Anda di halaman 1dari 36

HIPOTESIS &

UJI HIPOTESIS
DASAR MERUMUSKAN HIPOTESIS

1. Berdasarkan pada teori


2. Berdasarkan penelitian terdahulu
3. Berdasarkan penelitian pendahuluan
4. Berdasarkan penalaran akal-sehat peneliti
PERUMUSAN HIPOTESIS DALAM PENELITIAN

Sumber Masalah
Kehidupan sehari-hari
Teoritis

Teori
Penelitian terdahulu
Penelitian Pendahuluan
Akal sehat

Perumusan Hipotesis

Instrumen penelitian
Variabel, Data

Pengujian Hipotesis

Kesimpulan Dan
Implikasi
MACAM - HIPOTESIS
1.HIPOTESIS DESKRIPTIF
– Pelayanan Rumah sakit XY tidak Memuaskan
– Kinerja Keuangan Bank Z Sangat Baik
– Semangat Kerja Karyawan PT. YS Sangat Tinggi
2.HIPOTESIS KOMPARATIF
– Rumah sakit XY lebih memuaskan dibandingkan pelayanan rumah sakit ZT
– Kinerja keuangan bank A lebih baik dibandingkan dengan kinerja bank B
– Semangat kerja karyawan PT. XY lebih tinggi dibandingkan dengan
semangat kerja PT. AB.
3.HIPOTESIS ASOSIATIF
– Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien
– Jumlah nasabah berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank XY
– Semangat kerja karyawan berpengaruh positif terhadap produktifitas
karyawan.
DALAM SEBUAH PENELITIAN HIPOTESIS DAPAT
DINYATAKAN DALAM BEBERAPA BENTUK

1. Hipotesis Nol
Merupakan hipotesis yang menyatakan hubungan atau
pengaruh antar variabel, sama dengan nol. Atau dengan kata
lain tidak ada perbedaan, tidak ada hubungan atau tidak ada
pengaruh antar variabel.

2. Hipotesis Alternatif
Merupakan hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan,
hubungan atau pengaruh antar variabel tidak sama dengan
nol. Atau dengan kata lain ada perbedaan, ada hubungan atau
ada pengaruh antar variabel (merupakan kebalikan dari
Hipotesis Nol)
Ciri-Ciri Hipotesis Yang Baik:
1. Dinyatakan dalam kalimat yang tegas
– Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktifitas karyawan
(jelas)
– Upah memiliki pengaruh yang kurang berarti terhadap produktifitas
karyawan (tidak jelas)
2. Dapat diuji secara alamiah
– Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktifitas karyawan (dapat
diuji)
– Batu yang belum pernah terlihat oleh mata manusia dapat berkembang biak
(Pada hipotesis ini tidak dapat dibuktikan karena kita tidak dapat
mengumpulkan data tentang batu yang belum terlihat manusia)
3. Landasan dalam merumuskan hipotesis sangat
kuat
– Harga barang berpengaruh negatif terhadap permintaan (memiliki dasar kuat
yaitu teori permintaan dan penawaran)
– Uang saku memiliki pengaruh yang signifikant terhadap jam belajar mahasiswa.
(tidak memiliki dasar kuat)
HIPOTESIS & UJI HIPOTESIS

HIPOTESIS difungsikan sebagai GUIDING


START untuk membangun TEORI
HIPOTESIS ASOSIATIF
• HIPOTESIS NOL (H0) YAITU HIPOTESIS YANG
MENYATAKAN TIDAK ADANYA HUBUNGAN
ANTARA DUA VARIABEL / LEBIH ATAU TIDAK
ADANYA PERBEDAAN ANTARA DUA KELOMPOK /
LEBIH

• HIPOTESIS ALTERNATIF (H1) YAITU HIPOTESIS


YANG MENYATAKAN ADANYA HUBUNGAN
ANTARA DUA VARIABEL/LEBIH ATAU ADANYA
PERBEDAAN ANTARA DUA KELOMPOK / LEBIH
HIPOTESIS
• Jika Rumusan masalah penelitian: “Adakah hubungan antara
jam produksi dengan volume produksi?”

• Maka Hipotesis penelitian seharusnya: “Ada hubungan antara


jam produksi dengan volume produksi”

• Hipotesis Operasionalnya:
– H0: “Tidak ada hubungan jam produksi terhadap volume produksi”
– H1: “Ada hubungan jam produksi terhadap volume produksi”

• Jika setelah dilakukan pengujian, ternyata


– H0 ditolak, artinya penelitian terbukti secara signifikan (empiris)
– H0 diterima, artinya penelitian tidak signifikan secara empiris
Dua jenis kesalahan yang dapat dilakukan oleh
peneliti, yaitu:

• Menolak Hipotesis yang seharusnya diterima.


Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan alpha
(a).

• Menerima Hipotesis yang seharusnya ditolak.


Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan beta
(b)
LIMA LANGKAH UJI HIPOTESIS
1. Merumuskan Hipotesis (H0 dan HA)
2. Menentukan batas kritis (; db) (Tabel Z)
3. Menentukan nilai Z-hitung (ada rumusnya)
4. Pengambilan keputusan
5. Membuat kesimpulan BATAS KRITIS

Zone Penerimaan Ho

ZONE Penolakan Ho

ZONE Penolakan Ho

- z/2 + z/2
0
UJI DUA SISI & UJI SATU SISI
• Uji dua sisi (two tail) digunakan jika parameter
populasi dalam hipotesis dinyatakan sama
dengan (=). (misalnya µ1 = µ2)

• Uji satu sisi (one tail) digunakan jika parameter


populasi dalam hipotesis dinyatakan lebih besar
(>) atau lebih kecil (<). (misalnya µ1 > µ2)
MENENTUKAN BATAS KRITIS

• Perhatikan tingkat signifikansi () yang digunakan.


Misalnya 1%, 5%, atau 10%.
• Untuk uji dua sisi, gunakan /2, dan untuk uji 1 sisi,
gunakan .
• Banyaknya sampel (n) digunakan untuk menentukan
derajat bebas (db).
– Satu sampel: db. = n – 1
– Dua sampel: db. = n1 + n2 – 2
• Nilai Kritis ditentukan menggunakan Tabel t atau Tabel
Z
MENENTUKAN KEPUTUSAN

• Membandingkan antara Nilai t-Hitung dengan


Nilai t-Kritis. Jika |t-hitung| > t-kritis, keputusan
menolak H0. Sebaliknya ….
• Atau menggunakan gambar kurva distribusi
normal. Jika nilai t-hitung berada pada daerah
penolakan H0, maka keputusannya adalah
menolak H0. dan Sebaliknya, ….

Statistika Induktif - Uji Hipotesis 14


UJI DUA SISI

BATAS KRITIS

Penerimaan Ho
Penolakan Ho Penolakan Ho

- z/2 +z/2
0
UJI SATU SISI: SISI KANAN

BATAS KRITIS

Penerimaan Ho Penolakan Ho

0 +z
UJI SATU SISI: SISI KIRI

BATAS KRITIS

Penolakan Ho Penerimaan Ho

- z 0

Statistika Induktif - Uji Hipotesis 17


Uji hipotesis rata-rata, RAGAM
diketahui

Hipotesis :

Uji statistika :
H1:
SALAH SATU DARI METODE PEMBELAJARAN LEBIH UNGGUL
DARIPADA METODE PEMBELAJARAN YANG LAIN

UJI DUA SISI


• H0: μ = μo
• H1: μ ≠ μo

penolakan H0 penolakan H0

daerah penerimaan H0
½α ½α

iii. Hipotesis H0 diterima jika: -z1/2α < z < z1/2 α


H1:
METODE PEMBELAJARAN A LEBIH UNGGUL DARI PADA
METODE PEMBELAJARAN B

UJI SATU SISI (KANAN)


• H0: μ = μo
• H1: μ > μo
(daerah kritis)

penolakan H0

daerah penerimaan H0

iii. Hipotesis H0 diterima jika: z ≤ z α


H1:
DENGAN SISTEM INJEKSI PENGGUNAAN BAHAN BAKAR LEBIH IRIT
DARIPADA SISTEM BIASA

UJI SATU SISI (KIRI)


• H0: μ = μo
• H1: μ < μo
(daerah kritis)
penolakan H0

daerah penerimaan H0
α

Hipotesis H0 diterima jika: z ≥ -zα


Perhitungan Z-hitung:

X − 0
Z =

n
X − 0
Z = jika tidak diketahui
s
n
Contoh Uji Hipotesis
Akan diuji hipotesis:
“Rata-rata tinggi mahasiswa PS AGROTEK adalah 160
cm”.

Jika tingkat signifikansi 5% dan diambil sampel random


100 orang mahasiswa ternyata rata-rata 163.5 cm
dengan deviasi standar 4.8 cm.

Apakah hipotesis ini benar?


Penyelesaian

i. Hipotesis : H 0 :  = 160
H1 :   160
ii. Tingkat signifikansi 0.05
iii. H0 diterima jika

H 0 ditolak jika Z  − Z  atau Z  Z 


2 2

H 0 ditolak jika Z  −1.96 atau Z  1.96


iv. Perhitungan
X − 0 163.5 − 160
Z= = = 7.29
 4.8 / 100
n
v. Karena
Z = 7.29 > 1.96 maka H0 ditolak

Jadi H1 :   160 diterima , rata-rata TB mahasiswa PS


AGROTEK berbeda dari 160 cm .
Uji Hipotesis rata-rata berdistribusi Normal, ragam
tidak diketahui
UJI HIPOTESIS PROPORSI
i. Hipotesis :
a. H 0 : P = P0
H1 : P  P0
b. H 0 : P = P0
H1 : P  P0
c. H 0 : P = P0
H1 : P  P0
ii. Tingkat Signifikansi
iii. Daerah kritis atau batas kritis
iv. Perhitungan :

X
− P0
Z = n
P0 (1 − P0 )
n
Contoh
Seorang petani menyatakan bahwa tanaman
jagungnya berhasil panen 90%. Ternyata dalam
sampel 200 orang petani jagung , tanamannya
berhasil panen hanya 160 orang.

Apakah pernyataan petani tsb benar?


Penyelesaian
i. Hipotesis : H 0 : P = 0.9
H1 : P  0.9
ii. Tingkat signifikansi 0.05
iii. Hipotesis H0 diterima jika: z ≥ -zα
z ≥ -1.64
iv. Hitungan X 160
− P0 − 0.9
Z= n = 200 = −4.717
P0 (1 − P0 ) 0.9(1 − 0.9 )
n 200
Karena z = - 4.717 < -1.64 maka H0 ditolak

Dengan kata lain:


Pernyataan Petani jagung itu tidak benar
UJI HIPOTESIS VARIANS
i. Hipotesis :
• 𝐻𝑜 ∶ 𝜎 2 ≤ 𝜎𝑜2
𝐻𝑎 ∶ 𝜎 2 > 𝜎𝑜2
• 𝐻𝑜 ∶ 𝜎 2 ≥ 𝜎𝑜2
𝐻𝑎 ∶ 𝜎 2 < 𝜎𝑜2
• 𝐻𝑜 ∶ 𝜎 2 = 𝜎𝑜2
𝐻𝑜 ∶ 𝜎 2 ≠ 𝜎𝑜2
ii. Tingkat Signifikansi
iii. Daerah kritis atau batas kritis
iv. Perhitungan :

𝟐
𝒏−𝟏 𝑺 𝟐
𝟐
= 𝝌𝐧−𝟏
𝝈
UJI KESAMAAN DUA VARIANS
i. Hipotesis :

• 𝐻𝑜 ∶ 𝜎12 = 𝜎22
𝐻𝑎 ∶ 𝜎12 ≠ 𝜎22

i. Tingkat Signifikansi
ii. Daerah kritis atau batas kritis
iv. Perhitungan :

𝟐
𝑺𝟏
= 𝒇𝟎
𝑺𝟐𝟐

𝟐 𝟏 𝟐
𝑺𝟏 = ෍ 𝑿𝒊𝟏 − 𝑿𝟏
𝒏𝟏 − 𝟏
𝟐 𝟏 𝟐
𝑺𝟐 = ෍ 𝑿𝒊𝟐 − 𝑿𝟐
𝒏𝟐 − 𝟏
Hipotesis Rata-rata
Seorang petugas penyuluh pertanian mengatakan bahwa
semua petakan sawah di daerah kerjanya berproduksi
dengan produktivitas 10 ton/ha dengan standar deviasi 5.

Seorang mahasiswa ingin membuktikan pernyataan


tersebut. Dari semua petakan sawah yang berproduksi
diambil 40 petakan sebagai sampel dan diperoleh
informasi bahwa sawah tersebut rata-rata berproduksi 9
ton/ha. Dengan tingkat signifikansi () 5%, apakah sampel
sawah tersebut dapat mendukung pernyataan petugas
penyuluh pertanian?

Statistika Induktif - Uji Hipotesis 37

Anda mungkin juga menyukai