Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR SEMI PADAT

MENGHITUNG DERAJAT FLOKULASI SEDIAAN SUSPENSI

KELOMPOK 6:

Dia Ul Aulia (K1A018022)

Muhamad Haikhal (K1A018052)

Nana Mardiana (K1A018056)

Sandra Novelia Safitri (K1A018072)

Titania Nabilah (K1A018076)

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MATARAM

2021
PENDAHULUAN

Landasan Teori
Derajat flokulasi merupakan parameter stabilitas suspensi yang lebih baik dari
pada volume sedimentasi karena derajat flokulasi menghubungkan volume endapan
suspensi yang mengalami flokulasi dengan volume suspensi dalam suatu sistem yang
mengalami deflokulasi. Derajat flokulasi setelah siklus terlihat menurun dibandingkan
dengan derajat flokulasi sebelum perlakuan. Dalam suspensi terflokulasi partikel
terendapkan dengan cepat dan membentuk susunan agregat yang sangat longgar
(berpori). Susunan agregat longgar ini memungkinkan flokula mengalami pemampatan
sehingga dengan bertambahnya waktu karena perlakuan siklus maka volume
sedimennya menurun. Dengan menurunnya volume sedimentasi maka menyebabkan
penurunan derajat flokulasi setelah siklus(Hapsari,2005).
Kestabilan fisik suspensi adalah hambatan utama dalam memformulasikan
suspensi karena masalah yang sering terjadi meliputi kecepatan sedimentasi yang tinggi
maupun kemampuan redispersi yang buruk. Oleh karena itu diperlukan penggunaan
suspending agent untuk meningkatkan kestabilan fisik suspensi. Suspensi yang ideal
adalah suspensi yang memenuhi persyaratan suspensi yaitu zat yang terdispersi harus
halus dan tidak boleh mengendap, Jika dikocok perlahan-lahan, endapan harus segera
terdispersi kembali . Dapat mengandung zat tambahan untuk menjamin stabilitas
suspensi. Kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sedimen mudak dikocok
dan dituang (Suena, 2015).
Kualitas ideal dari suspensi yang baik itu harus mengendap perlahan dan mudah
tersebar kembali saat digoyangkan harus segera dan merata kemudian tuangkan dari
wadah. Ini harus inert kimiawi. Seharusnya tidak terbentuk kue keras. Ini harus
mencegah degradasi obat atau untuk meningkatkan stabilitas obat. Itu harus menutupi
rasa pahit obat yang tidak menyenangkan(Ponnada,2017).

Tujuan Praktikum

Praktikum menentukan derajat flokulasi sediaan suspensi dilaksanakan dengan


tujuan agar mahasiswa dapat menghitung derajat flokulasi sediaan suspensi.

MATERIAL DAN METODE PRAKTIKUM

Alat-alat Praktikum

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah alat-alat gelas,
mortir, stamper, tabung reaksi 20 mL.
Bahan-bahan Praktikum

Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah Sulfadiazine, DSS,
AlCl3, dan aquadest.

Formula :

Formulasi A B C D E
Sulfadiazine 2 2 2 2 2
(gram)
DSS (mg) 20 20 20 20 20
AlCl3 (mg) 0 2 4 6 10
Aquadest ad 20 20 20 20 20
(mL)

Monografi Bahan

a. Aquadest

• Nama resmi : Aqua destillata

• Nama lain/sinonim : Aquadest, air suling

• RM/BM : H2O / 18,02 g/mol

• Pemerian : Cairan tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa

• Kelarutan : Larut dalam semua jenis larutan

• Incompabilitas : -

• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup kedap

• Kegunaan : Zat pelarut

(FI, Edisi III ; 96)


b. DSS

• Nama resmi : Docusate Sodium (Sodium 1,4-bis(2-ethylhexyl)sulfosuccinate)

• Nama lain/Sinonim : Bis (2-ethylhexyl) sodium sulfosuccinate ; dioctyl sodium


sulfosuccinate ; DSS ; natrii docusas ; sodium 1,4-bis(2-
ethylhexyl) sulfosuccinate ; sodium 1,4-bis(2-
ethylhexyl)oxy)-1,4-dioxobutane-2-sulfonate ; sodium
dioctyl sulfosuccinate ; sulfo-butanedioic acid 1,4-bis(2-
ethylhexyl) ester, sodium salt ; sulfosuccinic acid 1,4-bis(2-
ethylhexyl) ester S-sodium salt.

• RM/BM : C20H37NaO7S/444,56 g/mol

• Pemerian : Docusate sodium dan docusate garam banyak digunakan sebagai


anionic surfaktan dalam formulasi farmasi. Docusate sodium adalah
terutama digunakan dalam formulasi kapsul dan tablet kompresi
langsung untuk membantu dalam pembasahan dan pembubaran, (1)
Garam fokusat juga digunakan dalam formulasi oral sebagai pencahar
dan pelunak tinja.

• Kelarutan : -

• Incompabilitas : -

• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup kedap udara dan ditempat yang sejuk dan
kering.

• Kegunaan : Anionic surfactant ; fecal solftener ; wetting agent

(Handbook Of Pharmaceutical Excipients 6th ed ; 244)


c. Sulfadiazin

• Nama resmi : Sulfadiazinum

• Nama lain/sinonim : Sulfadiazina

• RM/BM : C10H10N4O2S / 250,27 g/mol

• Pemerian : Serbuk putih, putih kekuningan atau putih agak merah jambu, hampir
tidak berbau, tidak berasa

• Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%) p
dan dalam aseton p, mudah larut dalam asam mineral dan dalam
larutan akali hidroksida.

• Incompabilitas : -

• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya

• Kegunaan : Anti bakteri

(FI, edisi III : 579)

d. AlCl3

• Nama resmi : Aluminium Klorida

• Nama lain/sinonim : Aluminium Trichloride, Trichloroaluminium, Aluminum


Klorida

• RM/BM : AlCl3/133,34 g/mol

• Pemerian : Massa hablur,berasap dalam udara lembab, abu-abu atau kuning

• Kelarutan : Larut dalam alcohol, karbon tetraklorida,benzofenon, nitrobenzene,


eter, dan benzene, sedikit larut dalam kloroform

• Incompabilitas : -
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup kedap

• Kegunaan : -

(Depkes RI, 1995)

Metode Praktikum

Dilarutkan DSS kedalam sebagian aquadest

Didespersikan serbuk sulfadiazine ke dalam


larutan yang mengandung DSS

Diaduk sampai semua serbuk terbasahi, jika


perlu ditambahkan sedikit aquadest

Ditambahkan larutan AlCl3 secara seksama


pada formula B, C, D, dan E

Diaduk hingga homogeny sampai terbentuk


suatu dispersi terflokulasi

Dituang dispersi kedalam tabung reaksi


berskala dan ditambah aquadest hingga 20 mL

Dikocok hingga homogen

Ditempatkan tabung berskala di dalam rak


Di catat tinggi pengendapan pada waktu 0, 5,
15, 20, 25, 30, dan 60 menit dan diamati
supernatannya

Ditentukan suspensi yang deflokulasi dan


suspensi yang flokulasi serta dibuat grafik
waktu vs harga F untuk kelima formula
tersebut

Dihitung derajat flokulasi suspensi dengan


𝐹
rumus : 𝛽 = 𝐹~