Anda di halaman 1dari 6

STRATEGIC MANAGEMENT

CASE STUDY :

“MYSTIC MONK COFFEE”

DISUSUN OLEH :

Amal Fitra Iriansah 464989

Carlita Lestari 465009

Giffar Masabih 465049

Irwan Prasetyawan 465063

MAGISTER MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA

2021
DESKRIPSI KASUS :

Daniel Marry, seorang pastor katolik yang merupakan kepala dari kelompok pendeta
Carmelite di Wyoming. Carmelite merupakan sebuah nama dari kelompok masyarakat religius
dari gereja katolik yang ada di Wyoming. Pendeta Daniel Marry memiliki visi untuk membeli lahan
peternakan seluas 500 hektar untuk kemudian dibangun sebuah kawasan religious di wilayah
tersebut. Daniel ingin membangun sebuah kawasan berupa Gothic Church yang nantinya
diperuntukkan bagi 13 biarawan dan 30 biarawan lainnya untuk melakukan kegiatan ibadah
keagamaan. Namun untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat kendala dana yang dibutuhkan
kurang lebih US$ 8,9 juta, sedangkan dana yang ada saat ini berasal dari donasi sebesar
$250.000 dan dana dari hasil operasional Mystic Monk Coffee selama setahun sebesar $75.000.

Pastor Daniel bersama dengan pendeta Carmelite lainnya membuka usaha kedai kopi
yang bernama Mystic Monk Coffe (MMC). Mystic Monk Coffee memproduksi kopi jenis Arabica
lokal dengan kualitas tertinggi dan memiliki rasa yang bervariasi sesuai dengan tingkat
kepekatannya. Hasil dari keuntungan usaha tersebut akan digunakan untuk menambah
kekurangan biaya pembelian lahan dan pembangunan tempat ibadah. Pendeta Daniel kemudian
berusaha untuk mengembangkan usaha kedai Mystic Monk Coffee melalui penjualan secara
online di media sosial dan website, grosir ke gereja dan toko lokal, membuat iklan di website
komersial serta mengadakan program afiliasi tingkat partisipasi Share A Sale yang
memungkinkan afiliasi untuk memberikan rekomendasi atau saran afiliasi baru bagi Mystic Monk
Coffee dan memperoleh 56 persen dari komisi afiliasi baru.

Dikenal sebagai penghasil bijih kopi dengan kualitas tinggi serta eksklusifitas produksinya
tentu memberikan Mystic Monk Coffee keuntungan yang besar dalam memasarkan produknya.
Jaminan kualitas produk Mystic Monk Coffee membuatnya tidak hanya menjual nama sebagai
produsen kopi yang taat pada Tuhan dan memperhatikan komunitas Katolik, namun benar-benar
sebagai produsen bijih kopi yang ulung dalam mengeluarkan produk berkualitas. Bekal ini adalah
pondasi yang amat penting apabila Pendeta Daniel Mary berkeinginan untuk meningkatkan
kapasitas produksi Mystic Monk Coffee.

Namun halangan utama yang dimiliki oleh Mystic Monk Coffee justru berasal dari fakta
bahwa eksklusivitas mereka sebagai penghasil kopi dari gereja membatasi kapasitas produksi
mereka sendiri. Tentu saja karena pegawai dari Mystic Monk Coffee adalah para anggota
carmelite yang terikat pada pola hidup dan aktivitas internal gereja sehingga membatasi kapasitas
mereka sebagai pengelola sebuah bisnis. Selama ini, para pekerja Mystic Monk Coffee hanya
bekerja selama 6 jam sehari. Hal ini dikarenakan kebanyakan waktu dalam sehari sudah
dialokasikan untuk beribadah dan berdoa, yang mana memang menjadi tugas dan kewajiban
utama mereka sebagai pendeta. Hal ini secara langsung berdampak pada tingkat produktivitas
mereka dalam menghasilkan biji kopi olahan.

Di lain pihak, Mystic Monk Coffee mengandalkan sistem pemasaran word of mouth yang
membatasi mereka dalam memasarkan pada khalayak yang lebih luas. Untuk itu, Pastor Daniel
Mary perlu membuka mata lebih lebar pada opsi jalur pemasaran lain. Hal ini penting karena
Mystic Monk Coffee berencana menambah kapasitas produksi dengan membeli mesin
pemanggang baru. Sehingga mereka harus memikirkan jalur penjualan atas meningkatnya
jumlah output produksi mereka.

Dengan mesin produksi baru, Mystic Monk Coffee dapat mengkapitalisasi profit margin
mereka yang sebelumnya ada di angka 11% menjadi lebih tinggi lagi melalui economic of scale.
Pastor Daniel perlu memikirkan strategi eksekusi yang menyeluruh untuk dapat mewujudkan visi-
nya untuk memperluas cakupan wilayah Carmelite dengan membeli lahan baru, yang tentu saja
membutuhkan dana yang tidak sedikit.

ANALISA KASUS :

Visi Pastor Daniel Mary Mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan dan umatnya.

Misi Pastor Daniel Mary Membesarkan/ mengembangkan kapasitas Carmelite order of monks in
Wyoming dengan membeli lahan Irma Lake Ranch

Strategic Plan ● Mengumpulkan donasi dari umatnya.


● Mengembangkan kapasitas produksi kopi dengan menambah
mesin roasting biji kopi yang baru
● Melakukan penjualan secara masif melalui online di media sosial
dan website, grosir ke gereja dan toko lokal, membuat iklan di
website komersial.
Strength and Weakness Strength :

● Mystic Monk Coffee memproduksi kopi jenis Arabica lokal dengan


kualitas tertinggi dan memiliki rasa yang bervariasi sesuai dengan
tingkat kepekatannya.
● Pemilihan industri bisnis kopi sesuai dengan trend pasar yang ada
di Amerika
● Target pasar adalah umat katolik di Amerika dan khalayak umum
yang mendukung komunitas gereja.
● Brand image yang positif karena tujuan utama dari kedai kopi ini
untuk mengumpulkan dana pengembangan biara.
● Memiliki komunitas dengan solidaritas yang kuat.

Weakness :
● Produksi yang terbatas hanya 540 pounds per hari
● Keterbatasan jam kerja karena fokus utama biarawan adalah
beribadah dan melayani Tuhan dan umatnya di gereja
● Tujuan utama untuk pembelian lahan maka proses pengembangan
bisnis kedai kopi tidak fokus.
● Pengalaman tentang bisnis industri kopi sangat minim bagi para
biarawan.
● Bisnis kopi sebagai satu satunya usaha untuk mendapatkan dana
untuk membeli lahan dinilai kurang maksimal karena profit yang
didapatkan setiap bulan hanya 11% dari pendapatan bulanan
mereka senilai $56.500, sedangkan target dana yang dibutuhkan
sebanyak $8,9 juta.
REKOMENDASI KELOMPOK 7 :

Berikut perhitungan terkait pendapatan Mystic Monk Coffee sebagai berikut :


Kapasitas mesin terpasang saat ini = 540 pounds/hari
Kapasitas baru = 130 pounds/jam x 6 jam kerja
= 780 pounds/hari

Penambahan kapasitas = 240 pounds/hari


Pendapatan = $ 56.500/bulan ≈ $ 678.000/tahun
Net profit margin = $ 678.000 x 11 % = $74.500/tahun.

Net profit Margin :


Setelah penambahan kapasitas = $56.500 + $ 35.000 = $ 91.500
Profit setelah penambahan = $ 91.500 x 11 % = $ 10.065/bulan ≈ $ 120.780/tahun.

Investasi yang dibutuhkan = $ 8.900.000


Dana yang tersedia :
Donasi = $ 250.000
Profit tahun 1 = $ 75.000

Kekurangan dana = $ 8.900.000 - $ 325.000 = $ 8.575.000

Profit/tahun = $ 120.780
Waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan kekurangan dana
= $ 8.900.000 / $ 120.780
= 74 tahun

Dari perhitungan di atas dengan plan yang ada, diperlukan ± 74 tahun untuk
mengumpulkan kekurangan dana.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut diatas, maka kelompok kami merekomendasikan hal-hal
sebagai berikut :
1. Misi Pastor Daniel Mary untuk membeli lahan peternakan tersebut tidak realistis karena
harganya terlalu mahal dan mereka tidak memiliki modal yang cukup untuk membelinya.
2. Strategi untuk mencapai misinya melalui operasional kedai kopi kurang tepat karena profit
yang didapatkan tidak bisa mencukupi kebutuhan dana dalam waktu dekat.
3. Pastor sebaiknya memfokuskan penggalangan dana dan membeli lahan lain yang lebih
terjangkau sebagai strategi alternatif mereka dalam mencapai misi dan visinya.
4. Mereka disarankan membentuk unit bisnis sendiri dengan cara mempekerjakan
profesional yang bisa fokus menjalankan operasional bisnis sehingga bisa mendapatkan
revenue yang lebih maksimal.
5. Pemilihan bisnis sesuai dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut oleh umat katolik di
Amerika.