Anda di halaman 1dari 103
LAPORAN TAHUNAN 2009 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI aE SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL Buku Laporan Tahunan 2009 sub sektor Minyak dan Gas Bumi menyajikan informasi terkait kegiatan-kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang telah dicapai di tahun 2009. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebagai upaya untuk melaksanakan tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang minyak dan gasbumi. Kegiatan-keglatan tersebut meliputi penawaran wilayah kerja minyak dan gas bumi, konversi minyak tanah ke LPG, pengaturan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi, pelaksanaan kerja sama dibidang minyak dan gas = yang berupa kegiatan seismik, pemboran dan kegiatan lainnya. Buku Laporan “=== menyaikan informasi mengenai pengusahaan dan pengembangan coal bed tekar nabati di Indonesia yang perlu dilakukan untuk memberikan ketersediaan masyarakat sub sektor Minyak dan Gas Bumi tahun 2009 ini bersifat informatif, hanya sebeasi pendukung, pelengkap, pembanding terhadap pekerjaan yang bersifat ‘@eeiss cen evaluasi terhadap data lain dan bukan sebagai satu-satunya acuan atau suatu keputusan atau kebijakan. Jika data dan informasi dalam laporan 30 tahun sebanyak 4 pegawai D. Dien Migas per semester II tahun 2009, terdapat 465 pegawal berdasarkan golongan dengan komposisi sebagai berikut ~ Masa kerja /a - Vd sebanyak 6 pegawai ~ Masa kerja I/a - Id sebanyak 39 pegawai Laporan Tahunan 200 ~ Masa kerja Illia — Id sebanyak 366 pegawai ~ Masa kerja IVia — IV/e sebanyak 54 pegawai E. Program Pengisian Lowongan Jabatan : Pejabat struktural di ingkungan Ditien Migas terdapat 62 jabatan dengan komposisi sebagai venkut: ~ Eselon | sebanyak 1 (satu) orang ~ Eselon il sebanyak 5 (lima) orang - Eselon i! sebanyak 24 (dua puluh empat) orang ~ Eselon IV sebanyak 62 (ima puluh dua) orang Dalam rangka mengantisipasi lowongan jabatan yang akan ata, perlu ada rencana yang sistematis untuk menganlisioasi lowongan jabatan’ struktural dkarenakan adanya pejabat Ditjen Migas yang akan memasuki usia pumabakti pada tahun 2009, sehingga tidak tera towongan jabatan dalam waktu yang fama. = Realisast Kenaikan Pangkat Tahun 2009 Direktorat Jenderal Migas sebanyak 95 (sembitan puluh lima) pegawai dengan perincian sebagai berikut : = IMidke IVie : 4 orang = Nibke lic: # orang = (lake Wib : T orang = Vd ke Ila: 10 orang = Illicke IW: 12 orang = Woke Nic: 3 orang = llVa ke lib: 52 orang = Wdkellia —: Sorang - Weke la: orang -Weke Wd — : 3oreng Realisasi Kenaikan Pangkat per Oktober Tahun 2009 Direktorat Jenderal Migas sebanyak 18 (delapan belas) pegawai. G. Realisasi Kenaikan Gaji Berkala Tshun Anggaran 2009 Direktorat Jenderal Migas sebanyak 201 (dua ratus satu) pegawai, dengan rincian sebagai benkut : = Golongan! ; 5 orang = Golongan tt; 23 orang + Golongan Ill : 151 orang = Golongan IV. : 22 orang H. Penyorahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya XXX tahun periode Agustus 2009 kepada Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Migas sebanyak 5 (lima) pegawai. |. Penyerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya XX tahun periode Agustus 2009 kepada Pegawai Negeri Sipil Direklorat Jenderal Migas sebanyak 15 (ima belas) pegawai. J. Penyerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya X tahun periode Agustus 2009 kepada Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Migas sebanyak 2 (dua) pegawai. Laporan Tahunan 2009 i 2 Realisasi Pensiun Pegawai Direktoral Jenderal Migas Tahun 2009 sebanyak 23 (dua puluh tiga) pegawai. Mutasi Aeluarga dllakukan apabila telah terjadi perubahan stalus karena PNS yang ‘bersangkutan meiakukan pemikahan, perceraian/kematian alau penambahan anak, Realisasi mutasi keluarga selama tahun 2009, sebagai berikut ~ Pemikahan Pegawai : 7 orang - Penambahan Anak : 12 orang = Perceraian : ~ KematianIsten Perpindahan wilayah kerja (mutasi kerja) Jumiah PNS yang pindah ke luar dari maupun masuk ke Diljen Migas adaiah sebagai berikut : ~ Pindah ke Ditjen Migas orang - Pindah dari Dien Migas —: 4 orang |. Pendidikan dan Latinan ~ Pengaturan pelaksanaan pendidikan dan fatihan bagi PNS dimaksudkan agar terjamin adanya kesesuaian pembinaan PNS dalam rangka : = Meningkatkan pengabdian, mutu, keahiian dan keterampilan - Menciptakan adanya pola berpikir yang sama. ~ Menciptakan dan mengembargkan metode kerja yang lebih baik dan ~ Membina karier yang lebih baik. Pengjkutsertaan pegawai pada berbagai jenis pendidikan dan pelatihan selama tahun 2009 sebanyak 57 orang di dalam negeri dan 9 orang di luar negeri dengan rincian sebagai berikut : « Diklat Formal Luar Negeri 82 sevanyak 1 orang Dalam Negeri 82 sebanyak 8 orang ‘© Diklat Non Formal Luar Negeri ~ Manajemen 4 orang Dalam Negeri Diklat Non Teknis —: 42 orang = Diklat Teknis 20 orang -OfientasiCPNS ——: 23 orang -Diklat Prajabatan —: 23 orang ~Diklat Siukturel ==: Soorang ~TeknisiKeterampilan : 15 orang Laporan Tahunan 2009 2. Pemberian Tanda Kehormatan Untuk mendorong dan meningkatkan prestasi Kerja serta untuk memupuk kesetiaan terhadap negara, maka kepada PNS yang telah mennujukkan keseiaan alau telah berjasa terhadap ‘negara atau telah menunjukkat prestasi kerja yang luar biasa baiknya dapat diberikan penghargaan pemerintah. Selama tahun 2009 telah dilaksanakan penganugerahan landa penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 22 orang PNS pada periode Agustus 2009, yatu : = SLKS X tahun 2orang ~ SLKS XX tahun 15 orang ~SLKS XXX tahun Sorang P__ Pengisian Lowongan Jabatan Dengan diterapkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.30/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Dien Migas telah menyampaikan usulan jabatan sesuai dengan nomenklatur yang baru. Sesuai hasil rapat Baperjabat Ditjen Migas, sebanyak 32 orang telah diusulkan untuk diangkat dalam jabatan struktural pada tanggal 16 Oktober 2009, telah dilakukan pelentikan dan pengambilan sumpah sabatan, dengan incian sebagai berikut : Pejabat Eseion Ill 12orang Pejabat Eselon IV: 20 orang 2 Kegiatan Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga ‘Seoagai kelanjutan pelaksaaan renovasi pada tahun 2007 dan 2008 di tahun 2009 telah dilakukan renovasi rvang kerja untuk tantai 16 yang terri ruangan Bagian Keuangan, Bagian Rencana dan Laporan serta Bagian Hukum dan Perundang-undangan. - Sebelum ~~ Sesudah | Kondsi Ruang Kerja di lantai 16 (SDMK, Kondisi Ruang Keri di lantal 16 (SDMK, SDML, | SDM dan SDMH) dan SDMH) lebih terhat leluasa dan rapi. | ‘Gamivar 1.1 Kondisi Ruang Kerja Sebekm Direnovasi | _Gambar 12. Kondisi Ruangan Kea Sesudah Drenovasi | Laporan Tahunan 2009 Ez Pengetotaan dan Penataan Museum Migas GAWITRA Museum Migas Gawitra TMII merupakan aset nasional yang berritai sejacah yang monumental dan sarat dengan misi pendidikan terutama perjalanan, perkembangan Kegiatan usaha bidang miiyak ddan gas bumi di Indonesia, maka seyogyanya perlu dipelihara dan dikelola serta dikembangkan secara berkesinarbungan sesuai dengan perkembangan teknologi bidang minyak dan gas bum Tujuan pengelolaan Museum Migas Gawitra TMI adalah meningkatkan layanan museum dalam rangka turut serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi Knususnya kegiatan usaha minyak dan gas bur 3. Kegiatan Sub Bagian Pengelalaan Kearsipan A. Penataan Arsip Teratur Penataan Arsip teratur dilaksanakan dengan kegiatan Pemindahan Arsip Inaktif dari unit Ruang Simoan Lantai 8 Gedung Plaza Cents Jt, HR Rasura Said Kav. 8-5 Kuningan Jaksel (Unit Kearsipan II) Ke Gedung Pusat Arsip KESDM di Jalan Yaktapena Tangerang (Unit Kearsipan Unit Pusat Arsip). Jumlah Total yang dipiritahkan 1400 Boks/280 Meter Linear. Sebelum Sesudeh Kondisi Arsio inaki'di LC 8 Gedung Plaza Centris_ | Menyusun bok dalam Rol Opeck di gedung Pusat arena kurang kapasitas simpan, Acak-acakan, ‘Arsio KESDM, Rapi, urut, dan kapasitas dan susah dicari Karena kepasitas simpan tidak sesuai peralatan sesual dengan jumlah arsip dengan jumlah arsip \.Gamibar 2.1 Kondisi Arsip Sebelum di Atur_ Gambar 2.2 Kondisi Arsip Seteleh Di Atur Pendataan Avsip teratur dan Envi data {dikarenakan soft copy hilang) untuk memudahkan dalam pencarian. Jumlah data/deskrepsi yakni 5000 uraian/berkas. 8. Penataan dan Pembenahan Arsip DMOT dan DMON Hasilnya adalah Jumiah Data/deskrepsi : 1324 Uraian berkas Jumlah Boks : 172 Boks/34 Meter Linear Gambar Arsip Kacou Laporan Tahunan 2009 zz © Aplikasi Pencatatan Surat (SITU) Terpeliharanya Aplikasi komputer pencatatan surat (SITU) Sarees eee Gambar 3. Sistem Infromasi Tata Laksana Persuratan BAGIAN RENCANA DAN LAPORAN Dalam mengemban tugas menyiapkan perencanaan kerja, kelatalaksanaan, akuntabillas Kineyja, pelaporan serta pengetolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bum, _—_-sepanjang kurun waktu tahun 2009 Bagian Rencana dan Laporan telah melaksanakan kegiatan- kegiatan berkut : Penyusunan buku R«T Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi tahun 2009 sebagai penetapan kinerja dalam kurun waku tahun yang sama. 1. Penyusunan RKAK-L Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi tahun 2009 sebagai dokumen perencanaan dan anggaran dengan pendekatan anggaran terpadu, kerangka pengeluaran Jangka menengah dan penganggaran berbasis kinerja, |. Penyusunan LAKIP Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi tahun 2008 sebagai sarana pengendalian, penilaian kinerja dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih. Penyusunan buku Laporan Tahunan 2008 sebagai sarana penyedia informasi berbagai kegiatan yang telah terlaksanan di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang meliputi seluruh kegialan baik di sektor hulu maupun hil. Penyusunan Buletin Minyak dan Gas Bumi sebagai sarana pelayanan umum dan penyajian dinamika kegiatan perminyakan, Penyertaan pameran Minyak dan Gas Bumi sebagai upaya pelayanan informasi kepada masyarakat. . Pengembangan Sistem informasi Media Tracking Berbasis Web sebagai sarana pengumpulan informasi dan penyajian analisa berita bidang minyak dan gas bumi, . Penyusunan buku panduan Ramadhan dan Lebaran 1430 H sebagai sarana penyajian informasi terkait ketahanan energy selama periode H-10 sampai H+10 pada tahun berlangsung, Laporan Tahunan 2009 oral 9. Pelaksanzan sosialisasi jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebagai sarana penyajan informasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan gas bumi yang murah, bersin dan aman bagi masyarakat. 10. Penyusunan FEED dan DEDC serta UKP dan UPL Kota Tarakan melipuli Kelurahan Sebengkok dan Karang Balk dengan calon pengguna gas bumi mencapai 3.250 sambungan rumah Penyusunan FEED dan DEDC serta UKL dan UPL Kabupaten Sidoarjo meliput wilayan Desa Ngingas, Wedoro, Tambak Sawah dan Medaeng dengan calon pengguna gas bumi mencapal 3,630 sambungan rumah, Penyusunan FEED dan DEDC serta UKL dan UPL pipa distibusi Waru-Rungkut dengan panjang pipa 4 inch mencapai 10,6 Km guna menyalurkan gas dari MRS Pertagas Waru ke konsumen rumah tangga di Kota Surabaya. Gambar 4. Penyertaan Pameran Minyak dan Gas Bumi Gambar 5. Sistem Informasi Media Tracking Berbasis Web Laporan Tahunan 2009 = ‘Peetengunan Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga Sesuai dengan UU nomor 22 tahun 2001 yang mengamanatkan penyelenggaraan kagiatan usaha ‘Sees c2> 925 bumi harus merjamin efisiensi dan efektiitas tersedianya minyak dan gas bumi, baik ‘seteee tunber energi maupun sebagai bahan baku untuk kebutuhan dalam negeri dan didukung ‘Ge Peraiuran Presiden RI nomor § tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional agar diam Seepieangkah penggunaan energi alternatif sebagai substtusi 88M dalam rangka mengurangi sea 38M khususnya minyak tanah yang digunakan oleh sektor rumah tangga. Langkaf-langkah ‘SSse2s pemerintah dalam upaya pemanfaatan energi altemalif pengganti BBM adatah peningkatan ‘peaaercan behan bakar gas bum untuk seklor rumah tangga dan pelanggan kecil akan mengurangi sersumsi BEM sehingga dapat meningkalkan fuel security of supply, tercapainya kesembangan =ay mur dan penurunaan subsiai minyak tanah. Dengan penggunaan bahan bakar gas bumi yang ===. bersih dan murah untuk masyarakal Indonesia, diharapkan kesejahteraan masyarakat seneckai dan program langit bi dapat diterapkan sehingga penggunaan energi yang ramah ‘Sgeaen lersebut dapat menunjang petaksanaan pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh masyarehal. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka Pemerintah c.q, Direktorat Jenderal Minyak dan ‘Ges Sumi melaksanakan pembangunan jaringan distibusi gas bumi untuk rumah tanga yang ‘eekan secara bertahap ci kota-kota yang memiiki sumber paokan gas bumi sebagai upaya untuk merciotakan Kola-kola dan kabupaten-kabupaten yang mampu untuk mandir dalam pemenuhan seSutuhan energi di wilayahnya dan sesuai dengan road map di tahun 2009 telah dibangun jaringan ‘Seebusi gas bumi untuk rumah tangga di 2 (dua) kota meliputi Kota Palembang dengan jumlah 3.310 senbungan rumah di Kelurahan Siring Agung dan Lorok Pakjo serta Surabaya dengan jumlah 2.900 ‘Spungen rumah di Kelurahan Kali Rungkut dan Rungkut Kidul. Berikut ini adalah gambar kegialan di @us kota lorsebul yang mendapatkan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tanga : Gambar 6. Road Map Pembangunan Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah tangga Laporan Tahunan 2009 =e Gambar 8, Pota Lokasi Pembangunan Jaringan Gas Bum di Kelurahan Siring Agung, Kota Palembang Laporan Tahunan 2009 aes Gambar 10. Jaringan Gas Rumah Tangga Laporan Tahunan 2009 ta BAGIAN KEUANGAN Selama tahun anggaran 2009, anggaran Direktorat Jenderal Miny2k dan Gas Bumi berhasil terealisasi sebesar Rp. 307,4 miliar dari total alokasi pagu anggaran sebesar Rp. 324,8 milar atau 94.64 % dari Pagu DIPA yang telah dialokaskkan untuk tahun 2009, Tabes 1 yran Realisasi Anggaran Per 31 Desember 2008 Gambar 11. Sosialisasi Jaringan Gas Rumah Tangga yang Murah, Bersin dan Aman prcuoea | Moun | REAUSAS | | acento | © peo 20.603,583,000 | 20.603.583.000 | 18.538.527.466 | 89,98 | 2.065.055.534 | 10, aaa 188.289.116.000 | 175.577.636.000 | 162.271.448.050 | 92,42 | 13.306.187.950 | 7.58 aro 129.791.809.000 | 128.634.372.000 | 126.500.876.130 | 98,41 | 2.043.495.870 1,58 TOTAL 336.684.508.000 | 324.815.591.000 | 307.400.851.646 | 94,64 | 17.414.739.354 | 5,36 Laporan Tahunan 2009 I ‘UKUM DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Fekembangan Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan sub sektor Permigasan Nasional sampai s=ngen tahun 2009 adalah sebagai berkut 1. Dasar Hukum Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi didasarkan pada : a. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) . Undang-undang No, 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 2. Perundang-undangan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang disahkan pada tanggal 23 Noveriver 2001 dimaksuckan sebagai “Legel Instrument” yang bertujuan mewujudkan kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi yang mandir, andal, transparan, berdaya saing, efisien, berwawasan pelestarian lingkungan, mendorong perkembangan potensi dan peranan nasional sehingga dapat terciptanya iklim usaha yang kondusif dalam pengusahaan kegiatan usaha hulu dan hilir Minyak dan Gas Bumi dengan memberikan aluran yang jelas dan remberikan jaminan berinvestasi di kegiatan usaha Minyak dan Gas Burn Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi mengamanatkan pengaturan lebih lanjut dalam kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi. Peraturan perundang- undangan tersebut antara lain : 2.1. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BIDANG USAHA MINYAK DAN GAS BUMI a HULU Produk Hukum Keterangan 7 Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2009 Perubahan kedua alas Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2004 tentang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi 2 Keputusan Menteri ESDM No. 1840.K/13/MEM/2009 Penelapan ellayah Keja Migas, benluk Kontrak kerasama dan ketentuan pokok Kontrak Kerja Sama (Term and Condition), serta mekanisme penawaran wilayak kerja pada penawaran wilayah kerja migas | Periode | Tahun 2008 ,2 Keputusan Menten ESDM No, 0911.K/13/MEM/2009 Perubahan alas Kepulusan Mente ESOM No, 2761.K/13/MEM/2008 —Tentang Penetapan Wilayah Kena Migas, bentuk kontrak kerjasama dan ketentuan pokok | Kontrak kerjasama (Term And Condition) enawaran wilayah kerja dalam penawaran | wilayah kerja migas Periode Ii Tahun 2008 Laporan Tahunan 2009 EE Keputusan Menteri ESDM No. 1203.K/10/MEM/2009 Pelimpahan sebagian wewenang Menter ESDM di bidang minyak dan gas. bum kepad Direktur Jenderal Minyak dan Gas Buri b.HILUIR, No. Produk Hukum Keterangan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 2009 Perubahan atas Peraluran Pemenintah No. 36 Tahun 2004 Tentang Kegiatan usaha hilir minyak dan gas bum Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2009 Tentang Penyediaan dan Pendistribusian jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Peraturan Menten ESDM No. 01 Tahun 2009 Harga jual eceran bahan bakar minyak jenis minyak tanah (Kerosene), bensin premium dan minyak solar (Gas Oil) untuk Keperluan rumah tangga, usaha kecl, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan unum, Keputusan Menteri ESDM No. 01.K/10/DJM.S/2008 Penugasan PT Pertamina (Persero) dan Penetapan daerah tertentu dalam penyediaan dan pendistribusian LPG Tabung 3 Kiligram Tahun 2009 Keputusan Menteri ESDM No. 0023,K/10/MEM/2009 Tain usaha pengangkutan gas bumi melaul pipa kepada PT Pertamina (Persero) Keputusan Menteri ESDM No. 0019.K/10/MEM/2009 Perubahan atas Keputusan Menteri ESOM No, 1585.K/0/MEM/2008 tentang Izn usaha pengangkutan minyak bumi dan gas bum’ kepada PT Pertamina (Persero) Keputusan Menteri ESDM No. 1110.K/10/MEM/2009 Tain usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) TBK Keputusan Mente’ ESDM No. 1246 K/12/MEM/2009 Harga patokan jenis bahan bakar minyak tertentu Tahun anggaran 2009 ‘Keputusan Menten ESDM No. 1680.K/12/MEM/2009 Harga Patokan Liquefied Peiroleum Gas Tabung 3 Kilogram Tahun Anggaran 2009 Peraturan Menteri ESDM No. 19 Tahun 2009 Kegiatan usaha gas bumi melalui pipa Keputusan Menteri ESDM No, 1956,K/12/MEM/2009 Perubanan atas Keputusan Menteri ESOM No, 1246.K/12/MEM/2009 Tentang_harga Laporan Tahunan 2009 Ee patokan jeris bahan bakar minyak tertentu Tahun Anggaran 2009 ‘M2 Xeputusan Menten ESDM No. 1957.K/12/MEM/2009 Perubahan atas Kepulusan Menteri ESDM No. 1680.K/12IMEM/2008 tentang harga patokan Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Tahun Anggaran 2009 ‘TE Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2009 Penyediaan dan pendistribusian Liquefied Petroleum Gas, “M6 Peraturan Mente ESDM No, 29 Tahun 2009 Tala cara Penawaran pengoperasian jaringan distibust gas bumi untuk rumah tangga yang ditangun oleh pemerintah. " Nepuausan Menteri ESDM No. 2471,K/12/MEM/2009 Perubahan kedua atas Keputusan Menteri ESDM No. 1246.K/12/MEM/2009 Tentang harga patokan jenis bahan bakar minyak tertentu Tahun Anggaran 2009. ‘Xeputusan Menteri ESDM No. 2711.K/12/MEM/2009 Perubahan keliga atas Keputusan Menten SDM No. 1246.K/12/MEM/2009 tentang hharga patokan jenis bahan bakar minyak fertentu Tahun Anggaran 2009 ” Keputusan Menteri ESDM No. 2712.K/12/MEM/2009 Harga indeks pasar bahan bakar minyak dan harga indeks bahan bakar nabati (Biofuel) Tahun 2009 ‘Keputusan Menten ESDM No. 2768.K/12/MEM/2009 Perubanan Kedua atas Keputusan Menteri ESDM No, 1680./12/MEM/2009 Tentang harga patokan Liquefied Petroleum Gas Tsbung 3 Kilogram Tahun Anggaran 2009 ‘Keputusan Menteri ESDM No. 26456,.K/12/DJM.S/2009 Perubahan alas Kepulusan Menteri ESDM No. 01.K/10 DJM.S/2009 tentang penugasan PT Pertamina (Persefo) dan penelapan daerahtertentu. dalam penyediaan dan pendistribusian LPG Tatung 3 Kilogram Tahun 2009 Standar dan Mutu (Spesifkasi) bahan baker minyak jenis avtur yang dipasarkan di dalam neger Keputusan Direktur Jenderal —‘Migas No. 12201.K/10/DJM.S/2008 Keputusan Direklur Jenderal —-Migas No. | 26525.K/10/DJM.S/2009 Standar dan mutu (Gpesifikasi) bahan bakar gas jenis Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang ai pasarkan di dalam neger. Laporan Tahunan 2009 tT PROGRAM LEGISLASI DAN REGULAS! SUB SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI |. Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi sumber penerimaan negara yang dapat mendorong pembangunan nasional serta memnuhi kebutuhan di dalam negeri No: aur ROU : RUU tentang Perubahan alas UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan as Bum Pokok Pikran’ Latar Belakang Tuvan LinguprObek Yang UU Terkait jatur Amanat Panitia 7. Terlaksananya dan 1. Perbaikan UUNo. 5 Tahun 1960 tentang Angket terkendalinya minyak pengeloiaan sektor } UU Pokok Agraria dan gas bumi sebagai migas sehingga UU No. 30 Tahun 2007 | sumber daya alam dan member manfaat tentang Energi sumber daya lebin besar bagi UU No. 32 Tahun 2008 pembangunan yang kepentingan tentang Periindungan dan bersifat strategis dan nasional dan Pengelolaan Lingkungan vital meningkatkan Hidup 2. Meningkatnya kesejahteraan UU No. 13 Tahun 2003 pendapatan negara rakyat tentang Ketenagakerjaan dan memberikan 2. Penguatan fungsi UU No. 25 Tahun 2007 kontribusi yang pengendalian, tentang Penanaman Modal sebesar-besarnya bagi | _pembinaan dan perekonomian pengawasan nasional, Pemerintan di | mengembangkan dan ssektor migas memperkuatindusts | 3. Pengaturan untuk | dan perdagangan mencapai Indonesia ketahanan energi | 3. Menciptakan lapangan nasional, kerja, memparbaiki bereepalan lingkungan, produksi dan meningkatnya cadangan BBM kesejahteraan dan nasional kemakmuran rekyat | 4. Keselamatan kerja 4. Nendorong dan lingkungan pemangunan dan hidup pengelalaan sektor | 5. Kegiatan pasca migas seringga ekspiorasi dan mempunyzai nlai produksi migas siralegis yang dapat meningkatkan martabat negara selain Laporan Tahunan 2009 ey ‘1 Program Regulasi Sektor ESDM z Rencenoan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Rancangan Peraturar/Keputusan Presiden ‘= Pexpres R Kepres) meliput ‘® RPP tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Propinsi Nengrve Aceh Darussalam ‘= PP tentang Pengembalian Biaya Operasi (Cost Recovery) dan Ketentuan Pajak Penghasilan ‘DiBidang Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi «© PP Keletnikan Migas (OMT) © 22° leniang Peruahan PP Nomor 67 tahun 2002 = 2 Perpres fentang Perubahan atas Perpres Nomor $5 tahun 2006 tentang Harga Jual Eceran ‘S2nen Bakar Minyak Dalam Negeri Peraturan Menteri ESDM meliputi : '@ © Permmen fentang Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria Pelaksanaan Urusan Pemda Bidang Migs ‘= & Pemmen tentang Pemberlakuan Secara Wajb SNI Pelumas ‘* = Pemmen tentang Pedoman dan Syarat-syarat Perpanjangan Kontrak Kerja Sama = = Pemmen tentang ketentuan Pokok dan Persyaratan Kontrak Kerja Sama Migas (Term and ‘* & Permen tentang Pedoman Pengelolaan Gas Methana Batubara = & Permen tentang Pedoman dan Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Jaringan Transmisi = Distibusi Gas Bumi & Femmen tentang Alokasi Gas Bumi * = Fennen tentang Keselamatan Operasi Instalasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Umum '» = Pemen tentang Pedoman Veriikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKON) Dalam Kégaten Usaha Hulu Migas = 2 Permen tentang Wilayah Distrbusi LPG Tertentu = Pemmen tentang Kriteria dan Tala Cara Penetapan Daerah Penghasil dan Oasar Penghitungan Bagian Daerah Penghasil Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Buri Migas. Laporan Tahunan 2009 Tl DIREKTORAT PEMBINAAN PROGRAM MIGAS DIREKTORAT PEMBINAAN PROGRAM MIGAS A. PENYIAPAN PROGRAM 1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Menengah, Renstra serta Dokumen Kebijakan No Kegiatan 1 | Penyusunan Neraca Gas ‘Menunjukkan kondisi supply dan demand gas bumi Indonesia (NGI)2009 Indonesia pada suatu region berdasarkan kesepakatan ual Beli Gas (PUBG, HoA, MoU, MoA), negosiasi serta permintaan resmi Konsumen pada tahun tertentu NGI 2009 - 2025 telah memperhitungkan kondisi_ supply - demand gas bumi sampai dengan tahun 2025, dimana pada NGI sebelumnya sampai dengan tahun 2020. Status data untuk pemutakriran NGI 2009 adalah sampal , dengan 31 Desember 2009 | 2 | Penyusunan Rencana Strategis 2010-2014 Rencana Strategis Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi 2010-2014 disusun mengacu kepada Rencana | Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang mempunyai S| pokok Kegiatan yaitu : ~ Penyusunan Kebjakan dan Program serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Minyak dan Gas Bum. Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bum | ~ Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bum Peningkatan Kehandalan Infrastruktur serta ‘menurunnya Keoelakaan dan Dampak Lingkungan ari Kegiatan Migas i Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas teknis | fainnya Direktorat Jenderel Minyak dan Gas Bum 3 | Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Menengah dan ! Program Bidang Migas Menyusun rumusan rencana pembangunan jangka Panjang, menengah, tahunan 2010-2014 di Ditjen Migas dengan melakukan langkah-langkah kegialan yang | berbasis kinerja untuk mencapai tujuan yang telah | ditentukan oleh Ditjen Migas sesuai sasaran Sub Sektor Migas yaitu peningkatan kinerja Ditjen Migas dan agar program kerja yang dilaksankan lebih terukur dan lebih terarah 4 | Penyusunan Dokumen Kebjakan ~Penyusunan draft Permen L ESOM tentang _Kebjakan | - _Manajemen resiko meliputi_pengawasan, an, | Laporan Tahunan 2009 hr | Pokok-pokok yang diatur : Penenivan Priortas | pemanfaatan gas bumi, tatacara penetapan kebijakan alokasi dan pemanfaatan gas bumi Penetapan Alokasi dan prosedur dan penetapan limit resiko, proses Pemanfaatan Gas Bumi identfikasi, pengukuran, pemantauan, sistem untuk dalam Negeri informasi, dan pengendalian risiko, serta sistem -Penyusunan — Manajemen pengendalian intern Resiko Publik ~Kebijatan dan Pola Tetap Pergembangan Minyak dan Gas Bui = Outlook Minyak dan Gas Bunii ea Penyediaan dan Pengalokasian Gas Bum ~Pengembangan Data Base | Infrastruktur Migas =Peryusunan — Rancangan Pemerintah tentang Gadangan Strateg’s Minyak Bum ~Penyusunan —_Kebijakan ‘Sumber Daya Alam ~Penyusunan —_Kebijakan Bahan Bakar Neraca Gas Bumi T IV. PETA NERACA GAS INDONESIA 2009-2020 (BATH BUPPLY + PROAECT SUPPLY CONTMCTED DEMAND) ~~ Gambar 12. Peta Neraca Migas Laporan Tahunan 2009 ta 3. Realisasi Community Development 2005-2009 Community Development Subsektor Migas 2005-2009 1000 Milyar Rp 2006 2007 2008 2009 | z 205, 262.39 Gambar 13. Statistk Community Development B. PENERIMAAN NEGARA 1 Lifting Minyak Mentah Lifting minyak mentah yang merupakan variable utama dalam penghitungan penerimaan negara dari minyak dan gas bumi hanya mengalami sedikt Kenaikan di tahun 2009 dibandingkan tahun 2008, namun delum juga dapat mencapai target APBN. Tidak tercapainya target lifting tersebut disebabkan penurunan alamiah pada lapangan- fapangan minyak di KKKS besar sementara itu peningkatan lifing minyak mentah dani beberapa lapangan minyak baru seperti Exxon-Mobil (Cepu), Amerada Hess (Pangkah) dan Camar Resorces (Bawean) selain itu beberapa lapangan lama milk Pertamina EP dan Kangean Energy Indonesia tidak sesuai dengan yang dinarapkan. Realisasiliting minyak mentan di tahun 2009 mencapai rata-rata 944 ribu BOPD atau lebih tinggi 13 ribu BOPD jike dibandingkan tahun 2008 yang hanya mencapai 931 ribu BOPD. Realisasi liting tahun 2009 tersebut lebin rendah 16 ribu BOPD dibandingkan target APBN sebesar 960 ribu BOPD Laporan Tahunan 2009 Tl REALISASI LIFTING MINYAK BUM! 2005 - 2009 2005, 2096 2007 2008 2009 ‘Gambar 14. Statistik MBCD ‘Serge Minyak Mentah Indonesia Haga minyak mentah Indonesia merupakan salah salu variabel utama dalam penghitungan ‘pesetmaan negara dari minyak dan gas bum Herve rata-ala minyak mentah Indonesia tersebut sangal terkait dengan perkembangan ‘sem minyak mentah dunia yang mengalami penurunan sangattajam di tahun 2008 dibandingkan ‘rer 2008, Hal tersebut disebabkan efek dari krisis ekonomi terutama di Amerika Serikat dan maju lainnya yang merupakan konsumen terbesar minyak mentah dunia yang -penzekbalkan turunnya permintaan akan minyak mentah dan produk-produk minyak. Dain pink ‘sepiy minyak mentah masih reali stabil bahkan cenderung meningkat terutama dari negara- ‘>egera non OPEC dengan mulai berproduksinya kembali tapangar-lapangan minyak di Laut Utara ‘=> Teluk Meksiko setelah selesainya pemeliharaan dan perbaikan berkala, Realsasi harga rala-ata minyak mentah Indonesia (ICP) di tahun 2009 sebesar US$ 58,55 gu lebih rend2h US$.42,76/barel jka dibendingkan tahun 2008 yang dapat mencapai US8.101,31/barel. Laporan Tahunan 2009 El REALISASI HARGA MINYAK MENTAH | USS/Bare! INDONESIA 2005 - 2009 “4 | 20» ave aur 2908 209 Gambar 15. Statistik Realisasi Harga Minyak Mentah Indonesia 3. Penerimaan Negara Sejalan dengan perkembangan ting minyak mentan dan terutama adanya enurunan tajam deri harga minyek mentah Indonesia pada tahun 2009 mengakibatkan ‘penerimaan negara dar minyak dan gas bumi juga mengalami penurunan yang cukup tajam di tahun 2009 jika dibandingkan tahun 2008. Realisasi penerimaan negara tahun 2009 mencapai Rp. 184,60 triiun atau mengalami penurunan sebesar Rp. 119,78 trilun jika dibandingkan tahun 2008 yang dapat mencapai Ro. 304,38 tliun REALISASI PENERIMAAN NEGARA qi Rp. 2005 - 2009 * yoa000 zsa00 200009 150.009 “ E > 2005 2006 2007 2008, 208 Gambar 16. Statistika Realisasi Penerimaan Negara Laporan Tahunan 2009 ae 3AN INVESTASI MIGAS Realisasi Investasi Migas Jute USS Gambar 17. Statistik Investasi Migas ‘Meyoritas produksi minyak nasional (92%) berasal dari 469 lapangan tua (mature) sehingga emerukan biaya yang rela tebih tinggi dari pada fapangan bara (maintenance yg lebin ‘s=rhg, workover, biaya artificial it ambahan, EOR, dl) Sedangkan investasi di kegiatan usaha hilt, berasal dari Kegiatan pembangunan Kilang ssnyak bumi, pembangunan kilang hasil olahan, pernbanguran kilang mini eli, pengadaan serana pengangkutan, penyimpanan dan usaha niaga seperti pembangunan jaringan pipa gas ‘bum Serta pembanguntan pabrik pengolahan dan penyimpanan Bahan Bakar Nabeli. “= Peningkatan Pelayanan Investasi Migas a. Penyediaan Ruang Pelayanan Investasi Migas Terpadu Ruang Pelayanan Investasi Migas Terpadu berfungsi sebagai sarana promosi investast migas, penawaran wilayah kerja, pelayanan informasi migas, pelayanan perizinan dan rekomendasi migas, disini juga tersedia kotak pos dan buku tamu sebagai media penghubung stakeholder dan pimpinan Dien Migas agar sarana dan perbaikan terkail dengan pelayanan investasi Migas segera mendapatkan respon yang lebih baik, Dengan tersedianya Ruang Pelayanan Investasi Migas Terpadu, diharapkan dapat memberikan pelayanan prima melalui pelayanan satu pintu (First In First Out). Kedepan dalam upaya untuk meningkatkar pelayanan investasi migas direncanakan akan ddibangun sistem pelayanan on-line yang ditargetkan dapat dilaunching pada awal bulan Desember 2010. Loporan Tahunan 2009 SM b. Penyusunan Buku Standard Operating Procedure (SOP) Pelayanan Investasi Migas Dalam rangka peningkatan pelayanan investasi dan mendukung pelaksanaan kebjakan reformasi birokrasi, telah disusun Standard Operating Procedures (SOP) Pelayanan Investasi Migas. Buku ini terdiri atas 85 (delapan puluh lima) Standard Operating Procedures (SOP) pelayanan publ yang terdapat pada Direktorat Pembinaan Program Migas, Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas, Direktorat Pembinaan Usaha Hlir Migas dan Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas 3. Penyiapan Informasi Peluang Investasi dalam Industri Migas Buku "Peluang Investasi dalam Industri Migas” Buku “Peluang Investasi dalam Industri Migas" ini berisikan panduan dan informasi seputar froustY Migas yang meiputl : Kebjakan dan Reguiasi, Perkembanyan inousty Matyas Nasional, Peluang Investasi Migas serta Prosedur dan Tata Cara Investasi Migas. Buku Populer Minyak dan Gas dari Proses Pembentukan Hingga Pemanfaatan Buku ini berisikan panduan praktis bagi para pelajar dan masyarakat awam mengenai informasi seputar minyak dan gas bumi dimulai dad pengertan, proses terbentuknya, tahapan percarian, produksi, pengolatian dan pengelolaan minyak dan gas bumi serta institusi penyelenggara kegiatan usaha minyak dan gas bumi di Indonesia, . Leaflet dan Booklet Peluang Investasi dalam Industri Migas Leaflet dan Booklet Peluang Investasi dalam Industri Migas terdiri atas peluang investasi hulu dan hilir migas yeng berisikan data statistik migas, pengusahaan Coal Bed Methane (CBM), Sumur Tua, kegiatan usaha hilr migas (oengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga) s . Optimalisasi Investasi Kegiatan Usaha Penunjang Migas a, Apresiasi Penggunaan Hasil Produtsi Dalam Negeri ‘© Dalam rangka pembinaan dan peningkatan kemampuan (capacity building) perusahaan penurjang migas, telah diterbitkan Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) bagi perusahaan yang telah memitki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dengan memperhatkan kemampuan nyata yang melipuli aspek legal (status usaha dan finansial, aspek teknis (kemampuan produksi dan sistem manajemen), aspek pemasaran (jringan pemasaran dan layanan pura jual). Daiam rangka memberikan informasi kemampuan perusahaan penunjang migas, tetah disusun buku Appreciation Domestic Product (ADP) yang beri informasi 1.254 data kemampuan produksi barang dan jasa dalam negeri hasil audit selama tahun 2006 — 2009 Dengan diterbitkannya buku ADP ini, diharapkan dapat dijadikan acuan bagi Ditien Miges dalam melakukan pengendalian impor barang operasi di Kegialan usaha hulu rmigas dan acuan pengadaan barang dan jesa bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Laporan Tahunan 2009 El “abel 2. Audit Terhadap Kemampuan Teknis, Management, Layanan Purna Jual, Janngan Pemasaran dan Aspek Legal Sub Rata: | Jumleh Rating | Jumiah Rata_| Perusnn | Perusehaan Tenaga Kategori =) TKON | =. | PMDN | PMA. Kerja [asta Tung | 716 fcsnonene | tea] ® | 2? | & |e) 2) 6) 188 | Non HT Chemical eo | © | @ | | 4] 4] | 5014 Pipe 306 | 9 5 [4 1/8 | 3398 Platform #539 | 7 4 [3 )1| 3) 3) 3850 (Fabrikasi)_ Welhead Ha | 6 eae |S |e indus eel Penunjang 4347 | 194 | 30 | 144 | 94 | 82 | 78 | 42067 Lainnya Total 253_|7e [ave [a9 | 103 1 | 61.713 | Dring 3385 [3 | 5 | 30 [19] 131 3 | 5203 EPC 41,05 | 7 2 [5 4 {3 | 2.099 Gig oreo] 2% | 8 | | mis | 4 | 228 [Konsiruksi o4f2| 126 | 19 | tor | 31 | 71 | 24 | 23248 = | Logging 63.25 | 12 7 [| u[r]4 [1 | 38 = Underwater] 3091 19 «| «7 «| 12) 10] 8 | 1 | 965 Service | L JesaPenunjang | 7240 | 179 | 92 | 687 | 477| 197| 105 | #2002 | Leinnya Total 1007 | 134 | eer | 668 | 302 | 141 | 116641 | ‘oT 4264 | ziz_| 1.042 | 607 [405 | 252 | 178358 | ‘Ceeran: Rating menunjukkan hasil audit terhadap Kerampuan teknis, management, layanan purna jual, jaringan pemasaran dan aspek legal ( * : Digpresiasikan 40% Diekomendaskan ** * : Dinajbkan) Laporan Tahunan no b. Pemanfaatan 5 (lima) Produk Unggulan Hasil Produksi Dalam Negeri di Kegiatan Usaha Migas ). PEMBERDAYAAN POTENSI DALAM NEGERI |. Pengendalian impor Barang Operasi Dalam rangka peningkatan pengawasan dan pembinaan untuk pengadaan barang dan jasa barang operasi perminyakan di lingkungan industri perminyakan dilakukan kegiatan pengendalian impor barang operasi melalui mekanisme perilaian dan penandasahan Rencana Impor Barang. Selama tahun 2009 telah ditandasahkan Rencana Kebutuhan Barang Impor yang diajukan oleh Kontraktor KKS menjadi Rencana Impor Barang guna menunjang kegiatan operasi perminyakan sesuai dengan kebuluhan operasi sebesar + US$ 3,316 milyar, dengan status barang sewa sebesar + US$ 1,38 milyar dan barang bukan sewa sebesar + USS 1,86 milyar dengan rincian dalam bentuk barang jadi, sebesar + US$ 482,3 juta, daiam bentuk Manufaktur Batam sebesar + US$ 1,33 milyar, dan dalam Fabrikasi Dalam Negeri sebesar 4 US$ 120.5 juta. Tabel 3. Rencana Impor Barang Operasi Migas Dan Intervenst Verifikasi Rencana Kebutuhan Barang Impor 2005-2009 URAIAN 2005 2006 2007 2008 2009" Nilai RIB (Juta USD) 1,394.02 | 2,689.00 | 2,068.00 | 3,379.82 | 3,315.89 MFG BATAM (Juta USD) 239.22 | 425.00 | 499.00 | 474.52 | 1,334.51 FAB LOKAL (Juta USD) 214.08 | 104.00] 148.00 | 116.05 | 120.54 ADP (Juta USD) 156.99 | 631.00 | 652.89 | 754.20 1.83 intervensi** (Juta USD) 610.29 | 1,160.00 | 1,299.89 | 1,344.86 | 1,456.88 * data sampai dengan 21 Desember 2009 * * intervensi adalah jumlah barang-barang yang dikategorikan sudah sucah dapat diproduksi dalam neger (manufaktur batam, lokal fabrikasi dan bbarang ADP) CaporanTahuran 2009 EE ENCANA IMPOR BARANG (RIB) OPERASI MIGAS. DAN INTERVENS! VERIFIKASI RENCANA KEBUTUHAN BARANG IMPOR "TAHUN 2005-2009 2008 2006 2007-2008 2009° TAHUN Gambar 18. Statistik RIB dan Intervensi = Metenagakerjaan Migas = Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Pengendalian penggunaan tenaga kerja asing diakukan melalui pemberian rekomendasi peseiujuan atau penolakan terhadap permohonan rekomendasi RPTKA (Rencana Penggunaan TKA) dan IMTA (Ijin Mempekerjakan TKA) berdasarkan hasikonsultasiteknis, esi pelaksanaan pengendalian pengguraan TKA pada tahun 2009 adalah pemberian ‘ekomendasi persetujuan penggunaan TKA sebanyak 3.088 TKA serta penolakan sepanyak 233 posisi TKA. Tabel 4.1 Data Pelaksanaan Pengendalian Penggunaan TKA Jumlah TKA Dimohon Disetujui Intervensi* Tahun 2008 2.389 2.105 284 Tahun 2009 3.321 3.088 233 * Intervensi dilakukan dalam bentuk penolakan jabatan dan jumlah TKA yang diajukan dalam RPTKA dan IMTA ____Tabel 4.2 Data Perbandingan Jumlah TKN dan TKA Sub Sektor Migas Tahun Jumlah Tenaga Kerja TKN TKA. %TKA 2005 295.750 1,588 0.54% 2006 291.758 | 1,598 0,55% 2007 290.379 | 2.018 0,69% 2008 286.770 | 2.105 0,73% 2009 275.908 | 3.088. 412% Laporan Tahunan 2009 Be | DATA TENAGAKERJA SUB SEKTOR MIGAS 300,000 2008 2008 Gambar 19. Statistika Tenaga Kerja Sub Sektor Migas. b. Pengembangan Tenaga Kerja Nasional Tahun 2009 Ditien Migas melaksanakan pengembangan Tenaga Kerja Nasional melalui pelaksanaan Program Magang bagi fresh graduates pada perusahaan-perusahaan migas terutama perusahaan yang menggunakan Tenaga Kerja Asing. Program tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan magang bagi fresh graduates untuk mendapatkan pengalaman bekerja pada peruschaan-perusahaan migas sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Bekal pengalaman kerja tersebut memberikan rilai tambah bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan terulama pada perusahaan- perusahaan yang bergerak di sub sektor migas. Data pelaksanaan magang tahun 2009 adalah sebanyak 620 orang fresh graduates telah ciberi Kesempatan magang pada KKKS Migas, Usaha Hill Migas, dan Usaha Penunjang Migas. Laporan Tahunan 2009 [ES SERUASAMA MIGAS ‘Seresema Bilateral = tedonesia - Jepang The Tenth indonesia - Japan Energy Round Table (\JERT ke 10) Pertemuan dilaksanakan di Jakarta tanggal 23 November 2008, Tema pertemuan adalah Dialogue on Energy Challenges for Climate Change and Economic Growth, dan dibuka ‘ie Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Or Darwin Zahedy Saleh ‘<= celegasi Jepang dipimain oleh Secretary General of APEF, Dr. Katsuhiko Suetsugu. ‘Metclui peremuan tersebut, kedua belah pak merasakan pentingnya kerjasama antara kedua seemerirtahan dibeberapa bidang, termasuk: ~ Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca melalui: ~ Kerjasama dalam pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) + Kerjasama dalam pengembangan infrastruktur migas nasional = Pengembangan infrastruktur batubara nasional, dan gemanfaatan ow rank coal ~ Pengembangan pembangkit panas bumiigeothermal. indonesia - Sudan Perkembangan terakhir dari hubungan Kerjasama Indonesia-Sudan khususnya Sektor ESDM ‘Sah torimplementasi dengan adanya Eksploration and Production Sharing Agreement (EPSA) anisra Pertamina, CNPC International Ltd. (China), Sudapet Co.Ltd. (Sudan), Dindir Petroleum ‘semational Sudan, Express Petroleum & Gas Co. Ltd. Nigeria dan Africa Energy Nigeria, ‘Setsizh ditandatanganinya EPSA pada tanggal 26 Juni 2007 di Khartoum, Sudan ‘SE rdaklanjuti dengan penandatanganan Joint Operating Agreement (JOA, Share PT Peramina 15%) tangga) 27 Juni 2007 di Khartoum, Sudan dimana ditetapkan Pertamina, ‘ONPC dan Sudapel selaku operator dari pekerjaan pada Blok 13. Saat ini sudah dilakukan pekeriaan uj seismik dan sedang proses evaluasi hasil seismik, Persiapan eksplorasi akhir ‘2hun 2009. = lndonesia - Australia Dien Migas menghadir acara The 13" Joint Working Graup on Energy and Mineral (GEM) iselenggarekan di Bali tanggal 9-10 Juni 2609, dengan hasil pertemuan sebagai benkut: Pinak Australia berminat untuk kolaborasi dalam pengelolaan LNG Plant di Indonesia beserta Kemungkinannya untuk Kerjasama investasi dalam pengembangan kilang Mengembangkan hubungan dan bentuk jariqgan Keyiasama antara Korea deqaan negara-negara yang diundang. e, Indonesia ~ Denmark Pertemuan ke-1 Indonesia Danish Oil & Gas Forum pada 12 - 13 Oktober 2009 di Hotel Dharmawangsa Jakarta ol kedutaan Denmark dengan agenéa membicarakan: Kebijakan Energi Indonesia, - Peluang Investasi Usaha Penunjang Migas di Indonesia, = Peluang Pengembangan Enesgi baru Terbarukan di Indonesia, - _ Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan, dan - __ Peluang Kerjasama Pengembangan Kelistikan di Perancis, Beberapa perusahaan Denmark verkeinginan akan bertemu dengan para pejabat Dit Migas dan instansi terkat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. f. Indonesia - Nigeria Hubungan kerjasama antara Indonesia dan Nigeria hingga saat ini betum dituangkan data= bentuk legal, namun di tahun 2009 terdapat 2 kali Kunjungan dan pihak pemerintah Nigeria ke Din Miges dengan has sebagai ber Pertemuan Pertama : Kunjungan delegasi Revenue Mobilisation Allocation and Fiscal Commission Nigeria ke Ditjen Migas pada tanggal 26 ~ 28 Mei 2009, dilanjutkan kunjungan kerja ke ConocoPhillips Jakarta dan hari terakhir kurjungan apangan ke PT Pertamina EP Region Jawa Jatibarang, Cirebon, Tujuan kurjungan yaitu untuk mempelajari praktek dan prosedu pengawasan peralatan pengukuran produksi Minyak dan Gas di Indonesia dalam rangke ‘meningkatkan kinerja Komisi tersebut. Dalam struktur organisasinya, Komisi ini di bawan fangsung kepresidenan Pertemuan keduat Kunjungan Delegasi Nigeria ke Ditlen Migas pada targgal 27 Oktober 2009 difasilitasi ole> EUROCHEM dimaksud untuk mendapatkan informasi terkat kebijakan pengelolaan minyak dan gas bumi di Indonesia dan menjgjagi Kemungkinan Kegiatan yang dapat dikerjasamakan. Pihak Nigeria menyampalkan informasi mengenai Kondisi Pemerintah Nigeria yang saat in tengah mempersiapkan perubahan subsidi harga menjadi subsid) langsung dengan mengadopsi modes pengalinan subsidi di Indonesia. Salah satunya adalah program konvers sminyak tanah ke LPG, Pemerintah Nigeria saat ini mempunyal Kendala dalam pemantaatan gas yar'g meliputi: Laporan Tahunan 2009 “= Ss pasokan/ Supply: ~ Kurangnya infrastruktur, ~ Lokasi sumber gas yang menyebar, ~ Kurangnya investas: © Si Kebutuhan/ Demand: — urang tepatnya kebljakan harga BBM berakibat subsidi 83M yang besar, — Hamza BBM yang terlalu murah, = Disamping itu Kurang tepatnya manajemen keuangan dlkarenakan oleh “poliical of seconesia - Norwegia D ‘shun 2009, dilaksanakan pertemuan bilateral berkala yaitu penyelenggaraan The 5th ‘paenesia Norway Bilateral Energy Consultations pada tanggal 26 Agustus 2009 di Hotel Thon ‘Sesto, Oslo, Norwegia. Pertemuan tersebut menghasilkan hal berikut' ; + Electricity and Renewable Energy menekankan pada Hydro Power dan Local Gontént, serta Training and Education untuk tenaga kerja kelistrikan, sedangkan Biofuel terdapat keinginan dalam mengelola dan mengembangkan secara bersama mengingat dimasa mendatang energi sudah tidak tergantung dari minyak dan gas bumi lagi, Kemungkinan Kerjasama dalam peneiiian dan pengembangan untuk Scientific & Technology hal ini sudah ter-eksplisit di dalam kontrak antara PT.Pertamina dan Statoil Hydro, Secara tidak terpisah dalam rangkaian acara ini juga ditakukan pertemuan terbatas yang membahes tentang kemungkinan kerjasama dalam perdagangan CO2 dan kegiatan Geothermal dan Zero Flaring di kegiatan Migas. Disamping itu dilaksanakan business meeting antara, Ditjan Migas, PT Pertamina, dan PT PLN dengan Statoil Hydro dalam rangka menjajagi Peluang kerjasama bidang pembangkit geothermal. Dalam pertemuan one on one, piak Norwegia menyampaikan minat yang besar dalam pengembangan geothermal energy di Indonesia terutaria sebagai bagian dari Clean Development Mechanism (CDM), Ditjen Migas, BPMIGAS dan PT Pertamina dengan Hamworthy System AS (Perusahaan mini LNG Plant) dalam rangka membuka peluang pengembangan mini LNG Plant di Indonesia. ‘Dalam rangka memfokusken dan mengarahkan kegiatan kerjasama baik dalam kerangka G fo ‘S maupun B to B maka kedva pihak sepakat membentuk 3 (tiga) Working Groups yaitu Oil and Gas, Electricity and Renewable Energy dan Environment berikut penanggung jawab di negara masing-masing. & Indonesia - Amerika Selatan dan Karibia Dian Migas menghadin acara Roundtable Discussion kerjasama di Bidang ESDM dengan negara-negara Amenka Selatan dan Karibia yang diselenggarakan oleh Direktur Amerika Selatan dan Karibia, Deplu pada targgal 7 Oesember 2009 ci Jakarta diperoleh hasil yang ‘perlu mendapat perhatian berkut : = Duta Besar Suriname mengungkapkan bahwa hubungan kerjasama Indonesta-Suriname semakin meningkat dengan meningkatnya hubungan dagang kedua belah pihak dan menginformasikan bahwa komodit ekspor terbesar Suriname adalah Allumina dan Bauxite sedangkan untuk minyak bumi hanya sebesar 11%. Ditambahkan oleh Direktur Amselkar, Deplu bahwa Indonesia perlu melakukan penjajagan kemmungkinan kerjasama sub sektor Laporan Tahunan 2009 Ea - migas dengan Suriname. Suriname dapat diadikan sebagai batu loncatan atau awal kerjasama untuk kawasan Amerika Selatan dan Karbia, - Perwakilan dari Chile menginformasikan adanya potensi kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan sektor ESDM sebagai media awal kerjasama dengan berbagi ilmu pengetahuan dan ailh teknologi serta capacity building dikedua negara, . Kerjasama Multilateral dan Regional a. APEC Energy Working Group (EWG) ke-38 Rangkaian pertemuan APEC EWG ke-38 dilaksanakan pada tanggal 16 - 20 Nopember 2009 di Bali, Indonesia. Topik-topik yang menjadi bahasan dalam rangkalan pertemuen tersebut antara lain adalah mengenai: ~ Perubanan ikiim Joint Oil Data Initiative (JOD) Realtiie Emergency Information Sharing System (RTEIS) Natural Gas Trade, negara-negara angola dinarapkan dapat menyampaikan data gas alam bulanannya secara rutin. Dan untuk meningkatkan kualitas data yang dimasukkan, direncanakan akan diicksanakan workshop pada tahun 2010, - Renewable Energy - Pertemuan berikutnya s . ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) APSA ditandatangani pada rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-14 yang diselenggarakan pada tanggal 27 Februar - 1 Maret 2009 di Hua Hin, Thailand, Penandatanganan APSA oleh para Menteri Luar Negeri dihadapan para Kepala Negara angola ASEAN pada tanggal 1 Maret 2009, Para Kepala Negara ASEAN menyambut baik penandatanganan New APSA ini sebagai bentuk kontnbusi terhadap energy securiy. Naskah New APSA, selanjutnya memertukan ralifkasi sesuai peraturan masing-masing negara angola, Di dalam naskah New APSA terdapat salah salu poin penting mengenai ‘mekanisme operasional pelaksanaan penanganan situasi darurat yang tercantum dalam Coordinated Emergency Response Measures (CERM). Dalam merespon CERM, negara- negara ASEAN setuju untuk membuat join! oi! stockpile dengan dasar “voluntary and commercial basis’. . ASEAN+3 Fora serta EAS ECTF Pertemuan ASEAN+3 Fora terdii dari beberapa pertemuan diantaranya The Sth ASEAN+3 New and Renewable Energy (NRE) and Energy Efficiency and Conservation {EE&C) Forum, The 8th ASEAN+3 Energy Policy Governing Group (EPGG), The 2nd Working Group on Oil Stockpiling Roadmap (OSRM) serta perterwuan The 9th EAS-ECTF, Perlemuan The 5th ASEAN+3 NRE and EE&C Forum dibahas mengenai status dan program energi baru terbarukan seria Konservasi dan efisiensi energi di negara ASEAN*3. Forum sepakat akan melakukan kompilasi dan konsolidasi mengenai efisiensi energi, audit energi dan pedoman energy management ASEAN+3 dengan bantuan teknik dan dukungan dari Jepang, Forum juga Sepakat untuk melihat kesamaan program ASEAN#3 ini dengan workstream dalam EAS ECTF dan kemungkinan untuk menyatukan program ini agar lebih bermanfaat serta efsiensi. Laporan Tahunan 2009 a Pertemuan EAS ECTF dibahas mengenai kemajuan tiga workstream dalam kerangka sess in. yaitu: (1). Energy Efficiency and Conservation, (2). Biofuels for vanspontation “se other purposes dan (3). Energy Market Integration, dimana Australia serta Singapura ‘setepe! negara koordinator, menyampaikan siudy mengenai EMI fase 1 telah dilaporkan ‘pecs ihe 21d EAS EMM di Bangkok tahun lalu yang meminta ECTF untuk mempertimbangkan rekomendasi dari hasii studi yang dimana dalam hal ini merpakan fase 2 dari sttidy EMI tersebut. Namun fase 2 ini memertukan dana dan ‘Spcekdenjut dan belum ada negara yang berkomitmen untuk mendanai program ini sepert Pea fase 1 Pada pertemuan The 2nd OSRM Working Group, pertemuan membahas situasi dan ‘endapat negara ASEAN*3 untuk membuat suatu oi! stockpiling roadmap. Semua negara Sragola menyampaikan beberapa pendapatnya dimana terdapat perbedaan kebutuhan ‘sera kepentingan antara masing-masing negara. ‘edonesia dan Malaysia menyampaikan bahwa 2) stockpile roadmap harus secara hatt-hat Grancang serta pertu periimbangan matang teryantung dari concern serta situasi ekonomi gen polit suatu negara. Pertimbangan yang disampaikan Indonesia adalah karena periuken waktu, studi, serla pendanaan yang tidak sediki Selain itu juga concem indonesia untuk Oi Stockpiling belum begitu mendesak karena mempunyai alternatif energi yang cukup banyak untuk program energy security. Malaysia sendiri telah mengeluarkan fuel policy yang menyatakan bahwa untuk mengamankan energinya, mereka cenderung lebin menggunakan altenatif energi dan program il stockpiling merupakan pragram jangka panjang untuk energy security Namun hal berbeda disampaikan Filipina serta Vietnam, dimana mereka memang berencana membuat Qi! Stockpiling untuk keamanan energl mereka Karena saat ini masin sangat bergantung pada impor minyak dari negara lain dan rentan apabila terjadi disrupsi rrinyak. Namun pada inlinya negara ASEAN*3 seluju bahwa oi stockpile merupakan hal yang penting dalam energy security telepas dani perbedaan kebutunan dan situasi negara masing-masing dan merupakan medium dan long term achievement seperti yang tercantum juga dalam ASEAN Petroleum Secunty Agreement (APSA). Pertemuan selanjutnya diselenggarakan di Jepang pada Juni 2009 dengan agenda masukan dari International Energy Agency (IEA) mengenai ai! stockpite, sluasi oi! stockpiling dari negara ASEAN+3 serta site visit Ke lokasi al stockpiling di Jepang. Pada the 8th EPGG Meeting, negara-negara koordinator meng-update pertemuan- pertemuan dibawah Kerangka ASEAN+3. Indonesia sebagai salah salu negara koordinator pertemuan ASEAN*3 Natural Gas Forunt meng-update pertemuan The 5th Natural Gas Forum yang telah diselenggarakan ¢i Beijing, China pada 29-30 oktober 2008 dikarenakan delegasi China tidak bisa hadir. Jepang menyampaikan komentar bahwa natural gas mash merupakan sumber energi yang sangat vital bagi negaranya dan perterwan ini sangat bermanfaal, Namun Jepang menyampaikan juga pertinya melakukan diversifikas! energi yang ada terutama penggunaan energi yang dapat diperbarui. Dalam pertemuan ini ACE menyampaikan update proposal mengenal Clean Development Mechanism (CDM) serta ‘Laporan Tahunan 2009 Em Korea menyampaikan mengenai Nuclear Power Plant dimana keduanya pada tahap ini lebin condong kepada capacity building serta training. Kedua program tersebut pada ‘AMEM#3 ke-4 di Bangkok menyatakan menyambut baik dengan pertimbangan akan ipelajari terlebih dahulu oleh ACE. 5rd Working Group Meeting on Oil Stockpiling Road Map Pertemuan the 3rd Working Group Meeting on Oil Stockpiling Roadmap (OSRM) ilaksanakan pada tanggal 29 ~ 30 Juni 2009 di Sapporo, Jepang. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan the 2nd Working Group Meeting on Oil Stockpiling Roadmap (OSRM) yang diaksanakan dalam rangkaian Pertemuan ASEAN+3 Fora dan EAS ECTF pada tanggal 23 - 25 Maret 2009 bertempat di Hotel Prince, Kuala Lumpur, Malaysia. Working Group ini bertyjuan untuk menyusun sualu roadmap mengenai of stockpile. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN+3 menyampaikan kebijakan- ebijakan yang beraku di negaraniya masing-masing terkait dengan Oil Stockpile, Indonesia, dalam pertemuan tersebut menyampaikan paparan mengenai indonesia Fuel Supply yang memuat antara iain mengenai Kebijakan dan Aturan Migas, Pasokan Bahan Bakar Minyak Nasional, Keamarian Pasokan Bahan Bakar Minyak, seria Difersiikasi BEM. Sebagai negara yang dimasukkan kedalam negara dengan Kategor A, Indonesia dinarapkan dapat melakukan kajan terhadap sistem ol stockpiling, tukar menukar informasi mengenai pasar minyak, slok minyak dan data-data lain yang terkait. Selanjutnya dalam perlemuan ke-4 WG OSRM alau paling lambat pada pertemuan ke-5 WG OSRM diharapkan seliap negara untuk menyampaikan laporan mengenai Oi Stockpiling Road ‘Map. Laporan tersebut dapat bensikan antara lain prinsip-prinsip penerapan OSRM, cvalvasi terhadap kerangka waktu penerapan sistem ail stockpiling serta target kapasites oil stockpiling, pembiayean dan rencana waktu penyusunan aturan-aturan yang disiapkan Untuk penerapan sistem i stockpiling ini dinegaranya. 3, Kerjasama DALAM NEGERI Para pemangku kepentingan (stakeholder) migas di daerah berupaya mengembangkan usaha bisnisnya bekerjasama dengan pemerintah dalam suatu wadah asosiasi yaitu Masyarakat Minyak dan Gas Buri (MMGI). Melalui MMGI diharapkan pada tap-iap propinsi dapat terbentuk perwakilan-perwakilan khususnya di daerah-daerah yang menjadi penghasil minyai dan gas bum Laporan Tahunan 2009 DIREKTORAT EMBINAAN USAHA HULU MIGAS DIREKTORAT PEMBINAAN USAHA HULU MIGAS ‘Sampai dengan akhir tahun 2009 status Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berjumlah 225 KKKS yang terdin dar 158 KKKS Exsplorasi, 17 KKKS dalam tahap Plan of Development PoD) dan 50 KKKS Produksi, Tahun 2009 telah altandatangani Kontrak Kerja Sama (KKS) Wilayah Kerja (WK) Migas sebanyak 21 KKS dengan investasi sebesar USS 370,783,146,00. Penawaran WK migas juga telah dilakukan dalam dua tahap dengan ditawarkannya 24 WK pada Tahap Pertama melalui Lelang Reguler sebanyak 17 WK dan Penawaran Langsung sebanyak 7 WK dan pada penawaran WK Tahap Kedua dtawarkan 23 WK dimana 12 WK ditawarkan melalui Lelang Reguler dan 11 WK melalui Penawaran Langsung, Selain itu pada tahun 2008 ditawarkan juga 1 WK Produksi yaitu WK Langgak. Kegiatan eksplorasi untuk survei seismik 2D rencananya sepanjang 42.646 km telah dilaksanakan sepanjang 31.656 km (74,23%) menurun 1,65% dari tahun 2008 sebesar 75,88% {rencana vs realisasi). Survei seismik 3D dari rencananya seluas 8.714 km? telah dilaksanakan 6.977 km? (80,07%) menurun 5,02% dari tahun 2008 sebesar 85,09% (rencana vs realisasi). Pemboran sumur eksplorasi dari rencana 84 telaksana 75 (89,29%), penemuan 35 sumur dengan success ratio 47% menurun 4,08% dari tahun 2008 sebesar 49%. Untuk persetujuan dan rekomendasi yang terkait dengan kegiatan eksplorasi telah dikeluarkan persetujuan dan rekomendasi sebanyak 236 kegiatan. Terdapat 4 KKKS mengajukan Aan af Development (PoD) dan telah mandapatkan persatujuan Menteri ESOM. Dari 4 KKKS tersebut 2 KKKS mendapatkan persetujan Revisi POD | dan 2 KKKS ‘mendapatkan persetujuan POD |, Untuk Perpanjangan KKS terdapat 5 KKKS dengan status dalam cevaluasi. Sedangkan untuk tumpang tindin lahan batubara terdapat 11 Kuasa Pertambangan (KP) yang telah mengajukan izin dan semuanya telah mendapatkan perselujuan Menteri ESDM Total cadangan minyak bumi sebesar 7,99 milyar barrel menurun 2,69% dan gas bumi 159,63, TSCF menurun 6,14 % dibanding tahun 2008. Produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 949,2 nibu bph menurun 2,83 % dan gas bumi 8.302 MMSCFD meningkat 5,32% dibanding tahun 2008. Untuk jumlah pemboran sumur pengembangan pada tahun 2008 (slatus sid Oktober 2009) sebanyak $04 sumur yang terdir dari 651 sumur minyak, 139 sumur gas, dan 114 sumur lainnya, Pada tahun 2008 juga diberikan persetujuan pemroduksian minyak bumi pada sumur tua kepada KUD Wargo Tani ‘Makmur yang berada di Wilayan Kerja PT. Pertamina EP. KKS Gas Metana Batubara (GMB) telah ditandatangani sebanyak 13 Wilayah Kerja GME dengan investasi sebesar US$ 123,063,778.00. Untuk pemanfaatan gas bumi sebesar 7.8163 MMSCFO dengan ekspor sebesar 4.103,8 MMSCFD dan domestik sebesar 4.198,5 MMSCFO. Selain itu ditandatangani 39 Kesepakatan Bisnis Penjualan Gas Pipa terdiri dari 12 Pembangkit Listik, 10 Pupuk dan Pelrokimia dan 17 Indust dengan volume kesepakatan bisnis penjualan gas pipa secaare eselurunan sebesar 1,137,242 TBTU, Secara umum masih ada peningkatan kegiatan usaha hulu migas namun masih terdapat beberapa kendala yang terkait dengan usaha hulu migas yaitu: + Keterbatasan data bawah permukaan (sub surface) untuk membuka wilayah kerja migas baru + Keterbatasan Peralatan Pemboran (Rig, Vessel). + Kelangkaan Kapal Sure. + Belum optimalnya pangembangan lapangan-lapangan marginal + Adanya tumpang tindih tahan. Laporan Tahunan 2009 n tanah, cibidang peraturan perundang-undangan dengan sektor lain cengan kendala tersebut maka diperiukan beberapa upaya yang dilakukan untuk usaha hulu migas, beberapa upaya tersebut yaitu: agiatan ekspiorasi dan pembukaan wilayah Kerja baru untuk mendapatkan ‘cedengan baru. ‘produksi lapangan eksisting dan mempercepat pemproduksian lapangan baru. ‘epangan-lepangan marginal dan idle ‘epangan-lepangan minyak dengan Enhanced Oil Recovery apresiasi terhadap tenaga kerja nasional peraturan dan pungutan daerah yang membebani biaya dan kelancaran operasi ‘an Pemda). koordinasi dan sinkronisasi peraturan-peraturan dengan Kehulanan, , KLH, aparat keamanan dan pihak-pihak terkaitlainnya investasi bidang migas dengan menciptakan ikim investasi yang lebih kondusif- Menyelesaikan tumpang tindin laftan Kebjakan fiskal yang iebin menark Menjamin kepastian hukum Decegulasi dan debirokratisasi KERJA juan Survei Umum See! umum diperiukan guna mendapatkan data teknis geologi dan geofisika untuk ‘sereweran Wilayah Kerja baru migas. Pada tahun 2009 terdapal 15 perusahaan yang ‘Pencapatkan persetujuan survei meliput: = Sessmik 2D sepanjang + 47.875,6 km. ‘+ Seismik 3D seluas + 16.958,1 km? = Gravit seluas + 6.927 km? Penawaran Wilayah Kerja Migas ‘Mekanisme penawaran Wilayah Kerja dibagi menjadi dua yaitu melalui Leiang Reguler dan Perawaran Langsung. Pada tahun 2009 penawaran wilayah Kerja migas dilakuken dalam dua ‘ahap, yaitu; ‘+ Tahap Pertama periode Juni - Nopember 2009, ditawarkan 24 Wilayah Kerja melalui Lelang Reguler sebanyak 17 Wilayah Kerja dan Penawaran Langsung sebanyak 7 Wilayah Kerja (Gambar 20.1) = Lelang Reguler 17 Wilayah Kerja tersebut adalah: Tomini Bay-1, Tomini Bay-ll, Tomini Bay-IIl, Tomini Bay-1V, Tomini Bay-V, Gorontalo Tomini |, Gorontalo Tomini Il, North Bone, Kolaka Lasusua, Kabena, Jampea, Buton ill, Menui Asera, Morowali, Sula Sula dan Bird's Head = Penawaran Langsung 7 Wilayah Kerja tersebut adalah: Kubu, N.E. Ogan Komering, Off. West Java, Blora, North Makassar Srait, East Simenggaris dan Digut Laporan Tahunan 2009 El Gambar 20.1, Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap Pertama Tahun 2009, Tanap Kedua periode Desember 2009 ~ April 2010, ditawarkan 23 Wilayah Kerja melalui Llelang Reguler sebanyak 12 Wilayah Kerja dan Penawaran Langsung sebanyak 11 Wilayah Kerja (Gambar 20.2). ~ Lelang Reguler 12 Wilayah Kerja tersebut adalah: South East Andaman, Tarakan4, Tarakan-ll, Terakar-ll, North MAsela, West Berau, East Manokwar, Cendrawasin Bay |, Cendrawasin Bay I, Cendrawasih Bay Il, Cendrawasih Bay IV dan East Aru ~ Penawaran Langsung 11 Wilayah Keffa tersebut adalah: Puri, Sakakemang, Sunda Strait I, North Madura, Mandala, Karapan, Long Hubung ~ Long Bagun, Malunda. South Mandar, Sadang dan South Sageri Laporan Tahunan 2009 Em” ‘Gamber 20.2. Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap Kedua Tahun 2009. an Kontrak Kerja Sama (KKS) Migas ‘Sem tahun 2009 telah ditandatangani 21 KKS dengan total investasi sebesar US$ 57D 783,146.00, yaitu: = 12 KKS dengan total investasi US$ 219,032,000.00 pada tanggal 5 Mei 2009 Tabel 5.1. Penandatanganan KKS tanggal 5 Mei 2009 PERUSAHAAN WHAYAH KERJA t PTTREALTO ENERGINUSANTARA CORELASIS. ST PROSYS ORSGAS INTERNATIONAL Pa ee | PT. NORTHERN YAMANO TECHNOLOGY RESOURDES EAST PAMAI EASTPAMAL ORCHARD ENERGY (WEST BELIOA) LTD. 8 PY. | peawees \WESTBEUIDA ANE (TERUMBU) NZ. LIMITED TeRUNBU PT. ENERGI MINERAL LANGGENG ‘SE MADURA © | PT. ARCHIPELAGO RESOURCES PASIR 7 | HESS(NDONESIASOUTH SESULU) LIMITED | SOUTH SESULU Laporan Tahunan 2009 ER 1. | KONSORSIUM BLACK GOLD KOFIAU LLC & NIKO RESOURCES (OVERSEAS IX) LIMITED KONSORSIUMBLACK GOLD CENORAWASIH LLC. & EXXONMOBIL EXPLORATION AND 1 | PRODUCTION INDCNESIA (CENDRAWaSIH) | CENDRAWASIE 45,000,000. LiiTeD 11. | SARMIPAPUAASIA OI LNKTED worTverv parua | 12 | PTHARPINOO AUTRA KHARISMA | eaveune «8 KKS dengan total investas) USS 149,492, 146.00 dan 1 KKS Produksi US$ 2,259,000.00 pada tanggal 30 November 2009, Tabet 5.2. Penandatanganan KKS tanggal 30 November 2009 PT. SELE RAVAENERGI 2 | KONSORSIUM BARUNA NUSANTARA ENERGY LTD. NORTH MAKASAR 146,000,000. ~ NIKO RESOURCES (OVERSEAS XIV) LTO. ‘STRAIT ue a ‘SULAT 17,560, Y 4 ANDAMAN Ill ‘$4,500,000. KONSORSIUM PETRONAS _CARIGALI_ (WEST | WEST. GLAGAH ‘5 | GLAGAH KAMBUNA) LTO — PT PERTAMNA HULU | KAMBUNA 43 500,000, ENERG! WEST GLAGAH KAMBUNA | BLACK GOLD HALMAHERA KOFIAU LLC-NIKO | HALMAHERA-KOFIAU 4,500,000. RESOURCES (OVERSEAS XVI} LIMITED "| BUNCH GOLO EAST BULA LLONIKO RESOURCES | EAST BULA in Ui eae NTE ee le ae g | SLACK GOLD WEST PAPUA IV LLC-NIKO | WEST PAPUA IV 5,000,000. RESOURCES (OVERSEAS XV) LIMITED " TOTAL, 149,492,1 Laporan Tahunan 2009 Ee Penawaran Langsung (Studi Bersama) Dalern Penawaran langsung pada tahun 2009 terdapat 49 usulan dengan: +3 .usulan sudah disetuji (4 studi bersama telah selesal dan 9 masih berjalan). 8 usulan ditolak, 415 usulan telah dipresentasikan dan, 13 dalam proses evaluasi dan kelengkapan dokumen. EXSPLORASI ) Persetujuan dan Rekomendasi Selama kegiatan eksplorasi tahun 2009 terdapat beberapa persetujuan dan rekomendasi yang telan dikeluarkan dengan total 236 kegiatan. Berkut ini adalah persetujuan dan rekomendasi yang dikeluarkan terkait kegiatan eksplorasi : Pemanfaatan Data (73 disetuul). ~ Publikasi/Presentasi Makalah (38 disetujui) ~ Pengiriman Data (9 disetujui - Penggunaan Data (21 disetujul ~ Pertukaran Data (5 disetujul) Pembukaan Data (100 disetujui). Penyisinan sebagian Wilayah Kerja (27 disetuju). Survei ke luar Wilayah Kerja (2 disetujul Pengalihan Interest dan Perubahan Pengendali (Change of Contro) (17 disetujui. Tambahan waktu dalam rangka Komersialitas/Penggantian Waktu yang Hilang (3 disetyjui) Pengakhiran kontrak atau terminasi wilayah kerja (6 disetujui). Perubahan Komitmen Pasti Eksplorasi (1 disetujui) Pengembalian jaminan pelaksanaan (8 disetuui). Laporan Tahunan 2009 a> | 2) Pemutakhiran Data Hasil Kegiatan Eksplor ~ Survei Sismik 2D SURVEI SEISMIK 20 (krny 45.000 40.000 sou 30.00) 25,000, 20,000, 15,00 5,000 Gambar 21.1 Statistik Survei Seismik 'SURVE! SEISMIK 3D (kr?) 29,000 18,000 16,000 14,000 12,000 237 ORencana mRealisast ‘Gambar 21.2. Survei Seismik 3D (km?) dari tahun 2003 - 2009. Laporan Tahunan 2009 ll "Pasa sue’ seismik 3D dari rencananya seluas 8.714 km? (3,208 km2 merupakan komitmen past) ‘se cllaksanakan 6.977 km? (1.370 km merupakan komitmen past) atau sebesar 80,07% eu ‘5.02% dan tahun 2008 sebesar 85,09% (rencana vs realisasi). Survei seismik 3D pada tahun 2009 “ee levih banyak dilakukan di daerah lepas pantai (offshore). ~ Pemboran Sumur Eksplorasi Pada pemboran sumur eksplorasi dari rencana 84 (31 diantaranya adalah komitmen pasti ceksplorasi teaksana 75 (21 diantaranya merupakan komitmen pasti) atau sebesar 89,29 % dengan penemuan 35 sumur (17 sumur taruhan dan 18 sumur delineasi) dengan success ratio 47% menurun 4,08% dari tahun 2008 sebesar 49% (Gambar 2.3). Dari 35 sumur penemuan tersebut ditemukan sumberdaya kontingensi sebesar 445 MMBOE (183.2 MMBO dan 1,469 BCFG). PEMBORAN SUMUR EKSPLORAS! 2005 Bikcecann MRealisant SDiscovers GRencana wi Realisasi BSuccess Ratio ‘Gambar 21.3, Pemboran Sumur Eksplorasi dari tahun 2003 - 2009 - Sumber Daya Migas ‘Sumber daya Minyak Bumi tahun 2009 sebesar 71,52 milar barel, untuk Gas Bumi sebesar 183,61 TSCF tidak termasuk Wilayah Kerja Pertamina) sedangkan CBM sebesar 453 TSCF yang sebagian besar berada di wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, Barito dan Kutai dan selebihnya tersebar antara lain di Kalimantan Timur. Laporan Tahunan 2009 ia 3 Profil Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Buku profil Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Status Eksplorasi dibuat setiap tahun sebagai salah salu bentuk penyajian informasi data eksplorasi dan juga sebagai salah satu bbentuk monitoring dan pengawasan kegiatan eksplorasi. Buku profil memberikan informasi mengenai — Wilayah Kerja - Tanda Tangan Kontrak ~ Bonus ~ Pemegang Interest dan kronologis Pengalihan Interest — Komitmen Kontrak Kerja Sama dengan program dan realisasinya = Realisasi Investasi — Penyisihan Wilayah Kerja dengan rencana dan realisasi — Wilayah Administratif dan — Status Wilayah Kerja tersebut. C, PENILAIAN PENGEMBANGAN USAHA HULU, 1) Persetujuan dan Rekomendasi - Plan of Development (POD) Selama tahun 2009 terdapat 4 (empat) KKKS yang telah mengajukan Usulan Pengembangan Lapangan atau Plan of Development (PoD). Dari 4 (empat) KKKS tersebut 2 (dua) disetujui revisi POD | dan 2 (dua) disetujui POD L abel §.1. Persetujuan Pian of Development (PoD) tahun 2009 2008 KKKS Manhattan | Pertama—| ‘Bayan A 4649/13/NE! Kalimantan tanggal 7 Oktober 2009 Investment, Pte.Lid, KKKS PT. Sele Raya | Pertama | ‘Tampi 3860/TSIMEM M2009 Worangin Dua { tanggal 20 Agustus 2009 JOB Pestamina - Hess | RevisiKedua | Sungai Kenawan ‘3204/13/MEM.M2009 Jami Merang an Pulau Gading tanggal 7 Jui 2009 | KKKS Pear Oil | Revisikedua Mengoepeh 1549/1NNEM M/2008 { (Tungkal) Lid. tanggal 25 Maret 2009 ~ Tumpang Tindih Lahan Batubara Pada tahun 2008 terdapat 11 (sebelas) Kuasa Pertambangan yang telah mengajukan permohonan ijin penggunaan lahan batubera yang tumpang tindin dengan lahan Migas. Kuasa Pertamangan tersebut adalah CV. Sangasanga Perkasa, PT. Lembu Swana Perkasa, PT. fara Della Persada, PT. Mita Naga Mulia, CV. Wulu Bumi Saki, PT. Lamindo inter Mulikon, CV. Bara Geri Berjaya, CV. Gunung Harang Sejahtera, PT. Perdana Maju Utama yang tumpang tindih dengan Wilayah Kerja Sangasanga dan semua telah rmendapatkan izin persetujuan Menteri ESDN. Laporan Tahunan 2009 Gy - Perpanjangan Kontrak Kerja Sama (KKS) Pada tahun 2009 terdapat 5 (lima) KKKS yang telah mengajukan usulan perpanjangan kontrak, namun dari kelima KKKS tersebut belum ada yang ditandatangani oleh Menteri ESDM hal ini disebabkan karena dari kelima KKKS tersebut masih perlu dievaiuas| bak eekonomian maupun konsep fevm and condition serta dasar payung hukumnya yaitu Peraturan Pemerintah yang masin dalam taraf finalisasi pembahasan seperti terihat pada Tabel 5.2 Tabel 5.2. Rekomendasi Perpanjangan Kontrak Kerja Sama (KKS). 12PEB 11 PEB Ut 1981 TNEI191 | GMEI20IT | MIGASMEMINTA KEPADA, MADURA BPMIGAS UNTUK MENGHITUNG KEEKONOMIAN DENGAN ASUMS/-ASUMSI BARU DAN SESUAI DENGAN MEKANISME POD BASIS SERTA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENENTUAN | | OPERATOR BLOK A | 1SEP 1901 STAGUS 2011 | - TERMS AND CONDITIONS wo TELAH SELESAI DIBAHAS = PEMROV ACEH MEMINTA AGAR TIDAK MEMBERIKAN. PERPANJANGAN KKS BARU ‘SEBELUM DITETAPKANNYA PP SEBAGA| TINOAK LANUTUU NO 11 TAHUN 2006, HUSKY OIL MADURA 200KT | 190KT2012 | TERMS AND CONDITIONS | (MADURA) LTD. STRAT 1982 TELAH SELESAI DISAHAS PT.NEDCOERP | SOUTHS: 28NOV | 27NOV 2013 TERMS AND CONDITIONS: INDONESIA CENTRAL, 1993 ‘TELAH SELESAI DIGAHAS. SUMATRA, Konsultasi Daerah dalam rangka Participating Interest Dalam rangka untuk sosialisasi ke daerah perihal penawaran Participating Interest selama tahun 2009, telah ditakukan Konsultasi daerah antara lain ke Pernda Jambi, Pemda Sumatera Selatan dan Pemda Kalimantan Timur. Hasil Konsultasi daerah tersebut pada prinsipnya Pemda setempat sangal antusias dan mendukung terhadap implementasi penawaran Participating Interest dan rencana pengemibangan lanangan oleh KKKS yang bersangkutan. Laporan Tahunan 2009 Ee D. EKSPLOITASI 1) Pemutakhiran Data Hasil Kegiatan Eksploitasi ~ Cadangan Minyak dan Gas Bumi Total cadangan minyak bumi status 1.1.2009 adalah sebeser 7,98 miyar barel. Cadangan tersebul mengalami penurunan sebesar 0,22 milyar barel (2,69%) dibandingkan cadangan ‘minyak bumi status 1.1.2008 sebesar 8,21 milyar barel (Gambar 4.1). Penurunan sebesar 0,22 milyar barel tersebut berasal dari; * Penambahan Cadangan Sebesar 0.211 milyar barel (terbukli 0.05 milyar barel dan Potensial 0.161 milyar barel) dari lapangan baru. + Penambahan Cadangan Sebesar 0.019 milyar barel (terbukti 0.003 milyar bare! dan Potensial 0.016 milyar bare dari hasil perubahan kualikasi * Pengurangan Cadangan Sebesar -0.095 milyar barel (terbukti 0.859 milyar barel dan Potensial -0.954 milyar barel) dari hasit revisi cadangan sebelumnya. + Pengurangan Cadangan pada Produksi tahun 2008 sebesar -0.957 milyar barel Penurunan cadangan terutama terjadi pada beberapa KKKS seperti C P |, INPEX MASELA LTD., CONOCOPHILLIPS, C P| (C & T) - SIAK, DOH-NAD-SUMBAGU, TOTAL INDONESIE, CNOOC, dan PT. BUMI SIAK PUSAKO, (@ cADANGANMINYAK BUMI(MMSTE) ‘Gambar 22. Cadangan Minyak Bum (Status 1.1.2009), Total cadangan gas bumi status 1.1.2009 adalah sebesar 159,63 TSCF. Cadangan tersebut mengalami penurunan sebesar 10.44 TSCF (6.14%) dibandingkan cadangan gas bumi status 1.1.2008 sebesar 170.07 TSCF (Gambar 4.2), Penurunan sebesar 10.44 TSCF tersebut berasal dari: Laporan Tahunan 2009 Penambahan Cadangan Sebesar 7.145 TSCF (lerbukti 2.397 TSCF dan Potensial 4.748 TSCF) dari fapangan baru. * Penambahan Cadangan Sebesar 4.548 TSCF (terbukli 0.437 TSCF dan Potensial 4.114 TSCF) dari hasil perubahan kualifkasi. + Pengurangan Cadangan Sebesar -19.343 TSCF (terbukti 6.179 TSCF dan Potensial - 44.164 TSCF) dar hasil revisi cadangan sebelumnya. * Pengurangan Cadangan pada Produksi tahun 2008 sebesar -2.788 TSCF. Penambahan cadangan gas bumi tersebut terulama terjadi pada beberapa KKKS seperti CONOCOPHILLIPS (GRISSIK), TOTAL INDONESIE , CHEVRON IND.INC., BP BERAU LTD., MEDCO S.TOILI, BP WEST JAVA, VICO dan CNOOC. ao agp TERBUKT = 10734 TSCF POTENSIAL= 52.29 TSCF TOTAL = 159.63 TSCF @cavanean cas BumiTscr) ‘Gambar 23. Cadangan Gas Sumi (Status 1.1.2009). + Produksi Minyak Bumi dan Kondensat Produksi minyak bumi dan Kondensat tahun 2009 (data bulan Desember 2009 adalah angka operasional) sebesar 949.2 ribu boh, mengelami penurunan sebesar 27,6 ribu bph ibandingkan produksi minyak bumi dan kondensat tahun 2008 sebesar 976,8 ribu bph. Penurunan produksi tersebut disebabkan antara lain: Penurunan produksi alamiah di beberepa KKK antara lain: Chevron Pacific Indonesia, ConocoPhillips, Vico, dan lain-lain. Mundumya Jadwal Produksi Awal beberapa KKKS: = Mobil Cepu Limited, akibat terhambatnya perizinan pemasangan pipa di Kabupaten Tuban, EPF (Early Production Facilities) mulai dioperasikan pada akhir Agustus 2009, dan belum siapnya kang TWU menerima crude sebesar 6 MBOPD ~ BPTangguh, belum siaprya fasiitas produksi (Train 1 Kilang LNG) untuk beroperasi dengan normal. ~ Hess Jambi Merang, pembangunan fasilitas produksi tertunda karena tertundanya persetujuan POD Revisi Laporan Tahunan 2009 La ‘Adanya Permaselahan Tekris Operasional di beberapa KKKS anlara lain: ~ PT. Chevron Pacific Indonesia, gangguan power supply (lisirk), masalah sumur dar tertundanya pengiriman minyak dari Minas dan Duri ke Dur. = ConocoPhillips Natuna, perawatan gas iift kompressor di Belida, pergantian mercury guard bed gi FPSO Betanak, dan kebocoran pipa bawah laut - CNOOC, Permasalahan kebocoran pipa, peralatan produksi dan supply listrik. ~ Pertamina Hulu Energi ONWW, Permasaiahan fasitas produksi, pencurian, dan pekerjaan pemboran pengembangan, ~ Total Indonesie, Perawatan Kompressor di Tatun Central Processing dan permasalahan fasilitas produksi — BOB Bumi Siak Pusako, permasalahan kebocoran pipa, banjr dan permasalahan sumur, ‘Gambar 24.1. Produksi minyak bumi dan kondensat tahun 2000 - 2009 (‘Data Jan s/d November 2009 angka rekonsiliasi, Desember angka operasional s/d 31 Desember 2009). Produksi Gas Bumi Produksi gas bumi pada tahun 2009 sebesar 8,302 MMSCFD (status s/d Oktober 2008), mengalami kenaikan sebesar 419 MMSCFD dari 7,683 MMSCFO pada tahun 2008. Kenaikan produksi tersebut antara lain berasal dani: Berproduksinya lapangan gas Vorwata (BP Berau) yang menyuplai gas ke Kilang LNG Tangguh. © Berproduksinya lapangan gas Hiu, Kerisi dan North Belut yang dikelola oleh SamoaFhiis Natuna untuk dialrkan ke Singapura dan Malaysia serta sebagai bahan baku LPG. ‘+ Berproduksinya lapangan gas Oyong yang dikelola oleh Santos Sampang untuk memasok kebutunan PLTG Gra ‘= Berproduksinya lapangan gas Glagah Kambuna yang dikelola oleh TAC Salamander Energy untuk dialirkan kepada PLN Medan, + Peningkalan permintaan pasokan gas dari PGN SSWJ dan Energas HK kepada ConacoPhilips Grissik. ‘+ Optimasi produksi dari lapangan KE-30, KE-32, dan KE-38 yang dikelola Kodeco Energy. Laporan Tahunan 2009 EI 7575 310 ‘Gambar 24.2. Produksi gas bumi tahun 2000 - 2009 (* s/d Oktober 2009) Pemboran Sumur Pengembangan Jurmiah pemboran sumur pengembangan pada tshun 2009 (status s/d Oktober 2009) sebranyak 904 sumur yang terri dari 651 sumur minyak, 139 sumur gas, dan 114 sumur lainnya (sumur injeksi, observasi, dll). Adapun rincian KKKS yang melakukan Kegiatan pemboran zengemibangan sebagai berikut : PT CPI sebanyak 631 sumur, terdri dari 522 sumur minyak dan 109 sumur injeksi/observasi Total E8P Indonesie sebanyak 77 suru, terdin dari 3 sumur minyak dan 74 surmur gas, Pertamina sebanyak 72 sumur, terdiri dari 66 sumur minyak dan 6 sumur gas Vico sebanyak 43 sumur, terdi dari 6 sumur minyak dan 37 sumur gas KKKS lainnya sebanyak 81 sumur, terdiri dari 54 sumur minyak, 22 sumur gas dan 5 sumur injeksi/observasifainnya Ekspor Minyak dan Gas Bumi Ekspor minyak mentah adalah sebesar 103.265,5 ribu barel atau rata-rata sebesar 309,18 ribu barel pera, Ekspor kondensat adalah sebesar 16,946,34 ribu barel atau rata-rata sebesar 60,74 iby bare! perhari, Ekspor LNG adalah sebesar 925.737,4 MMBTU alau rala-rata 3.055,24 MMBTU perhati. Ekpor LPG hanya sebesar 88.350,42 metic ton yang dikapalkan dengan 2 kargo nada bulan Agustus 2009. LPG tersebut merupakan hasil ekstraksi LNG Bontang yang cilakukan untuk menghindas tejadinya tank top akibat adanya permintaan pengurangan pengiriman LNG dari negara pembeli Ekspor natural gas (gas vipa) sebesar 282.394,23 BBTU atau ratavata sebesar 845.5 BBTU pethari Laporan Tahunan 2009 jo | E. 2) Persetujuan Produksi Minyak Bumi pada Sumut ir Tua Pada lahun 2009 Diljen Migas telah memberikan persetujuan pemroduksian minyak bumi pada sumur tua kepada KUD Wargo Tani Makmur untuk mengusahakan sumur tua di Struktur Banyubang Kecamatan Jiken, Kabubaten Blora Propinsi Jawa Tengah, dimana sumur tua yang akan diusahakan berada ¢i Wilayah Kerja PT, Pertamina EP. Dengan adanya persetujuan {ersebut telah ditandatangani Perjanjian Pengusahaan Sumur-sumur Tua oleh Ketua KUD Wargo Tani Makmur dan Presiden Direktur PT. Pertamina EP pada tanggal 24 Maret 2009 akan berakhir pada Maret 2014. Pemanfaatan Data Hasil Kegiatan Eksploitasi Pada tahun 2009 terdapat 5 persetujuan pemanfaatan data hasil kegiatan eksploitasi migas. PEMANFAATAN GAS BUMI 1) Penawaran Wilayah Kerja Gas Metana Batubara (GMB) Dari usulan Penawaran Langsung Wilayah Kerja GMB tahun 2009, yang telah dioroses dan ‘menyelesaikan evaluasi bersama ada 2 perusahaan Penandatanganan Kontrak Kerja Sama GMB ‘Selama tahun 2009 telah ditandalangani 13 kontrak Wilayah Kerja (WK) Gas Melana Batubara (GMB) yang diproses melalul Penawaran Langsung WK GMB. Investasi yang akan diperoleh sebagai Koritmen past dari ke 13 Kontrak Kerja Sama tersebut adalah sebesar US $ 123,063,778.00 Tabel 6. Penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) GMB Tahun 2009 1 proc nTENORAS 5,09 PT ERTAWNA PLU EXE METOA COND aguercinae seoma| aumamantaan | tay5 208 7 [rH WA PIO Tale | TaTMaTaN EN | Wars 2 7 prisons Tae [EMaBEATSTARW | WADEND| KAUMANTAN SEATON | hapa ONSORSUN PT PERTABNA MLENERG-P LT ASR Since ienducuscrteumccunrcre, fowTasuncear | asonin) siuaersican | sugut 4208 © PraSTOGN ETRE RECEONOMERNGH | LATA] SuMATEMBTIATON | Rags 2008 7 prsata DoS TABU isto] wuMsere scare | —Avpat 4 205 TE RONGORSUA PT SGUATTENGT_RIETERCO Joy FUANEPSAT | Teuroon|tanmaranTeNcen | hops 208 + DOAAEOMONTN- GOVT Loewen | enamel sanctus | FF PTAA HU ERE ETNA NERA ne ncaces foeemunmncwn sisi] swareaseane | 20nr,2008 i eo. OAT ama a Sy 8 AGRA NOONEIACD CEUTTO. EEN TE 12 Jew cairo AST KALIMANTAN CMLTD-DPCOR ERGY seme] sasasmanrour | 30ne%, 208 cara Suan - WPA COM TD FoRSOnSU TGA ENERGY RESOURCES. PT RDAL on foeexero ee Laporan Tahunan 2009 ra Gambar 25. Wilayah Kerja Gas Metana Batubara (GMB) sampai tahun 2009, Total Wilayah Kerja Gas Metana Batubara (GMB) sampai dengan tahun 2009 adalah 20 Wilayah Kerja GMB- 2) Pemutakhiran Data Kontrak Jual Beli Gas Bumi Selama tahun 2009, telah ditandatangani 39 kesepakatan bisnis perjualan gas pipa (Lampiran 5) yang lerdir dari: - Pembangkit Listik 12 kesepakatan bisnis yaitu HOA 2, MoA 1, PJBG 6, Amandemen PJBG 3 ~ Pupuk dan Petrokimia 10 kesepakalan bisnis yaitu MoA 3, Amandemen GSuA 1, PUBG 2, ‘Amandemen PJBG 4 ~ Indust 17 kesepakatan bisnis yaitu HoA 2, PJBG 11, Amandemen PUBG 4 Volume kesepakatan bisnis penjualan gas pipa secara keseluruhan sebeser 1,137,242 TBTU, Laporan Tahunan 2009 ma Pemanfaatan Gas Bumi Dalam rangka pemanfaatan gas bumi, selama tahun 2009 telah ditetapkan 11 persetujuan harga gas bumi oleh Menteri ESDM yang terdin dari Domest sebanyak 9 yaitu 4 untuk istrit, 2 untuk upuk dan petrokimia serta 3 untuk industs, sedangkan untuk Ekspor sebanyak 2 ( Tabel 5.2 Terdapat 16 usulan persetujuan harga gas bumi masih dalam proses. Tabel 7. Persetujuan Harga Gas Bumi Tahun 2009 TaN Foe YM ipaea) | 25 Yul 1 Pts 8 Pia PT Picea aa reek Bieae T Prieta hisesa Piao Waly | OOSTONEMAIS Fos “SMISEED Patan ow Pew = 275 TP Petanea PI uke Pia Ent Sena A ae} TSG | TSS spat) FT Pesan Poi) Ka Meband TENA Fora 7 1 eta 28 Fo Pon = 300 T Pr Pecan Pon) Tala pe Be NELWANE rr isaac (Frain Rage tN Borang a 20 Perc) 1 ie Pie -PTRN Paes BANC | Tenaanieptn | Sint] iia a0 ibn 1619) 7 [PTW rea Pesta eT WAT RNERLU [Tea aa v oa Muni Di 1 [PT PRE Siva dr Pnethearoara Ream By | SAMAMEMNS | — teas Payot | FEM | TE Pes Maa Clon Wok G3 arb) ‘az 8 apn aes PT gas ja Doge BBN Te Ey asa axa "D FMP rsa PT Pipa Soa Poses) | TSOTINEMNDTD | — Towaas% en S S ys ag TT LAG a goed Crean | RTO TONEUNESE | Fale =O SCs Om En ! erent 109 Adapun pemanfaatan gas bumi tahun 2009 sebesar 7.816,3 MMSCFD dengan rincian ekspor sebesar 4,103,8 MMSCFD dan domestik sebesar 4.198,5 MMSCFD. Apabila dibandingkan dengan emanfaaten gas bumi tahun 2008, pemanfeatan gas bum tahun 2009 mengalami kenatkan pada pemanfaatan domestik sebesar 11% dan penurunan pada pemantaatan ekspor sebesar 0,44%, DIREKTORAT PEMBINAAN USAHA HILIR MIGAS DIREKTORAT PEMBINAAN USAHA HILIR MIGAS ‘A. PENGOLAHAN MINYAK BUM, HASIL OLAHAN DAN GAS BUMI 1, PENGOLAHAN MINYAK BUMI DAN HASIL OLAHAN Kebutuhan akan bahan bakar minyak dan gas bumi dalam negeri secara langsung menuntut adanya ketersediaan fasiltas pengolahan migas yang cukup memadai, baik dari segi Kapaitas ‘maupun maupun produksi. Kapasitas kilang minyak yang beroperasi di Indonesia pada akhir tahun 2009 adalah sebesar 1.1571 MESD yang terdir atas: . Kilang PT Pertamina (Persero) dengan total kanasitas 1047,3 MBSD = RUs|| Dumai/ Sungai Pakning ——: 177 MBSD = RU-II Plu / 8, Gerong £1273 MBSD = RU-WV Cilacap 2348 MBSD = RU-V Balikpapan 260 MBSD ~ RU-VI Balongan 2125 MBSD = RUII Kasim 210 MBSD Kilang Pusdkilat Migas Cepu dengan kapasitas 3,8 MBSD Kiieng PT Trans Pacific Petrochemical indotama (TPP!) dengan kapasitas 100 MBSD, ‘mengolah bahan baku berupa kandensat. 4, Kilang PT Tri Wahana Universal (TWU) dengan kapasites 6 MBSD en ‘Sampai dengan akhir tahun 2009, status perizinan usaha pengolahan minyak bumi dan hasil olahan adalah sebagai berikut: = Izin Usaha Pengolahan Minyak Buri (diluar Pertamina) NO [ NAMA BADAN USAHA. LOKASI __ KAPASITAS DESAIN STATUS 1 | PT — Trans Pacific | Tuban, Jatim 100 iby —barel/hari Produksi Petrochemical Indatama __ _kondensat | 2 | PTT Wahana Universal | Bojonegoro, | 6 ribu barelhari Produksi | Jatim | ~ Izin Usaha Pengoiahan Hasil Olahan | NO NAMA BADAN USAHA LOKASI KAPASITAS DESAIN STATUS 1 | PT Patra SK Dumai, Riau 25 ribu barel Produksi unconverted oilhar\ 2. | PT Primergy Solution Gresik, Jatim 600 ton Konstruksi pelumas bekas/oulan | - in Usaha Sementara Pengolahan Minyak Bum NO | _NAMA BADAN USAHA LOKASI KAPASITAS DESAIN ‘STATUS | 1 | PT Kitang Muba ‘Musi Banyuasin, £800 barel/hari Konstruksi _ SumSel ~ Iin Usaha Sementara Hasil Olahan NO | NAMA BADAN USAHA LOKASI KAPASITAS DESAIN STATUS 4 | PT Mustika Makmur Tangerang, 30 ribu barel Konstruks! | Petroieum Industry Banten pelumas bekas/bulan Laporan Tahunan 2009 ma Sementara itu, pada tahun 2009, terdapal sejumiah iin usaha pengolahan minyak bumi yang terbitkan oleh pemerintah telah habis masa bertakunya, yaitu sebagai berikut 3] _NAWABADANUSAHA | _LOKASI KAPASITAS DESAIN, | STATUS © | PTEhusa Banten, Jabar 300 ribu barelhari | Habis masa (Giaikan kepada Dertaku per Pertamina) tar 29/3/2009 Z| PT Situbondo Refinery Situbondo, Jatim | 300 ebubarelhart | Habis masa Industry | bertaku per | tanggal 2/6/2009 3 | PT intarjaya Agromegah Pare-Pare, 300 ribubarelhari | Habis masa Abadi Sulset berlaku per tanggal 44/3/2008 Dibawah ini adalah peta kilang minyak di Indonesia, baik yang sudah beroperasi maupun sedang dalam tahiap konstruksi dan perenicanaan Gambar 26, Peta Kilang Minyak Indonesia Laporan Tahunan 200 Selain berbahan baku minyak bumi / kondensat, BBM juga dapat dihasilkan dari bahan baku lainnya, seperti di Kiang PT Patra SK di Oumai yang berbahan baku uncarverted oi! (kapasitas bsd) seta PT Primergy Solution (Gresik) yang menghasikkan BBM dai pelumas bekas (kapasitas pelumies bekas 600 ton per bulan). Dengan beroperasinya beberapa kilang minyak maupun kilang hasil olahan baru di dalam negeri, maka dinarapkan kemampuan produksi BBM dari dalam neger\ dapat meningkat. Berikul adalah grafik yang menggambarkan pertumbuhan kapasitas kilang minyak & hasil olahar Indonesia sampai dengan akhir tahun 2009, 1200 1100 tose coh marl 1000 950 - 2005 2004 2007 2008 2009 Kiang Minyak —S —Kilang Hest Otahen Gambar 27. Perkembangan kapasitas Klang minyak dan hasil lahan Indonesia Produksi BBM Pada tahun 2009 (status Oktober), produksi BBM adalah sebesar 33,69 juta kiloliter. Sampai dengan akhir tahun 2009, diperkirakan produki 8BM mencapal 40,42 juta kiloliter atau meningkat sevesar 41,07% dar 39,99 juta killter pada tahun sebelumaya, 3 ene * sstoaana 1.0000 sona0 ‘ee 70 > 207 mom | ae Oem fies ans Uae | omer | usnee | ame | amase lena Yow) fama a. asses | anam |7amoa | gman HoyaSour | ISSN 150607 | MyegR | Lae Mv) ome Ecco 2 Sseo.see > ot aaa 200" 2002 26032004 2005 2008 zea7 2008 20 0) 2002 a0y2 2018 2B gO 2017 IONE AIT cme Konsursi SEProditsiDN SUP BBM | EN ‘Gambar 29. Statistik Kebutuhan BBM akan datang Keterangan: ~ Perlumbuhan demand sebesar 5 % per tahun ~ Suplai BBM = Produksi DN + Impor ~ Akhir tahun 2009 Kilang Tri Wahana Universal (6 ribu barel/hari) dan Kilang Muba (0,8 ribu barel/harl) mulai beroperasi. ~ Akhir tahun 2014 Kilang Banten (150 ribu bareV/hari) mulai beroperasi ~ Akhir tahun 2016 Kilang Balongan I (200 ribu barel/nari) mulai beroperasi = Akhir tahun 2016 Kitang Tuban (200 ribu barel/hari) mulai beroperasi. Insentif investasi Pembangunen Kilang Minyak Setelah terbitnya UU no. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, telah ada beberapa investor yang berminat_membangun kilang minyak, namun hanya sedikit yang terealisasi. Pemerintah telah ‘memberikan 2 (dua) Izin Usaha Pengolahan Minyak Bumi yaitu kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indotamna - Tuban yang merupakan Kilang petrokimia berkapasitas 100 ribu barel per hari Kondansat yang menghasikan BBM sebagai produk sampingannya. Pada tahun 2009, ada beberapa izin usahe ppengolahan minyak bumi maupun hasil olahan yang diterbitkan yaitu: = PT Tri Wahana Universal jengolahan minyak bumi, Kapasitas 6 MBSD ci Bojonegoro - PT Kilang Muba erpanjangan izin usaha sementara pengolahan minyak bum - PT Primergy Solutions : pengolahan hasil olahan, 20 ton/han pelumas bekas di Gresik - PT Arrtu Mega Energie izin usaha sementara pengolahan hasil olahan (produk akhir berupe Dimethy! Ether (OME) sebagai bahan bakar) Laporan Tahunan 2009 TT Lambatnya realisasi pembangunan kilang minyak antara lain disebabkan besamya investasi yang iperlukan, Karena Kiang minyak merupakan bisnis yang padat modal. Untuk itu dalam rangka ‘mendukung terealisasikannya pembangunan kilang minyak, Direktoral Jenderal Migas telah melakukan oordinasi dengan instansi terkait, yaitu BKPM, Depkeu, Seljen DESDM, BPH Migas, BPN, dan Pertamiina guna membahas dukungan insenti investasi kilzng ‘Sebagai hasilnya, saat ini untuk industri pengolahan minyak bumi telah diberikan insentif fiskal berupa fasiltas pajak penghasilan melalui PP no. 1 tahun 2007 yang disempurnakan dengan PP no. 62 tahun 2008 berupa: a. pengurangan penghasilan netto paling tinggi 30% dari jumlah penanaman yang ditekukan; . penyusutan dan amorisasi yang dipercepat; c. kompensasi kerugian yang lebin lama, tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun; 4. pengenzan Pajak Penghasilan atas dividen sebagaimana cimaksud dalam Pasal 26 sebesar 40%, kecuali apabila tar menurut perjanjian perpajakan yang bertaku menetapkan lebih rendah. Mengingat industri pengotahan minyak bumi merupakan industr yang padat modal, padat teknolog, eresiko tinggi, dan Keunlungan yang sangat marjnal, maka Badan Usaha masin memertukan ukungan kebijakan Pemerintah dalam bentuk insentif investasi yang lebih menarik. Untuk itu Departmen ESDM telah mengusulkan kepada Depkeu agar diverkan insentif tambahan melalui surat Manteri ESDM Nomor 2843/MEM.M/2009 tanga! 10 Juni 2009, Tambahan insent yang diusulkan berupa: 2. untuk barang modal ~ divebaskan atau ditanggung pemerintah atas bea masuknya ~ ditanggung pemerintah atas Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI)-nya b. untuk katalis dan suku cadang (spare part) untuk keperluan operasional kilang ~ ditanggung pemerintah atas PPn-nya Sampai dengan akhir tahun 2009 telah dilakukan sejumlah pembahasan bersama dengan Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dan instansi terkait lainnya. Saat ini usulan tambahan insentif dimaksud masin terus dikaji dan masuk menjadi Program 100 Hari Kabinet indonesia Bersatu I! pada Departemen Keuangan RI. Diharapkan usulan dari Diljen Migas mengenai tambahan insentit bagt pembangunan kilang minyak bumi dapat segera terealisasi dan dapat dimanfaatkan oleh badan usaha pangolahan migas di dalam negen. PENGOLAHAN GAS BUM! Selain pengolahan minyak mentah menjadi BBM untuk memenuhi Kebutuhan bahan baker, ada pula proses pengolahan gas bumi menjadi LNG dan LPG. Untuk kilang LNG ada yang mengikuti pola hulu dan ada pula yang mengikuti pola hilr. Yang termasuk kilang LNG pola hulu adalah kilang PT Arun (di NAD, 12,85 MMTPA), kilang PT Badak (di Bontang, Kaltim, 21,64 MMTPA) dan kitang LNG BP (di Tangguh, 7.6 MMTPA). Sedangkan yang termasuk kilang LNG pola hilr adalah milk PT Senoro Donggi LNG (di Sulawesi Tengah, 2 MMTPA) LPG dapat dihasilkan dari kilang minyak maupun Kilang gas. Sama halnya dengan LNG, kilang LPG yang berbahan baku gas bumi ada yang mengikuti pola hulu maupun pola hilr. Untuk kilang LPG pola hulu umumnya dimilki oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), sedangkan kilang LPG pola hilir Laporan Tahunan 2009 Em dimiliki oleh Badan Usaha yang telah memperoleh izin usaha pengolahan gas bumi yang diterbitkan oleh pemerintah. Tabel 7. klang-klang LPG yang beroperasi di Indonesia sampai dengan tahun 2009 Badan Usaha Lokasi Tonhari MMTPA LPG dari Kilang Minyak PT. Pertamina (Persero) Tuma 185 0.068 PT. Pertamina (Persero) Musi 360. 0.131 PT. Pertamina (Persero) Ciacap 620 0.230 PT. Pertamina (Persero) Balkpapan 250 0.094 PT. Pertamina (Persero) Balongan 1500 0.548 LPG dari Kilang Gas Pola Hilir PT. Pertamina (Persero) Mundu 100 0.087 PT. Sumber Daya Kelola Tugu Barat 18 0.007 PT. Medco LPG Kaj Kaj 200 0.073 PT. Tils Sampurna’ Prabumulih 200 0.073 PT. Manuta Buri Prima Langkat 46.57 0.017 PT, Surya Esa Perkasa Lembak 125 0.086 PT. Odira Energy Persada Tambun 180 0.055 PT. Media Karya Sentosa Gresik 160, 0.058 PT. Yudhistira Haka Perkasa Ciiamaya 120 0.044 PT. Wahana Insannugraha Cemara 1023 0.087 LPG dari Kilang Gas Pola Hulu PT. Pertamina (Persero) Bontang 2740 7.000 Chevron T. Santan UT 0.000 Petrochina ‘Arar 38 0.014 Petrochina Jabung 1.315 0.480 [Conoco Belanak 1.154 0.420 Hess {Ujung Pangkah 247 .090 TOTAL YANG BEROPERASI 9,884 3.608 Disamping kilang-kilang LPG yang telah beroperasi di alas, ada beberapa badan usaha lain yang telah memilki izin usaha sementara_pengolahan gas bumi yang sedang dalam tahap Konstruksilpembangunan Kilang LPG pola hil, yailu: 1, PT Gasuma Federal Indonesia (Tuban, Jatin) _—_: Kapasitas 60 ton LPG/hari 2, PT Tuban LPG Indonesia (Tuban, Jatim) kapasitas 360 ton LPGMhari Laporan Tahunan 2009 Ea Asc unc 12.08 Ma) func uc (61 maa) [Rag ENCANA FENBANGUNAN, Gambar 30. Peta Lokasi Kilang Gas Bumi di Indonesia Dengan adanya penambahan kilang-kilang gas baru selelah implementasi UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, maka kapasitas pengolahan gas bumi di dalam negeri pada akhir tahun 2009 mengalami peningkatan sebagaimana digambarkan pada grafik di bawab ini: Kifang LPG (MMTPA) 2005 2006 2007 2008 2009 Kilang LNG (MMITPA) 2005 2006 2007 2008 2009 Gambar 31. Grafik Peningkatan Pengolahan Gas Bumi Laporan Tahunan 2009 Ei Produksi LNG dan LPG Dengan beroperasinya kilang LNG BP Tangguh, produksi LNG dalam negeri saat ini dipenuhi oleh 3 kilang LNG yaitu Klang PT Arun, PT Badak dan BP Tangguh. Produksi LNG tahun 2009 diperkirakan adalah sebesar 19,76 juta ton, sedikit mengalami penurunan dari tahun sebelumya yang mencapai 20,58 juta ton, Berikut adalah grafik produksi LNG lima tahun teraktir. 25 £ 20 5 = = 15 2 3 10 2 a Catalan: * Produksi tahun 2009 adalah angke estimasi Gambar 32. Grafik Peningkatan Pengolahan Gas Bumi Untuk produksi LPG tahun 2009 diperkirakan adalah sebesar 2,2 juta ton, Meningkat secara signifikan (30,2%) daripada tahun 2008 sebesar 1,69 juta ton. Peningkatan ini didukung oleh adanya pproduksi LPG dari PT Badak (Bontang), Hess (Pangkah) dan PT Media Karya Sentosa (Gresik), yang mulai memproduksi LPG pada tahun 2009. Berikut ini adalah profil produksi LPG dalam negeri selama Jima tahun terakhir. Laporan Tahunan no 500.000 Produks! LPG (Ribu M. Ton} 0.000 ‘Kiang Minyak| 832.717 | 856.307 | 862.606 GKiang Gas 986.183 | 573.193 | 546.734 | 910.408 | 1,405.82 Total 1,818.90 | 1,428.59 | 1,409.49 | 1,690.51 | 2,201.91 * Produksi tahun 2009 adalah angka estimasi Jumlah LPG (Ribu Metrik Ton) [impor mm Produks! [——Kebutuhan (Ekspor+Konsums!) 2060 | 2007 | 1305 | 1551 | 1944 | zes9 | aaee Gambar 34. Grafik perkiraan suplai — demand LPG Laporan Tahunan 2009 li Dengan suksesnya program konversi minyak tanah ke LPG, konsumsi LPG nasional pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 4,49 juta ton per tahun. Dengan kondisi yang ada saat ini (2009), dimana produksi hanya sekitar 2,2 juta ton, Indonesia masih membutuhkan sumber-sumber pasokan LPG baru baik dari dalam evaupun luar negeri. Upaya-upaya yang sedang dlaksanakan saat ini adalah dengan mencari sumber-sumber baru pasokan dahan beku gas bumi yang potensial sebagai bahan baku LPG maupun melalui upaya pemanfaatan dimethyl ether (OME) sebagai blending dalam LPG Mix, untuk mengurangi konsumsi LPG. Selain itu, pengembangan jaringan gas bumi untuk perkotaan diharapkan juga dapat meneken penggunaan LPG sektor rumah tangga. B. PENGANGKUTAN DAN PENYIMPANAN Sarana distrbusi BBM terdiri atas sarana pengangkutan maupun penyimpanan. Terdapat lima sarana pengangkutan dan tiga sarana penyimpanan yang digunakan di Indonesia. ‘Sarana pengangkutan meliputi kapai tanker, mobilruk tangki, tongkang, rail tank wagon, dan pipa. = Kapal tanker digunakan untuk mengangkut BBM dari kilang ke instalas/depot di seluruh Indonesia. = Mobiltruk tangki digunakan untuk mengangkut BBM dari instalasi ke depot lainnya atau ke konsumen, SPBU, agen, dan pangkalan. = Tongkang digunakan pada daerah yang utamanya menggunakan sarana angkulan sungai- = "Rail Tank Wagon” merupakan angkutan BBM dengan kereta api yang saat ini dilakukan di Jawa, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. = Di beberapa daeran yang mempunyai fasilitas pipa, maka angkutan BBM dipompakan melalui ipa. Jaringan pipa BBM yang ada pada saat ini: 4)_Kilang Gilacap - Depot Padalarang Ujung Berung - Maos ~ Rewulu ~ Depot Cilacap 2) Kilang P. Brandan — Depot P. Brandan Klang Balikpapan ~ Depot Balikoapan 3) Kilang Dumei - Depot Dumai Sarana penyimpanan BEM meiput dao, tank tibun, dan engi erapurg Depot berfungsi sebagai tempat menerima dan menampung BEM untuk didistribusikan kembali ke depot lainnya atau ke konsumen. + Tangki timbun berfungsi sebagai tempat penyimpanan 8BM. + Tangki Terapung (Floating Storage) 41) Teluk Semangka (menrampung minyak mentah dari Timur Tengah untuk suplai ktang Cilacap), 2) Teluk Jakarta (merupakan supply point solar dan minyak mentah impor untuk Jakarta, ‘Semarang, dan Surabaya), 3) Pulau Sambu (menampung residu dengan kadar belerang rendah (LSWR) eks kilang Balikpapan). 4) Semi Floating Storage merupakan tangki terapung yang semi permanen dengan ukuran lebih kecil, berada di Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, dan Maluku. Laporan Tahunan 2009 FASILITAS PENYIMPANAN BBM Gambar 35. Lokasi Fasilitas Penyimpanan BBM KONDISI INFRASTRUKTUR/FASILITAS SAAT INI Te AO Cana AK TENA) aa a NOU HAPASHAS 2529.2 XL KAPALLAUT, PERTAMINA 8 BULAIN ‘DENGAN THTAL KAPASITAS 8. NYALURDI PA PENYALURDEM(FERTAMNAR SCUAAreaeune Fan rOHN ‘DEoTuAcS ero Reet a i fe Pie VPENTALURMINYAK BUMI|PT GEO LINK NUSANTA b SBBULAN. {2% TERVONGENTTL NENCGARA PENYIMPANANEEM LAUT (FLOATING STORAGE JAR PERTAMINA BULAINDILUS Sadi | 28500. T3TA. Gambar 36. Kapasitas Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi Laporan Tahunan 2009 GH UpayePemersh dalam peringkalan Pendabtusion BBM ana in adsah Faslitasi pemanfaatan, fasiitas penyimpanan yang saat ini tidak terpakaifidle (misalnya fasiltas penyimpanan di PT Arun dan Floating Storage Aqjuna Saki). 2. Direncanakan pemberian insentif kepada Badan Usaha dalam rangka pembangunan tasiites dan sarana pengangkutan dan penyimpanan di daerah terpencil serta kawasan Timur Indonesia, 3. Oplimalisasi pola distibusi BBM 4. Menjamin Kelahanan Stok BBM 5. Pencegahan peryalahguraan BEM 6. Perubahan pola pendistribusian dari Pola terbuka menjadi tertutup 7. Mendorong Penyediaan dan penyebaran fasitas penyimpanan BEM 8. Mendorong Penyediaan dan penyebaran fasiltas ansportasi BBM sesuai Kondisi geografis OND NFRASTAURTUR SAAT WL Faslitas SPaU Jumlah SPBU yang ada di seluruh Indonesia berjumiah 3.547 buah, dimana $515 buah dimiieicskuasai oleh PT. Portamina dan sisanya dimiliaivikuasal oleh Badan Usaha Fasititaa Penyimpanan BEM Fastitas penyenpanan BBM sebanyak 1.564 Tank dengan total kapasitas kurang lebih 4.828.683 KL (rile 22 Badan Usaho). Lokesi penyimpanan 54% terkansentrasi di pulau Jawa, Ball dan Nusa Tenggara dan 48% tersebar di Lokas! ‘ainaya Jaringan Tranemis} dan Distribusi Gas Bum! Janingan pipa transmisi gas bum terpasang sepanieng ‘a-3.201 km di Pulau Sumatera (NAD, Sumnut, Riau, Jambi, Sumsel)(PGN+TGI = 2.180 km) 1.804 km di Pulau Jawa (Jabar, DKI Jakarta, Banten, Jatim); (@GN = 289 km) 6, 281 Km di Pulau Kalimantan (Kaitim). Janingan distribu! gas bur torpasang sepanjang ‘a 751 km di Pulau Sumatera (Sumut, Sums, Riau) 2.820 krm ai Pulau Jawa (Jaber. DK! Jakarta, Banten, Jatin) POLA PENYEDIAAN DAN DISTRIBUSI PREMIUM, MINYAK SOLAR, DIESEL, DAN MINYAK BAKAR: ae DS Lee et Gambar 37. Pola Penyediaan dan Distribusi Premium, Minyak Solar, Diesel dan Minyak Bakar POLA PENYEDIAAN DAN DISTRIBUSI MINYAK TANAH a Gambar 38. Poia Penyediaan dan Distribusi Minyak Tanah Laporan Tahunan 2009 ao | Sistem pengangkutan dan penyimpanan lainnya adalah merupakan fingkup usaha niaga pengusahaan migas nasional yang meliputi kegiatan impor BBM, ekspor produk kilang maupun penjualan produk kilang ke konsumen domestix, Kegaiatan tersebut bisa dilakukan dalam bentuk usaha niaga dengan aset maupun tanpa aset (Irader). Bentuk usaha serupa juga dapat berlaku dalam pengusahaan gas bumi yang terkait dengan kegiatan ekspor LNG maupun impor LNG yang dilakukan leh trader. Sedangkan penjualan gas bumi ke konsumen melalui pipa maupun bejana Khusus (dakar bentuk tabung) dapat dilakukan oleh usaha niaga umum. Sadan Usaha yang memiliki izin usaha niaga dapat melakukan kegiatan pengangkutan dan atau penyimpanan sebagai penunjang usaha niaganya sepanjang tidak ada transaksi usaha pada rangakaian kegiatan usaha niaganya Gambar 39. Fasiltas Penyimpanan Niaga ~ Sarana Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa Pemanfgatan gas bumi dari tahun ke tahun terus meningkat, namun pemanfaatannya selama ini belum optimal karen kurangnya infrastruktur penyaluran gas bumi dari sumber ke onsumen. Peta Jaringan Transmis| dan Distribusi Gas Sumi Nasional dllengkapi Legenda yang menggamivarkan & (ima) kategor sebagai berkut a. Kategori | (Open Access), yaitu menggambarkan Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi dengan mempertimbangkan sumber gas dalam kerangka Kegiatan Useha Hilr yang engusulan, pendanaan dan pelaksanaannya oleh pemerintah untuk dapat dimanfaatkan para pengguna jaringan pipa (shipper) yang pengaturan pemanfaatannya ditetapkan Badan Pengatur; .. Kategori I! (Open Access), yaitu menggambarkan Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi dengan mempertimbangkan sumber gas dalam kerangka Kegiatan Usaha Hilir yang pengusulannya oleh pemerintah dengan pendanaan Badan Usaha melalui mekanisme lelang dalam rangka pemberian Hak Khusus oleh Badan Pengatur untuk dapat dimanfaatkan para pengguna jaringan pipa (shipper) secara komersial . . Kategor Il (Open Access), yaity menggambarkan Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi dengan mempertimbangkan sumber gas dalam kerangka Kegiatan Usaha Hilr yang pengusulan dan pendanaanrya oleh Badan Usaha melalui mekanisme lelang dalam rangka pemberian Hak Khusus oleh Badan Pengatuc untuk dapat dimanfaatkan para pengguna jaringan pipa (shipper) secara komersial; Laporan Tahunan 2009 La d. Kategori IV (Dedicated Hilir) yaitu menggambarkan Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi dalam kerangka Kegialan Usaha Hilir untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan sendir (lully dedicated), e. Kategori V (Dedicated Hulu) yaitu menggambarkan Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi dalam kerangka Kegiatan Usaha Hulu untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan send (fully dedicated) atau kepentingan bersama (shared dedicated) sebagai kelanjutan Kegiatan Usaha Hulu Jaringan transmis dan distribusi gas bumi nasional yang telah ada saat ini adalah: 1) Pulau Sumatera Pernik jaringan: a) PT, PERTAMINA, Kategori 3 (NAD, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan) b) PT. PERTAMINA GAS (PERTAGAS), Kategori 5 (Sumatera Selatan) c) PT. PGN, kategori 3 (Lampung, Banten, dan Jawa Baral) 4) PT. TGI, Kategori 3 (Riau, batas negara Singapura, Jambi, dan Sumatera Selatan) e) PT.PGN, kategor 3 (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Kepulavan Riau) f) Conoco Philips Ind, Kategori 5 (Riau Kepulauan) 2) Pulau Jawa Peril jaringan: a) PT. Rabana Gasindo Usama, kategori 3 (Jawa Barat) b) PT. Rabana Gasindo Utama, kategor 3 (Jawa Barat) ©) PT.PERTAMINA GAS (PERTAGAS), Kategori 3 (Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur) 4) PT. PGN, Kategori 3 (OKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur) e) BP West Java, kalegori 5 (Jawa Barat) f) Krakatau Steel, Kategori 3 (Banten) 4g) PT. Gasindo Pratama Sejati, kategori 3 (Jawa Barat) hh) Kodeco Energy, Kategori § (Jawa Timur) i) Santos (Madura) Pty, Kategori 5 (Jawa Timur) |) Cikarang Listrindo, kategori 3 (Jawa Barat) k) Fajar Surya Wisesa, kategor 3 (Jawa Barat) |) Sadikun Niagamas Raya, kategori 3 (Banten dan Jawa Barat) m) PT. Igas Utama, Kategori 3 (Jawa Barat) Laporan Tahunan 2009 «| NDI urna STRLTUR/FASUITAESATILLANASTAR. Gambar 40, Sistem Pengangkulan dan Penyimpanan Gas Buri C. PERKEMBANGAN INVESTASI DAN PENGAJUAN IZIN USAHA KEGIATAN USAHA HILIR Perkembangan investasi sektorhlir_menunjukan peningkatan investasi dimana realisasi kegiatan hilir minyak dan gas bumi pada tahun 2008 (status Desember) sebesar US$ 439.77 juta deri rencana biaya (budget) sid Desember sebesar USS 7,213.63 juta 7 a 4 2 a B eoeaie 200420052008 2008") Total 40167 4.13886 aes ,2t363 439.71 ‘@Pengotshan eos | 6s3.35 = 2zs2 aur 258.87 (B Pengangkutan ero arar1 | arte ths2 10455 1BPenyimpanan fa26 oat 2071s) 2423 DNoga I 568 W418 3022531018 8.08 Laporan Tahunan 2009 ia _ ‘Sedangkan pencapaian investasi terhadap targel adalah sebagai berkut; Pa} Vr Ths ty Td briny) Totall Pengolahan Pengangkutan Penyimpanan Niaga Adapun yang menjadi kendala Investasi keglatan Usaha Hilr antara lain adalah : Badan Usaha masih menunggu pemberian insentif berupa penundaan pembayaran pajak Kemudahan barang masuk Kemudahan dalam pembebasan lahan Kepastan hukum(adanya tumpang tindin dalam peraturan antara pusat dengan daerah) Stabiltas Nasional Untuk mendapatkan izin usaha Kegiatan Usaha Hilr, setiap Badan Usaha wajib menyampaikan dokumen melputi data administralf, data teknis serta Kinerja perusahaan. Badan Usaha wajib mengadakan presentasi mengenai dokumen yang telah diserahkan untuk selanjutnya dllakukan pemeriksaan kesesuaian dala dan informasi mengenai rencana kegialan Badan Usaha yang dilanjutkan dengan peniizuan jokasi Dan akhimya setelan dilaksanakan presentasi dan diterina persyaratan secara lengkap dan benar serta telah dilakukan peninjauan lakasi, Dtjan Migas wai menyelesaikan penelitian dan evaluasi paling lama 10 har Kerja. Gambar beriut memperthatikan alur pengajuan izin usaha hilir migas. zin Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi = Izin Usaha Bisnis Porniagaan Terbatas. Gambar 41. Alur Pengajuan Izin Usaha Hilir Migas Laporan Tahunan 2009 ia Perkembangan Kegiatan Usaha Pengangkutan dan Penyimpanan Migas Sampai dengan tahun 2009 terdapat Badan Usaha bidang Pengangkutan dan Penyimpanan Migas sebagai berikut, Pengangkutan dan Penyimpanan BBM yang telah diberikan izin antara lain a. 176 Badan Usaha telah mendapat jin Usaha Pengangkutan BBM ». 27 Badan Usaha telah mendapat izin Usatia Penyimpanan 88M \Untuk Pengangkutan dan Penyimpanan Gas telah cikeluarkan izin Usaha antara lain ; a. Izin Usaha Pengangkutan gas melalui pipa sebanyak 3 Badan Usaha ». Izin Usaha Pengangkutan LPG sebayak 6 Badan Usaha «. Izin Usaha Pengangkutan CNG sebanyak 3 Badan Usaha 4, Izin Usaha Penyimpanan LPG sebanyak 2 Badan Usaha Perkembangan izin usaha pengangkutan dan penyimpanan Migas dapat diperihatkan dalam tabel sebagai berikut ; IZIN USAHA PENGANGKUTAN DAN PENYIMPANAN MIGAS (TERMASUK PT PERTAMINA (PERSERO) Peary rae Secara keseluruhan untuk usaha hilir telah diterbitkan sebanyak 110 izin usaha baik izin pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga secara keseluruhan dapat diperiihatkan pada tabel berikut : Laporan Tahunan 2009 io | Tabei 8. izin Usaha Hilir Izin Usaha Jumlah Badan Usaha Pengolahan Minyak dan Gas Bur Pengangkutan BBM Pengangkutan LPG Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa Pengangkutan CNG dengan Truk Penyimpanan BBM Penyimpanan LPG Niaga Minyak dan Gas Buri Niaga Bahan Bakar Nabati D. PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN BAHAN BAKAR NABATI (BBN) INSENTIF TERKAIT PENGEMBANGAN BBN: 1 Peraturan Pemerintah No. 1/2007 jo Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2008 tentang Pemberian Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan/atau Daerah-daerah Tertentu (Pengurangan Pajak Penghasilan; Penyusutan dan ‘Amorlisasi yang dipercepat: dll) Peraturan Menteri Keuangan No. 117/PMK.06/2006 tentang Kredit Pengembangan Energi Nabati & Revitalisasi Perkebunan (Subsidi kredit untuk petani yang menanam tanaman penghasil BBN kecualjarak pagar) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK.05/2007 tentang Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) PPN DTP (ditanggung Pemerintah) atas produk BBN Non PSO (PMK No, 230/PMK.011/2008 tentang PPN-DTP atas Impor Barang dan/alau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu Pada Sektor Tertenta (berlaku s.d. 31 Desember 2009) Untuk BBN PSO, diberikan subsidi sebesar Rp 1,000 /t rata ~ rata selisin dari harga BBN dan BGM (apabila harga BEN lebih tingi dari BBM) untuk Tahun Anggaran 2009 2 3 4 §) KEBIJAKAN DAN REGULASI TERKAIT BBN 41) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi 2) Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilr Minyak dan Gas Bum 3) Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional 4) Inpres No. 1 Tahun 2005 tentang Penyediaan dan Pernanfaatan Bahan bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No, 032 Tahun 2008 tanggal 26 September 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati 5) (Biofuel) Sebagai Bahan Bekar Lain Laporan Tahunan 2009 fe | 6) Keputusan Dirjen. Migas No. 13483 K/24/DJM/2006, Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan ‘Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Biodiesel sebagai Bahan Bakar Lain Yang Di Pasarkan Di Dalam Negeri, Mengacu Pada SNI Biodiesel No. 04-7182-2006 7) Keputusan Dirjen, Migas No. 23204 K/10/DJM.S/2008, Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Bioetanol sebagai Bahan Bakar Lain Yang Di Pasarkan Di Dalam Negeri, Mengacu Pada SN! Bioetanol No. 7390:2008 Beberapa Badan Usaha yang bergerak dalam pengembangan Bahan Bakar Nabati yang telah memiliki izin usaha dari Direktorat Jenderal Migas dapat dilihat pada tabel berikut : Laporan Tahunan 2009 fy HEE sc vere: asso WyLN00O'OSZ Jeng ‘redwey Buepayy uejewesey nuequetd 6002 Jequedon p | ‘Sunuljag UeYeinjey (0g Moy) UEIUIG | SBE “ON LEWIS ‘pudt “| gy] G6O0Z/OWIGIOLNH L212 | ‘dr yewng wsnpy| uesemey | dnoig rewng efing Bunpas esexied esUeNID “td | L 6ebzp Valued UoBSID "eseHi eveyer unyey 01nd 289 ‘apeg Yeqe7 ueYeANiay4 Z'9 107 ueBuuny eB =p) WoL ooo'vos | 600z/O'WraOLD PELs! osiepns So, ‘If ‘feuMa) yelo;) | Jey6Ur7 9} *17 eulud exeUE)) yereyy BuyueL 10 Id | 9 TuneYuOY ekeqeing efegeins goo'oz: | sooz/o'WraloLnrezezt L2iALwasnpul inyBuney ip 12IAI visnpu ynyBuNY ‘If | BuIYe0D esouag BleYelag ewe Id | _¢ Bueiebbuey yereg nye qesoy | "ON VH Yolg depeg | eueyer ‘yruar uoGey efopay AOL! | soozZ/OWra/oLnr azo! yepuyt jewued ue6uepnbad 894 “ON Buefued vany It eseyied PAN PI Id |b ‘unijey ~~ jobog isBuneit9 eueyer ay ON Jele4 — rr | oozes | sooo Wra/oLm'eees | unekeg eseq s'rz W» Suoioben ‘ir | seqweeysr exBuy snBeans ir | _neleg enuyarews nay eueyem Id | Buesey9 1 eyeqeqer ro unyey Dt Yer ANI epeyer | ovz'ol Fal veqeieg uNsnpul ip Sz “Ae UEUMIPN jesOpUAP It s00z/O WraOLNzesL ‘13831001 wing ewsiM “It Uipuen siaryoig euspesed' id | Z unyeyUOL, coo'og neieg “Gey ozzo1 enerer “ueuegey 98} ‘ede ueUege? esaq’Z IZL'ON indsueyy SEW) unyeyuou, sMWL IM