Anda di halaman 1dari 33

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)

Sekolah : SMA NEGERI 4 MALANG


Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
Kelas / Semester : X IPS 1/ Semester Genap
Materi Pokok : Proses masuknya agama dan kebudayaan
Hindu- Buddha ke Indonesia
Sub-materi Pokok : Pengaruh agama dan kebudayaan Hindu –
Buddha di Indonesia hingga masa kini.
Alokasi Waktu :4 x 45 menit

A. Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis Berbagai Teori tentang Proses Masuknya agama dan Kebudayaan Hindu-
Buddha ke Indonesia
4.5 Mengolah informasi tentang proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha
ke Indonesia serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini serta
mengemukakannya dalam bentuk tulisan.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5.1 Mengidentifikasi proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
3.5.2 Menganalisis berbagai teori-teori mengenai proses proses masuknya agama dan
kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
3.5.3 Menkritisi teori-teori mengenai proses proses masuknya agama dan kebudayaan
Hindu Buddha ke Indonesia
3.5.4 Memadukan hasil diskusi terkait teori-teori mengenai proses proses masuknya agama
dan kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
3.5.5 Membedakan hakikat Hinduisasi dan Indianisasi dalam proses masuk dan
berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
4.5.1 Membuat karya terkait dengan rute/jalur masuknya agama dan kebudayaan Hindu-
Budha di Indonesia
4.5.2 Membuat karya terkait dengan pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di
Indonesia yang masih ada hingga saat ini.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan mengunakan metode Problem Based
Introduction yang meliputi, diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi dan menganalisis
masalah kontekstual dan dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan
materi Proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu- Buddha ke Indonesia, dengan tujuan
khusus:
1. siswa mampu mengidentifikasi proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu Buddha
ke Indonesia
2. siswa mampu menganalisis berbagai teori-teori mengenai proses proses masuknya agama
dan kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
3. siswa menkritisi teori-teori mengenai proses proses masuknya agama dan kebudayaan
Hindu Buddha ke Indonesia
4. siswa mampu memadukan hasil diskusi terkait teori-teori mengenai proses proses
masuknya agama dan kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
5. siswa mampu membedakan hakikat Hinduisasi dan Indianisasi dalam proses masuk dan
berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
6. siswa mampu membuat karya terkait dengan rute/jalur masuknya agama dan kebudayaan
Hindu-Budha di Indonesia
7. siswa mampu membuat karya terkait dengan pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-
Buddha di Indonesia yang masih ada hingga saat ini.

D. Materi Pembelajaran
1) Faktual
 Keanekaragaman budaya dan agama di Indonesia
2) Konseptual
 Proses masuknya agama dan kebudayaan hindu-buddha di Indonesia.
 Pengaruh agama dan budaya hindu-buddha di Indonesia
 Alkulturasi agama dan budaya hindu-buddha di Indonesia
3) Prosedural
 membuat karya mengenai jalur masuknya agama dan budaya hindu-buddha di
Indonesia
 membuat karya mengenai pengaruh agama dan budaya hindu-buddha di Indonesia

E. Metode Pembelajaran
a. Pendekatan Pembelajaran : saintific learning
b. Model Pembelajaran : Problem Based Introduction
c. Metode Pembelajaran : Problem Based Introduction
F. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran
1. Media: Power Point / Prezi, Quizizz,
2. Alat : Laptop, Smartphone, dan LCD proyektor
3. Bahan Pembelajaran : UKBM, Buku Siswa Mata Pelajaran Sejarah, serta e-journal

G. Sumber Pembelajaran
1) Budiwiyanto, J. 2005. Tinjauan Tentang Local Genius dalam Seni bangunan Sakral
(Keagamaan) di Indonesia. Jurnal Seni Rupa STSI Surakarta. 2 (1): 24-35.
2) Gunawan, R., Amurwani, D.L, & Sardiman AM. 2017. Sejarah Indonesia. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
3) Indradjaja, A, & Endang Sri, H. 2014. Awal Pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara.
KALPATARU, Majalah Arkeologi. 23 (01): 1-80.
4) Muslimin. 2012. Alkulturasi Agama Hindu-Buddha di Indonesia. Al-adyan. 7 (2):
59-70.

H. Langkah-langkah Pembelajaran
NO KEGIATAN DESKRIPSI ALOKASI
WAKTU
1 Pendahuluan 1. Peserta didik memberi salam kepada guru, dan 5 menit
berdo’a yang dipimpin oleh ketua kelas.
2. Peserta didik diberikan apresepsi berupa foto, film
bollywood yang tayang di Indonesia, Foto Candi
Singhasari/Jago/Kidal

Poster Film Bollywood


Foto Candi Singosari
3. Peserta didik mencoba mengkaitkan hubungan yang
ada pada gambar/foto dengan materi pokok
2 Inti 1. Peserta didik dibagi menjadi 10 kelompok dengan 80 menit
anggota masing-masing 2-3 orang siswa. . Masing-
masing kelompok menggali informasi terkait dengan
proses masuk dan berkembangnya agama hindu-
buddha di Indonesia, serta kebudayaan hindu-
buddha yang masih ada hingga saat ini (lihat
lampiran 2.1)
2. Peserta didik mengabungkan informasi yang
didapatkan dengan melakukan diskusi mengenai
informasi yang didapatkan mengenai proses masuk
dan berkembangnya agama hindu-buddha di
Indonesia, serta kebudayaan hindu-buddha yang
masih ada hingga saat ini , agar dapat disatukan
menjadi satu buah karya.
3. Peserta Didik menyajikan hasil diskusinya dalam
berbagai bentuk sesuai dengan kreatifitas kelompok,
bisa sebagai artikel, mindmapping, dan lain-lain.
4. Peserta didik oleh guru diberikanberikan penguatan
atas pendapat yang disampaikan oleh peserta didik.
5. Peserta didik melakukan penyegaran dengan
bermain games di aplikasi quizizz (lihat lampiran
2.2)
6. Peserta didik dan Guru membahas bersama setiap
pertanyaan yang ada di aplikasi quizizz
3 PENUTUP
1. Peserta didik dan guru membuat kesimpulan tentang 5 menit
materi yang dipelajari pada pertemuan hari ini.
2. Peserta didik merefleksikan pembelajaran bermakna
yang diperoleh dari materi pokok.
3. guru menyampaikan materi yang akan dipelajari
pada pertemuan selanjutnya, dan meminta peserta
didik untuk mempelajari materi tersebut
4. guru mengajak peserta didik untuk berdo’a yang
dipimpin oleh ketua kelas
5. guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam

Lampiran 2.1 Bentuk Penilaian


PENILAIAN TES
Kompetensi yang akan dinilai: kognitif (Pengetahuan)
Bentuk penialaian: Tes Tulis
Satuan Pendidikan: SMA NEGERI 4 MALANG
Mata Pelajaran: Sejarah Indonesia
Kelas/Semester/Tahun Pelajaran: X/Genap/2018-2019

Indikator Hasil Belajar Kognitif


Materi Pokok: Proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu- Buddha ke Indonesia
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5.1 Mengidentifikasi proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
3.5.2 Menganalisis berbagai teori-teori mengenai proses proses masuknya agama dan
kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
Soal
Petunjuk Umum
1. Mengakses website quizizz.join serta masukkan kode angka yang diberikan oleh guru
2. Isi dengan mengunakan identitas asli anda
3. Dilarang melihat, meminta ataupun memberi jawaban kepada teman lain.
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memilih
1. Berdasarkan temuan-temuan arkeologis yang ada, diperkirakan pengaruh Hindu-Buddha
masuk ke Indonesia pada sekitar aban ke-5. Kerajaan tertua di Nusantara yang pertama kali
terpengaruh Hindu-Buddha adalah …
a. Kutai
b. Tarumanegara
c. Sriwijaya
d. Majapahit
e. Singhasari
2. Dalam proses masuknya pengaruh Hindu-Buddha terdapat berbagai macam teori yang
dikemukakan oleh para ahli, Teori masuknya agama Hindu-Buddha yang dibawa oleh para
pedangan India yang melakukan kontak dengan nusantara dikemukakan oleh …
a. R.C Majundar
b. J. C Van Leur
c. Paul Wheatly
d. F.D.K Bosch
e. N. J Krom
3. Teori masuknya agama Hindu-Buddha yang dibawa oleh para Brahmana didukung oleh
adanya temuan mengenai ….
a. adanya temuan dari tulisan kronik asing
b. adanya temuan berupa prasasti nalanda yang dibuat pada masa kerajaan Sriwijaya
c. adanya temuan prasasti maupun yupa yang berbahasa sanskerta dan berhuruf pallawa
d. adanya temuan banyaknya keramik asing
e. adanya temuan kesamaan nama antara raja-raja dinusantara dengan nama-nama india
4. Dalam budaya hindu terdapat penggolongan statifikasi sosial dalam masyarakat, hal
tersebut juga mempengaruhi stratifikasi sosial masyarakat nusantara. Pengolongan stratifikasi
sosial tersebut disebut dengan …
a. Vastupurvamandala
b. Caturvarna
d. Vratyastoma
e. Panchama
5. Dengan adanya kearifan lokal , tidak semua budaya asing yang masuk diterima begitu saja
oleh masyarakat. Seperti pada penggolongan statifikasi sosial dalam masyarakat yang hingga
saat ini masih dipergunakan oleh masyarakat Bali, terdapat perbedaan dengan yang berlaku di
India. Golongan manakah yang tidak dipergunakan oleh masayarakat Hindu di Bali …
a. Waysa
b. Brahmana
c. Ksatria
d. Dalit
e. Sudra
6. Dalam stratifikasi sosial berikut ini, yang termasuk dalam golongan Ksatria adalah…
1. Bangsawan
2. Pedangan
3. Pendeta
4. Pegawai Pemerintah (PNS)
a. 1 & 2
b. 1 &4
c. 2 & 3
d. 2 & 4
e. 3 & 4
7. Dalam konsep ajaran agama Hindu, terdapat 3 dewa utama atau biasa disebut dengan
trimurti. Dewa wishnu merupakan perwujudan dewa yang bertugas untuk ….
a. Dewa pencipta
b. Dewa perusak
c. Dewa pemelihara
d. Dewa pengetahuan
e. Dewa kemenangan
8. Dalam konsep ajaran agama Hindu, terdapat 3 dewa utama atau biasa disebut dengan
trimurti. Dewa Siwa merupakan perwujudan dewa yang bertugas untuk ….
a. Dewa pencipta
b. Dewa perusak
c. Dewa pemelihara
d. Dewa pengetahuan
e. Dewa kemenangan
9. Dalam konsep ajaran agama Hindu, terdapat 3 dewa utama atau biasa disebut dengan
trimurti. Dewa Brahma merupakan perwujudan dewa yang bertugas untuk ….
a. Dewa pencipta
b. Dewa perusak
c. Dewa pemelihara
d. Dewa pengetahuan
e. Dewa kemenangan
10. Bukti adanya pengaruh Hindu-Buddha yang ada di wilayah malang raya andalah
a. Prasasti Dinoyo & Prasasti Tugu
b. Prasasti Dinoyo & Prasasti Prasasti Kalasan
c. Prasasti Tugu & Prasasti Turyyan
d. Prasasti Turryan dan Prasasti Ukir Negara
e. Prasasti Kanuruhan & Prasasti Dinoyo

Kunci Jawaban
1. a. Kutai
2. e. N. J Krom
3. c. adanya temuan prasasti maupun yupa yang berbahasa sanskerta dan berhuruf pallawa
4. b. Caturvarna
5. d. Dalit
6. b. 1 &4
7. c. Dewa pemelihara
8. b. Dewa perusak
9. a. Dewa pencipta
10. e. Prasasti Kanuruhan & Prasasti Dinoyo
Penilaian
jumlah jawaban benar
Nilai Akhir = x 100 %
jumlah soal
No NA Keterangan
1 91 % - A= Sangat baik
100 %
2 81% - B = baik
90 %
3 70% C = cukup
-80 %
4 60% D = kurang
-70 %

PENILAIAN NON-TES
Kompetensi yang akan dinilai: Psikomotorik (Keterampilan)
Bentuk penialaian: tugas proyek karya tulis
Satuan Pendidikan: SMA NEGERI 4 MALANG
Mata Pelajaran: Sejarah Indonesia
Kelas/Semester/Tahun Pelajaran: X/Genap/2018-2019

Indikator Hasil Belajar Psikomotorik


Materi Pokok: Proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu- Buddha ke Indonesia
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5.3 Menkritisi teori-teori mengenai proses proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu
Buddha ke Indonesia
3.5.4 Memadukan hasil diskusi terkait teori-teori mengenai proses proses masuknya agama
dan kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
4.5.1 Membuat karya terkait dengan pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di
Indonesia yang masih ada hingga saat ini

PRAKARYA
Dari berbagai macam teori yang telah kalian pelajari, dan dibuktikan dengan beberapa
bukti arkeologis menunjukkan perkembangan masuknya agama Hindu-Buddha di Kepulauan
Indonesia. Pengaruh Hindu ditemukan pada abad ke-5 Masehi. Prasasti yang ditemukan di
Kutai dan Tarumanegara yang menyebutkan sapi sebagai hewan persembahan menunjukkan
bahwa agama Hindu berkembang di daerah itu. Juga adanya penyebutan Dewa Trimurti
yaitu, Brahma, Wisnu, dan Siwa.
1. Diskusikan dengan kelompok yang telah dibentuk mengenai
a. Menurut pendapat kamu teori atau pendapat mana yang paling kuat terkait dengan
masuknya budaya Hindu-Buddha? Jelaskan!
b. Jelaskan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atau pendapat tersebut!
c. Mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu- Buddha?
2. Dari hasil diskusi yang telah dilakukan buatlah karya dengan kreatifitas yang kalian miliki,
bentuk tugas bisa sebagai karya tulis maupun mindmaping.
3. Presentasikan hasil karya yang telah dibuat didepan kelas.

Kunci Jawaban
1 a. Dibawa dan disebarkan oleh Para Pedagang (teori waysa), Brahmana, dan Teori Arus
Balik.
Teori Waisya. Teori ini terkait dengan pendapat N.J. Krom yang mengatakan
bahwa kelompok yang berperan dalam dalam penyebaran Hindu-Buddha di Asia Tenggara,
termasuk Indonesia adalah kaum pedagang. Pada mulanya para pedagang India berlayar
untuk berdagang. Pada saat itu jalur perdagangan ditempuh melalui lautan yang
menyebabkan mereka tergantung pada musim angin dan kondisi alam. Bila musim angin
tidak memungkinkan maka mereka akan menetap lebih lama untuk menunggu musim baik.
Para pedagang India pun melakukan perkawinan dengan penduduk pribumi dan melalui
perkawinan tersebut mereka mengembangkan kebudayaan India
Teori Arus Balik. Teori ini lebih menekankan pada peranan bangsa Indonesia
sendiri dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Artinya, orang-
orang di Kepulauan Indonesia terutama para tokohnya yang pergi ke India. Di India mereka
belajar hal ihwal agama dan kebudayaan Hindu-Buddha. Setelah kembali mereka
mengajarkan dan menyebarkan ajaran agama itu kepada masyarakatnya. Didukung dengan
adanya prasasti nalanda pada masa kerajaan Sriwijaya
Teori Brahmana. Teori tersebut sesuai dengan pendapat J.C. van Leur bahwa
Hinduisasi di Kepulauan Indonesia disebabkan oleh peranan kaum Brahmana. Pendapat van
Leur didasarkan atas temuan-temuan prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan
huruf Pallawa. Bahasa dan huruf tersebut hanya dikuasai oleh kaum Brahmana. Selain itu,
adanya kepentingan dari para penguasa untuk mengundang para Brahmana India. Mereka
diundang ke Asia Tenggara untuk keperluan upacara keagamaan

1 b.
Nama Teori Kelemahan Kelebihan
1. Ksatria Tidak ditemukannya bukti -
2. Brahmana Ada aliran yang menyatakan Hanya Brahmana yang
Brahmana tidak boleh menguasai pengunaan bahasa
menyebrangi lautan sanskerta dan huruf pallawa,
serta isi dari kitab-kitab suci
3.Teori Waysa Hanya Brahmana yang Indonesia wilayah yang
menguasai pengunaan bahasa stategis serta ramai dalam
sanskerta dan huruf pallawa, perdagangan internasional
serta isi dari kitab-kitab suci sehingga dimungkinkan
pedagang India juga
berhubungan dengan
Nusantara, Melalui jalur
pernikahan, serta dengan
adanya banyak temua
kramik-kramik asing.
4. Teori Arus Balik Tidak ditemukan bukti pada Adanya temuan bukti yakni
masa sebelum kerajaan prasasti nalanda
sriwijaya

1 c. Karena dalam penyebaran agama hindu-buddha di Indonesia dilakukan dengan damai,


seperti melalui jalur pernikahan, dan terdapat proses alkulturasi dengan budaya yang telah
ada sehingga masyarakat mudah untuk menerima proses penyebarannya.
Rubrik Penilaian Karya
No Nama Orisinilitas Sumber yang Hasil Kerja sama Penampilan
kelompo ide / Karya digunakan analisis kelompok presentasi
k kelompok

Keterangan :
1. Orisinilitas ide/ karya
a. nilai 4 jika karya memiliki orisinilitas ide
b. nilai 3 jika karya ada sedikit kesamaan ide dengan karya lain
c. nilai 2 jika karya jika sebagaian besar karya terdapat kesamaan ide
d. nilai 1 jika karya secara keseluruhan memiliki kesamaan ide
2. Sumber yang digunakan
a. nilai 4 jika karya mempergunakan banyak sumber yang kredibel dan valid ( minimal 4
sumber)
b. nilai 3 jika karya mempergunakan cukup sumber yang kredibel dan valid ( ada 3 sumber
yang digunakan)
c. nilai 2 jika karya mempergunakan sedikit sumber yang kredibel dan valid
d. nilai 1 jika karya tidak mempergunakan sumber yang kredibel dan valid
3. Hasil Analisis
a. nilai 4 jika hasil analisis berdasarkan data dan disertai adanya pendapat yang dikemukakan
b. nilai 3 jika hasil analisis berdasarkan data tetapi tidak disertai adanya pendapat yang
dikemukakan
c. nilai 2 jika hasil analisis belum mengunakan data secara maksimum
d. nilai 1 jika hasil analisis masih belum jelas.
4. Kerja sama kelompok
a. nilai 4 jika kerja sama kelompok dalam diskusi dilakukan dengan baik, pemerataan tugas
kelompok, terciptanya iklim diskusi yang baik.
b. nilai 3 jika kerja sama kelompok terciptanya iklim diskusi yang baik tetapi ada sedikit
dominasi dalam kelompok.
c. nilai 2 jika kerja sama kelompok tidak terciptanya iklim diskusi yang baik, ada sebagian
dominasi dalam kelompok
d. nilai 1 kerja sama kelompok tidak tercipta iklim diskusi yang baik dan adanya dominasi
dalam kelompok.
5. Penampilan presentasi kelompok
a. nilai 4 jika penampilan presentasi kelompok mempergunakan bahasa, sikap, dan
penguasaan materi yang baik
b. nilai 3 jika penampilan presentasi kelompok menguasai materi dengan baik serta
menunjukkan sikap presentasi dengan baik tetapi bahasa yang digunakan kurang.
c. nilai 2 jika penampilan presentasi kelompok kurang menguasai materi, mempergunakan
bahasa yang baik, tetapi tidak menunjukkan sikap presentasi dengan baik
d. nilai 1 penampilan presentasi kelompok kurang menguasai materi, tidak mempergunakan
bahasa yang baik, serta tidak menunjukkan sikap presentasi dengan baik

Pengitungan Nilai Akhir


jumla h nilai
NA = X 100
jumla h bobot maksimal
No NA Keterangan
1 92-100 A= Sangat baik
2 83-91 B = baik
3 75 -82 C = cukup
4 61-74 D = kurang

Malang, 29 September 2018


Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa Praktikan

Dra. Esti Palupi Mochamad Doni Akviansah


NIP. 196312241989032007 NIM. 150731605656

Mengesahkan,

Kepala Sekolah,

Budi Prasetyo Utomo, S.Pd, M.Pd


NIP.196010101987031018
Lampiran 2.2 UKBM

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA DAN


KEBUDAYAAN
HINDU-BUDHA DI INDONESIA
Sejarah Indonesia/ 3.5/4.5/2/1.1

1. Identitas
a. Nama Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
b. Semester : 2 ( dua )
c. Kompetensi Dasar :
3.5 Menganalisis Berbagai Teori tentang Proses Masuknya agama dan Kebudayaan
Hindu-Buddha ke Indonesia
4.5 Mengolah informasi tentang proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan
Buddha ke Indonesia serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia
masa kini serta mengemukakannya dalam bentuk tulisan.
d. Indikator Pencapaian Kompetensi :
3.5.1 Mengidentifikasi proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu Buddha ke
Indonesia
3.5.2 Menganalisis berbagai teori-teori mengenai proses proses masuknya agama dan
kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
3.5.3 Menkritisi teori-teori mengenai proses proses masuknya agama dan
kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
3.5.4 Memadukan hasil diskusi terkait teori-teori mengenai proses proses masuknya
agama dan kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
4.5.1 Membuat karya terkait dengan rute/jalur masuknya agama dan kebudayaan
Hindu-Budha di Indonesia
4.5.2 Membuat karya terkait dengan pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-
Buddha di Indonesia yang masih ada hingga saat ini.
e. Materi Pokok : Proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu- Buddha ke
Indonesia
f. Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
g. Tujuan Pembelajaran : Melalui kegiatan pembelajaran dengan mengunakan metode
Problem Based Introduction peserta didik dapat berpikir kritis dan kreatif dalam
menganalisis proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indoensia
serta kreatif dan terampil mengomunikasikan hasil temuan mengenai pengaruh
agama dan kebudayaan Hindu-Buddha yang masih ada di indonesia hingga saat ini,
serta peserta didik mampu hidup dalam keharmonisan berbagai umat beragama
yang ada di Indonesia dengan mempelajari Sejarah Indonesia.

h. Materi Pembelajaran,
Lihat dan baca pada Buku Teks Pelajaran (BTP): Untuk makin memperkaya
pemahaman materi ini peserta didik diminta untuk membaca buku teks pelajaran
sejarah Indonesia halaman 58 – 63 serta diijinkan untuk mengakses sumber yang
berasal dari internet yang relevan dengan materi hari ini. Sumber lain yang relevan
dengan materi ini antara lain;
5) Budiwiyanto, J. 2005. Tinjauan Tentang Local Genius dalam Seni bangunan Sakral
(Keagamaan) di Indonesia. Jurnal Seni Rupa STSI Surakarta. 2 (1): 24-35.
(scan barcode berikut ini)

6) Indradjaja, A, & Endang Sri, H. 2014. Awal Pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara.


KALPATARU, Majalah Arkeologi. 23 (01): 1-80.
(scan barcode berikut ini)
7) Muslimin. 2012. Alkulturasi Agama Hindu-Buddha di Indonesia. Al-adyan. 7 (2):
59-70. (scan barcode berikut ini)

8) Handayani, Sintiya. 2018. Pengaruh Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha


terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia Kuno hingga Masyarakat Indonesia
Modern. handout. (scan barcode berikut ini)

2. Peta Konsep
3. Kegiatan Pembelajaran

a. Pendahuluan
Sebelum memulai pembelajaran hari ini, perhatikan gambar-gambar berikut ini;

a. b.
(poster film bollywood) (candi singosari)

Kalian pasti familiar bukan dengan gambar yang ada diatas. coba kaitkan antara
kedua gambar diatas dengan pembahasan materi tentang proses masuk dan pengaruh hindu
Buddha di Indonesia?
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………..

b. Kegiatan Inti
1) Petunjuk Umum UKB
a) Setelah memahami isi materi dalam bacaan berlatihlah untuk berfikir tinggi
melalui tugas-tugas yang terdapat pada UKB ini baik bekerja sendiri
maupun bersama teman sebangku atau teman lainnya.
b) Kerjakan UKB ini dibuku kerja atau langsung mengisikan pada bagian yang
telah disediakan.
c) Kalian dapat belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan ayo berlatih,
apabila kalian yakin sudah paham dan mampu menyelesaikan permasalahan-
permasalahan dalam kegiatan belajar 1, 2 dan 3 kalian boleh sendiri atau
mengajak teman lain yang sudah siap untuk mengikuti tes formatif agar
kalian dapat belajar ke UKB berikutnya.
d) Untuk menambah wawasan Baca dan pahami materi pada Buku Teks
Pelajaran Sejarah Indonesia serta berbagai sumber yang telah dipaparkan
sebelumnya.

2. Ayooo Belajar

KEGIATAN BELAJAR 1
Ayo, ikuti kegiatan belajar 1 dengan penuh
konsentrasi dan ketelitian! Bacalah dan
pahami materi berikut ini!
Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia
Memasuki abad Masehi, antara Indonesia dengan India sudah terjalin hubungan
terutama dalam perdagangan. Setelah jalur perdagangan India dengan Cina lewat laut (tidak
lagi melewati jalan darat), maka selat Malaka merupakan alternatif terdekat yang dilalui
pedagang. Dalam hubungan tersebut masuk dan berkembang pula agama dan budaya India di
Indonesia. Peristiwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia pada abad
pertama Masehi membawa pengaruh yang sangat penting. Peristiwa tersebut menandai
berakhirnya jaman prasejarah Indonesia dan memasuki jaman sejarah serta membawa
perubahan dalam susunan masyarakat dan kebudayaan yang berkembang di Indonesia.
Proses masuknya pengaruh budaya India ke Indonesia, sering disebut penghinduan.
Pada dasarnya istilah ini sebenarnya kurang tepat, karena disamping agama Hindu, masuk
pula agama Budha. Proses ini terjadi didahului adanya hubungan Indonesia dengan India,
sebagai akibat perubahan jalur perdagangan dari jalur tengah (sutera) berganti ke jalur
pelayaran (rempah-rempah. Hal ini didasarkan bukti peninggalan arca dan prasasti di
Indonesia. Sedangkan di India terdapat karya sastra, diantaranya kitab Jataka, Ramayana dan
Raghuwamsa. Kitab Jataka berisi kisah perjalanan Budha yang menjumpai Swarnabhumi.
Kitab Ramayana terdapat istilah Jawadwipa dan Swarnabhumi. Kitab Raghuwamsa karya
Kalisada tentang perdagangan India yang menyebutkan Dwipantara sebagai asal bahan
perdagangan cengkih atau lavanka. Mengenai hipotesis/ teori masuknya pengaruh Hindu –
Buddha di Indonesia, para ahli berpendapat yang berlainan, dimana secara garis besar
dibedakan atas:

 Teori Brahmana. Teori ini dikemukakan JC. Van Leur, FDK. Bosch dan OW. Wolters
yang berpendapat bahwa orang yang ahli agama Hindu adalah brahmana. Orang
Indonesia/ kepala suku aktif mendatangkan brahmana untuk mengadakan upacara
abhiseka secara Hindu, sehingga kepala suku menjadi maharaja. Dalam
perkembangannya, para brahmana akhirnya menjadi purohito (penasehat raja). Teori
ini tampaknya dianggap lebih mendekati kebenaran karena agama Hindu bersifat
tertutup, dimana hanya diketahui kalangan brahmana. Prasasti yang ditemukan
berbahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Candi yang ada di Indonesia banyak
ditemukan arca Agastya. Disamping itu brahmana di Indonesia berkaitan dengan
upacara Vratyastoma dan abhiseka.
 Teori Ksatria. Teori ini juga disebut teori prajurit atau kolonisasi yang dikemukakan
CC. Berg dan FDK. Bosch. FDK. Bosch menggunakan istilah hipotesa ksatria.
Menurut teori ini, peran utama masuknya budaya India ke Indonesia adalah ksatria.
Hal ini disebabkan di India terjadi kekacauan politik yaitu perang brahmana dengan
ksatria, para ksatria yang kalah melarikan diri ke Indonesia. Mereka mendirikan
kerajaan dan menyebarkan agama Hindu. Pendukung teori ini kebanyakan sejarawan
India, terutama Majumdar dan Nehru. Hipotesis ksatria banyak mengandung
kelemahan yaitu tidak adanya bukti kolonisasi baik di India maupun di Indonesia.
Kedudukan kaum ksatria dalam struktur masyarakat Hindu tidak memungkinkan
menguasai masalah agama Hindu dan tidak nampak pemindahan unsur masyarakat
India (sistem kasta, bentuk rumah, pergaulan dan sebagainya). Tidak mungkin para
pelarian mendapat kedudukan sebagai raja di tempat yang baru.
 Teori Waisya. Teori ini dikemukakan NJ. Krom dan Mookerjee yang berpendapat;
orang India tiba ke Asia tenggara pada umumnya dan khususnya Indonesia karena
berdagang. Pelayaran perdagangan saat itu masih tergantung sistem angin muson.
Sehingga pedagang India terpaksa tinggal di Indonesia selama beberapa saat untuk
menanti bergantinya arah angin. Mereka banyak menikah dengan penduduk setempat.
Keturunan dan keluarga pedagang ini merupakan awal penerimaan pengaruh India.
Tampaknya teori ini mengambil perbandingan proses penyiaran Islam yang juga
dibawa pedagang. Teori ini juga dibantah ahli lain, karena tidak setiap orang boleh
menyentuh kitab Weda. Ajaran Hindu milik kaum brahmana dan hanya mereka yang
memahami kitab Weda.
 Teori Avonturir /Teori Sudra
Teori Avonturir /Sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu
Budha di Indonesia diawali oleh para kaum sudra atau para petualang yang bermigrasi
ke wilayah Nusantara. Mereka menetap dan menyebarkan ajaran agama mereka pada
masyarakat pribumi hingga terjadilah perkembangan yang signifikan terhadap arah
kepercayaan mereka yang awalnya animisme dan dinamisme menjadi percaya pada
ajaran Hindu dan Budha.

 Teori Arus Balik/ Nasional. Teori arus balik atau disebut teori nasional ini muncul
dikemukakan JC. Van Leur, dimana sebagai dasar berpikir adalah hubungan antara
dunia maritim dengan perdagangan. Hubungan dagang Indonesia dengan India yang
meningkat diikuti brahmana untuk menyebarkan agama Hindu dan Budha. Orang-
orang Indonesia yang tertarik ajaran itu, mengirimkan kaum terpelajar ke India untuk
berziarah dan menuntut ilmu. Setelah cukup lama, mereka kembali ke Indonesia dan
ikut menyebarkan agama Hindu- Budha dengan menggunakan bahasa sendiri. Dengan
demikian ajaran agama lebih cepat diterima bangsa Indonesia
Bersamaan dengan masuk dan berkembangnya agama Hindu, masuk dan
berkembang pula agama Budha di Indonesia. Dalam penyebaran agama Budha,
dikenal misi penyiaran agama yang disebut Dharmadhuta. Masuknya agama Budha
diperkirakan pada abad 2 Masehi. Hal ini didukung adanya bukti penemuan arca
Budha dari perunggu di daerah Sempaga (Sulsel) yang menggunakan langgam seni
arca Amarawati (India selatan). Patung sejenis juga ditemukan di daerah Bukit
Siguntang (Sumsel) yang memperlihatkan langgam seni arca Gandhara (India utara).
Agama Budha yang berkembang di Indonesia sebagian besar beraliran Budha
Mahayana. Perkembangan agama Budha mencapai masa puncak jaman kerajaan
Sriwijaya.

Setelah kalian membaca materi tersebut,


apakah ada materi yang belum kalian pahami?
jika masih ada yang belum dipahami kalian
boleh menanyakan kepada guru pendamping
mata pelajaran.

-malu bertanya sesat dijalan-


Uji Kompetensi 1

1. Lengkapilah table tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan
Hindu-Budha di Indonesia.

No Nama Teori Tokoh yang Inti Teori


menyampaikan
1

2
3

2. Mengapa istilah Indianisasi lebih tepat digunakan untuk menyebut proses masuknya
budaya Hindu-Budha di Indonesia.
Jawab:
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
……………………

Apabila kalian sudah mampu menyelesaikan Teori-teori Masuk


dan Berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke
Ayooo Belajar Indonesia. ini, maka kalian bisa melanjutkan pada kegiatan
KEGIATAN BELAJAR 2 belajar 2 dihalaman berikutnya.

Masihkah kalian ingat tentang teori-teori masuk dan berkembangnya agama dan
kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia? Kegiatan belajar kita berikutnya akan mengajak
kalian memahami lebih dalam tentang kelebihan dan kelemahan teori-teori tersebut.
Bacalah materi berikut dengan teliti

1. Teori Brahmana

Kelebihan Teori Brahmana

 Agama Hindu adalah milik kaum Brahmana sehingga merekalah yang paling tahu dan
paham mengenai ajaran agama Hindu. Urusan keagamaan merupakan monopoli kaum
Brahmana bahkan kekuasaan terbesar dipegang oleh kaum Brahmana sehingga hanya
golongan Brahmana yang berhak dan mampu menyiarkan agama Hindu.
 Prasasti Indonesia yang pertama menggunakan berbahasa Sanskerta, sedangkan di
India sendiri bahasa itu hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan.
Bahasa Sanskerta adalah bahasa kelas tinggi sehingga tidak semua orang dapat
membaca dan menulis bahasa Sanskerta. Di India hanya kasta Brahmana yang
menguasai bahasa Sanskerta sehingga hanya merekalah yang dapat dan boleh
membaca kitab suci Weda.
 Karena Raja-raja yang ada di Indonesia kedudukannya ingin diakui dan kuat seperti
Raja-raja di India maka mereka dengan sengaja mendatangkan kaum Brahmana dari
India untuk mengadakan upacara penobatan dan mensahkan kedudukan mereka di
Indonesia sebagai Raja. Dan mulailah dikenal istilah kerajaan. Karena upacara
penobatan tersebut secara Hindu maka secara otomatis Raja juga dinyatakan
beragama Hindu, jika Raja beragama Hindu maka rakyatnya pun akan mengikuti
Raja.
 Ketika menobatkan Raja, kaum Brahmana pasti membawa kitab Weda ke Indonesia.
Sebelum kembali ke India tak jarang para Brahmana tersebut akan meninggalkan
Kitab Weda sebagai hadiah bagi Raja. Kitab tersebut selanjutnya akan dipelajari oleh
Raja dan digunakan untuk menyebarkan agama Hindu di Indonesia.
 Karena Raja telah mengenal Brahmana maka secara khusus Raja juga meminta
Brahmana untuk mengajar di lingkungan istananya. Dari hal inilah maka agama dan
budaya India dapat berkembang di Indonesia.

Kelemahan Teori Brahmana

 Menurut ajaran Hindu kuno, seorang Brahmana dilarang untuk menyeberangi lautan
apalagi meninggalkan tanah airnya. Jika ia melakukan hal tersebut maka ia akan
kehilangan hak akan kastanya. Sehingga mendatangkan para Brahmana ke Indonesia
bukan merupakan hal yang wajar.
 Mempelajari bahasa Sanskerta merupakan hal yang sangat sulit jadi tidak mungkin
dilakukan oleh Raja-raja di Indonesia yang telah mendapat kitab Weda untuk
mengetahui isinya bahkan menyebarkan pada yang lain, sehingga pasti memerlukan
bimbingan kaum Brahmana.

2. Teori Ksatria

Kelemahan: Para ksatria tidak menguasai bahasa sanskerta dan huruf dan pallawa.
Apabila daerah Indonesia pernah menjadi taklukan kerajaan-kerajaan India, pastinya ada
prasasti, tetapi di Indonesia tidak ada satupun prasasti yang menjelaskan bahwa daerah
Indonesia pernah menjadi taklukan kerajaan-kerajaan India.

3. Teori Waisya
Kelebihan teori Waisya: Banyaknya sumber daya alam di Indonesia membuat para
Waisya (kelompok pedagang) tertarik untuk bertransaksi jual beli di Indonesia. Pada saat itu,
kebanyakan pedagang yang datang ke Indonesia berasal dari India yang merupakan pusat
agama hindu, sehingga ketika mereka berdagang, mereka juga menyebarkan ajaran agama
Hindu dan Buddha.

Kelemahan teori Waisya: Para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak
menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta
Brahmana.

Bantahan para ahli terhadap teori waisya:

 Motif mereka datang sekedar untuk berdagang bukan untuk menyebarkan agama
Hindu sehingga hubungan yang terbentuk antara penduduk setempat bahkan pada raja
dengan para saudagar (pedagang India) hanya seputar perdagangan dan tidak akan
membawa perubahan besar terhadap penyebaran agama Hindu.
 Mereka lebih banyak menetap di daerah pantai untuk memudahkan kegiatan
perdagangannya. Mereka datang ke Indonesia untuk berdagang dan jika mereka
singgah mungkin hanya sekedar mencari perbekalan untuk perjalanan mereka
selanjutnya atau untuk menunggu angin yang baik yang akan membawa mereka
melanjutkan perjalanan. Sementara itu kerajaan Hindu di Indonesia lebih banyak
terletak di daerah pedalaman seperti Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Sehingga, penyebarluasan agama Hindu tidak mungkin dilakukan oleh kaum Waisya
yang menjadi pedagang.
 Meskipun ada perkampungan para pedagang India di Indonesia tetapi kedudukan
mereka tidak berbeda dengan rakyat biasa di tempat itu, mereka yang tinggal menetap
sebagaian besar hanyalah pedagang-pedagang keliling sehingga kehidupan ekonomi
mereka tidak jauh berbeda dengan penduduk setempat. Sehingga pengaruh budaya
yang mereka bawa tidaklah membawa perubahan besar dalam tatanegara dan
kehidupan keagamaan masyarakat setempat.
 Kaum Waisya tidak mempunyai tugas untuk menyebarkan agama Hindu sebab yang
bertugas menyebarkan agama Hindu adalah Brahmana. Lagi pula para pedagang tidak
menguasai secara mendalam ajaran agama Hindu dikarenakan mereka tidak
memahami bahasa Sansekerta sebagai pedoman untuk membaca kitab suci Weda.

 Tulisan dalam prasasti dan bangunan keagamaan Hindu yang ditemukan di Indonesia
berasal dari bahasa Sansekerta yang hanya digunakan oleh Kaum Brahmana dalam
kitab-kitab Weda dan upacara keagamaan.

4. Teori Arus Balik

Kelebihan  :Ada kemungkinan orang di Indonesia pergi ke India untuk belajar agama
& kebudayaan Hindu-Buddha, tujuannya agar dengan ilmu yang mereka dapat dari India,
para bangsawan bisa membuat kekuasaan di Indonesia dengan mencontoh kebudayaan
Hindu-Buddha di India. Hal tersebut diperkuat dengan adanya temuan bukti yakni prasasti
nalanda

Kelemahan:   Pada teori arus balik ini, sepertinya tidak mungkin jika orang Indonesia
pergi ke India untuk belajar agama & budaya Hindu-Buddha karena pada saat itu masyarakat
Indonesia masih bersifat pasif, jadi tidak mungkin orang Indonesia belajar ke India untuk
menuntut ilmu agama & budaya Hindu-Buddha kemudian mereka kembali ke Indonesia
untuk menyebarkan ilmu mereka. Serta tidak ditemukannya bukti pada masa sebelum
kerajaan sriwijaya.

5. Teori Avonturir/Sudra

Kelebihan: Semua orang yang ada pada kasta Sudra pasti ingin memperbaiki hidup,
salah satu caranya adalah pergi ke tempat lain seperti Indonesia

Kelemahan : Tidak mengusai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, Kasta Sudra
umumnya tidak memiliki ilmu pengetahuan/pendidikan, Biasanya jika ada budak maka ada
tuannya,maka jika pastilah ada kasta yang lebih tinggi dari sudra yang membawa kasta Sudra
ke Indonesia

Setelah selesai membaca dan memahami materi


diatas, kerjakanlah Latihan Uji Kompetensi 2
pada halaman selanjutnya

Uji Kompetensi 2
Dari berbagai macam teori yang telah kalian pelajari, dan dibuktikan dengan beberapa
bukti arkeologis menunjukkan perkembangan masuknya agama Hindu-Buddha di Kepulauan
Indonesia. Pengaruh Hindu ditemukan pada abad ke-5 Masehi. Prasasti yang ditemukan di
Kutai dan Tarumanegara yang menyebutkan sapi sebagai hewan persembahan menunjukkan
bahwa agama Hindu berkembang di daerah itu. Juga adanya penyebutan Dewa Trimurti
yaitu, Brahma, Wisnu, dan Siwa.
1. Diskusikan dengan kelompok yang telah dibentuk mengenai
a. Menurut pendapat kamu teori atau pendapat mana yang paling kuat terkait dengan
masuknya budaya Hindu-Buddha? Jelaskan!
b. Jelaskan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atau pendapat tersebut!
c. Mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu- Buddha?
Apabila kalian sudah mampu menyelesaikan Teori-teori
Masuk dan Berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-
Buddha ke Indonesia. ini, maka kalian bisa melanjutkan pada
kegiatan belajar 3 berikut.

3. Ayooo Belajar

KEGIATAN BELAJAR 2

Pengaruh Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha terhadap Kehidupan Masyarakat


Indonesia Kuno hingga Masyarakat Indonesia Modern

Awal pengaruh Hindu Buddha di Nusantara sejauh ini selalu dimulai pada sekitar
abad ke-5 M. yang ditandai oleh kehadiran kerajaan Kutai dan Tarumanagara di Nusantara.
Pengaruh agama dan kebudayaan Hindu- Buddha di Nusantara diawali dengan kontak antara
Nusantara dengan bangsa lain melalui kegiatan perdagangan yang pada saat itu banyak
kegiatan niaga dengan melalui jalur maritim. Hubungan itu yang mendorong pedagang-
pedagang India dan Cina datang ke kepulauan di Indonesia. Menurut van Leur, barang yang
diperdagangkan dalam pasar internasional saat itu adalah barang komoditas yang bernilai
tinggi. Barang-barang itu berupa logam mulia, perhiasan, berbagai barang pecah belah, serta
bahan baku yang diperlukan untuk kerajinan. Dua komoditas penting yang menjadi
primadona pada awal masa sejarah di Kepulauan Indonesia adalah gaharu dan kapur barus
(Gunawan, R., Amurwani, D.L, & Sardiman AM, 2017).
Terjalinya kontak antara Penganut agama Hindu dengan masyarakat Indonesia maka
mengakibatkan adanya kontak budaya atau akulturasi yang menghasilkan bentuk-bentuk
kebudayaan baru tetapi tidak melenyapkan kepribadian kebudayaan sendiri, sebagaiaman
diuraikan Haryoso akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai hasil jika kelompok-
kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan
mengadakan kontak secara langsung dan terus menerus, yang kemudian menimbulkan
perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-
duanya.
Dengan adanya local genius atau kepribadian lokal, kebudayaan Hindu yang masuk
ke Nusantara tidak diterima seperti apa adanya tetapi diolah dan disesuaikan dengan budaya
yang dimiliki penduduk Nusantara,
sehingga budaya tersebut berpadu dengan kebudayaa asli Nusantara menjadi bentuk
akulturasi kebudayaan antara budaya asli Nusantara dengan budya Hindu.
Berikut wujud akulturasi budaya tersebut:
1. Bahasa
2. Religi / kepercayaan
3. Organisasi Sosial Kemasyarakatan
4. Sistem Pengetahuan.
5. Peralatan Hidup dan Teknologi.
6. Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang bahasa dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa
sansekerta yang dapat ditemukan sampai sekarang dalam bahasa Indonesia seperti adanya
penemuan prasasti(batu tulis) peninggalan kerajaan Hindu pada abad ke 5-7 M, contohnya
prasasti Yupa dari Kutai, Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang kemudian pada
perkembangan selanjutnya bahasa Sansekerta digantikan oleh Bahasa Melayu Kuno seperti
yang ditemukan pada prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya 7-13 M, adapun untuk aksara,
dapat dibuktikan dengan digunakannya huruf Pallawa, yang selanjutnya berkembang menjadi
huruf Jawa Kuno (kawi) dan huruf (aksara) Bali dan Bugis sebagaimana dibuktikan dalam
Prasasti Dinoyo(Malang) yang menggunakan huruf Jawa Kuno.
Selanjutnya wujud Akulturasi dalam system Religi/ kepercayaan dimana Agama
Hindu yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan
Animisme dan Dinamisme, atau dengan kata lain Sinkritisme yang merupakan bagian dari
proses akulturasi yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu. Untuk
itu agama Hindu yang berkembang di Indonesia berbeda dengan yang dianut oleh masyarakat
India, sebagai bukti Upacara Nyepi yang dilaksanakan Umat Hindu Bali tidak dilaksanakan
oleh Umat Hindu di India.
Berikutnya Akulturasi dalam bidang Organisasi Sosial Kemasyarakatan dapat dilihat
dari sejarah panjang system pemerintahan dan Organisasi politik yang ada dalam sejarah
Indonesia dengan silih bergantinya berdiri kerajaan yang diperintah oleh raja secara turun
menurun seperti kerajaan Singhasari Raja kertanegara diwujudkan sebagai Bairawa dan R.
Wijaya (Raja Majapahit) diwujudkan sebagai Harihari(dewa Syiwa dan Wisnu jadi satu).
Sementara itu dalam system kasta juga berlaku atau dipercayai oleh umat Hindu di
Indonesia tetapi tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India karena kasta di India
benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, sedangkan di Indonesia tidak
demikian, karena di Indonesia hanya dibagi menjadi empat golongan atau catur varna, yaitu
Brahmana, Ksatria, Vaisya dan Sudra (Hasan, 1995:336-347).
Dalam Bidang Pengetahuan, wujud akulturasinya dalam bidang perhitungan waktu
berdasarkan kalender Saka, dalam perhitunga Saka satu tahun sama dengan 365 hari dan
perbedaannya dengan tahun masehi adalah 78 Tahun, sebagai contoh misalnya tahun saka
1934, maka tahun masehiya 1934+78= 2012 M. Adapun dalam bidang peralatan Hidup dan
Teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi dimana pembuatannya hanya mengambil
unsure teknologinya melalui dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu
sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca
atau bangunan.
Selanjutnya Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari senir rupa, seni
sastra dan seni pertunjukan seperti yang dapat dilihat dari relief dinding candi(gambar
timbul), gambar timbul pada candi tersebut banyak menggambarkan suatu kisah / cerita yang
berhubungan dengan ajaran agama hindu. Didalam candi- candi Hindu, relief yang
mengambil kisah yang terdapat dalam Kepercayaan Hindu seperti kisah Ramayana,yang
digambarkan melalui relief candi Prambanan ataupun candi Panataran. Dari relief-relief
tersebut apabila diamati lebih lanjut, ternyata Indonesia juga mengambil kisah asli cerita
tersebut, tetapi suasana kehidupan yang digambarkan oleh relief tersebut adalah suasana
kehidupan asli keadaan alam ataupun masyarakat Indonesia.

Setelah selesai membaca dan memahami materi


diatas, kerjakanlah Latihan Uji Kompetensi 3 berikut
ini.

Uji Kompetensi 3
1. Sebutkan dan jelaskan beberapa kebudayaan Nusantara yang dipengaruhi oleh kebudayaan
Hindu-Buddha?
2. Amati lingkungan sekitar mu! adakah pengaruh kebudayaan Hindu Buddha yang masih
ada hingga saat ini? jika ada ceritakan mengenai pengaruh kebudayaan Hindu Buddha yang
ada dilingkungan sekitar kalian!.

PROYEK KARYA
Dari hasil diskusi yang telah kalian lakukan pada Uji
Kompetensi 2 dan 3 buatlah karya dengan kreatifitas
yang kalian miliki, bentuk tugas bisa sebagai karya seperti
kliping ataupun mindmaping. Presentasikan hasil karya
yang telah dibuat didepan kelas

C. Penutup

Bagaimana kalian sekarang?


Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar UKB berikut
diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari.
Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada UKB ini di Tabel berikut.
Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi
No Pertanyaan Ya Tidak
1. Apakah kalian telah memahami teori-teori masuknya
agama dan kebuyaaan Hindu-Budha di Indonesia ?
2. Dapatkah kalian menjelaskan kelebihan dan
kelemahan dari teori –teori masuknya agama dan
kebuyaaan Hindu-Budha di Indonesia ?
3. Dapatkah kalian membedakan pengertian HInduisasi
dengan Indianisasi?
4. Dapatkah kalian menentukan teori yang paling
mendekati kebenaran tentang masuknya agama dan
kebuyaaan Hindu-Budha di Indonesia?

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah kembali
materi tersebut dalam materi Pelajaran di atas dan pelajari ulang kegiatan belajar 1,
2, yang sekiranya perlu kalian ulang dengan bimbingan Guru atau teman sejawat.
Jangan putus asa untuk mengulang lagi!. Dan apabila kalian menjawab “YA”
pada semua pertanyaan, maka lanjutkan berikut.

Dimana posisimu?
Ukurlah diri kalian dalam menguasai materi teori-teori masuk dan berkembangnya
agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. dalam rentang 0 – 100, tuliskan
ke dalam kotak yang tersedia.

Setelah kalian menuliskan penguasaanmu terhadap materi Teori-teori Masuk dan


Berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia lanjutkan
kegaitan berikut untuk mengevaluasi penguasaan kalian!.
Setelah mengerjakan uji kompetensi 1 dan uji kompetensi
2, serta uji kompetensi 3, mari kita belajar dan bermain
untuk mengasah penguasaan kalian terhadap materi yang
telah dipelajari.
Petunjuk Umum
1. Mengakses website quizizz.join serta masukkan kode angka yang diberikan oleh guru
2. Isi dengan mengunakan identitas asli anda
3. Dilarang melihat, meminta ataupun memberi jawaban kepada teman lain.
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memilih
1. Berdasarkan temuan-temuan arkeologis yang ada, diperkirakan pengaruh Hindu-Buddha
masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-5. Kerajaan tertua di Nusantara yang pertama kali
terpengaruh Hindu-Buddha adalah …
a. Kutai
b. Tarumanegara
c. Sriwijaya
d. Majapahit
e. Singhasari
2. Dalam proses masuknya pengaruh Hindu-Buddha terdapat berbagai macam teori yang
dikemukakan oleh para ahli, Teori masuknya agama Hindu-Buddha yang dibawa oleh para
pedangan India yang melakukan kontak dengan nusantara dikemukakan oleh …
a. R.C Majundar
b. J. C Van Leur
c. Paul Wheatly
d. F.D.K Bosch
e. N. J Krom
3. Teori masuknya agama Hindu-Buddha yang dibawa oleh para Brahmana didukung oleh
adanya temuan mengenai ….
a. adanya temuan dari tulisan kronik asing
b. adanya temuan berupa prasasti nalanda yang dibuat pada masa kerajaan Sriwijaya
c. adanya temuan prasasti maupun yupa yang berbahasa sanskerta dan berhuruf pallawa
d. adanya temuan banyaknya keramik asing
e. adanya temuan kesamaan nama antara raja-raja dinusantara dengan nama-nama india
4. Dalam budaya hindu terdapat penggolongan statifikasi sosial dalam masyarakat, hal
tersebut juga mempengaruhi stratifikasi sosial masyarakat nusantara. Pengolongan stratifikasi
sosial tersebut disebut dengan …
a. Vastupurvamandala
b. Caturvarna
d. Vratyastoma
e. Panchama
5. Dengan adanya kearifan lokal , tidak semua budaya asing yang masuk diterima begitu saja
oleh masyarakat. Seperti pada penggolongan statifikasi sosial dalam masyarakat yang hingga
saat ini masih dipergunakan oleh masyarakat Bali, terdapat perbedaan dengan yang berlaku di
India. Golongan manakah yang tidak dipergunakan oleh masayarakat Hindu di Bali …
a. Waysa
b. Brahmana
c. Ksatria
d. Dalit
e. Sudra
6. Dalam stratifikasi sosial berikut ini, yang termasuk dalam golongan Ksatria adalah…
1. Bangsawan
2. Pedangan
3. Pendeta
4. Pegawai Pemerintah (PNS)
a. 1 & 2
b. 1 &4
c. 2 & 3
d. 2 & 4
e. 3 & 4
7. Dalam konsep ajaran agama Hindu, terdapat 3 dewa utama atau biasa disebut dengan
trimurti. Dewa wishnu merupakan perwujudan dewa yang bertugas untuk ….
a. Dewa pencipta
b. Dewa perusak
c. Dewa pemelihara
d. Dewa pengetahuan
e. Dewa kemenangan
8. Dalam konsep ajaran agama Hindu, terdapat 3 dewa utama atau biasa disebut dengan
trimurti. Dewa Siwa merupakan perwujudan dewa yang bertugas untuk ….
a. Dewa pencipta
b. Dewa perusak
c. Dewa pemelihara
d. Dewa pengetahuan
e. Dewa kemenangan
9. Dalam konsep ajaran agama Hindu, terdapat 3 dewa utama atau biasa disebut dengan
trimurti. Dewa Brahma merupakan perwujudan dewa yang bertugas untuk ….
a. Dewa pencipta
b. Dewa perusak
c. Dewa pemelihara
d. Dewa pengetahuan
e. Dewa kemenangan
10. Bukti adanya pengaruh Hindu-Buddha yang ada di wilayah malang raya andalah
a. Prasasti Dinoyo & Prasasti Tugu
b. Prasasti Dinoyo & Prasasti Prasasti Kalasan
c. Prasasti Tugu & Prasasti Turyyan
d. Prasasti Turryan dan Prasasti Ukir Negara
e. Prasasti Kanuruhan & Prasasti Dinoyo