Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Latihan : Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan : XVI
Nama Mata Pelatihan : Kesiapsiagaan Bela Negara

Nama Peserta : Asih Nor Utami


Nomor Daftar Hadir : 8

Lembaga Penyelenggara Pelatihan : BPSDM PROV. KALTIM

A. Pokok Pikiran
Pembangunan Karakter Bangsa diselenggarakan salah satunya melalui pembinaan kesadaran
bela negara bagi setiap warga negara Indonesia dalam rangka penguatan jati diri bangsa yang
berdasarkan kepribadian dan berkebudayaan berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI 1945.
Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945 mengamanatkan kepada semua komponen bangsa
berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan
negara. Dalam hal ini setiap CPNS sebagai bagian dari warga masyarakat tentu memiliki hak dan
kewajiban yang sama untuk melakukan bela Negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD
Negara RI 1945 tersebut.
Sebagai Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan mampu memahami wawasan
kebangsaan melalui pemaknaan terhadap nilai-nilai bela negara dan menunjukan sikap perilaku
bela negara dalam suatu kesiapsiagaan yang mencerminkan sehat jasmani dan mental menghadapi
perubahan lingkungan strategis dalam menjalankan tugas jabatan sebagai PNS profesional
pelayan masyarakat.
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai calon aparatur pemerintahan sudah seharusnya
mengambil bagian di lini terdepan dalam setiap upaya bela negara, sesuai bidang tugas dan
tanggung jawab masing-masing. Kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS adalah kesiapan untuk
mengabdikan diri secara total kepada negara dan bangsa dan kesiagaan untuk menghadapi berbagi
ancaman multidimensional yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang. Ketangguhan mental
yang didasarkan pada nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakni
Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan negara akan menjadi
sumber energi yang luar biasa dalam pengabian sebagai abdi negara dan abdi rakyat. Pembekalan
Bela Negara Perlu Diberikan Bagi CPNS, hal ini dikarenakan :
1. CPNS perlu dipersiapkan dalam memasuki kultur baru di birokrasi dengan mandat
pelayanan dimulai dengan kesadaran bela negara;
2. CPNS perlu dibentuk karakter untuk bersikap dan bertindak profesional dalam mengelola
tantangan dan masalah keragaman sosial kultural dengan menggunakan perspektif WoG
yang didasari nilai-nilai kebangsaan berdasarkan kedudukan dan perannya sebagai PNS
dalam NKRI.
3. Dituntut menunjukkan perilaku kinerja berkualitas, beretika atas dasar nilai-nilai
kebangsaan, dan komitmen yang tinggi terhadap organisasinya untuk menghadapi
perubahan lingkungan strategis unit kerja/organisasi dan Negara pada umumnya sebagai
perwujudan nyata semangat bela Negara seorang PNS
Seorang CPNS harus memiliki kesiapsiagaan yang merupakan suatu keadaan siap siaga
yang dimiliki oleh seseorang baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi situasi
kerja yang beragam. Bentuk kesiapsiagaan dimaksud adalah kemampuan setiap PNS untuk
memahami dan melaksanakan kegiatan olah rasa, olah pikir, dan olah tindak dalam pelaksanaan
kegiatan keprotokolan yang di dalamya meliputi pengaturan tata tempat, tata upacara (termasuk
kemampuan baris berbaris dalam pelaksaan tata upacara sipil dan kegiatan apel), tata tempat, dan
tata penghormatan yang berlaku di Indonesia sesuai peraturan perundangan-undangan yang
berlaku.

Pada latihan dasar ini untuk kesiapan bela Negara para CPNS dilatih untuk
1. Melakukan PBB (Peraturan Baris-berbaris)
Macam-macam aba-aba:
a. Aba-aba petunjuk
b. Aba-aba peringatan
c. Aba-aba pelaksanaan
Cara memberi aba - aba
a. Waktu memberi aba-aba pada dasarnya harus bersikap smpurna baik pemberi aba-aba
atau yang menerima aba-aba.
b. Pemberi aba-aba hrs suara yang nyaring & jelas.
Gerakan dasar permildas ( PBB )
a. Sikap sempurna
b. Sikap istirahat
c. Lencang kanan/kiri setengah lencang
d. Kanan / kiri
e. Cara berhitung
f. Perubahan arah
g. Membuka / menutup barisan
h. Bubar
i. Maju jalan
2. Belajar tata upacara sipil
Upacara umum adalah suatu kegiatan up secara umum di lap yg urutan acaranya tlh
ditentukan oleh instansi/perkantoran resmi pemerintah. Tata upacara sipil merupakan bagian
dari pembinaan disiplin baik dilakukan di perkantoran, diklat maupun upacara-upacara
kebesaran. Manfaat pelaksanaan tata upacara sipil :
1) Tata upacara sipil berguna bagi peserta diklat prajabatan baik gol iii , ii dan i terutama
dimanfaatkan ditempat tugas masing-masing sebagai penanggung jawab upacara, baik
sebagai pembina upacara, pemimpin upcara dan sebagainya.
2) Membina kedisiplinan, watak dan jati diri perorangan itu sendiri baik dilingkungan
kerja maupun di tengah-tengah masyar akat.
3) Untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
Pejabat-pejabat upacara
1) Ketua panitia pelaks upacara/penanggung jawab upacara.
2) Pemimpin upacara
3) Pembina upacara

B. Penerapan
Di tempat kerja sebagai seorang dokter contoh penerapan untuk pengembangan
peran/perilaku yang dapat dilakukan yakni :
1. Disiplin waktu dalam bekerja dan melaksanakan tugas-tugas sebagai seorang dokter
2. Membantu korban bencana sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia sering sekali
mengalami bencana alam, dengan menjadi dokter relawan jika suatu saat dibutuhkan
Negara.
3. Menjaga kebersihan minimal kebersihan tempat tinggal kita sendiri dan di lingkungan
kerja.
4. Mencegah bahaya narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi penerus bangsa
dengan tidak menyalahgunakan penggunaan narkoba termasuk meresepkan keoada orang
yang tidak berhak.
5. Mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok di tempat kerja karena
stressor yang besar sebagai pelayan medis dengan menciptakan suasana rukun, damai, dan
aman.
6. Memakai dan memanfaatkan produk dalam negeri.
7. Mengakui, memahami, dan menghargai perbedaaan SARA di Indonesia dengan tidak
membedakan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan ras, suku maupun golongan.
8. Tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat nasional maupun
internasional, dan hal positif lainnya terutama di bidang kedokteran.
9. Meningkatkan iman dan takwa dan iptek dan menumbuhkan kesadaran untuk menaati tata
tertib di lingkungan kerja sebagai dokter.
10. Mematuhi peraturan hukum yang berlaku.
11. Membayar pajak tepat pada waktunya
12. Mampu melakukan tata upacara ditempat tugas masing-masing sebagai penanggung jawab
upacara, baik sebagai pembina upacara, pemimpin upcara dan sebagainya.

Anda mungkin juga menyukai