Anda di halaman 1dari 16

Tugas Proses Manufaktur

Proses Pengerjaan Sosis Secara Sistem Manufaktur

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Adam Adinata D071201066
Alfirah Eriya Yolanda D071201025
Nelson Albert P. D071201066
Novia Indriani D071201042
Nurfadhillah M. D071201065
Salsabila Nadira Putri D071201026
Supriadi D071201040
Tara Azzahra Maulida D071201014
Wahyu Aditya D071201046

Dr. Ir. Sapta Amal,S.T., M.T.

Halaman judul
Departemen Teknik Industri
Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin
2020
Kata Pengantar
Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillah. Puji syukur kehadirat Allah SWT senantiasa kita ucapkan. Atas
karunia-Nya berupa nikmat iman dan kesehatan ini akhirnya penulis bisa menyelesaikan
makalah ini. Tidak lupa shawalat serta salam tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang
membawa kita dari zaman yang gelap gulita menuju ke zaman yang terang benderang.
Makalah berjudul “Proses Pengerjaan Sosis Secara Sistem Manufaktur” merupakan
implementasi pembelajaran di sekitar kita. Isi makalah ini membahas mengenai Proses
Pengerjaan Sosis Secara Sistem Manufaktur.
Adapun penulisan makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Proses
Manufaktur.
Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung serta membantu
penyelesaian makalah. Harapannya, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca.
Dengan kerendahan hati, penulis memohon maaf apabila ada ketidaksesuaian kalimat
dan kesalahan. Meskipun demikian, penulis terbuka pada kritik dan saran dari pembaca demi
kesempurnaan makalah.

Wassalamualaikum wr.wb

Makassar, 18 September 2020

Kelompok 1

ii
Daftar Isi
Halaman judul.....................................................................................................................................1
Kata Pengantar....................................................................................................................................2
Daftar Isi..............................................................................................................................................3
BAB I....................................................................................................................................................4
A. Latar Belakang........................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah...................................................................................................................4
C. Tujuan Pembahasan................................................................................................................4
BAB II..................................................................................................................................................5
A. Deskripsi Produk.....................................................................................................................5
B. Tujuan Pengemasan................................................................................................................6
C. Tujuan Produk.........................................................................................................................7
D. Fungsi Produk..........................................................................................................................7
E. Proses Pengerjaan Produk......................................................................................................8
BAB III...............................................................................................................................................13
A. Kesimpulan............................................................................................................................13
B. Saran.......................................................................................................................................13
Daftar Pustaka...................................................................................................................................14

iii
BAB I

Pendahuluan
A. Latar Belakang

Sosis merupakan salah satu makanan yang sudah tidak asing lagi di telinga
kita. Kata sosis sendiri berasal dari Bahasa Latin “Salsus”, yang memiliki arti
diasinkan atau diawetkan. Namun, sosis ini sendiri pertama kali dibuat pada tahun
300 M, oleh orang Sumaria ( sekarang Irak). Kemudian, , pertama kali dikenali di
dokumen Yunani yang ditulis di sekitaran 500 M. Setelah itu, sosis mulai berkembang
dan akhirnya mendunia. Sosis ini awalnya diprakarsai oleh seorang tukang daging
yang yang mempunyai ide untuk mencampurkan daging giling, garam, dan bumbu
lainnya, yang kemudian ia masukkan pada suatu selongsong, kemudian dimasak
dengan cara direbus, diasapi, atau dikeringkan. Hal ini juga ia lakukan karena untuk
mempersiapkan musim panceklik dan musim dingin berkepanjangan. Jadi, mereka
bisa mengawetkan daging yang mereka punya untuk persediaan makanan
kedepannya.
Saat ini, sosis merupakan salah satu jenis frozen food yang ketersediaannya
hamper tidak pernah habis di supermarket. Hal ini dikarenakan, produk ini selalu
dicari-cari. Produk inipun memiliki rasa yang cocok untuk semua kalangan usia,
mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa sekalipun. Cara masaknya yang mudah,
fleksibel untuk dimakan dengan apapun, serta kandungan gizinya yang cukup banyak
juga merupakan beberapa alasan mengapa sosis ini banyak diminati di pasaran.
Karena peminatnya yang tinggi itulah, sosis ini biasanya diproduksi di pabrik dengan
jumlah yang banyak setiap harinya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja fungsi dan tujuan terhadap pembuatan sosis?


2. Bagaimana proses pengerjaan sosis dengan menggunakan sistem manufaktur?

C. Tujuan Pembahasan

Tujuan dari penulisan tugas terkait pengolahan produk menggunakan sistem


manufaktur ini adalah :

4
1. Menjelaskan fungsi dan tujuan terhadap pembuatan sosis.
2. Menjelaskan proses pengerjaan sosis menggunakan sistem manufaktur.

5
BAB II

Pembahasan
A. Deskripsi Produk

Sosis adalah salah satu produk olahan daging yang sangat populer di
masyarakat, terutama di kalangan anak-anak. Pengolahan sosis ini pada awalnya
dikembangkan oleh negara empat musim, yang bertujuan untuk mengawetkan,
sehingga mereka tidak kekurangan daging selama musim dingin.
Sosis merupakan suatu produk makanan yang terbuat dari campuran daging
halus (cincang) dengan tepung atau pati dengan bumbu olahan, serta bahan tambahan
lainnya. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan sosis terdiri dari bahan utama
dan bahan tambahan. Bahan utamanya yaitu daging, sedangkan bahan tambahannya
yaitu bahan pengisi, bahan pengikat, bumbu-bumbu, bahan penyedap, dan bahan
makanan lainnya yang diizinkan.
Sosis terdiri dari bermacam-macam jenis, ada sosis mentah dan juga sosis
matang,sosis berbentuk lonjong, sedikit pipih dan memanjang. Sosis memiliki tekstur
yang kenyal, sedikit alot, dan keras seperti daging padat. Biasanya, sosis disajikan
dalam keadaan matang atau siap saji. Akan tetapi , banyak juga sosis mentah yang
dibuat khusus sebagai bahan masakan agar lebih awet .
Menurut Raharjo dan Wasito (2002), sosis merupakan produk daging yang
digaram dan dibumbui, berasal dari bahasa latin Salsus (garam). Produk ini lebih
populer karena bentuknya lonjong bulat. Lebih lanjut, sosis yang dibuat dari daging
segar mempunyai tingkat kekenyalan yang lebih tinggi dibandingkan bila dibuat dari
daging yang dilayukan lebih dahulu.
Lebih jauh, Dedi (2012), kata sosis berasal dari kata dalam bahasa Latin
“Salsus”, yang berarti diasinkan atau diawetkan. Menurut catatan sejarah, yaitu

6
dokumen Yunani yang ditulis sekitar tahun 500 SM, sosis pertama kali dibuat oleh
orang Sumaria (sekarang Irak) sekitar tahun 300 SM. Saat itu masyarakat Sumaria
akan menghadapi musim paceklik, lalu timbullah ide bagaimana caranya agar
makanan yang berlebih masih awet dan bisa dimakan dalam keadaan baik di musim
paceklik itu. Alhasil terciptalah makanan siap saji dari daging yang diberi garam
dibumbui dan dimasukan dalam selongsong dari usus hewan.
Di banyak negara, sosis dikembangkan dengan ciri khasnya masing-masing,
dengan menggunakan bumbu lokal dan dimasak sebagai masakan tradisional. Bahkan
beberapa olahan sosis dinamai dengan nama kota dimana sosis itu berasal , contohnya
Sosis Bologna yang merupakan nama kota di Itali Utara, Sosis Lyon berasal dari
Lyon, Perancis, dan sosis Berkshire, Wiltshire, Lincolnshire dll yang berasal dari
inggris.
Para ahli teknologi hasil pakan berpendapat, bahwa sosis adalah makanan
yang umumnya terbuat dari daging (daging sapi, ayam, domba, ikan atau babi) yang
telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu, dimasukkan ke dalam
pembungkus/casing yang berbentuk bulat panjang yang berupa usus hewan atau
pembungkus buatan, dengan atau tanpa dimasak maupun diasapkan.
Untuk menentukan kualitas sosis, dapat dilihat dari warna, bau, rasa, bentuk,
jumlah mikroba dan hygiene. Nah, pertanyaannya , seperti apa warna sosis yang baik?
warna untuk sosis yang baik yaitu pink/jingga, sedangkan urutan dari tingkatan baik
sampai kurang baik pada sosis adalah pink, merah darah, merah tua, merah hitam,
merah kehijau-hijauan, dan pada akirnya merah hangus.
Selain itu, sosis mempunyai bau khas atau spesifik yaitu flavor khusus dari
asap, biasanya sangit, dan tidak berbau amis. Sosis terbaik mempunyai bau yang
gurih, harum karena nitrit dan sirup jagung serta tomato juice, dan sedikit sangit.

B. Tujuan Pengemasan

Dalam pengemasan produk sosis banyak sekali jenis plastik yang biasa
digunakan yang mana setiap plastik tersebut sangat berbahaya dan bersifat
karsinogenik (mengaktifkan sel-sel kanker) . Oleh karenanya, Edible packaging
merupakan kemasan alternatif pengganti kemasan plastik pada sosis yang aman bagi
kesehatan. Keuntungan dari edible packaging adalah dapat melindungi produk
pangan, penampakan asli produk dapat dipertahankan dan dapat langsung dimakan

7
serta aman bagi lingkungan. Pada umumnya tujuan pengemasan pada produk sosis
yakni untuk melindungi produk pangan dari bakteri dan aman untuk dikonsumsi
C. Tujuan Produk

Sosis pertama kali dibuat oleh orang Sumaria ( sekarang Irak ) sekitar tahun
300SM. Saat itu masyarakat Sumaria akan menghadapi musim paceklik, lalu timbulah
ide bagaimana caranya agar makanan yang berlebih masih awet dan bisa dimakan
dalam keadaan baik di musim paceklik itu. Alhasil terciptalah makanan siap saji dari
daging yang diberi garam dibumbui dan dimasukan dalam selongsong dari usus
hewan. Hingga saat ini sosis masih menjadi primadona sebagai makanan yang sering
dikonsumsi karena alasan praktis dan bisa langsung dimakan (siap saji).

D. Fungsi Produk

Ternyata sosis mengandung banyak sekali kandungan protein dan nutrisi yang
sangat baik bagi tubuh kita. Berikut fungsi dan manfaat sosis bagi tubuh kita:

1. Protein Untuk Pembentukan Janin


Sosis daging mengandung semacam senyawa protein yang sangat bermanfaat bagi
ibu hamil karena membantu pertumbuhan organ janin seperti otak, tulang, otot,
hingga sistem pernafasan. Sehingga mengkonsumsi sosis saat hamil dapat
membuat bayi anda sehat dan terhindar dari kekurangan nutrisi.
2. Mendukung Metabolisme Tubuh
Proses metabolisme dapat berjalan dengan lancar dengan dibantu mengkonsumsi
sosis. Kandungan dalam sosis dapat membantu penyerapan nutrisi dan pengolahan
berbagai zat yang masuk ke organ tubuh bisa diserap dengan baik. Metabolisme
akan membentuk tubuh yang sehat dari proses pencernaan.
3. Pemeliharaan Sel Tubuh
Mengkonsumsi sosis merupakan asupan yang baik untuk memproduksi dan
mengganti sel-sel tubuh yang sudah mati. Mengkonsumsi sosis dapat menjaga
tubuh tetap sehat.
4. Menghasilkan Tenaga
Kandungan karbohidrat dalam sosis dapat membantu menghasilkan tenaga.
Berbagai jenis makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat diperlukan

8
tubuh untuk cadangan energi yang berguna bagi Anda dalam menjalani aktifitas
sehari-hari.
5. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Sosis daging mengandung zat yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan
tubuh. Sistem imunitas juga mendapat dukungan dari organ tubuh yang sehat.
Tubuh dapat bertahan dari serangan kuman dan parasit. Sosis juga memiliki
manfaat meningkatkan kemampuan syaraf.

E. Proses Pengerjaan Produk

1. Receiving Raw Meat


Pada tahap ini pasokan daging diterima dan diperiksa kualitas serta mutu
dagingnya. Jika kualitas daging baik maka akan dibawa ke proses selanjutnya.

2. Cooling Chambers
Pada proses ini, daging dibekukan pada suhu beku -20ºC. fungsinya agar dapat
menekan penurunan kualitas daging dan menurunkan mikroorganisme pembusuk.
Daging disimpan dengan menggunakan kemasan plastic atau karton gunanya
untuk mencegah terjadinya freezer burn (daging kenuning-kuningan atau
berwarna keputih-putihan).

3. Meat Preparation
Pada proses ini terdapat beberapa tahap, yaitu:

9
a. Pemotongan daging menggunakan

b. Proses giling menggunakan Mincer Machine

4. Combine Ingredients
Pada proses ini, semua bahan(bahan kuring, serpihan es, garam,dan bahan
tambahan lainnya) dicampur menggunakan Emulsifier Machine. menggunakan
serangkaian pisau yang berputar untuk mencampur, memotong dan menghaluskan
formulasi produk. Output proses ini berbentuk pasta / stuff.

5. Proses Filling
Pada proses filling, setelah pasta/stuff telah terbentuk,maka pasta/stuff teersebut
akan dimasukkan ke dalam filler machine. Di dalam proses inilah sosis akan
dimasukkan dalam plastik tipis kemudian dibentuk dan dipisah. Fungsinya adalah

10
untuk menyegel kandungan protein serta kandungan-kandungan lain di dalam
sosis.

6. Proses Cooking
Pada proses ini dibedakan menjadi 3 proses yang membedakan jenis sosis.
a. Proses Boilling (Perebusan).
Sosis yang telah melalui proses stuffing, akan direbus di dalam sebuah
Kettle (Boil Kettle) dengan suhu 70o – 75 oC tergantung pada jenis sosis.

b. Proses Cooking dan smooking ( Pemasakan dan Pengasapan )


Proses ini berbeda dengan proses Boiling. Karena Sosis yang masuk dalam
mesin ini, akan melalui tahapan dryeing, smooking, dan cooking secara
automatis dengan menggunakan Smoke House Machine. Mesin ini sudah
tersetting suhu ruang, suhu produk, dan tingkat kelembabannya. Asap yang
berasal dari proses pembakaran serbuk kayu, akan dihembuskan kedalam
mesin ini. Proses inilah yang membedakan cita rasa yang khas serta warna
dari sosis.

11
c. Proses Boilling dan Smooking ( Perebusan dan Pengasapan )
Proses ini merupakan kombinasi antara perebusan dan pengasapan atau
biasa disebut Double Smoke. Sosis direbus terlebih dahulu menggunakan
mesin Boil Kettle, setelah itu akan diproses menggunakan Smoke House
Machine untuk dilakukan pengasapan pada sosis.

7. Chilling (Pendinginan) 
Pada proses ini sosis akan didinginkan menggunakan Cooling Chamber. Alat ini
digunakan untuk proses pendinginan terhadap produk sosis yang telah melalui
proses cooking. Di dalamnya terdapat aliran air dingin yang telah disterilkan (air
ozon) yang nantinya akan disemprotkan secara cepat ke produk untuk
menurunkan suhu produk. Pendinginan Cepat ini memerlukan waktu ± 2 menit
untuk setiap lot produk. Setelah didinginkan cepat, sosis disimpan dalam cold
room bersuhu Chiller ( 0-5 oC ), Chiller Room ini memiliki spesifikasi khusus,
yaitu memiliki hembusan angin blower pada evaporator yang sangat kuat.  Kami
menyebutnya sebagai Blast Chiller.

12
8. Cutting
Pada proses ini digunakan mesin sosis cutter. Sosis yang masih menyatu akan
dipotong ujungnya sehingga tidak menyatu lagi. Ada beberapa type sosis cutter
dengan mekanisme potong yang berbeda-beda. Dari hasil di lini produksi. Mesin
yang sistem potongnya dilengkapi dengan sensor proximity yang akan
memberikan sinyal pada sistem cutting untuk melakukan proses pemotongan
menghasilkan output yang lebih presisi.

9. Packaging
Proses packaging disini yaitu vacum Packaging. Produk sosis dimasukkan
kedalam kemasan sesuai quantity yang ditentukan. Pada mesin ini terdapat
pengaturan secara otomatis mulai dari proses sealing kemasan , pengeluaran udara
/ gas-gas dalam kemasan dan pendinginan yang dinyatakan dalam satuan detik.
Dengan adanya proses pengeluaran udara dari dalam kemasan maka produk
dikemas secara vakum sehingga mengurangi tingkat kerusakan produk. 
10. Finish Produk Storage
Produk disimpan dalam cold storage dengan suhu Frezeer (-18 s/d -22 oC).  Sosis
siap untuk didistribusikan ke Customer

13
BAB III

Penutup
A. Kesimpulan

Sebagai kesimpulan Sosis merupakan suatu produk makanan yang terbuat dari
campuran daging halus dengan tepung atau pati dengan bumbu olahan, serta bahan
tambahan lainnya. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan sosis terdiri dari
bahan utama dan bahan tambahan. Bahan utamanya yaitu daging, sedangkan bahan
tambahannya yaitu bahan pengisi, bahan pengikat, bumbu-bumbu, bahan penyedap,
dan bahan makanan lainnya yang diizinkan. pembuatan sosis melewati banyak proses
manufaktur mulai dari proses pemotongan daging dengan band saw kemudian proses
giling menggunakan meat mincer, kemudian proses mencampur daging dengan bahan
lain menggunakan bowl cuttrer. Setelah itu diproses di mesin filler. Setelah itu proses
cooking. kemudian proses chilling dengan menggunakan cooling chamber.kemudian
proses pemotongan dengan mesin pemotong dengan sensor proximity. Kemudian
terakhir pada proses vacuum packaging. Dengan demikian sosis sampai ditangan
konsumen dalam kondisi baik dan aman.
B. Saran

1. Karena sosis merupakan makanan yang diawetkan dengan tujuan jangka Panjang
maka sosis bisa dijadikan sebagai makanan cadangan apabila kekurangan
makanan.
2. Untuk memilih suatu kualitas sosis dapat dilihat dari warna dan baunya.
3. Dengan mengonsumsi sosis yang berkualitas tinggi dapat memberikan banyak
manfaat dikarenakan kandungan protein dan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh.

14
Daftar Pustaka

Erika Khasanah. Deskripsi Produk Sosis Daging Sapi.


https://www.scribd.com/document/427357886/Deskripsi-Produk-Sosis-Daging-Sapi diakses
pada tanggal 18 September 2020
Anonim. Sejarah Sosis.
https://www.kaskus.co.id/thread/5893e69d98e31b321d8b456b/sejarah-sosis/ diakses pada
tanggal 18 September 2020
Anonim. Sejarah Sosis. https://himaproter.lk.ipb.ac.id/ipb/sejarah-sosis/ diakses pada tanggal
18 September 2020

15
16