SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005

PENGARUH TINGKAT KESULITAN KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI EKO WIDODO LO STIE YKPN ABSTRACT This research tests the influence of a company’s financial distress on its accounting conservatism. The issue of this research is the prediction difference between positive accounting theory and signaling theory about the influence of a company’s financial distress on its accounting conservatism. Sample in this study consists of manufacturing companies that were listed at Jakarta Stock Exchange since 1994 to 2002. Sample consists of 108 companies or 864 observations. This study develops a testing and developing procedure of accounting conservatism instrumental variables by using more accounting conservatism attributes. Hypotheses are examined by using Ordinary Least Squares Regression and Generalized Method of Moments Regression. The results of empirical tests indicate that a company’s financial condition positively influences its accounting conservatism. These support signaling theory prediction. Keyword: conservatism, financial distress, positive accounting theory, signaling theory, intrumental variables LATAR BELAKANG PENELITIAN Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh tingkat kesulitan keuangan perusahaan terhadap konservatisme akuntansi. Isu penelitian ini adalah perbedaan prediksi antara teori akuntansi positif dengan teori signaling mengenai pengaruh tingkat kesulitan keuangan perusahaan terhadap kebijakan konservatisme akuntansi oleh manajer. Teori akuntansi positif memprediksi bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh negatif terhadap tingkat konservatisme akuntansi, sedangkan teori signaling memprediksi bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh positif terhadap tingkat konservatisme akuntansi. Sejak pertengahan tahun 1997, di Indonesia terjadi krisis keuangan yang berlanjut dengan krisis ekonomi. Situasi tersebut sering dianggap sebagai penyebab buruknya kondisi keuangan perusahaan. Manajer perusahaan harus mampu mengatasi semua masalah yang menimpa perusahaan termasuk dampak krisis ekonomi. Dalam krisis ekonomi, terdapat manajer yang berhasil mengatasi dampak krisis ekonomi terhadap perusahaan, tetapi ada juga manajer yang gagal. Manajer yang berkualitas tinggi mampu mengatasi dampak krisis ekonomi terhadap perusahaan, dan sebaliknya. Kegagalan manajer dalam mengatasi dampak krisis ekonomi terhadap perusahaan menunjukkan ketidakcakapan manajer. Oleh karena itu, kondisi keuangan perusahaan yang buruk diakibatkan oleh kualitas manajer yang buruk, bukan oleh dampak krisis ekonomi karena manajer yang berkualitas baik mampu mengatasi masalah apapun yang dihadapi perusahaan, termasuk dampak krisis ekonomi. Dengan menggunakan sampel perusahaan di Amerika Serikat, Whitaker (1999) menemukan bahwa kondisi keuangan perusahaan bermasalah lebih banyak disebabkan oleh manajemen yang buruk daripada kondisi perekonomian yang buruk. Kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah dapat mendorong pemegang saham melakukan penggantian manajer perusahaan, yang kemudian juga dapat menurunkan nilai pasar manajer yang bersangkutan di pasar tenaga kerja. Ancaman

396

SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005

tersebut dapat mendorong manajer untuk mengatur pelaporan laba akuntansi yang merupakan salah satu tolok ukur kinerja manajer. Kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah dapat mendorong manajer mengatur tingkat konservatisme akuntansi. Pemakai laporan keuangan perlu memahami kemungkinan bahwa perubahan laba akuntansi selain dipengaruhi oleh kinerja manajer juga dapat dipengaruhi oleh kebijakan konservatisme akuntansi yang ditempuh oleh manajer. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh tingkat kesulitan keuangan perusahaan terhadap konservatisme akuntansi menarik untuk dilakukan. Tingkat kesulitan keuangan perusahaan dapat mempengaruhi tingkat konservatisme akuntansi. Tingkat konservatisme akuntansi dapat dikategorikan dalam akuntansi konservatif dan akuntansi liberal (Penman, 2001: 561). Masalah keuangan perusahaan dapat memberikan tekanan kepada manajemen perusahaan untuk menggunakan akuntansi liberal. Teori akuntansi positif memprediksi bahwa kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah dapat mendorong manajer untuk mengurangi tingkat konservatisme akuntansi walaupun pemegang saham dan kreditur menghendaki penyelenggaraan akuntansi yang konservatif. Sebaliknya, teori signaling memprediksi bahwa kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah dapat mendorong manajer untuk menaikkan tingkat konservatisme akuntansi. TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Konservatisme Akuntansi Konservatisme akuntansi secara tradisional didefinisi sebagai antisipasi terhadap semua rugi tetapi tidak mengantisipasi laba (Bliss dalam Watts, 2002). Pengantisipasian rugi berarti pengakuan rugi sebelum suatu verifikasi secara hukum dapat dilakukan, dan hal yang sebaliknya dilakukan terhadap laba. Konservatisme akuntansi merupakan asimetri dalam permintaan verifikasi terhadap laba dan rugi. Interpretasi tersebut berarti bahwa semakin besar perbedaan tingkat verifikasi yang diminta terhadap laba dibandingkan terhadap rugi, maka semakin tinggi tingkat konservatisme akuntansi. Akibat perlakuan yang asimetrik terhadap verifikasi laba dan rugi dalam konservatisme akuntansi adalah understatement yang persisten terjadi terhadap nilai aktiva bersih. Pembuat peraturan pasar modal, penyusun standar, dan kalangan akademisi mengkritik konservatisme akuntansi karena konservatisme akuntansi menyebabkan understatement terhadap laba dalam perioda kini yang dapat mengarahkan pada overstatement terhadap laba dalam perioda-perioda berikutnya yang disebabkan oleh understatement terhadap biaya pada perioda tersebut (Watts, 2002). Definisi lain konservatisme akuntansi berdasarkan pada akibat yang ditimbulkan oleh perlakuan yang asimetrik terhadap verifikasi laba dan rugi. Wolk et al. (2001: 144145) mendefinisi konservatisme akuntansi sebagai usaha untuk memilih metoda akuntansi berterima umum yang (a) memperlambat pengakuan revenues, (b) mempercepat pengakuan expenses, (c) merendahkan penilaian aktiva, dan (d) meninggikan penilaian utang. Definisi tersebut mengakibatkan nilai aktiva bersih yang understated secara persisten. Peluang Pemilihan Tingkat Konservatisme Akuntansi oleh Manajemen Pengertian tingkat konservatisme akuntansi dalam penelitian ini adalah tingkat konservatisme akuntansi yang dipilih oleh manajemen dalam menerapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Kerangka dasar SAK memuat karakteristik kualitatif pertimbangan sehat untuk memperoleh kualitas informasi akuntansi yang andal (IAI, 2004). SAK tidak konsisten dalam memilih tingkat konservatisme akuntansi. Karakteristik kualitatif pertimbangan sehat dalam SAK menunjukkan kecenderungan memilih akuntansi netral, bukan akuntansi konservatif maupun akuntansi liberal. Akan tetapi, SAK cenderung pada akuntansi konservatif dalam beberapa PSAK (IAI, 2004) yaitu (1) PSAK No. 57 (Revisi 2000): Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontijensi, dan

397

SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005

Aktiva Kontijensi memperkenankan perusahaan mengakui kewajiban diestimasi di neraca tetapi tidak memberikan peluang pengakuan kemungkinan adanya “aktiva diestimasi”; (2) PSAK No. 13 (1994): Akuntansi untuk Investasi, paragraf 38 menyatakan investasi yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar harus dicatat dalam neraca pada nilai terendah antara biaya dan nilai pasar; (3) PSAK No. 14 (1994): Persediaan, paragraf 38 menyatakan bahwa persediaan diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasian bersih mana yang lebih rendah; (4) PSAK No. 19 (Revisi 2000): Aktiva Tidak Berwujud, paragraf 36 menyatakan bahwa perusahaan tidak boleh mengakui aktiva tidak berujud yang timbul dari riset (atau dari tahap riset pada suatu proyek intern). Pengeluaran untuk riset (atau tahap riset pada suatu proyek intern) diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Paragraf 39 menyatakan suatu aktiva tidak berwujud yang timbul dari pengembangan (atau dari tahap pengembangan pada suatu proyek intern) diakui jika, dan hanya jika, perusahaan dapat memenuhi enam kriteria tertentu; (5) PSAK No. 48 (1998): Penurunan Nilai Aktiva, paragraf 41 menyatakan jika nilai yang diperoleh kembali dari suatu aktiva lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aktiva harus diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. Penurunan tersebut merupakan rugi penurunan nilai aktiva dan harus segera diakui sebagai beban pada laporan laba rugi. SAK masih memberikan peluang bagi manajer perusahaan untuk menyelenggarakan akuntansi liberal atau konservatif dalam beberapa PSAK (IAI, 2004) yaitu (1) PSAK No. 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan tidak mengatur ketentuan mengenai taksiran jumlah piutang yang tidak dapat ditagih, padahal terdapat beberapa cara estimasi kerugian piutang; (2) PSAK No. 13 (1994): Akuntansi untuk Investasi, paragraf 38 menyatakan bahwa biaya (cost) dapat ditentukan berdasarkan FIFO, rata-rata tertimbang, atau LIFO. Nilai pasar dapat ditentukan berdasarkan portofolio agregat, dalam total atau menurut urutan kategori investasi, atau investasi individual, secara konsisten; (3) PSAK No. 14 (1994): Persediaan, paragraf 41 menyatakan bahwa biaya persediaan harus dihitung mengunakan rumus biaya FIFO, ratarata tertimbang, atau LIFO; (4) PSAK No. 16 (1994): Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain, paragraf 33 menjelaskan bahwa masa manfaat aktiva ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan oleh perusahaan. Paragraf 51 menjelaskan bahwa pemilihan metoda penyusutan dan estimasi masa manfaat aktiva adalah masalah pertimbangan; (5) PSAK No.17 (1994): Akuntansi Penyusutan, paragraf 5 menjelaskan bahwa estimasi masa manfaat suatu aktiva yang dapat disusut atau suatu kelompok aktiva serupa yang dapat disusut adalah suatu masalah pertimbangan yang biasanya berdasarkan pengalaman dengan jenis aktiva serupa. Paragraf 15 menyatakan bahwa masa manfaat suatu aktiva yang dapat disusut harus diestimasi setelah mempertimbangkan faktor taksiran aus dan kerusakan fisik, keusangan, dan pembatasan hukum atau lainnya atas penggunaan aktiva; (6) PSAK No. 19 (Revisi 2000): Aktiva Tidak Berwujud, paragraf 58 menyatakan bahwa jumlah yang diamortisasi dari aktiva tidak berwujud harus dialokasikan secara sistematis berdasarkan perkiraan terbaik dari masa manfaatnya. Pada umumnya masa manfaat suatu aktiva tidak berujud tidak akan melebihi 20 tahun sejak tanggal aktiva siap digunakan. Amortisasi harus mulai dihitung saat aktiva siap untuk digunakan. Dengan demikian, manajer mempunyai peluang untuk memilih menyelenggarakan akuntansi liberal atau konservatif, yaitu pada (1) cara estimasi piutang yang tidak dapat ditagih (PSAK No. 1 Revisi tahun 1998); (2) asumsi aliran biaya (cost) investasi jangka pendek (PSAK No. 13 tahun 1994); (3) asumsi aliran biaya (cost) persediaan (PSAK No. 14 tahun 1994); (4) estimasi masa manfaat ekonomi aktiva tetap (PSAK No. 16 tahun 1994, PSAK No. 17 tahun 1994, dan PSAK No. 19 Revisi tahun 2000). Penelitian Empiris terhadap Konservatisme Akuntansi Penelitian empiris konservatisme akuntansi dapat digolongkan berdasarkan penjelasan teoritis. Penelitian Holthausen dan Watts (2001) dan Ahmed et al. 2002 dapat dijelaskan dengan penjelasan pengontrakan. Penjelasan litigasi dapat digunakan untuk menjelaskan

398

SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005

penelitian Basu (1997), Ball et al. (2000), serta Holthausen dan Watts (2001). Penelitian Ball et al. (2000) serta Holthausen dan Watts (2001) juga dapat dijelaskan dengan penjelasan regulasi. Penelitian konservatisme yang menggunakan penjelasan perpajakan belum pernah dilakukan. Bukti empiris penelitian konservatisme akuntansi dan penjelasan yang mendasarinya disajikan dalam table 1.

Penjelasan Konservatisme Akuntansi Pengontrakan

Tabel 1 Penjelasan dan Bukti Empiris Konservatisme Akuntansi
Penelitian Empiris

Temuan Empiris

Holthausen & Watts 2001

Ahmed et al. 2002

Litigasi

Basu 1997

Ball et al. 2000

Holthausen &Watts 2001 Perpajakan Regulasi Belum ada Ball et al. 2000

Holthausen &Watts 2001

Koefisien konservatisme yang signifikan ditemukan pada perioda pra penyusunan standar dan litigasi (1927– 1941) dan perioda penyusunan standar dan litigasi rendah (1954-1966) menunjukkan insentif pengontrakan telah mendorong konservatisme sebelum terjadi peningkatan litigasi pada akhir tahun 1960an Konflik kebijakan dividen yang semakin keras antara pemegang saham dengan kreditur mengakibatkan tingkat konservatisme semakin tinggi, dan semakin tinggi tingkat konservatisme mengakibatkan kos utang menjadi semakin rendah Terdapat peningkatan konservatisme yang signifikan dalam dua perioda pertumbuhan litigasi tinggi dan tidak ada peningkatan konservatisme dalam dua perioda pertumbuhan litigasi rendah yang diteliti Negara-negara dengan tingkat litigasi tinggi mempunyai tingkat konservatisme yang lebih tinggi daripada negara-negara dengan tingkat litigasi rendah Koefisien konservatisme yang signifikan ditemukan pada periodaperioda litigasi tinggi Belum ada Negara-negara dengan tingkat regulasi tinggi mempunyai tingkat konservatisme yang lebih tinggi daripada negara-negara dengan tingkat regulasi rendah Koefisien konservatisme yang signifikan dan cenderung meningkat ditemukan pada perioda-perioda penyusunan standar

399

Pemegang saham dan kreditur berusaha menghindari kelebihan pembayaran kepada manajer dengan meminta penyelenggaraan akuntansi yang konservatif (Watts. tingkat kesulitan keuangan perusahaan yang semakin tinggi akan mendorong manajer untuk mengurangi tingkat konservatisme akuntansi. H1: Tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh negatif terhadap tingkat konservatisme akuntansi. Teori signaling menjelaskan bahwa pemberian sinyal dilakukan oleh manajer untuk mengurangi asimetri informasi. atau agar laba menjadi ukuran yang lebih dapat dipercaya dan tepat waktu mengenai kinerja perusahaan kini daripada laba non-diskresioner. masa kerja terbatas manajer. Teori akuntansi positif memprediksi bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan dapat mempengaruhi tingkat konservatisme akuntansi.SNA VIII Solo. 2002). manajer memberi sinyal dengan menyelenggarakan akuntansi liberal yang tercermin dalam akrual diskresioner positif untuk menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan dan laba perioda kini serta yang akan datang lebih baik daripada yang diimplikasikan oleh laba non-diskresioner perioda kini. dan payoff asimetrik (Watts. Watts dan Zimmerman (1986: 200-221) menggunakan teori keagenan untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku manajemen sehubungan dengan pemilihan prosedur-prosedur akuntansi oleh manajer untuk mencapai tujuan tertentu. dan sebaliknya. Oleh karena itu. 2003a). kewajiban terbatas manajer. Keadaan tersebut dapat memicu pemegang saham melakukan penggantian manajer. Teori akuntansi positif memprediksi bahwa manajer mempunyai kecenderungan menaikkan laba untuk menyembunyikan kinerja buruk. Kecenderungan manajer untuk menaikkan laba dapat didorong oleh adanya empat masalah pengontrakan yaitu informasi asimetrik. tetapi kreditur (dalam kontrak utang) dan pemegang saham (dalam kontrak kompensasi) cenderung meminta manajer menyelenggarakan akuntansi konservatif. Jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Oleh karena itu. Manajer yang mempunyai motivasi signaling mencatat akrual diskresioner —yang merupakan pencerminan konservatisme akuntansi (Basu. 1994. Watts dan Zimmerman membuat tiga hipotesis yaitu hipotesis mengenai program bonus. dan ukuran perusahan.. Jika perusahaan dalam kesulitan keuangan dan mempunyai prospek buruk. rasio utang terhadap ekuitas. 2003a). Berdasarkan penjelasan di atas. Ancaman tersebut dapat mendorong manajer menurunkan tingkat konservatisme akuntansi. 1996) sehingga laba akuntansi menjadi ukuran kinerja yang lebih informatif. Teori signaling menjelaskan bahwa jika kondisi keuangan dan prospek perusahaan baik. Chen dan Cheng. Kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah diakibatkan oleh kualitas manajer yang buruk. manajer memberi sinyal dengan 400 . penelitian ini mengembangkan hipotesis berikut ini. Cara pemikiran tersebut mirip dengan pemikiran bahwa proses akrual dapat membuat laba menjadi ukuran kinerja yang lebih informatif daripada arus kas operasi (Dechow. manajer sebagai agen dapat dianggap akan melanggar kontrak. Prediksi teori signaling. Manajer menyelenggarakan akuntansi konservatif atau akuntansi liberal yang tercermin dalam akrual diskresioner untuk menyampaikan informasi privat mengenai kemampulabaan perusahaan yang akan datang. 1997)— untuk mencerminkan secara lebih baik impak kejadian ekonomi pokok terhadap kinerja perusahaan (Guay et al. 2002. Pada perusahaan yang tidak mempunyai masalah keuangan. yang kemudian dapat menurunkan nilai pasar manajer di pasar tenaga kerja. manajer tidak menghadapi tekanan pelanggaran kontrak sehingga manajer menerapkan akuntansi konservatif untuk menghindari kemungkinan konflik dengan kreditur dan pemegang saham. 15 – 16 September 2005 Pengembangan Hipotesis Pengaruh Tingkat Kesulitan Keuangan terhadap Tingkat Konservatisme Akuntansi Prediksi teori akuntansi positif. secara umum dapat disimpulkan bahwa manajer cenderung menyelenggarakan akuntansi liberal.

H2: Tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh positif terhadap tingkat konservatisme akuntansi. jenis perusahaan adalah perusahaan manufaktur. penelitian ini mengembangkan hipotesis competing berikut ini. Dasar pemikiran utama pembuatan ukuran ini adalah bahwa konservatisme akuntansi merupakan salah satu penyebab adanya akrual diskresioner. Berdasarkan kriteria tersebut. perusahaan terdaftar di BEJ selama perioda 1994 – 2002. Tingkat Kesulitan Keuangan Perusahaan Penelitian ini mendefinisi perusahaan bermasalah keuangan sebagai perusahaan mengarah pada ketidakmampuan dalam memenuhi kewajiban pembayarannya dan atau mengarah pada kebangkrutan. Jumlah observasi penelitian adalah 864 observasi. sampel yang berhasil diperoleh sebanyak 108 perusahaan manufaktur dalam 20 jenis industri manufaktur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metoda purposive random sampling yang merupakan metoda pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa kriteria sebagai berikut: 1. Ukuran Alternatif Konservatisme Akuntansi Penelitian ini berusaha membuat suatu cara pengukuran alternatif konservatisme akuntansi. (2) analisis kesensitifan untuk memilih VIKV atau proksi konservatisme akuntansi yang paling cocok ke dalam model dekomposisi akrual diskresioner (Lampiran 2). Konservatisme akuntansi dapat didefinisi sebagai kecenderungan untuk merendahkan nilai aktiva. Analisis dilakukan terhadap data tahun 1995 – 2002. Data untuk penghitungan indeks tingkat harga Gross National Product diperoleh dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia. selain manajemen laba. meninggikan utang. akrual diskresioner mengandung komponen yang diakibatkan oleh konservatisme akuntansi dan komponen yang diakibatkan oleh manajemen laba. tingkat kesulitan keuangan perusahaan yang semakin tinggi akan mendorong manajer untuk menaikkan tingkat konservatisme akuntansi. Prosedur pembentukan dan pengujian ukuran konservatisme akuntansi meliputi (1) pembuatan variabel instrumental konservatisme akuntansi (VIKV) dilakukan dengan menggunakan 8 proksi (Lampiran 3) yang diduga dapat menangkap konstruk konservatisme berdasarkan definisi konservatisme akuntansi.SNA VIII Solo. dan sebaliknya. Berdasarkan penjelasan di atas. dan mengakui biaya secara lebih cepat. Tingkat konservatisme akuntansi diukur dengan suatu ukuran alternatif konservatisme akuntansi yang dibuat dalam penelitian ini. METODA PENELITIAN Data dan Pengambilan Sampel Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data tahun 1994 diperlukan karena dalam penghitungan akrual diskresioner juga menggunakan data lag 1. yang disajikan dalam Lampiran 6. Penelitian ini mengukur kondisi keuangan perusahaan 401 . Dengan demikian. Oleh karena itu. Indeks tersebut diperlukan untuk menghitung skor prediksi kebangkrutan model Ohlson. (3) uji persistensi VIKV dan proksi konservatisme akuntansi yang cocok dalam model dekomposisi akrual diskresioner. 2. Model dan Variabel Pengujian Penelitian ini menggunakan model Jones (1991) serta model Kang dan Sivaramakrishnan (1995) untuk mengukur akrual diskresioner (Lampiran 1). 15 – 16 September 2005 menyelenggarakan akuntansi konservatif yang tercermin dalam akrual diskresioner negatif untuk menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan dan laba perioda kini serta yang akan datang lebih buruk daripada laba non-diskresioner perioda kini. Data akuntansi diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEJ. mengakui pendapatan secara lebih lambat.

SPO t-1= skor prediksi kebangkrutan model Ohlson tahun t-1 (semakin tinggi nilai skor menunjukkan semakin tinggi probabilitas bangkrut).SNA VIII Solo. Oleh karena itu. 15 – 16 September 2005 dengan menggunakan model Ohlson (1980) (Lampiran 4). perusahaan berukuran besar akan cenderung melaporkan laba rendah secara relatif permanen dengan menyelenggarakan akuntansi konservatif.038. Jika perusahaan berukuran besar mempunyai laba tinggi secara relatif permanen. Kreditur berkepentingan terhadap distribusi aktiva bersih dan laba yang lebih rendah kepada manajer dan pemegang saham sehingga kreditur cenderung meminta manajer untuk menyelenggarakan akuntansi konservatif. Skor probabilitas kebangkrutan model Ohlson (1980) digunakan sebagai proksi tingkat kesulitan keuangan perusahaan oleh Irani (2001). KKP t-1= tingkat kesulitan keuangan perusahaan tahun t-1 (berskala kategorial diukur dengan DSPOt-1 atau berskala metrik dengan SPO t-1). Ukuran perusahaan dapat berpengaruh terhadap tingkat konservatisme akuntansi. Pada perusahaan yang mempunyai utang relatif tinggi. dan Ota (2002). dalam Koch (2002) menyatakan bahwa model original Ohlson (1980) — yang menggunakan koefisien estimasian dengan data tahun 1970an— menunjukkan kinerja keseluruhan yang paling kuat di antara sejumlah model lain yang diuji dalam memprediksi kebangkrutan pada perioda-perioda waktu berikutnya. semakin konservatif). Koch (2002). Keterangan: KSV t= tingkat konservatisme akuntansi diukur dengan VIKV tahun t. LEV t-1= leverage diukur dengan (nilai buku utang jangka panjang tahun t-1 dikurangi nilai buku ekuitas tahun t-1) dibagi aktiva total tahun t-1. Perusahaan yang berukuran besar biasanya lebih diawasi oleh pemerintah dan masyarakat. VIKV t= variabel instrumental konservatisme akuntansi tahun t. Jika konservatisme akuntansi diukur dengan VIKV (semakin tinggi. DSPO t-1= proksi kondisi keuangan perusahaan berupa dummy skor prediksi kebangkrutan model Ohlson tahun t-1 (1 untuk kondisi keuangan bermasalah yaitu jika skor > 0. KSV t= KKP t-1 + LEV t-1 + LAT t-1 + e. Hak lebih besar yang dimiliki kreditur akan mengurangi asimetri informasi di antara kreditur dengan manajer perusahaan. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi Ordinary Least Square (OLS) dan Generalized Method of Moments (GMM) berikut ini. 402 . Jika tingkat konservatisme akuntansi diukur dengan VIKV (semakin tinggi. e= error term Variabel leverage dan ukuran perusahaan merupakan variabel kontrol. LAT t-1= natural log aktiva total tahun t-1 sebagai proksi ukuran perusahaan. Tingkat leverage dapat berpengaruh terhadap tingkat konservatisme akuntansi. Begley et al. dan 0 untuk sebaliknya). Masalah heteroskedastisitas diminimumkan dengan menggunakan regresi GMM. maka pemerintah dapat terdorong untuk menaikkan pajak dan meminta layanan publik yang lebih tinggi kepada perusahaan. semakin konservatif). maka tingkat leverage mempunyai hubungan positif dengan VIKV. Manajer mengalami kesulitan untuk menyembunyikan informasi dari kreditur. ukuran perusahaan mempunyai hubungan positif dengan VIKV. kreditur mempunyai hak lebih besar untuk mengetahui dan mengawasi penyelenggaraan operasi dan akuntansi perusahaan. Model Ohlson adalah model prediksi kebangkrutan dengan analisis regresi logit yang dapat diaplikasikan untuk menggolongkan suatu perusahaan apakah mempunyai masalah keuangan atau tidak.

19 Revisi tahun 2000: Aktiva Tidak Berwujud). Tahap 3 adalah uji persistensi terhadap 11 VIKV dan 1 proksi KSV menghasilkan 2 VIKV terbaik yaitu VIKV2_21 dan VIKV2_23 (Lampiran 5 Tabel L4). VIKV2_23 adalah VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen kelebihan laba kena pajak di atas laba sebelum pajak penghasilan dibagi aktiva total tahun t-1 (LBKNBLPJ) dan hanya memasukkan proksi KSV yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. 15 – 16 September 2005 ANALISIS HASIL PENELITIAN Hasil Pembentukan dan Pengujian Variabel Instrumental Konservatisme Akuntansi dan Proksi Hasil pembentukan dan pengujian VIKV dan proksi konservatisme akuntansi secara lengkap disajikan dalam Lampiran 5. 1. berikut ini. b. 2. PSAK No. ULUDA. a. dan utang lancar selain utang dagang abnormal dibagi aktiva total tahun t-1 (ULUDA). VIKV2_23 merupakan VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dengan variabel independen INVRPDA. 16 tahun 1994: Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain. VIKV2_21 adalah VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen kelebihan harga saham per lembar di atas nilai buku ekuitas per lembar dibagi aktiva per lembar tahun t-1 (PBA) dan hanya memasukkan proksi KSV yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen.17 tahun 1994: Akuntansi Penyusutan. Prosedur pembentukan dan pengujian VIKV dan proksi konservatisme akuntansi memberikan hasil berikut ini. dan biaya depresiasi dan amortisasi abnormal dibagi aktiva total tahun t-1 (DEPA). UDA. Kedua peluang tersebut terakomodasi dalam pembentukan VIKV2_23 yaitu dalam proksi INVRPDA dan DEPA. 1 Revisi tahun 1998: Penyajian Laporan Keuangan) dan estimasi masa manfaat ekonomi aktiva tetap (PSAK No. Statistik Deskiptif Tabel 2 menyajikan variabel-variabel penting dalam penelitian ini. Proksi KSV yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. sedangkan VIKV2_21 hanya menangkap peluang pada cara estimasi piutang tidak dapat ditagih dalam proksi INVRPDA saja. a. Apabila dibandingkan dengan VIKV2_21. b. Tahap 2 adalah analisis kesensitifan VIKV dan proksi KSV sebagai berikut ini. Statistik deskriptif setiap variabel disajikan untuk sampel total dan dua sub sampel berdasarkan kategori tingkat kesulitan keuangan perusahaan. penggunaan VIKV2_23 sebagai pengukur konservatisme akuntansi lebih sesuai dengan peluang manajer untuk memilih akuntansi liberal atau akuntansi konservatif yang dimungkinkan oleh SAK.SNA VIII Solo. yaitu kondisi keuangan perusahaan tidak 403 . Pemilihan regresi-regresi AD untuk analisis kesensitifan: Di antara 8 model regresi terpilih 6 model regresi AD (Lampiran 5 Tabel L2). Peluang tersebut terdapat pada cara estimasi piutang tidak dapat ditagih (PSAK No. 3. utang dagang abnormal dibagi aktiva total tahun t-1 (UDA). dan PSAK No. Proksi KSV yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. Analisis kesensitifan dengan cara memasukkan setiap VIKV dan proksi konservatisme ke dalam model dekomposisi AD: Di antara 24 VIKV dan 8 proksi KSV terpilih 11 VIKV dan 1 proksi KSV (Lampiran 5 Tabel L3). VIKV2_21 merupakan VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dengan variabel independen kebalikan piutang dagang abnormal dibagi aktiva total tahun t-1 (INVRPDA). Tahap 1 adalah pembentukan variabel instrumental konservatisme akuntansi menghasilkan 24 VIKV (Lampiran 5 Tabel L1).

0527 -0.3574 Minimum 1. Rata-rata SPO sub sampel KKP tidak bermasalah adalah 0.4039 23.1300 0. LBKNBLPJ= kelebihan laba kena pajak di atas laba sebelum pajak penghasilan dibagi aktiva total tahun t-1. Deskripsi tersebut menggambarkan bahwa kedua sub sampel menyelenggarakan akuntansi konservatif dan 404 .0376 -0.0373 1.038. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model.6513 -22.1160 0.8217 -0.0280 -0.1694 0.SNA VIII Solo.0027. Sub sampel KKP bermasalah mempunyai nilai rata-rata VIKV2_21 (0. Variabel SPO LAT LEV VIKV2_21 VIKV2_23 Sub Sampel KKP Serdasarkan DSPO Tak bermasalah Bermasalah Total Tak bermasalah Bermasalah Total Tak bermasalah Bermasalah Total Tak bermasalah Bermasalah Total Tak bermasalah Bermasalah Total Tabel 2 Statistik Deskriptif N Rata-Rata 801 63 864 801 63 864 801 63 864 801 63 864 801 63 864 0.4444 -22. SPO= proksi tingkat kesulitan keuangan perusahaan berupa skor prediksi kebangkrutan model Ohlson (semakin tinggi nilai skor menunjukkan semakin tinggi probabilitas bangkrut). PBA= kelebihan harga saham per lembar di atas nilai buku ekuitas per lembar dibagi aktiva per lembar tahun t-1.8650 -0.8840) sedikit lebih tinggi daripada sub sampel KKP bermasalah (26.5729 -0.6239 26.5442 1.4169 0.8217) daripada nilai rata-rata bertanda negatif sub sampel KKP tidak bermasalah (-0. Nilai rata-rata LEV pada sub sampel KKP bermasalah bertanda negatif hampir dua kali lebih besar (-0.038 untuk pengkategorian sebagai KKP bermasalah.2012 0.3952 0.1008 0.3574 0.0246 0.7300 1.4659 1.6513 24.0413 1. VIKV2_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. VIKV2_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. LEV= leverage diukur dengan (nilai buku utang jangka panjang tahun t-1 dikurangi nilai pasar ekuitas tahun t-1)/aktiva total tahun t-1.5368 -1.8840 26.615E-09 0.6239). Pengkategorian tingkat kesulitan keuangan perusahaan dilakukan dengan menggunakan dummy skor prediksi Ohlson.5018.2191 -0.5649 1. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model.4395 0. 15 – 16 September 2005 bermasalah dan kondisi keuangan perusahaan bermasalah.5230 0.0391 26.1150 -0.0859 0.0000 31.1779 0.4478 -0.4478).0308 Maksim um 0.0027 0.0053 0. LAT= natural log aktiva total tahun t-1 sebagai proksi ukuran perusahaan.5368 -0.4770 31.2012 0.6962 1.0000 1.2017 0.6462 29. DSPO= proksi tingkat kesulitan keuangan perusahaan berupa dummy skor prediksi kebangkrutan model Ohlson (1 untuk kondisi keuangan bermasalah yaitu jika skor > 0.0072 0.3956 1.5018 0.2017) dan nilai rata-rata variabel tersebut pada kedua sub sampel adalah positif. Sub sampel KKP tak bermasalah mempunyai nilai rata-rata LAT (26.615E-09 23.4395) yang lebih tinggi daripada sub sampel KKP tidak bermasalah (0. cukup jauh di atas batas bawah 0.5393 1.1149 Keterangan: KKP= tingkat kesulitan keuangan perusahaan.5649 1.4881 1. Nilai rata-rata SPO untuk sub sampel KKP bermasalah cukup besar yaitu 0. dan 0 untuk sebaliknya).1676 1.0288 0.0400 Deviasi Standar 0.

Deskripsi tersebut memberi gambaran bahwa sub sampel KKP bermasalah cenderung menyelenggarakan akuntansi konservatif sedangkan sub sampel KKP tidak bermasalah cenderung menyelenggarakan akuntansi liberal. 15 – 16 September 2005 sub sampel KKP bermasalah menyelenggarakan akuntansi yang lebih konservatif daripada sub sampel KKP tidak bermasalah. Kedua tabel tersebut menunjukkan bahwa semua koefisien variabel tingkat kesulitan keuangan perusahaan (DSPO dan SPO) bertanda positif signifikan.0376) dan bertanda negatif pada sub sampel KKP tak bermasalah (-0. Hasil Pengujian Hipotesis Tabel 3 dan Tabel 4 menyajikan hasil regresi OLS dan regresi GMM dengan variabel dependen masing-masing VIKV2_21 dan VIKV2_23 (yang dihasilkan oleh perosedur pembentukan dan pengujian variabel instrumental dan proksi konservatisme akuntansi pada Lampiran 5).SNA VIII Solo. 405 . Hasil tersebut mendukung hipotesis teori signaling bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh positif terhadap tingkat konservatisme akuntansi.0072). Nilai rata-rata VIKV2_23 bertanda positif pada sub sampel KKP bermasalah (0. Hasil tersebut tidak mendukung hipotesis teori akuntansi positif bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh negatif terhadap tingkat konservatisme akuntansi.

318 7.882 F 56.209 F 57.022 5.614 68.942 -0.080 5.280 0.218 34.238 35.028 7.406 0.169 3.207 5.773 -8. 15 – 16 September 2005 Panel A.224 36.180 0.265 LEVt-1 0.586 -0.740 0.335 8.244 0.064 5.185 7. R2 0.514 58.411 LAT t-1 0. R2 0.567 406 .205 35.344 N 756 756 756 756 N 756 756 756 756 N 864 864 864 864 N 864 864 864 864 ? 0.138 LAT t-1 + 0.419 Intersep -0.360 10.373 -3.032 8.238 10.245 0.152 0.097 0.088 0.372 11.190 0.760 DSPOt 0.254 0.649 -6.774 -0.993 SPO t 0.596 0.277 7.798 69.183 0.114 0.043 0.SNA VIII Solo. R2 0.185 0.059 0.061 2.202 34.855 F 86.117 8.085 0.707 112.201 0.537 -5.219 69.190 8.063 4.083 1.675 -6.006 97.036 10.583 0.099 0.420 0.840 0.239 0.240 35.082 5.061 Tabel 3 Penguji Hipotesis dengan Menggunakan OLSa LEVt-1 + 0. Variabel dependen: VIKV2_21 Intersep DSPOt-1 Prediksi tanda Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t Koefisien Nilai t ? -0.216 33.149 6.982 67.022 5.104 8.760 -8.108 3.201 8.192 0.227 36.077 0.070 0.036 10.715 LEV t-1 0.028 7.183 0.256 Adj.247 11.212 0.362 -3.850 LEV t-1 0.576 118.291 LAT t-1 0.976 0.845 0.036 F 91.630 0.196 Intersep -0.105 8.153 Adj.760 120.636 SPO t-1 0. R2 0.563 103.889 0.242 Intersep -0.151 Adj.178 -0.732 0.116 8.230 0.590 0.397 0.529 -5.624 LAT t-1 0.961 115.212 63.155 0.120 0.217 Adj.

268 6 Koefisien -0.148 70 Koefisien -0. 15 – 16 September 2005 Panel B.069 0.843 3.152 46.059 8.207 113.001 0.544 7. VIKV2_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen.453 2. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model.153 69. PBA= kelebihan harga saham per lembar di atas nilai buku ekuitas per lembar dibagi aktiva per lembar tahun t-1.200 72.436 61 Koefisien -0.100 43.457 6 Koefisien -0.47 756 Nilai t -3.74 756 Nilai t -4.088 73.060 0.003 0.000 0.037 2 Intersep LAT t-1 Adj.038.74 756 Nilai t -0.003 0. DSPO t-1= proksi tingkat kesulitan keuangan perusahaan berupa dummy skor prediksi kebangkrutan model Ohlson tahun t-1 (1 untuk kondisi keuangan bermasalah jika skor > 0.726 2.283 8 a Korelasi tertinggi di antara variabel-variabel independen adalah 0.56 864 Nilai t -2.071 7.142 144.02 756 Nilai t -4.5 864 Nilai t -2.197 106.003 0.041 0.003 0. Tabel 3 (Lanjutan) 407 .668 12.577 4 Koefisien -0.972 3.015 0.004 0.015 0.061 0.242 8.046 0.035 0.082 0.283 8.596 8.043 0.037 0.043 5.309 7.068 0.210 77. R2 F N DSPOt-1 Koefisien -0.832 8 Intersep LEVt-1 LAT t-1 Adj. LBKNBLPJ= kelebihan laba kena pajak di atas laba sebelum pajak penghasilan dibagi aktiva total tahun t-1.339 7.155 47.003 0. R2 F N LEV t-1 SPO t-1 Koefisien -0.4 864 Nilai t -6.010 0.966 8.620 11.019 0.218 7.839 12.14 864 Nilai t -5.009 18 Koefisien -0.095 0.004 0.SNA VIII Solo.35 756 Nilai t -4.075 0.498 2.082 68.2 864 Nilai t -7.685 6 Koefisien -0.001 0.679 10 Koefisien -0.72 864 Nilai t -2.136 136.28 864 Nilai t -5.017 0. R2 F N DSPOt Koefisien -0. Variabel dependen: VIKV2_23 Intersep LEVt-1 LAT t-1 Adj.015 0.156 70.648 4.610 0.019 0.416 6 Intersep LAT t-1 Adj.048 8.23 756 Nilai t -0. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model.089 6. dan 0 untuk sebaliknya).739 2.007 0.016 0.906 6.001 0.019 0.162 84.030 0.043 0.000 0.775 8.842 6.431 5.005 0.023 0.5 864 Nilai t -3.08 756 Nilai t -0.098 0.194 7 Koefisien -0.007 0.019 0. R2 F N LEV t-1 SPO t Koefisien -0.058 7 Koefisien -0. Keterangan: VIKV2_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen.104 44.047 0.032 0.017 0.631 3.045 0.021 0.548 6.013 0.572 7 Koefisien -0.476 (antara SPOt dengan LEVt1).09 756 Nilai t -0.077 0.001 0.170 89.150 6 Koefisien -0.177 12.

169 Nilai t -3.209 N 756 756 756 756 N 756 756 756 756 N 864 864 864 864 N 864 864 864 864 408 .760 0.238 Nilai t 33.290 8.117 8.529 0.155 0.757 0.063 5.151 Adj.723 13.153 Adj.197 13.272 4.309 0.216 0.105 8.104 9.238 0.224 0.628 Koefisien -0.022 5.077 0.740 0.217 Adj.061 Nilai t 39. R2 0.360 Nilai t 34.036 10.919 Koefisien 0.709 Koefisien 0.227 0.032 8.321 Koefisien -0.735 Koefisien 0.124 9.909 LAT t-1 + 0.006 0.318 Nilai t 33.070 0.180 0.362 0.183 0.083 Nilai t 40. Variabel dependen: VIKV2_21 Intersep DSPOt-1 Prediksi tanda ? ? Koefisien -0.028 8. LAT t-1= natural log aktiva total tahun t-1 sebagai proksi ukuran perusahaan.230 0.202 0.487 10.251 Koefisien 0.121 Koefisien -0.082 5.720 LAT t-1 0.514 8.239 0. PBA= kelebihan harga saham per lembar di atas nilai buku ekuitas per lembar dibagi aktiva per lembar tahun t-1.207 Nilai t 41.190 Nilai t -5.173 2.586 Koefisien 0.675 0. LEV t-1= leverage diukur dengan (nilai buku utang jangka panjang tahun t-1 dikurangi nilai buku ekuitas tahun t-1)/aktiva total tahun t-1.185 Nilai t 33. R2 0.192 0. R2 0.240 0.955 0.080 5.120 0.374 LAT t-1 0.338 0.347 LEVt-1 0.SNA VIII Solo.205 0.108 Nilai t -3.649 0.183 0.537 0.679 Intersep SPO t-1 Koefisien -0.683 15.611 LAT t-1 0.800 LEV t-1 0.201 Nilai t -6.036 10.218 0.046 14. 15 – 16 September 2005 SPO t-1= proksi tingkat kesulitan keuangan perusahaan berupa skor prediksi kebangkrutan model Ohlson tahun t-1 (semakin tinggi nilai skor menunjukkan semakin tinggi probabilitas bangkrut).265 0.022 5.028 7.335 Nilai t -6.103 LEV t-1 0.261 10.277 Nilai t -5.547 Tabel 4 Penguji Hipotesis dengan Menggunakan GMMa LEVt-1 + 0.114 0. R2 0.773 0.010 Koefisien 0.100 2.373 0.116 8.545 Intersep SPO t Koefisien -0.247 Nilai t -8.064 5.208 Koefisien -0.149 Nilai t 40.125 3.522 Adj.601 0.463 Intersep DSPOt Koefisien -0.919 9.152 0.322 Koefisien 0.048 9.906 Koefisien 0.128 8.327 Nilai t -8. Panel A.033 8.

983 9.019 0.589 10. dan 0 untuk sebaliknya).100 756 Nilai t -3.925 9.003 Intersep LAT t-1 Adj.100 Koefisien -0.156 756 Nilai t -1.249 8.001 0.142 864 Nilai t -7.570 7.544 3.111 13.047 13.982 8.030 0.003 0.380 3.207 864 Nilai t -3.000 0.082 0.098 0.861 8.001 0.017 0.200 864 Nilai t -1.511 Koefisien -0. DSPO t-1= proksi tingkat kesulitan keuangan perusahaan berupa dummy skor prediksi kebangkrutan model Ohlson tahun t-1 (1 untuk kondisi keuangan bermasalah yaitu skor > 0.501 8.007 0.077 0.000 0.641 Koefisien -0.430 2.153 756 Nilai t -0.001 0.197 864 Nilai t -3.397 1. R2 N LEV t-1 SPO t-1 Koefisien -0.005 0.170 864 Nilai t -5.577 14.061 0.796 4.003 0. Tabel 4 (Lanjutan) 409 .050 3.043 0.890 Koefisien -0.035 0.136 864 Nilai t -6.041 0. VIKV2_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen.621 Intersep LAT t-1 Adj.019 0.003 0.227 Koefisien -0.550 3.019 0.405 Koefisien -0.095 0.001 0.870 a Korelasi tertinggi di antara variabel-variabel independen adalah 0.046 0.007 0.808 2.016 0.980 Koefisien -0.104 756 Nilai t -3.131 1.426 7. 15 – 16 September 2005 Panel B.SNA VIII Solo.037 0.023 0.200 Koefisien -0.713 8.162 864 Nilai t -5. PBA= kelebihan harga saham per lembar di atas nilai buku ekuitas per lembar dibagi aktiva per lembar tahun t-1. R2 N LEV t-1 SPO t Koefisien -0.416 Intersep LEVt-1 LAT t-1 Adj.043 0.476 (antara SPOt dengan LEVt1).210 864 Nilai t -2.859 Koefisien -0. R2 N DSPOt Koefisien -0.082 756 Nilai t -4.032 0.045 0.206 13.004 0.088 756 Nilai t -3.017 0.646 Koefisien -0.993 0. LBKNBLPJ= kelebihan laba kena pajak di atas laba sebelum pajak penghasilan dibagi aktiva total tahun t-1.013 0. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model.810 6.132 9.135 Koefisien -0.015 0.608 8.003 0. R2 N DSPOt-1 Koefisien -0.060 0.068 0.155 756 Nilai t -0.019 0.906 Koefisien -0.827 5.964 8.003 0. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model.038.482 0. Keterangan: VIKV2_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen.021 0.540 7.015 0.152 756 Nilai t -0. Variabel dependen: VIKV2_23 Intersep LEVt-1 LAT t-1 Adj.048 0.004 0.010 0.069 0.094 10.015 0.

Penelitian ini mengalami kesulitan untuk meneliti pengaruh suatu peristiwa yang mengakibatkan suatu kondisi keuangan tertentu terhadap kebijakan konservatisme akuntansi yang terjadi pada tahun yang sama. sehingga reliabilitasnya diragukan. sedangkan variabel yang lain merekam kondisi keuangan perusahaan pada tahun t. Simpulan ini mendukung prediksi teori signaling mengenai pengaruh tingkat kesulitan keuangan terhadap tingkat konservatisme akuntansi. 2. Situasi seperti ini diharapkan dapat terekam oleh variabel-variabel lain dalam model Ohlson. dan (2) CHINit= (laba bersih tahun t – laba bersih tahun t-1) dibagi jumlah nilai absolut laba bersih tahun t ditambah nilai absolut laba bersih tahun t-1. KETERBATASAN PENELITIAN Keterbatasan penelitian ini disajikan sebagai berikut: 1. KKP menjadi bermasalah) yang kemudian diikuti oleh kebijakan konservatisme akuntansi tertentu yang terjadi pada tahun yang sama.SNA VIII Solo. dan 0 untuk sebaliknya. Koefisien regresi DSPOt lebih besar daripada DSPOt-1 dan koefisien SPOt lebih besar daripada SPOt-1 menunjukkan bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan pada tahun t mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap tingkat konservatisme akuntansi daripada tingkat kesulitan keuangan pada tahun t-1. LEV t-1= leverage diukur dengan (nilai buku utang jangka panjang tahun t-1 dikurangi nilai buku ekuitas tahun t-1)/aktiva total tahun t-1. Penggunaan data laporan keuangan triwulanan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu. Kedua variabel tersebut merekam kondisi keuangan perusahaan pada tahun t-1 dan tahun t. Tabel 3 maupun tabel 4 menunjukkan bahwa semua koefisien leverage tahun t-1 bertanda positif signifikan. Ukuran sampel perusahan delisting yang kecil di Bursa Efek Jakarta menyulitkan pembuatan suatu model penentuan kondisi keuangan perusahaan secara spesifik dalam penelitian ini. Penelitian ini mengalami kesulitan untuk meneliti pengaruh suatu peristiwa yang mengakibatkan suatu kondisi keuangan tertentu (misalnya. 1 jika laba bersih negatif untuk dua tahun terakhir. 15 – 16 September 2005 SPO t-1= proksi tingkat kesulitan keuangan perusahaan berupa skor prediksi kebangkrutan model Ohlson tahun t-1 (semakin tinggi nilai skor menunjukkan semakin tinggi probabilitas bangkrut). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat leverage berpengaruh positif terhadap kebijakan tingkat konservatisme akuntansi yang dibuat oleh manajer. SIMPULAN Hasil penelitian ini memberikan simpulan bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh positif terhadap kebijakan tingkat konservatisme akuntansi yang dibuat oleh manajer perusahaan. Penelitian ini menggunakan model Ohlson untuk menentukan apakah tingkat kesulitan keuangan perusahaan. 410 . Kedua tabel tersebut juga menunjukkan bahwa semua koefisien ukuran perusahaan tahun t-1 bertanda positif dan sebagian besar signifikan. DISKUSI Salah satu kondisi yang harus dipenuhi dalam uji pengaruh adalah variabel independen terjadi sebelum variabel dependen. kriteria bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan (variabel independen) telah terjadi sebelum kebijakan tingkat konservatisme akuntansi (variabel dependen) dapat dipenuhi. tetapi laporan keuangan triwulanan biasanya tidak diaudit oleh akuntan publik. Pengukuran tingkat kesulitan keuangan perusahaan dengan model Ohlson menggunakan beberapa variabel yang menggunakan periode waktu sebelumnya yaitu: (1) INTWOit= variabel dummy. LAT t-1= natural log aktiva total tahun t-1 sebagai proksi ukuran perusahaan. selain kedua variabel tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap tingkat konservatisme akuntansi.

M. dan D.L.” Working Paper. 1997. 2004.S..E. Kothari. Beaver. 1. dan Q.” Journal of Accounting Research. 77: 867-890. 2001. Guay.M. J. Sivaramakrishnan. 1992. Peningkatan jumlah perusahaan delisting pada masa yang akan datang akan sampai pada jumlah yang cukup untuk pembuatan model tingkat kesulitan keuangan perusahaan di Indonesia secara memadai yang dapat dibandingkan keakuratannya dengan model-model yang sudah ada dalam penelitian-penelitian sebelumnya. 2. 1991. Reinmuth. “Issues in Testing Earnings Management and an Instrumental Variable Approach.” Journal of Accounting and Economics. 1995. Carnegie Mellon Univesity. M.. Robin. 2002.SNA VIII Solo.” The Accounting Review.” Journal of Accounting and Economics. University of Chicago dan University of Winconsin-Madison. dan R. “Abnormal Accrual-Based Anomaly and Managers’ Motivations to Record Abnormal Accruals. K.A. dan H.” Journal of Accounting Research. “Accounting Earnings and Cash Flows as Measures of Firm Performance: The Role of Accounting Accruals.L. R. 15 – 16 September 2005 SARAN Penelitian-penelitian berikutnya yang sebaiknya dilakukan adalah berikut ini. 29: 193-228.L. A. R. 31: 3-75. “Statistics for Management and Economics. Irani. S. 18: 3-42.” Journal of Accounting Research. P. 33: 353-367. Holthausen.” Journal of Accounting and Economics. dan A. Cheng. “Earnings Management during Import Relief Investigation. A. J. “Does the Stock Market Know the Systematic Bias in Management Earnings Forecast?: Empirical Evidence from Japan. S.. Basu. 2002.P. “Financial Ratios and the Probabilistic Prediction of Bankruptcy. 18: 109-131.W. 34: 83-105. REFERENSI Ahmed. 2001. Ota. Berenson.S. “The Role of Accounting Conservatism in Mitigating Bondholder-Shareholder Conflicts over Dividend Policy and in Reducing Debt Costs. Belmont: Wadsworth Publishing Company. B. Billings. Jones. Chen.” Working paper. Watts. 1994. 1996.” Jakarta: Penerbit Salemba Empat. 2000. “The Effect of International Institutional Factors on Properties of Accounting Earnings. Kang. Mendenhall.” Working Paper. Ketersediaan data laporan keuangan triwulanan yang diaudit oleh akuntan publik pada masa yang akan datang akan memungkinkan suatu penelitian mengenai pengaruh tingkat kesulitan keuangan perusahaan terhadap kebijakan konservatisme akuntansi secara lebih cermat.S. Kothari. W.” Fifth Edition. “Financial Distress and the Credibility of Management Earnings Forecasts.1980.” Seventh Edition. dan R. dan R. “A Market-Based Evaluation of Abnormal Accrual Models. Dechow. Englewood Cliffs: Prentice Hall.M. 2002. Harris.” Working Paper.P. Ball.. “The Relevance of Value-Relevance Literature for Financial Accounting Standard Setting. Koch. 24: 3-37.J. A. W. J. S. Kansai University Graduate School. Inc. 2002. University of New Hampshire.R.J. Watts. S. 29: 1-51. “The Conservatism Principle and the Asymmetric Timeliness of Earnings. Ohlson .” Journal of Accounting Research. “Standar Akuntansi Keuangan: Per 1 Oktober 2004. “Management Earnings Forecast Bias and Insider Trading: Comparison of Distressed and Non-distressed Firms.M Levine. 1993.” Journal of Accounting and Economics. X. Ikatan Akuntan Indonesia. “Basic Business Statistics: Concepts and Applications. 411 . Morton. dan R.

Tearney. Watts.” Fifth Edition.P.G. R. 2001. Inc. M. 2003a. “The Early Stages of Financial Distress. “Accounting Theory: A Conceptual and Institutional Approach. R. ”Conservatism in Accounting.L. Watts. “Financial Statement Analysis and Security Valuation.. 2002.” Journal of Economics and Finance.I.” New Jersey: Prentice-Hall. 2001. Wolk. Ohio: South-Western College Publishing.L.L. 1999.” Working Paper. Zimmerman. R.B. Dodd. “Conservatism in Accounting Part I: Explanations and Implications.L.” Working Paper. 15 – 16 September 2005 Penman. 1986. Whitaker. Watts. 412 . University of Rochester. 23: 123-133. University of Rochester. R. H.SNA VIII Solo. H.L. dan J.” Singapore: McGraw-Hill Book Co. dan J. “Positive Accounting Theory.

15 – 16 September 2005 Lampiran 1 Pengukuran Akrual Diskresioner Model Jones (1991). sebagai berikut: ADi.t-1) + 2( 2EXPi.t/Ai. sebagai berikut: ANDi.t-1 = (1/Ai. CLi.t-1) + 3( 3GPPEi.t /Ai. DEPi. yang diestimasi dengan model sebagai berikut: TAi.t dengan: 1 = ARTi.t-1/EXPi.t-1) + 3( 3GPPEi.t-1. AND didefinisi sebagai fitted value dari persamaan di atas.t – CASHi. GPPEi.t/Ai.t /Ai. AD didefinisi sebagai residual dari persamaan di atas. AND didefinisi sebagai fitted value dari persamaan di atas.t = akrual diskresioner perusahaan ke i pada tahun ke t.t/Ai.t /Ai.t-1. CAi. CASHi.t) + 1( REVi. CLi.t. Ait = aktiva total tahun t. DEPi. Ai.t-1) + i.t) + 1( REVi.t-1)]. Keterangan: TAi.t = utang lancar perusahaan i pada tahun t.t = aktiva lancar perusahaan i pada tahun t. GPPEit = aktiva tetap bruto perusahaan ke i pada tahun ke t.t/Ai. sebagai berikut: ADi.t = aktiva lancar perusahaan i pada tahun t.t-1) + 2(GPPEi.t-1) + 2( 2EXPi. CAi.t – DEPi.t = kas perusahaan i pada tahun t.t = TAi. REVi.t /Ai.t = CAi.t.t = TAi.t-1 = aktiva lancar – piutang dagang – kas – utang lancar perusahaan i pada tahun t-1.t-1) + 2(GPPEi.t-1) + i. Model Kang dan Sivaramakrishnan (KS) (1995). 413 .t-1).t-1= 0 + 1( 1REVt /Ai.t = 0 + 1( 1REVt /Ai. ADi.t-1.t-1/REVi.t = utang lancar perusahaan i pada tahun t.t-1) + 2(GPPEi. EXPi.t – CLi. Model Jones memandang bahwa akrual non-diskresioner (AND) merupakan suatu fungsi dari perubahan pendapatan dan tingkat aktiva tetap. AD didefinisi sebagai residual dari persamaan di atas.t = pendapatan perusahaan ke i pada tahun ke t dikurangi pendapatan pada tahun ke t-1.t-1) + 2( 2EXPi.t – CASHi. 3 = DEPi. REVi.t) + 1( REVi.t.t – DEPi.t-1 = akrual total perusahaan ke i pada tahun ke t. OCALi. 2 = OCALi.t = pendapatan perusahaan ke i pada tahun ke t.t = kas perusahaan i pada tahun t. it = error term perusahaan ke i pada tahun ke t.t /Ai.t-1 = aktiva total perusahaan ke i pada tahun ke t-1.t-1 = piutang dagang perusahaan i pada tahun t-1.t-1)].t –CLi.t/Ai.t /Ai.t = aktiva tetap bruto perusahaan i pada tahun t.t-1 – [ (1/Ai.t = (1/Ai. ANDit = akrual non-diskresioner perusahaan ke i pada tahun ke t.SNA VIII Solo. Keterangan: ACCBit = saldo akrual = CAi.t-1 – [ 0 + 1( 1REVt /Ai. 2000). sebagai berikut: ANDi. Model KS disajikan sebagai berikut: ACCBi.t /Ai.t /Ai.t-1/GPPEi.t-1).t-1 = biaya depresiasi dan amortisasi perusahaan i pada tahun t-1. CASHi. TAi.t /Ai.t/Ai. ARTi.t/Ai.t = biaya depresiasi dan amortisasi perusahaan i pada tahun t.t-1= penjualan bersih – laba operasi – biaya depresiasi perusahaan i pada tahun t (Thomas dan Zhang.t-1) + 3( 3GPPEi.

0 untuk sebaliknya. 2002). 2002). komponen akrual abnormal yang diakibatkan oleh non-manajemen laba oportunistik. EACEPS= perubahan laba sebelum dimanipulasi diukur dengan laba sebelum akrual diskresioner dikurangi laba yang dilaporkan tahun sebelumnya. LEV= leverage diukur dengan (nilai buku utang jangka panjang tahun t-1 dikurangi nilai pasar ekuitas tahun t-1)/aktiva total tahun t-1 (Chen dan Cheng. DEACEPS= 1 jika EACEPS berada dalam satu deviasi standar sekitar median. 2002 menggunakan nilai buku utang jangka panjang terhadap nilai pasar ekuitas). DEAEPS= 1 jika EAEPS berada dalam satu deviasi standar di sekitar median. 0 untuk sebaliknya. 2002). EAEPS= laba sebelum dimanipulasi diukur dengan laba sebelum akrual diskresioner. 2002). Chen dan Cheng (2002) menghipotesiskan akrual abnormal (akrual diskresioner) terdiri atas: 1. 414 . VIKV= variabel instrumental tingkat konservatisme akuntansi. EACEPS* DEACEPS dimasukkan untuk mengendalikan non-linieritas insentif manajer untuk menghindari penurunan laba (Chen dan Cheng. Spesifikasi model yang digunakan untuk mendekomposisi akrual diskresioner dalam penelitian ini adalah: AD = 0 + 1VIKV + 2KKP + 3EACEPS + 4DEACEPS + 5EACEPS*DEACEPS + 6EAEPS + 7DEAEPS + 8EAEPS*DEAEPS + 9LAT + 10LEV + Keterangan: AD= akrual diskresioner dideflasi dengan aktiva total awal perioda. dideflasi dengan aktiva per saham awal perioda (Chen dan Cheng. KKP= tingkat kesulitan keuangan perusahaan. LAT = natural log aktiva total tahun t-1 sebagai proksi ukuran perusahaan (Chen dan Cheng. 2002 menggunakan natural log aktiva total tahun t sebagai ukuran perusahaan). komponen akrual abnormal yang diakibatkan oleh manajemen laba oportunistik. 2.SNA VIII Solo. EAEPS* DEAEPS dimasukkan untuk mengendalikan non-linieritas dalam insentif manajer untuk menghindari rugi (Chen dan Cheng. 15 – 16 September 2005 Lampiran 2 Dekomposisi Akrual Diskresioner Akrual diskresioner didekomposisi menjadi komponen yang diakibatkan oleh tingkat konservatisme akuntansi dan komponen yang diakibatkan oleh manajemen laba. dideflasi dengan aktiva per saham awal perioda (Chen dan Cheng.

Definisi tersebut menyarankan penggunaan cumulative earnings discretion sebagai suatu ukuran konservatisme (Qiang. Stober dalam Givoly dan Hayn (2000) menggunakan market to book ratio untuk menguji keberadaan konservatisme akuntansi. INVRANO= akrual operasi – akrual total. Berikut ini adalah proksi-proksi konservatisme yang digunakan dalam penelitian ini yang dirancang agar mempunyai arah yang sama yaitu semakin besar angka proksi yang bersangkutan berarti semakin konservatif. Rasio laba sebelum pajak penghasilan terhadap laba kena pajak penghasilan juga dapat digunakan untuk mengukur konservatisme yaitu semakin rendah rasio ini semakin konservatif. dan sebaliknya. Givoly dan Hayn (2000) membuat definisi deskriptif mengenai konservatisme yaitu suatu kriteria seleksi di antara prinsip-prinsip akuntansi yang mengarah pada minimisasi laba kumulatif yang dilaporkan. Zarowin (1997) menggunakan perbandingan laba akuntansi sebelum pajak terhadap laba kena pajak penghasilan untuk mengukur konservatisme akuntansi. 4. 3. ANO= akrual total – akrual operasi. Piutang dagang abnormal yaitu residuals dari suatu regresi cross-sectional piutang dagang (PDjt) pada perubahan penjualan bersih ( PJLNjt) untuk perusahaan j dalam tahun t. Qiang (2003) menggunakan biaya depresiasi dan amortisasi abnormal sebagai salah satu ukuran konservatisme akuntansi yaitu error term dari suatu regresi cross-sectional biaya depresiasi dan amortisasi (DPjt) pada aktiva tetap (PPEjt) untuk perusahaan j dalam tahun t dalam industri i. Givoly dan Hayn (2000. 1. PBA bertanda positif merupakan indikator penyelenggaraan akuntansi konservatif. dengan menggunakan total aktiva t –1 sebagai deflator (AT) berikut ini: DPjt AT jt −1 = β 1it × PPE jt 1 + β 2it × + ε jt .SNA VIII Solo. 2003). 2002) menggunakan akrual non-operasi untuk mengukur konservatisme akuntansi. dan sebaliknya. INVRPDA dihitung dengan mengkalikan PDA dengan –1. INVPDA bertanda positif menunjukkan penyelenggaraan akuntansi konservatif. 415 . 2. dan sebaliknya. A jt −1 A jt −1 Penelitian ini memakai kebalikan piutang dagang abnormal (INVRPDA) dibagi aktiva total tahun t-1 sebagai proksi tingkat konseravtisme akuntansi. dan sebaliknya. dan sebaliknya. dan sebaliknya. 15 – 16 September 2005 Lampiran 3 Proksi Konservatisme Akuntansi Definisi konservatisme akuntansi digunakan sebagai dasar utama pembuatan proksi konservatisme akuntansi. INVRANO bertanda positif merupakan indikator akuntansi konservatif. a. Qiang (2003) menggunakan estimasi komponen laba abnormal untuk mengukur konservatisme akuntansi. Kebalikan akrual non-operasi dibagi aktiva total tahun t-1. Komponen abnormal. LBKNBLPJ bertanda positif merupakan indikator penyelenggaraan akuntansi konservatif. Kelebihan harga saham per lembar di atas nilai buku ekuitas per lembar dibagi aktiva per lembar tahun t-1 (PBA). Kelebihan laba kena pajak di atas laba sebelum pajak penghasilan dibagi aktiva total tahun t-1 (LBKNBLPJ). Akrual non-operasi (ANO) bertanda positif menunjukkan akuntansi liberal. dan sebaliknya. dengan menggunakan aktiva total t-1 sebagai deflator (A) sebagai berikut: PD jt A jt −1 = β 1it ∆PJLN jt 1 + β 2it + ε jt . AT jt −1 AT jt −1 Penelitian ini mengembangkan beberapa ukuran komponen laba abnormal untuk mengukur konservatisme akuntansi sebagai berikut ini.

Komponen-komponen tersebut dapat bervariasi terhadap penjualan dan biaya operasi. utang komisi. A jt −1 A jt −1 Penelitian ini menggunakan biaya depresiasi dan amortisasi abnormal (DEPA) dibagi aktiva total tahun t-1 sebagai proksi tingkat konservatisme akuntansi. Utang lancar selain utang dagang abnormal yaitu residuals dari suatu regresi cross-sectional utang lancar selain utang dagang [(UL-UD)jt] pada perubahan penjualan bersih ( PJLNjt) untuk perusahaan j dalam tahun t. dengan menggunakan aktiva total t-1 sebagai deflator (A) sebagai berikut: SDN jt A jt −1 = α 1it ∆KBD jt 1 + α 2it + ε jt . A jt −1 A jt −1 Penelitian ini menggunakan kebalikan sediaan abnormal (INVRSDNA) dibagi aktiva total tahun t-1 sebagai proksi konservatisme akuntansi. A jt −1 A jt −1 Penelitian ini menggunakan utang dagang abnormal (UDA) dibagi aktiva total tahun t-1 sebagai proksi tingkat konservatisme akuntansi. dan sebaliknya. Biaya depresiasi dan amortisasi abnormal yaitu residuals dari suatu regresi cross-sectional biaya depresiasi dan amortisasi (DEPjt) pada aktiva tetap bruto (ATBjt) untuk perusahaan j dalam tahun t. utang hadiah. DEPA bertanda positif adalah indikator akuntansi konservatif. Sediaan abnormal yaitu residuals dari suatu regresi cross-sectional sediaan (SDNjt) pada perubahan kos barang dijual ( KBDjt) untuk perusahaan j dalam tahun t. dan sebaliknya. Utang dagang abnormal yaitu residuals dari suatu regresi cross-sectional utang dagang (UDjt) pada perubahan kos barang dijual ( KBDjt) untuk perusahaan j tahun t. e. INVRSDNA bertanda positif menunjukkan penyelenggaraan akuntansi konservatif. Penelitian ini menggunakan utang lancar selain utang dagang abnormal (ULUDA) dibagi aktiva total tahun t-1 sebagai proksi tingkat konservatisme akuntansi. dan sebaliknya. dengan menggunakan aktiva total t-1 sebagai deflator (A) sebagai berikut: DEPjt A jt −1 = γ 1it ATB jt 1 + γ 2it + ε jt . d. 15 – 16 September 2005 b. 416 . A jt −1 A jt −1 Komponen utang lancar selain utang dagang adalah utang pajak pertambahan nilai. UDA bertanda positif menunjukkan penyelenggaraan akuntansi konservatif. INVRSDNA dihitung dengan mengkalikan SDNA dengan –1.SNA VIII Solo. utang kontijensi yang lain. ULUDA bertanda positif menunjukkan penyelenggaraan akuntansi konservatif. dengan menggunakan aktiva total t-1 sebagai deflator (A) sebagai berikut: (UL − UD ) jt A jt −1 = λ1it ∆PJLN jt 1 + λ 2it + ε jt . dengan menggunakan aktiva total t-1 sebagai deflator (A) sebagai berikut: UD jt A jt −1 = δ 1it ∆KBD jt 1 + δ 2it + ε jt . dan biaya lain yang belum dibayar. c. dan sebaliknya.

Jika SPO di atas 0.285INTWOit –1. SIZEit= ln (aktiva total/indeks tingkat harga GNP) pada perusahaan i tahun t. NITAit= (laba bersih/aktiva total) pada perusahaan i tahun t.SNA VIII Solo. 417 . 1980).720OENEGit –0.370 NITAit –1. 1 jika utang total lebih besar daripada aktiva total. WCTAit= (modal kerja/aktiva total) pada perusahaan i tahun t.038 dikategorikan sebagai perusahaan bermasalah keuangan dan jika di bawah 0.830FUTLit + 0. CLCAit= (utang lancar/aktiva lancar) pada perusahaan i tahun t. Nilai cut-off yang digunakan adalah 0. TLTAit= (utang total/aktiva total) pada perusahaan i tahun t. 15 – 16 September 2005 Lampiran 4 Model Ohlson Model original Ohlson (1980) menggunakan model logit sebagai berikut: SPO = [1 + exp(-Yit)]-1 dengan: Yit= -1.521CHINit + .430WCTAit + 0.076CLCAit –2. dan 0 untuk sebaliknya. CHINit= (laba bersih tahun t – laba bersih tahun t-1) / jumlah nilai absolut laba bersih tahun t ditambah nilai absolut laba bersih tahun t-1.407SIZEit + 6. 1 jika laba bersih adalah negatif untuk dua tahun terakhir.038 (Ohlson.038 dikategorikan sebagai perusahaan tidak bermasalah keuangan. OENEGit= variabel dummy.320 + -0. INTWOit= variabel dummy. FUTLit= (arus kas operasi/utang total) pada perusahaan i tahun t.030TLTAit –1. Keterangan: SPO= skor prediksi kebangkrutan model Ohlson (1980) yaitu probabilitas bahwa suatu perusahaan akan mengalami kebangkrutan pada tahun yang akan datang.

Regresi dengan variabel dependen AkrKSi. VIKV2_28. VIKV1_27. Regresi dengan variabel dependen AkrTit/Ai. Berikut ini adalah keenam regresi tersebut. interaksi 5. 5. interaksi 5. AD dihitung dengan delapan variasi regresi yang disajikan dalam Tabel L2. Regresi-regresi yang digunakan untuk membentuk VIKV dengan memasukkan semua proksi konservatisme yaitu proksi-proksi yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan maupun positif tidak signifikan dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif disajikan dalam Tabel L1 Panel A.t-1 dan variabel-variabel independen interaksi 1. interaksi 9. VIKV adalah nilai prediksi dari regresi yang bersangkutan. Tabel L1 di sini Analisis Kesensitifan terhadap Variabel Instrumental Konservatisme Akuntansi Pemilihan regresi-regresi AD untuk analisis kesensitifan. interaksi 2. serta interaksi 3. Regresi dengan variabel dependen AkrKSi. Tabel tersebut menunjukkan terdapat 11 VIKV dan 1 proksi konservatisme yang mempunyai koefisien negatif signifikan yaitu VIKV1_21. 6. Tabel L2 di sini Analisis kesensitifan VIKV dan proksi konservatisme akuntansi.t-1 dan variabel-variabel independen model Jones.t-1 dan variabel-variabel independen interaksi 1. interaksi 6. serta interaksi 3.t/Ai.t-1 dan variabel-variabel independen interaksi 1. interaksi 7. Setiap VIKV yang dibentuk dimasukkan ke dalam model dekomposisi AD (Lampiran ). VIKV2_27. 3. Regresi dengan variabel dependen AkrKSi. Regresi-regresi yang digunakan untuk membentuk VIKV dengan memasukkan proksi-proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun positif tidak signifikan disajikan dalam Tabel L1 Panel C. Hasil analisis kesensitifan VIKV terhadap AD dalam model dekomposisi AD disajikan dalam Tabel L3.SNA VIII Solo. 4. 1.t-1 dan variabel-variabel independen interaksi 1. serta interaksi 3. interaksi 7. VIKV2_23.t/Ai. 418 . VIKV2_21. Regresi dengan variabel dependen AkrTit/Ai. interaksi 6. interaksi 7. serta interaksi 3. interaksi 8. Regresi-regresi yang digunakan untuk membentuk VIKV dengan hanya memasukkan proksi-proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan saja disajikan dalam Tabel L1 Panel B. serta interaksi 3. 15 – 16 September 2005 Hasil Pembentukan dan Konservatisme Akuntansi Lampiran 5 Pengujian Variabel Instrumental dan Proksi Pembentukan Variabel Instrumental Konservatisme Akuntansi Nilai prediksi dari regresi dengan suatu proksi konservatisme akuntansi sebagai variabel dependen dan proksi-proksi konservatisme akuntansi yang lain sebagai variabel-variabel independen digunakan untuk membentuk variabel instrumental konservatisme akuntansi.t/Ai. Setiap VIKV dan setiap proksi konservatisme secara individu akan diuji kesensitifannya dalam model dekomposisi AD dengan menggunakan AD yang dihasilkan oleh keenam regresi tersebut. 2. VIKV3_21. Analisis kesensitifan VIKV akan diterapkan pada AD dari keenam model regresi tersebut.t-1 dan variabel-variabel independen interaksi 1. VIKV1_28. Regresi dengan variabel dependen AkrJit/Ai. interaksi 4. Regresi-regresi tersebut menghasilkan 24 macam VIKV. Tabel L2 menunjukkan terdapat enam regresi yang mempunyai nilai F siginifikan dan koefisien-koefisien regresi yang signifikan. interaksi 6. sedangkan dua regresi lainnya walaupun mempunyai nilai F yang signifikan tetapi mempunyai koefisien regresi yang tidak signifikan (lebih besar dari 10%). interaksi 4. interaksi 2.

dan INVRANO. VIKV3_28. VIKV atau proksi yang menggunakan harga saham yaitu VIKV1_21. VIKV3_23. Walaupun VIKV1_21 (98 perusahaan) sedikit lebih persisten daripada VIKV2_21 (96 perusahaan). yang dapat dibagi dalam dua kategori. VIKV1_27. VIKV1_21 tidak dipilih karena di dalam pembentukannya terdapat koefisien regresi bertanda negatif. VIKV atau proksi yang tidak menggunakan harga saham atau hanya menggunakan data laporan keuangan yaitu VIKV2_23. run test untuk menentukan urutan VIKV atau proksi konservatisme adalah random atau tidak random. VIKV3_28. Tabel L4 di sini 419 . Tabel L4 menunjukkan terdapat beberapa VIKV yang mempunyai tingkat persistensi tinggi yaitu: 1. 15 – 16 September 2005 VIKV3_23. VIKV2_23 dibentuk hanya dengan memasukkan koefisien regresi proksi konservatisme yang tertanda positif signifikan. VIKV2_27. Tabel L3 di sini Uji Persistensi Variabel Instrumental dan Proksi Konservatisme Akuntansi Uji persistensi dilakukan terhadap sebelas VIKV dan satu proksi konservatisme yang dihasilkan oleh analisis kesensitifan dengan menggunakan: 1. VIKV2_28. VIKV3_27. VIKV2_21. Tabel L4 menyajikan hasil uji persistensi terhadap 11 VIKV dan 1 proksi konservatisme akuntansi yang dipilih. VIKV2_21 dipilih sebagai VIKV yang melibatkan harga saham untuk analisis lebih lanjut dalam penelitian ini karena di dalam pembentukannya tidak terdapat koefisien regresi yang bertanda negatif.SNA VIII Solo. yaitu: 1. VIKV1_21 (98 perusahaan) dan VIKV2_21 (96 perusahaan) untuk VIKV atau proksi yang menggunakan harga saham. 2. dan INVRANO. VIKV2_23 (60 perusahaan) untuk VIKV atau proksi yang tidak menggunakan harga saham atau hanya menggunakan data laporan keuangan. VIKV3_27. VIKV3_21. VIKV1_28. 2. tanda VIKV atau proksi konservatisme (positif dan negatif) yang mempunyai pola runtut waktu membalik dalam perioda waktu amatan dianggap tidak permanen atau tidak persisten. 2.

594 30.895 1.053 8.458 19.001 0.003 0.966 0.788 DEPA + -0.700 Nilai t 7.689 0.109 0.895 -1.483 -0.270 -0.003 0.182 -2.844 1.047 BLPJ Nilai t -0.184 3.882 VIKV1_21 VIKV1_22 VIKV1_23 VIKV1_24 VIKV1_25 VIKV1_26 VIKV1_27 VIKV1_28 420 .048 -0.793 INVR Koefisien 0.151 -2.296 LBKN Koefisien -0.303 -4.125 3.439 -0.834 -7.024 0.020 -4.797 0.047 -7.026 3.891 0.170 -0.499 0.058 0.083 0.793 0.213 0.834 -0.103 Nilai t -0.062 -0.015 ANO Nilai t 7.146 1.822 -3.214 -6.354 0. Regresi untuk Pembentukan VIKV dengan Memasukkan Semua Proksi Variabel Dependen Variabel Independen Intersep PBA INVR LBKN INVR INVR ANO BLPJ PDA SDNA Prediksi ? + + + + + tanda PBA Koefisien 0.090 1.010 Nilai t -4.102 -3.125 0.599 6.296 -1.004 -0.455 8.120 0.051 PDA Nilai t -1.067 0.106 0.002 0.001 0.192 0.832 1.291 -0.066 SDNA Nilai t 0.439 -3.225 -4.214 -0.101 8.276 81.002 0.129 -0. 15 – 16 September 2005 Tabel L1 Regresi untuk Pembentukan Variabel Instrumental Konservatisme Akuntansi Panel A.005 -0.569 5.280 0.135 -0.478 -0.935 -1.458 0.330 -6.026 0.913 -12.569 -3.291 -4.675 3.007 -0.068 DEPA Koefisien -0.844 -3.103 2.331 1.001 0.803 -12.054 0.139 -0.188 19.379 70.913 -0.991 2.465 1.690 -0.182 -0.966 5.477 1.163 49.153 -3.315 1.483 -0.068 1.009 -0.013 0.229 5.360 0.679 ULUDA + 0.006 0.797 6.055 0.SNA VIII Solo.675 0.008 -0.298 -0.690 -0. R2 Nilai F Nama VIKV 0.056 0.679 -1.062 0.939 14.046 Nilai t -1.701 INVR Koefisien 0.029 -0.065 -0.788 Adj.434 -0.832 0.477 INVR Koefisien -0.125 -0.109 0.041 5.193 0.007 -0.71 UDA Koefisien -0.434 UDA + 0.106 0.068 0.499 ULUDA Koefisien -0.396 0.

580 ANO Nilai t 8.475 3.671 0.739 Nilai F Nama VIKV 13.029 0.018 0.070 16.645 0. Regresi untuk Pembentukan VIKV dengan Hanya Memasukkan Koefisien Regresi Proksi Bertanda Positif Signifikan Variabel Dependen Variabel Independen Intersep PBA INVR LBKN INVR INVR UDA ULUDA DEPA Adj.SNA VIII Solo.014 INVR Koefisien 0.113 0.426 5.353 Nilai t -4.983 3.98 4 10.036 Nilai t -1. R2 ANO BLPJ PDA SDNA Prediksi ? + + + + + + + + tanda PBA Koefisien 0.060 0.000 0.324 238.705 6.817 0.737 2.219 1.150 0.724 0.497 20.234 2.830 4.153 BLPJ Nilai t -0.174 157.037 INVR Koefisien -0.041 Nilai t 7.293 5.122 SDNA Nilai t 0.000 0.000 4.030 0.042 LBKN Koefisien -0.192 4.707 4.738 0.459 20.017 Nilai t 0.925 0.134 0.022 ULUDA Koefisien -0.006 0. 15 – 16 September 2005 Tabel L1 (Lanjutan) Panel B.000 3.163 2.384 17.858 DEPA Koefisien -0.553 4.183 0.933 VIKV2_21 VIKV2_22 VIKV2_23 VIKV2_24 VIKV2_25 VIKV2_26 VIKV2_27 VIKV2_28 421 .804 0.791 5.87 2 32.004 0.142 PDA Nilai t -1.166 0.615 UDA Koefisien 0.210 0.004 0.355 INVR Koefisien 0.109 1.773 13.064 0.

734 5.623 0.154 BLPJ Nilai t -1.038 18.111 4.731 0.000 3.000 0.306 0.014 13.000 0.729 1. Regresi untuk Pembentukan VIKV dengan Memasukkan Proksi yang Mempunyai Koefisien Regresi Bertanda Positif Signifikan Maupun Positif Tidak Signifikan Variabel Dependen Variabel Independen Nama Intersep PBA INVR LBKN INVR INVR UDA ULUDA DEPA Adj.070 VIKV3_25 INVR Koefisien 0.108 0.001 0.355 0.795 0.511 2.060 0.615 UDA Koefisien 0.676 VIKV3_21 Nilai t 7.043 8. INVRSDNA= kebalikan persediaan abnormal dibagi aktiva total tahun t-1 INVRSDNA dihitung dengan mengkalikan SDNA dengan –1.042 1.016 0.240 1.117 0.898 2.605 VIKV3_26 Nilai t 0.020 0. INVRPDA= kebalikan piutang dagang abnormal dibagi aktiva total tahun t-1.688 0.183 0.740 3.555 1.568 6. 422 .037 0.218 VIKV3_28 Nilai t -1.847 Keterangan: PBA= kelebihan harga saham per lembar di atas nilai buku ekuitas per lembar dibagi aktiva per lembar tahun t-1.016 5. 15 – 16 September 2005 Tabel L1 (Lanjutan) Panel C.847 2. R2 Nilai F VIKV ANO BLPJ PDA SDNA Prediksi ? + + + + + + + + tanda PBA Koefisien 0.006 0.830 ULUDA Koefisien -0.799 VIKV3_24 INVR Koefisien -0.667 4.044 8.354 119.039 12. INVRPDA dihitung dengan mengkalikan PDA dengan –1. LBKNBLPJ= kelebihan laba kena pajak di atas laba sebelum pajak penghasilan dibagi aktiva total tahun t-1.010 0.029 0.122 SDNA Nilai t 0.031 0.240 5.129 0.626 20.723 1.727 1. INVRANO= kebalikan akrual non-operasi= (Akrual operasi – Akrual total)/aktiva total tahun t-1.SNA VIII Solo.736 0.905 VIKV3_23 LBKN Koefisien -0.799 0.006 0.004 0.505 20.089 0.48 VIKV3_22 INVR Koefisien 0.006 0.061 0. UDA= utang dagang abnormal dibagi aktiva total tahun t-1.284 0.348 1.017 0.146 PDA Nilai t -1.454 4.215 0.138 0.835 DEPA Koefisien -0. ULUDA= utang lancar selain utang dagang abnormal dibagi aktiva total tahun t-1.702 3.063 0.14 VIKV3_27 5 Nilai t -4.279 4.830 3.354 119.106 0.000 0.028 0.587 4 ANO Nilai t 8.649 0.386 2.588 0.

VIKV2_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. sukkan se VIKV1_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan mema mua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. 15 – 16 September 2005 DEPA= biaya depresiasi dan amortisasi abnormal dibagi aktiva total tahun t-1. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. VIKV1_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen.SNA VIII Solo. VIKV1_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. VIKV1_25= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRSDNA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. VIKV1_24= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRPDA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. 423 . dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. VIKV1_26= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen UDA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. VIKV1_22= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRANO dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. VIKV= variabel instrumental konservatisme akuntansi. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. VIKV2_22= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRANO dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. VIKV1_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif.

Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV2_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV3_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. VIKV2_24= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRPDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. VIKV2_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. VIKV2_25= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRSDNA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. VIKV3_24= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRPDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen.SNA VIII Solo. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. 424 . Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV2_26= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen UDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. 15 – 16 September 2005 VIKV2_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. VIKV3_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. VIKV3_25= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRSDNA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. VIKV3_22= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRANO dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.

Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.SNA VIII Solo. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. 425 . VIKV3_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. VIKV3_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. 15 – 16 September 2005 VIKV3_26= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen UDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen.

15 – 16 September 2005 Tabel L2 Regresi untuk Penghitungan Akrual Diskresioner Variabel Independen Adj Nilai Variabel F Dependen REVi.136 0.811 -1.SNA VIII Solo.t /Ai. Ai.751 11.t-1 /EXPi.635 1.039 -1.2 58.t-1).131 0.312 -18.151 0.t-1).t-1)*(GPPEi.688 -18.670 -17. -0. Interaksi 8 = (SDNi.651 5.008 14. 0.133 1.t-1 87 8 Nilai t -2.274 AkrTit Koef.124 AkrTit Koef.318 -0. AkrTit=akrual total yang dihitung dari laba bersih perioda t dikurangi arus kas operasi perioda t pada perusahaan i.157 1.t-1).t-1/KBDi.176 20 17 AkrTit Koef.510 Keterangan: Interaksi 1= (ARTi.t = aktiva lancar pe 426 .04 0. Interaksi 4 = (SDNi.621 0.479 -35. -0.t 2 AkrKSi Koef.t-1)*(REVt /Ai.2 114.4 /Ai. Interaksi 9 = (UDi. -0.045 -0.521 .875 -2.739 2.t-1)*(EXPi.203 0. Interaksi 7 = (UL-UD)i.t-1/EXPi.095 0.t – CASHi.t-1).297 2.t.381 -0.t-1 k k t si 2 /Ai.635 0. -0.019 0.569 -0.390 0.100 -0.6 88 04 /Ai. CAi.707 1.t –CLi.663 -16.t /Ai. -0.443 .t-1/EXPi.067 AkrJi.651 5.104 0.t /Ai.t /Ai.925 0. AkrKSit= saldo akrual model KS= CAi. Interaksi 6 =(ALLi.688 -1.6 249.t – DEPi.033 0. interse Intera Inter Interak Interak Interak Interak Interak Interak Intera R2 si 4 si 5 si 6 si 7 si 8 si 9 ak p /Ai.085 /Ai.t-1).4 /Ai.447 0.t-1 96 7 Nilai t 0.t-1/KBDi.008 0.t-1).t-1/EXPi. Interaksi 2 = (OCALi.138 -0.73 -0.565 11. 0.674 10.604 -0.0 47.030 0.t-1/EXPi.188 -3.09 -32.834 -16.89 0.t /Ai.135 -4.t-1).644 12.t Koef.t-1 AkrKSi Koef.011 /Ai.2 59.t-1)*(KBDi.895 3.486 6.044 0.5 411.t-1 AkrTit Koef.t-1 /GPPEi.6 33 01 Nilai t -5.243 0.t-1).5 47 67 -6.t/Ai.138 1.t-1 Nilai t 18.085 -0.026 -0.050 -3. Interaksi 3 = (DEPi.98 /Ai.t .003 -0. Interaksi 5 = (UDi.t-1)*(KBDi.977 0.882 -6.t /Ai.210 -9.999 0.t-1)*(EXPi.t-1)*(EXPi.t-1 si 3 si 1 Prediks ? + + + + + + i tanda AkrKSi Koef. -0.718 -4.t-1 83 81 Nilai t -2.t /Ai.6 264.t-1 /REVi.t-1)*(EXPi.309 0.t-1)*(EXPi.t /Ai. GPPEi.791 .t/Ai.t-1 91 5 Nilai t -3.t-1 = aktiva total tahun t-1.6 705.989 0.t-1 Nilai t -4.299 -3.916 0.978 1.852 -35.036 Nilai t -4.067 0.538 3.454 2.151 -34.t-1).

OCALi.t-1 = aktiva lancar – piutang dagang – kas – utang lancar perusahaan i pada tahun t-1.SNA VIII Solo.t-1 = Biaya depresiasi dan amortisasi perusahaan i pada tahun t-1. AkrJi.t-1= pendapatan perusahaan ke i pada tahun ke t-1.t= biaya total (penjualan bersih – laba operasi – biaya depresiasi dan amortisasi) perusahaan i pada tahun t. SDNi.t.t-1= aktiva lancar lain-lain (aktiva lancar – piutang dagang – kas – persediaan) perusahaan i pada tahun t-1.t-1 = piutang dagang perusahaan i pada tahun t-1.t = kas perusahaan i pada tahun t. 427 . DEPi.t= kos barang dijual perusahaan i pada tahun t.t – CASHi. EXPi. ARTi. ALLi.t-1= utang lancar setelah dikurangi utang dagang perusahaan i pada tahun t-1. REVi. CASHi.t – DEPi.t = utang lancar perusahaan i pada tahun t.t – CLi. CLi.t = akrual total model Jones yaitu CAi.t = pendapatan perusahaan ke i pada tahun ke t dikurangi pendapatan pada tahun ke t-1.t = aktiva tetap bruto perusahaan i pada tahun t. KBDi. (UL-UD)i.t-1= utang dagang perusahaan i pada tahun t-1. 15 – 16 September 2005 rusahaan i pada tahun t. UDi. REVi. GPPEi.t-1= persediaan perusahaan i pada tahun t-1.

669 265. R2 0.681 0.177 2.233 Adj.899 -1. R2 0.830 -0.653 0.675 Adj.709 -0.971 -0.009 Adj.562 103.844 468. R2 0. 7.145 -4.203 0.314 0.881 371.124 -0.t -0.704 Interaksi 1.099 -0.311 -17.261 Interaksi 1.909 169.SNA VIII Solo.234 4. 6.199 Interaksi 1.019 0.667 263.554 0.284 198.913 -1.544 0. Koef AkrTit -0.603 5.548 0.762 0.811 0.370 -2.482 -0.728 103. Koef AkrKSi.126 -0.747 0.261 6.t -0.317 101.020 0.t -0.556 9.771 0.276 -3.488 268.330 -0.198 -0.557 0. 7.t-1 t -4.764 0.543 0.717 2. 3 /Ai.439 -0.495 0.348 334.763 0.605 133.863 Nilai F 279.002 0.667 -3.659 0.780 0.033 -0.656 252. 8.457 0.756 267.789 0.022 0.900 -0. 3 t /Ai.385 -0.t-1 t -4.702 -4.591 274.447 0.007 0.659 168.470 -0.765 282. 5.655 165.803 -5.335 Adj.008 -0.661 0.771 0.548 Jones /Ai. 3 t /Ai.933 -3.769 0.845 -0.797 340.822 -8. 3 /Ai.078 -0.678 -4.444 11. 5.108 VIKV1_28 -1.204 -0.704 0. Koef AkrKSi.690 1.472 163. R2 0.487 -4.557 101.803 0.614 6EAEPS + 7DEAEPS + VIKV1_27 -0.658 -19.685 277. 3 t /Ai.255 -17.696 0.552 0.433 307.882 0.320 332.351 Nilai F 291. R2 0.492 -4.120 291.886 -1.782 -5.539 0.279 5.985 Adj.825 0.t-1 -7. Koef AkrTit -0.687 -4.751 407.814 -1.544 0.932 105. 15 – 16 September 2005 Tabel L3 Analisis Kesensitifan Variabel Instrumental dan Proksi Konservatisme Akuntansi Panel A. Analisis Kesensitifan VIKV1 yang Dibentuk oleh Regresi dengan Memasukkan Semua Proksi Konservatisme AD yang Dihasilkan Koefisien regresi variabel konservatisme (VIKV) dalam model regresi dekomposisi AD: oleh Regresi dengan: AD = 0 + 1VIKV1 + 2KKP + 3EACEPS + 4DEACEPS + 5EACEPS*DEACEPS + 8EAEPS*DEAEPS + 9LAT + 10LEV + Variabel Variabel VIKV1_21 VIKV1_22 VIKV1_23 VIKV1_24 VIKV1_25 VIKV1_26 Dependen Independen Prediksi Tanda Interaksi 1.440 -0.905 -0.954 -0.287 0.945 0.746 Nilai F 108. 9. 6.664 Nilai F 167.793 529.579 Nilai F 105.860 0.226 -0.244 -1.319 -0.711 111.573 116.922 -1.311 -0. Koef AkrKSi.538 0.195 260.839 449.745 0.282 -21.795 0.627 -20.740 246.835 0.t-1 t -7.756 0.760 436.384 -0. R2 0.679 103.154 6.151 -1.992 109.419 109.t-1 -4.744 107. 7.045 9.119 -0.839 324.151 Interaksi 1.t-1 -7.124 -11.812 -8.549 0.990 -0.587 5.102 428 .725 4.122 Nilai F 352.496 -20.792 -5.600 130.869 575.021 0.942 Adj.742 1.441 -2.658 -0.124 -11.502 0.881 -1.t Koef -0.077 2.578 119.289 -22.153 -0.987 Model AkrJi.788 9.180 -1.752 0.293 -22.

402 162.556 0.801 0.677 -18.362 Interaksi 1. 7.324 469.549 0.749 104.t-1 t -10.053 252.082 6.630 -0.848 104.539 0.789 0.539 0.862 0.363 Nilai F 106.455 -17.273 2.482 0.560 -22.t -0.554 -0.794 0.674 0.554 0.620 Interaksi 1.039 -22.523 5.950 -4.752 0.748 0.301 170.326 429 .759 0.507 -0.814 0.t -0.179 -1.409 450.551 0.577 -13.651 0.844 0. R2 0.327 -0.044 -10.776 0. 15 – 16 September 2005 Tabel L3 (Lanjutan) Panel B.551 0.261 472.155 0.809 -0. R2 0.642 -17.t-1 -10.986 573. Koef AkrKSi.050 -12.023 -0.240 3.956 538.481 Adj.129 2.699 -15.859 106.793 0.658 104.056 -12. 3 /Ai.315 -9.423 -0.t-1 t -7.018 -19.073 1.747 0.180 Interaksi 1.048 -13.363 -0.155 0.533 -0.839 414.855 0.065 4.749 AkrTit -0.997 Model AkrJi.586 -19.830 202.501 -0.738 211.289 574. Koef AkrKSi.238 -26.623 -0.018 158.869 539.304 -9. 5.989 4.554 0.762 -17.869 0.372 268. R2 0.086 Nilai F 300. 7.525 -21. R2 0.026 -0.656 101. Koef -0.133 -22.179 -20.544 0.023 -0.782 0.734 421.761 0.182 -1.041 452.944 -13.710 -25. 7.351 Nilai F 109.185 2.469 -0.976 255.757 156.920 -4.862 0.742 256.643 0. 6.911 t -4. 3 t /Ai.887 -25.539 0. 3 t /Ai.446 -0.009 -22. Koef -0.944 -0.169 2.756 -0.546 0.837 0.908 662.756 0.189 -0.827 0.845 443.113 108.976 167.261 4.105 101.858 Jones /Ai.514 -22.t-1 -10.SNA VIII Solo.774 -22.870 330.709 0.574 -0.053 272.453 Interaksi 1.021 -0.184 -14.003 106.663 0. 3 /Ai.179 -5.647 0.281 -8.745 0. 9.245 Nilai F 311.839 0.830 0.268 333.442 -0.872 -4.482 275.058 Nilai F 377.885 0. R2 0.933 -3.681 Adj.172 0.256 104.925 -11.791 AkrTit -0.t-1 -3.544 0. 5.t Koef -0.348 -0.932 -4. Analisis Kesensitifan VIKV2 yang Dibentuk oleh Regresi dengan Hanya Memasukkan Koefisien Regresi Proksi Bertanda Positif Signifikan AD yang Dihasilkan Koefisien regresi variabel konservatisme (VIKV) dalam model regresi dekomposisi AD: oleh Regresi dengan: AD = 0 + 1VIKV2 + 2KKP + 3EACEPS + 4DEACEPS + 5EACEPS*DEACEPS + 6EAEPS + 7DEAEPS + 8EAEPS*DEAEPS + 9LAT + 10LEV + Variabel Variabel VIKV2_21 VIKV2_22 VIKV2_23 VIKV2_24 VIKV2_25 VIKV2_26 VIKV2_27 VIKV2_28 Dependen Independen Prediksi tanda Interaksi 1. 3 t /Ai.945 -0.344 Nilai F 179.636 -15.t -0. 8.650 Adj.755 -16.514 -0.535 249. 6.937 Adj. R2 0.959 -4.048 -4.311 -9.179 -5.019 2.268 Adj.981 348.770 -0.479 4.119 165.663 101.005 508.t-1 -3.599 324.188 -0.425 Adj. Koef AkrKSi.

674 560. 3 t /Ai.866 541.748 0. Koef AkrKSi. 5.231 Jones /Ai.663 0.203 331.268 Adj.956 162.207 -0.303 250.t -0.281 314.379 333.137 -0.263 AkrTit -0.649 104.567 0.185 2.649 -16.025 -0.301 -8.330 -0.628 -0.989 4.646 0. Koef -0.669 Adj.t-1 -10.619 Adj. Analisis Kesensitifan VIKV yang Dibentuk oleh Regresi dengan Memasukkan Koefisien Regresi Proksi Bertanda Positif Signifikan maupun Tidak Signifikan AD yang Dihasilkan Koefisien regresi variabel konservatisme (VIKV) dalam model regresi dekomposisi AD: oleh Regresi dengan: AD = 0 + 1VIKV3 + 2KKP + 3EACEPS + 4DEACEPS + 5EACEPS*DEACEPS + 6EAEPS + 7DEAEPS + 8EAEPS*DEAEPS + 9LAT + 10LEV + Variabel Variabel VIKV3_21 VIKV3_22 VIKV3_23 VIKV3_24 VIKV3_25 VIKV3_26 VIKV3_27 VIKV3_28 Dependen Independen Prediksi tanda Interaksi 1.642 0.235 -1.t-1 t -10.615 -11.748 155.539 0. 3 /Ai.105 101.762 261.516 -0.099 268. Koef -0.812 Interaksi 1.700 0.879 0.549 0.085 -23.789 0.793 0. 6.899 -0.074 -21.954 -3.618 461.539 0.828 0.256 104.747 0.663 -11.867 0.673 -1.423 -0.015 1.956 104.719 -4.000 430 .956 508.907 Nilai F 113.179 -5.756 0.712 462.737 257.858 -10.544 0.513 -11.842 0.025 -0.467 441.623 565.070 -0.991 324.784 0.777 0.237 160.179 -0.618 -0.814 0.662 -16.438 -0.209 255.544 0.044 2.908 628. 7.808 262. R2 0.553 -0.539 0.423 -22.761 103.190 108.570 Nilai F 312.970 -12.652 0.454 Interaksi 1.837 0.842 444. 3 /Ai.268 2.751 0.710 -0. 6.965 -3.761 0.645 101.416 4.082 6.663 2.307 -20. 9.412 275.761 0.153 4.123 401.823 0.120 2.925 -3.392 -16.296 -24. 15 – 16 September 2005 Tabel L3 (Lanjutan) Panel C.216 -0.000 243.050 -6.663 -21. 5.260 AkrTit -0.836 415.862 0.702 5. 3 t /Ai.417 443.426 158. 3 t /Ai.033 -15.847 0.562 0.743 0.t-1 t -7.t -0. R2 0.855 0.177 -22. 7.312 -9.723 -25.572 201.501 -0. 7.937 -3.029 t -6.683 -19.666 -1.249 Nilai F 180.469 -0. R2 0. 8.539 -0.543 -0.116 -15.868 -0. R2 0.794 0.554 0.462 Nilai F 379.005 480.558 Model AkrJi.837 0.590 -12.016 105.249 4.308 -8.t-1 -3.668 -0.544 0.504 0.736 Adj.t-1 -10.937 Adj.528 Interaksi 1.127 -11.481 Adj.645 -0.442 -0.827 -18.179 -5. R2 0.700 -21.052 3.545 0.401 Nilai F 301.014 158.675 0.252 -12.752 0.233 -1.793 101.279 -7. Koef AkrKSi.130 Nilai F 111.114 -0.728 -21.379 170.SNA VIII Solo.642 -21.478 -17.t -0.425 -18.549 0. R2 0.680 -4. Koef AkrKSi.915 106.783 0.447 Interaksi 1.059 -0.t-1 -3.t Koef -0.

241 0.757 -0.172 -2.003 0.165 -0.749 0.681 0.196 0.495 4.348 AkrTit -0.409 -0.215 -26.089 0.827 Adj.676 -0.t -0.499 Adj.290 170.044 0.317 0.650 0.254 104.757 472.245 268.560 0.348 Jones /Ai. R2 0.658 0.046 0.254 -0.665 0. 8.025 -0.344 162.045 2.483 5.791 574.539 165.524 1.179 -0.176 -0.616 275.t-1 -17.915 -0.130 2.411 t -4.755 267.t-1 -22.984 4.538 101.747 0.658 249.036 0.656 0.749 452.862 538.455 0.467 0.t-1 -16.937 -1. 7.845 0.654 0.538 0.018 -0.268 -1.322 0. 7. R2 0.663 0. R2 0.222 431 .003 -0.308 166.002 0.681 -3.544 104.078 Nilai F 104. 3 t /Ai.554 0. 5.038 0.456 1.022 -0.005 -0.544 0. Koef -0. R2 0.790 0. Analisis Kesensitifan Proksi Konservatisme Akuntansi Secara Individual AD yang Dihasilkan Koefisien regresi variabel konservatisme (proksi) dalam model regresi dekomposisi AD: oleh Regresi dengan: AD = 0 + 1Proksi + 2KKP + 3EACEPS + 4DEACEPS + 5EACEPS*DEACEPS + 8EAEPS*DEAEPS + 9LAT + 10LEV + Variabel Variabel PBA INVRANO LBKNBLPJ INVRPDA INVRSDNA UDA Dependen Independen Prediksi tanda Interaksi 1.869 0.SNA VIII Solo.809 t -2. Koef -0.400 0.094 0.188 -19.017 262.757 0.961 108.019 -0.761 275.242 -0.133 0.839 Nilai F 163.757 0.544 167.454 0.027 -0.209 -25. 15 – 16 September 2005 Tabel L3 (Lanjutan) Panel D.752 0.790 0.245 Keterangan: 6EAEPS + 7DEAEPS + ULUDA -0.875 Adj.748 0.053 DEPA 0.748 0.048 -4.614 Interaksi 1.869 327.762 164.651 0.289 2.005 257.215 -25.155 -2.060 0.544 103.956 269.045 4.719 4.539 101. 7.121 -0.986 -0.t -0.023 -0.183 0.877 -0.686 106.256 105.058 324.327 t -2.015 0.731 333.756 0.t-1 -22.481 -1. 3 t /Ai.126 -0.351 103. 3 /Ai.989 1. Koef -0. 6.862 Adj.013 0.213 257.282 Nilai F 270. Koef -0.827 Nilai F 101. Koef -0.021 -0.839 0.547 0.t Koef -0.103 2.539 0.614 Interaksi 1.266 -0.032 0.194 Interaksi 1.345 1.856 2 Adj.324 -0.550 AkrKSi.514 0.t -0.019 0.425 Adj.109 4.869 101.902 Nilai F 257.761 0.503 AkrJi.084 6.346 AkrTit -0.570 AkrKSi.795 335.105 102.908 325.334 270.794 0.363 101.423 -2.086 256.860 0.325 Nilai F 325. R2 0.890 0.t-1 -17.759 272. 3 t /Ai.541 0. R 0545 0.724 3.653 0.742 0.164 0.095 Interaksi 1.651 162.790 0.008 -0.t-1 -22.501 -2.855 508. 5.667 5.008 -0. 9.885 662. 6.549 0. 3 /Ai.562 AkrKSi.005 -0.576 4.895 Model -0.

dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. dideflasi dengan aktiva per saham awal perioda. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. VIKV1_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. EACEPS= perubahan laba sebelum dimanipulasi diukur dengan laba sebelum akrual diskresioner dikurangi laba yang dilaporkan tahun sebelumnya.SNA VIII Solo. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. DEACEPS= 1 jika EACEPS berada dalam satu deviasi standar sekitar median. KKP= tingkat kesulitan keuangan perusahaan dengan menggunakan DSPO yaitu dummy skor prediksi Ohlson (1 jika kondisi keuangan perusahaan bermasalah atau skor prediksi Ohlson > 0. 0 untuk sebaliknya. DEAEPS = 1 jika EAEPS berada dalam satu deviasi standar di sekitar median. VIKV1_25= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRSDNA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. VIKV1_24= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRPDA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. dan 0 untuk sebaliknya). dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. EACEPS* DEACEPS dimasukkan untuk mengendalikan non-linieritas insentif manajer untuk menghindari penurunan laba. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. VIKV1_26= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen UDA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. 15 – 16 September 2005 AD= akrual diskresioner. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. 0 untuk sebaliknya. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. EAEPS* DEAEPS dimasukkan untuk mengendalikan non-linieritas dalam insentif manajer untuk menghindari rugi. VIKV1= variabel instrumental konservatisme akuntansi yang dibentuk dari nilai prediksi setiap regresi dengan memasukkan semua proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. EAEPS= laba sebelum dimanipulasi diukur dengan laba sebelum akrual diskresioner. VIKV1_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. VIKV1_22= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRANO dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. LAT= natural log aktiva total tahun t-1 sebagai proksi ukuran perusahaan. 432 .038. LEV= leverage diukur dengan (nilai buku utang jangka panjang tahun t-1 dikurangi nilai pasar ekuitas tahun t-1)/aktiva total tahun t1. dideflasi dengan aktiva per saham awal perioda. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan.

Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV2_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. VIKV1_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. 433 . dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV2_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. VIKV2_25= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRSDNA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen.SNA VIII Solo. VIKV2_22= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRANO dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV2_26= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen UDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. VIKV2_24= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRPDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. VIKV2= variabel instrumental konservatisme akuntansi yang dibentuk dari nilai prediksi setiap regresi dengan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV2_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV2_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. 15 – 16 September 2005 VIKV1_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model.

VIKV3_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen.t-1)*(EXPi.t-1)*(REVt /Ai.t-1/EXPi. VIKV3_26= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen UDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.t-1/KBDi. Interaksi 7= (UL-UD)i.t-1 /EXPi.t-1 /REVi.t-1). Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.t-1)*(EXPi. VIKV3_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. VIKV3_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen.t-1). Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.t-1). VIKV3_25= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRSDNA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen.SNA VIII Solo.t /Ai.t-1 /GPPEi.t-1)*(KBDi.t-1). Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. 15 – 16 September 2005 VIKV3= variabel instrumental konservatisme akuntansi yang dibentuk dari nilai prediksi setiap regresi dengan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.t /Ai. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.t-1). Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.t /Ai.t /Ai.t-1)*(KBDi. Interaksi 6= (ALLi.t-1). 434 . VIKV3_24= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRPDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. Interaksi 3= (DEPi.t-1)*(GPPEi. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model.t-1). Interaksi 5= (UDi.t-1)*(EXPi.t-1/EXPi. Interaksi 4= (SDNi.t /Ai.t /Ai. VIKV3_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. Interaksi 2= (OCALi. VIKV3_22= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen INVRANO dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen.t-1/KBDi. Interaksi 1= (ARTi.

t-1)*(EXPi.t= akrual total model Jones yaitu CAi.t-1= aktiva total tahun t-1. Ai. AkrTit=akrual total yang dihitung dari laba bersih perioda t dikurangi arus kas operasi perioda t pada perusahaan i. ARTi.t= kas perusahaan i pada tahun t.t-1/EXPi.t-1= biaya depresiasi dan amortisasi perusahaan i pada tahun t-1. KBDi. DEPi. CLi. REVi. REVi.t-1= aktiva lancar – piutang dagang – kas – utang lancar perusahaan i pada tahun t-1. (UL-UD)i.t-1= utang lancar setelah dikurangi utang dagang perusahaan i pada tahun t-1.t= kos barang dijual perusahaan i pada tahun t. AkrKSit= saldo akrual model KS= CAi.t.t – DEPi.t= biaya total (penjualan bersih – laba operasi – biaya depresiasi dan amortisasi) perusahaan i pada tahun t. UDi.t – CLi.t-1= piutang dagang perusahaan i pada tahun t-1.t-1= pendapatan perusahaan ke i pada tahun ke t-1. CASHi. AkrJi. 435 .t – CASHi. 15 – 16 September 2005 Interaksi 8= (SDNi.t-1= persediaan perusahaan i pada tahun t-1.SNA VIII Solo. EXPi.t. OCALi.t-1/EXPi.t= aktiva lancar perusahaan i pada tahun t.t= pendapatan perusahaan ke i pada tahun ke t dikurangi pendapatan pada tahun ke t-1.t= aktiva tetap bruto perusahaan i pada tahun t.t –CLi. ALLi.t-1= aktiva lancar lain-lain (aktiva lancar – piutang dagang – kas – persediaan) perusahaan i pada tahun t-1. GPPEi.t-1)*(EXPi.t-1= utang dagang perusahaan i pada tahun t-1.t-1). Interaksi 9= (UDi.t /Ai.t – CASHi.t-1).t /Ai. SDNi.t – DEPi. CAi.t= utang lancar perusahaan i pada tahun t.

dalam 8 perioda amatan. Uji dilakukan dengan uji satu sisi yaitu sisi kiri. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. VIKV1_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. VIKV2_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. atau. Pada penelitian dengan menggunakan 8 perioda amatan. VIKV1_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. Hasil run test untuk 8 perioda amatan sama dengan hasil penerapan prosedur pengujian persistensi yang menyatakan bahwa suatu perusahaan yang mempunyai pola runtut waktu yang tidak membalik dalam perioda waktu amatan adalah persisten (tidak random). dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. (2) satu kelompok urutan bertanda positif selama 8 perioda amatan. VIKV1_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan memasukkan semua proksi konservatisme lain sebagai variabel independen. (3) satu kelompok urutan bertanda negatif selama 8 perioda amatan (Mendenhall et al. 1992: 554-558). 15 – 16 September 2005 Tabel L4 Persistensi VIKV dan Proksi Konservatisme Akuntansi Variabel Instrumental Persistensi (Proksi) Jumlah perusahaan yang Jumlah perusahaan yang Konservatisme mempunyai pola runtut waktu mempunyai urutan tidak random yang tidak membalik dalam (Run Test)* perioda waktu amatan VIKV1_21 98 98 VIKV1_27 23 23 VIKV1_28 33 33 VIKV2_21 96 96 VIKV2_23 60 60 VIKV2_27 19 19 VIKV2_28 12 12 VIKV3_21 95 95 VIKV3_23 55 55 VIKV3_27 19 19 VIKV3_28 12 12 INVRANO 18 18 Keterangan: *Run test digunakan untuk menguji kerandoman urutan variabel instrumental (proksi) konservatisme yang dikategorikan berdasarkan tanda yaitu tanda positif (akuntansi konservatif) dan negatif (akuntansi liberal). Proksi konservatisme yang mempunyai 436 . H0 adalah urutan variabel instrumental (proksi) konservatisme adalah random. 1993: 900-904. proksi yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan. dan juga yang mempunyai koefisien regresi negatif. H0 ditolak apabila terdapat 2 atau kurang urutan (kelompok) variabel instrumental (proksi) konservatisme yang dapat terdiri atas: (1) satu kelompok urutan bertanda positif dan satu kelompok urutan bertanda negatif atau sebaliknya. Berenson dan Levine.SNA VIII Solo. atau.

Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. VIKV2_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. VIKV3_21= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen PBA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model.SNA VIII Solo. 15 – 16 September 2005 koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. VIKV2_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. INVRANO= kebalikan akrual non-operasi= (akrual operasi – akrual total)/aktiva total tahun t-1. VIKV3_28= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen DEPA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif atau koefisien regresi positif yang tidak signifikan dikeluarkan dari model. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. VIKV3_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. VIKV3_27= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen ULUDA dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif yang signifikan maupun yang tidak signifikan sebagai variabel independen. VIKV2_23= VIKV yang dibentuk dari nilai prediksi regresi dengan variabel dependen LBKNBLPJ dan hanya memasukkan proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi positif signifikan sebagai variabel independen. Proksi konservatisme yang mempunyai koefisien regresi negatif dikeluarkan dari model. 437 .

SNA VIII Solo. Garment Textile.M. Garment Textile. Garment Textile. 16 BATI BAT Indonesia Tbk 17 GGRM Gudang Garam Tbk 18 HMSP H. Garment Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Appreal & Textile Wood industri Wood industri Pulp & Paper Pulp & Paper Pulp & Paper Pulp & Paper Pulp & Paper 438 . Garment Textile. Garment Textile. Sampoerna Tbk 19 ARGO Argo Pantes 20 CNTX Century Textile Industry Tbk 21 ERTX Eratex Djaja Ltd Tbk 22 HDTX Panasia Indosyntex 23 RDTX Roda Vivatex 24 TEJA Texmaco Jaya 25 TFCO Teijin Indonesia Fiber Corporation Tbk 26 BATA Sepatu Bata Tbk Primarindo Asia Infrastructur (Bintang Kharisma) 27 BIMA 28 ESTI Ever Shine Tex Tbk 29 GDWU Kasogi International 30 GRIV Great River International Tbk 31 INDR Indorama Synthetics Tbk 32 KARW Karwell Indonesia Tbk 33 MYRX Hanson Industri Utama 34 MYTX Apac Centertex Corporation Tbk 35 PBRX Pan Brothers Tbk 36 SRSN Sarasa Nugraha Tbk 37 BRPT Barito Pacific Timber 38 SULI Sumalindo Lestari Jaya Tbk 39 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk 40 INKP Indah Kiat Pulp and Paper 41 SAIP Surabaya Agung Industry Pulp 42 SPMA Suparma Tbk 43 TKIM Tjiwi Kimia Jenis Industri Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Food & Beverages Tobacco Tobacco Tobacco Textile. Kode Nama Perusahaan 1 ADES Ades Alfindo Putra Setia 2 AQUA Aqua Golden Mississippi Tbk 3 DAVO Davomas Abadi Tbk 4 DLTA Delta Djakarta Tbk 5 FAST Fast Food Indonesia Tbk 6 INDF Indofood Sukses Makmur 7 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk 8 MYOR Mayora Indah 9 PSDN Prasidha Aneka Niaga 10 PTSP Putra Sejahtera Pioneerindo 11 SHDA Sari Husada 12 SKLT Sekar Laut 13 SMAR SMART Tbk 14 SUBA Suba Indah Tbk 15 ULTJ Ultra Jaya Milk Industry & Trading Co. Garment Textile. 15 – 16 September 2005 Lampiran 6 Daftar Perusahaan Sampel NU.

Siwani Makmur Trias Sentosa Tbk Wahana Jaya Perkasa Indocement Tunggal Prakarsa Semen Cibinong Semen Gresik Alakasa Industrindo Citra Tubindo Tbk Indal Aluminium Industry Tbk Lion Metal Works Tbk Lionmesh Prima Tira Austenite Kedaung Indah Can Keramika Indonesia Assosiasi Mulia Industrindo Surya Toto Indonesia Tbk Texmaco Perkasa Engineering Sumi Indo Kabel Jembo Cable Company GT Kabel Indonesia Kabelindo Murni Sucaco Voksel Electric Astra Graphia Tbk Multipolar Coporation Metrodata Electronic Tbk Trafindo Perkasa GT Petrochem Industries Astra International Branta Mulia Goodyear Indonesia Tbk Gajah Tunggal Indomobil Sukses Internasion Indospring Tbk Chemicals and Allied Chemicals and Allied Chemicals and Allied Chemicals and Allied Adhesive Adhesive Adhesive Adhesive Plastics & Glass Product Plastics & Glass Product Plastics & Glass Product Plastics & Glass Product Plastics & Glass Product Plastics & Glass Product Plastics & Glass Product Plastics & Glass Product Cement Cement Cement Metal Metal Metal Metal Metal Metal Fabriccal metal produc Ceramics. Glass Machinery Cable Cable Cable Cable Cable Cable Electronics & Electric Electronics & Electric Electronics & Electric Electronics & Electric Automotive Automotive Automotive Automotive Automotive Automotive Automotive 439 . 15 – 16 September 2005 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 AKRA POLY SOBI UNIC DPNS EKAD INCI KKGI AKPI BRNA DYNA IGAR LMPI SIMA TRST UGAR INTP SMCB SMGR ALKA CTBN INAI LION LMSH TIRA KICI KIAS MLIA TOTO TPEN IKBI JECC KBLI KBLM SCCO VOKS ASGR MLPL MTDL TRPK ADMG ASII BRAM GDYR GJTL IMAS INDS Aneka Kimia Raya Polysindo Eka Perkasa Sorini Corporation Unggul Indah Cahaya Duta Pertiwi Nusantara Tbk Ekadharma Tape Industries Tbk Intan Wijaya Chemical Industry Tbk Kurnia Kapuas Utama Tbk Argha Karya Prima Ind. Glass Ceramics. Berlina Tbk Dynaplast tbk Igar Jaya Tbk Langgeng Makmur Ind.SNA VIII Solo. Glass Ceramics.

SNA VIII Solo. Mandom Indonesia (Tancho)Tbk Unilever Indonesia Tbk Automotive Automotive Automotive Automotive Automotive Photo Photo Pharmaceutical Pharmaceutical Pharmaceutical Pharmaceutical Pharmaceutical Pharmaceutical Pharmaceutical Pharmaceutical Customer goods Customer goods Customer goods 440 . 15 – 16 September 2005 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 INTA LPIN NIPS PRAS UNTR INTD MDRN BYSB DNKS DVLA KLBF MERK SCPI SQBI TSPC PGIN TCID UNVR Intraco Penta Tbk Multi Prima Sejahtera (Lippo Enterprise) Nipress Tbk Prima Alloy Steel Universal bk United Tractors PT Inter-Delta PT Modern Photo Film Company Bayer Indonesia Tbk Dankos Laboratories Tbk Darya-Varia Laboratorium Kalbe Farma Tbk Merck Indonesia Tbk Schering Plough Indonesia Tbk Squibb Indonesia Tempo Scan Pacific Tbk Procter & Gamble Ind.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful