Anda di halaman 1dari 14

KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK (Andi – Dwi – Nuzulan)

EVALUASI KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK


KONTRAKTOR BESAR (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN
KARIAN DI KABUPATEN LEBAK, BANTEN)

oleh :
Andi Madeppungeng
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Email : andi_made@yahoo.com

Dwi Esti Intari


Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Email : dwiesti@untirta.ac.id

Nuzulan Nur Fauziah


Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Email : nuzulannurfauziah@yahoo.com

Abstrak : Bendungan Karian merupakan mega proyek provinsi Banten yang terletak di Kabupaten Lebak.
Tepatnya di empat kecamatan di kabupaten Lebak meliputi Kecamatan Sajira, Maja, Cimarga, dan
Rangkasbitung. Rencana Bendungan Karian akan membendung aliran sungai Ciberang. Bendungan
Karian dilihat fungsinya bendungan ini adalah bendungan serbaguna, yaitu pembangunan bendungan
tidak hanya bertujuan untuk memperoleh manfaat tunggal, tapi untuk lebih dari satu manfaat seperti :
untuk penyedia air irigasi, tenaga listrik, air baku, pengendali banjir, perikanan, rekreasi dan lain
sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan melakukan pengamatan di
lokasi proyek pembangunan Bendungan Karian untuk mengevaluasi kepuasan pelanggan terhadap
kinerja manajemen proyek kontraktor besar di bendungan Karian dan penyebaran kuisioner yang
digunakan untuk mengukur kinerja manajemen proyek dari sudut pandang tingkat kepuasan dan
kepentingan. Selanjutnya dilakukan evaluasi dengan tiga metode yaitu metode customer satisfaction index
(CSI), metode analisis gap, dan metode importance performance analysis (IPA). Identifikasi tingkat
kepuasan pelanggan terhadap pelaksanaan manajemen proyek sebesar 82,41%, berdasarkan analisa CSI
termasuk kategori sangat puas. Hasil analisis kesenjangan, nilai total skor gap tertinggi terdapat pada
variabel ketepatan waktu penyelesaian proyek (S2) sebesar 84 yaitu sangat tidak puas, dan total skor gap
terendah terdapat pada variabel mengutamakan kepentingan pemilik (S30) sebesar 29 yaitu sangat puas.
Sementara itu, berdasarkan metode IPA, kesesuaian laporan proyek dengan kondisi aktual di lapangan
(S6) menjadi indikator prioritas yang perlu ditingkatkan demi mencapai kepuasan pengguna jasa yang
lebih baik lagi.

Kata Kunci : Kepuasan pelanggan, Manajemen proyek, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance
Performance Analysis (IPA).

Abstract : Karian Dam is a Banten provincial mega project located in Lebak. Precisely in four sub-districts
in Lebak district covering Sajira, Maja, Cimarga, and Rangkasbitung Districts. Karian Dam's plan will stem
the flow of Ciberang river. Karian Dam when viewed in its function, this dam is a multipurpose dam type,
with more than one benefit such as: for providers of irrigation water, electricity, raw water, flood control,
fisheries, recreation and others so. This study uses a field survey method by observing the location of the
Karian Dam development project to evaluate customer satisfaction with the performance of the large
contractor project management at the Karian dam and distributing questionnaires used to measure project

9|K o n s t r u k s i a
Jurnal Konstruksia | Volume 10 Nomer 1 | Desember 2018

management performance from the point of view of satisfaction and importance. Further evaluation by three
methods: methods of customer satisfaction index (CSI), gap analysis method, and the method of importance
performance analysis (IPA). The customer satisfaction level with the implementation of project management
is 82,41%, based on CSI analysis including very satisfied category. The result of gap analysis, the highest total
gap score is 84 in the project completion time (S2), and the lowest total gap is 29 in the prioritizing owner’s
needs (S30). Meanwhile, based on IPA method, suitability of project reports with actual conditions (S6)
became a priority indicator that needs to be improved in order to achieve the satisfaction of serice user better
yet.

Keywords : Customer Satisfaction, Project Management, Customer Satisfaction index (CSI), Importance
performance analysis (IPA).

Pendahuluan Daya dari Jakarta dan 70 km kearah selatan


dari Kota Serang, Provinsi Banten.
Peningkatan kualitas kinerja dan produk
Berdasarkan latar belakang diatas rumusan
dalam industri konstruksi dapat dilakukan
masalah penelitian ini adalah:
dengan menerapkan sistem manajemen
1. Bagaimana tingkat kepuasan pelanggan
proyek. Manajemen proyek adalah aplikasi
konstruksi terhadap kinerja manajemen
pengetahuan (knowledges), keterampilan
proyek kontraktor besar bangunan
(skills), alat (tools) dan teknis (techniques)
bendungan ?
dalam aktifitas-aktifitas proyek untuk
2. Bagaimana hasil pengukuran kepuasan
memenuhi kebutuhan-kebutuhan proyek.
pelanggan terhadap kinerja manajemen
Manajemen proyek sangat diperlukan bagi
proyek konstruksi pada proyek bangunan
pelaksanaan suatu pekerjaan menjadi lebih
Bendungan Karian di Kabupaten Lebak,
efisien dan efektif. Penerapan manajemen
Banten ?
proyek konstruksi akan memerlukan
3. Variabel-variabel kinerja manajemen
pengetahuan tentang berbagai aspek seperti
proyek apa saja yang telah memuaskan
integrasi, lingkup, mutu, biaya, waktu, risiko,
pelanggan konstruksi atau perlu
komunikasi, sumber daya manusia,
ditingkatkan kinerjanya oleh kontraktor
pengadaan, (Project Management Body of
besar bangunan bendungan ?
Knowledges,2008). Dengan penerapan sitem
Tujuan penelitian ini adalah :
manajemen proyek tersebut diharapkan
1) Mengidentifikasi tingkat kepuasan
badan usaha jasa konstruksi dapat
pelanggan terhadap pelaksanaan
meningkatkan kualitas pelayanan dan
manajemen proyek konstruksi oleh
produknya sehingga dapat memenuhi
kontraktor besar pada proyek
sasaran dan tujuan proyek guna mencapai
bangunan Bendungan Karian di
harapan dan kepuasan pelanggan, di mana
Kabupaten Lebak, Banten.
pelanggan konstruksi merupakan
2) Menganalisis hasil pengukuran
seseorang/ badan/ organisasi yang
kepuasan pelanggan terhadap kinerja
membayar penyedia jasa konstruksi.
manajemen proyek konstruksi pada
proyek bangunan Bendungan Karian di
Lokasi Bendungan Serbaguna Karian
Kabupaten Lebak, Banten.
berlokasi di Kecamatan Rangkasbitung,
3) Mengidentifikasi variabel-variabel yang
Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang
telah memuaskan pelanggan konstruksi
berjarak kurang lebih 150 km arah Barat
dan perlu dipertahankan kinerjanya

10 | K o n s t r u k s i a
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK (Andi – Dwi – Nuzulan)

oleh kontraktor besar bangunan dan produk konstruksi sehingga tujuan


Bendungan Karian di Kabupaten Lebak. proyek dan perusahaan tercapai juga dapat
Batasan masalah yang digunakan: memenuhi harapan dan tercapainya
1) Lokasi penelitian adalah proyek kepuasan pelanggan.
pembangunan Bendungan Karian yang
terletak di Kelurahan Pasirtanjung, Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan
Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten
1) Pelayanan
Lebak, Provinsi Banten yang berjarak
Pelayanan adalah usaha melayani
kurang lebih 150 km arah Barat Daya
kebutuhan orang lain. Untuk instansi yang
dari Jakarta dan 70 km kearah selatan
mempunyai standar pelayanan, maka
dari Kota Serang.
pelayanan adalah melebihi standar yang ada
2) Faktor-faktor kinerja manajemen
atau sesuai dengan standar yang ada,
proyek untuk evaluasi kepuasan
sedangkan bagi instansi yang belum
pelanggan diambil berdasarkan studi
mempunyai standar pelayanan, maka
pustaka pada penelitian terdahulu, yang
pelayanan berarti pelayanan yang terbaik
pernah ditulis oleh Idrus dan Sodangi
yang dapat diberikan, pelayanan yang
(2011) tentang membuat kerangka
mendekati apa yang dianggap pelayanan
kerja untuk evaluasi kinerja kualitas
standar dan pelayanan yang dilakukan
dari kontraktor di Nigeria, yang
secara maksimal.
kemudian dikombinasikan dengan
2) Kepuasan Pelanggan
aspek manajemen proyek Project
Kepuasan pelanggan merupakan evaluasi
Management Body of Knowledges
purna beli di mana alternatif yang dipilih
(PMBOK, 2013).
sekurang- kurangnya memberikan hasil
3) Penelitian dilakukan terhadap kinerja
yang sama atau melampaui harapan
manajemen proyek kontraktor besar
pelanggan. Jadi sebenarnya ada 2 (dua)
(grade 6-7) pada proyek bangunan
faktor yang sangat menentukan kepuasan
bendungan Karian.
yaitu harapan pelanggan dan kinerja atau
4) Pelanggan konstruksi yang dimaksud
hasil yang mereka rasakan (Tjiptono,2001).
adalah: pengguna jasa kontraktor besar
pada proyek pembangunan Bendungan Manajemen Proyek Konstruksi
Karian yaitu pengguna jasa konstruksi
atau pemilik proyek (owner), Manajemen adalah proses merencanakan,
manajemen konstruksi/ konsultan mengorganisir, memimpin dan
pengawas/ tim teknis ataupun mengendalikan kegiatan anggota serta
perwakilan pemilik proyek yang lain sumber daya yang lain untuk mencapai
setingkat manajerial dan teknis yang sasaran organisasi yang telah ditentukan.
berkompeten. Sedangkan manajemen proyek adalah
Kontribusi bagi praktisi, memberikan manajemen yang diterapkan pada suatu
masukan mengenai penilaian kepuasan proyek untuk mencapai suatu hasil tertentu,
pelanggan dalam penerapan manajemen atau, manajemen proyek adalah suatu ilmu
proyek konstruksi, yang dapat digunakan dan seni untuk mengadakan perencanaan
sebagai bahan evaluasi bagi pihak (planning), pengorganisasian (organizing),
perusahaan/ kontraktor dalam pengarahan (directing), pengoordinasian
meningkatkan kinerja/ kualitas pelayanan (coordinating), dan mengadakan

11 | K o n s t r u k s i a
Jurnal Konstruksia | Volume 10 Nomer 1 | Desember 2018

pengawasan (controlling) terhadap orang 2. Menghitung weight importance factor


dan barang untuk mencapai tujuan tertentu (WF) dari nilai mean tingkat
dari suatu proyek (Iman Soeharto, 1995). kepentingan (MIS) menjadi angka
Dalam melakukan manajemen pada sebuah presentase dari total nilai mean tingkat
proyek, maka kita harus memahami 5 tahap kepentingan (Total MIS), sehingga
proses manajemen proyek, yaitu: didapatkan total weight importance
1) Tahap Inisiasi, dalam tahap ini factor (WF) 100 %
permasalahan yang ingin diselesaikan MIS
WF= x 100%
akan didefinisikan. Total MIS
2) Tahap perencanaan dan desain, yaitu 3. Menghitung weighted score (WS), yaitu
mendefinisikan tujuan dan bobot perkalian antara WF dengan
merencanakan kegiatan-kegiatan yang mean satisfaction score (MSS) untuk
diperlukan untuk mencapai tujuan dan masing-masing variabel
lingkup proyek. WS = WF x MSS
3) Tahap pelaksanaan, yaitu untuk 4. Menghitung weighted average total
mengintegrasikan orang-orang dan (WAT), yaitu menjumlahkan weighted
sumber daya lainnya untuk score (WS) dari semua variabel
menjalankan rencana manajemen WAT = WS1+ WS22 +....... + WS36
proyek. 5. Menghitung customer satisfaction index
4) Tahap pengawasan dan pengendalian, (CSI), yaitu weighted average total
dalam tahap ini bertujuan untuk (WAT) dibagi high scale (HS), skala
mengukur dan memonitor progress maksimal yang digunakan (skala
untuk mengidentifikasi penyimpangan penilaian 5)
dari rencana manajemen proyek WAT
CSI= x 100%
sehingga tindakan koreksi dapat HS
Berdasarkan Simamora (2005), untuk
dilakukan bila diperlukan dalam
membuat skala numerik rentang skala (RS)
mencapai tujuan proyek.
dapat dihitung dengan:
5) Tahap penutupan, dalam tahap ini hasil m-n
akhir proyek beserta dokumentasinya RS =
b
diserahkan kepada pemilik. Dimana:
m = skor tertinggi
Customer Satisfaction Index (CSI) n = skor terendah
Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan b = jumlah kelas atau kategori yang akan
untuk mengetahui tingkat kepuasan dibuat
pengguna jasa secara menyeluruh dengan Hasil perhitungan rentang skala maka
melihat tingkat kinerja dan tingkat kriteria kepuasannya adalah sebagai
kepentingan/harapan dari atribut-atribut berikut:
jasa pelayanan. 0% < CSI ≤ 20% = Sangat tidak puas
Metode pengukuran CSI meliputi tahap- 20% < CSI ≤ 40% = Tidak puas
tahap sebagai berikut (Stratford, 2008) : 40% < CSI ≤ 60% = Cukup puas
1. Menghitung nilai mean important score 60% < CSI ≤ 80% = Puas
(MIS) untuk seluruh variabel evaluasi 80% < CSI ≤ 100% = Sangat Puas
kinerja manajemen proyek dan
menjumlahkanya (Total MIS)

12 | K o n s t r u k s i a
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK (Andi – Dwi – Nuzulan)

Analisis GAP konsumen perlu ditingkatkan karena saat ini


belum memuaskan. Tahapannya adalah
Evaluasi kepuasan pelanggan ini dilakukan
sebagai berikut :
pula dengan analisa gap, pada analisis gap,
1. Berdasarkan hasil penilaian tingkat
perhitungan evaluasi kepuasan pelanggan
kepentingan dan hasil penilaian kinerja
dilakukan dengan menghitung selisih (gap)
lalu ditentukan tingkat kesesuaian
antara penilaian skor tingkat kepuasan
antara tingkat kepentingan dan tingkat
dengan penilaian skor tingkat kepentingan
kinerja klien.
untuk seluruh variabel-variabel evaluasi
𝑋𝑖
kinerja manajemen proyek. Sebelum 𝑇𝑘𝑖 = 𝑥100%
𝑌𝑖
melakukan perhitungan analisis Keterangan:
kesenjangan (gap) dimulai dengan membuat Tki = Tingkat kesesuaian responden
selang frekuensi yang berguna untuk Xi = Skor penilaian tingkat kinerja
mengetahui suatu penilaian dari variabel Yi = Skor penilaian tingkat
kinerja manajemen proyek. di mana kepentingan
perhitungan nilai selang frekuensi ini 2. Pada sumbu mendatar (X) akan diisi
dipengaruhi oleh banyaknya jumlah oleh skor tingkat pelaksanaan
responden, yang akan berpengaruh sedangkan sumbu tegaknya akan diisi
terhadap hasil perhitungan nilai skor gap oleh skor tingkat kepentingan.:
tertinggi dan nilai skor gap terendah. Σ𝑋𝑖
Selang Frekuensi = 𝑋̅
𝑛
nilai skor gap tertinggi-nilai skor gap terendah Σ𝑋𝑖
jumlah kelas 𝑌̅
𝑛
Berdasarkan hasil perhitungan selang
Keterangan:
frekuensi, maka kriteria kepuasan untuk
𝑋̅ = Skor rata-rata tingkat kinerja
analisa kesenjangan (gap) adalah sebagai
klien
berikut :
𝑌̅ = Skor rata-rata tingkat
84 – 73 = Sangat Tidak Puas
kepentingan terhadap kepuasan
73 – 62 = Tidak Puas
kontraktor
62 – 51 = Cukup Puas
n = Jumlah responden
51 – 40 = Puas
3. Menghitung rata-rata seluruh atribut
40 – 29 = Sangat Puas
tingkat kepentingan (𝑌̅) dan kinerja (𝑋̅)
yang menjadi batas pada diagram
Important Performance Analysis (IPA)
kartesius, dengan rumus:
Metode Importance Performance Analysis Σ𝑋𝑖
𝑋̅
(IPA) pertama diperkenalkan oleh Martilla 𝑘
Σ𝑋𝑖
dan James (1977) untuk mengukur 𝑌̅
hubungan antara persepsi konsumen dan 𝑘
Keterangan:
prioritas peningkatan kualitas produk/jasa
𝑋̅ = Rata-rata skor tingkat pelaksanaan
yang dikenal dengan analisis kuadran
atau kinerja klien seluruh faktor atau
(Brandt, 2000) dan (Latu dan Everett, 2000).
atribut
Metode Importance Performance Analysis
𝑌̅ = Rata-rata tingkat kepentingan
(IPA) mempunyai fungsi utama untuk
seluruh atribut yang mempengaruhi
menampilkan informasi berkaitan dengan
kepuasan kontraktor
faktor-faktor pelayanan yang menurut

13 | K o n s t r u k s i a
Jurnal Konstruksia | Volume 10 Nomer 1 | Desember 2018

k = Banyaknya atribut yang dapat Metode Penelitian


mempengaruhi kualitas produk
Data yang dikumpulkan melalui kuesioner
4. Melakukan pemetaan ke dalam diagram
dan observasi untuk data primer disebarkan
kartesius.
kepada pemilik proyek, manajemen
∑𝑁 ̅̅̅
𝑖=1 𝑋𝑖
𝑋̿ = konstruksi, konsultan pengawas, tim teknis
𝑘
̅ konsultan, dan perwakilan pemilik proyek
∑𝑁
𝑖=1 𝑌𝑖
𝑌̿ = yang lain setingkat manajerial dan teknis
𝑘
Dimana: yang berkompeten. Studi literatur
K = Banyaknya atribut atau fakta yang digunakan untuk data sekunder.
dapat mempengaruhi kepuasan Analisis data untuk mengetahui tingkat
kontraktor terhadap kinerja klien kepuasan pelanggan dalam analisis data
5. Selanjutnya tingkat unsur-unsur pada penelitian ini dilakukan dengan
tersebut akan dijabarkan dan dibagi menggunakan metode Customer Satisfaction
menjadi empat bagian kedalam diagram Index (CSI), analisis GAP, dan Important
kartesius seperti pada gambar. Performance Analysis (IPA).

Diagram Alur Penelitian

Bagan alur penelitian dengan tahapan-


tahapan pekerjaan yang akan dilakukan
pada penelitian ini diilustrasikan sebagai
berikut :

Gambar 1. Diagram Kartesius Importance


Performance Analysis
(Sumber : Hasil Analisis, 2018)

Keterangan:
a. Kuadran A Menunjukkan bahwa
variabel dalam kuadran ini dianggap
sangat penting oleh kontraktor, tetapi
tidak banyak dilaksanakan oleh klien.
b. Kuadran B Menunjukkan variabel dalam
kuadaran ini penting terhadap kinerja
klien dan berhasil dilaksanakan oleh
klien.
c. Kuadran C Menunjukkan variabel dalam
kuadaran ini dinilai kurang penting
pengaruhnya terhadap kontraktor, dan
dilaksanakan oleh klien secara biasa
saja.
d. Kuadran D Menunjukkan variabel Gambar 2. Bagan Alur Penelitian
dalam kuadran ini dinilai kurang (Sumber : Hasil Analisis, 2018)
penting sedangkan pelaksanaannya
berlebihan.

14 | K o n s t r u k s i a
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK (Andi – Dwi – Nuzulan)

Analisis dan Pembahasan kedua pengumpulan data dilakukan dengan


menyebarkan kuesioner kepada responden.
Pada tahap pertama semua indikator di
Dari 45 kuesioner yang disebar, 40
susun dari kajian yang telah peneliti
kuesioner dikembalikan.
kumpulkan untuk melakukan validasi
kepada 5 orang ahli. Responden pada tahap
Uji Validitas
ini terdiri dari ahli dengan latar belakang
bidang praktisi profesional teknik sipil. Pada pengujian validitas tiap variabel
Survey pendahuluan dan rancangan menggunakan metode korelasi bivariate
kuisioner ini dimaksudkan untuk pearson.
menyurvey proyek pembangunan
Bendungan Karian yang akan dijadikan Tabel 2. Hasil Perhitungan Pengujian
objek penelitian, untuk mendapatkan Validitas output SPSS v.24 Trial
verifikasi, klarifikasi dan validasi indikator – R
Hasil Hasil
indikator yang digunakan dalam penelitian tabel
Uji - Uji - Ketera
ini. Berikut adalah data ahli pada tahap ini. No 5%
Kepua Kepen ngan
(N=4
san tingan
0)
Tabel 1. Data Ahli di Bidang Konstruksi 1 0.882 0.869 0.312 Valid
Pen Pengal 2 0.793 0.884 0.312 Valid
Ahli didi Jabatan aman 3 0.818 0.821 0.312 Valid
kan (Thn) 4 0.803 0.800 0.312 Valid
5 0.733 0.749 0.312 Valid
1 S2 Dosen Tetap 30
6 0.842 0.699 0.312 Valid
2 S1 Road Engineer 25
7 0.913 0.878 0.312 Valid
Construction
3 S1 25 8 0.908 0.941 0.312 Valid
Engineer
Structure 9 0.821 0.894 0.312 Valid
4 S2 >30 10 0.896 0.905 0.312 Valid
Engineer
Geologist & 11 0.781 0.849 0.312 Valid
5 S1 Grouting 25 12 0.821 0.910 0.312 Valid
Engineer 13 0.905 0.943 0.312 Valid
Sumber : Hasil Analisis, 2018 14 0.878 0.944 0.312 Valid
15 0.943 0.888 0.312 Valid
Para ahli tersebut memberikan tanggapan, 16 0.915 0.852 0.312 Valid
perbaikan dan masukan terhadap 36 17 0.841 0.895 0.312 Valid
18 0.874 0.900 0.312 Valid
indikator kepuasan pengguna jasa
19 0.858 0.875 0.312 Valid
kontraktor yang diajukan. Selanjutnya 20 0.843 0.906 0.312 Valid
tanggapan dan perbaikan dari ke-5 ahli 21 0.540 0.791 0.312 Valid
dibandingkan, apabila ada suatu indikator 22 0.531 0.790 0.312 Valid
yang lebih dominan tidak disetujui maka 23 0.784 0.931 0.312 Valid
indikator tersebut akan dihilangkan dan 24 0.780 0.908 0.312 Valid
tidak digunakan pada pengumpulan data 25 0.876 0.878 0.312 Valid
tahap kedua. 26 0.797 0.806 0.312 Valid
Setelah melakukan survei pendahuluan dan 27 0.880 0.937 0.312 Valid
28 0.804 0.866 0.312 Valid
rancangan kuesioner didapat indikator
29 0.925 0.915 0.312 Valid
penelitian, kemudian dilanjutkan dengan 30 0.830 0.817 0.312 Valid
pengumpulan data tahap kedua. Pada tahap 31 0.839 0.847 0.312 Valid

15 | K o n s t r u k s i a
Jurnal Konstruksia | Volume 10 Nomer 1 | Desember 2018

R manajemen proyek kontraktor besar


Hasil Hasil
tabel bendungan Karian.
Uji - Uji - Ketera
No 5%
Kepua Kepen ngan
(N=4
san tingan Tabel 5. Perhitungan Customer Satisfaction
0)
32 0.710 0.757 0.312 Valid Index (CSI)
33 0.882 0.936 0.312 Valid Mea
Wei
34 0.869 0.934 0.312 Valid n Mean
Weighti ghti
35 0.899 0.870 0.312 Valid Skor Skor
Var ng ng
36 0.812 0.815 0.312 Valid Kep Kepuas
Factor Scor
enti an
Sumber : Hasil Analisis, 2018 e
ngan
c=
Berdasarkan pengujian, pada tabel diatas (b/btot e=
tidak terdapat variabel yang tidak valid, hal (a) (b) (d)
al)*100 c*d
tersebut dikarenakan nilai r hitung > r tabel %
dengan nilai r tabel 0,312 (n = 40) dengan P1 5.2 2.65 4.1 0.11
level of significance 5%. P2 5.2 2.68 4.2 0.11
P3 5.5 2.83 4.0 0.11
P4 5.4 2.77 4.2 0.12
Uji Reabilitas
P5 5.0 2.58 4.1 0.11
Uji Reliabilitas dengan Uji Cronbach’s Alpha, P6 5.1 2.59 4.2 0.11
merupakan ukuran keandalan yang S1 5.6 2.85 3.8 0.11
memiliki niali berkisar dari nol sampai satu S2 6.0 3.06 3.9 0.12
S3 5.3 2.71 4.2 0.11
(Hair et al.; 2010:92).
S4 5.1 2.63 4.2 0.11
S5 5.2 2.67 4.2 0.11
Tabel 3. Hasil Perhitungan Pengujian S6 5.9 3.03 4.7 0.14
Realibilitas Kepuasan Output SPSS v.24 S7 5.2 2.67 3.9 0.10
Trial S8 6.0 3.06 4.1 0.13
Total Croncbac Croncbac S9 5.6 2.85 4.2 0.12
Keterang S10 5.6 2.85 4.1 0.12
Variab h’s Alpha h’s Alpha
an
el Hitung Tabel S11 5.1 2.62 4.2 0.11
36 0.986 0.312 Reliabel S12 5.2 2.65 4.1 0.11
S13 5.4 2.78 4.1 0.11
Tabel 4. Hasil Perhitungan Pengujian S14 5.1 2.63 4.1 0.11
Realibilitas Kepentingan Output SPSS v.24 S15 5.2 2.67 4.2 0.11
Trial S16 5.7 2.94 4.3 0.12
Total Croncbac Croncbac S17 6.0 3.06 4.2 0.13
Keterang S18 5.1 2.60 3.9 0.10
Variab h’s Alpha h’s Alpha
an S19 5.8 2.97 4.2 0.12
el Hitung Tabel
36 0.99 0.312 Reliabel S20 5.4 2.77 4.3 0.12
Sumber : Hasil Analisis, 2018 S21 6.0 3.08 4.3 0.13
S22 5.2 2.67 4.1 0.11
Customer Satisfaction Index (CSI) S23 5.7 2.92 3.7 0.11
S24 5.0 2.54 4.0 0.10
Berikut ini perhitungan CSI yang didapatkan S25 5.6 2.85 4.1 0.12
dari perbandingan antara tingkat S26 5.6 2.86 4.2 0.12
kepentingan dan tingkat kepuasan kinerja S27 5.1 2.63 4.0 0.10
S28 6.0 3.06 4.1 0.12

16 | K o n s t r u k s i a
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK (Andi – Dwi – Nuzulan)

Mea Mean
Wei Skor
n Mean Var Skor Penilaian
Weighti ghti GAP
Skor Skor GAP
Var ng ng
Kep Kepuas e=d- h=g-
Factor Scor a e
enti an c f
e
ngan S8 75 1.88 Tidak Puas
c= S9 56 1.40 Cukup Puas
(b/btot e= S10 57 1.43 Cukup Puas
(a) (b) (d)
al)*100 c*d S11 37 0.93 Puas
% S12 42 1.05 Puas
S29 5.1 2.62 4.4 0.11 S13 55 1.38 Cukup Puas
S30 5.1 2.59 4.3 0.11 S14 43 1.08 Puas
Total 195 100% 149.4 S15 40 1.00 Puas
Weighted Total = Ʃweighting S16 59 1.48 Cukup Puas
4.12
Score S17 73 1.83 Tidak Puas
Satisfaction Index = (Weighted 82.4 S18 48 1.20 Cukup Puas
Total/Scale (5))*100% 1% S19 66 1.65 Tidak Puas
Sumber : Hasil Analisis, 2018 S20 44 1.10 Puas
S21 69 1.73 Tidak Puas
Analisis GAP S22 44 1.10 Puas
Sangat
Perhitungan evaluasi kepuasan pelanggan S23 79 1.98
Tidak Puas
dilakukan dengan menghitung selisih (gap) S24 40 1.00 Puas
antara penilaian skor tingkat kepuasan S25 57 1.43 Cukup Puas
dengan penilaian skor tingkat kepentingan S26 54 1.35 Cukup Puas
untuk seluruh variabel-variabel evaluasi S27 46 1.15 Cukup Puas
kinerja manajemen proyek. S28 77 1.93 Tidak Puas
S29 30 0.75 Puas
S30 29 0.73 Puas
Tabel 6. Analisa GAP Variabel Kinerja
Sumber : Hasil Analisis, 2018
Manajemen Proyek
Mean Important Performance Analysis (IPA)
Skor
Var Skor Penilaian
GAP Analisis diagram kartesius (important
GAP
e=d- h=g- performance analysis) digunakan untuk
a e
c f mengetahui pengklasifikasian kinerja
P1 43 1.08 Puas manajemen proyek kontraktor yang terbagi
P2 41 1.03 Puas ke dalam empat kuadran, yaitu kuadran a,
P3 60 1.50 Cukup Puas
kuadran b, kuadran c, dan kuadran d. Di
P4 47 1.18 Cukup Puas
P5 36 0.90 Puas mana sumbu mendatar (x) dari diagram
P6 33 0.83 Puas kartesius merupakan tingkat kepuasan
S1 71 1.78 Tidak Puas pelanggan dan sumbu tegak (y) merupakan
Sangat tingkat kepentingan/ harapan dari
S2 84 2.10
Tidak Puas pelanggan terhadap kinerja manajemen
S3 45 1.13 Cukup Puas proyek kontraktor besar.
S4 39 0.98 Puas
S5 40 1.00 Puas
S6 49 1.23 Cukup Puas
S7 54 1.35 Cukup Puas

17 | K o n s t r u k s i a
Jurnal Konstruksia | Volume 10 Nomer 1 | Desember 2018

Tabel 7. Variabel-variabel kinerja


manajemen proyek pada Kuadran A
No Var. Variabel Pengukuran
Lingkup pekerjaan
1 P3 sesuai dokumen
kontrak
Rencana pekerjaan
2 S1 (penjadwalan) yang
realistis
Gambar 3. Diagram Kartesius Kinerja Ketepatan waktu
3 S2
penyelesaian proyek
Manajemen Proyek Kontraktor Besar
Kecepatan menangani
(Sumber : Hasil Analisis, 2018) masalah (biaya, mutu,
4 S8 waktu, konflik, dsb)
Dari diagram kartesius di atas, masing- yang terjadi di
masing variabel pengukuran kinerja lapangan
manajemen proyek akan diklasifikasikan ke Menginformasikan
dalam empat kuadran, yaitu kuadran a, risiko yang mungkin
5 S13
dapat terjadi selama
kuadran b, kuadran c, dan kuadran d.
konstruksi
Berikut akan dijelaskan mengenai Peralatan yang
pengertian masing-masing kuadran beserta 6 S23 digunakan canggih dan
variabel-variabel kinerja manajemen proyek modern
yang termasuk ke dalam kuadran tersebut Jaminan kualitas dari
7 S28
sebagai berikut : perusahaan
1. Diagram Kartesius Kuadran A (Prioritas Sumber : Hasil Analisis, 2018
Perbaikan)
Kuadran A menunjukkan daerah yang 2. Diagram Kartesius Kuadran B
memiliki tingkat kepuasan yang rendah (Pertahankan Kinerja)
sedangkan tingkat kepentingan/ harapan Kuadran B menunjukkan daerah yang
dari pelanggan tinggi. Oleh karena itu memiliki tingkat kepuasan dan kepentingan
variabel-variabel kinerja manajemen proyek yang tinggi, dengan kata lain pelanggan
pada kuadran ini dalam penanganannya sudah merasa puas. Oleh karena itu variabel-
perlu untuk diprioritaskan/ ditingkatkan variabel kinerja manajemen proyek pada
kinerjanya untuk meningkatkan kuadran ini dalam penanganannya perlu
performance dari kontraktor, karena untuk dipertahankan kinerjanya, karena
keberadaan variabel-variabel ini dinilai pada umumnya tingkat pelaksanaannya
sangat penting oleh pengguna jasa, telah sesuai dengan kepentingan/ harapan
sedangkan dalam pelaksanaannya masih pelanggan, sehingga kepuasan dari
belum memuaskan. pelanggan telah tercapai.

18 | K o n s t r u k s i a
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK (Andi – Dwi – Nuzulan)

Tabel 8. Variabel-variabel kinerja kuadran ini dalam penanganannya tidak


manajemen proyek pada Kuadran B perlu diprioritaskan/ ditingkatkan dan
termasuk prioritas rendah karena dianggap
No Var. Variabel Pengukuran masih kurang penting bagi pelanggan, dan
dalam pelaksanaannya biasa/cukup saja.
Kesesuaian laporan
1 S6 proyek dengan kondisi Tabel 9. Variabel-variabel kinerja
aktual di lapangan manajemen proyek pada Kuadran C
Kecepatan dalam
2 S9 merespon permintaan No Var. Variabel Pengukuran
pemilik proyek
Keandalan menangani Pemenuhan terhadap
masalah (biaya, mutu, 1 P1
fungsi bangunan
3 S10 waktu, konflik, dsb) Ketepatan dalam
yang terjadi di 2 S7 memilih supplier dan
lapangan subkontraktor
Sistem keselamatan Komunikasi yang
4 S16 dan kesehatan kerja terintegrasi antara
(K3) selama konstruksi 3 S14 kontraktor,
Minimnya pengerjaan subkontraktor dan
ulang (repair/rework) supplier.
5 S17
selama pelaksanaan Struktur organisasi
proyek 4 S18 pengelola proyek yang
Sumber daya manusia lengkap
6 S19 yang berkompeten/ Kebersihan di lapangan
berkualitas 5 S22 selama masa
Ketepatan metode konstruksi
7 S21 kerja konstruksi yang Karyawan
digunakan 6 S24 berpenampilan rapi
Pengawasan dan dan profesional
pengendalian proyek Sistem manajemen
8 S25
dilakukan secara kualitas ditinjau oleh
teratur/ terjadwal 7 S27
sebuah badan /
Adanya sistem instansi independen.
manajemen mutu Sumber : Hasil Analisis, 2018
9 S26
selama masa
konstruksi
4. Diagram Kartesius Kuadran D (Kinerja
Sumber : Hasil Analisis, 2018
Berlebihan)
Kuadran D menunjukkan daerah yang
3. Diagram Kartesius Kuadran C (Prioritas
memiliki tingkat kepuasan yang tinggi
Rendah)
sedangkan tingkat kepentingannya rendah.
Kuadran C menunjukkan daerah yang
Dengan kata lain pelanggan puas terhadap
memiliki tingkat kepuasan rendah
kinerjanya akan tetapi tidak menganggap
sedangkan tingkat kepentingannya juga
begitu penting. Untuk itulah variabel-
rendah. Dengan kata lain pelanggan tidak
variabel kinerja manajemen proyek pada
terlalu mengharapkan perbaikan kinerja
kuadran ini dalam penanganannya dapat
untuk variabel ini. Untuk itulah variabel-
dikurangi kinerjanya dengan melihat tingkat
variabel kinerja manajemen proyek pada
urgent dalam pelaksanaannya, karena

19 | K o n s t r u k s i a
Jurnal Konstruksia | Volume 10 Nomer 1 | Desember 2018

pelanggan menganggap tidak terlalu penting proyek oleh kontraktor besar proyek
terhadap adanya variabel tersebut pembangunan Bendungan Karian
sedangkan kualitas pelaksanaannya sangat berdasarkan analisa gap, nilai total skor
baik sehingga sangat memuaskan. gap tertinggi terdapat pada variabel
ketepatan waktu penyelesaian proyek
Tabel 10. Variabel-variabel kinerja (S2) sebesar 84 kategori sangat tidak
manajemen proyek pada Kuadran D puas, dan total skor gap terendah
terdapat pada variabel mengutamakan
No Var. Variabel Pengukuran kepentingan pemilik (S30) sebesar 29
kategori sangat puas.
Fitur-fitur yang
3. Dari hasil analisis dengan metode
melengkapi produk
1 P2 important performance analysis
konstruksi berfungsi
dengan baik diketahui variabel-variabel kinerja
Kualitas bangunan manajemen proyek yang
2 P4 sesuai spesifikasi pelaksanaannya telah memuaskan
teknis pelanggan dan perlu dipertahankan
Kontraktor cepat, baik, kinerjanya, yaitu variabel Kesesuaian
dan berkompeten
3 P5 laporan proyek dengan kondisi aktual di
dalam pemeliharaan
produk konstruksi lapangan (S6), Kecepatan dalam
Kerapian (Estetika) merespon permintaan pemilik proyek
4 P6
hasil akhir bangunan (S9), Keandalan menangani masalah
Rutin dan tertib dalam (biaya, mutu, waktu, konflik, dsb) yang
5 S3
administrasi terjadi di lapangan (S10), Sistem
Kemudahan pelayanan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
6 S4 yang diberikan
selama konstruksi (S16), Minimnya
(kooperatif)
Shop drawing diajukan pengerjaan ulang (repair/rework)
7 S5 sebelum pelaksanaan selama pelaksanaan proyek (S17),
konstruksi Sumber daya manusia yang
Sumber : Hasil Analisis, 2018 berkompeten/ berkualitas (S19),
Ketepatan metode kerja konstruksi
Kesimpulan yang digunakan (S21), Pengawasan dan
1. Identifikasi tingkat kepuasan pelanggan pengendalian proyek dilakukan secara
terhadap pelaksanaan manajemen teratur/ terjadwal (S25), Adanya sistem
proyek konstruksi dengan metode manajemen mutu selama masa
customer satisfaction index diperoleh konstruksi (S26). Dari kesembilan
nilai 82,41 %, nilai tersebut terletak variabel tersebut, variabel kesesuaian
pada rentang CSI 80%-100% yang laporan proyek dengan kondisi aktual di
menunjukkan bahwa pelanggan lapangan (S6) berada di posisi tertinggi
konstruksi telah merasa sangat puas dengan nilai mean kepuasan 4,7 dan
terhadap kinerja manajemen proyek mean kepentingan 5,9.
kontraktor besar proyek pembangunan
Bendungan Karian. Daftar Pustaka
2. Analisis hasil pengukuran kepuasan
pelanggan terhadap kinerja manajemen Budiarto, Osaliana. Irhamah. Mashuri,
Muhamad. (2012). “Analisis Kepuasan

20 | K o n s t r u k s i a
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK (Andi – Dwi – Nuzulan)

Pelanggan PT. Wijaya Karya (Persero) Pascasarjana Universitas Bung Hatta,


Tbk Pada Proyek Pembangunan Di Padang.
Provinsi Kalimantan Timur”. Institut Lembaga Pengembangan Jasa konstruksi
Teknologi Sepuluh November, Nasional No. 3 Tahun 2017 Tentang
Surabaya. Sertifikasi dan Rgistrasi Usaha Jasa
Fitriana, Dewi. dkk. (2014). “Pengukuran Pelaksana Konstruksi. 2017. Jakarta.
Kepuasan Kontraktor Terhadap Kinerja Parasuraman, A., Zeithaml, V.A. and Berry,
Klien Pada Proyek Konstruksi Swasta”. L.L. (1985) “A conceptual model of
Jurnal Karya Teknik Sipil. Vol. 3, No. 1. service quality and its implications for
2014 : 283-295. future research”. Journal of Marketing.
Garvin, D.A. (1988) “Managing Quality”. The Vol. 49 No.4. Autumn 1985 : 41 – 50.
Free Press, New York. Parasuraman, A., Zeithaml, V.A. and Berry,
Ichsan, Muhammad, (2015). “Studi Kinerja L.L. (1988). “SERVQUAL: A multiple item
Perusahaan Konstruksi Dalam Lingkup scale for measuring consumer
Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar”. perceptions of service quality”. Journal of
Universitas Hasanuddin, Makassar. Retailing, Vol. 64 No.1. Spring 1988 : 14
Idrus, Arazi Bin. Sodangi, Mahmoud. (2010). – 40.
“Framework for Evaluating Quality Project Management Institute Fifth Edition
Performance of Contractors in Nigeria”. 2013 A Guide to the Project Management
Internatinal Journal of Civil & Body of Knowledge (PMBOK® Guide)
Environmental Engineering. Vol. 10 No. Pujiyono, Bambang. dkk. (2014).
01. Februari 2010 : 31-36. “Manajemen Proyek : Konsep
Kementrian Pekerjaan Umum dan Manajemen Proyek”. ISBN
Perumahan Rakyat. 2018. “Buku 9789790115781. Universitas Terbuka,
Panduan Pembangunan Bendungan Jakarta. 1-42.
Serbaguna Karian”. Jakarta: Kementrian Rahman, Abdul. Alzubi, Yazan. (2015).
Pekerjaan Umum dan Perumahan “Exploring Key Contractor Factors
Rakyat Influencing Client Satisfaction Level in
Khasani, Riqi Radian. (2013). “Evaluasi Dealing with Construction Project : an
Kepuasan Pelanggan Terhadap Kinerja Empirical Study in Jordan”. International
Manajemen Proyek Kontraktor Besar Journal of Academic Research in
Bangunan Gedung”. Program Business and Social Science ISSN : 2222-
Pascasarjana Universitas Diponegoro, 6990. Vol. 5 No. 12. Desember 2015 :
Semarang. 109-126
Kirom, Bahrul. (2015). “Mengukur Kinerja Sari, Kharisma Permata. Suraji, Akhmad.
Pelayanan dan Kepuasan Konsumen Fauzan. (2017). “Analisa Kepuasan
(Service Performance and Customer Pelanggan Terhadap Penerapan
Satisfaction Measurement)”. Cetakan Manajemen Proyek Konstruksi Pada
Keempat (Edisi Revisi). Januari 2015. Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan”.
Pustaka Reka Cipta, Bandung. Prosiding 4th Andalas Civil Engineering
Kurniawan, Deddy. (2015). “Faktor-faktor (ACE) Conference. 9 November 2017.
Kritis Penentu Kepuasan Pelanggan Universitas Andalas, Padang. 87-98.
Terhadap Proyek Kontraktor Bangunan Sumaga, Arfan Usman. (2013). “Analisis
Gedung Di Kota Bukittinggi”. Program Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap

21 | K o n s t r u k s i a
Jurnal Konstruksia | Volume 10 Nomer 1 | Desember 2018

Penerapan Manajemen Rekayasa


Konstruksi Profesional Ruko Di
Kawasan Bussiness Park Kota
Gorontalo”. Jurnal Ilmiah Media
Engineering ISSN : 2087-9334. Vol. 3 No.
1, Maret 2013 : 6-13.
Tjiptono, Fandy dan Gregorius Chandra.
2005. “Service, Quality & Satisfaction”.
Andi. Yogyakarta.
Trisnawati, Luh Dewi. (2015). “Analisis
Kinerja Proyek Terhadap Kepuasan
Stakeholders”. Program Pascasarjana
Universitas Udayana, Denpasar.
Umbara, I Putu Yudha. (2016). “Kepuasan
Pengguna Jasa Terhadap Konsultan
Pengawas”. Karya Tulis Ilmiah. Angka
Kredit Pengembangan Profesi Jabatan
Fungsional Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah ULP Kabupaten Badung,
Bali.
Utami, Anin. (2004). “Kajian Risiko Proyek
Rehabilitasi Bendungan Tailing (Studi
Kasus Bendungan Limbah Tailing PT.
KEM di Kalimantan Timur)”. Universitas
Teknologi Bandung, Bandung.

22 | K o n s t r u k s i a