Anda di halaman 1dari 95

IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

LAPORAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI


AKUT PADA KLIEN ARTRHITIS GOUTS DI WILAYAH
KERJA UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN

Disusun untuk memenuhi sebagai syarat guna memperoleh sebutan Ahli


Madya Keperawatan (A.Md.Kep)

Oleh :
FERINA CHAYANTI
NIM. 151711913027

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS VOKASI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2020

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

LAPORAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI


AKUT PADA KLIEN ARTRHITIS GOUTS DI WILAYAH KERJA
UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN

Disusun untuk memenuhi sebagai syarat guna memperoleh sebutan Ahli


Madya Keperawatan (A.Md.Kep)

Oleh :
FERINA CHAYANTI
NIM. 151711913027

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS VOKASI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2020

i
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARTU TANDA MAHASISWA

ii
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN TUGAS AKHIR

Laporan Tugas Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua
sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan
benar.

iii
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI


AKUT PADA KLIEN ARTRHITIS GOUTS DI WILAYAH
KERJA UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN

LAPORAN TUGAS AKHIR

Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Keperawatan (AM.Kep) dalam


Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Oleh:

FERINA CHAYANTI
NIM. 151711913027

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS VOKASI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SUARABAYA
2020

iv
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LAPORAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI


AKUT PADA KLIEN ARTRHITIS GOUTS DI WILAYAH KERJA
UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN

FERINA CHAYANTI
NIM. 151711913027

LAPORAN TUGAS AKHIR INI TELAH DISETUJUI


PADA TANGGAL, 26 Mei 2020

Oleh:

Pembimbing Ketua:

Dr. Joni Haryanto, S.Kp., M.Si


NIP. 1963 0608 1991 03 1002

Pembimbing Pendamping:

Iswatun, S.Kep., Ns., M.Kes


NIP. 19720331 199403 2 004

Mengetahui,
Koordinator Program Studi DIII Keperawatan

Dr. Joni Haryanto, S.Kp., M.Si


NIP. 1963 0608 1991 03 1002

v
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR

Laporan Tugas Akhir ini diajukan oleh :


Nama : Ferina Chayanti
NIM : 151711913027
Program Studi : Diploma III Keperawatan
Judul : Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Nyeri Akut Pada
Klien Arthritis Gout Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas
Sugio Lamongan

Laporan Tugas Akhir ilmiah ini telah diuji dan dinilai oleh panitia penguji pada
Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga
Pada Tanggal, 26 Mei 2020

Panitian Penguji Laporan Tugas Akhir:

1. Ketua Penguji : Sylvia Dwi,S.Kep.,Ns.,M.Kep …………………….................

2. Anggota 1 : Iswatun, S.Kep., Ns., M.Kes …………………….................

3. Anggota 2 : Dr. Joni Haryanto, S.Kp., M.Si …………………….................

Mengetahui,
Koordinator Program Studi DIII Keperawatan

Dr. Joni Haryanto, S.Kp., M.Si


NIP. 1963 0608 1991 03 1002

vi
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat

dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir

Studi. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW,

keluarga, sahabat, serta pengikutnya hingga akhir zaman. Laporan Tugas Akhir

Studi yang berjudul “Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Nyeri Akut Pada

Klien Arthritis Gout Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan”, ini

merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Ahli Madya

Keperawatan.

Laporan Tugas Akhir ini merupakan upaya penulis untuk mengekspres ika

n kemampuan dalam mengetahui seluk-beluk tentang topik Keperawatan

Gerontik, pada klien lansua yang mengalami gangguan nyeri akibat gout, sehingga

perawat mempunyai kemampuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang

semakin kompleks.

Pada kesempatan ini, perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada:

1. Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE., M.T., Ak.,
CMA, atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan untuk mengikuti dan

menyelesaikan Program Studi Diploma III Keperawatan.

2. Dekan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Prof. Dr.H. Widi Hidayat,

SE.,AK.,CMA yang telah menyetujui Laporan Tugas Akhir ini menjadi syarat

vii

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

kelulusan saya.

3. Koordinator Program Studi Diploma III Keperawatan Dr. Joni Haryanto,

S.Kp., M.Si, yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan penulisa

n Laporan Tugas Akhir, dan membimbing penuh dengan kesabaran.

4. Ibu Iswatun, S.Kep., Ns., M.Kes selaku pembimbing Laporan Tugas Akhir

ini, hingga sampai selesai dengan penuh ketekunan dan ketelitiannya.

5. Seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan Program Studi Diploma III

Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, yang telah banyak

membantu saya dalam penyelesaian Laporan Tugas Akhir tersebut.

6. Seluruh teman se-Angkatan di Program Studi Diploma III Keperawatan

Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, yang secara langsung maupun tidak

telah bantu saya untuk menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

7. Partisipan yang rela menjadi subyek penelitian studi kasus ini, sehingga saya

dapat menyelesaiakan Laporan Tugas Akhir ini.

Proses pengelolaan laporan tugas akhir ini melalui studi kasus klien lansia

yang mengalami nyeri akibat gout, yang cukup rumit, karena melibat keluarga

dengan latar belakang budaya, pendidikan dan keyakinannya, maka tidaklah

mengherankan bila laporan tugas akhir ini perlu perbaikan disana sini.

Laporan Tugas Akhir tentang Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien

Artrhitis Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio

Lamongan yang nantinya dapat di aplikasikan pada masyarakat, yang selama

viii
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

belum mendapat tempat prioritas oleh kalangan perawat sendiri, maupun

pemerintah. Namun kami berharap Laporan Tugas Akhir ini bisa dimanfaatkan

oleh siapa saja, termasuk para perawat yang sedang mengambil pendidikan.

Perlu kami tekankan bahwa upaya pembuatan Laporan Tugas Akhir ini

cukup optimal, namun sebagai langkah perdana pasti masih banyak kekurangan,

kelemahan dan kesalahan. Untuk itu kami mohon kritik, masukan dan saran, demi

penyempurnaan Laporan Tugas Akhir ini. Semoga Laporan Tugas Akhir ini

bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan teknologi keperawatan dalam

menuntaskan permasalahan keperawatan dan kesehatan.

Lamongan, 27 Mei 2020

Penulis

ix
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR ISI

LAPORAN TUGAS AKHIR....................................................................................i

KARTU TANDA MAHASISWA........................................................................... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN TUGAS AKHIR..........................iii

LAPORAN TUGAS AKHIR..................................................................................iv

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LAPORAN TUGAS AKHIR...........v

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR.....................................vi

UCAPAN TERIMA KASIH.................................................................................. vii

DAFTAR ISI............................................................................................................x

DAFTAR TABEL................................................................................................. xiv

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................xvi

DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................xvii

ABSTRAK...........................................................................................................xviii

ABSTRACT.......................................................................................................... xix

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...............................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................3

1.3 Tujuan Penelitian........................................................................................... 3

1.3.1 Tujuan umum...........................................................................................3

1.3.2 Tujuan khusus..........................................................................................3

1.4 Manfaat Penelitian.........................................................................................4

1.4.1 Manfaat teoritis........................................................................................4

1.4.2 Manfaat praktis........................................................................................5

x
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

1.5 Batasan Penelitian..........................................................................................5

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Fisiologi Sendi Lutut.......................................................................6

2.1.1 Anatomi sendi lutut................................................................................. 7

2.1.2 Fisiologi sendi lutut................................................................................. 8

2.2 Konsep Arthritis Gout..................................................................................10

2.2.1 Definisi Arthritis Gout...........................................................................10

2.2.2. Etiologi Arthritis Gout..........................................................................10

2.2.3 Tanda dan Gejala Arthritis Gout........................................................... 11

2.2.4. Tahapan Artritis Gout...........................................................................12

2.2.4 Patogenesis Gout................................................................................... 13

2.2.5 Patobiologi Gout....................................................................................14

2.2.6 Patofisiologi Keperawatan Gout............................................................14

2.2.7 Penatalaksanaan Gout............................................................................15

2.3 Asuhan Keperawatan...................................................................................18

2.3.1 Pengkajian............................................................................................. 18

2.3.2 Diagnosa keperawatan...........................................................................22

2.3.3 Perencanaan...........................................................................................22

2.3.4 Implementasi......................................................................................... 22

2.3.5 Evaluasi................................................................................................. 23

2.4 Konsep Nyeri Akut...................................................................................... 23

2.4.1 Pengertian Nyeri Akut...........................................................................23

2.4.2 Etiologi Nyeri Akut............................................................................... 23

2.4.3 Tanda dan Gejala Nyeri Akut................................................................24

2.4.4 Intervensi Nyeri..................................................................................... 25

xi
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAB III : METODE PENELITIAN


3.1 Jenis Penelitian ............................................................................................ 27

3.2 Subyek Penelitian ........................................................................................ 27

3.3 Definisi Operasional .................................................................................... 27

3.3.1 Arthitis Gouts ........................................................................................ 28

3.3.2 Nyeri Akut............................................................................................. 28

3.4 Instrumen Penelitian .................................................................................... 28

3.5 Metode Pengambilan Data .......................................................................... 29

3.5.1 Wawancara............................................................................................ 29

3.5.2 Observasi............................................................................................... 29

3.5.3 Dokumentasi ......................................................................................... 30

3.6 Pengolahan dan Analisa Data ...................................................................... 31

3.6.1 Pengumpulan Data ................................................................................ 31

3.6.2 Mereduksi Data ..................................................................................... 31

3.6.3 Penyajian Data ...................................................................................... 31

3.6.4 Kesimpulan ........................................................................................... 32

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Kasus .................................................................................................. 33

4.1.1 Gambaran Lokasi Penelitian ................................................................. 33

4.1.2 Pengkajian ............................................................................................. 33

4.1.3 Analisa Data ......................................................................................... 46

4.1.4 Diagnosa Keperawatan ......................................................................... 47

4.1.5 Intervensi Keperawatan........................................................................ 48

4.1.6 Implementasi Keperawatan................................................................... 49

4.1.7 Evaluasi Keperawatan.......................................................................... 51

xii

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4.2 Pembahasan Kasus.......................................................................................52

4.2.1 Pengkajian............................................................................................. 52

4.2.2 Diagnosa Keperawatan..........................................................................53

4.2.3 Intervensi Keperawatan......................................................................... 54

4.2.4 Implementasi Keperawatan................................................................... 55

4.2.5 Evaluasi Keperawatan........................................................................... 56

4.2.6 Dokuementasi........................................................................................ 56

BAB V : SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan...................................................................................................... 57

5.2 Saran............................................................................................................ 58

5.2.1 Klien dan Keluarga................................................................................58

5.2.2 Pelayanan Kesehatan............................................................................. 58

5.2.3 Bagi institusi pemerintah.......................................................................58

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................59

Lampiran............................................................................................................64

Lampiran............................................................................................................66

Lampiran............................................................................................................69

Lampiran............................................................................................................72

Lampiran............................................................................................................74

xiii
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 4.1 Tabel Pemeriksaan refleks pada daerah ekstremitas.............................35

Tabel 4.2 Pengkajian SPMSQ (Short Portable Mental Status Qusioner)


pada Ny. T yang Megalami Arthritis Gout dengan Nyeri
Akut di UPT Puskesmas Sugio Lamogan Tahun 2019........................38

Tabel 4.3 Pengkajian MMSE (Mini Mental Status Esam) pada Ny. “T”
yang Megalami Arthritis Gout dengan Nyeri Akut di UPT
Puskesmas Sugio Lamogan Tahun 2019.................................................39

Tabel 4.4 Tabel Indeks KATZ........................................................................................41

Tabel 4.5 Tabel Indeks BARTHEL...............................................................................42

Tabel 4.6 Pengkajian Tingkat Depresi Lasia.............................................................42

Tabel 4.7 Pengkajian Fungsi Sosial Pada Lansia......................................................44

Tabel 4.8 Analisa Data Asuhan Keperawatan Gerontik Pasien Arthritis


Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas
Sugio Lamongan Tahun 2019......................................................................46

Tabel 4.9 Diagnosa Asuhan Keperawatan Gerontik Pasien Arthritis


Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas
Sugio Lamongan Tahun 2019......................................................................47

Tabel 4.10 Intervensi Keperawatan Gerontik Pasien Arthritis Gouts


Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio
Lamongan Tahun 2019...................................................................................48

xiv
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Tabel 4.11 Implementasi Keperawatan Gerontik Pasien Arthritis Gouts


Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio
Lamongan Tahun 2019...................................................................................49

Tabel 4.12 Evaluasi Keperawatan Gerontik Pasien Arthritis Gouts


Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio
Lamongan Tahun 2019...................................................................................51

xv
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Tabel 2.1 Anatomi Lutut Bagian Luar............................................................................6

Tabel 2.2 Ligamen Pada Sendi Lutut..............................................................................7

xvi
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Borang Judul Tugas Akhir

Lampiran 2 : Borang Konsultasi Tugas Akhir

Lampiran 3 : Borang Perbaikan Tugas Akhir

Lampiran 4 : Borang Penilaian Ujian Tugas Akhir

xvii
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ABSTRAK

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI


AKUT PADA KLIEN ARTRHITIS GOUTS DI WILAYAH KERJA
UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN
Penelitian Studi Kasus di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan

Oleh : Ferina Chayanti

Pendahuluan : Arthritis Gout atau disebut juga dengan asam urat termasuk suatu
penyakit degeneratif yang menyerang persendian baik tangan maupun kaki, dan
paling sering dijumpai di masyarakat terutama dialami oleh lanjut usia (lansia)
dengan keluhan nyeri pada persendian. Asam urat disebabkan oleh penumpukan
purin yang berasal dari hasil akhir metabolisme tubuh baik dalam maupun luar
tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan Asuhan Keperawatan pada
klien Arthritis Gout dengan nyeri akut diwilayah kerja UPT Puskesmas Sugio
Lamongan.

Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah studi kasus, data
yang diperoleh dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan
dokumentasi. Hasil dari studi kasus didapatkan kesenjangan pada pengkajian yaitu
pada tanda dan gejala klien dengan Arthtitis Gout, pada diagnosa keperawatan
terdapat kesenjangan yaitu hanya ditemukan 2 dari 5 diagnosa dan mengarah pada
prioritas masalah keperawatan utama yaitu nyeri akut, terdapat kesenjangan pada
intervensi keperawatan yang dibuat menyesuaikan dengan kondisi klien, terdapat
kesesuaian pada implementasi dengan perencanaan yang telah dibuat, evaluasi
masalah teratasi sebagian pada kunjungan ketiga, dan klien mau menghindar i
makanan tinggi purin serta datang ke posyandu lansia jika ada keluhan dan obat
habis.

Kata Kunci : Arthritis Gout, Asuhan Keperawatan Gerontik, Nyeri Akut.

xviii
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ABSTRACT

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI


AKUT PADA KLIEN ARTRHITIS GOUTS DI WILAYAH
KERJA UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN
Case Study Research in the Work Area of the Sugio Lamongan Health

CenterBy : Ferina Chayanti

Preliminary : Gouty arthritis, also called gout, is a degenerative disease that


affects joints in both hands and feet, and is most often found in the community,
especially experienced by the elderly (elderly) with complaints of pain in the
joints. Uric acid is caused by a buildup of purines that come from the end result of
the body's metabolism both inside and outside the body. This study aims to carry
out Asuhan Keperawatan pada klien Arthritis Gout dengan nyeri akut diwilayah
kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan.

The method used in conducting this research is case studies, data obtained by
interview, observation, physical examination, and documentation. The results of
the case study found a gap in the assessment of the signs and symptoms of clients
with Arthtitis Gout, in nursing diagnoses there is a gap that is found only 2 of 5
diagnoses and leads to the priority of the main nursing problems namely acute
pain, there are gaps in nursing interventions made according to the client's
condition, there is conformity to the implementation with the plans that have been
made, the evaluation of the problem is partially resolved at the third visit, and the
client wants to avoid high purine food and come to the posyandu for the elderly if
there are complaints and the medication runs out.

Keywords: Gouty Arthritis, Gerontik Nursing Care, Acute Pain.

xix
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keperawatan vokasional akan menghadapi tantangan yang cukup kompleks,

karena pertumbuhan populasi agregat lanjut usia (Lansia) sebagai kelompok beresiko

(at risk) terhadap masalah kesehatan cukup tinggi. Kondisi kesehatan lansia sering

diikuti dengan masalah multiple deseases seperti Arthritis Gout, sehingga agregat

lansia ini menjadi kelompok yang rentan (vulnerable) terhadap masalah kesehatan

(Andersson & Chesney, 2008; Stanhope & Lancaster, 2008).

Berdasarkan data dari World Population Prospect The 2015 Population,

jumlah penduduk lansia didunia berusia lebih dari 60 tahun mencapai 901.000.000

orang, yang terdiri dari 12% populasi global. Pada tahun 2050 jumlah penduduk

lansia diproyeksikan lebih dua kali lipat disbanding tahun 2015, yaitu mencapai

2.1 milyar. (United Nation, 2015).

Pada tahun 2020 jumlah penduduk lansia Indonesia secara absolut lebih

tinggi setelah Jepang (25.108.000 jiwa), yaitu mencapai 28.832.552 jiwa. Belanda

sebesar 2.801.000 jiwa, Australia 2.729.000 jiwa, dan Korea Selatan 4.052.000

jiwa. (Amir, 2007; Gangwisch, 2009; Zulkarnain, 2010; Babatsikou, 2010).

Data yang diperoleh dari Kemenkes RI 2013 Jumlah lansia diperkotaan 9,07%

dan di pedesaan 10,27%. Jumlah penduduk lansia terbanyak adalah Jawa Timur

12,96% setelah DI Yogyakarta 14,50%. Namun jumlah riel penduduk lansia

1
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
2
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Jawa Timur jauh lebih banyak dibandingkan Yogjakarta. Kematian lansia

perkotaan oleh karena penyakit degeneratif, sedangkan di pedesaan oleh karena

penyakit infeksi.

Asam urat atau disebut juga Artritis Gout termasuk suatu penyakit

degeneratif yang menyerang persendian baik tangan maupun kaki, dan paling

sering dijumpai di masyarakat terutama dialami oleh lanjut usia (lansia). Asam

urat disebabkan oleh penumpukan purin yang berasal dari hasil akhir metabolisme

tubuh dalam maupun luar tubuh. Kadar asam urat normal untuk pria dewasa 3,5-

7,0mg/dl dan 2,6-6,0mg/dl untuk wanita dewasa. (Damayanti, 2012) ; (Nur Lina &

Setiyono, 2014)

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun

2017, peningakatan jumlah penderita Arthritis Gout di dunia meningkat 34,2%.

Gout sering terjadi di negara maju seperti Amerika sebesar 26,3% dari total

penduduk. Peningkatan kejadian Arthritis Gout tidak hanya terjadi di negara maju

saja. Namun, peningkatan juga terjadi di negara berkembang, salah satunya di

Indonesia gout menempati urutan kedua setelah Hipertensi dengan perkiraan 1,6-

13,6/100.000 orang setiap tahunnya.((Kumar B & Linert P, 2016);(Sukarmin,

2015))

Prevelensi Arthritis Gout Provinsi Jawa Timur berdasarkan hasil riskesdas

tahun 2018 pada orang dewasa usia 20-75 tahun sebesar 67.51%.

Tingginya pola konsumsi masyarakat Indonesia pada makanan tinggi purin seperti

jeroan, kacang-kacangan, bayam, makanan kaleng dan lain sebagainya dapat

meningkatkan kadar asam urat, terjadi peningkatan kadar asam urat sering ditandai

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


3
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

dengan rasa linu pada sendi, terasa sakit, nyeri, merah dan bengkak keadaan ini

dikenal dengan gout. Nyeri seringkali dikaitkan dengan kerusakan pada tubuh yang

merupakan peringatan terhadap adanya ancaman yang bersifat aktual maupun

potensial yang menimbulkan ketidaknyamanan dan keterbatasan pergerakan.

Untuk menghindari terjadinya gout bisa dilakukan dengan cara menghindar i

makanan tinggi purin, perbanyak asupan vitamin dan mineral, diet rendah lemak,

hindari rokok dan alcohol serta motivasi klien untuk rutin minum obat dan data ke

posyandu lansia jika ada keluhan. ( Effendi, 2009) ; (Andarmoyo, 2013).

Dari latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitia n

tentang Asuhan Keperawatan Gerontik pada Klien Arthtitis Gouts dengan Nyeri

Akut di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimanakah Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien Artrhitis Gouts

Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan yang

sebenarnya, yang harus dilakukan oleh seorang perawat?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan umum

Tercapainya Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien Artrhitis Gouts

dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan dengan

tepat.

1.3.2 Tujuan khusus

1) Teridentifikasi pengkajian Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


4
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Artrhitis Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas

Sugio Lamongan.

2) Teridentifikasi diagnosa keperawatan Asuhan Keperawatan Gerontik Pada

Klien Artrhitis Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT

Puskesmas Sugio Lamongan.

3) Teridentifikasi perencanaan Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien

Artrhitis Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas

Sugio Lamongan.

4) Teridentifikasi implementasi Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien

Artrhitis Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas

Sugio Lamongan.

5) Teridentifikasi evaluasi Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien

Artrhitis Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas

Sugio Lamongan.

6) Terdapat dokumentasi Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien Artrhitis

Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio

Lamongan.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat teoritis

Manfaat hasil Laporan Tugas Akhir yang berupa studi kasus tentang Asuhan

Keperawatan Gerontik Pada Klien Artrhitis Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah

Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan ini bisa menambah perbendaharan pada

tingkat keilmuan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan pada lansia

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


5
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

yang mengalami nyeri akut akibat Arthritis Gout..

1.4.2 Manfaat praktis

1). Bagi klien / Subyek penelitian

Klien mendapatkan pelayanan asuhan keperawatan nyeri akut pada lansia

yang mengalami Arthritis Gout secara tepat.

2). Bagi perawat

Perawat dapat memaksimalkan Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Klien

Artrhitis Gout Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio

Lamongan, bersama keluarga.

3). Bagi institusi pemerintah

Institusi pemerintah dalam hal ini adalah Puskesmas Sugio mendapatkan

manfaat cakupan asuhan keperawatan keluarga tentang keperawatan nyeri

akut pada lansia yang mengalami Arthritis Gout.

1.5 Batasan Penelitian

Batasan penulisan penelitian ini pada Asuhan Keperawatan Gerontik Pada

Klien Artrhitis Gouts Dengan Nyeri Akut Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio

Lamongan. Merupakan penelitiaan kualitatif jenis studi kasus.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Fisiologi Sendi Lutut

Persendian atau artikulasi adalah hubungan dua buah tulang atau lebih yang

dihubungkan melalui pembungkus jaringan ikat pada bagian luar dan pada bagian

dalam terdapat rongga sendi dengan permukaan tulang rawan yang memungkinka n

terjadinya suatu pergerakan. Sendi lutut merupakan bagian dari ekstremitas infer ior

yang menghubungkan tulang paha dan dan tulang betis, kemuadian anatara tulang

paha dan lutut. Lutut berperan penting dalam pergerakan dan penopang beban tubuh

maka sangat penting untuk memahami kondisi yang dapat mempengar uhi fungsinya.

((Lumongga, 2004) ; Mosourus dkk, 2010)).

Gambar 2.1 ; Anatomi Lutut Bagian Luar


(Sumber : Thompson Jon C. 2010. Netter’s Concise Orthopaedic Anatomy.
Second Edition. Elsevier Inc.

6
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
7
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2.1.1 Anatomi sendi lutut

Struktur sendi lutut merupakan sendi terbesar dan memiliki susunan yang

sangat kompleks dengan berbagai macam jaringan di sekitarnya yang berfungs i

sebagai penahan axial loading cukup berat. Sendi lutut terbagi menjadi beberapa

susunan jaringan seperti komponen tulang yang terdiri dari tulang paha (femur),

patella (lutut), tibia(kering), fibula (betis), jaringan saraf serta jaringan pembuluh

dar Sendi lutut terdiri dari dua buah sendi condyloid dan satu buah sendi sellar.

Sendi lutut tertutup dalam kapsul sendi yang memiliki suatu resesus posterolateral

dan posteromedial yang memang kearah distal permukaan subkondral dari tibia

pleura.

Dalam sendi lutut juga terdapat bursa yang merupakan kantung yang berisi

cairan dengan lapisan tipis dan dibatasi oleh membrane sinovium yang

memudahkan jika terjadi gesekan atau pergerakan sendi. Ada beberapa bursa yang

terdapat dalam sendi lutut diantaranya bursa popliteus, bursa suprapartelaris, bursa

infrapatelaris, bursa subcutanea prapetelaris, dan bursa subpatelaris. Selain itu juga

dalam sendi lutut terdapat beberapa macam jenis otot penggerak pada sendi lutut,

otot-otot penggerak sendi lutut, bagian anterior ( musculus rectus femoralis,

muscus vastus lateralis, musculus vastus medialis dan muscular vastus

intermedialis), bagian posterior (musculus biceps femoralis, musculus

semitendinosus, musculus semi memeranosa, dan musculus gastroc nemanius),

bagian medial musculus Sartorius dan musculus tensor fasciae latae pada bagian

lateral ((Anwar, 2012) ;(Putz & Pabts, 2000)).

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


8
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2.1.2 Fisiologi sendi lutut

Sendi lutut termasuk kedalam sendi synovial yaitu persendian yang

gerakannya bebas dimana sendi ini dapat melakukan pergerakan fleksi, ekstensi,

dikombinasikan dengan pergeseran dan berputar atau rotasi, contohnya pada bahu,

panggul, sikut dan lutut. Ciri-ciri sendi ini memiliki kapsula sendi, mempunya i

permukaan artikular yang dilapisi oleh tulang rawan hialin, mempunyai membrane

synovium, terdapat meniscus dibeberapa intra-artikular sendi yang berfungsi ah,

komponen jaringan lunak atau ligamen yang berfungsi sebagai stabilisasi pada

sendi lutut, ligament terdiri dari ligament cruciatum yang tersusun dari liga me nt

cruciatum anterior dan ligament cruciatun posterior, ligament collateral yang

terdiri dari ligament collateral medial dan ligament collateral lateral, patellaris,

popliteal ablique, transversal.(Flandry & Hommel, 2011)

Gambar 2.2 ; Ligamen pada sendi lutut (Mkris et al, 2011)

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


9
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

sebagai peredam kejut, memiliki akhir saraf atau nerves ending

mechanoreseptor terdapat pada kapsul dan ligament, proprioseptor sebagai sensasi

posisi dan gerak, serta nociseptor sebagai sensasi sakit, dan juga terdapat ujung

saraf simpatik saraf otonom. Semua komponen tersebut memiliki pembuluh darah

sebagai suplay nurisi, terkecuali tulang rawan sendi yang mendapat pasokan nutris

i dari cairan synovium. (Ángel et al. 2012; (Suriani & Lesmana, 2013)).

Gerakan lutut yang terjadi selama postur berjalan normal adalah fleksi dan

ekstensi. Fleksi dari lutut merupakan suatu kombinasi dari rolling and sliding femur

pada tibia dengan rasio yang bervariasi. Ketika kaki sepenuhnya mengala mi ekstensi

dengan kaki di atas bidang datar, lutut secara pasif terkunci karena rotasi medial

femur pada tibia. Posisi ini membuat ekstremitas bawah menjadi penampang solid dan

lebih adaptatif dengan tahanan berat. Ketika lutut terkunci, otot paha dan otot betis

mengalami relaksasi sebentar tanpa membuat sendi lutut menjadi tidak stabil. Untuk

membuka sendi lutut yang terkunci, popliteus berkontraksi dan memutar femur ke

lateral sekitar 5° pada tibial plateau sehingga fleksi lutut dapat terjadi. Meniskus harus

mampu bergerak di tibial plateau sebagai titik kontak antara femur dan tibia (Nagura,

Dyrby, Alexander, & Andriacchi, 2002)

Selama berjalan normal force (gaya) sekitar 3 kali berat badan akan

ditransmisikan melalui sendi lutut dengan porsi terbesar loading dibebankan ke

sisi medial dari lutut walaupun kedua tibial plateau sesungguhnya mentransmis ika

n beban yang diberikan. Dengan adanya aktivitas yang lebih berat seperti naik

turun tangga, beban yang ditransmisikan akan menjadi 4 sampai 5 kali berat badan

(Aramanidis & Rampatzis 2009).

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


10
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Agar tungkai bagian bawah untuk berada dalam kesetimbangan, tiga

kekuatan utama harus berperan: GRF (Ground Reaction Force) (W); ketegangan

pada tendon patela (FP); dan gaya kompresif di tibial plateau dari sendi lutut (Fj).

Di sini FP diasumsikan bekerja pada 2,5 cm dari pusat O lutut. Untuk memenuhi

saat kesetimbangan sekitar pusat sendi lutut O, momen fleksi (berlawanan) yang

disebabkan oleh gaya reaksi darat + (W) x (7.5) harus sama momen ekstensi

(searah jarum jam) yang disebabkan oleh kekuatan tendon patela - (Fp) x (2,5).

Dengan demikian, besarnya kekuatan tendon patela FP adalah 3 W. Dengan

menggunaka n segitiga kekuatan, gaya reaksi sendi Fj ditentukan menjadi 3,5 W.

Dengan demikian, kekuatan yang besar untuk mengangkat berat badan dapat

dibuat bahkan saat tungkai menaiki tangga dengan beban yang diasumsikan

mencapai 4 sampai 5 kali berat badan. (Burlakov et al. 2008)

2.2 Konsep Arthritis Gout

2.2.1 Definisi Arthritis Gout

Artrhitis Gout adalah suatu penyakit gangguan metabolik yang ditandai

dengan serangan mendadak, berulang, yang disertai dengan serangan Arthritis yang

terasa sangat nyeri oleh karena adanya endapan kristal monosodium urat atau asam

urat yang terkumpul didalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat

di dalam darah (hiperurisemia) lebih besar dari 7mg/dl. (Iskandar, 2013 ;

Naingolan, 2009).

2.2.2. Etiologi Arthritis Gout

Penyebab utama terjadinya serangan gout adalah adanya penimbunan kristal asam

urat yang berlebihan pada sendi. Arthritis Gout sering terjadi pada penyakit

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


11
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

metabolik (metabolic syndrome) yang terikat dengan pola makan diet tinggi purin

dan minuman beralkohol. Beberapa faktor lain pendukung terjadinya Arthritis

Gout adalah :

1. Faktor genetik

Gangguan metabolisme purin yang menyebabkan penimbunan asam uarat

berlebih atau hiperurisemia dan retensi asam urat.

2. Faktor sekunder

Gout dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas, diabetes

mellitus, hipertensi, gangguan ginjal.

3. Pengaruh mengonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan ekresi asam

urat dalam jangka waktu yang lama seperti; aspirin, diuretic, kevodopa,

etambutol.

4. Mengkonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi seperti jeroan, nayam,

kacang-kacangan, makanan kaleng dan makanan tinggi lemak.

2.2.3 Tanda dan Gejala Arthritis Gout

Serangan Arthritis Gout yang pertama biasanya menyerang satu sendi dan

berlangsung selama beberapa hari, gejalanya menghilang secara bertahap dan

tidak muncul gejala lain sampai serangan berikutnya terjadi. (Bangun, 2008).

Berikut tanda dan gejala pada arthritis gout :

1. Bengkak, kemerahan pada area sendi.

2. Terasa nyeri hebat dan panas pada bagian yang sakit. Nyeri muncul akibat

gesekan Kristal purin dengan sendi.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


12
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

3. Serangan gout terjadi secara mendadak dan berulang-ulang.

4. Penonjolan pada area sendi, paling banyak dialami oleh pria berusia lebih

dari 30 tahun sebanyak 90%, dan pada wanita terjadi saat mengala mi

menopause 10%. (Rifiani dkk., 2016).

2.2.4. Tahapan Artritis Gout

1. Hiperurisemia asimtomatik (Stadium 1)

Pada sebagian besar penelitian epidemiolo gi menyebutkan hiperurise mia

juga kadar asam urat serum orang dewasa lebih dari 7.0mg/dl pada laki-laki dan

6.0mg/dl pada perempuan. Nilai-nilai ini dapat meningkat hingga 9-10mg/dl pada

orang dewasa dengan gout, namun dalam stadium ini klien tidak menunjukka n

gejala-gejala asam urat selain peningkatan kadar asam urat serum. Hanya sekitar 20%

dari pasien hiperurisemia yang berlanjut memasuki tahap akut. (Dianati, 2015)

2. Gout Akut (Stadium II)

Pembengkakan secara mendadak dan rasa nyeri berlebihan pada sendi ibu

jari kaki dan sendi metatasorphalparingeal, demam, peningkatan jumlah leukosit

dan serangan yang bersifat local lainnya. Serangan akut dapat dipucu dari trauma,

pasca bedah, obat-obatan, alkohol dan stress. Serangan akut biasanya pulih tanpa

pengobatan dalam waktu 10-14hari.

3. Gout Akut Interkritis (Stadium III)

Pada tahap ini seringkali tidak terdapat gejala-gejala pada tahap interkritis

yang dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai tahun, kebanyakan orang

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


13
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

mengalami serangan berulang dalam waktu kurang dari satu tahun jika tidak

diobati.

4. Gout Kronik (Stadium IV)

Penimbunan asam urat yang terus menerus dalam itungan tahunan jika

tidak mendapatkan pengobatan dapat mengakibatkan rasa nyeri hebat, sakit,

kekakuan sendi, juga penonjolan atau pembengkakan sendi. Gout juga dapat

merusak ginjal, sehingga ekskresi asam urat akan bertambah buruk. Kristal-kristal

asam urat dapat membentuk dalam interstitium medulla, papilla, dan pyramid,

sehingga timbul proteinuria dan hipertensi ringan. Batu ginjal juga dapat terbentuk

dari gout sekunder. (Yuli Aspiani, 2018)

2.2.4 Patogenesis Gout


Monosodium urat akan membentuk kristal ketika konsentrasinya dalam

plasma berlebih, sekita 7.0 mg/dl. Kadar monosodium urat pada plasma bukanlah

satu-satunya factor yang mendorong terjadinya pembentukan Kristal. Hal ini

terbukti pada beberapa penderita hiperurisemia tidak menunjukkan gejala untuk

waktu yang lama sebelum serangan Arthritis Gout yang pertama kali. Factor –faktor

yang mendorong terjadinya serangan Arthritis Gout pada penderita hiperurise mia

belum diketahui pasti. Diduga kelarutan asam urat dipengaruhi PH, suhu, dan ikatan

antara asam urat dan protein plasma (Busso & So, 2010)

Kristal monosodium urat yang menumpuk akan berinteraksi dengan fagosit

melalui dua mekanisme. Mekanisme pertama adalah dengan mengaktifkan sel-sel

melalui rute konvensional yakni opsonisasi dan fagositosis serta mengeluarka n

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


14
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

mediator inflamasi. Mekanisme kedua adalah krital monosodium urat berinteraksi

langsung dengan membrane lipid dan protein melalui membrane sel dan glikoprotein

pada fagosit. Interaksi ini mengaktivasi beberapa jalur tranduksi seperti protein G,

fosfolipace C dan D, srctyrocine-kinase, ERK1/ERK2, c-jun N-terminal kinase, dan

p38 mitogen –aktivatec protein kinase. Proses diatas akan menginduksi pengeluaran

interleukin (IL) pada sel monosit yang merupakan factor penentu terjadinya

akumulasi neutrophil. ((Choi et al., 2005) ; (Neogi, 2011)).

2.2.5 Patobiologi Gout

Kondisi asam urat yang meningkat dalam tubuh menyebabkan terjadinya

penumpukan asam urat pada jaringan yang kemudian akan membentuk Kristal urat

yang ujungnya tajam seperti jarum. Kondisi ini memicu terjadinya respon infla mas i

dan diteruskan dengan serangan gout dengan sesnsasi nyeri hebat. Penumpukan asam

urat dapat menyebabkan neflolithiasis urat (batu ginjal) dengan disertai penyakit

ginjal kronis jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan segera.

2.2.6 Patofisiologi Keperawatan Gout

Penyakit Athritis Gouts merupakan salah satu penyakit inflamasi sendi yang

paling sering ditemukan, ditandai dengan adanya penumpukan kristal monosodium

urat di dalam maupun disekitar persendian lebih besar dari 7mg/dl. (Zahara, 2015)

Asam urat merupakan Kristal putih tidak berbau dan tidak berasa lalu

mengalami dekomposisi dengan pemanasan menjadi asam sianida (HCN) sehingga

menghasilkan cairan ekstraseluler yang disebut sodium urat. Jumlah asam urat dalam

darah dipengaruhi oleh intake purin yang dihasilkan dari makanan dan

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


15
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

minuman yang mengandung tinggi purin, biosintesis asam urat dalam tubuh, dan

banyaknya eksresi asam urat. (Kumalasari, Saryono, & Purnawan, 2009).

Kadar asam urat dalam darah ditentukan oleh keseimbangan antara

produksi (10% pasien) dan eksresi (90% pasien). Bila keseimbangan ini terganggu

maka dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kadar asam urat dalam darah

yang disebut hiperurisemia yanga lama kelamaan penumpukan tersebut akan

membentuk krital asam urat pada sendi. Jika Kristal asam urat mengendap dalam

sendi, akan diteruskan dengan terjadinya serangan gout yang nampaknya

berhubungan dengan meningkatan dan penurunan kadar asam urat secara

mendadak dan berulang- ula ng, penumpukan Kristal monosodium urat yang

dinamakan thopi akan mengendap dibagian perifer seperti ibu jari kaki, tangan

dan telinga dapat memicu nyeri dan pembengkakan. (Manampiring, 2013)

2.2.7 Penatalaksanaan Gout

Penanganan Arthritis Gout biasanya dibagi menjadi penanganan serangan

Akut dan penanganan serangan Kronis. Ada 5 tahapan dalam terapi penyakit ini :

1) Mengatasi serangan Arthtitis Gout Akut.

2) Mengurangi kadar Asam Urat untuk mencegah penimbunan Kristal Urat pada

jaringan, terutama persendian.

3) Terapi mencegah menggunakan terapi Hipourisemik.

4) Mengurangi rasa nyeri

5) Mempertahankan fungsi sendi dan mencegah terjadinya kelumpuhan

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


16
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Penatalaksanaan utama pada penderita Arthtitis Gout meeliputi edukasi

pasien tentang diet, gaya hidup, medikamentosa berdasarkan kondisi obyektif

penderita harus sesuai dengan berat ringannya Arthtitis Gout ((Neogi, 2011) ;

(Khanna et al., 2012) ; (Nurarif, 2015)).

Terapi Nonfarmakologi

Penanganan Arthtitis Gout dibagi menjadi penanganan serangan akut dan

penanganan serangan kronis:

1. Serangan Akut

Istirahat dan terapi cepat dengan pemberian NSAID, misalnya Indometasin

200 mg/hari atau Diklofenak 150 mg/hari, merupakan terapi lini pertama dalam

menangani serangan Arthtitis Gout Akut, asalkan tidak ada kontra indikasi

terhadap NSAID. Aspirin harus dihindari karena eksresi Aspirin berkompetisi

dengan Asam Urat dan dapat memperparah serangan Arthtitis Gout Akut.

Keputusan memilih NSAID atau Kolkisin tergantung pada keadaan klien,

misalnya adanya penyakit penyerta lain atau Komorbid, obat lain juga diberikan

klien pada saat yang sama dan fungsi ginjal. Obat yang menurunkan kadar Asam

Urat serum (Allopurinol dan obat Urikosurik eperti Probenesid dan Sulfinpirazon)

tidak boleh digunakan pada serangan Akut (Nurarif, 2015).

Obat yang diberikan pada serangan Akut antara lain:

1) NSAID, NSAID merupakan terapi lini pertama yang efektif untuk klien

yang mengalami serangan Arthtitis Gout Akut. Hal terpenting yang

menentukan keberhasilan terapi bukanlah pada NSAID yang dipilih

melainkan pada seberapa cepat terapi NSAID mulai diberikan. NSAID

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


17
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

harus diberikan dengan dosis sepenuhnya (full dose) pada 24-48 jam

pertama atau sampai rasa nyeri hilang. Indometasin banyak diresepkan

untuk serangan Akut Arthtitis Gout, dengan dosis awal 75-100 mg/hari.

Dosis ini kemudian diturunkan setelah 5 hari bersamaan dengan

meredanya gejala serangan Akut. Efek samping Indometasin antara lain

pusing dan gangguan saluran cerna, efek ini akan sembuh pada saat dosis

obat diturunkan. NSAID lain yang umum digunakan untuk mengatasi Gout

Arthritis Akut adalah :

(1) Naproxen – awal 750 mg, kemudian 250 mg 3 kali/hari.

(2) Piroxicam – awal 40 mg, kemudian 10-20 mg/hari.

(3) Diclofenac – awal 100 mg, kemudian 50 mg 3 kali/hari selama 48 jam.

Kemudian 50 mg dua kali/ hari selama 8 hari.

2) COX-2 Inhibitor: Etoricoxib merupakan satu-satunya COX-2 Inhib itor


yang dilisensikan untuk mengatasi serangan Arthtitis Gout Akut. Obat ini

efektif tapi cukup mahal, dan bermanfaat terutama untuk klien yang tidak

tahan terhadap efek Gastrointestinal NSAID Non-Selektif.

3) Colchicine, Colchicine merupakan terapi spesifik dan efektif untuk

serangan Arthtitis Gout Akut. Namun dibanding NSAID kurang populer

karena awal kerjanya (onset) lebih lambat dan efek samping lebih sering

dijumpai.

4) Steroid, strategi alternatif selain NSAID dan Kolkisin adalah pemberian

Steroid Intra-Articular. Cara ini dapat meredakan serangan dengan cepat

ketika hanya 1 atau 2 sendi yang terkena namun, harus dipertimbangka n

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


18
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

dengan cermat diferensial diagnosis antara Arthtitis Gout Sepsis dan Gout

Arthritis Akut karena pemberian Steroid Intra-Articular akan memperburuk

infeksi.

2.3 Asuhan Keperawatan

Asuhan keperawatan adalah segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh

perawat pelaksana yang bertugas memberikan asuhan keperawatan, membantu

penyembuhan, membantu menyelesaikan masalah keperawatan dibawah

pengawasan dokter atau kepala ruangan yang segala bentuk tindakan dan kegiatan

yang diberikan kepada klien harus sesuai standar operasional prosedur (SOP).

(Carpenito, 2006) ; (Pratiw & Utami, 2017); Hidayat, 2011).

2.3.1 Pengkajian

Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan

proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk

mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan pasien. (Setiadi, 2013).

Fokus Pengkajian Artritis Gouts ;

1. Identitas

Pada kasus ini penyakit Arthtitis Gout umumnya merupakan penyakit

degeneratif yang menyerang persendian baik tangan maupun kaki, dan paling

sering dijumpai di masyarakat terutama dialami oleh lanjut usia (lansia). Pada

wanita menopause yaitu usia 45-60 tahun, pada laki-laki 30-40 tahun. Semakin

tua usia seseoarang maka semakin tinggi resiko terkena serangan arthritis gout.

(Kertia, 2009).

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


19
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2. Riwayat Kesehatan

1) Keluhan yang dirasakan saat ini ; seperti nyeri sendi.

2) Mengobservasi Tanda-tanda

vital Nadi : 92x/menit

Suhu : 36.7°c

Respirasi: 20x/menit

Kadar Urid Acid : 7.3mg/dl.

3) Pemeriksaan fisik ;

(1) Kepala: kulit kepala bersih, rambut warna putih, distribusi tidak merata,

tidak ada lesi, terdapat kerontokan rambut, tidak ada keluhan.

(2) Mata: konjungtiva merah muda, sklera putih, terdapat gambaran tipis

pembuluh darah, penglihatan menurun, tidak ada riwayat katarak.

(3) Hidung:bentuk simetris, tidak ada sianosis, tidak ada pernafasan cuping

hidung, tidak ada gangguan penciuman, tidak ada gangguan peradangan,

tidak ada keluhan.

(4) Mulut dan tenggorokan: mulut bersih, mukosa lembab, tidak ada

peradangan atau stomatitis, terdapat gigi ompong pada geraham kanan

bawah-kanan atas-kiti bawah, tidak ada ruam gusi, sering mengala mi

kesulitan mengunyah & menelan sebab ada makanan yang masih kasar.

(5) Leher: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran vena

jugularis, dan tidak ada kaku kuduk.

(6) Lelinga : bersih tidak ada serumen, tidak ada peradangan, pendengaran

normal, tidak ada keluhan.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


20
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

(7) Dada:

Inspeksi: bentuk dada normal chest, tidak terdapat otot bantu pernafasan,

pergerakan dada simetris.

Palpasi: tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan.

Perkusi: tidak terdapat suara jantung tambahan.

Auskultasi: suara nafas vesiculer, suara jantung S1 S2 tunggal.

(8) Pemeriksaan abdomen:

Inspeksi: bentuk datar.

Auskultasi: bising usus 15 kali permenit.

Perkusi: timpani pada kuadran kiri atas, pekak pada kuadaran kanan

Palpasi: tidak ada nyeri tekan, tidak ada nyeri lepas.

(9) Ekstremitas: Kekuatan otot 5, postur tubuh tegap (normal), rentang gerak

terbatas pada bagian kaki sebelah kiri, tidak terdapat deformitas pada sendi,

tidak tremor, tidak ada edema, klien berjalan dengan hati-hati tanpa

menggunakan alat bantu berjalan, sesekali mencari benda untuk membantu

berdiri dari duduk.

4) Pemeriksaan ekstermitas atas dan bawah : kekuatan rentang gerak/ROM,

kekuatan otot.

5) Riwayat Penyakit Yang Pernah Diderita : Pada pasien arthritis gout,

biasanya menderita hipertensi.

6) Riwayat Penyakit Keluarga

Kaji adakah keluarga dari generasi terdahulu mempunyai keluhan yang sama

dengan klien karena penyakit Arthtitis Gout berhubungan dengan genetik.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


21
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Aktivitas dan pola istirahat harus dicatat, seorang yang tidak pernah berolahraga

atau diikutsertakan dalam aktifitas mungkin memiliki kesukaran dalam memulai

program di usia lanjut, terutama jika aktifitas tersebut sulit atau

7) menyakitkan. Gejala nyeri sendi karena pegerakan, nyeri tekan, kekakuan

sendi pada malam hari, serta keletihan dan kelelahan yang hebat. Tanda ang

muncul antara lain, keterasan dalam malaise, keterbatasan rentang gerak,

kelainan pada sendi dan otot.

8) Pengkajian diit termasuk asupan kalsium dan vitamin D. obesitas dan malnutr

is i dapat dapat mempengaruhi obesitas dan kekuatan otot.

9) Pola hygiene, pada lansia mengalami kesulitan untuk melaksanakan aktifitas

perawatan pribadi secara mandiri (ketergantungan pada orang lain).

10) Neurosensori, gejalanya antara lain, kesemutan pada tangan dan kaki,

hilangnya sensasi pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan.

Ditandai dengan pembengkakan sendi simetris.

11) Status mental : Stabilisasi Emosi : Emosi Klien Stabil

(1) Tingkat krusakan intelektual menggunakan SPMSQ (Short Portable Mental

Status Quesioner) pada Ny.T pada tanggal 14 Oktober 2019, menunjukka n

interpretasi fungsi intelektual klien utuh.

(2) Identifikasi aspek kognitif Identifikasi aspek kognitif menggunakan MMSE

(Mini Mental Status Exam) Pada Ny.T tanggal 14 Oktober 2019, didapatkan

gangguan fungsi kognitif ringan.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


22
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2.3.2 Diagnosa keperawatan

Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinik tentang respon individ u,

keluarga, atau potencial. Diagnosa keperawatan merupakan dasar pemiliha n

intervensi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perawat yang

bertanggungjawab. (Muhith, 2015)

Masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien Arthtitis Gout

Menurut SDKI adalah :

1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisiologis.

2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kekakuan sendi.

3. Ansietas berhubungan dengan ancaman terhadap status kesehatan.

4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan fungsi tubuh.

5. Defisit Nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi

nutrien 2.3.3 Perencanaan

Intervensi keperawatan adalah suatu rencana tindakan keperawatan tertulis

yang menggambarkan masalah kesehatan pasien, hasil yang diharapkan, tindakan-

tindakan, keperawatan, dan kemajuan secara spesifik. (Manurung, 2011).

2.3.4 Implementasi

Implementasi keperawatan adalah pengelolaan dan perwujudan dari

rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan, kemampuan

yang harus dimiliki perawat pada tahap ini adalah kemampuan komunikasi yang

efektif, kemampuan untuk menciptakan hubungan saling percaya, kemampuan

melakukan teknik psikomotor, kemampuan melakukan observasi sitematik,

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


23
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

kemampuan menjadi seorang pendidik dalam mengedukasi, kemampuan

malakukan advokasi dan evaluasi.( (Setiadi, 2013) ; Asmadi, 2008))

2.3.5 Evaluasi

Evaluasi keperawatan adalah kegiatan yang terus menerus dilakukan untuk

menentukan apakah rencana keperawatan efektif da bagaimana rencana

keperawatan dilanjutkan, merevisi rencana atau menghentikan rencana

keperawatan. (Manurung, 2011).

2.4 Konsep Nyeri Akut

2.4.1 Pengertian Nyeri Akut

Nyeri akut merupakan suatu pengalaman sensorik atau emosional yang

berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual maupun fungsional dengan waktu yang

mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat yang berlangsung

kurang dari 3 bulan. (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2016)

Nyeri akut adalah suatu peringatan atau cidera penyakit atau interve ns i

bedah yang memiliki awitan cepat dengan intensitas dari sedang hingga berat dan

berlangsung dalam waktu kurang dari 6 bulan. Nyeri akut biasanya dapat

menghilang dengan atau tanpa pengobatan. (Prasetyo, 2010).

1. Agen Pencedera fisiologis (mis. Inflamasi, iskemia, neoplasma)

2. Agen pencedera kimiawi (mis. Terbakar, bahan kimia iritan)

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


24
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

3. Agen pencedera fisik (mis. Abses, trauma, amputasi, terbakar, terpotong,

mengangkat berat, prosedur pembedahan, latihan fisik berlebihan)

2.4.3 Tanda dan Gejala Nyeri Akut

Tanda dan gejala pada nyeri akut menurut (PPNI, 2017), adalah :

1. Gejala Mayor

1) Subjektif : klien mengeluh nyeri

2) Objektif

(1) Klien tampa meringis

(2) Bersifat protektif (meghindari penyebab nyeri, melindungi area nyeri)

(3) Gelisah

(4) Frekuensi nadi dan pernafasan meningkat

(5) Gangguan istirahat dan tidur

1) Subjektif : Tidak ditemukan data subjektif

2) Objektif

(1) Tekanan darah meningkat

(2) Pola nafas berubah

(3) Nafsu makan berubah

(4) Proses berfikir terganggua

(5) Menarik diri

(6) Focus pada diri sendiri

(7) Diaphoresis

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


25
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2.4.4 Intervensi Nyeri

Intervensi keperawatan adalah suatu tindakan Asuhan Keperawatan yang

dialukan oleh perawat berdasarkan pada pengetahuan dan nilai- nilai klinis untuk

mencapai luaran yang diharapkan. (Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018).

1. Nyeri Akut Berhubungan dengan Agen Pencedera Fisiologis

1) Tujuan :

Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan tingkat yeri menurun.

2) Kriteria Hasil :

(1) Klien melaporkan peningkatan control nyeri.

(2) Kemampuan mengenali onset nyeri meningkat

(3) Klien mengetahui penyebab nyeri

(4) Klien mengetahui teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri

(5) Penggunaan obat analgesik berkurang (L.08063)

(1) Berikan edukasi pada klien tentang penyebab dan cara mengatasi

nyeri Rasional : Edukasi yang adekuat memuat klien kooperatif

(2) Monitor TTV

Rasional : Mengetahui TTV dalam batas normal

(3) Observasi skala nyeri

Rasional : Memantau tingkat nyeri klien

(4) Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri

Rasional : Tarik nafas dalam dapat mengurangi nyeri

(5) Kolaborasi dengan tim medis terkait pemberian analgesic

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


26
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Rasional : pemberian analgesic yang sesuai dapat mempercepat

penyembuhan klien .

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan

pendekatan studi kasus. Studi kasus ini adalah untuk mengeksplorasi masalah

asuhan keperawatan pada Ny.T yang mengalami Artrhitis Gout dengan nyeri akut

di Wilayah Kerja UPT Pukesmas Sugio.

3.2 Subyek Penelitian

Studi kasus ini melibatkan 1 pasien sebagai partisipan yaitu pasien Athritis

Gouts dengan nyeri akut yang memenuhi kriteria inklusi : 1) Klien tampak rileks,

2) Melaporkan nyeri berkurang/hilang, 3) Klien merasakan nyeri seperti dituduk -

tuduk dengan skala nyeri 5 didapat dari hasil penilaian Intial Pain Assessment Tool.

3.3 Definisi Operasional

Pengertian Operasional adalah konsep yang bersifat abstrak untuk

memudahkan pengukuran suatu variable, menjelaskan definisi operasional dalam

penelitian penting dilakukan untuk dijadikan pedoman dalam melakukan suatu

kegiatan penelitian dan menghindari kesalahan saat pengumpulan data.((tania

putri, 2016) ; (Huda, 2018))

27
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
28
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

3.3.1 Arthitis Gouts

Menurut (Iskandar, 2013) Gouts aldalah suatu penyakit yang ditandai

dengan serangan mendadak, berulang, yang disertai dengan rasa sangat nyeri oleh

karena adanya endapan Kristal monosodium urat atau asam urat yang terkumpul

didalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah

(hiperurisemia). Dilihat dari tanda yang muncul yaitu terjadi dilutut yang terasa

nyeri saat berjalan akibat dari endapan kristal monosodium urat yang dialami oleh

Ny. “T” diwilayah kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan.

3.3.2 Nyeri Akut

Nyeri akut adalah pengalaman sensorik atau emocional yang berkaitan

dengan kerusakan jaringan actual atau fungsional, dengan onset mendadak atau

lambat dan berintensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3

bulan. (PPNI, 2017)

3.4 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah berupa tes yang bersifat sebagai alat untuk

mengukur kejadian alam maupun sosial yang sedang diamati, karena berisi tentang

pertanyaan alternative jawabannya memiliki standard jawaban tertentu, benar salah

maupun skala jawaban. ((Sugiyono, 2016); Sukmadinata, 2010 ; Sanjaya, 2011).

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian dalam

penelitian ini adalah peneliti sendiri.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


29
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

3.5 Metode Pengambilan Data

Teknik pengambilan data yang digunakan dalam menyusun Laporan studi

kasus adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi.

3.5.1 Wawancara

Sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari data kepada pasien,

keluarga pasien, dan petugas kesehatan wawancara dengan pasien bertujuan untuk

menggali informasi terkait dengan asuhan keperawatan mulai dari tahap pengkajian

sampai evaluasi seperti, identitas pasien, keluhan utama yang dirasakan pasien,

keluhan yang dirasakan pasien saat pengkajian, kejadian penyakit 3 bulan terakhir

pasien, status mental pasien, dan pengkajian terhadap kesehatan.

3.5.2 Observasi

1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik (dengan pendekatan IPPA : inspeksi, palpasi, perkusi,

auskultasi) pada sistem tubuh pasien adalah suatu proses melihat, meraba,

mengetuk, dan mendengar. Pemeriksaan fisik (physical examination) dalam

pengkajian keperawatan di pergunakan untuk memperoleh data objektif dari

pasien. Tujuan pemeriksaan fisik ini adalah untuk menentukan status kesehatan

klien, mengidentifikasikan masalah kesehatan, dan memperoleh data dasar guna

menyususn rencana asuhan keperawatan. Teknik pemeriksaan fisik ada empat

teknik yaitu inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi (IPPA). (Nursalam, 2011).

Penjelasan mengenai teknik-teknik pemeriksaan fisik tersebut adalah

sebagai berikut:

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


30
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

1) kepala: kulit kepala bersih, rambut warna putih, distribusi tidak merata, tidak

ada lesi, terdapat kerontokan rambut, tidak ada keluhan.

2) Mata: konjungtiva merah muda, sklera putih, terdapat gambaran tipis

pembuluh darah, penglihatan menurun, tidak ada riwayat katarak.

3) Hidung: bentuk simetris, tidak ada sianosis, tidak ada pernafasan cuping

hidung, tidak ada gangguan penciuman, tidak ada gangguan peradangan, tidak

ada keluhan.

4) Mulut dan tenggorokan: mulut bersih, mukosa lembab, tidak ada peradangan

atau stomatitis, terdapat gigi ompong pada geraham kanan bawah-kanan atas-

kiti bawah, tidak ada ruam gusi, sering mengalami kesulitan mengunyah &

menelan sebab ada makanan yang masih kasar.

5) Leher: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran vena

jugularis, dan tidak ada kaku kuduk.

6) Telinga : bersih tidak ada serumen, tidak ada peradangan, pendengaran

normal, tidak ada keluhan

3.5.3 Dokumentasi

Menurut (Riyadi, 2011) studi dokumentasi berarti cara mengumpulkan

data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Berdasarkan penjelasan ahli maka

dapat disimpulkan bahwa metode dokumentasi merupakan cara mengumpulkan

data yang dilakukan dengan menyeidiki kondisi kesehatan pada Ny “T” dan

mencatat temuannya. Studi dokumentasi untuk memperoleh identitas narasumber

dan kondisi kesehatan yang berhubungan dengan Arthtitis Gout.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


31
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

3.6 Pengolahan dan Analisa Data

Analisis data adalah proses menyusun secara sistematis data yang

diperoleh dengan hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan

cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit,

melakukan sitesa, menyusun kedalam pola, memilih nama yang penting dan yang

akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri

sendiri maupun orang lain. (Sugiyono, 2015)

Urutan dalam analisis adalah:

3.6.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam

penelitian. Data dikumpulkan dari hasil FTO (Fakta Teori Opini). Hasil ditulis

dalam bentuk catatan lapangan, kemudian disalin dalam bentuk transkrip (catatan

terstruktur).

3.6.2 Mereduksi Data

Dari hasil wawancara yang terkumpul dalam bentuk catatan lapangan

dijadika satu dalam bentuk transkrip dan dikelompokan menjadi data subjektif dan

obyektif, dianalisis berdasarkan hasil pemeriksaan diagnostik kemudian

dibandingkan dengaan nilai normal.

3.6.3 Penyajian Data

Penyajian data pada studi kasus biasanya dilakukan dalam bentuk uraian

singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Yang paling

sering digunakan adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dalam hal ini peneliti

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


32
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

akan menyajikan data dalam bentuk teks, untuk memperjelas hasil

penelitian maka dibantu denagn mencantumkan table atau gambar. Kerahasiaan

pasien di jamin dengan jalan mengaburkan identitas dari responden).

3.6.4 Kesimpulan

Dari data yang di sajikan, kemudian data di bahas dan di bandingkan dengan

hasil penelitian terdahulu dan secara teoritis dengan prilaku kesehatan. Penarikan

kesimpulan di lakukan dengan metode induksi. Data yang dikumpulkan terkait

dengan data pengkajian, diagnosis, perencanaan, tindakan dan evaluasi

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


33
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Kasus

4.1.1 Gambaran Lokasi Penelitian

UPT Puskesmas Sugio beralamat dijalan Balai Desa Jalan Raya Sugio,

No.33, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Puskesmas sugio ini

mempunyai beberapa ruangan mulai dari Loket, Poli Gigi, Poli KIA, Poli Lansia, Poli

Imunisasi, Poli Umum, Poli Jiwa, Ruang Rapat, Apotik, Ruang Rawat Inap, Ruang

TU, IGD, Gudang Obat, Musholla, Laboratorium, Kantin. Loket dibuka dari

hari senin sampai sabtu dan buka pada pukul 07.00 sampai 12.00, untuk IGD buka

setiap hari.

Tempat tinggal pasien terletak di Dusun Banjaranyar RT 01 RW 03 Desa

Kalipang Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan yang merupakan daerah cakupan

UPT Puskesmas Sugio. Kondisi jalan menuju tempat tinggal pasisien cukup baik,
mudah dijangkau, dan lingkungan sekitar tempat tinggal pasien daerah persawahan.

4.1.2 Pengkajian

Pengkajian dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2019, jam 08.30 WIB.

1. Identitas Pasien

Nama : Ny. T, Alamat : di wilayah kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan (di

Dusun Banjaranyar RT 01 RW 03 Desa Kalipang Kecamatan Sugio Kabupaten

Lamongan), Jenis kelamin : Perempuan, Umur : 64 Tahun

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


34
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Status : Janda, Agama : Islam, Suku : Jawa, Tingkat Pendidikan : Tamat

Sekolah dasar.

2. Riwayat kesehatan

1) Keluhan Utama : Nyeri.

2) Keluhan yang dirasakan saat ini : Klien mengatakan selama 3 bulan

terakhir asam urat sering kambuh, apabila kambuh klien merasakan nyeri

selama 4-6 hari, dan pada saat pengkajian klien mengatakan nyeri pada

kaki bagian kiri sudah 4 hari, nyeri dirasa seperti ditusuk-tusuk, dan skala

nyeri 5. nyeri dirasa saat klien kecapekan dan nyeri bertambah jika

digunkan pasien untuk berjalan dan beraktivitas, nyeri berkurang ketika

klien beristirahat dan mengonsumsi obat anti nyeri.

3) Keluhan yang dirasakan tiga bulan terakhir : klien mengatakan selama 3

bulan ini mengeluh pandangan mata menurun dan pusing, namun klien

mengganggap bawah itu sebagai faktor usia dan yang terakhir klien

mengeluh nyeri pada kaki bagian kiri.

4) Penyakit saat ini : klien mengatakan penyakit saat ini yang dia derita dalah

penyakit asam urat.

5) Kejadian penyakit 3 bulan terakhir : klien mengatakan selama tiga bulan

terakhir mengalami pandangan mata menurun, pusing/sakit kepala,da n

nyeri pada kaki bagian kiri.

6) Status fisiologis : Postur tulang belakang lansia : Tegap.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


35
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

7) Tanda-tanda vital dan status gizi, suhu: 36,7°c, tekanan darah: 120/90

mmHg , nadi: 92x/menit, respirasi: 20 x/menit, berat badan: 62 kg, tinggi:

157 cm, kadar uric acid: 7,3 mg/dL.

3. Pengkajian Head to Toe

1) Kepala: kulit kepala bersih, rambut warna putih, distribusi tidak merata,

tidak ada lesi, terdapat kerontokan rambut, tidak ada keluhan.

2) Mata: konjungtiva merah muda, sklera putih, terdapat gambaran tipis

pembuluh darah, penglihatan menurun, tidak ada riwayat katarak.

3) Hidung: bentuk simetris, tidak ada sianosis, tidak ada pernafasan cuping

hidung, tidak ada gangguan penciuman, tidak ada gangguan peradangan,

tidak ada keluhan.

4) Mulut dan tenggorokan: mulut bersih, mukosa lembab, tidak ada

peradangan atau stomatitis, terdapat gigi ompong pada geraham kanan

bawah-kanan atas-kiti bawah, tidak ada ruam gusi, sering mengala mi

kesulitan mengunyah & menelan sebab ada makanan yang masih kasar.

5) Leher: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran vena

jugularis, dan tidak ada kaku kuduk.

6) Lelinga : bersih tidak ada serumen, tidak ada peradangan, pendengaran

normal, tidak ada keluhan.

7) Dada:

Inspeksi: bentuk dada normal chest, tidak terdapat otot bantu pernafasan,

pergerakan dada simetris.

Palpasi: tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


36
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Perkusi: tidak terdapat suara jantung tambahan.

Auskultasi: suara nafas vesiculer, suara jantung S1 S2 tunggal.

8) Pemeriksaan abdomen:

Inspeksi: bentuk datar.

Auskultasi: bising usus 15 kali permenit.

Perkusi: timpani pada kuadran kiri atas, pekak pada kuadaran kanan

Palpasi: tidak ada nyeri tekan, tidak ada nyeri lepas.

9) Ekstremitas: Kekuatan otot 5, postur tubuh tegap (normal), rentang gerak

terbatas pada bagian kaki sebelah kiri, tidak terdapat deformitas pada sendi,
tidak tremor, tidak ada edema, klien berjalan dengan hati-hati tanpa

menggunakan alat bantu berjalan, sesekali mencari benda untuk membantu

berdiri dari duduk.

Tabel 4.1 : Pemeriksaan Refleks pada daerah Ekstremitas

Kanan Kiri
Biceps + +
Triceps + +
Knee + +
Achiles + +
keterangan :
refleks + : normal
refleks - : menurun atau meningkat.

10) Integumen: Kulit bersih, warna tidak pucat, kering, kendur dan tidak ada

gangguan kulit, turgor hangat.

11) Pengkajian Keseimbangan untuk Lansia, untuk mengetahui fungsi otak

kecil (keseimbangan) pasien lansia digunakan beberapa instrume nt

pengkajian diantranya adalah :

1. Perubahan posisi atau gerakan keseimbangan

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


37
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

(1) Bangun dari kursi : Klien bangun dari duduk dengan mendorong tubuhnya

keatas dengan tangan atau bergerak kebagian depan kursi terlebih dahulu,

tidak stabil saat pertama kali berdiri. (tidak normal).

(2) Duduk ke kursi : Klien tidak menjatuhkan diri ke kursi, dan duduk di

tengah kursi (normal).

(3) Menahan dorongan pada stenum : Klien mampu menahan dorongan saat

saya mendorong stenum secara perlahan tanpa memegang obyek untuk

dukungan (normal).

(4) Menggerakkan kaki, memegang objek untuk dukungan, kaki tidak

menyentuh sisi-sisinya : Klien menggerakkan kaki, memgang obyek untuk

dukungan, kaki tidak menyentuh sisi-sisinya. (tidak normal).

(5) Mata tertutup : Saat mata tertutup dan mendapatkan dorongan pelan pada

sternum, klien menjadi sedikit kehilangan keseimbangan. (tidak normal).

(6) Perputaran leher : Pasien mampu menengok atau memutar lehernya

dengan baik tanpa menggegam obyek untuk dukungan, klien mengeluhan

sedikit pusing.(tidak normal).

(7) Gerakan menggapai sesuatu : Klien mampu menggapai sesuatu dengan bahu

fleksi sepenuhnya tanpa memegang sesuatu untuk dukungan (normal).

(8) Membungkuk : Klien dapat mengambil obyek dari lantai dan ketika berdiri

klien tidak menggunakan sokongan pada daerah lutut (normal)

(9) Komponen gaya berjalan atau gerakan.

(10) Minta Klien untuk berjalan pada tempat yang ditentukan : Klien berjalan

dengan hati-hati, tidak membutuhkan obyek untuk dukungann namun saat

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


38
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

berjalan Klien terlihat pincang dan gerakan lambat. (tidak normal)

(11) Ketinggian langkah kaki : Klien berjalan dapat mengangkat kaki

dengan ketinggian kurang lebih 5 cm (normal)

(12) Kontinuitas langkah kaki : Klien melangkah tidak konsisten memulai

mengangkat kaki dengan langkah panjang kaki tidak sama, masalah ada

pada nyeri lutut (tidak normal).

(13) Penyimpangan jalur pada saat berjalan : Klien mampu berjalan baik

dalam garis lurus, tidak berubah dari sisi ke sisi (normal).

(14) Berbalik : Klien sebelum berbalik klien terlebih dahulu berhenti sejenak

tetapi tidak sempoyongan (tidak normal)

.(Tinneti, Me, dan Ginter, SF, 1998).

1. Hubungan dengan Anggota Keluarga

Klien mampu berinteraksi dengan baik dengan anggota keluarga yang lain.

2. Hubungan dengan orang lain diluar rumah

Klien mampu berinteraksi dengan baik dengan orang lain dirumah, saling

membantu saat yang lain sedang mengalami kesulitan.

3. Kebiasaan lansia berinteraksi ke tetangga

Klien sering berkunjung kerumah tetangga, sering membantu ke tetangga

yang lain.

13) Status Mental

Stabilisasi Emosi : Emosi Klien Stabil

1) Masalah Emosional

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


39
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Dari hasil pengkajian didapatkan :

(1) Ny. T mengalami susah tidur

(2) Ny. T tidak sedang ada masalah atau banyak fikiran

(3) Ny.T tidak pernah murung atau menangis sendiri

(4) Ny.T tidak pernah merasa was-was ataupun khawatir

(5) Ny. T mengatakan tidak ada gangguan atau masalah dengan orang lain.

(6) Ny. T tidak pernah menggunakan obat tidur atau penenang atas anjuran

dokter.

(7) Ny.T Senang bersosialisasi dengan tetangganya, dan tidak mengur ung

diri, dari hasil pengkajian masalah emosional maka Ny. “T” tidak

terdapat gangguan emosional.

2) Tingkat Kerusakan Emosional.

Tabel 4.2 : Tingkat kerusakan intelektual menggunakan SPMSQ


(Short Portable Mental Status Quesioner) pada Ny.T pada
tanggal 14 Oktober 2019.
Benar Salah No Pertanyaan
 1 Tangal berapa hari ini ? 14
 2 Hari apa sekarang ? Senin
 3 Apakah nama tempat ini ? rumah
 4 Dimana alamat anda ? Banjaranyar, Sugio
 5 Berapa umur anda ? 64 tahun
 6 Kapan anda lahir ? 1948
 7 Siapa presiden indonesia saat ini ? jokowi
 8 Siapa presiden indonesia sebelumnya ? Lupa
 9 Siapa nama ibu anda ? Sukarni
 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari
setiap agka baru, secara menurun ? 17, 14,11,9
JUMLAH Salah 3 Benar 7
Interprestasi : fungsi intelektual utuh

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


40
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

3) Identifikasi aspek kognitif

Tabel 4.3 : Identifikasi aspek kognitif menggunakan MMSE (Mini Mental


Status
Exam) Pada Ny.T tanggal 14 Oktober 2019.
No Aspek Nilai Nilai Kriteria
Kogtitif Maximal Klien

1. Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar


Tahun : 2019
Musim : kemarau
Tanggal :14
Hari : senin
Bulan : oktober
2. Orientasi 5 5 Dimana sekarang kita berada ?
Negara : indonesia
Propinsi : jawa timur
Kabupaten atau kota : lamongan
Dusun : Banjaranyar
Desa : Kalipang
3. Registrasi 3 3 Sebutkan 3 nama obyek (misal :
kursi, meja, kertas ), kemudian
ditanyakan kepada pasien ,
menjawab:
1. Kursi
2. Meja
3. Kertas
4. Perhatian dan 5 0 Meminta pasien berhitung mulai
Kalkulasi dari 100 kemudian kurangi 7
sampai 5 tingkat.
Jawaban : 86
5. Mengingat 3 3 Minta pasien untuk mengulangi
ketiga obyek pada poin ke-2 (tiap
poin nilai 1)
Klien menjawab :
Negara : indonesia
Propinsi : jawa timur
Kabupaten atau kota : lamongan
6. Bahasa 9 9 Menanyakan pada pasien tentang
benda (sambil menunjukan benda
tersebut)
Kursi
Meja
Minta pasien untuk mengulangi
kata berikut :
“tidak ada, dan,jika atau tetapi”
pasien menjawab :
tidak ada, dan jika atau tetapi.
Minta pasien untuk mengikuti
perintah berikut yang terdiri dari 3
langkah.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


41
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

No Aspek Nilai Nilai Kriteria


Kognitif Maximal Klien

Ambil kertas ditangan anda, lipat dua


dan taruh dilantai.
Perintahkan pada pasien untuk hal
berikut (bila aktifitas sesuai perintah
nilai 1 poin)
“tutup mata anda”
Perintahkan kepada pasien untuk
menuliskalimat dan menyalin
gambar.
Nilai total 302 25 Interprestasi : gangguan kognitif
ringan
Interprestasi : pasien mengalami gangguan kognitif ringan.

14) Pengkajian perilaku terhadap kesehatan

1) Kebiasaan merokok : Klien mengatakan tidak pernah merokok.

2) Pola pemenuhan kebutuhan nutrisi : Klien makan tidak teratur, terkadang

2-3 kali sehari dengan komposisi nasi, lauk pauk satu porsi dihabiskan

kadang-kadang tambah, klien gemar mengkonsumsi sayuran termasuk

kacang-kacangan.

3) Pola pemenuhan cairan : Klien mengatakan minum air putih kurang lebih

7 gelas sehari, dan klien senang meminum air mineral yang didiingin kan

didalam lemari es, alasannya karena sudah terbiasa meminum air dingin

dan lebih segar.

4) Pola kebiasaan tidur : Klien mengatakan tidur malam 6-7 jam mulai pukul

21.00-04.00 WIB, dan tidur siang hanya kurang lebih 1 jam mulai pukul

13.00-14.00.

5) Penggunaan waktu luang ketika tidak tidur : Klien mengatakan jika pasien

tidak tidur, maka kegiatan yang klien lakukan adalah menonton televisi

atau menjaga warung kopi miliknya.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


42
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

6) Pola eliminasi buang air kecil : Klien mengatakan buang air kecil kurag

lebih 4-6 kali dalam sehari dengan warna kuning jernih dan bau khas, serta

tidak ada gangguan dalam buang air kecil.

7) Pola eliminasi buang air besar : Klien mengatakan buang air besar 1 kali

dalam sehari dengan konsistensi lembek.

8) Pola aktifitas : Klien mengatakan dirumah biasanya menyapu, mencuci

piring, dan memasak dan menjaga warung kopi miliknya.

9) Pola pemenuhan kebersihan diri : Klien mengatakan mandi 2 kali dalam

sehari, memakai sabun, gosok gigi, keramas 2 kali dalam seminggu, dan

ganti pakaian 2 kali dalam sehari.

10) Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari

(1) Indeks KATZ

Penentuan tingkat kemandirian/ketergantungan berdasarkan kemandirian

melaksanakan 6 fungsi yaitu: 1) Makan, 2) BAB/BAK, 3) Berpindah, 4)

Ke kamar mandi, 5) Berpakaian, dan 6) mandi, dapat dilihat pada indeks

tabel berikut

Tabel 4.4 : Indeks KATZ


SKOR KRITERIA
A Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil,
berpakaian, dan mandi
B Kemandirian dalam semua kativitas hidup sehari-hari, kecuali satu dari
fungsi tersebut
C Kemandirian dalam semua kativitas hidup sehari-hari, kecuali mandi
dan satu fungsi tambahan
D Kemandirian dalam semua kativitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian, dan satu fungsi tambahan
E Kemandirian dalam semua kativitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi tamabahan
F Kemandirian dalam semua kativitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian, ke kamar kecil, berpindah, dan satu fungsi tambahan

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


43
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

No SKOR URAIAN
2 Bila melihat kehidupan ke belakang, semua yang dapat saya lihat
hanya kegagalan
1Saya merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya
√ 0Saya tidak merasa gagal
D Ketidakpuasan
3 Saya tidak puas dengan segalanya
2 Saya tidak mendapat kepuasan dari apapun
1 Saya tidak menyukai cara yang saya gunakan
√ 0Saya tidak merasa tidak puas
E Rasa Bersalah
3 Saya merasa seolah-olah sangat buruk atau tak berharga
2 Saya sangat merasa bersalah
1 Saya merasa buruk atau tak berharga sebagai bagian dari waktu
yang baik
√ 0Saya tidak benar-benar bersalah
F Tidak Menyukai Diri Sendiri
3 Saya benci diri saya sendiri
2 Saya muak dengan diri saya sendiri
1 Say tidak suka dengan diri saya sendiri
√ 0Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri
GMembahayakan Diri Sendiri
3 Saya akan membunuih diri saya sendiri jika ada kesempatan
2 Saya mempuyai rencana pasti tentang tujuan bunuh diri
1 Saya merasa lebih baik mati
√ 0Saya tidak mempunyai pikiran-pikiran mengenai membahayakan diri
HMenarik Diri dari Sosial
3 Saya telah kehilangan semua minat sya pada orang lain dan tidak
peduli pada mereka semua
2 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan
mempunyai sdikit perasaan pada mereka
1Saya kurang minat pada orang lain dari pada sebelumnya
√ 0Saya tidak kehilangan minat pada orang lain
I Keragu-raguan
3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali
2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keoutusan
√ 1Saya berusaha mengambil keputusan
0 Saya membuat keputusan yang baik
J Perubahan Gambaran Diri
3 Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak menjijikan
2 Saya merasa bahwa ada perubahan-perubahan yang permanen
dalam penampilan saya dan ini membuat saya tak menarik
1 Saya khawatir bahwa saya tampak tua atau tak menarik
√ 0Saya tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk daripada
sebelumnya
K Kesulitan Kerja
3 Saya tidak melakukan kerja sama sekali

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


44
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

No SKOR URAIAN
2 Saya telah mendorong diri sendiri dengan keras untuk melakukan
sesuatu
√ 1Saya memerlukan upaya tambahan untuk memulai melakukan sesuatu
0 Saya dapat bekerja kira0kira sebaik sebelumnya
L Keletihan
3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu
2 Saya merasa lelah unyuk melakukan sesuatu
√ 1saya merasa lelah dari yang biasanya
0 Saya tidak merasa lebih leleah daru yang biasanya
M Anoreksia
3 Saya tidak lagi mempunyai bafsu makan sama sekali
2 Nafsu makan saya sangat memburuk sekarang
1 Nafsu makan saya tidak sebaik sebelumnya
√ 0Nafsu makan saya tidak buruk dari yang biasanya
PENILAIAN
0-4 Depresi tidak ada atau minimal √
5-7 Depresi ringan
8-15 Depresi sedang
16 + Depresi berat

11) Pengkajian Fungsi Sosial Lansia

Tabel 4.7 : Pengkajian Fungsi Sosial Pada Lansia


No Uraian Fungsi Skor
1 Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga Adaptation 2
(teman-teman) saya untuk membantu pada waktu sesuatu
yang menyusahkan saya
2 Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya Partnership 2
membicarakan sesuatu dengan saya dan mengungkapkan
masalah dengan saya
3 Saya puas bahwa cara keluarga (teman-teman) menerima Growth 2
dan mendukung keinginan saya untuk melakukan aktivitas
atau arah baru
4 Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya Affection 2
mengekspresikan efek dan berespon terhadap emosi-
emosi saya seperti marah, sedih, atau mencintai

5 Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya dan Resolve 2


saya menyediakan waktu bersama-sama
Penilaian Total Skor 10
Pernyataan-pernyataan di atas, jika dijawab:
√ Selalu : Skor 2
Kadang-kadang : Skor 1
Hampir tidak pernah : Skor 0

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


45
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

12) Pengkajian Lingkungan

1) Pemukiman: bentuk bangunan rumah, jenis bangunan semi permanen, atap

rumah dari genting, dinding tembok atas papan, lantai tanah, kebersihan

lantai kurang, ventilasi 15% luas lantai, pencahayaan pada rumah baik,

kelengkapan alat rumah tangga lengkap.

2) Sanitasi: penyediaan air bersih (MCK) air sumur, penyediaan air minum

dirumah yaitu air yang direbus sendiri, pengelolaan jamban pribadi, jenis

jamban yang digunakan adalah cemplung tertutup, jarak dengan sumber air

<10 meter, sarana pembuangan air limbah adalah selokan keadaan selokan

lancar dan bersih, pengelolaan sampah dibakar, tidak terdapat polusi udara,

tidak ada pengelolaan binatang pengerat.

3) Fasilitas: Klien memiliki hewan peliharaan yaitu ayam, fasilitas perikanan

tidak ada, sarana olahraga tidak ada, taman tidak ada, ruang pertemuan ada

yaitu ruang tamu, sarana hiburan berupa televisi dan radio, sarana ibadah

musholla.

4) Keamanan dan transportasi

(1) Keamanan:sistem penanggulangan kebakaran dan penanggulangan

bencana tidak ada.

(2) Transportasi: jenis transportasi yang dimiliki pasien adalah sepeda motor,

kondi jalan masuk rumah tidak rata

Lamongan, Oktober 2019


Mahasiswa Yang Mengkaji

Ferina Chayanti

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


46
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4.1.3 Analisa Data

Tabel 4.8 : Analisa data pada Ny.T dengan Arthritis Gouts di wilayah kerja UPT
Puskesmas Sugio Lamongan pada tanggal 14 Oktober 2019
Analisa Data Etiologi Problem
DX 1 GOUT Nyeri akut
DS : Klien mengatakan nyeri 
pada lutut sebelah kiri sejak 3 Terjadi pengendapan Kristal
bulan yang lalu, nyeri terasa urat
seperti di tusuk-tusuk dengan 
skala nyeri 5, nyeri Mekanisme peradangan
bertambah jika klien 
Peningkatan sirkulasi daerah
beraktivitas dan nyeri
berkurang jika beristirahat. radang

DO : Vasodilatasi kapiler

-Wajah tampak menyeringai
-Kadar Uric Acid 7.3mg/dl Aritmia

-Klien tampak mengelus -elus
bagian yang nyeri, yaitu lutut Nyeri Akut
bagian kiri.

DXII GOUTS Hambatan mobilitas fisik


DS : Klien mengatakan nyeri 

pada lutut kiri sering Erosi tulang rawan



membuatnya susah berjalan
dan melakukan aktivitas. Degenerasi tulang rawan

DO : Fibrosis

-Wajah klien menyeringai
-Rentang gerak terbatas pada Nyeri

ekstremitas bawah
-Pada saat berjalan klien Tofus-tofus mongering

-Nampak sedikit pincang
pada kaki kiri. Kekakuan sendi
-gerakan lambat.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


47
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4.1.4 Diagnosa Keperawatan

Tabel 4.9 : Diagnosa Keperawatan pada Ny.T dengan Arthritis Gouts di wilayah
kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan pada tanggal 14 Oktober 2019.
No Diagnosa keperawatan Tanggal Ditemukan Tanggal Teratasi
1 Nyeri Akut berhubungan dengan Agen 14 Oktober 2019 16 Oktober 2019
Pencedera Fsisiologis D.0077
DS : Klien mengatakan nyeri pada lutut
sebelah
kiri sejak 3 bulan yang lalu, nyeri terasa
seperti di tusuk-tusuk dengan skala nyeri
5, nyeri bertambah jika klien beraktivitas
dan nyeri berkurang jika beristirahat.
DO :

-Wajah tampak menyeringai


-Kadar Uric Acid 7.3mg/dl
-Pasien tampak mengelus-elus bagian
yang nyeri, yaitu lutut bagian kiri

2 Gangguan Mobilitas Fisik berhubungan 14 Oktober 2019 16 Oktober 2019


dengan Kekakuan Sendi, Nyeri D.0054.
DS : Klien mengatakan nyeri pada lutut
kiri sering membuatnya susah berjalan
dan melakukan aktivitas.
DO :
-Wajah Klien menyeringai
-Rentang gerak terbatas pada ekstremitas
bawah
-Pada saat berjalan klien
-Nampak sedikit pincang pada kaki kiri.
-gerakan lambat.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


48
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4.1.5 Intervensi Keperawatan

Tabel 4.10 : Intervensi Keperawatan pada Ny.T dengan Arthritis Gouts di


wilayah kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan.
No DX.KEP TUJUAN INTERVENSI RASIONAL TTD
1 Nyeri Akut Setelah dilakukan 1. Berikan edukasi 1. Edukasi yang
b/d Ber AsuhanKeperawatan pada klien adekuat membuat
hubungan selama 3x tentang klien kooperatif
dengan kunjungan,diharapkan penyebab dan
Mekanisme nyeri segera teratasi cara mengatasi 2. Mengetahui TTV
Peradangan dengan kriteria hasil: nyeri dan kadar asam
Sendi 1. Klien melaporkan urat dalam batas
(D.007) peningkatan control 2. Monitor TTV normal
nyeri. dan kadar asam
2. Kemampuan urat tiap 3. Memantau
mengenali onset kunjungan tingkat nyeri
nyeri meningkat rumah klien
3. Klien mengetahui
penyebab nyeri 3. Observasi skala 4. Teknik nafas
4. Klien mengetahui nyeri setiap dalam
teknik kunjungan mengurangi nyeri
nonfarmakologis rumah
untuk mengatasi 5. Dapat
nyeri 4. Ajarkan teknik mengurangi
5. Penggunaan obat nonfarmakologis kadar asam urat
analgesik berkurang untuk mengatasi
nyeri seperti 6. Untuk
(L.08063) teknik nafas mendapatkan
dalam. pelayanan sesuai
kebutuhan
5. Anjurkan klien
untuk diet 7. membantu
rendah purin mempercepat
proses
6. Anjurkan klien penyembuhan
datang ke dan mengurangi
posyandu lansia nyeri ; ibu profen
saat ada keluhan 3x50mg,
dan saat obat Allopurinol
habis 2x100mg
7. Kolaborasi

dengan tim
medis terkait
pemberian
analgesic

(I.08238)

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


49
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4.1.6 Implementasi Keperawatan


Tabel 4.11 : Implementasi Keperawatan pada Ny.T dengan arthritis gouts di wilayah kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan

DX.KEP 14 Oktober 2019 15 Oktober 2019 16 Oktober 2019


HARI KE 1 HARI KE 2 HARI KE 3
Nyeri b/dAgen 08.30 1. Memberikan edukasi kepada 09.00 1. Mengobservasi apakah 09.00 1. Memotivasi klien untuk
pencedera klien tentang penyebab dan cara klien melakukan teknik selalu melakukan teknik
fisiologis mengatasi nyeri. distraksi relaksasi saat neri distraksi dan relaksasi saat
(Mekanisme Respon : klien kooperatif muncul nyeri muncul.
peradangan Respon : klien melakukan Respon : klien termotivasi
sendi) 08.35 2. Memonitor ttv dan kadar asam teknik nafas dalam dengan untuk selalu melakukan
urat klien setiap kunjungan mandiri saat nyeri muncul. teknik nafas dalam saat nyeri
D.0077 rumah. muncul.
Respon : TD : 120/90 mmHg 09.05 2. Memonitor ttv dan kadar
N : 92x/menit Suhu : 36.7°c asam urat klien setiap 09.10 2. Memonitor ttv dan kadar
Kadar uric acid 7.3 mg/dl kunjungan rumah. asam urat pasien setiap
Respon : TD : 120/80 kunjungan rumah.
08.40 3. Mengobservasi skala nyeri klien mmHg, N : 90x/menit Respon : TD :120/90 mmHg
Respon : skala nyeri 5 Suhu: 36.5°c N : 89x/menit Suhu: 36.5°c
Kadar uric acid 6.8 mg/dl
08.45 4. Mengajarkan teknik distraksi 09.10 3. Mengingatkan klien untuk diet
relaksasi ketika nyeri muncul, rendah purin. 09.15 3. Mengobservasi skala nyeri
yaitu dengan teknik napas dalam. Respon : klien ingat untuk klien
Respon : klien mampu menghindari makanan Respon : skala nyeri 3
melakukan teknik relaksasi tinggi purin. 09.20 4. Menganjurkan klien untuk
dengan mandiri
08.50 5. Menganjukan klien untuk diet 09.15 4. Mengingatkan klien untuk datang datang ke posyandu lansia
ke posyandu lansia jika ada saat ada keluhan dan sata
rendah purin keluhan dan saat obat habis. obat habis.
Respon : klien mau diet rendah Respon : klien kooperatif Respon : klien kooperatif
purin

APORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


50
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DX.KEP 14 Oktober 2019 15 Oktober 2019 16 Oktober 2019

HARI KE 1 HARI KE 2 HARI KE 3

08.55 6. Menganjurkan klien datang ke 09.25 5. Mengkolaborasikan dengan


posyandu lansia saat ada keluhan tim medis dalam pemberian
dan saat obat habis. ibu profen 4x50mg,
Respon : klien bersedia datang Allopurinol 2x100mg.
ke posyandu lansia Respon : Tidak ada respon
09.00 7. Mengkolaborasikan dengan tim alergi

medis dalam pemberian ibu


profen 4x50mg, Allopurinol
2x100mg.
Respon : Tidak ada respon alergi

TTD

APORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


51
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4.1.7 Evaluasi Keperawatan

Tabel 4.12 : Evaluasi Keperawatan pada Ny.T dengan arthritis gouts di wilayah kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan .
DX KEP 14 Oktober 2019 15 Oktober 2019 16 Oktober 2019
Nyeri Akut b/d Agen S : Klien mengatakan nyeri pada lutut S : Klien mengatakan tekadang masih S : Klien mengatakan nyeri di lutut
Pecedera Fisiologis sebelah kiri sejak 3 bulan terakhir merasa nyeri pada lutut kiri. kirinya sudah mulai berkurang.
(Mekanisme
Peradangan Sendi) O : k/u cukup O : K/u cukup O : : TD : 120/90mmHg
TD : 120/90 mmHg TD : 120/80mmHg N:89x/men it
D.0077 N : 92x/menit N:90x/men it S:36,5°c
Suhu : 36.7°c S:36,5°c Skala nyeri 3
Skala nyeri 5 Skala nyeri : 5 Kadar asam urat : 6.8mg/dl
Kadar uric acid 7.3 mg/dl
A : Masalah teratasi sebagian A : Masalah teratasi sebagaian.
A: Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan Intervensi P : Lanjutkan Intervensi
P: Lanjutkan intervensi 1. Observasi kadar asam urat klien 1. Observasi kadar asam urat
1. Ajarkan teknik distraksi 2. Observasi ttv klien.
relaksasi 3. Anjurkan diet rendah purin 2. Observasi ttv
2. Observasi ttv 4. Anjurkan klien untuk rutin 3. Anjurkan diet rendah purin.
3. Monitor kadar asam urat minum obat 4. Ingatkan selaru rutin minum
4. Anjurkan klien diet rendah purin obat.
5. Anjurkan klien rutin minum obat 5. Anjurkan klienke posyandu
6. Anjurkan klien ke posyandu lansia jika ada keluhan dan
lansi bila ada keluhan. obat habis

TTD

APORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


52
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4.2 Pembahasan Kasus

Pada bab ini penulis akan membandingkan adanya kesesuaian dan

kesenjangan dan kesesuaian antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus dalam

Asuhan Keperawatan Gerontik pada Ny.T dengan Kasus Artrhitis Gouts Di

Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan. Pembahasan berisi fakta, teori,

opini yang dilakukan pada tiap tahapan proses asuhan keperawatan yang meliputi ;

1) Pengkajian, 2) Rumusan Diagnosa, 3) Intervensi, 4) Implementasi, 5) Evaluas i

Keperawatan.

4.2.1 Pengkajian

Pada tahap pengkajian peneliti menemukan adanya kesesuaian dan

kesenjangan anatara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus. Pengkajian dilakukan

sesuai dengan format asuhan keperawatan gerontik yang terdapat dalam tijauan

pustaka. Pengkajian kasus dilakukan pada Ny. T yang mengalami Arthritis Gout

diwilayah kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan.

Data yang telah dikaji ditemukan kesesuaian anatar tinjauan pustaka

dengan tinjauan kasus pada data umum seperti identitas pasien, riwayat dan tahap

perkembangan, pengkajian social dan lingkungan lansia.

Data yang menunjukkan kesenjangan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan

teori terletak pada tanda dan gejala Arthtitis Gout, dimana tinjauan kasus pada klien

arthritis gouts tidak ditemukan oedema pada kaki kiri, sedangkan pada tinjauan teori

tanda dan gejala pada Arthtitis Gout adalah oedema, kemerahan pada area sendi,

terasa nyeri hebat dan panas pada bagian yang sakit, nyeri muncul akibat

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


53
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

gesekan Kristal purin dengan sendi. Serangan gout terjadi secara mendadak dan

berulang-ulang (Rifiani dkk., 2016).

Hal ini dibuktikan dengan teori dari (Manampiring, 2013) yang menyatakan

bahwa kadar asam urat dalam darah ditentukan oleh keseimbangan antara

produksi (10% pasien) dan eksresi (90% pasien). Bila keseimbangan ini terganggu

maka dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kadar asam urat dalam darah

yang disebut hiperurisemia yanga lama kelamaan penumpukan tersebut akan

membentuk krital asam urat pada sendi. Jika Kristal asam urat mengendap dalam

sendi, akan diteruskan dengan terjadinya serangan gout yang nampaknya

berhubungan dengan meningkatan dan penurunan kadar asam urat secara

mendadak dan berulang-ula ng, penumpukan Kristal monosodium urat yang

dinamakan thopi akan mengendap dibagian perifer seperti ibu jari kaki, tangan

dan telinga dapat memicu nyeri dan pembengkakan.

Pada saat pengkajian klien sering mengelus bagian kaki kiri, klien Nampak

menyeringai dan klien mengeluh aktivitasnya terganggu karena sulit berjalan dan

beraktivitas. Jika dilihat dari status nutrisi klien makan tidak teratur, 2-3 kali

sehari dengan komposisi nasi dan lauk pauk, klien gemar mengkonsumsi sayuran

termasuk kacang-kacangan. Penulis tidak mengalami kesulitan saat melakukan

pengkajian karena klien bersikap kooperatif.

4.2.2 Diagnosa Keperawatan

Pada diagnosa keperawatan peneliti menemukan kesenjangan anatara

tinjauan kasus dan tinjuan teori. Pada tinjauan kasus penulis hanya menemukan 2

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


54
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

diagnosa saja yaitu ; 1) Nyeri Akut berhubungan dengan Agen Pencedera Fisiolo g is

D.0077, 2) Hambatan Mobilitas Fisik berhubungan dengan kekakuan sendi, nyeri

D.0054. Alasan peneliti mengangkat kedua diagnosa ini 1) Nyeri akut berhubunga n

dengan Agen pendecera fisiologis karena pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal

14 Oktober 2019, klien mengeluh nyeri pada lutut sebelah kiri dan pada saat

dilakukan pemeriksaan kadar asam urat klien mencapai 7.3mg/dl melebihi batas

normal kadar asam urat dalam darah. Kemudian alasan peneliti mengangkat diagnosa

2) Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kekakuan sendi,nyer i dikarenakan

saat dilakukan pengkajian klien mengeluh kesulitan berjalan dan beraktivitas apabila

dirasakan nyeri pada kaki sebelah kiri. Sedangkan pada tinjauan teori, diagnosa

keperawatan pada pasien Arthtitis Gout menurut SDKI adalah : Nyeri akut

berhubungan dengan agen cedera fisiologis, Gangguan mobilitas fisik berhubungan

dengan kekakuan sendi, Ansietas berhubungan dengan ancaman

terhadap status kesehatan, Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan

fungsi tubuh, Defisit Nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi

nutrien.

4.2.3 Intervensi Keperawatan

Peneliti tidak menemukan kesenjangan antara tinjauan pustaka dengan

tinjauan kasus karena perencanaan asuhan keperawatan pada bab 4 secara


keseluruhan mengacu pada tinjauan pustaka pada bab 2, perencanaan dilaksanakan

sesuai waktu yang telah ditentukan yaitu 3 kali kunjungan rumah dengan hasil yang

diharapkan nyeri dapat segera teratasi. Hal tersebut sesuai dengan teori yang

dikemukakan oleh (Manurung, 2011), intervensi keperawatan adalah suatu rencana

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


55
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

tindakan keperawatan tertulis yang menggambarkan masalah kesehatan pasien,

hasil yang diharapkan, tindakan-tindakan, keperawatan, dan kemajuan secara

spesifik.

Pada tinjauan kasus, intervensi telah disusun berdasarkan diagnosa prioritas, yaitu:

1) Nyeri berhubungan dengan Agen Pencedera Fisiologis (D.0077)

2) Hambatan Mobilitas Fisik berhubungan dengan kekakuan sendi, nyeri

(D.0054).

Pada diagnosa utama Nyeri berhubungan dengan agen pencedera fisiolo gis

(D.0077), intervensi yang diberikan adalah ; 1) Berikan edukasi pada klien tentang

penyebab dan cara mengatasi nyeri, 2) Monitor TTV dan kadar asam urat tiap

kunjungan rumah, 3)Observasi skala nyeri, 4)Ajarkan teknik nonfarmakolo gis

untuk mengatasi nyeri, 5)Anjurkan klien untuk diet rendah purin, 6) Anjurkan

klien datang ke posyandu lansi saat ada keluhan dan saat obat habis, 7) Kolaborasi

dengan tim medis terkait pemberian analgesic. (I.08238)

4.2.4 Implementasi Keperawatan

Pada Implementasi keperawatan peneliti tidak menemukan kesenjangan

antara tinjauan kasus dengan tinjauan teori. Dalam tinjauan kasus ketika dilakukan

tindakan keperawatan dalam 3 kali kunjungan rumah, implementasi dibuat sesuai

dengan intervensi yang dibuat sebelumnya dan bahwa implementasi keperawatan

adalah fase dimana peneliti sebagai petugas kesehatan mengimplementas ika n

intervensi keperawatan berdasarkan terminologi Stándar Intervensi Keperawatan

Indonesia.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


56
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4.2.5 Evaluasi Keperawatan

Menurut Manurung (2011), evaluasi keperawatan adalah kegiatan yang

terus menerus dilakukan untuk menentukan apakah rencana keperawatan efektif

dan bagaimana rencana keperawatan dilanjutkan, merevisi rencana atau

melanjutkan rencana keperawatan.

Pada tinjauan kasus evaluasi dilakukan 3 kali kunjungan rumah, pada

kunjungan pertama tujuan belum teratasi, dilihat dari keluhan klien yang

mengatakan bahwa lutut kirinya masih sakit dengan skala nyeri 5, klien nampak

mengelus-elus bagian yang sakit, pada kunjungan kedua dan ketiga masalah

teratasi sebagian hal ini dibuktikan dengan keluhan nyeri sudah berkurang klien

nampak lebih rileks.

4.2.6 Dokuementasi

Penulis telah melakukan tahap pendokumentasian pada Asuhan Keperawatan

Gerontik pada Ny.T dengan Artrhitis Gouts diwilayah kerja UPT Puskesmas

Sugio Lamongan sejak tanggal 14 Oktober 2019, terdiri dari pengkajian sampai

dengan evaluasi.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

1. Pengkajian

Pada pengkajian didapatkan kesenjangan pada tanda dan gejala Arthtitis Gout,

dimana tinjauan kasus pada klien arthritis gouts tidak ditemukan oedema pada kaki
kiri.

2. Diagnosa Keperawatan

Pada diagnosa keperawatan peneliti menemukan pada tinjauan pustaka

terdapat 5 diagnosa keperawatan menurut SDKI, sedangkan peneliti hanya

menemukan 2 diagnosa dalam 1 kasus.

3. Intervensi

Pada intervensi Asuhan Keperawatan Pada Ny.T dengan Kasus Artrhit


s
Gouts berbeda dengan intervensi yang ada pada teori. Intervensi menyesua ika n

perkembangan klien setiap kunjungan.

4. Implementasi

5. Pada tinjauan kasus ketika dilaksanakan tindakan asuhan keperawatan,

implementasi dilakukan sesuai dengan intervensi yang telah dibuat sebelumn

ya, dan di dokumentasikan dalam catatan keperawatan Evaluasi Keperawatan

Evaluasi akhir pada tindakan keperawatan pada Ny.T kasus Arthritis Gouts

dengan masalah keperawatan nyeri akut, berhasil teratasi sebagian.

6. Dokumentasi
57
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
58
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Penulis melakukan tahap pendokumentasian pada Asuhan Keperawatan

Gerontik pada Ny.T dengan Artrhitis Gouts diwilayah kerja UPT Puskesmas

Sugio Lamongan sejak tanggal 14 Oktober 2019, terdiri dari pengkajian sampai

dengan evaluasi.

5.2 Saran

5.2.1 Klien dan Keluarga

Diharapkan klien dan keluarga mampu mengatasi masalah kesehatan yang

diderita dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan setempat, menghindar i

makanan tinggi purin seperti kacang-kacangan, jeroan, bayam dan produk tinggi

purin lainnya. Dan bagi keluarga diharapkan selalu memberikan dukungan untuk

klien.

5.2.2 Pelayanan Kesehatan

Sebagai sumbangan atau referensi terhadap profesi keperawatan dalam

pemberian asuhan keperawatan gerontik dengan kasus Artrhitis Gouts guna

meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

5.2.3 Bagi institusi pemerintah

Institusi pemerintah dalam hal ini adalah Puskesmas Sugio mendapatkan

manfaat cakupan asuhan keperawatan keluarga tentang keperawatan nyeri akut

pada lansia yang mengalami Arthritis Gout.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR PUSTAKA

Andarmoyo, S. (2013). Konsep & Proses Keperawatan Nyeri. In Nyeri.


Anwar. (2012). Efek Penambahan Roll Slide Fleksi Ekstensi Terhadap Penurunan
Nyeri Pada Osteoartritis Sendi Lutut. Jurnal Fisioterapi.
https://doi.org/10.1016/j.jcrysgro.2008.11.026

Busso, N., & So, A. (2010). Mechanisms of inflammation in gout. Arthritis


Research and Therapy. https://doi.org/10.1186/ar2952

Carpenito, L. J. (2006). Nursing diagnosis handbook. Hemşirelik


Tani{dotless}lari{dotless} El Kitabi{dotless}.

Choi, C. Y., Kim, Y. H., Kim, Y. O., Park, S. J., Kim, E. A., Riemenschneider, W.,
… Kim, Y. (2005). Phosphorylation by the DHIPK2 protein kinase
modulates the corepressor activity of Groucho. Journal of Biological
Chemistry. https://doi.org/10.1074/jbc.M500496200

Damayanti. (2012). No Title. Panduan Lengkap Mencegah & Mengatasi Asam


Urat.
Dianati, N. A. (2015). Gout and Hiperurisemia. Jurnal Majorty.

Flandry, F., & Hommel, G. (2011). Normal anatomy and biomechanics of the knee.
SportsMedicineandArthroscopyReview.
https://doi.org/10.1097/JSA.0b013e318210c0aa

Huda, F. A. (2018). Pengertian Definisi Operasional.


Iskandar, J. (2013). No Title. Rematik Dan Asam Urat.

Khanna, D., Fitzgerald, J. D., Khanna, P. P., Bae, S., Singh, M. K., Neogi, T., …
Terkeltaub, R. (2012). 2012 American college of rheumatology guidelines
for management of gout. part 1: Systematic nonpharmacologic and
pharmacolo gic therapeutic approaches to hyperuricemia. Arthritis Care and
Research. https://doi.org/10.1002/acr.21772
Kumalasari, T. sitaresmi, Saryono, & Purnawan, I. (2009). Hubungan Indeks Massa
Tubuh dengan Kadar Asam Urat Darah pada Penduduk Desa BanjarAnyar
Kecamatan Sokaraja kabupaten Banyumas. Jurnal Keperawatan Soedirman.

Kumar B & Linert P. (2016). Clevaland Cinic Jurnl of Medicine. Gout and African
American Reducing Dispaties.

59
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
60
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lumongga, F. (2004). Sendi Lutut. Digitized by USU Digital Library.

Manampiring, A. E. (2013). Hiperurisemia dan Respons Imun. Jurnal Biomedik


(JBM). https://doi.org/10.35790/jbm.3.2.2011.865

Manurung, S. (2011). No Title. Keperawatan Profesional.

Muhith, A. (2015). Pendidikan Keperawatan Jiwa Teori dan Aplikasi. In


Pendidikan Keperawatan Jiwa Teori dan Aplikasi.

Nagura, T., Dyrby, C. O., Alexander, E. J., & Andriacchi, T. P. (2002).


Mechanical loads at the knee joint during deep flexion. Journal of
Orthopaedic Research. https://doi.org/10.1016/S0736-0266(01)00178-4
Neogi, T. (2011). Clinical practice. Gout. The New England Journal of Medicine.
https://doi.org/10.1056/NEJMcp1001124

Nur Lina, & Setiyono, A. (2014). Analisis Kebiasaan Makan Yang Menyebabkan
Peningkatan Kadar Asam Urat. Jurnal Kesehatan Komunitas.

Nurarif, A. H. (2015). Diagnosis and Treatment Gout Arthritis. In J Majority.


Nursalam. (2011). Manajemen Keperawatan. Aplikasi dalam Praktik Nursalam.
(2011). Salemba Medika. https://doi.org/10.1001/archinte.165.22.2659

PPNI, T. P. S. D. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Definisi dan


Indikator Diagnostik Edisi 1. In Dewan Pengurus Pusat PPNI.
https://doi.org/10.1093/molbev/msj087

Prasetyo, S. N. (2010). Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta : Graha


Ilmu.
Pratiw, A., & Utami, Y. W. (2017). Pembinaan dan Pendampingan Pimpina na n
Keperawatan dalam Melaksanakan Peran dan Fungsi Manajemen pada
Kepala Ruang di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Warta LPM.
https://doi.org/10.23917/warta.v13i1.3204

Riyadi, S. (2011). Asuhan Keperawatan pada Anak. Buku.

https://doi.org/10.7454/jki.v2i7.299

Setiadi. (2013). Konsep dan Praktek Penulisan Riset Keperawatan, Edisi 2.


Yogyakarta: Graha Ilmu. ‫ןולע עטונה‬.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian. Metode Penelitian.


Sugiyono, P. D. metode penelitian kuantitatif, kualitatif,dan R&D. , Alfabeta, cv.
(2016).

Sukarmin. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Asam Urat


Dalam Darah Pasien Gout Di Desa Kedungwinong Sukolilo Pati. University

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


61
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Research Coloquium.

Suriani, S., & Lesmana, S. I. (2013). Latihan Theraband Lebih Baik Menurunkan
Nyeri Daripada. Jurnal Fisioterapi.

tania putri. (2016). pengertian operasional.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. In
Nyeri Akut.

Yuli Aspiani, R. (2018). BuKu Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik. In 1.

Zahara, R. (2015). Arthritis Gout Metakarpal Dengan Prilaku Makan Tinggi Purin
Diperberat Oleh Aktivitas Mekanik Pada Kepala Keluarga Dengan Posisi
Menggenggam Statis. Medula.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


62
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lampiran 1
Pedoman Prosedur : No. Dok. :
Usulan Judul Tugas Akhir

Dikaji Ulang Oleh : Terbit/Revisi :


Koordinator
Program Studi DIII Keperawatan
Fakultas Vokasi

Universitas Dikendalikan Oleh : Tanggal Revisi :


Airlangga Ketua Unit Penjaminan Mutu
Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Usulan Judul Tugas Akhir:

1. Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Nyeri Akut Pada Klien Arthritis


Gout Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan

FERINA CHAYANTI
NIM. 151711913027

Surabaya, 01 April 2020

Menyetujui,

Koordinator Program Studi DIII Keperawatan

Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si.


NIP. 19630608 199103 1 002

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


63
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lampiran 2
Pedoman Prosedur : No. Dok. :
Judul Tugas Akhir

Dikaji Ulang Oleh : Terbit/Revisi :


Koordinator
Program Studi DIII Keperawatan
Fakultas Vokasi

Universitas Dikendalikan Oleh : Tanggal Revisi :


Airlangga Ketua Unit Penjaminan Mutu
Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Judul Tugas Akhir :


1. Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Nyeri Akut Pada Klien Arthritis
Gout Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sugio Lamongan.

FERINA CHAYANTI
NIM. 151711913027

Surabaya, 01 April 2020


Menyetujui,
Koordinator Program Studi DIII Keperawatan

Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si.


NIP. 19630608 199103 1 002

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


64
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lampiran 3
Pedoman Prosedur : No. Dok. :
Konsultasi Tugas Akhir

Dikaji Ulang Oleh : Terbit/Revisi :


Koordinator
Program Studi DIII Keperawatan
Fakultas Vokasi

Universitas Dikendalikan Oleh : Tanggal Revisi :


Airlangga Ketua Unit Penjaminan Mutu
Fakultas VokasiUniversitas Airlangga

PERBAIKAN TUGAS AKHIR

No Tanggal Masalah yang Nama Dosen Pembimbing Tanda


dikonsultasikan Tangan

1 25 Maret Konsul judul Studi Dr. Joni Haryanto, S. Kp, M. Si


2020 Kasus

2 01 April Konsul judul studi Dr. Joni Haryanto, S.Kp., M. Si


kasus, Acc Judul
Studi Kasus
3 19 April Konsul Mengenai Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si

2020 Bab 1, Revisi

4 10 Mei Konsul Mengenai Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si


2020 revisi Bab 1 dan
Bab 2 via email
5 11 Mei Konsul revisi Bab Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si

2020 2 dan 3 via email

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


65
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

6 22 Mei Konsul Bab 3, 4, Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si


2020 dan 5 via email

7 24 Mei Konsul revisi Bab Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si


2020 3, 4, dan 5 via
email
8 25 Mei Konsul Tugas Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si

2020 Akhir Via Email

9 26 Mei Acc Tugas Akhir Dr. Joni Haryanto, S. Kp., M. Si


2020

Diserahkan ke Sekretariat Program Studi Keperawatan paling lambat tanggal, 27


Mei 2020

Penerima,

Mokh. Toni Akhiyat, ST


NIP. 19770428 201012 1 001

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


66
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lampiran.4
Pedoman Prosedur : No. Dok. :
Konsultasi Tugas Akhir

Dikaji Ulang Oleh : Terbit/Revisi :


Koordinator
Program Studi DIII Keperawatan
Fakultas Vokasi

Universitas Dikendalikan Oleh : Tanggal Revisi :


Airlangga Ketua Unit Penjaminan Mutu
Fakultas VokasiUniversitas Airlangga

PERBAIKAN TUGAS AKHIR

No Tanggal Masalah yang dikonsultasikan Nama Dosen Tanda


. Pembimbing Tangan

1 04 April Konsul Mengenai judul, BAB 1, Iswatun, S.Kep.,


2020 Revisi abstrak Ns., M.Kes
2 20 April Konsul Mengenai revisi BAB 1 Iswatun, S.Kep.,

2020 abstark dan BAB 2 Ns., M.Kes


3 12 Mei Konsul BAB 3, 4, dan 5 via email Iswatun, S.Kep.,

2020 Ns., M.Kes


4 24 Mei Konsul Revisi BAB 4 Iswatun, S.Kep.,

2020 Ns., M.Kes


5 26 Mei Acc Tugas Akhir Iswatun, S.Kep.,

2020 Ns., M.Kes

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


67
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Diserahkan ke Sekretariat Program Studi (nama prodi) paling lambat tanggal, 27


Mei 2020
Penerima,

Mokh. Toni Akhiyat, ST


NIP. 19770428 201012 1 001.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


68
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lampiran.5

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


69
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lampiran.6
Pedoman Prosedur : No. Dok. :
Perbaikan Tugas Akhir

Dikaji Ulang Oleh : Terbit/Revisi :


Koordinator
Program Studi D III Keperawatan
Fakultas Vokasi

Universitas Dikendalikan Oleh : Tanggal Revisi :


Airlangga Ketua Unit Penjaminan Mutu
Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

PERBAIKAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI AKUT


PADA KLIEN ARTRHITIS GOUT DI WILAYAH KERJA
UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN

FERINA CHAYANTI
NIM. 151711913027

No Halaman Alinea Isi Perbaikan


.

1. Halaman xvii Abstrak 1.IMRAD

Alinea 2 2.Penempatan tanda


titik, front huruf,
penyusunan
kalimat.

2.Halaman 1 BAB 1 1.Penyusunan


Alinea 1 masalah belum
terlihat
LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI
70
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2.Penulisan kalimat
3.Data gout lansia

Pengukuran skala
nyeri

3. Halaman 26 BAB III


Alinea 2 - Subyek Penelitian 1.Penyusunan
penulisan
4. BAB IV kalimat.
2.Tambahan
pemeriksaan
Halaman 35, 39, - Pengkajian Ekstermitas TUG
46, 47, 48, 49 - Identifikasi aspek kognitif

-Analisa Data

- Diagnosa Keperwatan

- Intervensi Keperawatan 3.Penambahan


tanggal
- Implementasi Keperawatan
pengkajian
4.Penjabaran hasil
pengkajian
5.Hitung skor
pengkajian
kognitif
6.Etiologi alur
lebih detail
7.Dx geriarti
merupakan
single diagnose
8.Melengkapi
intervensi nyeri
pada klien
9.Penambahan
Tanda tangan dan
nama terang

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


71
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

10.
Penambahan
opini pada
pembahasan

- Cek kembali
penulisan daftar
pustaka

5. Halaman 60-61DAFTAR PUSTAKA

- Penulisan daftar pustaka tidak rapi

Makalah perbaikan Tugas Akhir diserahkan paling lambat tanggal, 16 Juni 2020.
Lewat tanggal tersebut akan dikenai sangsi sesuai peraturan yang berlaku.

Surabaya, 16 Juni 2020


Ketua Tim Penguji,

Sylvia Dwi ,S.Kep.,Ns.,M.Kep.


NIP. 19880518 201903 2 018

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


72
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lampiran.7
Pedoman Prosedur : No. Dok. :
Perbaikan Tugas Akhir

Dikaji Ulang Oleh : Terbit/Revisi :


Koordinator
Program Studi D III Keperawatan
Fakultas Vokasi

Universitas Dikendalikan Oleh : Tanggal Revisi :


Airlangga Ketua Unit Penjaminan Mutu
Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

PERBAIKAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI AKUT

PADA KLIEN ARTRHITIS GOUT DI WILAYAH KERJA


UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN
FERINA CHAYANTI

NIM. 151711913027
No Halaman Alinea Isi Perbaikan

1. Halaman xvii Abstrak 1.IMRAD

2. Halaman 1 BAB 1 1.Penyusunan

Pendahuluan masalah belum


terlihat
2.Penulisan
kalimat
3.Data gout lansia
Penambahan opini

pada pembahasan
3 BAB IV

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


73
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Halaman 36, 40, - Pengkajian Ekstermitas


47, 48 - Identifikasi aspek kognitif
-Analisa Data

- Diagnosa Keperawatan

Makalah perbaikan Tugas Akhir diserahkan paling lambat tanggal 16 Juni 2020
Lewat tanggal tersebut akan dikenai sangsi sesuai peraturan yang berlaku.
Surabaya, 16 Juni 2020
Tim Penguji,

Iswatun, S.Kep., Ns., M.Kes


NIP. 19720331 199403 2 004

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


74
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lampiran.8
Pedoman Prosedur : No. Dok. :
Perbaikan Tugas Akhir

Dikaji Ulang Oleh : Terbit/Revisi :


Koordinator
Program Studi D III Keperawatan
Fakultas Vokasi

Universitas Dikendalikan Oleh : Tanggal Revisi :


Airlangga Ketua Unit Penjaminan Mutu
Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

PERBAIKAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN NYERI AKUT


PADA KLIEN ARTRHITIS GOUT DI WILAYAH KERJA
UPT PUSKESMAS SUGIO LAMONGAN

FERINA CHAYANTI
NIM. 151711913027

No Halaman Alinea Isi Perbaikan


1 - Penulisan judul kasus Dahulukan masalah
keperawatan
2. Halaman 1 Bab 1 Perhatikan pernulisan

Penulisan Sitasi sitasi yang baik dan


Rumusan Masalah benar
Kata Apakah diganti
bagaimanakan
3. Halaman 52 BAB 4 Tambahkan opini

penulis pada
pembahasan

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI


75
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Makalah perbaikan Tugas Akhir diserahkan paling lambat tanggal 15 Juli 2020
Lewat tanggal tersebut akan dikenai sangsi sesuai peraturan yang berlaku.

Surabaya, 16 Juni 2020


Tim Penguji,

Dr. Joni Haryanto, S.Kp., M.Si


NIP. 1963 0608 1991 03 100

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK… FERINA CHAYANTI