Anda di halaman 1dari 3

APRESIASI KARYA SENI RUPA MODERN/KONTEMPORER INDONESIA

Apresiasi seni dapat dilakukan dengan berbagai metode atau pendekatan sebagai berikut :
a. Pendekatan aplikatif
Melalui apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan berkarya
seni secara langsung
b. Pendekatan kesejarahan
Apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan melalui pengenalan sejarah/
perkembangan seni
c. Pendekatan problematik
Melalui pendekatan ini apresiasi ditumbuhkan dengan menyoroti masalah serta liku-liku seni
sebagai sarana untuk dapat menikmatinya secara semestinya.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengapresiasi :


 Tema
 Bentuk
 Isi
 Fungsi Seni Rupa

A. Keunikan Gagasan Seni Rupa Modern Kontemporer Indonesia


Beberapa hal yang perlu dan menjadi cara untuk melihat keunikan gagasan tersebut, dapat
diperoleh dari ragam gagasan. Adapun ragam gagasan seni rupa dapat dikelompokkan berdasarkan :
1. Obyek seni rupa yaitu hal yang diwujudkan menjadi karya seni rupa. Obyek ini sangat
beragam , adapun obyek seni rupa dapat meliputi:
- Manusia - Alam benda.
- Hewan - Benda buatan manusia.
- tumbuhan - Gejala alam dll.
2. Corak karya seni rupa yaitu secara perwujudan fisik. Hal ini karena banyak dipengaruhi oleh
beragamnya budaya tiap masyarakat. Sehingga terbentuk corak:
- Tradisional (primitif dan klasik ).
- Modern meliputi representatif, deformatif, abstrak.
- Post modern.
3. Tema seni rupa, adalah apa yang hendak diceritakan oleh karya seni tersebut. Tema tema
tersebut dapat diwujudkan :
- Manusia dengan dirinya sendiri
- Manusia dengan manusia lain
- Manusia dengan alam benda dll.
Seperti yang sudah dibahas pada bab-bab terdahulu.
Makna simbolis senirupa, adalah lambang atau simbul yang berupa pesan dari suatu hal.
contohnya:
- Patung ganesha lambang ilmu pengetahuan.
- Patung dewi sri lambang kesuburan dan sebagainya.

Kegiatan apresiasi dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu:


1. Apresiasi simpatik adalah merasakan tingkat keindahan suatu karya berdasarkan
pengamatan (kasat mata), seperti suka atau tidak suka.
2. Apresiasi empatik/estetik adalah merasakan secara mendalam nilai estetik yang tersirat
dalam suatu karya, seperti ada perasaan kagum atau terharu.
3. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang disertai analisis terhadap suatu karya dengan
mempertimbangkan gagasan, teknik, unsur-unsur rupa, dan kaidah-kaidah komposisi seni
rupa.
Pendekatan/metode dalam melakukan apresiasi karya seni rupa, yaitu:
1. Deskriptif  (paparan secara obyektif)
2. Analitis (paparan berdasarkan kaidah-kaidah estetika)
3. Interpretatif (paparan berdasarkan sudut pandang pengamat)
4. Penilaian (paparan dengan pengukuran nilai)
5. Interdisiplin (berbagai disiplin keilmuan)

B. Gagasan Seni Rupa Modern Kontemporer Indonesia


- Tuntutan sebuah kreativitas seni yang penuh kreasi,membongkar unsur yang biasa dilakukan
dan mendobrak kemapanan, pada karya kontemporer mengutamakan Pesan, dan berisi
Tema yang akan disampaikan lewat media visual, mengabaikan tampilan visualisasi, hngga
penikmat haruslah berolah fikir akan diskripsi yang akan disampaikan senimannya.
- Mengacu pada kiblat Eropa sebagai acuan seni rupa dunia yang kini sedang marak dengan
mashab Kekinian/ Kontemporer.

C. Post Modernisme dan Tumbuhnya Seni Instalasi


Seni postmodern adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah gerakan seni yang
dianggap bertentangan dengan beberapa aspek modernisme , atau seni yang telah muncul atau
dikembangkan. Secara umum seni postmodern berupa sebagai berikut  :
1. Intermedia. Intermedia adalah konsep yang dipekerjakan di pertengahan tahun 60an oleh
Fluxus artis Dick Higgins, untuk menggambar.
2. Seni Instalasi. Seni instalasi (installation = pemasangan) adalah seni yang memasang,
menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks
kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain
yang bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks
visual merupakan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-
elemen ruang, waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spektaktor (pengunjung pameran)
sebagai konsepsi akhir dari olah rupa.
3. Conceptual Seni . Seni konseptual adalah seni di mana konsep atau ide yang terlibat dalam
pekerjaan lebih diutamakan daripada tradisional estetika dan keprihatinan material
4. Multimedia. Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan
teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu alat dan koneksi link sehingga
pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering
digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan.
Apa Itu Seni Instalasi?
Seni instalasi (installation = pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan
mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna
tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang bersifat
kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini.
Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga
dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang, waktu, suara, pooja.