Anda di halaman 1dari 18

1

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Evaporasi adalah proses pertukaran molekul air (liqui/solid)
dipermukaan menjadi molekul uap air (gas) diatmosfir melalui
kekuatan panas.Evaporasi dapat terjadi pada sungai, danau, laut,
reservoir (permukaan air bebas), serta permukaan tanah. (Afrizal
Naumar)
Penguapan merupakan proses yang melibatkan pindah
panas dan pindah massa secara simultan. Dalam proses ini
sebagian air akan diuapkan sehingga diperoleh suatu produk yang
kental (konsentrat). Proses pindah panas dan pindah massa yang
efektif akan meningkatkan kecepatan penguapan. Penguapan
terjadi apabila suhu suatu bahan sama atau lebih tinggi dari titik
didih cairan. (Wirakartakusumah et al., 1989).
Evaporasi merupakan salah satu faktor yang sangat
berperan di dalam proses kehilangan air tanah. Besarnya
kehilangan air melalui evaporasi sangat dipengaruhi oleh keadaan
iklim dan tanahnya. Sering di dalam mengendalikan kehilangan air
melalui evaporasi, orang lebih mudah memanipuler keadaan
tanahnya dari pada keadaan iklimnya yang sulit dikontrol.
Menurut Lemon (1956), pada prinsipnya untuk mengurangi
evaporasi melalui permukaan tanah dapat dilakukan dengan (1)
mengurangi turbulensi pemindahan uap air di atas permukaan
tanah, (2) mengurangi hantaran air kapiler ke permukaan tanah dan
(3) menghambat enersi yang akan masuk ke dalam tanah.
Pengolahan tanah selain bertujuan untuk memperbaiki
kondisi tanah bagi pertanaman, juga dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi evaporasi dengan jalan mematahkan kontinyuitas
kapiler, sehingga dapat mengurangi hantaran air kapiler ke
permukaan tanah.

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010

1
2

Evaporasi tanah : air dievaporasikan pada permukaan tanah pada


laju yang sama dengan permukaan air bebas selama tanah basah dan tidak
dinaungi tanaman. (http://www.docstoc.com/docs/9319433/Evaporasi)

1.2. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Evaporasi :


1.2.1. Intensitas sinar matahari
Intensitas sinar matahari merupakan absorpsi energi
matahari dalam satuan per cm2/menit. Intensitas sinar matahari
merupakan sudut sinar matahari yang mencapai bagian yang
lengkung dari permukaan bumi, artinya sinar dasyat yang miring
kurang memberikan energi karena energi tersebar pada permukaan
yang luas dan karena sinar itu harus menempuh lapisan atmosfer
yang lebih tebal bila dibandingkan dengan yang tegak lurus.
Intensitas sinar matahari yang besar mempunyai pengaruh
yang besar pula pada proses fotosintesis. Selain itu juga
mempengaruhi bentuk kehidupan, misalnya, daun yang hidup di
bawah perlindungan akan berbentuk tipis dan lebar karena
memperoleh sianar matahari lebih banyak.
(Ir. Ance Gunarsi kartasapoetra. Dalam buku Klimatologi :
Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman.)
1.2.2. Lamanya penyinaran dari sinar matahari
Lamanya penyinaran matahari tergantung pada posisi
bumi mengelilingi matahari. Matahari seakan-akan bergerak dari
0 lintang utara dan 0 lintang selatan. Dengan adanya letak

kedudukan matahari, di belahan bumi sebelah selatan akan


menerima hari siang lebih panjang. Di utara, terutama di kutub,
akan menerima malam yang panajang selama enam bulan.
Berdasarkan pengaruh lamanya penyinaran pada tanaman
terutama pada proses pembungaan maka tanaman dapat dibagi
dalam tiga kelompok, yaitu :

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


3

1. Long day plant, yaitu tumbuhan yang menghasilkan bunga


apabila penyinaran lebih dari 14 jam.
2. Short day plant yaitu tumbuhan yang dapat berbunga apabila
penyinaran kurang dari 12 jam, misalnya strawberry.
3. Neutral day plant yaitu tumbuhan yang dapat berbunga tanpa
dipengaruhi oleh lamanya penyinaran, misalnya mentimun.
Di samping lamanya penyinaran matahari, ada juga
kualitas yang berarti jenis atau sinar cahaya, terdapat pada
spektrumnya yang ditentukan oleh gelombang. Sinar gelombang
pendek biasanya bersifat membunuh. Radiasi dari sinar dengan
gelombang 0,25,u efeknya membunuh, antara 0,4 — 0,69/.1,
berpengaruh pada keaktifan proses fotosintesis dan banyak diserap
oleh klorofil.
(Ir. Ance Gunarsi kartasapoetra. Dalam buku Klimatologi :
Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman.)
1.2.3. Sifat tanah terutama sifat fisik tanah
Sifat Fisika Tanah–tanah mempunyai beberapa
karakteristik yang terbagi dalam tiga kelompok diantaranya adalah
sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi. Sifat fisik tanah antara lain
adalah tekstur, permeabilitas, infiltrasi, dll. Setiap jenis tanah
memiliki sifat fisik tanah yang berbeda. Usaha untuk memperbaiki
kesuburan tanah tidak hanya terhadap perbaikan sifat kimia dan
biologi tanah tetapi juga perbaikan sifat fisik tanah. Perbaikan
keadaan fisik tanah dapat dilakukan dengan pengolahan tanah,
perbaikan struktur tanah dan meningkatkan kandungan bahan
organik tanah. Selain itu sifat fisik tanah sangat mempengaruhi
pertumbuhan dan produksi tanaman. Kondisi fisik tanah
menentukan penetrasi akar dalam tanah, retensi air, drainase, aerasi
dan nutrisi tanaman. Sifat fisik tanah juga mempengaruhi sifat
kimia dan biologi tanah.

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


4

Sifat fisik tanah meliputi :


 Tekstur tanah
Tanah terdiri dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran dan
bentuk. Bagian tanaha yang berukuran lebih dari 2 mm
disebut bahan kasar (Kerikil sampai batu). Bahan-bahan yang
ukuranya halus dapat dibedakan menjadi pasir (2 mm sampai
50 ), debu (50 sampai 2 ) dan liat (kurang dari ).
Tekstur tanah adalah perbandingan relatif dari ukuran butir
tanah (pasir, debu dan liat) dalam suatu massa tanah.
Tekstur tanah terkadang dapat digunakan sebagai petunjuk
tingkat hancuran, sekaligus umur tanah. Semakin intensif
tingkat hancuran iklim, atau semakin lanjut umut tanah,
kandungan liat cenderung semakin tinggi. Hal ini
berhubunngan dengan tingkat kesuburan tanah tersebut..
Penentuan tekstur tanah dapat dilakukan dengan cara lapang
dan cara laboratorium. Cara lapang yaitu dengan memirid
masa tanah yang sedikit dibasahi diantara telunjuk jari dan ibu
jari. Sedangkan penentuan tekstur tanah di Laboratorium yaitu
dengan metode pipet atas dasar hukum Stokes.
 Struktur tanah
Struktur tanah adalah susunan butir tanah secara alami menjadi
agregat dengan bentuk tertentu dan dibatasi oleh bidang-
bidang. Agregat ini terjadi karena butir-butir pasir, debu dan
liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan
organik, oksida-oksida besi dan lain-lain.
Struktur tanah meliputi :
1. Bentuk dan susunan agregat (Tipe Struktur), yaitu lempeng,
prisma, tiang, sudut, kubus membulat dan gumpal, kersai
atau butir, remah dan tanpa struktur (lepas dan pejal atau
masive).

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


5

2. Ukuran agregat (Kelas Struktur), yaitu berukuran sangat


halus, sedang besar dan sangat besar.
3. Kemantapan agregat (taraf Perkembangan), yaitu lemah,
cukup dan kuat.
Mekanisme granulasi tidak diketahui secara pasti, tetapi
beberapa faktor diketahui mempengaruhi proses granulasi,
yaitu :
1. Pembasahasan dan pengeringan.
2. Pembekuan dan pencairan.
3. Kegiatan fisik akar tumbuhan dan jasad mikro.
4. Pengaruh bahan organik dan bahan buatan jasad mikro.
5. Modifikasi dari kation yang dijerap.
6. Pengolahan tanah.
Tanah dengan struktur baik (granular, remah) mempunyai tata
udara dan air yang baik, unsur-unsur hara lebih mudah tersedia
dan mudah diolah.
 Porositas tanah
Porositas tanah adalah volume tanah terisi air dan udara,
dinyatakan dalam persen.
Nilai lapisan olah tanah berpasir berkisar dari 35% - 50%,
sedangkan tanah berliat antara 40% - 60%.
Ada dua macam ukuran pori tanah, yaitu pori macro dan pori
mikro. Walaupun tidak terdapat perbedaan yang tegas, pori
macro memperlancar gerakan air dan udara, sedangkan pori
mikro menghambat gerakan udara dan gerakan air hanya
dibatasi pada gerakankapiler saja. Pori makro berisi udara atau
air gravitasi dan pori mikro berisi air kapiler atau udara.
Tanah berpasir mempunyai pori makro lebih banyak dari tanah
liat, sehingga sulit menahan air. Sedangkan porositas total atau
ruang pori total tanah berpasir lebih sedikit dibanding tanah

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


6

liat. Hasilnya adalah tanah berpasir mempuyai daya memegang


air yang rendah dari tanah liat.
 Konsistensi tanah
Konsistensi tanah adalah daya tahan atau ketahanan tanah
terhadap pengaruh-pengaruh luar yang akan mengubah
bentuknya. Konsistensi merupakan manifestasi dari gaya-gaya
adhesi dan kohesi yang bekerja dalam tanah pada berbagai
kadar air tanah. Konsistensi tanah sangat penting artinya dalam
praktek pengolahan tanah.
Sifat lepas, aerasi dan drainase baik, serta mudah diolah
merupakan sifat khas tanah berpasir. Sebaliknya tanah
demikian mempunyai kemampuan menjerap air dan unsur hara
yang rendah dan terlalu lepas. Oleh karenanya, tanah demikian
memerlukan granulasi. Satu cara praktis untuk mengatasinya
yaitu dengan penambahan bahan organic. Bahan organic ini
akan bertindak sebagai bahan pengikat dan juga sebagai bahan
yang dapat menjerap air.
Sebaliknya tanah-tanah yang berkadar liat tinggi bersifat
plastis dan mempunyai daya kohesif yang tinggi. Bila diolah
dalam keadaan basah, agregat-agregat tanah akan hancur dan
melumpur. Struktur baru akan terbentuk. Semakin plastis
tanah, makin mudah melumpur. Tanah yang mempunyai daya
plastisitas tinggi akan keras bila mongering. Bila diolah dalam
keadaan kering akan terbentuk bongkah-bongkah yang sukar
membentuk agregat-agregat kecil. Oleh karena itu, pengolahan
tanah harus dilakukan pada saat yang tepat dan granulasi perlu
dirangsang.
Cara penentuan konsistensi tanah dapat dilakukan dalam
keadaan :
Basah (kadar air lebih besar dari kapasitas lapang),
dengan cara memirid tanah diantara telunjuk dan ibu

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


7

jari yaitu untuk meentukan kelekatan (daya adhesi)


dan plastisitas atau kekenyalan (daya kohesi).
Kelekatan tanah digolongkan kedalam tidak lekat,
agak lekat, lekat dan sangat lekat. Sedangkan
plastisitas digolongkan menjadi tidak plastis, agak
plastis, plastis dan sangat plastis.
Lembab (kadar air tanah berada diantara kapasitas
lapang dan titik layu permanen), dengan cara
menekan massa tanah. Dalam keadaan lembab,
konsistensi tanah digolongkan menjadi lepas, sangat
gembur, gembur, teguh dan sangat teguh.
Kering (kadar air tanah lebih besar dari titik layu
permanen), digolongkan menjadi lepas, lemah, agak
keras, keras, sangat keras dan ekstrim keras.

 Air tanah
Dua komponen dasar untuk memahami pentingnya komponen
air dalam tanah, yaitu :
Air ditahan dalam pori tanah dengan daya ikat yang
berbeda-beda tergantung dari jumlah air yang ada
dalam pori
Air bersama-sama dengan garam-garam terlarut
merupakan larutan tanah yang berfungsi sebagai
sumber unsur hara bagi tanaman.
Kuat tidaknya air ditahan oleh tanah menentukan pergerakan
air dan kegunaannya bagi tanaman. Air yang mudah diambil
berada pada pori berukuran sedang. Jika air ini diambil, akan
tertinggal selaput tipis air menyelimuti zarah tanah yang terikat
kuat, sehingga tidak dapat diambil lagi oleh tanaman. Lambat
laun tanaman menjadi layu dan akhirnya mati.

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


8

Persediaan air di dalam tanah sangat tergantung dari


banyaknya curah hujan dan air irigasi, kemampuan tanah
menahan air, besarnya evapotranspirasi dan tingginya muka air
tanah.
 Udara tanah
Udara dan air mengisi pori-pori tanah. Udara mengisi pori
yang tidak ditempati oleh air, biasanya pori makro, sedangkan
air menempati pori mikro. Udara tanah berbeda dengan udara
atmosfer dalam hal :
1. Udara tanah tidak kontinyu
2. Udara tanah lebih banyak mengandung uap air dan
karbondioksida
3. Kadar oksigen udara tanah lebih sedikit disbanding
udara atmosfer.
Tingginya kadar karbondioksida dan uap air, serta sedikitnya
kadar oksigen udara tanah, mungkin disebabkan karena
kegiatan dekomposisi bahan organic atau pernafasan
organisme dalam tanah, atau akar-akar tanaman yang
mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida.
Tata air dan udara (aerasi) tanah mempengaruhi kehidupan
jasad mikro (baik dalam jumlah maupun aktivitasnya) dan
kehidupan tanaman, misalnya pertumbuhan akar, serapan
unsur hara dan air. Aerasi dikatakan buruk bila air berlebih dan
pertukaran gas tidak cukup atau terganggun. (Modul bahan
Kuliah Dasar-dasar Ilmu tahan, oleh Wijaya, Ir., MP tahun
2010)
1.2.4. Suhu
Suhu adalah ukuran energi kinetik yang dihasilkan oleh
aktifitas pergerakan molekul yang dikandung oleh suatu benda dan
biasanya dinyatakan dengan satuan 0C/0F.
Faktor-faktor yang mempengaruhi variasi/fluktuasi suhu :

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


9

Jumlah radiasi yang diterima bumi


Sudut dating reaksi
Jenis permukaan
Warna permukaan
Struktur permukaan serta situasi vegetasi
Pengaruh ketinggian tempat
Angin
Panes laten

Suhu kardinal terdiri dari :


Suhu minimum yaitu batasan suhu terendah yang diinginkan
oleh tanaman untuk tumbuh berkembang dan berproduksi
Suhu maksimum yaitu batasan suhu tertinggi yang diinginkan
oleh tanaman untuk berkembang dan berproduksi
Suhu optimal yaitu suhu terbaik dimana tanaman dapat
melangsungkan proses fisiologis dan memberikan hasil secara
maksimal.

Pengukuran Suhu
Suhu harian
Pengukuran dilakukan setiap jam selama 24 jam, kemudian
dirata-ratakan
Pengukuran dilakukan pada saat suhu maksimum dan suhu
minimum, kemudian dirata-ratakan.
Pengukuran pada pagi, siang dan sore hari dengan perhitungan
2 x suhu pagi+suhu siang+suhu sore)/4
Suhu bulanan
Dengan menjumlahkan rerata harian dalam bulan tersebut,
kemudian dibagi dengan jumlah hari jumlah bulan yang
bersangkutan.

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


10

Suhu tahunan
Dengan menjumlahkan rerata suhu bulanan kemudian dibagi
12.
Pendinginan Adiabatis
Proses adiabatis adalah suatu proses dimana tidak ada panas
yang masuk ataupun keluar pada suatu benda (udara).
Pendinginan adiabatis dingin
Bila suatu massa udara kering bergerak naik secara vertical,
maka suhunya akan turun. Pada keadaan laju perubahan suhu
adalah tetap yaitu 10C/100 meter.

Pendinginan adiabatis basah


Bila udara jenuh naik, udara itu mendingin dengan
pengembangan dan adanya panas laten yang keluar, pada keadaan
ini laju perubahan suhu lebih lambat dari adiabates kering yaitu
0,50C/100 meter.
(http://whandi.net/agroklimatologi.html)
1.2.5. Kelembaban
Kelembaban adalah banyaknya kadar uap air diudara. Udara
atmosfir adalah campuran dari udara kering dan uap air.
Kandungan uap air diudara akan mencapai suatu batas dimana
udara tidak dapat menerima lagi tambahan uap air disebut udara
jenuh.
Kejenuhan udara dapat terjadi :
Bila udara terus ditambah uap airnya
Jika suhu udara turun atau didinginkan
Kandungan uap air diatmosfir dinyatakan
Tekanan uap
Kelembaban spesifik
Kelembaban absolut
Kelembaban relative

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


11

Besaran yang sering dipakai untuk menyatakan kelembaban


udara adalah kelembaban nisbi yang diukur dengan psikometer atau
hygrometer. Kelembaban nisbi berubah sesuai dengan tempat dan
waktu. RH rendah akan menyebabkan intensitas cahaya matahri
yang mencapai permukaan bumi lebih besar sehingga fotosintesis
lebih besar. Perkembangan penyakit lebih tertekan.
(http://whandi.net/agroklimatologi.html)
1.2.6. Ketinggian tempat/relief/topografi
Topografi adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan
objek lain seperti planet, satelit alami (bulan dan sebagainya), dan
asteroid. Dalam pengertian yang lebih luas, topografi tidak hanya
mengenai bentuk permukaan saja, tetapi juga vegetasi dan
pengaruh manusia terhadap lingkungan, dan bahkan kebudayaan
lokal. Topografi umumnya menyuguhkan relief permukaan, model
tiga dimensi, dan identifikasi jenis lahan. Penggunaan kata
topografi dimulai sejak zaman Yunani kuno dan berlanjut hingga
Romawi kuno, sebagai detail dari suatu tempat. Kata itu datang dari
kata Yunani, topos yang berarti tempat, dan graphia yang berarti
tulisan. Objek dari topografi adalah mengenai posisi suatu bagian
dan secara umum menunjuk pada koordinat secara horizontal
seperti garis lintang dan garis bujur, dan secara vertikal yaitu
ketinggian. Mengidentifikasi jenis lahan juga termasuk bagian dari
objek studi ini. Studi topografi dilakukan dengan berbagai alasan,
diantaranya perencanaan militer dan eksplorasi geologi. Untuk
kebutuhkan konstruksi sipil, pekerjaan umum, dan proyek
reklamasi membutuhkan studi topografi yang lebih detail.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Topografi)
Topografi suatu daerah dapat memperceopat atau
menghambat pengaruh gaya-gaya iklim. Daerah yang datar atau
cekung, dimana air menggenang atau tidak mudah menghilang,
pengaruh iklim tidak jel;as dan terbentuknlah tanah berwarna

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


12

kelabu atau banyak mengandung karatan sebagai akibat genangan


air. Di daerah bergelombang drainase tanah lebih baik, sehingga
pengaruh iklim lebih jelas dan pelapukan serta pencucian basa-basa
berjalan lebih cepat. Di daerah-daerah berlereng curam, sehingga
peka terhadap erosi, terbentuklah tanah dangkal, kadar bahan
organik. Sebaliknya pada kaki lereng, sering ditemukan tanah
dengan profil dalam, akibat penimbunan bahan-bahan yang
dihanyutkan dari lereng atasnya. (Modul bahan Kuliah Dasar-
dasar Ilmu tahan, oleh Wijaya, Ir., MP tahun 2010)

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


13

II. BAHAN DAN ALAT


1. Air
2. Tanah organik (kompos)
3. Tanah liat/tanah anorganik
4. Timbangan
5. Ember
6. Polybag
7. Gayung
8. Gelas ukur
9. Stopwatch/pengukur waktu
10. Kertas label
11. Alat tulis

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010

13
14

III. PELAKSANAAN PERCOBAAN EVAPORASI


1. Sediakan 4 buah polybag
2. Beri label pot plastik sesuai dengan perlakuan
3. 2 buah polybag di isi tanah organik dengan berat yang sama (K1 dan K2)
4. 2 buah polybag di isi tanah liat/tanah anorganik dengan berat yang sama
(L1 dan L2)
5. Semua pot di isi air dengan berat yang sama
6. 2 buah polybag diletakkan di dalam ruangan (polybag K1 dan L1)
7. 2 buah polybag diletakkan di lapangan terbuka (polybag K2 dan L2)
8. Timbang semua pot waktu/pukul 09.34, pk. 10.34, pk. 11.34, pk. 12.34,
pk. 13.34, pk. 14.34, pk. 15.34

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010

14
15

IV. HASIL PEMBAHASAN


4.1. Hasil Pecobaan

Tabel 1.
Berat Polybag (Tanah Organik dan Anorganik) yang Diletakkan Dalam
Ruangan

Kode Waktu
No
Polybag 09.34 10.34 11.34 12.34 13.34 14.34 15.34
1 K1 1800 gr 1802,5 gr 1806,5 gr 1803,5 gr 1803,5 gr 1803,5 gr 1801,5 gr
2 L1 1800 gr 1807 gr 1806,5 gr 1803 gr 1903,5 gr 1803,5 gr 1801,5 gr

Table 2.
Berat Polybag (Tanah Oraganik dan Anorganik) yang Diletakkan Di
Lapangan Terbuka
Kode Waktu
No
Polybag 09.34 10.34 11.34 12.34 13.34 14.34 15.34
1 K2 1800 gr 1795 gr 1788,5 gr 1777 gr 1765,8 gr 1753,5 gr 1750,5 gr
2 L2 1800 gr 1799,8 1792,5 gr 1783,5 gr 1775,5 gr 1766,5 gr 1763 gr

4.2. Pembahasan
Proses evaporasi merupakan proses yang melibatkan pindah
panas dan pindah massa secara simultan. Penguapan terjadi karena
cairan mendidih dan berlangsung perubahan fase dari cair menjadi
uap. Proses pindah panas dan pindah masa yang efektif akan
meningkatkan kecepatan evaporasi. Untuk itu perlu dipertimbangkan
kecepatan pindah panas dan jumlah panas yang dibutuhkan (Bertha,
2010).
Hubungan antara luas permukaan dengan kecepatan
evaporasi, yaitu semakin luas permukaan suatu bahan maka akan
semakin besar kecepatan evaporasinya sehingga pengurangan kadar
air yang terjadi juga semakin besar. Karena dengan luas permukaan
Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010

15
16

yang besar, proses konveksi atau proses pemanasan terhadap bahan


akan dengan cepat menyebar sehingga panas yang bersentuhan dengan
bahan semakin menyebar dan akibatnya proses penguapan air akan
semakin cepat terjadi.
Perubahan kandungan air tanah selama pengamatan
dicerminkan berdasarkan penurunan persentase kandungan airnya.
Hingga pukul 15.34, penurunan persentase kandungan air pada tanah
organik lebih besar dibandingkan dengan tanah anorganik. Hal ini
menunjukkan bahwa permukaan tanah organik lebih baik dalam
membentuk mulsa (self mulching) untuk menghambat gerakan air dari
lapisan yang lebih dalam ke permukaan tanah. Sehingga air yang
dievaporasikan lebih banyak yang hanya berada di permukaan tanah.
Secara total kehilangan air pada tanah organik lebih besar
dibandingkan dengan tanah anorganik. Hal yang sarna dikemukakan
oleh Willis dan Bond (1971) serta Cooper (1962).
Tekstur tanah mempengaruhi besarnya evaporasi kumulatif
Dengan demikian kehilangan air pada tanah bertekstur liat
akan lebih lambat dan lebih lama. Ini berarti bahwa air sebenarnya
akan disimpan lebih lama di dalam tanah bertekstur liat dibandingkan
dengan tanah bertekstur liat berdebu.
Keadaan ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Herudjito (1979)
dan Ramaeharlu (1957 dan 1956). faktor yang sangat menentukan
terhadap besarnya evaporasi adalah keadaan tanahnya (Nakano, 1977;
Hillel, 1971).

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010


17

V. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Evaporasi adalah proses pemekatan larutan dengan cara mendidihkan/
menguapkan pelarutnya.
2. Evaporasi lebih cepat terjadi pada tanah organik
3. Faktor-faktor lingkungan sangat menetukan laju evaporasi
4. Semakin luas permukaan suatu bahan maka akan semakin besar
kecepatan evaporasinya.
5. Semakin lama waktu pemanasan maka kecepatan penguapan semakin
tinggi, artinya uap yang dihasilkan semakin besar dan sebaliknya.
6. Semakin rendah konsentrasi larutan maka kecepatan penguapan semakin
tinggi (uap yang dihasilkan semakin besar) dan sebaliknya.

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010

17
18

DAFTAR PUSTAKA

Kartasapoetra, Ance Gunarsih Ir. 2004. Klimatologi Pengaruh Iklim Terhadap


Tanah dan Tanaman. Bumi Aksara. Jakarta.

http://www.docstoc.com/docs/9319433/Evaporasi

http://id.wikipedia.org/wiki/Topografi

http://www.find-docs.com/Faktor-faktor-yang-berpengaruh-terhadap-
Evaporasi~2.html

http://www.membuatblog.web.id/2010/02/sifat-fisika-tanah.html

http://tinniedon2-sifatfisiktanah.blogspot.com/

http://whandi.net/agroklimatologi.html

Wijaya, Ir., MP. 2010. Modul Bahan Kuliah Dasar-dasar Ilmu Tanah. Cirebon.

Created @ Arnadi Arya Danurwenda 2010