Anda di halaman 1dari 12

KUIS BESAR ETIKA BISNIS

KELOMPOK 5

Disusun oleh:

Natasha Valentina/ 111910113

Gabriele Yosefhine Hokky/ 111910021

Nicola Firmani W / 111910045

Verani Niken Saputri/ 111910084

Ildefonsus Marcel D.C / 111910089

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

UNIVERSITAS MA CHUNG

MALANG

2021
BAB I

PENDAHULUAN

1. Profil Perusahaan

Aice adalah perusahaan lisensi dari Singapura dan memiliki tim yang berpengalaman 20
tahun di industri es krim. Produk ini berasal dari Singapura, Aice datang ke Indonesia dan
mendirikan pabrik es krim pertamanya PT Alpen Food Industri, yang menerima sertifikasi
tingkat tertinggi A-Level Halal. Aice satu-satunya merek dari Industri es krim yang terpilih
sebagai "10 makanan paling viral 2016 di Indonesia". Aice memenangkan "Excellent Brand
Award 2017" dengan nilai tertinggi dari Industri es krim. Aice juga terpilih sebagai satu-
satunya merek es krim pilihan Asian Games di Jakarta. Sebagai satu-satunya es krim pilihan
Asian Games, Aice sukses mendukung Asian Games di Jakarta. Aice juga mampu
memenangkan penghargaan "Better Brand 2018" dan berhasil membangun pabrik es krim
tercanggih di Mojokerto, Indonesia. Saat ini, Alpen Food Industry sendiri telah memiliki 21
varian es krim merek Aice dengan lebih dari 80.000 outlet yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia. Kegiatan operasional inti perusahaan meliputi research and development,
produksi, penjualan produk es krim. Produk Aice kini telah dipasarkan tiga negara Asia
Tenggara, yaitu Indonesia, Filipina, dam Vietnam.

Aice mempunya filosofi nama tersendiri yang mengandung makna. Es krim ini hadir
dengan tagline, “Have an Aice Day”, yang merupakan pembelokan dari kata-kata Bahasa
Inggris yaitu Have a nice day yang artinya “Jadikan hari-harimu lebih indah”. Melalui
tagline tersebut, perusahaan ingin memberikan kualitas kenikmatan, kesegaran, kebahagiaan,
dan inovasi melalui produk es krim yang bisa dinikmati oleh semua konsumen. Sementara itu
untuk logo Aice sendiri, A diambil dari huruf alfabet yang diartikan, “paling bagus, paling
baik, paling popular”. Sementara ‘ice’ sendiri merupakan singkatan dari ice cream (es krim).
Jika digabungkan, makna logo tersebut adalah es krim terbaik dan paling popular.

2. Permasalahan Perusahaan

Persoalan yang akan dibahas pada makalah ini adalah mengenai persoalan hubungan
industrial antara buruh pabrik Aice dengan manajemen perusahaan. Pada berita yang dirilis
CNBC berjudul “Skandal Es Krim Aice Vs Buruh Belum Juga Usai, Ini Updatenya”,
dijelaskan bahwa persoalan ini mengakibatkan munculnya aksi demo buruh yang masih
terjadi di tengah tudingan skandal pelanggaran ketenagakerjaan. Aksi unjuk rasa ini
dilakukan oleh para buruh karena menganggap adanya kesewenang-wenangan aturan yang
diberlakukan perusahaan terhadap buruh, termasuk aturan bekerja bagi perempuan dalam
keadaan hamil. Walaupun sudah mendapat bantuan penanganan dari pemerintah pusat dan
daerah, tetapi perselisihan belum juga usai.

Terhadap tuduhan kepada Aice, pihak Aice Group memberi tanggapan terkait dugaan
perlakuan sewenang-wenang perusahaan terhadap buruh yang bekerja. Pihak perusahaan
menganggap tudingan para buruh adalah untuk meminta kenaikan gaji. Kasus ini akhirnya
melibatkan pihak ketiga untuk membantu mencari penyelesaian. Terkait dengan tuduhan
yang ditujukan kepada pihak perusahaan, pihak ketiga membantu memeriksa kebenaran dan
membantu mengawasi perusahaan. Hasil dari pemeriksaan adalah tuduhan yang ditujukan
kepada perusahaan tidak benar karena tidak ditemukannya pelanggaran terkait
mempekerjakan pekerja perempuan hamil di malam hari.

Tetapi, walau tuduhan tersebut telah mendapat bantahan dari pihak perusahaan, masih
banyak kasus yang mendera para buruh di pabrik es krim Aice. Di antaranya seperti kasus
buruh hamil yang masih diminta bekerja pada malam hari hingga pemutusan hubungan kerja
(PHK) secara sepihak oleh pihak perusahaan. Pihak buruh juga menyatakan bahwa buruh
tidak akan berhenti menyuarakan aspirasi mereka terkait kasus ini. Selain itu, buruh juga
melakukan kampanye reguler di media sosial setiap minggu yang diikuti oleh buruh Aice dan
keluarganya. Kampanye ini bertujuan meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi es krim
Aice sampai dengan hak buruh dipenuhi.

Buruh melakukan banyak upaya untuk memperjuangkan hak-hak mereka terkait dengan
kasus ini. Juru bicara Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan Sarinah mengaku kasus
ini sudah dibawa ke pengawas Dinas Tenaga Kerja, kementerian sampai Ombudsman.
Namun, masih banyak diskriminasi yang masih terjadi terkait kasus ini. Menurutnya,
persoalan Aice merupakan persoalan yang serius tetapi disepelekan oleh pemerintah.
BAB II

ISI

1. Teori Teleologi Egoisme Etis

Teori Egoisme etis adalah tindakan dari setiap orang yang pada dasarnya bertujuan
untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan diri sendiri. Sehingga dapat dikatakan
tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest). Tindakan berkutat diri
ditandai dengan ciri mengabaikan atau merugikan kepentingan orang lain, sedangkan
tindakan mementingkan diri sendiri tidak selalu merugikan kepentingan orang lain. Banyak
sekali pro dan kontra pandangan terori teleology egoisme etis. Sehingga kali ini akan
membahas permasalahan di bidang perusahaan industri mengenai etika perusahaan dalam
berbisnis.

Permasalahan mengenai skandal perusahaan Aice dengan buruh yang bekerja yang
belum usai. Skandal ini awal mulanya disebabkan oleh tata kelola yang kurang baik dari
pihak perusahaan sehingga menyebabkan krisis tersebut yang melibatkan karyawannya atau
buruh. Adanya penurunan gaji/upah pekerja buruh, prosedur pengambilan cuti atau ijin kerja
yang sangat panjang, buruh perempuan mendapatkan shift bekerja di malam hari, buruh yang
sedang hamil tetap diberikan beban kerja yang berat dan masih ada beberapa permasalahan
lainnya. Sehingga buruh pabrik mengalami mogok kerja dan demo di depan perusahaan.

Pandangan dari teori egoisme etis dilihat dari perusahaan Aice, dapat diketahui bahwa
permasalahan tersebut perusahaan sangat mementingkan diri sendiri dan tidak
memperdulikan saran dan keluh kesah karyawan mengenai pekerjaan yang ada. Selain itu,
juga tidak memperdulikan jika ada karyawan yang sakit dan tetap mempekerjakan wanita
yang sedang hamil. Kebijakan-kebijakan yang tidak memperdulikan karyawan membuat
perusahaan memiliki banyak keuntungan karena para buruh bekerja 24 jam sehingga dapat
memenuhi target permintaan konsumen. Dengan begitu perusahaan tidak akan rugi dari segi
keuangan karena perusahaan memberikan upah yang minim, tidak memberikan tunjangan-
tunjangan kesehatan dan akan memberikan potongan upah kepada buruh jika melakukan
kesalahan atau tidak masuk pada saat bekerja karena alasan sakit maupun alasan lain. Dengan
begitu perusahaan juga dapat mempertahankan para investor dengan memberikan
keuntungan-keuntangan yang menjanjikan.
Jika ditinjau dari teori teleologi egois etis, keputusan dan kebijakan yang dilakukan
oleh perusahaan adalah etis karena mementingkan kepentingan perusahaan tanpa
memperhatikan kepentingan buruh.

2. Teori Teologi Utilitarianisme


a. Berasal dari kata Latin utilis yang berarti manfaat. Teori ini melihat baik buruknya
Tindakan dari manfaat yang dihasilkan. Tindakan dikatakan baik jika bermanfaat
b. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu
harus menyangkut bukan saja satu/dua orang melainkan masyarakat sebagai
keseluruhan.
c. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya
suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan
terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

Berdasarkan kasus yang diangkat dari skandal Aice dan Buruh yang belum juga usai
maka dapat di ambil kesimpulan bahwa :

Buruh melakukan aksi unjuk rasa karena menganggap adanya kesewenang-wenangan


aturan yang diberlakukan perusahaan terhadap buruh, termasuk aturan bekerja bagi
perempuan dalam keadaan hamil. Sedangkan, pihak perusahaan membantah tudingan buruh,
yakni justru menganggap buruh meminta kenaikan gaji.

"Buruh hamil kerja shift malam itu menurut bunyi UU tidak ada masalah. Yang kami
utamakan adalah yang menurut keterangan dokter berbahaya dan dipastikan semua pekerja
perempuan Alpen yang oleh karena surat keterangan dokter dinyatakan berbahaya bekerja di
shift malam tidak kami izinkan bekerja di shift malam," sebutnya pihak pabrik Aice”

Jadi, sebenarnya pihak Aice juga sudah menjelaskan disana bahwa para buruh wanita
yang sedang hamil mendapatkan keringanan apabila kondisi sedang tidak fit sehingga ia tidak
apa – apa jika melewatkan shift malam. Sesuai dengan teori Utilitarianisme maka bisa ditarik
kesimpulan juga bahwa maksud dari pihak Aice itu baik dengan cara memberi keringanan
bagi para pekerjanya. Sehingga kedua belah pihak sama – sama diuntungkan sebenarnya
mengingat dari keringanan yang diberikan. Dari pihak Aice tidak mengalami kerugian karena
biaya produksi yang besar, kemudian para karyawan wanita yang hamil juga bisa tidak
mengambil shift malam apabila kondisinya tidak memungkinkan.
Kesimpulan kasus ini jika dilihat dari teori teleologi Utilitarianisme yaitu tidak etis untuk
buruhnya karena pabrik juga tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Buruh
juga seharusnya tidak perlu melakukan protes berlebihan dan bisa dibicarakan secara baik-
baik.

3. Teori Deontologi / Kewajiban

Di dalam sebuah etika, suatu tindakan dianggap baik atau buruk berdasarkan apakah
tindakan itu sesuai dengan kewajiban atau tidak. Karena etika yang menjadi dasar tindakan
baik dan buruk adalah kewajiban. Oleh karena itu, suatu perbuatan dianggap menjadi baik
karena tindakan benar-benar baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Sebagai contoh kecil
seperti menjadi jujur adalah perbuatan baik, dan itu adalah salah satu kewajiban untuk
dilakukan. Sebaliknya, melanggar hak orang lain atau menipu orang lain adalah perbuatan
buruk pada diri sendiri, oleh karena itu harus dihindari.

Untuk pembahasan kasus ini yang disebutkan bahwa persoalan hubungan industrial antara
buruh pabrik Aice dengan manajemen perusahaan belum juga reda. Aksi demo buruh masih
terjadi di tengah tudingan skandal pelanggaran ketenagakerjaan. Aksi ini terjadi karena
menganggap adanya kesewenang-wenangan aturan yang diberlakukan perusahaan terhadap
buruh, termasuk aturan bekerja bagi perempuan dalam keadaan hamil. Sedangkan, pihak
perusahaan membantah tudingan buruh, yakni justru menganggap buruh meminta kenaikan
gaji. Poin lainnya yang dipermasalahkan oleh SKBBI, adalah jam kerja malam masih
diberlakukan kepada perempuan hamil meski telah dikeluarkan surat rekomendasi oleh
Komnas Perempuan. Hal itu menurutnya menjadi pemicu tingginya angka keguguran
karyawan wanita, dan juga penurunan upah, kontaminasi lingkungan, mutasi pekerja
terhadap anggota serikat, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam kasus ini jelas bahwa pelanggaran yang ditujukan kepada perusahaan Aice sangat
melanggar hukum seperti melanggar Pasal 76 ayat (2) UU Ketenagakerjaan menyatakan:
“Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan hamil yang menurut
keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya maupun dirinya
apabila bekerja antara pukul 23.00 s.d pukul 07.00”.

Jika dihubungkan dengan teori Deontologi / Kewajiban yaitu, Perusahaan Aice sebaiknya
memberikan penjelasan kepada para buruh dan pihak yang berwenang untuk memberikan
kejelasan atas berbagai tudingan yang ditujukan kepada perusahaan AICE, kemudian
melakukan tindakan solusi yang menguntungkan kedua pihak seperti memperbaiki serta
memperbarui peraturan dan kewajiban yang mengatur tentang pengaturan pekerja wanita
hamil, kontaminasi, serta penurunan upah. Perbaikan peraturan perusahaan harus dilakukan
karena peraturan perusahaan merupakan kewajiban perusahaan itu sendiri.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa tindakan perusahaan tidak etis apabila terbukti
melakukan jam kerja malam yang masih diberlakukan kepada perempuan hamil, meski telah
dikeluarkan surat rekomendasi oleh Komnas Perempuan karena telah melanggar hukum yang
tertera dalam Pasal 76 ayat (2) UU Ketenagakerjaan.

4. Teori Keutamaan/ Virtue

Teori Keutamaan bisa dikatakan sebagai teori yang memandang sikap atau akhlak baik
seseorang mengenai apakah hal yang dilakukan termasuk etis atau tidak. Akhlak baik bisa
dikatakan apakah perbuatan tersebut adil, jujur, bijaksana, kehormatan, keramahan, dan
masih banyak hal baik lainnya. Teori keutamaan mengutamakan apakah seseorang/kelompok
sudah melakukan akhlak/sikap baik. Jika sudah, bisa dikatakan etikanya adalah etis. Jika
dalam sebuah kelompok menyelewengkan perbuatan buruk, melanggar kebaikan, membuat
orang lain merasa dirugikan, tidak adil dan bijaksana, etika tersebut bisa dikatakan tidak etis.
Jadi, Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi (pendapat mengenai) watak yang telah
diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.

Dikatakan pada kasus diatas, pihak buruh melakukan unjuk rasa untuk membela hak ibu
hamil yang tetap bekerja di malam hari. Sedangkan pihak Alpen menangkap bahwa buruh
yang melakukan demo adalah untuk meminta kenaikan gaji. Setelah ditelusuri lebih dalam,
ternyata, memang pengunjuk rasa meminta keadilan atas ibu hamil yang tetap bekerja di
malam hari. Pihak perusahaan berkata jika mereka melakukan hal itu sesuai undang-undang
dan jika memang ibu hamil tersebut tidak memiliki surat keterangan dokter yang menyatakan
berbahaya jika tetap bekerja sampai malam, maka mereka tidak mengizinkan ibu hamil
tersebut meneruskan pekerjaan mereka sampai malam. Menurut teori etika bagian keutamaan,
hal yang dilakukan perusahaan adalah perbuatan tidak etis. Menurut teori keutamaan, suatu
hal dikatakan etis jika hal itu bersifat baik, bijaksana, adil, dan merupakan implementasi dari
berbuat baik. Meskipun ada UU yang mengatur jika harus memberikan surat keterangan
dokter yang menyatakan berbahaya kandungannya baru diizinkan untuk tidak bekerja malam
hari, tetap saja hal ini dikatakan tidak etis bagi perusahaan jika tidak memberikan keringanan
bagi ibu hamil.
Perusahaan seharusnya paham bagaimana perjuangan seorang ibu yang sedang hamil.
Seharusnya perusahaan memberikan keringanan bagi seorang ibu hamil, misalnya
memperbolehkan untuk pulang sore, memberikan bingkisan gizi untuk ibu tersebut, atau
memberikan cuti setiap hari Sabtu selama 5 bulan, selebihnya ibu hamil tersebut harus
menetap di rumah. Buruh pabrik sudah benar melakukan unjuk rasa untuk meminta keadilan
bagi ibu hamil yang tetap bekerja sampai malam. Sedangkan perusahaan masih tetap
bersikukuh bahwa mereka telah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Tapi, tentu saja
menurut teori keutamaan, hal ini sungguh tidak etis dilakukan perusahaan dalam
mempekerjakan wanita hamil sampai malam hari.

5. Teori Hak

Teori hak merupakan salah satu aspek dari teori deontologi, karena teori ini berkaitan
dengan kewajiban. Seperti yang kita ketahui, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang
logam yang sama, keduanya tidak dapat dipisahkan. Berdasar pengertiannya, hak adalah
kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu yang mestinya individu terima atau bisa
dikatakan sebagai hal yang selalu dilakukan dan orang lain tidak boleh merampasnya entah
secara paksa atau tidak. Sebagai warga negara, kita memiliki hak dan kewajiban bernegara.
Selanjutnya, akan dibahas mengenai keterkaitan kasus dengan teori hak.

Kasus persoalan hubungan industrial antara buruh pabrik Aice dengan manajemen
perusahaan mengakibatkan terjadinya aksi demo buruh. Jika hal ini dikaitkan dengan teori
hak, tindakan yang dilakukan para buruh adalah etis. Hal ini ditegaskan secara hukum dalam
pasal 102 ayat (2) UU Ketenagakerjaan yang menyatakan : “ Dalam melaksanakan hubungan
industrial, pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruhnya mempunyai fungsi
menjalankan pekerjaan sesuai dengan kewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan
produksi, menyalurkan aspirasi secara demokratis, mengembangkan keterampilan, dan
keahliannya serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan anggota
beserta keluarganya”. Setiap orang memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat
secara bebas di depan umum yang diatur dalam UU No. 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan
Menyampaikan Pendapat di Muka Umum pasal 1 ayat (1) menyatakan: “ Kemerdekaan
menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran
dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Serta dalam pasal 2 ayat (1)
menyatakan: “ Setiap warga negara, secara perorangan atau kelompok, bebas menyampaikan
pendapat sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”.

Buruh juga termasuk warga negara yang memiliki hak asasi dan dilindungi oleh negara,
khususnya oleh peraturan perundang-undangan sehingga buruh dapat melakukan upaya untuk
melindungi atau memperjuangkan hak-haknya melalui penyampaian aspirasi kepada pihak
perusahaan. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh pabrik Aice merupakan hak
buruh dalam menyampaikan aspirasi dan sebagai upaya untuk memperjuangkan haknya.
Aksi-aksi buruh yang sah secara konstitusi dan dibenarkan menurut undang-undang, tidak
boleh dihalangi dan dilarang oleh siapapun, termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum
serta pengusaha. Jika dilihat dari kasus demo buruh pabrik Aice, tindakan ini tidak melanggar
undang-undang sehingga etis untuk dilakukan.

Buruh juga berhak untuk memberi bantahan atau sanggahan terkait pernyataan yang
disampaikan oleh perusahaan. Pada kasus ini, buruh juga melibatkan pihak ketiga seperti
dinas tenaga kerja, kementerian, Ombudsman, dan pihak lainnya. Tindakan buruh untuk
melibatkan pihak ketiga juga etis jika dilihat dari hak para buruh. Selain dari pihak buruh,
pada berita juga dibahas mengenai tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam
menanggapi aksi demo buruh. Terlepas dari benar atau salahnya pernyataan yang diberikan,
tindakan perusahaan untuk memberi tanggapan adalah etis. Perusahaan memiliki hak untuk
membenarkan diri, dan memberi tanggapan pernyataan sebagai bentuk pertanggungjawaban
perusahaan.

Selain pihak buruh dan perusahaan, terdapat juga pihak ketiga seperti pihak pemerintah
yang ikut menangani kasus ini. Tindakan pihak pemerintah dalam membantu peredaman
perselisihan terkait kasus ini adalah etis menurut teori hak. Etis dikarenakan pemerintah
berhak untuk melakukan tindakan-tindakan penanganan dalam rangka menjaga ketertiban
umum. Demi menjaga ketertiban dan keamanan maka pemerintah berhak atas tindakan
penanganan seperti mengambil sikap tegas atas aksi demo buruh atau menjadi penengah agar
perselisihan cepat usai. Tindakan pengawasan dan pemeriksaan oleh Disnaker dan PerdaKab
Bekasi juga termasuk dalam tindakan etis karena masuk dalam tindakan penanganan sesuai
hukum yang berlaku.

Setelah menganalisis kasus berdasarkan teori hak, dapat disimpulkan bahwa tindakan
yang dilakukan oleh pihak-pihak dalam kasus ini adalah tindakan yang etis. Hal ini
dikarenakan setiap pihak memiliki hak-hak atas tindakan yang mereka lakukan dalam kasus
aksi demo buruh ini. Pada dasarnya hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat
semua manusia itu sama. Baik dari pihak buruh, perusahaan, maupun pihak ketiga memiliki
hak untuk bertindak asalkan tidak melanggar batas, sudah memenuhi kewajiban, dan sesuai
dengan hukum.
BAB III

KESIMPULAN

Melalui penjabaran mengenai permasalahan perusahaan Aice dan menghubungkannya


pada teori-teori etika di atas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Jika ditinjau dari teori teleologi egois etis, keputusan dan kebijakan yang dilakukan oleh
perusahaan adalah etis karena mementingkan kepentingan perusahaan tanpa
memperhatikan kepentingan buruh.
2. Jika ditinjau dari teori teleologi Utilitarianisme yaitu tidak etis untuk buruhnya karena
pabrik juga tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Buruh juga
seharusnya tidak perlu melakukan protes berlebihan dan bisa dibicarakan secara baik-
baik.
3. Jika ditinjau dari teori kewajiban, tindakan perusahaan tidak etis apabila terbukti
melakukan jam kerja malam yang masih diberlakukan kepada perempuan hamil meski
telah dikeluarkan surat rekomendasi oleh Komnas Perempuan karena telah melanggar
hukum yang tertera dalam Pasal 76 ayat (2) UU Ketenagakerjaan.
4. Jika ditinjau dari teori keutamaan, hal ini sungguh tidak etis dilakukan perusahaan dalam
mempekerjakan wanita hamil sampai malam hari.
5. Jika ditinjau dari teori hak, dapat disimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak-
pihak dalam kasus ini adalah tindakan yang etis. Hal ini dikarenakan setiap pihak
memiliki hak-hak atas tindakan yang mereka lakukan dalam kasus aksi demo buruh ini.

Maka dari kesimpulan-kesimpulan di atas, dapat diketahui bahwa suatu permasalahan


dapat dikatakan etis atau tidak etis sesuai dengan sudut pandang analisis dari berbagai teori
etika. Jadi, dari penjelasan tersebut, tidak dapat kita sama ratakan dalam mengambil
kesimpulan dengan hanya melihat satu sudut pandang saja. Sehingga sebagai masyarakat
pada umumnya, diharapkan juga tidak langsung menghakimi pihak-pihak yang terlibat begitu
saja.
DAFTAR PUSTAKA

Artikel :

Sandi, Ferry. 2020. Skandal Es Krim Aice Vs Buruh Belum Juga Usai, Ini Updatenya.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20201001142818-4-190891/skandal-es-krim-aice-vs-
buruh-belum-juga-usai-ini-updatenya (diakses 12 Maret 2021)

Peraturan Perundang-Undangan :

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di


Muka Umum