas Plaju sebagai salah satu Puskesmas posisi di masayarakat (11). Dengan adanya
di Kota Palembang yang melayani peserta BPJS wewenang yang dimiliki para pelaksana kebijakan
Kesehatan baik peserta BPJS Mandiri maupun dapat memperkuat posisi posisi dan meningkatkan
BPJS PBI bertugas untuk memberikan sosialisasi kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang
mengenai penghentian Program Jamsoskes. dibuat. Berdasarkan hasil penelitian secara teknis
Jika ada pasien yang belum terdaftar sebagai pelaksanaan integrasi Jamsoskes ke Program
peserta BPJS Kesehatan akan diberikan saran JKN di Kota Palembang khususnya dilakukan oleh
untuk mengakses pelayanan kesehatan dengan Dinas Kesehatan Kota Palembang yang berperan
membayar secara umum atau melakukan dalam memfasilitasi pelayanan kesehatan dan
pendaftaran ke BPJS Kesehatan. Namun untuk penyiapan anggaran, Dinas Sosial berwenang
pasien berdomisisli Palembang yang benar-benar dalam melakukan verifikasi dan validitas data
tidak mampu, pihak puskesmas akan mengratiskan penduduk sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial
pelayanan yang diberikan di Fasilitas Kesehatan No. 5 Tahun 2016 mengenai Penerima Bantuan
Tingkat Pertama dan menyarankan untuk Iuran, dan BPJS Kesehatan berwenang sebagai
mengajukan ke Dinas Sosial Kota Palembang penyelenggara program jaminan sosial sesuai
sebagai peserta PBI untuk dapat mengakses dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011
pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Tingkat Lanjutan.Penelitian ini dibuktikan dengan Setiap pihak yang terlibat dalam implementasi
telaah dokumen yang dilakukan pada Surat JKN memiliki kompetensi dan tujuan yang
Edaran Dinas Kesehatan Kota Palembang Nomor berbeda-beda, Dinas Kesehatan menyiapkan
800/7614/Yankes/Kes/2018 bahwa puskesmas pembiayaan dan pelayanan kesehatan, Dinas
diperintahkan untuk melakukan sosialisasi kepada Sosial berperan dalam kepesertaan, Dinas
masyarakat mengenai pemberhentian Program Catatan Sipil menyangkut kependudukan, Dinas
Nakertrans menyangkut ketenagakerjaan peserta

132 • Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, Vol. 08, No. 03 September 2019
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI

dan BPJS sebagai penjamin kesehatan (16). ada sarana dan prasarana khusus yang digunakan
untuk melaksanakan integrasi Jamkesda Gembira
Fasilitas ke Program JKN di Kabupaten Bombana
Berdasarkan wawancara mendalam yang namun dibutuhkan sofware sebagai penyimpan
dilakukan di Dinas Sosial Kota palembang, data kepesertaan dan juga dibutuhkan leaflet
fasilitas sarana dan prasarana yang digunakan dan spanduk yang digunakan sebagai media
dalam pengintegrasian ini adalah komputer sosialisasi kepada masyarakat (7).
yang digunakan untuk melakukan input data
masyarakat. Berikut merupakan kutipan hasil Disposisi
wawancara mendalam: Berdasarkan hasil wawancara mendalam,
“...pakai komputer untuk input data masyarakat seluruh pihak yang terlibat didalam integrasi ini
yang mengajukan...’ (I3) sangat mendukung kebijakan pengintegrasian
Jamsoskes ke Program JKN. Berikut merupakan
kutipan hasil wawancara:
..” ya sebagai Program pemerintah kita dukung
ya..’ (I1)
..” yang pastinya kita mendukung ya..’ ( I2)
“...kami mendukung integrasi ini..’ (I4)
Disposisi merupakan sikap yang ditunjukan
oleh pelaksana kebijakan dalam melaksanakan
kebijakan yang dibuat. Sikap dan dukungan
para pelaksana kebijakan dapat mempengaruhi
kesuksesan pelaksanaan kebijakan (11).
Gambar 3. Tempat Penginputan Data Masyarakat Pelaksanaan integrasi Jamsoskes ke JKN di Kota
Sarana pendukung lainnya dalam proses Palembang mendapatkan dukungan dari berbagi
integrasi ini adalah media untuk menyebarluaskan pihak yang terlibat khususnya Dinas Kesehatan,
informasi mengenai penghentian Jamsoskes Dinas Sosial, BPJS Kesehatan dan penyedia
per tanggal 1 Januari. Media yang digunakan layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah
adalah spanduk. Berikut merupakan kutipan hasil sakit jejaring Jamsoskes. Dukungan ini dibuktikan
wawancara: dengan setiap pihak menjalankan perintah, tugas
“...kalau khusus tidak ada paling kita kemarin dan fungsinya masing-masing sesuai dengan
menyiapkan spanduk untuk media sosialisasi...’ kebijakan dalam hal ini Surat Edaran No. 057/SE/
(I4)
DINKES/2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah
“... yo kami nyebarkenyo dari surat edaran dinkes Daerah. Salah satu faktor yang mempengaruhi
tulah kami tempel disepan pintu samo di meja efektifitas pelaksanaan kebijakan adalah sikap
pendaftaran ini jugo..’ (I6)
dari implementor. Jika implementor sepakat
“...kalo untuk penyebaran informasi ke masyarakat dengan isi dari kebijakannya, makan implementor
ado spanduk dari dinkes dek..’ (I7) akan menjalankan kebijakan dengan senang hati
namun jika isi dari kebijakan tidak sesuai dengan
pandangan impelementor, maka pelaksanaan
kebijakan akan mengalami hambatan (10).

Struktur Birokrasi
SOP (Standard Operational Procedure)
Berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan,beberapa instansi terkait integrasi
belum memiliki SOP khusus terkait integrasi
Jamsoskes ke Program JKN. Instansi yang
Gambar 4. Tamplete Media Spanduk
belum memiliki SOP adalah Dinas Kesehatan
Fasilitas sarana lain yang digunakan untuk Provinsi Sumatera Selatan, BPJS Kesehatan KC
menyebarkan informasi mengenai integrasi Palembang Puskesmas Plaju. Berikut merupakan
Jamsoskes ke JKN di Kota palembang yaitu hasil kutipan wawancara:
berupa media spanduk yang dibuat oleh Dinas ..” nggak ada..’ (I1)
Kesehatan Kota Palembang agar masyarakat ..” kalo SOP khusus integrasi tidak ada ya..’ (I2)
Palembang mengetahui bahwa per Tanggal 1 Pelaksanaan integrasi Jamsoskes di Kota
Januari Jamsoskes sudah tidak berlaku lagi. Tidak Palembang berjalan cukup baik khususnya di

Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI , Vol. 07, No. 03 September 2019 • 133
Melisa Yuni Nirmalasari: Analisis Implementasi Integrasi Jamsoskes

tingkat Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang “...rapat di kantor walikota selain itu juga ada rapat
belum memiliki SOP khusus karena Dinas intern Dinsos, BPJS dan Dinkes...’ “... pokoknya
yang berkaitan dengan JKN kita bahas...’ “...1
Kesehatan dan Puskesmas mengacu pada bulan sekali..’ (I3)
surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah
daerah dan peraturan perundang-undangan “...kita ada forum koordinasi JKN..’“...di walikota
langsung dipimpin oleh pak sekda ketuanya..’“...
terkait integrasi yang dikeluarkan pemerintah bahas cakupannya , UHC, mutu layanan,
pusat. Struktur birokrasi dapat berjalan baik kepesertaan...’“...1 bulan ketemu...’ (I4)
meskipun tidak ada SOP dalam melaksanakan Pelaksanaan integrasi Jamsoskes ke Program
integrasi Jamkesda ke JKN karena sudah terdapat JKN di Kota Palembang dijalankan oleh berbagai
pembagian tugas dan kewenangannya masing- pihak yang terlibat. Untuk menjalankan kebijakan
masing sehingga pelaksana dapat menjalankan ini, perlu dilakukan koordinasi yang membahas
integrasi sesuai wewenangnya (5). perihal cakupan kepesertaan, mutu layanan dan
Disisi lain berdasarkan wawancara mendalam target capaian UHC yang rutin dilakukan agar
yang dilakukan instansi terkaittelah memiliki SOP tujuan dari program integrasi ini dapat tercapai.
yang berkaitan dengan integrasi Jamsoskes ke Kebijakan yang kompleks akan menuntut adanya
Program JKN. Diantaranya Dinas Sosial Kota kerjasama dari berbagai pihak ketika struktur
Palembang dan Dinas Kesehatan Kota Palembang. birokrasi tidak kondusif pada suatu kebijakan,
Berikut merupakan kutipan wawancara: maka akan mengakibatkan sumber daya yang
“...Sederhananya SOPnya tadi seperti yang sudah dimiliki tidak efektif dan akan menghambat
saya bilang...’ (I3)
jalannya kebijakan. Birokrasi pelaksanaan
“...Dari Dinas Kesehatan SOPnya berupa bahwa kebijakan harus dapat mendukung kebijakan
puskesmas harus melayani orang itu yang nggak yang telah diputuskan dengan cara melakukan
punya kartu cuma kalau yang perlu rujukan kita
haruskan ke rumah sakit bari..’ (I4) koordinasi dengan baik (18).
Dalam proses implementasi ada beberapa
Beberapa instansi yang terkait dalam aktor yang terlibat dalam menentukan alokasi
pengintegrasian Jamsoskes ke Program JKN sumber daya publik yang akan digunakan.
belum memiliki SOP khusus terkait integrasi Perlu diperhatikan pula kekuatan, kekuasaan,
ini. Beberapa instansi sudah memiliki SOP kepentingandan strategi yang digunakan oleh para
terkait integrasi diantaranya SOP Kepesertaan aktor yang terlibat. Interaksinya akan mempengaruhi
PBI yang ada di Dinas Sosial Kota Palembang proses dan hasil implementasi kebijakan. Proses
dan SOP di Dinas Kesehatan Kota Palembang implementasi kebijakan melibatkan banyak pihak
terkait pelayanan. Saat ini integrasi Jamkesda ke yang mendukungsehingga bisa berjalan efektif
program JKN di Provinsi Jawa Tengah belum ada (19).
SOP yang digunakan untuk menjalankan program Keterlibatan aktor-aktor secara intens dalam
integrasi tersebut sehingga para pelaksana sebuah implementasi kebijakan sedikit banyak
integrasi Jamkesda ke JKN harus fokus pada akan ditentukan oleh muatan program tersebut
tugasnya masing-masing (5). dan bagaimana bentuk pengadministrasian
Pelaksanaan integrasi Jamsoskes ke Program programnya. Setiap aktor juga mempunyai
JKN lebih baik jika memiliki standar agar segala kepentingan tertentu dan masing-masing akan
proses pengintegrasian yang ada dapat dilakukan berusaha mencapainya dengan cara mengajukan
secara bersamaan dan tidak ada kekeliruan dalam kebutuhan-kebutuhan mereka dalam implementasi
menjalankannya. Pengembangan standar sangat sebuah kebijakan(20).
penting dilakukan agar sistem Jaminan Kesehatan
Nasional yang dijalankan dapat dipertahankan
(17). KESIMPULAN
1. Pada aspek komunikasi, penyaluran
Fragmentasi informasi dilakukan secara berjenjang mulai dari
Pelaksanaan integrasi Jamsoskes ke Program pemerintah pusat sampai unit terbawah dalam
JKN di Kota Palembang sering dilakukan hal ini Puskesmas. Informasi yang diberikan
koordinasi Koordinasi pemangku kepentingan dari Pemerintah Provinsi sampai ke Puskesmas
yang melibatkan Pemerintah Provinsi, Plaju sudah cukup jelas dan konsisten.
Pemerintah Kota khususnya, Dinas Kesehatan 2. Pada aspek sumber daya, jumlah staff yang
Kota Palembang, Dinas Sosial Kota Palembang terlibat dan kompetensi yang dimiliki sudah
dan BPJS Kesehatan KC Palembang yang cukup baik. Pelaksanaan integrasi dilakukan
dilakukan sebulan sekali yang membahas perihal oleh berbagai pihak terlibat seperti Dinas
pencapaian UHC di Kota Palembang. Berikut Kesehatan, Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan
merupakan kutipan hasil wawancara: yang memiliki peranan masing-masing. Fasilitas

134 • Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, Vol. 08, No. 03 September 2019
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI

yang digunakan berupa spanduk sebagai media Universitas Gadjah Mada; 2017.
penyebaran informasi kepada masyarakat. 9. Febriyan NG, Taufiq A. Evaluasi Implementasi
Masih terdapat hambatan pada ketersediaan Program Jamkesda Kabupaten Jepara.
dana untuk membayar iuran peserta PBI dan Journal of Politic and Government Studies.
keterbatasan data penduduk miskin Kota 2016;5(02):21-30.
Palembang. 10. Rosyadi MAI. Implementasi Kebijakan
3. Pada aspek disposisi, sikappara pelaksana Tatakelola Peserta Program Jaminan
implementasi integrasi Jamsoskes ke Program Kesehatan Nasional Di Jatim. JPAP: Jurnal
JKN di Kota Palembang. Seluruh instansi yang Penelitian Administrasi Publik. 2016;2(01).
terkait dalam implementasi integrasi Jamsoskes 11. Winarno B. Kebijakan Publik: Teori, Proses,
ke Program JKN di Kota Palembang mendukung Dan Studi Kasus: Edisi Dan Revisi Terbaru.
program ini. Yogyakarta: Center for Academic Publishing
4. Pada aspek struktur birokrasi, hanya Dinas Service; 2012.
Sosial yang memiliki SOP.Pembagian tanggung 12. Karim MIT, Moenta AP, Riza M. Implementasi
jawabdilakukan melalui koordinasi pemangku Kebijakan Pemerintah Daerah Di Bidang
kepentingan yang dilaksanakan sebulan sekali Kesehatan Masyarakat Melalui Jaminan
guna membahas segala sesuatu yang berkaitan Kesehatan Nasional. Amanna Gappa.
dengan Jaminan Kesehatan Nasional. 2018;26(1):53-63.
13. Maidin A, Palutturi S. Kajian Implementasi
REFERENSI Jaminan Kesehatan Nasional Lintas Provinsi
1. Pemerintah Indonesia. Undang-Undang (Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara,
Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 Sulawesi Barat) Tahun 2014. Jurnal Kebijakan
Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Kesehatan Indonesia: JKKI. 2016;5(3):96-
Jakarta: Sekertariat Negara; 2004. 100.
2. Dinkes Provinsi Sumatera Selatan. Profil 14. Siswanto U. Analisis Implementasi Kebijakan
Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun Integrasi Program Jaminan Kesehatan
2015. In: Selatan DKPS, editor. Sumatera Semesta Daerah Di Kabupaten Bintan:
Selatan: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Universitas Terbuka; 2018.
Selatan; 2015 15. Mishra SR, Khanal P, Karki DK, Kallestrup P,
3. Dwicaksono A, Prasetya A. Jamkesmas Enemark U. National Health Insurance Policy
Dan Program Jaminan Kesehatan Daerah; in Nepal: Challenges for Implementation.
Laporan Pengkajian Di 8 Kabupaten/Kota Dan Global health action. 2015;8(1):28763.
2 Provinsi. Laporan Pengkajian IBP Indonesia 16. Lamadang SI, Razak A, Russeng S.
Core Team/Perkumpulan Inisiatif Jakarta. Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional
2012. 4. Pemerintah Indonesia. Peraturan (Jkn) Di Kabupaten Buol. Jurnal Kesehatan
Presiden (Perpres) Nomor 82 Pasal 102 Masyarakat Maritim Universitas Hasanuddin.
4. Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan. 2018;1(3):274-83.
Jakarta: Sekertariat Negara; 2018. 17. Mboi N. Indonesia: On the Way to Universal
5. Maulidna N, Wigati PA, Suparwati A. Analisis Health Care. Health Systems & Reform.
Implementasi Integrasi Jaminan Kesehatan 2015;1(2):91-7.
Daerah (Jamkesda) Ke Dalam Jaminan 18. Rosmawati HD, Nilwana A. Implementasi
Kesehatan Nasional (Jkn) Di Provinsi Jawa Program Jaminan Kesehatan Nasional (Jkn)
Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Di Puskesmas Kota Kecamatan Enrekang.
(e-Journal). 2016;4(4):104-11. Sosial Politik & Ekonomi.
6. Rukmini R, Ristrini R, Tumaji T. Integrasi 19. Rismawan R. Implementasi Kebijakan
Jamkesda Dalam Jkn Bagi Pbi Di Kota Blitar Pembiayaan Jaminan Kesehatan Pemerintah
Dan Kota Malang. Buletin Penelitian Sistem Kota Palu Di Era Jaminan Kesehatan Nasional.
Kesehatan. 2017;20(1):34-42. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI.
7. Rustam RF. Analisis Implementasi Integrasi 2018;7(4):178-89.
Jaminan Kesehatan Daerah-Gerakan 20. Wahab SA. Nalisis Kebijakan Dari Formulasi
Membangun Bombana Dengan Ridho Allah Ke Implementasi Kebijakan. Jakarta: Bumi
(Jamkesda-Gembira) Ke Jaminan Kesehatan Aksara; 2008.
Nasional (Jkn) Di Kabupaten Bombana.
8. Rukhmana ZF. Evaluasi Program
Pengintegrasian Jaminan Kesehatan Daerah
(Jamkesda) Ke Jaminan Kesehatan Nasional
(Jkn)(Studi Di Kec Sukorejo Kota Blitar):

Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI , Vol. 07, No. 03 September 2019 • 135