Anda di halaman 1dari 10

A.

Sejarah Dorothea Orem


Dorothea Orem lahir di Baltimore, Maryland pada tahun 1914. Ia menerima diploma
di keperawatan pada tahun 1934 dari Providence Hospital School of Nursing, Washington, DC
Orem menerima sarjana sains dalam pendidikan keperawatan pada tahun 1939 dan master
ilmu dalam pendidikan keperawatan pada tahun 1945 dari Catholic University of
America,Washington DC Selama tahun 1958-1959 Dorothea Orem bekerja sebagai seorang
konsultan pada bagian pendidikan Departemen Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan dan
berpartisipasi dalam suatu proyek pelatihan peningkatan praktek perawat
(vokasional).Pekerjaan ini menstimulasi Orem untuk membuat suatu pertanyaan : “Kondisi apa
dan kapan seseorang membutuhkan pelayanann keperawatan?” Orem kemudian menekankan
ide bahwa seorang perawat itu adalah “Diri sendiri”. Ide inilah yang kemudian dikembangkan
dalam konsep keperawatannya “Self Care”. Pada tahun 1959 konsep keperawatn Orem ini
pertama sekali dipublikasikan. Tahun 1965 Orem bekerjasama dengan beberapa anggota fakultas
dari Universitas di Amerika untuk membentuk suatu Comite Model Keperawatan (Nursing
Model Commitee).Tahun 1968 bagian dari Nursing Model Commitee termasuk Orem
melanjutkan pekerjaan mereka melalui Nursing Development Conference Group (NDCG).
Kelompok ini kemudian dibentuk untuk menghasilkan suatu kerangka kerja konseptual dari
keperawatan dan menetapkan disiplin keperawatan. Orem Kemudian mengembangkan
konsep keperawatanya “self care” dan pada tahun 1971 dipublikasikan Nursing; Concepts
of Practice. Pada edisi pertama fokusnya terhadap individu, sedangkan edisi kedua (1980),
menjadi lebih luas lagi meliputi multi person unit (keluarga, kelompok dan masyarakat). Edisi
ketiga (1985) Orem menghadirkan General Theory Keperawatan dan pada edisi keempat
(1991) Orem memberikan penekanan yang lebih besar terhadap anak-anak, kelompok dan
masyarakat.Sepanjang karirnya, Orem banyak menerima gelar kehormatan, seperti penghargaan
Sigma Theta Tau International. Dorothea Orem meninggal dunia pada bulan Juni 2007
B. Definisi Keperawatan
Dorothea orem (1971) mengembangkan definisi keperawatan yang menekankan pada
kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri. Orem menggambarkan filosofi tentang
kaperawatan dengan cara seperti berikut : Keperawatan memiliki perhatian tertentu pada
kebutuhan manusia terhadap tindakan perawatan dirinya sendiri dan kondisi serta
penatalaksanaannya secara terus menerus dalam upaya mempertahankan kehidupan dan
kesehatan penyembuhan dari penyakit, atau cidera, dan mengatasi hendaya yang ditimbulkannya.
Perawatan diri sendiri dibutuhkan oleh setiap manusia, baik laki-laki perempuan dan
anak-anak. Ketika perawatan diri tidak dapat dipertahankan akan terjadi kesakitan atau kematian.
Keperawatan berupaya mengatur dan mempertahankan kebutuhan keperawatan diri secara terus
menerus bagi mereka yang secara total tidak mampu melakukannya. Dalam situasi lain, perawat
membantu klien untuk mempertahankan perawatan diri dengan melakukannya sebagian, tetapi
tidak seluruh prosedur, melainkan pengawasan pada orang yang membantu klien dengan
memberikan instuksi dan pengarahamn secara individual sehingga secara bertahap klien mampu
melakukannya sendiri.
Dalam pemahaman konsep keperawatan khususnya dalam pandangan mengenai
pemenuhan kebutuhan dasar, Orem membagi dalam konsep kebutuhan dasar yang terdiri dari:
a. Air (udara): pemelihraan dalam pengambian udara.
b. Water (air): pemeliaraan pengambilan air
c. Food (makanan): pemeliharaan dalam mengkonsumsi makanan
d. Elimination (eliminasi): pemeliharaan kebutuhan proses eliminasi
e. Rest and Activity (Istirahat dan kegiatan): keseimbangan antara istirahat dan aktivitas.
f. Solitude and Social Interaction (kesendirian dan interaksi sosial) : pemeliharaan dalam
keseimbangan antara kesendirian dan interaksi sosial
g. Hazard Prevention (pencegahan risiko): kebutuhan akan pencegahan risiko pada
kehidupan manusia dalam keadaan sehat .
h. Promotion of Normality
C. Keyakinan Dan Nilai- Nilai
Keyakinan Orem tentang empat konsep utama keperawatan adalah :
a. Individu/Klien
Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan
self care untuk hidup dan sehat, pemulihan dari sakit atau trauma atu koping dan
efeknya.
b. Sehat
Kemampuan individu atau kelompoki memenuhi tuntutatn self care yang berperan
untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas structural fungsi dan
perkembangan.
c. Lingkungan
Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan
perawat termasuk didalamnya tetapi tidak spesifik.

d. Keperawatan
Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu
individu, keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan self care yang
mencakup, integritas struktural, fungsi dan perkembangan
Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas, Orem’s mengembangkan konsep
modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.
D. TUJUAN
Tujuan keperawatan pada model Orem"s secara umum adalah :
a. Menurunkan tuntutan self care pada tingkat dimana klien dapat memenuhinya, ini
berarti menghilangkan self care deficit.
b. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan
self care.
c. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan
asuhan dependen jika self care tidak memungkinkan, oleh karenanya self care
deficit apapun dihilangkan.
d. Jika ketiganya ditas tidak tercapai perawat secara langsung dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan self care klien.
Tujuan keperawatan pada model Orem's yang diterapkan kedalam praktek
keperawatan keluarga / komunitas adalah :
a. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri
secara terapeutik
b. Menolong klien bergerak kearah tidakan-tidakan asuhan mandiri
c. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya
yang mengalami gangguan secara kompeten.
Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada model orem's
yang diterapkan pada praktek keperawtan keluaga/komunitas adalah:
a. Aspek interpersonal :
hubungan didalam kelurga
b. Aspek sosial :
hubungan keluarga dengan masyarakat disekitarnya.
c. Aspek prosedural :
melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang
terjadi
d. Aspek tehnis :
mengajarkan kepada keluarga tentang teknik dasar yang dilakukan di rumah,
misalnya melakukan tindakan kompres secara benar.
E. Konsep Utama
a. Universal Self-Care Requisites
Tujuan universally required adalah untuk mencapai perawatan diri atau kebebasan
merawat diri dimana harus memiliki kemampuan untuk mengenal, memvalidasi dan
proses dalam memvalidasi mengenai anatomi dan fisiologi manusia yang berintegrasi
dalam lingkaran kehidupan. Dibawah ini terdapat 8 teori self care secara umum yaitu :
1. Pemeliharaan kecukupan pemasukan udara
2. Pemeliharaan kecukupan pemasukan makanan
3. Pemeliharaan kecukupan pemasukan cairan
4. Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan eksresi
5. Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
6. Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi social
7. Pencegahan resiko-resiko untuk hidup, fungsi usia dan kesehatan manusia.
8. Peningkatan promosi fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam
kelompok social sesuai dengan potensinya
b. Developmental self-care requisites
Berhubungan dengan tingkat perkembangn individu dan lingkungan dimana tempat
mereka tinggal yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus
kehidupan. Tiga hal yang berhubungan dengan tingkat perkembangan perawatan diri
adalah:
1. Situasi yang mendukung perkembangan perawatan diri
2. Terlibat dalam pengembangan diri
3. Mencegah atau mengatasi dampak dari situasi individu dan situasi kehidupan
yang mungkin mempengaruhi perkembangan manusia. (Orem, 1980,p.231)
c. Health deviation self-care requisites
Istilah perawatan diri ditujukan kepada orang-orang yang sakit atau trauma, yang
mengalami gangguan patologi, termasuk ketidakmampuan dan penyandang cacat juga
yang berada sedang dirawat dan menjalani terapi. Adanya gangguan kesehatan terjadi
sepanjang waktu sehingga mempengaruhi pengalaman mereka dalam menghadapi
kondisi sakit sepanjang hidupnya.
Penyakit atau trauma tidak hanya pada struktur tubuh, fisiologi dan psikologi
tetapi juga konsep diri seutuhnya. Ketika konsep diri manusia mengalami gangguan
(termasuk retardasi mental atau autisme), perkembangan individu akan memberikan
dampak baik permanen maupun sementara. Dinegara-negara yang warganya banyak
mengalami gangguan kesehatan, self-care (perawatan diri) digunakan sebagai alat dalam
pengobatan dan terapi kesehatan.
Perawatan diri (self-care) adalah komponen system tindakan perawatan diri
individu yang merupakan langkah-langkah dalam perawatan ketika terjadi gangguan
kesehatan. Kompleksitas dari self-care atau system dependent-care (ketergantungan
perawatan) adalah meningkatnya jumlah penyakit yang terjadi dalam waktu-waktu
tertentu.
d. Therapeutic self-care demand
Terapi pemenuhan kebutuhan dasar berisi mengenai suatu program perawatan dengan
tujuan pemenuhan kebutuhan dasar pasien sesuai dengan tanda dan gejala yang
ditampilkan oleh pasien. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perawat ketika
memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien diantaranya :
1. Mengatur dan mengontrol jenis atau macam kebutuhan dasar yang dibutuhkan
oleh pasien dan cara pemberian ke pasien
2. Meningkatkan kegiatan yang bersifat menunjang pemenuhan kebutuhan dasar
seperti promosi dan pencegahan yang bisa menunjang dan mendukung pasien
untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien sesuai dengan taraf kemandiriannya.
Beberapa pemahaman terkait terapi pemenuhan kebutuhan dasar diantaranya :
1. Perawat harus mampu mengidentifikasi faktor pada pasien dan lingkunganya
yang mengarah pada gangguan pemenuhan kebutuhan dasar manusia
2. Perawat harus mampu melakukan pemilihan alat dan bahan yang bisa dipakai
untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien, memanfaatkan segala sumberdaya yang
ada disekitar pasien untuk memberikan pelyenana pemenuhan kebutuhan dasar
pasien semaksimal mungkin.
e. Self Care Agency
Pemenuhan kebutuhan dasar pasien secara holistik hanya dapat dilakukan pada perawat
yang memiliki kemampuan komprehensif, memahami konsep dasar manusia dan
perkembangan manusia baik secara holistik ( orem, 2001, p. 514)
f. Agent
Pihak atau prerawat yang bisa memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien
adalah perawat dengan keahlian dan ketrampilan yang berkompeten dan memiliki
kewenangan untuk memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien secara holistik.
g. Dependent Care Agent
Dependent care agency merupakan perawat profesional yang memiliki tanggung jawab
dan tanggung gugat dalam upaya perawatan pemenuhan kebutuhan dasar pasien
termasuk pasien dalam derajat kesehatan yang masih baik atau masih mampu atau
sebagain memenuhi kebutuhan dasar pada pasien. Pemberian kebutuhan dasar tetap
menekankan pada kemandirian pasien sesuai dengan tingkat kemampuannya. Perawatan
yang diberikan bisa bersifat promoting, prevensi dan lain-lain
h. Self Care Deficit
Perawat membantu pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, utamanya
pada pasien yang dalam perawatan total care. Perawatan yang dilakukan biasanya kuratif
dan rehabilitatif. Pemenuhan kebutuhan pasien hampir semunay tergantung pada
pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan utamanya perawat.
i. Nursing Agency
Perawat harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kemampuanya secara terus
menerus untuk bisa memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien secara holistik
sehingga mereka mampu membuktikan dirinya bahwa mereka adalah perawat yang
berkompeten untuk bisa memberika pelayanan profesional untuk memenuhi kebutuhan
dasar pasie. Beberapa ktrempilan selain psikomotor yang juga harus dikuasai perawat
adala komunikasi terapetik, ketrampilan intrapersonal, pemberdayaan sumberdaya di
sekitar lingkungan perawat dan pasien untuk bisa memberikan pelayanan yang
profesional.
j. Nursing Design
Penampilan perawat yang dibutuhkan untuk bisa memberikan asuhan keperawatan yang
bisa memenuhi kebutuhan dasar pasien secara holistik adalah perawata yang profesioanl,
mampu berfikir kritis, memiliki dan menjalankan standar kerja dll.
k. Sistem Keperawatan
Merupakan serangkaian tindakan praktik keperawatan yang dilakukan pada satu waktu
untuk kordinasi dalam melakukan tindakan keperawatan pada klien untuk mengetahui
dan memenuhi komponen kebutuhan perawatan diri klien yang therapeutic dan untuk
melindungi serta mengetahui perkembangan perawatan diri klien.
F. ASUMSI DASAR
Orem (2015) mengidentifikasi beberapa hal mendasar dari teori
keperawatan terkait kebutuhan dasar manusia :
a. Kebutuhan dasar manusia bersifat berkelanjutan ,dimana pemenuhannya dipengaruhi dari
faktor dari dalam pasien ataupun dari lingkungan
b. Human agency, pasien yang memiliki tingkatan ketergantungan dalam pemenuhan
kebutuhan dasarnya
c. Pengalaman dan pengetahuan perawat diperlukan untuk bisa memberikan pelayanan
pemenuhan kebutuhan dasar pasien secara professional
G. Self care deficit theory of rsing yang dikembangkan oleh Dorothea Orem
Keperawtan mandiri “self care” menurut orem adalah : “Suatu pelaksanaan kegiatan yang
diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna
mempertahankan kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraan sesuai keadaan, baik sehat
maupun sakit.” (orem’s 1980).
H. Theory Self Care Deficit
Orem mengembangkan teori Self Care Deficit meliputi 3 teori yang berkaitan yaitu :
1. Self Care
Self care adalah performance atau praktek kegiatan individu untuk berinisiatif dan
membentuk prilaku mereka dalam memelihara kehidupan, kesehatan dan
kesejahteraan. Jika self care dibentuk dengan efektif maka hal tersebut akan
membantu membentuk integritas struktur dan fungsi manusia dan erat kaitannya
dengan perkembangan manusia.
2. Self care deficit
Merupakan hal utama dari teori general keperawatan menurut Orem. Dalam teori ini
keperawatan diberikan jika seorang dewasa (atau pada kasus ketergantungan) tidak
mampu atau terbatas dalam melakukan self care secara efektif. Keperawatan diberikan
jika kemampuan merawat berkurang atau tidak dapat terpenuhi atau adanya
ketergantungan. Orem mengidentifikasi lima metode yang dapat digunakan dalam
membantu self care:
a.Tindakan untuk atau lakukan untuk orang lain.
b.Memberikan petunjuk dan pengarahan.
c.Memberikan dukungan fisik dan psychologis.
d.Memberikan dan memelihara lingkungan yang mendukung pengembangan personal.
e.Pendidikan. Perawat dapat membantu individu dengan menggunakan
beberapa atau semua metode tersebut dalam memenuhi self care.
3. Nursing system
Nursing system didesain oleh perawat didasarkan pada kebutuhan self care dan
kemampuan pasien melakukan self care.Orem mengidentifikasi tiga klasifikasi
nursing system yaitu Wholly Compensatory , Partially Compensatory , Supportie
Education Ketiga nursing system ini digunakan sebagai dasar pengetahuan dan
keterampilan praktek perawat.
I. Model Konseptual dan Kebutuhan Dasar
1) Model konseptual keperawatan mandiri didasari oleh enam pasal berikut ini.
a. Keperawatan mandiri didasarkan pada tindakan dimana manusia
melaksanakannya.
b. Keperawatan mandiri didasarkan pada kesengajaan dan pengambilan keputusan
sebagai pedoman tindakan.
c. Setiap orang menghendaki keperawatan mandiri dan menjadi kebutuhan dasar
manusia.
d. Orang dewasa mempunyai hak dan tanggung jawab untuk merawat diri sendiri dan
orang lain untuk memelihara kesehatan mereka agar hidup sehat.
e. Keperawatan mandiri adalah perubahan tingkah laku secara lambat dan terus –
menerus didukung dari pengalaman sosial sebagai hubungan interpersonal.
f. Keperawatan mandiri akan meningkatkan harga diri seseorang, sehingga
memengaruhi konsep diri.
2) Orem mengemukakan beberapa kebutuhan mendasar dalam keperawatan mandiri (self
care) yang dapat dijadikan dasar untuk melakukan pengkajian dan menetukan
masalah atau diagnosis keperawatan, diantaranya yaitu :
a) Pemeliharaan dengan cukup pengambilan udara;
b) Pemeliharaan dengan cukup pengambilan air
c) Pemeliharaan dengan cukup pengambilan makanan;
d) Pemeliharaan proses eliminasi;
e) Pemeliharaan dengan keseimbangan antara aktifitas dan istirahat;
f) Pemeliharaan dan keseimbangan antara kesendirian dan interaksi sosial;
g) Pencegahan risiko pada kehidupan dan keadaan sehat manusia;
h) Perkembangan dalam kelompok sosial sesuai dengan potensi, pengetahuan dan keinginan
manusia.
Daftar Pustaka
Muslim Shah. 2015. “Compare and Contrast of Grand Theories: Orem’s Self-Care Deficit
Theory and Roy’s Adaptation Model”. International Journal Of Nursing Didactics, Vol 5.
No 1 : 40-42
A Working Document. 2016 “Theory Based Nursing Practice” The University of Tennessee at
Chattanooga School of Nursing Faculty & Student