Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

“Landasan Bisnis Intelijen: Database dan Manajemen informasi ”

Dosen Pengampu : Haryadi, S.KOM., M. KOM.

DISUSUN OLEH:
Kelompok 5
Annisa Randalya Br. Tamba (7193520052)
Dian Lestari (7193520020)
Gita Rahma (7192520001)
Siti Aisyah Risky Lestari (7191220018)
Winda Rosa (7193520043)

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan ke-hadirat Tuhan yang Maha Kuasa yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas Makalah yang berjudul “Landasan Bisnis Intelijen: Database
dan Manajemen informasi” tepat pada waktunya untuk memenuhi tugas mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Haryadi,


S.Kom.,M.Kom selaku dosen penulis karena berkat adanya bimbingan dan bantuan
dari Bapak sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa tugas makalah ini masih banyak terdapat


kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran
yang membangun dari para pembaca agar penulis dapat menyempurnakan tugas
makalah lainnya di masa yang akan datang agar menjadi lebih baik lagi.

Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta atas penyusunan tugas makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca .
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..............................................................................................................................................................

BAB I.........................................................................................................................................................................

PENDAHULUAN......................................................................................................................................................

LATAR BELAKANG...........................................................................................................................................

RUMUSAN MASALAH.......................................................................................................................................

TUJUAN ...............................................................................................................................................................

BAB II........................................................................................................................................................................

PEMBAHASAN .......................................................................................................................................................

6.1 masalah dalam mengelola datasumber daya di lingkungan file tradisional.....................................................

6.2 kemampuan utama database sistem manajemen (DBMS), dan mengapa a DBMS relasional

begitu kuat..............................................................................................................................................................

6.3 alat dan teknologi utama untuk mengakses informasi dari database untuk meningkatkan kinerja

dan membuat keputusan bisnis .............................................................................................................................

6.4 kebijakan informasi, administrasi data, dan jaminan kualitas data penting untuk mengelola

sumber daya data perusahaan?...............................................................................................................................

BAB III.......................................................................................................................................................................

PENUTUP..................................................................................................................................................................

KESIMPULAN......................................................................................................................................................

SARAN..................................................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Mengingat Banco de Credito del Peru (BCP) menggunakan kertas dalam jumlah besar untuk
merekonsiliasi data mereka yang ganda serta tidak konsisten untuk dikumpulkan dan
dilaporkan kepada pihak manajemen. Solusi ini sangat memakan waktu dan mahal serta
menghambat departemen TI di perusahaan tersebut untuk menghasilkan pekerjaan yang
bernilai tinggi. Solusi yang lebih sesuai lainnya dalah dengan meng-Install perangkat keras
dan perangkat lunak baru tempat penyimpanan bisnis bagi seluruh perusahaan untuk
mendukung kelancaran aplikasi bisnis. Perangkat baru tersebut diantaranya adalah perangkat
lunak perusahaan yang megintegrasikan manajemen database dan data warehouse terkini
yang dapat menyuplai data untuk keseluruhan perusahaan. Bank tersebut harus
mengorganisasikan ulang data-datanya kedalam format yang ditemukan perusahaan,
mengeliminasi data-data ganda, menerapkan aturan, tanggung jawab serta prosedur untuk
memperbarui dan menggunakan data.

Sitem manajemen database dan data warehouse modern meningkatakan efesiensi dengan
mempermudah cara menemukan dan mengumpulkan data untuk laporan manajemen serta
untuk pemrosesan transaksi financial sehari-hari. Data tersebut lebih akurat dan terpercaya
serta mengurangi biaya pengelolaan dan penyimpanan secara siginfikan.

1.2 Rumusan Masalah

1. apa masalah dalam mengelola sumber daya dilingkungan file tradisional?

2. Apa saja kemampuan utama database sistem manajemen (DBMS), dan


mengapa DBMS relasional begitu kuat?
3. Apa alat dan teknologi utama untuk mengakses informasi dari database untuk
meningkatkan kinerja dan membuat keputusan bisnis?
4. Mengapa kebijakan informasi, administrasi data, dan jaminan kualitas data
penting untuk mengelola sumber daya data perusahaan?
1.3 Tujuan

1. Memahami mengelola data sumber daya dilingkungan file tradisional

2. Mengetahui kemampuan utama database sistem manajemen (DBMS), dan

mengapa DBMS relasional begitu kuat

3. mengetahui alat dan teknologi utama untuk mengakses informasi dari database

untuk meningkatkan kinerja dan membuat keputusan bisnis


4. Memahami kebijakan informasi, administrasi data, dan jaminan kualitas data

penting untuk mengelola sumber daya data perusahaan


BAB II
PEMBAHASAN
Landasan Bisnis Intelijen: Database dan Manajemen informasi

BAE Systems (BAE) adalah perusahaan manufaktur terbesar di Inggris Raya


dan salah satu organisasi kedirgantaraan dan pertahanan komersial terbesar di Eropa.
Produknya yang berteknologi tinggi, berbasis informasi, dan berbagai layanan dari
salah satu petarung multi-peran paling mumpuni di dunia, Eurofighter Typhoon, ke
keluarga pesawat komersial Jetstream, ke penyediaan teknologi informasi (TI) dan
sistem informasi (SI) untuk e-business untuk mengembangkan dan
mengimplementasikan layanan logistik, TI, dan e-kapabilitas. Dengan situs
penjualan, manufaktur, dan dukungan di seluruh dunia, termasuk Inggris, Eropa,
Amerika Serikat, dan Australia, mempekerjakan BAE 83.000 orang di 40 negara dan
menghasilkan lebih dari € 23,8 miliar pendapatan pada tahun 2015. Meskipun BAE
telah mengkonsolidasikan posisi kompetitifnya di pasar yang sudah mapan, dan terus
berkembang menjadi pasar baru di Timur Tengah dan Asia, kinerjanya di bagian
pesawat dari bisnis itu terhalang sistem informasi warisan yang mendukung desain
komputer (CAD) dan manufaktur berbantuan komputer (CAM) pesawatnya. Sifat
BAE yang terdistribusi desain dan manufaktur situs berarti menyimpan dan
menganalisis set yang akurat mendeskripsikan data operasional komponen kompleks
dari berbagai jenis pesawat untuk memproduksi perakitan pesawat terbang laporan
untuk lini produksi menjadi semakin menantang dan menghabiskan sumber daya.

6- 1 Apa masalah dalam mengelola datasumber daya di lingkungan file


tradisional?

Sistem informasi yang efektif memberi pengguna informasi yang akurat, tepat waktu,
dan relevan. Informasi yang akurat bebas dari kesalahan. Informasi tepat waktu jika
tersedia bagi pengambil keputusan saat dibutuhkan. Informasi menjadi relevan bila
berguna dan sesuai untuk jenis pekerjaan dan keputusan yang membutuhkannya.
Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa banyak bisnis tidak memiliki informasi
yang tepat waktu, akurat, atau relevan karena data dalam sistem informasi mereka
tidak diatur dan dipelihara dengan baik. Itulah mengapa pengelolaan data sangat
penting. Untuk memahami masalahnya, mari kita lihat bagaimana sistem informasi
mengatur data dalam file komputer dan metode tradisional manajemen file.

Istilah dan Konsep Organisasi File

Sistem komputer mengatur data dalam hierarki yang dimulai dengan bit dan byte dan
berlanjut ke bidang, catatan, file, dan database (lihat Gambar 6. 1). Sedikit mewakili
unit data terkecil yang dapat ditangani komputer. Sekelompok bit, disebut byte,
mewakili satu karakter, yang bisa berupa huruf, angka, atau simbol lain.
Pengelompokan karakter menjadi kata, kumpulan kata, atau angka lengkap (seperti
nama atau usia seseorang) disebut bidang. Sekelompok bidang terkait, seperti nama
siswa, kursus yang diambil, tanggal, dan nilainya, terdiri dari sebuah rekor;
sekelompok record dengan tipe yang sama disebut file.

Misalnya, catatan pada Gambar 6. 1 dapat merupakan file kursus siswa. Sekelompok
file terkait membuat database. File kursus siswa yang diilustrasikan pada Gambar 6.
1dapat dikelompokkan dengan file tentang sejarah pribadi siswa dan latar belakang
keuangan untuk membuat database siswa. Rekaman menggambarkan entitas. Entitas
adalah orang, tempat, benda, atau peristiwa tempat kami menyimpan dan memelihara
informasi. Setiap karakteristik atau kualitas yang menggambarkan entitas tertentu
disebut atribut. Misalnya, Student_ID, Course, Date, dan Grade adalah atribut dari
entitas KURSUS. Nilai spesifik yang dapat dimiliki atribut ini ditemukan di bidang
catatan yang menjelaskan KURSUS entitas.
Redundansi dan Inkonsistensi Data

Redundansi data adalah adanya data duplikat di beberapa file data sehingga
data yang sama disimpan di lebih dari satu tempat atau lokasi. Redundansi data
terjadi ketika berbagai kelompok dalam organisasi secara independen
mengumpulkan bagian data yang sama dan menyimpannya secara independen satu
sama lain. Redundansi data menghabiskan sumber daya penyimpanan dan juga
menyebabkan ketidakkonsistenan data, di mana atribut yang sama mungkin memiliki
nilai yang berbeda.

Ketergantungan Data-Program

Ketergantungan data program mengacu pada kopling data yang disimpan


dalam file dan program khusus yang diperlukan untuk memperbarui dan memelihara
file tersebut sehingga perubahan dalam program memerlukan perubahan pada data.
Setiap program komputer tradisional harus menggambarkan lokasi dan sifat data
yang digunakannya. Dalam lingkungan file tradisional, setiap perubahan dalam
program perangkat lunak mungkin memerlukan file perubahan data yang diakses
oleh program itu. Satu program dapat dimodifikasi dari kode pos lima digit menjadi
sembilan digit. Jika file data asli diubah dari kode pos lima digit menjadi sembilan
digit, maka program lain yang membutuhkan kode pos lima digit tidak akan
berfungsi dengan baik. Perubahan semacam itu dapat menghabiskan jutaan dolar
untuk diterapkan dengan benar.

Kurangnya Fleksibilitas

Sistem file tradisional dapat memberikan laporan terjadwal rutin setelah


upaya pemrograman yang ekstensif, tetapi tidak dapat memberikan laporan ad hoc
atau menanggapi persyaratan informasi yang tidak terduga secara tepat waktu.
Informasi yang diperlukan oleh permintaan ad hoc ada di suatu tempat di sistem
tetapi mungkin terlalu mahal untuk diambil. Beberapa programmer mungkin harus
bekerja selama berminggu-minggu untuk mengumpulkan item data yang diperlukan
dalam file baru.

Keamanan Buruk

Karena hanya ada sedikit kontrol atau pengelolaan data, akses dan
penyebaran informasi mungkin di luar kendali. Manajemen mungkin tidak memiliki
cara untuk mengetahui siapa yang mengakses atau bahkan membuat perubahan pada
data organisasi.

Kurangnya Berbagi dan Ketersediaan Data


Karena potongan informasi dalam file yang berbeda dan bagian organisasi
yang berbeda tidak dapat dikaitkan satu sama lain, hampir tidak mungkin informasi
dibagikan atau diakses pada waktu yang tepat. Informasi tidak dapat mengalir
dengan bebas melintasi area fungsional yang berbeda atau bagian organisasi yang
berbeda. Jika pengguna menemukan nilai yang berbeda dari bagian informasi yang
sama dalam dua sistem yang berbeda, mereka mungkin tidak ingin menggunakan
sistem ini karena mereka tidak dapat mempercayai keakuratan datanya.

6- 2 Apa saja kemampuan utama database sistem manajemen (DBMS), dan


mengapa a DBMS relasional begitu kuat?

Teknologi database mengatasi banyak masalah organisasi file tradisional. Definisi


database yang lebih ketat adalah kumpulan data yang diatur untuk melayani banyak
aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengontrol data yang
berlebihan. Daripada menyimpan data dalam file terpisah untuk setiap aplikasi, bagi
pengguna tampaknya data disimpan hanya di satu lokasi. Tunggal layanan database
beberapa aplikasi. Misalnya, alih-alih perusahaan menyimpan data karyawan dalam
sistem informasi terpisah dan file terpisah untuk personel, penggajian, dan tunjangan,
perusahaan dapat membuat database sumber daya manusia tunggal yang umum.

Sistem Manajemen Basis Data

Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah perangkat lunak yang


memungkinkan organisasi untuk memusatkan data, mengelolanya secara efisien, dan
menyediakan akses ke data yang disimpan oleh program aplikasi. DBMS bertindak
sebagai antarmuka antara program aplikasi dan file data fisik. Ketika program
aplikasi memanggil item data, seperti gaji kotor, DBMS menemukan item ini dalam
database dan menyajikannya ke program aplikasi. Menggunakan file data tradisional,
programmer harus menentukan ukuran dan format dari setiap elemen data yang
digunakan dalam program dan kemudian memberitahu komputer di mana mereka
berada.

DBMS relasional

DBMS kontemporer menggunakan model database yang berbeda untuk


melacak entitas, atribut, dan hubungan. Jenis DBMS yang paling populer saat ini
untuk PC serta untuk komputer dan mainframe yang lebih besar adalah DBMS
relasional. Database relasional merepresentasikan data sebagai tabel dua dimensi
(disebut relasi).

Kemampuan Sistem Manajemen Basis Data

DBMS mencakup kemampuan dan alat untuk mengatur, mengelola, dan


mengakses data dalam database. Yang terpenting adalah bahasa definisi datanya,
kamus data, dan bahasa manipulasi datanya. DBMS memiliki kemampuan definisi
data untuk menentukan struktur konten database. Ini akan digunakan untuk membuat
tabel database dan untuk menentukan karakteristik bidang di setiap tabel. Informasi
tentang database ini akan didokumentasikan dalam kamus data. Kamus data adalah
file otomatis atau manual yang menyimpan definisi elemen data dan karakteristiknya.

Database dan Database Non-relasional di Cloud

Selama lebih dari 30 tahun, teknologi database relasional telah menjadi


standar emas. Komputasi awan, volume data yang belum pernah terjadi sebelumnya,
beban kerja yang sangat besar untuk layanan web, dan kebutuhan untuk menyimpan
jenis data baru memerlukan alternatif database untuk model relasional tradisional
dalam mengatur data dalam bentuk tabel, kolom, dan baris. Perusahaan beralih ke
"NoSQL" non-relasional teknologi database untuk tujuan ini. Sistem manajemen
basis data non-relasional menggunakan model data yang lebih fleksibel dan
dirancang untuk mengelola kumpulan data besar di banyak mesin terdistribusi dan
untuk meningkatkan atau menurunkan skala dengan mudah. Mereka berguna untuk
mempercepat kueri sederhana terhadap volume besar data terstruktur dan tidak
terstruktur, termasuk web, media sosial, grafik, dan bentuk data lain yang sulit
dianalisis dengan alat tradisional berbasis SQL.

6- 3 Apa alat dan teknologi utama untuk mengakses informasi dari database
untuk meningkatkan kinerja dan membuat keputusan bisnis?

Bisnis menggunakan database mereka untuk melacak transaksi dasar, seperti


membayar pemasok, memproses pesanan, melacak pelanggan, dan membayar
karyawan. Tetapi mereka juga membutuhkan database untuk memberikan informasi
yang akan membantu perusahaan menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan
membantu manajer dan karyawan membuat keputusan yang lebih baik. Jika sebuah
perusahaan ingin mengetahui produk mana yang paling populer atau pelanggan yang
paling menguntungkan, jawabannya ada pada datanya.

Tantangan Data Besar

Sebagian besar data yang dikumpulkan oleh organisasi dulunya adalah data
transaksi yang dapat dengan mudah masuk ke dalam baris dan kolom sistem
manajemen basis data relasional. Kami sekarang menyaksikan ledakan data dari lalu
lintas web, pesan email, dan konten media sosial (tweet, pesan status), serta data
yang dibuat oleh mesin dari sensor (digunakan dalam pengukur pintar, sensor
pabrikan, dan pengukur listrik) atau dari sistem perdagangan elektronik. Data ini
mungkin tidak terstruktur atau semi-terstruktur sehingga tidak cocok untuk database
relasional produk yang menyusun data berupa kolom dan baris. Kami sekarang
menggunakan istilah big data untuk mendeskripsikan kumpulan data ini dengan
volume yang sangat besar sehingga melebihi kemampuan DBMS biasa untuk
menangkap, menyimpan, dan menganalisis. Big data tidak mengacu pada kuantitas
tertentu tetapi biasanya mengacu pada data dalam kisaran petabyte dan exabyte —
dengan kata lain, miliaran hingga triliunan record, semuanya dari sumber yang
berbeda. Data besar diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih besar dan jauh lebih
cepat daripada data tradisional.

a. Infrastruktur Intelijen Bisnis

Misalkan Anda menginginkan informasi yang ringkas dan andal tentang operasi saat
ini, tren, dan perubahan di seluruh perusahaan. Jika Anda bekerja di perusahaan
besar, data yang Anda butuhkan mungkin harus disatukan dari sistem terpisah,
seperti penjualan, manufaktur, dan akuntansi, dan bahkan dari sumber eksternal,
seperti data demografis atau pesaing. Anda mungkin semakin perlu menggunakan
data besar. Infrastruktur kontemporer untuk kecerdasan bisnis memiliki serangkaian
alat untuk memperoleh informasi yang berguna dari semua jenis data yang berbeda
yang digunakan oleh bisnis saat ini, termasuk data besar semi-terstruktur dan tidak
terstruktur dalam jumlah besar. Kemampuan ini mencakup gudang data dan data
mart, Hadoop, komputasi dalam memori, dan platform analitik. Beberapa dari
kemampuan ini tersedia sebagai layanan cloud.

b. Gudang Data dan Data Mart

Alat tradisional untuk menganalisis data perusahaan selama dua dekade


terakhir adalah gudang data. Gudang data adalah basis data yang menyimpan data
terkini dan historis yang berpotensi menarik bagi para pengambil keputusan di
seluruh perusahaan. Data tersebut berasal dari banyak sistem transaksi operasional
inti, seperti sistem penjualan, akun pelanggan, dan manufaktur, dan dapat mencakup
data dari transaksi situs web. Gudang data mengekstrak arus dan data historis dari
berbagai sistem operasional di dalam organisasi.

c. Hadoop

Produk DBMS relasional dan data warehouse tidak cocok untuk mengatur
dan menganalisis big data atau data yang tidak mudah masuk ke dalam kolom dan
baris yang digunakan dalam model datanya. Untuk menangani data tidak terstruktur
dan semi-terstruktur dalam jumlah besar, serta data terstruktur, organisasi
menggunakan Hadoop. Hadoop adalah kerangka perangkat lunak sumber terbuka
yang dikelola oleh Apache Software Foundation yang memungkinkan pemrosesan
paralel terdistribusi dari sejumlah besar data di komputer murah.
d. Platform Analitik

Vendor database komersial telah mengembangkan platform analitik


kecepatan tinggi khusus menggunakan teknologi relasional dan non-relasional yang
dioptimalkan untuk menganalisis kumpulan data besar. Platform analitik seperti IBM
PureData System for Analytics, menampilkan sistem perangkat keras-perangkat
lunak yang telah dikonfigurasi sebelumnya yang secara khusus dirancang untuk
pemrosesan kueri dan analitik. Misalnya, IBM PureData System for Analytics
memiliki fitur database, server, dan komponen penyimpanan yang terintegrasi erat
yang menangani kueri analitik kompleks 10 hingga 100 kali lebih cepat daripada
sistem tradisional. Platform analitik juga mencakup sistem dalam memori dan sistem
manajemen basis data non-relasional NoSQL. Platform analitik sekarang tersedia
sebagai layanan cloud.

e. Database dan Web

Pernahkah Anda mencoba menggunakan web untuk memesan atau melihat


katalog produk? Jika demikian, Anda menggunakan situs web yang ditautkan ke
database internal perusahaan. Banyak perusahaan sekarang menggunakan web untuk
membuat beberapa informasi di database internal mereka tersedia untuk pelanggan
dan mitra bisnis. Misalkan, misalnya, pelanggan dengan browser web ingin
menelusuri database pengecer online untuk informasi harga.

6- 4 Mengapa kebijakan informasi, administrasi data, dan jaminan kualitas


data penting untuk mengelola sumber daya data perusahaan?

Menyiapkan database hanyalah permulaan. Untuk memastikan bahwa data


bisnis Anda tetap akurat, andal, dan tersedia bagi mereka yang membutuhkannya,
bisnis Anda memerlukan kebijakan dan prosedur khusus untuk pengelolaan data.
Menetapkan Kebijakan Informasi Setiap bisnis, besar dan kecil, membutuhkan
kebijakan informasi. Data perusahaan Anda adalah sumber daya yang penting, dan
Anda tidak ingin orang melakukan apa pun yang mereka inginkan dengan mereka.
Anda perlu memiliki aturan tentang bagaimana data akan diatur dan dipelihara dan
siapa yang diizinkan untuk melihat data atau mengubahnya. Kebijakan informasi
menetapkan aturan organisasi untuk berbagi, menyebarkan, memperoleh,
membakukan, mengklasifikasikan, dan menginventarisasi informasi.

Menjamin Kualitas Data

Database dan kebijakan informasi yang dirancang dengan baik akan sangat
membantu dalam memastikan bahwa bisnis memiliki informasi yang dibutuhkannya.
Namun, langkah tambahan harus diambil untuk memastikan bahwa data dalam
database organisasi akurat dan tetap dapat diandalkan. Apa yang akan terjadi jika
nomor telepon atau saldo rekening pelanggan salah? Apa dampaknya jika database
memiliki harga yang salah untuk produk yang Anda jual atau sistem penjualan dan
sistem inventaris Anda menunjukkan harga yang berbeda untuk produk yang sama?
Data yang tidak akurat, tidak tepat waktu, atau tidak konsisten dengan sumber
informasi lain dapat menyebabkan keputusan yang salah, penarikan produk, dan
kerugian finansial.

Jika database dirancang dengan benar dan standar data seluruh perusahaan
ditetapkan, elemen data duplikat atau tidak konsisten harus minimal. Namun,
sebagian besar masalah kualitas data, seperti nama yang salah eja, nomor yang
dialihkan, atau kode yang salah atau hilang, berasal dari kesalahan selama input data.
Insiden kesalahan tersebut meningkat saat perusahaan memindahkan bisnis mereka
ke web dan memungkinkan pelanggan dan pemasok untuk memasukkan data ke situs
web mereka yang secara langsung memperbarui sistem internal. Sebelum database
baru tersedia, organisasi perlu mengidentifikasi dan memperbaiki data mereka yang
salah dan menetapkan rutinitas yang lebih baik untuk mengedit data setelah database
mereka beroperasi. Analisis kualitas data sering kali dimulai dengan kualitas data
audit, yaitu survei terstruktur atas keakuratan dan tingkat kelengkapan data dalam
suatu sistem informasi. Audit kualitas data dapat dilakukan dengan mensurvei
seluruh file data, mensurvei sampel dari file data, atau mensurvei pengguna akhir
untuk persepsi mereka tentang kualitas data.

Pembersihan data, juga dikenal sebagai data scrubbing, terdiri dari aktivitas
untuk mendeteksi dan mengoreksi data dalam database yang salah, tidak lengkap,
tidak diformat dengan benar, atau berlebihan. Pembersihan data tidak hanya
memperbaiki kesalahan tetapi juga menegakkan konsistensi di antara kumpulan data
berbeda yang berasal dari sistem informasi terpisah. Perangkat lunak pembersih data
khusus tersedia untuk secara otomatis mensurvei file data, memperbaiki kesalahan
dalam data, dan mengintegrasikan data dalam sebuah format perusahaan yang
konsisten. Masalah kualitas data bukan hanya masalah bisnis.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Sitem informasi yang efektif menyediakan pengguna informasi yang akurat,


tepat waktu, dan relevan. Informasi yang akurat, berarti bebas dari keslahan.
Informasi yang tepat waktu berarti informasi yang tersedia pada saat diperlukan
oleh pengambil keputusan. Definisi yang lebih jelas mengenai database adalah
sekumpulan data yang di organisasikan untuk melayani berbagai aplikasi secara
efisien dengan memusatkan data dan mengurangi penggadaan data. Organisasi
bisnis tertarik dengan data besar karena mereka dapat melihat pola yang lebih
berbentuk dan anomoli-anomoli yang lebih menarik ketimbang data kecil yang
berpontensi memberikan wawasan baru tentang perilaku pelanggan, pada cuaca,
aktivitas, pasar saham, dan fenomena lainya.

B. SARAN

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, penulis


membutuhkan saran yang membangun untuk kedepannya agar penulis akan
lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan
sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung
jawabkan.
DAFTAR PUSTAKA
Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2017. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta:
Salemba Empat.