Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH LABORATORIUM IPA (HAKIKAT LABORATORIUM DAN

LABORATORIUM IPA SD)

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Laboratorium IPA
Dosen  Pengampu: Dr. Sri Sulistyorini, M.Pd

DISUSUN OLEH :

1401420022 Vera Amelia

PROGRAM STUDI PGSD

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2020


DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................................................v

Daftar Isi ..................................................................................................................................vii

Bab 1. Pendahuluan

A.Latar Belakang

B.Rumusan Masalah

C.Tujuan Masalah

Bab 2. Hakikat Laboratorium IPA

A. Pengertian Laboratorium .........................................................................................................

B. Macam-macam Laboratorium .................................................................................................

C. Manfaat Laboratorium .............................................................................................................

D. Kelebihan dan kekurangan Laboratorium ...............................................................................

E. Tujuan Laboratorium ...............................................................................................................

F. Contoh Kegiatan di Laboratorium............................................................................................

Bab 3. Penutup

A.Kesimpulan

B.Penutup
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang. Saya
panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya, sehingga saya bisa menyelesaikan makalah ini mengenai Materi Hakikat
Laboratorium dan Laboratorium IPA SD oleh dosen pengampu Ibu Dr. Sri Sulistyorini, M.Pd.

Makalah ini saya susun dengan semaksimal mungkin, dengan mencari dari


berbagai referensi buku dan internet untuk membantu serta memperlancar pembuatan makalah
ini. Sehingga makalah ini bisa saya buat dengan tepat waktu.

Tetapi saya juga menyadari, bahwasannya pasti masih jauh dari kata sempurna baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, saya menerima
masukan dan kritik yang bersifat mendukung dari pembaca sehingga saya bisa melakukan
perbaikan makalah ini agar menjadi makalah yang baik dan benar. Harapannya semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Bangka Belitung, 13 Maret 2021

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau


kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran atau pelatihan.
Pendidikan juga harus sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi saat ini. Dalam
sistem pendidikan sekarang peserta didik dipacu dan dilatih untuk mengembangkan
keterampilan ilmiah seperti mencari, mengumpulkan, mengamati, bereksperimen, dan
menyimpulkan data yang telah ada. Untuk meningkatkan mutu pendidikan yang sesuai
dengan tuntutan zaman tersebut, maka diperlukan peningkatan di segala bidang misalnya
terpenuhinya semua fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan. Dengan bantuan media
pembelajaran dan sumber belajar yang sudah di siapkan lembaga sekolah sangat
berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan peserta didik tersebut.

Salah satu fasilitas penunjang pendidikan yang sangat penting adalah adanya
laboratorium di sekolah. Tujuan pengadaan laboratorium di sekolah tersebut adalah
meningkatkan kemampuan praktek siswa di laboratorium. Laboratorium sekolah haruslah
memenuhi standar pembelajaran di sekolah dengan kata lain harus memperhatikan
kualitas maupun kwantitas di idang fisik dan material baik itu berupa sarana gedung,
peralatan maupun bahan-bahan praktek, dan tenaga laboratorium yang kesemuanya
merupakan komponen penunjang pendidikan praktek siswa di laboratorium.
Laboratorium sekolah ada beberapa macam yaitu laboratorium fisika, laboratorium
kimia, laboratorium biologi, dan laboratorium komputer. Laboratorium merupakan
sumber belajar yang efektif untuk mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa.
Banyak fungsi dan manfaat yang dapa diambil dari penggunaan laboratorium. Oleh
karena itu untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium perlu di dikelola secara baik ntuk
kelancaran proses belajar mengajar.

1. Sumber belajar yang dirancang atau sengaja di buat untuk digunakan dalam kegiatan
belajar .
2. Sumber belajar yang tidak dirancang atau tidak sengaja dibuat untuk membantu mencapai
tujuan pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu laboratorium ?

2. Apa saja macam-macam dari laboratorium?

3. Apa saja manfaat laboratorium?

4. Apa saja kelebihan dan kekurangan laboratorium?

5. Apakah tujuan dari laboratorium?

6. Apa salah satu contoh kegiatan di laboratorium?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui apa itu laboratorium.

2. Agar dapat mengetahui berbagai macam-macam laboratorium.

3. Untuk dapat mengetahui apa saja manfaat dari laboratorium.

4. Untuk dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari laboratorium.

5. Untuk mengetahui tujuan dari laboratorium.

6. Untuk dapat memahami salah satu contoh kegiatan di laboratorium.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Laboratorium

Menurut Jafarmadin 2012, laboratorium yaitu tempat riset eksperimen ilmiah. Hakikat
laboratorium adalah tempat untuk melakukan kegiatan praktikum. Penelitian pelayanan
masyarakat sebagai sumber belajar dimana dilakukannya kegiatan kerja. Laboratorium ilmiah
biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya. Misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia,
laboratorium biologi dan lain-lainnya.

Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui media praktikum yang dapat
menghasilkan pengalaman belajar dimana siswa berinteraksi denga berbagai alat dan bahan
untuk mengobservasi gejala-gejalayang dapat diamati secra langsung dan membuktikan sendiri
sesuatu yang dipelajari.

Laboratorium perlu dilestarikan disekolah. Karena berperan penting mendorong


efektifitas serta optimalisasi proses belajar melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang
meliputi fungsi layanan. Tujuan laboratorium sebgai salah satu sumber belajar harus menjadi
perhatian utama pengelola laboratorium. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan suatu
manajemen pelayanan yang berfokus pada pembelajaran.

Ada 4 alasan yang menguatkan peran laboratorium dalam pembelajaran disekolah antara
lain (Rustaman, 1995) :

a. Paktikum membangkitkan motivasi belajar sains. Dalam belajar, siswa dipengaruhi oleh
motivasi. Siswa yang termotivasi untuk belajar akan bersungguh-sungguh dalam
mempelajari sesuatu. Melalui kegiatan laboratorium, siswa diberi kesempatan untuk
memenuhi dorongan rasa ingin tahu dan ingin bisa. Prinsip ini akan menunjang kegiatan
praktikum di mana siswa menemukan pengetahuan melalui eksplorasi.

b. Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen. Kegiatan


eksperimen merupakan aktivitas yang banyak dilakukan oleh ilmuwan. Untuk melakukan
eksperimen diperlukan beberapa keterampilan dasar seperti mengamati, mengestimasi,
mengukur, membandingkan, memanipulasi peralatan laboratorium, dan ketrampilan sains
lainnya. Dengan adanya kegiatan praktikum di laboratorium akan melatih siswa untuk
mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam
mengobservasi dengan cermat, mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana
atau lebih canggih, menggunakan dan menangani alat secara aman, merancang,
melakukan dan menginterpretasikan eksperimen.

c. Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Para ahli meyakini bahwa cara
yang terbaik untuk belajar pendekatan ilmiah adalah dengan menjadikan siswa sebagai
ilmuwan. Pembelajaran sains sebaiknya dilaksanakan melalui pendekatan inkuiri ilmiah
(scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap
ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh
karena itu menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui
penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

d. Praktikum menunjang materi pelajaran. Praktikum memberikan kesempatan bagi siswa


untuk menemukan teori, dan membuktikan teori. Selain itu pada praktikum pembelajaran
sains ini dapat membentuk ilustrasi bagi prinsip sains. Dari kegiatan tersebut dapat
disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi
pembelajaran.

B. Macam- Macam Laboratorium

Terdapat beberapa macam laboratorium, diantaranya sebgai berikut:

1. Laboratorium Pendidikan
Pada laboratorium pendidikan ini digunakan untuk pendidikan terutama SD,
SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Semua laboratorium jenis ini ditujukan untuk
kelancaran proses kegiatan belajar dan mengajar. Di dalam kegiatan penilitian
laboratorium jenis ini biasanya dilakukan oleh para guru atau dosen dan pembelajar.
Adapun contoh dari laboratorium jenis ini misalnya laboratorium IPA, laboratorium
bahasa, laboratorium it, laboratorium kimia, laboratorium fisika, laboratorium pertanian,
laboratorium matematika, laboratorium kesehatan, laboratorium sains, dan lain
sebagainya.

2. Laboratoirum Riset

Pada laboratorium riset ini digunakan oleh para ahli praktisi, keilmuan dalam
upaya menemukan sesuatu untuk meneliti suatu hal dibidangnya. Pada laboratorium ini
bisa saja meneliti tentang objek-objek sebagaimana yang ada dalam laboratorium
pendidikan, seperti hal-hal yang berkaitan dengan IPA, fisika, pertanian, bahasa,
matematika, kimia, kedokteran, sains dan sebagainya.

C. Manfaat Laboratorium

Manfaat laboratorium yaitu sebagai sumber belajar dan mengajar sebagai metode
pengamatan dan metode percobaan. Sebagai prasarana pendidikan atau sebagai wadah
dalam proses belajar mengajar. Menurut Sukarso, secara garis besar laboratorium dalam
proses pendidikan adalah sebagai berikut :

1. Mengembangkan keterampilan motorik siswa, siswa

akan bertambah keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia


untuk mencari dan menemukan kebenaran.

2. Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang ilmuan.
3. Memberi rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya.

4. Memberi rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya.

D. Kelebihan dan Kekurangan Laboratorium

1. Kelebihan laboratorium

a. Melibatkan siswa secara langsung dalam mengamati suatu proses.

b. Siswa dapat meyakini akan misalnya, karena langsung mendengar, melihat, meraba dan
mencium yang sedang dipelajari.

c. Siswa cenderung tertarik pada objek di dalam sekitarnya.

d. Membangkitkan rasa ingin tahu, memperkaya pengalaman keterampilan kerja dan


pengembangan ilmiah.

2. Kelemahan laboratorium

a. Guru harus benar-benar mampu menguasai materi keterampilan.

b. Tidak semua mata pelajaran di praktekkan dan tidak semua diajarkan dengan metode
praktek.

c. Alat dan bahan-bahan mahal harganya dan dapat menghambat untuk melakukan praktek.

E. Tujuan Laboratorium

Laboratorium perlu di lestarikan serta di sekolah karena berperan penting mendorong


efektivitas serta optimalisasi proses belajar melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang
meliputi fungsi layanan, fungsi pengadaan/pengembangan media pembelajaran.

Tujuan laboratorium sebagai salah satu sumber belajar harus menjadi perhatian utama
pegelola laboratorium. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan suatu manajemen
pelayanan yang berfokus pada pembelajaran sebagai pelanggan pelayanan harus memperhatikan
dan menerapkan kaidah manajemen kualitas pelayanan.
F. Contoh Kegiatan di Laboratorium

Pengukuran Panjang Sisi Kubus Aluminium

a. Topik : Mengukur panjang sisi kubus aluminium

b. Tujuan : Agar mahasiswa mampu menggunakan jangka sorong dan mikrometer

c. Alat/Bahan

1) Jangka sorong

2) Mikro meter

3) Kubus aluminium

d. Cara Kerja

1) Jangka sorong

a) Amati jangka sorong dan perhatikan skala yang ada pada bagoan yang panjang disebut
skala utama dari skala pada bagian yang bergerak disebut skala nonius.

b) Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang jangka sorong

c) Catat angka yang ditunjukkan oleh skala utama (gunakan satuan mm)

d) Untuk melihat skala noniusnya, lihat garis pada skala utama yang betul-betul berimpit
dengan skala nonius

e) Hasil pengukuran seluruhnya adalah sakala utama + skala nonius


Contoh: Skala utama 22 mm, garis nonius yang berimpit dengan skala utama pada garis
ke 4 maka hasil pengukuran = …

2) Mikrometer

a) Amati micrometer dan perhatikan skala

yang ada yaitu:

 Skala pada bagian batang disebut skala utama

 Skala pada selubung yang berputar disebut skala nonius

b) Letakkan benda yang akan di ukur diantara rahang micrometer

c) Catat angka yang ditunjukkan oleh skala utama (gunakan satuan mm)

d) Lihat angka yang terdapat pada skala yang berputar yang berimpit dengan garis tengah
pada bagian skala utama

Contoh: Angka skala utama = 22 mm Garis skala nonius yang berimpit dengan skala
utama 25, maka hasil pengukuran 22 mm + 0,25 mm = 22,25 mm

e. Hasil Pengamatan

f. Kesimpulan
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari makalah adalah sebagai berikut: Laboratorium


merupakan tempat steril yang digunakan untuk melkukan praktikum, penelitian serta
pengamatan dengan tujuan untuk menghasilkan produk atau hasil yang akurat dan
berdasarkan fakta.

Ada dua macam laboratorium yaitu laboratorium pendidikan dan laboratorium


riset. Adapun manfaat dengan adanya laboratorium menurut Sukarso secara garis
besarnya yaitu mengembangkan keterampilan motorik siswa, siswa akan bertambah
keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari
dan menemukan kebenaran, Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap
ilmiah seseorang ilmuan, Memberi rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan
pengetahuan atau penemuan yang diperolehnya, Memberi rasa percaya diri sebagai
akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan yang diperolehnya. Dalam
laboratorium juga terdapat kelebihan dan kekurangan serta ada contoh kegiatan yang
bisa dilakukan di laboratorium.

B. Saran

Penulis berharap pengelolaan laboratorium dapat terus ditingkatkan untuk menunjang


program pemerintah dalam memajukan pendidikan untuk kemajuan bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

Amini, Risda. Pengenalan Laboratorium IPA SD. Kediri. Diunduh pda 11 Maret 2021

Ichan. 2000. Petunjuk Praktikum Konsep dasar IPA. Jakarta: UT diunduh pada 11 Maret
2021

Restuati, Martina, dkk. 2011. Teknik Laboratorium. Medan: FMIPA UNIMED diunduh
pada 11 Maret 2021

Sigit Saptono. Strategi Belajar Mengajar Biologi, (Semarang : Universitas Negeri


Semarang (UNNES), 2003).
Lib.um.ac.id

Repository.uinsu.ac.id

Anda mungkin juga menyukai