Anda di halaman 1dari 4

PERANAN SUB TERMINAL AGRIBISNIS (STA) DALAM MENINGKATKAN DAYA

TAWAR PETANI (STUDI KASUS PADA STA MANIK MEKAR NADI)

Menurut (baca siapa penulis yang dikutip sama anindita), kegiatan pemasaran pada
umumnya berpengaruh terhadap pendapatan petani, karena terkait dengan tingkat harga yang
akan diterima petani.[ CITATION Ani08 \l 1033 ]. Akan tetapi, rantai pemasaran yang terlalu
panjang mengakibatkan besarnya biaya pemasaran yang ditanggung. Hal ini berdampak pada
penerimaan petani yang semakin sedikit dan cenderung merugikan. Disamping itu,
keterbatasan petani dalam mengetahui informasi pasar mengakibatkan peranan petani dalam
penentuan harga cenderung sebagai price taker (penerima harga) yang menjadi indikator
melemahnya daya tawar petani.
Dikutip dari Anantanyu dalam [ CITATION Lis14 \l 1033 ], Kelembagaan petani sangat
berkontribusi dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani. Adanya
kelembagaan dapat meningkatkan kerjasama sehingga memungkinkan petani saling bertukar
informasi yang dampaknya dapat meningkatkan kesejahteraan. Keberadaan sub terminal
agribisnis (STA) dinilai dapat dijadikan salah satu solusi untuk permasalahan tersebut.
Konsep STA ialah memperpendek rantai pemasaran serta memperbaiki struktur pasar yang
cenderung merugikan petani produsen. [ CITATION Les12 \l 1033 ]. Salah satu STA yang
terdapat Bali yakni STA Manik Mekar Nadi. STA tersebut diakui sebagai STA yang terbaik
di Bali dengan mendapat berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun provinsi, serta
dalam kegiatan usahanya menerapkan strategi pemasaran untuk memasarkan hasil produksi. [
CITATION Dew17 \l 1033 ]
Sebagai suatu lembaga, STA memiliki peranan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi
petani dalam sistem pemasaran. Adapun tujuan penelitian ini yakni
1. mengetahui besar peranan (STA/ lembaga) dalam meningkatkan posisi tawar petani.
Seperti yang dikutip dari jurnal (siapa dan siapa)
2. mengetahui faktor yang mendukung daya tawar petani terhadap aktivitas yang dilakukan
dalam STA,
3. mengoptimalkan peran STA untuk meningkatkan posisi tawar petani.
. Pemilihan tempat dilakukan secara purposive, dengan pertimbangan tertentu. Adapun
metode analisis data yang ingin digunakan yakni dengan analisis secara kualitatif dan kuantitatif
dengan menggunakan analisis linear regresi berganda dan deskriptif.

ANALISIS MARJIN PEMASARAN DAN ELASTISITAS TRANSMISI HARGA PADA


KOMODITI BROKOLI (Brassica oleracea L) (STUDI DI DESA WANAGIRI,
KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG)

Kontribusi hortikultura terhadap lingkungan dan manusia memiliki beragam manfaat.


Selain memperkaya keragaman hayati dan konservasi genetik serta penyangga kelestarian alam,
komoditi hortikultura merupakan salah satu sumber makanan, dan dapat menjadi sumber
pendapatan pula baik bagi keluarga maupun negara. Menurut jurnal yang dikutip dari [ CITATION
Wij12 \l 1033 ], dalam rangka peningkatan produksi pertanian pada periode lima Tahun ke depan
(2010-2014), disamping prioritas pada lima komoditas pangan utama (Padi., Jagung, Kedelai,
Gula dan Sapi) juga akan dikembangkan komoditas lainnya, seperti; hortikultura, perkebunan
dan peternakan. Salah satu komoditi hortikultura yang tergolong didalamnya yakni brokoli
(Brassica oleraceae L.).

Menurut Direktorat Jenderal Hortikultura (2014), permintaan brokoli di Indonesia


cenderung mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan brokoli memiliki potensi untuk
dikembangkan dan dapat membantu memajukan pertanian Indonesia karena permintaan yang
tinggi dari pasar dalam negeri. Data konsumsi brokoli per kapita dari Susenas (2015)
menunjukkan bahwa konsumsi brokoli mengalami peningkatan setiap tahun. Peningkatan
konsumsi menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan brokoli dalam negeri, terutama di
kota-kota besar, sehingga diperlukan perlakuan khusus mulai dari subsistem hulu hingga hilir
agar kesegaran dan kesehatan produk tetap terjaga ketika sampai di tangan konsumen akhir.
[ CITATION Yol16 \l 1033 ]. Sedangkan menurut [ CITATION Ser17 \l 1033 ], permintaan pasar
terhadap brokoli yang rendah di tingkat konsumen dan harga jual yang cukup tinggi membuat
tanaman ini kurang menjadi pilihan utama masyarakat, hanya konsumen tertentu saja yang
mengkonsumsi Brokoli sebagai menu sayuran pada makanan keseharian.

Terlepas dari kondisi permintaan pasar terhadap komoditi brokoli, tanaman ini mampu
hidup pada daerah dataran tinggi. Pada provinsi Bali, komoditi hortikultura, termasuk salah
satunya brokoli lebih banyak di produksi pada Kabupaten Tabanan, dan juga bagian selatan
Kabupaten Buleleng, seperti desa Wanagiri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk
efisiensi saluran pemasaran brokoli agar dapat meningkatkan penerimaan yang diterima petani
melalui analisis margin pemasaran. Disamping itu tujuan lainnya untuk mengetahui elastisitas
transmisi harga yakni untuk mengetahui dampak perubahan harga suatu barang di tingkat
pedagang akhir terhadap harga di tingkat petani produsen. Adapun secara rinci tujuan penelitian
ini ialah sebagai berikut:

1. Mengetahui besarnya marjin pemasaran pada lembaga yang terkait dalam saluran
pemasaran komoditi brokoli. Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan terkait analisis
marjin pemasaran yakni Analisis Saluran Pemasaran dan Transmisi Harga Tandan Buah
Segar (TBS) Kelapa Sawit Pada Petani Swadaya di Desa Sari Galuh Kecamatan Tapun
Kabupaten Kampar [ CITATION Tet13 \l 1033 ], Analisis Efisiensi Pemasaran Ubi Jalar di
Kabupaten Lampung Tengah [CITATION Pra13 \l 1033 ] dan Analisis Pemasaran dan
Transmisi Harga Pada Petani Karet Pola Swadaya di Desa Gobah Kecamatan Tambang
Kabupaten Kampar [ CITATION Shu15 \l 1033 ].
2. Mengetahui elastisitas transmisi harga antar lembaga saluran pemasaran komoditi
brokoli. Adapun penelitian serupa yang juga bertujuan untuk mengetahui elastisitas
transmisi harga antar lembaga yakni penelitian Analisis Distribusi Ayam Broiler di
Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta [CITATION Pri04 \l 1033 ] , Analisis Efisiensi
Pemasaran Ubi Jalar di Kabupaten Lampung Tengah [CITATION Pra13 \l 1033 ] dan
Elastisitas Transmisi Harga Beras Ciherang di Kabupaten Hulu Sungai Utara [ CITATION
Sai10 \l 1033 ].

Menurut penelitian yang dilakukan [ CITATION Rah12 \l 1033 ] yang berjudul Analisis
Transmisi Harga Jagung sebagai Bahan Pakan Ternak Ayam Ras di Sumatera Barat, data yang
digunakan merupakan data sekunder dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis
statistic untuk mengukur elastisitas transmisi harga. Demikian pula penelitian mengenai
Struktur, Perilaku dan Penampilan Pasar Usaha Budidaya Ikan Mas (Cyprinus carpio) dalam
Karamba di Kabupaten Banjar Provinisi Kalimantan Selatan [ CITATION Lil11 \l 1033 ] , salah satu
metode yang digunakan adalah metode analisis elastisitas transmisi harga. Adapun penelitian
mengenai marjin pemasaran yang dilakukan oleh [ CITATION Man13 \l 1033 ] dengan judul
Efisiensi Pemasaran Nanas di Desa Lobong, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang
Mongondow, menggunakan metode analisis marjin pemasaran dan elastisitas transmisi harga.
Berdasarkan referensi tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode analisis marjin
pemasaran dan elastisitas transmisi harga dengan menggunakan data primer maupun data
sekunder.